JENISJENIS KEBUTUHAN MANUSIA

Warga belajar dan siswa-- dalam pembelajaran ekonomi telah dijelaskan bahwa kebutuhan insan banyak sekali ragamnya. Masih ingatkah apa saja kebutuhan manusia itu? Kebutuhan manusia antara lain terdiri berdasarkan makanan, minuman, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan dan sebagainya.
Sebelum kita mengusut penggolongan jenis-jenis kebutuhan, kita perlu mengetahui telebih dahulu pengertian kebutuhan. Apakah kebutuhan itu ?
kebutuhan adalah segala sesuatu yang diharapkan sang insan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Jadi yang diharapkan manusia buat mempertahankan kelangsungan hidupnya antara lain kuliner, minuman, sandang, pendidikan, kesetaraan, hiburan, rekreasi dan sebagainya.
Kebutuhan yang dianggap pada atas dapat digolong-golongkan contohnya : makanan, minuman, pakaian serta perumahan termasuk dalam kebutuhan jasmani. Sedangkan pendidikan, kesehatan hiburan serta rekreasi termasuk dalam kebutuhan rohani.
Untuk mengetahui penggolongan jenis kebutuhan manusia lebih lanjut, baiklah akan kita pelajari uraian ini dia :
Jenis kebutuhan insan bisa digolongkan menjadi berikut :
a. Menurut tingkat kepentingannya
b. Menurut waktunya
c. Menurut sifatnya
d. Menurut wujudnya
e. Menurut subjeknya.
Jenis-jenis kebutuhan manusia di atas bisa kita cermati pada uraian ini dia :
a. Kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentingannya
Seperti telah disebutkan di atas, ekbutuhan insan diantaranya : makanan, minuman, pakaian, perumahan, pendidikan, kesehatan, hiburan, rekreasi serta sebagainya. Di antara kedua kebutuhan insan itu tentu terdapat kebutuhan yang wajib kita penuhi terlebih dahulu serta ada kebutuhan yang bisa ditunda pemenuhannya.
Apa saja kebutuhan yg wajib dipenuhi terlebih dahulu serta kebutuhan apa yang bisa ditunda?
Coba kita perhatikan, jika anda dihadapkan dalam tiga macam kebutuhan yaitu sepatu, kuliner dan radio. Kebutuhan mana yg wajib terlebih dahulu? Coba kita susun urutan pemenuhannya bagaimana? Tentunya apabila membuat urutan pertama kuliner, ke 2 sepatu dan terakhir radio.
Mengapa demikian? Lantaran makanan adalah kebutuhan yg harus dipenuhi buat menjaga kelangsungan hidup insan. Oleh karena itu, pemenuhan wajib didahulukan. Kebutuhan ini dianggap sebagai kebutuhan utama.
Sedangkan sepatu serta radio bisa ditunda pemenuhannya, kebutuhan yang bisa ditunda pemenuhannya disebut kebutuhan tambahan.
Dari uraian pada atas dapat kita ketahui bahwa kebutuhan manusia menurut taraf kepentingannya bisa digolongkan kedalam dua kelompok, yaitu : Kebutuhan Pokok dan kebutuhan Tambahan.
1) Kebutuhan Pokok
Apa yg dimaksud kebutuhan pokok?
Kebutuhan utama merupakan kebutuhan manusia yang wajib segera dipenuhi buat menjamin kelangsungan hayati.
kebutuhan utama sering pula diklaim kebutuhan primer
Apa saja yg termasuk kebutuhan pokok?
Kebutuhan pokok terdiri dari : makanan, minuman, pakaian dan perumahan, seperti tampak dalam gambar pada atas.
Mengapa manusia wajib memenuhi kebutuhan akan kuliner, minuman, sandang serta perumahan? Coba paa yang terjadi bila kita tidak makan serta minum?
Tentu badan kita akan lemas dan tidak hanya lemas kemungkinan kita bisa sakit serta kemungkinan yang lebih parah adalah bisa menimbulkan kematian. Pada biasanya kuliner utama warga Indonesia terdiri menurut : Nasi, jagung, sagu, umbi-umbian. Nah apakah kuliner pokok daerah anda?
Apakah terdapat selain yg diklaim pada atas? Kalau anda bisa anda sebutkan!
Selain kebutuhan akan kuliner dan minuman, manusia pula memerlukan sandang. Lantaran menggunakan sandang kita terlindung menurut panas dan dingin. Perlu anda jangan lupa, kebutuhan sandang ini sangat ditentukan oleh kondisi alam sekelilingnya. Kebutuhan akan sandang di daerah panas akan tidak sinkron menggunakan kebutuhan pakaian di wilayah dingin.
Selain berguna berguna buat melindungi insan berdasarkan udara panas dan dingin, juga menggunakan pakaian, insan tidak akan mengalami kesulitan dalam pergaulan. Demikian pula menggunakan perumahan. Setiap orang memerlukan rumah buat berteduh saat panas dan hujan, juga sebagai tempat beristirahat dikala kita lelah.
2) Kebutuhan Tambahan
Setelah kebutuhan akan makanan, minuman, sandang dan perumahan terpenuhi apakah kebutuhan hanya berhenti hingga disitu? Tentu saja tidak, lantaran akan muncul kebutuhan-kebutuhan yg lain.
Coba anda amati kebutuhan anda sendiri, selesainya kebutuhan utama terpenuhi, apakah masih ada kebutuhan lain yg muncul? Tentunya terdapat:
Misalnya : kebutuhan akan sepatu, indera-alat tulis, buku-kitab , indera-indera tempat tinggal tangga, jam tangan, sepeda, radio, perhiasan dan lain-lain. Semua kebutuhan tersebut diklaim kebutuhan tambahan. Mengapa dianggap kebutuhan tambahan? Lantaran kepentingan nir sebesar kebutuhan utama (pokok), yang berarti nir terlalu mendesak untuk segera dipenuhi. Apakah yang dimaksud kebutuhan tambahan?
Kebutuhan tambahan adalah kebutuhan insan yg akan segera muncul sesudah kebutuhan utama terpenuhi. Kebutuhan tambahan terbagi 2 yaitu : Kebutuhan sekunder serta kebutuhan kemewahan.
Apa yg dimaksud kebutuhan skunder serta kebutuhan kemewahan? Dapat dibaca uraian berikut ini:
a) Kebutuhan sekunder
Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yg perlu dipenuhi bila kebutuhan utama sudah terpenuhi. Contoh : sepatu, kitab -kitab , meja, kursi, radio serta jam tangan.
Mengapa kebutuhan sekunder perlu dipenuhi? Hal ini sangat tergantung dalam kemajuan diri pribadi yg membutuhkan dan jua kemajuan menurut kebudayaan manusia itu sendiri.
Misalnya : jam tangan dibutuhkan manusia supaya dapat mengetahui saat menggunakan sempurna, semua kegiatan belajar yg dilakukan dapat terlaksana dalam saat yg sempurna. Demikian juga radio diharapkan manusia karena penting buat mendapatkan kabar serta hiburan.
Manusia akan memenuhi kebutuhan sekundernya apabila kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi.
b) Kebutuhan kemewahan
Pernahkah anda membeli televisi berwarna? Kalau ya, apakah tetangga anda sudah poly yang mempunyai? Jika jawabannya adalah sedikit, maka televisi berwarna termasuk barang mewah.
Mengapa dikatakan barang glamor? Karena harganya tergolong mahal dan jumlah orang yg memilikinya nir poly hanya terbatas pada orang yang mampu membelinya. Contohnya barang mewah: sepeda motor, mobil, kalung berlian, kulkas serta lain sebagainya.
Pada umumnya orang yang bisa memenuhi kebutuhan glamor merupakan orang yg bisa atau orang diklaim orang kaya, dan kebutuhan kemewahan tak jarang disebut kebutuhan tersier.
Bagaimana kebutuhan akan barang mewah tidak dipenuhi, apakah insan dapat melangsungkan hidupnya? Tentu saja dapat, lantaran kebutuhan tersebut hanya merupakan kebutuhan kemewahan, nir terpenuhi tidak mengganggu kelangsungan hayati insan.
Perlu diketahui bahwa batas antara kebutuhan sekunder serta kebutuhan kemewahan untuk setiap orang akan berbeda. Status dan kiprah seorang dalam warga akan menentukan tingkat kebutuhan tadi.
kebutuhan sekunder bisa bergeser menjadi kebutuhan utama serta kebutuhan kemewahan bisa sebagai kebutuhan sekunder.
b. Kebutuhan insan dari waktu
Kebutuhan dari ketika dapat dibedakan sebagai 2, yaitu kebutuhan kini serta kebutuhan masa yang akan tiba. Kedua bagian tersebut bisa diuraikan menjadi berikut :
1) Kebutuhan sekarang
Apakah yg dimaksud menggunakan kebutuhan sekarang ?
kebutuhan sekarang merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam saat itu jua.
Contoh :
- Apabila kita merasa lapar, kebutuhan yang kita perlukan merupakan kuliner. Rasa lapar itu sebainya dipenuhi dengna makan sempurna dalam waktunya. Lantaran apabila ditunda akan mengakibatkan penyakit maag (lambung).
- apabila seseorang sedang sakit, maka saat ini ia membutuhkan obat menjadi penyembuh sakitnya. Dan bila orang tadi telah sembuh dari sakitnya, apakah masih memerlukan obat? Jelas nir. Jadi obat hanya diharapkan pada ketika sakit,
2) Kebutuhan masa yang akan datang
Jika anda menyimpan uang pada tempat tinggal atau pada bank, apakah keuntungannya pribadi anda rasakan? Tentu belum bisa dirasakan. Tetapi bila waktu anda memerlukan porto karena ada keperluan yg sangat penting, maka anda dapat mengambil uang simpanan di tempat tinggal atau di bank. Dengan demikian kebutuhan masa yang akan tiba adalah persiapan-persiapan atau persediaan-persediaan yg dilakukan buat menghadapi kebutuhan dalam waktu yang akan datang. Contoh lain : seorang petani menyimpan dalam dalam saat demam isu panen. Hal ini dimaksudkan buat menghadapi kemungkinana yg sulit dalam ketika isu terkini paceklik.
c. Kebutuhan menurut sifatnya
kebutuhan berdasarkan sifatnya dibedakan sebagai 2 bagian yaitu : kebutuhan rohani dan kebutuhan jasmani :
1) Kebutuhan Jasmani
Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan buat memenuhi kepentingan fisik (badan) insan, supaya insan dapat hayati. Contohnya: kuliner, minuman, sandang, perumahan, dan alat-indera olahraga.
Jadi kebutuhan yang bersifat jasmani mempunyai karakteristik-karakteristik yaitu : berwujud, dapat diraba serta bisa dirasakan.
2) Kebutuhan Rohani
Kebutuhan Rohani adalah kebutuhan buat memenuhi kepentingan rohani (batin) manusia
Misalnya : Jika anda pergi rekreasi ke suatu loka apakah itu kebun binatang atau ke pantai apa yang anda rasakan? Rasa senang atau kenyang? Pasti rasa senang . Nah, rasa bahagia ini adalah menyangkut batin atau rohani kita. Jadi disebut menjadi kebutuhan rohani apabila memiliki sifat tidak terlihat oleh mata, nir bisa diraba namun bisa dirasakan oleh perasaan batin kita.
Contohnya: kepercayaan , hiburan, rekreasi, afeksi dan sebagainya.
d. Kebutuhan menurut wujudnya
Kebutuhan berdasarkan wujudnya dapat dibedakan sebagai dua bagian yaitu kebutuhan berwujud (nyata) serta kebutuhan yang tidak berwujud (tak berbentuk).
Apa perbedaannya ?
1) Kebutuhan nyata merupakan keutuhan berupa barang-barang yg bisa diraba, misalnya : buku, kendaraan beroda empat, pesawat dan lain-lain
2) Kebutuhan abstrak merupakan kebutuhan yang indera pemuasnya nir dapat diraba tetapi dapat dirasakan, misalnya : menonton bola bagi pecandu bola, beribadah, pelayanan dokter dan lain.
e. Kebutuhan berdasarkan subjek
Kebutuhan berdasarkan subjek bisa dibedakan menjadi 2 gerombolan yaitu :
1) Kebutuhan Individu
Kebutuhan individu adalah kebutuhan dilihat dari segi orang yg membutuhkannya, misalnya; kebutuhan seorang petani akan berbeda dengan kebutuhan seseorang guru.
2) Kebutuhan masyarakat
Kebutuhan masyarakat adalah indera pemuas kebutuhan yang fungsinya secara bersama, misalnya : telepon umum, jalan umum, WC umum, rasa aman dan sebagainya.
Bagaimana berdasarkan anda ?
Apakah kebutuhan masyarakat desa sama menggunakan kebutuhan warga kota?. Benar kebutuhan warga desa tidak sinkron dengan kebutuhan warga kota, misalnya mobil dan telepon merupakan kebutuhan warga kota namun bagi rakyat desa tidak, sebaliknya indera-alat pertanian merupakan kebutuhan masyarakat desa.
Sumber : disarikan menurut Buku Modul IPS Ekonomi masyarakat belajar Paket B setara 2010

PENGERTIAN ILMU EKONOMI MENURUT PARA AHLI

Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli
Menurut etimologi atau berasal usul katanya, istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani,yaitu oikonomia adalah istilah beragam (formasi) 2 istilah, yaitu oikos artinya tempat tinggal dan nomos artinya anggaran. Jadi secara etimologi, ekonomi berarti aturan tempat tinggal tangga atau ilmu yang mengatur rumah tangga. Sedangkan menurut pengertian sehari-hari ekonomi adalah aktivitas manusia pada usahanya memenuhi kebutuhan.

