BAGAIMANA LISTRIK BISA SAMPAI DI RUMAH KITA

Listrik yang kita gunakan dirumah, berasal berdasarkan pembangkit listrik melalui jaringan-jaringan tegangan tinggi.
Dari mana sebenarnya listrik yang terdapat di tempat tinggal kita?
Listrik yang kita gunakan sehari-hari, sumbernya berdasarkan mana?
Dari mana sebenarnya asal mula sumber listrik hingga sampai di tempat tinggal kita?
Di rumah kita sudah tersedia listrik, yg dapat kita pakai buat berbagai keperluan, seperti listrik buat menyalakan Televisi, kipas angin, AC, Memasak nasi, menyalakan Kulkas, mesin cuci, Charger, dan poly lagi yang lainnya.
Cukup dengan mencolokkan steker berdasarkan berbagai alat-alat listrik tersebut ke stopkontak (Colokan), serta Peralatan listrik maupun indera elektronika yg kita miliki dapat menyala.
Berbagai alat-alat listrik serta juga elektronika yg ada dirumah kita takkan berguna jika nir terdapat listrik.
Baca juga: Peralatan listrik yg akbar porto listrik perbulannya

Bagaimana Listrik bisa sampai kerumah?

Saat listrik pada rumah kita padam, seluruh alat-alat listrik dan elektronika tak bisa digunakan, bahkan lampu-lampu pula ikut padam, rumah kita sebagai sunyi dan gelap.
Lalu, pernahkah kita bertanya berdasarkan mana datangnya listrik tersebut, sampai mampu sampai di rumah kita dan dapat kita pakai buat aneka macam keperluan.
Bagi anda yg memakai Genset sendiri, tentu sumber listrik yang anda pakai asal berdasarkan genset tersebut.
Namun bagi anda yang mendapatkan sumber listrik dari PLN (Perusahaan Listrik Negara), tentu listrik yg anda pakai dari berdasarkan Listrik PLN.
Listrik tadi, asal dari mana?
Listrik yg kita pakai di tempat tinggal -tempat tinggal merupakan tegangan listrik AC (Alternating Current) atau biasa dianggap menggunakan Tegangan listrik arus bolak-balik .
Besar tegangan listrik yg hingga pada tempat tinggal dan kita pakai sehari-hari merupakan 220 VAC (Volt AC).
Setiap energi listrik Arus Bolak-pulang (AC) dari menurut suatu Pembangkit Listrik AC, Pembangkit listrik AC biasa diklaim dengan Alternator (Alternating Current Generator).
Jadi, Listrik yang hingga dirumah kita, jua asal dari suatu pembangkit Listrik.
Pembangkit Listrik
Terdapat berbagai jenis Pembangkit listrik yg dipakai, antara lain:
  • PLTD: Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
  • PLTA: Pembangkit Listrik Tenaga Air
  • PLTU:Pembangkit Listrik Tenaga Uap
  • PLTG: Pembangkit Listrik Tenaga Gas
  • PLTGU: Pembangkit Listrik Tenaga Gas serta Uap
  • PLTP: Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi
  • PLTS: Pembangkit Listrik Tenaga Surya
  • PLTN: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
  • PLTMG: Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas

Listrik yang hingga ke rumah-tempat tinggal kita, asal dari aneka macam macam Pembangkit Listrik, dan yang paling poly digunakan di Indonesia adalah PLTA serta PLTU.
Listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik baik PLTU atau PLTA tersebut, dialirkan melalui beberapa jaringan-jaringan, sampai akhirnya hingga di tempat tinggal -tempat tinggal .
Bagi anda yang ingin mengetahui, dari mana datangnya listrik yg ada dirumah-tempat tinggal , berikut ini alur Jaringan listrik menurut asal utamanya sampai didistribusikan ke tempat tinggal -tempat tinggal .
Bagaimana Listrik tadi mampu sampai kerumah kita?
Alur Jaringan Listrik dari Pembangkit sampai didistribusikan ke rumah-rumah.

1. Pembangkit Listrik
Pembangkit Listrik merupakan asal Utama listrik yang mampu sampai di rumah-tempat tinggal , tetapi lantaran jaraknya relatif jauh, maka Pembangkit Listrik ini harus melalui beberapa proses terlebih dahulu sebelum digunakan sang konsumen.
Tegangan Listrik yg didapatkan menurut Pembangkit Listrik utama, adalah berkisar antara 6.000Volt (6KV)- 24.000 Volt(24KV). Kenapa Jaringan Transmisi Tegangannya sangat Tinggi?
2. Jaringan Transmisi
Tegangan listrik menurut Pembangkit listrik utama, kemudian dialirkan melalui Jaringan Transmisi, Jaringan transmisi umumnya menggunakan sistem saluran udara (Kabelnya berada diatas udara).
Tegangan dari pembangkit Listrik yg semula berkisar (6KV s/d 24KV) dinaikkan sebagai 70KV s/d 500KV dalam Gardu Induk Transmisi.
3. Jaringan Distribusi Primer
Tegangan listrik berdasarkan Jaringan Transmisi (70KV s/d 500KV) kemudian dialirkan ke gardu-gardu induk jaringan distribusi Primer buat diturunkan menjadi 20KV (20.000Volt).
Kemudian Listrik menggunakan Tegangan 20.000Volt dialirkan melalui jaringan Distribusi Primer menuju Jaringan Distribusi Sekunder.
4. Jaringan Distribusi Sekunder
Jaringan Distribusi Primer menggunakan Tegangan sebesar 20.000Volt kemudian dialirkan menuju Jaringan Distribusi Sekunder, serta diturunkan sebagai 220Volt (fasa menggunakan Netral) atau 380Volt (fasa menggunakan fasa).
Jaringan distribusi sekunder menggunakan tegangan 220 Volt (Fase dan netral) inilah yang kemudian dialirkan ke rumah-tempat tinggal kita, dan bisa kita pakai buat menyalakan banyak sekali peralatan listrik yang kita miliki.
Semoga berguna!
CARA FLEXI
dikutip menurut banyak sekali asal

BAGAIMANA LISTRIK BISA SAMPAI DI RUMAH KITA

Listrik yang kita gunakan dirumah, dari berdasarkan pembangkit listrik melalui jaringan-jaringan tegangan tinggi.
Dari mana sebenarnya listrik yang terdapat di tempat tinggal kita?
Listrik yang kita gunakan sehari-hari, sumbernya menurut mana?
Dari mana sebenarnya berasal mula sumber listrik hingga sampai di rumah kita?
Di tempat tinggal kita sudah tersedia listrik, yang dapat kita pakai buat banyak sekali keperluan, misalnya listrik buat menyalakan Televisi, kipas angin, AC, Memasak nasi, menyalakan Kulkas, mesin cuci, Charger, serta banyak lagi yg lainnya.
Cukup menggunakan mencolokkan steker berdasarkan banyak sekali alat-alat listrik tersebut ke stopkontak (Colokan), dan Peralatan listrik juga indera elektro yg kita miliki dapat menyala.
Berbagai alat-alat listrik dan maupun elektronik yg terdapat dirumah kita takkan berguna apabila nir ada listrik.
Baca juga: Peralatan listrik yg akbar porto listrik perbulannya

Bagaimana Listrik bisa hingga kerumah?

Saat listrik di tempat tinggal kita padam, seluruh alat-alat listrik serta elektronika tak bisa digunakan, bahkan lampu-lampu juga ikut padam, rumah kita sebagai sunyi serta gelap.
Lalu, pernahkah kita bertanya dari mana datangnya listrik tadi, hingga sanggup hingga di rumah kita serta dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan.
Bagi anda yang menggunakan Genset sendiri, tentu asal listrik yg anda gunakan berasal menurut genset tadi.
Namun bagi anda yg menerima sumber listrik menurut PLN (Perusahaan Listrik Negara), tentu listrik yg anda pakai asal dari Listrik PLN.
Listrik tadi, berasal berdasarkan mana?
Listrik yang kita gunakan di rumah-tempat tinggal adalah tegangan listrik AC (Alternating Current) atau biasa disebut dengan Tegangan listrik arus bolak-kembali.
Besar tegangan listrik yang hingga pada tempat tinggal serta kita gunakan sehari-hari adalah 220 VAC (Volt AC).
Setiap tenaga listrik Arus Bolak-balik (AC) asal berdasarkan suatu Pembangkit Listrik AC, Pembangkit listrik AC biasa disebut menggunakan Alternator (Alternating Current Generator).
Jadi, Listrik yang sampai dirumah kita, pula asal berdasarkan suatu pembangkit Listrik.
Pembangkit Listrik
Terdapat aneka macam jenis Pembangkit listrik yg dipakai, antara lain:
  • PLTD: Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
  • PLTA: Pembangkit Listrik Tenaga Air
  • PLTU:Pembangkit Listrik Tenaga Uap
  • PLTG: Pembangkit Listrik Tenaga Gas
  • PLTGU: Pembangkit Listrik Tenaga Gas serta Uap
  • PLTP: Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi
  • PLTS: Pembangkit Listrik Tenaga Surya
  • PLTN: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
  • PLTMG: Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas

Listrik yg hingga ke rumah-rumah kita, berasal berdasarkan banyak sekali macam Pembangkit Listrik, serta yg paling poly digunakan pada Indonesia adalah PLTA serta PLTU.
Listrik yg dihasilkan dari Pembangkit Listrik baik PLTU atau PLTA tersebut, dialirkan melalui beberapa jaringan-jaringan, sampai akhirnya hingga di tempat tinggal -rumah.
Bagi anda yang ingin mengetahui, menurut mana datangnya listrik yang terdapat dirumah-rumah, berikut ini alur Jaringan listrik menurut sumber utamanya hingga didistribusikan ke rumah-rumah.
Bagaimana Listrik tadi sanggup hingga kerumah kita?
Alur Jaringan Listrik berdasarkan Pembangkit sampai didistribusikan ke tempat tinggal -tempat tinggal .

