PENYEBAB LISTRIK DI RUMAH NAIK TURUN TIDAK STABIL DAN SOLUSINYA

Apa sebenarnya yg menyebabkan Listrik dirumah tidak stabil (Naik Turun), serta bagaimana cara memperbaikinya?
Penyebab Listrik pada tempat tinggal Naik Turun dan cara mengatasinya
Salah satu Masalah Listrik pada tempat tinggal yang tak jarang kita alami merupakan Tegangan listriknya tidak stabil atau Naik turun, Tegangan Listrik yang tidak stabil (Naik Turun) akan menyebabkan berbagai kerugian serta kerusakan dalam peralatan listrik yg kita pakai.
Saat Lampu pada rumah tiba-tiba redup, serta lalu terperinci balik , ini menandakan adanya gangguan yang mengakibatkan tegangan listrik kerumah kita menjadi tidak stabil (Naik turun).
Tegangan Listrik nir Stabil atau Naik Turun, terdapat yang terjadi dalam semua instalasi listrik di tempat tinggal , dan ada juga yg terjadi hanya dalam salah satu bagian alat-alat listrik saja.
Lalu, apa saja penyebab listrik pada tempat tinggal kita jadi tidak stabil atau Naik Turun?

Beberapa Penyebab Listrik di rumah Naik Turun, dan cara mengatasinya


Ada beberapa penyebab terjadinya Listrik di rumah Naik turun,antara lain:
Terjadi Gangguan pada jaringan listrik PLN
Jika Tegangan Listrik tidak Stabil (naik turun) dialami pada seluruh Instalasi Listrik yang terdapat pada rumah, ini mampu disebabkan lantaran adanya gangguan dalam jaringan asal listrik PLN.
Misalnya:
Adanya Gangguan dalam Kabel-kabel, Longgar, kabel terkena benda lain (Bocor), Beban melebihi kemampuan pembangkit (Genset) yang ada, serta lainnya.
Jika hal ini terjadi, tentu perbaikannya hanya mampu dilakukan oleh Pihak PLN sendiri, kita relatif melapor serta menunggu sampai pemugaran dilakukan.
Selain itu, buat mengantisipasi Hal ini terjadi, serta buat mencegah terjadinya Tegangan Listrik di rumah kita tidak stabil (Naik turun), maka kita bisa menambahkan alat Penstabil Tegangan (Stabilizer Voltage) di Sumber primer Instalasi Listrik di rumah kita.
Terjadi Gangguan pada Instalasi Listrik di rumah
Tegangan Listrik nir stabil (Naik Turun) dapat pula ditimbulkan karena adanya gangguan pada instalasi Listrik di rumah kita sendiri.
Misalnya:
Kabel yang terpasang dalam MCB Utama Longgar/kendur, sehingga Aliran listrik menjadi nir maksimal , serta jika ini terjadi maka Tegangan dalam seluruh instalasi Listrik dirumah sebagai nir stabil.
Solusinya: periksa MCB serta kabel-kabelnya, Jika terlihat kendur, Gosong, berpijar, atau suhu nir normal, segera perbaiki atau Ganti MCB menggunakan yang baru.
Selain itu, apabila Tegangan Listrik tidak stabil (Naik Turun), pada salah satu atau sebagian alat-alat listrik, kemungkinan penyebabnya, antara lain:
Kabel dalam terminal Saklar, Fiting, Stop hubungan, Steker dalam keadaan kendur/longgar, berpijar, Short atau Bocor (terkelupas dan menyentuh benda lain), gosong, suhu panas dan sebagainya.
Solusinya: periksa peralatan listrik yang terdapat, serta segera perbaiki apabila terdapat kondisi tidak normal tersebut diatas.
Demikianlah beberapa penyebab terjadinya tegangan listrik naik turun (tidak stabil) dalam instalasi listrik di rumah kita, serta bagaimana cara mengatasinya.
Ingat: Jika anda merasa kurang yakin menggunakan kemampuan serta pengetahuan anda tentang Listrik, sebaiknya Minta bantuan Teknisi listrik yang sudah berpengalaman untuk melakukan pemugaran Listrik tersebut.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

PENYEBAB LISTRIK DI RUMAH NAIK TURUN TIDAK STABIL DAN SOLUSINYA

Apa sebenarnya yang menyebabkan Listrik dirumah nir stabil (Naik Turun), dan bagaimana cara memperbaikinya?
Penyebab Listrik di rumah Naik Turun dan cara mengatasinya
Salah satu Masalah Listrik di tempat tinggal yg seringkali kita alami adalah Tegangan listriknya nir stabil atau Naik turun, Tegangan Listrik yg tidak stabil (Naik Turun) akan mengakibatkan berbagai kerugian serta kerusakan pada alat-alat listrik yang kita gunakan.
Saat Lampu di tempat tinggal datang-datang redup, serta lalu terperinci pulang, ini menandakan adanya gangguan yang mengakibatkan tegangan listrik kerumah kita sebagai tidak stabil (Naik turun).
Tegangan Listrik nir Stabil atau Naik Turun, ada yang terjadi dalam semua instalasi listrik pada tempat tinggal , dan ada pula yg terjadi hanya pada galat satu bagian alat-alat listrik saja.
Lalu, apa saja penyebab listrik di rumah kita jadi tidak stabil atau Naik Turun?

Beberapa Penyebab Listrik di tempat tinggal Naik Turun, serta cara mengatasinya


Ada beberapa penyebab terjadinya Listrik pada tempat tinggal Naik turun,diantaranya:
Terjadi Gangguan pada jaringan listrik PLN
Jika Tegangan Listrik tidak Stabil (naik turun) dialami pada semua Instalasi Listrik yg terdapat pada tempat tinggal , ini bisa disebabkan karena adanya gangguan dalam jaringan asal listrik PLN.
Misalnya:
Adanya Gangguan pada Kabel-kabel, Longgar, kabel terkena benda lain (Bocor), Beban melebihi kemampuan pembangkit (Genset) yang terdapat, serta lainnya.
Jika hal ini terjadi, tentu perbaikannya hanya bisa dilakukan oleh Pihak PLN sendiri, kita relatif melapor dan menunggu sampai pemugaran dilakukan.
Selain itu, buat mengantisipasi Hal ini terjadi, serta buat mencegah terjadinya Tegangan Listrik di rumah kita nir stabil (Naik turun), maka kita bisa menambahkan alat Penstabil Tegangan (Stabilizer Voltage) pada Sumber primer Instalasi Listrik di rumah kita.
Terjadi Gangguan pada Instalasi Listrik pada rumah
Tegangan Listrik tidak stabil (Naik Turun) bisa juga disebabkan karena adanya gangguan pada instalasi Listrik pada rumah kita sendiri.
Misalnya:
Kabel yang terpasang dalam MCB Utama Longgar/kendur, sebagai akibatnya Aliran listrik menjadi nir maksimal , serta jika ini terjadi maka Tegangan dalam semua instalasi Listrik dirumah menjadi tidak stabil.
Solusinya: periksa MCB serta kabel-kabelnya, Jika terlihat kendur, Gosong, berpijar, atau suhu nir normal, segera perbaiki atau Ganti MCB menggunakan yang baru.
Selain itu, bila Tegangan Listrik nir stabil (Naik Turun), dalam salah satu atau sebagian alat-alat listrik, kemungkinan penyebabnya, diantaranya:
Kabel dalam terminal Saklar, Fiting, Stop hubungan, Steker dalam keadaan kendur/longgar, berpijar, Short atau Bocor (terkelupas dan menyentuh benda lain), gosong, suhu panas serta sebagainya.
Solusinya: periksa peralatan listrik yang terdapat, serta segera perbaiki bila terdapat kondisi tidak normal tersebut diatas.
Demikianlah beberapa penyebab terjadinya tegangan listrik naik turun (nir stabil) dalam instalasi listrik di tempat tinggal kita, serta bagaimana cara mengatasinya.
Ingat: Jika anda merasa kurang yakin dengan kemampuan serta pengetahuan anda mengenai Listrik, sebaiknya Minta donasi Teknisi listrik yang sudah berpengalaman untuk melakukan perbaikan Listrik tadi.
Semoga berguna!
CARA FLEXI

