ARAH DAN DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM K13 PENDIDIKAN KESETARAAN TERBARU 2018

Cara flexi----Sebagaimana kita ketahui bersama, Kurikulum dikembangkan sejalan menggunakan tantangan dan dinamika yang dihadapi oleh rakyat dalam jamannya. Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan ciri serta kesiapan siswa, mengingat  timgngginya keragaman latar belakang keluarga serta warga loka tumbuh kembang siswa. Hal ini sejalan dengan pendekatan pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan bahwa pendidikan kesetaraan diperuntukkan buat mengatasi perkara putus sekolah, atau droup-out, atau dislokasi peserta didik dari sekolah formal karena banyak sekali karena. Selain itu, pendidikan kesetaraan jua diharapkan karena masalah keterbatasan akses, atau ke dakbisaan mencapai asa memasuki sekolah formal, karena keterbatasan loka atau ruang di sekolah formal dalam menampung angkatan peserta didik yang terus bertambah. Lebih menurut itu, pendidikan kesetaraan jua dibutuhkan sebagai penciptaan ruang kreatif, atau arena sosial atau arena publik yang kreatif dan produktif, atau sebagai pendidikan cara lain untuk menumbuhkan kewirausahaan, keterampilan spesifik, kecakapan hayati khusus dalam bidang-bidang tertentu, serta kemampuan memasuki global kerja. Kurikulum pendidikan kesetaraan dikembangkan menggunakan melakukan kontekstualisasi Kurikulum 2013 pendidikan formal melalui konseptualisasi, rincian materi, kejelasan ruang lingkup, deskripsi kata kerja operasional, serta rumusan kalimat. Kontekstualisasi permanen mengacu pada baku komp etensi lulusan misalnya yg terdapat pada pendidikan formal. Kurikulum 2013 memiliki dimensi pengetahuan, melatih keterampilan yang berorientasi pada pemahaman dan pengalaman sosial serta prakk, dan memperkuat komitmen publik siswa melalui proyek-proyek keterlibatan sosial. 

Unit pertama menurut Modul 1 Kontekstualisasi Kurikulum Pendidikan Kesetaraan menargetkan peserta pembinaan mampu: 
  • Memahami strategi pengembangan kurikulum pendidikan kesetaraan dengan memperhatikan target peserta didik serta permasalahannya, program prioritas yg dikembangkan buat mengatasi konflik, serta proses pemberdayaan dalam pendidikan kesetaraan.
  • Membedakan grup generik dan grup spesifik dalam struktur kurikulum kesetaraan. 
  • Memahami prinsip dan taktik kontekstualisasi kurikulum pendidikan kesetaraan gerombolan generik.

DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN KESETARAAN

Mengikuti hasil  data berdasarkan Badan Pusat Sta s k terkait  tingkat pendidikan yang  nir berbanding lurus menggunakan taraf keterserapan ke global kerja, ditunjukkan bahwa dalam tahun 2015 pengangguran lulusan Sekolah Menengah Atas sebanyak 21,88% menempa  posisi ter nggi kedua setelah lulusan SD (24,15%) dari total 17.300.019 penduduk usia 15 tahun atau lebih yg menganggur (Agus Suwignyo pada Kompas, 2018). Lebih lanjut Agus Suwignyo menegaskan kalau banyaknya energi kerja dalam kelompok lulusan Sekolah Dasar dan SLA ini mungkin menjadi faktor mengapa pengangguran ter nggi menurut gerombolan penduduk menggunakan dua kategori pendidikan tadi. Kond isi itu bukan hanya lantaran mutu, tetapi jua karena keterbatasan akses dan keberlanjutan pend idikan yg menjadi penyumbang bagi rendahnya daya saing bangsa. Pertarunga putus sekolah, pengangguran, kemiskinan ini adalah tantangan bagi pendidikan kesetaraan. Keberadaan pendidikan kesetaraan mempunyai dua makna ke daksetaraan, yaitu, pertama ke daksetaraan secara sosial, ekonomi, dan budaya dalam masyarakat, serta kedua, ke daksetaraan pada akses dalam pendidikan. Dengan kondisi seper  ini maka pendidikan kesetaraan didesain menggunakan memperha kan kondisi-kondisi khusus dan varia f menurut siswa, keterkaitan menggunakan vokasi, memberikan legalitas akademis sehingga sanggup mengakses dalam peluang pekerjaan serta peningkatan karir masa depan. Untuk itu, pada bawah ini akan dipaparkan rancangan atau desain kurikulum pendidikan kesetaraan dengan perspek f pad a strategi pemberdayaan serta permanen mengacu dalam pengembangan Kurikulum 2013.

Desain Pengembangan Kurikulum 2013 Memasuki peradaban abad 21, terjadi pergeseran kerangka berpikir pembangunan menurut pembangunan berbasis Sumber Daya Alam (SDA) menuju pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Ini membutuhkan penanganan tersendiri menurut kebijakan dan praktik pendidikan pada Indonesia. Merespon kebutuhan itu, pemerintah sudah menyempurnakan Kurikulum 2006 menjadi Kurikulum 2013 yg secara khusus dimaksudkan buat mempersiapkan generasi baru bangsa supaya memiliki kemampuan menjadi eksklusif orang dewasa serta masyarakat negara yg berpengetahuan, berketerampilan, mempunyai perilaku religius, e ka sosial yg tinggi, serta penuh tanggungjawab terhadap perkembangan diri dan masyarakatnya untuk menopang pembangunan bangsa (Inspirasi Pembelajaran serta Penilaian Mata Pelajaran Sosiologi, 2016). 

Ide kurikulum merupakan komponen kurikulum yang menjawab secara fi losofi s, teori s, prinsip, model buat membuatkan potensi peserta didik menjadi kualitas yg diinginkan. Ide Kurikulum 2013 merujuk dalam fi losofi  Pancasila serta berakar dalam budaya yang majemuk atau bhinneka. Secara teori k serta prinsip belajar, Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis karakter, pengetahuan serta kemampuan kogni f  nggi dan ketrampilan  nggi, berbasis lingkungan budaya-sosial-ekonomi-teknologi, membudayakan masyarakat pada sekitarnya, men gembangkan kemampuan abad ke-21, peserta didik belajar ak f, peserta didik adalah subjek pada bel ajar, serta kebiasan belajar sepanjang hayat (Hamid Hasan, 2018). Selanjutnya Hamid Hasan mengungkapkan bahwa desain Kurikulum 2013 adalah desain kurikulum berbasis kompetensi yg integra f, yaitu semua aktivitas pembelajaran ditujukan buat pengembangan karakter, ilmu, teknologi, seni, serta penggunaan ilmu. Untuk mengintegrasikan pendidikan karakter, disiplin ilmu/teknologi/seni, dan penggunaan ilmu dipakai Kompetensi In  (KI) yaitu kompetensi yang mengikat semua isi atau Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran. KI meliputi empat aspek pen ng, yaitu penumbuhan perilaku religius (KI-1), pengembangan e ka sosial (KI-2), dominasi pengetahuan (KI-3), dan prak k pengetahuan atau keterampilan (KI-4). Melalui keemp at Kompetensi In  tersebut, diharapkan proses pembelajaran sanggup membuatkan kemampuan peserta didik sebagai pewaris dan pengembang budaya bangsa dalam kapasitasnya seb agai orang dewasa atau rakyat negara yg bertanggungjawab terhadap perseteruan sosial serta tantangan yang dihadapi bangsa (Inspirasi Pembelajaran dan Penilaian Mata Pelajaran Sosiologi, 2016). Pelaksanaan Kurikulum 2013 membutuhkan perubahan pola pikir dalam proses pembel ajaran yg menekankan pada pembelajaran ak f buat mencapai penguasaan ilmu penget ahuan (Knowledge/K) yang memadai, dan dijalankan pada prak k pengetahuan buat pengembangan keterampilan (Skill/S) dan menumbuhkan perilaku religius serta e ka sosial yg  nggi (A  tude/A) dalam siswa. Sedangkan hasil menurut proses pembelajaran atau pemanfaatan nan nya akan ditampilkan sang siswa dari a  tude atau sikap (A), serta skill (S) atau keterampilan yg mumpuni, serta penguasaan pengetahuan atau knowledge (K) yang memadai. Gambaran mengenai pembentukan  ga dimensi kompetensi dalam proses pembelajaran serta pemanfaatan hasil belajar adalah sebagai berikut.