1. Pembangkit Listrik
Pembangkit Listrik merupakan sumber Utama listrik yang bisa hingga di tempat tinggal -rumah, tetapi karena jaraknya relatif jauh, maka Pembangkit Listrik ini harus melalui beberapa proses terlebih dahulu sebelum digunakan oleh konsumen.
Tegangan Listrik yg didapatkan dari Pembangkit Listrik utama, adalah berkisar antara 6.000Volt (6KV)- 24.000 Volt(24KV). Kenapa Jaringan Transmisi Tegangannya sangat Tinggi?
2. Jaringan Transmisi
Tegangan listrik menurut Pembangkit listrik utama, lalu dialirkan melalui Jaringan Transmisi, Jaringan transmisi biasanya menggunakan sistem saluran udara (Kabelnya berada diatas udara).
Tegangan menurut pembangkit Listrik yang semula berkisar (6KV s/d 24KV) dinaikkan menjadi 70KV s/d 500KV dalam Gardu Induk Transmisi.
3. Jaringan Distribusi Primer
Tegangan listrik menurut Jaringan Transmisi (70KV s/d 500KV) lalu dialirkan ke gardu-gardu induk jaringan distribusi Primer buat diturunkan sebagai 20KV (20.000Volt).
Kemudian Listrik dengan Tegangan 20.000Volt dialirkan melalui jaringan Distribusi Primer menuju Jaringan Distribusi Sekunder.
4. Jaringan Distribusi Sekunder
Jaringan Distribusi Primer menggunakan Tegangan sebanyak 20.000Volt kemudian dialirkan menuju Jaringan Distribusi Sekunder, serta diturunkan menjadi 220Volt (fasa dengan Netral) atau 380Volt (fasa menggunakan fasa).
Jaringan distribusi sekunder menggunakan tegangan 220 Volt (Fase dan netral) inilah yang kemudian dialirkan ke tempat tinggal -rumah kita, serta dapat kita pakai buat menyalakan banyak sekali alat-alat listrik yang kita miliki.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI
dikutip dari berbagai sumber

PENYEBAB LISTRIK DI RUMAH NAIK TURUN TIDAK STABIL DAN SOLUSINYA

Apa sebenarnya yang menyebabkan Listrik dirumah nir stabil (Naik Turun), dan bagaimana cara memperbaikinya?
Penyebab Listrik di rumah Naik Turun dan cara mengatasinya
Salah satu Masalah Listrik di tempat tinggal yg seringkali kita alami adalah Tegangan listriknya nir stabil atau Naik turun, Tegangan Listrik yg tidak stabil (Naik Turun) akan mengakibatkan berbagai kerugian serta kerusakan pada alat-alat listrik yang kita gunakan.
Saat Lampu di tempat tinggal datang-datang redup, serta lalu terperinci pulang, ini menandakan adanya gangguan yang mengakibatkan tegangan listrik kerumah kita sebagai tidak stabil (Naik turun).
Tegangan Listrik nir Stabil atau Naik Turun, ada yang terjadi dalam semua instalasi listrik pada tempat tinggal , dan ada pula yg terjadi hanya pada galat satu bagian alat-alat listrik saja.
Lalu, apa saja penyebab listrik di rumah kita jadi tidak stabil atau Naik Turun?

Beberapa Penyebab Listrik di tempat tinggal Naik Turun, serta cara mengatasinya


Ada beberapa penyebab terjadinya Listrik pada tempat tinggal Naik turun,diantaranya:
Terjadi Gangguan pada jaringan listrik PLN
Jika Tegangan Listrik tidak Stabil (naik turun) dialami pada semua Instalasi Listrik yg terdapat pada tempat tinggal , ini bisa disebabkan karena adanya gangguan dalam jaringan asal listrik PLN.
Misalnya:
Adanya Gangguan pada Kabel-kabel, Longgar, kabel terkena benda lain (Bocor), Beban melebihi kemampuan pembangkit (Genset) yang terdapat, serta lainnya.
Jika hal ini terjadi, tentu perbaikannya hanya bisa dilakukan oleh Pihak PLN sendiri, kita relatif melapor dan menunggu sampai pemugaran dilakukan.
Selain itu, buat mengantisipasi Hal ini terjadi, serta buat mencegah terjadinya Tegangan Listrik di rumah kita nir stabil (Naik turun), maka kita bisa menambahkan alat Penstabil Tegangan (Stabilizer Voltage) pada Sumber primer Instalasi Listrik di rumah kita.
Terjadi Gangguan pada Instalasi Listrik pada rumah
Tegangan Listrik tidak stabil (Naik Turun) bisa juga disebabkan karena adanya gangguan pada instalasi Listrik pada rumah kita sendiri.
Misalnya:
Kabel yang terpasang dalam MCB Utama Longgar/kendur, sebagai akibatnya Aliran listrik menjadi nir maksimal , serta jika ini terjadi maka Tegangan dalam semua instalasi Listrik dirumah menjadi tidak stabil.
Solusinya: periksa MCB serta kabel-kabelnya, Jika terlihat kendur, Gosong, berpijar, atau suhu nir normal, segera perbaiki atau Ganti MCB menggunakan yang baru.
Selain itu, bila Tegangan Listrik nir stabil (Naik Turun), dalam salah satu atau sebagian alat-alat listrik, kemungkinan penyebabnya, diantaranya:
Kabel dalam terminal Saklar, Fiting, Stop hubungan, Steker dalam keadaan kendur/longgar, berpijar, Short atau Bocor (terkelupas dan menyentuh benda lain), gosong, suhu panas serta sebagainya.
Solusinya: periksa peralatan listrik yang terdapat, serta segera perbaiki bila terdapat kondisi tidak normal tersebut diatas.
Demikianlah beberapa penyebab terjadinya tegangan listrik naik turun (nir stabil) dalam instalasi listrik di tempat tinggal kita, serta bagaimana cara mengatasinya.
Ingat: Jika anda merasa kurang yakin dengan kemampuan serta pengetahuan anda mengenai Listrik, sebaiknya Minta donasi Teknisi listrik yang sudah berpengalaman untuk melakukan perbaikan Listrik tadi.
Semoga berguna!
CARA FLEXI

PENYEBAB LISTRIK DI RUMAH NAIK TURUN TIDAK STABIL DAN SOLUSINYA

Apa sebenarnya yg menyebabkan Listrik dirumah tidak stabil (Naik Turun), serta bagaimana cara memperbaikinya?
Penyebab Listrik pada tempat tinggal Naik Turun dan cara mengatasinya
Salah satu Masalah Listrik pada tempat tinggal yang tak jarang kita alami merupakan Tegangan listriknya tidak stabil atau Naik turun, Tegangan Listrik yang tidak stabil (Naik Turun) akan menyebabkan berbagai kerugian serta kerusakan dalam peralatan listrik yg kita pakai.
Saat Lampu pada rumah tiba-tiba redup, serta lalu terperinci balik , ini menandakan adanya gangguan yang mengakibatkan tegangan listrik kerumah kita menjadi tidak stabil (Naik turun).
Tegangan Listrik nir Stabil atau Naik Turun, terdapat yang terjadi dalam semua instalasi listrik di tempat tinggal , dan ada juga yg terjadi hanya dalam salah satu bagian alat-alat listrik saja.
Lalu, apa saja penyebab listrik pada tempat tinggal kita jadi tidak stabil atau Naik Turun?

Beberapa Penyebab Listrik di rumah Naik Turun, dan cara mengatasinya


Ada beberapa penyebab terjadinya Listrik di rumah Naik turun,antara lain:
Terjadi Gangguan pada jaringan listrik PLN
Jika Tegangan Listrik tidak Stabil (naik turun) dialami pada seluruh Instalasi Listrik yang terdapat pada rumah, ini mampu disebabkan lantaran adanya gangguan dalam jaringan asal listrik PLN.
Misalnya:
Adanya Gangguan dalam Kabel-kabel, Longgar, kabel terkena benda lain (Bocor), Beban melebihi kemampuan pembangkit (Genset) yang ada, serta lainnya.
Jika hal ini terjadi, tentu perbaikannya hanya mampu dilakukan oleh Pihak PLN sendiri, kita relatif melapor serta menunggu sampai pemugaran dilakukan.
Selain itu, buat mengantisipasi Hal ini terjadi, serta buat mencegah terjadinya Tegangan Listrik di rumah kita tidak stabil (Naik turun), maka kita bisa menambahkan alat Penstabil Tegangan (Stabilizer Voltage) di Sumber primer Instalasi Listrik di rumah kita.
Terjadi Gangguan pada Instalasi Listrik di rumah
Tegangan Listrik nir stabil (Naik Turun) dapat pula ditimbulkan karena adanya gangguan pada instalasi Listrik di rumah kita sendiri.
Misalnya:
Kabel yang terpasang dalam MCB Utama Longgar/kendur, sehingga Aliran listrik menjadi nir maksimal , serta jika ini terjadi maka Tegangan dalam seluruh instalasi Listrik dirumah sebagai nir stabil.
Solusinya: periksa MCB serta kabel-kabelnya, Jika terlihat kendur, Gosong, berpijar, atau suhu nir normal, segera perbaiki atau Ganti MCB menggunakan yang baru.
Selain itu, apabila Tegangan Listrik tidak stabil (Naik Turun), pada salah satu atau sebagian alat-alat listrik, kemungkinan penyebabnya, antara lain:
Kabel dalam terminal Saklar, Fiting, Stop hubungan, Steker dalam keadaan kendur/longgar, berpijar, Short atau Bocor (terkelupas dan menyentuh benda lain), gosong, suhu panas dan sebagainya.
Solusinya: periksa peralatan listrik yang terdapat, serta segera perbaiki apabila terdapat kondisi tidak normal tersebut diatas.
Demikianlah beberapa penyebab terjadinya tegangan listrik naik turun (tidak stabil) dalam instalasi listrik di rumah kita, serta bagaimana cara mengatasinya.
Ingat: Jika anda merasa kurang yakin menggunakan kemampuan serta pengetahuan anda tentang Listrik, sebaiknya Minta bantuan Teknisi listrik yang sudah berpengalaman untuk melakukan pemugaran Listrik tersebut.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

