ARAH DAN DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM K13 PENDIDIKAN KESETARAAN TERBARU 2018

Cara flexi----Sebagaimana kita ketahui bersama, Kurikulum dikembangkan sejalan menggunakan tantangan dan dinamika yang dihadapi oleh rakyat dalam jamannya. Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan ciri serta kesiapan siswa, mengingat  timgngginya keragaman latar belakang keluarga serta warga loka tumbuh kembang siswa. Hal ini sejalan dengan pendekatan pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan bahwa pendidikan kesetaraan diperuntukkan buat mengatasi perkara putus sekolah, atau droup-out, atau dislokasi peserta didik dari sekolah formal karena banyak sekali karena. Selain itu, pendidikan kesetaraan jua diharapkan karena masalah keterbatasan akses, atau ke dakbisaan mencapai asa memasuki sekolah formal, karena keterbatasan loka atau ruang di sekolah formal dalam menampung angkatan peserta didik yang terus bertambah. Lebih menurut itu, pendidikan kesetaraan jua dibutuhkan sebagai penciptaan ruang kreatif, atau arena sosial atau arena publik yang kreatif dan produktif, atau sebagai pendidikan cara lain untuk menumbuhkan kewirausahaan, keterampilan spesifik, kecakapan hayati khusus dalam bidang-bidang tertentu, serta kemampuan memasuki global kerja. Kurikulum pendidikan kesetaraan dikembangkan menggunakan melakukan kontekstualisasi Kurikulum 2013 pendidikan formal melalui konseptualisasi, rincian materi, kejelasan ruang lingkup, deskripsi kata kerja operasional, serta rumusan kalimat. Kontekstualisasi permanen mengacu pada baku komp etensi lulusan misalnya yg terdapat pada pendidikan formal. Kurikulum 2013 memiliki dimensi pengetahuan, melatih keterampilan yang berorientasi pada pemahaman dan pengalaman sosial serta prakk, dan memperkuat komitmen publik siswa melalui proyek-proyek keterlibatan sosial. 

Unit pertama menurut Modul 1 Kontekstualisasi Kurikulum Pendidikan Kesetaraan menargetkan peserta pembinaan mampu: 
  • Memahami strategi pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan dengan memperhatikan target peserta didik serta permasalahannya, program prioritas yg dikembangkan buat mengatasi konflik, serta proses pemberdayaan dalam pendidikan kesetaraan.
  • Membedakan grup generik dan grup spesifik dalam struktur kurikulum kesetaraan. 
  • Memahami prinsip dan taktik kontekstualisasi kurikulum pendidikan kesetaraan gerombolan generik.

DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN KESETARAAN

Mengikuti hasil  data berdasarkan Badan Pusat Sta s k terkait  tingkat pendidikan yang  nir berbanding lurus menggunakan taraf keterserapan ke global kerja, ditunjukkan bahwa dalam tahun 2015 pengangguran lulusan Sekolah Menengah Atas sebanyak 21,88% menempa  posisi ter nggi kedua setelah lulusan SD (24,15%) dari total 17.300.019 penduduk usia 15 tahun atau lebih yg menganggur (Agus Suwignyo pada Kompas, 2018). Lebih lanjut Agus Suwignyo menegaskan kalau banyaknya energi kerja dalam kelompok lulusan Sekolah Dasar dan SLA ini mungkin menjadi faktor mengapa pengangguran ter nggi menurut gerombolan penduduk menggunakan dua kategori pendidikan tadi. Kond isi itu bukan hanya lantaran mutu, tetapi jua karena keterbatasan akses dan keberlanjutan pend idikan yg menjadi penyumbang bagi rendahnya daya saing bangsa. Pertarunga putus sekolah, pengangguran, kemiskinan ini adalah tantangan bagi pendidikan kesetaraan. Keberadaan pendidikan kesetaraan mempunyai dua makna ke daksetaraan, yaitu, pertama ke daksetaraan secara sosial, ekonomi, dan budaya dalam masyarakat, serta kedua, ke daksetaraan pada akses dalam pendidikan. Dengan kondisi seper  ini maka pendidikan kesetaraan didesain menggunakan memperha kan kondisi-kondisi khusus dan varia f menurut siswa, keterkaitan menggunakan vokasi, memberikan legalitas akademis sehingga sanggup mengakses dalam peluang pekerjaan serta peningkatan karir masa depan. Untuk itu, pada bawah ini akan dipaparkan rancangan atau desain kurikulum pendidikan kesetaraan dengan perspek f pad a strategi pemberdayaan serta permanen mengacu dalam pengembangan Kurikulum 2013.

Desain Pengembangan Kurikulum 2013 Memasuki peradaban abad 21, terjadi pergeseran kerangka berpikir pembangunan menurut pembangunan berbasis Sumber Daya Alam (SDA) menuju pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini membutuhkan penanganan tersendiri menurut kebijakan dan praktik pendidikan pada Indonesia. Merespon kebutuhan itu, pemerintah sudah menyempurnakan Kurikulum 2006 menjadi Kurikulum 2013 yg secara khusus dimaksudkan buat mempersiapkan generasi baru bangsa supaya memiliki kemampuan menjadi eksklusif orang dewasa serta masyarakat negara yg berpengetahuan, berketerampilan, mempunyai perilaku religius, e ka sosial yg tinggi, serta penuh tanggungjawab terhadap perkembangan diri dan masyarakatnya untuk menopang pembangunan bangsa (Inspirasi Pembelajaran serta Penilaian Mata Pelajaran Sosiologi, 2016). 

Ide kurikulum merupakan komponen kurikulum yang menjawab secara fi losofi s, teori s, prinsip, model buat membuatkan potensi peserta didik menjadi kualitas yg diinginkan. Ide Kurikulum 2013 merujuk dalam fi losofi  Pancasila serta berakar dalam budaya yang majemuk atau bhinneka. Secara teori k serta prinsip belajar, Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis karakter, pengetahuan serta kemampuan kogni f  nggi dan ketrampilan  nggi, berbasis lingkungan budaya-sosial-ekonomi-teknologi, membudayakan masyarakat pada sekitarnya, men gembangkan kemampuan abad ke-21, peserta didik belajar ak f, peserta didik adalah subjek pada bel ajar, serta kebiasan belajar sepanjang hayat (Hamid Hasan, 2018). Selanjutnya Hamid Hasan mengungkapkan bahwa desain Kurikulum 2013 adalah desain kurikulum berbasis kompetensi yg integra f, yaitu semua aktivitas pembelajaran ditujukan buat pengembangan karakter, ilmu, teknologi, seni, serta penggunaan ilmu. Untuk mengintegrasikan pendidikan karakter, disiplin ilmu/teknologi/seni, dan penggunaan ilmu dipakai Kompetensi In  (KI) yaitu kompetensi yang mengikat semua isi atau Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran. KI meliputi empat aspek pen ng, yaitu penumbuhan perilaku religius (KI-1), pengembangan e ka sosial (KI-2), dominasi pengetahuan (KI-3), dan prak k pengetahuan atau keterampilan (KI-4). Melalui keemp at Kompetensi In  tersebut, diharapkan proses pembelajaran sanggup membuatkan kemampuan peserta didik sebagai pewaris dan pengembang budaya bangsa dalam kapasitasnya seb agai orang dewasa atau rakyat negara yg bertanggungjawab terhadap perseteruan sosial serta tantangan yang dihadapi bangsa (Inspirasi Pembelajaran dan Penilaian Mata Pelajaran Sosiologi, 2016). Pelaksanaan Kurikulum 2013 membutuhkan perubahan pola pikir dalam proses pembel ajaran yg menekankan pada pembelajaran ak f buat mencapai penguasaan ilmu penget ahuan (Knowledge/K) yang memadai, dan dijalankan pada prak k pengetahuan buat pengembangan keterampilan (Skill/S) dan menumbuhkan perilaku religius serta e ka sosial yg  nggi (A  tude/A) dalam siswa. Sedangkan hasil menurut proses pembelajaran atau pemanfaatan nan nya akan ditampilkan sang siswa dari a  tude atau sikap (A), serta skill (S) atau keterampilan yg mumpuni, serta penguasaan pengetahuan atau knowledge (K) yang memadai. Gambaran mengenai pembentukan  ga dimensi kompetensi dalam proses pembelajaran serta pemanfaatan hasil belajar adalah sebagai berikut.

