PEMANFAATAN KOMPUTER DI MASYARAKAT

Pemanfaatan Komputer Di Masyarakat
Sekarang kita berada pada pada dunia yg sedang mengalami revolusi penerapan hasil teknologi terutama menurut teknologi komputer. Komputer sudah menghipnotis kehidupan kita baik langsung, warga , organisasi-organisasi serta pemerintahan. Artinya personal komputer sudah berperan sangat krusial hampir disegala bidang kehidupan rakyat. Komputer adalah galat satu inovasi produk teknologi, tetapi komputer lebih cepat berkembang dibandingan teknologi lainnya. Hal yg membedakan komputer bila dibandingkan menggunakan teknologi lainnya merupakan :
  • Kemampuan komputer buat bisa diprogram, guna melaksanakan aneka macam tugas menggunakan kecepatan dan ketelitian yang tinggi.
  • Kecepatan perkembangan teknologinya.
  • Bermula menurut komputer ukuran akbar yg membutuhkan pembangkit panas, sampai waktu ini personal komputer dengan berukuran kecil serta bisa dibawa kemana-mana.
Pada dasarnya personal komputer digunakan buat menyimpan, memasak serta merogoh kembali berbagai jenis data buat bermacam-macam kebutuhan.

Contoh bidang pekerjaan yg terpengaruh sang komputer :

Di Bidang Teknik serta Ilmu Pengetahuan
Pengolahan data pada pelaksanaan teknik memanfaatkan kecepatan serta ketepatan komputer dalam menuntaskan perhitungan-perhitungan yg sulit dan rumit. Penelitian dan riset pengembangan yg berbahaya bila dilakukan manusia dan membutuhkan porto yang akbar, sekarang bisa dilakukan secara simulasi dalam personal komputer .
  1. Para pakar nuklir dapat menciptakan model reaktor nuklir dalam layar personal komputer  
  2. Membuat contoh molekul-molekul yg bisa ditampilkan secara grafik dalam komputer, buat mengamati bagaimana molekul-molekul itu saling bereaksi menggunakan lainnya.
  3. Dapat dipergunakan buat memeriksa keadaan tanah dan contour menurut suatu wilayah (GIS=Geografic Information System).
  • Aplikasi berdasarkan CAD (Computer Aided Design) digunakan buat merancang bentuk-bentuk bidang teknik, misalnya rancangan kendaraan beroda empat, gedung ataupun suatu ruang.
  • Bidang Bisnis Kegunaan personal komputer pada aplikasi usaha merupakan untuk menyediakan kabar menggunakan cepat serta tepat. Salah satu aplikasi bidang usaha merupakan MIS (Management Information System) atau SIM (Sistem Informasi Manajemen).
SIM adalah suatu sistem keterangan yg poly diterapkan dalam perusahaan-perusahaan buat menyediakan keterangan yang dibutuhkan sang seluruh tingkat manajemen. Salah satu bagian dari SIM merupakan AIS (Accounting Information System) yaitu sistem akuntansi yang meyediakan berita baik manajemen juga pihak luar yang memakai komputer buat mengolah data akuntansinya.

Bidang Industri
Penerapan komputer pada bidang industri memungkinkan proses produksi di dalam industri lebih efisien dan efektif.

Di dalam proses produksi personal komputer dipergunakan untuk supervisi numerik (numerical control) atau pengawasan proses (proses control). 
  • Pengawasan numerical berarti supervisi secara otomatis terhadap posisi serta operasi menurut mesin-mesin yg digunakan, misalnya misalnya mesin pres, mesin pemotong serta lain-lainnya. Contoh komputernya adalah IBM’s AUTOSPOT ( AUTOmatic Systemf for Positioning Tools)
  • Pengawasan proses (process control) berarti menyediakan otomatisasi pada dalam operasi proses yg sifatnya kontinyu. Komputer digunakan industri untuk mengatur secara otomatis variabel-variabel yg menghipnotis proses produksi yang sulit dilakukan oleh insan secara serentak misalnya ketika pengolahan, berat bahan, temperatur, volume dan sebagainya. Aplikasinya digunakan untuk produksi baja, penyulingan minyak, semen, kuliner, bahan-bahan kimia serta lain-lainnya.
Bidang Perbankan
Komputer dipergunakan buat menghasilkan liputan baik bagi manajemen bank sendiri atau pada nasabah bank, misalnya melalui ATM (Automatic teller Machine) serta Internet Bangking.

Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan komputer dipakai menjadi indera bantu dalam proses belajar. Misalnya acara paket belajar matematika, biologi, bahasa sampai dengan pengukuran hasil belajar (ujian melalui komputer) serta lainnya. Metode belajar menggunakan komputer relatif efektif lantaran selain menarik jua interaktif.

Bidang Kedokteran
Komputer dipakai pada rumah sakit-tempat tinggal sakit buat membantu para dokter mendiagnosa penyakit serta menemukan obat yang sempurna.

Sistem CAT ( Computerized Axial Tomography) dipakai buat merogoh gambar semua organ tubuh yang nir beranjak, menggunakan menyinari bagian yg akan dianalisis penyakitnya.

Sistem DSR (Dynamic Spatial Reconstruktor) digunakan buat mengambil organ tubuh yang bergerak.

SPECT (Single Photon Emission Computer Tomography) digunakan untuk medeteksi partikel-partikel tubuh yg ditampilkan pada bentuk gambar.

Bidang Kriminalitas
Komputer bisa membantu bidang kepolisian pada menangani aneka macam kejahatan yg dilakukan oleh para pelaku kriminal. Apalagi seiring menggunakan perkembangan teknologi internet beserta kejahatan canggih yg menyertainya.

Bidang Pemerintahan
Dengan adanya komputer membantu pemerintah buat menangani data kependudukan yang sangat besar buat disimpan pada personal komputer yg bisa menangani sejumlah data yg relatif signifikan, selain itu bisa dipakai buat membantu aktivitas pemilihan generik yg bersifat nasional.

Dan masih banyak bidang lainnya yang ditentukan oleh perkembangan teknologi komputer guna pemanfaatannya.

ISU SOSIAL
Penemuan serta kemajuan teknologi komputer merupakan sesuatu yg sangat krusial dan fundamental. Berbagai jenis komputer telah menempati posisinya pada masyarakat. Komputer tersebut tidak hanya membantu melaksanakan pekerjaan, akan namun mengganti tatacara kerja serta sekaligus menyebabkan tantangan serta konflik baru dalam lingkungannya. Selain itu teknologi juga menaruh efek positif dan negatif pada rakyat.

Dampak Positif diantaranya :
  • Infrastrktur telekomunikasi berkembang, maka jaringan komputerpun secara simultan akan berkembang lebih baik lagi.
  • Penyelesaian pekerjaan lebih cepat dan seksama.
  • Efisiensi pada penggunaan energi kerja.
Dampak Negatif diantaranya :
  • Manusia menjadi budak berdasarkan mesin yang diciptakannya sendiri lantaran beberapa posisi penting dalam pekerjaan diambil alih oleh mesin menggunakan alasan porto, kecepatan serta ketelitian.

Isyu-isyu yang dapat dijabarkan dari meningkatnya penggunaan komputer pada masyarakat antara lain adalah :
  • Otomasi Industri dan otomasi Perkantoran
  • Telekomunikasi/Jaringan Komputer
  • Sistem Uang Elektronik
  • Komputer Pribadi
  • Profesi Pelayanan
  • Multimedia
  • Kecerdasan Buatan
  • Komputer serta Hukum
  • Internet
Diantara info-gosip tersebut, beberapa jenis dianggap cukup menonjol, seperti :
  • Pekerjaan : kesempatan kerja (tambah/kurang),
  • Kebebasan Pribadi : berita data eksklusif siapa yang berhak mengakses data tsb.
  • Kesehatan : duduk berlama-lama pada monitor akankah berpengaruh terhadap kesehatan baik fisik maupun psikologis.
  • Etika dan Profesionalisme : haruskah profesional komputer memiliki etika profesi.
  • Kepentingan Nasional : apakah nanti perekonomian tergantungdari prestasi teknologi komputer.
  • Kesenjangan Keahlian : persaingan yang pakar serta yang tidak.
Sejak pemunculannya yg pertama, personal komputer sudah menimbulkan perasaan takut serta prihatin. Walaupun keakraban terhadap personal komputer telah meningkat akhir-akhir ini, gambaran yg masuk akal tentang kiprah komputer yg sesungguhnya pada dalam banyak sekali bidang pekerjaan, perlu buat dimasyarakatkan.

PEMANFAATAN KOMPUTER DI MASYARAKAT

Pemanfaatan Komputer Di Masyarakat
Sekarang kita berada di dalam global yang sedang mengalami revolusi penerapan output teknologi terutama berdasarkan teknologi komputer. Komputer telah mensugesti kehidupan kita baik pribadi, rakyat, organisasi-organisasi serta pemerintahan. Artinya komputer sudah berperan sangat penting hampir disegala bidang kehidupan warga . Komputer merupakan salah satu inovasi produk teknologi, tetapi komputer lebih cepat berkembang dibandingan teknologi lainnya. Hal yg membedakan komputer apabila dibandingkan dengan teknologi lainnya adalah :
  • Kemampuan komputer buat bisa diprogram, guna melaksanakan banyak sekali tugas menggunakan kecepatan serta ketelitian yg tinggi.
  • Kecepatan perkembangan teknologinya.
  • Bermula menurut personal komputer ukuran besar yang membutuhkan pembangkit panas, hingga ketika ini komputer menggunakan ukuran mini serta mampu dibawa kemana-mana.
Pada dasarnya personal komputer dipakai buat menyimpan, memasak serta merogoh pulang aneka macam jenis data buat bermacam-macam kebutuhan.