Para ekonom menaruh batasan yang berbeda-beda tentang pengertian ilmu ekonomi. Berikut ini merupakan definisi atau batasan ilmu ekonomi yg paling acapkali digunakan. 

Ilmu ekonomi merupakan ilmu pengetahuan sosial yg mempelajari tingkah laris insan pada hayati bermasyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan buat mencapai kemakmuran.

A. Kelangkaan / Keterbatasan
Terbatasnya atau langkanya indera pemuas kebutuhan yang dihadapkan pada kebutuhan manusia yang nir terbatas adalah pokok perseteruan dari seluruh perkara ekonomi. Dari fenomena itulah yang mendorong keluarnya ilmu ekonomi.

Kebutuhan manusia bermacam-macam serta selalu bertambah. Jika kebutuhan yg satu terpenuhi ada kebutuhan yang lain. Sedangkan di sisi lain, indera pemuas kebutuhan insan berupa barang dan jasa jumlahnya sangat terbatas dan langka. Kelangkaan dan keterbatasan alat pemuas mengakibatkan hayati insan selalu serba kurang.

B. Kebutuhan Manusia
1. Kebutuhan Manusia.
Selama insan hayati, kebutuhan selalu bertambah serta tidak terbatas, walaupun setiap insan kebutuhannya berbeda-beda. Perbedaan tingkat kebutuhan ditimbulkan oleh:

a. Status sosial.
Misal buruh tani dengan pemilik tanah, pekerja pabrik dengan pengajar.

b. Tingkat pendidikan.
Misal kebutuhan orang yang berpendidikan rendah berbeda dengan orang yg berpendidikan tinggi.

c. Kemajuan kebudayaan.
Misal kebutuhan orang zaman dulu tidak sinkron dengan kebutuhan zaman sekarang.

2. Macam-macam Kebutuhan
Kebutuhan merupakan asa yang timbul dalam diri manusia serta warga dalam bentuk tuntunan buat memperoleh pemenuhannya. Kebutuhan ekonomi merupakan kebutuhan akan barang-barang keperluan hidup yang dapat dievaluasi dengan uang.

Kebutuhan ekonomi pada prinsipnya memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a. Setiap orang kebutuhannya berbeda contohnya menurut golongan, suku, agam serta kelompok rakyat.
b. Tidak sama sepanjang ketika dan generasi akan berbeda.
c. Jumlah dan mutunya akan selalu berkembang.
d. Kebutuhan dapat saling melengkapi atau bahkan saling antagonis.

Menurut kepentingannya, kebutuhan bisa dibedakan atas kebutuhan utama, sekunder serta tersier.
a. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi lantaran buat mempertahankan hidupnya, contohnya makan dan minum, sandang, tempat tinggal .
b. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yg harus dipenuhi supaya bisa hidup lebih baik sebagai makhluk yang berbudaya. Misalnya pakaian yang rupawan, buku-buku bacaan, sepatu, radio.
c. Kebutuhan tersier atau kebutuhan mewah merupakan kebutuhan taraf lanjut selesainya kebutuhan sekunder. Misalnya kendaraan beroda empat, tempat tinggal glamor.

Menurut tujuannya barang-barang ekonomi diklasifikasikan sebagai :
a. Brang konsumen merupakan barang-barang yang bisa memenuhi kebutuhan secara pribadi (makanan, sandang, sepatu,dll)
b. Barang produksi adalah barang-barang yang adalah indera pembantu dalam proses produksi (mesin, kendaraan beroda empat, batu bara, tenaga listrik, dll).

Menurut sifat pemakaiannya, dapat diklasifikasikan menjadi :
a. Barang substitusi adalah barang-barang yang dapat saling menggantikan pemakaiannya (mentega menggunakan minyak, beras menggunakan jagung, dll).
b. Barang komplementer adalah barang-barang yang pemakaiannya wajib bersama-sama (gula dengan kopi, mobil dengan bensin, dll)

Menurut sifatnya, barang ekonomi diklasifikasikan sebagai :
a. Barang konkret merupakan barang-barang yang bisa ditinjau (meja, rumah, beras).
b. Barang abstrak atau yg biasa dianggap jasa serta pelayanan merupakan sesuatu yg nir dapat dipandang , tetapi bisa memenuhi kebutuhan (nasihat dokter, hiburan, nasihat hukum).

Perbedaan utama antara barang serta jasa adalah :
a. Barang adalah segala sesuatu yang berwujud, sedangkan jasa merupakan segala sesuatu yg tidak berwujud.
b. Untuk barang terdapat tenggang waktu antara produksi dan konsumsi, sedangkan untuk jasa nir terdapat. 

Kebutuhan manusia berdasarkan sifatnya dikelom pokkan sebagai 2 macam, yaitu :
a. Kebutuhan jasmani atau kebutuhan lahir adalah kebutuhan insan yg semata-mata ditujukan untuk memberi kepuasan kepada badan atau jasmani (bersifat material). Misal kuliner, pakian, tempat tinggal , dll).
b. Kebutuhan rohani atau batin adalah kebutuhan manusi yang pemenuhannya ditujukan untuk menaruh kepuasan batiniah (bersifat imaterial). Misalnya seni, pendidikan, agama, dll.

C. Alat Pemuas Kebutuhan Manusia
1. Pengertian indera pemuas kebutuhan.
Alat pemuas kebutuhan manusia terdapat yang berwujud serta terdapat yg nir berwujud. Ada yg habis sekali pakai dan ada yg bisa dipakai secara berulang-ulang sehingga habisnya lama . Jadi yg menjadi alat pemuas kebutuhan manusia itu merupakan barang serta jasa.

2. Nilai ekonomi dan nilai kegunaan barang.
Nilai ekonomi / nilai kegunaan barang diantaranya didasarkan dalam :

a. Kegunaan bentuk (utility of form).
Artinya suatu barang mempunyai nilai ekonomi/nilai kegunaan lantaran bentuknya yg sesuai dengan kebutuhan. Contoh bambu sebagai anyaman bilik, tanah liat menjadi gerabah/keramik.

b. Kegunaan loka (utility of place).
Artinya suatu barang memiliki nilai guna tinggi lantaran tempatnya yang sempurna. Contoh pasir dan batu pada kota lebih berguna berdasarkan dalam pada sungai.

c. Kegunaan ketika (utility of time).
Suatu barang akan memiliki nilai ekonomi yg tinggi bila digunakan pada saat yg tepat. Contoh payung berguna pada trend penghujan, baju hangat pada isu terkini dingin.

d. Kegunaan pemilikan (utility of ownership).
Suatu barang lebih mempunyai nilai ekonomi lantaran tepat pemiliknya. Contoh SIM, KTP hanya berguna bagi pemiliknya., stetoskop hanya berguna bagi dokter.

e. Kegunaan mutu (utility of quality)
Suatu barang akan mempunyai nilai ekonomi yang lebih baik lantaran mutu serta kualitasnya. Contoh Tekstil menggunakan alat modern lebih bermutu serta harganya lebih tinggi daripada output tenun biasa.

f. Kegunaan unsur (utility ofelement)
Suatu barang lebih mempunyai nilai ekonomi karena unsur yg terkandung di dalamnya. Contoh obat paten lebih mahal karena unsur yang terkandung lebih baik daripada obat generik.

3. Kegiatan ekonomi.
Kegiatan ekonomi dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

a. Kegiatan produksi.
Adalah setiap kegiatan yang membentuk barang serta jasa atau menambah daya guna atau nilai barang untuk memenuhi kebutuhan insan.

b. Kegiatan distribusi.
Adalah setiap aktivitas menyalurkan barang-barang hasil produksi yg berupa barang serta jasa dari penghasil pada pihak yg membutuhkan atau konsumen.

c. Kegiatan konsumsi.
Adalah kegiatan memakai, menggunakan atau menghabiskan barang dan jasa hasil produksi secara langsung buat memenuhi kebutuhan.

4. Tindakan ekonomi.
Dalam tindakan ekonomi dimaksudkan supaya kita mampu mengatur dan mengendalikan sebagai akibatnya pendapatan yang diterima dapat memenuhi semua kebutuhan sesuai menggunakan derajad kepuasan masing-masing.

5. Perbuatan pilihan (alternatif)
Pendapatan merupakan terbatas sebagai akibatnya setiap orang tidak dapat memenuhi segala kebutuhannya tanpa harus memikirkan kebutuhan mana yg harus diutamakan. 

6. Motif ekonomi.
Adalah impian atau alasan yang mendorong manusia untuk melakukan aktivitas ekonomi. Secara garis besar motif ekonomi dapat digolongkan sebagai 4 macam 
a. Memenuhi kebutuhan buat mencapai kemakmuran
b. Memperoleh kekuasaan.
c. Memperoleh penghargaan.
d. Motif kemanusiaan (sosial).

7. Prinsip ekonomi.
Prinsip ekonomi diartikan menjadi asas yg berakibat dasar /pegangan pada setiapmelakukan kegiatan / tindakan ekonomi. Dalam aktifitas usaha, prinsip ekonomi dikenal menggunakan kata efisiensi dan efektifitas (berdaya guna serta berhasil guna). Efisiensi ialah selalu berpikir untung rugi pada mana output harus lebih besar berdasarkan pengorbanan, serta efektif artinya apa yang dilakukan harus berguna/berguna dengan tujuan eksklusif.

Penerapan prinsip ekonomi pada kegiatan produksi bertujuan menjadi berikut :
a. Menekan porto produksi.
b. Meningkatkan hasil produksi.
c. Meningkatkan mutu output produksi.
d. Memperoleh keuntungan yg optimal.
e. Menjaga kelangsungan bisnis.

Penerapan prinsip ekonomi pada aktivitas distribusi bertujuan:
a. Menekan pemborosan dana, waktu, ruang dan tenaga kerja.
b. Menyalurkan barang pada konsumen tepat waktu.
c. Memperoleh laba yang optimal.
d. Memperhtikan kelangsungan usaha.

Prinsip ekonomi pada aktivitas konsumsi bertujuan:
a. Mendapatkan barang-barang konsumsi jenis serta jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan aporisma.
b. Memperoleh barang dengan harga murah dan kualitasnya cantik.
c. Dengan dana yang terbatas dapat diperoleh barang kebutuhan yang dapat memenuhi kebutuhan yg optimal.

