KENAPA ARDE HARUS DIPASANG KE TANAH

Penjelasan mengenai "Kenapa Arde harus dipasang ke Tanah"
Saya pernah menerima pertanyaan tentang pemasangan Arde yang benar, serta kenapa harus di pasang ke tanah.
Sebenarnya jawaban berdasarkan pertanyaan ini telah aku jelaskan dalam artikel tentang “Cara pemasangan Arde dalam Instalasi listrik”, Namun buat detail, bisa dicermati pada artikel kali ini.
Definisi Arde
Secara sederhana, Arde dapat didefinisikan sebagai Suatu penghantar yg dihubungkan titik bumi, serta dipasang berdampingan menggunakan kabel instalasi listrik primer, atau berdampingan dengan perangkat.
Fungsi Arde
Arde dipasang menggunakan tujuan, waktu terjadi lonjakan tegangan listrik yg tinggi sehingga mengakibatkan terjadinya kebocoran listrik, maka Kabel arde akan mengalirkan kebocoran listrik tersebut menuju bumi.
Karena bumi merupakan netral yg baik, maka saat terjadi kebocoran tegangan listrik, kemudian kebocoran listrik tersebut dihubungkan ke bumi (Netral) maka hal ini akan membentuk peningkatan Arus listrik dan arus listrik yg tinggi tersebut akan mengakibatkan pengaman listrik yang terpasang bekerja buat memutuskan genre listrik.
Begitu pula waktu terjadi sambaran petir yg mengalir ke suatu instalasi listrik atau alat-alat listrik, maka akan terjadi peningkatan tegangan listrik yg sangat tinggi, tegangan listrik yg sangat tinggi tadi pula akan mengalir ke kabel arde yang terpasang, dan akan dialirkan ke bumi melalui kabel arde dan dinetralisir oleh bumi.
Dampak Petir pada instalasi listrik
Oleh karena itu, maka setiap instalasi perlu dipasang Arde buat mengalirkan kebocoran listrik menuju bumi buat pada netralisir, atau juga buat meningkatkan arus listrik supaya alat pengaman arus lebih dalam instalasi tadi bekerja tetapkan asal listrik.
Selain pentingnya pemasangan arde pada suatu instalasi listrik, pemasangan Alat pengaman terhadap lonjakan arus listrik jua sangat krusial.
Alat pengaman saat terjadi lonjakan arus listrik yg biasa kita pakai, misalnya MCB, Fuse (Sekring), MCCB (Breaker).
Bagaimana apabila instalasi listrik nir dilengkapi menggunakan arde?
Jika suatu instalasi listrik ataupun peralatan listrik tidak dilengkapi menggunakan kabel arde, maka bila terjadi kebocoran tegangan listrik, hal ini nir dapat terdeteksi oleh indera pengaman (MCB, Fuse, MCCB).
Dan akan menyebabkan kebocoran listrik tadi mengalir ke aneka macam alat-alat listrik yg kita gunakan.
Saat alat-alat listrik mengalami kebocoran listrik, maka akan sangat berbahaya bagi orang yang menyentuh peralatan listrik tersebut.

Lalu kenapa Arde wajib dihubungkan ke Bumi?

Bumi merupakan Titik Netral yg baik, Karena diasumsikan Bumi memiliki jumlah muatan Negatif yang tidak terbatas, sebagai akibatnya nir bisa di aliri Listrik, Bahkan Sambaran Petir yg mempunyai tegangan listrik sampai jutaan Volt, bisa dinetralisir oleh Bumi.
Bagaimana mengetahui bahwa Arde yg kita pasang sudah terhubung kebumi?
Untuk mengetahui hal ini, kita wajib memasang arde menggunakan baik, ditanam di kedalaman Tanah yang cukup pada sampai kabel penghantar Arde sahih-sahih terhubung ke Titik netral Bumi.
Nilai tahanan Arde ke Bumi wajib sekecil mungkin atau paling tidak <5 Ohm.
Pengukuran tahanan Arde ini mampu kita lakukan menggunakan alat ukur khusus yg diklaim menggunakan Earth Tester atau Grounding Tester.
Cara mengukur tahanan arde atau pentanahan
Demikianlah sedikit penerangan mengenai Kenapa Arde harus dihuubungkan ke Bumi, jawabannya lantaran Bumi adalah Titik Netral yang paling baik.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI
Dikutip dari banyak sekali asal

KENAPA ARDE HARUS DIPASANG KE TANAH

Penjelasan tentang "Kenapa Arde wajib dipasang ke Tanah"
Saya pernah mendapatkan pertanyaan tentang pemasangan Arde yg benar, serta kenapa wajib di pasang ke tanah.
Sebenarnya jawaban dari pertanyaan ini sudah saya jelaskan pada artikel mengenai “Cara pemasangan Arde dalam Instalasi listrik”, Namun buat detail, bisa dilihat pada artikel kali ini.
Definisi Arde
Secara sederhana, Arde dapat didefinisikan sebagai Suatu penghantar yang dihubungkan titik bumi, dan dipasang berdampingan menggunakan kabel instalasi listrik utama, atau berdampingan dengan perangkat.
Fungsi Arde
Arde dipasang menggunakan tujuan, ketika terjadi lonjakan tegangan listrik yg tinggi sehingga mengakibatkan terjadinya kebocoran listrik, maka Kabel arde akan mengalirkan kebocoran listrik tadi menuju bumi.
Karena bumi merupakan netral yg baik, maka waktu terjadi kebocoran tegangan listrik, lalu kebocoran listrik tersebut dihubungkan ke bumi (Netral) maka hal ini akan membuat peningkatan Arus listrik serta arus listrik yg tinggi tersebut akan menyebabkan pengaman listrik yang terpasang bekerja buat tetapkan genre listrik.
Begitu pula waktu terjadi sambaran petir yg mengalir ke suatu instalasi listrik atau peralatan listrik, maka akan terjadi peningkatan tegangan listrik yang sangat tinggi, tegangan listrik yang sangat tinggi tersebut pula akan mengalir ke kabel arde yg terpasang, dan akan dialirkan ke bumi melalui kabel arde serta dinetralisir oleh bumi.
Dampak Petir dalam instalasi listrik
Oleh karenanya, maka setiap instalasi perlu dipasang Arde buat mengalirkan kebocoran listrik menuju bumi buat pada netralisir, atau jua buat menaikkan arus listrik agar alat pengaman arus lebih dalam instalasi tadi bekerja tetapkan sumber listrik.
Selain pentingnya pemasangan arde dalam suatu instalasi listrik, pemasangan Alat pengaman terhadap lonjakan arus listrik jua sangat penting.
Alat pengaman waktu terjadi lonjakan arus listrik yg biasa kita pakai, misalnya MCB, Fuse (Sekring), MCCB (Breaker).
Bagaimana apabila instalasi listrik tidak dilengkapi dengan arde?
Jika suatu instalasi listrik ataupun alat-alat listrik nir dilengkapi menggunakan kabel arde, maka bila terjadi kebocoran tegangan listrik, hal ini nir dapat terdeteksi oleh alat pengaman (MCB, Fuse, MCCB).
Dan akan menyebabkan kebocoran listrik tadi mengalir ke banyak sekali alat-alat listrik yang kita gunakan.
Saat peralatan listrik mengalami kebocoran listrik, maka akan sangat berbahaya bagi orang yang menyentuh peralatan listrik tersebut.

Lalu kenapa Arde harus dihubungkan ke Bumi?

