PERBEDAAN ANTARA LISTRIK AC DENGAN LISTRIK DC

Beberapa disparitas mendasar yg perlu kita ketahui antara Listrik AC dengan listrik DC.
Tak bisa dipungkiri, pada masa sekarang ini kebutuhan kita akan energi listrik sangat besar . Dan hampir setiap ketika kita membutuhkan yang namanya listrik.
Energi listrik memang mempunyai manfaat yang sangat akbar baik dalam kehidupan sehari – hari juga pada global usaha dan industri.
Mengenal definisi atau arti listrik
Sebelum kita membahas disparitas antara listrik AC dengan listrik DC, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi berdasarkan Listrik tadi.
Menurut Kamus akbar bahasa Indonesia (KBBI), Definisi Listrik adalah :
Suatu daya atau tenaga yg didapatkan berdasarkan proses terjadinya suatu gesekan, atau menurut proses kimia serta lainnya.
Menurut Ilmu ekamatra Definisi listrik terbagi 2, yaitu :
Listrik Statis
Definisi Listrik Statis merupakan :
Suatu energi yang dimiliki sang suatu benda, yang terbentuk berdasarkan beberapa atom yg bermuatan positif serta negatif, yang kemudian bisa menghasilkan listrik. Atom yg bermuatan positif diklaim menggunakan Proton dan Atom bermuatan negatif diklaim menggunakan Elektron.
Listrik dinamis
Definisi Listrik Dinamis adalah :
Suatu tenaga listrik yang dapat berkecimpung dengan menggunakan media seperti batere dan dihubungkan pada suatu rangkaian elektronika baik secara paralel juga secara seri.
Listrik yang biasa kita gunakan baik itu buat kebutuhan sehari – hari , atau bahkan buat keperluan yang lebih akbar seperti untuk industri dan usaha lainnya, terbagi pada dua jenis listrik.
Dua jenis listrik yang dimaksud tersebut merupakan:
Listrik AC serta Listrik DC
Lalu apa disparitas antara listrik AC menggunakan listrik DC?
Mungkin sebagian menurut kita pernah bertanya, apa sebenarnya disparitas antara listrik AC dengan Listrik DC, serta masing – masing jenis listrik ini , baik itu listrik AC maupun listrik DC memang mempunyai beberapa disparitas satu menggunakan yang lainnya.

Beberapa perbedaan antara listrik AC menggunakan Listrik DC


Listrik AC

  • Listrik AC adalah singkatan berdasarkan Alternating Current atau dalam bahasa indonesia dapat diartikan Arus bolak-kembali atau berubah-ubah.
  • Listrik AC memiliki besaran tegangan yang berubah-ubah atau naik turun, proses perubahan naik turun tegangan listrik dalam listrik AC digambarkan menggunakan gelombang sinusoida. Banyaknya proses perubahan tegangan dalam listrik AC tergantung dalam akbar frekwensi.
  • Listrik AC mempunyai nilai Frekwensi. Frekwensi pada listrik AC merupakan seberapa banyak gelombang sinusoida yg terjadi dalam satuan detik. Pada umumnya Listrik AC yang kita gunakan baik itu listrik AC 1 Phase serta listrik AC tiga Phase menggunakan frekwensi 50 Hertz.
  • Proses terjadinya naik turun tegangan pada listrik AC tidak tampak atau nir dapat kita lihat karena Frekwensinya yang sangat cepat, yaitu 50 gelombang pada satu dtk. Sehingga pada sebuah lampu listrik yg memakai listrik AC, selalu kelihatan menyala karena cepatnya proses naik turun tegangan tadi.
  • Tegangan yang biasa kita gunakan untuk listrik AC adalah 220 Volt AC (220 VAC) buat 1 phase serta 380 Volt AC (380 VAC) buat 3 Phase.
Namun pada beberapa perangkat listrik eksklusif masih ada juga aneka macam variasi tegangan listrik AC lainnya seperti 110 VAC, 42 VAC, 24 VAC serta lainnya.
  • Simbol buat nilai tegangan listrik AC adalah VAC (Volt AC)
  • Listrik AC Tidak memiliki Polaritas, dengan kata lain listrik AC tidak memiliki kutub baik kutub positif juga kutub negatif.
Pada Listrik AC masih ada 2 kabel, yaitu Kabel yg mempunyai tegangan dianggap kabel Fasa, dan kabel yg nir mempunyai tegangan disebut kabel Netral.
  • Arah arus pada listrik AC merupakan berdasarkan kabel Fasa menuju Netral. Atau menurut kabel yg bertegangan menuju kabel netral
  • Kurang baik dipakai sebagai supplai tegangan buat komponen elektro, sang karena itu supplai listrik AC pada perangkat elektronik umumnya terlebih dahulu diubah sebagai listrik DC.
  • Listrik AC baik buat dipakai menjadi listrik jaringan transmisi atau distribusi jarak jauh, karena besar tegangan bisa dipertahankan menggunakan kerugian tegangan yg mini .
  • Listrik AC umumnya didapatkan menurut suatu pembangkit listrik AC misalnya Generator set (Genset) AC.
  • Menurut sejarah Listrik AC ditemukan oleh Michael Faraday, lalu dikembangkan sebagai pembangkit listrik AC yang digunakan secara luas oleh Nikola Tesla.

Listrik DC

  • DC (Direct Current) adalah arus searah, yaitu listrik yg mempunyai polaritas permanen dalam kutub positif serta kutub negatif. Dan memiliki besaran tegangan yang tidak berubah-ubah atau konstan.
  • Listrik DC memiliki nilai tegangan yang tetap (nir berubah-ubah).
  • Listrik DC tidak memiliki Frekwensi.
  • Tegangan listrik DC yang biasa kita gunakan bervariasi, umumnya seperti 1,lima VDC, 12 VDC, 24 VDC serta lainnya.
Namun buat beberapa perangkat eksklusif, dapat juga kita temukan tegangan listrik 220 VDC, 110 VDC dan lainnya.
  • Simbol buat nilai tegangan listrik DC merupakan VDC (Volt DC)
  • Listrik DC memiliki Polaritas, yaitu kutub positif dan kutub negatif yang tetap.
Kutub negatif umumnya memiliki tegangan 0 VDC, dan kutub Positif mempunyai besar tegangan sinkron menggunakan tegangan nominal yang ada.
  • Arah arus dalam listrik DC, arus DC mengalir berdasarkan kutub negatif menuju kutub positif, atau berdasarkan kutub yang mempunyai nilai potensial yg lebih rendah menuju kutub yang mempunyai nilai potensial lebih tinggi.
  • Sangat baik dipakai buat supplai aneka macam alat-alat komponen Elektronika, karena lebih stabil serta sedikit gangguan, Listrik DC juga lebih poly dipakai buat menghasilkan medan magnet buatan.
  • Dahulu listrik DC banyak dipakai menjadi jaringan transmisi serta distribusi listrik jarak jauh, lantaran beberapa kekurangan berdasarkan listrik DC, penggunaannya tergantikan menggunakan jaringan transmisi listrik AC.
  • Selain bisa didapatkan berdasarkan pembangkit listrik DC (Generator DC), listrik DC juga dapat dihasilkan menurut proses kimia, seperti batere, akki.
  • Menurut sejarah yg pertama kali menemukan serta mempopulerkan penggunaan Generator DC buat jaringan listrik merupakan Thomas Alva edison.

Catatan:
Mengubah Listrik AC sebagai listrik DC
Listrik AC bisa kita ubah sebagai listrik DC dengan memakai konverter, atau dengan rangkaian elektronika sederhana yg biasa disebut Adaptor.
Adaptor ini terdiri dari 4 buah diode penyearah yang bisa mengganti listrik Arus bolak-kembali menjadi listrik arus searah.
Mengubah listrik DC menjadi listrik AC
Listrik DC jua bisa kita ubah sebagai listrik AC menggunakan memakai rangkaian elektro yang lebih rumit yg biasa dianggap menggunakan Inverter.
Demikianlah artikel mengenai beberapa disparitas antara listrik AC serta listrik DC, semoga dapat menaruh tambahan liputan dan pengetahuan yg bermanfaat buat kita seluruh.
CARA FLEXI

PERBEDAAN ANTARA LISTRIK AC DENGAN LISTRIK DC

Beberapa disparitas mendasar yang perlu kita ketahui antara Listrik AC menggunakan listrik DC.
Tak dapat dipungkiri, pada masa sekarang ini kebutuhan kita akan tenaga listrik sangat akbar. Dan hampir setiap ketika kita membutuhkan yg namanya listrik.
Energi listrik memang mempunyai manfaat yang sangat besar baik pada kehidupan sehari – hari maupun pada global bisnis dan industri.
Mengenal definisi atau arti listrik
Sebelum kita membahas disparitas antara listrik AC menggunakan listrik DC, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi dari Listrik tersebut.
Menurut Kamus akbar bahasa Indonesia (KBBI), Definisi Listrik merupakan :
Suatu daya atau energi yg dihasilkan menurut proses terjadinya suatu gesekan, atau berdasarkan proses kimia serta lainnya.
Menurut Ilmu fisika Definisi listrik terbagi dua, yaitu :
Listrik Statis
Definisi Listrik Statis adalah :
Suatu tenaga yang dimiliki sang suatu benda, yang terbentuk menurut beberapa atom yang bermuatan positif dan negatif, yg lalu dapat membentuk listrik. Atom yg bermuatan positif dianggap dengan Proton serta Atom bermuatan negatif diklaim menggunakan Elektron.
Listrik dinamis
Definisi Listrik Dinamis adalah :
Suatu tenaga listrik yang dapat bergerak dengan memakai media seperti batere serta dihubungkan pada suatu rangkaian elektro baik secara paralel maupun secara seri.
Listrik yang biasa kita gunakan baik itu buat kebutuhan sehari – hari , atau bahkan buat keperluan yg lebih besar misalnya buat industri dan usaha lainnya, terbagi dalam 2 jenis listrik.
Dua jenis listrik yg dimaksud tersebut merupakan:
Listrik AC dan Listrik DC
Lalu apa disparitas antara listrik AC menggunakan listrik DC?
Mungkin sebagian menurut kita pernah bertanya, apa sebenarnya perbedaan antara listrik AC menggunakan Listrik DC, serta masing – masing jenis listrik ini , baik itu listrik AC juga listrik DC memang memiliki beberapa perbedaan satu menggunakan yg lainnya.

