PERBEDAAN TUMBUH DAN BERKEMBANG PENJELASAN ARTI KATA DALAM BAHASA INDONESIA

Penjelasan Lengkap tentang Arti Kata Tumbuh serta Berkembang bersama Contohnya caraflexi.blogspot.com - Sering kita dengar kata tumbuh dan berkembang yang dipakai dalam satu kalimat. Misalnya: Usahanya sudah tumbuh dan berkembang menggunakan pesat. 

Sebenarnya apa disparitas antara arti kata tumbuh dan arti istilah berkembang. Keduanya  (kata tumbuh dan berkembang) mempunyai makna yang seakan-akan sama. Akan namun sebenarnya sangat tidak selaras bila dianalisis makna istilah secara mendalam.
Pertama, kita bahas perbedaan antara istilah tumbuh dan berkembang secara morfologis. Kata tumbuh tidak mendapat afiks (imbuhan) sementara istilah berkembang berasal berdasarkan kata dasar kembang. 

Penjelasan istilah kembang sudah terdapat pada postingan sebelumnya yg membandingkan antara kata bunga dan kembang yang berjudul: Perbedaan Bunga dan Kembang.
Kali ini perlu kita jelaskan dulu arti istilah tumbuh. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yg diterbitkan oleh pusat bahasa, istilah tumbuh memiliki tiga penerangan arti. Dari ketiga arti istilah tumbuh tersebut, arti yang ke 2 berkaitan erat dengan istilah berkembang. Berikut arti lengkapnya.

Tumbuh

1. muncul (hidup) serta bertambah akbar atau paripurna (mengenai benih flora; bagian tubuh misalnya rambut, gigi, mengenai penyakit kulit misalnya bisul, jerawat):
2 sedang berkembang (menjadi akbar, paripurna, serta sebagainya):
3 muncul; terbit; terjadi (sesuatu):
Dari ketiga arti pada atas, yg dimaksud menggunakan tumbuh adalah yang awalnya mini menjadi akbar, yang awalnya pendek sebagai tinggi, yang awalnya sempit sebagai lebar.
Seperti yg sudah dijelaskan pada awal, kata tumbuh berkaitan erat menggunakan istilah berkembang. Tumbuh pada pada dasarnya, yang awalnya nir terdapat sebagai ada.
Jika dibandingkan dengan berkembang, tumbuh mengandung makna yg awalnya nir terdapat sebagai terdapat, atau berubah wujud.
Misalnya, dalam kalimat:
Biji yang ditanam telah tumbuh menjadi bibit.

Dalam model kalimat di atas, istilah tumbuh jelas dipakai buat memperlihatkan hal yang berubah wujud. Yang awalnya berupa benih, sudah berubah menjadi bibit. Benih awalnya adalah biji-bijian, ad interim ketika mengalami proses tumbuh, berubah sebagai tanaman kecil yang dianggap bibit.
Sementara, istilah berkembang identik dengan bertambah. Misalnya, penggunaan istilah berkembang dalam bidang ilmu hayati.
Contoh Kalimat:
Ayam kampung bisa berkembang biak dengan alamiah.

Arti kata berkembang biak di atas menunjukkan makna bertambah. Yang awalnya hanya induknya saja bertambah dengan anak-anak ayam.
Dari penjelasan pada atas, jelas telah perbedaan antara tumbuh dan berkembang. Jika tumbuh identik dengan berubah menjadi dan semakin akbar. Sementara bila berkembang lebih identik dengan bertambah poly.

Semoga penerangan sederhana mengenai arti istilah tumbuh dan istilah kembang ini sanggup bermanfaat. Juga semakin mengasihi bahasa Indonesia yg sangat kaya. Salam!

MENGENAL BIOGEOGRAFI DALAM ILMU BIOLOGI

Cara flexi----Para murid serta masyarakat belajar sekalian, pembahasan kali ini kita akan mengulas tentang Biogeografi dalam materi pelajaran Biologi. Apa itu Biogeografi?. Biogeografi merupakan salah satu cabang ilmu hayati yang khusus menilik mengenai distribusi makhluk hidup dalam bagian-bagian bumi, termasuk didalamnya bagian berasal serta pesebaran. Biogeografi pula merupakan ilmu pengetahuan yang memeriksa sebaran organisme, baik masa kini maupun masa kemudian.


Biogeografi adalah cabang menurut hayati yang mempelajari tentang keanekaragaman hayati berdasarkan ruang serta ketika. Cabang keilmuan ini bertujuan buat menyampaikan tentang kehidupan suatu organisme serta apa yg mempengaruhinya. Pola penyebaran spesies dalam tingkatan ini dapat dijelaskan melalui adonan faktor-faktor keturunan seperti spesifikasi, kepunahan, pergeseran benua, glasiasi (yang berhubungan jua dengan tinggi dari bagian atas laut, jalur sungai serta hal-hal terkait), serta penangkapan sungai (river capture) serta ketersediaan sumber daya alam. (Sumber:Wikipedia.org)

Secara generik biogeografi meneliti interaksi antara pola dan proses. Kaidah sains biogeografi dimulai berdasarkan pengamatan/penemuan terhadap pola sebaran, dilanjutkan menggunakan menciptakan pemikiran terhadap prosedur penyebaran, serta akhirnya tes ulang terhadap teori yg ada. Biogeography juga dianggap sebagai ilmu synthetic, hal ini dikarenakan biogeografi berdiri dari dua ilmu yang berbeda, biologi dan geografi.


Biogeografi penting buat dipelajari lantaran biogeogeografi mendeskripsikan serta membahas terhadap banyaknya pola sebaran menurut banyak sekali kategori taksa, serta juga bagaimana penyebaran dapat terjadi.

Dalam suatu contoh, pada Indonesia sendiri anda tentu mengenal nyamuk, bahkan acapkali terdengar suara nyamuk itu ditelinga Anda, akan namun jika kita “berjalan” semakin ke utara missal cina maka anda tidak akan mendengar lagi suara nyamuk pada telinga anda dan semakin jauh lagi ke utara atau jepang niscaya nir ada apa itu cicak. Lantaran apa? Salah dua menurut itu berkaitan dengan geografi dan asal makanan menurut kedua binatang tadi.

Perlu aku singgung sedikit disini mengenai pendekatan pada filososi sains ada dua yaitu Induktif dan Deduktif. Induktif adalah pemikiran menurut menurut observasi spesifik kea rah prinsip generik (general), sedangakan apabila pemikiran menurut menurut konstruksi umum menuju hal-hal yg lebih khusus diklaim deduktif.

Sains sendiri adalah suatu ilmu yang diperoleh melalui obsevasi yg kemudian dikonstruksikan secara logis dan dapat diulangi. Jadi jika berbicara mengenai bagaimana kebenaran menurut suatu teori-teori yg terdapat kini ini? Sekarang saya akan bertanya pada anda “Apakah teori yg kini ada ini benar?”

“Apakah teori dari Darwin yang menyampaikan evolusi itu sahih?”

“Apakah teori menurut Einstein yang mengungkapkan E=mc*dua itu benar?”

“Dan apakah teori yg menyampaikan kaidah tangan kanan itu sahih?”

Jika jawab anda menurut satu pertanyaan diatas merupakan BENAR, maka saya sanggup menggunakan gampang menyalahkan jawaban anda.

Karena sejatinya sebuah teori apapun itu belum tentu benar, iya mungkin dipercaya “BENAR” untuk waktu ini akan namun apakah 100 tahun kedepan terdapat yg mengklaim bahwa teori tadi masih relevan atau masih benar?

Seperti waktu masa teori abiogenesis itu ada maka teori tadi dipercaya benar , yaitu apabila terdapat pakaian kotor lalu dibubuhi dengan padi atau terigu yg ditaruh didalam suatu ruangan selama 21 hari maka akan tercipta tikus-tikus. Hal itu sahih, akan tetapi benar dalam waktu dulu, hal ini dikarenakan pada saat itu nir terdapat suatu teori lain dapat membantahnya.

Untuk itu suatu teori hanya bisa dites kesalahannya bukan buat pada”benar”kan. Karena setiap ada teori yang menyanggahnya maka teori yang tadinya dianggap sahih secara langsung gugur menjadi teori yg benar.

Kembali lagi ke topic pembahasan kita yaitu mengenai biogeografi, umumnya keberadaan dari suatu organisme dipengaruhi sang aliran surya.

Dari gambar diatas dapat dipandang adanya aliran / track berdasarkan mentari , yang mana dalam 23,5 LU derajad sampai 23,lima derajad LS . Sehingga apa yang dimaksud menggunakan daerah tropis atau Region of Tropic adalah daerah yg berada di daerah Tropic of cancer serta Tropic of Capricorn.

Dari sirkulasi mentari jua akan mensugesti Iklim pada bumi, misalnya pandangan berdasarkan Alexander V.B. Yaitu iklim memiliki peranan penting pada penyebaran suatu vegetasi. Dari iklim tadi akan diketahui jua temperature serta curah hujan suatu wilayah.

Temperature sendiri memiliki dua disparitas yaitu temperatur panas atau temperatur dingin. Sedangkan dalam curah hujan yaitu waktu basah atau kering. Dari temperatur serta curah hujan kita dapat mengenal empat iklim yaitu : panas kemarau, panas basah, dingin kemarau serta dingin basah.

Distribusi organisme dipengaruhi sang sejarah, iklim masa lalu dan susunan atau bentuk benua-benua serta hubungan ekologis masa kemudian serta masa kini , dan semua hubungan satu sama lainnya. Karena kompleksitas hubungan ini, maka para ahli biogeografi sudah cenderung memusatkan pada keliru satu menurut dua pendekatan primer terhadap bidang ilmu ini.

1. Biogeografi Sejarah
Menekankan terutama pada sejarah evolusi (perkembangan) berdasarkan gerombolan -grup organisme. Dari mana mereka asal ? Bagaimana mereka menyebar ? Bagaimanakah distribusinya dalam masa sekarang bisa menjelaskan pada kita tentang sejarahnya masa kemudian.

2. Biogeografi Ekologi
Memusatkan pada interaksi organisme dalam ketika ini menggunakan lingkungan fisik dan interaksi satu sama lainnya serta buat memahami bagaimana hubungan-hubungan ini menghipnotis dimana spesies serta takson yang lebih luar ditemukan pada masa kini .


A. Biogeografi Hewan

Wilayah pesebaran fauna ditentukan oleh kondisi zaman dahulu dan hubungannya dengan masa kini antara benua yang satu menggunakan benua yg lainnya.

1. Wilayah Neartik
Meliputi seluruh wilayah Amerika Utara dan seluruh daerah Greensland.
Jenis hewan yg ada diwilayah neartik; misalnya kalkun, bison, salamander, muskox dan baribou.

2. Wilayah Neotropik
Meliputi Meksiko bagian selatan sampai Amerika bagian tengah dan Amerika bagian selatan.
Jenis hewan wilayah neotropik; kuda, menjangan, tapir, trenggiling, siamang, orang utan, serta sejenis babi.

3. Wilayah Australian
Meliputi Australia, Slandia Baru, Irian serta Maluku.
Jenis hewan; buaya, kura-kura, kiwi, Cendrawasih, kenari serta jenis mamalia misalnya kangguru, trenggiling, serta koala.

4. Wilayah Oriental
Meliputi daerah benua Asia dan kepulauan-kepulauan yang terdekat.
Jenis Hewannya; Harimua, gajah, gibon, orang utan, serta badak bercula satu.

5. Wilayah Paleartik
Meliputi hampir seluruh Eurasia serta beberapa daerah eksklusif misalnya Himalaya, Persia, Afganistan, Afrika, Inggris, serta Jepang.
Jenis Hewannya; Panda, Beruang putih, Sejenis Burung bangau.

6. Wilayah Ethiophia
Meliputi Afrika sebelah selatan Sahara, Madagskar, dan Arabia bagian selatan
Jenis Hewannya: Jerapah, zebra, antelop, unta, badak, kuling, anjing, lemur, baboon, gorila, dan simpanse.


B. Pesebaran Tumbuhan

Pesebaran tanaman jua terjadi karena ditentukan karakteristik-karakteristik serta faktor-faktor seperi Bioma, Ciri lingkungan, Tumbuhan dan hewan diwilayah tersebut. Ini dapat kita lihat dalam tabel dibawah ini :

Tabel Pesebaran Tumbuhan

Bioma

Ciri -ciri

Tumbuhan

Hewan

1.gurun
-Curah hujan ± 25 centimeter pertahun
-Tumbuhan menahun yg Xerophyt
-Umumnya arthoropoda, rodentilia,

-Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat tinggi.
-Tumbuhan memiliki cadangan air
-Hewan mamalia memiliki kantung air seperti unta

-Penguapan tinggi dan kelembaban rendah
-Tumbuhan berdaun mini , daun berlapiskan lilin yang tebal, akar panjang, & mempunyai jaringan defleksi air

2.padang rumput
-Curah hujan  25 s/d 50 centimeter pertahun tetap nir teratur
-Daerah curah hujan tinggi adalah rumput bluestem indiano grasses
-Hewan herbivora bison, zebra, kangguru, antelop jerapah, kijang

-Porositas & drainase kurang baik
-Daerah curah hujan tinggi merupakan grana, buffalo grasses
-Hewan hewan pemakan daging singa, harimau serigala, anjing liar.