8. Kegiatan produksi.
Produksi adalah kegiatan manusia buat membentuk/menambah daya guna atau nilai barang (to ended value). Proses produksi dapat dilakukan bila adanya sumberdaya. Terdapat sumber daya, yaitu:
a. Sumber daya alam (SDA) merupakan semua bahan/materi yang disediakan sang alam serta bisa digunakan buat memenuhi kebutuhan manusia.
b. Suber daya manusia (SDM) adalah segala daya serta upaya manusia lahir juga batin yg dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidupnya meliputi penggunaan tenaga fisik, pikiran, keahlian, perasaan serta teknologi.

9. Faktor-faktor produksi.
Faktor produksi merupakan hal-hal yang harus ada supaya proses produksi dapat berjalan. Faktor produksi alam serta tenaga kerja dianggap faktor produksi orisinil, sedangkan faktor produksi modal dan keahlian diklaim faktor produksi turunan.

PENGERTIAN ILMU EKONOMI MENURUT PARA AHLI

Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli
Menurut etimologi atau dari usul ucapnya, kata ekonomi asal berdasarkan bahasa Yunani,yaitu oikonomia merupakan kata majemuk (perpaduan) dua kata, yaitu oikos merupakan tempat tinggal serta nomos ialah anggaran. Jadi secara etimologi, ekonomi berarti aturan rumah tangga atau ilmu yg mengatur rumah tangga. Sedangkan menurut pengertian sehari-hari ekonomi adalah aktivitas insan dalam usahanya memenuhi kebutuhan.

Para ekonom memberikan batasan yang bhineka mengenai pengertian ilmu ekonomi. Berikut ini adalah definisi atau batasan ilmu ekonomi yg paling sering dipakai. 

Ilmu ekonomi merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mengusut tingkah laris manusia dalam hidup bermasyarakat pada rangka memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.

A. Kelangkaan / Keterbatasan
Terbatasnya atau langkanya indera pemuas kebutuhan yg dihadapkan dalam kebutuhan insan yg tidak terbatas adalah utama konflik menurut semua perkara ekonomi. Dari kenyataan itulah yang mendorong keluarnya ilmu ekonomi.

Kebutuhan insan bermacam-macam dan selalu bertambah. Jika kebutuhan yang satu terpenuhi ada kebutuhan yg lain. Sedangkan di sisi lain, indera pemuas kebutuhan insan berupa barang dan jasa jumlahnya sangat terbatas serta langka. Kelangkaan dan keterbatasan indera pemuas mengakibatkan hayati manusia selalu serba kurang.

B. Kebutuhan Manusia
1. Kebutuhan Manusia.
Selama manusia hayati, kebutuhan selalu bertambah dan tidak terbatas, walaupun setiap manusia kebutuhannya bhineka. Perbedaan tingkat kebutuhan disebabkan oleh:

a. Status sosial.
Misal buruh tani dengan pemilik tanah, pekerja pabrik dengan guru.

b. Tingkat pendidikan.
Misal kebutuhan orang yang berpendidikan rendah tidak sama dengan orang yang berpendidikan tinggi.

c. Kemajuan kebudayaan.
Misal kebutuhan orang zaman dulu tidak sama menggunakan kebutuhan zaman sekarang.

2. Macam-macam Kebutuhan
Kebutuhan merupakan keinginan yang timbul pada diri insan dan rakyat dalam bentuk tuntunan buat memperoleh pemenuhannya. Kebutuhan ekonomi adalah kebutuhan akan barang-barang keperluan hayati yg bisa dievaluasi dengan uang.

Kebutuhan ekonomi pada prinsipnya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a. Setiap orang kebutuhannya tidak sama misalnya menurut golongan, suku, agam dan kelompok warga .
b. Tidak sama sepanjang ketika dan generasi akan tidak sama.
c. Jumlah serta mutunya akan selalu berkembang.
d. Kebutuhan bisa saling melengkapi atau bahkan saling berlawanan.

Menurut kepentingannya, kebutuhan bisa dibedakan atas kebutuhan utama, sekunder dan tersier.
a. Kebutuhan utama merupakan kebutuhan yg wajib dipenuhi karena untuk mempertahankan hidupnya, contohnya makan dan minum, sandang, tempat tinggal .
b. Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yg harus dipenuhi agar bisa hayati lebih baik menjadi makhluk yg berbudaya. Misalnya pakaian yang mengagumkan, buku-buku bacaan, sepatu, radio.
c. Kebutuhan tersier atau kebutuhan glamor adalah kebutuhan taraf lanjut setelah kebutuhan sekunder. Misalnya kendaraan beroda empat, tempat tinggal mewah.

Menurut tujuannya barang-barang ekonomi diklasifikasikan sebagai :
a. Brang konsumen merupakan barang-barang yg bisa memenuhi kebutuhan secara eksklusif (kuliner, sandang, sepatu,dll)
b. Barang produksi adalah barang-barang yang adalah indera pembantu pada proses produksi (mesin, mobil, batu bara, energi listrik, dll).

Menurut sifat pemakaiannya, dapat diklasifikasikan sebagai :
a. Barang substitusi adalah barang-barang yg bisa saling menggantikan pemakaiannya (mentega menggunakan minyak, beras menggunakan jagung, dll).
b. Barang komplementer adalah barang-barang yang pemakaiannya wajib bersama-sama (gula dengan kopi, mobil dengan bensin, dll)

Menurut sifatnya, barang ekonomi diklasifikasikan sebagai :
a. Barang nyata adalah barang-barang yg bisa dicermati (meja, tempat tinggal , beras).
b. Barang abstrak atau yg biasa disebut jasa serta pelayanan merupakan sesuatu yg tidak bisa dilihat , namun bisa memenuhi kebutuhan (nasihat dokter, hiburan, petuah aturan).

Perbedaan pokok antara barang dan jasa merupakan :
a. Barang adalah segala sesuatu yang berwujud, sedangkan jasa merupakan segala sesuatu yg nir berwujud.
b. Untuk barang ada tenggang waktu antara produksi serta konsumsi, sedangkan buat jasa nir terdapat. 

Kebutuhan manusia menurut sifatnya dikelom pokkan menjadi dua macam, yaitu :
a. Kebutuhan jasmani atau kebutuhan lahir adalah kebutuhan insan yg semata-mata ditujukan untuk memberi kepuasan pada badan atau jasmani (bersifat material). Misal kuliner, pakian, tempat tinggal , dll).
b. Kebutuhan rohani atau batin merupakan kebutuhan manusi yg pemenuhannya ditujukan buat memberikan kepuasan batiniah (bersifat imaterial). Misalnya seni, pendidikan, kepercayaan , dll.

C. Alat Pemuas Kebutuhan Manusia
1. Pengertian indera pemuas kebutuhan.
Alat pemuas kebutuhan insan terdapat yg berwujud dan terdapat yang nir berwujud. Ada yang habis sekali pakai dan ada yg dapat dipakai secara berulang-ulang sebagai akibatnya habisnya usang. Jadi yang sebagai alat pemuas kebutuhan insan itu merupakan barang serta jasa.

2. Nilai ekonomi serta nilai kegunaan barang.
Nilai ekonomi / nilai kegunaan barang diantaranya didasarkan pada :

a. Kegunaan bentuk (utility of form).
Artinya suatu barang memiliki nilai ekonomi/nilai kegunaan lantaran bentuknya yg sinkron menggunakan kebutuhan. Contoh bambu menjadi anyaman bilik, tanah liat sebagai gerabah/keramik.

b. Kegunaan tempat (utility of place).
Artinya suatu barang mempunyai nilai guna tinggi karena tempatnya yg sempurna. Contoh pasir serta batu di kota lebih bermanfaat menurut dalam di sungai.

c. Kegunaan ketika (utility of time).
Suatu barang akan memiliki nilai ekonomi yg tinggi apabila dipakai pada ketika yg tepat. Contoh payung berguna pada musim penghujan, baju hangat dalam musim dingin.

d. Kegunaan pemilikan (utility of ownership).
Suatu barang lebih memiliki nilai ekonomi karena tepat pemiliknya. Contoh SIM, KTP hanya bermanfaat bagi pemiliknya., stetoskop hanya bermanfaat bagi dokter.

e. Kegunaan mutu (utility of quality)
Suatu barang akan mempunyai nilai ekonomi yang lebih baik lantaran mutu dan kualitasnya. Contoh Tekstil menggunakan alat terbaru lebih bermutu dan harganya lebih tinggi daripada hasil tenun biasa.

f. Kegunaan unsur (utility ofelement)
Suatu barang lebih memiliki nilai ekonomi karena unsur yang terkandung pada dalamnya. Contoh obat paten lebih mahal lantaran unsur yg terkandung lebih baik daripada obat generik.

3. Kegiatan ekonomi.
Kegiatan ekonomi dikelompokkan sebagai tiga, yaitu :

a. Kegiatan produksi.
Adalah setiap aktivitas yg membuat barang serta jasa atau menambah daya guna atau nilai barang buat memenuhi kebutuhan insan.

b. Kegiatan distribusi.
Adalah setiap aktivitas menyalurkan barang-barang hasil produksi yg berupa barang dan jasa dari pembuat kepada pihak yg membutuhkan atau konsumen.

c. Kegiatan konsumsi.
Adalah aktivitas menggunakan, memakai atau menghabiskan barang serta jasa hasil produksi secara langsung buat memenuhi kebutuhan.

4. Tindakan ekonomi.
Dalam tindakan ekonomi dimaksudkan agar kita sanggup mengatur serta mengendalikan sebagai akibatnya pendapatan yg diterima dapat memenuhi seluruh kebutuhan sinkron menggunakan derajad kepuasan masing-masing.

5. Perbuatan pilihan (cara lain )
Pendapatan merupakan terbatas sebagai akibatnya setiap orang nir bisa memenuhi segala kebutuhannya tanpa harus memikirkan kebutuhan mana yang wajib diutamakan. 

6. Motif ekonomi.
Adalah asa atau alasan yang mendorong manusia buat melakukan aktivitas ekonomi. Secara garis akbar motif ekonomi dapat digolongkan sebagai 4 macam 
a. Memenuhi kebutuhan buat mencapai kemakmuran
b. Memperoleh kekuasaan.
c. Memperoleh penghargaan.
d. Motif humanisme (sosial).

7. Prinsip ekonomi.
Prinsip ekonomi diartikan sebagai asas yang menjadikan dasar /pegangan pada setiapmelakukan aktivitas / tindakan ekonomi. Dalam aktifitas bisnis, prinsip ekonomi dikenal dengan istilah efisiensi dan efektifitas (berdaya guna serta berhasil guna). Efisiensi artinya selalu berpikir laba rugi pada mana output wajib lebih akbar menurut pengorbanan, serta efektif artinya apa yang dilakukan wajib berguna/bermanfaat dengan tujuan tertentu.

Penerapan prinsip ekonomi dalam aktivitas produksi bertujuan menjadi berikut :
a. Menekan porto produksi.
b. Meningkatkan output produksi.
c. Meningkatkan mutu hasil produksi.
d. Memperoleh laba yg optimal.
e. Menjaga kelangsungan usaha.

Penerapan prinsip ekonomi pada aktivitas distribusi bertujuan:
a. Menekan pemborosan dana, saat, ruang dan energi kerja.
b. Menyalurkan barang kepada konsumen tepat saat.
c. Memperoleh keuntungan yang optimal.
d. Memperhtikan kelangsungan usaha.

Prinsip ekonomi pada kegiatan konsumsi bertujuan:
a. Mendapatkan barang-barang konsumsi jenis serta jumlahnya bisa memenuhi kebutuhan maksimal .
b. Memperoleh barang dengan harga murah dan kualitasnya indah.
c. Dengan dana yang terbatas dapat diperoleh barang kebutuhan yg dapat memenuhi kebutuhan yang optimal.