PENYEBAB LAMPU DI RUMAH SERING PUTUS DAN CARA MENGATASINYA

Masalah lampu dirumah acapkali putus disebabkan oleh berbagai faktor, seperti Tegangan listrik tidak stabil, Kabel longgar, Fiting lampu longgar, Lampu kurang mengagumkan, dan aneka macam penyebab lainnya.
Mungkin sebagian menurut anda pernah atau bahkan ketika ini sedang mengalami kasus lampu di rumah tak jarang putus, apakah itu lampu kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu atau lampu ruangan lainnya, atau mungkin semua lampu dirumah anda acapkali putus.
Pastinya hal ini sangat menciptakan anda jengkel serta mengakibatkan pengeluaran porto membeli lampu menjadi lebih boros.
Padahal semestinya bila dilihat berdasarkan spesifikasi life time (lama pemakaian) banyak sekali lampu yg kita pakai, ada yang mencapai 8000 jam, 10000 jam, serta bahkan terdapat yg bisa mencapai 15000 jam.
Tentunya bila melihat dari spesifikasi usang pemakaian lampu tersebut, apabila 8000jam serta lampu dinyalakan selama 10 jam perhari, maka umur lampu tadi sanggup mencapai 800 hari atau hampir 3 tahunan.
Namun mengapa hanya dalam beberapa hari saja terdapat lampu di tempat tinggal kita yang sudah putus?
Apakah spesifikasi umur lampu yg tertulis tersebut hanya janji anggun pembuat lampu semata?
Lalu, kenapa sebagian lampu lainnya dengan merek serta spesifikasi yang sama, bisa terus menyala sampai bertahun-tahun?
Masalah lampu di rumah acapkali putus ini terjadi lantaran beberapa penyebab, tak hanya kualitas menurut lampu yg kita pakai, tetapi ada beberapa penyebab lainnya yang seringkali mengakibatkan lampu pada tempat tinggal tak jarang putus.
Baca jua: Cara Memasang Fiting Lampu, saklar, Stopkontak, MCB
Untuk itu, dalam kesempatan kali ini kita akan coba menjelaskan beberapa penyebab lampu dirumah sering putus, dan bagaimana penyelesaiannya.
Sebelum memilih penyebab dan solusi berdasarkan perkara lampu dirumah acapkali putus, kita harus memastikan terlebih dahulu apakah lampu dirumah seringkali putus terjadi pada seluruh lampu yang terdapat pada tempat tinggal kita, atau hanya terjadi dalam sebagian atau salah satu lampu saja?

Berbagai Penyebab Lampu dirumah tak jarang Putus, dan solusinya


Jika perkara Lampu dirumah seringkali putus ini terjadi pada semua lampu pada rumah kita, hal ini bisa dipastikan bahwa penyebabnya merupakan Tegangan listrik yang masuk kerumah kita tidak stabil.
Tegangan listrik di tempat tinggal tidak Stabil
Tegangan listrik dirumah nir stabil, diantaranya:
  • Tegangan listrik terlalu rendah (Drop melebihi 10% berdasarkan tegangan normal)
  • Tegangan listrik terlalu tinggi (Over melebihi 10% dari tegangan normal)

Tegangan listrik dirumah yg terlalu rendah, atau terjadinya drop tegangan yg mencapai lebih menurut 10% berdasarkan tegangan normal dapat menyebabkan Lampu seringkali putus, dan bahkan banyak sekali peralatan listrik juga elektronika di rumah kita akan tak jarang mengalami kerusakan.
Perhitungan tegangan drop adalah maksimal 10% menurut tegangan normal, jika tegangan normal adalah 220Volt, maka minimal tegangan yg masih dalam toleransi adalah 198Volt, bila kurang dari 198Volt maka akan menyebabkan gangguan serta kerusakan pada alat listrik termasuk lampu acapkali putus.
Begitu jua jika tegangan listrik dirumah kita terlalu tinggi, melebihi 10% berdasarkan akbar tegangan normal, perhitungannya adalah 220Volt + 22Volt = 242 Volt.
Jika tegangan listrik dirumah kita melebihi 242Volt, maka akan mengakibatkan gangguan serta kerusakan dalam alat listrik termasuk lampu acapkali putus.
Solusinya:
Jika tegangan listrik dirumah acapkali naik-turun atau nir stabil, usahakan pakai Alat pengatur tegangan otomatis atau Stabilizer tegangan (Stavol) buat menjaga supaya tegangan listrik dirumah kita permanen stabil atau normal.
Jika masalah lampu dirumah seringkali putus terjadi hanya dalam galat satu lampu di rumah, masalah ini terjadi lantaran beberapa penyebab, diantaranya:
Fiting Lampu rusak
Salah satu penyebab yg paling tak jarang dan mengakibatkan salah satu lampu dirumah acapkali putus merupakan Fiting lampu tadi sudah rusak.
Fiting lampu yang rusak misalnya longgar, terminal fiting berkarat, dan lainnya akan menyebabkan Lampu nir terpasang menggunakan baik dalam fiting lampu tadi, dan hal ini akan mengakibatkan Lampu sering putus.
Solusinya:
Periksa Fiting lampu, serta bila terlihat rusak maka segera Ganti fiting lampu menggunakan yang baru dan pastikan Fiting lampu yang dipakai berkualitas indah dan terminalnya berbahan kuningan.
Fiting lampu masuk air
Penyebab lampu seringkali putus lainnya merupakan fiting lampu terkena air atau masuk air, masuknya air ke pada fiting lampu terjadi lantaran lokasi pemasangan yang tidak sempurna.
Sebagai contoh: Saat kita memasang fiting lampu dalam plafon yang berbahan beton, kadang lubang kabel pada beton tersebut tidak tertutup sehingga mengakibatkan waktu turun hujan, air masuk melalui lubang kabel dan mengalir masuk kedalam fiting, Atau masuknya air kedalam fiting dapat juga ditimbulkan adanya kebocoran pada atap rumah serta mengakibatkan air masuk menuju fiting lampu.
Solusinya:
Periksa kondisi loka pemasangan Lampu, apabila terlihat ada celah masuknya air, atau terdapat atap yang bocor serta mengakibatkan air masuk ke fiting saat hujan, maka segera perbaiki kebocoran tersebut.
Atau pindahkan lokasi pemasangan lampu dalam loka yang benar-benar kering serta nir terdapat kemungkinan air masuk ke fiting lampu.
Kabel longgar
Selain fiting lampu yg rusak, Kabel pada fiting longgar pula dapat menyebabkan Lampu dirumah acapkali putus.
Selain kabel dalam fiting, kabel yang longgar pada saklar serta kabel instalasi lainnya yg menuju ke lampu tadi bisa menyebabkan Lampu acapkali putus.
Selain itu Kabel longgar lama kelamaan akan mengakibatkan fiting rusak, terjadi percikan barah serta kerusakan lainnya.
Baca jua: Berbagai penyebab timbulnya percikan api pada listrik dirumah
Solusinya:
Periksa kabel-kabel yg terpasang pada fiting, saklar dan kabel-kabel lainnya yang menuju pada lampu tadi, pastikan terpasang menggunakan baik, nir longgar serta pastikan kondisi sambungan-sambungan kabel terpasang dengan baik.
Kualitas lampu kurang bagus
Penyebab lampu tak jarang putus selanjutnya, adalah lantaran Lampu yang dipakai memiliki kualitas yg kurang bagus, dan tentunya umur lampu tadi akan lebih pendek.
Solusinya:
Sebaiknya selalu menggunakan Lampu yang berkualitas bagus, berstandar SNI, dan umumnya dari harga lampu bisa diketahui kualitasnya, semakin mahal umumnya semakin bagus, serta gunakan Lampu menggunakan merek yang sudah terpercaya.
Tips menentukan Lampu penerangan yg bagus
Terlalu Sering dinyala-Padamkan
Lampu yg terlalu sering dinyalakan dan dipadamkan, pula bisa menyebabkan lampu sering putus.
Hal ini umumnya terjadi dalam galat satu ruangan pada tempat tinggal misalnya kamar mandi, halaman belakang, gudang atau lainnya, Saat ada keperluan pada ruangan tersebut maka lampu dinyalakan kemudian selesainya terselesaikan lampu dipadamkan dengan tujuan agar ekonomis listrik.
Cara mengurangi tagihan listrik
Jika hal ini terlalu sering terjadi dalam saat yg relatif singkat, maka bisa mengakibatkan lampu diruangan tersebut tak jarang putus.
Solusinya:
Jangan terlalu sering Lampu dinyala-padamkan, Lebih baik lampu tersebut permanen dinyalakan jika benar-benar diperlukan, atau gunakan lampu menggunakan watt yang kecil saja buat ruangan yg nir terlalu seringkali digunakan, agar lampu permanen menyala serta Hemat listrik.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