-Hewan lain misalnya ular, rodentia, burung, dan serangga.
3.hutan hujan tropis
-Curah hujan tinggi antara 200-225 cm
-Pohon-pohon tinggi menggunakan aneka macam macam jenis
-Hewan aboreal (hidup pada atas pohon) & hewan teresterial (hidup ditanah) yg sangat poly jenisnya.

-Matahari bersinar sepanjang tahun
-Terdapat banyak flora spesial yaitu: liana seperti rotan, epifit anggrek, dan flora paku

4.hutan gugur
-Curah hujan antara 75-100 centimeter pertahun serta merata sepanjang tahun
-Tumbuhan yg dapat menyesuaikan dengan keadaan basah/kering
-Macamnya sedikit misalnya beruang, serigala, burung.
5.biomataiga
-Suhu pada ekspresi dominan dingin sangat rendah dengan genangan air mejadi beku & terjadi hujan salju



-Hanya terdiri atas satu jenis pohon
-Konifer seperti pohon spuce (picea), aldel (alnus), birch (bertla), dan juniper (juniperus)
-Macamnya seperti moose (rusa akbar), beruang hitam, ajak, serta beberapa jenis burung.

-Masa pertumbuhan-pertumbuhan dalam isu terkini panas berlangsung 3-6 bulan





1. Habitat Air Laut

Kurang lebih 70% menurut bagian atas bumi terdiri atas bahari.

Ciri-ciri ekosistem bahari :
a. Salinitas tinggi terutama di daerah tropis
b. Faktor iklim nir begitu penting
c. Suhu air bervariasi, di wilayah tropik kurang lebih 25⁰C Derajat Celcius
d. Makin kearah kutub, suhu semakin menurun sampai 0⁰C Derajat Celcius
e. Pada bagian yg lebih pada, disparitas suhu sangat kecil.
f. Aliran air bahari ditentukan sang pola angin serta perputaran bumi

2. Habitat Air Tawar

Ciri-ciri tempat asli air tawar antara lain:
a. Salinitasnya rendah bahkan lebih rendah daripada kadar garam pada tubuh suatu organisme
b. Adanya genre air
c. Dipengaruhi sang iklim serta cuaca
e. Sebagai perantara antara tempat asli bahari dan darat.


Dalam pemahaman Biogeografi, distribusi tanaman serta hewan pada permukaan bumi dipengaruhi sang unsur-unsur; Suhu, Curah hujan, serta Topografi;

1. Suhu

Faktor iklim termasuk di dalamnya keadaan suhu, kelembaban udara serta angin sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan setiap mahluk pada global. Kondisi suhu udara sangat berpengaruh terhadap kehidupan hewan serta tumbuhan, lantaran aneka macam jenis spesies memiliki persyaratan suhu lingkungan hayati ideal atau optimal, serta taraf toleransi yang bhineka di antara satu serta lainnya. Misalnya, flora serta hewan yg hayati pada kawasan kutub memiliki tingkat ketahanan serta toleransi yg lebih tinggi terhadap perbedaan suhu yang tajam antara siang serta malam apabila dibandingkan menggunakan flora serta fauna tropis. Pada daerah-daerah yang memiliki suhu udara tidak terlalu dingin atau panas adalah tempat asli yang sangat baik atau optimal bagi sebagian besar kehidupan organisme, baik insan, hewan, maupun tumbuhan. Hal ini disebabkan suhu yg terlalu panas atau dingin merupakan galat satu kendala bagi makhluk hayati. Khusus dalam dunia tanaman , syarat suhu udara merupakan keliru satu faktor pengontrol persebaran vegetasi sinkron dengan posisi lintang, ketinggian tempat, dan kondisi topografinya. Oleh karenanya, sistem penamaan tempat asal flora seringkali sama dengan kondisi iklimnya, seperti vegetasi hutan tropis, vegetasi lintang sedang, vegetasi gurun, serta vegetasi pegunungan tinggi. Sumber panas bagi semua bagian atas bumi dari berdasarkan radiasi matahari secara pribadi maupun tidak eksklusif. Radiasi matahari ke bumi dipancarkan  secara merata, akan namun karena perbedaan lintang, derajat keawanan, ketinggian dan albedo maka suhunya akan bhineka disetiap loka. Sehubungan menggunakan itu umumnya tumbuhan dan fauna menyesuaikan diri  terhadap suhu lingkungan fisiknya, sebagai akibatnya hanya daerah dengan suhu yg sangat tinggi dan sangat rendah saja yg tidak bisa didiami oleh makluk hidup secara permanen. Faktor suhu sangat memilih bagaimana persebaran tumbuhan serta hewan pada suatu daerah. Flora dan fauna tersebut dalam akhirnya akan belajar buat beradaptasi dengan lingkungannya buat terus dapat bertahan hayati. Akibat perbedaan-disparitas ini beberapa jenis flora dan fauna sudah berhasil mengikuti keadaan menggunakan lingkungan tropis yg lembab dan lainnya beradaptasi menggunakan lingkungan dingin dan kemarau atau lingkungan panas dan kemarau. Bagi tumbuhan yg berkembang di wilayah tropis, dibutuhkan variasi suhu buat proses perkembangbiakan, berbunga, berbuah, dan untuk tumbuh daun-daun baru. Begitu pula tanaman didaerah dingin dan kering, memerlukan pola cuaca yang bervariasi buat melangsungkan serangkaian proses regenerasinya. Lantaran disparitas suhu tadi membuat perbedaan dua vegetasi, yaitu : grup vegetasi annual, yaitu kelompok tumbuhan yang hanya  berkembang pada ketika-waktu tertentu saja terutama dalam musim panas. Sedangkan dimusim dingin, flora jenis ini tidur lantaran berada dibawah lapisan es yang ketebalannya bervariasi. Umumnya tumbuhan annual merupakan tumbuhan kecil atau bunga-bungaan pada daerah beriklim dingin dan grup vegetasi perennial, yaitu gerombolan flora yg mempunyai prosedur melindungi diri berdasarkan suhu yang sangat rendah di isu terkini dingin secara bergantian, sebagai akibatnya dapat berkembang monoton. Kemampuan inilah mengakibatkan grup vegetasi perennial dapat berumur lebih dari satu tahun.

2. Curah Hujan

Curah hujan berpengaruh terhadap distribusi fauna dan tumbuhan, karena umumnya makhluk hidup mencari tempat tinggal yg umumnya dekat menggunakan sumber air yang artinya wilayah yg mempunyai curah hujan yang cukup buat bahan persediaan air. Daerah yang mempunyai curah hujan sedikit, biasanya sporadis pada tempati baik tanaman dan hewan. Hanya tanaman serta fauna tersentu saja yang mampu tinggal pada wilayah tadi kemudian mampu bertahan pada daerah yg curah hujannya sedikit. Air adalah kebutuhan krusial bagi keberlangsungan flora dan hewan. Bagi lingkungan kehidupan darat, sumber air untuk memenuhi kebutuhan organisme terutama asal dari hujan atau bentuk presipatasi lainnya. Perbedaan curah hujan tiap-tiap daerah bagian atas bumi membentuk ciri vegetasi dan pula mengakibatkan disparitas jenis fauna yg mendiaminya. Hal ini ditimbulkan tumbuh-tumbuhan merupakan penghasil yg menyediakan sumber kuliner bagi fauna. Begitu pentingnya air bagi kehidupan mengakibatkan pola penyebaran dan kerapatan makhluk hidup antar daerah dalam biasanya bergantung dari tinggi-rendahnya curah hujan. Wilayah-wilayah yang memiliki curah hujan tinggi pada umumnya adalah tempat yang dihuni oleh aneka spesies menggunakan jumlah serta jenis jauh lebih poly dibandingkan dengan daerah yang nisbi lebih kering. Sebagai model wilayah tropis ekuatorial menggunakan curah hujan tinggi adalah daerah yang secara alamiah tertutup sang tempat hutan hujan tropis (belantara tropis) dengan aneka jenis flora serta hewan dan tingkat kerapatan yg tinggi. Tingkat intensitas curah hujan pada suatu wilayah akan membangun ciri yg khas bagi formasi-formasi vegetasi (tumbuhan) pada muka bumi. Karakter vegetasi yg menutupi hutan hujan tropis sangat jauh tidak selaras menggunakan vegetasi yg menutupi daerah muson, stepa, atau gurun. Karakter vegetasi di daerah muson didominasi sang tanaman gugur daun buat menjaga kelembapan ketika musim kering. Wilayah gurun didominasi oleh jenis tumbuhan yg sangat tahan terhadap kekeringan. Kekhasan pola serta ciri vegetasi ini tentunya menyebabkan adanya fauna-fauna yg spesial dalam lingkungan vegetasi tertentu. Pada dasarnya flora merupakan salah satu sumber bahan kuliner (produsen) bagi fauna.

3. Topografi

Faktor topografi meliputi ketinggian serta kemiringan huma. Ketinggian suatu loka erat kaitannya menggunakan perbedaan suhu yg akhirnya menyebabkan jua disparitas kelengasan udara. Diantara wilayah yg memiliki ketinggian yang tidak sinkron, akan ditumbuhi oleh vegetasi yang jenisnya tidak selaras juga karena vegetasi flora maupun hewan mempunyai taraf adaptasi yang berlainan. Daerah yang mempunyai ketinggian yg ekstrim umumnya hanya sedikit saja di jadikan tempat tinggal baik tumbuhan dan fauna. Oleh sebab itu kita mengenal jenis-jenis tumbuhan dan fauna yg spesial buat wilayah-wilayah menggunakan ketinggian tertentu. Biasanya flora serta fauna banyak hidup di daerah yg memiliki ketinggian yg normal, hal itu ditimbulkan karena mempermuadah tanaman dan hewan buat beradaptasi menggunakan lingkungannya.  Faktor topografi yg lain merupakan kemiringan bagian atas tanah. Permukaan tanah yang miring menyebabkan air cepat menyusuri lereng. Semakin terjal permukaan semakin besar kekuatan air mengikis permukaan tanah yang fertile, sebagai akibatnya ketebalan tanah menjadi berkurang. Biasanya tanah yg miring setiap unitnya mempunyai jumlah tumbuhan dan hewan lebih sedikit menurut pada tanah yg nisbi rata. Hal ini ditimbulkan oleh cadangan air cepat hilang lantaran beranjak kebawah secara cepat. Padahal air itu sendiri merupakan hal yang sangat di butuhkan tumbuhan serta fauna untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Contoh Soal-soal Latihan 
Materi BIOGEOGRAFI DALAM ILMU BIOLOGI;
Baca selengkapnya serta kerjakan contoh soal-soal Latihan Materi Biogeografi di sini >>>

PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP DI SMP DAN SMA

BAB I
PENDAHULUAN
A.latar Belakang
Undang-undang No. 22 Tahun 1999 mengenai Pemerintahan Daerah mengamanatkan pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Hal ini berdampak pada sistem penyelenggaraan pendidikan berdasarkan sentralistik menuju desentralistik. Desentralisasi penyelenggaraan pendidikan ini terwujud dalam UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Salah satu substansi yg didesentralisasi merupakan kurikulum. Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam UUSPN Pasal 1 ayat (19) adalah “seperangkat rencana dan pengaturan tentang tujuan, isi, serta bahan pelajaran serta cara yg dipakai menjadi pedoman penyelenggaraan aktivitas pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan eksklusif”. Lebih lanjut Pasal 36 ayat (1) dinyatakan bahwa “pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu dalam Standar Nasional Pendidikan buat mewujudkan tujuan pendidikan nasional”. Sekolah wajib menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan serta silabusnya menggunakan cara melakukan pembagian terstruktur mengenai dan penyesuaian Standar Isi serta Standar Kompetensi Lulusan. Untuk itu, sekolah/daerah harus mempersiapkan secara matang, karena sebagian akbar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilakspeserta didikan oleh sekolah/wilayah. Penyusunan kurikulum dalam taraf satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah berpodoman dalam pedoman yang disusun sang BSNP (Pasal 16 ayat 1). Lebih lanjut dalam PP nomor 19 tahun 2005 Pasal 13 ayat (1) dinyatakan bahwa “kurikulum buat Sekolah Menengah pertama/MTs/SMPLB atau bentuk lain yg sederajat, Sekolah Menengah Atas/MA/SMALB atau bentuk lain yang sederajat, SMK/MAK atau bentuk lain yg sederajat bisa memasukkan pendidikan kecakapan hidup”. Ayat (dua) pendidikan kecakapan hayati sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) mencakup kecakapan eksklusif, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional.
Konsep kecakapan hayati sejak usang sebagai perhatian para pakar dalam mewacpeserta didikan pengembangan kurikulum. Tyler (1947) serta Taba (1962) misalnya, mengemukakan bahwa kecakapan hidup adalah keliru satu penekanan analisis pada pengembangan kurikulum pendidikan yang menekankan dalam kecakapan hidup dan bekerja. Pengembangan kecakapan hidup itu mengedepankan aspek-aspek berikut: (1) kemampuan yg relevan buat dikuasai peserta didik, (dua) materi pembelajaran sinkron dengan taraf perkembangan peserta didik, (tiga) pengalaman belajar serta kegiatan peserta didik buat mencapai kompetensi, (4) fasilitas, alat dan sumber belajar yg memadai, dan (lima) kemampuan-kemampuan yang dapat diterapkan pada kehidupan peserta didik. Kecakapan hidup akan mempunyai makna yg luas apabila pengalaman-pengalaman belajar yg dibuat memberikan dampak positif bagi peserta didik dalam memecahkan problematika kehidupannya. Pendidikan kecakapan hayati menyiapkan siswa dalam mengatasi problematika hayati dan kehidupan yang dihadapi secara agresif serta reaktif guna menemukan solusi menurut permasalahan.
Berdasarkan pernyataan di atas, wilayah/sekolah mempunyai wewenang yg luas untuk berbagi serta menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kondisi peserta didik, keadaan sekolah, potensi dan kebutuhan wilayah. Berkenaan dengan itu, Indonesia yang terdiri menurut aneka macam macam suku bangsa yang mempunyai keanekaragaman multikultur (adat adat, tata cara, bahasa, kesenian, kerajinan, keterampilan daerah, dll) merupakan ciri spesial yg memperkaya nilai-nilai kehidupan bangsa. Keanekaragaman harus selalu dilestarikan dan dikembangkan menggunakan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia melalui upaya pendidikan kecakapan hayati. Pengenalan keadaan lingkungan, sosial, serta budaya pada peserta didik memungkinkan mereka buat lebih mengakrabkan menggunakan lingkungan kehidupan siswa. Pengenalan serta pengembangan lingkungan melalui pendidikan diarahkan buat menunjang peningkatan kualitas asal daya manusia, dan dalam akhirnya diarahkan untuk menaikkan kompetensi siswa.
Kebijakan yang berkaitan menggunakan dimasukkannya acara pendidikan kecakapan hidup pada baku isi (SI) serta baku kompetensi lulusan (SKL) dilandasi kenyataan bahwa dalam pendidikan tidak hanya mengejar pengetahuan semata tetapi juga dalam pengembangan keterampilan, sikap, serta nilai-nilai tertentu yang dapat direfleksikan dalam kehidupan siswa. Sekolah tempat program pendidikan dilakspeserta didikan adalah bagian berdasarkan rakyat. Oleh karenanya, program pendidikan kecakapan hayati di sekolah perlu menaruh wawasan yg luas pada siswa tentang keterampilan-keterampilan tertentu yg berkaitan dengan pengalaman siswa dalam keseharian pada lingkungannya. Untuk memudahkan pelaksanaan acara pendidikan kecakapan hidup diharapkan adanya model pengembangan yang bersifat generik buat membantu pengajar/sekolah dalam membuatkan muatan kecakapan hayati pada proses pembelajaran. Oleh lantaran pendidikan kecakapan hidup bukan adalah mata pelajaran yg berdiri sendiri melainkan terintegrasi melalui matapelajaran-matapelajaran. Lantaran itu, pedidikan kecapakan hidup bisa merupakan bagian menurut seluruh mata pelajaran yg ada.
Di samping itu perlu pencerahan beserta bahwa peningkatan mutu pendidikan merupoakan komitmen buat mempertinggi mutu sumberdaya insan, baik sebagai pribadi juga sebagai kapital dasar pembangunan bangsa, serta pemerataan daya tampung pendidikan wajib disertai dengan pemerataan mutu pendidikan sebagai akibatnya mampu menjangkau semua rakyat. Oleh kerenanya pendidikan wajib dapat mengembangkan potensi peserta didik supaya berani menghadapi problema yang dihadapi tanpa merasa stress, mau dan mampu, serta bahagia mengembangkan diri untuk sebagai manusia unggul. Pendidikan pula diharapkan sanggup mendorong peserta didik buat memelihara diri sendiri, sambil menaikkan hubungan dengan Tuhan YME, warga , dan lingkungannya. Dengan demikian jelas bahwa perlu didesain suatu contoh pendidikan kecakapan hidup buat membantu guru/sekolah dalam membekali siswa dengan aneka macam kecakapan hidup, yg secara integratif memadukan potensi generik serta spesifik guna memecahkan dan mengatasi problema hidup peserta didik dalam kehidupan di rakyat dan lingkungannya baik secara lokal juga dunia. Panduan ini adalah suatu model atau contoh, maka sekolah/guru pada melakspeserta didikannya dapat menyesuaikan atau membarui sinkron menggunakan situasi dan syarat sekolah bersangkutan.  
B.tujuan Pendidikan Kecakapan Hidup
Terdapat dua tujuan berdasarkan pendidikan kecakapan hayati, yaitu tujuan umum dan tujuan spesifik. Secara generik pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sinkron menggunakan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi diri siswa dalam menghadapi kiprahnya di masa mendatang. Secara spesifik bertujuan buat:
1.    mengaktualisasikan potensi siswa sebagai akibatnya bisa dipakai buat memecahkan problema yg dihadapi, contohnya: perkara narkoba, lingkungan sosial, dsb
2.    memberikan wawasan yang luas tentang pengembangan karir peserta didik
3.    memberikan bekal menggunakan latihan dasar mengenai nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
4.    menaruh kesempatan kepada sekolah untuk berbagi pembelajaran yg fleksibel sesuai menggunakan prinsip pendidikan berbasis luas
5.    mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di lingkungan sekolah, dengan memberi peluang pemanfaatan sumberdaya yang ada pada masyarakat sinkron menggunakan prinsip manajemen berbasis sekolah
C.    Landasan Hukum
Peraturan perundang-undangan yang dijadikan landasan pada mengembangkan kurikulum kecakapan hayati merupakan sebagai berikut.
1.    UU No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 36  ayat (1, dua, dan tiga) dan pasal 38 ayat (2)
2.    UU No. 22 Tahun 1999 mengenai Pemda.
3.    PP No. 19 Tahun 2005, Pasal 13 ayat (1, 2, tiga, dan 4)
4.    Standar Isi
5.    Standar Kompetensi Lulusan
6.    Peraturan lain yang berkaitan
D.  Ruang Lingkup
Lingkup pengembangan model pendidikan kecakapan hayati ini meliputi jenjang pendidikan menengah, yaitu: SMP serta SMA
BAB II
PENERTIAN DAN KONSEP PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL)
A.pengertian
1.   Kecakapan Hidup (life skill)
Banyak pendapat dan literatur yang mengemukakan bahwa pengertian kecakapan hayati bukan sekedar keterampilan buat bekerja (vokasional) tetapi memiliki makna yang lebih luas. WHO (1997) mendefinisikan bahwa kecakapan hayati menjadi keterampilan atau kemampuan buat bisa mengikuti keadaan serta berperilaku positif, yg memungkinkan seseorang bisa menghadapi berbagai tuntutan dan tanangan pada kehidupan secara lebih efektif. Kecakapan disini mencakup lima jenis, yaitu: (1) kecakapan mengenal diri, (2) kecakapan berpikir, (tiga) kecakapan sosial, (4) kecakapan akademik, dan (5) kecakapan kejuruan.
Barrie Hopson serta Scally (1981) mengemukakan bahwa kecakapan hayati adalah pengembangan diri buat bertahan hidup, tumbuh, dan berkembang, mempunyai kemampuan buat berkomunikasi dan berafiliasi baik secara individu, gerombolan juga melalui sistem dalam menghadapi situasi tertentu. Sementara Brolin (1989) mengartikan lebih sederhana yaitu bahwa kecakapan hidup adalah hubungan berdasarkan banyak sekali pengetahuan dan kecakapan sehingga seorang sanggup hidup mandiri. Pengertian kecapan hidup pada pandangan ini nir semata mempunyai kemampuan eksklusif (vocational job), tetapi jua mempunyai kemampuan dasar pendukung secara fungsional seperti: membaca, menulis, dan berhitung, merumuskan dan memecahklan kasus, mengelola sumber daya, bekerja dalam grup, dan memakai teknologi (Dikdasmen, 2002).
Dari pengertian di atas, bisa diartikan bahwa pendidikan kecakapan hayati adalah kecakapan-kecakapan yang secara praksis bisa membekali peserta didik pada mengatasi banyak sekali macam problem hidup dan kehidupan. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan, perilaku yg didalamnya termasuk fisik serta mental, serta kecakapan kejuruan yang berkaitan dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga sanggup menghadapi tuntutan dan tantangan hayati serta kehidupan. Pendidikan kecakapan hayati dapat dilakukan melalui aktivitas intra/ekstrakurikuler untuk berbagi potensi peserta didik sesuai menggunakan karakteristik, emosional, dan spiritual dalam prospek pengembangan diri, yang materinya menyatu dalam sejumlah mata pelajaran yg terdapat. Penentuan isi dan bahan pelajaran kecakapan hidup dikaitkan menggunakan keadaan dan kebutuhan lingkungan supaya siswa mengenal dan mempunyai bekal pada menjalankan kehidupan dikemudian hari. Isi serta bahan pelajaran tersebut menyatu dalam mata pelajaran yg terintegrasi sehingga secara struktur nir berdiri sendiri.
B.  Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup (Life skill concep)
Menurut konsepnya, kecakapan hidup dapat dipilah menjadi 2 jenis utama, yaitu:
a)    Kecakapan hidup umum (generic life skill/GLS), dan
b)    Kecakapan hidup khusus (specific life skill/SLS).
Masing-masing jenis kecakapan itu dapat dipilah menjadi sub kecakapan. Kecakapan hidup umum terdiri atas kecakapan personal (personal skill), dan kecakapan sosial (social skill). Kecakapan personal mencakup kecakapan pada memahami diri (self awareness) dan kecakapan berpikir (thinking skill). Kecakapan mengenal diri dalam dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, sebagai anggota masyarakat dan warga negara, serta menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yg dimiliki sekaligus menjadi kapital dalam menaikkan dirinya menjadi individu yang berguna bagi lingkungannya. Kecapakan berpikir rasional meliputi diantaranya kecakapan mengenali serta menemukan keterangan, memasak, serta merogoh keputusan, dan kecakapan memecahkan perkara secara kreatif. Sedangkan dalam kecakapan sosial meliputi kecakapan berkomunikasi (communication skill) serta kecakapan bekerjasama (collaboration skill).
Kecakapan hayati khusus merupakan kecakapan buat menghadapi pekerjaan atau keadaan tertentu. Kecakapan ini terdiri berdasarkan kecakapan akademik (academic skill) atau kecakapan intelektual, serta kecakapan vokasional (vokational skill). Kecakapan akademik terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan pemikiran atau kerja intelektual. Kecakapan vokasional terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan keterampilan motorik. Kecakapan-kecakapan ini meliputi kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus (occupational skill).
Menurut konsep pada atas, kecakapan hayati adalah kemampuan dan keberanian buat menghadapi problema kehidupan, lalu secara proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi buat mengatasinya. Konsep kecakapan hidup lebih luas berdasarkan keterampilan vokasional atau keterampilan buat bekerja. Orang yg nir bekerja, misalnya ibu tempat tinggal tangga atau orang yang sudah pensiun tetap memerlukan kecakapan hidup. Seperti halnya orang yang bekerja, mereka jua menghadapi banyak sekali perkara yang harus dipecahkan, orang yang sedang menempuh pendidikanpun memerlukan kecakapan hidup, karena mereka tentunya jua memiliki konflik kehidupan.
Pendidikan berorientasi kecakapan hayati bagi peserta didik adalah menjadi bekal pada menghadapi dan memecahkan problema hayati dan kehidupan, baik menjadi pribadi yg mandiri, warga warga , juga sebagai masyarakat negara. Jika hal ini dapat dicapai, maka faktor ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan yang sudah ada menjadi akibat tingginya pengangguran, bisa diturunkan, yang berarti produktivitas nasional akan meningkat secara sedikit demi sedikit. (Depdiknas, diolah)
 