Bumi merupakan Titik Netral yg baik, Karena diasumsikan Bumi mempunyai jumlah muatan Negatif yang tidak terbatas, sehingga tidak dapat pada aliri Listrik, Bahkan Sambaran Petir yang memiliki tegangan listrik sampai jutaan Volt, dapat dinetralisir oleh Bumi.
Bagaimana mengetahui bahwa Arde yg kita pasang telah terhubung kebumi?
Untuk mengetahui hal ini, kita harus memasang arde dengan baik, ditanam pada kedalaman Tanah yang relatif pada hingga kabel penghantar Arde sahih-sahih terhubung ke Titik netral Bumi.
Nilai tahanan Arde ke Bumi wajib sekecil mungkin atau paling tidak <5 Ohm.
Pengukuran tahanan Arde ini bisa kita lakukan menggunakan alat ukur spesifik yg dianggap menggunakan Earth Tester atau Grounding Tester.
Cara mengukur tahanan arde atau pentanahan
Demikianlah sedikit penerangan mengenai Kenapa Arde wajib dihuubungkan ke Bumi, jawabannya lantaran Bumi merupakan Titik Netral yg paling baik.
Semoga berguna!
CARA FLEXI
Dikutip dari aneka macam asal

CARA MEMASANG ARDE YANG BENAR DAN BERFUNGSI UNTUK KESELAMATAN

Apa fungsi arde, serta bagaimana Cara Memasang Arde yg sahih pada instalasi listrik di rumah
Bagaimana cara memasang arde yg benar pada instalasi listrik?
Instalasi listrik dirumah kita telah seharusnya dilengkapi menggunakan kabel arde atau sistem pentanahan yg baik buat menaruh proteksi terhadap berbagai gangguan serta bahaya listrik.
Jika pemasangan instalasi listrik di tempat tinggal kita dikerjakan oleh teknisi listrik yg berpengalaman dan kompeten, pastinya instalasi listrik pada tempat tinggal kita akan dilengkapi dengan sistem pentanahan atau Arde yg terpasang menggunakan benar.
Namun, terkadang instalasi listrik di tempat tinggal kita dipasang oleh tukang listrik yg kurang berpengalaman serta belum mengerti akan pentingnya sistem pentanahan atau Arde, sebagai akibatnya sering sistem pentanahan atau kabel arde tidak dipasang dan terabaikan.
Ditambah lagi, terkadang kita menjadi pemilik serta pengguna instalasi listrik di rumah tersebut pula kurang tahu akan pentingnya pemasangan arde, sehingga kita tidak merasa keberatan apabila instalasi listrik di tempat tinggal kita nir dipasang kabel arde.
Bahkan sebagian menurut kita justru kebalikannya, meminta tukang listrik buat tidak perlu memasang kabel arde menggunakan alasan arde nir begitu krusial serta tentu akan lebih irit bila tanpa kabel arde.
Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas seberapa penting sistem pentanahan atau Kabel Arde terpasang dalam instalasi listrik pada tempat tinggal kita.
Apa sebenarnya fungsi Arde?
Arde atau pentanahan biasa diklaim pula menggunakan istilah Grounding
Arde merupakan suatu jalur kabel tersendiri yang dipasang pada instalasi listrik menuju titik pentanahan (bumi), dan nir bekerjasama pribadi dengan kabel-kabel lainnya dalam suatu instalasi listrik.
Arde berfungsi buat:
Mengalirkan kebocoran listrik ke bumi, sehingga saat terjadi kebocoran listrik tidak sampai mengakibatkan bahaya (kesetrum atau kebakaran)
Misalnya:
Pernahkah anda mencicipi tersengat listrik (Kesetrum) ketika menyentuh Peralatan listrik seperti setrika, CPU, Pemasak air, atau alat listrik lainnya?
Jika pernah, berarti sistem Arde di tempat tinggal anda nir terpasang dengan benar, atau mungkin sama sekali nir terpasang arde.
Contoh peristiwa diatas seharusnya tidak anda alami bila instalasi listrik pada tempat tinggal anda dilengkapi menggunakan sistem pentanahan atau Arde yang terpasang dengan sahih.
Dan satu hal lagi yg tak kalah krusial dan perlu jua kita pastikan selain pemasangan arde pada instalasi listrik, bahwa semua steker dari berbagai alat listrik yg kita gunakan wajib dilengkapi dengan kabel arde.
Pada umumnya, setiap produk peralatan listrik yg terstandarisasi, terpasang titik arde pada Steker masing-masing indera listrik tadi.

Cara Memasang Arde yg benar


Oleh karenanya buat mendapatkan sistem pentanahan atau Arde yg berfungsi menggunakan baik, 2 hal yg harus dipastikan adalah:
  • Pemasangan kabel arde dalam instalasi listrik menggunakan benar
  • Pastikan setiap Steker berdasarkan alat listrik yang kita gunakan pula dilengkapi kabel arde.

Lalu bagaimana cara memasang Arde dalam instalasi listrik dirumah?
Jika instalasi listrik di rumah anda belum dilengkapi menggunakan arde, maka anda mampu memasang jalur kabel Arde pada instalasi listrik tersebut, serta kemudian menanamkan ujung Kabelnya ke dalam tanah.
Baca jua: Kenapa kabel arde harus ditanam ke tanah?
Cara memasang Arde pada instalasi listrik
  • Pasang Kabel sepanjang instalasi listrik pada tempat tinggal anda serta ujungnya dipasang melewati Box KWH meter dan diturunkan menuju ke tanah
  • Buat lubang pada tanah pada dekat terpasangnya KWH meter, buat tempat menanam kabel arde.
  • Tanam ujung kabel arde yg menuju tanah sedalam mungkin, sanggup pula memakai besi pipa yang ditanam ke dalam tanah bersamaan dengan Kabel arde tadi.
  • Tujuan kabel arde ditanam ke tanah merupakan buat menerima titik pentanahan yg terbaik dan benar-sahih terhubung ke bumi, keberhasilan penanaman kabel arde merupakan tercapainya nilai tahanan arde ke bumi dibawah 5 ohm (<5Ω).
  • Cara mengukur tahanan arde yg baik
  • Sambungkan Kabel arde yg telah anda pasang pada instalasi listrik menuju terminal arde dalam setiap stop hubungan yang terdapat di rumah anda.
  • Lebih jelasnya bisa ditinjau dalam gambar diatas

Hal yang perlu diperhatikan buat menerima sistem pentanahan (Arde) yg berfungsi untuk keselamatan, diantaranya:
  • Pasang kabel arde dalam instalasi listrik anda
  • Tanam kabel arde ke dalam tanah, dengan nilai tahanan <5ohm
  • Pasang kabel arde dalam setiap stopkontak yang ada di tempat tinggal anda
  • Gunakan Stopkontak yg mengagumkan dan kondusif (Tips memilih Stopkontak)
  • Pastikan Steker dalam setiap indera listrik dilengkapi dengan terminal Arde

Semoga berguna!
CARA FLEXI

CARA MEMASANG ARDE YANG BENAR DAN BERFUNGSI UNTUK KESELAMATAN

Apa fungsi arde, dan bagaimana Cara Memasang Arde yang sahih pada instalasi listrik pada rumah
Bagaimana cara memasang arde yang benar dalam instalasi listrik?
Instalasi listrik dirumah kita telah seharusnya dilengkapi dengan kabel arde atau sistem pentanahan yang baik buat memberikan perlindungan terhadap banyak sekali gangguan dan bahaya listrik.
Jika pemasangan instalasi listrik pada tempat tinggal kita dikerjakan sang teknisi listrik yang berpengalaman dan kompeten, pastinya instalasi listrik di rumah kita akan dilengkapi dengan sistem pentanahan atau Arde yg terpasang dengan sahih.
Namun, terkadang instalasi listrik pada tempat tinggal kita dipasang oleh tukang listrik yang kurang berpengalaman serta belum mengerti akan pentingnya sistem pentanahan atau Arde, sebagai akibatnya tak jarang sistem pentanahan atau kabel arde tidak dipasang dan terabaikan.
Ditambah lagi, terkadang kita menjadi pemilik serta pengguna instalasi listrik di tempat tinggal tersebut pula kurang tahu akan pentingnya pemasangan arde, sebagai akibatnya kita tidak merasa keberatan apabila instalasi listrik di rumah kita tidak dipasang kabel arde.
Bahkan sebagian menurut kita justru sebaliknya, meminta tukang listrik untuk tidak perlu memasang kabel arde dengan alasan arde nir begitu penting dan tentu akan lebih hemat apabila tanpa kabel arde.
Oleh karenanya, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas seberapa krusial sistem pentanahan atau Kabel Arde terpasang dalam instalasi listrik di rumah kita.
Apa sebenarnya fungsi Arde?
Arde atau pentanahan biasa dianggap jua dengan istilah Grounding
Arde adalah suatu jalur kabel tersendiri yg dipasang pada instalasi listrik menuju titik pentanahan (bumi), serta nir berafiliasi langsung dengan kabel-kabel lainnya pada suatu instalasi listrik.
Arde berfungsi buat:
Mengalirkan kebocoran listrik ke bumi, sebagai akibatnya ketika terjadi kebocoran listrik nir hingga mengakibatkan bahaya (kesetrum atau kebakaran)
Misalnya:
Pernahkah anda merasakan tersengat listrik (Kesetrum) waktu menyentuh Peralatan listrik misalnya setrika, CPU, Pemasak air, atau alat listrik lainnya?
Jika pernah, berarti sistem Arde di rumah anda tidak terpasang menggunakan sahih, atau mungkin sama sekali nir terpasang arde.
Contoh insiden diatas seharusnya nir anda alami bila instalasi listrik di tempat tinggal anda dilengkapi dengan sistem pentanahan atau Arde yang terpasang menggunakan sahih.
Dan satu hal lagi yang tidak kalah krusial serta perlu pula kita pastikan selain pemasangan arde pada instalasi listrik, bahwa semua steker dari berbagai alat listrik yang kita gunakan harus dilengkapi dengan kabel arde.
Pada umumnya, setiap produk peralatan listrik yg terstandarisasi, terpasang titik arde dalam Steker masing-masing alat listrik tersebut.