8. Kegiatan produksi.
Produksi adalah aktivitas manusia buat membentuk/menambah daya guna atau nilai barang (to ended value). Proses produksi dapat dilakukan bila adanya sumberdaya. Terdapat sumber daya, yaitu:
a. Sumber daya alam (SDA) adalah seluruh bahan/materi yang disediakan sang alam dan bisa digunakan buat memenuhi kebutuhan manusia.
b. Suber daya insan (SDM) merupakan segala daya dan upaya insan lahir juga batin yg dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidupnya meliputi penggunaan energi fisik, pikiran, keahlian, perasaan dan teknologi.

9. Faktor-faktor produksi.
Faktor produksi adalah hal-hal yang harus ada supaya proses produksi dapat berjalan. Faktor produksi alam dan tenaga kerja disebut faktor produksi orisinil, sedangkan faktor produksi modal dan keahlian disebut faktor produksi turunan.

ILMU TEORI DAN FILSAFAT KOMUNIKASI

Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi
Pada era teknologi fakta dan globalisasi misalnya kini ini, televisi sudah sebagai media penyimpanan banyak sekali kabar serta hiburan yg sangat diharapkan oleh masyarakat. Televisi adalah galat satu media massa. Sifatnya yang audio visual dan program tayangan yg beragam sebagai daya tarik tersendiri yang dimiliki sang media ini. Keanekaragaman sajian program program pada televisi menaruh donasi pada audiens, yang dalam dasarnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan audiensnya. Televisi merupakan alat media elektronika yang paling gampang dicerna sang rakyat sehingga berbagai kalangan rakyat dapat menikmati tayangan televisi tersebut. Dari sekian poly media komunikasi massa seperti surat informasi, majalah, radio, televisi ,internet dan film, ternyata televisilah yang menduduki tingkat teratas yg diminati poly khalayak. Karena kelebihan televisi yang menampilkan warta secara menarik melalui audio visual hal inilah yang memudahkan khalayak buat menerima fakta secara cepat dan mudah. 

Salah satu indera elektro yg kini telah misalnya kebutuhan primer bagi manusia. Tidak melihat televisi sehari saja kita mungkin sudah ketinggalan banyak berita. Televisi adalah sebuah indera penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang memiliki arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau bisa melihat berdasarkan jeda jauh. Dengan televisi kita bisa menerima poly berita baik politik, sosial, budaya, kepercayaan , ekonomi serta lain sebagainya. Dengan begitu televisi setiap hari telah mengajak kita buat berkomunikasi secara searah. Kita mendapatkan informasi berdasarkan televisi, artinya televisi bertindak menjadi komunikator, berita sebagai pesanya, serta pemirsanya merupakan komunikan. Maka dengan demikian televisi ini sudah berfungsi menjadi media komunikasi. Karena ternyata komunikannya bukan hanya terdiri berdasarkan sekelompok atau organisasi saja melainkan dipandang oleh khalayak maka televisi digolongkan masuk kedalam media yang memerantai antara nara sumber dengan massa yg dianggap menggunakan media komunikasi massa. Dari sekian poly media komunikasi massa seperti surat keterangan, majalah, radio, televisi ,internet serta film, ternyata televisilah yang menduduki taraf teratas yg diminati poly khalayak. Karena kelebihan televisi yg menampilkan berita secara menarik melalui audio visual hal inilah yg memudahkan khalayak buat mendapat fakta secara cepat serta mudah.

Program acara tayangan televisi tentu terdapat proses transmisi pesan berdasarkan komunikator pada audiensnya. Pesan yg disampaikan melalui acara acara atau tayangan televisi mengandung value/nilai didalamnya, nilai inilah yang stasiun televisi selaku komunikator berusaha buat bisa menyampaikan kepada audiens atau komunikannya. Pesan ini bisa bertujuan atau berfungsi dalam menaruh kabar, pendidikan, mempersuasi serta menyenangkan dan memuaskan kebutuhan khalayaknya (Dedy Nur Hidayat. 2007. P.65)

Stasiun televisi setiap hari menyajikan berbagai jenis acara yg jumlahnya sangat poly dan jenisnya sangat majemuk. Jenis program itu bisa dikelompokkan pada berbagai jenisnya yaitu: (1) acara fakta (news) (2) program hiburan (non news / entertainment). Program liputan lalu dibagi lagi kedalam jenis warta keras (hardnews) yg merupakan laporan warta modern serta harus segera disiarkan. Dan warta lunak (softnews) yang merupakan kombinasi berdasarkan berita, informasi dan opini. Sementara program hiburan terbagi atas lima gerombolan besar yaitu : (1) musik (2) drama (tiga) permainan (gameshow/realityshow) (4) pertunjukan dan (5) olahraga (sport) (Morrisan. M.A. 2005. P.100).

Berbagai jenis acara program tersaji oleh stasiun-stasiun televisi. Mereka berlomba-lomba buat bisa menyajikan acara acara yg menarik serta diminati oleh banyak orang. Salah satunya yg menjamur di Indonesia ini adalah program tayangan bertema reality show. Pada hakekatnya secara konstektual, reality show berarti pertunjukan atau realitas. Reality show secara istilah berarti pertunjukan yang asli (real), tidak direkayasa, serta tidak dibuat-buat. Kejadiannya diambil berdasarkan keseharian, kehidupan rakyat apa adanya, yaitu realita menurut rakyat. Pada hakekatnya acara reality show “Catatan Si Olga” di ANTV memiliki nilai yg sama dengan program program reality show lainnya, tapi dikemas dan disajikan dalam bentuk yang lebih tidak selaras menggunakan penyampaian nilai pesan yang mendalam, sehingga membuahkan program reality show yg satu ini cukup tidak selaras dengan acara reality show yang bertema sosial lainnya. Acara tersebut mengandung nilai sosial buat bisa bersimpati, berempati, serta membantu sesama yg membutuhkan. Reality show “Catatan Si Olga” memiliki tujuan pada penayangannya bagi khalayak pada seluruh lapisan rakyat. Reality show “Catatan Si Olga” ini merupakan buat menjadi program acara yg terkemuka menggunakan tayangan yg berisikan pesan serta nilai sosial bagi masyarakat serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama, mengurangi beban para kaum dhuafa dengan menaruh pertolongan yg diharapkan,memelihara serta mempertinggi rasa solidaritas serta kesetiakawanan sosial, memelihara tali silahturahim antar sesama insan serta memberi tayangan yg mendidik dengan mempunyai nilai sosial.

Pada program acara ini, audiens yang menjadi populasi pada penelitian tadi harus diubahsuaikan dengan objek suatu acara. Perspektif kategori sosial berasumsi bahwa dalam masyarakat terdapat kelompok-grup sosial, yg reaksinya stimulus tertentu cenderung sama. Golongan sosial berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, pendidikan, tempat tinggal serta keyakinan beragama menampilkan kategori respons. Anggota-anggota kategori respons tertentu akan cenderung menentukan isi komunikasi yang sama dan akan memberi respon kepadanya dengan cara yg hampir sama pula (Rakhmat, 2007.P,204). 

Oleh karena itu menggunakan adanya acara reality show “Catatan Si Olga” pada ANTV serta melihat kondisi rakyat yg ada, tentu hal ini akan menimbulkan suatu perilaku eksklusif dalam warga mengenai program tadi baik suka juga tidak senang. Hal ini menarik buat diteliti karena menggunakan adanya program reality show “Catatan Si Olga” pada ANTV dibutuhkan akan membawa efek yaitu melihat persepsi warga terhadap program program ini. Hal ini menciptakan saya selaku peneliti menentukan objek penelitian ini untuk mengetahui tanggapan berupa persepsi atau pendapat masyarakat terhadap acara program ini. 

Karena tayangan ini mengangkat tentang empiris sosial, yg mengandung tentang nilai-nilai kehidupan dalam warga menggunakan pengemasan pesan yg tidak selaras dengan program reality show lainnya yang bertema sama, dengan melibatkan seorang publik figure/artis pada acara ini mengakibatkan program ini mempunyai poin tersendiri buat bisa menggugah perasaan khalayaknya sebagai akibatnya hal ini menarik buat diteliti. 

PENGERTIAN MAJALAH MENURUT PARA AHLI

Pengertian Majalah Menurut Para Ahli
Di dorong sang keberadaannya sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa berusaha buat mengetahui hal-hal yg terjadi disekitarnya. Media massa menyediakan keterangan yang pada perlukan guna memenuhi kebutuhan akan keterangan tadi, baik media cetak maupun media elektronika. Adapun kiprah spesifik media cetak pada penyampaian warta, diantaranya berkaitan dengan reading habit dan tradisi menulis. Majalah sebagai keliru satu media cetak yaitu adalah galat satu asal informasi yang pada ketika ini semakin populer di masyarakat. Majalah merupakan bagian dari pers yang membawa misi penerangan, pendidikan, dan hiburan. Penerbitan majalah sendiri dimulai pertama kali di Amerika sang Benjamin Franklin bernama General Magazine pada tahun 1741, tetapi perkembangannya sendiri baru tampak lebih kurang abad XIX.

Karena termasuk sebagai media cetak, maka pesan-pesan dalam majalah bersifat permanen dan publik bisa mengatur tempo pada membacanya, selain itu jua kekuatan utamanya merupakan bisa dijadikan sebagai bukti. (Assegaff, 1980:27).

Pernyataan tersebut sinkron dengan pernyataan Peterson mengenai keunggulan-keunggulan yg dimiliki oleh sebuah majalah, yaitu:

Mirip dengan media cetak lainnya majalah tampil lebih berisikan pengetahuan dari dalam hal-hal yg menyangkut kesukaan dan perasaan menurut komunikannya. Media ini bukan wahana yg dibaca selintas saja misalnya media aktual (Broadcast Media), nir jua membutuhkan perhatian dalam saat eksklusif, media ini nir menggunakan segera dapat pada kesampingkan seperti Koran, majalah bisa disimpan sang pembaca selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, kadang-kadang bertahun-tahun. (Defleur Dennis:137).

Tetapi menurut keunggulan yg dimilikinya itu, kita dapat merogoh kelemahan yang utama menurut majalah tadi, yaitu bahwa majalah nir terbit setiap hari misalnya halnya surat kabar yg merupakan sumber kabar (menyampaikan kabar) setiap harinya dalam setiap orang. “Majalah diminati oleh mereka yang sibuk serta nir sempat menekuni Koran harian”. (Depdikbud, 1992:67).

Dalam istilah asing, majalah disebut The Prited Page, yg ialah segala barang yang dicetak, yg ditujukan buat menyalurkan komunikasi massa. Arti majalah misalnya yang pada kutip berdasarkan The Random House Dictionary Of English Language, adalah “Majalah yg diterbitkan secara berkala senantiasa memiliki sampul muka, dan secara spesial majalah memuat cerita-cerita, karangan-karangan, puisi-puisi serta sebagainya. Serta kadangkala berisikan foto-foto dan gambar-gambar yg secara khusus memfokuskan dalam keterangan (subject of area) seperti; hobbi, kabar, atau olah raga”. (Baird, 1980:60). Jadi pada suatu majalah, pesan yang disampaikan bukan saja berupa warta-berita, akan namun bisa juga dalam bentuk hiburan, seperti cerita-cerita, puisi atau sajak, foto atau gambar sesuatu yang hendak di perlihatkan pada pembacanya, dan sebagainya. Menurut Edwin Emery dkk (1967:62-65) “Majalah merupakan media opini”. Jadi pada sebuah majalahpun masih ada goresan pena-goresan pena mengenai opini atau pendapat-pendapat, pandangan-pandangan seseorang tentang sesuatu yg tentunya berkaitan dengan perkara-perkara yg terjadi di rakyat. Di samping itu jua, majalah dapat di definisikan sebagai:

Salah satu jenis indera komunikasi dalam bentuk publikasi yg terbit secara terjadwal seminggu sekali, atau sebulan sekali, atau dalam waktu-ketika yang teratur. Majalah ini pada terbitkan dengan isi yg diantaranya artikel-artikel, fakta-keterangan, cerita-cerita yang mengandung nilai sastra, fiksi dan non-fiksi, puisi, resensi, kritik-kritik, karikatur, lelucon-lelucon, pengisi (filler), tajuk rencana, kadang-kadang iklan. (Komarudin, 1984:149).