Pencapaian kompetensi itu hanya bisa diperoleh jika terdapat koherensi kurikulum. Kurikulum yg baik secara konten jika  dak disertai penger an dan kemampuan bagi aktornya buat menghidupinya pada pengalaman pula  dak akan dapat dijalankan. Konten yang paripurna, keaktoran yang kompeten juga akan mengalami kesulitan apabila  dak ditopang oleh jaminan ins tusional yang selaras dengan jiwa dan kerangka berpikir kurikulum yg dimaksud. Dengan dem ikian, konsistensi serta koherensi dalam kurikulum melipu  beberapa dimensi dasar. Pertama, dimensi material yang melipu  rentang tekstual elemen kurikulum mulai berdasarkan paradigma, konsep dasar kurikulum sampai penjabaran kurikulum itu ke pada mata pelajaran-mata pelajaran. Dim ensi kedua merupakan dimensi keagenan dan dimensi ins tusional pada kurikulum. Dimensi keagenan menyangkut pelaku atau aktor-aktor yang menghidupkan kurikulum itu dalam pengalaman atau prak k, pada hal ini guru atau pendidik serta peserta didik. Dimensi ke ga men yangkut ins tusi yg mendukung supaya kurikulum itu bisa dihidupkan sebagai praktik yakni sekolah atau satuan pendidikan (Robertus Robert, 2015). Hubungan tiga dimensi supaya terjaga konsistensi dan koherensi kurikulum dapat digambarkan menjadi berikut.

Pendidik memiliki peran yang sangat krusial dalam praktik pendidikan lantaran fungsinya pada menghidupi kurikulum. Oleh karenanya, pendidik idealnya bisa membentuk ruang pembelajaran yang kri s, emansipatoris, dan mendorong siswa bergairah pada praktik pengetahuan dengan terlibat pada pemecahan perkara di rakyat. Pendidikan yg humanis akan terselenggara apabila pendidik menjalankan fungsi serta perannya secara optimal sebagai agensi perubahan dalam proses transformasi serta peningkatan kualitas pendidikan.

Kontekstualisasi Kurikulum Pendidikan Kesetaraan Pendidikan kesetaraan diperlukan terutama untuk mengatasi masalah putus sekolah, atau droup-out, atau dislokasi peserta didik menurut sekolah formal lantaran berbagai sebab. Selain itu, pendidikan kesetaraan jua diharapkan karena kasus keterbatasan akses, atau ke dakbisaan mencapai asa memasuki sekolah formal, lantaran keterbatasan tempat atau ruang pada sekolah formal dalam menampung angkatan peserta didik yang terus bertambah. Lebih berdasarkan itu, pendidikan kesetaraan pula dibutuhkan sebagai penciptaan ruang krea f, atau arena sosial atau arena publik yang kreatif dan produktif, atau menjadi pendidikan alternatif buat menumbuhkan kewirausahaan, keterampilan spesifik, kecakapan hayati khusus pada bidang-bidang eksklusif, dan kemampuan memasuki global kerja (Naskah Akademik Pendidikan Kesetaraan, 2015). Selanjutnya menggunakan melihat latar peruntukkan pendidikan kesetaraan buat mengatasi mas alahmasalah yang dihadapi siswa, pada naskah akademik (Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan serta Kesetaraan, 2015) dijelaskan bahwa acara prioritas pendidikan kesetaraan adalah, pertama, adalah program setara yaitu kualitas lulusan setingkat menggunakan pendidikan formal. Dalam hal ini pendidikan formal juga pendidikan non formal atau pendidikan kesetaraan merupakan forum pendidikan yang sama-sama diorientasikan unt uk tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedua, merupakan program spesifik yaitu muatan pemberdayaan dimaksudkan buat memberdayakan atau memampukan peserta didik mengatasi kerentanan-kerentanan sosial-ekonomi dihadapi. Pendidikan merupakan praktek pemb entukan kepribadian yang berdikari, otonom, penuh percaya diri pada ber ndak, serta sekaligus menjadi praktek rekayasa sosial atau pembangunan komunitas. Sedangkan muatan keterampilan dimaksudkan sebagai programprogram spesifik sesuai karakteris k kelompok sas aran yang dihadapi. Muatan keterampilan ini diberikan supaya siswa terutama usia prod uk f memiliki keterampilan atau kecapakan hayati untuk berdikari serta tampil menjadi masyarakat yg ak f dan berkonstribusi bagi masyarakatnya. Pendidikan kesetaraan mempunyai misi spesifik buat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi peserta didik, kualitas lulusan pendidikan kesetaraan haruslah setara dengan pendidikan form  al. Standar kelulusan keduanya perlu ditempatkan dalam  ngkatan yang setara. Penentuan baku kualitas lulusan itu dilakukan menggunakan mengacu dalam pendidikan formal namun perlu dikontekstualisasikan menggunakan perkara, tantangan serta kebutuhan yang dihadapi pendidikan kesetaraan, seper  untuk menaikkan pengetahuan serta keterampilan khusus sesuai potensi sumb erdaya insan, sumberdaya alam, peluang dunia kerja, dan kecakapan hidup buat mengisi ketersediaan ruang publik dampak kemajuan teknologi komunikasi pada abad 21 dengan berb agai krea vitas sosial-ekonomi. Mengingat peluangnya yg begitu terbuka itu, pendidikan kes etaraan disini bisa dimaknai bukan hanya sebagai pendidikan alterna f buat mengatasi mas alah, namun pula bersifat futuris k buat menaikkan kualitas hidup dan mendorong perkembangan kemajuan rakyat (Kontekstualisasi Kurikulum Pendidikan Kesetaraan Paket C Mata Pelajaran Sosiologi, 2017). Program setara menggunakan pendidikan formal pada pendidikan kesetaraan dikembangkan melalu kontekstualisasi kurikulum. Kontektualisasi dilakukan agar gampang dioperasionalisasikan dan diwujudkan pada pada praktik penyelenggaraan pendidikan kesetaraan. Prinsip yg digunak an pada melakukan kontekstualisasi diadaptasi menggunakan kasus, tantangan, kebutuhan serta karakteris k pendidikan kesetaraan, yaitu: (1) memas kan kompetensi dasar pendidikan kes etaraan setara atau equivalen menggunakan kompetensi dasar pendidikan formal; (dua) membuahkan rum usan atau deskripsi kompetensi lebih operasional; dan (tiga) memberikan tekanan spesifik rumusan kompetensi pada aspek pengetahuan, keterampilan dan perilaku agar mampu dicapai sesuai kebutuhan yang diperlukan, sehingga bisa membuahkan pendidikan kesetaraan bisa berperan menjadi pendidikan alternatif untuk memecahkan masalah sekaligus futuris k pada peningkatan kualitas serta pengembangan pendidikan. 