PENYEBAB LAMPU DI RUMAH SERING PUTUS DAN CARA MENGATASINYA

Masalah lampu dirumah seringkali putus ditimbulkan sang berbagai faktor, misalnya Tegangan listrik tidak stabil, Kabel longgar, Fiting lampu longgar, Lampu kurang bagus, serta berbagai penyebab lainnya.
Mungkin sebagian berdasarkan anda pernah atau bahkan waktu ini sedang mengalami perkara lampu di rumah seringkali putus, apakah itu lampu kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu atau lampu ruangan lainnya, atau mungkin seluruh lampu dirumah anda seringkali putus.
Pastinya hal ini sangat menciptakan anda jengkel dan mengakibatkan pengeluaran biaya membeli lampu menjadi lebih boros.
Padahal semestinya jika dipandang dari spesifikasi life time (usang pemakaian) banyak sekali lampu yg kita gunakan, ada yang mencapai 8000 jam, 10000 jam, serta bahkan terdapat yang mampu mencapai 15000 jam.
Tentunya apabila melihat berdasarkan spesifikasi lama pemakaian lampu tadi, bila 8000jam dan lampu dinyalakan selama 10 jam perhari, maka umur lampu tadi bisa mencapai 800 hari atau hampir 3 tahunan.
Namun mengapa hanya pada beberapa hari saja ada lampu di tempat tinggal kita yang telah putus?
Apakah spesifikasi umur lampu yang tertulis tersebut hanya janji anggun produsen lampu semata?
Lalu, kenapa sebagian lampu lainnya menggunakan merek serta spesifikasi yg sama, dapat terus menyala hingga bertahun-tahun?
Masalah lampu pada tempat tinggal seringkali putus ini terjadi karena beberapa penyebab, tidak hanya kualitas menurut lampu yang kita pakai, tetapi ada beberapa penyebab lainnya yang sering menyebabkan lampu pada rumah seringkali putus.
Baca jua: Cara Memasang Fiting Lampu, saklar, Stopkontak, MCB
Untuk itu, dalam kesempatan kali ini kita akan coba menjelaskan beberapa penyebab lampu dirumah sering putus, dan bagaimana penyelesaiannya.
Sebelum menentukan penyebab serta solusi menurut masalah lampu dirumah tak jarang putus, kita wajib memastikan terlebih dahulu apakah lampu dirumah tak jarang putus terjadi dalam seluruh lampu yang ada di rumah kita, atau hanya terjadi dalam sebagian atau keliru satu lampu saja?

Berbagai Penyebab Lampu dirumah acapkali Putus, serta solusinya


Jika perkara Lampu dirumah sering putus ini terjadi dalam seluruh lampu di rumah kita, hal ini dapat dipastikan bahwa penyebabnya adalah Tegangan listrik yg masuk kerumah kita tidak stabil.
Tegangan listrik di rumah nir Stabil
Tegangan listrik dirumah tidak stabil, antara lain:
  • Tegangan listrik terlalu rendah (Drop melebihi 10% dari tegangan normal)
  • Tegangan listrik terlalu tinggi (Over melebihi 10% menurut tegangan normal)

