TRIK MATEMATIKA AJAIB UNTUK MEMPERCEPAT PERHITUNGAN DI SEKOLAH

Sebagian orang menduga Matematika menjadi mata pelajaran tersulit yang pernah mereka hadapi di sekolah. Bahkan tidak sedikit matematika dipercaya pula menjadi momok angker dibanding beberapa mata pelajaran lainnya.
Meskipun sudah terdapat penemuan yg dibuat untuk memudahkan perhitungan misalnya kalkulator, Matematika masih permanen menjadi subjek yang sulit dari dulu serta bahkan sampai sekarang.
Nah, bagi para anak didik yg sering bergumul menggunakan kelas Matematikanya, inilah beberapa trik ajaib yang bisa kalian gunakan buat menuntaskan perkara Matematika semudah menghitung 1-2-3.
1. Perkalian dengan 11
Ketika nomor digit ganda dikalikan dengan 11, digit pertama dan terakhir menurut jawabannya masih sama menggunakan yg diberikan. Sedangkan buat digit tengah, yang harus kalian lakukan adalah menambahkan digit angka yang diberikan bersama-sama. Dah, itu saja.
2. Metode “Kupu-kupu”

Saat mengurangkan pecahan, cara termudah buat menemukan jawabannya merupakan menggunakan menggambar kupu-kupu di antara soal yang diberikan. Kemudian, kalikan kalikan secara menyilang pada sapta pecahan dan taruh jawabannya di antena (sungut) kupu-kupu. Dengan mengalikan penyebut satu sama lain, sekarang kita mendapatkan penyebut buat jawaban akhir. Untuk pembilang, kurangi saja jawaban yg kalian tulis sebelumnya di antena kupu-kupu. Lihat saja pada gambar supaya tifak gundah...
3. Perkalian dengan 12
Dalam gambar tabel kelipatan 12 pada atas, kalian dapat menggunakan mudah menghitungnya dengan mengalikan 1 pada nomor selain 12 dan menyimpan hasilnya menjadi jawaban digit pertama nantinya. Kemudian, digit kedua serta digit berikutnya untuk melengkapi jawabannya merupakan tambahan berdasarkan kelipatan dua. Contoh, 12 x 15 = (15 x dua serta 15 x 1) => 15 + 3(0) = 180. Pelan-pelan, pahami dan biasakan...
Lihat video selengkapnya di bawah ini buat menyelidiki lebih lanjut:

SEJARAH AWAL MULA TERCIPTANYA PENDIDIKAN DI SEKOLAH

Sekolah merupakan loka dimana beberapa orang, umumnya anak-anak, berkumpul buat menimba ilmu dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan tertentu. Di dalam sekolah itu sendiri, satu materi pelajaran tertentu diajarkan pada sejumlah orang sekaligus atau belajar beserta.
Sekolah Yunani dan Romawi sebagai prekursor atau pendahulu dari semua sistem sekolah dan perguruan tinggi terkini. Bahkan, pada Yunani berabad-abad yg kemudian terdapat kalanya satu murid dibawa ke satu guru profesional, tidak terdapat sekolah serta tidak ada kelas.
Kemudian para penutur serta filsuf Yunani, mulai membentuk beberapa sistem pendidikan yg mirip dengan sekolah. Filsuf Yunani kesohor Plato adalah pengajar pertama yang menyelenggarakan training pada loka yg dia sebut "akademi". Masa belajar adalah 3-4 tahun di sana.
Sekolah-sekolah kuno umumnya terletak di lokasi pada mana para militer dilatih atau di dekat loka parade, situs ini dianggap sebagai gimnasium. Kemudian, Aristoteles menciptakan sekolahnya sendiri serta menamainya lyceum. Fakta menariknya merupakan: pada Jerman, sekolah dianggap gimnasium, di Prancis - lyceums, dan nama sekolah Skotlandia merupakan akademi. Ketiga nama tersebut adalah warisan semenjak zaman Plato serta Aristoteles.
Tak satu pun berdasarkan kedua sekolah ini misalnya sekolah modern. Sebaliknya, disana merupakan tempat buat diskusi, dan hanya kadang-kadang saja murid diberi kuliah atau kelas.
Sekira dalam tahun 250 SM, orang-orang Yunani kuno menyadari bahwa anak didik harus diajari tata bahasa, maka secara bertahap terdapat sekolah rapikan bahasa spesifik.
Bahkan lalu, orang Romawi mengadopsi sistem pembinaan orang Yunani. Sekolah-sekolah Romawi lebih seperti yg terkini. Bahkan para anak didik ketika itu jua sudah mempunyai norma para anak didik terbaru misalnya sekarang, seperti para anak didik wajib bangun pagi, belajar anggaran-anggaran rumit, belajar bahasa asing serta, selain itu, jua harus berperilaku baik. Tidak taat serta malas, hukumannya adalah menyapu kelas.

SIAPA SEBENARNYA YANG PANTAS DISEBUT SEBAGAI JENIUS

Dari waktu ke waktu kita biasa mendengar tentang beberapa anak pada sekolah yg dianggap menjadi jenius. Atau mungkin pada surat kabar, kita bisa membaca artikel atau fakta tentang bagaimana seseorang melakukan sesuatu yang luar biasa sebagai akibatnya rakyat menyebutnya menjadi orang yg jenius. Dalam bahan ajar sejarah, kita jua mampu menemukan kisah hayati banyak orang terkenal, yang kita kenal menjadi orang Jenius. Apa sih makna sebenarnya berdasarkan kata "jenius" dan apa yg harus dilakukan buat mewujudkan hal itu?.
Kata jenius dipakai buat merujuk pada mereka yg mempunyai kecerdasan tertinggi atau di atas rata-rata orang. Satu-satunya cara untuk mengenali seorang jenius merupakan mencari memahami tentang apa yang dia lakukan pada kehidupannya sehari-hari. Bisa jadi ada jenius yang belum pernah melakukan sesuatu yang luar biasa dan tidak sempat menjadi terkenal, meski IQ mereka mungkin sama dengan para genius yg sudah usang dikenal secara umum.
Sejarah menjelaskan terdapat beberapa orang genius yg tidak begitu dikenal mati dalam syarat kemiskinan yang memprihatinkan, model misalnya James Sidis si genius matematika asal Amerika. Genius tidaklah sama menggunakan berbakat (bakat). Agar sanggup dipercaya berbakat, relatif bagi seorang buat melakukan dengan sangat baik satu atau beberapa bidang pekerjaan tertentu. Maksudnya merupakan, beliau bisa menggunakan cepat dan mudah dalam bidang ilmu khusus. Misalnya, seorang mampu mempunyai talenta bermain piano, skating atau menggambar dengan belajar secara rutin. Tapi jenius lebih menurut sekedar talenta. Genius umumnya memberi global sesuatu yg mungkin tidak mampu kita terima tanpanya.
Bisa dikatakan bahwa jenius umumnya mengkhususkan diri dalam satu area, misalnya dalam bidang kimia, sastra, musik atau seni. Namun apabila kemampuan intelektual generik seorang misalnya itu nir mempunyai tingkat yg luar biasa atau menciptakan sesuatu yang baru, maka sanggup diikatakan beliau hanya akan menjadi seorang yg bertalenta.
Di zaman kita kini , para jenius seringkali diidentikan menggunakan mereka yg suka belajar secara rambang atau serampangan, tapi seseorang jenius sejati umumnya mempunyai ketekunan, bermental pekerja keras serta berusaha mengatasi rintangan yg umumnya menciptakan orang lain menyerah.

DAMPAK GLOBALISASI LOKALISASI PERSPEKTIF GEOGRAFI

Dampak Globalisasi, Lokalisasi, Perspektif Geografi
Dalam pandangan geograf, paling tidak ada empat kenyataan global yang melanda global dewasa ini yaitu fenomena yang berkaitan dengan perbatasan antar Negara, ketimpangan ekonomi Negara Negara pada dunia, globalisasi dan kesamaan penyebaran penyakit secara dunia (Haggett, 2001). Hasil kajian pada beberapa kasus pada Indonesia, ke empat fenomena tersebut telah dan sedang terjadi di Indonesia, serta akan cenderung semakin intensif pada masa tiba (Harmantyo, 2006). Hal menarik dari output studi tersebut bisa memperkaya wawasan geograf Indonesia dalam melihat banyak sekali kenyataan yg sedang berlangsung baik dalam tataran nasional, regional maupun internasional. Berbagai fenomena geografis tersebut menaruh indikasi adanya kecenderungan kehidupan manusia sedang menuju kepada satu tatanan global berlandaskan aneka macam keragaman yang ada. 

Kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di bidang teknologi mampu membarui tatanan kehidupan manusia. Perkembangan teknologi transportasi membuat jarak tempuh semakin dekat. Pada awal kemerdekaan Indonesia, saat yang dibutuhkan buat menempuh jeda berdasarkan Sabang sampai Merauke masih pada satuan mingguan atau bahkan bulanan, ketika ini hanya dibutuhkan saat beberapa jam. Kita dapat mengelilingi bumi sepanjang 41.000 km hanya dalam ketika kurang berdasarkan dua hari. Perkembangan teknologi transportasi sudah sanggup menekan porto distribusi barang import maupun eksport sehingga taraf harga konsumen semakin rendah yg pada gilirannya bisa menaikkan jumlah penjualannya dan menaikkan jumlah keuntungan perusahaan. 

Seiring dengan perkembangan teknologi transportasi, teknologi telekomunikasi serta komputasi jua berkembang secara lebih pesat. Perkembangan teknologi kabar ini sanggup menekan kebutuhan penggunaan sarana transportasi karena pada beberapa hal dapat dilakuikan melalui komunikasi teleconference via internet. Saat ini suatu keputusan krusial dapat diambil secara “real-time” dengan dukungan sistem pengambilan keputusan berbasis jaringan komputer. Sistem on-line mampu mengambarkan bahwa global waktu ini memang tanpa batas (borderless). 

APRESIASI KONSEP GLOBALISASI
Dalam bahasan selanjutnya, pengertian globalisasi akan dilihat menurut perspektif geografi. Hal ini sekedar buat menghindari debat panjang yang barangkali tidak akan dapat diselesaikan pada goresan pena singkat ini. Batasan tadi sekaligus buat bisa menghasilkan output studi yang lebih komperhensif mengenai berita imbas globalisasi yg sedang melanda Negara kepulauan tropika, Indonesia.

Istilah globalisasi dalam konsep kultural mulai diperkenalkan pada tahun 1960-an sang Marshall McLuhan melalui kata “dunia village” (Haggett, 2001 p.589). Hasil observasinya menunjukkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi berdampak dalam kehidupan sosial budaya rakyat pedesaan. Teknologi komunikasi sanggup mempersingkat waktu dan memperpendek jarak hubungan penduduk pada melakukan aktiftitas ekonomi, sosial budaya, politik dalam tataran dunia. Sekedar model, rakyat di pedesaan ketika ini sudah terbiasa menggunakan minuman coca cola yg pada awalnya hanya dinikmati sang warga kota besar .

Ciri globalisasi dalam perspektif geografi bisa digolongkan atas dua bentuk yaitu, pertama, kenyataan semakin luasnya wilayah imbas suatu peristiwa, aktifitas atau keputusan, serta ke dua, kenyataan semakin intensifnya proses yang berlangsung pada suatu wilayah efek. Interaksi manusia serta lingkungan dapat terjadi dalam empat tingkatan yaitu, pertama, dalam tingkatan lokal hanya terjadi interaksi manusia dan lingkungannya, ke dua, pada strata regional terjadi pertukaran antar regional (interregional relationship), ke tiga, pada strata globalisasi terjadi pertukaran global, dan ke empat, dalam tingkatan dunia terjadi hubungan manusia dan lingkungan secara dunia. 

Ada perdebatan yang menarik pada konteks globalisasi yaitu keluarnya kata internasionalisasi. Fenomena perkembangan kehidupan ekonomi yg berdasarkan dalam prinsip ekspansi kapital (kapitalisasi) berdasarkan teori imperalisme Lenin, membentuk jaringan multi nasional seperti yg terjadi saat ini. Meluasnya jaringan multinasional tersebut berkembang menerobos batas antar Negara lebih memperlihatkan pola perkembangan aktifitas ekonomi (internasionalisasi) dan bukan ciri globalisasi dalam perspektif geografi. 

Dalam kenyataannya, perubahan dunia tersebut nir membuat bentuk yg seragam pada berbagai Negara. Masing masing Negara, region atau daerah lokal eksklusif memiliki cara tersendiri pada menghadapi perubahan dunia sinkron karakteristik wilayahnya. Perbedaan kondisi sosio-kultural penduduk lokal akan menghasilkan daerah impak globalisasi yg tidak selaras. Kekuatan lokal tersebut yg lalu melahirkan konsep lokalisasi dan regionalisasi sebagai reaksi terhadap konsep globalisasi.