Karena majalah diterbitkan lebih sporadis menurut dalam surat keterangan (minimal seminggu sekali), maka majalah dapat menelaah duduk perkara-persoalan dan keadaan-keadaan yg terjadi dalam warga secara teliti dan mendalam. Pada biasanya tulisan-goresan pena yg di muat pada majalah nir terlalu mementingkan aktualitas pada karenakan dalam memuat warta majalah tadi menyesuaikan menggunakan waktu terbitnya. Oleh karena itu jua maka fakta yg disampaikan bukan lagi fakta hangat satu hari tertentu, lantaran fakta-fakta tersebut di sesuaikan dengan saat terbitnya majalah, maka penulisan-penulisan fakta yang ada mampu di jajak secara lebih luas serta lebih mendalam lagi. Hal ini sinkron menggunakan ciri majalah yang membedakannya dengan surat warta seperti yg dinyatakan oleh Defleur dan Dennis, yaitu “Disebabkan majalah di terbitkan sedikit lebih jarang menurut dalam surat keterangan, maka majalah bisa menyelidiki dilema-problem serta keadaan yg lebih hati-hati serta mendalam. Majalah kurang memberikan perhatian terhadap berita yg sifatnya aktual serta lebih menekankan pada penelaahan hal-hal yg bekerjasama secara luas”. (Defleur Dennis :137).

Untuk menarik perhatian pembaca, maka suatu penerbitan majalah senantiasa berusaha buat memenuhi cita-cita serta kebutuhan yang diminati oleh rakyat tersebut. Pada waktu kini ini telah poly tersebar beraneka ragam jenis majalah. Hal ini dilakukan buat memenuhi asa dan kebutuhan pembaca yang beragam juga.

“Kepentingan pembaca, pendengar, dan pemirsa, harus selalu di perhatikan dan pada utamakan, karena “laku ” tidaknya isi pesan yang pada “jual” sangat tergantung berdasarkan konsumen atau dengan istilah lain surat informasi atau majalah, radio, televisi, dan film akan “laris” bila, isi pesan sesuai menggunakan selera konsumen (audience)”. (Wahyudi, 1991:99).

Perbedaan minat yg masih ada dalam pembaca itu bisa ditimbulkan sang poly faktor, diantaranya adalah faktor-faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, status sosial, norma, serta lain-lain. Media massa cetak berupa majalah berskala nasional sekarang jauh lebih banyak jumlah dan macamnya, seperti majalah anak-anak (Bobo, Donald Bebek, serta lain-lain), majalah remaja (GADIS, Hai, ANEKA), majalah perempuan dan mak -bunda (Kartini, Femina), majalah keluarga (Ayah Bunda) atau bahkan jika pada lihat dari misi yg melekat pada masing-masing majalah yg tercermin dalam warna pemberitaannya yg terfokuspun dalam suatu aspek tertentu, seperti halnya majalah kesehatan (Rumah Tangga serta Kesehatan, Bugar). Majalah pertanian (Trubus), majalah Keagamaan (Amanah), majalah wilayah (Mangle), sampai majalah gaya hayati anak remaja kini ini (Ripple), dan lainnya menerangkan bahwa rakyat terkini sudah lebih selektif terhadap media-media yang tersebar.

Bukan merupakan suatu kekeliruan bila kita memasukkan majalah sebagai bagian menurut media massa atau komunikasi massa, karena menggunakan melihat ciri komunikasi massa seperti bersifat nir pribadi (melalui media teknis) bersifat satu arah merupakan nir ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi (komunikan), terbuka, serta mempunyai publik yg secara geografis tersebar, maka majalah termasuk menjadi keliru satu media komunikasi massa. (Rakhmat, 1994). Dan menjadi media komunikasi, majalah memiliki sifat-sifat spesifik yang nir dimiliki oleh media komunikasi yg lain, antara lain:

1. Khalayak yang diterpa bersifat aktif, nir pasif seperti jika mereka diterpa media radio, televisi, atau film. Pesan melalui pers majalah diungkapkan dengan alfabet -huruf meninggal, yg baru menimbulkan makna apabila khalayak menggunakan tatanan mentalnya secara aktif.

2. Terekam, artinya artikel-artikel pada majalah tersusun pada alinea, kalimat, dan kata-istilah yang terdiri berdasarkan alfabet -alfabet yang tercetak pada kertas. Dengan demikian setiap peristiwa atau hal-hal yang di beritakan terekam sebagai akibatnya dapat dibaca setiap saat serta pada dokumentasikan, di ulang kali, disimpan untuk kepentingan tertentu dan dapat pada jadikan menjadi bukti. 
(Effendy, 1986:111).

Teknik Penyajian Majalah
Suatu pengorganisasian pesan ditetapkan sebelum kata-kata di tuliskan serta sebelum gambar-gambar dibuat, atau keduanya digabungkan ke dalam suatu tata letak (Lay Out). Kegiatan rapikan letak mencakup penetapan keputusan-keputusan tentang berbagai komponen judul, gambaran, naskah, serta indikasi-pertanda identifikasi yg akan disusun dan di tempatkan pada laman. Lima butir pertimbangan bagi perkembangan rapikan letak adalah:
1. Keseimbangan (balance), penataan unsur-unsur buat mencapai suatu kesan kasat mata atau penyebaran yang menyenangkan.

2. Lawanan (kontras), penggunaan ukuran, kepekatan, dan rona yg sangat bhineka pada rangka menarik perhatian serta keterbacaan.

3. Perbandingan (proportion), pertalian di antara objek serta latar belakang, yg keduanya tampak dan saling berinteraksi.

4. Alunan pirsa (gaze motion), penataan judul, ilustrasi, naskah, serta pertanda-tanda identifikasi yg demikian rupa dalam rangka pengurutan paling logis.

5. Kesatuan (unity), berbagai mutu keseimbangan, lawanan, perbandingan, dan alunan pirsa, digabungkan buat pengembangan kesatuan piker, penampilan, dan reka bentuk tata letak (design in the lay out).
(Sudiana, 1986:29).

Suatu rapikan letak akan berhasil jika di dalamnya mengandung mutu kesatuan dan sederhana, adalah yg berhasil menggunakan mengusahakan rapikan letak sederhana, nir rancu, dan bersifat membantu pada meringankan pembaca selama mencerna pesan yang dibacanya.
1. Huruf, ada beragam jenis serta ukuran alfabet yang dapat dipilih buat menandaskan utama-pokok tertentu atau buat menarik perhatian pembaca terhadap beberapa aspek pada naskah.

2. Foto atau gambar, alternatif yang bisa diperkenalkan pada hal ini sangat poly dan bervariasi. Kita dapat menentukan dan menyunting foto, gambar, sketsa, lukisan, kartun, serta bisa menyisipkan banyak sekali macam bentuk lainnya.

3. Judul, dengan pembubuhan judul pembaca dituntun dalam penyeberangan menurut ilustrasi ke pesan. Dalam pengertian generik, judul mempunyai fungsi: secara ringkas serta langsung menyarankan isi pesan, serta menampilkan daya tarik terhadap suatu kepentingan dasar pembaca setelah menyajikan pesan sumber. Secara umum penempatan judul wajib tampak dalam bagian atas suatu halaman atau iklan. Dan, bagaimanapun judul wajib memiliki berukuran alfabet yg memadai untuk bisa dagi mata pembaca, dan secara sempurna guna berpasangan dengan daya tarik gambaran.

4. Warna, pada dasarnya rona merupakan suatu mutu cahaya yang dipantulkan dari suatu objek ke mata insan. Pembubuhan rona mungkin bisa merebut perhatian awal komunikan. Namun pemilihan serta penerapan warna secara serampangan akan mengusir pemirsa segera selesainya perhatiannya tergugah. Para peneliti menemukan bahwa warna-warna yg sering dipercaya favorit ternyata tidak selalu menarik pada penggunaan-penggunaan eksklusif. Bagaimanapun, rona-warna- termasuk hitam, abu-abu, dan putih- dalam lbr tercetak perlu ditata sedemikian rupa sinkron dengan asas dasar yg sama dari rapikan letak, yakni mengandung kesan-kesan ekuilibrium, kontras, proporsi, irama, keselarasan, gerakan, serta kesatuan. (Sudiana, 1986:34-41).

Agar pembaca nir lekas merasa bosan sewaktu membaca pesan yang diterimanya, maka seorang komunikator wajib sempurna, ringkas, jelas, sederhana, bonafide dalam penulisan naskah beritanya. (Wahyudi, 1991:102). Sedangkan menurut James M. Neal serta Suzzane S. Brown, “Penulis naskah keterangan itu wajib objektif, ringkas, jelas, sempurna, serta mengandung daya rangsang”. (wahyudi, 1991:102).

Untuk gampang menarik perhatian komunikan, maka surat fakta, majalah, ataupun media lainnya wajib sanggup menampilkan lay out yg menarik. Menurut Teguh Meinanda, terdapat tiga tujuan menurut pengaturan tata letak, yaitu: “Agar gampang dibaca dan menarik pembaca untuk mengkaji goresan pena-goresan pena, bisa menciptakan atau menghasilkan hal-hal yang menarik serta mengasyikkan, serta supaya pembaca gampang mengenali surat kabar itu”. (Meinanda, 1981:75).

Walaupun begitu, semenarik apapun tata letak pesan pada sebuah majalah, komunikator, yg pada hal ini pereka bentuk dan penata letak memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu, misalnya:

1. Keterbatasan mekanis, sehubungan dengan wahana produksi.
2. Keterbatasan bahan, sehubungan menggunakan jenis kertas, tinta, dan sebagainya.
3. Keterbatasan porto, sehubungan dengan porto produksi.
4. Keterbatasan fungsi, baik mengingat penggunaan maupun calon pembacanya.
5. Keterbatasan waktu, serta keterbatasan lainnya, contohnya yg berkenaan menggunakan lingkungan kerja. 
(Sudiana, 1986:43).

Fungsi dan Peranan Majalah
Media massa misalnya halnya majalah merupakan merupakan suatu sumber yg dapat menyalurkan keterangan dan menambah wawasan pengetahuan rakyat pada banyak sekali bidang kehidupan. Salah satu fungsi majalah merupakan sebagai sarana pendidikan (mass education). Majalah memuat tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga khalayak pembaca akan bertambah pengetahuannya. (Effendy, 1993:93). Di samping itu jua, sebagai bagian dari pers, maka majalah akan memiliki fungsi yg sama menggunakan yg dimiliki sang pers. Menurut Onong Uchjana Effendy, fungsi-fungsi tadi antara lain:

1. Fungsi menyiarkan (to inform).
2. Fungsi mendidik (to educate).
3. Fungsi menghibur (to entertain).
4. Dan fungsi menghipnotis (to influence).
(Effendy, 1985:193).

Berdasarkan pemuatan tulisan-tulisan dalam majalah yg ditulis secara lebih luas, terang serta mendalam, maka tak galat bila pembacapun akan menerima pengetahuan yang lebih luas dan lebih poly lagi tentang sesuatu hal, dan pemahaman pembaca terhadap sesuatu masalahpun tentunya mampu lebih mendalam lagi lantaran pada memakai majalah pembaca tidak dikejar oleh waktu seperti halnya menggunakan media radio atau televisi sehingga dalam menyerap goresan pena-tulisan yg pada muat pada majalah bisa secara perlahan serta teliti.