Beberapa disparitas antara listrik AC menggunakan Listrik DC


Listrik AC

  • Listrik AC adalah singkatan berdasarkan Alternating Current atau pada bahasa indonesia bisa diartikan Arus bolak-pulang atau berubah-ubah.
  • Listrik AC mempunyai besaran tegangan yg berubah-ubah atau naik turun, proses perubahan naik turun tegangan listrik pada listrik AC digambarkan menggunakan gelombang sinusoida. Banyaknya proses perubahan tegangan pada listrik AC tergantung pada besar frekwensi.
  • Listrik AC memiliki nilai Frekwensi. Frekwensi dalam listrik AC merupakan seberapa poly gelombang sinusoida yg terjadi pada satuan dtk. Pada umumnya Listrik AC yg kita pakai baik itu listrik AC 1 Phase dan listrik AC tiga Phase menggunakan frekwensi 50 Hertz.
  • Proses terjadinya naik turun tegangan pada listrik AC tidak tampak atau tidak dapat kita lihat karena Frekwensinya yg sangat cepat, yaitu 50 gelombang dalam satu dtk. Sehingga pada sebuah lampu listrik yang memakai listrik AC, selalu kelihatan menyala karena cepatnya proses naik turun tegangan tadi.
  • Tegangan yang biasa kita pakai untuk listrik AC adalah 220 Volt AC (220 VAC) buat 1 phase dan 380 Volt AC (380 VAC) buat 3 Phase.
Namun pada beberapa perangkat listrik tertentu masih ada jua berbagai variasi tegangan listrik AC lainnya misalnya 110 VAC, 42 VAC, 24 VAC serta lainnya.
  • Simbol buat nilai tegangan listrik AC adalah VAC (Volt AC)
  • Listrik AC Tidak mempunyai Polaritas, menggunakan istilah lain listrik AC nir mempunyai kutub baik kutub positif maupun kutub negatif.
Pada Listrik AC terdapat dua kabel, yaitu Kabel yang mempunyai tegangan diklaim kabel Fasa, dan kabel yg tidak memiliki tegangan disebut kabel Netral.
  • Arah arus pada listrik AC adalah menurut kabel Fasa menuju Netral. Atau menurut kabel yang bertegangan menuju kabel netral
  • Kurang baik digunakan menjadi supplai tegangan buat komponen elektronika, oleh karenanya supplai listrik AC dalam perangkat elektronik umumnya terlebih dahulu diubah sebagai listrik DC.
  • Listrik AC baik buat dipakai menjadi listrik jaringan transmisi atau distribusi jeda jauh, lantaran akbar tegangan dapat dipertahankan dengan kerugian tegangan yang kecil.
  • Listrik AC umumnya didapatkan berdasarkan suatu pembangkit listrik AC misalnya Generator set (Genset) AC.
  • Menurut sejarah Listrik AC ditemukan oleh Michael Faraday, kemudian dikembangkan menjadi pembangkit listrik AC yg digunakan secara luas sang Nikola Tesla.

Listrik DC

  • DC (Direct Current) adalah arus searah, yaitu listrik yang memiliki polaritas permanen dalam kutub positif serta kutub negatif. Dan memiliki besaran tegangan yang nir berubah-ubah atau kontinu.
  • Listrik DC memiliki nilai tegangan yg tetap (tidak berubah-ubah).
  • Listrik DC nir memiliki Frekwensi.
  • Tegangan listrik DC yang biasa kita pakai bervariasi, umumnya misalnya 1,5 VDC, 12 VDC, 24 VDC dan lainnya.
Namun untuk beberapa perangkat tertentu, dapat juga kita temukan tegangan listrik 220 VDC, 110 VDC serta lainnya.
  • Simbol buat nilai tegangan listrik DC adalah VDC (Volt DC)
  • Listrik DC memiliki Polaritas, yaitu kutub positif dan kutub negatif yg permanen.
Kutub negatif umumnya mempunyai tegangan 0 VDC, dan kutub Positif memiliki besar tegangan sesuai menggunakan tegangan nominal yg terdapat.
  • Arah arus pada listrik DC, arus DC mengalir berdasarkan kutub negatif menuju kutub positif, atau berdasarkan kutub yang mempunyai nilai potensial yg lebih rendah menuju kutub yang memiliki nilai potensial lebih tinggi.
  • Sangat baik dipakai buat supplai aneka macam peralatan komponen Elektronika, karena lebih stabil serta sedikit gangguan, Listrik DC jua lebih poly dipakai buat membentuk medan magnet protesis.
  • Dahulu listrik DC banyak digunakan menjadi jaringan transmisi serta distribusi listrik jarak jauh, karena beberapa kekurangan dari listrik DC, penggunaannya tergantikan dengan jaringan transmisi listrik AC.
  • Selain bisa didapatkan berdasarkan pembangkit listrik DC (Generator DC), listrik DC juga dapat dihasilkan menurut proses kimia, seperti batere, akki.
  • Menurut sejarah yg pertama kali menemukan serta mempopulerkan penggunaan Generator DC buat jaringan listrik adalah Thomas Alva edison.

Catatan:
Mengubah Listrik AC sebagai listrik DC
Listrik AC dapat kita ubah menjadi listrik DC dengan menggunakan konverter, atau dengan rangkaian elektronika sederhana yg biasa disebut Adaptor.
Adaptor ini terdiri berdasarkan 4 butir diode penyearah yang bisa mengubah listrik Arus bolak-balik sebagai listrik arus searah.
Mengubah listrik DC menjadi listrik AC
Listrik DC juga dapat kita ubah menjadi listrik AC dengan menggunakan rangkaian elektronika yg lebih rumit yg biasa disebut dengan Inverter.
Demikianlah artikel tentang beberapa perbedaan antara listrik AC serta listrik DC, semoga bisa menaruh tambahan berita serta pengetahuan yg bermanfaat buat kita semua.
CARA FLEXI

BERBAGAI SATUAN LISTRIK DAN PENJELASANNYA

Kita mengenal berbagai satuan listrik, yg digunakan untuk menyatakan berbagai besaran listrik, apa saja satuan listrik yg umum dipakai dalam bidang kelistrikan, berikut beberapa satuan listrik dan penjelasan singkatnya.

Satuan Listrik


VOLT
VOLT adalah satuan listrik untuk menyatakan besaran Tegangan Listrik (Voltage).
VOLT biasa disimbolkan menggunakan alfabet V (Volt).
Tegangan Listrik adalah suatu besaran listrik yg paling fundamental pada ilmu kelistrikan.
Tegangan Listrik merupakan Perbedaan Potensial antara 2 titik yg dihasilkan menurut suatu asal listrik.
Listrik terjadi karena adanya muatan Proton serta Elektron yang memiliki perbedaan muatan atau beda potensial.
Listrik tidak mempunyai tegangan jika nir terdapat disparitas potensial diantara dua titik penghantar.
Kita mengenal banyak sekali akbar tegangan listrik yg generik dipakai, dan dibagi menjadi 2 jenis tegangan yaitu:
  • Tegangan Listrik DC
DC merupakan singkatan menurut Direct Current atau arus searah.
Beberapa tegangan atau Voltage pada listrik DC, antara lain:
1,lima Vdc, 9Vdc, 12Vdc, 24Vdc serta lainnya
Contoh asal listrik yang membentuk listrik DC, yaitu AKKI, Batere.
Selain itu tegangan listrik DC jua dapat didapatkan dengan cara menyearahkan listrik AC menggunakan Adaptor.
  • Tegangan Listrik AC
AC merupakan singkatan menurut Alternating Current atau arus bolak-balik .
Beberapa besaran Tegangan listrik AC yg biasa kita kenal, yaitu:
110Vac, 220Vac, 380Vac
Tegangan yg biasa dipakai pada rumah merupakan tegangan listrik AC 220V.
Tegangan listrik AC didapatkan berdasarkan suatu asal pembangkit listrik yang biasa diklaim dengan Generator (Genset). Perbedaan listrik AC dan DC
Tegangan listrik AC jua bisa diubah menjadi tegangan listrik DC dengan memakai Konverter.
Listrik nir akan ada apabila nir terdapat disparitas potensial atau Tegangan.
KV
KV adalah satuan Kilo Volt (1000Volt).
KVA
KVA merupakan satuan Kilo Volt Ampere.
KVA adalah satuan daya tertulis yg didapat berdasarkan hasil perhitungan dan adalah daya semu.
VAr
VAr = Volt Ampere Reaktif
Satuan VAr ini biasa kita jumpai pada Sistem instalasi listrik 3 Phase, buat menyatakan besaran daya reaktif atau kerugian-kerugian daya yg ada akibat daya harmonik.
Semakin besar daya reaktif (VAR) akan mengakibatkan faktor daya semakin rendah, dan daya aktif akan semakin kecil.
Sebagai model: Jika suatu pembangkit listrik tertulis daya 250KVA, dengan faktor daya atau Cos phi sebesar 0,8, maka Daya aktif atau daya yg bisa dipakai merupakan sebesar:
250 KVA x 0,8 = 200KW.
Lalu, Saat daya reaktif yang dihasilkan semakin besar , akan menyebabkan menurunnya faktor daya, bila faktor daya menurun hingga 0,7, maka daya aktif akan semakin mini :
250KVA x 0,7 = 175KW
KVAr
KVAR adalah satuan Kilo Volt Ampere Reaktif.
Cara memperbaiki Faktor daya listrik 3 fasa
AMPERE
AMPERE merupakan satuan listrik buat menyatakan besaran arus listrik.
Ampere biasa disimbolkan menggunakan alfabet I (Intensity).
Arus listrik merupakan banyaknya muatan listrik yg disebabkan oleh pergerakan Elektron yg mengalir melalui suatu penghantar pada suatu rangkaian listrik pada satuan ketika.
Arus listrik terjadi bila terdapat tegangan listrik dan resistan atau beban listrik yang terhubung dalam suatu rangkaian.
Dengan istilah lain, Arus listrik nir akan ada apabila tidak terdapat tegangan dan Resistan yg terhubung dalam suatu Rangkaian listrik.
Sebagai contoh, Arus listrik akan mengalir dari saklar menuju lampu waktu saklar lampu tersebut kita nyalakan, kemudian saat saklar kita padamkan, nir terdapat arus listrik yg mengalir.
Lampu termasuk kedalam jenis beban listrik atau Resistan.
Ohm
Ohm merupakan satuan listrik yang menyatakan besaran nilai tahanan (Resistan)
Ohm biasa disimbolkan menggunakan
Rumus menghitung resistan pada rangkaian seri serta paralel
Setiap alat listrik serta penghantar memiliki nilai Ohm (Tahanan)
Alat-indera listrik yang biasa kita pakai sehari-hari, seperti Setrika, kipas angin, Televisi, kulkas serta lainnya termasuk kedalam jenis resistan serta memiliki nilai tahanan dalam satuan Ohm.
Resistan (tahanan) listrik merupakan segala sesuatu yang membuat Arus listrik waktu dilalui tegangan listrik. Besar kecilnya arus listrik yg didapatkan tergantung menurut akbar kecilnya tegangan listrik serta akbar kecilnya nilai tahanan (Ohm) yg dilewati. Hukum Ohm serta penjelasannya
V = I x R
  • V = Tegangan (Voltage) dalam satuan Volt
  • I = Arus listrik (Intensity) dalam satuan Ampere
  • R = Resistansi dalam satuan Ohm (Ω)