Contoh bidang pekerjaan yang terpengaruh sang komputer :

Di Bidang Teknik serta Ilmu Pengetahuan
Pengolahan data pada pelaksanaan teknik memanfaatkan kecepatan serta ketepatan komputer dalam menuntaskan perhitungan-perhitungan yg sulit serta rumit. Penelitian serta riset pengembangan yg berbahaya apabila dilakukan manusia serta membutuhkan biaya yg akbar, kini dapat dilakukan secara simulasi pada personal komputer .
  1. Para pakar nuklir dapat membuat model reaktor nuklir dalam layar komputer 
  2. Membuat model molekul-molekul yg bisa ditampilkan secara grafik dalam komputer, buat mengamati bagaimana molekul-molekul itu saling bereaksi menggunakan lainnya.
  3. Dapat digunakan buat mengusut keadaan tanah dan contour dari suatu wilayah (GIS=Geografic Information System).
  • Aplikasi dari CAD (Computer Aided Design) dipakai buat merancang bentuk-bentuk bidang teknik, misalnya rancangan kendaraan beroda empat, gedung ataupun suatu ruang.
  • Bidang Bisnis Kegunaan komputer dalam pelaksanaan bisnis adalah untuk menyediakan informasi dengan cepat serta tepat. Salah satu aplikasi bidang usaha merupakan MIS (Management Information System) atau SIM (Sistem Informasi Manajemen).
SIM merupakan suatu sistem fakta yang banyak diterapkan dalam perusahaan-perusahaan buat menyediakan berita yang diharapkan sang seluruh taraf manajemen. Salah satu bagian dari SIM adalah AIS (Accounting Information System) yaitu sistem akuntansi yg meyediakan fakta baik manajemen juga pihak luar yang memakai personal komputer buat mengolah data akuntansinya.

Bidang Industri
Penerapan komputer pada bidang industri memungkinkan proses produksi pada pada industri lebih efisien serta efektif.

Di dalam proses produksi komputer dipergunakan untuk supervisi numerik (numerical control) atau pengawasan proses (proses control). 
  • Pengawasan numerical berarti pengawasan secara otomatis terhadap posisi dan operasi berdasarkan mesin-mesin yang digunakan, seperti misalnya mesin pres, mesin pemotong serta lain-lainnya. Contoh komputernya merupakan IBM’s AUTOSPOT ( AUTOmatic Systemf for Positioning Tools)
  • Pengawasan proses (process control) berarti menyediakan otomatisasi di dalam operasi proses yang sifatnya kontinyu. Komputer digunakan industri buat mengatur secara otomatis variabel-variabel yang mempengaruhi proses produksi yang sulit dilakukan oleh insan secara serentak misalnya ketika pengolahan, berat bahan, temperatur, volume dan sebagainya. Aplikasinya dipakai buat produksi baja, penyulingan minyak, semen, makanan, bahan-bahan kimia dan lain-lainnya.
Bidang Perbankan
Komputer dipergunakan buat membuat liputan baik bagi manajemen bank sendiri atau kepada nasabah bank, contohnya melalui ATM (Automatic teller Machine) dan Internet Bangking.

Bidang Pendidikan
Dalam bidang pendidikan komputer digunakan sebagai alat bantu dalam proses belajar. Misalnya program paket belajar matematika, hayati, bahasa sampai menggunakan pengukuran output belajar (ujian melalui personal komputer ) dan lainnya. Metode belajar menggunakan personal komputer cukup efektif karena selain menarik juga interaktif.

Bidang Kedokteran
Komputer digunakan di tempat tinggal sakit-rumah sakit buat membantu para dokter mendiagnosa penyakit serta menemukan obat yg sempurna.

Sistem CAT ( Computerized Axial Tomography) digunakan buat merogoh gambar semua organ tubuh yg nir beranjak, dengan menyinari bagian yang akan dianalisis penyakitnya.

Sistem DSR (Dynamic Spatial Reconstruktor) dipakai buat merogoh organ tubuh yg berkecimpung.

SPECT (Single Photon Emission Computer Tomography) digunakan buat medeteksi partikel-partikel tubuh yg ditampilkan pada bentuk gambar.

Bidang Kriminalitas
Komputer bisa membantu bidang kepolisian pada menangani banyak sekali kejahatan yang dilakukan sang para pelaku kriminal. Apalagi seiring menggunakan perkembangan teknologi internet beserta kejahatan canggih yang menyertainya.

Bidang Pemerintahan
Dengan adanya personal komputer membantu pemerintah buat menangani data kependudukan yang sangat akbar buat disimpan pada personal komputer yg sanggup menangani sejumlah data yg cukup signifikan, selain itu dapat dipakai buat membantu kegiatan pemilihan umum yang bersifat nasional.

Dan masih banyak bidang lainnya yg dipengaruhi oleh perkembangan teknologi personal komputer guna pemanfaatannya.

ISU SOSIAL
Penemuan serta kemajuan teknologi komputer merupakan sesuatu yang sangat krusial dan fundamental. Berbagai jenis personal komputer telah menempati posisinya dalam warga . Komputer tadi nir hanya membantu melaksanakan pekerjaan, akan tetapi membarui tatacara kerja serta sekaligus menimbulkan tantangan serta perseteruan baru pada lingkungannya. Selain itu teknologi pula menaruh dampak positif dan negatif dalam rakyat.

Dampak Positif antara lain :
  • Infrastrktur telekomunikasi berkembang, maka jaringan komputerpun secara simultan akan berkembang lebih baik lagi.
  • Penyelesaian pekerjaan lebih cepat dan seksama.
  • Efisiensi pada penggunaan tenaga kerja.
Dampak Negatif antara lain :
  • Manusia sebagai budak dari mesin yang diciptakannya sendiri karena beberapa posisi krusial dalam pekerjaan diambil alih oleh mesin menggunakan alasan biaya , kecepatan dan ketelitian.

Isyu-isyu yg dapat dijabarkan dari meningkatnya penggunaan komputer pada rakyat antara lain adalah :
  • Otomasi Industri serta otomasi Perkantoran
  • Telekomunikasi/Jaringan Komputer
  • Sistem Uang Elektronik
  • Komputer Pribadi
  • Profesi Pelayanan
  • Multimedia
  • Kecerdasan Buatan
  • Komputer serta Hukum
  • Internet
Diantara isu-gosip tersebut, beberapa jenis dianggap relatif menonjol, misalnya :
  • Pekerjaan : kesempatan kerja (tambah/kurang),
  • Kebebasan Pribadi : kabar data pribadi siapa yang berhak mengakses data tsb.
  • Kesehatan : duduk berlama-usang pada monitor akankah berpengaruh terhadap kesehatan baik fisik maupun psikologis.
  • Etika dan Profesionalisme : haruskah profesional komputer mempunyai etika profesi.
  • Kepentingan Nasional : apakah nanti perekonomian tergantungdari prestasi teknologi personal komputer .
  • Kesenjangan Keahlian : persaingan yang ahli serta yang nir.
Sejak pemunculannya yg pertama, komputer telah menyebabkan perasaan takut dan prihatin. Walaupun keakraban terhadap komputer telah meningkat akhir-akhir ini, citra yang wajar mengenai peran komputer yang sesungguhnya pada dalam banyak sekali bidang pekerjaan, perlu buat dimasyarakatkan.

PENGERTIAN DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TIK

Pengertian Dan Perkembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK)
TIK merupakan berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa serta teknik pengelolaan yang digunakan pada pengendalian serta pemrosesan berita serta penggunaannya, personal komputer dan interaksi mesin (komputer) serta manusia, serta hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for applied Research and Development: Report on Information Technology; H.M. Stationery Office, 1980). Definisi lain tentang TIK yaitu semua bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan, memanipulasi, komunikasi, presentasi dan memakai data (data yg ditransformasi sebagai informasi) [E.W. Martin et al. 1994. Managing Information Technology: What Managers Need to Know. New York :Prentice Hall].

Teknologi informasi merupakan suatu teknologi yg dipakai untuk memasak data, termasuk memproses, menerima, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara buat membuat berita yg berkualitas, yaitu informasi yg relevan, seksama serta tepat saat, yang dipakai buat keperluan eksklusif, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan keterangan yang strategis buat mengambil keputusan. Teknologi komunikasi adalah perluasan dari ilmu komunikasi dengan basis teknologi misalnya wireless, internet, faximille, personal komputer dan sebagainya. Dengan adanya teknologi tadi diperlukan tidak terdapat lagi batasan ketika/jeda dalam berkomunikasi. Teknologi keterangan serta teknologi komunikasi tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling mendukung. Peran yg dapat diberikan oleh aplikasi teknologi keterangan serta teknologi komunikasi ini merupakan mendapatkan informasi untuk kehidupan langsung misalnya liputan tentang kesehatan, hobi, rekreasi serta rohani. Kemudian buat profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, kabar, usaha, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara eksklusif atau gerombolan yang satu menggunakan eksklusif atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak serta waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yg bisa Mengganggu bertukar pikiran.

Internet merupakan jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar pada semua dunia. Jaringan ini mencakup jutaan pesawat personal komputer yang terhubung satu menggunakan yg lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon ( baik kabel maupun gelombang elektromagnetik). Jaringan jutaan personal komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer pada jaringan internet menggunakan dukungan aplikasi dan hardware yang diperlukan. Untuk bergabung pada jaringan ini, satu pihak ( pada hal ini provider ) wajib memiliki acara aplikasi serta bank data yang menyediakan liputan serta data yang dapat pada akses sang pihak lain yg tergabung dalam internet. Pihak yg sudah tergabung pada jaringan ini akan mempunyai alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang bisa dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yg sebagai server bagi pihak-pihak yg mempunyai personal komputer ( PC ) buat sebagai pelanggan ataupun buat mengakses internet.

1. Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK )
Di dunia pendidikan, poly sekali lembaga pendidikan yg telah berhasil menyebarkan Teknologi Informasi serta Komunikasi dalam mendukung proses pembelajarannya. Dunia, saat ini sedang memasuki era yang ditandai menggunakan gencarnya inovasi teknologi dan peluang ekonomi yg belum pernah terbayangkan sebelumnya. Perubahan-perubahan besar terjadi dalam bidang teknologi, politik, sosial serta ekonomi. Segala perubahan ini telah menyebabkan terjadinya pergeseran dalam aneka macam bidang yang antara lain adalah; 
a. Masyarakat industri ke masyarakat fakta (kita masih berkutat menurut masyarakat agraris ke rakyat industri)
b. Teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi (hi-tech).
c. Ekonomi nasional ke perekonomian global.
d. Kebutuhan jangka pendek ke jangka panjang.
e. Sistem sentralisasi ke sistem desentralisasi.
f. Bantuan ke lembagaan berpindah ke swakarsa.ari pola hirarchi ke jaringan kerja (networking).
g. Dari pilihan terbatas ke banyak pilihan 

Dalam global pendidikan, keberadaan sistem informasi serta komunikasi adalah salah satu komponen yg nir dapat dipisahkan berdasarkan kegiatan pendidikan. Dalam sebuah lembaga pendidikan wajib memiliki komponen-komponen yang diharapkan untuk menjalankan operasional pendidikan, seperti siswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi, proses, asal daya insan (energi pendidik), dan porto operasi. Sedangkan sistem komunikasi dan keterangan terdiri dari komponen-komponen pendukung forum pendidikan buat menyediakan informasi yg diharapkan pihak pengambil keputusan waktu melakukan aktivitas pendidikan (PUSTEKKOM,2006). 