Konsep kecakapan-kecakapan tersebut bisa diilustrasikan sebagai berikut:
BAB III
POLA PENGEMBANGAN DESAIN PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP
A.    Kedudukan Kecakapan Hidup dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)
Konsep pendidikan kecakapan hayati atau life skill education pada kurun ketika 3-4 tahun sebagai ihwal yang gencar dikumandangkan jajaran Departemen Pendidikan Nasional yang bahkan hingga hari ini sudah menjadi suatu kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Tidak kalah pentingnya, dalam rancangan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) secara implisit telah mengakomodasi aktivitas-aktivitas yang menunjuk kepada pencapaian kecakapan hidup bagi setiap peserta didik. Hal ini diperkuat dengan terbitnya PP angka 19 Tahun 2005 Pasal 13 bahwa dalam taraf pendidikan dasar dan menengah atau sederajat bisa memasukkan pendidikan kecakapan hayati. Tetapi pasal ini nir melaksanakan ketegasan bahwa sekolah tidak diharuskan, tetapi sekolah dibolehkan memberikan pendidikan kecakapan hidup. Implementasi ini jelas berimplikasi terhadap perlunya sekolah menyiapkan seperangkat pendukung pelaksanaan pembelajaran yang berbagi kegiatan-aktivitas yang berorientasi kepada kecakapan hidup.
Pengembangan tadi menyangkut pengembagan dimensi insan seutuhnya yaitu pada aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya. Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan pengembangan kecakapan hayati yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi siswa buat bertahan hayati serta mengikuti keadaan serta berhasil pada kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan kecakapan hayati pada KBK menyatu melalui kegiatan-kegiatan yang ada pada setiap mata pelajaran.
B.    Pendidikan Kecakapan Hidup serta Standar Isi
Pendidikan kecakapan hidup sudah menjadi suatu kebijakan seiring dengan berlakunya Standar Isi serta Standar Kompetensi Lulusan. Standar isi serta baku kompetensi ini akan menjadi acuan wilayah/sekolah dalam berbagi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dalam masing-masing jenjang pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan kecakapan hidup dengan sendirinya harus mengacu kepada baku-baku yg sudah ditetap pemerintah. Standar isi serta baku kompetensi lulusan adalah salah satu bagian berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. Standar isi adalah ruang lingkup materi serta tingkat kompetensi yg dituangkan dalam kriteria mengenai kompertensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yg wajib dipenuhi oleh satuan pendidikan. Dokumen baku isi mencakup: (1) kerangka dasar kurikulum, (2) struktur  kurikulum, (tiga) baku kompetensi dan kompetensi dasar, (4) beban belajar, dan (lima) kalender pendidikan.
Muatan wajib yang harus ada pada kurikulum merupakan: pendidikan kepercayaan , pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, seni serta budaya, pendidikan jasmani dan olahraga, keterampilan/kejuruan, pembiasaan serta muatan lokal. Masing-masing muatan memiliki tujuan pendidikan yg tidak sama serta peluang buat memasukkan kecakapan hayati secara terintegratif. Berikut ini tersaji model muatan wajib , tujuan, serta pengembangan kecakapan hayati.
Tabel 1: Muatan Wajib, Tujuan Pendidikan, serta Pengembangan Kecakapan Hidup
No    Mata Pelajaran    Tujuan Pendidikan    Pengembangan Kecakapan Hidup
            Kecakapan Personal    Kecakapan Sosial    Kecakapan Akademik    Kecakapan Vokasional
1    Pendidikan kepercayaan     Membentuk peserta didik sebagai insan yang beriman serta bertakwa kepada Tuhan YME               
2    Pendidikan Kewargane-garaan    Membentuk peserta didik menjadi rakyat negara yang memiliki wawasan dan rasa kebersamaan, cinta tanah air, dan bersikap dan berperilaku demokratis               
3    Bahasa    Membentuk peserta didik bisa berkomunikasi secara efektif serta efisien sesuai dengan etika yg berlaku, baik secara mulut maupun goresan pena               
4    Matematika    Mengembangkan nalar dan kemampuan berpikir siswa               
5    Ilmu Pengetahuan Alam    Mengembangkan pengetahuan, dan kemampuan analisis peserta didik terhadap lingkungan alam serta sekitarnya               
6    Ilmu Pengetahuan Sosial    Mengembangkan pengetahuan, pemahaman, serta kemampuan analisis siswa terhadap syarat sosial rakyat               
7    Seni serta Budaya    Membentuk karakter peserta didik sebagai insan yang mempunyai rasa seni serta pemahaman budaya               
8    Pendidikan Jasmani dan Olahraga    Membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas               
9    Keterampilan/
Bahasa Asing/TIK    Membentuk peserta didik sebagai manusia yg memiliki keterampilan               
10    Muatan Lokal    Membentuk pemahaman terhadap potensi sinkron menggunakan karakteristik spesial pada wilayah loka tinggalnya                
11    Pengembangan Diri    Memberikan kesempatan pada peserta didik buat mengembangkan serta mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, minat, serta bakat               
C.    Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup
Keberhasilan pelaksanaan pendidikan kecakapan hayati sangat dipengaruhi sang acara/rancangan yang disusun dan kreativitas guru dalam merumuskan serta memilih metode pembelajaran. Langkah-langkah yg ditempuh dalam penyusunan acara pembelajaran menjadi berikut:
1.    Mengidentifikasi baku kompetensi dan kompetensi dasar
2.    Mengidentifikasi bahan kajian/materi
3.    Mengembangkan indikator kompetensi
4.    Mengembangkan pengalaman belajar yang bermuatan kecakapan hidup
5.    Menentukan bahan/alat/asal yang digunakan
6.    Mengembangkan indera evaluasi yg sesuai menggunakan aspek kecakapan hidup
D.    Prinsip-prinsip Pengembangan Model Kecakapan Hidup
Pendidikan kecakapan hayati dikembangkan  menggunakan memperhatikan beberapa hal berikut:
1.    Pembentukan kepribadian siswa secara utuh baik keimanan, ketaqwaan, serta akhlak mulia.
2.    Mengakomodasi semua mata pelajaran buat dapat menujang peningkatan iman serta takwa dan akhlak mulia, serta mempertinggi toleransi dan kerukunan antar umat beragama menggunakan mempertimbangkan norma-norma kepercayaan yang berlaku
3.    Memungkinkan pengembangan keragaman potensi, minat serta bakat, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan kinestetik siswa secara optimal sesuai menggunakan taraf perkembangannya
4.    Tuntutan dunia kerja dan kebutuhan kehidupan
Program kecakapan hidup hendaknya memungkinkan buat membekali peserta didik pada memasuki global kerja/usaha dan relevan dengan kebutuhan kehidupan sinkron dengan taraf perkembangan peserta didik, khususnya bagi mereka yg tidak melanjutkan pendidikan.
5.    Kecakapan-kecakapan yang perlu dikembangkan meliputi: kecakapan personal, sosial, akademis, dan vokasional.
6.    Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
7.    Mempertimbangkan lima kelompok mata pelajaran berikut:
a)    Kelompok mata pelajaran kepercayaan serta akhlak mulia
b)    Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan serta kepribadian
c)    Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan serta teknologi
d)    Kelompok mata pelajaran estetika
e)    Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga serta kesehatan
E.  Pengembangan Silabus
Silabus adalah pembagian terstruktur mengenai baku kompetensi dan kompetensi dasar ke pada materi utama/bahan kajian, aktivitas pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi buat proses penilaian. Dalam menyebarkan silabus dan perangkat lainnya, menggunakan mengacu dalam Standar Isi yang ditetapkan sang BSNP. Langkah-langkah pengembangan silabus secara umum mencakup:
1.    Menentukan baku kompetensi
2.    Menentukan kompetensi dasar
3.    Pengembangan indikator
4.    Menentukan materi ajar
5.    Merumuskan serta berbagi pengalaman belajar
6.    Mempertimbangkan alokasi ketika buat setiap baku kompetensi
7.    Mengembangkan sistem penilaian
Uraian masing-masing langkah dalam pengembangan silabus adalah menjadi berikut:
a.    Penentuan Standar Kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yg diperlukan dicapai. Standar kompetensi yg dipilih atau dipakai sesuai menggunakan yang masih ada pada baku kompetensi serta kompetensi dasar mata pelajaran. Sebelum menentukan atau menentukan standar kompetensi, terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi serta kompetensi dasar mata pelajaran dengan  memperhatikan hal-hal berikut:
1)    urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu serta/atau taraf kesulitan materi;
2)    keterkaitan antar baku kompetensi serta kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
3)    keterkaitan baku kompetensi serta kompetensi dasar antar mata pelajaran.    
b.    Penentuan Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan sejumlah kemampuan yang wajib dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai acum buat menyusun indikator kompetensi. Kompetensi dasar yang dipakai atau dipilih sinkron menggunakan yg tercantum dalam standar kompetensi serta kompetensi dasar mata pelajaran. Sebelum menentukan atau memilih kompetensi dasar, terlebih dahulu menyelidiki baku kompetensi serta kompetensi dasar mata pelajaran menggunakan  memperhatikan hal-hal berikut:
1)    urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu serta/atau taraf kesulitan materi;
2)    keterkaitan antar baku kompetensi serta kompetensi dasar dalam mata pelajaran;   
3)    keterkaitan baku kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
   
    c.  Merumuskan Indikator
Indikator merupakan adalah penjabaran berdasarkan kompetensi dasar yang memperlihatkan tanda-indikasi, perbuatan dan atau respon yang dilakukan atau ditampilkan sang siswa. Indikator dirumuskan sesuai menggunakan karakteristik satuan pendidikan, potensi siswa, serta dirumuskan dalam istilah kerja operasional yg terukur serta atau bisa diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar dalam menyusun indera evaluasi. Kriteria merumuskan indikator:
1)    sesuai taraf perkembangan berpikir peserta didik.
2)    berkaitan menggunakan standar kompetensi serta kompetensi dasar.
3)    memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari
4)    harus bisa menunjukkan pencapaian output belajar siswa secara utuh (kognitif, afektif, dan psikomotor)
5)    memperhatikan sumber-asal belajar yang relevan
6)    dapat diukur/dapat dikuantifikasi
7)    memperhatikan ketercapaian baku lulusan secara nasional
8)    berisi istilah kerja operasional
9)    tidak mengandung pengertian ganda (ambigu)
d.    Mengidentifikasi Materi Pokok/Bahan Kajian
Dalam mengidentifikasi materi utama/bahan kajian wajib dipertimbangkan:
1)    taraf perkembangan fisik
2)    tingkat perkembangan intelektual
3)    tingkat perkembangan emosional
4)    taraf perkembangan sosial
5)    taraf perkembangan spritual
6)    kebermanfaatan
7)    struktur keilmuan
8)    kedalaman serta keluasan materi
9)    relevansi menggunakan kebutuhan serta tuntutan lingkungan
10)    alokasi waktu
Selain itu juga harus memperhatikan:
1)    benar (valid), merupakan materi wajib teruji kebenaran dan kesahihannya
2)    taraf kepentingan: materi yang diajarkan memang benar-sahih diperlukan sang peserta didik
3)    kebermanfaatan : materi memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya
4)    layak dipelajari : materi layak dipelajari baik berdasarkan aspek taraf kesulitan maupun aspek pemanfaatan materi ajar
5)    menarik minat (interest): materinya menarik minat peserta didik dan memotivasinya buat mempelejari lebih lanjut
e.    Mengembangkan Kegiatan/Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar merupakan aktivitas fisik juga mental yang dilakukan siswa pada berinteraksi menggunakan materi ajar. Kriteria dalam berbagi pengalaman belajar menjadi berikut:
1)    pengalaman belajar disusun bertujuan buat memberikan bantuan kepada pengajar, supaya mereka bisa bekerja dan melakspeserta didikan proses pembelajaran secara profesional sesuai menggunakan tuntutan kurikulum
2)    pengalaman belajar disusun dari atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh
3)    pengalaman belajar memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan buat mencapai kompetensi dasar
4)    pengalaman belajar berpusat dalam peserta didik (student centered)
5)    mengandung kegiatan-aktivitas yang mendorong peserta didik mencapai kompetensi
6)    materi pengalaman belajar dapat berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan
7)    perumusan pengalaman belajar harus jelas materi/konten yg ingin dikuasai peserta didik
8)    penentuan urutan langkah pembelajaran sangat krusial artinya bagi materi-materi yang memerlukan prasyarat tertentu
9)    pendekatan pembelajaran yang digunakan bersifat spiral (mudah-sukar; nyata-abstrak; dekat-jauh) serta juga memerlukan urutan pembelajaran yg terstruktur
10)    rumusan pernyataan dalam pengalaman belajar minimal mengandung 2 unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu aktivitas siswa serta materi
Dalam menentukan kegiatan peserta didik perlu mempertimbangkan hal-hal menjadi berikut:
•    menaruh peluang bagi peserta didik buat mencari, mengolah serta menemukan sendiri pengetahuan, di bawah bimbingan guru
•    mencerminkan karakteristik khas dalam pengembangan kemampuan mata pelajaran.
•    diadaptasi dengan kemampuan peserta didik, asal belajar serta sarana yang tersedia
•    bervariasi dengan mengkombinasikan kegiatan individu atau perorangan, berpasangan, grup, dan klasikal 
•    memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual peserta didik seperti: bakat, minat, kemampuan, latar belakang famili, sosial-ekonomi serta budaya serta kasus spesifik yang dihadapi peserta didik yg bersangkutan.
f.    Menentukan Jenis dan Bentuk Penilaian
Penilaian adalah serangkaian kegiatan buat memperoleh, menganalisis, serta menafsirkan data tentang proses serta output belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis serta berkesinambungan, sehingga menjadi fakta yg bermakna pada pengambilan keputusan. Kriteria penilaian:
1)    penulisan jenis penilaian wajib disertai dengan aspek-aspek yang akan dievaluasi sehingga memudahkan pada pembuatan soal-soalnya
2)    penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian indikator.
3)    penilaian memakai acuan kriteria; yaitu dari apa yang mampu dilakukan siswa setelah peserta didik mengikuti proses pembelajaran, serta bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
4)    sistem yang direncpeserta didikan adalah sistem penilaian yg berkelanjutan, artinya semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk memilih kompetensi dasar yg telah dimiliki dan yg belum, dan untuk mengetahui kesulitan siswa.
5)    output penilaian dianalisis buat menentukan tindakan perbaikan, berupa acara remedi. Jika siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, beliau harus mengikuti proses pembelajaran lagi, sedang bila sudah menguasai kompetensi dasar, beliau diberi tugas pengayaan.
6)    pada sistem penilaian berkelanjutan, guru wajib menciptakan kisi-kisi penilaian serta rancangan evaluasi secara menyeluruh buat satu semester menggunakan menggunakan teknik evaluasi yg tepat
7)    penilaian dilakukan buat menyeimbangkan banyak sekali aspek pembelajaran: kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan menggunakan aneka macam model penilaian, formal serta nir formal secara berkesinambungan.
8)    evaluasi merupakan suatu proses pengumpulan pelajaran serta penggunaan fakta tentang hasil belajar siswa menggunakan menerapkan prinsip evaluasi berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat serta konsisten sebagai akuntabilitas publik.
9)    penilaian merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang kentara mengenai baku yang harus serta sudah dicapai disertai dengan peta kemajuan output belajar siswa.
10)    evaluasi berorientasi  pada baku kompetensi, kompetensi dasar serta indikator Dengan demikian hasil penilaian akan menaruh gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi.
11)    penilaian dilakukan secara berkelanjutan (direncpeserta didikan dan dilakukan terus-menerus) guna mendapatkan gambaran yg utuh mengenai perkembangan dominasi kompetensi oleh peserta didik, baik sebagai efek pribadi (main effect) maupun impak pengiring (nurturant effect) berdasarkan proses pembelajaran.
12)    sistem evaluasi harus diubahsuaikan menggunakan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, apabila pembelajaran memakai pendekatan tugas observasi lapangan maka penilaian harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/output melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang diharapkan.
g.    Mempertimbangkan Alokasi Waktu
Alokasi saat adalah ketika yang diperlukan untuk ketercapaian satu kompetensi dasar, dengan memperhatikan:
1)    minggu efektif per semester
2)    alokasi saat per mata pelajaran
3)    jumlah kompetensi per semester
Apabila pendidikan kecakapan hayati dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran.
h.    Menentukan Sumber/Bahan/Alat
1)    Sumber
Merupakan acum, surat keterangan atau literatur yg digunakan pada penyusunan silabus atau pembelajaran.  
2)    Bahan
Bahan merupakan segala sesuatu yang diperlukan dalam proses praktikum atau pembelajaran lain, contohnya: milimeter blok, benang, daun, kertas, tanah liat, glukosa, serta bahan lain yg relevan
3)    Alat
Alat merupakan segala sesuatu yang dipakai pada proses praktikum atau pembelajaran lain, contohnya: jangka, bandul, mikroskop, gelas ukur, globe, harmonika, matras.
Dalam implementasinya, silabus dijabarkan pada rencana aplikasi pembelajaran, dilakspeserta didikan, dievaluasi, serta ditindaklanjuti sang masing-masing guru. Silabus harus dikaji serta dikembangkan secara berkelanjutan menggunakan memperhatikan masukan  hasil penilaian output belajar, penilaian proses (aplikasi pembelajaran), serta penilaian rencana pembelajaran.  
Bab IV
POLA PELAKSANAAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP
Pada pada dasarnya pendidikan kecakapan hayati membantu peserta didik dalam membuatkan kemampuan belajar, menyadari dan mensyukuri potensi diri buat dikembangkan serta diamalkan, berani menghadapi problema kehidupan, dan memecahkannya secara kreatif. Pendidikan kecakapan hidup bukanlah mata pelajaran, sehingga dalam pelaksanaannya nir perlu merubah kurikulum dan membangun mata pelajaran baru. Yang diharapkan disini adalah mereorientasi pendidikan dari mata pelajaran ke orientasi pendidikan kecakapan hayati melalui pengintegrasian kegiatan-kegiatan yg dalam prinsipnya membekali peserta didik terhadap kemampuan-kemampuan eksklusif supaya bisa diterapkan pada kehidupan keseharian siswa. Dengan prinsip ini, mata pelajaran dipahami sebagai indera buat dikembangkan kecakapan hayati yg nantinya akan digunakan sang siswa dalam menghadapi kehidupan konkret. Prinsip-prinsip pelaksanaan pendidikan kecakapan hayati sebagai berikut:
1.    Tidak membarui sistem pendidikan yang berlaku
2.    Tidak mengganti kurikulum yg berlaku
3.    Pembelajaran menggunakan prinsip empat pilar, yaitu: belajar buat tahu, belajar menjadi diri sendiri, belajar buat melakukan, dan belajar untuk mencapai kehidupan bersama
4.    Belajar konstekstual menggunakan memakai potensi lingkungan lebih kurang menjadi sarana pendidikan
5.    Mengaitkan dengan kehidupan nyata
6.    Mengarah pada tercapainya hidup sehat serta berkualitas, memperluas wawasan dan pengetahuan, mempunyai akses buat memenuhi standar hidup secara layak
A. Prinsip Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup
Keempat dimensi kecakapan hayati secara berkelanjutan wajib dimiliki sang peserta didik sejak TK hingga sekolah menengah, serta bahkan perguruan tinggi sekalipun. Akan tetapi pada praktik pengembangannya, penekanan pendidikan kecakapan hayati permanen mempertimbangkan taraf perkembangan sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan. Kecakapan hayati pada Taman Kanak-kanak serta sekolah dasar (SD) tidak sinkron menggunakan sekolah menengah pertama (SMP), demikian juga kecakapan hayati pada sekolah menengah pertama berbeda menggunakan sekolah menengah atas (Sekolah Menengah Atas), bergantung pada tingkat perkembagan psikologis serta fisiologis peserta didik. Dominasi pendidikan kecakapan hayati mada masing-masing jenjang dapat digambarkan sebagai berikut.
Pendidikan Kecakapan Hidup Sekolah Menengah pertama, Sekolah Menengah Atas, dan SMK
             SMA                Sekolah Menengah Kejuruan                   
                       