Watt
Watt merupakan satuan listrik yg menyatakan besaran daya listrik (Power)
Watt biasa disimbolkan menggunakan alfabet P (Power).
Daya listrik adalah besaran listrik yg mengalir melalui suatu penghantar dalam suatu rangkaian listrik. Mengenal tiga macam Daya listrik 3 fasa
Alat-indera listrik yang biasa kita pakai di tempat tinggal umumnya dituliskan pada satuan Watt, misalnya:
Lampu 36Watt, Kulkas 100Watt, mesin cuci 200Watt, setrika 300Watt, serta lainnya.
Semakin besar satuan daya (Watt) menurut suatu indera listrik yang kita pakai, semakin besar jua Arus listrik yang didapatkan.
P = V x I
  • P = Daya (Power) dalam satuan Watt
  • V = Tegangan listrik (Voltage) pada satuan Volt
  • I = Arus listrik (Intesity) pada satuan Ampere.
Watt adalah satuan Daya aktif
KW
Kilowatt (KW) menyatakan 1000Watt
KWH
Kilowatt Hour (KWH) menyatakan besaran 1000Watt dalam satu jam.
HERTZ
Hertz merupakan satuan listrik buat menyatakan besaran Frekuensi (F)
Hertz biasa disimbolkan menggunakan Hz
Hertz banyaknya gelombang listrik yg terjadi pada satu dtk.
Listrik yang memiliki nilai Frekuensi merupakan listrik AC, serta Besaran Frekuensi listrik AC yg biasa kita pakai pada listrik di tempat tinggal merupakan 50Hz.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

BERBAGAI SATUAN LISTRIK DAN PENJELASANNYA

Kita mengenal banyak sekali satuan listrik, yang digunakan buat menyatakan aneka macam besaran listrik, apa saja satuan listrik yang umum dipakai dalam bidang kelistrikan, berikut beberapa satuan listrik dan penerangan singkatnya.

Satuan Listrik


VOLT
VOLT merupakan satuan listrik buat menyatakan besaran Tegangan Listrik (Voltage).
VOLT biasa disimbolkan menggunakan alfabet V (Volt).
Tegangan Listrik adalah suatu besaran listrik yg paling mendasar pada ilmu kelistrikan.
Tegangan Listrik merupakan Perbedaan Potensial antara 2 titik yang dihasilkan menurut suatu asal listrik.
Listrik terjadi karena adanya muatan Proton dan Elektron yang memiliki perbedaan muatan atau beda potensial.
Listrik nir memiliki tegangan apabila tidak terdapat disparitas potensial diantara dua titik penghantar.
Kita mengenal aneka macam akbar tegangan listrik yg umum dipakai, serta dibagi sebagai dua jenis tegangan yaitu:
  • Tegangan Listrik DC
DC adalah singkatan menurut Direct Current atau arus searah.
Beberapa tegangan atau Voltage pada listrik DC, antara lain:
1,5 Vdc, 9Vdc, 12Vdc, 24Vdc dan lainnya
Contoh sumber listrik yang membuat listrik DC, yaitu AKKI, Batere.
Selain itu tegangan listrik DC juga dapat didapatkan dengan cara menyearahkan listrik AC memakai Adaptor.
  • Tegangan Listrik AC
AC adalah singkatan menurut Alternating Current atau arus bolak-pulang.
Beberapa besaran Tegangan listrik AC yang biasa kita kenal, yaitu:
110Vac, 220Vac, 380Vac
Tegangan yang biasa digunakan di tempat tinggal merupakan tegangan listrik AC 220V.
Tegangan listrik AC didapatkan menurut suatu asal pembangkit listrik yg biasa dianggap menggunakan Generator (Genset). Perbedaan listrik AC dan DC
Tegangan listrik AC juga bisa diubah sebagai tegangan listrik DC dengan memakai Konverter.
Listrik tidak akan terdapat bila tidak ada disparitas potensial atau Tegangan.
KV
KV adalah satuan Kilo Volt (1000Volt).
KVA
KVA merupakan satuan Kilo Volt Ampere.
KVA adalah satuan daya tertulis yang didapat berdasarkan hasil perhitungan serta merupakan daya semu.
VAr
VAr = Volt Ampere Reaktif
Satuan VAr ini biasa kita jumpai dalam Sistem instalasi listrik 3 Phase, buat menyatakan besaran daya reaktif atau kerugian-kerugian daya yang timbul akibat daya harmonik.
Semakin besar daya reaktif (VAR) akan menyebabkan faktor daya semakin rendah, dan daya aktif akan semakin mini .
Sebagai model: Jika suatu pembangkit listrik tertulis daya 250KVA, menggunakan faktor daya atau Cos phi sebanyak 0,8, maka Daya aktif atau daya yg dapat digunakan merupakan sebesar:
250 KVA x 0,8 = 200KW.
Lalu, Saat daya reaktif yg didapatkan semakin akbar, akan mengakibatkan menurunnya faktor daya, apabila faktor daya menurun hingga 0,7, maka daya aktif akan semakin kecil:
250KVA x 0,7 = 175KW
KVAr
KVAR merupakan satuan Kilo Volt Ampere Reaktif.
Cara memperbaiki Faktor daya listrik tiga fasa
AMPERE
AMPERE merupakan satuan listrik buat menyatakan besaran arus listrik.
Ampere biasa disimbolkan menggunakan alfabet I (Intensity).
Arus listrik merupakan banyaknya muatan listrik yg disebabkan sang pergerakan Elektron yang mengalir melalui suatu penghantar pada suatu rangkaian listrik dalam satuan waktu.
Arus listrik terjadi apabila ada tegangan listrik dan resistan atau beban listrik yang terhubung dalam suatu rangkaian.
Dengan kata lain, Arus listrik nir akan terdapat apabila tidak terdapat tegangan serta Resistan yang terhubung pada suatu Rangkaian listrik.
Sebagai contoh, Arus listrik akan mengalir berdasarkan saklar menuju lampu ketika saklar lampu tersebut kita nyalakan, kemudian ketika saklar kita padamkan, tidak ada arus listrik yang mengalir.
Lampu termasuk kedalam jenis beban listrik atau Resistan.
Ohm
Ohm adalah satuan listrik yang menyatakan besaran nilai tahanan (Resistan)
Ohm biasa disimbolkan menggunakan
Rumus menghitung resistan dalam rangkaian seri dan paralel
Setiap indera listrik serta penghantar memiliki nilai Ohm (Tahanan)
Alat-alat listrik yang biasa kita gunakan sehari-hari, misalnya Setrika, kipas angin, Televisi, kulkas dan lainnya termasuk kedalam jenis resistan serta mempunyai nilai tahanan pada satuan Ohm.
Resistan (tahanan) listrik merupakan segala sesuatu yg menghasilkan Arus listrik saat dilewati tegangan listrik. Besar kecilnya arus listrik yang didapatkan tergantung menurut akbar kecilnya tegangan listrik dan besar kecilnya nilai tahanan (Ohm) yang dilalui. Hukum Ohm dan penjelasannya
V = I x R
  • V = Tegangan (Voltage) dalam satuan Volt
  • I = Arus listrik (Intensity) pada satuan Ampere
  • R = Resistansi pada satuan Ohm (Ω)

Watt
Watt merupakan satuan listrik yang menyatakan besaran daya listrik (Power)
Watt biasa disimbolkan menggunakan alfabet P (Power).
Daya listrik adalah besaran listrik yg mengalir melalui suatu penghantar dalam suatu rangkaian listrik. Mengenal tiga macam Daya listrik tiga fasa
Alat-alat listrik yg biasa kita gunakan di tempat tinggal umumnya dituliskan dalam satuan Watt, misalnya:
Lampu 36Watt, Kulkas 100Watt, mesin cuci 200Watt, setrika 300Watt, dan lainnya.
Semakin besar satuan daya (Watt) menurut suatu indera listrik yang kita gunakan, semakin besar jua Arus listrik yg didapatkan.
P = V x I
  • P = Daya (Power) pada satuan Watt
  • V = Tegangan listrik (Voltage) dalam satuan Volt
  • I = Arus listrik (Intesity) pada satuan Ampere.
Watt merupakan satuan Daya aktif
KW
Kilowatt (KW) menyatakan 1000Watt
KWH
Kilowatt Hour (KWH) menyatakan besaran 1000Watt pada satu jam.
HERTZ
Hertz merupakan satuan listrik buat menyatakan besaran Frekuensi (F)
Hertz biasa disimbolkan menggunakan Hz
Hertz banyaknya gelombang listrik yg terjadi dalam satu dtk.
Listrik yg memiliki nilai Frekuensi merupakan listrik AC, serta Besaran Frekuensi listrik AC yg biasa kita pakai dalam listrik pada tempat tinggal merupakan 50Hz.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

PERBEDAAN GENSET LISTRIK AC 1 PHASE DAN 3 PHASE

Apa beda Genset 1 Phase dan 3 Phase?
Generator AC 3 Phase dalam menanggung beban daya tiga kali lebih akbar dibanding menggunakan Generator AC 1 Phase.
Perbedaan Pembangkit listrik atau Generator AC 1 Phase serta tiga Phase.
Alternator
Generator yang menghasilkan Listrik Arus bolak-balik atau AC (Alternating Current) dianggap Alternator, Alternator singkatan berdasarkan ALTERNating Current GenerATOR.
Pembangkit listrik atau Generator
Generator atau Alternator adalah Suatu alat yg dapat membarui tenaga gerak menjadi tenaga listrik dengan prinsip induksi magnetik dan GGL.
Pembangkit Listrik atau biasa diklaim dengan Generator, mempunyai dua jenis, yaitu:
  1. Generator listrik arus searah atau DC (Direct Current)
  2. Generator Listrik arus bolak – kembali atau AC (Alternating Current)