PANDUAN DALAM MEMILIH GENSET UNTUK KEPERLUAN DI RUMAH

Bagaimana cara menentukan Genset yang mengagumkan, berkualitas, serta sinkron menggunakan kebutuhan di rumah?
Beberapa Panduan dalam menentukan genset yang cocok serta sesuai menggunakan kebutuhan pada rumah anda.
Listrik telah menjadi kebutuhan yg tidak bisa lepas dalam kehidupan kita sehari-hari, berdasarkan mulai pagi sampai malam hari kita selalu membutuhkan tenaga listrik.
Semua kebutuhan Listrik yg kita pakai dirumah umumnya berasal berdasarkan Listrik PLN, Tetapi ada kalanya Listrik dari PLN padam karena berbagai alasan sehingga kita nir bisa menggunakan Listrik di rumah.
Bagi sebagian orang yang memang sangat tergantung pada Listrik, tentu padamnya listrik PLN menjadi hal yang sangat mengganggu dan bahkan dapat menyebabkan kerugian.
Sebagai model bagi anda yg memiliki bisnis fotocopy, warnet, laundry, warung, dan lainnya, padamnya listrik akan sangat mengganggu serta merugikan bagi usaha anda pada tempat tinggal .
Tentu kita nir bisa selalu tergantung pada listrik dari PLN, solusinya tentu kita wajib membeli Genset sendiri buat menggantikan sumber listrik waktu PLN Padam.
Dengan mempunyai Genset sebagai cadangan sumber listrik di tempat tinggal , kita tidak lagi merasa kebingungan meski listrik menurut PLN padam.
Berbagai penyebab listrik Padam
Saat listrik PLN padam, kita dapat mengoperasikan Genset yg kita miliki, serta listrik pada rumah kita tetap menyala sehingga kita dapat melakukan aneka macam aktifitas dan usaha yang kita miliki misalnya biasanya.
Cara memasang Saklar Handel pemindah listrik PLN ke Genset
Bagi anda yang berencana buat membeli Genset buat keperluan tempat tinggal tangga maupun untuk bisnis pada rumah, dan masih resah buat menentukan pilihan Genset yang mengagumkan dan cocok sesuai menggunakan kebutuhan listrik anda, berikut ini kita akan coba menyebarkan beberapa panduan bagaimana cara menentukan genset yg rupawan serta sinkron menggunakan yang anda butuhkan.

Panduan dalam menentukan genset buat keperluan di rumah

1.sesuaikan Daya Genset dengan kebutuhan anda
Hal pertama yg harus anda perhatikan dalam menentukan Genset buat keperluan di tempat tinggal merupakan Berapa besar Daya genset yg anda butuhkan?
dan tentunya Daya genset ini harus diubahsuaikan dengan kebutuhan daya banyak sekali peralatan listrik yg anda pakai pada rumah.
Jika daya listrik PLN yg terpasang di rumah anda merupakan 2200Watt, maka usahakan anda memilih Genset yang lebih akbar dari 2200watt.
Untuk menjaga syarat genset yang kita miliki supaya lebih awet serta tahan usang, maka sebaiknya Genset hanya diberi beban sebanyak 80% menurut daya aporisma.
Sebagai model:
Jika anda membutuhkan genset untuk keperluan listrik di tempat tinggal dengan daya 2200watt, maka sebaiknya genset yang anda pilih merupakan genset menggunakan daya 3000watt, agar pengoperasian Genset tadi nir lebih dari 80% menurut kemampuan daya maksimalnya.
2.bedakan VA menggunakan Watt
Satuan daya yg tertulis pada genset terdapat yang menggunakan satuan Watt dan ada juga yg memakai satuan VA, atau terdapat yg memakai KW serta terdapat yang KVA.
  • 1 KW =1000Watt
  • 1 KVA = 1000VA

Genset dengan daya tertulis sebanyak 1000Watt tentu tidak selaras dengan Genset menggunakan daya 1000VA.
Perbedaannya merupakan satuan Watt merupakan daya yg sebenanya, sedangkan VA merupakan daya nominal atau daya semu.
Perbedaan satuan VA, Watt, KVA, KW
Untuk Genset satuan daya VA, maka harus dikalikan terlebih dahulu menggunakan faktor daya genset tadi buat menerima satuan daya Watt, serta umumnya faktor daya genset merupakan sebanyak 0,8.
Sebagai model:
Genset 1000VA, dengan faktor daya 0,8. Maka daya sebenarnya merupakan:
1000VA x 0,8 = 800Watt.
Jika anda membeli genset dengan daya 1000VA, ini berarti bahwa daya maksimal menurut genset tersebut hanya 800watt.
3.genset dengan Tegangan 220VAC
Tegangan yang biasanya dipakai di tempat tinggal kita merupakan 220Volt, maka anda wajib memastikan bahwa genset yg anda pilih mempunyai tegangan 220Volt.
AC atau DC
Genset ada yg memiliki tegangan DC (Arus searah), dan terdapat yg memiliki tegangan AC (arus bolak-pulang).
Perbedaan Listrik AC dengan Listrik DC
Listrik yang dipakai dirumah merupakan listrik AC (Arus bolak-pulang), maka anda wajib pastikan pula bahwa genset yang anda pilih mempunyai tegangan listrik AC.
Genset dengan tegangan 220VAC, merupakan tegangan listriknya sebesar 220Volt menggunakan listrik AC (Arus Bolak-pulang).
4.genset dengan Frekwensi 50Hz
Listrik PLN yg kita pakai pada rumah mempunyai frekwensi 50Hz, maka pastikan juga bahwa genset yg anda pilih adalah genset dengan frekwensi 50Hz.
5.genset 1 fasa atau tiga fasa.
Listrik yg biasanya digunakan di tempat tinggal merupakan listrik 1 fasa, maka genset yg anda pilih tentu genset menggunakan listrik 1 fasa.
Perbedaan Genset 1 fasa menggunakan genset tiga fasa
Namun, jika anda memang membutuhkan listrik dengan tiga fasa buat keperluan usaha, maka anda harus menentukan genset dengan listrik tiga fasa.
Biasanya dalam genset tertulis 1 phase buat listrik 1 fasa, atau 3 phase buat listrik tiga fasa.
6.bahan bakar Genset
Pastikan Apa jenis bahan bakar genset yg anda pilih, apakah genset tersebut menggunakan bahan bakar bensin atau solar.
Umumnya buat genset dengan daya yg nisbi kecil menggunakan bahan bakar Bensin, sedangkan genset berbahan bakar solar umumnya buat genset dengan daya akbar.
7.cara pengoperasian Genset
Genset yang dijual dipasaran buat keperluan rumah tangga, ada yang dinyalakan dengan memakai Electric starter, dan ada juga yg manual starter.
Sebaiknya genset yang anda gunakan pada tempat tinggal mempunyai sistem pengoperasian dengan Electric starter supaya anda tidak repot buat menyalakan Genset tadi, dibanding menggunakan genset yang memakai sistem manual atau pada engkol/putar.
8.tipe genset
Genset buat keperluan tempat tinggal tangga, ada yang tipe portabel, Silent dan ada yang standby.
Genset yg paling poly digunakan untuk keperluan tempat tinggal tangga adalah genset portabel lantaran harganya lebih murah dibanding tipe standby.
Namun genset portabel memiliki suara yang relatif berisik, dibanding genset standby yang umumnya sudah dibuat tertutup dan lebih kedap bunyi.
Jika anda menginginkan genset portabel yang tidak berisik, anda bisa memilih Genset portabel dengan tipe Silent, tetapi tentu harganya lebih mahal dibanding menggunakan genset portabel biasa.
9.merek Genset
Untuk menerima Genset yg indah, berkualitas, terjamin, serta tahan usang, anda bisa memilih Genset dengan Merek yg sudah terpercaya dalam hal produksi Genset.
Merek genset yang terbaik adalah merek genset yg poly digunakan atau terlaris, sudah berpengalaman, sedikit keluhan menurut konsumen, dan dapat di rekomendasikan.
Tips lainnya: Tempatkan Genset diluar rumah, agar asap menurut genset nir berkumpul dalam rumah serta bisa membahayakan kesehatan anda dan keluarga.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

CARA MENGUKUR TAHANAN GROUNDING ATAU PENTANAHAN YANG BENAR

Apakah sistem grounding atau pentanahan yg kita pasang telah sahih?, dan Bagaimana cara mengukur grounding yang baik dan benar?
Pentanahan atau Grounding umumnya dipasang buat mengamankan Suatu instalasi listrik dari bahaya sambaran petir.
Namun sebelum kita membahas tentang Grounding serta bagaimana sebenarnya Grounding yang baik, terdapat baiknya terlebih dahulu kita mengenal bahaya menurut petir itu sendiri.
Apakah anda mengetahui bahwa Petir memiliki tenaga listrik yang sangat besar ? Bahkan ada petir yang menghasilkan listrik mencapai seratus ribu lebih bahkan jutaan Volt.
Apakah listrik menggunakan tegangan mencapai ratusan ribu volt itu berbahaya, dan seberapa akbar bahaya listrik dari petir tersebut ?
Kita bayangkan saja apabila kita tersengat listrik yang terdapat di rumah kita, listrik yg ada dirumah kita saja bisa menyebabkan bahaya terhadap insan dan bisa menyebabkan kebakaran.
Padahal tegangan listrik yang biasa kita gunakan di rumah masih tergolong listrik menggunakan tegangan rendah yaitu sebanyak 220 Volt.
Apalagi jika tersambar petir yg membuat listrik dengan tegangan hingga seratus ribu lebih volt !!
"Listrik 220 Volt saja bisa membahayakan keselamatan, apalagi Petir menggunakan tegangan listrik ribuan Volt"

Apa itu PETIR?
Petir adalah suatu gejala alam yang seringkali terjadi dalam ketika akan turun hujan, Petir biasa pula disebut dengan Halilintar atau kilat, Petir bisa menyebabkan energi listrik yang sangat besar , bahkan mampu mencapai jutaan Volt.
Energi listrik yang dihasilkan Petir ini terjadi lantaran adanya konvoi awan secara terus menerus yg mengakibatkan bergesekan antara 2 lempengan, baik itu antara lempengan awan menggunakan awan maupun lempengan awan dengan bumi.
Yang masing-masing menurut 2 lempengan yang bergesekan tersebut mempunyai nilai potensial yang tidak selaras.
Lempengan awan terdapat yang memiliki energi potensial yg bermuatan Positif dan ada yang bermuatan Negatif, sedangkan lempengan bumi mempunyai tenaga potensial yang bermuatan negatif.
Petir yg memiliki energi listrik menggunakan tegangan yg sangat akbar ini, bisa menyambar ke segala arah dan bahkan sampai menyambar ke bumi. Dampak petir dalam instalasi listrik
Sambaran petir yang menunjuk ke bumi dapat mengenai berbagai benda yg terdapat pada bumi, gedung, bangunan, pohon – pohon, jaringan listrik, serta lainnya.
Sambaran Petir ini dapat dibagi sebagai 2 jenis, yaitu:
  • Sambaran Petir langsung
  • Sambaran petir nir langsung