ANALISIS KONTEKS PENDIDIKAN KESETARAAN

Penyelenggaraan pendidikan buat aplikasi kurikulum yang telah disusun harus mencapai  ngat pengaruh fi tas yang  nggi. Ar nya pendidikan tadi menjawab kebutuhan riil menurut peserta didik akan peningkatan aspek pengetahuan keterampilan dan perubahan perilaku yg dikehendaki. Untuk itu pen ng dilakukan pemetaan kondisi awal akan forum penyelenggara, calon peserta didik, sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan kelembagaan di sekitarnya. Analisis sosial adalah langkah yang pen ng buat penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, terutama bila ditujukan untuk siswa yang sudah dewasa, serta diarahkan buat pemberdayaan dan kemandirian. Kondisi peserta didik sangat unik, mereka ditentukan sang hayati, kondisi sosial budaya di lingkungan masyarakatnya dan mengelola sumberdaya alam yang terdapat pada sekitarnya. Analisis kontekstual memberikan arah sinkron kebutuhan serta kekhasan syarat siswa. Tidak mungkin gerombolan siswa dalam kelompok masyarakat pantai mendapatkan fasilitas serta desain layanan pendidikan kesetaraan sebagaimana mereka yang berada di lingkungan pedesaan berbasis pertanian, demikian halnya dengan kondisi pinggiran perkotaan. Pengalaman hidup dan profi l lain peserta didik berbasis gender pula pen ng diperha kan. Perempuan  dak sanggup dipercaya memiliki kebutuhan akan pengetahuan dan keterampilan hidup buat pemberdayaan yg sama menggunakan pria. Peran dan pandangan tradisional lokal yang tumbuh di rakyat pen ng buat diper mbangkan. Analisis konteks sepenuhnya dipengaruhi oleh paradigma pendidikan yg dipakai. 

Dalam konteks pendidikan kesetaraan ini, kerangka berpikir yang digunakan merupakan pemberdayaan guna kemandirian. Perlu diingat bahwa pendidikan pemberdayaan adalah sebuah konsep yg kompleks,  dak sanggup hanya dimaknai sebagai keterampilan bisnis secara ekonomi, tetapi juga sanggup berar  membentuk rekanan sosial agar bisnis produk f ekonomi menjadi berkelanjutan. Serta poly sektor penghidupan warga lainnya. Ada beragam metode dan piran  untuk melakukan analisis konteks terkait Pendidikan kesetaraan. Yang paling sering serta dipercaya rela f gampang dilakukan merupakan analisis SWOT atau Kekepan, menggunakan melihat faktor internal penyelenggara, yakni kekuatan dan kelemahan, dan faktor ekternal, yakni peluang serta ancaman. Dari temuan ke empat faktor analisis tadi, akan sebagai dasar penyusunan prioritas aktivitas sinkron dengan kondisi riil yang dihadapi, menjadi planning aksi pendidikan kesetaraan yg efektif sebagaimana yg dibutuhkan.


Demikian mengenai arah dan desain pengembagan kurikulum K13 Pendidikan Kesetaraan terkini tahun 2018, semoga berguna. Terimakasih.



PUSTAKA ACUAN 


Cendekiawan Berdedikasi. 25 Juni 2015. Kompas, hlm. 33. Direktorat Pendidikan Keaksaraan serta Kesetaraan, Ditjen. Paud serta Dikmas, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. 2015. Naskah Akademik Pendidikan Kesetaraan. Jakarta. Direktorat Pendidikan Keaksaraan serta Kesetaraan, Ditjen. Paud dan Dikmas, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. 2017. Kontekstualisasi Kurikulum 2013 Pendidikan kesetaraan Paket C Mata Pelajaran Sosiologi. Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. 2016. Inspirasi Pembelajaran serta Penilaian Mata Pelajaran Sosiologi. Jakarta. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan. 2016. Naskah Konsep Dasar Peneli an Profi l Lulusan Pendidikan Dasar Terhadap Pembangunan Manusia Dalam Rangka Kebijakan Kurikulum Masa Depan. Jakarta. Robert, Robertus. 2015. Arah Perbaikan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sosiologi. Jakarta. Suwignyo, Agus. 2 Mei 2018. Tantangan Pendidikan Kita. Kompas, hlm. 6. 

MODUL PEMBELAJARAN KURIKULUM K13 PENDIDIKAN KESETARAAN TERBARU 2018

Cara flexi-----Pendidikan kesetaraan mempunyai keliru satu karakteristik, yang yaitu keluwesan  (flexibility) pada pencapaian kompetensi dasar yang ditentukan seperti;  pengelolaan ketika dan tempat belajar, dan pengelolaan kerangka berpikir, pend ekatan, taktik, teknik, serta metode pembelajaran yg diadaptasi dengJadwal
an situasi dan syarat. Teknik deliveri pembelajaran yang diutamakan adalah belajar secara individual dan mandiri, selain melalui tatap muka dan tutorial melalui pendekatan pedagogi maupun andragogi

Modul adalah unit lengkap dan berdiri sendiri menjadi suatu “satuan pekerjaan” (unit of work) menurut suatu materi pembelajaran yg disusun secara sistematis, operasional serta terarah melalui penerapan pembelajaran yg hampir sepenuhnya berdikari,  nir bergantung dalam suatu metode pembelajaran apapun dalam rangka pengembangan sikap, keterampilan serta pengetahuan eksklusif, yang dilengkapi menggunakan panduan penggunaannya. Modul didesain dan disusun buat peserta didik melalui belajar berdikari atau setidaknya melalui bantuan orangtua pada anaknya atau donasi sahabat sejawat. 

Pembelajaran modul mempunyai beberapa keunggulan misalnya  pembelajaran lebih efek  dengan biaya lebih irit tanpa harus melalui tatap muka secara teratur, siswa bisa belajar tanpa harus mengganggu jadwal tugas serta tanggungjawabnya sehari hari, modul dapat dipakai secara individual, gerombolan kecil, maupun grup yg lebih besar . Penyajian materi ini mencakup  konsep modul, prosedur pengembangan modul, strategi pembelajaran modul serta kriteria pada memilih modul buat digunakan pada proses pembelajaran.