Peran-Peran TIK dalam global pendidikan : 
a. TIK sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi.
b. TIK menjadi infratruktur pedidikan.
c. TIK sebagai sumber materi ajar.
d. TIK menjadi alat bantu dan fasilitas pendidikan.
e. TIK menjadi pendukung manajemen pendidikan.
f. TIK menjadi sistem pendukung keputusan 

2. Dampak Positif Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK )
Pemanfaatan TIK, akan mengatasi masalah menjadi berikut:
a. Masalah geografis, ketika dan sosial ekonomis Indonesia.
b. Negara Republik Indonesia adalah Negara kepulauan, wilayah tropis serta pegunungan hal ini akan menghipnotis terhadap pengembangan infrastruktur pendidikan sehingga bisa menyebabkan distribusi fakta merata.
c. Mengurangi ketertinggalan pada pemanfaatan TIK pada pendidikan dibandingkan menggunakan negara berkembang dan negara maju lainnya.
d. Akselerasi pemerataan kesempatan belajar serta peningkatan mutu pendidikan yg sulit diatasi menggunakan cara-cara konvensional.
e. Peningkatan kualitas asal daya insan melalui pengembangan serta eksploitasi teknologi kabar dan komunikasi.
f. Anak-anak dapat memakai aplikasi pendidikan seperti program-acara pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan juga, sekarang perangkat pendidikan ini kini pula diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yg sinkron menggunakan materi, sehingga anak semakin suka .
g. Membuat anak semakin tertarik buat belajar.
h. Dapat sebagai solusi bagi para orangtua yg mempunyai anak yang merasa gampang bosan buat belajar.
i. Dapat menambah wawasan.
j. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp serta www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet pada semua global bisa saling bertukar keterangan menggunakan cepat dan murah.
k. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis pada bidang perdagangan sehingga nir perlu pergi menuju ke loka penawaran/penjualan

3. Dampak Negatif TIK terhadap pendidikan 
a. Pengalih fungsian guru yg, lantaran sistem pembelajaran bisa dilakukan menggunakan hanya seorang diri, serta kemungkinan etika dan disiplin siswa susah atau sulit untuk diawasi serta dibina sehungga lambat laun kualitas etika dan insan khusunya para siswa akan menurun drastis, serta hakikat insan yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah.
b. Ketergantungan terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi.
c. Kecanduan terhadap games, terutama games online menonjolkan unsur-unsur dan agresivitas, sebagai akibatnya bisa menghabiskan uang karena hanya buat melayani kecanduan tadi.
d. Penipuan, Hal ini memang merajalela pada bidang manapun. Internet pun nir luput dari agresi penipu. Cara yg terbaik adalah nir mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi fakta yg Anda dapatkan pada penyedia informasi tadi.
e. Violence and Gore yaitu Kekejaman serta kesadisan pula banyak ditampilkan. Karena segi usaha dan isi dalam global internet nir terbatas, maka para pemilik situs memakai segala macam cara agar bisa ‘menjual’ situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yg bersifat tabu
f. Mengurangi sifat sosial insan lantaran cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara eksklusif (face to face).
g. Bukanya sahih-benar memanfaatkan TIK menggunakan optimal malah mengakses hal-hal yg tidak baik, seperti pornografi yang sangat gampang pada akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yg telah dewasa sekalipun.
h. Membuat seorang kecanduan, terutama yg menyangkut pornografi serta bisa menghabiskan uang lantaran hanya buat melayani kecanduan tadi.
i. Carding, Karena sifatnya yg ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah carayang paling poly digunakan pada dunia internet. Para penjahat internet pun paling poly melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yg terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yg menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang dipakai. Untuk selanjutnya mereka memakai data yg mereka dapatkan buat kepentingan kejahatan mereka. 
j. Perjudian menggunakan jaringan yg tersedia, para penjudi nir perlu pulang ke tempat spesifik buat memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, lantaran umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan menurut pengunjungnya.
k. Health Issues ( Issue Kesehatan ), penggunaan BTS serta Elektromagnetis yang dapat mengganggu kesehatan pengguna dan dapat mengakibatkan banyak penyakit misalnya persendian, kanker dan lain – lain
l. Impact on Globalization on Culture, makin menipisnya nilai - nilai budaya lokal dampak pengaruh globalisasi. Salah satu contohsederhananya yaitu seberapa baikkah kemampuan bahasa daerah kita dibandingkan dengan bahasa asing

4. Pemecahan Masalah serta Solusi pada mengatasi efek negatif TIK 
Agar penggunaan TIK lebih optimal dan di jalankan menggunakan baik serta sahih, berikut terdapat beberapa metode pemecahan perkara agar pengaruh negatif menurut TIK bisa tertanggulangi.
a. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya buat anak pada bawah umur yg masih wajib pada pengawasan saat sedang melakukan pembelajaran menggunakan TIK. Analisis laba ruginya pemakaian.
b. Tidak mengakibatkan TIK menjadi media atau wahana satu-satunya pada pembelajaran, contohnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, nir hanya berkunjung ke digital library, tetapi juga masih berkunjung ke perpustakaan.
c. Pihak-pihak guru baik orang tua juga guru, memberikan pengajaran-pedagogi etika dalam ber-TIK agar TIK bisa digunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
d. Perlu terdapat pencerahan peran dan kerjasama antara seluruh pengguna lanyanan TIK.
e. Menggunakan aplikasi yg dirancang spesifik buat melindungi ‘kesehatan’ anak. 
f. Letakkan personal komputer pada ruang publik tempat tinggal , misalnya perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan pada dalam kamar anak. Meletakkan personal komputer pada pada kamar anak, berdasarkan Nina akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak mampu leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yg berbau dan sadistis pada pada kamar terkunci. Bila komputer berada pada ruang keluarga, keleluasaannya buat melanggar aturan pun akan terbatas karena terdapat anggota keluarga yang kemudian lalang.
g. Untuk mencegah kecanduan orang tua perlu menciptakan konvensi menggunakan anak soal waktu bermain personal komputer . Sehingga dalam usia yang lebih akbar, diperlukan anak telah dapat lebih bisa mengatur saat menggunakan baik.
h. Pemerintah menjadi pengendali sistem-sistem berita seharusnya lebih peka serta menyaring apa-apa saja yg bisa di akses sang para pelajar serta seluruh masyarakat Indonesia di global maya. Selebihnya, Kementrian juga bisa mengembangkan filter berupa program software untuk menekan impak tidak baik teknologi informasi. Kedua, perlu adanya dukungan berdasarkan orangtua, tokoh budaya sampai kalangan agamawan, buat mensosialisasikan mengenai saran, manfaat serta sisi positif facebook.
Jadi, solusinya merupakan kita jangan sampai menyampaikan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat demikian, maka kita akan ketinggalan banyak liputan yg sekarang ini kabar-informasi tersebut paling banyak ada pada internet. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan permanen menggunakan etika, jua tidak lupa jangan terlalu hiperbola supaya kita nir kecanduan menggunakan teknologi.

Selain itu dengan teknologi yang sederhana dari dimanfaatkan menggunakan aporisma, maka teknologi itu akan membentuk kualitas yang optimal. Seperti jua facebook dan jejaring sosial lainnya jika dimanfaatkan menggunakan baik, maka akan mampu memberikan manfaat bagi kita. Yang terpenting merupakan berdasarkan diri kita sendiri buat memakai teknologi moderen ini secara sehat. Facebook pada dasarnya merupakan wahana, sebuah output karya teknologi berita komunikasi yg bertujuan memudahkan hidup kita. Facebook bisa sebagai sarana mengembangkan kabar, hiburan, menambah jaringan pertemanan, serta banyak hal positif lainnya. Facebook di tangan yang salah adalah pula indera buat melakukan, pelecehan, bahkan tindak kriminal misalnya penipuan, pemerasan, dan sebagainya.

ANALISIS KINERJA PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TIK

Analisis Kinerja Penerapan Teknologi Informasi serta Komunikasi (TIK) 
Teknologi keterangan dan komunikasi (TIK) adalah sebuah teknologi yang dapat menghubungkan seluruh pemakai personal komputer , buat berbagai tujuan, di seluruh global tanpa harus bertemu secara langsung. TIK sering pula dianggap ICT (Information and Communication Technology). TIK merupakan fasilitas yang didesain buat memudahkan insan buat berkomunikasi, baik secara tertulis (e-mail, lembaga,chatting, dll.), mulut, maupun visual (misalnya video conference). Dengan kemudahan-kemudahan yang tersedia menggunakan dukungan TIK tersebut, maka insan dapat menaikkan kompetensi dan kapasitas tertentu dalam dirinya tanpa harus melalui institusi-institusi formal, seperti belajar di sekolah, di perguruan tinggi, pada forum-forum kursus, serta lain-lian semacamnya. Terminologi TIK serta ICT dalam proposal ini akan digunakan secara bergantian sinkron peruntukannya.

Dengan kiprah TIK seperti yang digambarkan pada atas, dan perguruan tinggi sebagai galat satu institusi yg berperan buat menaikkan kompetensi dan kapasitas asal daya manusia, bila ingin permanen mempertahankan atau menaikkan kiprah tadi, maka harus mengintegrasikan TIK sebagai keliru satu media utama proses pembelajarannya selain dosen dan perpustakaannya. Perguruan tinggi atau institusi semacamnya yang nir bisa mengoptimalkan peran internet dalam proses pembelajarannya, sangat mungkin akan ditinggalkan, cepat atau lambat, sang stakeholdernya.

Dengan pencerahan akan besarnya peran TIK tersebut, serta kebutuhan akan data serta liputan yang cepat, seksama, dan komprehensif bagi setiap lini manajemen di lingkungan Unhas, maka sejak akhir tahun 80-an dibentuklah unt pelaksana teknis

(UPT Komputer). Untuk meningkatkan kinerja unit ini, dalam tahun 1995 dibangun jaringan LAN kampus. Dengan adanya jaringan itu, maka pengelolaan data serta berita diharapkan akan berjalan lebih baik, lantaran proses peremajaan data bisa dilakukan secara online dalam setiap unit kerja yang bertanggung jawab dengan data tadi. Rencana tadi ternyata belum berjalan sinkron menggunakan harapan. 