A. Sambaran Petir Langsung
Sambaran petir pribadi adalah sambaran petir yang eksklusif mengenai benda yg terdapat dibumi, misalnya gedung, tower, tempat tinggal , pohon, jaringan listrik dan lainnya.
Sambaran listrik pribadi mempunyai imbas kerusakan yang sangat besar .
Untuk mencegah bahaya dari sambaran listrik langsung ini, umumnya dipasang Penangkal Petir (Lightning Protection) disekitar area atau loka yang ingin dilindungi berdasarkan sambaran petir eksklusif.
Penangkal Petir (Lightning Protection)
Sistem pengaman yg biasa dipakai untuk mencegah kerusakan jaringan dan perlengkapan listrik dampak sambaran petir eksklusif adalah dengan memasang peralatan penangkal petir (Ligthning Protection).
Penangkal petir akan menerima tegangan listrik berdasarkan sambaran petir dan mengalirkan tegangan listrik tadi ke tanah (Bumi) melalui pentanahan (Grounding).
B. Sambaran Petir nir pribadi.
Selain sambaran petir yg eksklusif menyambar benda yg terdapat pada bumi, sambaran petir terdapat pula secara tidak pribadi.
Saat terjadi sambaran petir pada dekat rumah kita, terkadang dapat mengakibatkan kerusakan berbagai alat listrik atau alat elektronika seperti televisi, personal komputer , dan lainnya.
Padahal petir tadi tidak pribadi tentang rumah atau peralatan listrik kita.
Lalu bagaimana sambaran petir tersebut bisa menyebabkan kerusakan ?
Ini yg disebut menggunakan sambaran petir nir langsung, sambaran petir tadi nir tentang benda-benda yang ada dibumi, tetapi gelombang induksi berdasarkan listrik yg dibawa petir tersebut mengalir melalui kabel-kabel pada rumah kita dan sampai dalam alat-alat listrik yg kita miliki.
Induksi listrik menurut petir inilah yg menyebabkan kerusakan peralatan listrik tadi.
Dan buat menghindari kerusakan peralatan listrik dari sambaran petir nir eksklusif ini, instalasi listrik dan peralatan listrik harus dilengkapi dengan Surge Arrester.
Surge Arrester
Sistem pengaman yang biasa digunakan untuk mencegah kerusakan jaringan serta perlengkapan listrik akibat sambaran listrik nir pribadi (Induksi) merupakan dengan memasang peralatan Arrester (Surge Arrester).
Baca pula: Mengenal fungsi serta prinsip kerja Surge Arrester
Arrester berfungsi buat membuang tegangan listrik yang melebihi batasan normal serta akan mengalirkan tegangan listrik berlebih tersebut menuju pentanahan (Grounding).
Bagaimana petir yang mempunyai tegangan listrik yang akbar dapat dinetralisir atau dinetralkan ?
Bumi merupakan sistem netral yg paling baik, dan bisa meredam dan membuang tegangan listrik berdasarkan sambaran petir tadi.
Oleh karena itulah, baik Lightning Protection (Penangkal petir) serta surge Arrester takkan bisa berfungsi menggunakan baik, bila sistem pentanahan atau Grounding tidak terpasang menggunakan baik dan benar.
Bagaimana sebenarnya system grounding atau pentanahan yg baik serta sahih?

Cara Mengukur Tahanan Grounding yg baik dan benar

Untuk menerima suatu sistem grounding, pentanahan (pembumian) yang baik, maka kabel penghantar yang ditanamkan harus benar-sahih terhubung ke bumi.
Untuk mengetahui apakah sistem Grounding atau pentanahan yang kita pasang sudah benar-benar terhubung ke bumi, yaitu sebisa mungkin wajib tidak memiliki hambatan atau resistan antara kabel grounding menggunakan bumi.
Namun apabila tidak bisa dipastikan sahih-benar 100% persen terhubung ke bumi, maka dibuatlah nilai baku maksimum berdasarkan kendala atau resistan kabel grounding ke bumi, yaitu dibawah 2 ohm atau dibawah 1 ohm.
Sebaiknya Nilai Tahanan Grounding terhadap Bumi merupakan < 2 Ohm
Bagaimana caranya kita mengetahui apakah nilai kendala atau resistan pentanahan atau Tahanan grounding yang kita pasang telah mencapai nilai baku, sebagai akibatnya dapat dikatakan sistem grounding yg kita pasang sudah baik serta sahih.
Untuk mengetahui hal ini, maka kita harus melakukan pengukuran sistem grounding atau pentanahan (pembumian) yg kita pasang menggunakan memakai alat ukur grounding atau pentanahan (pembumian).
Alat ukur ini biasa diklaim menggunakan Grounding Tester atau Earth Tester.
Berbagai jenis tipe, merek serta model alat ukur grounding atau pentanahan yg dijual pada pasaran.
Salah satunya kita bisa menggunakan Grounding tester atau Earth Tester merek Kyoritsu menggunakan model 4102A.
Bagaimana cara memakai alat ukur grounding tester atau earth tester buat mengetahui syarat sistem grounding atau pentanahan (pembumian) yg kita pasang ?
Pengukuran sistem grounding atau pentanahan memang harus dilakukan dengan sahih buat mendapatkan output pengukuran yg benar.
Cara menggunakan alat ukur grounding Earth tester atau grounding tester yang benar

Alat ukur grounding Earth tester atau grounding tester ini, dilengkapi tiga (3) buah lubang konektor dan 3(3) kabel ukur yg akan digunakan.
Ketiga kabel tersebut yaitu:
  • Kabel berwarna merah (C), dihubungkan ke lubang konektor berwarna merah dalam alat ukur, dan ujung satunya dihubungkan ke stick/tongkat besi yang tersedia serta telah ditancapkan ke bumi/tanah.
Usahakan jarak antara stick atau tongkat besi yg satu menggunakan yang lainnya lebih kurang 5m – 10 m.
  • Kabel berwarna kuning (P), dihubungkan ke lubang konektor berwarna kuning pada alat ukur, dan ujung satunya dihubungkan ke stick/tongkat besi yang tersedia dan sudah ditancapkan ke bumi/tanah. Usahakan jarak antara stick atau tongkat besi yg satu menggunakan yang lainnya lebih kurang 5m – 10 m.
Begitu pula jarak antara masing-masing stick / tongkat besi menggunakan titik grounding atau pentanahan yang diukur juga wajib mempunyai jeda antara 5m – 10 m.
  • Kabel berwarna hijau (E), Kabel berwarna Hijau (E), dihubungkan ke lubang konektor berwarna Hijau pada indera ukur (Earth Tester), dan ujung satunya dihubungkan ke kabel penghantar dalam titik Grounding atau pentanahan yg sudah kita pasang.


  • Setelah itu putar selektor pada indera ukur (Earth Tester) buat kita arahkan dalam pengukuran dengan nilai tertinggi (skala 100 Ω) terlebih dahulu, lalu tekan tombol test.
  • Jika jarum ukur belum berkiprah atau beranjak namun sangat mini , putar selektor buat mengganti satuan skala yang lebih kecil (10 Ω).
  • Jika jarum ukur masih bergerak hanya sedikit juga, maka sanggup kita coba lagi menggunakan skala ukur yg lebih mini (1 Ω), buat mendapatkan output pengukuran yang lebih akurat.

Menghitung output pengukuran:
  • Jika pada skala ukur 1 Ω, jarum ukur beranjak dalam nomor 2, maka hasil pengukuran merupakan :
2 x 1 Ω = dua Ω. (Tahanan grounding baik serta sahih memenuhi nilai standar)
  • Jika skala ukur yang kita gunakan dalam pilihan selektor 10 Ω, dan jarum ukur berkiprah memilih angka 2, maka hasil pengukuran adalah :
2 x 10 Ω = 20 Ω. (Tahanan Grounding jelek)

  • Jika skala ukur yang kita pakai pada pilihan selektor 100 Ω, serta jarum ukur berkecimpung memilih angka 2, maka output pengukuran adalah :
2 x 100 Ω = 200 Ω. (Tahanan Grounding sangat Buruk, bahkan mungkin nir terpasang)
Ingat : ketika akan mulai melakukan pengukuran, jangan lupa buat menekan Tombol test dalam alat tadi buat mulai pengukuran.
Demikianlah artikel mengenai bagaimana cara mengukur tahanan grounding atau pentanahan (Pembumian) yg sahih.
Semoga dapat menambah pengetahuan yang berguna buat kita seluruh !
CARA FLEXI
Dikutip berdasarkan aneka macam sumber
Dan asal : Kyoritsu Earth Tester

APA YANG MENYEBABKAN LISTRIK DIRUMAH PADAM

Apa sebenarnya yg menyebabkan listrik pada tempat tinggal datang-tiba padam, bahkan terkadang padam sesaat kemudian menyala dan padam lagi, kenapa?
Padamnya listrik di rumah secara tiba-datang tentunya membuat kita kesal dan kecewa, banyak sekali berpretensi ada pada pikiran kita.
Kenapa listrik dirumah tak jarang padam?
Apakah listrik padam karena disengaja?
Listrik tiba-tiba padam, kemudian menyala dan padam lagi, ada apa sebenarnya?
Kita tentunya pernah mengalami, waktu sedang asyik bersama famili di tempat tinggal , sambil menonton televisi, mendengarkan musik, atau lainnya, tiba-tiba listrik pada rumah padam, sehingga membuat suasana sebagai gelap, dan suasana sebagai kurang menyenangkan.

Apa sebenarnya penyebab listrik dirumah padam secara tiba-datang?

Terkadang padamnya listrik dirumah hanya terjadi sesaat, lalu menyala lagi, namun tidak lama kemudian Listrik padam lagi, seolah-olah ada yang memadamkan serta menyalakan dengan sengaja.
Mungkin anda pula pernah berpikir demikian, kenapa listrik padam dan menyala pada ketika yang sangat singkat, apakah ini ulah orang-orang yg sedang iseng dan mengganggu kenyamanan orang lain?
Sebelum kita menganggap yg bukan-bukan, ada baiknya kita mengetahui apa sebenarnya yg menyebabkan padamnya listrik di rumah, baik itu sesaat, atau bahkan padamnya listrik dirumah dalam saat yg cukup usang atau mampu hingga seharian.