Generator AC (Alternating Current)
Untuk Generator arus bolak – pulang atau AC (Alternating Current) biasa pula disebut dengan Alternator (Alternating Current Generator)
Pembangkit listrik atau generator listrik arus bolak-pulang atau AC (Alternating Current) yg biasa diklaim dengan Alternator dibagi sebagai dua jenis berdasarkan tegangan keluarannya (Output Voltage), yaitu:
  • Alternator 1 phase (220 Volt)
  • Alternator tiga phase (380 Volt)

Perbedaan antara Genset 1 fasa menggunakan Genset 3 fasa

1. Alternator 1 phase (220 Volt)

Alternator atau pembangkit listrik arus bolak – kembali 1 phase biasa pula diklaim dengan generator listrik fase tunggal.
Alternator atau Generator listrik AC satu phase memiliki 2 kabel keluaran, yaitu:
  1. Kabel Phase
  2. Kabel Netral

Alternator 1 phase hanya memiliki satu kumparan phase atau beberapa kumparan yang terhubung secara seri.
Tegangan keluaran (Output Voltage) yg dihasilkan Generator AC 1 phase umumnya 220 Volt (Tegangan listrik ini diukur antara titik keluaran Phase dan Netral).
Nilai tegangan 220 Volt dalam generator AC 1 phase bukan berarti bahwa Netral memiliki nilai 0 Volt, serta Phase mempunyai nilai 220 Volt.
Kabel Netral dalam generator AC 1 Phase
Titik netral dalam generator AC 1 phase memiliki nilai potensial (tidak nol), tetapi selisih atau disparitas potensial antara titik phase dan netral selisih nilai tegangannya 220 Volt.
(Tegangan merupakan perbedaan Potensial)

Oleh lantaran itulah, umumnya ke 2 kabel keluaran pada generator AC 1 phase bila kita Test dengan Testpen keduanya menyala, tetapi dengan nilai tegangan yang tidak sama.
2. Alternator 3 phase (380 volt)

Alternator atau Generator listrik AC tiga phase memiliki empat kabel keluaran, yaitu:
  1. Kabel phase 1 (Phase R)
  2. Kabel Phase dua (Phase S)
  3. Kable Phase 3 (Phase T)
  4. Kabel Nol (Netral)
Alternator atau pembangkit listrik arus bolak – pulang 3 phase mempunyai tiga kumparan Phase yang membentuk tegangan keluaran (Output voltage) 380 Volt, diukur antara phase dengan phase yang tidak sinkron, serta tegangan keluaran 220 Volt diukur antara galat satu phase menggunakan Netral.
Ketiga phase dalam Alternator ini biasa diberi simbol Phase R, S, T. Dan N buat kabel keluaran Netral.
Kabel Netral pada generator AC tiga phase
Netral yang dihasilkan berdasarkan Alternator tiga phase ini, didapat dari output ketiga kumparan phase yang dihubungkan secara bintang (Star).
Perbedaan nilai tegangan antara ketiga phase dalam Alternator ini disebabkan lantaran gelombang sinus yg saling mendahului atau saling berkejaran, serta bisa dikatakan ketiga Phase dalam Generator ini memiliki sudut Phase yg berbeda sebesar 120 derajat.
Sehingga selisih atau disparitas potensial yang terjadi didapat nilai 380 Volt, dengan nilai disparitas potensial phase menggunakan netral merupakan 220 Volt . Titik Netral dalam alternator 3 phase memiliki nilai 0 volt.

Berikut beberapa perbedaan antara Generator listrik Arus bolak-pulang 1 Phase serta tiga Phase.
Perbedaan Generator AC 1 Phase menggunakan 3 Phase
1. Perbedaan potensial (tegangan) antara Kabel Phase serta Kabel Netral pada Generator AC 1 Phase dan Generator AC tiga Phase sama-sama memiliki selisih 220 Volt.
Jika pada Generator AC 3 phase, tegangan kabel Netral adalah 0 Volt yang didapat menurut interaksi bintang (Star) ketiga kumparan Phase, sedangkan pada Generator 1 Phase Nilai Tegangan Netral tidak 0 volt.
Nilai tegangan Netral berubah sinkron menggunakan perubahan Nilai tegangan kabel Phase, tetapi permanen memiliki selisih 220 Volt antara ke 2 kabel tersebut.
Sehingga pada Generator AC 1 Phase kable Phase serta kable Netral memiliki tegangan.
2. Pada Alternator atau Generator AC 1 phase memiliki nilai cosphi yang sangat baik.
Nilai cosphi pada generator AC satu Phase merupakan 1

Sehingga besaran Daya Nyata dalam Generator sama dengan Daya Aktif yang bisa dikeluarkan.
Sedangkan dalam Alternator atau Generator 3 Phase mempunyai Cosphi dibawah 1 (satu). Sehingga masih ada 3 jenis daya dalam generator 3 phase, yaitu:
  • Daya Nyata (KVA)
  • Daya Aktif (KW)
  • Daya Reaktif (Kvar)
Biasanya cosphi pada generator 3 phase memiliki nilai 0,8. Sehingga Daya yang bisa dipakai hanya 80% dari Daya Generator tadi.
3. Generator AC 1 Phase hanya mempunyai satu kabel Phase keluaran, sebagai akibatnya pemakaian daya aporisma hanya bisa dipakai sebanyak kemampuan daya Generator tadi.
Sebagai model:
  • Jika suatu Generator AC 1 Phase tertulis mempunyai daya 1000 Watt (1 KW), digunakan buat menyuplai listrik perumahan.
Jika satu tempat tinggal memerlukan listrik 220 Volt dengan daya 500 Watt, maka:
Daya Nyata Generator: 1000 Watt (1 KW)
Cosphi: 1
Daya Aktif: 1000 Watt x 1 = 1000 Watt
Beban 1 rumah = 500 Watt
Maka: 1000 watt : 500 Watt = 2 (dua) unit rumah.
Generator ini hanya mampu menyuplai listrik sebesar 2 (dua) tempat tinggal .
Sedangkan pada Generator AC tiga Phase, mempunyai tiga kabel Phase keluaran, sehingga pemakaian daya dapat digunakan sebanyak tiga kali daya Generator tersebut.
Sebagai model:
  • Jika suatu Generator AC tiga Phase tertulis mempunyai Daya 1250 VA (1,25 KVA), digunakan buat menyuplai listrik perumahan.
Jika satu tempat tinggal memerlukan listrik 220 Volt dengan daya 500 Watt, maka:
Daya Nyata Generato : 1250 VA (1,25 KVA)
Cosphi: 0,8
Daya Aktif: 1250 VA x 0,8 = 1000 Watt
Beban 1 rumah = 500 Watt
Maka, 1000 watt : 500 Watt = dua (2) rumah.
Setiap Phase Generator ini sanggup menyuplai dua (2) unit tempat tinggal , maka total rumah yang dapat disuplai oleh Generator AC tiga Phase ini adalah:
3 Phase x 1000 Watt dibagi 500 watt (satu tempat tinggal ) = 6 (enam) unit Rumah.
Demikianlah Artikel mengenai Pembangkit Listrik atau Generator AC 1 Phase dan 3 Phase serta beberapa perbedaannya.
Mohon diberi koreksi dan masukan apabila terdapat kekurangan atau kesalahan pada Artikel ini.
Semoga dapat menaruh tambahan pengetahuan serta menjadi informasi yang berguna buat kita seluruh !
CARA FLEXI

PERBEDAAN GENSET LISTRIK AC 1 PHASE DAN 3 PHASE

Apa beda Genset 1 Phase serta tiga Phase?
Generator AC 3 Phase dalam menanggung beban daya 3 kali lebih akbar dibanding menggunakan Generator AC 1 Phase.
Perbedaan Pembangkit listrik atau Generator AC 1 Phase serta 3 Phase.
Alternator
Generator yg membuat Listrik Arus bolak-kembali atau AC (Alternating Current) dianggap Alternator, Alternator singkatan menurut ALTERNating Current GenerATOR.
Pembangkit listrik atau Generator
Generator atau Alternator adalah Suatu indera yg bisa membarui tenaga mobilitas menjadi energi listrik dengan prinsip induksi magnetik dan GGL.
Pembangkit Listrik atau biasa diklaim dengan Generator, memiliki dua jenis, yaitu:
  1. Generator listrik arus searah atau DC (Direct Current)
  2. Generator Listrik arus bolak – kembali atau AC (Alternating Current)

Generator AC (Alternating Current)
Untuk Generator arus bolak – pulang atau AC (Alternating Current) biasa jua dianggap dengan Alternator (Alternating Current Generator)
Pembangkit listrik atau generator listrik arus bolak-balik atau AC (Alternating Current) yang biasa diklaim menggunakan Alternator dibagi sebagai 2 jenis berdasarkan tegangan keluarannya (Output Voltage), yaitu:
  • Alternator 1 phase (220 Volt)
  • Alternator 3 phase (380 Volt)

Perbedaan antara Genset 1 fasa menggunakan Genset tiga fasa

1. Alternator 1 phase (220 Volt)

Alternator atau pembangkit listrik arus bolak – balik 1 phase biasa jua dianggap dengan generator listrik fase tunggal.
Alternator atau Generator listrik AC satu phase memiliki dua kabel keluaran, yaitu:
  1. Kabel Phase
  2. Kabel Netral

Alternator 1 phase hanya memiliki satu kumparan phase atau beberapa kumparan yang terhubung secara seri.
Tegangan keluaran (Output Voltage) yg dihasilkan Generator AC 1 phase umumnya 220 Volt (Tegangan listrik ini diukur antara titik keluaran Phase serta Netral).
Nilai tegangan 220 Volt dalam generator AC 1 phase bukan berarti bahwa Netral memiliki nilai 0 Volt, dan Phase mempunyai nilai 220 Volt.
Kabel Netral dalam generator AC 1 Phase
Titik netral pada generator AC 1 phase memiliki nilai potensial (tidak nol), namun selisih atau disparitas potensial antara titik phase dan netral selisih nilai tegangannya 220 Volt.
(Tegangan merupakan disparitas Potensial)

Oleh lantaran itulah, umumnya kedua kabel keluaran pada generator AC 1 phase bila kita Test dengan Testpen keduanya menyala, tetapi dengan nilai tegangan yg tidak sinkron.
2. Alternator 3 phase (380 volt)

Alternator atau Generator listrik AC 3 phase memiliki empat kabel keluaran, yaitu:
  1. Kabel phase 1 (Phase R)
  2. Kabel Phase dua (Phase S)
  3. Kable Phase 3 (Phase T)
  4. Kabel Nol (Netral)
Alternator atau pembangkit listrik arus bolak – balik 3 phase memiliki tiga kumparan Phase yg membentuk tegangan keluaran (Output voltage) 380 Volt, diukur antara phase dengan phase yang tidak sinkron, dan tegangan keluaran 220 Volt diukur antara galat satu phase dengan Netral.
Ketiga phase dalam Alternator ini biasa diberi simbol Phase R, S, T. Dan N buat kabel keluaran Netral.
Kabel Netral dalam generator AC 3 phase
Netral yg didapatkan berdasarkan Alternator tiga phase ini, didapat menurut hasil ketiga kumparan phase yg dihubungkan secara bintang (Star).
Perbedaan nilai tegangan antara ketiga phase dalam Alternator ini disebabkan karena gelombang sinus yg saling mendahului atau saling berkejaran, dan bisa dikatakan ketiga Phase dalam Generator ini mempunyai sudut Phase yang tidak sama sebesar 120 derajat.
Sehingga selisih atau disparitas potensial yg terjadi didapat nilai 380 Volt, menggunakan nilai disparitas potensial phase menggunakan netral merupakan 220 Volt . Titik Netral pada alternator 3 phase mempunyai nilai 0 volt.