Tegangan listrik dirumah yg terlalu rendah, atau terjadinya drop tegangan yang mencapai lebih menurut 10% menurut tegangan normal bisa menyebabkan Lampu tak jarang putus, serta bahkan banyak sekali peralatan listrik juga elektronik di tempat tinggal kita akan sering mengalami kerusakan.
Perhitungan tegangan drop adalah aporisma 10% menurut tegangan normal, jika tegangan normal adalah 220Volt, maka minimal tegangan yg masih dalam toleransi merupakan 198Volt, bila kurang dari 198Volt maka akan mengakibatkan gangguan serta kerusakan dalam alat listrik termasuk lampu sering putus.
Begitu jua bila tegangan listrik dirumah kita terlalu tinggi, melebihi 10% menurut besar tegangan normal, perhitungannya adalah 220Volt + 22Volt = 242 Volt.
Jika tegangan listrik dirumah kita melebihi 242Volt, maka akan menyebabkan gangguan dan kerusakan dalam indera listrik termasuk lampu tak jarang putus.
Solusinya:
Jika tegangan listrik dirumah acapkali naik-turun atau nir stabil, sebaiknya pakai Alat pengatur tegangan otomatis atau Stabilizer tegangan (Stavol) buat menjaga supaya tegangan listrik dirumah kita permanen stabil atau normal.
Jika perkara lampu dirumah sering putus terjadi hanya pada galat satu lampu pada rumah, masalah ini terjadi lantaran beberapa penyebab, antara lain:
Fiting Lampu rusak
Salah satu penyebab yang paling seringkali serta menyebabkan salah satu lampu dirumah seringkali putus merupakan Fiting lampu tersebut sudah rusak.
Fiting lampu yg rusak misalnya longgar, terminal fiting berkarat, dan lainnya akan mengakibatkan Lampu nir terpasang menggunakan baik pada fiting lampu tersebut, dan hal ini akan menyebabkan Lampu sering putus.
Solusinya:
Periksa Fiting lampu, serta jika terlihat rusak maka segera Ganti fiting lampu menggunakan yg baru serta pastikan Fiting lampu yang digunakan berkualitas cantik dan terminalnya berbahan kuningan.
Fiting lampu masuk air
Penyebab lampu seringkali putus lainnya adalah fiting lampu terkena air atau masuk air, masuknya air ke pada fiting lampu terjadi karena lokasi pemasangan yg tidak sempurna.
Sebagai contoh: Saat kita memasang fiting lampu pada plafon yang berbahan beton, kadang lubang kabel dalam beton tadi nir tertutup sehingga menyebabkan ketika turun hujan, air masuk melalui lubang kabel serta mengalir masuk kedalam fiting, Atau masuknya air kedalam fiting dapat jua ditimbulkan adanya kebocoran dalam atap tempat tinggal dan mengakibatkan air masuk menuju fiting lampu.
Solusinya:
Periksa syarat loka pemasangan Lampu, bila terlihat terdapat celah masuknya air, atau ada atap yang bocor dan mengakibatkan air masuk ke fiting saat hujan, maka segera perbaiki kebocoran tadi.
Atau pindahkan lokasi pemasangan lampu dalam loka yang sahih-benar kering dan tidak ada kemungkinan air masuk ke fiting lampu.
Kabel longgar
Selain fiting lampu yang rusak, Kabel dalam fiting longgar pula bisa mengakibatkan Lampu dirumah acapkali putus.
Selain kabel dalam fiting, kabel yang longgar dalam saklar serta kabel instalasi lainnya yg menuju ke lampu tadi dapat mengakibatkan Lampu sering putus.
Selain itu Kabel longgar lama kelamaan akan menyebabkan fiting rusak, terjadi percikan api serta kerusakan lainnya.
Baca jua: Berbagai penyebab timbulnya percikan api dalam listrik dirumah
Solusinya:
Periksa kabel-kabel yang terpasang dalam fiting, saklar dan kabel-kabel lainnya yg menuju dalam lampu tadi, pastikan terpasang menggunakan baik, nir longgar dan pastikan kondisi sambungan-sambungan kabel terpasang dengan baik.
Kualitas lampu kurang bagus
Penyebab lampu seringkali putus selanjutnya, adalah lantaran Lampu yang digunakan memiliki kualitas yg kurang mengagumkan, dan tentunya umur lampu tersebut akan lebih pendek.
Solusinya:
Sebaiknya selalu memakai Lampu yang berkualitas bagus, berstandar SNI, dan biasanya menurut harga lampu bisa diketahui kualitasnya, semakin mahal biasanya semakin mengagumkan, dan pakai Lampu menggunakan merek yg sudah terpercaya.
Tips memilih Lampu penjelasan yang bagus
Terlalu Sering dinyala-Padamkan
Lampu yg terlalu sering dinyalakan serta dipadamkan, pula bisa mengakibatkan lampu seringkali putus.
Hal ini umumnya terjadi pada keliru satu ruangan pada tempat tinggal misalnya kamar mandi, laman belakang, gudang atau lainnya, Saat terdapat keperluan di ruangan tersebut maka lampu dinyalakan lalu sehabis terselesaikan lampu dipadamkan dengan tujuan supaya hemat listrik.
Cara mengurangi tagihan listrik
Jika hal ini terlalu tak jarang terjadi pada waktu yg relatif singkat, maka dapat mengakibatkan lampu diruangan tersebut tak jarang putus.
Solusinya:
Jangan terlalu tak jarang Lampu dinyala-padamkan, Lebih baik lampu tadi permanen dinyalakan bila sahih-sahih diharapkan, atau pakai lampu dengan watt yg mini saja buat ruangan yg nir terlalu seringkali dipakai, agar lampu tetap menyala serta Hemat listrik.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

PENGATURAN ATAU SETTINGAN APA SAJA YANG TERDAPAT PADA AVR GENSET

Beberapa fungsi pengaturan kontrol yang terdapat pada AVR generator.
Seperti yang sama-sama kita ketahui, bahwa listrik yang banyak digunakan baik buat pemakaian di rumah atau untuk industri merupakan jenis listrik arus bolak-kembali atau listrik AC.
Listrik AC atau arus bolak-balik pada umumnya didapatkan menurut sebuah indera pembangkit listrik atau Generator AC yang biasa atau tak jarang kita sebut dengan Genset.
Genset sebenarnya adalah singkatan menurut Generator Set.
Generator Set maksudnya adalah sebuah indera yg bisa membentuk listrik lengkap menggunakan indera atau mesin penggeraknya.
Baca pula: Beberapa Penyebab kerusakan dalam AVR dan cara mencegahnya
Sebenarnya buat mengungkapkan suatu indera yang bisa mengganti energi mobilitas atau tenaga putar menjadi energi listrik AC (arus bolak-pulang) disebut dengan Generator.
Dan Generator yg membuat listrik AC (Alternating Current) disebut menggunakan Alternator.
Alternator adalah singkatan dari Alternating Current Generator.
Generator bisa membentuk energi listrik, dengan memanfaatkan tenaga gerak menurut asal penggerak. Prinsip kerja Pembangkit listrik / Genset
Sumber penggerak dalam sebuah Generator listrik bisa berupa Mesin diesel, Turbin uap, energi kincir Angin, tenaga Air, Tenaga gas, serta lainnya.
Namun, pada dasarnya listrik yang dihasilkan berdasarkan sebuah generator listrik AC, mempunyai tegangan listrik yg naik turun (Tidak stabil).
Besar tegangan listrik yg didapatkan sebuah generator bisa berubah-ubah (nir stabil), dan ini ditimbulkan sang beberapa faktor, antara lain :
Penyebab tegangan listrik genset naik-turun
Penyebab Tegangan Genset Naik-turun dan solusinya
  • Kecepatan putaran (Rpm) dari mesin penggerak yg tidak tetap
Umumnya penggerak suatu pembangkit listrik atau Generator memiliki kecepatan putar atau Rpm sebanyak 1500 Rpm.
Pada saat kecepatan putaran konstan / stabil yaitu 1500 Rpm, maka tegangan listrik yg dihasilkan sebanyak 220 Volt / 380 Volt.
Namun ada kalanya kecepatan putaran mesin berubah-ubah, melebihi 1500 Rpm maka tegangan listrik yg dihasilkan akan meningkat melebihi 220 volt / 380 volt.
Begitu pula sebaliknya jika kecepatan putaran kurang dari 1500 Rpm, maka tegangan listrik yang dihasilkan akan kurang berdasarkan 220 Volt / 380 Volt.
  • Beban listrik yang berubah-ubah
Perubahan beban listrik yg ditanggung sang suatu pembangkit listrik atau Genset, pula dapat menghipnotis akbar kecilnya tegangan listrik yg dihasilkan.
Semakin akbar beban listrik yg ditanggung suatu Genset atau pembangkit listrik, akan berdampak pada menurunnya tegangan listrik yg dihasilkan.
Saat beban listrik mengalami perubahan mengakibatkan tegangan listrik pula akan berubah-ubah.
Bagaimana cara mengatur supaya Tegangan listrik berdasarkan sebuah Genset pembangkit listrik tetap stabil?
Untuk menjaga agar besar tegangan listrik yg didapatkan suatu generator pembangkit listrik (Genset) tetap stabil pada tegangan 220 Volt / 380 Volt.
Maka pada setiap pembangkit listrik atau Generator listrik (genset), dilengkapi menggunakan indera pengatur tegangan yg diklaim dengan AVR. Beberapa Fungsi AVR pada Genset

AVR atau Automatic Voltage Regulator merupakan suatu alat yang bekerja secara otomatis buat mengatur tegangan tetap stabil.
AVR (Automatic Voltage Generator) dalam sebuah generator listrik AC 3 Phase.