Pencapaian kompetensi itu hanya bisa diperoleh jika terdapat koherensi kurikulum. Kurikulum yg baik secara konten jika  dak disertai penger an dan kemampuan bagi aktornya buat menghidupinya pada pengalaman pula  dak akan dapat dijalankan. Konten yang paripurna, keaktoran yang kompeten juga akan mengalami kesulitan apabila  dak ditopang oleh jaminan ins tusional yang selaras dengan jiwa dan kerangka berpikir kurikulum yg dimaksud. Dengan dem ikian, konsistensi serta koherensi dalam kurikulum melipu  beberapa dimensi dasar. Pertama, dimensi material yang melipu  rentang tekstual elemen kurikulum mulai berdasarkan paradigma, konsep dasar kurikulum sampai penjabaran kurikulum itu ke pada mata pelajaran-mata pelajaran. Dim ensi kedua merupakan dimensi keagenan dan dimensi ins tusional pada kurikulum. Dimensi keagenan menyangkut pelaku atau aktor-aktor yang menghidupkan kurikulum itu dalam pengalaman atau prak k, pada hal ini guru atau pendidik serta peserta didik. Dimensi ke ga men yangkut ins tusi yg mendukung supaya kurikulum itu bisa dihidupkan sebagai praktik yakni sekolah atau satuan pendidikan (Robertus Robert, 2015). Hubungan tiga dimensi supaya terjaga konsistensi dan koherensi kurikulum dapat digambarkan menjadi berikut.

Pendidik memiliki peran yang sangat krusial dalam praktik pendidikan lantaran fungsinya pada menghidupi kurikulum. Oleh karenanya, pendidik idealnya bisa membentuk ruang pembelajaran yang kri s, emansipatoris, dan mendorong siswa bergairah pada praktik pengetahuan dengan terlibat pada pemecahan perkara di rakyat. Pendidikan yg humanis akan terselenggara apabila pendidik menjalankan fungsi serta perannya secara optimal sebagai agensi perubahan dalam proses transformasi serta peningkatan kualitas pendidikan.

Kontekstualisasi Kurikulum Pendidikan Kesetaraan Pendidikan kesetaraan diperlukan terutama untuk mengatasi masalah putus sekolah, atau droup-out, atau dislokasi peserta didik menurut sekolah formal lantaran berbagai sebab. Selain itu, pendidikan kesetaraan jua diharapkan karena kasus keterbatasan akses, atau ke dakbisaan mencapai asa memasuki sekolah formal, lantaran keterbatasan tempat atau ruang pada sekolah formal dalam menampung angkatan peserta didik yang terus bertambah. Lebih berdasarkan itu, pendidikan kesetaraan pula dibutuhkan sebagai penciptaan ruang krea f, atau arena sosial atau arena publik yang kreatif dan produktif, atau menjadi pendidikan alternatif buat menumbuhkan kewirausahaan, keterampilan spesifik, kecakapan hayati khusus pada bidang-bidang eksklusif, dan kemampuan memasuki global kerja (Naskah Akademik Pendidikan Kesetaraan, 2015). Selanjutnya menggunakan melihat latar peruntukkan pendidikan kesetaraan buat mengatasi mas alahmasalah yang dihadapi siswa, pada naskah akademik (Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan serta Kesetaraan, 2015) dijelaskan bahwa acara prioritas pendidikan kesetaraan adalah, pertama, adalah program setara yaitu kualitas lulusan setingkat menggunakan pendidikan formal. Dalam hal ini pendidikan formal juga pendidikan non formal atau pendidikan kesetaraan merupakan forum pendidikan yang sama-sama diorientasikan unt uk tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedua, merupakan program spesifik yaitu muatan pemberdayaan dimaksudkan buat memberdayakan atau memampukan peserta didik mengatasi kerentanan-kerentanan sosial-ekonomi dihadapi. Pendidikan merupakan praktek pemb entukan kepribadian yang berdikari, otonom, penuh percaya diri pada ber ndak, serta sekaligus menjadi praktek rekayasa sosial atau pembangunan komunitas. Sedangkan muatan keterampilan dimaksudkan sebagai programprogram spesifik sesuai karakteris k kelompok sas aran yang dihadapi. Muatan keterampilan ini diberikan supaya siswa terutama usia prod uk f memiliki keterampilan atau kecapakan hayati untuk berdikari serta tampil menjadi masyarakat yg ak f dan berkonstribusi bagi masyarakatnya. Pendidikan kesetaraan mempunyai misi spesifik buat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi peserta didik, kualitas lulusan pendidikan kesetaraan haruslah setara dengan pendidikan form  al. Standar kelulusan keduanya perlu ditempatkan dalam  ngkatan yang setara. Penentuan baku kualitas lulusan itu dilakukan menggunakan mengacu dalam pendidikan formal namun perlu dikontekstualisasikan menggunakan perkara, tantangan serta kebutuhan yang dihadapi pendidikan kesetaraan, seper  untuk menaikkan pengetahuan serta keterampilan khusus sesuai potensi sumb erdaya insan, sumberdaya alam, peluang dunia kerja, dan kecakapan hidup buat mengisi ketersediaan ruang publik dampak kemajuan teknologi komunikasi pada abad 21 dengan berb agai krea vitas sosial-ekonomi. Mengingat peluangnya yg begitu terbuka itu, pendidikan kes etaraan disini bisa dimaknai bukan hanya sebagai pendidikan alterna f buat mengatasi mas alah, namun pula bersifat futuris k buat menaikkan kualitas hidup dan mendorong perkembangan kemajuan rakyat (Kontekstualisasi Kurikulum Pendidikan Kesetaraan Paket C Mata Pelajaran Sosiologi, 2017). Program setara menggunakan pendidikan formal pada pendidikan kesetaraan dikembangkan melalu kontekstualisasi kurikulum. Kontektualisasi dilakukan agar gampang dioperasionalisasikan dan diwujudkan pada pada praktik penyelenggaraan pendidikan kesetaraan. Prinsip yg digunak an pada melakukan kontekstualisasi diadaptasi menggunakan kasus, tantangan, kebutuhan serta karakteris k pendidikan kesetaraan, yaitu: (1) memas kan kompetensi dasar pendidikan kes etaraan setara atau equivalen menggunakan kompetensi dasar pendidikan formal; (dua) membuahkan rum usan atau deskripsi kompetensi lebih operasional; dan (tiga) memberikan tekanan spesifik rumusan kompetensi pada aspek pengetahuan, keterampilan dan perilaku agar mampu dicapai sesuai kebutuhan yang diperlukan, sehingga bisa membuahkan pendidikan kesetaraan bisa berperan menjadi pendidikan alternatif untuk memecahkan masalah sekaligus futuris k pada peningkatan kualitas serta pengembangan pendidikan. 


ANALISIS KONTEKS PENDIDIKAN KESETARAAN

Penyelenggaraan pendidikan buat aplikasi kurikulum yang telah disusun harus mencapai  ngat pengaruh fi tas yang  nggi. Ar nya pendidikan tadi menjawab kebutuhan riil menurut peserta didik akan peningkatan aspek pengetahuan keterampilan dan perubahan perilaku yg dikehendaki. Untuk itu pen ng dilakukan pemetaan kondisi awal akan forum penyelenggara, calon peserta didik, sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan kelembagaan di sekitarnya. Analisis sosial adalah langkah yang pen ng buat penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, terutama bila ditujukan untuk siswa yang sudah dewasa, serta diarahkan buat pemberdayaan dan kemandirian. Kondisi peserta didik sangat unik, mereka ditentukan sang hayati, kondisi sosial budaya di lingkungan masyarakatnya dan mengelola sumberdaya alam yang terdapat pada sekitarnya. Analisis kontekstual memberikan arah sinkron kebutuhan serta kekhasan syarat siswa. Tidak mungkin gerombolan siswa dalam kelompok masyarakat pantai mendapatkan fasilitas serta desain layanan pendidikan kesetaraan sebagaimana mereka yang berada di lingkungan pedesaan berbasis pertanian, demikian halnya dengan kondisi pinggiran perkotaan. Pengalaman hidup dan profi l lain peserta didik berbasis gender pula pen ng diperha kan. Perempuan  dak sanggup dipercaya memiliki kebutuhan akan pengetahuan dan keterampilan hidup buat pemberdayaan yg sama menggunakan pria. Peran dan pandangan tradisional lokal yang tumbuh di rakyat pen ng buat diper mbangkan. Analisis konteks sepenuhnya dipengaruhi oleh paradigma pendidikan yg dipakai. 