Cara Memasang Arde yang benar


Oleh karenanya buat menerima sistem pentanahan atau Arde yang berfungsi dengan baik, 2 hal yg wajib dipastikan adalah:
  • Pemasangan kabel arde dalam instalasi listrik dengan benar
  • Pastikan setiap Steker berdasarkan alat listrik yg kita pakai pula dilengkapi kabel arde.

Lalu bagaimana cara memasang Arde pada instalasi listrik dirumah?
Jika instalasi listrik pada rumah anda belum dilengkapi menggunakan arde, maka anda sanggup memasang jalur kabel Arde pada instalasi listrik tersebut, dan kemudian menanamkan ujung Kabelnya ke pada tanah.
Baca juga: Kenapa kabel arde wajib ditanam ke tanah?
Cara memasang Arde pada instalasi listrik
  • Pasang Kabel sepanjang instalasi listrik pada tempat tinggal anda serta ujungnya dipasang melewati Box KWH meter dan diturunkan menuju ke tanah
  • Buat lubang pada tanah pada dekat terpasangnya KWH meter, buat loka menanam kabel arde.
  • Tanam ujung kabel arde yg menuju tanah sedalam mungkin, sanggup juga memakai besi pipa yang ditanam ke dalam tanah bersamaan menggunakan Kabel arde tadi.
  • Tujuan kabel arde ditanam ke tanah adalah buat menerima titik pentanahan yg terbaik serta benar-benar terhubung ke bumi, keberhasilan penanaman kabel arde adalah tercapainya nilai tahanan arde ke bumi dibawah lima ohm (<5Ω).
  • Cara mengukur tahanan arde yg baik
  • Sambungkan Kabel arde yang sudah anda pasang pada instalasi listrik menuju terminal arde dalam setiap stop kontak yg ada di rumah anda.
  • Lebih jelasnya dapat dipandang dalam gambar diatas

Hal yg perlu diperhatikan buat menerima sistem pentanahan (Arde) yang berfungsi untuk keselamatan, diantaranya:
  • Pasang kabel arde dalam instalasi listrik anda
  • Tanam kabel arde ke pada tanah, menggunakan nilai tahanan <5ohm
  • Pasang kabel arde pada setiap stopkontak yang terdapat di rumah anda
  • Gunakan Stopkontak yg bagus dan aman (Tips menentukan Stopkontak)
  • Pastikan Steker pada setiap indera listrik dilengkapi menggunakan terminal Arde

Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

CARA MEMBEDAKAN KABEL FASA NETRAL DAN ARDE PADA INSTALASI LISTRIK DI RUMAH

Bagaimana Cara membedakan Kabel Phase, Netral serta Arde dalam Instalasi Listrik pada rumah?
Mungkin banyak diantara anda yang penasaran bagaimana caranya membedakan antara Kabel phase (Positif), Netral (Negatif), dan kabel Arde pada Instalasi Listrik pada rumah.
Baca jua: Sudah Amankah Instalasi Listrik pada rumah anda?
Ingat!, Instalasi Listrik yg baik serta Aman harus terdiri dari tiga jenis kabel, yaitu:
  • Kabel Phase biasa disebut juga menggunakan Kabel Fasa, Kabel Positip (+) atau Kabel api
  • Kabel Netral biasa disebut pula menggunakan Kabel Negatif (-) atau Kabel badan.
  • Kabel arde biasa dianggap jua menggunakan Kabel pentanahan atau Grounding

Mungkin masih banyak pemasangan instalasi listrik yang hanya terdiri dari 2 jenis kabel, yaitu Kabel Phase dan Kabel Netral, maka sebaiknya lengkapi instalasi listrik anda dengan Kabel Arde.
Kembali ke pembahasan semula, yaitu cara membedakan Kabel Phase, Kabel Netral dan Kabel Arde.
Karena Instalasi Listrik terdiri berdasarkan tiga jenis Kabel tentunya harus dibedakan, lalu, bagaimana cara membedakannya?
Oleh karenanya, pada artikel kali ini, kita akan coba membahas tentang bagaimana cara membedakan Kabel Fasa, Netral serta arde pada Instalasi Listrik pada tempat tinggal .

Cara Membedakan Kabel Phase, Netral serta Arde


Pembahasan kali ini meliputi 2 hal tentang cara membedakan Kabel, yaitu:
  1. Cara Membedakan Kabel Fasa (Positif), Netral (negatif) dan Arde, saat hendak memasang Instalasi Listrik di rumah.
  2. Cara Membedakan Kabel Fasa (Positif), Netral (negatif) dan Arde, pada Instalasi Listrik pada rumah yang telah terpasang.

1. Cara Membedakan Kabel Phase, Netral serta Arde, pada pemasangan Instalasi Listrik di rumah.
Saat anda hendak memasang Instalasi Listrik di rumah, maka perlu diketahui bagaimana cara membedakan Ketiga jenis kabel tersebut.
Membedakan Warna Kabel
Ketiga jenis kabel tadi bisa dibedakan menggunakan memakai Kabel dengan Warna yang tidak selaras, serta pemilihan rona kabel yang sahih merupakan:
New Cable Colour Code
  • Kabel Phase: memakai Kabel berwarna Merah, Hitam, Coklat, Abu-abu atau selain warna Biru, Hijau, atau Kuning-Hijau.
  • Kabel Netral: menggunakan Kabel berwarna Biru
  • Kabel Arde: memakai Kabel Kuning-Hijau

Perbedaan Warna Kabel diatas merupakan standar rona kabel yang modern, dan yg waktu ini berlaku, tetapi masih poly instalasi listrik yang masih menggunakan baku rona kabel yg usang, yaitu:
Old Cable Colour Code
  • Kabel Phase: memakai Kabel berwarna Merah, Kuning atau Biru
  • Kabel Netral: memakai Kabel berwarna Hitam
  • Kabel Arde: memakai Kabel Kuning-Hijau

Membedakan Ukuran Kabel
Bagaimana Jika kita hanya memiliki satu warna kabel, contohnya Kabel Warna Merah, bagaimana cara membedakannya?
Ingat, Sebaiknya Pemasangan Instalasi Listrik harus mengikuti mekanisme yg terdapat, tetapi tidak mampu dipungkiri masih banyak diantara kita yang memakai satu warna kabel buat seluruh Instalasi Listrik di tempat tinggal .
Jika kita memang terpaksa menggunakan satu rona kabel, Cara yang paling generik untuk membedakan Kabel Fasa dan Netral adalah menggunakan membedakan Ukuran Kabelnya.
Umumnya Kabel Fasa mempunyai Ukuran yg lebih besar dibanding Kabel Netral.
Baca jua: Cara menentukan ukuran Kabel
Bagaimana menggunakan Kabel Arde?, Untuk Kabel Arde, tetap wajib menggunakan Kabel berwarna Kuning-Hijau, serta ukurannya sama menggunakan Ukuran Kabel Fasa.
Memberi garis/jepitan dalam ujung kabel
Cara terakhir adalah menggunakan memberi Garis di ujung Kabel dengan cara menjepitnya sedikit dengan menggunakan Tang.
Cara ini dilakukan jika Warna serta ukuran Kabel sama, serta Cara ini pula paling seringkali dilakukan sang teknisi Listrik buat mempermudah membedakan Kabel Fasa berdasarkan Sumber, Netral, dan Kabel fasa ke masing-masing Fiting Lampu.