Setiap pembangkit listrik atau Generator AC 3 Phase dilengkapi dengan sebuah indera buat menstabilkan tegangan keluaran (Output Voltage) yg diklaim menggunakan AVR (Automatic Voltage Generator).
AVR pada Generator atau genset memiliki banyak sekali jenis dan contoh.
Beberapa model AVR, antara lain:
  • AVR Stamford MX-321
  • AVR Stamford MX-341
  • AVR AVK New Age MA-330
  • AVR Leroy Somer R-449
  • AVR Bestron
  • AVR Marcon
  • Dan lainnya

Pada setiap AVR yang dipakai untuk Genset, masih ada beberapa hal yg perlu dilakukan pengaturan atau setting terlebih dahulu.
Saat akan menggunakan AVR dalam generator menggunakan tujuan untuk menerima kinerja AVR yg lebih baik.
Jenis- jenis settingan bisa saja berbeda-beda sesuai menggunakan tipe dan contoh menurut masing-masing AVR yg kita pakai.

Beberapa fungsi settingan kontrol yang umumnya terdapat dalam sebuah AVR genset tadi antara lain :
  • Volts
  • Stability
  • UFRO
  • Droop
  • V/Trim
  • EXC
  • DIP
  • Over / V
  • I / Limit
  • Dwell
  • Ramp

Apa saja fungsi settingan kontrol yang masih ada dalam AVR tadi?

Penjelasan mengenai fungsi serta cara buat mengatur beberapa settingan yg terdapat dalam AVR, yaitu:
1. VOLTS
Apa fungsi setingan potensio VOLTS pada AVR?
Pada setiap AVR terdapat setting potensio untuk VOLTS yang dapat kita atur sesuai kebutuhan.
Fungsi settingan potensio VOLTS pada AVR merupakan buat mengatur besaran tegangan listrik keluaran (Output Voltage) yang dihasilkan berdasarkan generator tadi.
Jika diputar searah jarum jam tegangan listrik yg didapatkan akan semakin besar , kebalikannya jika diputar berlawanan arah jarum jam tegangan listrik yang didapatkan akan semakin kecil.
Pengaturan VOLTS ini sebenarnya telah diatur sang orisinil pabrik AVR, tetapi jika memang diperlukan sesuai menggunakan kondisi di lapangan, dapat diatur buat penyesuaian.
Pengaturan tegangan ini jua dapat kita atur melalui terminal 1 & dua yg masih ada dalam AVR, dengan menghubungkan sebuah potensio meter dalam terminal 1 & dua pada panel kontrol.
Untuk pengaturan VOLTS pada AVR, umumnya dilakukan pada waktu penggantian AVR lama dengan yg baru atau lantaran memang dibutuhkan untuk pengaturan ulang Voltage.
Pengaturan potensio Volts dalam AVR wajib mengikuti mekanisme ini dia :
  • Sebelum Generator dioperasikan, putar settingan VOLTS dalam AVR berlawanan arah jarum jam sampai penuh (Settingan Voltage dalam posisi terendah).
  • Putar potensio meter yang masih ada pada panel kontrol yang terhubung dari terminal 1 & dua dalam AVR, dalam posisi tengah (Mid Position) biasanya putaran sepenuhnya adalah 10 putaran, maka putar potensio tadi sebesar 5 putaran buat menerima posisi tengah (Middle).
  • Atur settingan Stability juga pada Mid Position (Posisi tengah) atau sebanyak 5 putaran sama dengan settingan Voltage dalam Potensio meter.
  • Hubungkan alat pengukur tegangan buat mengukur tegangan keluaran generator dalam kabel Netral dan Phase (Volt meter 0 – 300 Volt).
  • Lalu operasikan Generator atau Genset tadi dalam frekuensi Nominal 50 Hertz. Tanpa diberikan beban.
  • Lalu atur settingan VOLTS pada AVR sampai menerima nilai tegangan keluaran 220 Volt (Phase dan Netral), sinkron menggunakan output ukur alat Volt meter yang telah kita hubungkan sebelumnya.
Ingat : Jangan pernah mengatur besaran tegangan melebihi batas tegangan yg diperbolehkan berdasarkan Generator tadi.
2. STABILITY
Apa fungsi setingan potensio STABILITY yg ada pada AVR?
Setting Stability ini berfungsi buat mengatur ketidak stabilan (Hunting) tegangan listrik yg didapatkan sebuah Generator.
Jika diputar searah jarum jam akan meningkatkan taraf kestabilan tegangan, sebaliknya apabila diputar antagonis arah jarum jam akan menurunkan taraf kestabilan tegangan.
Untuk menerima pengaturan STABILITY secara optimal, operasikan Generator pada keadaan normal serta tanpa beban.
Lalu putar settingan potensio STABILITY berlawanan arah jarum jam hingga Tegangan keluaran Generator mendekati syarat nir stabil (Unstable).
Lalu putar sedikit searah jarum jam hingga tegangan pulang stabil (Posisikan pengaturan pada posisi stabil namun hampir mendekati posisi tidak stabil).
3. UFRO
Apa fungsi setingan potensio UFRO yang terdapat pada AVR?
Pada sebuah AVR generator (Genset), umumnya masih ada settingan UFRO.
UFRO merupakan singkatan berdasarkan Under Frequency Roll Off Knee Point. Atau berfungsi buat mengatur besaran berdasarkan sudut Frekuensi.
Jika diputar searah jarum jam akan mengurangi besaran sudut Frekwensi, sebaliknya jika diputar berlawanan arah jarum jam akan memperbesar besaran sudut Frekuensi.
Untuk mengetahui apakah pengaturan UFRO pada AVR ini sudah sahih, operasikan Generator dengan Frekwensi rendah dibawah 50 HZ (lebih kurang 47 HZ), maka lampu LED dalam AVR akan menyala.
4. DROOP
Apa fungsi setingan potensio DROOP yg terdapat pada AVR?
Pengaturan DROOP pada AVR berfungsi buat mengatur tegangan drop (Tegangan jatuh) dalam generator atau Genset sampai 5 %.
Jika diputar searah jarum jam akan menambah besaran tegangan drop, kebalikannya apabila diputar berlawanan arah jarum jam akan mengurangi besaran tegangan drop.
Pengaturan DROOP ini sangat penting khususnya dalam ketika Generator (Genset) dioperasikan secara Paralel.
Agar nilai besaran tegangan drop pada masing-masing Generator bisa diubahsuaikan.
Untuk dapat mengatur DROOP pada AVR, wajib dilengkapi menggunakan alat yang dianggap dengan DROOP kit.
Namun apabila Generator hanya digunakan secara single (Tidak diparalel). Pengaturan ini nir diharapkan.
Pengaturan DROOP normalnya merupakan tegangan droop sebesar lima % pada ketika beban puncak .
lima. V / TRIM
Apa fungsi setingan V/TRIM yg ada pada AVR?
Setingan ini berfungsi buat menyesuaikan input AVR terhadap Accessory Output.
Jika diputar searah jarum jam akan menambah besaran Accessory Output dalam AVR, kebalikannya apabila diputar berlawanan arah jarum jam akan memperkecil besaran Accessory Output pada AVR.
6. EXC TRIP (Over Excitation Adjusment)
Apa fungsi potensio EXC TRIP yang terdapat pada AVR?
Settingan EXC-TRIP ini berfungsi buat mengatur batasan pengaman Over Excitation.
Jika memutar searah jarum jam akan memperbesar batasan pengaman Over Excitation, sebaliknya bila diputar berlawanan arah jarum jam akan memperkecil batasan Over Excitation.
Pengaturan atau Reset pada EXC-TRIP ini dilakukan dalam ketika Generator tidak beroperasi.
7. DIP
Apa fungsi DIP pada AVR Genset?
DIP berfungsi buat mengatur besaran Frekuensi yg berhubungan Voltage DIP.
Jika diputar searah jarum jam akan menambah besaran Voltage DIP, kebalikannya jika diputar antagonis arah jarum jam akan mengurangi besaran Voltage DIP.
8. OVER / V
Apa fungsi Over/V dalam AVR?
Settingan ini berfungsi buat mengatur besaran pengaman waktu terjadi Over Voltage.
jika diputar searah jarum jam akan memperbesar nilai batasan pengaman Over Voltage, sebaliknya bila diputar antagonis arah jarum jam akan mengurangi besaran batasan pengaman Over Voltage.
Generator harus dalam keadaan nir beroperasi untuk mengatur OVER/V.
9. I / LIMIT
Apa fungsi setingan I/LIMIT pada AVR?
I/LIMIT berfungsi buat mengatur batasan pengaman Arus saat terjadi interaksi singkat (Short Circuit).
Jika diputar searah jarum jam akan memperbesar batasan arus saat terjadi interaksi singkat (Short circuit), kebalikannya jika diputar berlawanan arah jarum jam, akan mengurangi besaran batasan Arus hubung singkat (Short Circuit).
Pada umumnya, pengaturan I/LIMIT ini sudah dilakukan sang penyedia AVR (Pabrikan), dan sudah disegel agar nir diatur ulang.
10. DWELL
Apa fungsi setingan DWELL dalam AVR?
DWELL berfungsi untuk mengatur Recovery atau Delay time antara Speed recovery menggunakan Voltage Recovery.
Jika diputar searah jarum jam akan menaikkan delay time, sebalikny jika diputar antagonis arah jarum jam akan mengurangi delay time antara Speed Recovery serta Voltage Recovery.
Beberapa settingan ini mungkin bhineka sinkron dengan tipe berdasarkan masing-masing AVR, tetapi secara umum pengaturan atau settingan ini yang terdapat dalam sebuah AVR Genset khusunya Generator listrik AC tiga Phase.
11. RAMP
Apa fungsi pengaturan RAMP pada AVR?
Pengaturan RAMP pada AVR berfungsi buat mengatur soft start Ramp time antara 0,4 dtk - 4 dtk.
Jika diputar searah jarum jam akan menambah waktu (Ramp Time), sebaliknya jika diputar antagonis arah jarum jam akan mengurangi saat Ramp Time.
RAMP umumnya telah diatur dari awal orisinil pabrik, sebesar 3 dtk. Buat hasil yang lebih optimal.
Demikianlah sedikit penerangan tentang pengaturan atau settingan yg terdapat dalam sebuah AVR genset, semoga bisa menaruh tambahan pengetahuan bagi kita seluruh !
CARA FLEXI
dikutip menurut berbagai asal