Padamnya Listrik di tempat tinggal bisa disebabkan oleh aneka macam faktor, tetapi usahakan terlebih dahulu kita bagi penyebabnya menjadi 2 (2) macam penyebab, yakni:
1. Padamnya listrik dirumah yg disebabkan gangguan internal
Gangguan internal disini maksudnya merupakan gangguan yg terjadi berdasarkan KWHmeter menuju instalasi didalam tempat tinggal kita.
Penyebab padamnya listrik pada tempat tinggal bisa jua dikarenakan adanya gangguan atau pertarungan yg asal berdasarkan instalasi listrik dirumah kita sendiri, penyebab yang dari berdasarkan instalasi listrik pada tempat tinggal kita, dan yg seringkali terjadi adalah lantaran MCB trip (Jepret).
Berbagai penyebab MCB dirumah Trip (Jepret), serta solusinya
Listrik dirumah padam, lantaran MCB turun (Jeglek), bisa disebabkan sang beberapa gangguan, antara lain:
  • Kelebihan beban daya listrik atau pemakaian listrik yang hiperbola.
  • Terjadi korsleting (short circuit) pada instalasi listrik yg terdapat dirumah kita, seperti kabel, stopkontak, fiting lampu serta lainnya.
  • Terjadi korsleting yg dari menurut banyak sekali peralatan listrik yang kita pakai, misalnya lampu, setrika, televisi, rice cooker, kipas angin, dan lainnya.
  • MCB yg ada dirumah kita telah rusak, pemasangan kabel kendur, dan sebagainya.

2. Listrik Padam yang ditimbulkan lantaran ada gangguan berdasarkan Eksternal
Gangguan eksternal disini maksudnya merupakan adanya gangguan yg berasal menurut pihak PLN, dimulai menurut meteran menuju kabel TR ditiang sampai ke sumber pembangkit listrik.
Penyebab padamnya listrik dirumah, karena adanya gangguan berdasarkan pihak PLN dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya:
  • Pemadaman listrik bergilir
Listrik di tempat tinggal padam lantaran terjadinya pemadaman bergilir dari pihak PLN.
Pemadaman bergilir terjadi karena adanya perawatan atau perbaikan yg mengakibatkan supplai listrik berkurang, sebagai akibatnya asal listrik yang menuju ke tempat tinggal -rumah nir bisa buat menyuplai kebutuhan listrik konsumen secara holistik.
Baca jua: Bagaimana Listrik mampu hingga kerumah kita?
Gangguan yg terjadi dapat berupa karena adanya perawatan atau perbaikan pada pembangkit listrik, pada kabel jaringan Tegangan menengah, Trafo, dan lainnya.
  • Pemadaman listrik secara tiba-tiba
Listrik padam datang-tiba dan dalam ketika yang cukup panjang, bisa ditimbulkan sang karena adanya gangguan pada jaringan listrik juga berdasarkan pembangkit listrik, dan hal ini tidak terjadwal.
Seperti halnya dirumah-tempat tinggal , jaringan listrik milik PLN jua dilengkapi menggunakan aneka macam pengaman, baik itu pengaman listrik terhadap kelebihan beban (Over current), pengaman kelebihan tegangan (Overvoltage), pengaman saat terjadi sambaran petir, serta sebagainya.
Jika terjadi gangguan kelebihan beban, tegangan yg tinggi, sambaran petir, kebocoran listrik serta sebagainya, maka sistem pengaman akan bekerja memutuskan rangkaian listrik, serta mengakibatkan listrik dirumah padam.
Pihak PLN akan segera mengetahui gangguan tadi serta eksklusif melakukan pemugaran secepat mungkin, karena padamnya listrik ke rumah-tempat tinggal juga adalah kerugian bagi pihak PLN.
  • Listrik padam datang-tiba dan hanya sesaat
Jika peristiwa listrik padam tiba-tiba dan hanya sesaat, kemungkinan hal ini disebabkan lantaran sistem pengaman yg terpasang pada jaringan listrik PLN mendeteksi adanya gangguan, lalu secara otomatis akan memutuskan rangkaian listrik menuju kerumah-rumah, selesainya gangguan hilang maka pengaman listrik tadi akan mengalirkan pulang listrik ke rumah-tempat tinggal , serta hal ini bekerja secara otomatis.
Salah satu contoh pengaman listrik yg terpasang dalam jaringan tegangan menengah (TM) milik PLN adalah Recloser.
Recloser merupakan suatu pengaman yg bekerja secara otomatis menetapkan serta menghubungkan genre listrik.
Recloser akan bekerja tetapkan aliran listrik apabila terjadi gangguan misalnya kebocoran listrik, tegangan lebih, dan sebagainya, bila kondisi gangguan nir terdapat lagi, maka Recloser akan secara otomatis mengalirkan listrik balik .
Salah satu model gangguan yang tak jarang terjadi merupakan waktu ada dahan pohon yg menyentuh kabel jaringan listrik, maka hal ini menyebabkan kebocoran listrik mengalir ke pohon tadi.
Recloser akan mendeteksi hal tersebut serta dalam waktu yang singkat akan menetapkan aliran listrik.
Jika dahan tersebut telah terlepas atau nir bersentuhan dengan kabel listrik lagi, maka Recloser akan balik mengalirkan listrik ke rumah-rumah.
Hal ini merupakan keliru satu penyebab mengapa listrik padam sesaat lalu menyala balik .
Jaringan Listrik PLN dilengkapi dengan banyak sekali sistem pengaman yang lebih sophisticated dibanding dirumah-tempat tinggal kita serta sebagian bekerja secara otomatis, hal ini demi menjaga keselamatan serta bahaya listrik yang lainnya.

Semoga menggunakan sedikit penerangan diatas, kita tidak lagi bertanya-tanya kenapa listrik dirumah padam, serta terkadang padam sesaat dan menyala lagi.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI
dikutip menurut berbagai sumber

CARA MENGUKUR TAHANAN GROUNDING ATAU PENTANAHAN YANG BENAR

Apakah sistem grounding atau pentanahan yg kita pasang telah benar?, dan Bagaimana cara mengukur grounding yang baik dan benar?
Pentanahan atau Grounding umumnya dipasang buat mengamankan Suatu instalasi listrik menurut bahaya sambaran petir.
Namun sebelum kita membahas mengenai Grounding dan bagaimana sebenarnya Grounding yang baik, ada baiknya terlebih dahulu kita mengenal bahaya berdasarkan petir itu sendiri.
Apakah anda mengetahui bahwa Petir mempunyai tenaga listrik yang sangat besar ? Bahkan ada petir yang menghasilkan listrik mencapai seratus ribu lebih bahkan jutaan Volt.
Apakah listrik menggunakan tegangan mencapai seratus ribu lebih volt itu berbahaya, dan seberapa akbar bahaya listrik dari petir tersebut ?
Kita bayangkan saja jika kita tersengat listrik yang terdapat pada rumah kita, listrik yang terdapat dirumah kita saja bisa mengakibatkan bahaya terhadap manusia dan dapat menyebabkan kebakaran.
Padahal tegangan listrik yang biasa kita gunakan pada rumah masih tergolong listrik dengan tegangan rendah yaitu sebanyak 220 Volt.
Apalagi bila tersambar petir yang menghasilkan listrik dengan tegangan hingga seratus ribu lebih volt !!
"Listrik 220 Volt saja mampu membahayakan keselamatan, apalagi Petir menggunakan tegangan listrik ribuan Volt"

Apa itu PETIR?
Petir adalah suatu tanda-tanda alam yg sering terjadi dalam waktu akan turun hujan, Petir biasa pula dianggap menggunakan Halilintar atau kilat, Petir dapat menyebabkan tenaga listrik yg sangat akbar, bahkan mampu mencapai jutaan Volt.
Energi listrik yang didapatkan Petir ini terjadi karena adanya konvoi awan secara terus menerus yg mengakibatkan bergesekan antara dua lempengan, baik itu antara lempengan awan dengan awan maupun lempengan awan menggunakan bumi.
Yang masing-masing berdasarkan dua lempengan yang bergesekan tersebut memiliki nilai potensial yg tidak sinkron.
Lempengan awan ada yang memiliki tenaga potensial yg bermuatan Positif serta terdapat yang bermuatan Negatif, sedangkan lempengan bumi mempunyai tenaga potensial yg bermuatan negatif.
Petir yg memiliki energi listrik dengan tegangan yg sangat akbar ini, bisa menyambar ke segala arah dan bahkan sampai menyambar ke bumi. Dampak petir pada instalasi listrik
Sambaran petir yg menunjuk ke bumi bisa mengenai banyak sekali benda yg terdapat di bumi, gedung, bangunan, pohon – pohon, jaringan listrik, dan lainnya.
Sambaran Petir ini bisa dibagi sebagai 2 jenis, yaitu:
  • Sambaran Petir langsung
  • Sambaran petir tidak langsung