                SMP
           
B. Pendidikan Kecakapan Hidup di SMP serta SMA
Peningkatan mutu pendidikan merupakan sebuah komitmen bersama yg harus dipegang teguh. Pendidikan kecakapan hidup sebagai salah satu upaya pada melahirkan generasi yg bukan hanya bisa hidup tetapi jua bisa bertahan hayati, serta bahkan dapat unggul (excel) dalam kehidupan dikemudian hari.  
Melihat diagram di atas, pendidikan kecapakan hidup dalam jenjang Sekolah Menengah pertama lebih menekankan pada kecakapan hidup umum (generik life skill), yaitu mencakup aspek kecakapan personal (personal skill) dan kecakapan sosial (social skill). Ini memberikan gambaran bahwa buat jenjang dasar berdasarkan pada prinsip bahwa kecakapan secara umum merupakan fondasi kecakapan yg diharapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini pula dapat dikatakan bahwa bukan berarti bahwa jenjang ini tidak perlu dikembangkan kecakapan hidup akademik dan vokasional, akan tetapi apabila dikembangkan maka baru pada tataran awal, misalnya berpikir kritis dan rasional, menumbuhkan perilaku amanah dan toleransi.
Aspek dasar yg wajib dimiliki peserta didik di SMP adalah kecakapan personal dan sosial yang seringkali disebut menjadi kecakapan generik (general life skill). Proses pembelajaran dengan pembenahan aspek personal dan sosial merupakan prasyarat yang harus diupayakan berlangsung pada jenjang ini. Peserta didik dalam usia Sekolah Menengah pertama nir hanya membutuhkan kecakapan membaca-membaca-berhitung sebagaimana dalam usia TK/SD, melainkan pula butuh suatu kecakapan lain yang mengajaknya buat cakap bernalar dan mengarifi kehidupan, sehingga pada masanya siswa dapat berkembang, kreatif, produktif, kritis, amanah buat menjadi insan-insan yg unggul dan pekerja keras. Pendidikan kecakapan hidup dalam jenjang ini lebih menekankan pada pembelajaran akhlak menjadi dasar pembentukan nilai-nilai dasar kebajikan (basic goodness), seperti: kejujuran, kebaikan, kepatuhan, keadilan, pandangan hidup kerja, kepahlawanan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta kemampuan bersosialisasi.
a. Kecakapan personal (personal skill)
Kecapakan personal meliputi pencerahan diri dan berpikir rasional. Kesadaran diri merupakan tuntutan mendasar bagi peserta didik buat membuatkan potensi dirinya di masa mendatang. Kesadaran diri dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) pencerahan akan keberadaan diri sebagai makhluk Tuhan YME, makhluk sosial, dan makhluk lingkungan, dan (2) pencerahan akan potensi diri dan dorongan buat mengembangkannya. (Dikdasmen, 2004 diolah).
(1) Kesadaran diri difokuskan dalam kemampuan siswa buat melihat sendiri potret dirinya
    Pada tataran yang lebih rendah peserta didik akan melihat dirinya dalam hubungannya menggunakan lingkungan famili, kebiasaannya, kegemarannya, dan sebagainya. Pada tataran yang lebih tinggi, peserta didik akan semakin tahu posisi drinya di lingkungan kelasnya, sekolahnya, desanya, kotanya, serta seterusnya, minat, bakat, serta sebagainya.
(2) Kecakapan berpikir rasional merupakan kecakapan yg memakai rasio atau pikiran. Kecakapan ini meliputi kecakapan menggali kabar, memasak warta, serta merogoh keputusan secara cerdas, dan sanggup memecahkan masalah secara tepat dan baik. Pada jenjang pendidikan menengah (SMP dan Sekolah Menengah Atas) ketiga kecakapan tadi jauh lebih kompleks ketimbang dengan tingkat sekolah dasar (Sekolah Dasar). Sebagaimana diketahui bahwa pada kurikulum berbasis kompetensi (KBK),  akal budi mengambil keputusan secara cerdas serta memecahkan kasus secara baik serta tepat menjadi isue utama pada pembelajaran kecakapan hayati dalam peserta didik sekolah menengah (Wasino 2004, diolah).
b.  Kecakapan sosial (social skill)
Kecakapan sosial bisa dipilah sebagai 2 jenis utama, yaitu (1) kecakapan berkomunikasi, serta (2) kecakapan bekerjasama
(1)   Kecakapan berkomunikasi
Kecakapan berkomunikasi bisa dilakukan baik secara verbal maupun goresan pena. Sebagai makhluk sosial yang hayati pada rakyat tempat tinggal maupun loka kerja, siswa sangat memerlukan kecakapan berkomunikasi baik secara verbal maupun goresan pena. Dalam realitasnya, komunikasi verbal ternyata tidak gampang dilakukan. Seringkali orang nir dapat mendapat pendapat versus bicaranya, bukan karena isi atau gagasannya tetapi karena cara penyampaiannya yang kurang berkenan. Dalam hal ini diperlukan kemampuan bagaimana menentukan kata dan cara menyamaikan supaya gampang dimengerti sang lawan bicaranya. Karena komunikasi secara mulut merupakan sangat krusial, maka perlu ditumbuhkembangkan semenjak peserta didik dini. Lain halnya dengan komunikasi secara tertulis. Dalam hal ini dibutuhkan kecakapan bagaimana cara mengungkapkan pesan secara tertulis menggunakan pilihan kalimat, istilah-kata, rapikan bahasa, dan anggaran lainnya agar mudah dipahami orang atau pembaca lain.
      (dua)  Kecakapan bekerjasama
Bekerja pada grup atau tim adalah suatu kebutuhan yg nir dapat dielakkan sepanjang manusia hayati. Salah satu hal yang dibutuhkan buat bekerja dalam grup merupakan adanya kerjasama. Kemampuan bekerjasama perlu dikembangkan agar siswa terbiasa memecahkan masalah yang sifatnya relatif kompleks. Kerjasama yg dimaksudkan adalah bekerjasama adanya saling pengertian serta membantu antar sesama buat mencapai tujuan yang baik, hal ini agar siswa terbiasa dan bisa menciptakan semangat komunitas yang serasi.
c.    Kecakapan akademik (academic skill)
Kecakapan akademik sering diklaim jua kecakapan intelektual atau kepandaian ilmiah yg pada dasarnya merupakan pengembangan menurut kecakapan berpikir secara umum, tetapi menunjuk pada aktivitas yg bersifat keilmuan. Kecakapan ini meliputi diantaranya kecakapan mengidentifikasi variabel, menyebutkan interaksi suatu fenomena eksklusif, merumuskan hipotesis, merancang serta melakspeserta didikan penelitian. Untuk menciptakan kecakapan-kecakapan tadi diharapkan juga sikap ilmiah, kritis, obyektif, serta transparan.
d.   Kecakapan vokasional (vokational skill)
Kecakapan ini seringkali dianggap dengan kecakapan kejuruan, artinya suatu kecakapan yg dikaitkan menggunakan bidang pekerjaan tertentu yg terdapat di warga atau lingkungan siswa. Kecakapan vokasional lebih cocok buat siswa yg menekuni pekerjaan yang mengandalkan keterampilan psikomotorik daripada kecakapan berpikir ilmiah. Namun bukan berarti siswa SMP dan Sekolah Menengah Atas tidak layak buat menekuni bidang kejuruan seperti ini. Misalnya merangkai serta mengoperasikan personal komputer . Kecakapan vokasional mempunyai 2 bagian, yaitu: kecakapan vokasional dasar serta kecakapan vokasional khusus yang sudah terkait dengan bidang pekerjaan eksklusif seperti halnya pada siswa di SMK. Kecakapan dasar vokasional bertalian menggunakan bagaimana peserta didik menggunakan indera sederhana, contohnya: obeng, palu, dsb; melakukan mobilitas dasar, serta membaca gambar sederhana. Kecakapan ini terkait menggunakan sikap taat asas, presisi, akurasi, dan tepat saat yg menunjuk kepada konduite produktif. Sedangkan vokasional spesifik hanya diperlukan bagi mereka yg akan menekuni pekerjaan yg sinkron dengan bidangnya. Misalnya pekerja montir, apoteker, tukang, tehnisi, atau meramu pilihan menu bagi yang menekuni pekerjaan rapikan makanan kenikmatan, serta sebagainya.
C. Penekanan Pendidikan Kecakapan Hidup pada Sekolah Menengah
Pendidikan kecakapan hidup di sekolah menengah mengungkapkan pada upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi era warta dan era globalisasi. Pada intinya pendidikan kecakapan hidup ini membantu serta membekali siswa pada pengembangan kemampuan belajar, menyadari dan mensyukuri potensi diri, berani menghadapi problema kehidupan, serta sanggup memecahkan duduk perkara secara kreatif. Pendidikan kecakapan hayati bukan mata pelajaran baru, akan namun menjadi indera serta bukan sebagai tujuan. Penerapan konsep pendidikan kecakapan hayati terkait dengan syarat siswa dan lingkungannya seperti substansi yang dipelajari, karakter peserta didik, syarat sekolah serta lingkungannya.
Pendidikan keccakapan hayati pada Sekolah Menengah Atas lebih memfokuskan pada pengembangan kecakapan akademik dan kecakapan hidup umum. Sementara di Sekolah Menengah Kejuruan penekanan pengembangan diarahkan kepada kecakapan vokasional yang menjadi penekanan pendidikan kejuruan atau keterampilan buat bekerja, jua dalam pengembangan kecakapan akademik dan generik. Lebih lanjut penekanan pembelajaran kecakapan hidup pada masing-masing jenjang dapat digambarkan berikut.
Penekanan Pembelajaran Kecakapan Hidup
                      