PENYEBAB TEGANGAN GENSET TIDAK KELUAR DAN CARA MEMPERBAIKINYA

Bagaimana cara memperbaiki Genset yang nir keluar tegangannya?
Kenapa genset tidak ada tegangannya?
Tegangan genset di rumah nir keluar?
Apa Masalah genset yang tidak keluar tegangannya?
Bagaimana cara memperbaiki genset yg nir keluar tegangannya?
Genset atau kepanjangannya adalah Generator Set.
Sebenarnya Genset adalah suatu perangkat yg terdiri berdasarkan Generator dan penggeraknya.
Penggerak Generator yang biasa dipakai adalah Mesin Diesel.
Generator berfungsi mengubah energi gerak (Mekanis) sebagai tenaga listrik.
Jadi bedanya Genset menggunakan Generator adalah Genset lengkap menggunakan penggeraknya (Generator set) sedangkan Generator adalah pembangkit listriknya.
Sesuai menggunakan fungsi Genset adalah untuk menghasilkan listrik untuk dialirkan ke suatu jaringan instalasi listrik serta digunakan buat menyalakan aneka macam peralatan listrik.
Seiring menggunakan pengoperasian Genset tentunya terdapat banyak sekali perseteruan atau kerusakan yang mungkin terjadi.
Seperti misalnya: Tegangan Genset tidak keluar, Tegangan Genset drop/turun (under voltage), tegangan genset tinggi (Over voltage), tegangan genset nir stabil, serta berbagai pertarungan lainnya.
Penyebab Tegangan Genset naik-turun dan solusinya
Pada kesempatan kali ini kita akan coba membahas satu berdasarkan beberapa pertarungan yg mungkin terjadi dalam genset.

Cara memperbaiki Genset nir keluar Tegangan

Sebenarya buat mengetahui bagaimana cara memperbaiki Genset yg tidak keluar tegangannya, akan lebih gampang bila kita mengetahui Bagaimana Prinsip kerja genset membentuk tegangan listrik.
Namun pada kesempatan ini, kita akan mengulas secara terpisah beberapa penyebab genset tidak keluar tegangan.
Penyebab Genset tidak keluar tegangan serta cara mengatasinya:
Genset tidak keluar tegangan bisa terjadi karena beberapa penyebab, antara lain:
  • Mesin Genset nir beroperasi menggunakan normal.
Mesin genset nir beroperasi menggunakan normal jua bisa menjadi penyebab tegangan genset nir keluar. Generator menghasilkan tegangan waktu diputar menggunakan putaran 1500 Rpm.
Cara mengatasinya:
Nyalakan terlebih dahulu mesin penggerak menurut Genset tersebut. Pastikan putaran mesin telah normal menggunakan kecepatan 1500 Rpm. Bila putaran masih kurang, naikkan putaran mesin hingga didapat kecepatan normal.
  • Saklar utama pada Genset tersebut belum terhubung.
Saklar penghubung dari Genset menuju instalasi listrik tentunya wajib dinyalakan agar tegangan listrik dari genset mengalir ke instalasi listrik.
Penyebab ini juga sporadis terjadi, tentunya selesainya menyalakan mesin sampai beroperasi menggunakan putaran normal, lalu Saklar utamanya dihubungkan.
Saklar utama yg biasa digunakan seperti MCCB atau Breaker (buat genset 3 fase), MCB (buat genset 1 fase).
Saklar ini berfungsi buat menghubungkan atau memutuskan genre listrik berdasarkan genset menuju instalasi listrik, sekaligus sebagai pengaman ketika terjadi arus lebih atau korsleting.
Pastikan tegangan listrik terdapat dalam saklar utama ini ketika genset dioperasikan atau dinyalakan.
Saat genset telah dinyalakan, saklar utama juga telah terhubung, periksa terminal keluaran dalam saklar primer dengan testpen, apabila tegangan menurut genset terdapat sedangkan di terminal keluaran menurut saklar primer tidak ada tegangan, berarti masalahnya ada dalam saklar primer.
Cara memperbaikinya:
Jika Saklar primer tadi telah rusak, lakukan penggantian saklar utama supaya listrik menurut genset dapat terhubung dan mengalir ke instalasi listrik.
Pastikan jua kondisi kabel-kabel pada keadaan cantik, dan terhubung dengan baik.
Namun apabila dalam saklar utama nir ada tegangan listrik sama sekali, baik pada terminal input juga outputnya, maka lakukan inspeksi penyebab berikutnya.
  • Dioda (Rotating Rectifier)
Penyebab Genset nir keluar tegangan listrik selanjutnya merupakan Diode penyearah (Rotating Rectifier).
Lakukan inspeksi dalam keadaan Genset nir beroperasi.
Periksa serta pastikan kabel-kabel pada diode tadi pada keadaan rupawan dan terhubung dengan baik.
Kemungkinan diode terdapat yang rusak atau jebol, periksa diode yg terdapat dalam rotating rectifier.
Cara memperbaikinya:
Buka satu persatu diode tadi, lalu ukur diode menggunakan menggunakan Ohmmeter atau multitester buat mengukur tahanan (Ohm).