Anda mampu membedakan Masing-masing kabel dengan menjepit Ujung Kabel menggunakan tang, dan jumlah Garis jepitan tadi harus dibedakan pada setiap kabel.
Contoh:
  • Kabel Netral. Tidak terdapat garis/jepitan
  • Kabel Fasa. Satu Garis/jepitan
  • Kabel Fasa ke Lampu. 2 garis/jepitan
  • dan seterusnya

Cara ini pula perlu dilakukan, meski rona Kabel Fasa, Netral dan Arde berbeda, tujuannya adalah buat membedakan mana ujung serta Pangkal dari masing-masing kabel ketika dimasukkan kedalam pipa-pipa.
2. Cara Membedakan Kabel Phase, Netral serta Arde, pada Instalasi Listrik yang sudah terpasang di rumah.
Saat kita memeriksa Instalasi Listrik di tempat tinggal , terkadang kita mengalami kesulitan buat membedakan yang mana Kabel Fasa, Netral dan Arde.
Bagaimana cara membedakannya?
Melihat rona Kabel
Jika Instalasi Listrik pada tempat tinggal dipasang menggunakan benar, serta mengikuti mekanisme yg terdapat, tentunya kita tidak merasa kesulitan buat membedakan, mana Kabel Fasa, Netral atau Arde.
Kita dapat membedakannya dengan melihat Warna-rona Kabel sinkron dengan Penjelasan diatas.
Bagaimana bila rona Kabelnya nir sesuai, atau warna kabelnya sama seluruh?
Menggunakan Testpen
Jika rona Kabel yang digunakan nir sinkron menggunakan Standar Warna Kabel diatas atau rona kabelnya sama seluruh, cara selanjutnya merupakan menggunakan menggunakan Tespen.
Baca jua: Cara Menggunakan Testpen
Dengan memakai Tespen, kita bisa menggunakan mudah membedakan Kabel Fasa dan Netral, Caranya yaitu:
  • Pastikan Posisi MCB utama menyala
  • Kabel Fasa, jika ditespen maka tespen akan menyala
  • Kabel Netral, bila ditespen maka tespen nir menyala
  • Kabel Arde, jua jika ditespen maka tespen tidak menyala.

Jika Kabel Netral serta Arde, sama-sama tidak menyala waktu pada testpen, kemudian bagaimana membedakannya?
Cara Membedakan Kabel Netral serta Kabel Arde
1. Cara membedakan Kabel Netral dan Arde dengan Langsung menelusuri masing-masing kabel tersebut, darimana asal, atau dimana Pangkal Kabelnya.
  • Kabel Netral asal berdasarkan asal listrik (PLN atau Genset).
  • Kabel Arde merupakan jalur tersendiri dan bukan asal dari asal listrik (PLN atau Genset), yg pangkal kabelnya pada hubungkan ke pada tanah, serta ujungnya dipasangkan ke terminal Arde pada setiap Stopkontak.

2. Cara lainnya, adalah menggunakan menggunakan Alat Ukur Multi Tester (AVO-meter).
Baca jua: Cara memakai Multitester
Untuk cara ini, Pastikan MCB Utama sudah dimatikan, dan nir terdapat lagi Listrik yg mengalir pada seluruh Instalasi.

Gunakan Multitester, menggunakan cara mengatur penggunaan dalam selektor pengukuran x1 Ohm (Tahanan), lalu keliru satu ujung probe dihubungkan ke ujung Kabel, dan Probe lainnya dihubungkan ke tanah.
Baca jua: Cara memasang Arde yg benar
Jika jarum ukur Multitester berkecimpung ke kanan, maka Kabel tadi adalah kabel Arde, tetapi jika jarum nir berkecimpung, berarti kabel tersebut merupakan Kabel Netral.
Baca jua: Kenapa Arde harus dihubungkan ke Tanah?
Jika setelah ke 2 Kabel diukur, namun jarum ukur multitester tidak terdapat yang bergerak, berarti Kabel Arde nir tersambung ke tanah.
Baca jua: Cara mengukur Arde/pentanahan

Semoga berguna!
CARA FLEXI

CARA MEMBEDAKAN KABEL FASA NETRAL DAN ARDE PADA INSTALASI LISTRIK DI RUMAH

Bagaimana Cara membedakan Kabel Phase, Netral serta Arde pada Instalasi Listrik di rumah?
Mungkin banyak diantara anda yg penasaran bagaimana caranya membedakan antara Kabel phase (Positif), Netral (Negatif), dan kabel Arde dalam Instalasi Listrik di rumah.
Baca pula: Sudah Amankah Instalasi Listrik pada tempat tinggal anda?
Ingat!, Instalasi Listrik yang baik serta Aman harus terdiri dari tiga jenis kabel, yaitu:
  • Kabel Phase biasa disebut pula dengan Kabel Fasa, Kabel Positip (+) atau Kabel api
  • Kabel Netral biasa disebut pula dengan Kabel Negatif (-) atau Kabel badan.
  • Kabel arde biasa disebut jua dengan Kabel pentanahan atau Grounding

Mungkin masih banyak pemasangan instalasi listrik yang hanya terdiri menurut dua jenis kabel, yaitu Kabel Phase dan Kabel Netral, maka usahakan lengkapi instalasi listrik anda dengan Kabel Arde.
Kembali ke pembahasan semula, yaitu cara membedakan Kabel Phase, Kabel Netral serta Kabel Arde.
Karena Instalasi Listrik terdiri berdasarkan tiga jenis Kabel tentunya harus dibedakan, lalu, bagaimana cara membedakannya?
Oleh karena itu, pada artikel kali ini, kita akan coba membahas tentang bagaimana cara membedakan Kabel Fasa, Netral dan arde pada Instalasi Listrik pada tempat tinggal .

Cara Membedakan Kabel Phase, Netral serta Arde


Pembahasan kali ini mencakup 2 hal tentang cara membedakan Kabel, yaitu:
  1. Cara Membedakan Kabel Fasa (Positif), Netral (negatif) dan Arde, saat hendak memasang Instalasi Listrik pada tempat tinggal .
  2. Cara Membedakan Kabel Fasa (Positif), Netral (negatif) dan Arde, pada Instalasi Listrik pada tempat tinggal yg telah terpasang.

1. Cara Membedakan Kabel Phase, Netral serta Arde, pada pemasangan Instalasi Listrik di rumah.
Saat anda hendak memasang Instalasi Listrik pada tempat tinggal , maka perlu diketahui bagaimana cara membedakan Ketiga jenis kabel tadi.
Membedakan Warna Kabel
Ketiga jenis kabel tersebut bisa dibedakan dengan menggunakan Kabel dengan Warna yg tidak sama, serta pemilihan rona kabel yg benar merupakan:
New Cable Colour Code
  • Kabel Phase: menggunakan Kabel berwarna Merah, Hitam, Coklat, Abu-abu atau selain warna Biru, Hijau, atau Kuning-Hijau.
  • Kabel Netral: memakai Kabel berwarna Biru
  • Kabel Arde: menggunakan Kabel Kuning-Hijau

Perbedaan Warna Kabel diatas merupakan baku warna kabel yang modern, serta yg ketika ini berlaku, tetapi masih poly instalasi listrik yang masih memakai standar warna kabel yg lama , yaitu:
Old Cable Colour Code
  • Kabel Phase: memakai Kabel berwarna Merah, Kuning atau Biru
  • Kabel Netral: menggunakan Kabel berwarna Hitam
  • Kabel Arde: menggunakan Kabel Kuning-Hijau

Membedakan Ukuran Kabel
Bagaimana Jika kita hanya memiliki satu rona kabel, misalnya Kabel Warna Merah, bagaimana cara membedakannya?
Ingat, Sebaiknya Pemasangan Instalasi Listrik harus mengikuti mekanisme yang terdapat, namun tak sanggup dipungkiri masih banyak diantara kita yang menggunakan satu rona kabel buat semua Instalasi Listrik pada tempat tinggal .
Jika kita memang terpaksa memakai satu warna kabel, Cara yg paling umum untuk membedakan Kabel Fasa dan Netral merupakan menggunakan membedakan Ukuran Kabelnya.
Umumnya Kabel Fasa mempunyai Ukuran yang lebih akbar dibanding Kabel Netral.
Baca pula: Cara menentukan ukuran Kabel
Bagaimana dengan Kabel Arde?, Untuk Kabel Arde, permanen wajib menggunakan Kabel berwarna Kuning-Hijau, dan ukurannya sama menggunakan Ukuran Kabel Fasa.
Memberi garis/jepitan dalam ujung kabel
Cara terakhir merupakan menggunakan memberi Garis di ujung Kabel menggunakan cara menjepitnya sedikit menggunakan menggunakan Tang.
Cara ini dilakukan jika Warna dan ukuran Kabel sama, serta Cara ini pula paling tak jarang dilakukan oleh teknisi Listrik buat mempermudah membedakan Kabel Fasa dari Sumber, Netral, dan Kabel fasa ke masing-masing Fiting Lampu.