Berikut beberapa perbedaan antara Generator listrik Arus bolak-kembali 1 Phase serta 3 Phase.
Perbedaan Generator AC 1 Phase dengan tiga Phase
1. Perbedaan potensial (tegangan) antara Kabel Phase dan Kabel Netral dalam Generator AC 1 Phase dan Generator AC 3 Phase sama-sama mempunyai selisih 220 Volt.
Jika pada Generator AC 3 phase, tegangan kabel Netral adalah 0 Volt yang didapat dari interaksi bintang (Star) ketiga kumparan Phase, sedangkan pada Generator 1 Phase Nilai Tegangan Netral tidak 0 volt.
Nilai tegangan Netral berubah sinkron menggunakan perubahan Nilai tegangan kabel Phase, tetapi permanen mempunyai selisih 220 Volt antara ke 2 kabel tersebut.
Sehingga pada Generator AC 1 Phase kable Phase dan kable Netral mempunyai tegangan.
2. Pada Alternator atau Generator AC 1 phase mempunyai nilai cosphi yg sangat baik.
Nilai cosphi pada generator AC satu Phase merupakan 1

Sehingga besaran Daya Nyata dalam Generator sama menggunakan Daya Aktif yg dapat dimuntahkan.
Sedangkan pada Alternator atau Generator tiga Phase memiliki Cosphi dibawah 1 (satu). Sehingga terdapat tiga jenis daya pada generator tiga phase, yaitu:
  • Daya Nyata (KVA)
  • Daya Aktif (KW)
  • Daya Reaktif (Kvar)
Biasanya cosphi dalam generator 3 phase mempunyai nilai 0,8. Sehingga Daya yang dapat digunakan hanya 80% menurut Daya Generator tadi.
3. Generator AC 1 Phase hanya memiliki satu kabel Phase keluaran, sehingga pemakaian daya maksimal hanya bisa dipakai sebesar kemampuan daya Generator tadi.
Sebagai model:
  • Jika suatu Generator AC 1 Phase tertulis memiliki daya 1000 Watt (1 KW), dipakai buat menyuplai listrik perumahan.
Jika satu tempat tinggal memerlukan listrik 220 Volt dengan daya 500 Watt, maka:
Daya Nyata Generator: 1000 Watt (1 KW)
Cosphi: 1
Daya Aktif: 1000 Watt x 1 = 1000 Watt
Beban 1 tempat tinggal = 500 Watt
Maka: 1000 watt : 500 Watt = 2 (2) unit rumah.
Generator ini hanya sanggup menyuplai listrik sebanyak dua (2) tempat tinggal .
Sedangkan pada Generator AC 3 Phase, memiliki tiga kabel Phase keluaran, sebagai akibatnya pemakaian daya bisa digunakan sebanyak 3 kali daya Generator tersebut.
Sebagai model:
  • Jika suatu Generator AC 3 Phase tertulis memiliki Daya 1250 VA (1,25 KVA), dipakai buat menyuplai listrik perumahan.
Jika satu tempat tinggal memerlukan listrik 220 Volt dengan daya 500 Watt, maka:
Daya Nyata Generato : 1250 VA (1,25 KVA)
Cosphi: 0,8
Daya Aktif: 1250 VA x 0,8 = 1000 Watt
Beban 1 tempat tinggal = 500 Watt
Maka, 1000 watt : 500 Watt = dua (2) rumah.
Setiap Phase Generator ini sanggup menyuplai dua (2) unit rumah, maka total tempat tinggal yang dapat disuplai sang Generator AC tiga Phase ini adalah:
3 Phase x 1000 Watt dibagi 500 watt (satu rumah) = 6 (enam) unit Rumah.
Demikianlah Artikel tentang Pembangkit Listrik atau Generator AC 1 Phase serta tiga Phase serta beberapa perbedaannya.
Mohon diberi koreksi dan masukan jika terdapat kekurangan atau kesalahan dalam Artikel ini.
Semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan serta menjadi informasi yg berguna buat kita semua !
CARA FLEXI

PANDUAN DALAM MEMILIH GENSET UNTUK KEPERLUAN DI RUMAH

Bagaimana cara menentukan Genset yang mengagumkan, berkualitas, serta sinkron menggunakan kebutuhan di rumah?
Beberapa Panduan dalam menentukan genset yang cocok serta sesuai menggunakan kebutuhan pada rumah anda.
Listrik telah menjadi kebutuhan yg tidak bisa lepas dalam kehidupan kita sehari-hari, berdasarkan mulai pagi sampai malam hari kita selalu membutuhkan tenaga listrik.
Semua kebutuhan Listrik yg kita pakai dirumah umumnya berasal berdasarkan Listrik PLN, Tetapi ada kalanya Listrik dari PLN padam karena berbagai alasan sehingga kita nir bisa menggunakan Listrik di rumah.
Bagi sebagian orang yang memang sangat tergantung pada Listrik, tentu padamnya listrik PLN menjadi hal yang sangat mengganggu dan bahkan dapat menyebabkan kerugian.
Sebagai model bagi anda yg memiliki bisnis fotocopy, warnet, laundry, warung, dan lainnya, padamnya listrik akan sangat mengganggu serta merugikan bagi usaha anda pada tempat tinggal .
Tentu kita nir bisa selalu tergantung pada listrik dari PLN, solusinya tentu kita wajib membeli Genset sendiri buat menggantikan sumber listrik waktu PLN Padam.
Dengan mempunyai Genset sebagai cadangan sumber listrik di tempat tinggal , kita tidak lagi merasa kebingungan meski listrik menurut PLN padam.
Berbagai penyebab listrik Padam
Saat listrik PLN padam, kita dapat mengoperasikan Genset yg kita miliki, serta listrik pada rumah kita tetap menyala sehingga kita dapat melakukan aneka macam aktifitas dan usaha yang kita miliki misalnya biasanya.
Cara memasang Saklar Handel pemindah listrik PLN ke Genset
Bagi anda yang berencana buat membeli Genset buat keperluan tempat tinggal tangga maupun untuk bisnis pada rumah, dan masih resah buat menentukan pilihan Genset yang mengagumkan dan cocok sesuai menggunakan kebutuhan listrik anda, berikut ini kita akan coba menyebarkan beberapa panduan bagaimana cara menentukan genset yg rupawan serta sinkron menggunakan yang anda butuhkan.

Panduan dalam menentukan genset buat keperluan di rumah

1.sesuaikan Daya Genset dengan kebutuhan anda
Hal pertama yg harus anda perhatikan dalam menentukan Genset buat keperluan di tempat tinggal merupakan Berapa besar Daya genset yg anda butuhkan?
dan tentunya Daya genset ini harus diubahsuaikan dengan kebutuhan daya banyak sekali peralatan listrik yg anda pakai pada rumah.
Jika daya listrik PLN yg terpasang di rumah anda merupakan 2200Watt, maka usahakan anda memilih Genset yang lebih akbar dari 2200watt.
Untuk menjaga syarat genset yang kita miliki supaya lebih awet serta tahan usang, maka sebaiknya Genset hanya diberi beban sebanyak 80% menurut daya aporisma.
Sebagai model:
Jika anda membutuhkan genset untuk keperluan listrik di tempat tinggal dengan daya 2200watt, maka sebaiknya genset yang anda pilih merupakan genset menggunakan daya 3000watt, agar pengoperasian Genset tadi nir lebih dari 80% menurut kemampuan daya maksimalnya.
2.bedakan VA menggunakan Watt
Satuan daya yg tertulis pada genset terdapat yang menggunakan satuan Watt dan ada juga yg memakai satuan VA, atau terdapat yg memakai KW serta terdapat yang KVA.
  • 1 KW =1000Watt
  • 1 KVA = 1000VA

