BAHAN ORGANIK

  Bahan Organik

 Bahan organik terdiri atas limbah flora danhewan menjadi hasil proses dekomposisi. Unsur organik cendrung memperbaiki struktur tanah serta bersifatmeningkatkan permeabilitas tanah, kapasitas tampung air tanah dan kesuburantanah.  Kumpulan unsur organik pada ataspermukaan bisa Mengganggu kecepatan air larian serta menggunakan demikian menurunkanpotensi terjadinya erosi.

  Struktur Tanah
Struktur tanah adalah susunanpartikel-partikel tanah yg membangun agregat.   Struktur tanah menghipnotis kemampuan tanahdalam menyerap air tanah, misalnya struktur tanah granuler serta tanggal mempunyaikemampuan akbar dan menloloskan air larian serta menggunakan demikian menurunkan lajuair larian.

 Permeabilitas Tanah

Permeabilitas menunjukkan kemampuan tanah dalam meloloskan air.   Struktur serta tekstur tanah serta unsurorganik lainnya ikut ambil bagian dalam memilih permeabilitas tanah.  Tanah menggunakan permeabilitas tinggi menaikkanlaju infiltrasi dan menggunakan demikian menurunkan laju air larian.
            Wischmeier& Smith (1978) dalam Asdak (1995)melaporkan bahwa nilai erodibilitas tanah (K) dihitung menggunakan persamaan :
100 K = 1,292 (dua,1M1,14(10-4) (12-a) + tiga,25 (b-2) + dua,lima (c-3) ….        (6)

Dimana :
            K= Erodibilitas tanah
            M= Persentase berukuran partikel (% debu + % pasir halus) x (100-% liat)
            a  = Persen bahan  organik (%c organik x 1,724)
            b= Kode pembagian terstruktur mengenai struktur tanah
            c= Kelas permeabilitas tanah
Kriteria tentang kelas strukturtanah,   permeabilitas tanah, kandunganbahan organik,  pembagian terstruktur mengenai erodibilitas(K) serta  tekstur tanah disajikan padatabel 4,lima,6, 7 dan 8.


PARAMETER KIMIA KUALITAS AIR

Parameter Kimia Kualitas Air - Air yang dipakai buat budidaya udang atau organisme perairan yg lain memiliki komposisi dan sifat-sifat kimia yg tidak selaras dan tidak kontinu. Komposisi serta sifat-sifat kimia air ini bisa diketahui melalui analisis kimia air. 

Dengan demikian bila ada parameter kimia yg keluar dari batas yang telah  ditentukan dapat segera dikendalikan.

Parameter-parameter kimia yang digunakan buat menganalisis air bagi kepentingan budidaya diantaranya :


PARAMETER KIMIA KUALITAS AIR


1. Salinitas

Salinitas dapat didefinisikan menjadi total konsentrasi ion-ion terlarut dalam air. Dalam budidaya perairan, salinitas dinyatakan pada permil (°/oo) atau ppt (part perthousand) atau gr/liter. 

Tujuh ion primer yaitu : sodium, potasium, kalium, magnesium, klorida, sulfat dan bikarbonat memiliki donasi besar terhadap besarnya salinitas, sedangkan yang lain dianggap mini (Boyd, 1990). 


Sedangkan dari Davis et al. (2004), ion calsium (Ca), potasium (K), serta magnesium (Mg) adalah ion yg paling krusial pada menopang taraf kelulushidupan udang. Salinitas suatu perairan dapat dipengaruhi menggunakan menghitung jumlah kadar klor yg ada dalam suatu sampel (klorinitas). 


Sebagian besar petambak membudidayakan udang pada air payau (15-30 ppt). Meskipun demikian, udang bahari sanggup hidup pada salinitas dibawah 2 ppt serta pada atas 40 ppt.
2. PH

pH didefinisikan menjadi logaritme negatif dari konsentrasi ion hidrogen [H+] yang memiliki skala antara 0 hingga 14. PH mengindikasikan apakah air tadi netral, basa atau asam. 