Anda bisa membedakan Masing-masing kabel menggunakan menjepit Ujung Kabel menggunakan tang, serta jumlah Garis jepitan tersebut harus dibedakan dalam setiap kabel.
Contoh:
  • Kabel Netral. Tidak terdapat garis/jepitan
  • Kabel Fasa. Satu Garis/jepitan
  • Kabel Fasa ke Lampu. 2 garis/jepitan
  • dan seterusnya

Cara ini pula perlu dilakukan, meski warna Kabel Fasa, Netral serta Arde tidak selaras, tujuannya adalah buat membedakan mana ujung serta Pangkal menurut masing-masing kabel ketika dimasukkan kedalam pipa-pipa.
2. Cara Membedakan Kabel Phase, Netral serta Arde, pada Instalasi Listrik yang sudah terpasang di rumah.
Saat kita memeriksa Instalasi Listrik pada rumah, terkadang kita mengalami kesulitan buat membedakan yg mana Kabel Fasa, Netral dan Arde.
Bagaimana cara membedakannya?
Melihat rona Kabel
Jika Instalasi Listrik di rumah dipasang menggunakan benar, serta mengikuti mekanisme yang terdapat, tentunya kita nir merasa kesulitan buat membedakan, mana Kabel Fasa, Netral atau Arde.
Kita bisa membedakannya menggunakan melihat Warna-warna Kabel sinkron dengan Penjelasan diatas.
Bagaimana jika rona Kabelnya nir sinkron, atau warna kabelnya sama semua?
Menggunakan Testpen
Jika rona Kabel yg digunakan nir sesuai dengan Standar Warna Kabel diatas atau warna kabelnya sama semua, cara selanjutnya adalah menggunakan menggunakan Tespen.
Baca pula: Cara Menggunakan Testpen
Dengan memakai Tespen, kita bisa menggunakan gampang membedakan Kabel Fasa serta Netral, Caranya yaitu:
  • Pastikan Posisi MCB utama menyala
  • Kabel Fasa, jika ditespen maka tespen akan menyala
  • Kabel Netral, apabila ditespen maka tespen nir menyala
  • Kabel Arde, juga bila ditespen maka tespen tidak menyala.

Jika Kabel Netral dan Arde, sama-sama nir menyala waktu di testpen, lalu bagaimana membedakannya?
Cara Membedakan Kabel Netral dan Kabel Arde
1. Cara membedakan Kabel Netral dan Arde dengan Langsung menelusuri masing-masing kabel tadi, darimana dari, atau dimana Pangkal Kabelnya.
  • Kabel Netral asal berdasarkan asal listrik (PLN atau Genset).
  • Kabel Arde adalah jalur tersendiri serta bukan berasal dari sumber listrik (PLN atau Genset), yang pangkal kabelnya pada hubungkan ke dalam tanah, dan ujungnya dipasangkan ke terminal Arde dalam setiap Stopkontak.

2. Cara lainnya, merupakan menggunakan menggunakan Alat Ukur Multi Tester (AVO-meter).
Baca pula: Cara menggunakan Multitester
Untuk cara ini, Pastikan MCB Utama sudah dimatikan, serta tidak ada lagi Listrik yang mengalir dalam seluruh Instalasi.

Gunakan Multitester, menggunakan cara mengatur penggunaan pada selektor pengukuran x1 Ohm (Tahanan), kemudian salah satu ujung probe dihubungkan ke ujung Kabel, serta Probe lainnya dihubungkan ke tanah.
Baca pula: Cara memasang Arde yg benar
Jika jarum ukur Multitester beranjak ke kanan, maka Kabel tersebut adalah kabel Arde, namun jika jarum tidak beranjak, berarti kabel tadi adalah Kabel Netral.
Baca pula: Kenapa Arde harus dihubungkan ke Tanah?
Jika sehabis ke 2 Kabel diukur, namun jarum ukur multitester nir ada yang berkiprah, berarti Kabel Arde tidak tersambung ke tanah.
Baca pula: Cara mengukur Arde/pentanahan

Semoga berguna!
CARA FLEXI

SUDAH AMANKAH INSTALASI LISTRIK DIRUMAH ANDA

Bagaimana cara memastikan bahwa pemasangan instalasi listrik pada rumah kita sudah terpasang menggunakan baik serta aman?
Memastikan Instalasi Listrik di tempat tinggal anda terpasang menggunakan baik serta Aman.
Semua orang pastinya menginginkan instalasi listrik yang terpasang pada rumahnya terpasang dengan baik, kondusif, serta sesuai dengan kebutuhan.
Saat kita hendak memasang instalasi listrik pada rumah, baik itu pemasangan instalasi listrik tempat tinggal baru, atau buat penambahan instalasi listrik yg sudah ada, kebanyakan orang akan memakai jasa tukang listrik buat memasang instalasi listrik tersebut.
Namun, bagi sebagian orang yg memang mempunyai pengetahuan mengenai pemasangan Instalasi listrik pada rumah, sanggup memasang instalasi listrik di tempat tinggal sendiri.
Namun, perlu diketahui bahwa pemasangan instalasi listrik yang kurang baik serta tidak aman bisa menyebabkan banyak sekali bahaya misalnya kebakaran, kesetrum serta lainnya.
Mengingat besarnya resiko atau bahaya yang bisa disebabkan berdasarkan pemasangan instalasi listrik yang kurang baik atau nir kondusif, pastinya semua orang menginginkan tempat tinggal tempat tinggalnya dipasang instalasi listrik yang Aman, Rapi serta memenuhi standar instalasi listrik yang baik.
Lalu, apakah kita mengetahui bagaimana sebenarnya pemasangan instalasi listrik yang baik serta aman?
Bagaimana caranya memastikan bahwa pemasangan instalasi listrik pada tempat tinggal kita sudah terpasang dengan baik serta aman?
Pada kesempatan kali ini, kita coba mengembangkan tentang bagaimana sebenarnya pemasangan Instalasi listrik yg baik serta benar sebagai akibatnya aman buat anda serta keluarga dirumah.
Dengan asa, selesainya membaca artikel ini, kita seluruh bisa mengusut sendiri apakah pemasangan instalasi listrik di tempat tinggal sudah terpasang dengan Aman, baik instalasi listrik yg telah terpasang selama ini, maupun bagi anda yg berencana memasang instalasi listrik di rumah baru.
Apakah pemasangan instalasi listrik pada tempat tinggal anda sudah terpasang dengan baik, sahih serta kondusif?

Periksa Instalasi Listrik di rumah

Beberapa hal yg perlu anda perhatikan pada instalasi listrik pada rumah anda, diantaranya:
1. Pastikan instalasi listrik dirumah anda dilengkapi dengan MCB.
Jika rumah anda menggunakan listrik dari PLN, umumnya pada KWH-Meter sudah dilengkapi dengan MCB.
Berapa Ampere ukuran MCB yg sahih?

Cara mengetahuinya sebenarnya nir terlalu sulit, sesuaikan dengan daya listrik yg terpasang pada tempat tinggal anda.
  • Jika daya listrik yg terpasang adalah 900 Watt, maka MCB yg digunakan adalah MCB 4A.
  • Jika daya listrik yg terpasang adalah 1300 Watt, maka MCB yg digunakan adalah MCB 6A.
  • Jika daya listrik yg terpasang adalah 2200 Watt, maka MCB yg digunakan adalah MCB 10A.
Pastikan berukuran MCB yg dipasang dirumah anda sinkron menggunakan daya listrik yang terpasang. Berstandar SNI serta dipasang pada dalam Box MCB.
Fungsi MCB:
  • Untuk mengamankan instalasi listrik jika terjadi interaksi singkat (Korsleting), MCB akan memutuskan sumber listrik ketika terjadi korsleting dalam instalasi listrik pada rumah anda.
  • Untuk mengamankan menurut kelebihan pemakaian arus listrik, apabila listrik dirumah anda memiliki daya 900 Watt, maka arus maksimalnya merupakan 4 Ampere. Jika anda menggunakan berbagai perlatan listrik yg dayanya melebihi 900 Watt, maka MCB akan menetapkan sumber listrik, serta listrik di rumah anda pun padam.

2. Lengkapi menggunakan Pengaman Anti Kontak
Selain dilengkapi dengan MCB (Pengaman korsleting serta arus lebih), Instalasi listrik dirumah juga harus dipasang pengaman Anti kontak.
Pengaman Anti kontak biasa pula diklaim menggunakan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) atau jika diartikan, ELCB adalah Memutuskan asal listrik apabila terjadi kebocoran listrik ke bumi.
Pastikan juga, ELCB yang digunakan adalah spesifik buat mengamankan insan dari bahaya kesetrum. Cara menentukan Anti hubungan (ELCB) yang benar.
Selain itu, pastikan jua Anti kontak atau ELCB telah terpasang dengan baik serta benar, serta dilengkapi menggunakan Box pengaman. Cara memasang Anti kontak (ELCB)
Lakukan pengujian terhadap fungsi dari ELCB tersebut.
Amankan diri anda serta keluarga menurut bahaya sengatan listrik menggunakan memasang anti kontak (ELCB) pada Instalasi listrik dirumah.

tiga. Periksa Jenis Kabel Listrik yg digunakan
Pemasangan jenis kabel yg nir sesuai, dapat menyebabkan Instalasi listrik dirumah sebagai kurang baik serta tidak Aman.
Oleh karena itu pastikan bahwa Kabel listrik yang digunakan dirumah anda sesuai dengan kebutuhan, serta mempunyai standar SNI serta LMK.
Memilih jenis kabel Listrik.
Gunakan Jenis kabel yang sesuai untuk Instalasi listrik di rumah, serta memiliki Standar SNI & LMK.