Dari output analisis perkara diperoleh bahwa akar masalahnya terletak pada “struktur organisasi UPT Komputer yg kurang sesuai dengan tugas yg dibebankan kepadanya. Untuk mengatasi masalah tadi, sejak tahun 2000, dilakukan reorganisasi kelembagaan dalam UPT Komputer dan sekaligus membarui namanya menjadi Pusat Informasi Universitas (PIU). Lembaga ini mempunyai tiga (3) divisi, yaitu : (i) divisi pelayanan yg bertugas menyediakan warta dan training kepada sivitas akademika Unhas dan masyarakat yang membutuhkan, (ii) divisi teknologi yang bertugas buat menelaah dan memanfaatkan TIK (Information and Communication Technology= ICT) serta memelihara dan menaikkan kinerja jaringan kampus serta akses internet, serta (iii) divisi sistem berita yg bertugas buat mengelola Sistem Informasi Manajemen (SIM) Unhas” (Renstra 2006-2010).

Sejak dibentuknya, PIU telah memberitahuakn kinerja yg lebih baik. Keberhasilan ini banyak didukung oleh adanya proyek TPSDP-batch I yg dimenangkan UPT Komputer. Dengan proyek ini, ketersediaan serta kualitas jaringan bisa diperbaiki dan ditingkatkan, demikian jua beberapa aplikasi SIM bisa dikembangkan. Di samping itu, dengan alokasi dana berdasarkan universitas, PIU jua telah berhasil mendapatkan donasi fasilitas pelatihan dan pelayanan yang dilengkapi kurang lebih 100 unit komputer serta askes internet. Fasilitas ini telah dimanfaatkan oleh sivitas akademika Unhas, baik menjadi media buat mengusut aneka macam perangkat lunak personal komputer , jua buat mengakses keterangan melalui internet. 

Pada tahun 2003, Unhas memasang PABX yg memiliki kemampuan buat mendukung komunikasi data. Jaringan PABX ini kemudian diintegrasikan menggunakan jaringan LAN Unhas yg telah terdapat. Ditambah dengan upaya membangun Wave- LAN dengan menggunakan dukungan dana menurut proyek TPSDP, maka dalam pertengahan tahun 2004, kualitas jaringan komunikasi data di lingkungan Kampus Unhas sebagai semakin baik, sebagai akibatnya akan semakin sanggup mendukung SIM Unhas serta mendukung pemanfaatan ICT dalam proses pembelajaran. 

Seiring dengan komitmen pemerintah buat mempertinggi kinerja perguruan tinggi, maka sejak tahun 2004 sampai sekarang diluncurkan berbagai hadiah kompetisi pada tingkat acara studi, Jurusan, sistem support institusi, seperti TPSDP, SP4, Duelike, QUE, PHK-A1, PHK-A2, INHERENT, I-MHERE, PHK-I, dll. Proyek-proyek hadiah tadi ada yang fokus untuk mendorong pemugaran internal manajemen, peningkatan relevansi serta kualitas, dll. Salah satu hasil yang diperoleh dari proyek-proyek hibah tadi merupakan peningkatan kualitas serta kuantitas infrastruktur ICT pada setiap unit pemenang PHK tadi. 

Pada tahun 2006, melalui PHK INHERENT, serta pada tahun 2007-2009, melalui PHK I-MHERE, Unhas kembali menerima donasi yang sangat signifikan berdasarkan DIKTI buat menaikkan kapasitas serta kualitas ICT-nya. Dari PHK INHERENT, Unhas sudah berhasil menambah infrastruktur server sebanyak 14 butir, 13 buah server didistribusikan kepada fakultas, dan berhasil menciptakan 4 (empat) sistem berita manajemen (SIM) dan mengembangkan satu SIM. SIM baru yang dimaksud adalah SIM Asset, Keuangan, Learning Manajemen System, dan Proxy Library, serta SIM yg berhasil dikembangkan adalah SIM Akademik, lihat (http:10.0.1.7). Sedangkan menurut PHK I-MHERE, Unhas berhasil meletakkan banyak sekali dasar pijakan pengembangan TIK serta pengembangan SIM Keuangan serta Asset. Dasar-dasar pijakan yg dimaksud merupakan sbb: 1. Kebijakan dasar pengembangan ICT (ICT policy), 2. Cetak biru (blueprint) ICT 2009-2013, serta Sistem dan Prosedur pengembangan ICT.

Selain itu, Universitas Hasanuddin pula sebagai salah satu percontohan pemerintah pada penerapan TIK di Indonesia Bagian Timur, hal ini ditunjukkan dengan aneka macam bantuan misalnya acara SOI (School of Internet), GDLN (Global Distance Learning).

Pada tahun 2007, Unhas kembali melakukan reorganisasi menurut PIU sebagai PTIK (Pusat Teknologi Informasi serta Komunikasi). PTIK ini memiliki 4 (empat) divisi, yaitu : (i) divisi SDM yg bertugas mempertinggi kompetensi TIK para sivitas akademika Unhas serta masyarakat yang membutuhkan, (ii) divisi Jaringan yg bertugas buat mempelajari serta memanfaatkan TIK (Information and Communication Technology= ICT) dan memelihara serta menaikkan kinerja jaringan kampus serta akses internet, (iii) divisi sistem kabar yg bertugas buat mengelola Sistem Informasi Manajemen (SIM) Unhas, serta (iv) divisi E-Learning yang bertugas buat mengelola system pembelajaran berbasis elektronik. Pada tahun itu juga, Unhas membangun tim ICT dalam setiap unit kerja (Fakultas, Pusat, Lembaga, Biro, dan UPI) yg beranggotakan tiga-4 orang yang dipimpin oleh 1 (satu) orang dosen menjadi kordinator. 

Pada pertengahan tahun 2008, Unhas kembali menaikkan berkomitmen bertenaga buat menerapkan TIK ini buat mendukung gambaran Unhas sebagai world group university. Komitmen bertenaga tersebut dibuktikan dengan melakukan peningkatan kapasitas infrasturktur jaringan intranet (menerapkan teknologi fiberoptic), dan bandwidth internet yg sangat signifikan (berdasarkan lima Mbps menjadi 40 Mbps berdasarkan TELKOM) dari tahun 2008.  
Sejak tahun 2008 tersebut, Unhas memasuki era TIK. Semua unit kerja sudah dihubungkan dengan infrastruktur intranet untuk mendukung internet baik melalui kabel serat optic (fiber optic) serta lainnya maupun nirkabel (wireless). Bahkan, semenjak 2009 Unhas sudah memulai menyalurkan internet yg idel diluar jam kerja ke perumahan unhas Tamalanrea dan Baraya yang tidak dimanfaatkan pada luar saat kerja efektif Unhas (jam 16.00 s.D. 08.00). Tahun 2010 ini juga telah ke perumahan UNHAS Antang. Upaya ini memberitahuakn tingginya komitmen UNHAS pada penerapan internet bagi civitas akademikanya.

Pertanyaan besar yg muncul serta mendorong penelitian ini dilakukan adalah, mengapa fasilitas TIK yang begitu banyak serta begitu canggih, dasar-dasar pijakan pengembangan TIK yang telah sangat bertenaga, SDM yang menangani TIK yang begitu banyak, komitmen Unhas terhadap penerapan TIK yg sangat tinggi, masih belum menaruh imbas yang signifikan terhadap civitas akademika Unhas. Hal ini ditunjukkan dengan akses ke seluruh fasilitas TIK Unhas secara generik belum memuaskan.

Dari sejarah panjang peningkatan kapasitas infrastruktur TIK seperti yg dikemukakan pada latar belakang di atas, namun masih banyak konflik yg tak jarang dimunculkan dipermukaan oleh para civitas akademika unhas. Adapun pertarungan-konflik yang sangat dominant tersebut adalah sbb: (1) belum optimalnya pemanfaatan fasilitas internet serta intranet Unhas, (dua) masih adanya fasilitas sistem kabar manajemen (SIM) dalam level UNHAS (//10.0.1.7) yang tumpang tindih pada level unit yang dibawahnya, (3) liputan yg disajikan pada SIM unhas, khususnya dalam sistem warta akademik, sistem informasi asset, serta system informasi keuangan masih acapkali tidak konsisten menggunakan SIM dalam level dibawahnya, (4) fasilitas e-learning (learning mangemen system=LMS dan Proxy Library) belum dimanfaatkan dengan baik sang para civitas akademika buat menunjang pembelajaran, (5) belum jelasnya sistem pengelolaan infrastruktur TIK unhas bagi sebagian akbar civitas akademika unhas.

Permasalahan generik yg sering timbul dipermukaan yg terkait dengan fasilitas internet dan intranet merupakan kurang lacarnya akses ke internet melalui intranet unhas. Sebagian unit kerja menyatakan bahwa akses ke internet masih kurang lancar tetapi semakin membaik seperti Fak. Kedokteran dalam umumnya, Fak Kesehatan Masyarakat, Fak. Kelautan, Sebagian Fakultas MIPA, Sebagian akbar Fak. Teknik, Perputakaan, Kantor Pusat, Fak. Hukum, sebagian Fak. Ekonomi, sebagian Fak. Ilmu Budaya, Pascasarjana, Lembaga Pengabdian Masyarakat, Lembaga Penelitian, dll. Sebagian yang lain menyatakan masih seringnya akses ke internet mengalami kelambatan bahkan nir terdapat aksess sama sekali. Permasalahan infrastruktur yg terkait dengan kelambatan akases inilah yg akan sebagai salahsatu penekanan kajian primer penelitian ini.

Permasalahan yg terkait dengan tumpang tindihnya fasilitas SIM dalam level Unhas dan dalam level unit dibawahnya lantaran memungkinkannya setiap unit kerja membangun sendiri SIM berbasis elektronik melalui PHK tanpa adanya standarisasi data dan pengkodeannya dalam level unhas. Pertarunga yang terkait terhadap tumpan tindihnya SIM yg akan sebagai salah satu penekanan penelitian.