A. Sambaran Petir Langsung
Sambaran petir eksklusif merupakan sambaran petir yang pribadi mengenai benda yg terdapat dibumi, seperti gedung, tower, rumah, pohon, jaringan listrik serta lainnya.
Sambaran listrik langsung memiliki dampak kerusakan yang sangat akbar.
Untuk mencegah bahaya berdasarkan sambaran listrik pribadi ini, umumnya dipasang Penangkal Petir (Lightning Protection) disekitar area atau loka yg ingin dilindungi menurut sambaran petir pribadi.
Penangkal Petir (Lightning Protection)
Sistem pengaman yg biasa dipakai buat mencegah kerusakan jaringan dan perlengkapan listrik akibat sambaran petir eksklusif merupakan dengan memasang alat-alat penangkal petir (Ligthning Protection).
Penangkal petir akan menerima tegangan listrik menurut sambaran petir serta mengalirkan tegangan listrik tersebut ke tanah (Bumi) melalui pentanahan (Grounding).
B. Sambaran Petir nir pribadi.
Selain sambaran petir yang eksklusif menyambar benda yg ada pada bumi, sambaran petir terdapat juga secara nir eksklusif.
Saat terjadi sambaran petir pada dekat rumah kita, terkadang bisa mengakibatkan kerusakan banyak sekali indera listrik atau indera elektro misalnya televisi, personal komputer , serta lainnya.
Padahal petir tadi tidak pribadi tentang tempat tinggal atau peralatan listrik kita.
Lalu bagaimana sambaran petir tadi bisa mengakibatkan kerusakan ?
Ini yang disebut menggunakan sambaran petir nir langsung, sambaran petir tersebut tidak tentang benda-benda yang ada dibumi, namun gelombang induksi berdasarkan listrik yg dibawa petir tersebut mengalir melalui kabel-kabel pada rumah kita serta hingga dalam peralatan listrik yang kita miliki.
Induksi listrik berdasarkan petir inilah yg mengakibatkan kerusakan peralatan listrik tadi.
Dan untuk menghindari kerusakan peralatan listrik menurut sambaran petir nir pribadi ini, instalasi listrik serta alat-alat listrik wajib dilengkapi dengan Surge Arrester.
Surge Arrester
Sistem pengaman yg biasa dipakai buat mencegah kerusakan jaringan serta perlengkapan listrik dampak sambaran listrik tidak pribadi (Induksi) adalah menggunakan memasang peralatan Arrester (Surge Arrester).
Baca juga: Mengenal fungsi dan prinsip kerja Surge Arrester
Arrester berfungsi buat membuang tegangan listrik yang melebihi batasan normal serta akan mengalirkan tegangan listrik berlebih tersebut menuju pentanahan (Grounding).
Bagaimana petir yg memiliki tegangan listrik yg besar bisa dinetralisir atau dinetralkan ?
Bumi adalah sistem netral yang paling baik, serta bisa meredam dan membuang tegangan listrik berdasarkan sambaran petir tadi.
Oleh karena itulah, baik Lightning Protection (Penangkal petir) dan surge Arrester takkan dapat berfungsi menggunakan baik, apabila sistem pentanahan atau Grounding nir terpasang dengan baik serta benar.
Bagaimana sebenarnya system grounding atau pentanahan yg baik dan benar?

Cara Mengukur Tahanan Grounding yang baik dan benar

Untuk menerima suatu sistem grounding, pentanahan (pembumian) yg baik, maka kabel penghantar yang ditanamkan wajib benar-benar terhubung ke bumi.
Untuk mengetahui apakah sistem Grounding atau pentanahan yang kita pasang sudah sahih-sahih terhubung ke bumi, yaitu sebisa mungkin harus tidak mempunyai kendala atau resistan antara kabel grounding menggunakan bumi.
Namun apabila tidak bisa dipastikan benar-benar 100% % terhubung ke bumi, maka dibuatlah nilai baku maksimum dari kendala atau resistan kabel grounding ke bumi, yaitu dibawah 2 ohm atau dibawah 1 ohm.
Sebaiknya Nilai Tahanan Grounding terhadap Bumi adalah < 2 Ohm
Bagaimana caranya kita mengetahui apakah nilai kendala atau resistan pentanahan atau Tahanan grounding yang kita pasang telah mencapai nilai baku, sebagai akibatnya bisa dikatakan sistem grounding yang kita pasang sudah baik serta benar.
Untuk mengetahui hal ini, maka kita harus melakukan pengukuran sistem grounding atau pentanahan (pembumian) yg kita pasang menggunakan menggunakan indera ukur grounding atau pentanahan (pembumian).
Alat ukur ini biasa diklaim menggunakan Grounding Tester atau Earth Tester.
Berbagai jenis tipe, merek dan model alat ukur grounding atau pentanahan yg dijual pada pasaran.
Salah satunya kita bisa memakai Grounding tester atau Earth Tester merek Kyoritsu dengan contoh 4102A.
Bagaimana cara menggunakan indera ukur grounding tester atau earth tester buat mengetahui syarat sistem grounding atau pentanahan (pembumian) yg kita pasang ?
Pengukuran sistem grounding atau pentanahan memang wajib dilakukan dengan benar untuk menerima output pengukuran yg benar.
Cara memakai alat ukur grounding Earth tester atau grounding tester yg benar

Alat ukur grounding Earth tester atau grounding tester ini, dilengkapi 3 (3) buah lubang konektor serta 3(3) kabel ukur yang akan digunakan.
Ketiga kabel tersebut yaitu:
  • Kabel berwarna merah (C), dihubungkan ke lubang konektor berwarna merah dalam alat ukur, serta ujung satunya dihubungkan ke stick/tongkat besi yang tersedia dan sudah ditancapkan ke bumi/tanah.
Usahakan jeda antara stick atau tongkat besi yang satu dengan yg lainnya sekitar 5m – 10 m.
  • Kabel berwarna kuning (P), dihubungkan ke lubang konektor berwarna kuning pada alat ukur, dan ujung satunya dihubungkan ke stick/tongkat besi yang tersedia dan sudah ditancapkan ke bumi/tanah. Usahakan jeda antara stick atau tongkat besi yang satu dengan yg lainnya sekitar 5m – 10 m.
Begitu pula jarak antara masing-masing stick / tongkat besi dengan titik grounding atau pentanahan yang diukur juga wajib mempunyai jeda antara 5m – 10 m.
  • Kabel berwarna hijau (E), Kabel berwarna Hijau (E), dihubungkan ke lubang konektor berwarna Hijau pada alat ukur (Earth Tester), serta ujung satunya dihubungkan ke kabel penghantar pada titik Grounding atau pentanahan yg sudah kita pasang.


  • Setelah itu putar selektor pada indera ukur (Earth Tester) buat kita arahkan pada pengukuran menggunakan nilai tertinggi (skala 100 Ω) terlebih dahulu, lalu tekan tombol test.
  • Jika jarum ukur belum beranjak atau beranjak tetapi sangat mini , putar selektor buat membarui satuan skala yg lebih kecil (10 Ω).
  • Jika jarum ukur masih berkecimpung hanya sedikit juga, maka sanggup kita coba lagi dengan skala ukur yg lebih mini (1 Ω), buat mendapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat.

Menghitung output pengukuran:
  • Jika pada skala ukur 1 Ω, jarum ukur bergerak dalam angka 2, maka hasil pengukuran adalah :
2 x 1 Ω = 2 Ω. (Tahanan grounding baik dan sahih memenuhi nilai standar)
  • Jika skala ukur yang kita pakai pada pilihan selektor 10 Ω, serta jarum ukur beranjak menunjuk nomor 2, maka output pengukuran merupakan :
2 x 10 Ω = 20 Ω. (Tahanan Grounding buruk)

  • Jika skala ukur yang kita pakai dalam pilihan selektor 100 Ω, serta jarum ukur beranjak menunjuk angka dua, maka hasil pengukuran adalah :
2 x 100 Ω = 200 Ω. (Tahanan Grounding sangat Buruk, bahkan mungkin tidak terpasang)
Ingat : waktu akan mulai melakukan pengukuran, jangan lupa untuk menekan Tombol test pada alat tadi buat mulai pengukuran.
Demikianlah artikel tentang bagaimana cara mengukur tahanan grounding atau pentanahan (Pembumian) yang sahih.
Semoga dapat menambah pengetahuan yg berguna untuk kita semua !
CARA FLEXI
Dikutip dari aneka macam sumber
Dan sumber : Kyoritsu Earth Tester

PENYEBAB LAMPU DI RUMAH SERING PUTUS DAN CARA MENGATASINYA

Masalah lampu dirumah acapkali putus disebabkan oleh berbagai faktor, seperti Tegangan listrik tidak stabil, Kabel longgar, Fiting lampu longgar, Lampu kurang mengagumkan, dan aneka macam penyebab lainnya.
Mungkin sebagian menurut anda pernah atau bahkan ketika ini sedang mengalami kasus lampu di rumah tak jarang putus, apakah itu lampu kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu atau lampu ruangan lainnya, atau mungkin semua lampu dirumah anda acapkali putus.
Pastinya hal ini sangat menciptakan anda jengkel serta mengakibatkan pengeluaran porto membeli lampu menjadi lebih boros.
Padahal semestinya bila dilihat berdasarkan spesifikasi life time (lama pemakaian) banyak sekali lampu yg kita pakai, ada yang mencapai 8000 jam, 10000 jam, serta bahkan terdapat yg bisa mencapai 15000 jam.
Tentunya bila melihat dari spesifikasi usang pemakaian lampu tersebut, apabila 8000jam serta lampu dinyalakan selama 10 jam perhari, maka umur lampu tadi sanggup mencapai 800 hari atau hampir 3 tahunan.
Namun mengapa hanya dalam beberapa hari saja terdapat lampu di tempat tinggal kita yang sudah putus?
Apakah spesifikasi umur lampu yg tertulis tersebut hanya janji anggun pembuat lampu semata?
Lalu, kenapa sebagian lampu lainnya dengan merek serta spesifikasi yang sama, bisa terus menyala sampai bertahun-tahun?
Masalah lampu di rumah acapkali putus ini terjadi lantaran beberapa penyebab, tak hanya kualitas menurut lampu yg kita pakai, tetapi ada beberapa penyebab lainnya yang seringkali mengakibatkan lampu pada tempat tinggal tak jarang putus.
Baca jua: Cara Memasang Fiting Lampu, saklar, Stopkontak, MCB
Untuk itu, dalam kesempatan kali ini kita akan coba menjelaskan beberapa penyebab lampu dirumah sering putus, dan bagaimana penyelesaiannya.
Sebelum memilih penyebab dan solusi berdasarkan perkara lampu dirumah acapkali putus, kita harus memastikan terlebih dahulu apakah lampu dirumah seringkali putus terjadi pada seluruh lampu yang terdapat pada tempat tinggal kita, atau hanya terjadi dalam sebagian atau salah satu lampu saja?