4. Periksa ukuran kabel yang digunakan.
Tentunya, ukuran kabel juga suatu hal yang sangat penting untuk anda perhatikan, karena jika ukuran kabel yang digunakan tidak sesuai dengan daya listrik dirumah anda, atau jika kabel listrik yang digunakan ukurannya terlalu kecil dapat menyebabkan kabel tersebut panas, serta terbakar.
Oleh karenanya, perlu anda pastikan bahwa ukuran Kabel listrik yang digunakan buat Instalasi listrik di rumah anda telah sesuai menggunakan Kemampuan Hantar arusnya (KHA).
Cara memilih Ukuran Kabel listrik
Ukuran kabel yang terlalu kecil atau tidak sesuai dengan Daya listrik yang dihantarnya, dapat menyebabkan kabel tersebut panas, serta terbakar.

5. Periksa Stop Kontak serta Saklar yang digunakan.
Pemasangan Stop kontak, Saklar serta Fitting lampu yang tidak benar, dapat menyebabkan Instalasi listrik dirumah anda menjadi tidak aman.
Pemasangan Stop kontak serta Saklar harus memiliki jarak 150 cm dari permukaan lantai, jika dipasang lebih rendah, maka stop kontak yang digunakan harus dilengkapi dengan penutup.
Gunakan Stop kontak, Saklar serta Fitting lampu yang memiliki kualitas baik serta berstandar SNI.
Cara memilih Stop kontak yang bagus serta aman
Pastikan juga Stop kontak dilengkapi dengan terminal Arde, serta terpasang dengan benar untuk mencegah terjadinya kebocoran listrik.
Pastikan Stop kontak, Saklar serta Fitting lampu yang digunakan berkualitas baik, standar SNI, serta dipasang dengan benar.

6. Periksa sambungan kabel
Sambungan Kabel yang terlalu banyak serta tidak tersambung dengan benar, dapat menyebabkan timbulnya percikan api serta kebakaran.
Beberapa penyebab Timbulnya percikan barah pada instalasi listrik

Oleh karena itu, Sebisa mungkin hindari sambungan kabel yang terlalu banyak, serta periksa setiap sambungan kabel yang ada sudah tersambung dengan baik, serta menggunakan Wire Nut serta Junction Box (Kotak sambungan).
Gunakan Wire Nut untuk menyambung kabel serta Junction Box untuk tempat sambungan kabel

7. Lengkapi Instalasi listrik dirumah anda menggunakan Kabel Arde.
Periksa Instalasi listrik dirumah anda, apakah sudah dilengkapi dengan kabel arde, serta apakah kabel arde tersebut sudah terpasang dengan benar.
Pemasangan Arde atau Pentanahan
Serta lakukan pengukuran Grounding (Arde) untuk memastikan Arde sudah terpasang serta terhubung ke bumi. Cara mengukur arde/pentanahan
Kabel Arde yang baik harus terpasang pada setiap peralatan listrik, serta terhubung ke tanah (Bumi).
Kenapa Arde wajib dihubungkan ke tanah?
Semoga berguna!
CARA FLEXI
dikutip dari berbagai asal

SUDAH AMANKAH INSTALASI LISTRIK DIRUMAH ANDA

Bagaimana cara memastikan bahwa pemasangan instalasi listrik di tempat tinggal kita telah terpasang menggunakan baik serta aman?
Memastikan Instalasi Listrik di tempat tinggal anda terpasang menggunakan baik serta Aman.
Semua orang pastinya menginginkan instalasi listrik yg terpasang pada rumahnya terpasang dengan baik, aman, serta sinkron menggunakan kebutuhan.
Saat kita hendak memasang instalasi listrik di tempat tinggal , baik itu pemasangan instalasi listrik rumah baru, atau buat penambahan instalasi listrik yang telah terdapat, kebanyakan orang akan menggunakan jasa tukang listrik buat memasang instalasi listrik tadi.
Namun, bagi sebagian orang yg memang mempunyai pengetahuan mengenai pemasangan Instalasi listrik di tempat tinggal , sanggup memasang instalasi listrik pada rumah sendiri.
Namun, perlu diketahui bahwa pemasangan instalasi listrik yg kurang baik serta tidak aman dapat menyebabkan berbagai bahaya misalnya kebakaran, kesetrum dan lainnya.
Mengingat besarnya resiko atau bahaya yang bisa disebabkan dari pemasangan instalasi listrik yg kurang baik atau tidak kondusif, pastinya seluruh orang menginginkan tempat tinggal loka tinggalnya dipasang instalasi listrik yg Aman, Rapi dan memenuhi baku instalasi listrik yang baik.
Lalu, apakah kita mengetahui bagaimana sebenarnya pemasangan instalasi listrik yang baik dan aman?
Bagaimana caranya memastikan bahwa pemasangan instalasi listrik pada rumah kita sudah terpasang menggunakan baik dan kondusif?
Pada kesempatan kali ini, kita coba mengembangkan mengenai bagaimana sebenarnya pemasangan Instalasi listrik yg baik serta sahih sehingga kondusif buat anda dan famili dirumah.
Dengan harapan, setelah membaca artikel ini, kita seluruh dapat mengusut sendiri apakah pemasangan instalasi listrik pada rumah sudah terpasang dengan Aman, baik instalasi listrik yg telah terpasang selama ini, juga bagi anda yg berencana memasang instalasi listrik pada rumah baru.
Apakah pemasangan instalasi listrik pada tempat tinggal anda telah terpasang dengan baik, benar dan aman?

Periksa Instalasi Listrik pada rumah

Beberapa hal yg perlu anda perhatikan dalam instalasi listrik pada tempat tinggal anda, antara lain:
1. Pastikan instalasi listrik dirumah anda dilengkapi menggunakan MCB.
Jika tempat tinggal anda menggunakan listrik dari PLN, umumnya pada KWH-Meter sudah dilengkapi menggunakan MCB.
Berapa Ampere berukuran MCB yang sahih?

Cara mengetahuinya sebenarnya tidak terlalu sulit, sesuaikan menggunakan daya listrik yg terpasang pada rumah anda.
  • Jika daya listrik yang terpasang merupakan 900 Watt, maka MCB yang dipakai adalah MCB 4A.
  • Jika daya listrik yang terpasang merupakan 1300 Watt, maka MCB yang dipakai adalah MCB 6A.
  • Jika daya listrik yang terpasang merupakan 2200 Watt, maka MCB yang dipakai adalah MCB 10A.
Pastikan ukuran MCB yg dipasang dirumah anda sinkron menggunakan daya listrik yg terpasang. Berstandar SNI serta dipasang pada pada Box MCB.
Fungsi MCB:
  • Untuk mengamankan instalasi listrik apabila terjadi interaksi singkat (Korsleting), MCB akan menetapkan sumber listrik ketika terjadi korsleting dalam instalasi listrik pada tempat tinggal anda.
  • Untuk mengamankan berdasarkan kelebihan pemakaian arus listrik, bila listrik dirumah anda memiliki daya 900 Watt, maka arus maksimalnya merupakan 4 Ampere. Apabila anda menggunakan berbagai perlatan listrik yg dayanya melebihi 900 Watt, maka MCB akan menetapkan asal listrik, dan listrik di rumah anda pun padam.

dua. Lengkapi menggunakan Pengaman Anti Kontak
Selain dilengkapi dengan MCB (Pengaman korsleting dan arus lebih), Instalasi listrik dirumah juga wajib dipasang pengaman Anti hubungan.
Pengaman Anti kontak biasa juga diklaim menggunakan ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) atau bila diartikan, ELCB merupakan Memutuskan sumber listrik apabila terjadi kebocoran listrik ke bumi.
Pastikan jua, ELCB yg dipakai merupakan spesifik buat mengamankan insan menurut bahaya kesetrum. Cara memilih Anti hubungan (ELCB) yang benar.
Selain itu, pastikan pula Anti hubungan atau ELCB telah terpasang menggunakan baik serta sahih, serta dilengkapi menggunakan Box pengaman. Cara memasang Anti hubungan (ELCB)
Lakukan pengujian terhadap fungsi berdasarkan ELCB tersebut.
Amankan diri anda serta keluarga dari bahaya sengatan listrik menggunakan memasang anti hubungan (ELCB) dalam Instalasi listrik dirumah.

tiga. Periksa Jenis Kabel Listrik yang digunakan
Pemasangan jenis kabel yg tidak sesuai, dapat mengakibatkan Instalasi listrik dirumah menjadi kurang baik serta tidak Aman.
Oleh karena itu pastikan bahwa Kabel listrik yg dipakai dirumah anda sinkron dengan kebutuhan, serta mempunyai standar SNI dan LMK.
Memilih jenis kabel Listrik.
Gunakan Jenis kabel yg sesuai buat Instalasi listrik di rumah, dan memiliki Standar SNI & LMK.