Genset dengan daya tertulis sebanyak 1000Watt tentu tidak selaras dengan Genset menggunakan daya 1000VA.
Perbedaannya merupakan satuan Watt merupakan daya yg sebenanya, sedangkan VA merupakan daya nominal atau daya semu.
Perbedaan satuan VA, Watt, KVA, KW
Untuk Genset satuan daya VA, maka harus dikalikan terlebih dahulu menggunakan faktor daya genset tadi buat menerima satuan daya Watt, serta umumnya faktor daya genset merupakan sebanyak 0,8.
Sebagai model:
Genset 1000VA, dengan faktor daya 0,8. Maka daya sebenarnya merupakan:
1000VA x 0,8 = 800Watt.
Jika anda membeli genset dengan daya 1000VA, ini berarti bahwa daya maksimal menurut genset tersebut hanya 800watt.
3.genset dengan Tegangan 220VAC
Tegangan yang biasanya dipakai di tempat tinggal kita merupakan 220Volt, maka anda wajib memastikan bahwa genset yg anda pilih mempunyai tegangan 220Volt.
AC atau DC
Genset ada yg memiliki tegangan DC (Arus searah), dan terdapat yg memiliki tegangan AC (arus bolak-pulang).
Perbedaan Listrik AC dengan Listrik DC
Listrik yang dipakai dirumah merupakan listrik AC (Arus bolak-pulang), maka anda wajib pastikan pula bahwa genset yang anda pilih mempunyai tegangan listrik AC.
Genset dengan tegangan 220VAC, merupakan tegangan listriknya sebesar 220Volt menggunakan listrik AC (Arus Bolak-pulang).
4.genset dengan Frekwensi 50Hz
Listrik PLN yg kita pakai pada rumah mempunyai frekwensi 50Hz, maka pastikan juga bahwa genset yg anda pilih adalah genset dengan frekwensi 50Hz.
5.genset 1 fasa atau tiga fasa.
Listrik yg biasanya digunakan di tempat tinggal merupakan listrik 1 fasa, maka genset yg anda pilih tentu genset menggunakan listrik 1 fasa.
Perbedaan Genset 1 fasa menggunakan genset tiga fasa
Namun, jika anda memang membutuhkan listrik dengan tiga fasa buat keperluan usaha, maka anda harus menentukan genset dengan listrik tiga fasa.
Biasanya dalam genset tertulis 1 phase buat listrik 1 fasa, atau 3 phase buat listrik tiga fasa.
6.bahan bakar Genset
Pastikan Apa jenis bahan bakar genset yg anda pilih, apakah genset tersebut menggunakan bahan bakar bensin atau solar.
Umumnya buat genset dengan daya yg nisbi kecil menggunakan bahan bakar Bensin, sedangkan genset berbahan bakar solar umumnya buat genset dengan daya akbar.
7.cara pengoperasian Genset
Genset yang dijual dipasaran buat keperluan rumah tangga, ada yang dinyalakan dengan memakai Electric starter, dan ada juga yg manual starter.
Sebaiknya genset yang anda gunakan pada tempat tinggal mempunyai sistem pengoperasian dengan Electric starter supaya anda tidak repot buat menyalakan Genset tadi, dibanding menggunakan genset yang memakai sistem manual atau pada engkol/putar.
8.tipe genset
Genset buat keperluan tempat tinggal tangga, ada yang tipe portabel, Silent dan ada yang standby.
Genset yg paling poly digunakan untuk keperluan tempat tinggal tangga adalah genset portabel lantaran harganya lebih murah dibanding tipe standby.
Namun genset portabel memiliki suara yang relatif berisik, dibanding genset standby yang umumnya sudah dibuat tertutup dan lebih kedap bunyi.
Jika anda menginginkan genset portabel yang tidak berisik, anda bisa memilih Genset portabel dengan tipe Silent, tetapi tentu harganya lebih mahal dibanding menggunakan genset portabel biasa.
9.merek Genset
Untuk menerima Genset yg indah, berkualitas, terjamin, serta tahan usang, anda bisa memilih Genset dengan Merek yg sudah terpercaya dalam hal produksi Genset.
Merek genset yang terbaik adalah merek genset yg poly digunakan atau terlaris, sudah berpengalaman, sedikit keluhan menurut konsumen, dan dapat di rekomendasikan.
Tips lainnya: Tempatkan Genset diluar rumah, agar asap menurut genset nir berkumpul dalam rumah serta bisa membahayakan kesehatan anda dan keluarga.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

PANDUAN DALAM MEMILIH GENSET UNTUK KEPERLUAN DI RUMAH

Bagaimana cara menentukan Genset yang bagus, berkualitas, serta sinkron dengan kebutuhan di rumah?
Beberapa Panduan pada memilih genset yg cocok dan sinkron dengan kebutuhan di rumah anda.
Listrik sudah sebagai kebutuhan yang tidak bisa lepas dalam kehidupan kita sehari-hari, dari mulai pagi hingga malam hari kita selalu membutuhkan energi listrik.
Semua kebutuhan Listrik yang kita pakai dirumah umumnya berasal berdasarkan Listrik PLN, Tetapi ada kalanya Listrik berdasarkan PLN padam lantaran banyak sekali alasan sehingga kita tidak dapat memakai Listrik di tempat tinggal .
Bagi sebagian orang yg memang sangat tergantung pada Listrik, tentu padamnya listrik PLN menjadi hal yang sangat mengganggu serta bahkan dapat menimbulkan kerugian.
Sebagai model bagi anda yang mempunyai bisnis fotocopy, warnet, laundry, warung, dan lainnya, padamnya listrik akan sangat mengganggu serta merugikan bagi usaha anda di rumah.
Tentu kita nir dapat selalu tergantung dalam listrik dari PLN, solusinya tentu kita wajib membeli Genset sendiri buat menggantikan asal listrik ketika PLN Padam.
Dengan mempunyai Genset sebagai cadangan sumber listrik di tempat tinggal , kita nir lagi merasa kebingungan meski listrik berdasarkan PLN padam.
Berbagai penyebab listrik Padam
Saat listrik PLN padam, kita bisa mengoperasikan Genset yang kita miliki, dan listrik pada tempat tinggal kita permanen menyala sehingga kita dapat melakukan aneka macam aktifitas dan usaha yang kita miliki seperti umumnya.
Cara memasang Saklar Handel pemindah listrik PLN ke Genset
Bagi anda yang berencana buat membeli Genset buat keperluan rumah tangga maupun buat bisnis pada tempat tinggal , serta masih galau buat menentukan pilihan Genset yang bagus dan cocok sinkron menggunakan kebutuhan listrik anda, berikut ini kita akan coba menyebarkan beberapa pedoman bagaimana cara menentukan genset yang mengagumkan serta sesuai dengan yang anda butuhkan.

Panduan pada memilih genset buat keperluan pada rumah

1.sesuaikan Daya Genset menggunakan kebutuhan anda
Hal pertama yg harus anda perhatikan dalam menentukan Genset buat keperluan di tempat tinggal merupakan Berapa besar Daya genset yang anda butuhkan?
dan tentunya Daya genset ini harus disesuaikan menggunakan kebutuhan daya banyak sekali alat-alat listrik yang anda pakai di tempat tinggal .
Jika daya listrik PLN yg terpasang pada rumah anda merupakan 2200Watt, maka usahakan anda memilih Genset yang lebih akbar dari 2200watt.
Untuk menjaga syarat genset yang kita miliki supaya lebih awet dan tahan usang, maka sebaiknya Genset hanya diberi beban sebesar 80% berdasarkan daya aporisma.
Sebagai model:
Jika anda membutuhkan genset buat keperluan listrik di tempat tinggal dengan daya 2200watt, maka usahakan genset yg anda pilih adalah genset dengan daya 3000watt, agar pengoperasian Genset tadi nir lebih berdasarkan 80% dari kemampuan daya maksimalnya.
2.bedakan VA dengan Watt
Satuan daya yang tertulis pada genset terdapat yang memakai satuan Watt serta ada pula yang menggunakan satuan VA, atau ada yg menggunakan KW serta terdapat yang KVA.
  • 1 KW =1000Watt
  • 1 KVA = 1000VA

Genset menggunakan daya tertulis sebesar 1000Watt tentu berbeda dengan Genset menggunakan daya 1000VA.
Perbedaannya merupakan satuan Watt adalah daya yang sebenanya, sedangkan VA merupakan daya nominal atau daya semu.
Perbedaan satuan VA, Watt, KVA, KW
Untuk Genset satuan daya VA, maka wajib dikalikan terlebih dahulu menggunakan faktor daya genset tersebut untuk menerima satuan daya Watt, serta umumnya faktor daya genset merupakan sebanyak 0,8.
Sebagai model:
Genset 1000VA, dengan faktor daya 0,8. Maka daya sebenarnya merupakan:
1000VA x 0,8 = 800Watt.
Jika anda membeli genset dengan daya 1000VA, ini berarti bahwa daya maksimal menurut genset tersebut hanya 800watt.
3.genset menggunakan Tegangan 220VAC
Tegangan yg umumnya dipakai di rumah kita merupakan 220Volt, maka anda harus memastikan bahwa genset yg anda pilih memiliki tegangan 220Volt.
AC atau DC
Genset terdapat yg mempunyai tegangan DC (Arus searah), dan terdapat yg mempunyai tegangan AC (arus bolak-balik ).
Perbedaan Listrik AC menggunakan Listrik DC
Listrik yang dipakai dirumah merupakan listrik AC (Arus bolak-pulang), maka anda harus pastikan juga bahwa genset yang anda pilih memiliki tegangan listrik AC.
Genset menggunakan tegangan 220VAC, artinya tegangan listriknya sebanyak 220Volt menggunakan listrik AC (Arus Bolak-kembali).
4.genset menggunakan Frekwensi 50Hz
Listrik PLN yg kita pakai di rumah memiliki frekwensi 50Hz, maka pastikan juga bahwa genset yg anda pilih merupakan genset menggunakan frekwensi 50Hz.
5.genset 1 fasa atau 3 fasa.
Listrik yg umumnya dipakai di rumah merupakan listrik 1 fasa, maka genset yang anda pilih tentu genset menggunakan listrik 1 fasa.
Perbedaan Genset 1 fasa dengan genset tiga fasa
Namun, apabila anda memang membutuhkan listrik dengan 3 fasa buat keperluan usaha, maka anda wajib menentukan genset dengan listrik tiga fasa.
Biasanya dalam genset tertulis 1 phase buat listrik 1 fasa, atau 3 phase buat listrik tiga fasa.
6.bahan bakar Genset
Pastikan Apa jenis bahan bakar genset yg anda pilih, apakah genset tadi memakai bahan bakar bensin atau solar.
Umumnya buat genset menggunakan daya yang relatif kecil memakai bahan bakar Bensin, sedangkan genset berbahan bakar solar umumnya buat genset menggunakan daya besar .
7.cara pengoperasian Genset
Genset yang dijual dipasaran buat keperluan rumah tangga, ada yg dinyalakan dengan memakai Electric starter, dan terdapat juga yg manual starter.
Sebaiknya genset yg anda gunakan pada tempat tinggal memiliki sistem pengoperasian menggunakan Electric starter supaya anda nir repot buat menyalakan Genset tadi, dibanding dengan genset yg menggunakan sistem manual atau pada engkol/putar.
8.tipe genset
Genset buat keperluan rumah tangga, ada yg tipe portabel, Silent serta ada yang standby.
Genset yang paling poly digunakan buat keperluan rumah tangga merupakan genset portabel lantaran harganya lebih murah dibanding tipe standby.
Namun genset portabel memiliki bunyi yg relatif berisik, dibanding genset standby yg umumnya sudah dibuat tertutup dan lebih kedap suara.
Jika anda menginginkan genset portabel yang nir berisik, anda bisa menentukan Genset portabel dengan tipe Silent, namun tentu harganya lebih mahal dibanding dengan genset portabel biasa.
9.merek Genset
Untuk mendapatkan Genset yang bagus, berkualitas, terjamin, dan tahan lama , anda dapat menentukan Genset menggunakan Merek yg sudah terpercaya pada hal produksi Genset.
Merek genset yg terbaik adalah merek genset yg poly dipakai atau terlaris, telah berpengalaman, sedikit keluhan menurut konsumen, dan dapat di rekomendasikan.
Tips lainnya: Tempatkan Genset diluar rumah, agar asap dari genset nir berkumpul pada rumah dan dapat membahayakan kesehatan anda dan keluarga.
Semoga berguna!
CARA FLEXI