Dalam konteks pendidikan kesetaraan ini, kerangka berpikir yang digunakan merupakan pemberdayaan guna kemandirian. Perlu diingat bahwa pendidikan pemberdayaan adalah sebuah konsep yg kompleks,  dak sanggup hanya dimaknai sebagai keterampilan bisnis secara ekonomi, tetapi juga sanggup berar  membentuk rekanan sosial agar bisnis produk f ekonomi menjadi berkelanjutan. Serta poly sektor penghidupan warga lainnya. Ada beragam metode dan piran  untuk melakukan analisis konteks terkait Pendidikan kesetaraan. Yang paling sering serta dipercaya rela f gampang dilakukan merupakan analisis SWOT atau Kekepan, menggunakan melihat faktor internal penyelenggara, yakni kekuatan dan kelemahan, dan faktor ekternal, yakni peluang serta ancaman. Dari temuan ke empat faktor analisis tadi, akan sebagai dasar penyusunan prioritas aktivitas sinkron dengan kondisi riil yang dihadapi, menjadi planning aksi pendidikan kesetaraan yg efektif sebagaimana yg dibutuhkan.


Demikian mengenai arah dan desain pengembagan kurikulum K13 Pendidikan Kesetaraan terkini tahun 2018, semoga berguna. Terimakasih.



PUSTAKA ACUAN 


Cendekiawan Berdedikasi. 25 Juni 2015. Kompas, hlm. 33. Direktorat Pendidikan Keaksaraan serta Kesetaraan, Ditjen. Paud serta Dikmas, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. 2015. Naskah Akademik Pendidikan Kesetaraan. Jakarta. Direktorat Pendidikan Keaksaraan serta Kesetaraan, Ditjen. Paud dan Dikmas, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. 2017. Kontekstualisasi Kurikulum 2013 Pendidikan kesetaraan Paket C Mata Pelajaran Sosiologi. Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. 2016. Inspirasi Pembelajaran serta Penilaian Mata Pelajaran Sosiologi. Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. 2016. Naskah Konsep Dasar Peneli an Profi l Lulusan Pendidikan Dasar Terhadap Pembangunan Manusia Dalam Rangka Kebijakan Kurikulum Masa Depan. Jakarta. Robert, Robertus. 2015. Arah Perbaikan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi. Jakarta. Suwignyo, Agus. 2 Mei 2018. Tantangan Pendidikan Kita. Kompas, hlm. 6. 

MODUL PEMBELAJARAN KURIKULUM K13 PENDIDIKAN KESETARAAN TERBARU 2018

Cara flexi-----Pendidikan kesetaraan mempunyai keliru satu karakteristik, yang yaitu keluwesan  (flexibility) pada pencapaian kompetensi dasar yang ditentukan seperti;  pengelolaan ketika dan tempat belajar, dan pengelolaan kerangka berpikir, pend ekatan, taktik, teknik, serta metode pembelajaran yg diadaptasi dengJadwal
an situasi dan syarat. Teknik deliveri pembelajaran yang diutamakan adalah belajar secara individual dan mandiri, selain melalui tatap muka dan tutorial melalui pendekatan pedagogi maupun andragogi

Modul adalah unit lengkap dan berdiri sendiri menjadi suatu “satuan pekerjaan” (unit of work) menurut suatu materi pembelajaran yg disusun secara sistematis, operasional serta terarah melalui penerapan pembelajaran yg hampir sepenuhnya berdikari,  nir bergantung dalam suatu metode pembelajaran apapun dalam rangka pengembangan sikap, keterampilan serta pengetahuan eksklusif, yang dilengkapi menggunakan panduan penggunaannya. Modul didesain dan disusun buat peserta didik melalui belajar berdikari atau setidaknya melalui bantuan orangtua pada anaknya atau donasi sahabat sejawat. 

Pembelajaran modul mempunyai beberapa keunggulan misalnya  pembelajaran lebih efek  dengan biaya lebih irit tanpa harus melalui tatap muka secara teratur, siswa bisa belajar tanpa harus mengganggu jadwal tugas serta tanggungjawabnya sehari hari, modul dapat dipakai secara individual, gerombolan kecil, maupun grup yg lebih besar . Penyajian materi ini mencakup  konsep modul, prosedur pengembangan modul, strategi pembelajaran modul serta kriteria pada memilih modul buat digunakan pada proses pembelajaran.

Kurikulum pendidikan kesetaraan yang jua diarahkan dalam pengembangan K13 (kurikulum 2013), dilengkapi dengan seperangkat modul beberapa berdasarkan mata pelajaran yg diajarkan secara khusus pada pendidikan kesetaraan paket A, B serta C.


Baca jua : Arah dan Desain Pengembangan kurikulum K13 Pendidikan Kesetaraan Terbaru 2013. di sini !!


Demikian tentang modul pembelajaran kurikulum K3 Pendidikan Kesetaraan modern 2018.



Download Modul Pembelajaran Kurikulum K13 pada sini :

Modul Pembelajaran Paket A

Modul Pembelajaran Paket B

Modul Pembelajaran Paket C




Sumber : Dirangkum berdasarkan Modul Pelatihan PCP Tutor Pendidikan Kesetaraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan serta Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini serta Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan Tahun 2018



MATEMATIKA BANGUN RUANG KUBUS BALOK DLL

KUBUS DAN BALOK DLL

Cara flexi---Para Siswa, rakyat belajar dan peserta didik sekalian, berikut adalah kita akan Belajar Matematika mengenai bangun ruang Kubus, Balok, Prisma, limas, tabung, kerucut serta bola.

A. Tujuan

Setelah menyelidiki aktivitas pembelajaran ini Para Siswa, masyarakat belajar serta peserta didik diharapakan dapat :
1. Menyebutkan bangun dan sisi kubus serta balok
2. Menunjukan rusuk-rusuk yg sejajar dalam kubus dan balok
3. Menggambar kubus dan balok
4. Menunjukan diagonal ruang kubus dan balok
5. Menyatakan pengertian bidang diagonal serta banyaknya.


B. Pokok Materi

1. Bentuk bangun ruang (Kubus, Balok, Prisma, limas, tabung, kerucut dan bola)
2. Pengertian bidang sisi, rusuk dan titik sudut
3. Bangun dari tiap bidang sisi kubus serta balok
4. Rusuk-rusuk yg sejajar pada kubus dan balok
5. Menggambar kubus dan balok
6. Diagonal ruang serta banyaknya
7. Bidang diagonal. 


C. Uraian Materi

1. Bentuk Bangun Ruang

Seperti kita ketahui, dalam kehidupan sehari-hari atau pada lebih kurang tempat tinggal kita sering ditemukan benda-benda yg berbentuk bangun ruang, misalnya yang telihat dalam gambar 1.1 berikut :



Nah nama-nama tiap-tiap benda dalam gambar adalah menjadi berikut :
1. Peti
2. Dadu
3. Piramida
4. Drum
5. Seruling
6. Bola
7. Kelereng
8. Topi caping

Bangun-bangun yang bentuknya teratur, penting daam kehidupan sehari-hari.