Air menggunakan pH dibawah 7 termasuk asam dan diatas 7 termasuk basa. PH adalah variabel kualitas air yang dinamis dan berfluktuasi sepanjang hari. Pada perairan generik yang nir dipengaruhi kegiatan biologis yang tinggi, nilai pH sporadis mencapai diatas 8,lima, namun pada tambak ikan atau udang, pH air bisa mencapai 9 atau lebih (Boyd, 2002). 


Perubahan pH ini adalah dampak pribadi dari fotosintesis yg menggunakan CO2 selama proses tersebut. Karbon dioksida pada air bereaksi membentuk asam seperti yg masih ada dalam persamaan pada bawah ini :

CO2 + H2O HCO3 - + H+

Ketika fotosintesis terjadi pada siang hari, CO2 poly terpakai pada proses tersebut. Turunnya konsentrasi CO2 akan menurunkan konsentrasi H+ sebagai akibatnya menaikkan pH air. Sebaliknya dalam malam hari semua organisme melakukan respirasi yang membentuk CO2 sehingga pH menjadi turun. 

Fluktuasi pH yang tinggi bisa terjadi bila densitas plankton tinggi. Tambak dengan total alkalinitas yg tinggi mempunyai fluktuasi pH yang lebih rendah dibandingkan dengan tambak yg beralkalinitas rendah. Hal ini disebabkan kemampuan total alkalinitas sebagai buffer atau penyangga (Boyd, 2002).
3. Alkalinitas

Alkalinitas adalah kapasitas air untuk menetralkan tambahan asam tanpa menurunkan pH larutan. Alkalinitas adalah buffer terhadap pengaruh pengasaman. Dalam budidaya perairan, alkalinitas dinyatakan pada mg/l CaCO3. 

Penyusun utama alkalinitas adalah anion bikarbonat (HC03 -), karbonat (CO3 dua- ), hidroksida (OH-) dan pula ion-ion yang jumlahnya kecil misalnya borat (BO3 -), fosfat (P04 tiga-), silikat (SiO4 4-) serta sebagainya (boyd, 1990).
Peranan penting alkalinitas dalam tambak udang diantaranya menekan fluktuasi pH pagi dan siang serta penentu kesuburan alami perairan. 

Tambak dengan alkalinitas tinggi akan mengalami fluktuasi pH harian yg lebih rendah apabila dibandingkan dengan tambak menggunakan nilai alkalinitas rendah (Boyd, 2002). 


Menurut Davis et al. (2004), penambahan kapur bisa menaikkan nilai alkalinitas terutama tambak menggunakan nilai total alkalinitas dibawah 75 ppm.

4. Oksigen Terlarut (dissolved oxygen)

Oksigen terlarut merupakan variabel kualitas air yg sangat penting pada budidaya udang. Semua organisme akuatik membutuhkan oksigen terlarut buat metabolisme. Kelarutan oksigen pada air tergantung pada suhu serta salinitas. 

Kelaruran oksigen akan turun bila suhu serta temperatur naik (Boyd, 1990). Hal ini perlu diperhatikan lantaran dengan adanya kenaikan suhu air, fauna air akan lebih aktif sebagai akibatnya memerlukan lebih poly oksigen.

Oksigen masuk dalam air melalui beberapa proses. Oksigen dapat terdifusi secara eksklusif berdasarkan atmosfir selesainya terjadi kontak antara bagian atas air menggunakan udara yg mengandung oksigen 21% (Boyd, 1990). Fotosintesis tanaman air adalah sumber primer oksigen terlarut dalam air. Sedangkan pada budidaya udang, penambahan suplai oksigen dilakukan dengan menggunakan aerator (Hargreaves, 2003).
Pada waktu cuaca mendung atau hujan bisa menghambat pertumbuhan fitoplankton lantaran kekurangan sinar surya buat proses fotosintesis. Kondisi ini akan mengakibatkan penurunan kadar oksigen terlarut lantaran oksigen nir bisa diproduksi ad interim organisme akuatik permanen mengkonsumsi oksigen. 

Keterbatasan sinar surya menembus badan air bisa pula ditimbulkan sang tingginya partikel yang terdapat pada kolom air, baik lantaran bahan organik maupun densitas plankton yg terlalu tinggi. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya fotosintesis algae yang ada pada dasar tambak (Hargreaves, 1999).