4. Periksa ukuran kabel yang digunakan.
Tentunya, ukuran kabel jua suatu hal yg sangat krusial buat anda perhatikan, lantaran bila ukuran kabel yg digunakan nir sinkron dengan daya listrik dirumah anda, atau apabila kabel listrik yang dipakai ukurannya terlalu kecil bisa menyebabkan kabel tadi panas, dan terbakar.
Oleh karena itu, perlu anda pastikan bahwa ukuran Kabel listrik yang digunakan buat Instalasi listrik di rumah anda telah sesuai dengan Kemampuan Hantar arusnya (KHA).
Cara menentukan Ukuran Kabel listrik
Ukuran kabel yang terlalu kecil atau nir sesuai dengan Daya listrik yang dihantarnya, dapat menyebabkan kabel tersebut panas, dan terbakar.

5. Periksa Stop Kontak dan Saklar yang digunakan.
Pemasangan Stop kontak, Saklar dan Fitting lampu yang nir benar, dapat mengakibatkan Instalasi listrik dirumah anda sebagai tidak aman.
Pemasangan Stop hubungan serta Saklar wajib memiliki jarak 150 centimeter berdasarkan permukaan lantai, jika dipasang lebih rendah, maka stop hubungan yang digunakan wajib dilengkapi dengan penutup.
Gunakan Stop kontak, Saklar dan Fitting lampu yang mempunyai kualitas baik dan berstandar SNI.
Cara menentukan Stop hubungan yg bagus dan aman
Pastikan pula Stop hubungan dilengkapi menggunakan terminal Arde, dan terpasang menggunakan sahih buat mencegah terjadinya kebocoran listrik.
Pastikan Stop kontak, Saklar dan Fitting lampu yg digunakan berkualitas baik, baku SNI, serta dipasang menggunakan sahih.

6. Periksa sambungan kabel
Sambungan Kabel yg terlalu poly dan tidak tersambung menggunakan benar, bisa menyebabkan timbulnya percikan api serta kebakaran.
Beberapa penyebab Timbulnya percikan barah dalam instalasi listrik

Oleh karena itu, Sebisa mungkin hindari sambungan kabel yg terlalu banyak, serta periksa setiap sambungan kabel yg ada telah tersambung menggunakan baik, serta menggunakan Wire Nut serta Junction Box (Kotak sambungan).
Gunakan Wire Nut buat menyambung kabel serta Junction Box buat tempat sambungan kabel

7. Lengkapi Instalasi listrik dirumah anda dengan Kabel Arde.
Periksa Instalasi listrik dirumah anda, apakah sudah dilengkapi dengan kabel arde, dan apakah kabel arde tersebut sudah terpasang dengan sahih.
Pemasangan Arde atau Pentanahan
Serta lakukan pengukuran Grounding (Arde) buat memastikan Arde sudah terpasang dan terhubung ke bumi. Cara mengukur arde/pentanahan
Kabel Arde yang baik wajib terpasang dalam setiap alat-alat listrik, serta terhubung ke tanah (Bumi).
Kenapa Arde harus dihubungkan ke tanah?
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI
dikutip menurut aneka macam asal

APA ITU ELCB DAN MCB SERTA APA BEDANYA

Apa itu ELCB serta MCB, serta apa bedanya
Apa itu ELCB?
Apa itu MCB?
Apa fungsi ELCB?
Apa fungsi MCB?
Apa bedanya menggunakan ELCB atau MCB buat pengaman instalasi listrik?
Lebih baik dipasang ELCB atau MCB, buat pengaman Listrik?
Mungkin, bagi kebanyakan orang tidak begitu mengenal indera pengaman listrik yg dianggap dengan ELCB, Orang-orang kebanyakan lebih mengenal indera pengaman listrik yg diklaim menggunakan MCB, ketimbang ELCB.

Apa itu MCB dan ELCB, dan apa disparitas dan manfaatnya?

Seperti yg telah kita ketahui beserta, bahwa diperlukan indera pengaman pada setiap instalasi listrik.
Alat pengaman listrik dipasang untuk melindungi kita serta banyak sekali peralatan listrik berdasarkan banyak sekali kerusakan atau resiko bahaya lainnya.
Alat pengaman listrik dipasang berfungsi buat mengamankan instalasi listrik saat terjadi aneka macam gangguan.
Berbagai gangguan yang dapat terjadi pada instalasi listrik, diantaranya:
  • Kelebihan pemakaian alat-alat listrik, atau biasa disebut kelebihan beban (Over current).
  • Lonjakan arus listrik yang ditimbulkan karena adanya kabel yg korslet, atau biasa disebut menggunakan hubungan singkat (Short Circuit).
  • Terjadinya kebocoran listrik, baik kebocoran listrik yg dari berdasarkan kabel listrik yang terkelupas, atau alat listrik yang lembab atau rusak. (Kesetrum listrik didefinisikan sebagai terjadinya kebocoran listrik melalui bagian tubuh kita menuju tanah/bumi)
  • Kebocoran listrik yg dari menurut tersentuhnya asal listrik ke objek lain, misalnya ketika kita kesetrum, kabel digigit tikus, kabel terkelupas dan tentang atap/seng, serta sebagainya.
  • Berbagai gangguan listrik ini tentunya sangat berbahaya, lantaran dapat menyebabkan percikan api dan kebakaran, dan bisa membahayakan keselamatan manusia.

Lalu apa yg diharapkan buat menaruh proteksi saat terjadi aneka macam gangguan listrik tadi?
Untuk memberikan proteksi dalam instalasli listrik umumnya dipasang alat pengaman yg diklaim dengan MCB.
Apakah menggunakan memasang MCB dalam instalasi listrik, dapat memberikan perlindungan dari aneka macam gangguan diatas?
MCB saja tidak relatif buat mengamankan kita dan instalasi listrik dari banyak sekali resiko serta gangguan listrik.
Apa itu MCB?
MCB (Miniature Circuit Breaker), adalah suatu indera pengaman listrik yang berfungsi buat menetapkan genre listrik waktu terjadi Arus Lebih, yg disebabkan berdasarkan pemakaian listrik yang berlebihan, karena sambaran petir, atau karena korsleting (Hubungan singkat).
MCB hanya berfungsi buat mengamankan ketika terjadi lonjakan arus yg melebihi menurut batasan ukuran MCB yang terpasang. Cara memilih berukuran MCB
MCB tidak dapat melindungi kita ketika tersengat listrik atau Kesetrum
Namun, saat terjadi kebocoran listrik atau waktu kita tersentuh kabel (kesetrum), MCB tidak dapat menaruh proteksi, karena lonjakan arus waktu kita tersengat listrik (Kesetrum) nilainya sangat kecil.
Lalu indera pengaman apa yg harus kita pasang pada instalasi listrik, buat memberikan perlindungan saat kita tersengat listrik?
Alat pengaman yg diharapkan buat melindungi kita menurut bahaya tersengat atau kesetrum, adalah ELCB.
ELCB bisa melindungi kita menurut bahaya tersengat atau Kesetrum Listrik

Apa itu ELCB?
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) adalah suatu alat pengaman listrik menurut resiko kebocoran listrik yang nilai arus bocornya sangat kecil, Selain itu ELCB juga bisa berfungsi menjadi pengaman listrik saat terjadi kebocoran listrik dengan lonjakan arus yang cukup akbar, dan bisa melindungi ketika terjadi arus lebih karena interaksi singkat (Short Circuit).
Memilih ELCB yang benar
Jadi, ELCB adalah indera yg dapat menaruh perlindungan menurut berbagai gangguan yang kita sebutkan diatas.
ELCB memiliki beberapa istilah, seperti Anti hubungan, RCD, RCCB, GFCI, dan sebagainya.
Lebih baik menggunakan MCB atau ELCB?
Tentunya lebih baik memakai ELCB, karena dapat memberikan proteksi dari aneka macam gangguan serta bahaya listrik, termasuk buat melindungi keselamatan insan saat tersengat listrik atau kesetrum.
Cara memasang ELCB pada instalasi listrik
Pastikan ELCB yg digunakan mempunyai sensitifitas <30mA

Apa disparitas MCB dengan ELCB?
Beberapa perbedaan antara MCB menggunakan ELCB, antara lain:
MCB
  • MCB hanya dipasang buat satu kabel yaitu kabel fasa.
  • MCB hanya berfungsi untuk mengamankan listrik waktu terjadi arus lebih karena kelebihan pemakaian alat-alat listrik, atau karena lonjakan arus saat terjadi korsleting.
  • MCB dapat menaruh proteksi ketika terjadi kebocoran listrik dengan lonjakan arus yang melebihi kemampuan arus MCB tersebut, dengan catatan instalasi listrik wajib dilengkapi menggunakan ARDE (pentanahan) yang baik. kenapa arde wajib dipasang ke tanah?
  • Jika ARDE nir terpasang dengan baik, maka MCB nir mampu menaruh proteksi ketika terjadi arus bocor.
  • MCB nir bisa melindungi keselamatan insan saat terkena sengatan listrik (Kesetrum), dan jua MCB tidak dapat melindungi waktu terjadi kebocoran listrik dengan nilai arus bocor yang rendah/mini .