Perlu kalan ketahui bahwa dalam matematika, bentuk-bentuk diberi nama spesifik, seperti yang dapat kita lihat pada gambar 1.dua berikut ini:



Gambar 1.2


Latihan 1

Setelah Anda ketahui nama-nama benda dalam gambar 1.1 dan nama spesifik benda dalam Gambar 1.dua, kini salinlah serta lengkapilah daftar berikut:


2. Pengertian Bidang Sisi, Rusuk, serta Titik Sudut.

Pengertian Anda ketahui bahwa setiap bangun ruang dibatasi sang bidang-bidang sisi, atau disebut juga sisi-sisi. Sisi bangun, ruang berupa bidang, bisa berupa bidang datar atau berupa bidang lengkung. Pertemuan dua bidang sisi disebut rusuk.

Rusuk mampu berupa ruas garis lurus atau berupa garis lengkung. Pertemuan 3 bidang sisi diklaim titik sudut. Untuk lebih jelasnya coba kalian perhatikan Gambar 1.3 berikut :

CARA MENENTUKAN SATUAN KREDIT KOMPETENSI SKK PADA PEMBELAJARAN KESETARAAN

Cara flexi----Pendidikan kesetaraan yang menaruh landasan tujuan dan maknanya sesuai dengan ruh Kurikulum 2013 serta pendidikan sepanjang hayat; analisis konteks serta pemanfaatan hasilnya menjadi dasar pendidikan pemberdayaan serta merupakan muatan khusus dalam struktur kurikulum, pengembangan dan pembelajaran berbasis modul, sampai ke penyusunan kerangka evaluasi output pembelajaran yg mencerminkan kompetensi peserta didik dari dimensi pengetahuan, keterampilan dan perilaku. Selain itu, sebagai bagian berdasarkan arah perubahan global dan tuntutan adaptasi, maka modul ini juga menyajikan satu bagian yg membahas pembelajaran berbasis teknologi warta atau dalam jaringan (daring). Karenanya Pembelajaran kesetaraan dipengaruhi pula menggunakan SKK (Satuan Kredit Kompetensi) buat penentuan beban belajarnya.

Sistem SKK (Satuan Kredit Kompetensi) menyatakan beban belajar dalam pendidikan kesetaraan yg menjadi pembeda menggunakan pendidikan formal. Melalui sistem ini, peserta didik dilayani pada satuan pendidikan kesetaraan untuk belajar sesuai menggunakan kebutuhan serta kecepatan belajarnya. Pemerintah hanya mengatur total beban belajar buat setiap angkatan. Satuan pendidikan diberikan kesempatan buat mendistribusikan beban belajar sinkron dengan  ngkat keluasan serta kerumitan pembelajaran, karakteri sik siswa dan kondisi satuan pendidikan. 


Apa itu Satuan Kredit Kompetensi (SKK) 

Peserta didik pendidikan kesetaraan mempunyai kemampuan yang majemuk dan berupaya dapat dilayani dalam pendidikan ini. Penerapan sistem SKK adalah salah satu cara buat melayani peserta didik pendidikan kesetaran sinkron dengan kecepatan belajarnya. SKK sebagai acuan dalam perencanaan proses pembelajaran buat pengakuan pencapaian kompetensi peserta didik sebagai tanda penguasai satu mata pelajaran. 

Pemerintah menentapkan sasaran SKK untuk se ap jenjang pendidikan kesetaraan, Paket A, Paket B, dan Paket C. Satuan pendidikan menjabarkan sasaran SKK buat se ap mata pelajaran serta semester buat ditawarkan pada peserta didik. Peserta didik selanjutnya memilih sasaran SKK yang akan dicapai sinkron dengan ketersediaan waktu serta kemampuannya. 

Bagi satuan pendidikan memilih beban SKK buat se ap mata pelajaran se ap semester hingga menentukan jadwal pelaksanaan pembelajaran merupakan hal yang penting. Ada beberapa hal yang sebagai dasar per mbangan pada menentukan beban SKK buat se ap mata pelajaran, diantaranya sarana serta prasarana yang tersedia, karakteris k siswa, serta tutor sebagai fasilitator.



Pembagian serta Pemaknaan SKK Kesetaraan

Dalam pendidikan Kesetaraan, Baik Paket A, Paket B serta Paket C, Pemaknaan SKK, dinyatakan 1 SKK = 1 jam tatap muka, atau 2 jam tutorial, atau tiga jam berdikari. Alokasi saat 1 jam tatap muka sama menggunakan 35 mnt buat Paket A, 40 menit buat Paket B, serta 45 mnt untuk Paket C. Pencapaian SKK diubahsuaikan dengan kecepatan bel ajar peserta didik dalam masing-masing satuan Pendidikan. Untuk mengklaim pencapaian mod ul pula mencerminkan peningkatan kompetensi siswa, maka satuan pendidikan dap at mengatur persyaratan pengambilan SKK. Persyaratan maksimum pengambilan SKK yang perlu menerima perha an supaya menaruh saat belajar yg relatif disamping ak vitas keseharian peserta didik lainnya. Satuan pendidikan bisa mensyaratkan pengambilan SKK per semesternya untuk siswa Paket A maksimal 25 SKK, siswa Paket B aporisma 30 SKK, dan siswa Paket C maksimal 30 SKK. Beban belajar yang diambil sang siswa akan sebagai keliru satu hal yang tercatat pada kontrak belajar. Selain itu kontrak belajar jua memuat konvensi belajar antara pendidik dan siswa terkait pembelajaran dalam pendidikan kesetaraan. 

Pemaknaan beban belajar dalam pendidikan kesetaraan bisa disandingkan menggunakan beban belajar pada pendidikan formal buat mengetahui kesetaraan beban belajarnya. Berikut merupakan beban belajar pada pendidikan kesetaraan dengan pendidikan formal padananhya.

Berikut pada bawah ini merupakan perbandingan Belajar antara pendidikan formal serta Nonformal kesetaraan;




Pada Program Paket C atau SMA, ada gerombolan peminatan Matema ka serta Ilmu Alam, Ilm u-Ilmu Sosial, Ilmu Bahasa serta Budaya. Pada struktur kurikulum pada atas beban belajarnya dimasukkan dalam kelompok A atau grup generik. 


Tahapan Menyusun Jadwal Pembelajaran Kesetaraan Sistem SKK

Tahapan buat menyusun jadwal pembelajaran dalam pendidikan kesetaraan menggunakan sistem SKK mengikuti tahapan berikut;

1. Identifikasi kebutuhan beban belajar buat se ap mata pelajaran. Kebutuhan beban belajar untuk se ap mata pelajaran bisa dipengaruhi berdasarkan  ngkat keluasan serta kerumitan pembelajaran, karakteri sik peserta didik dan syarat sat uan pendidikan. Data ini bisa diperoleh sehabis satuan pendidikan melakukan analisis konteks terhadap aneka macam aspek yang mensugesti pembelajaran pada satuan pendidikan. Penentuan beban belajar buat se ap mata pelajaran sangat ditentukan oleh visi, misi, serta tujuan satuan pendidikan, dan hasil analisis konteks terkait daya dukung internal maupun ekst ernal pada pembelajaran pendidikan kesetaraan. 

Satuan pendidikan dimungkinkan buat memutuskan beban belajar yg tidak sama untuk se  ap mata pelajaran. Misalnya satuan pendidikan memfokuskan pada pengembangan sains, maka mata pelajaran sains (matema ka, kelompok IPA) mampu mendapatkan beban belaj ar yg lebih akbar dibandingkan menggunakan mata pelajaran lain. Satuan pendidikan karena keterbatasannya belum bisa buat melakukan analisis konteks/kebutuhan, satuan pendidikan bisa pula merujuk dalam beban belajar pendidikan formal. 

2. Membagi total SKK pada mata pelajaran buat se ap  ngkatan sesuai dengan kebutuhan beban belajarnya. Sebagaimana dijelaskan pada point 1, satuan pendidikan seharusnya mengalokasikan beban belajar buat mata pelajaran dalam setiap angkatannya dari hasil analisis konteks/kebutuhan. Karakteristik satuan pendidikan yg beragam akan membuahkan beban be laj ar yg berbeda dalam se ap satuan pendidikan. 