Permasalahan yang acapkali ada dipermukaan yg terkait Sitem Informasi Manajemen (SIM) Unhas adalah kualitas keterangan yang tersaji pada SIM tadi. Beberapa unit kerja, khususnya yg telah mendapatkan PHK berdasarkan DIKTI atau lainnya, melakukan penerapan SIM pada level unit kerjanya. Meskipun Unhas sudah tetapkan buat menerapkan SIM level unhas serta SIM level dibawahnya mengintegrasikan seluruh datanya pada SIM unhas, namun terdapat beberapa unit kerja yg masih permanen bertumpuh pada SIM dalam unitnya masing-masing. Penerapan SIM yg tumpang tindih seperti ini sering memunculkan disparitas fakta yang tersaji dalam level SIM unhas menggunakan SIM serta dibawahnya, sehingga warta yg tersaji pada SIM unhas belum dapat dijadikan sebagai acum. Sementara masih poly kabar yang diperlukan pada level SIM Unhas nir tersedia pada level SIM dibawahnya. Pertarunga tumpang tindihnya penerapan SIM dalam level yg tidak sama inilah yg akan sebagai salahsatu penekanan analisis pada penelitian ini.

Permasalahan yang sering ada dipermukaan yang terkait dengan fasilitas e-learning adalah akses yg nir lancar, bahkan lebih acapkali tidak bisa diakses melalui fasilitas intranet Unhas. Selain itu, belum ada komitmen bertenaga menurut pihak manajemen tingkat unhas buat memulai penerapannya. Selama ini pihak manajemen taraf Unhas hanya memberi himbauan pada civitas akademika untuk penerapannya.

Permasalahan yg acapkali timbul dipermukaan yang terkait dengan sistem pengelolaan infrastruktur TIK unhas merupakan ketidak tahuan sebagian besar civitas akademika mengenai sistem pengelolaannya. Mereka nir memahami siapa yg bertanggung jawab terhadap pengelolaan fasilitas infrastruktur TIK dalam level Fakultas, Jurusan/Program Studi/ Bagian, sebagai akibatnya dalam umumnya mereka hanya memanfaatkan fasilitas TIK jika sedang berfungsi. Ketidak tahuan ini berimplikasi pada persepsi ketidak puasan terhadap pengelola TIK pada taraf universitas, yaitu Pusat Teknologi Informasi serta Komunikasi (PTIK) Unhas.

Menurut Haryadi, teknologi berita merupakan “Teknologi pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan penyebaran banyak sekali jenis informasi dengan memanfaatkan personal komputer serta telekomunikasi yang lahir lantaran adanya dorongan-dorongan bertenaga buat membentuk teknologi baru yang bisa mengatasi kelambatan insan memasak warta”.

“The system by which the current and future use of ICT is directed and controlled. It in volves evaluating and directing the plans for the use of ICT to support the organization and monitoring this use to achieve plans. It includes the strategy and policies for using ICT within an organization” (Australian Standard on Corporate Governance of ICT, 2005.

Menurut Tifatul Sembiring, Menkominfo Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2009-2014, “Ada empat PR besar yang wajib segera kita perbaiki dari sektor komunikasi dan informatika”. Beliau merincikan sbb: “pertama merupakan Indonesia mempunyai perkara dalam hal disparitas kemudahan akses di kota besar serta wilayah terpencil yg sangat akbar. Persoalan kedua merupakan kurangnya warta edukatif berdasarkan media komunikasi tanah air. Ia beropini, komunikasi edukatif masih sangat lemah pada mana 75 % tayangan yg ada pada media siaran Indonesia dinilai nir mendidik. "Sebagai Menkominfo aku ingin komunikasi yg lancar dan berita yang benar pada arti lancar, gampang, dan bermanfaat", perkara yang ketiga yang menghadang global komunikasi serta informatika adalah infrastruktur ICT yg masih sangat lemah. "Dan dilema yg terakhir adalah layanan informasi kita masih sangat kurang," (JAKARTA, KOMPAS.com, Rabu, 21 Oktober 2009). 

Menurut Wibawanto Hari, penerapan TIK dalam lembaga pendidikan memungkinkan melayani aneka macam hambatan pembelajaran. “Ide buat menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yg rumit, animasi proses-proses yg sulit dideskripsikan, sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala saat serta loka, jua dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan menggunakan itu mulailah bermunculan banyak sekali jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library dan sebagainya. Awalan e- bermakna electronics yg secara tersirat dimaknai berdasar teknologi elektronika digital.”

Menurut Suwardi, peneliti Bidang Informasi, Pusat Analisis serta Informasi Kedirgantaraan, “E-government adalah penggunaan teknologi kabar serta komunikasi TIK) sang pemerintah (seperti Wide Area Networks, the Internet, and mobile computing) yg memungkinkan pemerintah buat mentransformasikan interaksi menggunakan warga , dunia bisnis serta pihak yg berkepentingan”. Unhas sebagai galat satu institusi pemerintah, pada penerapan TIK-nya, seyogyanya terintegrasi menggunakan e-Government.

Menurut Cahyana Ahmadjayadi, Dirjen Depkominfo, Trend Teknologi Informasi Dan Komunikasi adalah Next Generation Network (NGN): ”NGN dibuat buat memenuhi kebutuhan infrastruktur infokom abad ke 21. Konsepnya lebih dari sekedar Internet yg digabungkan dengan PSTN (dan ISDN). NGN harus mampu mengelola dan membawa aneka macam macam trafik sinkron kebutuhan customer yg terus berkembang. Jaringan tidak lagi dibutuhkan bersifat TDM misalnya PSTN kini , melainkan sudah dalam bentuk paket-paket yg efisien, namun menggunakan keandalan dan kualitas (QoS) terjaga. Jika PSTN meletakkan kecerdasan pada network, dan Internet meletakkannya pada host, maka NGN membuatkan kecerdasan dalam network dan host. Feature layanan lintas media menjadi dimungkinkan”. Melihat animo tersebut, posisi penerapan TIK Unhas masih sangat jauh berdasarkan standard tersebut.

Merujuk Rekomendasi kebijakan ICT Unhas sbb:
1. Universitas wajib membentuk fondasi infrastruktur ICT yg handal sebagai akibatnya memungkinkan universitas buat mencapai posisi terdepan dalam skala nasional serta mendapat posisi yang membanggakan pada skala internasional dibidang penyediaan, pemanfaatan, serta pelayanan ICT buat mendukung manajeman universitas dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.
2. Infrastruktur jaringan harus dibangun menggunakan redundant network berbasis fiber-optik dan wireless sehingga mempunyai ketersediaan layanan 99.5%, dengan mean-time-to-fix tidak lebih berdasarkan dua jam. 
3. Infrastruktur jaringan harus bisa menghubungkan seluruh unit kerja dalam kampus beserta unit-unit pendukung (bank, koperasi, asrama, sarana olahraga, ruang senat, audiotorium, dsb). 
4. Infrastruktur jaringan wajib menyediakan bandwidth akses jaringan kabar baik intra juga internet untuk masyarakat kampus, minimal sebesar lima Kbps/orang, yang dapat melayani akses data, warta, suara, musik, video, dan objek multimedia lainnya.
5. Universitas menyediakan dana pengembangan dan perawatan sistem ICT minimal US$ 5 / orang / tahun, supaya sistem ICT permanen terpelihara serta memiliki perangkat uptodate. 
6. Universitas wajib menyediakan akses fakta, fasilitas komputasi, serta jaringan yg handal buat setiap warga kampus (dosen, mahasiswa, staff) baik dari dalam lingkup kampus juga berdasarkan luar kampus.
7. Program training, pengembangan SDM bidang ICT, serta program insentif harus ditetapkan serta diadakan secara reguler sehingga bisa memicu dosen, mahasiswa, dan staff buat berkarya secara kreatif pada memanfaatkan ICT serta secara innovatif membentuk pelaksanaan ICT buat keperluan tridharma perguruan tinggi
8. Harus dibangun suatu sistem basisdata yg ter-integrasi, dengan standarisasi interface serta standarisasi struktur, sebagai akibatnya memungkinkan seluruh data dan kabar dilingkungan unit kerja baik tingkat jurusan, tingkat fakultas, juga taraf universitas, dapat diakses sang warga kampus yg diberi hak akses, menurut mana saja dan kapan saja.
9. Harus dibangun sistem warta manajemen yg responsif (ontime, accurate, complete, precise) mendukung pengelolaan data serta informasi disegala bidang, baik pada bidang administrasi akademik, bidang administrasi personalia, keuangan serta asset, bidang administrasi kemahasiswaan, dan bidang administrasi pengembangan dan kerjasama, baik ditingkat jurusan, taraf fakultas, serta taraf universitas.
10. Harus dibangun suatu sistem intranet buat mendukung kegiatan tridharma perguruan tinggi, misalnya akses kabar pada ruang kelas, di laboratorium, maupun pada luar kelas.
11. Harus disediakan wahana akses pada banyak sekali tempat dalam lingkungan kampus, baik berupa perangkat DTE juga berupa sarana koneksi kabel dan koneksi hot-spot. 
12. Harus dibangun perpustakaan digital online yg terkoneksi ke banyak sekali perpustakaan online lainnya baik dalam lingkup nasional juga internasional, menggunakan penyediakan e-book yg mampu melayani kebutuhan literatur dan referensi menurut setiap warga kampus, serta mampu diakses dengan mudah oleh setiap warga kampus yang terdaftar.
13. Harus ada kebijakan serta prosedur yg mengatur akses, pemakaian fasilitas, eksploitasi infrastruktur, dan sistem keamanan jaringan komputer, sebagai akibatnya akses sebagai kondusif, data terlindungi, HAKI permanen dihargai, dengan tetap memberi kebebasan akses yang bertanggung jawab kepada semua rakyat kampus.

Sebagaimana sudah diamanatkan pada Renstra Unhas 2006-2010, Universitas Hasanuddin (Unhas) mempunyai tanggung jawab akbar buat menjadi institusi pendidikan tinggi yg unggul dan mampu membaharui warga Indonesia memasuki era pengetahuan abad 21 (knowledge society). Salah satu karakteristik utama abad 21 ini adalah berkembangnya Teknologi Informasi serta Komunikasi (Information and Communication Technology (ICT) buat selanjutnya disingkat TIK) yg sangat mempengaruhi taraf kemajuan, kemakmuran, serta daya saing suatu bangsa.