Globalisasi, misalnya telah diuraikan sebelumnya, merupakan suatu aktiftas, keputusan atau insiden pada satu loka pada muka bumi yang berdampak konkret dalam kehidupan manusia di bagian bumi lainnya. Globalisasi menghasilkan aneka macam tanda-tanda keruangan seperti “hilangnya ruang geografis”, perubahan ruang geoekonomi, berkembangnya kota berdimensi dunia, munculnya issue lingkungan dunia.

FENOMENA GLOBALISASI
Indonesia, menjadi Negara kepulauan tropika mempunyai ciri unik yaitu beriklim hujan hutan tropis memperoleh sinar matahari sepanjang tahun dan sang karenanya mempunyai keanekaragaman tanaman dan fauna (biodiversity), mempunyai jumlah penduduk terbesar keempat pada dunia menggunakan kemajemukan suku bangsa, pola sebaran penduduk yang nir merata serta keragaman syarat fisik wilayah.

Sebagai bagian menurut masyarakat dunia, Indonesia yang terdiri menurut lebih kurang 17.000 pulau menggunakan 5 pulau terbesar memiliki daratan seluas 1.91 juta km2 menurut luas daerah kedaulatan Indonesia kurang lebih lima.8 juta km2, dua per tiganya terdiri dari bahari. Indonesia memiliki 10 negara tetangga yang berbatasan pribadi (berbatasan darat dengan 3 Negara) yang mempunyai peran penting pada konteks pengembangan perekonomian Indonesia bersaing pada percaturan global. Sampai waktu ini Indonesia belum memiliki pelabuhan bahari skala internasional misalnya Singapura dalam jalur perdagangan global. Teknologi tansportasi bahari waktu ini masih adalah tulang punggung utama dalam perdagangan dunia.

Berbeda menggunakan transportasi laut, teknologi transportasi udara mempunyai peran sentral pada pertukaran komoditas dagang lainnya yang nir terkendala pada berat atau volume. Indonesia sudah mempunyai bandara internasional yg adalah galat satu node dalam jaringan penerbangan internasional sebagai akibatnya mampu buat bersaing dalam tataran global, walaupun masih dalam jumlah yg masih terbatas misalnya bandara Polonia Medan, bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, bandara Hang Nadiem Batam dan bandara Ngurah Rai Denpasar. 

Walaupun pada awalnya kata globalisasi dipicu sang perkembangan teknologi komunikasi, konvergensi teknologi komunikasi serta teknologi personal komputer dalam tahun 1990-an membentuk suatu sistem yg waktu ini kita kenal sebagai sistem jaringan komputer luas atau internet. Teknologi kabar ini yang sesungguhnya mengakibatkan peningkatan percepatan proses globalisasi. Proses diseminasi informasi banyak sekali fenomena geografis secara “nyaris” real-time bisa diterima oleh pengguna kapanpun serta di manapun. Perkembangan teknologi informasi menuju ke arah peningkatan proses pemampatan ruang dan waktu sebagai akibatnya, pada satu sisi akan tampak luasnya wilayah Indonesia bukanlah faktor penghambat pada melakukan diseminasi keputusan atau kebijakan. Demikian juga, dinamika sosial cultural dapat diketahui menggunakan cepat oleh para pengambil keputusan pada pusat, tanpa hambatan ruang geografis.

Sebagaimana sudah diutarakan, perkembangan teknologi keterangan sebagai pemicu globalisasi menghipnotis strategi dalam menjalankan roda perekonomian baik dalam tatan lokal, nasional, regional juga dunia. Merambahnya perusahaan multinasional yg cenderung merata ke semua Negara di global mengikuti strategi pemasaran yang memiliki pola mendekati pasar. Gejala ini diikuti oleh taktik manajemen yg berbentuk distributed system atau dikenal menggunakan desentralisasi. Oleh karenanya dijumpai sebaran toko retail misalnya Alfamart atau Indomart hingga ke pelosok daerah di Indonesia. Pola sebaran pasar tersebut secara konkret mempengaruhi pola belanja penduduk.

Di sisi lain, muncul tanda-tanda lokalisasi menjadi respon terhadap proses globalisasi. Sekedar model, merambahnya toko retail tadi bisa dilihat menjadi cara buat merusak laju perkembangan usaha retail skala internasional misalnya Carefour atau Giant. Bagaimana hasil akhir persaingan ke 2 contoh tersebut akan dipengaruhi oleh banyak sekali faktor diantaranya kebijakan politik Negara, kemampuan sumberdaya manusia, penguasaan teknologi dan yang utama adalah kemampuan finansial.

Dampak globalisasi yg dijumpai pada konteks lain merupakan terjadinya kerusakan lingkungan alam seperti meluasnya huma kritis akibat penebangan hutan buat industri berskala global, pencemaran air dan udara dari pabrik dan kegiatan eksplorasi mineral serta gas oleh perusahaan multinasional. Dampak akhirnya merupakan terjadinya perubahan iklim global serta hilangnya keanekaragaman biologi terutama pada daerah tropis misalnya Indonesia.

ANALISIS PELAKSANAAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA PSG

Analisis Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) 
Berbicara mengenai kebutuhan akan sumber daya insan, tentunya sangat berkaitan dengan adanya tenaga terampil taraf menengah yg sangat diperlukan pada era industri dimasa yg akan tiba. Dalam PP 29 tahun 1990 pasal 2 ayat dua secara eksplisit disebutkan bahwa pendidikan menengah kejuruan mengutamakan penyiapan murid buat memasuki lapangan kerja serta membuatkan sikap profesionalisme murid. Seiring dengan itu Arikunto (1988) mengemukakan bahwa pendidikan kejuruan bisa diklasifikasikan dalam jenis pendidikan spesifik, sebab pendidikan yg disediakan hanya dipilih orang yang mempunyai minat khusus buat menyiapkan dirinya bagi lapangan kerja pada masa tiba.

Berdasarkan uraian pada atas pendidikan kejuruan dimaksudkan menjadi pendidikan spesifik yang bertujuan menyiapkan individu buat memasuki global kerja eksklusif. Pendidikan kejuruan meliputi ketrampilan atau keahlian, pengetahuan serta perilaku mental.

Wardiman (1994) dalam kaitannya dengan strategi pengembangan pendidikan di tanah air, sudah memunculkan satu termologi yaitu konsep link and match. Secara sederhana konsep ini diartikan sebagai upaya mengarahkan lembaga pendidikan untuk mengeluarkan output yang tidak sekedar tempat berbagi kemampuan dan keahliannya melainkan bisa memenuhi kebutuhan warga .

Keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara program pendidikan pada sekolah dengan kebutuhan warga , dipertanyakan balik khususnya dalam pengembangan pendidikan menengah kejuruan. Beberapa ahli menenggarai, acara pendidikan kejuruan saat ini kurang terkait serta kurang sesuai menggunakan kebutuhan ketenaga kerjaan di industri. Secara tajam Wardiman (1994) menyoroti keadaan pendidikan kejuruan yg demikian tadi sebagai pendidikan demi pendidikan. Dalam arti seakan-akan guru telah puas apabila telah melaksanakan proses belajar mengajar pada sekolah sesuai dengan program yg tercantum pada kurikulum, kemudian melaksanakan evaluasi serta menerbitkan STTB. Melihat pendidikan kejuruan yg demikian, Departemen Pendidikan serta Kebudayaan berusaha mengembangkan pendidikan kejuruan melalui program pendidikan sistem ganda. Melalui program sistem ganda diharapkan, keterkaitan antara program pendidikan kejuruan menggunakan kebutuhan tenaga kerja industri dapat dioptimalkan.

Menurut Soewarni, pada (Wena, 1996: 228) proses aplikasi Praktek Kerja Industri dilakukan sang murid pada industri, baik berupa industri besar , menengah maupun industri mini  atau industri rumah tangga. Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini, proses langkahlangkah aplikasi praktek wajib tetap mengacu dalam desain pembelajaran yang sudah ditetapkan. Disamping itu, pelaksanaan praktek kerja industri bisa berupa “day release” atau berupa “block release” atau kombinasi keduanya.

Wena (1996: 228) menyampaikan bahwa pada dasarnya tahapan pelaksanaan Praktek Kerja Industri meliputi: 1) Perencanaan Praktek Kerja Industri. Dalam perencanaannya, Praktek Kerja Industri ini melibatkan beberapa pihak yaitu pihak sekolah, anak didik, orang tua murid, dan institusi pasangan (Dunia Usaha/Dunia industri). Dua) Pengorganisasian Praktek Kerja Industri Pengorganisasian Praktek Kerja Industri merupakan galat satu upaya buat mengoptimalkan asal daya yg terdapat di sekolah dan pada institusi pasangan (Dunia Usaha/Dunia industri). 3) Penyelenggaraan Praktek Kerja Industri. Menyiapkan anak didik buat memasuki lapangan kerja serta pengembangan perilaku proesional, menyiapkan anak didik agar mampu menentukan karir, berkompetensi serta membuatkan diri, menyiapkan energi kerja tingkat menengah buat mengisi kebutuhan global usaha dan dunia industri, menyiapkan tamatan supaya menjadi masyarakat negara yang produktif, aktif, serta kreatif.

Dalam rumusan pada atas, implisit bahwa Sekolah Menengah Kejuruan bertujuan nir hanya buat mencetak tenaga pencari kerja berdasarkan lapangan pekerjaan yg sudah ada saja, melainkan pula diperlukan aktif dan kreatif buat membuka atau membentuk lapangan kerja baru. Hal ini sejalan menggunakan pernyataan Mendikbud RI, seperti dikutip Mohammad Amien (1987), bahwa pemerintah selama ini terus berusaha menaikkan mutu Sekolah Menengah Kejuruan agar bisa membentuk tenaga kejuruan dan teknisi tingkat menengah yang lebih terlatih agar lebih memenuhi persyaratan kerja dalam bidang industri, perdagangan, serta jasa, dan sanggup berusaha sendiri buat membuka lapangan kerja dan bisnis baru. Dampak nyata PSG (Pendidikan Sistem Ganda) merupakan kiprah dan DU/DI terhadap sistem pendidikan, adanya kecendrungan menyusun serta menerapkan kurikulum serta materi pelajaran pada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan DU/DI. Hal ini sering diartikan menjadi pembiasan fungsi pendidikan, yaitu supaya tujuan pendidikan bisa mengarahkan peserta didiknya buat mempunyai kesiapan dalam bekerja. Pihak DU/DI menghendaki suatu metode pendidikan yg memungkinkan lulusan sekolah kejuruan sebagai energi kerja yang siap pakai.

Sebagaimana laporan Unesco 1995 bahwa negara-negara berkembang juga negaranegara maju berorientasi agar tamatan pendidikan kejuruan mempunyai kompetensi yang diperlukan sang global kerja buat menghadapi tantangan-tantangan SDM pada era globalisasi (Slamet, 1998:1). Seperti yang diungkapkan (Bhattacharya serta Mandke, 1992:126) buat mencapai tujuan PSG harus diciptakan keadaan yg saling menguntungkan dan interaksi triangular interaktif antara guru, siswa dan pihak industri. Keharusan buat melakukan kerjasama ini, mengharuskan masing-masing pihak harus saling tahu. SMK harus mengetahui tentang seluk-beluk kerja industri dan sebaliknya pihak industri tahu tentang kasus-masalah pembelajaran. Idealnya baik pelatih industri juga guru wajib  profresional pada bidang kejuruannya serta pernah dilatih sebagai pengajar (Hobart, 1985) Pelaksanaan Praktek Kerja Industri (prakrin) yg dulu tak jarang dianggap pendidikan sistem ganda di SMK sesuai menggunakan kegunaannya memiliki tanggung jawab menyelenggarakan acara pendidikan kejuruan, membekali ketrampilan dasar, serta pengetahuan kejuruan serta pengalaman kerja pada siswanya. 

Sedangkan global bisnis dan global industri mempunyai fungsi buat melatih anak didik dalam latihan kejuruan, agar siswa siap memasuki lapangan kerja dunia bisnis atau industri. Menurut Moss (1994) Sekolah Menengah Kejuruan melakukan proses belajar mengajar pada kelas buat mewujudkan tugasnya, sedangkan industri melakukan training dalam bentuk prakrin, pelatihan atau magang. Oleh karenanya, sekolah memberikan kesempatan dalam siswa buat belajar realita yang sebenarnya. Hanya dengan melalui PSG yg berkesinambungan siswa akan memahami kaitan antara teori yg dipelajari pada sekolah menggunakan materi praktek di industri. Lembaga pendidikan perlu berbagi kerjasama dengan industri dalam rangka pendidikan serta pelatihan. 