                                                                            
   Taman Kanak-kanak             SD    SMP         SMA    S1            S2 dst ...
Gambar di atas menunujukkan penekanan pembelajaran antara kecakapan hidup serta substansi mata pelajaran yg ada di masing-masing jenjang pendidikan. Pada gambar tampak bahwa pada Sekolah Dasar pada kelas awal penekanan terhadap kecakapan hayati masih sangat secara umum dikuasai, meskipun secara bertahap substansi mata pelajaran mulai dimunculkan. Pada jenjang TK/Sekolah Dasar/SMP, proporsi substansi mata pelajaran semakin akbar serta porsi kecakapan hayati makin berkurang, dan pada jenjang SMA porsi kecakapan hayati hampir sebanding dengan substansi mata pelajaran.
Prinsip pembelajaran kecapakan hidup lebih pada kontekstual, yaitu adanya kaitan antara kehidupan nyata menggunakan lingkungan serta pengalaman siswa. Lebih lanjut interaksi antara mata pelajaran, kecakapan hidup, dan kehidupan konkret bisa digambarkan berikut.
Hubungan antara mata pelajaran, Kecakapan hidup
dan Kehidupan nyata
                                   
                                                Kontribusi hasil
                                                pembelajaran
Pendidikan kecakapan hayati sudah menjadi bagian berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK), maka kecakapan hidup bukan sebagai mata pelajaran dan tidak sama dengan pendidikan keterampilan. Pendekatan pembelajaran menekankan dan menyesuaikan menggunakan kehidupan nyata atau kontekstual dalam kehidupan keseharian peserta didik. Apabila diakitkan dengan permasalahan dalam kehidupan nyata, maka bisa digambarkan sebagai berikut:
Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup
Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup terintegrasi dengan majemuk mata pelajaran yang ada pada di Sekolah Menengah pertama maupun Sekolah Menengah Atas. Misalnya dalam mata pelajaran Matematika, pada mengusut matematika bukan sekedar buat pandai matematika, akan tetapi supaya seseorang dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, membaca data, menganalisis data, membuat kesimpulan, memeriksa ilmu lain, serta sebagainya. Itulah antara lain kecakapan hidup yg ingin diperoleh melalui pelajaran matematika.
Langkah-langkah klasifikasi unsur kecakapn hidup sebagai berikut:
a.    melakukan identifikasi unsur kecakapan hayati yg dibutuhkan dalam kehidupan konkret yg dituangkan pada bentuk pengalaman belajar
b.    melakukan identifikasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yg mendukung kecakapan hidup
c.    mengklasifikasi dalam bentuk topik/tema berdasarkan mata pelajaran
d.    dsb (perlu diskusi)
Bab V
PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT
A.  Penilaian
Pemberlakuan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) membawa akibat terhadap model serta teknik penilaian yg dilaksanakan peserta didikan pada kelas.  Penilaian tersebut terdiri atas penilaian eksternal serta penilaian internal. Penilaian eksternal adalah penilaian yang dilakukan oleh pihak lain yang nir melakspeserta didikan proses pembelajaran. Penilaian eksternal dilakukan oleh suatu forum, baik dalam juga luar negeri dimaksudkan diantaranya buat pengendali mutu. Sedangkan evaluasi internal merupakan penilaian yg dilakukan serta direncpeserta didikan sang pengajar dalam ketika proses pembelajaran berlangsung pada rangka penjaminan mutu. Dengan demikian, penilaian kelas merupakan evaluasi internal.
Penilaian kelas adalah evaluasi internal (internal assessment) terhadap hasil belajar siswa yang dilakukan oleh guru di kelas atas nama sekolah buat menilai kompetensinya dalam taraf tertentu dalam ketika dan akhir pembelajaran, sebagai akibatnya dapat diketahui perkembangan serta ketercapaian berbagai kompetensi peserta didik. Penilaian kelas adalah suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang memperlihatkan pencapaian output belajar siswa, pelaporan, serta penggunaan berita mengenai output belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan peserta didikan melalui berbagai cara, misalnya tes tertulis (paper and pencil test), penilaian output kerja peserta didik melalui formasi hasil kerja/karya siswa (portfolio), penilaian produk, evaluasi proyek dan penilaian unjuk kerja (performance) siswa. Ini yang dianggap dengan penilaian output belajar.
Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan pada suasana yg menyenangkan, sehingga memungkinkan siswa menerangkan apa yang dipahami dan bisa dikerjakannya. Hasil belajar seseorang peserta didik nir dianjurkan buat dibandingkan menggunakan siswa lainnya, tetapi menggunakan hasil yang dimiliki siswa tadi sebelumnya.  Dengan demikian peserta didik nir merasa dihakimi sang guru namun dibantu untuk mencapai apa yang dibutuhkan.
Tujuan
Penilaian Kelas ini bertujuan buat :
•    menaruh penjelasan mengenai orientasi yg baru pada penilaian  kurikulum berbasis kompetensi.
•    memberikan wawasan secara generik mengenai konsep penilaian yg dilaksanakan pada tingkat kelas.
•    menaruh rambu-rambu evaluasi kelas.
•    memberikan prinsip-prinsip pengolahan serta pelaporan hasil evaluasi.
Prinsip Penilaian
Dalam melaksanakan penilaian, usahakan pengajar perlu:
•    memandang penilaian dan aktivitas belajar-mengajar secara terpadu.
•    mengembangkan taktik yang mendorong serta memperkuat evaluasi sebagai cermin diri.
•    melakukan aneka macam taktik evaluasi pada dalam acara pengajaran buat menyediakan aneka macam jenis keterangan tentang output belajar siswa.
•    mempertimbangkan berbagai kebutuhan spesifik peserta didik.
•    mengembangkan serta menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan aktivitas belajar siswa.
•    menggunakan cara dan indera evaluasi yang bervariasi.
Agar penilaian objektif, pengajar harus berupaya secara optimal buat:
•    memanfaatkan banyak sekali bukti output kerja peserta didik serta tingkah laris dari sejumlah evaluasi.
•    menciptakan keputusan yang adil mengenai penguasaan kompetensi siswa dengan mempertimbangkan output kerja (karya).
Tehnik Penilaian
Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan keterangan tentang kemajuan belajar siswa, baik yg herbi proses belajar maupun output belajar. Teknik mengumpulkan fakta tersebut dalam prinsipnya merupakan cara penilaian kemajuan belajar siswa berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yg wajib dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan dari indikator-indikator pencapaian kompetensi  yang memuat satu ranah atau lebih. Dengan indikator-indikator ini, dapat ditentukan penilaian yg sinkron. Untuk itu, terdapat tujuh teknik yg dapat dipakai, yaitu: (1) evaluasi unjuk kerja, (2) penilaian perilaku, (tiga) evaluasi tertulis, (4) penilaian proyek, (lima) penilaian produk, (6) penggunaan portofolio, dan (7) penilaian diri. 
B.    Tindak Lanjut
Untuk lebih memahami bentuk dan jenis penilaian pembelajaran kecakapan hayati, perlu dilakukan secara terus menerus tidak hanya pada aspek kognitif, akan namun juga pada aspek-aspek yg lain untuk mengetahui kemampuan siswa. Yang paling fundamental merupakan, bahwa evaluasi pendidikan kecakapan hayati tidak hanya tertumpu pada evaluasi keterampilan vokasional semata akan tetapi juga dalam kecakapan-kecakapan lainya misalnya kecakapan personal, sosial, serta akademiknya.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Contoh 1
Pengembangan Silabus dan Penilaian Pendidikan Kecakapan Hidup
Jenjang Sekolah    : SMA
Mata Pelajaran    : Ekonomi
Kelas/Smt    : X/1
Topik        : Kebutuhan manusia
Standar Kompetensi    Kompetensi Dasar    Materi Pokok    Indikator    Pengalaman Belajar dan Aspek Kecakapan Hidup    Penilaian    Sumber/
Bahan/
Alat    Waktu
Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan insan, kelangkaan  serta sistem ekonomi
    1. Mengiden tifikasi kebutuhan manusia
    Kebutuhan manusia, kelangkaan serta sistem ekonomi    Mendiskripsikan kebutuhan manusia
Mendiskripsikan kelangkaan
Mendiskripsikan sistem ekonomi    Mengkaji referensi mengenai kebutuhan manusia (utama serta sekunder)
(Kecakapan hidup: menggali liputan, memasak, komunikasi mulut serta tulisan)
    Kuis dan jawab singkat    Buku siswa
    1 x 45
Mengetahui:
Kepala Sekolah,                            Pengajar Matpel
-------------------------                            -------------------------
Contoh 2
Penyusunan Rencana Pembelajaran
Tahap Kegiatan    Kegiatan Pembelajaran    Strategi    Kecakapan Hidup    Waktu
1. Kegiatan awal    Apersepsi    ......    ..........    ......
2. Kegiatan inti    Belajar gerombolan     Diskusi     •    Menggali informasi
•    Mengolah informasi
•    Bekerjasama
•    Menyusun kesimpulan
•    dst    30 menit
3. Kegiatan akhir    .........    ..........    .........    ........
Mengetahui:
Kepala Sekolah,                            Pengajar Matpel
-------------------------                            -------------------------
Contoh 3
Sistem Penilaian Kecakapan Hidup
a. Aspek Kognitif
Tingkatan Domain    Aspek yg dievaluasi    Nilai/Skor
1. Pengetahuan    Mengemukakan ......
Menceritakan ..........
Menyebutkan ...........   
2. Pemahaman    Membandingkan ...........   
3. Aplikasi    Melakukan percobaan ...........   
4. Analisa    Membuat grafik .........   
5. Sintesa    Memprediksi ...........   
6. Evaluasi    Menulis laporan .........   
Mengetahui:
Kepala Sekolah,                            Pengajar Matpel
-------------------------                            -------------------------
b. Aspek afektif
No    Nama Peserta didik    Aspek yang dievaluasi    Keterangan
        1    2    3    4    5    6    7    8    dst    Ya    Tidak
1                                               
2                                               
3                                               
4                                               
5                                               
6                                               
7                                               
8                                               
9                                               
10                                               
dst                                               
Keterangan:
Beri indikasi √ pada kolom aspek yg dievaluasi serta kolom keterangan
1.    Mengerjakan eksperimen
2.    Mengungkapkan gagasan
3.    Menerima pendapat teman
4.    Menghargai pendapat teman
5.    Kemampuan berkomunikasi
6.    Memecahkan masalah
7.    Menanggapi pendapat sahabat
8.    menyimpulkan hasil diskusi
Contoh 4
Integrasi Pendidikan Kecakapan Hidup dengan Mata Pelajaran di SMA
Mata Pelajaran : ....................................................
Aspek Kecapakan Hidup
Materi Pokok    Eksistensi diri    Potensi diri    Menggali warta    Mengolah informasi    Mengambil keputusan    Memecahkan kasus    .............    Berkomunikasi verbal    Berkomunikasi tertulis    Bekerjasama    ..................    Menguasai pengetahuan       Merancang dan melakspeserta didikan penelitian ilmiah
      Berkomunikasi ilmiah        Mengidentifikasi serta menghubungkan variabel      .......................      Menguasai keterampilan sesuai prosedur      Menguasai TIK      ....................
    Kecakapan
Personal    Kecakapan Sosial    Kecakapan Akademik    KecakapanVokasional
1.                                                                            
2.                                                                           
3.                                                                           
4.                                                                           
5.                                                                           
6.                                                                           
7.                                                                           
8.                                                                           
9.                                                                           
Dst                                                                            
Contoh 5
Tabel : Indikator-indikator Aspek Kecakapan Hidup pada TK/SD/Sekolah Menengah pertama dan SMA/SMK
ASPEK KECAKAPAN HIDUP    JENJANG
    TK    Sekolah Dasar    SMP    SMA    SMK
Kecakapan Personal                   
- Beriman kepada Tuhan YME    v    v    v    v    v
- Berakhlak mulia    v    v    v    v    v
- Berpikir rasional            v    v    v
- Komitmen        v    v    v    v
- Mandiri        v    v    v    v
- Percaya diri    v    v    v    v    v
- Bertanggung jawab    v    v    v    v    v
- Menghargai dan menilai diri        v    v    v    v
- Menggali informasi            v    v    v
- Mengolah liputan            v    v    v
- Mengambil Keputusan            v    v    v
- Memecahkan perkara            v    v    v
Kecakapan sosial                   
- Bekerjasama        v    v    v    v
- Menunjukkan tanggung jawab sosial        v    v    v    v
- Mengendalikan emosi                 v    v
- Berinteraksi dalam masyarakat                v    v
- Mengelola permasalahan                v    v
- Berpartisipasi            v    v    v
- Membudayakan perilaku sportif,
   disiplin, dan hidup sehat        v    v    v    v
-    Mendengarkan        v    v    v    v
-    Berbicara    v    v    v    v    v
-    Membaca        v    v    v    v
-    Menuliskan pendapat/gagasan        v    v    v    v
-    Bekerjasama menggunakan sahabat sekerja        v    v    v    v
-    Memimpin            v    v    v
Kecakapan akademik                   
- Menguasai pengetahuan                   
- Merancang serta melakspeserta didikan penelitian ilmiah                   
- Bersikap ilmiah                   
- Berpikir strategis                   
- Berkomunikasi ilmiah                     
- Menggunakan teknologi                   
- Mengambil keputusan                   
- Mengidentifikasi dan menghubungkan variabel                   
- Kemampuan merumuskan masalah                   
- Kemampuan bersikap kritis dan rasional                   
Kecakapan vokasional                   
- Menguasai keterampilan sinkron mekanisme                   
- Berwirausaha                   
- Menguasai TIK                   
- Merangkai indera                   
 