Tingginya kepadatan tebar (stocking density) dan pemberian pakan (feeding rate) bisa menyebabkan turunnya kensentrasi oksigen terlarut dalam air. Sisa pakan (uneaten feed) dan residu hasil metabolisme menyebabkan tingginya kebutuhan oksigen buat menguraikannya (oxygen demand). 

Kemampuan ekosistem kolam budidaya untuk menguraikan bahan organik terbatas sehingga bisa mengakibatkan rendahnya konsentrasi oksigen terlarut dalam air (Boyd, 2004).

5. Biological Oxygen Demand (BOD)

Kebutuhan oksigen biologi (BOD) didefinisikan menjadi banyaknya oksigen yang diperlukan oleh organisme pada waktu pemecahan bahan organik pada syarat aerobik. Pemecahan bahan organik diartikan bahwa bahan organik ini digunakan sang organisme sebagai bahan kuliner dan energinya diperoleh menurut proses oksidasi (Pescod pada Salmin, 2005).
Waktu yg dibutuhkan buat proses oksidasi bahan organik secara paripurna menjadi CO2 dan H2O adalah tidak terbatas. Penghitungan nilai BOD umumnya dilakukan dalam hari ke lima lantaran dalam saat itu persentase reaksi relatif akbar, yaitu 70-80% berdasarkan nilai BOD total (Sawyer dan MC Carty, 1978 pada Salmin, 2005).

6. Produktivitas primer

Dalam kolam budidaya, tanaman air baik macrophyta maupun plankton adalah produsen primer menjadi sumber utama bahan organik. Melalui proses fotosintetis, flora memakai karbon dioksida, air, cahaya mentari serta nutrien buat menghasilkan bahan organik dan oksigen misalnya dalam reaksi :

6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2

Fotosintesis merupakan proses fundamental pada kolam budidaya. Oksigen terlarut yg diproduksi melalui fotosintesis merupakan sumber primer oksigen bagi seluruh organisme pada ekosistem kolam (Howerton, 2001). 

Glukosa atau bahan organik yg dihasilkan adalah penyusun primer material organik yg lebih besar serta kompleks. Hewan yg lebih tinggi tingkatannya pada rantai makanan memakai material organik ini baik secara langsung dengan mengkonsumsi flora atau mengkonsumsi organisme yg memakan tumbuhan tadi (Ghosal et al. 2000).
Proses biologi lainnya yg sangat krusial dalam budidaya perairan adalah respirasi, dengan reaksi :

C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O

Dalam respirasi, bahan organik dioksidasi menggunakan membuat air, karbon dioksida serta energi. Pada ketika siang hari proses fotosintesis dan respirasi berjalan secara beserta-sama. Pada malam hari hanya proses respirasi yang berlangsung, sebagai akibatnya konsentrasi oksigen terlarut pada air turun sedangkan konsentrasi karbon dioksida naik.

Kedua proses tadi mempunyai imbas langsung dalam budidaya perairan. Oksigen terlarut dibutuhkan organisme buat hidup sedangkan fitoplankton merupakan sumber primer oksigen terlarut disamping sebagai penyusun primer rantai kuliner pada ekosistem kolam budidaya. 

Salah satu cara buat memilih status suatu ekosistem pada sedimen adalah dengan menghitung fotosintesis/respirasi rasio (P/R ratio). Jika P/R ratio lebih mini menurut satu (1) maka sedimen tadi termasuk heterotropik, dimana karbon lebih poly digunakan buat respirasi dibandingkan yang didapatkan menurut fotosintesis. 


Sedangkan jika P/R ratio lebih akbar dari satu (1) memberitahuakn sedimen tadi termasuk autotofik, dimana karbon lebih banyak diproduksi berdasarkan pada dipakai buat respirasi (Eyre serta Ferguson, 2002).

7. Sedimen

Managemen dasar tambak atau sedimen masih kurang diperhatikan apabila dibandingkan menggunakan managemen kualitas air tambak budidaya. Banyak bukti yg menandakan adanya impak yang kuat pertukaran nutrien antara sedimen menggunakan air terhadap kualitas air (Boyd, 2002).
8. Oxidized Layer

Oxidized layer merupakan lapisan sedimen yang berada paling atas yg mengandung oksigen. Lapisan ini sangat berguna serta harus dipelihara keberadaannya selama siklus budidaya (Boyd, 2002). Pada lapisan tersebut terjadi dekomposisi aerobik yang membentuk antara lain : CO2, air, amonia, serta nutrien yang lainnya. 