Dari hasil kajian tim PHK I-MHERE 2007-2009 Unhas beserta tim Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Unhas serta tim Technical Assitence bidan TIK yang dituangkan dalam dokumen cetak biru (blueprint) ICT Unhas. “Dengan penerapan yang sempurna, TIK sanggup memberdayakan dan mencerdaskan rakyat ke taraf kemajuan yg lebih tinggi. Dalam skala mikro, Unhas meyakini sepenuhnya bahwa hanya dengan melalui TIK yang tepat, visi dan misi unhas segera dapat direalisasikan. Dengan demikian pengembangan Unhas menjadi ICT-Based Campus adalah suatu keniscayaan. Penerapan TIK yg tepat menuntut warga kampus serta lingkungannya, civitas akademika Unhas terutama, buat sanggup menguasai teknologi ini menjadi salah satu kompetensi intinya. Dengan kata lain, tujuan pengembangan TIK di Unhas harus diarahkan buat mendukung tercapainya visi serta misi Unhas serta menaikkan kiprah civitas akademika Unhas buat membaharui masyarakat Indonesia memasuki era pengetahuan. Pada saat yang sama jua, civitas akademika Unhas menguasai TIK sebagai sebuah kompetensi sesuai bidangnya”. Selanjutnya Visi TIK Unhas 2009-2013 buat mendukung visi Unhas, maka yaitu “Menjadikan Universitas Hasanuddin sebagai kampus yg didukung sepenuhnya oleh ICT sehingga mampu membawa UNHAS menjadi universitas terdepan pada pelayanan serta pemanfaatan ICT pada manajemen universitas dan aplikasi tridharma perguruan tinggi, baik dalam skala nasional juga internasional”. (Dokumen PHK I-MHERE Unhas, Draft Cetak Biru Penerapan TIK Unhas).

Teknologi Informasi serta Komunikasi (TIK) menjadi bagian berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara generik adalah semua yg teknologi berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian warta (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006: 6).

Dari dokumen Renstra Unhas 2006-2010 menyatakan bahwa: “terdapat beberapa masalah yang perlu dipecahkan agar fasilitas ICT Unhas mampu berperan optimal pada mendukung manajemen universitas. Pertama, adalah mendo rong serta memfasilitasi pimpinan Fakultas dan Unit Kerja buat membuatkan jaringan komputer pada lingkungan kerja masing-masing. Ketiadaan jaringan interanet ini, adalah kendala yg sangat berarti, karena proses peremajaan data pada tataran unit kerja menjadi terhambat. Hasil penilaian memperlihatkan bahwa kelangkaan jaringan pada tataran unit kerja poly ditimbulkan oleh lantaran beberapa pimpinan unit kerja belum memprioritaskan upaya pengembangan SIM serta jaringan intranetnya, sebagai akibatnya alokasi dana menjadi sangat terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali. Komitmen yg kurang ini secara eksklusif juga tidak langsung mengakibatkan motivasi staf yang bertugas mengelola SIM serta jaringan menjadi sangat rendah. Selain itu, masih ada juga beberapa unit kerja yang kemampuannya memang sangat terbatas. Untuk kasus seperti ini, pimpinan universitas turun tangan membantu. Kedua, merupakan masalah ketersediaan sumberdaya manusia. Sebagaimana disinggung sebelumnya, kekurangberhasilan pengembangan SIM Unhas pada masa lalu poly ditimbulkan oleh kurangnya dukungan staf. Pengoperasian SIM membutuhkan staf menggunakan kualifikasi spesifik yang umumnya nir tersedia. Oleh karenanya, Unhas harus menyelenggarakan program training yang bersiklus menggunakan baik. Di samping itu, Unhas perlu juga memberikan perlakuan yang proporsional pada staf yang telah terlatih, karena tanpa adanya perlakuan itu, mereka akan gampang terpengaruh dalam peluang-peluang yang ditawarkan pihak lain pada mereka. Ketiga, mendorong dan memfasilitasi supaya PIU dapat berkembang menjadi value center, yaitu sebagai pusat pelayanan pengembangan SIM dan pemanfaatan ICT bagi institusi pemerintah serta masyarakat, pelayanan akses internet serta content provider, dan mendukung penyelenggaraan acara Distance Learning. Jika PIU dapat menggapai posisi ini, maka tidak saja pelayanan berita akan sebagai semakin prima, tetapi juga akan membuat PIU nir lagi tergantung pada dukungan dana universitas, malah kebalikannya.

Demi mewujudkan “Citra Unhas 2010", maka pemanfaatan teknologi berita serta komunikasi, diupayakan menggunakan:

Peningkatan kualitas serta jangkauan pelayanan PIU. Jangkauan serta kualitas pelayanan Pusat Informasi Universitas (PIU) ditingkatkan antara lain dengan meningkatkan kualitas Wide Area Network (WAN) serta Sistem Informasi Manajemen (SIM) Unhas.

Pembangunan sistem basis data. Keberadaan sistem basis data yang handal adalah syarat harus bagi terbangunnya sistem fakta manajemen (SIM) universitas yang handal. Sistim basis data perlu dibangun secara terpusat dalam PIU namun transaksi data wajib terjadi pada unit kerja dimana data bersumber. Dengan pola ini, pengulangan proses input data nir akan terjadi. Untuk tujuan ini, PIU wajib dapat membentuk kapasitas pada unit-unit kerja secara berkelanjutan buat penanganan sistem basis data misalnya ini.

Pengembangan knowledge management. Unhas perlu menyebarkan sistem yang menjamin pengelolaan pengetahuan yg sinkron dengan standar dunia. Hal ini penting karena knowledge merupakan asal daya terpenting serta sekaligus merupakan kegiatan primer (core business) Unhas.

Mengingat posisi strategis kegiatan-kegiatas pada atas, Pimpinan Universitas Hasanuddin bertekad membuahkan kegiatan tadi sebagai prioritas utama dalam pengembangan institusi Unhas”.

Gateway jaringan komunikasi data Kampus Unhas terhubung ke Internet melalui internet provider dan Perguruan-perguruan tinggi lain pada Indonesia melalui jaringan Inherent. Gambar berikut menerangkan secara generik topologi jaringan yang saat ini terdapat di Unhas.

1. KERANGKA KONSEPTUAL
Variabel primer (dependen) penelitian ini merupakan “optimaslisasi pemanfaatan TIK Unhas”. Variabel-variabel berpengaruh (independen) terhadap variabel dependen adalah “kinerja jaringan intrernet dan intranet unhas”, “Kinerja SIM yg diterapkan Unhas”, “Sistem serta prosedur pengelolaan TIK, dan “kinerja tim TIK pada semua level unit kerja pada Unhas”. Sedangkan variabel kinerja jaringan internet serta intranet sangat dipengaruhi oleh variabel “Kompatibilitas dan sinergitas infrastruktur hardware pendukung jaringan intranet Unhas” serta “Kompatibilitas serta sinergitas infrastruktur internet Unhas dan Telkom” . Variabel kinerja SIM Unhas sangat ditentukan variabel “Keterintegrasian flatform database semua SIM yg diterapkan di Unhas”. Variabel kinerja tim TIK pada semua level unit kerja di Unhas sangat ditentukan oleh variabel “Kompetensi SDM pengelola TIK dalam semua level menejmen” dan “Komitmen tim terhadap TUPOKSI masing-masing anggota tim”. Semua variabel independen tersebut pula saling berhubungan antara satu dengan lainnya.

Secara teoritis, fasilitas internet dengan 40 Mbps menurut Astinet Telkom, 8 Mbps berdasarkan INHERENT (Indonesian Higher Education Network) , 2 Mbps menurut GDLN (Global Distance Learning) serta 13 Mbps downlink menurut SOI (School of nternet) dan intranet yang menghubungkan seluruh unit kerja sampai pada tingkat fakultas, forum, sentra-pusat degan infrastruktur jaringan fiber optik (FO), UTP serta DSL yg ada waktu ini di Unhas sudah relatif memadai, bahkan sangat memadai. Kenyataan bahwa pemanfaatan fasilitas TIK terebut belum optimal tentu menjadi keperihatinan kita seluruh. Dari pementauan awal yang kami lakukan melalui MRTG (Multi Router Traffic Grapher) pada PTIK Unhas, khususnya yg menurut Astinet Telkom, menampakan bahwa bandwidth internet yang masuk ke Unhas belum sepenuhnya 40 Mbps setiap ketika. Selanjutnya, berdasarkan laporan pemanfaatan bandwidth unit-unit kerja se Unhas (masing-masing dua-5 Mbps tergantung jumlah potensi penggunanya) melalui MRTG masing-masing menerangkan bahwa hanya sedikit unitkerja saja yg memanfaatkan internetnya secara rata-homogen di atas 60%. Namun bila ditinjau berdasarkan keluhan sebagian akbar civitas akademika akan lambatnya, bahkan seringkali nir terdapat koneksi internet pada unitnya menampakan bahwa ada konflik teknis operasional yang Mengganggu sampainya internet dalam pengguna nya.

Kompatibilitas dan sinergitas infrastruktur hardware pendukung jaringan internet dan intranet Unhas sangat mempengaruhi optimalitas jaringan intranet Unhas secara internal. Kedua issu tersebut terkait menggunakan teknologi infrastuktur jaringan yg dimanfaatkan. Idealnya, semua teknologi yang mendukung jaringan berasal dari pabrik yg sama, misalnya semua teknologi CISCO, dll. Perbedaan teknologi akan memberikan pengaruh terhadap kinerja jaringan internet dan intranet, serta pada umumnya memperlambat transmisi data pada jaringan.

Kinerja SIM pula sangat mensugesti optimalitas pemanfaatan fasilitas TIK pada Unhas. Masih terdapat beberapa unit kerja yg masih memanfaatkan SIM pada level unitnya sendiri dan belum memanfaatkan SIM (hasil PHK INHERENT Unhas 2006) yang peruntukannya sama pada level Unhas dengan alasan yg sangat bervariasi. Alasan yang paling seringkali dimunculkan sang masing-masing pengguna SIM dalam level unit adalah belum stabilnya akses melalui intranet ke SIM Unhas. Sementara ada unit kerja dengan konsisten menggunakan SIM Unhas dari tahun 2007 dan merasakan relatif terbantu dengan fasilitas SIM tadi buat unitnya, seperti Fakultas Sastra (Fakultas Ilmu Budaya), Fakultas Kelautan. Kontradiksi dari ke 2 gerombolan unit kerja tersebut menerangkan bahwa permasalahan secara umum dikuasai yang terdapat sebenarnya bukan dalam SIM Unhas, tatapi terdapat faktor lain yang perlu sebagai perhatian seluruh pihak yang terkait dengan pengelolaan SIM ini.