Demikian model pendidikan kecakapan hayati pada Sekolah Menengah pertama dan Sekolah Menengah Atas, Semoga berguna. Terima kasih.

MANUSIA BERFIKIR DAN PENGETAHUAN

Manusia, Berfikir Dan Pengetahuan 
Kemampuan manusia buat menggunakan logika pada tahu lingkungannya adalah potensi dasar yg memungkinkan insan Berfikir, menggunakan Berfikir manusia sebagai bisa melakukan perubahan dalam dirinya, serta memang sebagian akbar perubahan dalam diri manusia adalah dampak dari kegiatan Berfikir, sang karenanya sangat masuk akal bila Berfikir adalah konsep kunci pada setiap diskursus tentang kedudukan manusia pada muka bumi, ini berarti bahwa tanpa Berfikir, humanisme insan pun nir punya makna bahkan mungkin tidak akan pernah ada.

Berfikir juga memberi kemungkinan insan buat memperoleh pengetahuan, pada tahapan selanjutnya pengetahuan itu dapat menjadi fondasi krusial bagi aktivitas berfikir yg lebih mendalam. Ketika Adam diciptakan dan lalu ALLAH mengajarkan nama-nama, pada dasarnya menandakan bahwa Adam (Manusia) adalah Makhluk yg mampu Berfikir dan berpengetahuan, dan dengan pengetahuan itu Adam dapat melanjutkan kehidupannya pada Dunia. Dalam konteks yang lebih luas, perintah Iqra (bacalah) yg tertuang pada Al Qur’an dapat dipahami dalam kaitan menggunakan dorongan Tuhan dalam Manusia buat berpengetahuan disamping istilah Yatafakkarun (berfikirlah/pakai nalar) yang poly beredar dalam Al Qur’an. Semua ini dimaksudkan agar insan dapat berubah dari tidak memahami sebagai memahami, dengan tahu dia berbuat, menggunakan berbuat dia beramal bagi kehidupan. Seluruh ini pendasarannya adalah penggunaan logika melalui aktivitas berfikir. Dengan berfikir manusia sanggup mengolah pengetahuan, dengan pengolahan tadi, pemikiran manusia sebagai makin mendalam dan makin bermakna, menggunakan pengetahuan insan mengajarkan, menggunakan berpikir manusia mengembangkan, dan menggunakan mengamalkan dan mengaplikasikannya manusia bisa melakukan perubahan serta peningkatan ke arah kehidupan yang lebih baik, semua itu telah membawa kemajuan yang akbar pada berbagai bidang kehidupan insan (sudut pandang positif/normatif).

Dengan demikian kemampuan buat berubah serta perubahan yg terjadi dalam manusia adalah makna utama yang terkandung pada kegiatan Berfikir dan berpengetahuan. Disebabkan kemampuan Berfikirlah, maka insan dapat berkembang lebih jauh dibanding makhluk lainnya, sebagai akibatnya dapat terbebas menurut kemandegan fungsi kekhalifahan pada muka bumi, bahkan menggunakan Berfikir manusia mampu mengeksplorasi, menentukan dan memutuskan keputusan-keputusan krusial buat kehidupannya.

Pernyataan pada atas dalam dasarnya mendeskripsikan keagungan insan berkaitan dengan karakteristik eksistensial insan menjadi upaya memaknai kehidupannya serta sebagai bagian dari Alam ini. Dalam konteks perbandingan menggunakan bagian-bagian alam lainnya, para akhli sudah banyak menyelidiki perbedaan antara manusia menggunakan makhluk-makhluk lainnya terutama dengan makhluk yg agak dekat dengan insan yaitu fauna. Secara generik komparasi insan menggunakan hewan dapat ditinjau dari sudut pandang Naturalis/biologis serta sudut pandang sosiopsikologis. Secara biologis pada dasarnya insan nir banyak berbeda menggunakan hewan, bahkan Ernst Haeckel (1834 – 1919) mengemukakan bahwa manusia dalam segala hal sungguh-benar-benar adalah binatang beruas tulang belakang, yakni binatang menyusui, demimikian jua Lamettrie (1709 – 1751) menyatakan bahwa tidaklah terdapat disparitas antara binatang dan insan serta karenanya bahwa manusia itu adalah suatu mesin. 

Kalau insan itu sama menggunakan fauna, akan tetapi kenapa manusia sanggup bermasyarakat dan berperadaban yg tidak sanggup dilakukan oleh hewan ?, pertanyaan ini telah melahirkan berbagai pemaknaan tentang manusia, misalnya insan merupakan makhluk yang bermasyarakat (Sosiologis), insan merupakan makhluk yg berbudaya (Antropologis), insan adalah fauna yang ketawa, sadar diri, serta merasa malu (Psikologis), seluruh itu kalau ditinjau tidak lain karena insan merupakan fauna yang berfikir/bernalar (the animal that reason) atau Homo Sapien. 

Dengan memahami uraian di atas, nampak bahwa ada sudut pandang yang cenderung merendahkan manusia, dan terdapat yg mengagungkannya, seluruh sudut pandang tadi memang diperlukan untuk menjaga ekuilibrium memaknai insan. Blaise Pascal (1623 – 1662) menyatakan bahwa merupakan berbahaya bila kita membuktikan manusia sebagai makhluk yg mempunyai sifat-sifat binatang menggunakan nir membuktikan kebesaran insan sebagai manusia. Sebaliknya merupakan bahaya buat menerangkan insan menjadi makhluk yg akbar menggunakan nir mengambarkan kerendahan, dan lebih berbahaya lagi bila kita nir membuktikan sudut kebesaran serta kelemahannya sama sekali (Rasjidi. 1970 : 8). Guna memahami lebih jauh siapa itu insan, ini dia akan dikemukakan beberapa definisi yang dikemukakan oleh para akhli :
  • Plato (427 – 348). Dalam pandangan Plato insan ditinjau secara dualistik yaitu unsur jasad serta unsur jiwa, jasad akan musnah sedangkan jiwa tidak, jiwa mempunyai 3 fungsi (kekuatan) yaitu logystikon (berfikir/rasional, thymoeides (Keberanian), dan epithymetikon (Keinginan)
  • Aristoteles (384 – 322 SM). Manusia itu adalah fauna yang berakal sehat, yang mengeluarkan pendapatnya, yang berbicara berdasarkan logika fikirannya. Manusia itu adalah hewan yg berpolitik (Zoon Politicon/Political Animal), hewan yg membangun masyarakat pada atas famili-famili menjadi pengelompokan impersonal berdasarkan dalam kampung dan negara.
  • Ibnu Sina (980 -1037 M). Manusia adalah makhluk yang memiliki kesanggupan : 1) makan, 2) tumbuh, tiga) ber-kembang biak, 4) pengamatan hal-hal yang istimewa, 5) konvoi di bawah kekuasaan, 6) ketahuan (pengetahuan tentang) hal-hal yg generik, dan 7) kehendak bebas. Menurut dia, tanaman hanya mempunyai kesanggupan 1, 2, dan 3, serta fauna memiliki kesanggupan 1, 2, tiga, 4, serta lima. 
  • Ibnu Khaldun (1332 – 1406). Manusia merupakan fauna menggunakan kesanggupan berpikir, kesanggupan ini merupakan asal menurut kesempurnaan serta puncak dari segala kemulyaan dan ketinggian pada atas makhluk-makhluk lain.
  • Ibnu Miskawaih. Menyatakan bahwa manusia merupakan makhluk yang mempunyai kekuatan-kekuatan yaitu : 1) Al Quwwatul Aqliyah (kekuatan berfikir/logika), 2) Al Quwwatul Godhbiyyah (Marah, 3) Al Quwwatu Syahwiyah (sahwat).
  • Harold H. Titus menyatakan : Man is an animal organism, it is true but he is able to study himself as organism and to compare and interpret living forms and to inquire about the meaning of human existence. Selanjutnya Dia menjelaskan beberapa faktor yang berkaitan (menjadi ciri – pen) menggunakan manusia sebagai langsung yaitu :
i. Self conscioueness
ii. Reflective thinking, abstract thought, or the power of generalization
iii. Ethical discrimination and the power of choice
iv. Aesthetic appreciation
v. Worship and faith in a higher power
vi. Creativity of a new order
  • William E. Hocking menyatakan : Man can be defined as the animal who thinks in term of totalities.
  • C.E.M. Joad. Menyatakan : every thing and every creature in the world except man acts as it must, or act as it pleased, man alone act on occasion as he ought
  • R.F. Beerling. Menyatakan bahwa insan itu tukang bertanya.
Dari uraian dan aneka macam definisi tadi di atas dapatlah ditarik beberapa kesimpulan tentang siapa itu insan yaitu :
1. Secara fisikal, manusia sejenis hewan juga
2. Manusia punya kemampuan buat bertanya
3. Manusia punya kemampuan untuk berpengetahuan
4. Manusia punya kemauan bebas
5. Manusia bisa berprilaku sesuai kebiasaan (bermoral)
6. Manusia merupakan makhluk yg bermasyarakat dan berbudaya
7. Manusia punya kemampuan berfikir reflektif dalam totalitas dengan sadar diri
8. Manusia merupakan makhluk yang punya kemampuan buat percaya pada Tuhan

Dengan demikian nampaknya masih ada disparitas sekaligus persamaan antara manusia dengan makhluk lain khususnya hewan, secara fisikal/biologis perbedaan manusia dengan fauna lebih bersifat gradual serta nir prinsipil, sedangkan pada aspek kemampuan berfikir, bermasyarakat serta berbudaya, serta bertuhan perbedaannya sangat asasi/prinsipil, ini berarti jika manusia dalam kehidupannya hanya bekutat pada urusan-urusan fisik biologis misalnya makan, minum, beristirahat, maka kedudukannya tidaklah jauh tidak sinkron dengan fauna, satu-satunya yg mampu mengangkat insan lebih tinggi adalah penggunaan akal untuk berfikir serta berpengetahuan dan mengaplikasikan pengetahuannya bagi kepentingan kehidupan sehingga berkembanglah masyarakat mudun dan berbudaya, disamping itu kemampuan tadi telah mendorong insan buat berfikir mengenai sesuatu yg melebihi pengalamannya seperti keyakinan pada Tuhan yg merupakan inti dari semua ajaran Agama. Oleh karena itu carilah ilmu serta berfikirlah terus supaya posisi kita sebagai insan sebagai semakin jauh menurut posisi hewan pada konstelasi kehidupan pada alam ini. Meskipun demikian penggambaran pada atas harus ditinjau sebagai suatu pendekatan saja pada memberi makna manusia, karena insan itu sendiri adalah makhluk yg sangat multi dimensi, sebagai akibatnya citra yg seutuhnya akan terus menjadi perhatian dan kajian yang menarik, buat itu nir berlebihan bila Louis Leahy beropini bahwa manusia itu menjadi makhluk kontras dan sebuah misteri, hal ini menandakan betapa kompleks nya memaknai manusia dengan seluruh dimensinya.