Dalam situasi dan kondisi kehidupan masyarakat terbaru, peranan majalah sebagai media komunikasi yang banyak di pergunakan sang masyarakat pada kehidupan sehari-harinya semakin terasa penting. Dalam hal ini ada beberapa peranan utama majalah misalnya yang disebutkan oleh Peterson, yaitu:

1. Membantu perkembangan perubahan-perubahan sosial serta politik.
2. Menafsirkan dilema-masalah dari peristiwa-insiden dan menjadikannya menjadi pandangan nasional.
3. Membantu perkembangan suatu pengertian nasional dalam warga .
4. Memberikan hiburan yg murah kepada jutaan orang.
5. Menjadi penyuluh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
6. Menjadi pendidik dalam warisan-warisan kebudayaan insan, melalui tulisan serta perhatian terhadap seni, jua mengenai tokoh-tokoh warga .
(Click dan Baird, 1980:60).

Agar suatu majalah bisa dirasakan keuntungannya serta bernilai bagi para pembacanya, maka pada pelaksanaannya diharapkan keahlian menurut pengelola penerbitan majalah tersebut terutama para penulisnya, karena isi berdasarkan majalah itu dapat menentukan karakter serta impactnya.

Jenis Majalah
Untuk kepentingan pembaca, maka majalah-majalah yang beredar di masyarakat bisa pada kelompokkan sesuai dengan kepentingan serta kebutuhan rakyat, sebagai akibatnya warga sebagai pembaca dapat memilih jenis majalah yang bagaimana yang sanggup memenuhi impian dan kebutuhannya.

Secara universal, M.O Palapah serta Atang Syamsuddin membagi jenis majalah menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Mass magazine, merupakan majalah generik yang ditujukan untuk seluruh golongan, jadi merupakan majalah generik.

2. Class magazine, adalah majalah yg ditujukan buat golongan eksklusif (high or middle class) isinya mengenai bidang-bidang eksklusif.

3. Spesialized magazine, merupakan majalah spesifik serta ditujukan kepada para pembaca khusus.
(Palapah serta Syamsuddin, 1983:105-106).

Pembagian jenis majalah secara garis besar misalnya pada sebutkan pada atas, bisa dirinci lagi kedalam jenis-jenis majalah yg lebih spesifik. Djafar Assegaff, mengemukakan sebagai berikut:

1. Majalah bergambar (picture magazine), bentuk majalah yang memuat reportase menurut dalam gambar. Gambar sesuatu peristiwa, atau suatu karangan spesifik yg berisikan foto-foto.

2. Majalah anak-anak (childrens weekly), bentuk majalah yang isinya khusus mengenai global anak-anak.

3. Majalah keterangan (news magazine), mingguan terencana yang menyajikan warta-liputan menggunakan suatu gaya goresan pena yang khas dilengkapi dengan foto-foto serta gambar-gambar.

4. Majalah budaya (culture magazine), penerbitan pers yg mengkhususkan isinya dengan perkara-perkara kebudayaan dan diterbitkan setiap minggu, bulan ataupun secara terpola.

5. Majalah ilmiah (scientific magazine), majalah berkala khusus berisi mengenai ilmu pengetahuan dan mengkhususkan isinya tentang suatu bidang ilmu, contohnya teknik radio, elektronika, ekonomi, hokum, dan sebagainya.

6. Majalah hiburan (popular magazine), majalah yang memuat karangan-karangan ringan, cerita pendek, cerita bergambar, dan sebagainya.

7. Majalah keagamaan (religious magazine), bentuk majalah yg isinya khusus mengenai kasus-masalah kepercayaan .

8. Majalah famili (home magazine), majalah yg memuat karangan-karangan buat semua keluarga, berdasarkan bacaan anak-anak hingga kasus rumah tangga (resep, mode, serta lain-lain).

9. Majalah khas (specialized magazine), bentuk majalah yang isinya khusus tentang banyak sekali macam bidang profesi.

10. Majalah mode (fashion magazine), majalah yang berisi mode dan dilampiri lembaran yg berisikan pola sandang.

11. Majalah perusahaan (company magazine), majalah yang diterbitkan secara teratur sang perusahaan berisi berita-warta atau warta mengenai kepegawaian, karyawan, kebijaksaan perusahaan serta produksi perusahaan.

12. Majalah remaja (juvenile weekly), bentuk majalah yang isinya spesifik membahas kasus remaja.

13. Majalah sari tulisan (magazine digest), bentuk penerbitan menggunakan format khusus yang berisi kompendium karangan menurut aneka macam penerbitan.

14. Majalah sastra (literary magazine), bentuk majalah spesial yang terbit dan isinya spesifik menyampaikan kasus kesusastraan dan resensi buku-kitab (novel) pada masa ini atau aktivitas dalam bidang seni sastra.

15. Majalah perempuan (woman magazine), bentuk majalah yg berisikan spesifik mengenai global wanita, berdasarkan kasus mode, resep, musik, keluarga, pula dihiasi oleh foto-foto yg menarik.
(Assegaff, 1983:126-128).

Sesuai menggunakan jenis-jenis majalah yg sudah pada sebutkan diatas, majalah Ripple adalah termasuk kedalam jenis majalah khas. Majalah Ripple menyajikan warta-liputan dengan gaya penulisan yg khas mencakup fakta tentang musik, fashion, olah raga extreme, dan pula gaya hidup anak belia kini .

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA STRATEGI UNGGULAN KOMPETITIF

Manajemen Sumber Daya Manusia : Strategi Unggulan Kompetitif 
Keberadaan sumber daya insan pada suatu organisasi merupakan aset yang berharga bagi organisasi itu sendiri. Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi berdasarkan kualitas orang-orang yg berada di dalamnya. SDM akan bekerja secara optimal apabila organisasi dapat mendukung kemajuan karir mereka menggunakan melihat apa sebenarnya kompetensi mereka. Biasanya, pengembangan SDM berbasis kompetensi akan menaikkan produktivitas karyawan sehingga kualitas kerja pun lebih tinggi jua dan berujung pada puasnya pelanggan serta organisasi akan diuntungkan. 

Pengembangan SDM berbasis kompetensi dilakukan supaya bisa memberikan hasil sinkron menggunakan tujuan dan target organisasi menggunakan baku kinerja yang telah ditetapkan. Kompetensi yg dimiliki seseorang karyawan secara individual wajib dapat mendukung aplikasi visi misi organisasi melalui kinerja strategis organisasi tersebut. Oleh karena itu kinerja individu pada organisasi adalah jalan dalam meningkatkan poduktivitas organisasi itu sendiri.

PENGERTIAN SDM
Sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir serta daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya dipengaruhi oleh keturunan serta lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh impian buat memenuhi kepuasannya. Sumber daya manusia merupakan aset dalam segala aspek pengelolaan terutama yang menyangkut keberadaan organiasi. 

Sumber daya manusia atau biasa disingkat sebagai SDM merupakan potensi yg terkandung dalam diri insan buat mewujudkan kiprahnya sebagai makhluk sosial yang adaptif serta transformatif yang bisa mengelola dirinya sendiri dan seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti menjadi bagian integral dari sistem yg menciptakan suatu organisasi. Oleh karena itu, dalam bidang kajian psikologi, para praktisi SDM harus merogoh penjurusan industri dan organisasi.

Mengenai perkembangan Sumber Daya Manusia pada suatu organisasi, Greer menyatakan bahwa :

Dewasa ini, perkembangan terkini memandang SDM bukan menjadi sumber daya belaka, melainkan lebih berupa modal atau aset bagi institusi atau organisasi. Lantaran itu lalu muncullah kata baru di luar H.R. (Human Resources), yaitu H.C. Atau Human Capital. Di sini SDM dilihat bukan sekedar menjadi aset primer, namun aset yg bernilai dan bisa dilipatgandakan, dikembangkan (bandingkan menggunakan portfolio investasi) dan jua bukan kebalikannya menjadi liability (beban,cost). Di sini perspektif SDM menjadi investasi bagi institusi atau organisasi lebih mengemuka.

Berdasarkan hal di atas, maka SDM memegang nilai yang sangat krusial pada manajemen keorganisasian. Meskipun teknologi banyak dilibatkan dalam roda organisasi, namun permanen saja organisasi memerlukan SDM sebagai daya penggerak berdasarkan asal daya lainnya yang dimiliki sang organisasi pada bentuk apapun. 

KOMPETENSI
Kompeten merupakan keterampilan yg diharapkan seseorang yg ditunjukkan oleh kemampuannya buat dengan konsisten memberikan taraf kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan khusus. Kompeten harus dibedakan menggunakan kompetensi, walaupun pada pemakaian generik kata ini digunakan bisa dipertukarkan. Upaya awal buat memilih kualitas menurut manajer yg efektif berdasarkan pada sejumlah sifat-sifat kepribadian serta keterampilan manajer yang ideal. Ini adalah suatu pendekatan contoh input, yang fokus dalam keterampilan yg diharapkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Keterampilan-keterampilan ini merupakan kompetensi dan mencerminkan kemampuan potensial buat melakukan sesuatu. Dengan munculnya manajemen ilmiah, perhatian orang-orang berbalik lebih pada perilaku para manajer efektif serta dalam hasil manajemen yg sukses. Pendekatan ini merupakan suatu model output, dengan mana efektivitas manajer dipengaruhi, yg menerangkan bahwa seseorang telah menilik bagaimana melakukan sesuatu menggunakan baik.

Terdapat disparitas konsep tentang kompetensi menurut konsep Inggris serta konsep Amerika Serikat. Menurut konsep Inggris, kompetensi dipakai di loka kerja dalam banyak sekali cara. Pelatihan sering berbasiskan kompetensi. Sistem National Council Vocational Qualification (NCVQ) berdasarkan dalam baku kompetensi. Kompetensi jua digunakan dalam manajemen imbalan, menjadi contoh, pada pembayaran berdasarkan kompetensi. Penilaian kompetensi adalah suatu proses yg perlu buat menyokong inisiatif-inisiatif ini dengan menentukan kompetensi-komptensi apa yang karyawan wajib perlihatkan.

Pendapat yg hampir sama menggunakan konsep Inggris dikemukakan oleh Kravetz (2004), bahwa kompetensi adalah sesuatu yg seorang tunjukkan dalam kerja setiap hari. Fokusnya merupakan dalam perilaku pada loka kerja, bukan sifat-sifat kepribadian atau keterampilan dasar yg ada di luar loka kerja ataupun pada dalam loka kerja.

Kompetensi mencakup melakukan sesuatu, nir hanya pengetahuan yang pasif. Seorang karyawan mungkin pandai , tetapi bila mereka tidak menterjemahkan kepandaiannya ke pada perilaku di tempat kerja yg efektif, kepandaian tidak berguna. Jadi kompetensi tidak hanya mengetahui apa yg wajib dilakukan. 

Menurut Spencer and Spencer (1993) Kompetensi didefinisikan menjadi Underlying characteristic’s of an individual which is causally related to criterion- referenced effective and or superior performance in a job or situation. Kompetensi merupakan karakteristik yang mendasari seorang dan berkaitan dengan efektivitas kinerja individu pada pekerjaannya. 

Secara general, kompetensi sendiri bisa dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal, serta pengetahuan (knowledge) yg tercermin melalui konduite kinerja (job behavior) yg dapat diamati, diukur dan dievaluasi. Dalam sejumlah literatur, kompetensi sering dibedakan menjadi 2 tipe, yakni soft competency atau jenis kompetensi yang berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengelola proses pekerjaan, interaksi antar insan dan membentuk hubungan menggunakan orang lain. Contoh soft competency merupakan: leadership, communication, interpersonal relation, dll. Tipe kompetensi yg ke 2 sering dianggap hard competency atau jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan fungsional atau teknis suatu pekerjaan. Dengan kata lain, kompetensi ini berkaitan menggunakan seluk beluk teknis yg berkaitan menggunakan pekerjaan yang ditekuni. Contoh hard competency adalah : electrical engineering, marketing research, financial analysis, manpower planning, dll.

PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN PEGAWAI
Pelatihan dan pengembangan bisa didefinisikan sebagai bisnis yg terencana menurut organisasi buat menaikkan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan pegawai. Pelatihan dan pengembangan adalah dua konsep yang sama, yaitu buat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan. Namun jika ditinjau berdasarkan sasarannya, pembinaan lebih ditekankan dalam peningkatan kemampuan buat melakukan pekerjaan yang spesifik pada waktu ini, serta pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan pengetahuan buat melakukan pekerjaan dalam masa yang akan datang, yg dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi menggunakan kegiatan lain untuk mengganti konduite kerja. 