Keterintegrasian flatform database semua SIM yg diterapkan sangat berpengaruh terhadap kinerja SIM. Keterintegrasian disini menyangkut 2 faktor, yang pertama menyangkut teknologi database yg diterapkan, misalnya Sql, MySQL atau ORACLE. Yang ke 2 merupakan standar format database yang diterapkan institusi. Perbedaan flatform database SIM yg diterapkan membutuhkan tambahan proses pengintegrasian data-datanya setiap kali terjadi proses terhadap masing-masing SIM yg tidak sama flatform database. Akibatnya akan memeperlambat kinerja SIM. Meskipun flatform database SIM yg akan diintegrasikan sama, tetapi apabila format database SIM yg akan diintegrasikan tidak sama, maka proses pengintegrasiannyapun membutuhkan proses tambahan. Proses tambahan inilah yang akan menghipnotis kinerja SIM secara keseluruhan. 

Sistem dan mekanisme (Sisdur) pengelolaan TIK pada Unhas juga sangat berpengaruh terhadap optimalitas pemanfaatan TIK pada Unhas. Meskipun Sisdur, bahkan Kebijakan TIK (ICT Policy), dan Cetak biru TIK (blueprint ICT) Unhas 2009-2013 telah dirumuskan melalui PHK I-MHERE Unhas 2007-2009, namun penerapannya belum dilakukan samapai waktu ini. Sangat disayangkan bila produk-produk kajian akademik yang sudah dihasilkan tersebut tidak diimplementasikan secara terncana menggunakan baik. Penerapan Sisdur, Kebijakan TIK, dan Cetak biru TIK tadi akan berdampak sangat positif dalam pemanfaatan TIK Unhas.  
Kinerja tim TIK Unhas (Pengelola PTIK serta tim ICT Unit kerja) jua sangat berpengaruh terhadap optimalitas pemanfaatan TIK Unhas. Tim TIK Unhas, sejak 2007 sampai sekarang, masih bersifat adhock (diangkat serta ditetapkan buat periode satu tahun melaui SK Rektor). Sejak itu, SK Rektor paling cepat timbul pada bulan April setiap tahun. Meskipun demikian, tim TIK permanen mengerjakan tugas-tugasnya dalam masa tenggang saat dari Januari hingga April tersebut, namun semua anggota tim secara formal nir mempunyai tanggung jawab lagi dalam TIK Unhas. Selain itu, Tim TIK yg diusulkan sang masing-masing unit kerja pada umumnya pegawai yg telah sangat sibuk dalm bidang komputer pada unit kerjanya masing-masing, sebagian lagi yang diusulkan adalah pegawai yg belum memeiliki dasar yang baik mengenai TIK. Ketiga faktor yg terkait menggunakan tim TIK Unhas tadi akan semakin memperlemah posisi TIK pada jangka panjang. Masalah ini tentu merupakan kelemahan yg sangat lebih banyak didominasi pada pemanfaatn TIK yang perlu segera diatasi sang Unhas.

Kompetensi SDM pengelola TIK pada semua level sangat mempengaruhi kinerja tim TIK. Pengelolaan TIK sangat taat terhadap prisip “The right man on the right place”. Melanggar prinsip ini akan berakibat jangka panjang terhadap pemanfaatan TIK pada Unhas. Dari hasil penelusuran awal terhadap SDM yg ada pada tim TIK Unhas , sejak 2007, menampakan bahwa masih tak jarang ada beberapa anggota tim TIK pada unit tertentu tidak tepat berada dalam posisi tim TIK.

Melihat besarnya serta luasnya skala permasalahan TIK Unhas ketika ini, maka perlu penelitian berkelanjutan buat menemukenali akar konflik, dan menaruh cara lain solusi penyelesaian perkara TIK, baik jangka pendek juga jangka panjang. Untuk itu, penelitian ini perlu dilakukan secara multi year menggunakan Road Map Penelitian seperti dalam tabel berikut. Road map penelitian ini mengacu pada acara pencapaian Visi TIK Unhas yang tertuang dalam dokumen draft cetak biru (blueprint) TIK unhas 2009-2013
No
Fokus Penelitian
Tahun
2010
2011
2012
1
Analisis kinerja infrastruktur TIK yg meli puti: Server, jaringan FO intranet kampus, kappa sitas band width, Data Center dan Pengembangan Disaster Reco very Center, Perangkat workstation, sistem monitoring jaringan computer, Pengimple mentasian cybersecurity dan cyberresponsibility strategies, guidelines, kompe tensi teknis staf orga nisasi pengelola TIK, Tren peng gunaan pelaksanaan opensource, Pemanfaatan TIK bagi civitas akade mika.



2
Analisis Kinerja penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Unhas yg dikembangkan melalui Proyek Hibah Kompetisi (PHK) DIKTI.



3
Analisis kinerja pengintegrasian SIM berdasarkan berbagai unit kerja, baik SIM yg dibangun dengan dana PHK DIKTI, maupun lainnya.



BELAJAR NONFORMAL MENYENANGKAN DENGAN EDUTAINMENT

I.  PENDAHULUAN
Jika kita cermati maka dapat kita lihatdalam rakyat kota metropolitan terdapat kecendrungan perubahan rakyat yangsangat cepat menuju ke arah sesuatu yang baru. Mobilitas yg tinggimenyebabkan terjadinya pertukaran sistem kehidupan menurut satu individu kepadaindividu yg lain secara cepat buat masalah yang menarik. Kita ambil contohmisalnya dalam kasus hiburan, kota akbar seperti kota Banjarmasin adalahpusatnya majemuk hiburan, baik buat warga golongan atas maupun golonganbawah seluruh tersedia lengkap. Hal inilah yg mensugesti keberadaan kegiatanpendidikan yang dilakukan, terdapat kecendrungan rakyat lebih menyenangihiburan-hiburan yang mereka anggap menyenangkan dari pada belajar di sekolahdengan kegiatan pembelajaran yang membosankan. Mereka lebih senang mendengarmusik pada rumah, berdasarkan pada mendengar guru atau tutor yang berceramah pada kelas.mereka lebih cepat membuka serta hapal isi MP3 menurut pada buku-buku yang berisi materipelajaran, nilai-nilai  Pancasila dan UUD1945. 

Berdasarkanhal tersebut pada ataslah maka timbul suatu pemikiran buat mencari starategibaru pada aktivitas penyelenggaraan aktivitas pembelajaran, buat lebih memberikan motivasidan menarik minat belajar masyarakat belajar maka dilakukan kegiatan pembelajarandengan menerapkan konsep Penyelenggaraan yang mengacu dalam suatu polapembelajaran serta teknik penyampaian materi yang dikemas dalam Edutainment yanglebih menarik bagi peserta, yaitu sosialisasi yg gampang serta menyenangkan, yangsebelumnya metode ini dikenal menggunakan kata learning by doing, kini learningby experiencing adalah ungkapan yang lebih tepat buat mendeskripsikan "Edutainment", yaitu sebuah konsepyang terbilang baru. Pendidikan melaluiEdutainment ini ditujukan bagi warga belajar pendidikan non formal dengantujuan buat menaikkan kemampuan intelektual, wawasan, pengetahuan,keterampilan dan kecakapan hayati (life skill). Selain itu juga untukpeningkatan pelayanan pendidikan dan orientasi mutu maka di terapkan  konsep Total Quality Management yaitu sebuahkonsep atau philosofi manajemen yg berorientasi dalam kualitas.

II. PENGERTIAN EDUTAINMENT

Edutainment adalah akronim dari "education plus entertainment". Dapat diartikan sebagai acara pendidikan atau training yang dikemas pada konsep hiburan yg menarik sedemikian rupa, sebagai akibatnya tiap-tiap peserta hampir tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sedang diajak buat belajar atau buat memahami bahan ajar dan nilai-nilai (value) untuk setiap individu.
Edutainment, tak jarang jua dipanjangkan secara bergantian menjadi educational entertainment atau entertainment-education, merupakan suatu bentuk entertainmen yang dirancang buat mendidik serta menarik perhatian orang dengan cara-cara yang menghibur. Definisi ini mempunyai arti yg luas: semua bentuk hiburan yg ditujukan atau memungkinkan diselipkan warta atau pendidikan kepada audiensnya (sebenarnya) mampu diklaim edutainment.

Sistem belajar yg menyenangkan itu dianggap edutainment, deretan antara education (pendidikan) serta entertainment (hiburan). Proses pembelanjaran yang dibentuk sedemikian rupa sebagai akibatnya muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan menggunakan harmonis. Dengan cara itu maka belajar sebagai menyenangkan dan lebih bermakna.
Landasan Teori yang bisa sebagai pijakan aplikasi konsep edutainment ini adalah Berdasarkan berbagai output penelitian, diyakini bahwa suatu materi pembelajaran harus dibuat sedemikian rupa sehingga mengakomodasi tipe pembelajar, dan gaya belajar, dan menarik bukan hanya memperlihatkan gaya mengajar instrukturnya. Salah satu metode yg efektif buat mencapai hal ini merupakan melalui penggunaan teknik serta banyak sekali media yang diubahsuaikan menggunakan gaya belajar si pembelajar. 

Salah satu teori yg menjadi dasar menurut pemikiran ini merupakan dual coding theory yang dikemukakan oleh Paivio (1971). Menurut dual coding theory, fakta diproses melalui 2 channel yg independent, yaitu channel ekspresi misalnya teks dan suara, serta channel visual seperti diagram, animasi, dan gambar. Penelitian lebih lanjut berkaitan menggunakan dual coding theory yg dilakukan oleh Paivio, Bagget (1989), serta Kozma (1991) menandakan bahwa menggunakan memilih kumpulan media yang sinkron, hasil belajar berdasarkan seseorang bisa ditingkatkan. Sebagai contoh, liputan yang menggunakan kata-istilah (mulut) dan ilustrasi visual yg relevan memiliki kesamaan lebih mudah dipelajari dan dipahami daripada berita yang menggunakan teks saja, bunyi saja, gugusan teks serta suara, atau gambaran saja. Sejumlah penting prinsip dan tips buat mengembangkan bahan-bahan ajar berbasis edutainment dengan memanfaatkan teknologi komputer serta multimedia sudah dirumuskan menurut dual coding theory ini. Terlebih lagi, meskipun telah berumur lebih menurut 30 tahun, teori ini permanen relevan dengan perkembangan teknologi serta inovasi dalam bidang pendidikan.

Meskipun banyak penelitian yang sudah dilakukan sampai ketika ini, diperlukan lebih banyak lagi penelitian buat lebih meyakinkan impak informasi multimedia dalam belajar masyarakat buat berbagai learning style yg tidak sama. Banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai dual coding theory buat mengusut imbas kabar multimedia pada pembelajar visual dan verbal, tetapi masih sedikit yang memeriksa pengaruhnya dalam pembelajar tipe lain, misalnya pembelajar bergaya sensorik, intuitif, sequential, dunia, aktif, serta reflektif.

Dalam perkembangannya, edutainment dengan aneka macam disparitas penekanan berubah menjadi dalam aneka macam macam nama misalnya The Learning Revolution, Quantum Learning,Quantum Teaching, Accelerated Learning, Super Learning, dan sebagainya. Metode edutainment ini pula adalah pengembangan pembelajaran seperti; quantum learning, quantum teaching, beyond teaching dan learning, contextual teaching dan learning. Konsep-konsep itu pada bangun dan mengalami mutasi dalam pondasi "Edutainment", yaitu sebuah konsep yg memadukan minat, hobby, materi pembelajaran dan perkembangan seni musik, metode ini terbilang baru. Sebenarnya, perubahan pada taktik pembelajaran adalah galat satu bagian kecil menurut reformasi pendidikan. Keritik terhadap upaya perubahan itu umumnya menyangkut kelayakannya buat konteks pendidikan Indonesia menggunakan dukungan fasilitas dan kesiapan kultural yg terbatas. Akan tetapi apa pun hambatannya, revolusi cara belajar-mengajar wajib kita mulai supaya nir tertinggal terus dibanding negara lain. Prinsip edutainment dapat disimpulkan dalam 3 kata: menyenangkan, cepat dan memuaskan. Oleh karena itu sebenarnya dengan sedikit kreativitas dan keberanian, guru serta pengambil kebijakan pendidikan seharusnya bisa segera melakukan berbagai upaya pemugaran itu. Temuan-temuan bidang teknologi akan terus berkembang lantaran adanya sifat saling mengkait antara temuan satu menggunakan temuan yg lain. Temuan pada bidang bio-teknologi dikombinasikan menggunakan bidang material science akan mampu membuat "bahan yg canggih". Bahan ini dikembangkan pada level "moleculer". Hasilnya, produk bahan  baru ini akan lebih ringan, lebih mini , lebih bertenaga dan lebih fleksibel, sebagai akibatnya bisa dipakai sebagaimana yang diinginkan. Kombinasi ternuan bio-teknologi dan material science pula akan meningkatkan kecepatan perkembangan bidang komputer, menggunakan diketemukannya, produk asal padat energi tinggi. Produksi-produksi elektronik memerlukan tenaga. Tanpa diketemukan produk sumber tenaga, pekembangan produk elekttronika akan terhambat. Sebaliknya, ternuan produk sumber tenaga yang lebih padat dan lebih tinggi kekuatannya, maka perkembangan produksi elektronika akan semakin meningkat. Temuan chip komputer akan memungkinkan seorang membawa komputer pada saku bajunya. Komputer tadi sangat interaktif serta wireless. Multi fungsi terdapat pada komputer, sebagai indera telepon, fax serta penyimpan data. Di samping itu, perkembangan industri personal komputer akan melahirkan "Edutainment", yakni pendidikan yg menjadi hiburan serta hiburan yang adalah pendidikan. Dengan "Edutainment" proses pendidikan akan semakin menarik serta membuat lulusan yang semakin berkualitas.


III. IMPLIKASI KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASI EDUTAINMENT

Mekanismeyang diterapkan dalam Penyelenggaraan pembelajaran inimengkombinasikan antara hiburan yg membangun serta pembelajaran yg konsisten. Dasarutama dari konsep ini merupakan Sanggar Kegiatan Belajarsemestinya adalah loka berlibur yang menyenangkan. Belajarsemestinya adalah tontonan yg menarik serta  mempesona. Sebuah pendekatanalternatif bagi pendidikan modern yang ringan, efesien serta mendewasakan. Denganspirit Freedom  of Learning, kita mencoba memperkaya aktivitas belajar dariwarga belajar menggunakan teknik dan materi belajar modern dan terkenal dariberbagai asal belajar.

Penyelenggaraan pembelajaran Nonformal dikondisikan pada harapan buat membantu belajar dari rakyat belajar denganmenghadirkan materi-materi pembelajaran yang bersumber menurut Internet dan mengkompilasinya menjadi amat Simple, Web-based, Komprehensif dan BerbahasaIndonesia. Lembaga telah menyediakan LAN (dengankoneksi Internet) yg on-line sanggup menghadirkan materi-materi pembelajaranterkini serta berkualitas global (kompilasi materi internet). Content Edukatif(materi belajar) ini mampu ditambahkan menggunakan fungsi LAB atau TBM (perpustakaan)sanggar menjadi pembelajaran mandiri (OnNet Learning Station) menggunakan bimbingantutor dalam masing-masing mata pelajaran. Dapat juga  dikombinasikan dengandistribusi massal/kolektif dalam media CD-ROM buat masing-masing wargabelajar; yg telah memiliki personal komputer sendiri di  rumah.

Internet memudahkan warga belajarmendapatkan segala warta yang berhubungan dengan global pendidikan(pelajaran). Secara dunia, banyak hal yg mampu dituai para masyarakat belajar darilayar maya bernama internet, yg menghidangkan situs-situs ”mendidik” ke kelompokbelajar mereka. Namun, situs ”mendidik” yang fokus serta terprogram khusus secaraformal masih sangat minim.

Situs sekolah-online (galat satu misalsitus yang penekanan dan terprogram) ini memberikan ruang bagi masyarakat belajar untukmenambah wawasan serta cakrawala pendidikannya melalui internet, selain pada ruangkelas. Sekilas terlihat sebagai ruang yg sederhana saja, tapi benar-benar, situsini mengajak para warga belajar buat belajar secara nonformal maupun informal(sadar atau tidak sadar). Disamping menunjukkan kegiatan ”edutainment” (belajar sambil bermain), menawarkanberbagai warta tentang global pendidikan.




Aplikasi edutainment dengam memanfaatkanmultimedia yg dilakukan pada penyelenggaraan  pembelajaran dikelas-kelas nonformal serta informal yaitu :

  • Pembelajaran menggunakan internet memanfaatkansitus-situs pendidikan misalnya www. Edu_kasi .net, www.sekolah-online.netatau www.isekolah dsb.
  • Pemanfaatan media langganan TV kabel (TV edukasi)pada kegiatan pembelajaran dengan analisis materi yang sesuai dan relevandengan kegiatan pembelajaran pada kelas.
  • Pembuatan CD interkatif Pembelajaran keterampilandengan Pemanfaatan Program-program personal komputer seperti : Ulead 08, Show bizh, PhotoStudio,Adob raider, dsb
  • Pembuatan Media pembelajaran menggunakan memanfaatkanpasilitas Multimedia Power Point menjadi bahan tayang materi pembelajaran yangmenyenangkan.
  • Kegiatan pembelajaran menggunakan metode sosiodrama,ini dilakukan menggunakan memanfaatkan media wirellis untuk merekam naskah dansekenario drama menurut materi pelajaran eksklusif sang warga belajar.
  • Orientasi media masa yang relevan, dilakukan wargabelajar untuk menghadapi tugas-tugas yang diberikan tutor pembimbing secaraperiodik dalam mata pelajaran eksklusif.
  • Pemanfaatan media intraktif pada pembelajaranbahasa inggris, kegiatan ini dilakukan tutor dan rakyat belajar dalam kegiatanpembelajaran bahasa Inggris di ruangan laboratorium bahasa menjadi kombinasipembelajaran secara konvensional di ruang kelas menggunakan metode edutainment diruang laboratorium. 
  • Mengaplikasikanmusik pada aktivitas pengembangan kemampuan otak serta intelektual warga belajar.kegiatan ini dilakukan menggunakan mendengarkan musik saat masyarakat belajar berada disanggar (ruang belajar) yg bisa membangkitkan pola-pola otak yg inherendan menaikkan penggunaan dan optimalisasi otak pada menyelesaikantugas-tugas penalaran yang kompleks.

IV. PENTUTUP


Strategi yg diterapkan menggunakan mengimplikasikan konsep metode edutainment serta TQM bisa menyelaraskan aplikasi acara Kejar Paket C Setara Sekolah Menengah Atas sebagai akibatnya menjadi acara yang bermutu dan berkualitas menjadi pelayanan pendidikan masyarakat. Di dunia pendidikan, globalisasi akan mendatangkan kemajuan yg sangat cepat, yakni keluarnya media massa, khususnya media elektronika menjadi sumber ilmu serta sentra pendidikan. Dampak berdasarkan hal ini merupakan tutor pada kegiatan pembelajaran Paket C Setara SMA  bukannya satu-satunya asal ilmu pengetahuan. Ada peningkatan signifikan terhadap kualitas belajar berdasarkan warga belajar, baik dari segi motivasi, prosentasi kehadiran, maupun karya kreatif yang dihasilkan menurut kegiatan pembelajaran dan praktik keterampilan di kelas juga pada lapangan.


Sumber dan Referensi :
Disarikan berdasarkan Karya Tulis Ilmiah Akhmad Solihin,M.pd, Lomba Jambore Apresiasi PTKPAUDNI  Tingkat Nasional, Semarang, 2008.
DePorter, Bobbi, dan Mike Hernacki. 2001. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman serta Menyenangkan . Bandung: Khaifa.
_____________, Mark Reardon, Sarah Singer-Nourie. 2008. Quantum Teaching: Mempraktikkan Quantum Learning pada ruang-ruang Kelas. Bandung: Khaifa.
Johnson, Elaine B,PH.D  2007. Kontextual Teaching and Learning;Menjadikan Kegiatan Belajar-mengajar Mengasyikan serta Bermakna. Bandung: Mizan Learning Center.
Mursel, J. 2006. Successful Teaching. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Nasution, S. 1997. Berbagai Pendekatan pada Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Panjaitan, Sondang Aemilia. 2003. Efek Musik Pada Tubuh. Diambil tanggal tiga Juli 2008 menurut //www.cibuku.com  eBook of My Life - by Jeffry Siregar.htm.
Usman, Uzer, Lilis Setiawati. 2001. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar..  Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Wenger, Win, Ph.D. 2004. Beyond Teaching dan Learning: Memadukan quantum Teaching dan Learning.  Bandung: Nuansa.