Pada sedimen anaerobik, beberapa mikroorganisme menguraikan material organik dengan reaksi fermentasi yg membentuk alkohol, keton, aldehida, dan senyawa organik lainnya menjadi hasil metabolisme. Menurut Blackburn (1987) dalam Boyd (2002), 


beberapa mikroorganisme anaerobik bisa memanfaatkan O2 menurut nitrat, nitrit,ferro, sulfat, serta karbon dioksida buat menguraikan bahan organik menggunakan mengeluarkan gas nitrogen, amonia, H2S, serta metan sebagai hasil metabolisme.

Beberapa produk metabolisme, khususnya H2S, nitrit, dan amonia berpotensi toksik terhadap ikan atau udang. 

Lapisan oksigen yang ada pada permukaan sedimen bisa mencegah difusi sebagian besar senyawa beracun sebagai bentuk yang nir beracun melalui proses kimiawi serta biologi ketika melalui permukaan yang beroksigen. 


Nitrit diokdidasi sebagai nitrat, ferro dioksidasi menjadi ferri, dan H2S menjadi sulfat (Boyd, 2004c). Selanjutnya dikatakan bahwa kehilangan oksigen pada sedimen bisa ditimbulkan oleh akumulasi bahan organik yg tinggi sebagai akibatnya oksigen terlarut terpakai sebelum mencapai bagian atas tanah. 


Tingkat anugerah pakan yg tinggi dan blooming plankton bisa mengakibatkan penurunan oksigen terlarut.

9. Bahan Organik

Tanah dasar tambak yang mengandung karbon organik 15-20% atau 30- 40% bahan organik jelek buat budidaya perairan. Kandungan bahan organik yang baik buat budidaya udang kurang lebih 10% atau 20% kandungan karbon organik (Boyd, 2002). 

Kandungan bahan organik yg tinggi akan meningkatkan kebutuhan oksigen buat menguraikan bahan organik tadi menjadi molekul yang lebih sederhana sehingga akan terjadi persaingan penggunaan oksigen dengan biota yg ada dalam tambak.

Peningkatan kandungan bahan organik pada tanah dasar tambak akan terjadi menggunakan cepat terutama pada tambak yg memakai sistem budidaya secara semi intensif juga intensif menggunakan tingkat hadiah pakan (feeding rate) serta pemupukan yg tinggi (Howerton, 2001). 

Disamping mengendap pada dasar tambak, limbah organik jua tersuspensi dalam air sehingga menghambat penetrasi cahaya surya ke dasar tambak.
Limbah tambak yg terdiri berdasarkan residu pakan (uneaten feed), kotoran udang (feces), serta pemupukan terakumulasi pada dasar tambak maupun tersuspensi pada air. Limbah ini terdegradasi melalui proses mikrobiologi menggunakan membentuk amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat (Zelaya et al., 2001). 

Nutrien ini merangsang tumbuhnya algae/plankton yg dapat mengakibatkan blooming. Sementara itu beberapa hasil degradasi limbah organik bersifat toksik terhadap udang pada level tertentu. Terjadinya die off plankton bisa pula menyebabkan udang tertekan serta kematian lantaran turunnya kadar oksigen terlarut. Limbah tambak udang mengandung lebih poly bahan organik, nitrogen, dan fosfor dibanding tanah biasa serta mempunyai nilai BOD dan COD yg lebih tinggi (Latt, 2002).


10. Nutrien

Dua nutrien yg paling penting di tambak merupakan nitrogen dan fosfor, karena kedua nutrien tersebut keberadaannya terbatas serta dibutuhkan buat pertumbuhan fitoplankton (Boyd, 2000). Keberadaan ke 2 nutrien tersebut pada tambak asal dari pemupukan serta pakan yg diberikan.
11. Nitrogen
Nitrogen umumnya diaplikasikan sebagai pupuk pada bentuk urea atau amonium. Di pada air, urea secara cepat terhidrolisis sebagai amonium yang dapat langsung dimanfaatkan oleh fitoplankton. Melalui rantai makanan, nitrogen pada fitoplankton akan dikonversi menjadi nitrogen protein pada ikan. Sedangkan nitrogen berdasarkan pakan yang diberikan dalam ikan, hanya 20-40% yang dirubah sebagai protein ikan, sisanya tersuspensi pada air dan mengendap di dasar tambak (Boyd, 2002).