APA ITU PMG DAN FUNGSINYA PADA GENERATOR

Apa itu PMG pada Generator?
PMG adalah singkatan menurut Permanent Magnet Generator, atau pembangkit menggunakan Magnet tetap.
Fungsi PMG
PMG memiliki fungsi sebagai pembangkit listrik buat sistem eksitasi dalam sebuah Generator listrik AC tiga fase.
Bagian-bagian PMG
  • PMG Rotor
PMG Rotor adalah bagian yg berputar serta adalah Magnet permanen, yg berfungsi buat menghasilkan medan magnet.
  • PMG Stator
PMG Stator berupa Gulungan yang tidak berputar (permanen).
Gulungan PMG Stator akan mendapat medan magnet yang berputar yang didapatkan PMG Rotor.
Melalui proses berputarnya medan magnet (PMG Rotor) yang diterima Gulungan PMG Stator, maka dalam ujung-ujung gulungan PMG Stator akan membentuk listrik.
Sebenarnya nir seluruh Generator listrik AC 3 fase memakai PMG menjadi sistem eksitasi.
Sistem eksitasi dalam generator terdapat dua, yaitu:

  • PMG-Excited Generators
Generator yang dilengkapi dengan PMG sebagai sistem eksitasi.

  • Self-Excited Generators
Generator yang menggunakan tegangan output dari gulungan utama menjadi sistem eksitasi (Self-Excited).
Apa perbedaan PMG-Excited Generators serta Self-Excited Generators?
Perbedaan antara ke 2 generator ini adalah prinsip kerja sistem eksitasinya, buat detail berikut ini kita uraikan prinsip kerja masing-masing generator tersebut dalam membuat listrik.

Prinsip kerja PMG-Excited Generators

  • PMG Rotor ikut berputar saat mesin penggerak generator dioperasikan.
  • Medan magnet berdasarkan PMG Rotor yang berputar kemudian diterima sang Gulungan dalam PMG Stator.
  • Karena Medan magnet yg didapatkan PMG Rotor memotong penghantar dalam Gulungan PMG Stator, maka akan membuat tegangan listrik pada ujung gulungan PMG stator.
  • Listrik yg didapatkan PMG Stator merupakan Listrik arus bolak-pulang (AC) 3 fase dengan besar tegangan berkisar antara 150VAC – 180VAC.
  • Lalu tegangan yang dihasilkan PMG Stator dialirkan ke AVR (Automatic Voltage Regulator).
  • Terminal kabel Gulungan PMG Stator pada AVR umumnya disimbolkan dengan huruf P2, P3, P4.
  • Besar tegangan menurut PMG Stator yg awalnya 150VAC – 180VAC, kemudian disearahkan serta besar tegangannya juga diturunkan sang AVR, Tegangannya menjadi berkisar antara 13VDC – 60VDC.
  • Kemudian tegangan listrik 13VDC-60VDC tadi dari AVR dialirkan ke Gulungan Stator Eksiter (Exciter Field Stator).
  • Terminal kabel buat Tegangan keluaran berdasarkan AVR menuju Gulungan stator eksiter ini, pada AVR umumnya disimbolkan dengan alfabet X serta XX.
  • Karena Gulungan Eksiter stator diberi tegangan, maka akan membuat medan magnet.
  • Medan magnet ini akan ditangkap oleh gulungan Eksiter rotor (Exciter Rotor), sebagai akibatnya gulungan Eksiter rotor akan menghasilkan listrik.
  • Listrik yang dihasilkan berdasarkan gulungan eksiter rotor berupa tegangan arus bolak-kembali atau AC tiga fase, lalu disearahkan dengan menggunakan diode yang ada dalam rotating rectifier.
  • Tegangan DC yang dihasilkan Rotating Rectifier lalu dialirkan menuju Gulungan utama ada Rotor (Main Field Rotor), sebagai akibatnya Rotor utama dalam generator tadi membentuk medan magnet.
  • Medan magnet menurut Rotor utama inilah yang ditangkap sang Gulungan Utama Stator (Main Field Stator), sehingga Gulungan utama pada Stator menghasilkan listrik.
  • Listrik yang dihasilkan dari Gulungan Utama pada Stator inilah yang menjadi Tegangan listrik keluaran utama sebuah Generator (Output Voltage) serta dialirkan menuju jaringan instalasi listrik.

Prinsip kerja Self-Excited Generators
Untuk uraian Prinsip kerja Generator dengan Self-Excited Generators, dapat anda baca pada artikel saya sebelumnya, tentang Prinsip kerja Generator AC tiga fase
Keuntungan Generator dengan PMG
  • Tegangan Eksitasi lebih stabil
  • Pada ketika gulungan Exciter baru digulung (Rewinding), Tidak perlu diberi Tegangan DC eksternal.

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai apa itu PMG, serta fungsi PMG pada Generator listrik AC 3 fase.
Semoga berguna!
CARA FLEXI
dikutip berdasarkan banyak sekali sumber

APA BEDANYA ARUS KUAT DAN ARUS LEMAH

Apa sebenarnya perbedaan antara Listrik Arus Kuat menggunakan Arus Lemah?
Mungkin anda jua pernah mendengar kata Arus Kuat dan Arus Lemah, tetapi apakah anda memahami apa yg membedakan antara Arus Kuat dan Arus lemah tersebut?
Jika ditanya, Tahukah engkau apa perbedaan antara Arus Kuat serta Arus lemah?, mungkin secara umum kita mampu membayang-bayangkan mengenai disparitas antara kedua istilah tersebut, namun jika diminta buat dijabarkan dengan istilah-kata, rasanya relatif sulit buat dijelaskan.
Orang umum , termasuk saya menduga bahwa perbedaan antara arus kuat dan arus lemah, adalah menjadi berikut:

Perbedaan Listrik Arus Kuat dan Arus Lemah


Arus Kuat
Arus Kuat merupakan Suatu sistem atau instalasi Kelistrikan yang mempunyai Nilai Arus cukup besar (Kuat), Seperti misalnya Pembangkit listrik (Generator), Transformator (Trafo), Motor Listrik, Panel-panel listrik, Instalasi listrik di tempat tinggal -rumah, Kabel-kabel listrik berukuran besar , Gardu-gardu listrik serta aneka macam alat-alat Listrik lainnya.
Arus Kuat tak jarang dianggap menjadi Suatu sistem kelistrikan yg menggunakan Listrik dengan Tegangan menengah hingga Tegangan Tinggi, dan Arus Kuat biasa disebut jua menggunakan kata Elektro.
Arus Lemah
Arus Lemah adalah Suatu sistem atau rangkaian yang berhubungan dengan sistem kelistrikan yang memiliki nilai Arus yg mini (Lemah), serta yg herbi Elektronika, Alat-indera elektro, Komputer, Televisi, Ponsel, Remote.
Arus Lemah pula dapat dikategorikan kedalam Sistem kendali (Control), Automatisasi, misalnya PLC, HMI, Instrumen, Sensor-sensor, Mikrokontroller, dan lainnya.
Dan Arus Lemah dipercaya menjadi segala sesuatu yang herbi listrik tegangan rendah.
Arus Lemah biasa disebut pula menggunakan kata Elektronika.

Benarkah demikian?
Mungkin pernyataan diatas dapat memberikan sedikit kesadaran kepada kita tentang Perbedaan Arus Kuat serta Arus Lemah, meski belum dengan kentara diuraikan secara lebih terang.
Beberapa pertanyaan pun timbul, tentang perbedaan antara Arus Kuat dan Arus Lemah, yaitu:
Berapa Batasan Nilai Arus yang termasuk kedalam Arus Lemah dan Arus Kuat tersebut?
Ada yang beropini bahwa Nilai Arus dibawah 1Ampere, dapat mengkategorikan kedalam Arus Lemah, tetapi pernyataan ini belum sepenuhnya benar, lantaran masih ada beberapa peralatan Listrik (Elektro), seperti misalnya Motor Listrik dengan Arus dibawah 1Ampere, atau sebaliknya terdapat juga Alat elektronika yg membentuk Arus diatas 1A.
Berapa batasan Tegangan listrik yang termasuk pada kategori Arus Kuat dan Arus Lemah?
Jika sebagian berpendapat bahwa Arus Kuat menggunakan Tegangan Menengah hingga tegangan tinggi, sedangkan Arus lemah memakai Tegangan rendah, ini juga nir sepenuhnya benar.
Listrik yg kita gunakan di tempat tinggal -tempat tinggal menggunakan Tegangan Rendah (220Volt), dan ini dianggap termasuk dalam kategori Arus Kuat, kebalikannya beberapa perangkat Elektronika terdapat yg memakai Tegangan Listrik sampai 750V, apakah ini masuk kategori Arus lemah atau Arus Kuat?
Beberapa pendapat lainnya, ada juga yang menduga bahwa Arus bertenaga menggunakan Listrik AC (Arus Bolak Balik), sedangkan Arus Lemah biasanya menggunakan Tegangan listrik DC (Arus Searah), Apakah pernyataan ini dapat diterima?
Istilah Arus Kuat dan Arus Lemah, masih menjadi suatu hal yang belum bisa dipastikan, Kapan istilah ini mulai dipakai, siapa pertama kali yg menemukannya, dan tentunya berapa batasan Arus pada Arus Kuat juga Arus Lemah, masih belum ditemukan jawaban yang niscaya.
Gambaran lainnya mengenai perbedaan Arus Kuat dan Arus Lemah, Banyak orang akan beranggapan bahwa: Pekerjaan di bidang Arus Kuat umumnya lebih berat, atau lebih capek menguras tenaga, karena kabel-kabel serta alat-alat yg digunakan pada listrik Arus Kuat biasanya ukuran besar , sedangkan pekerjaan di bidang Arus Lemah tidak terlalu poly memakai tenaga, karena umumnya memakai Peralatan dan kabel yg ukuran mini , pendapat ini sepertinya dapat diterima.
Mungkin, galat satu dari anda mengetahui perbedaan yg niscaya antara Arus Kuat serta Arus Lemah, dan berapa sebenarnya batasan nilai Tegangan dan niali Arus yang termasuk kategori Arus Kuat serta Arus Lemah tersebut, Silahkan mengembangkan buat kita seluruh.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

APA ITU PMG DAN FUNGSINYA PADA GENERATOR

Apa itu PMG pada Generator?
PMG adalah singkatan dari Permanent Magnet Generator, atau pembangkit dengan Magnet permanen.
Fungsi PMG
PMG mempunyai fungsi sebagai pembangkit listrik untuk sistem eksitasi dalam sebuah Generator listrik AC tiga fase.
Bagian-bagian PMG
  • PMG Rotor
PMG Rotor merupakan bagian yang berputar serta merupakan Magnet tetap, yg berfungsi buat membuat medan magnet.
  • PMG Stator
PMG Stator berupa Gulungan yang nir berputar (permanen).
Gulungan PMG Stator akan mendapat medan magnet yg berputar yang didapatkan PMG Rotor.
Melalui proses berputarnya medan magnet (PMG Rotor) yg diterima Gulungan PMG Stator, maka pada ujung-ujung gulungan PMG Stator akan membentuk listrik.
Sebenarnya tidak semua Generator listrik AC 3 fase menggunakan PMG menjadi sistem eksitasi.
Sistem eksitasi dalam generator terdapat 2, yaitu:

  • PMG-Excited Generators
Generator yang dilengkapi dengan PMG menjadi sistem eksitasi.