Terdapat beberapa laba menggunakan dilakukannya training dan pengembangan bagi pegawai yang dalam akhirnya akan membawa laba bagi organisasi antara lain :
1. Mendorong pencapaian pengembangan diri pegawai
2. Memberikan kesempatan bagi pegawai buat berkembang dan mempunyai pandangan mengenai masa depan kariernya.
3. Membantu pegawai pada menangani konflik dan ketegangan.
4. Meningkatkan kepuasan kerja dan prestasi kerja
5. Menjadi jalan untuk pemugaran keterampilan pada bersosialisasi dan berkomunikasi.
6. Membantu menghilangkan ketakutan pada mencoba hal-hal baru dalam pekerjaan
7. Menggerakkan pegawai untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi 

Berdasarkan hal-hal pada atas maka pelatihan dan pengembangan asal daya manusia menaruh pengaruh yang baik terhadap kinerja pegawai tadi sebagai individu. Hal ini jelas akan membawa peningkatan terhadap kinerja organisasi bila pelatihan serta pengembangan pegawai dilakukan secara terjadwal serta berkesinambungan. Pengembangan SDM dirasakan sangat penting lantaran tuntutan pekerjaan yang sangat kompleks akibat kemajuan teknologi dan kompetisi diantara banyak sekali organisasi, sangat membutuhkan pengembangan pegawai yang baik. 

Beberapa tujuan dari pengembangan pegawai diantaranya :
1. Meningkatkan produktivitas kerja
2. Meningkatkan efisiensi energi, waktu, bahan standar, dan mengurangi ausnya mesin-mesin
3. Mengurangi tingkat kecelakaan pegawai
4. Meningkatkan pelayanan yg lebih baik menurut karyawan buat konsumen perusahaan dan atau organisasi
5. Menjaga moral pegawai yang baik
6. Meningkatkan karier pegawai
7. Meningkatkan kecakapan manajerial pegawai

PENGEMBANGAN SDM BERBASIS KOMPETENSI DALAM MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI
Dalam mengungkap kinerja organisasi Nickson (2007:169) mengutip pendapat Armstrong tentang yaitu :

“Performance management is about getting better results from the organization, teams and individuals by understanding and managing performance within an agreed framework of planned goals, standards and competing requirements. It is a process for establishing shared understanding about what is to be achieved, and an approach to managing and developing people in a way which increases the probability that it will be achieved in the short and long term. It is owned and driven by management. “

Berdasarkan pendapatnya di atas bisa dikatakan bahwa kinerja organisasi diperoleh dari pengelolaan aneka macam tujuan, target dan pengembangan sumber daya manusia di dalamnya pada rangka mencapai tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Peran pimpinan dalam hal ini sangat secara umum dikuasai. Sejauh mana pimpinan menghendaki SDM organisasinya berkembang maka pimpinan tadi memiliki wewenang pada mewujudkan pengembangan SDM melalui berbagai kegiatan pengembangan serta training sesuai dengan masing-masing kompetensi yang dimiliki pegawainya.

Berbagai upaya pengembangan SDM hendaknya didukung oleh beberapa faktor antara lain:
1. Terdapat seleksi SDM yg baik buat benar-sahih membangun pegawai yang berkualitas
2. Merancang keselarasan antara kebutuhan organisasi dan kemampuan pegawai
3. Menyediakan wahana, prasarana serta teknologi yang sesuai buat pengembangan pegawai
4. Komitmen yang tinggi dari setiap elemen organisasi buat melakukan pengembangan pegawai secara berkesinambungan.

Apabila daya dukung organisasi sudah dapat berjalan secara simultan maka pengembangan sumberdaya insan berbasis kompetensi akan bisa menaruh dampak baik bagi peningkatan kinerja organisasi. Hal ini terjadi lantaran sumberdaya manusia yang berkembang secara kompeten merupakan suatu kondisi dimana seluruh elemen internal organisasi siap buat bekerja dengan mengandalkan kualitas diri dan kemampuan yang baik. 

Pada level tertentu dimana syarat di atas telah bisa tercipta pada suatu organisasi maka kinerja individu organisasi menjadi cerminan bagi kinerja organisasi. Terdapat poly tantangan pada membangun situasi aman bagi organisasi buat mempertinggi kinerjanya dan pengembangan SDM merupakan galat satu hal yg patut kian dilakukan. Organisasi yang menghendaki kinerja yang optimal diperlukan juga konsistensi menurut manajemen mengenai pengelolaan pegawai yg baik serta proporsional dan membentuk interaksi kerja yang efektif.

PENGERTIAN TEORI TRAIT AND FACTOR

Pengertian, Teori Trait And Factor
1. Konsep Dasar Teori Konseling Trait dan Factor Tentang Manusia 
Kepribadian adalah suatu sistem sifat atau faktor yang saling berkaitan satu sama lain seperti kecakapan, minat, sikap, serta temperamen. Hal yg fundamental bagi konseling trait dan factor adalah perkiraan bahwa individu berusaha buat menggunakan pemahaman diri dan pengetahuan kecakapan dirinya menjadi dasar bagi pengembangan potensinya. Maksud konseling berdasarkan Williamson adalah buat membantu perkembangan kesempurnaan berbagai aspek kehidupan manusia, dan tugas konseling trait dan factor merupakan membantu individu pada memperoleh kemajuan tahu serta mengelola diri dengan cara membantunya menilai kekuatan serta kelemahan diri dalam aktivitas menggunakan perubahan kemajuan tujuan-tujuan hayati serta karir (Shertzer & Stone, 1980, 171).

Williamson menyebut filsafatnya menjadi “personalisme” bahwa manusia merupakan seseorang individu yg unik buat sebagian besar bisa mensugesti serta menguasai baik pembawaan, juga lingkungannya. Pada tiap orang terdapat sifat-sifat yg generik secara manusiawi dan terdapat pada seluruh manusia. Di samping itu terdapat pula sifat yg khas terdapat pada seseorang yaitu sifat yang unik. Hal itu terjadi lantaran pembawaan serta lingkungan tiap orang berbeda-beda. 

Dasar psikologis berdasarkan aliran trait and factor ini poly dipengaruhi oleh tokoh-tokoh psikologi lain, contohnya Cattell, Spearman, serta Mc Dougall, pula dipengaruhi oleh psikoanalisa. Aliran ini memandang bahwa manusia bersifat rasional menggunakan kemampuan berkembang kearah positif atau negatif. Manusia memerlukan donasi orang lain pada perkembangannya.

Perkembangan manusia dipengaruhi oleh faktor keturunan serta lingkungan yg mensugesti keberhasilan belajar. Potensi langsung seseorang relatif stabil sesudah berumur 7 tahun. Eysenck mendapat pengaruh menurut Alport yg menekankan adanya sistem, sruktur dan organisasi pada perilaku seseorang. Eysenk mengemukakan batasan kepribadian menjadi berikut. Karakter merupakan sistem yang sedikit poly tetap dan berkelanjutan berdasarkan konduite konatif (kemauan). Yang dimaksud dengan temperamen merupakan sistem yang sedikit banyak berkelanjutan dari konduite afektif (emosi). Yang dimaksud menggunakan intelek merupakan sistem yg sedikit banyak tetap serta berkelanjutan berdasarkan konduite kognitif (kecerdasan). Yang dimaksud dengan fisik adalah sistem yang sedikit banyak permanen serta berkelanjutan menurut bentuk tubuh dan pembawaan susunan saraf kelenjar endokrin. Sedangkan Williamson memiliki pandangan mengenai manusia merupakan sebagai berikut:
  1. Manusia mempunyai potensi berbuat baik dan jelek. Makna hayati merupakan mencari kebenaran serta berbuat baik dan menolak kejahatan, paling tidak menguasai keburukan serta kejahatan. Menjadi manusia seutuhnya tergantung menurut derajat kewaspadaan serta penguasaan diri dan hanya sanggup dicapai pada interaksi dengan insan lainnya.
  2. Diri manusia hanya akan berkembang di dalam masyarakat dan dalam hakekatnya manusia tak bisa hayati sepenuhnya pada luar warga .
  3. Manusia ingin mencapai kehidupan yg baik. Sebenarnya pencaharian serta bisnis ke arah itu pun sudah menunjukkan dan merupakan kehidupan yang baik.
2. Konsep Dasar Teori Konseling Trait-Factor
Yang dimaksud dengan trait adalah suatu karakteristik yang khas bagi seorang pada berpikir, berperasaan, serta berprilaku, misalnya intelegensi (berpikir), iba hati (berperasaan), serta agresif (berprilaku). Ciri itu dipercaya sebagai suatu dimensi kepribadian, yg masing-masing membentuk suatu kontinum atau skala yg terentang menurut sangat tinggi hingga sangat rendah. Teori Trait serta Factor adalah pandangan yg mengungkapkan bahwa kepribadian seseorang bisa dilukiskan menggunakan mengidentifikasikan jumlah ciri, sejauh tampak berdasarkan hasil testing psikologis yg mengukur masing-masing dimensi kepribadian itu. 

Konseling Trait serta Factor berpegang pada pandangan yang sama dan memakai tes-tes psikologis buat menganalisis atau mendiagnosis seorang mengenai ciri-karakteristik dimensi/aspek kepribadian tertentu, yang diketahui mempunyai relevansi terhadap keberhasilan atau kegagalan seorang dalam jabatan serta mengikuti suatu acara studi. Dan pula kata konseling trait dan factor bisa dideskripsikan adalah corak konseling yg menekankan pemahaman diri melalui testing psikologis dan penerapan pemahaman itu pada memecahkan baraneka duduk perkara yang dihadapi, terutama yg menyangkut pilihan acara studi/bidang pekerjaan.

Eysenck tokoh lain dari Aliran Trait-factor menyebut pula sifat menjadi konsep pokoknya. Ia menaruh batasan yg dalam dasarnya sama, tetapi dengan perumusan yg agak lain. Ia menyebut sifat menjadi prinsip pengatur yg bisa disimpulkan berdasarkan pengamatan perilaku. Secara lebih sederhana beliau menyebut sifat sebagai grup prilaku yg berkorelasi. Metode yang dipakai buat penelitianya sama dengan Cattell adalah analisis faktor. Mengenai tipe-tipenya dia poly merogoh berdasarkan tipelogi yang telah ada. Jadi sifat-sifat seorang dikaitkanya kepada tipe-tipe. 

Eyseck jga memakai kata perilaku misalnya Cattell, namun dihubungkannya dengan minat, opini (pendapat serta ideologi). Menurut pendapatnya, minat adalah sikap yg memberitahuakn nilai positif terhadap sesuatu. Sedangkan sentimen sinkron menggunakan arti yg diberikan Mc Dougall mencangkup daerah afektif (perasaan) juga conative (kemauan).

Williamson beropini bahwa kepribadian terdiri menurut sistem sifat atau faktor yg saling tergantung, seperti kemampuan, minat, perilaku dan temperamen. Perkembangan individu menurut masa kanak-kanak ke masa dewasa maju jika faktor-faktor tadi diperkuat serta menjadi matang. Studi ilmiah sudah dilakukan untuk mengetahui berbagai sifat individu dan membantunya mengenal dirinya sendiri dan meramalkan keberhasilanya dalam berbagai aktivitas atau jabatan.

Williamson pun memiliki konsep utama bahwa terdapat sifat (trait) yg unik dalam tiap individu dan yg wajib diselidiki secara objektif menggunakan pengukuran yang objektif pula. Sama jua menggunakan tokoh-tokoh yang lainnya, dia menekankan pentingnya lingkungan, terutama rakyat. Tujuan penyuluhan tidak bisa terbatas kepada bantuan kepada individu buat mengenal dirinya sendiri dan mengatur dirinya sendiri saja. Dengan demikian, dia mungkin menjadi orang yang berpusat pada diri sendiri serta hanya mementingkan diri sendiri dan tak mungkin jua beliau sebagai orang yang baik dalam arti yg sebenarnya.

Sifat ini adalah konsep pokok dalam aliran yang ditentukan oleh Allport, karena Allport yang mulai menekankan pentingnya konsep diri. Untuk genre ini, sifat dapat disebut struktur mental yg ditemukan melalui pengamatan konduite serta adalah keteraturan dan ketetapan menurut perilaku tertentu. Ada beberapa jenis serta pengelompokan sifat, yaitu:
a. Sifat umum (comon traits) artinya sifat yg masih ada dalam seluruh manusia.
b. Sifat khas (unique traits) yg masih ada pada orang-orang eksklusif, yg dapat lagi dibagi menjadi: 
  • Sifat unik nisbi, perbedaanya terjadi lantaran pengaturan sifat yang tidak selaras.
  • Sifat unik intrinsik, sifat yang betul-betul berbeda dengan orang lain, yg menyebabkan keunikan seseorang individu.
Sifat-sifat ini dikelompokan juga menjadi: 
a. Sifat bagian atas (surfacetraits) yg sanggup tampak dalam seorang serta sanggup diamati orang lain adalah hasil hubungan antara pembawaan dan lingkungan serta merupakan sekelompok insiden perilaku yang beralan beserta.
b. Sifat asal (source trait) merupakan dampak struktural sebenarnya yg mendasari kepribadian, asal menurut pembawaan serta konsistusi seorang, sifat dari yg berinteraksi dengan lingkungan terdapat yang tampak menjadi sifat bagian atas, tetapi ada pula yg permanen intrinsik sifatnya.

Adapun tujuan dari konseling trait serta factor merupakan buat mengajak siswa (konseling) buat berfikir mengenai dirinya serta bisa membuatkan cara-cara yang dilakukan supaya bisa keluar berdasarkan masalah yg dihadapinya. Selain itu, dimaksudkan agar murid mengalami:
  • Self-Clarification / Klarifikasi diri
  • Self-Understanding / Pemahaman diri
  • Self-Acceptance / Penerimaan diri
  • Self-Direction / Pengarahan diri
  • Sel-Actualization / Aktualisasi diri
3. Peranan Konselor dan Proses Konseling Trait dan Factor
Peranan konselor berdasarkan genre trait dan factor merupakan memberi memahami konseli mengenai berbagai kemampuannya yg diperoleh konselor melalui output testing pula ia mengetahui kelemahan serta kekuatan kepribadian konseli, sehingga dapat meramalkan jabatan apa atau jurusan apa yg cocok bagi konseli. Konselor membantu konseli menentukan tujuan yg akan dicapainya diadaptasi dengan hasil testing. Juga dengan memberitahukan sifat dan talenta konseli, maka konseli mampu mengelola hidupnya sendiri sebagai akibatnya dapat hayati lebih berbahagia. Jadi peranan konselor disini adalah memberitahukan, menaruh kabar, mengarahkan, karenanya pedekatan ini diklaim kognitif rasional.

Proses konseling dibagi dalam 5 termin / langkah, yaitu :
1. Analisis terdiri berdasarkan pengumpulan keterangan dan data mengenai murid atau konseli. Baik konseli maupun konselor harus memiliki fakta yang dapat dipercaya, valid, dan relevan untuk mendiagnosa pembawaan, minat, motif, kesehatan jasmani serta lain sebagainya. Alat analisis yg bisa dikumpulkan adalah :
a. Catatan komulatif
b. Wawancara
c. Format distribusi waktu
d. Otobiografi
e. Catatan anekdot
f. Test psikologi

Study masalah dapat adalah indera analisis juga metode untuk memadukan seluruh data serta terdiri berdasarkan catatan komprehensif yang meliputi keadaan keluarga, perkembangan kesehatan, pendidikan juga pekerjaan serta minat, serta kreasi dan kebiasaan-kebiasaan. Selain mengumpulkan data obyektif, konselor memperhatikan pula asa dan sikap konseli. 

2. Sintesis merupakan langkah buat merangkum serta mengatur data berdasarkan output analisis, sedemikian rupa sehingga menerangkan bakat murid, kelemahan serta kekuatannya. Penyesuaian diri maupun ketaksanggupan menyesuaikan diri. 

3. Diagnosis merupakan langkah pertama dalam bimbingan dan hendaknya dapat menemukan ketetapan dan pola yang menuju kepada pertarungan, sebab-sebabnya dan sifat-sifat siswa yang berarti serta relevan yang berpengaruh kepada proses penyesuaian diri. Diagnosis meliputi 3 langkah, yaitu:
a. Identifikasi perkara yg sifatnya naratif dapat menggunakan kategori Bordin serta Pepinsky. Kategori penaksiran Bordin
  • dependence (ketergantungan)
  • lack of information (kurangnya fakta)
  • self conflict (permasalahan diri)
  • choice anxiety (kecemasan pada membuat pilihan)
Kategori diagnosis Pepinsky
  • lack of assurance (kurang dukungan)
  • lack of information (kurang keterangan)
  • lack of skill (kurang keterampilan)
  • dependence (ketergantungan)
  • self conflict (konlflik diri)

b. Menentukan karena-karena, mencakup pencaharian hubungan antara massa lalu, masa sekarang, serta masa depan yang dapat memperlihatkan karena-karena gejala.

c. Prognosis adalah upaya buat memprediksi kemungkinan yg akan terjadi berdasarkan data yang ada. Prognosis, misal diagnosisnya kurang cerdas, prognosisnya sebagai kurang cerdas buat pengerjaan sekolah yang sulit, sehingga mungkin sekali gagal kalau ingin belajar sebagai dokter. Dengan demikian konselor bertanggung jawab serta membantu konseli buat mencapai tingkat pengambilan tanggung jawab buat dirinya sendiri, yg berarti ia bisa dan mengerti secara logis, namun secara emosional belum mau mendapat.

4. Konseling merupakan hubungan membantu bagi konseli buat menemukan sumber diri sendiri juga asal forum serta masyarakat membantu konseli mencapai penyesuaian optimal, sinkron dengan kemampuannya. Hal ini mencakup lima jenis konseling :
a. Belajar terpimpin menuju pengertian diri.
b. Mendidik pulang atau mengajar pulang sesuai dengan kebutuhan individu sebagai indera buat mencapai tujuan kepribadiannya serta penyesuaian hidupnya.
c. Bantuan pribadi menurut konselor supaya konseli mengerti serta terampil pada menerapkan prinsip serta teknik yg diharapkan dalam kehidupan sehari-hari.
d. Mencakup interaksi dan teknik yang bersifat menyembuhkan dan efektif.
e. Suatu bentuk mendidik pulang yg sifatnya sebagai katarsis atau penyaluran. 

Selain itu, terdapat jua proses menurut dalam konseling (treatment) yg herbi pemecahan perkara konseling yaitu terdapat 4 langkah:
  • Pengembangan cara lain masalah.
  • Proses pemecahan masalah dengan memakai beberapa taktik.
  • Pengujian alternatif pemecahan masalah. Dilakukan buat memilih alternatif mana yg akan diimplementasikan, sehingga perlu diuji kelebihan serta kelemahan, keuntungan serta kerugian, serta faktor pendukung serta penghambat.
  • Pengambilan keputusan. Keputusan diambil dari syarat, kegunaaan, dan fleksibilitas yg dipilih konseli.
5. Tindak lanjut atau follow up mencakup bantuan kepada murid dalam menghadapi kasus baru dengan mengingatkannya pada perkara sumbernya sehingga menjamin keberhasilan konseling. Teknik yg digunakan konselor wajib diadaptasi menggunakan individualitas siswa, mengingat bahwa tiap individu unik sifatnya, sebagai akibatnya tidak ada teknik yg standar yg berlaku buat seluruh.

4. Penerapan Langkah atau Teknik Konseling Trait serta Factor
Ada beberapa langkah konseling menurut Cattell, yaitu:
1. Selama satu jam tiap rendezvous konseli mengerjakan test buku yg objektif dan test kepribadian maupun mengadakan pengukuran fisiologis.
2. Setengah jam ia menceritakan tentang mimpi-mimpinya dengan bantuan konselor umumnya ia bisa menafsirkan mimpi-mimpinya,
3. Setengah jam terakhir konseli disuruh berasosiasi bebas tentang mimpinya.

Konseling nir dibatasi pada jenis konflik eksklusif, serta sang karena itu konseling mencakup aneka macam teknik yang relevan dan sepadan menggunakan hakekat masalah konseli serta situasi yg dihadapi. Keragaman individu memunculkan keragaman teknik konseling. Di pada proses konseling, nir ada teknik tertentu yg dapat dipakai buat konseling pada seluruh murid dan arah konseling bersifat individual. Teknik konseling harus diubahsuaikan menggunakan individualitas murid, dan kita tidak menghindari fenomena bahwa setiap kasus murid menuntut fleksibelitas dan keragaman konseling. 

Teknik konseling bersifat spesifik bagi individu serta masalahnya. Setiap teknik hanya dapat dipakai bagi kasus dan anak didik secara khusus. Teknik– teknik yg dipakai pada proses konseling merupakan :
1. Pengukuran Hubungan Intim (rapport). Konselor mendapat konseli pada interaksi yg hangat, intim, bersifat eksklusif, penuh pemahaman serta terhindar berdasarkan hal-hal yang mengancam konseli.
2. Memperbaiki pemahaman diri. Koseli wajib memahami kekuatan dan kelemahan dirinya, serta dibantu buat menggunakan kekuatanya dalam upaya mengatasi kelemahanya.
3. Pemberian nasehat atau perencanaan acara aktivitas. Konselor mulai bertolak menurut pilihan, tujuan, pandangan atau sikap konselor dan kemudian menerangkan data yg mendukung atau tidak mendukung dari hasil penaksiran. Ada tiga metode anugerah nasehat yang dapat dipakai oleh konselor, yaitu :
a. Nasehat langsung (direct advising), dimana konselor secara terbuka serta jelas menyatakan pendapatnya. Pendekatan ini dapat dipakai pada konseli yg berpegang teguh pilihan atau kegiatannya, yang oleh konselor diyakini bahwa keteguhan konseli itu akan membawa kegagalan bagi dirinya sendiri
b. Metode Persuasif, menggunakan memperlihatkan pilihan yang niscaya secara kentara. Penyuluh menata evidensi ecara logis serta beralasan sehingga tersuluh melihat alternative tindakan yang mungkin dilakukannya.
c. Metode Menjelaskan, yang merupakan metode yang paling dikehendaki serta memuaskan. Konselor secara hati- hati dan perlahan-lahan menyebutkan data diagnostik serta menerangkan kemungkinan situasi yang menuntut penggunaan potensi konseli. 

4. Melaksanakan planning, yaitu menetapkan pilihan atau keputusan. 

5. Mengalihkan pada petugas atau ahli lain yg lebih berkompeten atau dianggap menggunakan alih tangan perkara. 

Menurut Eysenc, tujuan konseling artinya mempekuat ekuilibrium antara pengaktian dan pemahaman sifat – sifat, sebagai akibatnya dapat bereksi dengan wajar serta stabil. Teknik penyuluhan disamping penggunaan tes, penting sekali wawancara, interaksi tatap muka antara konselor dan konseli. Pendekatan konseling harus berbeda bila berhadapan menggunakan anak-anak, remaja atau dewasa. 

Menurut pendapatnya, hubungan konseling adalah interaksi yg akrab, sangat bersifat pribadi dari hubungan yang akrab, sangat bersifat eksklusif berdasarkan hubungan tatap muka lalu konselor bukan hanya membantu individu membuatkan individualitas apa saja yg sesuai menggunakan potensinya, namun konselor harus mempengaruhi anak didik berkembang ke suatu arah yg terbaik baginya. Konselor memang nir memutuskan, tetapi hanya cara yg baik yang memberi pengaruh, karena itu jua genre ini dianggap menggunakan konseling direktif.