Amonium bisa pula teroksidasi menjadi nitrat oleh bakteri nitrifikasi yg bisa dimanfaatkan langsung oleh fitoplankton. Nitrogen organik dalam plankton yang mati dan kotoran fauna air (feces) akan mengendap di dasar sebagai nitrogen organik tanah. Nitrogen pada material organik tanah akan dimineralisasi sebagai amonia serta balik ke air sehingga bisa dimanfaatkan kembali sang fitoplankton (Durborow, 1997).

12. Fosfor
Fosfor yang ada yg ada dalam tambak budidaya dari dari pupuk misalnya ammoniumfosfat serta calsiumfosfat dan berdasarkan pakan. Fosf


or yg terdapat pada pakan nir semua dikonversi sebagai daging ikan/udang. Menurut Boyd (2002), 2 pertiga fosfor pada pakan terakumulasi di tanah dasar. Sebagian akbar diikat oleh tanah serta sebagian mini larut dalam air. 

Fosfor dimanfaatkan sang fitoplankton pada bentuk ortofosfat (PO4 3-) dan terakumulasi dalam tubuh ikan/udang melalui rantai kuliner. Phosphat yang nir diserap oleh fitoplankton akan didikat oleh tanah. Kemampuan mengikat tanah dipengaruhi oleh kandungan liat (clay) tanah. Semakin tinggi kandungan liat pada tanah, semakin semakin tinggi kemampuan tanah mengikat fosfat. Demikan Tentang Parameter Kimia Kualitas Air

Kunjungi pula blog penyuluh perikanan

Semoga Bermanfaat...

TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS

1.PENDAHULUAN


Untukmemenuhi kebutuhan nutrisi serta hara bagi tanaman dalam bisnis tani berbasispertanian organik bisa dilakukan dengan membuat kompos secara sederhana. Sesuai konsep pertanianorganik yaitu menekankan penggunaan bahan-bahan berdasarkan alam sebagai akibatnya semua bahanyang digunakan pada usahatani (bertani) wajib meng-gunakan bahan-bahan alamiseperti daun, dedak dan kotoran fauna.
Salahsatu elemen penting yang diperlukan flora merupakan pupuk. Pupuk organik bisadidapatkan berdasarkan sisa tumbuhan serta kotoran fauna. Secara alami bahan-bahantersebut membutuhkan waktu yg lama buat terdekomposisi sebagai akibatnya dapatdimanfaatkan sang flora, oleh karenanya diharapkan proses atau perlakuanagar bahan-bahan tadi lebih cepat terdekomposisi.



2.APA ITU KOMPOS?


Kompos merupakan bahan organik yg telahmembusuk Lantaran proses fermentasi. Bahan organik ini sanggup berasal dari sisatanaman serta kotoran fauna atau adonan menurut keduanya. Kompos sangat kayanutrisi atau hara yang diperlukan sang flora.
            Membuat kompos bisa dilakukan secara sederhana denganmemanfaatkan limbah tempat tinggal tangga, sampah organik serta hijauan daun. Bahan bakumembuat kompos relatif mudah diperoleh dari lingkungan sekitar tempat tinggal bahkansisa limbah dapur yang berupa residu sortiran sayur dan butir yang tidakdikonsumsi jua adalah bahan standar kompos yang baik.