Pada materi ini, akan dicontohkan bila satuan pendidikan menetapkan beban belajar sesuai dengan pendidikan formal yang menjadi padanannya. Namun perlu diingat penga lokas ian ini hanya contoh. Satuan pendidikan seharusnya memutuskan beban belajar sesuai den gan karakteris k se ap satuan pendidikan. Terpenting yang perlu dipahami adalah cara mengalokasikan beban belajar total untuk setiap angkatan menjadi beban belajar buat setiap mata pelajaran.

3. Mengalokasikan beban belajar mata pelajaran untuk setiap  angkatan pada semester. Tahapan selanjutnya adalah mengalokasikan beban belajar kesetaraan buat setiap mata pelajaran pada setiap angkatan dalam semester. Pengalokasian beban belajar pada setiap semester mampu dengan memperha kan  ngkat kesulitan materi atau dapat juga dibuatkan sama buat setiap semesternya. Pendidik bisa memutuskan beban yang berbeda buat se  ap semester, diantaranya berdasarkan pengalaman profesionalnya, kesulitan materi, dan rencana satuan pendidikan. Berikut merupakan alokasi beban belajar se ap mata pelajaran buat setiap semesternya. 

4. Mengalokasikan beban belajar pada semester menggunakan jumlah modul pada satu semester. Karakteris k pembelajaran pendidikan kesetaraan merupakan pembelajaran mandiri menggunakan modul. Untuk itu pengaturan beban belajar pula wajib bisa dialokasikan pada modul pembelajaran. Beban belajar se ap modul diadaptasi menggunakan taraf kesulitan modul. Berikut merupakan model pengalokasian beban belajar ke se ap modul pembelajaran.


5. Menentukan jumlah minimal serta maksimal SKK yang bisa diambil sang peserta didik beserta persyaratannya buat se ap semester. Penentuan maksimal SKK adalah hal yg krusial. Hal ini diperlukan agar peserta didik menerima cukup ketika buat menilik modul menggunakan baik pada sela-sela ak vitas hariannya. Selain itu jua menghindari siswa hanya mempelajari soal-soal la han semata agar bisa lulus ujian modul dikarenakan saat belajar yg sedikit. Ini merupakan galat satu upaya untuk mengklaim pencapaian kompetensi yg diperlukan dari menilik modul oleh peserta didik. 


Percepatan melalui pendidikan kesetaraan dimungkinkan, hanya saja apabila terlalu cepat penyelesaian suatu jenjang akan sebagai pertanyaan apakah kesetaraan dengan formal benar-sahih tercapai. Mengenai penentuan minimal,  dak menjadi prioritas lantaran dapat diadaptasi dengan kemampuan belajar siswa. Satuan pendidikan dapat menentukan batas minimal beban belajar peserta didik berdasarkan pengalaman mengelola acara. 

Merujuk kemampuan yg diharapkan untuk setiap jenjang pendidikan, maka beban aporisma yang bisa diambil sang siswa Paket A sebanyak 25 SKK, peserta didik Paket B sebesar 30 SKK, serta peserta didik Paket C sebanyak 30 SKK buat se ap semester. Satuan pendidikan dapat mensyaratkan aturan lainnya, contohnya seper  komposisi mata pelajaran umum dan spesifik yg wajib diambil atau bisa jua banyaknya mata pelajaran yang dapat diambil. Menggunakan sistem SKK ini dimungkinkan siswa hanya mengambil mata pelajaran sinkron dengan minatnya, misalnya hanya mengambil mata pelajaran Matema ka untuk seluruh jenjang dalam satu semester. Hal ini perlu diatur supaya seluruh mata pelajaran yang sudah ditetapkan untuk se ap jenjang dikuasai, sebelum pindah ke jenjang berikutnya.

6. Mengatur jadwal pelaksanaan tatap muka, tutorial, serta berdikari. Setelah satuan pendidikan menentukan beban SKK buat se ap modul pembelajaran. Tahap selanjutnya adalah satuan pendidikan memilih strategi pembelajaran yg akan dilakukan untuk menguasai kompetensi yg diharapkan dalam modul. Berikut adalah model strategi pembelajaran yang dilakukan pada Modul 1 PPKn Paket B  angkatan tiga.



Referensi;

Direktorat Pembinaan Keaksaraan serta Kesetaraan. 2015. Naskah Akademik Pendidikan Kesetaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2014 mengenai Kurikulum 2013 SD/Madrasah Ibthidaiyah. 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 mengenai Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah. 
Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. 2014. Peraturan Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA/Madrasah Aliyah. 
Direktorat Pembinaan Keaksaraan serta Kesetaraan. 2018. Draft  Standar Proses Pendidikan Kesetaraan.

KEMANA MENANDATANGANI PENGESAHAN ATAU LEGALISIR POTOKOPI IJAZAH DAN SHUN KESETARAAN PAKET A B C

Cara flexi-----Masih sebagai pertanyaan sebagian pengelola satuan pendidikan nonformal (PKBM/SKB) siapa yg pertanda tangan ratifikasi atau legalisir fotokopi ijazah pendidikan kesetaraan (Paket A, Paket B serta Paket C). Prinsipnya pengesahan atau legalisir fotokopi ijazah dilakukan sang pihak yang berwenang menerbitkan ijazah. Persoalannya, sebelum tahun 2017 ijazah pendidikan kesetaraan ditanda-tangani oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, siapa yg indikasi tangan legalisir ijazah. Dan siapa pula yang pertanda tangan legalisir SHUN (sertifikat output ujian nasional)?



Menurut Permendiknas angka 59 Tahun 2008 tentang Pengesahan Fotokopi ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar, Surat Keterangan Pengganti yang Berpenghargaan Sama Dengan Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar serta Penerbitan Surat Keterangan Pengganti yg Berpenghargaan Sama Dengan Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar, pasal 1 angka 3 mengatur menjadi berikut “Pengesahan merupakan suatu proses pembubuhan pertanda tangan dan/atau stempel pada fotokopi ijazah/STTB/surat berita pengganti ijazah/STTB oleh pejabat yg berwenang selesainya dilakukan verifikasi sinkron menggunakan warta dan data atau dokumen aslinya.”

Perlu diketahui bahwa Permendiknas nomor 58 Tahun 2008 di atas berlaku jua buat satuan pendidikan nonformal. Pasal 1 nomor 4 menjelaskan bahwa “Satuan pendidikan merupakan kelompok layanan pendidikan yg menyelenggarakan pendidikan dalam jalur formal dan nonformal pada setiap jenjang serta jenis pendidikan.”

Selanjutnya pada pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa “Pengesahan fotokopi ijazah/STTB,  surat keterangan pengganti yang berpenghargaan sama menggunakan ijazah/STTB dilakukan sang kepala satuan pendidikan yang mengeluarkan ijazah/ STTB yg bersangkutan”. Jadi pejabat berwenang yg dimaksud dalam pasal 1 angka tiga merupakan ketua atau ketua satuan pendidikan yang bersangkutan, yaitu Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Ini berlaku buat ratifikasi fotokopi ijazah pendidikan kesetaraan yg dikeluarkan pada tahun 2017.
Bagaimana dengan ijazah 2016 dan sebelumnya yg ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota? Merujuk pada ketentuan pasal 1 angka tiga, maka pengesahan ijazah tahun 2016 serta sebelumnya dilakukan sang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, lantaran pada waktu itu ijazah diterbitkan serta ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Jika kelak pada kemudian hari satuan pendidikan tutup, siapa yg tanda tangan ratifikasi ijazah? Pasal 2 ayat (2) mengungkapkan bahwa “Apabila satuan pendidikan yg mengeluarkan ijazah/STTB sudah tidak beroperasi atau ditutup, ratifikasi fotokopi ijazah/STTB, surat kabar pengganti yang berpenghargaan sama dengan ijazah/STTBdilakukan oleh ketua dinas yang membidangi pendidikan di kabupaten/kota yg bersangkutan.”Jadi bila PKBM atau SKB suatu waktu tutup atau tidak beroperasi lagi maka ijazah pendidikan kesetaraan ditandatangani sang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.


Bagaimana menggunakan ratifikasi fotokopi SHUN?