Berbagai Penyebab Lampu dirumah tak jarang Putus, dan solusinya


Jika perkara Lampu dirumah seringkali putus ini terjadi pada semua lampu pada rumah kita, hal ini bisa dipastikan bahwa penyebabnya merupakan Tegangan listrik yang masuk kerumah kita tidak stabil.
Tegangan listrik di tempat tinggal tidak Stabil
Tegangan listrik dirumah nir stabil, diantaranya:
  • Tegangan listrik terlalu rendah (Drop melebihi 10% berdasarkan tegangan normal)
  • Tegangan listrik terlalu tinggi (Over melebihi 10% dari tegangan normal)

Tegangan listrik dirumah yg terlalu rendah, atau terjadinya drop tegangan yg mencapai lebih menurut 10% berdasarkan tegangan normal dapat menyebabkan Lampu seringkali putus, dan bahkan banyak sekali peralatan listrik juga elektronika di rumah kita akan tak jarang mengalami kerusakan.
Perhitungan tegangan drop adalah maksimal 10% menurut tegangan normal, jika tegangan normal adalah 220Volt, maka minimal tegangan yg masih dalam toleransi adalah 198Volt, bila kurang dari 198Volt maka akan menyebabkan gangguan serta kerusakan pada alat listrik termasuk lampu acapkali putus.
Begitu jua jika tegangan listrik dirumah kita terlalu tinggi, melebihi 10% berdasarkan akbar tegangan normal, perhitungannya adalah 220Volt + 22Volt = 242 Volt.
Jika tegangan listrik dirumah kita melebihi 242Volt, maka akan mengakibatkan gangguan serta kerusakan dalam alat listrik termasuk lampu acapkali putus.
Solusinya:
Jika tegangan listrik dirumah acapkali naik-turun atau nir stabil, usahakan pakai Alat pengatur tegangan otomatis atau Stabilizer tegangan (Stavol) buat menjaga supaya tegangan listrik dirumah kita permanen stabil atau normal.
Jika masalah lampu dirumah seringkali putus terjadi hanya dalam galat satu lampu di rumah, masalah ini terjadi lantaran beberapa penyebab, diantaranya:
Fiting Lampu rusak
Salah satu penyebab yg paling tak jarang dan mengakibatkan salah satu lampu dirumah acapkali putus merupakan Fiting lampu tadi sudah rusak.
Fiting lampu yang rusak misalnya longgar, terminal fiting berkarat, dan lainnya akan menyebabkan Lampu nir terpasang menggunakan baik dalam fiting lampu tadi, dan hal ini akan mengakibatkan Lampu sering putus.
Solusinya:
Periksa Fiting lampu, serta bila terlihat rusak maka segera Ganti fiting lampu menggunakan yang baru dan pastikan Fiting lampu yang dipakai berkualitas indah dan terminalnya berbahan kuningan.
Fiting lampu masuk air
Penyebab lampu seringkali putus lainnya merupakan fiting lampu terkena air atau masuk air, masuknya air ke pada fiting lampu terjadi lantaran lokasi pemasangan yang tidak sempurna.
Sebagai contoh: Saat kita memasang fiting lampu dalam plafon yang berbahan beton, kadang lubang kabel pada beton tersebut tidak tertutup sehingga mengakibatkan waktu turun hujan, air masuk melalui lubang kabel dan mengalir masuk kedalam fiting, Atau masuknya air kedalam fiting dapat juga ditimbulkan adanya kebocoran pada atap rumah serta mengakibatkan air masuk menuju fiting lampu.
Solusinya:
Periksa kondisi loka pemasangan Lampu, apabila terlihat ada celah masuknya air, atau terdapat atap yang bocor serta mengakibatkan air masuk ke fiting saat hujan, maka segera perbaiki kebocoran tersebut.
Atau pindahkan lokasi pemasangan lampu dalam loka yang benar-benar kering serta nir terdapat kemungkinan air masuk ke fiting lampu.
Kabel longgar
Selain fiting lampu yg rusak, Kabel pada fiting longgar pula dapat menyebabkan Lampu dirumah acapkali putus.
Selain kabel dalam fiting, kabel yang longgar pada saklar serta kabel instalasi lainnya yg menuju ke lampu tadi bisa menyebabkan Lampu acapkali putus.
Selain itu Kabel longgar lama kelamaan akan mengakibatkan fiting rusak, terjadi percikan barah serta kerusakan lainnya.
Baca jua: Berbagai penyebab timbulnya percikan api pada listrik dirumah
Solusinya:
Periksa kabel-kabel yg terpasang pada fiting, saklar dan kabel-kabel lainnya yang menuju pada lampu tadi, pastikan terpasang menggunakan baik, nir longgar serta pastikan kondisi sambungan-sambungan kabel terpasang dengan baik.
Kualitas lampu kurang bagus
Penyebab lampu tak jarang putus selanjutnya, adalah lantaran Lampu yang dipakai memiliki kualitas yg kurang bagus, dan tentunya umur lampu tadi akan lebih pendek.
Solusinya:
Sebaiknya selalu menggunakan Lampu yang berkualitas bagus, berstandar SNI, dan umumnya dari harga lampu bisa diketahui kualitasnya, semakin mahal umumnya semakin bagus, serta gunakan Lampu menggunakan merek yang sudah terpercaya.
Tips menentukan Lampu penerangan yg bagus
Terlalu Sering dinyala-Padamkan
Lampu yg terlalu sering dinyalakan dan dipadamkan, pula bisa menyebabkan lampu sering putus.
Hal ini umumnya terjadi dalam galat satu ruangan pada tempat tinggal misalnya kamar mandi, halaman belakang, gudang atau lainnya, Saat ada keperluan pada ruangan tersebut maka lampu dinyalakan kemudian selesainya terselesaikan lampu dipadamkan dengan tujuan agar ekonomis listrik.
Cara mengurangi tagihan listrik
Jika hal ini terlalu sering terjadi dalam saat yg relatif singkat, maka bisa mengakibatkan lampu diruangan tersebut tak jarang putus.
Solusinya:
Jangan terlalu sering Lampu dinyala-padamkan, Lebih baik lampu tersebut permanen dinyalakan jika benar-benar diperlukan, atau gunakan lampu menggunakan watt yang kecil saja buat ruangan yg nir terlalu seringkali digunakan, agar lampu permanen menyala serta Hemat listrik.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

CARA MEMASANG ARDE YANG BENAR DAN BERFUNGSI UNTUK KESELAMATAN

Apa fungsi arde, serta bagaimana Cara Memasang Arde yg sahih pada instalasi listrik di rumah
Bagaimana cara memasang arde yg benar pada instalasi listrik?
Instalasi listrik dirumah kita telah seharusnya dilengkapi menggunakan kabel arde atau sistem pentanahan yg baik buat menaruh proteksi terhadap berbagai gangguan serta bahaya listrik.
Jika pemasangan instalasi listrik di tempat tinggal kita dikerjakan oleh teknisi listrik yg berpengalaman dan kompeten, pastinya instalasi listrik pada tempat tinggal kita akan dilengkapi dengan sistem pentanahan atau Arde yg terpasang menggunakan benar.
Namun, terkadang instalasi listrik di tempat tinggal kita dipasang oleh tukang listrik yg kurang berpengalaman serta belum mengerti akan pentingnya sistem pentanahan atau Arde, sebagai akibatnya sering sistem pentanahan atau kabel arde tidak dipasang dan terabaikan.
Ditambah lagi, terkadang kita menjadi pemilik serta pengguna instalasi listrik di rumah tersebut pula kurang tahu akan pentingnya pemasangan arde, sehingga kita tidak merasa keberatan apabila instalasi listrik di tempat tinggal kita nir dipasang kabel arde.
Bahkan sebagian menurut kita justru kebalikannya, meminta tukang listrik buat tidak perlu memasang kabel arde menggunakan alasan arde nir begitu krusial serta tentu akan lebih irit bila tanpa kabel arde.
Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas seberapa penting sistem pentanahan atau Kabel Arde terpasang dalam instalasi listrik pada tempat tinggal kita.
Apa sebenarnya fungsi Arde?
Arde atau pentanahan biasa diklaim pula menggunakan istilah Grounding
Arde merupakan suatu jalur kabel tersendiri yang dipasang pada instalasi listrik menuju titik pentanahan (bumi), dan nir bekerjasama pribadi dengan kabel-kabel lainnya dalam suatu instalasi listrik.
Arde berfungsi buat:
Mengalirkan kebocoran listrik ke bumi, sehingga saat terjadi kebocoran listrik tidak sampai mengakibatkan bahaya (kesetrum atau kebakaran)
Misalnya:
Pernahkah anda mencicipi tersengat listrik (Kesetrum) ketika menyentuh Peralatan listrik seperti setrika, CPU, Pemasak air, atau alat listrik lainnya?
Jika pernah, berarti sistem Arde di tempat tinggal anda nir terpasang dengan benar, atau mungkin sama sekali nir terpasang arde.
Contoh peristiwa diatas seharusnya tidak anda alami bila instalasi listrik pada tempat tinggal anda dilengkapi menggunakan sistem pentanahan atau Arde yang terpasang dengan sahih.
Dan satu hal lagi yg tak kalah krusial dan perlu jua kita pastikan selain pemasangan arde pada instalasi listrik, bahwa semua steker dari berbagai alat listrik yg kita gunakan wajib dilengkapi dengan kabel arde.
Pada umumnya, setiap produk peralatan listrik yg terstandarisasi, terpasang titik arde pada Steker masing-masing indera listrik tadi.

Cara Memasang Arde yg benar


Oleh karenanya buat mendapatkan sistem pentanahan atau Arde yg berfungsi menggunakan baik, 2 hal yg harus dipastikan adalah:
  • Pemasangan kabel arde dalam instalasi listrik menggunakan benar
  • Pastikan setiap Steker berdasarkan alat listrik yang kita gunakan pula dilengkapi kabel arde.