Kurikulum pendidikan kesetaraan yang jua diarahkan dalam pengembangan K13 (kurikulum 2013), dilengkapi dengan seperangkat modul beberapa berdasarkan mata pelajaran yg diajarkan secara khusus pada pendidikan kesetaraan paket A, B serta C.


Baca jua : Arah dan Desain Pengembangan kurikulum K13 Pendidikan Kesetaraan Terbaru 2013. di sini !!


Demikian tentang modul pembelajaran kurikulum K3 Pendidikan Kesetaraan modern 2018.



Download Modul Pembelajaran Kurikulum K13 pada sini :

Modul Pembelajaran Paket A

Modul Pembelajaran Paket B

Modul Pembelajaran Paket C




Sumber : Dirangkum berdasarkan Modul Pelatihan PCP Tutor Pendidikan Kesetaraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan serta Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini serta Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan serta Kebudayaan Tahun 2018



MATEMATIKA BANGUN RUANG KUBUS BALOK DLL

KUBUS DAN BALOK DLL

Cara flexi---Para Siswa, rakyat belajar dan peserta didik sekalian, berikut adalah kita akan Belajar Matematika mengenai bangun ruang Kubus, Balok, Prisma, limas, tabung, kerucut serta bola.

A. Tujuan

Setelah menyelidiki aktivitas pembelajaran ini Para Siswa, masyarakat belajar serta peserta didik diharapakan dapat :
1. Menyebutkan bangun dan sisi kubus serta balok
2. Menunjukan rusuk-rusuk yg sejajar dalam kubus dan balok
3. Menggambar kubus dan balok
4. Menunjukan diagonal ruang kubus dan balok
5. Menyatakan pengertian bidang diagonal serta banyaknya.


B. Pokok Materi

1. Bentuk bangun ruang (Kubus, Balok, Prisma, limas, tabung, kerucut dan bola)
2. Pengertian bidang sisi, rusuk dan titik sudut
3. Bangun dari tiap bidang sisi kubus serta balok
4. Rusuk-rusuk yg sejajar pada kubus dan balok
5. Menggambar kubus dan balok
6. Diagonal ruang serta banyaknya
7. Bidang diagonal. 


C. Uraian Materi

1. Bentuk Bangun Ruang

Seperti kita ketahui, dalam kehidupan sehari-hari atau pada lebih kurang tempat tinggal kita sering ditemukan benda-benda yg berbentuk bangun ruang, misalnya yang telihat dalam gambar 1.1 berikut :



Nah nama-nama tiap-tiap benda dalam gambar adalah menjadi berikut :
1. Peti
2. Dadu
3. Piramida
4. Drum
5. Seruling
6. Bola
7. Kelereng
8. Topi caping

Bangun-bangun yang bentuknya teratur, penting daam kehidupan sehari-hari.

Perlu kalan ketahui bahwa dalam matematika, bentuk-bentuk diberi nama spesifik, seperti yang dapat kita lihat pada gambar 1.dua berikut ini:



Gambar 1.2


Latihan 1

Setelah Anda ketahui nama-nama benda dalam gambar 1.1 dan nama spesifik benda dalam Gambar 1.dua, kini salinlah serta lengkapilah daftar berikut:


2. Pengertian Bidang Sisi, Rusuk, serta Titik Sudut.

Pengertian Anda ketahui bahwa setiap bangun ruang dibatasi sang bidang-bidang sisi, atau disebut juga sisi-sisi. Sisi bangun, ruang berupa bidang, bisa berupa bidang datar atau berupa bidang lengkung. Pertemuan dua bidang sisi disebut rusuk.

Rusuk mampu berupa ruas garis lurus atau berupa garis lengkung. Pertemuan 3 bidang sisi diklaim titik sudut. Untuk lebih jelasnya coba kalian perhatikan Gambar 1.3 berikut :

CONTOH JADWAL KEGIATAN PEMBELAJARAN PAKET C DI PKBM

Cara flexi---Dalam pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), menjadi satuan pendidikan, PKBM melaksanakan aktivitas pembelajaran PAUD serta Dikmas, salah satu aktivitas atau acara yg dilakukan merupakan Program Paket C, baik paket C yg setara juga fungsional. Dalam acara paket C perlu adanya jadwal aplikasi pembelajaran yg disusun sinkron standar serta kebutuhan lembaga yang bersangkutan.

Berikut ini merupakan contoh Jadwal Kegiatan Pembelajaran Program Paket C pada PKBM sebagai berikut :


JADWAL KEGIATAN PEMBELAJARAN PAKET C PKBM……..
TAHUN AJARAN 2017/2018


Jadwal Pembelajaran Paket CIPS Semester 1 Tingkat lima, setara Kelas SMA
No.
Waktu
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Minggu V
1
13.00 – 13.30
Pengarahan
Pengarahan
Pengarahan
Pengarahan
Pengarahan
2
13.30 – 14.15
Geografi
Bahasa Indonesia
PKn
Bahasa Inggris
PAI
3
14.15 – 15.00
Geografi
Bahasa Indonesia
PKn
Bahasa Inggris
PAI
4
15.00 – 15.30
Istirahat
Istirahat
Istirahat
Istirahat
Istirahat
5
15.30 – 16.15
Ekonomi
Matematika
Sosiologi
Latihan UN
Seni Budaya
6
16.15 – 17.00
Ekonomi
Matematika
Sosiologi
Latihan UN
Sejarah





Jadwal Pembelajaran Paket CIPS Semester dua Tingkat 6, setara Kelas SMA
No.
Waktu
Minggu I
Minggu II
Minggu III
Minggu IV
Minggu V
1
13.00 – 13.30
Pengarahan
Pengarahan
Pengarahan
Pengarahan
Pengarahan
2
13.30 – 14.15
Geografi
Bahasa Indonesia
PKn
Bahasa Inggris
PAI
3
14.15 – 15.00
Geografi
Bahasa Indonesia
PKn
Bahasa Inggris
PAI
4
15.00 – 15.30
Istirahat
Istirahat
Istirahat
Istirahat
Istirahat
5
15.30 – 16.15
Ekonomi
Matematika
Sejarah
Sosiologi
Seni Budaya
6
16.15 – 17.00
Ekonomi
Matematika
Mulok
Sosiologi
Sejarah





Catatan :
- Hijau Jam pertama
- Merah Jam kedua

Demikian tentang model jadwal aktivitas Pembelajaran Paket C Setara Sekolah Menengah Atas di PKBM, Semoga Bermanfaat. Terimakasih.

MEMAHAMI PENGERTIAN DAN KANDUNGAN SYAIR DALAM LAGULAGU DAERAH NUSANTARA

Cara flexi---Para murid serta masyarakat belajar sekalian, pembahasan materi kesenian kali ini merupakan tentan syair dalam komposisi lagu wilayah, apa sich syair itu? Secara generik pengertian syair merupakan Kata "syair" asal berdasarkan bahasa Arab syu’ur yg berarti "perasaan". Kata syu’ur berkembang menjadi kata syi’ru yg berarti "puisi" dalam pengertian generik. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum. Akan namun, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan serta modifikasi sehingga syair pada desain sesuai dengan keadaan serta situasi yang terjadi. (Sumber: Wikipedia.co.id)

Karena itu syair merupakan simbol bahasa yang dipakai oleh komponis dalam mengekspresikan perasaan buat mempermudah pendengar pada mencerna karya musiknya. Lagu daerah umumnya memakai bahasa wilayah tersebut dalam menuturkan isi lagunya. Dalam syair terkadang komponis mengadakan perulangan. Pengulangan melodi atau syair adalah keliru satu cara buat memberi penekanan dalam emosi lagu tadi. 