Pernyataan tersebut menampakan, bahwa antara dunia usaha atau industri dan sekolah menengah kejuruan bisa berafiliasi buat mencapai tujuan menaikkan kualitas lulusan. Tetapi pengalaman memberitahuakn bahwa pendidikan sistem ganda belum berjalan sebagaimana yang diperlukan. Sekolah Menengah Kejuruan yg terdapat belum secara optimal menjalankan misinya menggunakan baik. Ini dapat dipandang dari beberapa hasil temuan atau penelitian seperti yg diungkapkan oleh Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (1996) menenggarai terdapat beberapa kendala pada aplikasi Prakrin (Praktek Kerja Industri), yaitu: 1) keragaman syarat geografis; 2) keragaman taraf kesiapan serta kemajuan SMK; 3) keragaman program Sekolah Menengah Kejuruan; 4) belum adanya alokasi biaya pengembangan asal daya insan di industri; 5) belum dimiliki struktur jabatan dan keahlian yang baku dalam industri; 8) belum dimilikinya persepsi bahwa PSG atau Praktek Kerja Industri bisa menguntungkan industri yg bersangkutan; dan 7) belum dimilikinya kesadaran sang industri tentang peningkatan efisiensi, keefektifan dan kualitas.

Dalam menaikkan kompetensi siswa, masih poly hambatan yang ikut menentukan, antara lain daya tampung anak didik pada DU/DI untuk menerima murid masih terbatas sebagai akibatnya tidak semua anak didik SMK dapat ditampung pada praktek kerja industri sesuai menggunakan bidangnya. 

Bila tempat praktek yang mereka peroleh, faktor instruktur belum mempunyai program sesuai dengan harapan kurikulum, serta kurangnya metodelogi yang dimiliki industri pada memberikan bimbingan tentang pengetahuan perilaku, serta prilaku kerja professional. Selain faktor DU/DI, hambatan pula bisa bersumber dari pihak sekolah diantaranya partisipasi ketua sekolah, guru pembimbing PSG atau prakrin, bimbingan penyuluhan kejuruan, motivasi siswa, komite sekolah, serta lingkungan sekolah, kurangnya pengetahuan dasar, penggunaan fasilitas praktek di sekolah, dana, orang tua, latar belakang anak didik, serta lingkungan siswa. Kesemuanya ini jika nir mendukung sinkron dengan target yg dibutuhkan akan bisa berpengaruh pribadi juga nir pribadi terhadap peningkatan kompetensi kejuruan lulusan SMK.

Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan pelaksanaan PSG pada SMK N dua Seririt sangat krusial dinilai. Banyak model Study evaluasi yg dapat digunakan melakukan sebuah pengkajian Evaluasi antara lain: (1) Stake,s contoh; (2) Discrevancy contoh atau kesenjangan; (3) Sriven, smodel; (4) CSE model dan (lima) Adversary contoh serta; (6) Model CIPP (Conteks, Infut, Process, dan Product) Dari contoh studi penilaian yg dipakai model CIPP menggunakan harapan bisa mempelajari seberapa efektivitasnya komponen konteks, input, proses, serta produk efektif keberhasilannya pada melaksanakan Program PSG tersebut. Di samping itu penelitian ini juga buat mengetahui faktor-faktor yg menjadi hambatan dalam aplikasi PSG, serta upaya yg dilakukan dalam pemugaran-pemugaran pelaksanaan acara PSG pada SMK Negeri dua Seririt Namun apakah seluruh sekolah memiliki kecenderungan yang sama? Pertanyaan diatas mendorong perlunya dilakukan evaluasi atas pelaksanaan PSG tersebut. Penelitian dilakukan di Sekolah Tehnik Menengah/Sekolah Menengah Kejuruan Negeri dua Seririt pada Kabupaten Buleleng, karena merupakan keliru satu SMK Negeri yang baru beberapa kali melaksanakan PSG, sehingga merupakan momentum yg sangat baik buat mendorong serta memberikan masukan melalui penelitian ini pada efektifitas aplikasi sistem ganda. Untuk itu analisis dilakukan.

Agar penelitian ini tidak mengalami disparitas yang luas, maka perlu buat membatasi diri. Batasan-batasan konseptual mencakup pada persoalan esensial yang berhubungan eksklusif dengan penyelenggaraan acara pendidikan sistem ganda meliputi: Konteks, input, proses serta produk. Kemudian batasan objek penelitian ini dilaksanakan pada sebuah Sekolah Menengah Kejuruan yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (Sekolah Menengah Kejuruan) SMKN 2 Seririt Program Keahlian Multimedia (MM) pada Seririt, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali yang adalah galat satu sekolah yang melaksanakan program pendidikan sistem ganda dari tahun 2007 sampai kini .

Tujuan penelitian ini bisa ditetapkan menjadi berikut : 1) Untuk mempelajari efekivitas aplikasi acara pendidikan sistem ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan N dua Seririt ditinjau dari komponen konteks.dua) Untuk mengkaji efektivitas pelaksanaan acara pendidikan sistem ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan N dua Seririt dipandang berdasarkan komponen input.3) Untuk menyelidiki efektivitas aplikasi pendidikan sistem ganda (PSG) pada SMK N dua Seririt dilihat berdasarkan komponen proses. 4) Untuk mempelajari efektivitas pelaksanaan acara pendidikan sistem ganda (PSG) pada SMK N 2 Seririt dicermati menurut komponen produk. Lima)Untuk menelaah faktor faktor penghambat pelaksanaan acara pendidikan sistem ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan N 2 Seririt. 6)Untuk mengkaji solusi yg dilakukan sehingga pendidikan sistem ganda di SMK Negeri dua Seririt lebih efektif.

Hasil penelitian ini dibutuhkan berguna bagi pendidikan kejuruan baik secara teoretis sebagai penambah wawasan kajian kedepan tentang donasi pendidikan sistem ganda terhadap kualitas pada rangka memajukan pendidikan nasional jua diperlukan bermanfaat sebagai bahan buat memperjelas konsepsi mengenai acara Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

Manfaat praktis menjadi galat satu bahan informasi kepada pihak pengambil keputusan pada menyelenggarakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG), yaitu: (a) Kepala SMKN 2 Seririt menjadi penyelenggara acara pendidikan sistem ganda (PSG), (b) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng.

EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA

Evaluasi Implementasi Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda 
Berbagai pertarungan yang timbul dalam sistem pendidikan kita. Antara lain merupakan: pertama, rendahnya kualitas atau mutu pendidikan. Kedua, merupakan belum adanya pemerataan pada memperoleh akses pada bidang pendidikan. Ketiga, merupakan tidak adanya efisiensi dalam penyelenggaraan pendidikan. 

Disamping itu persoalan yg keempat adalah belum adanya demokratisasi pendidikan. Peran dan warga pada dunia pendidikan masih sangat terbatas. Khusus buat sekolah kejuruan, duduk perkara yg dirasakan sangat penting berkaitan dengan ketidakmampuan lulusan dalam memasuki lapangan kerja. Hal itu ditimbulkan lantaran kualitas lulusan yang memang jauh menurut kehendak pasar. Disamping itu juga adanya ketidaksesuaian antara ”supply” lulusan menggunakan kecilnya “demand”. 

Salah satu bentuk kebijakan yang dikeluarkan sang Pemerintah buat mengantisipasi hal itu merupakan Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda (dual system). Sistem ini berusaha mengintegrasikan kepentingan dunia pendidikan menggunakan dunia industri. Tujuannya adalah buat meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), baik pengetahuan, ketrampilan juga etos kerja yg sinkron menggunakan tuntutan lapangan kerja, sebagai akibatnya siap masuk ke pasaran kerja Melalui PSG diperlukan terdapat kesesuaian antara mutu serta kemampuan yang dimiliki lulusan, dengan tuntutan dunia kerja. 

Pendidikan Sistem Ganda yang diselenggarakan dalam sekolah menengah kejuruan merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan “link and match” antara global pendidikan dengan dunia kerja. Bentuk penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda menekankan pada pendidikan keahlian profesional yg memadukan secara sitematik serta sinkron antara program pendidikan di sekolah dengan program keahlian yg diperoleh eksklusif pada perusahaan. 

Hasil kajian yang dilakukan sang Mardi Rasyid (dalam Ruchiat, 2002: lima), menemukan adanya perkara pokok yang dialami pada melaksanakan PSG merupakan: 1) Industri yang menjadi kawan sekolah belum sanggup ikut merencanakan kegiatan belajar anak didik pada membangun profesionalisme anak didik, 2) Sekolah harus bisa mempersiapkan siswa untuk memperoleh ketrampilan yang sesuai menggunakan bidang yang ditekuni, 3) Visi dan misi acara PSG dalam pelaksanaannya masih sangat bervariasi, termasuk didalamnya persepsi menurut para guru, instruktur dan kepala sekolahnya. 

Erwin Kurniadi (1995) berhasil mengidentifikasi empat hambatan utama aplikasi PSG antara lain: 1) Umumnya peserta belum mempunyai kemampuan dasar yg memadai, 2) Mentalitas peserta masih belum siap buat memasuki dunia kerja, khususnya pada hal budaya kerja dan disiplin kerja, tiga) Terlalu banyaknya energi dan pikiran yg dimuntahkan buat tahu padatnya modul yg disediakan oleh sekolah, 4) Sarana yang disediakan pihak sekolah belum mampu mengikuti perkembangan IPTEK di global usaha. 

Jaringan Penelitian Depdikbud Jawa tengah tahun 1995, menemukan beberapa permasalahan pada aplikasi acara PSG diantaranya adalah: 1) Ketidaksiapan instansi atau perusahaan yg sebagai partner kerjasama pada menyediakan peralatan, jenis pekerjaan serta teknologi yg sesuai menggunakan sekolah menengah kejuruan, 2) Ketidaksiapan sekolah pada merencanakan kurikulum, guru, pelaralatan, waktu serta dana yg tersedia, tiga) Kurang tersosialisasikannya program PSG dalam pemerintah wilayah serta masyarakat. 

Badan Litbang Depdikbud (Kompas, 20 Nopember 1995) dalam penelitiannya jua mengidentifikasi sejumlah kendala yaitu: 1) Tidak seragamnya kualitas anak didik sebagai akibatnya sering mengakibatkan perusahaan tak bisa menggali potensi maksimal siswa serta menciptakan pekerjaan yg dihadapi siswa kurang memberikan nilai tambah, dua) Keterbatasan jumlah Sumber Daya Manusia di perusahaan pada memantau jumlah siswa, sehingga penilaiannya menjadi kurang seksama, 3) Muatan kurikulum SMK yg cenderung sarat menggunakan aneka macam materi yg dianggap bagus dan krusial menurut pertimbangan disiplin keilmuan akan tetapi tidak kentara kaitannya menggunakan pembentukan keahlian yg harus dikuasai anak didik, 4) Sistem pembelajaran yg terjadi masih sangat berorientasi kepada pemenuhan tuntutan formal acara kurikulum sekolah, 5) Orientasi acara Pendidikan Sistem Ganda (PSG) lebih berat dalam perusahaan besar dibanding dalam perusahaan mini serta menengah. 

Namun apakah semua sekolah mempunyai kesamaan yg sama? 
Pertanyaan diatas mendorong perlunya dilakukan penilaian atas pelaksanaan PSG tadi. Penelitian dilakukan di Sekolah Tehnik Menengah/ SMK Negeri 2 di Kabupaten Klaten, lantaran adalah galat satu SMK negeri yang dianggap berhasil di Kabupaten Klaten, sebagai akibatnya seringkali dijadikan barometer bagi sekolah kejuruan yg lainnya. Untuk itu maka evaluasi dilakukan.

Evaluasi Implementasi kebijakan 
Evaluasi kebijakan pada dasarnya merupakan suatu proses buat menilai seberapa jauh suatu kebijakan mengakibatkan output yaitu menggunakan membandingkan antara hasil yang diperoleh menggunakan tujuan atau target kebijakan yg ditentukan (Darwin, 1994: 34). Evaluasi merupakan evaluasi terhadap suatu dilema yang umumnya memilih baik buruknya duduk perkara tadi. Dalam kaitannya menggunakan suatu program umumnya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. (Hanafi & Guntur, 1984: 16). 

Evaluasi kebijakan dilakukan buat mengetahui 4 aspek yaitu: 1) Proses pembuatan kebijakan, dua) Proses implementasi kebijakan, 3) Konsekuensi kebijakan, 4) Efektivitas impak kebijakan (Wibowo, 1994: 9). Sementara itu Pall (1987: 52) membagi penilaian kebijakan kedalam empat kategori, yaitu: 1) Planning and need evaluations, 2) Process evaluations, 3) Impact evaluations, 4) Efficiency evaluations, Menurut Ripley (Riyanto, 1997: 35), evaluasi implementasi kebijakan adalah penilaian yg dirumuskan sebagai berikut : 
1. Ditujukan untuk melakukan penilaian terhadap proses 
2. Dilaksanakan dengan menambah pada perspektif apa yg terjadi selain kepatuhan 
3. Dilakukan buat mengevaluasi impak jangka pendek. 