Jika dioda ada yang rusak atau jebol, lakukan penggantian dioda, serta pastikan tipe diode yg diganti harus sama dengan tipe dioda yang rusak.
Ingat kata KNAP (Katoda Negatif, Anoda Positif).
Setelah Dioda sudah dipastikan rupawan dan terpasang dengan benar, maka nyalakan genset lalu ukur pulang tegangan dari genset tadi.
Jika tegangan genset sudah keluar hingga ke instalasi listrik, maka kasus sudah dapat diatasi, tetapi jika Genset nir keluar juga tegangannya, lanjut ke langkah berikutnya.
  • AVR Genset
Penyebab genset tidak keluar tegangan berikutnya adalah kerusakan dalam AVR genset.
Fungsi AVR pada Genset
Lakukan inspeksi dalam keadaan Genset nir beroperasi.
Pada AVR, terdapat pengaman saat terjadi Over current berdasarkan Exciter, Pengaman ini akan terputus waktu terjadi arus lebih buat mengamankan AVR berdasarkan kerusakan yang lebih fatal.
Periksa pengaman, Sistem pengaman pada AVR dapat berupa Sekring, MCB, atau jenis pemutus otomatis lainnya.
Cara memperbaikinya:
Lakukan perbaikan atau penggantian bila pengaman ini rusak atau putus, atau reset pengaman agar terhubung balik (buat tipe otomatis).
Terminal buat pengaman Exciter pada AVR umumnya mempunyai simbol K1 & K2.
Jika pengaman pada AVR sudah dipastikan terhubung dengan baik, maka kemungkinan penyebab lainnya merupakan AVR tadi rusak atau Gulungan Exciter nir keluar tegangan.
Untuk memastikan AVR tersebut masih berfungsi atau sudah rusak, bisa diketahui dengan cara:
Cara menguji AVR Genset
Operasikan genset pada keadaan putaran normal (1500 rpm). Lalu ukur tegangan menurut exciter pada terminal X, XX di AVR, terminal X buat positif serta XX buat negatif.
Lakukan pengukuran dengan memakai Voltmeter DC, atau multitester buat Volt DC.
Tegangan dalam terminal exciter umumnya berkisar antara 13VDC - 60VDC.
Jika nir terdapat tegangan yg keluar menurut terminal X, XX maka kemungkinan AVR tersebut telah rusak.
Namun jika terdapat tegangan 13VDC - 60VDC yang keluar berdasarkan teminal X, XX menuju exciter, berarti AVR masih bagus, maka lanjut pada penyebab berikutnya.
Pengaturan dalam AVR
  • Gulungan exciter stator.
Genset nir keluar tegangan, dapat disebabkan karena gulungan Exciter ini telah rusak, bocor atau terbakar.
Periksa gulungan exciter dengan melakukan pengukuran nilai tahanan, dengan menggunakan ohmmeter atau multitester ohm.
Cara memperbaikinya:
  • Periksa tahanan isolasi
Periksa kebocoran isolasi kabel gulungan, lepaskan masing-masing kabel menurut terminalnya, kemudian ukur satu persatu tahanan isolasi kabel tadi, Tahanan isolasi yg baik adalah minimal 3Megaohm.
Jika kurang menurut 3 megaohm maka kemungkinan gulungan exciter lembab, dapat dicoba dengan memanasi gulungan untuk mengeringkan gulungan, jika gulungan sudah nir lembab namun tahanan isolasinya masih rendah berarti gulungan exciter sudah rusak, bocor atau terbakar, maka perlu dilakukan penggantian gulungan exciter atau rewinding.
Mengukur tahanan Isolasi Kabel
  • Periksa tahanan Gulungan
Selanjutnya, tahanan isolasi gulungan exciter harus dipastikan cantik, ukur tahanan antar gulungan.
Dengan cara ukur tahanan antara kabel menggunakan kabel, dengan memakai ohm meter atau multitester satuan 1 ohm.
Jika output pengukuran didapat bahwa tahanan antara kabel menggunakan kabel telah short, berarti gulungan sudah rusak serta wajib dilakukan penggantian atau rewinding gulungan exciter.
Namun bila sehabis dilakukan pengukuran, didapat output bahwa gulungan Exciter dalam keadaan mengagumkan, maka penyebab lainnya adalah kerusakan dalam gulungan primer rotor atau stator.
Kerusakan Gulungan primer bisa diketahui menggunakan cara melakukan pengukuran tahanan isolasi, serta tahanan gulungan.
Jika Gulungan sudah rusak, bocor maka wajib dilakukan rewinding terhadap gulungan utama tadi.
  • Kabel putus atau Bocor
Kabel keluaran menurut Genset menuju instalasi listrik jua bisa menjadi penyebab genset tidak terdapat tegangan.
Pastikan kondisi seluruh Kabel dalam keadaan cantik, pastikan tidak ada yg rusak, terkelupas, bocor, terputus.
Ukur tahanan isolasi kabel secara terencana (1 tahun sekali), untuk memastikan kabel pada keadaan rupawan serta tidak bocor.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI
dikutip berdasarkan banyak sekali asal

PENYEBAB TEGANGAN GENSET TIDAK KELUAR DAN CARA MEMPERBAIKINYA

Bagaimana cara memperbaiki Genset yg tidak keluar tegangannya?
Kenapa genset nir terdapat tegangannya?
Tegangan genset di rumah tidak keluar?
Apa Masalah genset yg tidak keluar tegangannya?
Bagaimana cara memperbaiki genset yg tidak keluar tegangannya?
Genset atau kepanjangannya adalah Generator Set.
Sebenarnya Genset adalah suatu perangkat yg terdiri menurut Generator serta penggeraknya.
Penggerak Generator yang biasa digunakan adalah Mesin Diesel.
Generator berfungsi membarui tenaga mobilitas (Mekanis) menjadi energi listrik.
Jadi bedanya Genset dengan Generator merupakan Genset lengkap menggunakan penggeraknya (Generator set) sedangkan Generator merupakan pembangkit listriknya.
Sesuai dengan fungsi Genset adalah buat menghasilkan listrik buat dialirkan ke suatu jaringan instalasi listrik serta digunakan buat menyalakan berbagai alat-alat listrik.
Seiring dengan pengoperasian Genset tentunya terdapat banyak sekali pertarungan atau kerusakan yg mungkin terjadi.
Seperti misalnya: Tegangan Genset tidak keluar, Tegangan Genset drop/turun (under voltage), tegangan genset tinggi (Over voltage), tegangan genset nir stabil, dan banyak sekali perseteruan lainnya.
Penyebab Tegangan Genset naik-turun serta solusinya
Pada kesempatan kali ini kita akan coba membahas satu menurut beberapa konflik yang mungkin terjadi dalam genset.