Dalam perkembangannya di Asia Tenggara, syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga sebagai spesial Melayu, nir lagi mengacu dalam tradisi sastra syair di negeri Arab. Penyair yg berperan akbar dalam menciptakan syair spesial Melayu merupakan Hamzah Fansuri menggunakan karyanya, diantaranya: Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir. Syair merupakan simbol bahasa yg digunakan komponis dalam mengekspresikan perasaan buat mempermudah pendengar dalam mencerna karya musiknya. Lagu wilayah umumnya memakai bahasa daerah tadi pada mengisahkan budaya setempat, rapikan cara kehidupan sehati-hari, serta istiadat adat. Ini sebagai ciri dari lagu-lagu daerah.

Dalam syair terkadang komponis mengadakan iterasi. Pengulangan melodi atau syair merupakan perwujudan dalam perasaan seseorang seniman, penegasan atas rasa bahagia atau murung yang mendalam. Pengulangan ini adalah kegairahan yang tidak bisa digambarkannya secara konkret.

Coba simak syair lagu Butet dari daerah Tapanuli ini. Apa yang bisa kalian nikmati menurut syair lagu tersebut?

Butet pada pengungsian do amang mu ale butet
Da margurilla da mardarurat ale butet
Da margurilla da mardarurat ale butet 
I doge, doge, doge, (i) doge (i), doge, doge
I doge, doge, doge, (i) doge (i), doge, doge

Persamaan suara yang terdapat dalam syair lagu pada atas bukanlah bersifat kebetulan, melainkan memang diusahakan sahih-benar buat memperoleh keindahan serta daya yg kuat guna menyebabkan pemahaman (daya evokasi).

1. Sajak Syair

Dalam susunan vertikal dalam akhir baris/frase musk, syair lagu dalam musik daerah dapat diragamkan menjadi berikut :

a.  Bersajak sama (aaaa, bbbb)
Syair lagu Gunung Salahutu dari Maluku

Kota Ambon mak negeri tanah Maluku               (a)
Di pinggir bahari tempat beta bersatu                   (a)  
Dilihat dari jauh Gunung Salahutu                    (a)
Beta jangan lupa beta dahulu pada situ                           (a)

Bulan jelas benderang di pinggirnya pantai    (b)
Bunyi gitar bunyi tifa ramai-ramai                      (b)
Kota Ambon menggunakan teluk yg latif permai   (b)
Apa tempo beta lihat Oselae                              (b)

b.  Bersajak selang (abab)
Syair lagu Lenggang Kangkung dari Jakarta

Lenggang, lenggang kangkung                        (a)
Kangkung di kebon k'lapa                                (b)
Nasib benar-benar beruntung                                (a)
Punya kekasih suka tertawa                            (b)

Lenggang, lenggang kangkung                       (a)
Kangkung dari semarang                                (c) 
Nasib nir beruntung                                     (a)
Punya kekasih direbut orang                           (c)                    

c.  Lagu bersajak peluk (abba)
Baik kedua syair lagu Tari Bali berdasarkan Bali

Sorak sorai tari dendang jaji                     (a)
Mengapa aku nir turut jua                   (b)
Pohon burung sungai ikut serta               (b)
Riang menyanyi tari menari                     (a)

d.  Lagu bersajak pasang (aabbcc)
Syair lagu Tanduk Majeng dari Madura

Ngapote ka'wa lajere eta ngale                     (a)
Reng majeng tan tona la pade mole             (a)
Mong tengguh deri ombek pajelena              (b)
Maseh banyak o angguh 'leh olenha             (b)
Duh mon ajeling odikna o reng majengan     (c)
A bental ombek sapok angen salanjengan    (c)

e.  Lagu bersajak patah (abcb, aaba)
Syair lagu Es Lilin dari Jawa Barat

Es lilin mah Euceu kalapa belia               (a)
Dibantun man euceu ka Majalaya             (a)
Hapunteun man euceu abdi hapunteun    (b)
Bilih aya kalepatan                                    (a)

Bait kedua syair lagu Kok Takan dari Sumatera Barat 

Jiko takana adiak nan di kampung           (a)
Taragak nak pergi apolah dayo             (a)
Jiko takana untuang di badan                  (b)
Jatuahlah balinang si aia mato                (a)


2. Bentuk Syair

a. Syair terikat
Bentuk syair ini terikat menggunakan panduan penulisan syair komposisi klasik. Dibeberapa wilayah syair lagu tersebut berbentuk pantun. Pantun adalah kesenian orisinil Indonesia. Sistem syair terikat sejenis pantun ini terdapat dibeberapa tempat di Indonesia. Walaupun dengan bahasa dan nama yg tidak sama. Orang Aceh dan Ambon menyebutnya dengan istilah Panton, pada daerah Batak Toba disebut umpama, pada Mandailing diklaim ende-ende, pada Bengkulu rejong, pada Jawa parikan serta lagu ludrug, dan di pasundan sesindiran, sesuwalan, dan lagu doger.

Contoh pantun:
Kalau terdapat sumur di ladang ------------ Sampiran
Boleh kita menumpang mandi--------- Sampiran
Kalua terdapat umurku panjang ------------ Isi/maksud
Boleh kita berjumpa lagi --------------- Isi/maksud

Bagi orang melayu atau bangsa Indonesia pada umumnya pantun dipakai buat mencurahkan isi hati baik itu cinta kasih, suka sedih, kerinduan, kekecewaan, dan sebagainya. Sehingga, pantun itu bersifat liris (ekspresi emosi serta puitis). Pantun tidak hanya bercerita mengenai cinta, tetapi pula bersangkut paut menggunakan aneka tentang kehidupan yg lain. Isi pantun mengandung segala macam perasaan rakyat, sehingga layak bila pantun dikatakan sebagai syair masyarakat. Di bawah ini adalah model lagu bersyair pantun.

Pada musik daerah Jawa dan Sunda, syair lagu yang digubah terikat menggunakan panduan bentuk-bentuk pupuh (tembang). Pedoman tadi mengatur hal-hal yg sebagai ciri-karakteristik lagu, seperti;

- banyaknya baris dalam satu bait (padalisan, pengajar gatra)
- banyaknya suku kata pada setiap baris/frase (guru wilangan)
- suara vokal dalam setiap suku kata akhir pada satu baris (pengajar lagu), 
- tabiat tertentu menurut lagu tersebut

Mari kita cermati syair lagu dalam tembang Sunda Asmarandana dibawah ini nanti. Tembang ini yang terdiri dari atas 2 bait syair. Syair bait pertama merupakan sampiran, bait ke 2 merupakan isi tembang. Bandingkan  pola sajak suku istilah dalam urutan baris yg sama di bait pertama dan bait kedua. Kamu akan melihat hubungannya.

Ciri-ciri tembang Asmaradana di antaranya merupakan:
- satu bait terdiri atas tujuh baris,
- guru wilangan serta guru lagunya adalah 8i, 8a, 8e, 8a, 8a, 8u, dan 8a (satu baris ada 8 suku kata dengan vokal terakhir i, a, e, atau u), 
- memiliki watak lagu: cinta, suasana penuh asmara.  

ASMARANDANA

Pamuragan jatipiring               8-i
terusan desa Pagundam         8-a
laju ka kuningan bae               8-e
Cisantana Panulisan               8-a
Cihideung jeung Wanayasa    8-a
aya haur pinggir sumur           8-u
kubang tengah pasawahan     8-a


b. Syair bebas
Syair bebas merupakan syair yg nir mempunyai pedoman dalam penyusunannya. Syair ini beranjak bagaikan air mengalir. Syair lagu wilayah dalam umumnya merupakan syair bebas. Komponis menciptakan lagu tanpa panduan bentuk yg mengikat. Tetapi demikian, syair serta melodi yg diciptakan permanen mempunyai bentuk tententu yang menjadi ciri khas daerah tadi. Sebagai contoh, simaklah lagu Pancang Kelong menurut Melayu Riyau ini.

Syair bebas dapat sepenuhnya menggunakan bahasa dialek atau dicampur menggunakan bahasa nondialek. Pencampuran ini sanggup jadi karena harapan komponis buat memperbaiki bentuk dan membuat ekuilibrium kesatuan dari pola-pola yang sdua terdapat menggunakan pola-polanya sendiri. Kamu bisa melihat contohntya pada lagu Panghegar dari Sunda.

Pancang Kelong -Melayu Riau

Tambak ikan tambaklah nasib Di bahari pancanglah kelong
Badai gelombang nan menyibak resam hidup
Anak nelayan pancanglah kelong

Tenanglah kau ombak redalah kau badai
Telahpun bermusim
Kita bersahabat
Tenanglah kau ombak redalah kau badai
Telahpun bermusim
Kita bersahabat

Perhatikan syair tembang Penghegar (Sunda) ini dia :

Dari mana ya tuan datannya lintah
Dari sawah turun kekali
Dari mana ya tuan datangnya cinta
Dari mata turun ke hati

Ular naga yo mas is the hrutthe slang
Putih putih yo mas bunga melati
Men uhen si yo mas mijn hartche pelang
Perhit detnit perhit dat nit si jantung hati

Kamana mah mgaitkeun kincir
Kakeler katojo bulan
Kamana mah dunungan ngjaitkeun pikir
Moal paler da ku sabulan.

Pemakaian syair dalam tembang di atas, mempunyai latar belakang sejarah rakyat sunda. Saat tembang ini dibuat nenek moyang dan bangsa Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Saat itu kita tengah ganecar-gencarnya mengadakan gerakan kesadaran kebangsaan. Salah satu alatnya adalah pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Karenanya, dalam tembang ini terdapat syair berbahasa Indonesia. Lalu, dalam masa penyebaran serta awal pengembangan tembang Sunda, para artis ingim memperkenalkannya kepada rakyat luas. Salah satu caranya dengan menggunakan beberapa bahasa lain. Diharapkan dengan campuran bahasa, tembang Sunda bisa menarik simpati siapa saja yang mendengarkannya tanpa membedakan berasal suku serta bangsa.

Demikianlah mengenai pengertian serta kandungan syair pada lagu-lagu daerah nusantara, semoga bermanfaat. Terimakasih


Refensi:
//id.wikipedia.org/wiki/Syair
//daemoo.blogspot.com/2012/01/pengertian-lirik-lagu.html
www.gurupendidikan.co.id/8-pengertian-lirik-lagu-berdasarkan-para-ahli-lengkap/
Beni Sukarsa dkk. 1987. Pelajaran Seni Musik untuk SMTP. Jakarta: PT Gramedia.
Rangkuti, R.E. 1981. Kumpulan Lagu-lagu Daerah. Jakarta: Titik Terang.
Sumiarto, Anto. 2000. Tembang Sunda Cianjuran: Pencipta serta Kaidah Estetika. Jakarta.

INILAH 6 KOMPONEN LITERASI TERKAIT PENDIDIKAN KEAKSARAAN PNF

Kini literasi nir hanya sekedar membaca dan menulis. Konsep literasi berkembang nir hanya terkait baca-tulis-hitung namun meliputi aneka macam aspek pada menghadapi kehidupan abad 21. Begitu jua gerakan keaksaraan dari tahun ke tahun berkembang dari pemberantasan buta huruf, budaya baca, hingga literasi digital.


Tema Hari Aksara Internasional tahun ini (2017) yg diusung oleh UNESCO adalah ”Literacy in a Digital World”. Kemendikbud lalu menerjemahkan tema tersebut, yakni Membangun Budaya Literasi pada Era Digital, menggunakan tujuan melihat jenis keterampilan keaksaraan yang diperlukan orang buat menavigasi rakyat yg dimediasi secara digital, dan mengeksplorasi kebijakan keaksaraan yang efektif. Secara lengkap tema Hari Aksara Internasional yang diperingati di Kuningan, 8 September 2017 merupakan “Membangun budaya literasi di era digital, Literasi digital menciptakan karakter bangsa serta Literasi digital membangun peradaban bangsa”.

Literasi digital merupakan salah satu menurut enam komponen literasi. Ini enam komponen literasi sebagaimana dikutip dari “Panduan Penyelenggaraan Program Kampung Literasi” (Kemendikbud, 2017).
  1. Literasi Baca Tulis
Baca tulis merupakan dasar dari setiap aktivitas literasi. Literasi baca tulis adalah kemampuan buat memahami, memakai serta merefleksikan tulisan pada mencapai suatu tujuan, berbagi pengetahuan serta potensi buat dapat berpartisipasi pada masyarakat
Kegiatan-aktivitas yg bisa dikembangkan dalam literasi baca-tulis, diantaranya:

a. Membaca dan Bercerita
  • Kegiatan membaca mampu menjadi aktivitas yang menyenangkan jika dilakukan menggunakan bentuk yg majemuk. Variasi kegiatan dalam membaca dan bercerita, diantaranya:
  • Membaca senyap, membaca kitab tanpa mengeluarkan suara. Kegiatan ini sanggup dilakukan oleh setiap orang.
  • Membaca nyaring (read a loud), membacakan kitab menggunakan bersuara serta didengarkan oleh peserta lainnya.
  • Membaca dan bercerita, tahu bahan bacaan kemudian membicarakan kembali isi buku.
b. Kelompok Baca Berkala

Kelompok baca bersiklus adalah aktivitas buat sama-sama membahas sebuah kitab atau berita eksklusif. Kegiatan ini buat meningkatkan kemampuan rakyat pada membaca yg lebih komprehensif, menaikkan kemampuan buat menganalisa dan mengkritisi secara utuh info-info tertentu yg sedang berkembang di warga .

c. Penulisan Sejarah Kampung dan Potensi/Kearifan Lokal

Penulisan sejarah kampung atau potensi dan kearifan lokal sebuah kampung adalah upaya kita beserta buat mempublikasikan dan melestarikan nilai-nilai serta sejarah kampung supaya permanen hayati pada masyarakat. Publikasi serta penulisan mampu dilakukan pada berbagai media, cetak maupun elektronika.
  1. Literasi Berhitung
Literasi berhitung merupakan kemampuan buat merumuskan, menerapkan serta menafsirkan matematika pada berbagai konteks, mencakup penalaran matematis dan menggunakan konsep matematika, prosedur, informasi dan indera-indera buat mendeskripsikan, menjelaskan dan memprediksi fenomena. Dalam konteks pada masyarakat, literasi berhitung bertujuan buat mempertinggi kemampuan pada tahu kiprah dan kegunaan berhitung pada aspek kehidupan sehari-hari. Ragam kegiatan yg dapat dikembangkan diantaranya, bermain dengan menggunakan hitung-hitungan serta nomor .
  1. Literasi Sains
Literasi sains merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan sains pada mengidentifikasi dan memperoleh pengetahuan baru, menggambarkan fenomena ilmiah serta menarik konklusi berdasarkan liputan. Kegiatan-kegiatan yg bisa dikembangkan pada literasi sains, diantaranya mengenal alam lebih kurang dan lingkungan, mengenal fenomena alam, belajar bersama dengan alat peraga sains, sosialisasi hayati sehat, dll.
  1. Literasi Teknologi Informasi serta Komunikasi
Literasi teknologi fakta serta komunikasi adalah keterampilan berpikir kritis serta kreatif terhadap warta serta komunikasi menjadi masyarakat dunia menggunakan bertanggung jawab serta beretika dalam memakai perangkat teknologi fakta dan komunikasi (www.edu. Gov.mb.ca/). Tujuannya merupakan mengedukasi masyarakat pada memanfaatkan teknologi dan komunikasi secara bijak serta kreatif. Kegiatan-aktivitas yg bisa dikembangkan, diantaranya:
  • Mengenal serta belajar menggunakan perangkat personal komputer ;
  • Belajar menggunakan media sosial menjadi sarana publikasi aktivitas dan hal-hal yang kreatif;
  • Pelatihan jurnalistik;
  • Memanfaatkan teknologi buat wirausaha.

  1. Literasi Keuangan
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan merupakan rangkaian proses atau aktivitas buat mempertinggi pengetahuan, keyakinan serta keterampilan konsumen serta warga luas sebagai akibatnya mereka mampu mengelola keuangan menggunakan baik. Tujuan literasi keuangan adalah mengedukasi rakyat terkait menggunakan pengetahuan mengelola, manajemen keuangan dan investasi. Bentuk aktivitas yg bisa dikembangkan merupakan mengenal jasa keuangan dan investasi, membentuk koperasi bersama, mengenal transaksi keuangan elektro, serta lain-lain.
  1. Literasi Budaya serta Kewarganegaraan
Literasi kebudayaan adalah pengetahuan tentang sejarah, kontribusi dan perspektif berdasarkan grup budaya yg tidak sama. Literasi kewarganegaraan merupakan pemahaman tentang bentuk serta fungsi pemerintahan, kewarganegaraan serta partisipasi sosial dan politik individu. Sasaran berdasarkan literasi budaya dan kewarganegaraan merupakan mengedukasi rakyat terkait sejarah dan perspektif budaya serta kewarganegaraan. Bentuk kegiatan yg bisa dikembangkan, diantaranya:
  • Rembuk Budaya Lokal
Urun rembuk bersama komponen rakyat buat menghidupkan tradisi lokal yang dulu pernah ada di rakyat untuk dikenalkan balik kepada generasi penerus.
  • Gelar Budaya
Kegiatan pagelaran budaya yang menampilkan pulang kekayaan tradisi/budaya lokal yg melibatkan semua komponen masyarakat. Di beberapa daerah, gelar budaya bahkan dikembangkan menjadi potensi wisata.

  • Pengetahuan dasar terkait kepemimpinan serta kebangsaan.

Sumber//fauziep.com

LAGU INDONESIA RAYA STANZA 1 2 3 LENGKAP DENGAN PENJELASANNYA

Cara flexi----Lagu Indonesia Raya secara Utuh terdiri atas tiga (tiga) Bait atau tiga  (3) stanza. Karena kita terbiasa menyanyikan lagu kebangsaaan Indonesia Raya hanya 1 stanza, kemungkinan diantara kita banyak yg lupa atau tidak memahami stanza ke dua serta stanza ke 3 dari lagu Indonesia Raya. Selama ini, lagu 'Indonesia Raya' yg dinyanyikan hanya satu stanza atau bagian pertama. Kini, anak sekolah jua wajib diajarkan serta menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. 

Terkait lagu kebangsaan ini, Pemeritah dalam hal ini Kemetrian Pendidikan serta Kebudayaan (Kemendikbud) sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) mengenai lagu 'Indonesia Raya' tiga stanza. Lagu tersebut harus dinyanyikan saat upacara pada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Sekedar menyebarkan pengetahuan, ini dia ulasan lagu Indonesia Raya pada 3 (tiga) stanza lagu kebangsaan Indonesia Raya sesuai PP Nomor 44 Tahun 1958 tentang tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Lagu kebangsaan 'Indonesia Raya' telah tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1958. Aturan ini diterbitkan dalam masa pemerintahan Presiden Sukarno pada 26 Juni 1958. Berikut ini penerangan serta lirik lagu Indonesia Raya tiga stanza berdasarkan PP Nomor 44/1958:

Kemendikbud berharap nasionalisme siswa mampu tumbuh dengan lagu 'Indonesia Raya' tiga stanza. "Semoga bibit-bibit nasionalisme akan muncul dari tiga stanza yang akan kita ajarkan pada murid kita," celoteh Muhadjir.

Sebelumnya kita kupas lagi sejarah, menggunakan melihat Bagaimana sich lagu Indonesia raya itu tercipta, menggunakan melihat naskah lagu aslinya. Seperti kita ketahui lagu Indonesia raya diciptakan oleh Wage Rudolph Supratman. Lagu karya Wage Rudolf Supratman ini memang terdiri dari tiga stanza. Lagu yg biasa dinyanyikan selama ini hanya bagian pembuka lagu. Kenapa 3 stanza? Lantaran itu keutuhan 'Indonesia Raya'. Lantaran yang biasa dinyanyikan itu bagian awal. Itu pendahuluan. Intinya pada bagian tengah serta penutup pada akhir,  Berikut Naskah Asli Lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolph Supratman, yg jua terdiri berdasarkan tiga (tiga) Stanza / bait tahun 1928.





Bait / Stanza I

Indonesia, tanah airkoe,

Tanah toempah darahkoe,
Disanalah akoe berdiri,
Mendjaga Pandoe Iboekoe.

Indonesia kebangsaankoe,
Kebangsaan tanah airkoe,
Marilah kita berseroe:
“Indonesia Bersatoe”.

Hidoeplah tanahkoe,
Hidoeplah neg’rikoe,
Bangsakoe, djiwakoe, semoea,
Bangoenlah rajatnja,
Bangoenlah badannja,
Oentoek Indonesia Raja.



Bait / Stanza II

Indonesia, tanah jang moelia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah akoe hidoep,
Oentoek s’lama -lamanja.

Indonesia, tanah poesaka,
Poesaka kita semoea,
Marilah kita mendoa:
“Indonesia Bahagia”.

Soeboerlah tanahnja,
Soeboerlah djiwanja,
Bangsanja, rajatnja, semoeanja,
Sedarlah hatinja,
Sedarlah boedinja,
Oentoek Indonesia Raja.



Bait / Stanza III

Indonesia, tanah jang soetji,
Bagi kita disini,
Disanalah kita berdiri,
Mendjaga Iboe sedjati.

Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang terkoetjintai,
Marilah kita berdjandji:
“Indonesia Bersatoe”

S’lamatlah rajatnja,
S’lamatlah poet’ranja,
Poelaoenja, laoetnja, semoea,
Madjoelah neg’rinja,
Madjoelah Pandoenja,
Oentoek Indonesia Raja.


Refrain buat tiap bait ;

Indones’, Indones’,
Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg’rikoe jang koetjinta.
Indones’, Indones’,
Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja.


Berikut ini makna yang terkandung didalam tiga (tiga) Stanza lirik asli lagu Indonesia Raya yg Admin kutip dari :
//kebudayaan.kemdikbud.go.id/me...donesia-raya/.


Stanza 1 (pertama) ;
Lagu Kebangsaaan Indonesia Raya menggaris bawahi istilah “Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu”. Dalam kalimat ini terdapat makna penyemangat dan seruan bagi Indonesia yg waktu itu belum merdeka. Selain itu, pada stanza pertama juga terdapat kata “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya” yang sebelumnya “Bangunlah Badannya, Bangunlah Jiwanya”. Kedua frasa ini diubah posisinya atas perintah dari Ir Soekarno yang berpendapat, “Tak akan bangun raga seseorang jika jiwanya tidak terlebih dahulu bangun. Hanya seorang budak yang badannya bangkit namun jiwanya nir.”


Berlanjut ke stanza ke-dua (ke 2) ;
Lagu Kebangsaaan Indonesia Raya, dimana frasa yang ditekankan merupakan “Marilah Kita Mendoa, Indonesia Bahagia.” Makna yang mendalam terkandung di pada lirik di atas, dimana bermakna landasan spiritual dengan selalu mendoakan Indonesia yang senang . Maka lanjutan lirik berikutnya merupakan “Sadarlah Budinya, Sadarlah Hatinya” yg bermakna warga Indonesia yang senantiasa memiliki budi dan hati yg baik.


Dalam stanza 3 (3) ;
Lagu Kebangsaaan Indonesia Raya, terdapat sumpah serta amanat agraria yg diselipkan pada pada lirik Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Sumpah setia terucap dalam lirik “Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi.” Sedangkan amanat agrarian terdapat dalam lirik yang berbunyi “Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya.” Makna agraria yg dimaksud pada lirik ini tidak terbatas menggunakan tanahnya, tetapi seluruh yg terkandung pada Indonesia, mencakup tanah, bahari, sampai luar angkasanya. Untuk menekankan makna agrarian tersebut, maka waktu satu tahun umur Indonesia, pemerintah ketika itu telah melakukan Revolusi Agraria.


Berikut lagu Indonesia Raya W.R Supratman Stanza 1, 2, tiga yang dapat dinyanyikan disekolah-sekolah dan diberbagai kesempatan acara-program resmi pemerintah dan partikelir.;





Referensi :

www.kemdikbud.go.id/main/blog/
//kebudayaan.kemdikbud.go.id/me...donesia-raya/
//news.dtk.com/

SEJARAH SINGKAT ILMU BIOGEOGRAFI DALAM BIOLOGI

Cara flexi----Para anak didik serta Warga belajar sekalian, pembahasan kali ini mengenai kelanjutan menurut pembahasan kita dalam postingan terdahulu mengenal pengertian dan apa itu Biogeografi?, kali ini yang kita ulas merupakan tentang sejarah serta awal pertamakalinya dikemukakannya tentang biogeografi tersebut, sebagai berikut :

Biogeografi sudah dikenal dalam Awal abad 19 (1800-an)

Alexander Von Humbolt yaitu menilik bagaimana peranan iklim pada sebaran vegetasi, sehingga ia mengganggap iklim sebagai kiprah utama dalam sebaran vegetasi.

Adolphe Brungniart. Ia dikenal sebagai Bapak Paleobotany, Adolphe mengganggap iklim menjadi pertimbangan , beliau menginterpretasi fosil.

Justus Liebieg, dia merupakan ekolog yg terkenal menggunakan Hukum Minimum Liebieg.

Alfred Russel Wallace ialah Orang yg pertama kali mengemukakan bahwa adanya interaksi antara makhluk hidup dengan wilayah atau wilayah eksklusif di permukaan bumi . Pada tahun 1800-an Alfred Russel Wallace menerbitkan buku yang mengungkapkan tentang adanya pola penyebaran makhluk hayati pada bumi.

Alfred Russel Wallace membagi membagi bumi menjadi 6 wilayah biogeografi lantaran pada masing-masing daerah mempunyai flora serta juga fauna yang spesial serta unik. Setiap wilayah geografis itu tersebut memiliki rintangan berupa syarat alam yg tidak sinkron sebagai output menurut penyatuan ataupun pemisahan benua dalam masa silam. Akibat dari adanya rintangan tersebut, makhluk hayati terhalang akan dan juga tidak dapat melakukan penyebaran ke wilayah di seberangnya.

Alfred Russel Wallace dari tahun 1858 sudah menyadari bahwa perubahan-perubahan geologi yg terjadi pada wilayah Indonesia dalam bagian tengah ini dan jua implikasinya kepada penyebaran hewan.

Alfred Russel Wallace , Ilmu Biogeografi lahir pada Indonesia, Pada waktu waktu dia menulis sebaris kalimat padaHenry Bates, “I believe the western part to be a separaed portion of continental Asia, the eastern the fragmentay prolongation of a former Pacific continent.” (Alfred Russel Wallace, 1858).

Tahun 1910, 3 tahun sebelum Wallace mati, didalam bukunya “The World of Life” (Chapman and Hall, London), Alfred Russel Wallace menggeser garisnya pada  sektor Sulawesi yang lebih ke timur lagi sebab pada Sulawesi Barat masih terdapat cukup lebih banyak didominasi ditemukan hewan-fauna Asia.

Dari penelitian-penelitian yg selanjutnya yg dilakukan sang pakar-ahli fauna serta jua tumbuhan ditemukan bahwa Garis Wallace ini nir pernah tegas, Namun bisa bergeser-geser ke timur maupubn barat di Sulawesi;

namun yang kentara meyakinkan bahwa Sulawesi artinya wilayah pertemuan sekaligus perbatasan dalam zone-zone biogeografi.

Demikian tentang sejarah singkat mengenai sejarah Biogeografi, semoga bermanfaat. Terimakasih.