Mengenai konsep implementasi sendiri, Presman dan Wildavsky (pada Wahab (2002: 60) mengartikannya, sebagai “to carry out, accomplish, fulfill, produce, complete”. Sedangkan Van Horn dan Van Meter (1975: 447) mengartikan menjadi ”Those action by public an private individual (or groups) that are directed at the achiefment of objectives set fort in prior policy decisions”.

Dalam proses kebijakan publik, implementasi kebijakan adalah sesuatu yang krusial, bahkan jauh lebih krusial daripada pembuatan kebijakan Udoji (pada Abdul Wahab, 1991: 45). Implementasi kebijakan merupakan jembatan yang menghubungkan formulasi kebijakan dengan hasil (outcome) kebijakan yang diharapkan. Menurut Anderson (1979: 68), ada 4 aspek yang perlu dikaji pada implementasi kebijakan yaitu: 1) siapa yg mengimplementasikan, 2) hakekat dari proses administrasi, 3) kepatuhan, serta 4) dampak berdasarkan pelaksanaan kebijakan. 

Sementara itu menurut Ripley & Franklin(1986,54) terdapat dua hal yang sebagai fokus perhatian pada implementasi, yaitu compliance (kepatuhan) dan What”s happening ? (Apa yg terjadi ). Kepatuhan memilih pada apakah para implementor patuh terhadap mekanisme atau standard anggaran yg telah ditetapkan. Sementara buat “what’s happening” mempertanyakan bagaimana proses implementasi itu dilakukan, hambatan apa yg timbul, apa yg berhasil dicapai, mengapa dan sebagainya. 

Guna melihat keberhasilan implementasi, dikenal beberapa model implementasi, diantaranya contoh yang dikembangkan Mazmanian dan Sabatier yang menyatakan bahwa Implementasi kebijakan adalah fungsi dari 3 variabel, yaitu 1) Karakteristik masalah, dua) Struktur manajemen acara yang tercermin dalam aneka macam macam peraturan yg mengoperasionalkan kebijakan, tiga) Faktor-faktor di luar peraturan.(Wibowo dkk, 1994: 25) Karakterisitik perkara berkaitan menggunakan gampang tidaknya masalah yg akan digarap dikendalikan. Semakin gampang suatu kasus digarap serta dikendalikan maka akan diperlukan menggunakan mudah tercapai efektivitas pada implementasinya. Struktur manajemen acara tercermin dalam kemampuan keputusan kebijakan buat menstrukturkan secara tepat proses implementasinya. 

Sementara itu sejumlah variabel diluar peraturan yang mensugesti proses implementasi, diantaranya: 1) Kondisi sosial, ekonomi dan teknologi, 2) Dukungan publik, 3) Sikap serta asal-asal yg dimiliki grup-grup, 4) Dukungan dari pejabat atasan, 5) Komitmen serta kemampuan kepemimpinan pejabat-pejabat pelaksana. 

Pemikiran Sabatier serta Mazmanian ini menduga bahwa suatu Implementasi akan efektif jika birokrasi pelaksananya mematuhi apa yang telah digariskan oleh peraturan (petunjuk aplikasi, petunjuk teknis). Oleh karenanya contoh ini diklaim top down. 

Sementara itu Van Horn dan Van Meter (1975: 447), dengan modelnya merumuskan sejumlah faktor yang mempengaruhi kinerja kebijakan adalah; 1) baku serta target eksklusif yang wajib dicapai oleh para pelaksana kebijakan, 2) tersedianya sumber daya, baik yang berupa dana, tehnologi, wahana juga prasarana lainnya, tiga) komunikasi antara organisasi yang baik ,4) karakteristik birokrasi pelaksana, lima) kondisi sosial, ekonomi, serta politik Sementara itu dari Grindle (1980), implementasi dipengaruhi oleh isi (content) kebijakan dan konteks implementasinya. Dalam hal ini, Isi kebijakan meliputi: 1) Kepentingan yg termakan sang kebijakan, dua) Jenis manfaat yang akan didapatkan, tiga) Derajat perubahan yang diinginkan, 4) Kedudukan produsen kebijakan, lima) Siapa pelaksana acara, 6) Sumber daya yg dikerahkan. Sementara itu Konteks kebijakan meliputi: 1)Kekuasaan, kepentingan dan strategi aktor yg terlibat, 2) Karakteristik forum dan penguasa, 3) Kepatuhan dan daya tanggap pelaksana. 

Dalam penelitian ini nir mencoba mengidentifikasi faktor-faktor yang menghipnotis keberhasilan implementasi akan namun lebih mengacu bagaimana proses itu berlangsung, apakah telah sinkron dengan anggaran pelaksanaannya, hasil apa yg sudah diperoleh selama proses implementasi, bagaimana perilaku pelaksananya, bagaimana sejumlah asal dipakai buat proses implementasi. Dengan demikian evaluasi implementasi dititikberatkan dalam evalusi kinerja proses implementasi kebijakannya. Konsep yang dipilih merupakan menurut Ripley (1985).

Kebijakan Pendidikan Sistem Ganda 
Kebijakan pendidikan sistem ganda dikembangkan berdasarkan konsep dual system pada Jerman, yaitu suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yg memadukan secara sitematik dan sinkron program pendidikan pada sekolah dan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja, menggunakan tujuan untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional eksklusif. Tujuan penyelenggaran Pendidikan Sistem Ganda merupakan: 1) menghasilkan tenaga kerja yg memiliki keahlian profesional, 2) Memperkokoh link and match antara sekolah dengan dunia usaha, tiga) Meningkatkan efisiensi proses pendidikan serta pembinaan energi kerja, 4) Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja menjadi bagian berdasarkan proses pendidikan. 

Dalam aplikasi PSG dalam sekolah menengah kejuruan, isi pendidikan serta pelatihan meliputi : 
a. Komponen pendidikan umum (normatif), meliputi : Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, Agama, Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Sejarah Nasional serta Sejarah Umum.
b. Komponen pendidikan dasar meliputi : Matematika, Bahasa Inggris, Biologi, Fisika dan Kimia. 
c. Komponen kejuruan, yaitu mencakup pelajaran teori-teori kejuruan dalam lingkup suatu program studi eksklusif buat membekali pengetahuan mengenai tehnis dasar keahlian. 
d. Komponen Praktek Dasar Profesi, berupa latihan kerja buat menguasai teknik bekerja secara benar sinkron tuntutan profesi. 
e. Komponen Praktik Keahlian profesi yaitu berupa kegiatan bekerja secara terprogram dalam situasi sebenarnya uanutk mencapai taraf keahlian serta perilaku profesional. 

Untuk pengelolaan aktivitas belajar mengajar dalam pendidikan system ganda ini ada beberapa prinsip dasar yaitu : 
a. Ada keterkaitan antara apa yg dilakukan di sekolah serta apa yg dilakukan di institusi pasangan sebagai suatu rangkaian yg utuh 
b. Praktek keahlian di institusi pasangan merupakan proses belajar yg utuh, bermakna dan sarat nilai untuk mencapai kompetesi lulusan. 
c. Ada transedental proses belajar menggunakan saat yg sesuai pada mencapai taraf kompetensi yg dibutuhkan. 
d. Berorientasi pada proses disamping berorientasi kepada produk dalam mencapai kompetensi lulusan secara optimal.

MEMBANGUN KOMITMEN ORGANISASI PENDIDIKAN

Membangun Komitmen Organisasi Pendidikan 
M Fakry Gaffar (1987:143) menyatakan bahwa produktivitas merupakan output total organisasi yg merupakan kontribusi 2 faktor akbar : teknologi dan performance kerja. Kedua faktor tersebut adalah output bentukan menurut sejumlah faktor lain yg saling berpengaruh dan kompleks. Faktor tekonogi terdiri menurut sejumlah faktor misalnya bahan baku, metoda kerja, bangunan/ gedung, kualitas serta desain produk, alur kerja proses produksi serta manajemen. Sedangkan faktor insan adalah bentukan antara motivasi dan kemampuan pelaku pada organisasi.

Demikian jua pada penyelenggaraan pendidikan, produktivitasnya nir hanya dipengaruhi oleh tekonogi ( sistem, kurikulum, sarana prasarana, biaya serta manajemen) saja, tetapi juga oleh tenaga kependidikan. Lebih berdasarkan itu penyelenggaraan pendidikan serta peserta didik wajib mempunyai motivasi serta kemampuan yg prima buat melaksanakan proses serta memperoleh output yg memuaskan. Kepuasan kerja atau kepuasan belajar mengajar adalah keliru satu indikator menurut seperangkat kebutuhan insan ( penyelenggara serta siswa) dalam organisasi lembaga pendidikan. Kepuasan wajib menjadi tujuan utama organisasi kedua setelah produktivitas.

Kepuasan seseorang baik sebagai pribadi atau sebagai bagian dari organisasi nir akan terlalu sulit tercapai jika memiliki visi, motivasi, misi serta komitmen yg bertenaga buat mencapai kepuasan tadi.

Kualitas pelayanan prima menurut setiap organisai merupakan dambaan setiap pelanggan, bahkan seluruh yang berkepentingan dengan organisasi tadi. Untuk bisa memuaskan semuanya itu saran Bill Creech (1996 : 521) antara lain bangun TQM anda dan prinsip-prinsipnya, dalam lima buah pilar sistem : Produk-proses-organisasi-kepemimpinan-komitmen. Kelima pilar tadi saling mensugesti satu sama lain. Selanjutnya Bill Creech (1996 : 6) menyatakan bahwa :

Produk adalah titik pusat tujuan pencapaian organisasi. Mutu pada produk tidak mungkin ada tanpa mutu di dalam proses. Mutu pada proses tak mungkin terdapat tanpa organisasi yg tepat. Komitmen yg bertenaga, berdasarkan bawah ke atas adalah pilar pendukung bagi semua yang lain. Setiap pilar tergantung pada keempat pilar yg lain, serta bila salah satu lemah menggunakan sendirinya yang lain pula lemah.

Dengan pendekatan TQM ( pendekatan mutu terpadu), komitmen adalah unsur yg nir dapat diabaikan dalam mencapai tujuan organisasi yang berkualitas.

LIMA PILAR TQM

Sementara Jam’an Satori (2000) yg dikutip Tumpal Situmorang (2000 :2) menyampaikan bahwa pengertian umum komitmen bisa dianggap sebagai : kepemilikan tanggung jawab, loyalitas atau pengorbanan seseorang pada bidang pekerjaannya.

Dengan demikian komitmen adalah kepemilikan tanggung jawab dan loyalitas atau kesetiaan serta pengorbanan yg ditentukan oleh persepsi, moral, motivasi, konsistensi, kepemimpinan, kepuasan kerja, proses serta budaya organisasi.

Sikap berani mengambil resiko adalah manifestasi dari tanggung jawab seseorang terhadap lingkungannya, organisasi atau pekerjaannya. Bentuk tindakan yang ada antara lain : partisipasi aktif, berusaha buat menguasai berbagai kemampuan bidang kerjanya serta lainnya. Sikap terbuka adalah perilaku individu buat mendapat masukan dan saran berkaitan dengan output pekerjaannya. Tindakannya antara lain siap ditanya, siap dikritik dan lainnya. Sikap kritis adalah perilaku individu buat tidak cepat percaya dan selalu berusaha buat menemukan dan memperbaiki kesalahan sekecil apapun. Tindakannya antara lain mencari penyebab konflik, bebas buat mengeluarkan pendapat dan lainnya.

Komitmen organisasi pendidikan dibangun oleh komitmen pemimpin, bawahan, peserta didik, sertaP orang tua dan rakyat.


A. Komitmen Pemimpin
Yang dimaksud dengan pemimpin pendidikan merupakan pimpinan pendidikan mulai menurut tingkat sentra, Propinsi, Kabupaten/Kota, kecamatan, sampai pada unit pelaksana teknis, Kepala Sekolah baik yg dilaksanakan sang pemerintah juga swasta.

Memperoleh serta menjaga komitmen merupakan hal yg krusial bagi seseorang pemimpin, lantaran komitmen terhadap perilaku seorang memiliki bebagai akibat. Untuk meyakinkan orang lain mengenai asa masa depan, seseorang pemimpin wajib bisa memberi alternatif pilihan, menciptakan pilihan tadi mudah buat dilaksanakan dan sulit buat diubah seketika.

Memberikan sebuah pilihan akan membantu menyingkirkan keraguan serta menghilangkan berbagai hal yg nir konsisten antara perilaku dan sikap. Pemimpin yg bijaksana nir memaksakan perubahan terhadap orang lain, melainkan akan mengajak buat bergabung, memperlihatkan banyak sekali pilihan buat diambil konvensi bersama. Pemimpin yg demikian akan memelihara dorongan alamiah terhadap swatantra yang dimiliki seorang, sehingga akan mempunyai rasa tanggung jawab secara pribadi terhadap keputusan yg disepakati beserta tersebut. Nampaknya membangun komitmen mudah dilaksanakan sang seorang pemimpin sebagaimana dikemukakan James M Kouzes dan Barry Z Posner (1995:254) yg berkata bahwa :

Commitment is also more likely if choice are made visible. By announcing oru choices to the public and by making the subsequent actions visible, we over tangible, undentile evidence of our commitment to the cause. We also become subject to other peoples review and observation.