ELCB
  • ELCB dipasang menggunakan 2 kabel yaitu, kabel fasa dan netral. Kabel fasa serta netral berdasarkan asal listrik harus melewati ELCB terlebih dahulu sebelum dialirkan ke instalasi listrik di rumah.
  • ELCB bisa menaruh proteksi terhadap banyak sekali gangguan listrik, misalnya:
  • Lonjakan arus yang melebihi batasan arus ELCB tersebut
  • Melindungi ketika terjadi kebocoran listrik menggunakan arus bocor yang kecil maupun arus bocor yang besar
  • Melindungi kita dari bahaya kesetrum
  • Memberikan proteksi saat terjadi lonjakan arus yang disebabkan lantaran adanya kebocoran,juga korsleting (Hubung singkat). Prinsip kerja ELCB

Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

APA ITU ELCB DAN MCB SERTA APA BEDANYA

Apa itu ELCB serta MCB, serta apa bedanya
Apa itu ELCB?
Apa itu MCB?
Apa fungsi ELCB?
Apa fungsi MCB?
Apa bedanya memakai ELCB atau MCB buat pengaman instalasi listrik?
Lebih baik dipasang ELCB atau MCB, buat pengaman Listrik?
Mungkin, bagi kebanyakan orang tidak begitu mengenal indera pengaman listrik yang disebut dengan ELCB, Orang-orang kebanyakan lebih mengenal indera pengaman listrik yg diklaim dengan MCB, ketimbang ELCB.

Apa itu MCB dan ELCB, dan apa perbedaan serta fungsinya?

Seperti yang sudah kita ketahui beserta, bahwa diperlukan alat pengaman dalam setiap instalasi listrik.
Alat pengaman listrik dipasang buat melindungi kita dan aneka macam alat-alat listrik berdasarkan berbagai kerusakan atau resiko bahaya lainnya.
Alat pengaman listrik dipasang berfungsi buat mengamankan instalasi listrik saat terjadi aneka macam gangguan.
Berbagai gangguan yg bisa terjadi dalam instalasi listrik, antara lain:
  • Kelebihan pemakaian indera-indera listrik, atau biasa dianggap kelebihan beban (Over current).
  • Lonjakan arus listrik yg disebabkan lantaran adanya kabel yg korslet, atau biasa dianggap dengan hubungan singkat (Short Circuit).
  • Terjadinya kebocoran listrik, baik kebocoran listrik yg berasal berdasarkan kabel listrik yg terkelupas, atau alat listrik yang lembab atau rusak. (Kesetrum listrik didefinisikan sebagai terjadinya kebocoran listrik melalui bagian tubuh kita menuju tanah/bumi)
  • Kebocoran listrik yg dari menurut tersentuhnya sumber listrik ke objek lain, misalnya ketika kita kesetrum, kabel digigit tikus, kabel terkelupas dan tentang atap/seng, serta sebagainya.
  • Berbagai gangguan listrik ini tentunya sangat berbahaya, lantaran dapat mengakibatkan percikan api serta kebakaran, dan bisa membahayakan keselamatan insan.

Lalu apa yang diharapkan buat memberikan perlindungan waktu terjadi banyak sekali gangguan listrik tadi?
Untuk menaruh proteksi pada instalasli listrik umumnya dipasang indera pengaman yg dianggap dengan MCB.
Apakah dengan memasang MCB pada instalasi listrik, bisa menaruh perlindungan berdasarkan aneka macam gangguan diatas?
MCB saja nir cukup buat mengamankan kita serta instalasi listrik dari berbagai resiko serta gangguan listrik.
Apa itu MCB?
MCB (Miniature Circuit Breaker), adalah suatu alat pengaman listrik yg berfungsi buat tetapkan genre listrik ketika terjadi Arus Lebih, yang disebabkan dari pemakaian listrik yang berlebihan, karena sambaran petir, atau karena korsleting (Hubungan singkat).
MCB hanya berfungsi buat mengamankan saat terjadi lonjakan arus yang melebihi berdasarkan batasan berukuran MCB yg terpasang. Cara memilih berukuran MCB
MCB tidak bisa melindungi kita waktu tersengat listrik atau Kesetrum
Namun, waktu terjadi kebocoran listrik atau ketika kita tersentuh kabel (kesetrum), MCB tidak dapat menaruh perlindungan, karena lonjakan arus saat kita tersengat listrik (Kesetrum) nilainya sangat mini .
Lalu indera pengaman apa yg harus kita pasang pada instalasi listrik, untuk memberikan perlindungan waktu kita tersengat listrik?
Alat pengaman yg dibutuhkan buat melindungi kita menurut bahaya tersengat atau kesetrum, adalah ELCB.
ELCB dapat melindungi kita berdasarkan bahaya tersengat atau Kesetrum Listrik

Apa itu ELCB?
ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) adalah suatu alat pengaman listrik menurut resiko kebocoran listrik yg nilai arus bocornya sangat kecil, Selain itu ELCB juga bisa berfungsi sebagai pengaman listrik waktu terjadi kebocoran listrik dengan lonjakan arus yang cukup akbar, dan bisa melindungi saat terjadi arus lebih karena hubungan singkat (Short Circuit).
Memilih ELCB yang benar
Jadi, ELCB adalah alat yg dapat memberikan proteksi berdasarkan berbagai gangguan yang kita sebutkan diatas.
ELCB mempunyai beberapa kata, seperti Anti kontak, RCD, RCCB, GFCI, dan sebagainya.
Lebih baik menggunakan MCB atau ELCB?
Tentunya lebih baik menggunakan ELCB, karena dapat menaruh perlindungan dari aneka macam gangguan serta bahaya listrik, termasuk buat melindungi keselamatan manusia saat tersengat listrik atau kesetrum.
Cara memasang ELCB dalam instalasi listrik
Pastikan ELCB yg digunakan memiliki sensitifitas <30mA

Apa perbedaan MCB dengan ELCB?
Beberapa perbedaan antara MCB dengan ELCB, antara lain:
MCB
  • MCB hanya dipasang buat satu kabel yaitu kabel fasa.
  • MCB hanya berfungsi buat mengamankan listrik ketika terjadi arus lebih karena kelebihan pemakaian indera-alat listrik, atau karena lonjakan arus ketika terjadi korsleting.
  • MCB bisa menaruh perlindungan saat terjadi kebocoran listrik dengan lonjakan arus yang melebihi kemampuan arus MCB tadi, menggunakan catatan instalasi listrik wajib dilengkapi menggunakan ARDE (pentanahan) yg baik. kenapa arde wajib dipasang ke tanah?
  • Jika ARDE tidak terpasang menggunakan baik, maka MCB nir bisa memberikan perlindungan ketika terjadi arus bocor.
  • MCB tidak dapat melindungi keselamatan insan ketika terkena sengatan listrik (Kesetrum), dan jua MCB tidak dapat melindungi saat terjadi kebocoran listrik dengan nilai arus bocor yg rendah/kecil.

ELCB
  • ELCB dipasang dengan 2 kabel yaitu, kabel fasa dan netral. Kabel fasa dan netral menurut sumber listrik wajib melewati ELCB terlebih dahulu sebelum dialirkan ke instalasi listrik pada tempat tinggal .
  • ELCB dapat memberikan perlindungan terhadap banyak sekali gangguan listrik, misalnya:
  • Lonjakan arus yang melebihi batasan arus ELCB tersebut
  • Melindungi saat terjadi kebocoran listrik dengan arus bocor yang mini maupun arus bocor yg besar
  • Melindungi kita berdasarkan bahaya kesetrum
  • Memberikan perlindungan ketika terjadi lonjakan arus yg ditimbulkan lantaran adanya kebocoran,maupun korsleting (Hubung singkat). Prinsip kerja ELCB

Semoga berguna!
CARA FLEXI