3.TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS


            Ada beberapa Teknik pembuatan komposyang generik dilakukan, yaitu :
a.Windrow Technic

b.Aerated Static Pile Technic

c.In Vessel Technic

KetigaTeknik ini sudah banyak dioperasionalkan  secara luas.  Dari ke 3 Teknikini, mana yang dapat membentuk kompos yang terbaik tidaklah krusial, karenamasing-masing Teknik mempunyai kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

a.Windrow Technic

Windrow Technic(teknik pengeringan dengan aliran udara) adalah proses pembuatan komposyang  paling sederhana dan paling murah. Bahan baku kompos ditumpukmemanjang, tinggi tumpukan 0,6 sampai 1 meter, lebar 2-lima meter.  Sementaraitu panjangnya dapat mencapai 40-50 meter.
Teknikini memanfaatkan sirkulasi udara secara alami. Optimalisasi lebar, tinggi danpanjangnya tumpukan sangat pada-pengaruhi sang keadaan bahan baku,kelembaban, ruang pori, serta sirkulasi udara buat mencapai bagian tengahtumpukan bahan standar.
Idealnyaadalah dalam tumpukan bahan standar ini harus dapat melepaskan panas, untukmengimbangi pengeluaran panas yang disebabkan  sebagai hasil prosesdekomposisi bahan organik sang mikroba.
Windrow Technicini adalah Teknik proses komposting yg baik, yg telah berhasil dilakukandi banyak loka buat memproses pupuk kandang, sampah kebun, lumpur selokan,sampah kota, dll.     Untuk mengaturtemperatur, kelembaban dan oksigen, pada WindrowTechnic ini, maka dilakukan proses pembalikan secara periodik. Inilahsecara prinsip yg membedakannya menurut Teknik pembuatan kompos yang lain. 
            Kelemahan berdasarkan Windrow Technic ini adalah memerlukan areal huma yang cukup luas.

b.Aerated Static Pile Technic

            Teknik pembuatan kompos lainnya yanglebih maju merupakan Aerated Static Pile. Secara prinsip proses kompostingini hampir sama, dengan Windrow Technic,tetapi pada Teknik ini dipasang pipa yg dilubangi buat mengalirkanudara.  Udara ditekan menggunakan blower.lantaran ada peredaran udara, maka tumpukan bahan baku yg sedang diproses dapatlebih tinggi menurut 1 meter. Proses itu sendiri diatur menggunakan pengaliran oksigen.jika temperatur terlalu tinggi, aliran oksigen dihentikan, ad interim apabilatemperatur turun aliran oksigen ditambah. 
            Lantaran nir terdapat proses pembalikan,maka bahan baku kompos wajib dibuat sedemikian rupa homogen sejak awal.  Dalampencampuran wajib terdapat rongga udara yg relatif.  Bahan-bahan baku yangterlalu besar serta panjang harus dipotong-pangkas mencapai ukuran 4 – 10 cm.



c.in Vessel Technic

Teknikyang ke tiga merupakan In Vessel Composting Technic. Dalam Teknik ini dapatmempergunakan kontainer/wadah berupa apa saja, dapat silo atau paritmemanjang.  Lantaran Teknik ini dibatasi sang struktur kontainer, Teknik inibaik dipakai buat mengurangi pengaruh bau yang tidak sedap seperti bausampah kota.
Teknikin vessel juga mempergunakanpengaturan udara sama seperti Teknik Aerated Static Pile. Teknik inimemiliki pintu pemasukan bahan kompos serta pintu pengeluaran kompos jadi yangberbeda.




4.MEMBUAT KOMPOS


            Sampah Rumah Tangga terdiri darisampah organik dan anorganik. Sampah organik dibagi 2 yaitu :
1.sampah Organik Hijau(sisa sayur mayur menurut dapur). Contohnya: tangkai/daun singkong, pepaya,kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulitbuah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisasayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kemarau/basah) .
2.sampah Organik Hewanyang dimakan misalnya ikan, udang, ayam, daging, telur dansejenisnya.   
Sampahanorganik yaitu berupa bahan-bahan misalnya kertas, karton, besek, kaleng,beragam jenis plastik, styrofoam, dll.
Pengelolaan sampah tempat tinggal tangga menjadikompos dapat dilakukan olehsiapa saja, pada mana saja dan dengan aneka macam cara.
Berikut akan dipaparkan carasederhana menciptakan kompos memakai bahan-bahan yg gampang didapat darilingkungan kurang lebih serta gampang dipraktikkan pada skala tempat tinggal tangga.