MAKNA BERFIKIR
Semua karakteristik manusia yang menggambargakan ketinggian serta keagungan dalam dasarnya merupakan akibat menurut anugrah akal yg dimilikinya, dan pemanfaatannya buat aktivitas berfikir, bahkan Tuhan pun memberikan tugas kekhalifahan (yg terbingkai dalam perintah dan embargo) di muka bumi pada manusia tidak terlepas menurut kapasitas akal buat berfikir, berpengetahuan, dan menciptakan keputusan untuk melakukan serta atau tidak melakukan yang tanggungjawabnya inheren pada manusia, sebagai akibatnya perlu dimintai pertanggungjawaban.

Sutan Takdir Alisjahbana. Menyatakan bahwa pikiran memberi insan pengetahuan yg bisa dipakainya sebagai pedoman dalam perbuatannya, sedangkan kemauanlah yg sebagai pendorong perbuatan mereka. Oleh karena itu berfikir merupakan atribut penting yg menjadikan insan sebagai insan, berfikir adalah fondasi serta kemauan merupakan pendorongnya.

Kalau berfikir (penggunaan kekuatan akal) adalah galat satu ciri penting yg membedakan insan menggunakan fauna, kini apa yang dimaksud berfikir, apakah setiap penggunaan akal dapat mengkategorikan berfikir, ataukah penggunaan logika dengan cara tertentu saja yg dianggap berfikir. Para akhli telah mencoba mendefinisikan makna berfikir menggunakan rumusannya sendiri-sendiri, tetapi yg kentara tanpa logika nampaknya kegiatan berfikir tidak mungkin bisa dilakukan, demikian pula pemilikan logika secara fisikal tidak serta merta menandakan kegiata berfikir.

Menurut J.M. Bochenski berfikir adalah perkembangan wangsit dan konsep, definisi ini nampak sangat sederhana namun substansinya cukup mendalam, berfikir bukanlah aktivitas fisik namun merupakan kegiatan mental, jika seorang secara mental sedang mengikatkan diri dengan sesuatu serta sesuatu itu terus berjalan dalam ingatannya, maka orang tersebut bisa dikatakan sedang berfikir. Jika demikian berarti bahwa berfikir adalah upaya buat mencapai pengetahuan. Upaya mengikatkan diri menggunakan sesuatu merupakan upaya buat membuahkan sesuatu itu ada pada diri (citra mental) seorang, dan apabila itu terjadi tahulah dia, ini berarti bahwa menggunakan berfikir insan akan bisa memperoleh pengetahuan, serta dengan pengetahuan itu manusia sebagai lebih mampu buat melanjutkan tugas kekhalifahannya pada muka bumi dan mampu memposisikan diri lebih tinggi dibanding makhluk lainnya. 

Sementara itu Partap Sing Mehra menaruh definisi berfikir (pemikiran) yaitu mencari sesuatu yang belum diketahui menurut sesuatu yg telah diketahui. Definisi ini mengindikasikan bahwa suatu kegiatan berfikir baru mungkin terjadi bila logika/pikiran seseorang telah mengetahui sesuatu, lalu sesuatu itu digunakan buat mengetahui sesuatu yg lain, sesuatu yg diketahui itu mampu adalah data, konsep atau sebuah idea, serta hal ini kemudian berkembang atau dikembangkan sehingga diperoleh suatu yg lalu diketahui atau mampu juga dianggap konklusi. Dengan demikian kedua definisi yg dikemukakan akhli tersebut dalam dasarnya bersifat saling melengkapi. Berfikir merupakan upaya buat memperoleh pengetahuan dan dengan pengetahuan tadi proses berfikir dapat terus berlanjut guna memperoleh pengetahuan yg baru, serta proses itu nir berhenti selama upaya pencarian pengetahuan terus dilakukan. 

Menurut Jujus S Suriasumantri Berfikir adalah suatu proses yg berakibat pengetahuan. Proses ini adalah serangkaian mobilitas pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran eksklusif yg akhirnya sampai dalam sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan. Dengan demikian berfikir memiliki gradasi yg berbeda berdasarkan berfikir sederhana hingga berfikir yg sulit, menurut berfikir hanya buat mengikatkan subjek serta objek sampai menggunakan berfikir yang menuntut konklusi dari ikatan tadi. Sementara itu Partap Sing Mehra menyatakan bahwa proses berfikir meliputi hal-hal sebagai berikut yaitu :
  • Conception (pembentukan gagasan)
  • Judgement (memilih sesuatu)
  • Reasoning (Pertimbangan pemikiran/penalaran)
Bila seseorang berkata bahwa dia sedang berfikir tentang sesuatu, ini mungkin berarti bahwa beliau sedang membangun gagasan umum tentang sesuatu, atau sedang menentukan sesuatu, atau sedang mempertimbangkan (mencari argumentasi) berkaitan menggunakan sesuatu tersebut.

Cakupan proses berfikir sebagaimana disebutkan pada atas menggambarkan bentuk substansi pencapaian konklusi, pada setiap cakupan terbentang suatu proses (urutan) berfikir tertentu sesuai dengan substansinya. Menurut John Dewey proses berfikir mempuyai urutan-urutan (proses) sebagai berikut :
  • Timbul rasa sulit, baik pada bentuk adaptasi terhadap alat, sulit mengenai sifat, ataupun pada menerangkan hal-hal yg muncul secara tiba-datang.
  • Kemudian rasa sulit tersebut diberi definisi dalam bentuk perseteruan.
  • Timbul suatu kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesa, inferensi atau teori.
  • Ide-ide pemecahan diuraikan secara rasional melalui pembentukan implikasi menggunakan jalan mengumpulkan bukti-bukti (data).
  • Menguatkan verifikasi mengenai pandangan baru-ide pada atas dan menyimpulkannya baik melalui keterangan-warta ataupun percobaan-percobaan.
Sementara itu Kelly mengemukakan bahwa proses berfikir mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
  • Timbul rasa sulit
  • Rasa sulit tadi didefinisikan
  • Mencari suatu pemecahan sementara
  • Menambah liputan terhadap pemecahan tersebut yang menuju kepada agama bahwa pemecahan tadi merupakan benar.
  • Melakukan pemecahan lebih lanjut dengan verifikasi eksperimental
  • Mengadakan penelitian terhadap inovasi-inovasi eksperimental menuju pemecahan secara mental buat diterima atau ditolak sebagai akibatnya pulang mengakibatkan rasa sulit.
  • Memberikan suatu pandangan ke depan atau gambaran mental mengenai situasi yg akan tiba untuk dapat menggunakan pemecahan tersebut secara sempurna.
Urutan langkah (proses) berfikir seperti tersebut pada atas lebih mendeskripsikan suatu cara berfikir ilmiah, yg dalam dasarnya adalah gradasi eksklusif disamping berfikir biasa yg sederhana serta berfikir radikal filosofis, tetapi urutan tersebut bisa membantu bagaimana seorang berfikir dengan cara yg benar, baik buat hal-hal yg sederhana dan konkrit juga hal-hal yang rumit serta tak berbentuk, dan semua ini ditentukan sang pengetahuan yang dimiliki oleh orang yang berfikir tersebut. 

MAKNA PENGETAHUAN
Berfikir mensyaratkan adanya pengetahuan (Knowledge) atau sesuatu yg diketahui agar pencapaian pengetahuan baru lainnya bisa berproses dengan sahih, kini apa yg dimaksud dengan pengetahuan ?, berdasarkan Langeveld pengetahuan artinya kesatuan subjek yang mengetahui serta objek yg diketahui, pada loka lain beliau mengemukakan bahwa pengetahuan merupakan kesatuan subjek yang mengetahui dengan objek yg diketahui, suatu kesatuan pada mana objek itu dilihat oleh subjek menjadi dikenalinya. Dengan demikian pengetahuan selalu berkaitan dengan objek yang diketahui, sedangkan Feibleman menyebutnya interaksi subjek dan objek (Knowledge : relation between object and subject). Subjek adalah individu yang punya kemampuan mengetahui (berakal) serta objek merupakan benda-benda atau hal-hal yg ingin diketahui. Individu (insan) merupakan suatu realitas serta benda-benda merupakan empiris yg lain, interaksi keduanya adalah proses untuk mengetahui dan jika manunggal jadilah pengetahuan bagi manusia. Di sini terlihat bahwa subjek mesti berpartisipasi aktif dalam proses penyatuan sedang objek pun wajib berpartisipasi dalam keadaannya, subjek merupakan suatu empiris demikian pula objek, ke 2 realitas ini berproses dalam suatu interaksi partisipatif, tanpa semua ini mustahil pengetahuan terjadi, hal ini sejalan dengan pendapat Max Scheler yg menyatakan bahwa pengetahuan menjadi partisipasi oleh suatu realita dalam suatu realita yg lain, namun tanpa modifikasi-modifikasi pada kualitas yang lain itu. Sebaliknya subjek yang mengetahui itu ditentukan oleh objek yang diketahuinya.

Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yg diketahui tentang objek eksklusif, termasuk ke dalamnya ilmu (Jujun S Suriasumantri,), Pengetahuan tentang objek selalu melibatkan dua unsur yakni unsur representasi permanen dan tak terlukiskan serta unsur penapsiran konsep yg pertanda respon pemikiran. Unsur konsep dianggap unsur formal sedang unsur tetap merupakan unsur material atau isi (Maurice Mandelbaum). Interaksi antara objek dengan subjek yang menafsirkan, mengakibatkan pemahaman subjek (insan) atas objek menjadi jelas, terarah dan sistimatis sebagai akibatnya dapat membantu memecahkan banyak sekali perkara yg dihadapi. Pengetahuan tumbuh sejalan dengan bertambahnya pengalaman, buat itu diperlukan liputan yang bermakna guna menggali pemikiran buat menghadapi empiris global dimana seseorang itu hidup (Harold H Titus).

BERFIKIR DAN PENGETAHUAN
Berfikir serta pengetahuan adalah 2 hal yg menjadi ciri keutamaan insan, tanpa pengetahuan manusia akan sulit berfikir dan tanpa berfikir pengetahuan lebih lanjut tidak mungkin bisa dicapai, oleh karena itu nampaknya berfikir serta pengetahuan mempunyai hubungan yang sifatnya siklikal.

Gerak sirkuler antara berfikir dan pengetahuan akan terus mengembang mengingat pengetahuan pada dasarnya bersifat akumulatit, semakin banyak pengetahuan yang dimiliki seseorang semakin rumit aktivitas berfikir, demikian jua semakin rumit aktivitas berfikir semakin kaya akumulasi pengetahuan. Semakin akumulatif pengetahuan manusia semakin rumit, namun semakin memungkinkan buat melihat pola umum serta mensistimatisirnya dalam suatu kerangka eksklusif, sebagai akibatnya lahirlah pengetahuan ilmiah (ilmu), disamping itu masih ada jua orang-orang yang nir hanya puas menggunakan mengetahui, mereka ini mencoba memikirkan hakekat serta kebenaran yang diketahuinya secara radikal dan mendalam, maka lahirlah pengetahuan filsafat, oleh karena itu berfikir serta pengetahuan ditinjau menurut karakteristik prosesnya bisa dibagi ke pada :
  • Berfikir biasa serta sederhana membuat pengetahuan biasa (pengetahuan eksistensial)
  • Berfikir sistematis faktual tentang objek tertentu membuat pengetahuan ilmiah (ilmu)
  • Berfikir radikal mengenai hakekat sesuatu membentuk pengetahuan filosofis (filsafat)
Semua jenis berfikir dan pengetahuan tersebut pada atas mempunyai poisisi serta manfaatnya masing-masing, disparitas hanyalah bersifat gradual, karena semuanya tetap adalah sifat yg melekat menggunakan insan. Sifat melekat berfikir dan berpengetahuan pada manusia sudah sebagai pendorong bagi upaya-upaya buat lebih memahami kaidah-kaidah berfikir benar (logika), dan seluruh ini makin memerlukan keakhlian, sebagai akibatnya makin rumit strata berfikir serta pengetahuan makin sedikit yang mempunyai kemampuan tersebut, tetapi serendah apapun gradasi berpikir dan berpengetahuan yg dimiliki seseorang tetap saja mereka mampu menggunakan akalnya buat berfikir buat memperoleh pengetahuan, terutama pada menghadapi masalah-masalah kehidupan, sebagai akibatnya manusia dapat mempertahankan hidupnya (pengetahuan macam ini disebut pengetahuan eksistensial). 

Berpengetahuan adalah syarat absolut bagi insan buat mempertahankan hidupnya, dan buat itu pada diri insan sudah masih ada akal yg dapat digunakan berfikir buat lebih mendalami dan memperluas pengetahuan. Paling nir terdapat 2 alasan mengapa insan memerlukan pengetahuan/ilmu yaitu :
1. Insan nir bisa hidup dalam alam yg belum terolah, sementara hewan siap hidup pada alam asli dengan berbagai kemampuan bawaannya.
2. Insan adalah makhluk yg selalu bertanya baik implisit juga eksplisit dan kemampuan berfikir serta pengetahuan merupakan wahana buat menjawabnya.

Dengan demikian berfikir serta pengetahuan bagi manusia adalah instrumen penting buat mengatasi berbagai persoalah yang dihadapi pada hidupnya pada global, tanpa itu mungkin yang akan terlihat hanya kemusnahan insan (meski fenomena menerangkan bahwa menggunakan berfikir dan pengetahuan insan lebih mampu menciptakan kerusakan serta memusnahkan diri sendiri lebih cepat)