Lalu bagaimana cara memasang Arde dalam instalasi listrik dirumah?
Jika instalasi listrik di rumah anda belum dilengkapi menggunakan arde, maka anda mampu memasang jalur kabel Arde pada instalasi listrik tersebut, serta kemudian menanamkan ujung Kabelnya ke dalam tanah.
Baca jua: Kenapa kabel arde harus ditanam ke tanah?
Cara memasang Arde pada instalasi listrik
  • Pasang Kabel sepanjang instalasi listrik pada tempat tinggal anda serta ujungnya dipasang melewati Box KWH meter dan diturunkan menuju ke tanah
  • Buat lubang pada tanah pada dekat terpasangnya KWH meter, buat tempat menanam kabel arde.
  • Tanam ujung kabel arde yg menuju tanah sedalam mungkin, sanggup pula memakai besi pipa yang ditanam ke dalam tanah bersamaan dengan Kabel arde tadi.
  • Tujuan kabel arde ditanam ke tanah merupakan buat menerima titik pentanahan yg terbaik dan benar-sahih terhubung ke bumi, keberhasilan penanaman kabel arde merupakan tercapainya nilai tahanan arde ke bumi dibawah 5 ohm (<5Ω).
  • Cara mengukur tahanan arde yg baik
  • Sambungkan Kabel arde yg telah anda pasang pada instalasi listrik menuju terminal arde dalam setiap stop hubungan yang terdapat di rumah anda.
  • Lebih jelasnya bisa ditinjau dalam gambar diatas

Hal yang perlu diperhatikan buat menerima sistem pentanahan (Arde) yg berfungsi untuk keselamatan, diantaranya:
  • Pasang kabel arde dalam instalasi listrik anda
  • Tanam kabel arde ke dalam tanah, dengan nilai tahanan <5ohm
  • Pasang kabel arde dalam setiap stopkontak yang ada di tempat tinggal anda
  • Gunakan Stopkontak yg mengagumkan dan kondusif (Tips memilih Stopkontak)
  • Pastikan Steker dalam setiap indera listrik dilengkapi dengan terminal Arde

Semoga berguna!
CARA FLEXI

CARA MENGGANTI LAMPU RUMAH YANG PUTUS DENGAN BENAR DAN AMAN

Bagaimana Cara yang sahih Mengganti Lampu Hemat Energi pada rumah yg putus agar lampu nir gampang rusak, serta kita Aman dari Bahaya kesetrum?
Mungkin anda pernah mengalami, waktu terdapat Lampu di tempat tinggal yang rusak/putus, kemudian anda merubahnya dengan Lampu yg Baru, namun Lampu tadi jadi rusak, hal ini acapkali terjadi terutama dalam jenis lampu Hemat Energi, Kenapa?
Banyak orang yang beranggapan bahwa, waktu memasang/mengganti lampu baru, bagian tabung/kaca berdasarkan lampu tersebut nir boleh dipegang, lantaran akan menyebabkan Lampu tersebut mudah rusak/putus, Benarkah demikian?
Anggapan ini ada benarnya, namun Lampu tersebut Rusak bukan lantaran Tangan kita menyentuh bagian Tabung/Kaca berdasarkan Lampu.
Untuk detail, dalam kesempatan kali ini kita akan coba menyebarkan bagaimana cara yang benar serta Aman ketika Mengganti Lampu di tempat tinggal yg putus, dan Alasan Logis, kenapa tidak disarankan memegang bagian Tabung/Kaca Lampu ketika memasangnya.

Cara Mengganti Lampu Hemat Energi yang putus dirumah, Dengan benar dan Aman.


1. Pilih Lampu yang sesuai dengan Kebutuhan
Saat terdapat Lampu di rumah anda yg rusak/putus, tentu anda wajib membeli Lampu Baru buat menggantinya, pastikan Lampu yang anda beli mempunyai ukuran serta Jenis Lampu yg sama menggunakan Lampu yg rusak.
Baca pula: Tips Memilih Lampu penerangan yang bagus
Selain itu, coba pastikan kembali apakah Lampu yg anda pasang sudah sinkron ukurannya menggunakan kebutuhan Pencahayaan ruangan di tempat tinggal anda, sebagai akibatnya Lampu tersebut dapat menerangi Ruangan secara Optimal.
Baca Juga: Cara menghitung Kebutuhan Lampu
Jika Lampu sebelumnya terasa kurang jelas, anda sanggup menghitung kebutuhannya, lalu lalu mengganti lampu yg memiliki Watt lebih besar .
2. Matikan Sumber Listrik
Sebelum membarui Lampu Hemat Energi pada rumah yang putus, maka Hal yg wajib anda lakukan merupakan Matikan Sumber Listrik menggunakan cara Mematikan MCB Utama yang terdapat di bawah KWH Meter.
Mungkin sebagian orang beranggapan, bahwa menggunakan mematikan Saklar Lampu tersebut, telah relatif kondusif, Tetapi bagaimana anda bisa memahami bahwa Saklar Lampu sudah dalam keadaan terputus apabila lampunya sudah putus?, Karena saat saklar tersebut anda tekan keatas juga kebawah maka lampu tetap padam.
Oleh karenanya, cara yg lebih aman sebelum anda mengganti Lampu pada tempat tinggal yg putus, adalah mematikan semua Sumber Listrik dirumah anda, menggunakan Mematikan MCB primer.
Setelah MCB primer anda matikan, usahakan pastikan kembali apakah listrik dirumah anda telah benar-benar padam (Terputus), menggunakan menggunakan Tespen serta mencobanya ke lubang Stopkontak yg terdapat di tempat tinggal anda.
Baca pula: Cara menggunakan Tespen yang Benar dan Aman

Apakah perlu di tespen lagi, kan semua alat listrik pada rumah telah padam?
Hal Ini krusial, lantaran kita belum konfiden, apakah pemasangan Kabel dalam MCB telah benar?, jika Kabel yg terpasang dalam MCB merupakan Kabel Fasa, maka ini telah sahih, waktu MCB dimatikan maka seluruh Kabel pada tempat tinggal nir terdapat listriknya lagi, namun bagaimana jika Kabel yg terpasang dalam MCB merupakan Kabel Netral? Meski MCB telah dimatikan, kabel Fasa akan tetap mengalir serta kabel-kabel di tempat tinggal kita terdapat Listriknya, maka perlu pada periksa kembali menggunakan memakai Tespen.
Baca pula: Stopkontak pada tempat tinggal di Tespen Menyala 2-duanya, Kenapa?
Selain itu, beritahu orang-orang di tempat tinggal bahwa Listrik dipadamkan karena anda sedang membarui lampu, supaya MCB nir dinyalakan orang lain, apabila perlu buat Tulisan di MCB tadi menggunakan kertas yang bertuliskan "Dalam Perbaikan".
3. Buka Lampu yang putus
Setelah dipastikan bahwa Aliran Listrik pada rumah telah benar-benar padam, serta di tespen tidak ada lagi yang nyala, maka selanjutnya anda mampu membuka Lampu yg putus, serta pastikan anda memegang bagian lampu yang terbuat dari Plastik (Bahan Isolator), bukan pada bagian Kaca atau bagian ulir lampu yang berbahan besi (logam).
Kenapa nir boleh memegang lampu pada bagian tabung/kacanya, kan Lampunya telah putus?
Jika kita membuka lampu yg putus dibagian tabung/kaca lampu tersebut, dikhawatirkan tabung/kaca menurut lampu tadi pecah serta melukai tangan anda, karena umumnya lampu yg sudah usang digunakan, bagian tabung/kacanya lebih mudah pecah.
Kenapa nir boleh memegang bagian Ulir lampu, kan listriknya telah padam?
Meski listrik telah dipastikan padam, namun kita harus tetap membiasakan diri bekerja aman dengan menghindari bagian-bagian yang terbuat dari logam karena bisa menghantar Listrik, selain itu apabila kita memegang lampu dibagian Ulirnya, dikhawatirkan Lampu gampang terlepas serta jatuh.
4. Buka Lampu baru berdasarkan Kotaknya
Perhatikan Gambar Lampu yang tertera pada Kotaknya, dan buka penutup kotak dalam posisi Ulir lampu tersebut, Hal ini bertujuan supaya saat mengeluarkan Lampu menurut Kotaknya, bagian yg dipegang merupakan bagian Ulirnya sehingga lebih gampang buat di keluarkan berdasarkan Kotak.
(Lebih jelasnya bisa ditinjau dalam Gambar diatas)
5. Jangan Lepaskan Kertas Penutup bagian Kaca Lampu
Lampu baru ketika dimuntahkan berdasarkan Kotaknya, umumnya dilengkapi dengan pelindung berupa kertas berbentuk tabung yang menutupi bagian tabung/kaca berdasarkan Lampu tadi.
Kertas ini berfungsi untuk melindungi bagian Tabung/Kaca yang mudah pecah, Oleh karenanya abaikan Kertas tersebut permanen melekat hingga Lampu selesai anda pasangkan ke Fiting Lampu.
(Lebih jelasnya bisa ditinjau dalam Gambar diatas)
6. Pegang bagian Lampu yang berbahan Plastik (Isolator)
Pasang Lampu menggunakan memegang bagian Lampu yg terbuat menurut Plastik, supaya lampu tidak mudah rusak, dan bisa terpasang dengan benar serta kuat dalam fitingnya, jangan memasang lampu dengan memegang bagian Tabung/Kaca juga bagian ulir berdasarkan Lampu yg berbahan logam.
(Lebih jelasnya bisa ditinjau dalam Gambar diatas)
Kenapa tidak boleh memegang lampu di bagian tabung/kacanya?
Cara memasang Lampu pada fiting, adalah dengan cara memutar lampu tadi sampai Ulir terpasang menggunakan benar dan kuat pada Fiting, apabila kita memasang lampu dengan memegang dibagian tabung/kaca lampu tersebut, dikhawatirkan tabung/kaca dari lampu tersebut bisa pecah, retak atau longgar/goyang, karena buat memasang lampu dibutuhkan sedikit putaran yang relatif bertenaga supaya Lampu terpasang dengan benar serta bertenaga pada fiting.
Kenapa nir boleh memegang bagian Ulir lampu, kan listriknya telah padam?
Sama halny saat melepaskan Lampu yang sudah rusak sebelumnya, Meski listrik telah dipastikan padam, namun kita harus tetap membiasakan diri bekerja aman dengan menghindari bagian-bagian yang terbuat dari logam karena bisa menghantar Listrik, selain itu apabila kita memegang lampu dibagian Ulirnya, dikhawatirkan Lampu gampang terlepas serta jatuh.
7. Periksa
Langkah Terakhir merupakan menilik hasil kerja kita, pastikan lampu telah terpasang menggunakan sahih dan bertenaga, kemudian nyalakan pulang listrik di rumah menggunakan menyalakan MCB Utama, serta coba nyalakan Lampu menggunakan menekan Saklar Lampu tadi.
Jadi, Anggapan bahwa bila memegang bagian Tabung/Kaca pada Lampu bisa membuat Lampu menjadi rusak adalah sahih, lantaran dikhawatirkan bagian Kaca lampu sebagai pecah atau goyang, dan bukan berarti jika bagian lampu disentuh/dipegang lalu Lampu sebagai putus/rusak.
Semoga berguna!
CARA FLEXI