Komitmen juga nisbi lebih mudah dibangun jika pilihan yang terdapat dapat dibuat lebih mudah buat dipahami dan dilaksanakan. Dengan memberitahukan kepada public tentang pilihan yg akan kita ambil, kita jua memberikan bukti yg tidak terbantahkan dari komitmen kita terhadap hasil yang ingin kita capai. Sebagai tambahan, pilihan yg kita ambil usahakan adalah pilihan yang nir mudah buat diubah. Semakin sulit sebuah pilihan buat diubah, maka semakin besar investasi orang yg ada didalamnya. Ketika kita merogoh tindakan yg tidak mudah untuk diulangi, kita diharuskan buat menemukan serta menerima argument yang mendukung dan membenarkan tindakan kita, proses itu akan membentuk alasan yang kuat bersifat internal yg bergantung dalam tanggung jawab personal dan berkaitan menggunakan agama kita akan kebenaran tindakan kita.

Sejalan menggunakan Komitmen Pemimpin, maka Walikota dan Wakil Walikota Bekasi periode tahun 2008 – 2013 mempunyai visi membuahkan Kota Bekasi Cerdas, Sehat serta Ihsan.bekasi Cerdas bermakna bahwa pembangunan kota Bekasi pada kurun waktu 2008 – 2013 diarahkan buat mewujudkan karakter rakyat yang cerdas melalui penuntasan harus belajar pendidikan dasar 9 tahun dan merintis wajib belajar 12 tahun menggunakan demikian rakyat kota Bekasi diharuskan memiliki kwalifikasi ijasah SMA/sederajat, buat mendukung visi tadi maka aturan pendidikan tahun 2009 lebih kurang 37 % dari APBD kota Bekasi yg keliru satunya pada peruntukkan pembebesan iuran dan pungutan bagi anak didik yg bersekolah pada Sekolah Dasar/MI Negeri serta Sekolah Menengah pertama/MTs Negeri dan hadiah bantuan bagi anak didik yg bersekolah pada SD/MI serta SMP/MTs Swasta.dengan Anggaran Pendidikan yg sangat besar , khususnya pada kota Bekasi maka pelayanan serta kwalitas mutu pendidikan diharapakan meningkat secara signifikan. Sebagaimana yg di katakan bapak Walikota Bekasi Pendidikan pada Kota Bekasi buat Indonesia.

B. Komitmen Bawahan
Yang dimaksud menggunakan bawahan merupakan energi kependidikan baik energi administrasi, tenaga edukatif, laboran, pustakawan, serta teknisi media yg nir menjadi pimpinan dalam unit pelaksana

Seorang pemimpin pendidikan usahakan menyadari bahwa tenaga kependidikan perlu dimotivasi serta diperlakukan secara spesifik. Tenaga kependidikan yang baru masuk ke pada organisasi kependidikan nir dan merta mempunyai komitmen terhadap organisasi kependidikan. Tenaga kependidikan sebenarnya ingin memiliki komitmen terhadap organisasi tempat mereka bekerja, meskipun nilai tradisional misalnya penghasilan serta keamanan kerja sangat mewarnai hasrat berkomitmen tersebut

Untuk menciptakan komitmen terhadap organisasi pada kalangan energi kependidikan, kita perlu menemukan terlebih dahulu nilai-nilai yg dianut dalam organisasi. Nilai-nilai yang dianggap penting dan berharga bagi pekerja. Nilai-nilai tersebut dapat berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan energi kependidikan, baik yg sifatnya kebutuhan berprestasi, kebutuhan afiliasi, serta kebutuhan akan kekuasaan, pula dapat berkaitan menggunakan harga diri tenaga kependidikan, serta dukungan sosial yg dihasilkan dalam lingkungan organisasi.

Proses membangun dan memelihara komitmen seiring menggunakan proses penguatan terhadap orang lain. Seseorang akan merasa bertenaga dan berkomitmen terhadap tugasnya saat mereka memainkan peranan dalam penentuan tujuan serta saat pekerjaan mereka menawarkan kejalasan serta determinasi sendiri. Seseorang akan lebih memiliki komitmen waktu merasa mempunyai kontrol dalam pengambilan keputusan, serta semakin kuat saat nir dimonitor atau disupervisi secara ketat. Pilihan yang diambil akan menguatkan orang – orang pada pada gerombolan serta menguatkan ikatan pada kolompok

Stephen R Covey (1997 : 82) berkata bahwa bagian paling inti dari lingkaran efek kita adalah kemampuan kita buat membuat serta memenuhi komitmen serta janji. Komitmen yang kita buat pada diri sendiri dan orang lain, dan integritas kita pada komitmen itu merupakan inti dan manifestasi paling kentara menurut produktivitas kita.

Hubungan konstruktif antara energi kependidikan dan pemimpin pendidikan serta interaksi antara tenaga kependidikan merupakan hal yg krusial buat menciptakan komitmen. Melalui interaksi interpersonal orang dapat merasakan dukungan sosial yang dimilikinya serta menerima konfirmasi diri yg bisa memperkuat diri. Orang dapat bekerjasama sebagai sebuah tim yg produktif, berhubungan buat memuaskan kebutuhan, buat mempengaruhi serta mempunyai efek terhadasp orang lain. Tim produktif bisa menaruh umpan kembali serta dukungan yg bisa memperkuat harga diri dan agama diri.

C. Komitmen Peserta Didik
Komitmen peserta didik terhadap organisasi pendidikan jangan hingga ditinggalkan lantaran peserta didik adalah objek yang sekaligus subjek menurut tujuan organisasi pendidikan. Membangun dan memelihara komitmen peserta didik buat mencari serta memperoleh pengetahuan keterampilan dan perilaku wajib dimulai sejak peserta didik tersebut masuk hingga keluar dari organisasi /forum pendidikan

Ketika memasuki forum pendidikan setiap anak didik memiliki visi yang diinginkan sebagai akibatnya menarik minat peseta didik untuk mewujudkan visi tersebut, dan buat mewujudkannya tidak ada pilihan lain kecuali mereka memiliki komitmen

Bobby Deporter dan Mike Hernacki (2001:305) menyatakan bahwa 
Orang yg berkomitmen secara intrinsik termotivasi serta terdorong oleh mimpi-mimpi mereka, komitmen merupakan proses 2 langkah (1) temukan keinginan anda, (2) putuskan untuk melaksanakannya, tanpa peduli apapun. Ketika anda memiliki visi yg kuat tampaknya mungkin seakan-akan anda tidak mempunyai pilihan lain kecuali berpegang pada komitmen. Komitmen juga sanggup terkait menggunakan suatu prinsip, atau kepuasan dalam kebahagiaan orang lain

D. Komitmen Orang Tua dan Masyarakat
Orang tua serta rakyat merupakan orang yg berkepentingan terhadap output pendidikan. Oleh karena itu komitmen orang tua dan masyarakat buat membantu terhadap organisasi pendidikan sangat dibutuhkan melalui partisipasi aktif dalam pemikiran dan finansial

Organisasi pendidik yg mendapat dukugan partisipasi aktif orang tua, serta masyarakat akan menumbuhkan komitmen mereka terhadap perkembangan dan kemajuan lembaga pendidikan tersebut.

Jam’an Satori dkk (2001:38-39) menyatakan bahwa :
Sekolah yang menerapkan manajemen berbasis sekolah ( MBS ) mempunyai ciri partispasi rakyat sekolah serta masyarakat yang tinggi. Hal ini dilandasi oleh keyakinan bahwa makin tinggi tingkat partispasi, makin akbar rasa mempunyai makin akbar rasa tanggung jawab, makin akbar pula tingkat dedikasinya.

E. Langkah-langkah Membangun Komitmen 
James M Kauzes & Barry Z Posner (1995:259-265) menyarankan 8 langkah buat menciptakan komitmen merupakan menjadi berikut :
1. Mulailah proses dengan memperlakukan seorang secara personal, singgunglah beberapa isu kritis yang sanggup saja berkaitan dengan pendidikan, perawatan kesehatan, inovasi, komunitas dan lainnya. Perubahan khusus yg terdapat dimulai secara personal
2. Buatlah perencanaan yg matang. Arah perencanaan yang disusun sebaiknya diwarnai sang visi dan nilai yg diantut. Libatkan sebesar mungkin pihak yg akan mengimplementasikan planning. Susun rencana tadi pada rentang tahapan yang mini -kecil atau jangka pendek. Gunakanlah proses penyusunan planning sebagai sesuatu yg bermakna secara mental bagi orang yang mengikuti bepergian ini
3. Ciptakan sebuah contoh. Gunakan sebuah eksperimen yang dapat dipakai model apa yg sesungguhnya anda ingin lakukan dalam program atau lokasi lain
4. Jangan ragu buat berlatih, karena semakin poly berlatih kita akan menjadi semakin terampil serta semakin ahli. Tetap jaga konsentrasi yang ada buat fokus terhadap makna dan signifikansi visi yang dianut dan buatlah satu waktu khusus buat mengingatnya
5. Pentingnya seseorang yang bersifat sukarela mau menjadi bagian dari rencana yg dijalankan. Komitmen akan gampang ada bila seorang secara sukarela mau sebagai bagian dari peristiwa yg sedang berlangsung
6. Gunakan sebuah papan buletin yg dapat mempermudah seseorang buat melihat apa yang sedang berlangsung, menjaga semangat dan perhatian dalam tugas yg sedang dilakukan
7. Anda akan lebih mudah menerima penerimaan serta komitmen terhadap penemuan yang anda tawarkan bila anda dapat memperlihatkan pada orang lain apa laba yg akan mereka dapatkan dari penemuan tersebut.
8. Bangkitkan rasa kebesamaan melalui kegiatan beserta dan informal misalnya program makan pagi bersama atau acara makan malam bersama. Melalui acara-program tadi, proses pengenalan dapat berjalan lebih natural dan lancar, dan adalah semen yang bertenaga buat menjaga ikatan sosial yg ada

PENGERTIAN DAN PENJELASAN KUALITAS LABA

Pengertian Dan Penjelasan Kualitas Laba 
Kualitas laba adalah jumlah yang bisa dikonsumsi dalam satu periode dengan menjaga kemampuan perusahaan pada awal dan akhir periode tetap sama. ( Schipper serta Vincent 2003)

Dalam literatur penelitian akuntansi, terdapat aneka macam pengertian kualitas laba dalam perspektif kebermanfaatan dalam pengambilan keputusan (decision usefulness). Schipper serta Vincent (2003) mengelompokkan konstruk kualitas keuntungan dan pengukurannya menurut cara memilih kualitas keuntungan, yaitu menurut: sifat runtun-ketika menurut keuntungan, karakteristik kualitatif pada rerangka konseptual, interaksi laba-kas-akrual, dan keputusan implementasi.


Manajemen laba dapat terjadi karena penyusunan statemen keuangan memakai dasar akrual. Dengan menggunakan dasar akrual, transaksi atau peristiwa lain diakui dalam ketika transaksi atau peristiwa lain tersebut terjadi bukan pada waktu kas atau setara kas diterima atau dimuntahkan. Sebagai konsekuensi penggunaan dasar akrual ini, pada statemen keuangan, laba pada suatu perioda bisa mengandung unsur kas dan akrual (non kas).

Unsur akrual dapat terjadi berdasarkan kebijakan manajemen (discretionary accruals) atau non-kebijakan manajemen (nondiscretionary accruals). Peningkatan penjualan secara kredit seiring dengan pertumbuhan perusahaan (tanpa perubahan kebijakan) dapat adalah model nondiscretionary accruals, sedangkan perubahan biaya kerugian piutang yang ditimbulkan sang perubahan kebijakan akuntansi yg dilakukan sang manajemen dalam penentuan porto kerugian piutang dapat dijadikan contoh discretionary accruals. Dasar akrual ini memiliki akibat bahwa laba akuntansi antara lain ditentukanoleh besaran akrual baik yg discretionary maupun nondiscretionary.

Manajemen keuntungan dilakukan menggunakan tujuan tertentu. Misalnya, manajemen keuntungan yang dilakukan menggunakan menggunakan akrual yg menaikan laba buat tujuan mendapatkan harga saham yg nisbi tinggi pada ketika penerbitan saham. Hasil penelitian bahwa terdapat manajemen laba pada statemen keuangan perusahaan menjadi go public menggunakan memakai akrual yang menaikan laba.