  • Self-Excited Generators
Generator yg menggunakan tegangan output dari gulungan primer sebagai sistem eksitasi (Self-Excited).
Apa perbedaan PMG-Excited Generators serta Self-Excited Generators?
Perbedaan antara ke 2 generator ini adalah prinsip kerja sistem eksitasinya, buat detail ini dia kita uraikan prinsip kerja masing-masing generator tadi pada menghasilkan listrik.

Prinsip kerja PMG-Excited Generators

  • PMG Rotor ikut berputar saat mesin penggerak generator dioperasikan.
  • Medan magnet menurut PMG Rotor yang berputar lalu diterima sang Gulungan pada PMG Stator.
  • Karena Medan magnet yg dihasilkan PMG Rotor memotong penghantar dalam Gulungan PMG Stator, maka akan menghasilkan tegangan listrik pada ujung gulungan PMG stator.
  • Listrik yang didapatkan PMG Stator merupakan Listrik arus bolak-kembali (AC) 3 fase menggunakan akbar tegangan berkisar antara 150VAC – 180VAC.
  • Lalu tegangan yang dihasilkan PMG Stator dialirkan ke AVR (Automatic Voltage Regulator).
  • Terminal kabel Gulungan PMG Stator dalam AVR umumnya disimbolkan menggunakan huruf P2, P3, P4.
  • Besar tegangan dari PMG Stator yg awalnya 150VAC – 180VAC, lalu disearahkan serta akbar tegangannya jua diturunkan sang AVR, Tegangannya sebagai berkisar antara 13VDC – 60VDC.
  • Kemudian tegangan listrik 13VDC-60VDC tersebut berdasarkan AVR dialirkan ke Gulungan Stator Eksiter (Exciter Field Stator).
  • Terminal kabel buat Tegangan keluaran dari AVR menuju Gulungan stator eksiter ini, pada AVR umumnya disimbolkan menggunakan huruf X serta XX.
  • Karena Gulungan Eksiter stator diberi tegangan, maka akan membuat medan magnet.
  • Medan magnet ini akan ditangkap sang gulungan Eksiter rotor (Exciter Rotor), sehingga gulungan Eksiter rotor akan menghasilkan listrik.
  • Listrik yg didapatkan menurut gulungan eksiter rotor berupa tegangan arus bolak-balik atau AC tiga fase, lalu disearahkan menggunakan menggunakan diode yang ada dalam rotating rectifier.
  • Tegangan DC yang dihasilkan Rotating Rectifier kemudian dialirkan menuju Gulungan utama terdapat Rotor (Main Field Rotor), sebagai akibatnya Rotor utama dalam generator tersebut menghasilkan medan magnet.
  • Medan magnet berdasarkan Rotor primer inilah yg ditangkap oleh Gulungan Utama Stator (Main Field Stator), sebagai akibatnya Gulungan utama pada Stator membentuk listrik.
  • Listrik yang dihasilkan dari Gulungan Utama pada Stator inilah yang menjadi Tegangan listrik keluaran utama sebuah Generator (Output Voltage) serta dialirkan menuju jaringan instalasi listrik.

Prinsip kerja Self-Excited Generators
Untuk uraian Prinsip kerja Generator dengan Self-Excited Generators, bisa anda baca pada artikel saya sebelumnya, tentang Prinsip kerja Generator AC 3 fase
Keuntungan Generator menggunakan PMG
  • Tegangan Eksitasi lebih stabil
  • Pada saat gulungan Exciter baru digulung (Rewinding), Tidak perlu diberi Tegangan DC eksternal.

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai apa itu PMG, serta fungsi PMG pada Generator listrik AC 3 fase.
Semoga berguna!
CARA FLEXI
dikutip berdasarkan berbagai asal

APA BEDANYA ARUS KUAT DAN ARUS LEMAH

Apa sebenarnya disparitas antara Listrik Arus Kuat menggunakan Arus Lemah?
Mungkin anda jua pernah mendengar kata Arus Kuat serta Arus Lemah, namun apakah anda memahami apa yg membedakan antara Arus Kuat serta Arus lemah tadi?
Jika ditanya, Tahukah kamu apa perbedaan antara Arus Kuat serta Arus lemah?, mungkin secara generik kita sanggup membayang-bayangkan tentang perbedaan antara ke 2 kata tersebut, namun bila diminta buat dijabarkan menggunakan kata-kata, cita rasanya agak sulit buat dijelaskan.
Orang umum , termasuk aku menduga bahwa perbedaan antara arus bertenaga dan arus lemah, adalah menjadi berikut:

Perbedaan Listrik Arus Kuat serta Arus Lemah


Arus Kuat
Arus Kuat merupakan Suatu sistem atau instalasi Kelistrikan yang mempunyai Nilai Arus relatif akbar (Kuat), Seperti contohnya Pembangkit listrik (Generator), Transformator (Trafo), Motor Listrik, Panel-panel listrik, Instalasi listrik pada tempat tinggal -tempat tinggal , Kabel-kabel listrik ukuran akbar, Gardu-gardu listrik serta aneka macam alat-alat Listrik lainnya.
Arus Kuat seringkali dianggap menjadi Suatu sistem kelistrikan yg menggunakan Listrik menggunakan Tegangan menengah hingga Tegangan Tinggi, serta Arus Kuat biasa disebut juga menggunakan kata Elektro.
Arus Lemah
Arus Lemah merupakan Suatu sistem atau rangkaian yg herbi sistem kelistrikan yang memiliki nilai Arus yang mini (Lemah), serta yg herbi Elektronika, Alat-indera elektronik, Komputer, Televisi, Ponsel, Remote.
Arus Lemah jua bisa mengkategorikan kedalam Sistem kendali (Control), Automatisasi, seperti PLC, HMI, Instrumen, Sensor-sensor, Mikrokontroller, serta lainnya.
Dan Arus Lemah dipercaya menjadi segala sesuatu yg herbi listrik tegangan rendah.
Arus Lemah biasa dianggap juga menggunakan istilah Elektronika.

Benarkah demikian?
Mungkin pernyataan diatas bisa memberikan sedikit pencerahan kepada kita tentang Perbedaan Arus Kuat serta Arus Lemah, meski belum dengan jelas diuraikan secara lebih terang.
Beberapa pertanyaan pun timbul, mengenai disparitas antara Arus Kuat dan Arus Lemah, yaitu:
Berapa Batasan Nilai Arus yang termasuk kedalam Arus Lemah dan Arus Kuat tersebut?
Ada yg beropini bahwa Nilai Arus dibawah 1Ampere, bisa mengkategorikan kedalam Arus Lemah, namun pernyataan ini belum sepenuhnya sahih, lantaran masih ada beberapa alat-alat Listrik (Elektro), misalnya misalnya Motor Listrik dengan Arus dibawah 1Ampere, atau kebalikannya terdapat jua Alat elektronika yg menghasilkan Arus diatas 1A.
Berapa batasan Tegangan listrik yang termasuk pada kategori Arus Kuat serta Arus Lemah?
Jika sebagian berpendapat bahwa Arus Kuat memakai Tegangan Menengah sampai tegangan tinggi, sedangkan Arus lemah memakai Tegangan rendah, ini juga nir sepenuhnya sahih.
Listrik yg kita gunakan di rumah-rumah memakai Tegangan Rendah (220Volt), dan ini dipercaya termasuk pada kategori Arus Kuat, kebalikannya beberapa perangkat Elektronika terdapat yg menggunakan Tegangan Listrik hingga 750V, apakah ini masuk kategori Arus lemah atau Arus Kuat?
Beberapa pendapat lainnya, terdapat pula yg menganggap bahwa Arus kuat memakai Listrik AC (Arus Bolak Balik), sedangkan Arus Lemah biasanya memakai Tegangan listrik DC (Arus Searah), Apakah pernyataan ini bisa diterima?
Istilah Arus Kuat serta Arus Lemah, masih sebagai suatu hal yang belum bisa dipastikan, Kapan kata ini mulai dipakai, siapa pertama kali yg menemukannya, dan tentunya berapa batasan Arus pada Arus Kuat juga Arus Lemah, masih belum ditemukan jawaban yg niscaya.
Gambaran lainnya tentang disparitas Arus Kuat serta Arus Lemah, Banyak orang akan beranggapan bahwa: Pekerjaan pada bidang Arus Kuat umumnya lebih berat, atau lebih capek menguras energi, lantaran kabel-kabel dan peralatan yang digunakan pada listrik Arus Kuat umumnya ukuran besar , sedangkan pekerjaan pada bidang Arus Lemah nir terlalu poly memakai energi, lantaran umumnya menggunakan Peralatan dan kabel yg ukuran kecil, pendapat ini sepertinya dapat diterima.
Mungkin, salah satu menurut anda mengetahui perbedaan yg pasti antara Arus Kuat dan Arus Lemah, dan berapa sebenarnya batasan nilai Tegangan dan niali Arus yang termasuk kategori Arus Kuat dan Arus Lemah tadi, Silahkan menyebarkan buat kita seluruh.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI