MENGENAL FUNGSI AVR PADA GENERATOR AC 3 PHASE

Sebuah Generator dilengkapi dengan sebuah AVR, yg tidak hanya memiliki fungsi buat mengatur tegangan agar permanen stabil, namun pula mempunyai beberapa fungsi lainnya.
Mengenal fungsi AVR pada Alternator atau Generator AC tiga Phase
Listrik yg poly kita gunakan buat keperluan sehari – hari adalah listrik menggunakan jenis Arus bolak-kembali atau AC (Alternating Current).
Energi listrik arus bolak – balik atau listrik AC (Alternating Current) dari berdasarkan suatu pembangkit listrik atau Generator listrik AC tiga Phase.
Pembangkit listrik AC tiga Phase atau yg biasa disebut dengan Generator Listrik AC adalah suatu indera yg digerakkan sang suatu sumber tenaga mobilitas serta mengubah tenaga gerak tersebut sebagai energi listrik menggunakan Prinsip induksi magnetik atau Gaya mobilitas listrik (GGL).
Baca juga: Apa itu Gaya Gerak Listrik (GGL)
Generator listrik arus bolak – kembali atau AC (Alternating Current) diklaim pula menggunakan Alternator (Alternating Current Generator).
Seperti yg kita ketahui listrik arus bolak balik (AC) dihasilkan menurut suatu penghantar yang beranjak memotong medan magnet.
Seperti halnya prinsip kerja suatu pembangkit listrik atau Generator listrik arus bolak – kembali bisa membentuk listrik menggunakan cara kerja yg sama dengan prinsip GGL.
Namun, Pada dasarnya sebuah Generator membentuk listrik menggunakan besar tegangan listrik yang nir permanen (berubah-ubah).
Tegangan listrik yang tidak permanen atau naik turun, dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada berbagai alat-alat listrik serta generator itu sendiri.
Penyebab tegangan genset naik-turun serta perbaikannya
"Oleh karena itu dalam sebuah Pembangkit listrik atau Generator listrik arus bolak – pulang dilengkapi dengan suatu alat yg berfungsi buat menstabilkan tegangan listrik keluaran (Output Voltage) dari Sebuah generator tersebut"
Alat yg berfungsi buat mengatur tegangan listrik keluaran generator tersebut kita kenal menggunakan nama AVR.
AVR (Automatic Voltage Regulator) dalam sebuah Generator, mempunyai berbagai fungsi, tidak hanya buat menstabilkan Tegangan keluaran berdasarkan generator listrik, tetapi pula memiliki aneka macam fungsi lainnya.

Fungsi AVR

Mengenal berbagai fungsi AVR dalam Alternator atau Generator listrik AC 3 Phase
  • Sebagai indera untuk mengatur tegangan keluaran (Output Voltage) Alternator atau generator listrik.
  • Sebagai stability serta pengatur Droop Voltage (Tegangan jatuh) untuk Generator yang dijalankan secara Paralel (Synchronous Generator)
  • Sebagai sistem pengaman Tegangan lebih (Over Voltage) serta Beban atau Arus lebih (Over Current) yg terjadi dalam Generator.

1. AVR berfungsi Sebagai indera buat mengatur tegangan keluaran (Output Voltage) suatu generator listrik AC tiga Phase agar permanen Stabil.
Bagaimana Prinsip kerja AVR pada mengatur tegangan keluaran (Output Voltage) dalam sebuah Generator ?
Berikut beberapa model Wiring diagram pemasangan AVR pada Alternator


Prinsip kerja AVR pada Alternator atau Generator listrik AC 3 Phase ada dua jenis, sesuai menggunakan sistem Excitation dalam generator tadi.
Dua jenis sistem excitation (Exciter) pada generator AC tiga Phase, yaitu :
  1. Self - Excited Generator
  2. PMG – Excited Generator


Perbedaan berdasarkan kedua sistem ini terletak dalam penambahan magnet permanen (PMG = Permanent Magnet Generator).
Pada sistem PMG – Excited Generators dilengkapi dengan PMG (Permanent Magnet Generator) sedangkan pada sistem Self – Excited Generator tidak dilengkapi dengan PMG (Permanent Magnet Generator).
Sistem excitation (Exciter) dengan PMG mempunyai kelebihan pada menaruh supplai tegangan yang lebih stabil ke gulungan Exciter.
  • Prinsip kerja AVR dalam generator dengan sistem Self-Excited Generators
  1. AVR menerima tegangan keluaran menurut gulungan utama generator, serta dipakai sebagai supplai buat dikirimkan ke gulungan Exciter. Selain itu Tegangan yg diterima AVR dari gulungan primer digunakan sebagai Sensing atau Sensor seberapa akbar tegangan yg didapatkan oleh generator tadi.
  2. Besarnya tegangan yg dikirimkan AVR ke gulungan Exciter diadaptasi menggunakan Tegangan keluaran Generator yg diterima (Sensing) AVR menurut Gulungan utama Generator (Output Voltage).
  3. Jika tegangan keluaran yg dihasilkan Generator kurang berdasarkan tegangan yg diinginkan, maka AVR akan mengirimkan tegangan yg lebih ke gulungan Exciter, lalu AVR akan mengurangi supplai tegangan ke gulungan Exciter bila tegangan yang disensornya berdasarkan gulungan utama Generator telah mencapai nilai tegangan yg diinginkan.
“Semakin tinggi tegangan yg dikirimkan ke gulungan Exciter, akan semakin besar tegangan keluaran (Output Voltage) berdasarkan Generator tersebut”.
  • Prinsip kerja AVR dalam generator dengan sistem PMG-Excited Generators
Prinsip kerja AVR dalam generator dengan sistem PMG-Excited Generator hampir sama dengan Prinsip kerja AVR pada Generator dengan sistem Self-Excited Generator, perbedaannya hanya :
  1. PMG (Permanent Magnet Generator) terdiri dari dua bagian yaitu PMG rotor dan PMG stator. PMG membuat tegangan yg dikirmkan ke AVR buat dikirimkan pulang ke gulungan Exciter. Tegangan yg didapatkan PMG bersifat permanen, atau sesuai menggunakan kecepatan putaran penggerak Generator tersebut.
  2. Jika pada Self-Excited Generator Gulungan Exciter membuat listrik sendiri untuk supplai ke gulungan rotor, sedangkan dalam sistem PMG-Excited Generators, Gulungan Exciter menerima bantuan supplai tegangan menurut PMG.

2. AVR Sebagai stability serta pengatur Droop Voltage (Tegangan jatuh) untuk Generator yang dijalankan secara Paralel (Synchronous Generator).
Contoh Wiring diagram AVR dilengkapi Droop Kit

Selain sebagai pengatur tegangan keluaran (Output Voltage) pada Generator listrik AC tiga Phase, AVR pula berfungsi menjadi pengatur tegangan jatuh (Droop Voltage) pada Generator yang dioperasikan secara paralel.
Generator yang dioperasikan secara paralel harus mempunyai akbar tegangan yg sama antara masing-masing Generator yg diparalelkan tersebut.
Namun ada kalanya ketika beban yg diterima mengalami lonjakan, atau terjadi beban / Arus yang datang-tiba naik secara mendadak, akan menyebabkan tegangan dari generator akan jatuh (Droop Voltage).
Jika tegangan jatuh (Droop Voltage) yang terjadi dialami sang galat satu Generator, akan mengakibatkan disparitas nilai tegangan antara kedua genset yg diparalel, serta hal ini akan menyebabkan salah satu Generator akan menanggung beban daya lebih besar dari generator yg lainnya.
Ketidak seimbangan beban akan menyebabkan Generator yg menanggung beban arus lebih tinggi akan mengalami Over load (Kelebihan beban) serta trip.
AVR akan mendeteksi terjadinya tegangan jatuh (Droop Voltage) serta permanen menjaga kondisi tegangan masing – masing Generator tetap stabil, meski mengalami lonjakan arus atau beban yang mendadak.
Dalam mendeteksi Droop Voltage, AVR dilengkapi menggunakan sistem atau indera yg dianggap dengan Droop kit (Droop CT). Droop kit terpasang dalam kabel keluaran menurut gulungan primer generator, buat sensor beban atau Ampere yang melewati kabel gulungan primer tersebut.

3. Sebagai sistem pengaman Tegangan lebih (Over Voltage) serta Beban atau Arus lebih (Over Current) yg terjadi dalam Generator.
AVR pula dilengkapi dengan pengaman terhadap banyak sekali gangguan yang mungkin terjadi dalam sistem Generator.
AVR dilengkapi menggunakan pengaman OVER CURRENT EXCITER, apabila generator diberikan beban daya melebihi kemampuan generator tadi, secara otomatis AVR akan berusaha mengirimkan tegangan yg akbar juga ke gulungan EXCITER.
Jika Arus yang dikirimkan ke EXCITER melebih batasan yg sudah diatur dalam AVR, rangkaian listrik menurut AVR ke gulungan Exciter akan terputus, dan juga mengakibatkan Gulungan utama Generator nir akan mengeluarkan tegangan lagi.
Demikianlah sedikit penerangan mengenai sosialisasi AVR dan aneka macam manfaatnya pada Generator atau Alternator listrik AC tiga phase.
Mohon maaf jika terdapat kesalahan, serta mohon bantuan masukan dan koreksinya.
Semoga artikel tentang AVR (Automatic Voltage Regulator) ini dapat memberikan tambahan pengetahuan yg berguna bagi kita semua !
CARA FLEXI
Dikutip menurut aneka macam asal

MENGENAL FUNGSI AVR PADA GENERATOR AC 3 PHASE

Sebuah Generator dilengkapi menggunakan sebuah AVR, yg tak hanya memiliki fungsi buat mengatur tegangan agar permanen stabil, tetapi juga memiliki beberapa fungsi lainnya.
Mengenal fungsi AVR dalam Alternator atau Generator AC tiga Phase
Listrik yg poly kita pakai buat keperluan sehari – hari merupakan listrik menggunakan jenis Arus bolak-pulang atau AC (Alternating Current).
Energi listrik arus bolak – pulang atau listrik AC (Alternating Current) asal berdasarkan suatu pembangkit listrik atau Generator listrik AC 3 Phase.
Pembangkit listrik AC tiga Phase atau yg biasa disebut menggunakan Generator Listrik AC adalah suatu indera yang digerakkan oleh suatu asal tenaga mobilitas dan mengganti energi mobilitas tersebut menjadi tenaga listrik menggunakan Prinsip induksi magnetik atau Gaya gerak listrik (GGL).
Baca jua: Apa itu Gaya Gerak Listrik (GGL)
Generator listrik arus bolak – kembali atau AC (Alternating Current) disebut pula dengan Alternator (Alternating Current Generator).
Seperti yg kita ketahui listrik arus bolak balik (AC) dihasilkan menurut suatu penghantar yang bergerak memotong medan magnet.
Seperti halnya prinsip kerja suatu pembangkit listrik atau Generator listrik arus bolak – kembali bisa membentuk listrik menggunakan cara kerja yang sama dengan prinsip GGL.
Namun, Pada dasarnya sebuah Generator menghasilkan listrik dengan akbar tegangan listrik yang nir tetap (berubah-ubah).
Tegangan listrik yg tidak tetap atau naik turun, dapat mengakibatkan gangguan serta kerusakan dalam aneka macam alat-alat listrik dan generator itu sendiri.
Penyebab tegangan genset naik-turun serta perbaikannya
"Oleh karenanya dalam sebuah Pembangkit listrik atau Generator listrik arus bolak – pulang dilengkapi menggunakan suatu alat yang berfungsi untuk menstabilkan tegangan listrik keluaran (Output Voltage) dari Sebuah generator tersebut"
Alat yg berfungsi untuk mengatur tegangan listrik keluaran generator tersebut kita kenal menggunakan nama AVR.
AVR (Automatic Voltage Regulator) dalam sebuah Generator, mempunyai berbagai fungsi, tidak hanya buat menstabilkan Tegangan keluaran menurut generator listrik, tetapi jua memiliki banyak sekali fungsi lainnya.

Fungsi AVR

Mengenal aneka macam fungsi AVR dalam Alternator atau Generator listrik AC tiga Phase
  • Sebagai indera buat mengatur tegangan keluaran (Output Voltage) Alternator atau generator listrik.
  • Sebagai stability dan pengatur Droop Voltage (Tegangan jatuh) buat Generator yg dijalankan secara Paralel (Synchronous Generator)
  • Sebagai sistem pengaman Tegangan lebih (Over Voltage) dan Beban atau Arus lebih (Over Current) yang terjadi dalam Generator.

1. AVR berfungsi Sebagai indera untuk mengatur tegangan keluaran (Output Voltage) suatu generator listrik AC 3 Phase agar permanen Stabil.
Bagaimana Prinsip kerja AVR dalam mengatur tegangan keluaran (Output Voltage) pada sebuah Generator ?
Berikut beberapa model Wiring diagram pemasangan AVR dalam Alternator


Prinsip kerja AVR dalam Alternator atau Generator listrik AC 3 Phase ada dua jenis, sesuai dengan sistem Excitation pada generator tersebut.
Dua jenis sistem excitation (Exciter) dalam generator AC tiga Phase, yaitu :
  1. Self - Excited Generator
  2. PMG – Excited Generator


Perbedaan berdasarkan kedua sistem ini terletak pada penambahan magnet tetap (PMG = Permanent Magnet Generator).
Pada sistem PMG – Excited Generators dilengkapi menggunakan PMG (Permanent Magnet Generator) sedangkan pada sistem Self – Excited Generator nir dilengkapi menggunakan PMG (Permanent Magnet Generator).
Sistem excitation (Exciter) menggunakan PMG memiliki kelebihan dalam memberikan supplai tegangan yang lebih stabil ke gulungan Exciter.
  • Prinsip kerja AVR dalam generator dengan sistem Self-Excited Generators
  1. AVR mendapat tegangan keluaran menurut gulungan primer generator, serta digunakan menjadi supplai buat dikirimkan ke gulungan Exciter. Selain itu Tegangan yang diterima AVR dari gulungan primer digunakan menjadi Sensing atau Sensor seberapa akbar tegangan yang dihasilkan oleh generator tersebut.
  2. Besarnya tegangan yg dikirimkan AVR ke gulungan Exciter disesuaikan menggunakan Tegangan keluaran Generator yang diterima (Sensing) AVR berdasarkan Gulungan primer Generator (Output Voltage).
  3. Jika tegangan keluaran yang dihasilkan Generator kurang dari tegangan yang diinginkan, maka AVR akan mengirimkan tegangan yang lebih ke gulungan Exciter, kemudian AVR akan mengurangi supplai tegangan ke gulungan Exciter bila tegangan yg disensornya menurut gulungan utama Generator sudah mencapai nilai tegangan yg diinginkan.
“Semakin tinggi tegangan yg dikirimkan ke gulungan Exciter, akan semakin akbar tegangan keluaran (Output Voltage) berdasarkan Generator tersebut”.
  • Prinsip kerja AVR dalam generator dengan sistem PMG-Excited Generators
Prinsip kerja AVR dalam generator dengan sistem PMG-Excited Generator hampir sama dengan Prinsip kerja AVR pada Generator dengan sistem Self-Excited Generator, perbedaannya hanya :
  1. PMG (Permanent Magnet Generator) terdiri menurut dua bagian yaitu PMG rotor serta PMG stator. PMG menghasilkan tegangan yang dikirmkan ke AVR buat dikirimkan pulang ke gulungan Exciter. Tegangan yang didapatkan PMG bersifat tetap, atau sesuai dengan kecepatan putaran penggerak Generator tersebut.
  2. Jika pada Self-Excited Generator Gulungan Exciter membentuk listrik sendiri buat supplai ke gulungan rotor, sedangkan dalam sistem PMG-Excited Generators, Gulungan Exciter menerima bantuan supplai tegangan dari PMG.

2. AVR Sebagai stability dan pengatur Droop Voltage (Tegangan jatuh) buat Generator yg dijalankan secara Paralel (Synchronous Generator).
Contoh Wiring diagram AVR dilengkapi Droop Kit

Selain menjadi pengatur tegangan keluaran (Output Voltage) pada Generator listrik AC tiga Phase, AVR pula berfungsi menjadi pengatur tegangan jatuh (Droop Voltage) dalam Generator yang dioperasikan secara paralel.
Generator yg dioperasikan secara paralel harus memiliki besar tegangan yang sama antara masing-masing Generator yang diparalelkan tersebut.
Namun ada kalanya waktu beban yg diterima mengalami lonjakan, atau terjadi beban / Arus yang tiba-datang naik secara mendadak, akan mengakibatkan tegangan dari generator akan jatuh (Droop Voltage).
Jika tegangan jatuh (Droop Voltage) yang terjadi dialami sang galat satu Generator, akan mengakibatkan disparitas nilai tegangan antara ke 2 genset yg diparalel, dan hal ini akan menyebabkan keliru satu Generator akan menanggung beban daya lebih akbar dari generator yg lainnya.
Ketidak seimbangan beban akan mengakibatkan Generator yang menanggung beban arus lebih tinggi akan mengalami Over load (Kelebihan beban) dan trip.
AVR akan mendeteksi terjadinya tegangan jatuh (Droop Voltage) serta permanen menjaga syarat tegangan masing – masing Generator tetap stabil, meski mengalami lonjakan arus atau beban yg mendadak.
Dalam mendeteksi Droop Voltage, AVR dilengkapi menggunakan sistem atau alat yg disebut menggunakan Droop kit (Droop CT). Droop kit terpasang pada kabel keluaran berdasarkan gulungan utama generator, buat sensor beban atau Ampere yg melewati kabel gulungan utama tersebut.

3. Sebagai sistem pengaman Tegangan lebih (Over Voltage) dan Beban atau Arus lebih (Over Current) yang terjadi dalam Generator.
AVR juga dilengkapi dengan pengaman terhadap aneka macam gangguan yg mungkin terjadi pada sistem Generator.
AVR dilengkapi menggunakan pengaman OVER CURRENT EXCITER, Jika generator diberikan beban daya melebihi kemampuan generator tersebut, secara otomatis AVR akan berusaha mengirimkan tegangan yang akbar juga ke gulungan EXCITER.
Jika Arus yg dikirimkan ke EXCITER melebih batasan yg telah diatur dalam AVR, rangkaian listrik berdasarkan AVR ke gulungan Exciter akan terputus, dan juga menyebabkan Gulungan primer Generator tidak akan mengeluarkan tegangan lagi.
Demikianlah sedikit penerangan mengenai sosialisasi AVR dan berbagai manfaatnya dalam Generator atau Alternator listrik AC tiga phase.
Mohon maaf bila masih ada kesalahan, serta mohon bantuan masukan dan koreksinya.
Semoga artikel tentang AVR (Automatic Voltage Regulator) ini dapat menaruh tambahan pengetahuan yg berguna bagi kita seluruh !
CARA FLEXI
Dikutip berdasarkan banyak sekali sumber

MENGENAL WIRING DIAGRAM AVR GENERATOR AC 3 PHASE DAN FUNGSINYA

Penjelasan mengenai Wiring AVR generator AC 3 fase.
Bagi anda yang memiliki aktifitas di bidang listrik serta pembangkit listrik, khususnya Listrik Arus bolak-pulang dengan 3 fase, tentunya mengenal suatu bagian krusial yang masih ada pada sebuah Generator, yaitu perangkat AVR.

Diagram AVR

AVR adalah kepanjangan menurut Automatic Voltage Regulator, atau Pengatur Tegangan secara otomatis.
AVR secara umum berfungsi sebagai pengatur tegangan secara otomatis supaya tetap stabil sinkron menggunakan akbar Tegangan yang diperlukan.
Baca jua: Penyebab tegangan genset nir stabil serta cara memperbaikinya
Pada setiap pembangkit listrik khususnya listrik arus bolak-pulang 3 fase, pastinya dilengkapi menggunakan AVR menjadi alat untuk mengatur tegangan supaya tetap stabil.
Baca jua: Beberapa Penyebab Kerusakan pada AVR, dan cara mencegahnya
Namun, selain untuk mengatur tegangan keluaran (Output Voltage) yang dihasilkan Genset, AVR dalam Genset pula mempunyai beberapa fungsi lain.
Fungsi AVR pada Generator.
AVR yang digunakan dalam Genset (Generator) sangat beraneka ragam, dengan banyak sekali macam merek, model, Tipe serta berukuran, serta masing-masing AVR tadi tentunya masih ada beberapa perbedaan, baik dari sisi kualitas, harga, keunggulan, cara pemasangan, wiring, serta fitur-fitur tambahan lainnya.
Sehingga, waktu kita ingin membarui AVR Genset menggunakan AVR yg baru, pastikan terlebih dahulu Tipe AVR tersebut apakah sesuai menggunakan spesifikasi berdasarkan Generator itu sendiri, atau buat lebih mudahnya Gantilah AVR dengan merek serta contoh yg sama dengan AVR sebelumnya.
Secara generik jenis AVR dapat dibagi sebagai 2 jenis, sesuai dengan Tipe Generator:
  1. AVR untuk Genset menggunakan sistem eksitasi SELF-EXCITED GENERATORS
  2. AVR untuk Genset menggunakan sistem eksitasi PMG- EXCITED GENERATORS

Beberapa contoh Merek dan Tipe AVR yang biasa dipakai pada Generator AC tiga fase, antara lain:
  • AVR Stamford tipe MX-321
  • AVR Stamford tipe MX-341
  • AVR Leroy Somer R-449
  • AVR Bestron BESTRON AVR type: VS420-7A-S1A2
  • AVR Marelli
  • AVR Marcon
  • AVR AVK MA-330
  • AVR SX440
  • AVR Universal
  • AVR ABB
  • Dan lainnya

Dan perlu diperhatikan, bahwa masing-masing AVR mungkin memiliki rangkaian atau Wiring cara pemasangan yg bhineka.
Untuk lebih memudahkan pemahaman mengenai AVR dan fungsinya, perlu jua kita mengetahui bagaimana Prinsip kerja Generator pembangkit listrik.
Pada kesempatan kali ini kita akan coba mengembangkan mengenai rangkaian atau wiring buat AVR secara umum.
Pemasangan AVR dalam sebuah Generator terdiri dari beberapa bagian-bagian yg wajib disambungkan dengan kabel-kabel sinkron menggunakan wiring atau rangkaian AVR tersebut.
Kabel-kabel yang tersambung dalam terminal AVR memiliki fungsi serta kegunaannya masing-masing, dan pada biasanya kabel-kabel pada AVR tadi diberi kode atau simbol huruf maupun Angka buat memudahkan pemasangan kabel dalam terminal AVR.
Agar AVR dapat berfungsi buat menstabilkan tegangan yg dihasilkan suatu Generator, tentunya memerlukan beberapa bagian yg harus dihubungkan ke AVR tadi.
Secara generik AVR terdiri berdasarkan dua bagian utama, yaitu:
Terminal Input AVR
Input atau nilai masukan yang terhubung ke AVR memiliki fungsi, yaitu:
  • Sebagai Supplai tegangan (Input Voltage) AVR
  • Sebagai sensing (nilai pembanding)
  • Sebagai Kontrol (Parameter, Adjustment)

Terminal Output AVR
Output atau nilai keluaran menurut AVR mempunyai fungsi, yaitu:
  • Sebagai perintah (Command)
  • Sebagai Kontrol (Parameter, Pengaman)

Diagram AVR Generator AC 3 Phase:

Input dan Output AVR, terdiri dari beberapa bagian dan fungsi yg dihubungkan berdasarkan Generator ke AVR, juga berdasarkan AVR ke Generator atau ke Panel kontrol.
Sebenarnya, masing-masing AVR mungkin mempunyai perbedaan dicermati menurut Diagram wiring, rangkaian serta cara pemasangannya, namun secara generik bagian-bagian berdasarkan AVR tadi mempunyai kesamaan fungsi.
Oleh karena itu, untuk dapat mengetahui rangkaian atau wiring sebuah AVR Generator, terdapat baiknya kita mengenal terlebih dahulu fungsi-fungsi menurut terminal atau Kabel yg masih ada dalam sebuah AVR.

Contoh Wiring AVR Self-Excited Generators:

Contoh Wiring Diagram AVR PMG-Excited Generators:

Dari 2 gambar model Wiring diagram AVR diatas, masih ada perbedaan dalam terminal buat PMG.
Pada AVR pertama adalah AVR Universal nir tersedia terminal buat PMG, sedangkan AVR kedua terdapat terminal buat PMG (Terminal dengan kode X2, X1, Z2), pada beberapa tipe AVR lainnya terminal PMG menggunakan kode P2,P3,P4.
Berikut beberapa bagian yang biasanya masih ada dalam wiring atau rangkaian Terminal kabel sebuah AVR generator AC 3 fase.
Terminal Input pada AVR
Supplai Tegangan berdasarkan Gulungan Utama (Main Field), berfungsi sebagai asal tegangan sekaligus buat sensing (Pembanding).
  • Sensing (Input Voltage)
Terminal kabel pada AVR yang berfungsi menjadi Supplai tegangan (Input Power) atau Sensing, umumnya dipasang dalam:
  • Terminal L1 & L2
  • Terminal N & Ph
  • Terminal P2 & P3 (AVR SX-440)
  • Terminal 6,7 & 8
  • Terminal S1 & S2 (AVR ABB tipe EA63-lima)
  • Terminal 0V & 110V, 220V, 380V
  • Terminal 1,dua,3

  • Terminal PMG
Terminal yg juga dipakai buat asal tegangan, khusus buat Generator yang dilengkapi dengan PMG, umumnya masih ada pada terminal P2,P3,P4 atau X2,X1,Z2 atau P1,P2.
Tegangan yg didapatkan PMG biasanya berkisar antara 150Vac - 220Vac.
Penjelasan tentang PMG serta fungsinya
Terminal Output dalam AVR
Terminal Output dalam AVR, umumnya terletak dalam:
  • Terminal X, XX
  • Terminal X+, X-
  • Terminal E+, E-
  • Terminal F1,F2
  • Terminal F+,F-

Output pada AVR, merupakan suatu nilai tegangan yg dialirkan menuju gulungan Exciter Stator.
Besar tegangan Output AVR ke Exciter Stator umumnya berkisar antara 13Vdc - 60Vdc.
Besar tegangan yg dialirkan ke Exciter tergantung dari seberapa besar tegangan (Sensing) yg diterima AVR berdasarkan tegangan Generator.
Semakin akbar tegangan Sensing, AVR akan secara otomatis menurunkan akbar tegangan yang menuju Exciter, sebaliknya apabila Tegangan Sensing turun maka AVR akan menambah besar tegangan Output yang menuju ke Exciter.
Dengan prinsip kerja inilah, AVR secara otomatis menjaga Tegangan keluaran (Output Voltage) dari Generator agar tetap Konstan atau Stabil.
Jika AVR tidak mengalirkan Tegangan ke Gulungan Exciter, tentunya Generator tidak akan mengeluarkan Tegangan.
Baca jua: Penyebab Tegangan Genset tidak keluar serta perbaikannya
Terminal inilah yang biasa diberikan tegangan pembangkit dari Batere 12Vdc ketika Generator tidak keluar Tegangan, buat menaruh Tegangan ke Exciter, umumnya peristiwa ini waktu Gulungan Exciter baru dilakukan Rewinding, atau Generator telah sangat lama tidak beroperasi, sehingga perlu tegangan eksternal, namun bila Generator dilengkapi dengan PMG hal tersebut nir perlu dilakukan.
Terminal Pengaturan Tegangan (Voltage Adjustment)
Pada AVR terdapat terminal yang dapat digunakan buat penambahan Potensio (Trimmer), terminal ini umumnya diberi kode:
  • Terminal 1, 2

Jika tidak memerlukan pengaturan tegangan eksternal, terminal ini harus dijumper (Dihubungkan).
Biasanya buat Genset yg dioperasikan secara Paralel (Sinkron), perlu dipasang pengatur Voltase di Panel kontrol buat memudahkan proses sinkron atau paralel.
Penjelasan mengenai Cara paralel Genset
Terminal Droop kit CT
Pada AVR yg digunakan buat Generator yg dioperasikan secara Paralel (Synchronous Generator), maka AVR perlu dihubungkan ke CT (Current Transformer) buat sensor perubahan Arus/Beban. (Khusus buat Generator yg beroperasi secara Paralel, tetapi jika Genset beroperasi single, terminal ini perlu dijumper).
Terminal CT Droop kit pada AVR umumnya dihubungkan dalam:
  • Terminal S1, S2
  • Terminal A1, A2
  • Terminal K, L

Terminal Pengaman Over Current
Pada AVR umumnya terdapat terminal yg dihubungkan ke pengaman arus lebih seperti MCB, Sekring, atau Pemutus otomatis.
Terminal ini berfungsi untuk menjaga supaya waktu terjadi Arus lebih dalam Exciter, maka pengaman akan tetapkan rangkaian, sehingga bisa mengamankan AVR serta Generator.
Pengaman Arus lebih pada AVR, biasanya dipasang dalam:
  • Terminal K1, K2

Catatan:
  • Data terminal AVR diatas merupakan gambaran secara umum, sanggup saja masih ada perbedaan Terminal pada AVR menggunakan Merek atau Tipe yang tidak sinkron.
  • Pada setiap AVR Genset, mempunyai beberapa disparitas sesuai dengan wiring atau rangkaian menurut pabrikan.
  • Tentunya perlu kita pastikan setiap AVR disesuaikan dengan Wiring dari kitab petunjuk yg tersedia.

Semoga Bermanfaat!
CARA FLEXI
dikutip menurut berbagai asal

MENGENAL WIRING DIAGRAM AVR GENERATOR AC 3 PHASE DAN FUNGSINYA

Penjelasan mengenai Wiring AVR generator AC tiga fase.
Bagi anda yang mempunyai aktifitas di bidang listrik dan pembangkit listrik, khususnya Listrik Arus bolak-balik dengan tiga fase, tentunya mengenal suatu bagian penting yg masih ada pada sebuah Generator, yaitu perangkat AVR.

Diagram AVR

AVR adalah kepanjangan menurut Automatic Voltage Regulator, atau Pengatur Tegangan secara otomatis.
AVR secara generik berfungsi sebagai pengatur tegangan secara otomatis agar permanen stabil sinkron dengan akbar Tegangan yg dibutuhkan.
Baca pula: Penyebab tegangan genset tidak stabil dan cara memperbaikinya
Pada setiap pembangkit listrik khususnya listrik arus bolak-pulang 3 fase, pastinya dilengkapi menggunakan AVR menjadi indera buat mengatur tegangan agar permanen stabil.
Baca pula: Beberapa Penyebab Kerusakan pada AVR, dan cara mencegahnya
Namun, selain buat mengatur tegangan keluaran (Output Voltage) yg dihasilkan Genset, AVR dalam Genset juga memiliki beberapa fungsi lain.
Fungsi AVR pada Generator.
AVR yang dipakai pada Genset (Generator) sangat beraneka ragam, dengan aneka macam macam merek, contoh, Tipe dan ukuran, serta masing-masing AVR tadi tentunya masih ada beberapa perbedaan, baik menurut sisi kualitas, harga, keunggulan, cara pemasangan, wiring, serta fitur-fitur tambahan lainnya.
Sehingga, ketika kita ingin mengganti AVR Genset menggunakan AVR yang baru, pastikan terlebih dahulu Tipe AVR tadi apakah sinkron dengan spesifikasi dari Generator itu sendiri, atau buat lebih mudahnya Gantilah AVR dengan merek dan model yg sama dengan AVR sebelumnya.
Secara umum jenis AVR bisa dibagi menjadi dua jenis, sesuai menggunakan Tipe Generator:
  1. AVR buat Genset dengan sistem eksitasi SELF-EXCITED GENERATORS
  2. AVR buat Genset dengan sistem eksitasi PMG- EXCITED GENERATORS

Beberapa contoh Merek serta Tipe AVR yg biasa dipakai dalam Generator AC tiga fase, antara lain:
  • AVR Stamford tipe MX-321
  • AVR Stamford tipe MX-341
  • AVR Leroy Somer R-449
  • AVR Bestron BESTRON AVR type: VS420-7A-S1A2
  • AVR Marelli
  • AVR Marcon
  • AVR AVK MA-330
  • AVR SX440
  • AVR Universal
  • AVR ABB
  • Dan lainnya

Dan perlu diperhatikan, bahwa masing-masing AVR mungkin memiliki rangkaian atau Wiring cara pemasangan yang bhineka.
Untuk lebih memudahkan pemahaman mengenai AVR serta fungsinya, perlu juga kita mengetahui bagaimana Prinsip kerja Generator pembangkit listrik.
Pada kesempatan kali ini kita akan coba membuatkan tentang rangkaian atau wiring untuk AVR secara umum.
Pemasangan AVR dalam sebuah Generator terdiri berdasarkan beberapa bagian-bagian yg wajib disambungkan dengan kabel-kabel sinkron dengan wiring atau rangkaian AVR tersebut.
Kabel-kabel yang tersambung dalam terminal AVR mempunyai fungsi serta fungsinya masing-masing, serta dalam umumnya kabel-kabel dalam AVR tersebut diberi kode atau simbol alfabet maupun Angka buat memudahkan pemasangan kabel pada terminal AVR.
Agar AVR bisa berfungsi buat menstabilkan tegangan yg dihasilkan suatu Generator, tentunya memerlukan beberapa bagian yg wajib dihubungkan ke AVR tersebut.
Secara generik AVR terdiri menurut dua bagian utama, yaitu:
Terminal Input AVR
Input atau nilai masukan yg terhubung ke AVR mempunyai fungsi, yaitu:
  • Sebagai Supplai tegangan (Input Voltage) AVR
  • Sebagai sensing (nilai pembanding)
  • Sebagai Kontrol (Parameter, Adjustment)

Terminal Output AVR
Output atau nilai keluaran berdasarkan AVR mempunyai fungsi, yaitu:
  • Sebagai perintah (Command)
  • Sebagai Kontrol (Parameter, Pengaman)

Diagram AVR Generator AC 3 Phase:

Input serta Output AVR, terdiri berdasarkan beberapa bagian serta fungsi yang dihubungkan menurut Generator ke AVR, juga berdasarkan AVR ke Generator atau ke Panel kontrol.
Sebenarnya, masing-masing AVR mungkin mempunyai perbedaan ditinjau dari Diagram wiring, rangkaian dan cara pemasangannya, namun secara generik bagian-bagian dari AVR tadi memiliki kesamaan fungsi.
Oleh karena itu, buat bisa mengetahui rangkaian atau wiring sebuah AVR Generator, terdapat baiknya kita mengenal terlebih dahulu fungsi-fungsi menurut terminal atau Kabel yang terdapat dalam sebuah AVR.

Contoh Wiring AVR Self-Excited Generators:

Contoh Wiring Diagram AVR PMG-Excited Generators:

Dari dua gambar model Wiring diagram AVR diatas, masih ada perbedaan dalam terminal buat PMG.
Pada AVR pertama merupakan AVR Universal nir tersedia terminal untuk PMG, sedangkan AVR ke 2 terdapat terminal buat PMG (Terminal dengan kode X2, X1, Z2), dalam beberapa tipe AVR lainnya terminal PMG menggunakan kode P2,P3,P4.
Berikut beberapa bagian yang umumnya terdapat dalam wiring atau rangkaian Terminal kabel sebuah AVR generator AC 3 fase.
Terminal Input pada AVR
Supplai Tegangan dari Gulungan Utama (Main Field), berfungsi menjadi asal tegangan sekaligus buat sensing (Pembanding).
  • Sensing (Input Voltage)
Terminal kabel dalam AVR yang berfungsi sebagai Supplai tegangan (Input Power) atau Sensing, umumnya dipasang pada:
  • Terminal L1 & L2
  • Terminal N & Ph
  • Terminal P2 & P3 (AVR SX-440)
  • Terminal 6,7 & 8
  • Terminal S1 & S2 (AVR ABB tipe EA63-5)
  • Terminal 0V & 110V, 220V, 380V
  • Terminal 1,2,3

  • Terminal PMG
Terminal yg jua dipakai buat asal tegangan, khusus buat Generator yang dilengkapi dengan PMG, umumnya masih ada dalam terminal P2,P3,P4 atau X2,X1,Z2 atau P1,P2.
Tegangan yg dihasilkan PMG umumnya berkisar antara 150Vac - 220Vac.
Penjelasan tentang PMG serta fungsinya
Terminal Output pada AVR
Terminal Output dalam AVR, biasanya terletak dalam:
  • Terminal X, XX
  • Terminal X+, X-
  • Terminal E+, E-
  • Terminal F1,F2
  • Terminal F+,F-

Output pada AVR, adalah suatu nilai tegangan yg dialirkan menuju gulungan Exciter Stator.
Besar tegangan Output AVR ke Exciter Stator umumnya berkisar antara 13Vdc - 60Vdc.
Besar tegangan yg dialirkan ke Exciter tergantung dari seberapa besar tegangan (Sensing) yang diterima AVR menurut tegangan Generator.
Semakin akbar tegangan Sensing, AVR akan secara otomatis menurunkan akbar tegangan yang menuju Exciter, kebalikannya jika Tegangan Sensing turun maka AVR akan menambah besar tegangan Output yg menuju ke Exciter.
Dengan prinsip kerja inilah, AVR secara otomatis menjaga Tegangan keluaran (Output Voltage) dari Generator agar permanen Konstan atau Stabil.
Jika AVR nir mengalirkan Tegangan ke Gulungan Exciter, tentunya Generator nir akan mengeluarkan Tegangan.
Baca pula: Penyebab Tegangan Genset nir keluar serta perbaikannya
Terminal inilah yang biasa diberikan tegangan pembangkit menurut Batere 12Vdc ketika Generator tidak keluar Tegangan, untuk memberikan Tegangan ke Exciter, umumnya insiden ini ketika Gulungan Exciter baru dilakukan Rewinding, atau Generator sudah sangat lama tidak beroperasi, sehingga perlu tegangan eksternal, tetapi apabila Generator dilengkapi menggunakan PMG hal tersebut tidak perlu dilakukan.
Terminal Pengaturan Tegangan (Voltage Adjustment)
Pada AVR masih ada terminal yg dapat digunakan buat penambahan Potensio (Trimmer), terminal ini umumnya diberi kode:
  • Terminal 1, 2

Jika tidak memerlukan pengaturan tegangan eksternal, terminal ini wajib dijumper (Dihubungkan).
Biasanya buat Genset yg dioperasikan secara Paralel (Sinkron), perlu dipasang pengatur Voltase di Panel kontrol buat memudahkan proses sinkron atau paralel.
Penjelasan mengenai Cara paralel Genset
Terminal Droop kit CT
Pada AVR yang digunakan buat Generator yang dioperasikan secara Paralel (Synchronous Generator), maka AVR perlu dihubungkan ke CT (Current Transformer) untuk sensor perubahan Arus/Beban. (Khusus buat Generator yg beroperasi secara Paralel, namun bila Genset beroperasi single, terminal ini perlu dijumper).
Terminal CT Droop kit pada AVR umumnya dihubungkan pada:
  • Terminal S1, S2
  • Terminal A1, A2
  • Terminal K, L

Terminal Pengaman Over Current
Pada AVR umumnya terdapat terminal yg dihubungkan ke pengaman arus lebih seperti MCB, Sekring, atau Pemutus otomatis.
Terminal ini berfungsi buat menjaga supaya ketika terjadi Arus lebih pada Exciter, maka pengaman akan menetapkan rangkaian, sebagai akibatnya bisa mengamankan AVR dan Generator.
Pengaman Arus lebih pada AVR, umumnya dipasang pada:
  • Terminal K1, K2

Catatan:
  • Data terminal AVR diatas merupakan citra secara generik, sanggup saja terdapat perbedaan Terminal pada AVR dengan Merek atau Tipe yang berbeda.
  • Pada setiap AVR Genset, mempunyai beberapa disparitas sesuai dengan wiring atau rangkaian berdasarkan orisinil pabrik.
  • Tentunya perlu kita pastikan setiap AVR diubahsuaikan menggunakan Wiring menurut kitab petunjuk yang tersedia.

Semoga Bermanfaat!
CARA FLEXI
dikutip berdasarkan banyak sekali sumber

PRINSIP KERJA GENERATOR ATAU PEMBANGKIT LISTRIK ARUS BOLAK BALIK

Bagaimana prinsip kerja Generator atau (Genset) dapat menghasilkan listrik.
Mengenal prinsip kerja Generator AC pembangkit listrik generator AC atau Alternator (Alternating Current Generator), Atau yang biasa kita sebut menggunakan Genset (Generator Set)
Apa itu listrik?, Listrik adalah suatu energi yang memiliki 2 jenis muatan yaitu muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron) yg bisa mengalir melalui suatu penghantar ( konduktor ) pada sebuah rangkaian.
Dan Energi ini mempunyai berbagai kegunaan, misalnya buat menyalakan bola lampu, buat menggerakkan motor listrik, menyalakan pendingin, televisi, serta lainnya.
Siapa penemu Listrik?
Michael Faraday penemu listrik
Listrik ditemukan pertama kali oleh Michael Faraday melalui teori dasar gaya gerak listrik (GGL).
Michael Faraday ( lahir 22 sept 1791, inggris) sangat berjasa dalam hal penemuan dasar- dasar listrik melalui Gaya Gerak Listrik (GGL).
Melalui pengembangan prinsip inilah kemajuan pembangkit tenaga listrik berkembang dan poly digunakan dalam zaman sekarang.
Listrik yang biasa kita kenal dapat dibagi sebagai dua jenis , yaitu :
1. Listrik DC (Direct current) atau arus searah
Listrik DC atau adalah listrik yg memiliki besaran dan arah arus yg permanen, dengan Polaritas Kutub positif dan negatif yang tetap (Tetap).
2. Listrik AC (Alternating Current) arus bolak kembali.
Listrik Arus bolak – pulang atau AC (Alternating Current) adalah listrik yang mempunyai besaran dan arah arus yg berubah – ubah.
Dengan nilai potensial tegangan yg naik turun sesuai dengan gelombang sinusoida yg terjadi.
Seberapa poly Proses naik dan turunnya nilai potensial tegangan ditentukan sang banyaknya gelombang yg terjadi atau diklaim dengan frekwensi.
Dan ketika yang diperlukan buat mencapai satu gelombang naik dan turunnya nilai tegangan dianggap menggunakan periode.
Apa itu frekwensi listrik arus bolak-kembali (AC)?
Frekwensi listrik Arus bolak - pulang (AC)
Umumnya banyaknya gelombang yg terjadi pada satu dtk merupakan 50 atau 60 gelombang setiap satu dtk.
Hal ini biasa kita sebut menggunakan Frekwensi dengan nilai frekwensi yg umumnya digunakan merupakan 50 Hertz atau 60 hertz.
Karena proses naik turun nilai potensial tegangan ini sangat cepat, sehingga kita tidak bisa melihat proses tersebut menggunakan kasat mata.
Berikut citra satu gelombang dalam listrik arus bolak pulang.

Bagaimana listrik arus bolak – balik (AC) terjadi?
Listrik Arus bolak – pulang (AC) dihasilkan menurut proses gerakan suatu penghantar yg memotong medan magnet, atau hal ini diklaim menggunakan GGL (Gaya Gerak listrik).
Apa itu Gaya Gerak Listrik (GGL)?
Syarat-syarat Gaya mobilitas listrik :
  1. Penghantar
  2. Medan magnet
  3. Gerakan penghantar memotong medan magnet

Proses terjadinya listrik :
Gerakan sebuah penghantar yg berkecimpung melintasi atau memotong medan magnet, akan membentuk suatu tegangan atau nilai potensial pada kedua ujung penghantar tadi.
Listrik akan ada di kedua ujung penghantar ketika melewati atau memotong suatu medan magnet.
Besar kecilnya Tegangan listrik yang didapatkan akan berubah sinkron menggunakan cepat atau lambatnya gerakan penghantar memotong medan magnet.
Dan arah atau posisi muatan listrik positif dan negatif akan berubah sinkron menggunakan arah gerakan penghantar tadi.
Oleh karenanya Listrik yg didapatkan ini diklaim listrik menggunakan arus Bolak pulang atau listrik AC (Alternating Current) /nir permanen.
Dari prinsip gaya gerak listrik (GGL) inilah, berkembang dan diciptakanlah Generator atau pembangkit listrik arus bolak balik (AC).

Pembangkit listrik arus bolak balik Atau AC (Alternating Current) 3 Phase.

Pembangkit listrik arus bolak pulang Atau AC (Alternating Current) 3 Phase, Pembangkit ini membuat Tegangan listrik dengan tiga jenis muatan listrik positif (3 phase), sedangkan muatan Netral dihasilkan dari hasil perbintangan gulungan primer ketiga phase tadi.
Generator serta Alternator
  • Generator
Generator : Suatu alat yang memanfaatkan suatu asal energi gerak dan membarui energi mobilitas tadi sebagai asal tenaga listrik dengan proses induksi magnetik.
  • Alternator
Alternator merupakan : singkatan berdasarkan Alternating Current Generator.
Yaitu suatu alat yg memanfaatkan energi gerak serta mengubahnya sebagai sumber energi listrik arus bolak-pulang atau Alternating Current (AC).
Prinsip dasar Alternator atau Alternating Current Generator
Seperti yg sebelumnya kita ketahui, bahwa listrik Arus bolak – pulang / AC (alternating Current) didapatkan berdasarkan gerakan suatu penghantar memotong medan magnet, Dari prinsip inilah pembangkit listrik dapat menghasilkan listrik.
Bagian-bagian primer berdasarkan Generator AC 3 phase:
  1. Main Field Stator (Gulungan primer pada Stator)
  2. Main Field Rotor (Gulungan utama pada Rotor)
  3. Exciter Field Stator (Gulungan pembangkit Stator)
  4. Exciter Field Rotor (Gulungan pembangkit Rotor)
  5. Rotating Rectifier (Diode penyearah)
  6. AVR (Automatic Voltage Regulator)
Pembangkit listrik atau Generator listrik AC (Alternator) dapat membentuk listrik dengan berpedoman pada prinsip dasar GGL (Gaya Gerak Listrik).


Prinsip dasar Gaya mobilitas istrik pada suatu generator listrik AC (Alternator):
A. Penghantar
Main field stator : gulungan primer yg terdapat dalam bagian stator (bagian yg tidak bergerak atau berputar) dalam Alternator tersebut.
Main field stator ini berfungsi menjadi penghantar pada prinsip GGL, dan akan bertugas buat menangkap (memotong) medan magnet menurut Main field rotor, serta membuat keluaran listrik AC.
B. Medan Magnet
Main Field Rotor : Gulungan utama yg masih ada pada bagian Rotor (bagian yg beranjak atau berputar) pada alternator tersebut.
Main field rotor berfungsi sebagai produsen medan magnet pada bagian kumparan rotor. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap logam yg dililit dengan penghantar dan dialiri arus listrik, induksi listrik tersebut akan membarui logam yg dililitnya menjadi magnet.
Sehingga bagian logam pada rotor alternator merupakan sumber medan magnet primer yg akan ditangkap sang Main field Stator (Penghantar).
C. Gerakan penghantar memotong medan magnet
Agar terjadi proses penghantar memotong medan magnet dan membuat listrik AC pada penghantar, maka diharapkan suatu gerakan.
Pada Generator listrik AC (Alternator), wajib dihubungkan dengan sumber energi gerak, sumber energi mobilitas yang biasa digunakan dalam Alternator, antara lain :
  • Mesin diesel, Generator AC (Alternator) yg digerakkan dengan Mesin diesel, biasa kita sebut menggunakan Genset (generator Set)
  • Tenaga uap atau Turbin, Generator AC (Alternator) yang digerakkan dengan energi uap (Turbin) biasa kita sebut menggunakan Turbin generator.
  • Tenaga air atau biasa disebut menggunakan PLTA (Pembangkit listrik tenaga Air)
  • Tenaga Nuklir, Tenaga gas, energi angin, dan aneka macam energi penggerak lainnya.

Tenaga gerak ini akan memutar bagian Rotor yang yang sebagai bagian medan magnet primer, akibat perputaran rotor ini, menyebabkan terjadinya proses medan magnet memotong penghantar atau sama menggunakan proses penghantar memotong medan magnet.
Dalam hal ini, medan magnet adalah Main field rotor, penghantar adalah Main field Stator, serta sumber tenaga mobilitas mengakibatkan terjadinya proses perpotongan medan magnet oleh penghantar.
Dan sinkron menggunakan prinsip GGL (Gaya Gerak Listrik) , proses ini akan menghasilkan energi listrik dalam main field stator.
Lalu bagaimana Main field Rotor dapat menjadi magnet ?
D. Proses Excitation (Excitor)
Untuk mengakibatkan Main field rotor menghasilkan medan magnet, diperlukan asal listrik pembangkit. Sebagai pembangkit atau sumber listrik bantu buat mengubah Main field Rotor menjadi medan magnet primer pada Alternator merupakan gulungan Exciter (pembangkit).
Exciter adalah penghasil Listrik yang dialirkan ke Main field Rotor (Gulungan Utama dalam Rotor).

Fungsi Exciter dalam generator AC 3 Phase
Exciter merupakan gulungan bantu dalam generator yg berfungsi untuk menyupplai atau membuat tegangan listrik buat dialirkan ke Gulungan Rotor primer pada generator supaya Gulungan Rotor bisa membarui listrik tadi sebagai medan Magnet utama.
Exciter membuat listrik arus bolak-pulang (AC) , Lalu disearahkan atau diubah menjadi listrik DC (Arus searah) sang Dioda penyearah yg disebut Rotating rectifier sebelum dialirkan ke gulungan rotor utama.
Fungsi Exciter dalam generator AC 3 Phase
Exciter pada Generator listrik AC tiga Phase terdiri menurut 2 bagian utama ,yaitu :
Exciter Field Stator atau gulungan Exciter yang terdapat dalam bagian stator (Bagian yg nir berkiprah) pada Alternator atau Generator tersebut. Exciter Stator berfungsi menjadi penghasil medan magnet.
Exciter Field Rotor atau gulungan Exciter yang masih ada pada bagian Rotor (Shaft / poros yg berputar) pada generator tadi. Exciter Rotor berfungsi buat mengubah medan magnet dari Exciter Stator sebagai Listrik dalam bentuk AC (Alternating Current).
Lalu disearahkan dengan donasi dioda dalam rotating rectifier, listrik DC (Searah) kemudian dialirkan ke Gulungan Rotor Utama, sebagai akibatnya Rotor membuat Medan Magnet Utama yang kuat.
Exciter berfungsi buat menyupplai atau mengirimkan tegangan Prinsip kerja Exciter dapat menghasilkan listrik pembangkit sama halnya menggunakan prinsip GGL (Gaya Gerak Listrik) yaitu gerakan suatu penghantar memotong medan magnet.

Exciter pada suatu alternator terdiri menurut dua jenis gulungan, yaitu:
1. Exciter field Stator (Medan magnet)
Gulungan Exciter dalam stator (bagian yg tidak berkiprah atau berputar), umumnya terpasang di bagian belakang pada alternator, menggunakan ukuran gulungan yg lebih kecil. Exciter stator merupakan gulungan yang berperan menjadi penghasil medan magnet dalam prinsip GGL serta berfungsi sebagai penghasil medan magnet yg akan ditangkap oleh bagian Exciter rotor.
2. Exciter Rotor (Penghantar)
Gulungan Exciter pada Rotor (bagian yg beranjak atau berputar), umumnya terpasang dalam bagian belakang rotor. Dengan berukuran yang lebih kecil. Exciter Rotor merupakan gulungan yang berperan sebagai penghantar dalam prinsip GGL, serta akan menangkap atau memotong medan magnet yang dihasilkan dari Exciter Stator.
E. Proses penghantar memotong medan magnet
Saat sumber energi mobilitas memutar rotor, Gulungan Exciter Rotor juga akan berputar dan akan terjadi proses Penghantar (dalam hal ini Exciter Field Rotor) memotong medan magnet (pada hal ini Exciter Field Stator), serta akan menghasilkan listrik pada ujung gulungan Exciter Field Rotor tersebut.
Exciter Field rotor akan membentuk listrik Arus bolak kembali (AC) tiga phase. Yang akan dipakai buat mengubah gulungan utama pada rotor (Main Field Rotor) sebagai medan magnet Utama.
F. Rotating Rectifier
Rotating Rectifier merupakan keliru satu bagian krusial yg terdapat pada suatu Alternator atau pembangkit listrik arus bolak pulang (AC).
Untuk membentuk medan magnet yg relatif akbar dalam Main Field Rotor, dibutuhkan asal listrik, dan sumber listrik yang baik buat membuat medan magnet yg stabil serta kuat adalah listrik DC (Arus searah).
Oleh karena itu pada Alternator dilengkapi dengan Rotating rectifier yang berfungsi buat mengubah listrik Arus bolak – pulang (AC) yang dihasilkan Exciter Rotor sebagai Listrik DC (Arus searah). Dengan memakai dioda – dioda penyearah.
Rotating Rectifier (Penyearah / penyesuai arus listrik yang ikut berputar beserta menggunakan rotor).
terpasang dalam bagian Rotor serta ikut berputar, sang karena itulah disebut menggunakan nama Rotating (berputar).
Lalu bagaimana exciter Stator dapat menjadi magnet?
Seperti yang sebelumnya kita ketahui, dibutuhkan sumber listrik untuk membuat medan magnet, dalam Exciter Field Stator jua diharapkan sumber listrik, asal listrik yang diterima Exciter Field stator adalah berasal berdasarkan AVR (Automatic Voltage Regulator).
Namun saat pertama kali suatu generator akan dioperasikan, belum mempunyai sumber listrik pembangkit excitor, sang karenanya biasanya gulungan Exciter stator perlu disupplai asal listrik external, seperti berdasarkan baterai 12 V. Setelah Generator beroperasi dengan normal serta berkelanjutan, Gulungan Exciter Stator akan permanen menyimpan sedikit medan magnet. Selanjutnya setiap pengoperasian generator, medan magnet yg masih tersisa / tersimpan dalam gulungan Exciter Stator akan digunakan menjadi asal penguat pertama, dan nilai tegangannya akan semakin tinggi seiring dengan proses penguatan Excitation yg diatur sang AVR.
Prinsip Excitation ini biasa disebut menggunakan SELF EXCITED GENERATORS.
G. AVR
AVRatau Automatic Voltage Regulator : Suatu indera yg terpasang dalam Generator AC (Alternator) serta memiliki fungsi secara terus menerus menjaga besaran hasil Voltage (tegangan listrik yg dihasilkan) supaya permanen stabil sesuai dengan besaran tegangan atau Voltage yg diinginkan.
Dengan prinsip kerja menerima tegangan listrik yg dihasilkan dari gulungan utama (Main field Stator) dan dijadikan menjadi sensor keadaan tegangan sebenarnya, serta mengirimkan tegangan listrik ke Exciter.
Besar kecilnya tegangan yang dikirimkan ke Exciter tergantung dari akbar kecilnya tegangan yang disensornya berdasarkan Output Voltage (tegangan keluar) menurut gulungan primer (Main Field stator).
Dan sumber listrik yg dikirimkan ke Exciter asal berdasarkan Output Voltage (Tegangan keluaran) gulungan utama. Ini pula alasan mengapa dianggap menggunakan "SELF EXCITED GENERATORS"
Kesimpulan :
  • Pada generator AC (Alternator), listrik dihasilkan dari gulungan utama stator (Main Field Stator)
  • Main Field Stator (Gulungan utama) membuat listrik menurut perpotongan medan magnet, dan medan magnet utama dihasilkan berdasarkan Main Field Rotor.
  • Main field Rotor dapat membentuk medan magnet lantaran diberi asal listrik berdasarkan Exciter Rotor. Dan listrik yg didapatkan sebelumnya dirubah sebagai arus searah melalu Rotating Rectifier.
  • Excitor field Rotor membentuk listrik sebagai pembangkit medan magnet utama, karena gerakan perpotongan medan magnet yang dihasilkan dari Exciter Field Stator.
  • Exciter Field Stator dapat membentuk medan magnet lantaran mendapat supplai listrik dari AVR, serta AVR mendapatkan supplai listrik berdasarkan gulungan primer (Main Field Stator)
  • Saat pertama kali dioperasikan, Exciter Field Stator belum memiliki medan magnet, karenanya AVR juga belum menerima sumber listrik menurut Gulungan primer.

Maka umumnya wajib di supplai menurut asal listrik eksternal buat membentuk medan magnet pada Exciter Field stator.
Dan setelah itu, Exciter Field stator akan menyimpan sedikit medan magnet. Medan magnet yang masih tersisa tadi, akan dinaikkan sesudah generator dioperasikan menggunakan bantuan AVR, Sampai pembangkit listrik membentuk besaran nilai tegangan listrik yg diinginkan.

Selain Generator menggunakan prinsip excitation SELF EXCITED GENERATORS, beberapa generator jua memiliki sistem Excitation dengan donasi PMG (Permanent Magnet Generators) atau diklaim menggunakan PMG-EXCITED GENERATORS.
Demikianlah sedikit penerangan mengenai prinsip kerja Generator atau Pembangkit listrik AC, atau yang biasa dianggap menggunakan Alternator (Alternating Current Generator).
Semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan yg bermanfaat bagi kita semua.
Mohon maaf bila terdapat kesalahan, mohon donasi koreksi dan masukannya.
CARA FLEXI
Dikutip berdasarkan berbagai asal

PRINSIP KERJA GENERATOR ATAU PEMBANGKIT LISTRIK ARUS BOLAK BALIK

Bagaimana prinsip kerja Generator atau (Genset) bisa membentuk listrik.
Mengenal prinsip kerja Generator AC pembangkit listrik generator AC atau Alternator (Alternating Current Generator), Atau yang biasa kita sebut dengan Genset (Generator Set)
Apa itu listrik?, Listrik merupakan suatu energi yg mempunyai dua jenis muatan yaitu muatan positif (proton) serta muatan negatif (elektron) yg sanggup mengalir melalui suatu penghantar ( konduktor ) dalam sebuah rangkaian.
Dan Energi ini mempunyai aneka macam kegunaan, seperti buat menyalakan bola lampu, buat menggerakkan motor listrik, menyalakan pendingin, televisi, dan lainnya.
Siapa penemu Listrik?
Michael Faraday penemu listrik
Listrik ditemukan pertama kali oleh Michael Faraday melalui teori dasar gaya mobilitas listrik (GGL).
Michael Faraday ( lahir 22 sept 1791, inggris) sangat berjasa dalam hal inovasi dasar- dasar listrik melalui Gaya Gerak Listrik (GGL).
Melalui pengembangan prinsip inilah kemajuan pembangkit energi listrik berkembang dan poly digunakan dalam zaman sekarang.
Listrik yg biasa kita kenal bisa dibagi sebagai dua jenis , yaitu :
1. Listrik DC (Direct current) atau arus searah
Listrik DC atau merupakan listrik yang mempunyai besaran dan arah arus yg permanen, dengan Polaritas Kutub positif serta negatif yg permanen (Tetap).
2. Listrik AC (Alternating Current) arus bolak pulang.
Listrik Arus bolak – pulang atau AC (Alternating Current) adalah listrik yang mempunyai besaran dan arah arus yg berubah – ubah.
Dengan nilai potensial tegangan yang naik turun sinkron menggunakan gelombang sinusoida yang terjadi.
Seberapa poly Proses naik serta turunnya nilai potensial tegangan dipengaruhi sang banyaknya gelombang yang terjadi atau dianggap menggunakan frekwensi.
Dan waktu yg diperlukan buat mencapai satu gelombang naik serta turunnya nilai tegangan dianggap dengan periode.
Apa itu frekwensi listrik arus bolak-pulang (AC)?
Frekwensi listrik Arus bolak - kembali (AC)
Umumnya banyaknya gelombang yang terjadi dalam satu dtk merupakan 50 atau 60 gelombang setiap satu dtk.
Hal ini biasa kita sebut dengan Frekwensi menggunakan nilai frekwensi yg umumnya dipakai merupakan 50 Hertz atau 60 hertz.
Karena proses naik turun nilai potensial tegangan ini sangat cepat, sehingga kita tidak dapat melihat proses tadi dengan kasat mata.
Berikut citra satu gelombang pada listrik arus bolak balik .

Bagaimana listrik arus bolak – balik (AC) terjadi?
Listrik Arus bolak – balik (AC) dihasilkan dari proses gerakan suatu penghantar yg memotong medan magnet, atau hal ini disebut dengan GGL (Gaya Gerak listrik).
Apa itu Gaya Gerak Listrik (GGL)?
Syarat-kondisi Gaya gerak listrik :
  1. Penghantar
  2. Medan magnet
  3. Gerakan penghantar memotong medan magnet

Proses terjadinya listrik :
Gerakan sebuah penghantar yang bergerak melintasi atau memotong medan magnet, akan membuat suatu tegangan atau nilai potensial di kedua ujung penghantar tersebut.
Listrik akan timbul pada ke 2 ujung penghantar waktu melewati atau memotong suatu medan magnet.
Besar kecilnya Tegangan listrik yang didapatkan akan berubah sinkron menggunakan cepat atau lambatnya gerakan penghantar memotong medan magnet.
Dan arah atau posisi muatan listrik positif dan negatif akan berubah sesuai menggunakan arah gerakan penghantar tersebut.
Oleh karenanya Listrik yg dihasilkan ini diklaim listrik menggunakan arus Bolak kembali atau listrik AC (Alternating Current) /tidak tetap.
Dari prinsip gaya gerak listrik (GGL) inilah, berkembang serta diciptakanlah Generator atau pembangkit listrik arus bolak kembali (AC).

Pembangkit listrik arus bolak kembali Atau AC (Alternating Current) 3 Phase.

Pembangkit listrik arus bolak balik Atau AC (Alternating Current) 3 Phase, Pembangkit ini menghasilkan Tegangan listrik menggunakan 3 jenis muatan listrik positif (tiga phase), sedangkan muatan Netral dihasilkan menurut hasil perbintangan gulungan utama ketiga phase tersebut.
Generator dan Alternator
  • Generator
Generator : Suatu alat yg memanfaatkan suatu asal tenaga mobilitas dan membarui tenaga gerak tadi menjadi sumber energi listrik dengan proses induksi magnetik.
  • Alternator
Alternator merupakan : singkatan dari Alternating Current Generator.
Yaitu suatu alat yang memanfaatkan tenaga gerak dan mengubahnya sebagai sumber tenaga listrik arus bolak-kembali atau Alternating Current (AC).
Prinsip dasar Alternator atau Alternating Current Generator
Seperti yang sebelumnya kita ketahui, bahwa listrik Arus bolak – balik / AC (alternating Current) dihasilkan berdasarkan gerakan suatu penghantar memotong medan magnet, Dari prinsip inilah pembangkit listrik dapat membuat listrik.
Bagian-bagian utama menurut Generator AC tiga phase:
  1. Main Field Stator (Gulungan utama dalam Stator)
  2. Main Field Rotor (Gulungan primer pada Rotor)
  3. Exciter Field Stator (Gulungan pembangkit Stator)
  4. Exciter Field Rotor (Gulungan pembangkit Rotor)
  5. Rotating Rectifier (Diode penyearah)
  6. AVR (Automatic Voltage Regulator)
Pembangkit listrik atau Generator listrik AC (Alternator) bisa membuat listrik dengan berpedoman pada prinsip dasar GGL (Gaya Gerak Listrik).


Prinsip dasar Gaya gerak istrik pada suatu generator listrik AC (Alternator):
A. Penghantar
Main field stator : gulungan utama yang masih ada dalam bagian stator (bagian yg tidak beranjak atau berputar) pada Alternator tersebut.
Main field stator ini berfungsi menjadi penghantar dalam prinsip GGL, serta akan bertugas buat menangkap (memotong) medan magnet dari Main field rotor, dan membuat keluaran listrik AC.
B. Medan Magnet
Main Field Rotor : Gulungan utama yg terdapat dalam bagian Rotor (bagian yg bergerak atau berputar) dalam alternator tadi.
Main field rotor berfungsi menjadi pembuat medan magnet dalam bagian kumparan rotor. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap logam yg dililit menggunakan penghantar serta dialiri arus listrik, induksi listrik tadi akan membarui logam yang dililitnya sebagai magnet.
Sehingga bagian logam dalam rotor alternator merupakan asal medan magnet primer yg akan ditangkap oleh Main field Stator (Penghantar).
C. Gerakan penghantar memotong medan magnet
Agar terjadi proses penghantar memotong medan magnet dan membuat listrik AC dalam penghantar, maka dibutuhkan suatu gerakan.
Pada Generator listrik AC (Alternator), harus dihubungkan dengan asal tenaga gerak, sumber tenaga gerak yang biasa digunakan pada Alternator, antara lain :
  • Mesin diesel, Generator AC (Alternator) yg digerakkan dengan Mesin diesel, biasa kita sebut dengan Genset (generator Set)
  • Tenaga uap atau Turbin, Generator AC (Alternator) yg digerakkan menggunakan tenaga uap (Turbin) biasa kita sebut menggunakan Turbin generator.
  • Tenaga air atau biasa disebut menggunakan PLTA (Pembangkit listrik energi Air)
  • Tenaga Nuklir, Tenaga gas, energi angin, dan berbagai tenaga penggerak lainnya.

Tenaga gerak ini akan memutar bagian Rotor yg yg sebagai bagian medan magnet primer, dampak perputaran rotor ini, mengakibatkan terjadinya proses medan magnet memotong penghantar atau sama dengan proses penghantar memotong medan magnet.
Dalam hal ini, medan magnet merupakan Main field rotor, penghantar adalah Main field Stator, dan asal tenaga mobilitas mengakibatkan terjadinya proses perpotongan medan magnet oleh penghantar.
Dan sesuai dengan prinsip GGL (Gaya Gerak Listrik) , proses ini akan membuat tenaga listrik pada main field stator.
Lalu bagaimana Main field Rotor dapat menjadi magnet ?
D. Proses Excitation (Excitor)
Untuk berakibat Main field rotor menghasilkan medan magnet, dibutuhkan sumber listrik pembangkit. Sebagai pembangkit atau sumber listrik bantu untuk membarui Main field Rotor sebagai medan magnet utama pada Alternator merupakan gulungan Exciter (pembangkit).
Exciter merupakan penghasil Listrik yang dialirkan ke Main field Rotor (Gulungan Utama dalam Rotor).

Fungsi Exciter pada generator AC 3 Phase
Exciter adalah gulungan bantu dalam generator yang berfungsi buat menyupplai atau membentuk tegangan listrik untuk dialirkan ke Gulungan Rotor primer dalam generator agar Gulungan Rotor bisa mengganti listrik tadi sebagai medan Magnet primer.
Exciter membuat listrik arus bolak-balik (AC) , Lalu disearahkan atau diubah sebagai listrik DC (Arus searah) sang Dioda penyearah yang disebut Rotating rectifier sebelum dialirkan ke gulungan rotor primer.
Fungsi Exciter dalam generator AC 3 Phase
Exciter dalam Generator listrik AC tiga Phase terdiri dari dua bagian utama ,yaitu :
Exciter Field Stator atau gulungan Exciter yg masih ada pada bagian stator (Bagian yang tidak berkecimpung) pada Alternator atau Generator tersebut. Exciter Stator berfungsi menjadi penghasil medan magnet.
Exciter Field Rotor atau gulungan Exciter yg masih ada di bagian Rotor (Shaft / poros yang berputar) pada generator tersebut. Exciter Rotor berfungsi buat mengganti medan magnet dari Exciter Stator menjadi Listrik pada bentuk AC (Alternating Current).
Lalu disearahkan dengan bantuan dioda dalam rotating rectifier, listrik DC (Searah) kemudian dialirkan ke Gulungan Rotor Utama, sebagai akibatnya Rotor membuat Medan Magnet Utama yang kuat.
Exciter berfungsi buat menyupplai atau mengirimkan tegangan Prinsip kerja Exciter bisa menghasilkan listrik pembangkit sama halnya dengan prinsip GGL (Gaya Gerak Listrik) yaitu gerakan suatu penghantar memotong medan magnet.

Exciter pada suatu alternator terdiri dari dua jenis gulungan, yaitu:
1. Exciter field Stator (Medan magnet)
Gulungan Exciter dalam stator (bagian yang tidak beranjak atau berputar), umumnya terpasang pada bagian belakang dalam alternator, dengan ukuran gulungan yg lebih mini . Exciter stator merupakan gulungan yang berperan menjadi produsen medan magnet dalam prinsip GGL dan berfungsi sebagai penghasil medan magnet yg akan ditangkap sang bagian Exciter rotor.
2. Exciter Rotor (Penghantar)
Gulungan Exciter dalam Rotor (bagian yg berkiprah atau berputar), umumnya terpasang dalam bagian belakang rotor. Dengan ukuran yg lebih mini . Exciter Rotor adalah gulungan yang berperan sebagai penghantar dalam prinsip GGL, dan akan menangkap atau memotong medan magnet yang didapatkan menurut Exciter Stator.
E. Proses penghantar memotong medan magnet
Saat asal tenaga mobilitas memutar rotor, Gulungan Exciter Rotor juga akan berputar serta akan terjadi proses Penghantar (dalam hal ini Exciter Field Rotor) memotong medan magnet (pada hal ini Exciter Field Stator), dan akan menghasilkan listrik dalam ujung gulungan Exciter Field Rotor tersebut.
Exciter Field rotor akan membuat listrik Arus bolak balik (AC) 3 phase. Yang akan digunakan buat membarui gulungan utama pada rotor (Main Field Rotor) menjadi medan magnet Utama.
F. Rotating Rectifier
Rotating Rectifier merupakan galat satu bagian krusial yg masih ada dalam suatu Alternator atau pembangkit listrik arus bolak kembali (AC).
Untuk membentuk medan magnet yang relatif besar pada Main Field Rotor, diharapkan sumber listrik, serta asal listrik yg baik buat menghasilkan medan magnet yang stabil serta bertenaga adalah listrik DC (Arus searah).
Oleh karenanya dalam Alternator dilengkapi dengan Rotating rectifier yg berfungsi buat mengganti listrik Arus bolak – balik (AC) yg dihasilkan Exciter Rotor sebagai Listrik DC (Arus searah). Dengan memakai dioda – dioda penyearah.
Rotating Rectifier (Penyearah / penyesuai arus listrik yang ikut berputar beserta menggunakan rotor).
terpasang pada bagian Rotor serta ikut berputar, oleh lantaran itulah dianggap menggunakan nama Rotating (berputar).
Lalu bagaimana exciter Stator dapat menjadi magnet?
Seperti yg sebelumnya kita ketahui, diperlukan asal listrik buat menghasilkan medan magnet, dalam Exciter Field Stator juga dibutuhkan asal listrik, sumber listrik yg diterima Exciter Field stator merupakan dari dari AVR (Automatic Voltage Regulator).
Namun saat pertama kali suatu generator akan dioperasikan, belum memiliki sumber listrik pembangkit excitor, sang karena itu umumnya gulungan Exciter stator perlu disupplai asal listrik external, misalnya dari baterai 12 V. Setelah Generator beroperasi menggunakan normal dan berkelanjutan, Gulungan Exciter Stator akan tetap menyimpan sedikit medan magnet. Selanjutnya setiap pengoperasian generator, medan magnet yg masih tersisa / tersimpan pada gulungan Exciter Stator akan dipakai menjadi asal penguat pertama, serta nilai tegangannya akan meningkat seiring dengan proses penguatan Excitation yg diatur oleh AVR.
Prinsip Excitation ini biasa dianggap dengan SELF EXCITED GENERATORS.
G. AVR
AVRatau Automatic Voltage Regulator : Suatu alat yg terpasang pada Generator AC (Alternator) dan mempunyai fungsi secara terus menerus menjaga besaran output Voltage (tegangan listrik yg dihasilkan) supaya permanen stabil sesuai menggunakan besaran tegangan atau Voltage yg diinginkan.
Dengan prinsip kerja menerima tegangan listrik yg didapatkan berdasarkan gulungan utama (Main field Stator) serta dijadikan menjadi sensor keadaan tegangan sebenarnya, serta mengirimkan tegangan listrik ke Exciter.
Besar kecilnya tegangan yg dikirimkan ke Exciter tergantung berdasarkan besar kecilnya tegangan yang disensornya dari Output Voltage (tegangan keluar) berdasarkan gulungan primer (Main Field stator).
Dan asal listrik yang dikirimkan ke Exciter dari dari Output Voltage (Tegangan keluaran) gulungan utama. Ini jua alasan mengapa disebut dengan "SELF EXCITED GENERATORS"
Kesimpulan :
  • Pada generator AC (Alternator), listrik dihasilkan berdasarkan gulungan primer stator (Main Field Stator)
  • Main Field Stator (Gulungan utama) menghasilkan listrik dari perpotongan medan magnet, dan medan magnet utama didapatkan berdasarkan Main Field Rotor.
  • Main field Rotor dapat membentuk medan magnet lantaran diberi asal listrik dari Exciter Rotor. Dan listrik yang didapatkan sebelumnya dirubah sebagai arus searah melalu Rotating Rectifier.
  • Excitor field Rotor membentuk listrik sebagai pembangkit medan magnet primer, karena gerakan perpotongan medan magnet yg didapatkan berdasarkan Exciter Field Stator.
  • Exciter Field Stator bisa menghasilkan medan magnet lantaran menerima supplai listrik menurut AVR, dan AVR mendapatkan supplai listrik dari gulungan primer (Main Field Stator)
  • Saat pertama kali dioperasikan, Exciter Field Stator belum mempunyai medan magnet, karenanya AVR pula belum mendapatkan sumber listrik menurut Gulungan primer.

Maka umumnya wajib di supplai menurut asal listrik eksternal untuk membentuk medan magnet dalam Exciter Field stator.
Dan sehabis itu, Exciter Field stator akan menyimpan sedikit medan magnet. Medan magnet yang masih tersisa tersebut, akan dinaikkan setelah generator dioperasikan dengan donasi AVR, Sampai pembangkit listrik menghasilkan besaran nilai tegangan listrik yg diinginkan.

Selain Generator menggunakan prinsip excitation SELF EXCITED GENERATORS, beberapa generator pula memiliki sistem Excitation menggunakan donasi PMG (Permanent Magnet Generators) atau disebut dengan PMG-EXCITED GENERATORS.
Demikianlah sedikit penerangan mengenai prinsip kerja Generator atau Pembangkit listrik AC, atau yang biasa dianggap dengan Alternator (Alternating Current Generator).
Semoga bisa memberikan tambahan pengetahuan yang berguna bagi kita semua.
Mohon maaf apabila terdapat kesalahan, mohon bantuan koreksi dan masukannya.
CARA FLEXI
Dikutip menurut aneka macam asal