1)Kompos Sederhana

            Ini merupakan cara yg palingsederhana pada membuat kompos namunhanya bisa dilakukan bila mempunyai huma kosong.
  • Gali tanah sedalam 50 - 150 cm. Lubang dibuat minimal 10 meter berdasarkan sumur buat mencegah tercemarnya sumur.
  • Isi lubang dengan sampah organik yg sudah ditiriskan.
  • Tutup atau taburi tanah dengan sampah secara berkala buat mengurangi bau.
  • Jika telah penuh, tutup lubang menggunakan tanah.
  • Setelah tiga bulan, lubang bisa digali. Hasil galian dapat dipakai sebagai kompos sedangkan lubangnya bisa dipakai buat membuat kompos kembali.

2)Kompos alternatif ke2
  1. Wadah drum, ember plastik atau gentong
  2. Wadah diberi lubang didasarnya buat pertukaran udara
  3. Bahan sampah yang dipotong dua-4 cm
  4. Mikroorganisme pengurai menjadi aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-bahan ini mampu diganti dengan kompos menurut tumbuh-tumbuhan.
  5. Air
  6. Alat pengaduk.
  1. Bahan sampah dimasukkan ke dalam wadah selapis, kemudian ditambah-kan komposatau mikroorganisme pengurai
  2. Lakukan terus menerus selapis demi selapis hingga wadah penuh
  3. Disiram dengan air secara merata
  4. Pada hari ke lima -7, media dapat diaduk-campurkan dan kocok. Pengadukan diulang setiap 5 hari serta dihentikan sampai sampah sebagai hitam serta musnah.

            Demikian sedikit berita tentang membuat kompos secarasederhana semoga bisa diambil keuntungannya danpintu selalu terbuka lebar buat komentar, saran juga kritik yang membangun.

TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS

1.PENDAHULUAN


Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan harabagi flora pada bisnis tani berbasis pertanian organik bisa dilakukan denganmembuatkompos secara sederhana. Sesuai konsep pertanian organikyaitu menekankan penggunaan bahan-bahan menurut alam sebagai akibatnya semua bahan yangdigunakan dalam usahatani (bertani) wajib meng-pakai bahan-bahan alamiseperti daun, dedak serta kotoran hewan.
Salah satu elemen krusial yang dibutuhkantanaman merupakan pupuk. Pupuk organik bisa dihasilkan berdasarkan sisa tanaman dan kotoranhewan. Secara alami bahan-bahan tersebut membutuhkan saat yg usang untukterdekomposisi sehingga bisa dimanfaatkan sang flora, oleh lantaran itudiperlukan proses atau perlakuan supaya bahan-bahan tersebut lebih cepatterdekomposisi.



2.APA ITU KOMPOS?


Komposadalah bahan organik yg sudah membusuk Karena proses fermentasi. Bahanorganik ini bisa dari berdasarkan sisa tumbuhan dan kotoran fauna atau campuran darikeduanya. Kompos sangat kaya nutrisi atau hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
            Membuat komposdapat dilakukan secara sederhana menggunakan memanfaatkan limbah tempat tinggal tangga,sampah organik dan hijauan daun. Bahan baku membuat kompos nisbi mudahdiperoleh menurut lingkungan kurang lebih tempat tinggal bahkan residu limbah dapur yang berupasisa sortiran sayur dan buah yg nir dikonsumsi jua merupakan bahan bakukompos yang baik.



3.TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS


            Adabeberapa Teknik pembuatan kompos yang generik dilakukan, yaitu :
a.Windrow Technic

b.Aerated Static Pile Technic

c.In Vessel Technic

Ketiga Teknik ini sudah banyakdioperasionalkan  secara luas.  Dari ke 3 Teknik ini, mana yangdapat membuat kompos yang terbaik tidaklah krusial, lantaran masing-masingTeknik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