Cara memperbaiki Genset nir keluar Tegangan

Sebenarya buat mengetahui bagaimana cara memperbaiki Genset yg nir keluar tegangannya, akan lebih mudah bila kita mengetahui Bagaimana Prinsip kerja genset membuat tegangan listrik.
Namun dalam kesempatan ini, kita akan mengulas secara terpisah beberapa penyebab genset tidak keluar tegangan.
Penyebab Genset tidak keluar tegangan dan cara mengatasinya:
Genset nir keluar tegangan bisa terjadi lantaran beberapa penyebab, antara lain:
  • Mesin Genset nir beroperasi menggunakan normal.
Mesin genset nir beroperasi dengan normal juga bisa sebagai penyebab tegangan genset tidak keluar. Generator membentuk tegangan ketika diputar dengan putaran 1500 Rpm.
Cara mengatasinya:
Nyalakan terlebih dahulu mesin penggerak berdasarkan Genset tadi. Pastikan putaran mesin telah normal menggunakan kecepatan 1500 Rpm. Bila putaran masih kurang, naikkan putaran mesin hingga didapat kecepatan normal.
  • Saklar primer dalam Genset tersebut belum terhubung.
Saklar penghubung menurut Genset menuju instalasi listrik tentunya wajib dinyalakan supaya tegangan listrik dari genset mengalir ke instalasi listrik.
Penyebab ini juga jarang terjadi, tentunya setelah menyalakan mesin hingga beroperasi dengan putaran normal, lalu Saklar utamanya dihubungkan.
Saklar primer yang biasa digunakan misalnya MCCB atau Breaker (buat genset tiga fase), MCB (untuk genset 1 fase).
Saklar ini berfungsi buat menghubungkan atau memutuskan aliran listrik menurut genset menuju instalasi listrik, sekaligus menjadi pengaman saat terjadi arus lebih atau korsleting.
Pastikan tegangan listrik ada dalam saklar utama ini waktu genset dioperasikan atau dinyalakan.
Saat genset telah dinyalakan, saklar utama juga telah terhubung, periksa terminal keluaran dalam saklar primer menggunakan testpen, apabila tegangan dari genset terdapat sedangkan pada terminal keluaran menurut saklar utama tidak terdapat tegangan, berarti masalahnya ada dalam saklar primer.
Cara memperbaikinya:
Jika Saklar primer tadi telah rusak, lakukan penggantian saklar utama agar listrik menurut genset bisa terhubung dan mengalir ke instalasi listrik.
Pastikan pula syarat kabel-kabel pada keadaan cantik, serta terhubung menggunakan baik.
Namun apabila dalam saklar utama nir terdapat tegangan listrik sama sekali, baik pada terminal input juga outputnya, maka lakukan pemeriksaan penyebab berikutnya.
  • Dioda (Rotating Rectifier)
Penyebab Genset tidak keluar tegangan listrik selanjutnya merupakan Diode penyearah (Rotating Rectifier).
Lakukan pemeriksaan pada keadaan Genset nir beroperasi.
Periksa serta pastikan kabel-kabel dalam diode tadi pada keadaan cantik dan terhubung dengan baik.
Kemungkinan diode ada yang rusak atau jebol, periksa diode yang terdapat pada rotating rectifier.
Cara memperbaikinya:
Buka satu persatu diode tersebut, kemudian ukur diode dengan memakai Ohmmeter atau multitester buat mengukur tahanan (Ohm).

Jika dioda terdapat yg rusak atau jebol, lakukan penggantian dioda, dan pastikan tipe diode yang diganti wajib sama dengan tipe dioda yang rusak.
Ingat istilah KNAP (Katoda Negatif, Anoda Positif).
Setelah Dioda telah dipastikan indah dan terpasang menggunakan sahih, maka nyalakan genset kemudian ukur pulang tegangan menurut genset tersebut.
Jika tegangan genset sudah keluar hingga ke instalasi listrik, maka masalah telah bisa diatasi, namun apabila Genset tidak keluar jua tegangannya, lanjut ke langkah berikutnya.
  • AVR Genset
Penyebab genset nir keluar tegangan berikutnya adalah kerusakan pada AVR genset.
Fungsi AVR pada Genset
Lakukan pemeriksaan pada keadaan Genset nir beroperasi.
Pada AVR, masih ada pengaman waktu terjadi Over current menurut Exciter, Pengaman ini akan terputus saat terjadi arus lebih buat mengamankan AVR menurut kerusakan yang lebih fatal.
Periksa pengaman, Sistem pengaman dalam AVR dapat berupa Sekring, MCB, atau jenis pemutus otomatis lainnya.
Cara memperbaikinya:
Lakukan pemugaran atau penggantian jika pengaman ini rusak atau putus, atau reset pengaman supaya terhubung pulang (buat tipe otomatis).
Terminal buat pengaman Exciter pada AVR biasanya memiliki simbol K1 & K2.
Jika pengaman dalam AVR sudah dipastikan terhubung dengan baik, maka kemungkinan penyebab lainnya merupakan AVR tersebut rusak atau Gulungan Exciter nir keluar tegangan.
Untuk memastikan AVR tadi masih berfungsi atau telah rusak, dapat diketahui dengan cara:
Cara menguji AVR Genset
Operasikan genset dalam keadaan putaran normal (1500 rpm). Lalu ukur tegangan menurut exciter pada terminal X, XX pada AVR, terminal X buat positif dan XX untuk negatif.
Lakukan pengukuran menggunakan memakai Voltmeter DC, atau multitester buat Volt DC.
Tegangan pada terminal exciter umumnya berkisar antara 13VDC - 60VDC.
Jika tidak ada tegangan yg keluar menurut terminal X, XX maka kemungkinan AVR tersebut telah rusak.
Namun jika masih ada tegangan 13VDC - 60VDC yang keluar dari teminal X, XX menuju exciter, berarti AVR masih cantik, maka lanjut dalam penyebab berikutnya.
Pengaturan pada AVR
  • Gulungan exciter stator.
Genset tidak keluar tegangan, dapat ditimbulkan lantaran gulungan Exciter ini telah rusak, bocor atau terbakar.
Periksa gulungan exciter dengan melakukan pengukuran nilai tahanan, dengan memakai ohmmeter atau multitester ohm.
Cara memperbaikinya:
  • Periksa tahanan isolasi
Periksa kebocoran isolasi kabel gulungan, lepaskan masing-masing kabel menurut terminalnya, kemudian ukur satu persatu tahanan isolasi kabel tadi, Tahanan isolasi yg baik adalah minimal 3Megaohm.
Jika kurang menurut tiga megaohm maka kemungkinan gulungan exciter lembab, dapat dicoba menggunakan memanasi gulungan buat mengeringkan gulungan, bila gulungan sudah tidak lembab tetapi tahanan isolasinya masih rendah berarti gulungan exciter telah rusak, bocor atau terbakar, maka perlu dilakukan penggantian gulungan exciter atau rewinding.
Mengukur tahanan Isolasi Kabel
  • Periksa tahanan Gulungan
Selanjutnya, tahanan isolasi gulungan exciter wajib dipastikan bagus, ukur tahanan antar gulungan.
Dengan cara ukur tahanan antara kabel dengan kabel, dengan memakai ohm meter atau multitester satuan 1 ohm.
Jika hasil pengukuran didapat bahwa tahanan antara kabel menggunakan kabel sudah short, berarti gulungan sudah rusak serta wajib dilakukan penggantian atau rewinding gulungan exciter.
Namun apabila sesudah dilakukan pengukuran, didapat hasil bahwa gulungan Exciter pada keadaan mengagumkan, maka penyebab lainnya merupakan kerusakan pada gulungan primer rotor atau stator.
Kerusakan Gulungan utama bisa diketahui menggunakan cara melakukan pengukuran tahanan isolasi, serta tahanan gulungan.
Jika Gulungan sudah rusak, bocor maka harus dilakukan rewinding terhadap gulungan primer tadi.
  • Kabel putus atau Bocor
Kabel keluaran dari Genset menuju instalasi listrik jua dapat sebagai penyebab genset tidak ada tegangan.
Pastikan syarat semua Kabel pada keadaan mengagumkan, pastikan nir ada yang rusak, terkelupas, bocor, terputus.
Ukur tahanan isolasi kabel secara terjadwal (1 tahun sekali), untuk memastikan kabel pada keadaan cantik dan tidak bocor.
Semoga berguna!
CARA FLEXI
dikutip dari aneka macam asal