Manajemen laba dapat juga dilakukan menggunakan tujuan mendapatkan laba terkait dengan kepemilikan saham manajemen. Hal ini bisa dilakukan, contohnya, pada rangka program opsi saham karyawan. Dalam acara ini, harga pengambilan opsi biasanya dipengaruhi dalam saat penawaran acara. Hal ini mendorong menajemen buat melakukan manajemen laba sebelum lepas bantuan gratis opsi yaitu penurunkan keuntungan supaya agar mensugesti harga saham dan dengan demikian manajemen dapat menerima opsi pada waktu harga saham relatif rendah.

Manajemen keuntungan juga dapat dilakukan buat tujuan-tujuan tertentu yang lain, 
1. Dalam rangka menerima bonus berbasis keuntungan.
2. Untuk menghindari pelanggaran kontrak utang
3. Menghindari porto politis (political cost).
4. Mengkomunikasikan berita privat secara efesien.

Manajemen keuntungan mempunyai impak dalam kebermanfaatan warta laba dalam pengambilan keputusan. Perusahaan yang memakai kebijakan akuntansi militan (positive discretionary accruals) mempunyai biaya kapital lebih tinggi dibandingkan menggunakan perusahaan yg menerapkan kebijakan akuntansi konservatif (negative discretionary accruals).

Manajemen laba dapat sesuai dengan kebermanfaatan keterangan laba dalam pengambilan keputusan tetapi dapat juga tidak. Oleh karena itu, diperlukan berbagai cara lain solusi atas perkara yg timbul akibat manajemen keuntungan yang dapat tidak sinkron menggunakan kebermanfaatan keuntungan pada pengambilan keputusan, dan solusi tadi nir menyebabkan kasus baru.

Salah satu alternatif adalah pemberlakuan baku akuntansi yang lebih ketat tetapi masih memberi peluang bagi manajemen pada melakukan pemilihan kebijakan akuntansi pada batas lumrah buat mencapai tujuan-tujuan tertentu, misalnya buat mengkomunikasikan informasi privat yang bisa mempertinggi keinformasian laba, atau buat tujuan efficient contracting berbasis laba. Standar akuntansi yang lebih ketat dapat menaikkan kualitas laba, namun perlu diperhatikan bahwa baku akuntansi yg lebih atau terlalu ketat bisa mempertinggi manajemen keuntungan total (manajemen laba akuntansi dan manajemen keuntungan real) dan menaikkan porto manajemen laba.

Di samping itu, buat mencegah manajemen keuntungan yg berlebihan, penerapan good corporate governance (GCG) diharapkan. Struktur corporate governance yg baik dapat mengurangi manajemen keuntungan. Lee et al. (2007) menemukan bahwa manajemen laba berafiliasi positif dengan keter¬kaitan organisasional (manajemen keuntungan cenderung terjadi pada perusahaan menggunakan keterkaitan organisasional tinggi). Manajemen laba tersebut berkurang dalam perusahaan dengan keterkaitan organisasional tinggi yg disertai proporsi direksi eksternal yg akbar serta kepemilikan ekuitas institusional yang tinggi (struktur corporate governance nisbi baik). Penerapan GCG memungkinkan keputusan-keputusan operasional yg nisbi baik, misalnya pemilihan auditor sinkron dengan spesialisasi auditor dalam industri yang diaudit. Balsam et al. (2003) menemukan bahwa perusahaan yg diaudit oleh auditor spesialis industri mempunyai discretionary accruals lebih rendah serta koefisien respon laba lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yg diaudit oleh auditor non-spesialis. Temuan ini memperlihatkan bahwa kompetensi auditor yg tinggi dalam industri yg diaudit dapat mengurangi manajemen keuntungan (mempertinggi kualitas laba) dan menambah manfaat warta keuntungan.

Perluasan pengungkapan merupakan alternatif buat mencegah atau mengurangi manajemen laba berlebihan. Sebagai contoh, kewajiban pengungkapan mengenai pengaruh pemilihan kebijakan akuntansi yg menaikkan atau menurunkan laba, contohnya pengaruh untung penghentian aset, porto kerugian piutang, atau rugi penghentian asset.

SEJARAH PENGERTIAN DAN DAKWAH TABLIGH

Sejarah, Pengertian Dan Dakwah Tabligh
Jama’ah Tabligh didirikan pada akhir dekade 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi pada Mewat, sebuah provinsi di India. Nama Jama'ah Tabligh hanyalah adalah sebutan bagi mereka yang acapkali membicarakan, sebenarnya usaha ini tidak memiliki nama namun relatif Islam saja nir terdapat yang lain. Bahkan Muhammad Ilyas mengatakan andai saja saya harus memberikan nama dalam usaha ini maka akan aku beri nama "gerakan iman". Ilham buat mengabdikan hidupnya total hanya buat Islam terjadi saat Maulana Ilyas melangsungkan Ibadah Haji ke 2-nya pada Hijaz dalam tahun1926. Maulana Ilyas menyerukan slogannya, ‘Aye Musalmano! Musalman bano’ (pada bahasa Urdu), yg ialah ‘Wahai umat muslim! Jadilah muslim yang kaffah (menunaikan semua rukun dan syari’ah misalnya yang dicontohkan Rasulullah)’. Tabligh resminya bukan adalah grup atau ikatan, tapi gerakan muslim untuk menjadi muslim yg menjalankan agamanya, dan hanya satu-satunya gerakan Islam yang nir memandang berasal-usul mahdzab atau genre pengikutnya. Dalam ketika kurang dari 2 dekade, Jamaah Tabligh berhasil berjalan pada Asia Selatan. Dengan dipimpin oleh Maulana Yusuf, putra Maulana Ilyas sebagai amir/pimpinan yang ke 2, gerakan ini mulai berbagi aktivitasnya pada tahun 1946, dan pada saat 20 tahun, penyebarannya telah mencapai Asia Barat Daya dan Asia Tenggara, Afrika, Eropa, serta Amerika Utara. Sekali terbentuk dalam suatu negara, Jamaah Tablih mulai membaur dengan masyarakat lokal. Meskipun negara barat pertama yang berhasil dijangkau Tabligh merupakan Amerika Serikat, tapi fokus primer mereka adalah pada Britania Raya, mengacu pada populasi padat orang Asia Selatan disana yang datang pada tahun 1960-an serta 1970-an.

Jamaah ini mengklaim mereka tidak menerima bantuan dana menurut manapun untuk menjalankan aktivitasnya. Biaya operasional Tabligh dibiayai sendiri oleh pengikutnya. Tahun 1978, Liga Muslim Dunia mensubsidi pembangunan Masjid Tabligh di Dewsbury, Inggris, yang kemudian menjadi markas besar Jama’ah Tabligh di Eropa. Pimpinan mereka diklaim Amir atau Zamidaar atau Zumindaar.

Ada yg mengatakan bahwa jamaah tabligh adalah penganut khurafat karna pungkasnya kuburan maulana Ilyas pada Nizamudin di tawafkan padahal pada Nizamudin ada 2 masjid yg pertama merupakan masjid suatu gerombolan yang pada dalammya terdapat kuburan serta yang kedua adalah masjid yang didalamnya jangankan kuburan bahkan goresan pena pun bersih dan sudah dijadikan sentra penyebaran usaha da'wah Rasulullah Muhammad SAW yang kini sudah menyebar ke seluruh dunia. 

Usaha ini telah merubah banyak kalangan mulai menurut orang miskin, kaya, pemulung, pejabat, polisi, tentara, bahkan partikelir serta pembunuh bayaran.

a) Aktivitas Dakwah
Markas internasional sentra tabligh merupakan di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara jua memiliki markas pusat nasional, berdasarkan markas sentra dibagi markas-markas regional/wilayah yg dipimpin sang seorang Shura. Kemudian dibagi lagi menjadi ratusan markas kecil yang dianggap Halaqah. Kegiatan di Halaqah merupakan musyawarah mingguan, serta sebulan sekali mereka khuruj selama tiga hari. Khuruj merupakan meluangkan saat untuk secara total berdakwah, yang umumnya berdasarkan masjid ke masjid dan dipimpin oleh seseorang Amir. Orang yang khuruj tidak boleh meninggalkan masjid tanpa seizin Amir khuruj. Tapi para karyawan diperbolehkan permanen bekerja, dan pribadi mengikuti aktivitas sepulang kerja.

Sewaktu khuruj, aktivitas diisi menggunakan ta'lim (membaca hadits atau kisah teman, umumnya berdasarkan kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria), jaulah (mengunjungi tempat tinggal -tempat tinggal di kurang lebih masjid tempat khuruj menggunakan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) 6 sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), serta musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur pada masjid. Aktivitas Markas Regional adalah sama, khuruj, tetapi umumnya hanya menangani khuruj dalam jangka saat 40 hari atau 4 bulan saja. Selain itu mereka pula mengadakan malam Ijtima' (berkumpul), dimana pada Ijtima' akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) sang para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj disana, dan pula ta'lim wa ta'alum.

Setahun sekali, digelar Ijtima' generik di markas nasional pusat, yang umumnya dihadiri oleh puluhan ribu umat muslim menurut semua pelosok wilayah. Bagi umat muslim yg sanggup, mereka diperlukan buat khuruj ke poros markas sentra (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) buat melihat suasana keagamaan yang kuat yang mempertebal iman mereka.

b) Asas 6 Sifat
1. Yakin terhadap kalimat Thoyyibah Laa ilaaha ilallah Muhammadur rasulullah.

Artinya: Tiada Tuhan selain Allah serta Nabi Muhammad utusan Allah.

· Laa ilaaha ilallah 
o Maksudnya: Mengeluarkan keyakinan pada makhluk berdasarkan dalam hati dan memasukkan keyakinan hanya kepada Allah di pada hati.

· Muhammadar rasulullah 
o Maksudnya: Mengakui bahwa satu-satunya jalan hidup buat menerima kejayaan dunia dan akhirat hanya menggunakan mengikuti cara hayati Rasulullah SAW.

2. Salat khusyu' serta khudu'. Artinya: Salat dengan konsentrasi batin serta rendah diri menggunakan mengikuti cara yg dicontohkan Rasulullah.
· Maksudnya: Membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah dalam salat kedalam kehidupan sehari-hari.

3. Ilmu ma'adz dzikr
· Ilmu, Artinya: Semua petunjuk yg datang dari Allah melalui Baginda Rasulullah.
· Dzikir, Artinya: Mengingat Allah sebagaimana Agungnya Allah.

Melaksanakan perintah Allah pada setiap waktu serta keadaan dengan menghadirkan ke-Agungan Allah mengikuti cara Rasulullah.

4. Ikramul Muslimin, Artinya: Memuliakan sesama Muslim.
· Maksudnya: Menunaikan kewajiban dalam sesama muslim tanpa menuntut hak kita ditunaikannya.

5. Tashihun Niyah Artinya: Mengikhlaskan niat agar jauh menurut riya’ dan sum’ah (memperdengarkan amal kebaikan). Akan namun, mereka meninggalkan Sunnah serta mengikuti cara-cara tulus di pada tashawwuf.
· Maksudnya:Membersihkan niat dalam beramal, semata-mata karena Allah.

6. Dakwah dan tabligh. Dakwah, Artinya: Mengajak, sedangkan Tabligh, Artinya: Menyampaikan 

Maksudnya: 
  • Memperbaiki diri, yaitu memakai diri, harta, serta waktu seperti yang diperintahkan Allah.
  • Menghidupkan kepercayaan pada diri sendiri serta manusia di seluruh alam dengan memakai harta dan diri mereka

PENGERTIAN DAN PENJELASAN SYIRKAH

Pengertian Dan Penjelasan Syirkah 
Syirkah, menurut bahasa, merupakan ikhthilath (berbaur). Adapun berdasarkan kata syirkah (kongsi) adalah perserikatan yang terdiri atas 2 orang atau lebih yg didorong sang pencerahan buat meraih laba.

Dasar Hukum Syirkah.
Al-Qur’an
Ayat-ayat Al Quran yg memerintahkan agar ummat islam saling tolong menolong dalam berbuat kebaikan, misalnya pada QS. Al maaidah:2 dapat dijadikan dasar hukum syirkah karena syirkah merupakan galat satu bentuk pelaksanaan perintah tolong menolong berbuat kebaikan dalam hal penghidupan.



“ Hai orang-orang yg beriman, janganlah engkau melanggar syiar-syiar Allah, serta jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hewan-hewan had-ya, serta hewan-binatang qalaa-id, serta jangan (juga) mengganggu orang-orang yg mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Rabbnya serta bila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu berdasarkan Masjidil Haram, mendorong engkau berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu pada (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, serta jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu pada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (QS. 5:dua)

Hadis
Syirkah hukumnya jâ’iz (mubah), berdasarkan dalil Hadis Nabi saw. Berupa taqrîr (pengakuan) dia terhadap syirkah. Pada saat beliau diutus sebagai nabi, orang-orang dalam saat itu telah bermuamalah dengan cara ber-syirkah dan Nabi saw. Membenarkannya. Nabi saw. Bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah ra.: 

Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yg ber-syirkah selama galat satunya tidak mengkhianati yg lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar berdasarkan keduanya. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi, serta ad-Daruquthni). 

Syarat dan Rukun Syirkah
a. Syarat Syirkah 
1. Orang yang bersyirkah sudah baligh, berakal sehat serta merdeka.
2. Utama juga kapital yang kentara.
3. Orang yg bersyirkah harus mencampur ke 2 harta (sahamnya) sehingga tidak bisa dibedakan satu dengan yg lainnya.
4. Anggaran dasar serta anggaran tempat tinggal tangga jelas supaya terhindar menurut penyimpangan-penyimpangan.
5. Laba serta rugi diatur dengan perbandingan kapital masing-masing. 
Rukun Syirkah 

1. Anggota yang bersyirkah.
2. Utama-utama perjanjian
3. Sighat (akad).

Macam-macam syirkah
A. Syirkah Inan atau syirkah harta artinya akad dari dua orang atau lebih buat berserikat harta yg ditentuka oleh keduanya menggunakan maksud menerima laba (tambahan), serta keuntungan itu buat mereka yang berserikat itu. Akad ini terjadi dua orang atau lebih pada permodlan bagi suatau bisnis atas dasar membagi untung dan rugi sesuai dengan jumlah modalnya masing-masing.

B. Syirkah Abdan atau syirkah kerja adalah perserikatan antara dua orang atau lebih buat melakukan suatau usaha/pekerjaan yg hasilnya dibagi antara mereka dari perjanjian. Serikat ini terjadi jika 2 orang tenaga ahli atau lebih bermufakat atas suatu pekerjaan agar keduanya sama-sama mengerjakan pekerjaan itu. Penghasilan (upah-nya) buat mereka bersama menurut perjanjian antara mereka.

C. Syirkah Mufawadhah adalah bergabungnya 2 orang atau lebih buat melakukan kolaborasi dalam suatu urusan, menggunakan kondisi-kondisi:
  • Samanya kapital masing-masing
  • Mempunyai wewenang bertindak yang sama
  • Mempunyai agama yg sama
  • Bahwa masing-masing sebagai si penamin lainnya atas apa yg dibeli dan yang dijual.
D. Sirkah Wujuh merupakan bahwa dua orang atau lebih membeli sesuatu tanpa permodalan yg terdapat hanyalah berpegang pada nama baik mereka serta kepercayaan para pedagang terhadap mereka menggunakan catatan bahwa keuntungan buat mereka. Syirkah ini adalah syirkah tanggung jawab tanpa kerja atau modal.

E. Syirkah Mudhârabah adalah syirkah antara 2 pihak atau lebih menggunakan ketentuan, satu pihak menaruh konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl).

Hikmah dari Syirkah antara lain:
  • Terciptanya kekuatan serta kemajuan khususnya dibidang ekonomi.
  • Pemikiran buat kemajuan perusahaan bias lebih mantap, karena output pemikiran menurut poly orang.
  • Semakin terjalinnya rasa persaudaraan dan rasa soldaritas buat kemajuan beserta.
  • Jika bisnis berkembang menggunakan baik, jangkauan operasi rasionalnya semakin meluas, maka menggunakan sendirinya membutuhkan energi kerja yg poly, ini berarti syirkah akan menampung banyak energi kerja sehingga dapat mensejahterakan sebagian warga .

PENGERTIAN EKONOMI DALAM DESIGN LIBERALISME

Pengertian Ekonomi Dalam Design Liberalisme
Pada masa orde lama bangsa Indonesia belum memilih system pembangunan ekonomi, karena dalam ketika itu masih disibukkan dalam hal pembangunan negara secara konstitusional (nation building), akan tetapi pada sambutan pidato Presiden Soekarno yg selalu dia dengung-dengungkan yg kita kenal dengan Nawaksara (22 Juni 1966) merupakan tentang system kemandirian ekonomi (self reliance). Dalam decade akhir kepemimpinannya arah perekonomian pun mulai bertendensi ke arah system Sosialisme. Karena dalam era itu visi para pemimpin kita tergoda oleh bangkitnya system Sosialisme ala Lenin dan Marxisme di negara Uni Soviet dan RRC dalam ketika itu, sebagai akibatnya ajaran itu merambah ke bumi pertiwi melalui sebuah gerakan yg kita kenal menggunakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Di sisi lain, Bung Hatta sering menorehkan pemikiran-pemikiran ekonominya pada sebuah koran "Kedaulatan Rakyat” yang mengungkapkan mengenai pentingnya menyelamatkan ekonomi rakyat menggunakan system demokrasi ekonomi yang termanifestasikan pada bentuk koperasi yang berdasarkan kekeluargaan. 

Pada era orde baru, system ekonomi mulai digodok yang mana visi Indonesia dalam ketika itu lebih condong dalam system Kapitalisme Barat yg menerapkan bentuk liberalisme, merkantilisme, keynesianisme dan neo-liberalisme. Lantaran Presiden Soeharto pada waktu itu menyerahkan tatanan ekonomi bangsa kepada Mafia Berkeley yang sebagian besar lulusan doktor atau master menurut University of California at Berkeley pada 1960-an atas donasi Ford Foundation.

Setalah masa reformasi yang diteruskan Presiden Habibie yang dikenal menggunakan system komparatif-kompetitive, maka pada ketika yang sangat singkat sudah menaburkan benih-benih reformasi termasuk pada dalamnya system ekonomi komparasi kerakyatan dan neo liberal. Kemudian diteruskan Gusdur yg pada saat itu tidak memikirkan visi ekonomi lantaran prioritas kebijakan dalam ketika itu tervokus pada kesatuan NKRI serta dalam masa Megawati, arah kebijakan neo-liberalisme masih kentara walaupun jua sedikit ekonomi kerakyatan mulai dipraktekkan. Pada kepemimpinan Presiden SBY agenda ekonomi kerakyatan agak gencar dilaksanakan khususnya pada menjalankan acara BLT, KUR serta PNPM, walaupun pada skala makro serta lebih akbar system ekonomi neo-libral juga permanen berjalan.

Maka dalam era sekarang perihal neo-liberalisme ada secara hangat, baik dalam forum diskusi, seminar nasional serta internasional, ulasan fakta dan media-media lainnya setelah Presiden SBY menetapkan calon wakil presiden mendatang Budiono yg sebelumnya menjabat menjadi Gubernur Bank Indonesia. Menurut para penentang mantan Gubernur Bank Indonesia tadi, Boediono seorang ekonom yg menganut paham ekonomi neoliberal, sebab itu dia sangat berbahaya bagi masa depan perekonomian Indonesia.

Dalam tulisan ini kita nir bermaksud menguliti Boediono atau paham ekonomi yang dianutnya. Tujuan tulisan ini merupakan untuk menguraikan pengertian, asal mula, dan perkembangan Liberalisme dan neoliberalisme secara singkat. Saya berharap, menggunakan tahu liberalisme dan neoliberalisme secara sahih, silang pendapat yang berkaitan menggunakan paham ekonomi ini dapat dihindarkan dari debat kusir. Sebaliknya, para ekonom yg kentara-kentara mengimani neoliberalisme, nir secara mentah-mentah jua mengelak bahwa dirinya bukan seseorang neoliberalis. Dengan demikian, juridiksi obyektivitas akan dapat ditemukan selesainya kita mengetahui dengan jelas system ini, tentunya memiliki plus dan minus, sebagai akibatnya membutuhkan system ekonomi yang lebih berkeadilan. 

A. Liberalisme
Liberalisme merupakan bentuk system ekonomi yg mengandalkan mesin pasar secara liberal, sebagai akibatnya menjustifikasi pengharaman negara dalam mengintervensi perputaran ekonomi pasar. Maka pasar ini dibiarkan begitu saja berputar secara alamiah, tanpa terdapat batasan sekat-sekat aturan, karena yg bermain di dalamnya aturan supply and dimand. Menurut paham ini tangan mistik (invisible hand) yg mengatur harga pada pasar. Untuk mengetahui secara mendalam kita akan mengulas tentang perkembangan pemikiran system ekonomi ini.

Dalam system pembangunan ekonomi konvensional mempunyai perkembangan-perkembangan pemikiran yang dimulai menurut lahirnya system ini hingga kini . Serta Liberalisme adalah bagian menurut Kapitalisme. Maka jikalau kita klasifikasikan perkembangan ekonomi ini dapat kita golongkan ke pada empat fase: ekonomi klasik, keynesianisme, neo-klasik dan neo-liberalisme. Yang akan kita jelaskan secara tafsil sebagai berikut:

a. Madzhab Ekonomi Klasik
Ekonomi klasik merupakan paham ekonomi yg sangat berpengaruh pada perkembangan pembangunan ekonomi di negara-negara maju. Sebagai founding fathers ekonomi klasik ini Adam Smith, John Malthus serta David Ricardo. Sedangkan Adam Smith memproklamirkan diri teori-teori ekonomi ini menggunakan madzhab individualisme "Laissez Faire, Laissez Passez, Et Le Monde va De Luime me”, berarti: (Biarkan dia bekerja dan tinggalkanlah, global ini akan berjalan dengan sendirinya). Dalam kaitan pembangunan ekonomi, maka teori ini berbunyi: “Biarkan masyarakat mengelola ekonominya menggunakan sendiri, sedangkan negara nir boleh mengintervensinya”.

Paham inilah yg memunculkan ghirah individualisme, yang sangat mensugesti pemikiran pembangunan ekonomi di negara-negara barat serta USA, dan pula terhadap pola hidup warga Indonesia pada perkotaan yang life style berkiblat kepada barat yang sangat bertentangan menggunakan Pancasila dan UUD 1945. Adam Smith menolak pemikiran ekonomi intervensi negara terhadap perputaran ekonomi dalam rakyat, yaitu dengan memberikan peluang perputaran ekonomi kepada warga secara liberal sebagai mekanisme pasar, sebagai akibatnya masyarakat sanggup berkonsumsi dan berproduksi yang dipengaruhi oleh harga pasar menggunakan hukum penawaran dan permintaan (supply and dimand).

Dalam hal ini, Adam Smith berkeyakinan bahwa dengan nir adanya hegemoni negara dalam pengaturan pasar akan bisa menjamin keseimbangan ekonomi dalam warga . Dan harga yang ditentukan sang prosedur pasar dalam pandangan Smith akan bisa mensugesti produksi, income/pendapatan, deposito, distribusi dan konsumsi. Dengan demikian, maka harga yang sudah ditentukan sang prosedur pasar akan dapat mengelola perencanaan produksi, tabungan deposito, serta distribusi secara natural, sehingga akan bisa mensugesti pertumbuhan ekonomi secara alami. Dengan berkeyakinan bahwa factor-faktor tangan mistik (invisible hand) akan berdampak pada natural order serta natural price dalam ekonomi. 

Dalam kenyataannya, teori individualisme ini berdampak pada kerusakan social yg mengakibatkan kesenjangan social antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin, karena teori ini berdampak dalam tatanan social yang kaya makin kaya dan yang miskin makin terhimpit serta terjepit, karena berdasar teori “Yang kaya memakan yg miskin”. Dengan demikian, teori Adam Smith ini jelas ditolak mentah-mentah lantaran meninggalkan great depression ekonomi dunia pada tahun 1929 khususnya bagi negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.

Para tokoh ekonomi klasik lain –Khusunya Malthus, David Ricardo serta John S. Mill- menambahkan mengenai 2 faktor yang dapat merusak pembangunan ekonomi: Tingginya pertambahan nomor penduduk dan kelangkaan sumber daya alam (SDA). Sehingga kedua factor inilah yg bila berkembang fertile pada warga akan berdampak pada keterbelakangan ekonomi rakyat, serta warga nir bertambah maju, bahkan akan terperosok ke dalam resesi ekonomi (stationary). Sekira mayoritas masyarakat hidup pada level kemiskinan yang diklaim dengan Minimum Subistence Level. Maka secara otomatis buat mendongkrak warga pada level ini, akan menggunakan pola pemikiran pembangunan ekonomi yang kita sebut dengan Gradualistic Model of Growth & Stagnation. 

Perbedaan mendasar antara teori-teori pembangunan ekonomi Ricardo, Malthus dan Smith terletak pada analisa pembangunan tentang konsep peran penduduk menjadi unsure ekonomi. Menurut Smith angka pertambahan penduduk adalah bagian berdasarkan factor-faktor produksi yg akan melahirkan perluasan pasar dan pertumbuhan ekonomi. Dengan semakin luasnya pasar, maka akan membuka penemuan-inovasi baru sebagai imbas berdasarkan bonus perluasan distribusi pekerjaan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Masih dalam frame teori-teori ekonomi Smith, John S. Mill berpendapat bahwa menggunakan system spesilisasi dan distribusi kerja (division of labor) profesionalisme para pekerja serta produktifitasnya akan meningkat, yg berdampak dalam pertumbuhan ekonomi. Sedangkan David Ricardo serta Malthus berpendapat bahwa menggunakan semakin bertambahnya penduduk maka pada jangka panjang ekonomi akan terjerembab ke pada resesi ekonomi, dikarenakan pertumbuhan penduduk melampui pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, maka sesuai dengan pendapatnya pembangunan ekonomi akan balik ke level minimal (kemiskinan), dan Ricardo menambahkan bahwa tingginya produktifitas yg disebabkan sang penggunaan tehnologi maju berdampak dalam resesi ekonomi, akan namun nir murni disebabkan oleh alih tehnologi maju. 

b. Madzhab Ekonomi Keynesianisme
Madzhab Keynesianisme ini sangat membantah tentang teori-teori ekonomi Smith sebagaimana aku jelaskan pada atas, dan pemikiran Keyn terfokus dalam upaya anugerah solusi problematika ekonomi klasik dengan teori-teori: kerja, pemberdayaan, system bunga dan moneter. Dan revolusi Keyn ini kembali berupaya untuk menerapkan kebijakan-kebijakannya dalam memberikan solusi problematika melemahnya permintaan makro secara empiris serta tetap focus pada pentingnya hegemoni pemerintah secara eksklusif melalui kebijakan-kebijakan financial. Yaitu dengan menerapkan kebijakan-kebijakan investasi publik menggunakan menutup mata tentang pentingnya kebutuhan investasi dalam era kini . Dengan demikian Pemikiran Keyn merupakan atithesa pemikiran Smith dan Mark.

Pada tahun 1936 sebagai tahun lahirnya Madzhab Keynesianisme, yg mengfokuskan pemikirannya pada analisa ekonomi jangka pendek. Yang mana global mengalami depresi ekonomi secara akbar-besaran serta pengangguran pun merajalela. Dalam general theorinya Keyn beropini bahwa krisis ekonomi yg terjadi di Amerika Serikat serta negara-negara barat itu disebabkan sang kurangnya investasi menurut para investor secara umum. Oleh karena itu, buat menaruh solusi atas krisis ini, negara harus melakukan intervensi di dalamnya. 

Dalam perkembangan theorinya, Theori Keyn mengakui teori pertumbuhan ekonomi kontemporer yg mengfokuskan diri dalam phisical capital formulation dan human capital/human invesment. Dampak menurut teori Keyn ini dalam perkembangannya melahirkan teori pertumbuhan yg dianalisis sang Harrod (1948) dan Domar (1946) yang mengfokuskan analisanya dalam permintaan makro secara realitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Menurut pendapat keduanya bahwa pertumbuhan ekonomi itu dipengaruhi oleh 2 unsure: Investasi dan Capital Output Rasio. 

Menurut teori ini rakyat diharuskan memiliki tabungan deposito sebagai asal investasi. Dan dari galat satu penelitian mengungkapkan bahwa setiap tabungan deposito dan investasi bertambah maka berdampak dalam pertumbuhan ekonomi. Dan begitu kebalikannya, setiap rendahnya capital output rasio akan berdampak dalam lemahnya pertumbuhan ekonomi. 

Menurut pemikiran Hanson, yg sangat memperhatikan bahaya tekanan inflasi –khususnya inflasi harga- terhadap kemajuan-kemajuan yang diraih negara-negara maju, yang akan berdampak dalam resesi produksi dalam jangka panjang (secular stagnation), karena nir bersesuaian antara harga-harga asal daya produksi –selanjutnya harga-harga barang produksi- dengan tingginya produktifitas yang berimbas pada lemahnya struktur ekonomi pada proses produksi. Sehingga mengharuskan hegemoni negara pada membatasi inflasi harga menggunakan cara menentukan harga secara eksklusif atau tidak pribadi melalui kebijakan-kebijakan financial. 

c. Neo-Klasik
Madzhab ekonomi Neo-Klasik mengfokuskan pemikirannya dalam solusi peroblematika ekonomi jangka pendek. Yang menekankan pentingnya peran redistribusi asal daya ekonomi (Optimum allocation of existing resources) buat menambah kualitas produksi. Menurut teori ini kemajuan tehnologi mempunyai donasi signifikan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dan unsure tehnologi mempunyai imbas yang tinggi pada meningkatkan kecepatan pertumbuhan ekonomi suatu negara. 

Dalam teori ini kemajuan tehnologi merupakan unsure krusial yg dapat dimanfa’atkan semua negara di dunia ini. Dalam system ekonomi terbuka, seluruh factor-faktor produksi akan dapat berpindah secara gampang diantara negara-negara di global, dan indera-indera tehnologi ini akan bisa dimanfa’atkan secara lebih leluasa oleh negara-negara yg membutuhkannya. Dan sang karena itu, akan terjadi convergent pertumbuhan ekonomi pada semua negara di dunia, hal itu berarti: kesenjangan ekonomi antar negara akan menipis. 

Dalam perkembangan teori pertumbuhan ekonomi ini, pemikiran yang menyebutkan peranan perdagangan menjadi factor krusial selain factor tenaga kerja, kapital financial dan tehnologi. System dagang/perdagangan diakui menjadi factor yg sangat menghipnotis pertumbuhan ekonomi pada negara manapun. Seperti yang dikatakan tokoh ekonomi Neo-Klasik Nurkse (1953) yang menjelaskan bahwa perdagangan merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi pada abad ke –19, bagi negara-negara maju seperti USA, Canada serta Australia. Dalil realitas yg menguatkan asumsi tersebut adalah terwujudnya kemajuan ekonomi negara-negara industri baru, yg mana negara-negara ini sangat miskin akan sumber daya alam (SDA), contohnya: Korea Selatan, Taiwan, Hongkong serta Singapura, pertumbuhan ekonomi negara-negara ini didorong sang tingginya kegiatan perdagangan internasional.

Sebagai kesimpulan bahwa system ekonomi liberalisme adalah gugusan dari madzhab ekonomi klasik, keynisan serta neo-klasik yang menelurkan kebijakan-kebijakan ekonomi berupa liberalisasi pasar, kebijakan pro-pasar, individualisme, kebijakan pro-bunga (system ribawi), pertumbuhan penduduk sebagai penghambat ekonomi, liberalisasi keuangan, spesialisasi bidang menuju profesionalisme tenaga kerja, system redistribusi ekonomi yang berbentuk subsidi harga dan produk sebagai bentuk kebijakan buat kesejahteraan masyarakat, penggunaan tehnologi maju, teori pertumbuhan ekonomi, intervensi negara pada pasar menjadi produsen hokum. Dan menjadi dampak dari pemberlakuan system liberalisasi ekonomi terbangunnya system kesenjangan ekonomi rakyat yg sangat lebar, system korupsi, system monopoli serta keserakahan yang berakhir pada krisis ekonomi, pengangguran merajalela dan berujung dalam sunami social.

B. Neo-Liberalisme
Neo-Liberalisme merupakan bentuk baru dari madzhab ekonomi pasar liberal. Yang mana system ini menjadi sebuah upaya buat mengoreksi kelemahan yg terdapat pada liberalisme. Sebagaimana diketahui, pada paham ekonomi pasar liberal yg telah aku jelaskan di atas, pasar diyakini memiliki kemampuan buat mengurus dirinya sendiri. Lantaran pasar bisa mengurus dirinya sendiri, maka campur tangan negara dalam mengurus perekonomian nir diharapkan sama sekali. Tetapi sesudah perekonomian global terjerumus ke dalam depresi akbar dalam tahun 1929, kepercayaan terhadap paham ekonomi pasar liberal merosot secara drastis. Pasar ternyata nir hanya nir mampu mengurus dirinya sendiri, tetapi dapat sebagai asal malapetaka bagi kemanusiaan. 

Menyadari kelemahan ekonomi pasar liberal tersebut, pada September 1932, sejumlah ekonom Jerman yg dimotori sang Rustow dan Eucken mengusulkan dilakukannya pemugaran terhadap paham ekonomi pasar, yaitu dengan memperkuat peranan negara menjadi penghasil peraturan. Dalam perkembangannya, gagasan Rostow serta Eucken diboyong ke Chicago serta dikembangkan lebih lanjut sang Ropke dan Simon. 

Sudah menjadi maklum bahwa untuk mengegolkan system ekonomi neo-liberal, maka diharapkan pengemasan paket kebijakan ini pada bentuk paket kebijakan ekonomi ordoliberalisme, inti kebijakan ekonomi pasar neoliberal adalah menjadi berikut: 
(1) tujuan utama ekonomi neoliberal merupakan pengembangan kebebasan individu buat bersaing secara bebas-sempurna pada pasar;
(dua) kepemilikan pribadi terhadap faktor-faktor produksi diakui dan 
(tiga) pembentukan harga pasar bukanlah sesuatu yang alami, melainkan output dari penertiban pasar yg dilakukan sang negara melalui penerbitan undang-undang (Giersch, 1961). 

Tetapi dalam konferensi moneter serta keuangan internasional yg diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Bretton Woods, Amerika Serikat (Alaihi Salam) dalam 1944, yg diselenggarakan buat mencari solusi terhadap kerentanan perekonomian dunia, konsep yang ditawarkan oleh para ekonom neoliberal tadi tersisih sang konsep negara kesejahteraan yg digagas sang John Maynard Keynes, yang selanjutnya disebut madzhab ekonomi Keynisianisme.

Sebagaimana diketahui, dalam konsep negara kesejahteraan atau keynesianisme, peranan negara dalam perekonomian tidak dibatasi hanya sebagai produsen peraturan, namun diperluas sebagai akibatnya meliputi pula wewenang buat melakukan hegemoni fiskal dan moneter, khususnya buat menggerakkan sektor riil, membentuk lapangan kerja dan menjamin stabilitas moneter. Terkait dengan penciptaan lapangan kerja, Keynes bahkan menggunakan tegas menyampaikan: ”Selama masih ada pengangguran, selama itu juga campur tangan negara pada perekonomian tetap dibenarkan.”.

Akan tetapi madzhab keynesianisme nir bertahan lama . Pada awal 1970-an, menyusul terpilihnya Reagen menjadi presiden Alaihi Salam dan Tatcher menjadi Perdana Menteri Inggris, neoliberalisme secara mengejutkan menemukan momentum buat diterapkan secara luas. Di Amerika hal itu ditandai menggunakan dilakukannya pengurangan subsidi kesehatan secara akbar-besaran, sedang pada Inggris ditandai menggunakan dilakukannya privatisasi BUMN secara massal.

Maka dalam tahun 1980-an, madzhab ekonomi Neo-Leberalisme menemukan momentumnya dengan mengaplikasikannya pada negara-negara sedang berkembang. Menyusul terjadinya krisis moneter secara luas pada negara-negara Amerika Latin. Departemen Keuangan AS bekerja sama menggunakan Dana Moneter Internasional (IMF), merumuskan sebuah paket kebijakan ekonomi neoliberal yg dikenal sebagai paket kebijakan Konsensus Washington. Inti paket kebijakan Konsensus Washington yg menjadi menu dasar program penyesuaian struktural IMF tersebut adalah menjadi berikut: 
(1) aplikasi kebijakan anggaran ketat, termasuk kebijakan penghapusan subsidi; 
(2) liberalisasi sektor keuangan; 
(3) liberalisasi perdagangan; serta 
(4) pelaksanaan privatisasi BUMN.

Bila kita melihat perputaran kegiatan ekonomi pada Indonesia, pelaksanaan agenda-agenda ekonomi neoliberal secara masif berlangsung sehabis perekonomian Indonesia dilanda krisis moneter pada 1997/1998 kemudian. Secara naratif hal itu dapat disimak dalam aneka macam nota kesepahaman yg ditandatatangani pemerintah bersama IMF. Setelah berakhirnya keterlibatan pribadi IMF pada 2006 kemudian, aplikasi rencana-agenda tadi selanjutnya dikawal sang Bank Dunia, ADB serta USAID. Walaupun menurut ekonom Bank Danamon, Anton Gunawan penerapan system ekonomi neo-liberal yg purely sangat sulit ditemukan, semuanya serba dibatasi UU sang negara dan negara pula sangat melindungi rakyat dengan menerapkan kebijakan yg membantu warga miskin. Terutama pada era Presiden SBY acara ekonomi kerakyatan sudah mulai digulirkan yang dikenal menggunakan kata triple track strategy; pro-job, pro poor serta pro-growth, yg dijabarkan pada bentuk 3 program; KUR, PNPM, BLT. Akan tetapi secara makro program neo-libralisme masih kental dilakukan oleh pemerintah walaupun secara sedikit demi sedikit masuk pada ekonomi yg pro-masyarakat lewat acara-programnya. Intinya mesin neo-liberalisme masih berputar dalam system perputaran ekonomi Indonesia yang dikomparasikan menggunakan acara pro-rakyat.