Permendikbud angka 14 Tahun 2017 tentang Ijazah dan Sertifikat Hasil Ujian Nasional Pasal 10 ayat (dua) menyebutkan bahwa keabsahan dari salinan SHUN yang dicetak online  maupun fotokopi, bisa dibuktikan melalui halaman Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembanan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. Ketentuan lebih lanjut mengenai salinan SHUN diatur lebih lanjut oleh Kepala Badan Penelitian serta Pengembanan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan.


Namun demikian dalam Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembanan Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan Nomor 019/H/EP/2017 nir diatur masalah tanda tangan ratifikasi. Merujuk pasal 10 ayat (2) sebenarnya keabsahan SHUN bisa dicek secara online nir memerlukan pengesahan fotokopi. Apabila membutuhkan pengesahan fotokopi SHUN, maka secara yuridis formal yg berhak membubuhkan pertanda tangan ratifikasi merupakan satuan pendidikan nonformal akreditasi penyelenggara ujian nasional pendidikan kesetaraan. [fauziep]


Sumberfauziep.com

PENGERTIAN PARANADA DAN JENIS NOTASI KUNCI DALAM SENI MUSIK DAN LAGU

Cara flexi----Pranada sering dianggap jua dengan istilah kandang nada. Disebut demikian karena pranda ini adalah tempat di mana not-not dituliskan atau ditempatkan. Pranada hanya dijumpai dalam lagu yang memakai notas balok. Jika sebuah lagu ditulis dalam notasi angka, maka Anda nir akan menemukannya, lantaran notasi angka nir memerlukannnya.

Menurut wikipedia.org; Dalam notasi musik balok, paranada adalah 5 garis horisontal tempat not ditulis. Not bisa diletakkan pada garis atau di antara garis (spasi) paranada. Simbol musik yg sesuai, bergantung pada pengaruh yg dibutuhkan, ditempatkan dalam garis berdasarkan nada atau fungsi yang sesuai. Notasi musik ditempatkan dari nada, notasi perkusi ditempatkan berdasarkan instrumen, serta nada berhenti serta nada lainnya ditempatkan dari konvensi.

Garis paranada diberi angka berdasarkan bawah ke atas; garis paling bawah dianggap garis pertama dan garis paling atas diklaim garis kelima. Not yang terletak pada garis atau spasi lebih tinggi berarti memiliki tinggi nada lebih tinggi. Not dalam paranada dibaca dari kiri ke kanan. Not yg terletak di sebelah kiri dimainkan sebelum not pada sebelah kanan. (Sumber.wikipedia.org).

Seperti apakah bentuk pranada itu? Pranada berbentuk 5 garis sejajar horizontal yg berjarak sama, seperti yang Anda lihat pada bawah ini.


Bila diperhatikan menggunakan akurat pranada ini terdiri berdasarkan lima buah garis, dia jua memiliki ruang yang disebut dengan spasi sebesar empat spasi. Kelima garis serta keempat spasi berikut ruang-ruang di atas serta di bawahnya ini sebenarnya punya nama, tetapi apabila pada keadaan misalnya ini, beliau belum bernama. Dia akan bernama waktu kita beri sebuah Tanda Kunci (Key). Ada 3 bentuk kunci, namun yg paling sering dipakai hanya 2 jenis, yakni Kunci G (atau jua disebut Kunci Biola) serta Kunci F (atau pula acapkali disebut dengan Kunci Bas).

Berikut adalah pranada yg diberi Kunci G:




Berikut adalah pranada yg diberi Kunci F:



Nah! Warga belajar serta siswa sekalian, Untuk memudahkan memahaminya, mengenai pranada yang diberi kunci tersebut, kita akan jelaskan satu demi satu posisinya. Kini bila pranada tadi sudah di beri Kunci, maka kelima garis serta keempat spasi, dan ruang-ruang  di atas serta pada bawah paranada tersebut akan memiliki nama. Tadi disebutkan 5 garis serta empat spasi, bagaimana cara menghitungnya? Cara menghitungnya dimulai dari bawah yakni garis ke-1, spasi ke-1, garis ke-dua, spasi ke-2, garis ke-3, spasi ke-tiga, garis ke-4, spasi ke-4, serta garis ke-lima.


Baiklah kita akan mulai memberi nama garis dan spasi pranada berkunci G. Kunci G mempunyai bentuk yang uni. Dia punyai ketua serta perut. Bagian perut dibuat tidak melewati garis ke-1 serta ke-3. Bila diperhatikan menggunakan cermat, Kunci G itu mengikat diri dalam garis ke-2. Nah kerenanya garis ke-dua diberi nama garis G.

Nama-nama dalam pranada diambil berdasarkan abjad A hingg G. Nah, apabila demikian maka dimulai menurut garis G, kita turun ke bawah. Spasi ke-1 bernama F, garis ke-1 bernama E, di bawah garis ke-1 diletakan niot di sana maka not tersebut diberi nama D, dan selanjutnya bila pada bawahnya lagi ada not, maka not tadi akan diletakan dalam garis bantu yang diberinama C. Baik !

Selanjutnya kita pulang ke garis G. Sekarang kita beranjak ke arah atas. Spasi ke-2 diberi nama A, garis ke-tiga bernama C, garis ke-4 bernama D, Spasi ke-4 bernama E, serta garis ke-5 bernama F.

Dengan telah bernama seluruh lapisan pada pranada, maka not-not yg lalu diletakan dalam tiap lapisan tersebut akan secara otomatis bernama sama menggunakan nama garis atau spasinya. Untuk jelasnya cermati ilustrasi pranada G berikut nama not-notnya.



Kunci F memiliki bentuk misalnya keong menggunakan 2 titik pada dekatnya. Bagian kepalanya dibentuk mengikt garis ke-4. Nah! Karena itu garis ke 4 itu diberi nama garis F.

Bila garis ke-4 adalah garis F, maka spasi ke-4 adalah spasi G, garis ke-5 adalah garis A, pada atas garis ke-lima merupakan B. Sementara ke arah bawah, berturut-turut merupakan tempat not-not yang bernama E, D, C, B, A, G serta F. Selanjutnya ke bawah lagi menggunakan memakai garis Bantu buat tempat not-not yang bernama E, D, C dan seterusnya.

Untuk jelasnya silakan kalian cermati gambaran paranada F berikut nama not-niot di bawahnya ini;



Untuk keperluan eksklusif kedua pranada sering digunakan secara bersamaan. Misalnya untuk keperluan bermain musik dalam perpaduan kelompok. Contohnya dalam kelompok tadi akan menampilkan sekelompok pemain serta penyanyi yg terdiri berdasarkan vokal, rekorder sopran, rekorder alto, piano, bass, dan perkusi, maka dalam score-nya akan tampak sebagai berikut:


Bila kita perhatikan score pada atas baik-baik, masing-masing suara mendapatkan satu paranada, tetapiu buat pianodiperlukan 2 paranada yaitu paranada yg berkunci G untuk tangan kanan serta yang berkunci F buat tangan kiri pemainnya. Jumlah penggunaan paranada berkunci tersebut diadaptasi dengan kreasi komposer atau arangernya. Aranger adalah orang yang menyusun ulang sebuah karya musik menggunakan versinya sendiri baik buat sebuah orkestra ataupun penampilan tunggal.


Demikian uraian secara ringkas tentan paranada serta jenis notasi kunci dalam seni musik dan lagu, semoga bermanfaat menjadi bahan belajar dan menambah ilmu pengetahuan, khususnya dalam materi pelajaran kesenian. Terimakasih.

CARA BELAJAR SISTEM TUTORIAL KESETARAAN YANG BAIK DAN BENAR DI PNF

Cara flexi----Pendidikan nonformal berfungsi menjadi pengganti, penambah dan pelengkap pendidikan formal pada mendukung pendidikan sepanjang hayat (life long education). Maka pelaksanaan jalur pendidikan nonformal bisa menggantikan pendidikan formal pada ekspansi akses pendidikan dasar serta menengah terutama bagi siswa yang tidak berkesempatan mengikuti sekolah formal. Selain itu, pendidikan nonformal pula berfungsi buat mengembangkan potensi siswa menggunakan fokus dalam penguasaan pengetahuan, keterampilan fungsional, serta pengembangan perilaku serta kepribadian profesional. Dengan demikian, pendidikan kesetaraan dihargai setara dengan hasil acara pendidikan formal selesainya melalui proses penilaian penyetaraan sang forum yg ditunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah wilayah menggunakan mengacu dalam Standar Nasional Pendidikan (UU Sisdiknas 20 tahun 2003 pasal 26 ayat 1, 2 serta 6). 

Penegasan mengenai pendidikan kesetaraan melalui UU Sisdiknas 20 tahun 2003 ini krusial buat disosialisasikan dalam warga . Sekalipun setiap peserta didik yang lulus ujian kesetaraan khususnya buat pendidikan dasar (program paket A serta paket B) memiliki hak eligibilitas yang sama dan setara menggunakan pemegang ijazah Sekolah Dasar/MI serta Sekolah Menengah pertama/MTs buat bisa mendaftar pada satuan pendidikan yang lebih tinggi. Tetapi kesan yang ada menurut persepsi di masyarakat, tetap saja memandang rendah lulusan pendidikan kesetaraan. Hal ini terkait memang menggunakan mutu dan hasil lulusan aktivitas belajar di PNF serta kesetaraan sendiri. Karena itu buat menghilangkan kesan rendah terhadap lulusan pendidikan kesetaraan, perlu kiranya kita kembangkan aktivitas pembelajaran yg dapat menaikkan kemampuan belajar dari peserta didik kita, yaitu para warga belajar tersebut.

Nah ini dia akan kita ulas sedikit cara belajar sistem tutorial yang baik serta benar versi cara flexi buat pendidikan Nonformal serta informal, semoga bisa memperbaiki kegiatan pembelajaran yang selama ini nir ada kemajuan sama sekali.


Pembelajaran Mandiri serta jeda jauh


Dalam proses pembelajaran pada Pendidikan Nonformal serta informal Warga belajar serta anak didik SKB  dibutuhkan dapat belajar secara berdikari. Cara belajar berdikari menghendaki masyarakat belajar dan murid buat belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri. Belajar berdikari bisa dilakukan secara indvidual ataupun berkelompok, baik pada kelompok belajar maupun dalam kelompok torial.

SKB  menyediakan bahan ajar yg dibuat spesifik buat bisa pada pelajari secara mandiri. Selain memakai materi ajar yang disediakan oleh SKB , masyarakat belajar dan anak didik pula dapat berinisiatif memanfaatkan perpustakaan, mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui Internet (tutorial online/tunton), radio, serta televisi, dan menggunakan sumber belajar lain seperti materi ajar berbantuan komputer serta program audio/video. Apabila mengalami kesulitan belajar, masyarakat belajar serta anak didik bisa meminta berita atau bantuan tutorial pada pamong Belajar UTP SKB setempat, melalui saluran tadi pada atas.

Belajar berdikari pada banyak hal dipengaruhi oleh kemampuan belajar secara efisien. Kemampuan belajar bergantung dalam kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar berdikari secara efisien, warga belajar serta siswa SKB  dituntut mempunyai disiplin diri, inisiatif, dan motivasi belajar yg kuat. Warga belajar serta murid jua dituntSKB  buat bisa mengatur waktunya dengan efisien, sebagai akibatnya dapat belajar secara teratur menurut jadwal belajar yang dipengaruhi sendiri. Oleh karena itu, agar dapat berhasil belajar di SKB dan PKBM lainnya, calon masyarakat belajar dan murid wajib siap buat belajar secara berdikari.

Bagaimana caranya supaya warga belajar dan anak didik bisa berhasil dalam acara pendidikan luar sekolah?. Berikut  ini adalah beberapa tips yg sanggup dilaksanakan sang masyarakat belajar serta anak didik yang mengikuti pendidikan jeda jauh terutaama masyarakat belajar serta siswa SKB .

Cara belajar menggunakan difasilitasi Tutor (Tutorial)

Tutorial (tutoring) adalah bantuan atau bimbingan belajar yang bersifat akademik sang tutor kepada mahasiswa (tutee) buat membantu kelancaran proses belajar madiri mahasiswa secara perorangan atau grup berkaitan menggunakan materi ajar. Tutorial dilaksanakan secara tatap muka atau jarak jauh berdasarkan konsep belajar mandiri.
Konsep belajar mandiri pada tutorial mengandung pengertian, bahwa tutorial merupakan bantuan belajar pada upaya memicu dan memacu kemandirian, disiplin, serta inisiatif diri murid serta rakyat belajar dalam belajar menggunakan minimalisasi hegemoni dari pihak pembelajar/tutor. Prinsip pokok tutorial merupakan “kemandirian rakyat belajar” (student’s independency). Tutorial tidak terdapat, jika kemandirian tidak terdapat. Jika masyarakat belajar tidak belajar di tempat tinggal , serta datang ke tutorial menggunakan ‘kepala kosong’, maka yang terjadi merupakan “perkuliahan” biasa, bukan tutorial. Dengan demikian, secara konseptual tutorial perlu dibedakan secara tegas dengan “kuliah” (lecturing) yg generik berlaku di sekolah generik serta perguruan tinggi tatap muka, di mana peran pengajar dan pendidik sangat akbar.

1. Dalam rendezvous tatap muka, seorang tutor  SKB/PKBM, harusnya bergantung dalam umpan balik menurut rakyat belajar dan siswanya, baik dengan pertanyaan maupun ekspresi paras/fisik. Dalam program jarak jauh, hal ini adalah hal yang sangat sulit, serta Anda bertanggung jawab buat memberitahu tutor mengenai bagaimana Anda mendapat pelajaran baik melalui tutorial tatap muka, pembicaraan telepon, cat ataupun via e-mail.

2. Menunjukkan kemajuan dan ketaatan,Laporan perkembangan/kemajuan pembelajaran dapat Anda terima melalui umpan pulang yang diberikan sang tutor. Mintalah jadwal evaluasi, kondisi serta metode untuk kemajuan Anda melalui materi-materi yang ada. Metode-metode tersebut  meliputi beberapa hal, diantaranya melalui tes-tes yang meliputi penguasaan pengetahuan atau hasil dari tugas-tugas yang diberikan,laporan-laporan,proyek-proyek, masalah studi, rangkuman pendidikan, dan masukan secara kualitatif serta kuantitatif pada diskusi pelajaran serta proyek-proyek.

Hal yg perlu diperhatikan dan diingat bahwa Tugas tutor bukanlah mengajar tetapi membimbing rakyat belajar pada memahami materi pelajaran, sebagai akibatnya proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu dibutuhkan tutor yg paham akan kasus Pendidikan. Tutor juga harus tahu tentang pembelajaran orang dewasa "Andragogik" lantaran sebagian akbar wargabelajar kita merupakan para anak didik yg putus sekolah beberapa tahun yang lalu. 

Langkah-langkah kegiatan Tutorial pendidikan Nonformal serta informal

Untuk menghidupkan suasana kompetitif, setiap gerombolan wajib terus dipacu untuk menjadi kelompok yg terbaik. Oleh karena itu, selain kegiatan anggota gerombolan , peran kepala grup atau tutor sangat akbar pengaruhnya terhadap keberhasilan kelompok pada memeriksa materi ajar yang disajikan. Ketua gerombolan dipilih secara demokratis sang semua anak didik. Misalnya, jika di suatu kelas terdapat 46 siswa, berarti ada 9 kelompok menggunakan catatan terdapat satu kelompok yang terdiri atas 6 anak didik. 

Sebelum diskusi gerombolan terbentuk, siswa perlu mengajukan calon tutor. Seorang tutor hendaknya memiliki kriteria: (1) mempunyai kemampuan akademis di atas rata-rata anak didik satu kelas; (2) bisa menjalin kerja sama menggunakan sesama anak didik; (tiga) mempunyai motivasi tinggi buat meraih prestasi akademis yg baik; (4) memiliki sikap toleransi dan tenggang rasa menggunakan sesama; (lima) mempunyai motivasi tinggi buat menjadikan gerombolan diskusinya menjadi yang terbaik; (6) bersikap rendah hati, bagak, serta bertanggung jawab; serta (7) suka membantu sesamanya yang mengalami kesulitan.

Tutor atau ketua gerombolan memiliki tugas serta tanggung jawab sebagai berikut: (1) memberikan tutorial kepada anggota terhadap bahan ajar yang sedang dipelajari; (2) mengkoordinir proses diskusi supaya berlangsung kreatif dan dinamis; (3) mengungkapkan permasalahan kepada guru pembimbing jika terdapat bahan ajar yang belum dikuasai; (4) menyusun jadwal diskusi bersama anggota kelompok, baik pada ketika tatap muka di kelas maupun di luar kelas, secara rutin dan insidental buat memecahkan masalah yg dihadapi; (4) melaporkan perkembangan akademis kelompoknya kepada guru pembimbing pada setiap materi yang dipelajari.

Peran pengajar pada metode diskusi grup terbimbing contoh tutor sebaya hanyalah sebagai fasilitator serta pembimbing terbatas. Artinya, guru hanya melakukan hegemoni waktu benar -betul diharapkan sang anak didik. Diskusi gerombolan terbimbing menggunakan model tutor merupakan gerombolan diskusi yang beranggotakan lima-6 wargabe lajar dalam setiap Kelompok Belajar di bawah bimbingan tutor mata pelajaran dengan memakai tutor sebaya. Tutor sebaya adalah anak didik pada kelas eksklusif yg memiliki kemampuan di atas homogen-homogen anggotanya yang mempunyai tugas buat membantu kesulitan anggota dalam tahu bahan ajar. Dengan memakai model tutor sebaya dibutuhkan setiap anggota lebih mudah dan leluasa dalam mengungkapkan masalah yang dihadapi sebagai akibatnya murid yg bersangkutan terpacu semangatnya buat mempelajari materi ajar dengan baik.



Sistem Belajar dengan "Murder" (//www.studygs.net/indon/murder.htm)

Salah Satu Sistem Belajar yang bisa diterapkan warga belajar serta murid dalam sistem belajar mandiri dan jarak jauh adalah dengan sistem "Murder". Sistem ini apabila diterapkan dengan benar-benar-benar-benar akan mengakibatkan belajar Anda efektif dan efisien. Penjelasan dari system MURDER ini merupakan menjadi berikut .
MURDER (English) = Mood – Understand – Recall – Digest – Expand – Review yang apabila dijabarkan lebih lanjSKB  seperti berikut . (Perincian sistem belajar "MURDER" ini, yang diubahsuaikan menurut kitab The Complete Problem Solver sang Bob Nelson)

1. Mood - Suasana Hati

Ciptakan selalu mood yg positif buat belajar lantaran misalnya pepatah menyampaikan “tidak kenal maka tidak sayang, maka usahakan warga belajar dan murid mencoba mengenali lebih dulu materi, dosen/tSKB or atau buku materi pokok. Setelah kita mengenal hal-hal tersebSKB  maka akan timbul rasa suka terhadap mata kuliah ini. Selain itu, Anda jua wajib selalu berusaha buat membuat atau menciptakan perasaan senang serta bahagia setiap kali akan menyelidiki materi. Caranya bisa dilakukan menggunakan menentukan ketika, lingkungan serta sikap belajar yg sesuai menggunakan langsung masing-masing.

2. Understand - Pemahaman

Bacalah kitab materi pokok secara holistik. Beri indikasi kalimat/kata yang nir dimengerti. Kemudian apabila ada kesempatan cobalah buat mencari tahu dengan bertanya atau mencari asal-asal lain buat menemukan jawaban/ warta terhadp kalimat/kata/hal yg tidak dimengerti tersebSKB . Tidak perlu membuat malu buat bertanya pada teman sejawat, tSKB or ataupun pihak lain yg Anda anggap lebih mengetahui hal tersebSKB .

3. Recall - Ulang:

Ulangi materi yang sudah dipelajari secara periodik serta berkesinambungan. Misalnya setiap seminggu sekali . Caranya adalah dengan menciptakan rangkuman (bukan kompendium) dengan memakai istilah-kata sendiri mengenai materi yg telah dipelajari. Lakukan pengulangan misalnya Anda membuat spiral sehingga pengulangan yang Anda lakukan tetap akan menyentuh materi pertama yg Anda pelajari.

4.digest - Telaah

Baca kembali;I hasil rangkuman yang sudah Anda buat, apabila masih ada yang kurang jelas cobalah buat mencari penerangan lebih lanjSKB  dalam asal belajar yang terkait atau diskusikan menggunakan sahabat sejawat, atau tutor/dosen Anda.

5. Expand - Kembangkan

Kembangkan materi yang sudah Anda pelajari dan telah Anda rangkum tadi dengan cara mencoba menerapkan dalam kehidupan Anda sehari-hari. Seandainya Anda seseorang pengajar, cobalah menerapkan materi yg Anda pelajari tersebut  dalam kegiatan pembelajaran di kelas Anda. Catat apa saja kekurangan serta kelebihan dari materi tersebSKB  ketika diterapkan pada lapangan. Buat catatan yg lengkap dan gunakan catatan tersebSKB  buat didiskusikan dengan teman sejawat atau tSKB or/dosen Anda. Selain dengan cara tadi  dapat juga dilakukan menggunakan mencoba membuat soal menurut materi tersebut  yg telah dipelajari dan yang akan Anda jawab sendiri. Apakah Anda sanggup menjawab seluruh soal tadi  menggunakan baik?.


Hal yg perlu diperhatikan pada Evaluasi dan ujian Akhir Pehabtanas.

Secara konseptual penilaian terhadap masyarakat belajar Paket A, B serta C dilaksanakan pada bentuk penilaian proses pembelajaran modul, evaluasi sekelompok modul dan penilaian output belajar tahap akhir akhir (Perhabnatas). 

Secara umum langkah penilaian tersebut di lapangan sudah dilaksanakan, khusus buat Perhabnatas materi pelajaran yg diujikan meliputi PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan matematika buat Paket A serta ke 5 bidang studi tersebut ditambah Bahasa Inggris buat Paket B. Pelaksanaan pengembangan soal serta pemerikasaan hasil ujian tidak dikelola sang perencana serta pelaksana pembelajaran.

Pelaksanaan Perhabnatas masih menghadapi beberapa perkara, antara lain:
  1. terbatasnya jumlah tenaga yg handal yg mampu menangani Perhabnatas;
  2. pendaftaran peserta ujian yang tak jarang terlambat;
  3. pendaftaran peserta tidak sekaligus, akibatnya sering tidak sinkron antara data yg dikirim sang wilayah menggunakan data yg diterima di sentra;
  4. data peserta yang tak jarang berubah-ubah, akibatnya Mengganggu dalam membuat pengumuman kelulusan;
  5. longgarnya pengawasan, akibatnya di beberapa daeah ditemukan adanya kesenjangan pelaksanaan;
  6. terlambatnya pengumuman dampak terlambat pengembalian Lembar Jawaban Kerja (LJK) menurut wilayah ke sentra, yang dapat menyebabkan kurang kepercayaan peserta pada sistem yang dibangun.


Penutup

Demikianlah ulasan sedikit cara belajar sistem tutorial yang baik serta benar versi cara Flexi buat pendidikan Nonformal serta informal. Walaupun masih ada aneka macam kendala, namun acara kejar paket adalah salah satu program yg sangat strategis buat bisa membantu mengatasi aneka macam permasalahan pendidikan sekarang ini. Hingga saat ini program kejar paket A saja masih poly diminati, serta minat masyarakat sangat tinggi buat mengikuti pendidikan kesetaraan paket B dan kejar paket C. Untuk itu program perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan melalui pendidikan nonformal dan informal, khususnya program kejar paket masih perlu diadakan dan perlu ditingkatkan kualitasnya. Akhirnya kami ucapkan Terimakasih. Semoga berguna. Wassalam.


Sumber: dirangkum menurut aneka macam asal!