a.Windrow Technic

Windrow Technic(teknik pengeringan menggunakan peredaran udara) adalah proses pembuatan komposyang  paling sederhana serta paling murah. Bahan baku kompos ditumpukmemanjang, tinggi tumpukan 0,6 hingga 1 meter, lebar 2-5 meter.  Sementaraitu panjangnya bisa mencapai 40-50 meter.
Teknik ini memanfaatkan sirkulasiudara secara alami. Optimalisasi lebar, tinggi serta panjangnyatumpukan sangat di-pengaruhi oleh keadaan bahan baku, kelembaban, ruangpori, dan aliran udara buat mencapai bagian tengah tumpukan bahan baku.
Idealnya adalah dalam tumpukan bahanbaku ini wajib bisa melepaskan panas, buat mengimbangi pengeluaran panas yangditimbulkan  menjadi output proses dekomposisi bahan organik oleh mikroba.
Windrow Technicini merupakan Teknik proses komposting yang baik, yang telah berhasil dilakukandi poly tempat buat memproses pupuk sangkar, sampah kebun, lumpur selokan,sampah kota, dll.          Untukmengatur temperatur, kelembaban dan oksigen, dalam Windrow Technic ini, maka dilakukan proses pembalikan secaraperiodik. Inilah secara prinsip yang membedakannya menurut Teknik pembuatan komposyang lain. 
            Kelemahandari Windrow Technic ini adalahmemerlukan areal huma yg relatif luas.

b.Aerated Static Pile Technic

            Teknikpembuatan kompos lainnya yg lebih maju adalah Aerated Static Pile.secara prinsip proses komposting ini hampir sama, dengan Windrow Technic, tetapi dalam Teknik ini dipasang pipa yangdilubangi untuk mengalirkan udara.  Udara ditekan memakai blower. Lantaran terdapat peredaran udara, makatumpukan bahan standar yg sedang diproses dapat lebih tinggi dari 1 meter.proses itu sendiri diatur dengan pengaliran oksigen. Jika temperatur terlalutinggi, genre oksigen tidak boleh, sementara bila temperatur turun aliranoksigen ditambah. 
            Karenatidak terdapat proses pembalikan, maka bahan baku kompos wajib dibentuk sedemikianrupa sejenis sejak awal.  Dalam pencampuran harus terdapat rongga udarayang cukup.  Bahan-bahan standar yang terlalu besar dan panjang harusdipotong-pangkas mencapai ukuran 4 – 10 cm.



c.in Vessel Technic

Teknik yang ke 3 merupakan InVessel Composting Technic. Dalam Teknik ini bisa mempergunakankontainer/wadah berupa apa saja, bisa silo atau parit memanjang.  KarenaTeknik ini dibatasi oleh struktur kontainer, Teknik ini baik dipakai untukmengurangi dampak bau yg nir sedap seperti bau sampah kota.
Teknik in vessel pula mempergunakan pengaturan udara sama misalnya Teknik AeratedStatic Pile. Teknik ini mempunyai pintu pemasukan bahan kompos serta pintupengeluaran kompos jadi yang tidak selaras.




4.MEMBUATKOMPOS


            SampahRumah Tangga terdiri dari sampah organik dan anorganik. Sampah organik dibagidua yaitu :
1.sampah Organik Hijau (sisa sayurmayur dari dapur). Contohnya: tangkai/daun singkong, pepaya, kangkung, bayam,kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit butir-buahan, nanas,pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, residu sayur / lauk pauk,dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
2.sampah Organik Hewan yang dimakanseperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.   
Sampah anorganik yaitu berupabahan-bahan seperti kertas, karton, besek, kaleng, beragam jenisplastik, styrofoam, dll.
Pengelolaansampah rumah tangga menjadikompos dapat dilakukan olehsiapa saja, di mana saja dan menggunakan berbagai cara.
Berikut akan dipaparkan carasederhana membuat kompos menggunakan bahan-bahan yg mudah didapatdari lingkungan sekitar dan gampang dipraktikkan dalam skala rumah tangga.

1)Kompos Sederhana

            Inimerupakan cara yg paling sederhana pada menciptakan kompos tetapi hanya sanggup dilakukan apabila mempunyai huma kosong.
  • Gali tanah sedalam 50 - 150 cm. Lubang dibentuk minimal 10 meter menurut sumur untuk mencegah tercemarnya sumur.
  • Isi lubang menggunakan sampah organik yg sudah ditiriskan.
  • Tutup atau taburi tanah menggunakan sampah secara bersiklus buat mengurangi bau.
  • Jika sudah penuh, tutup lubang dengan tanah.
  • Setelah 3 bulan, lubang dapat digali. Hasil galian dapat dipakai menjadi kompos sedangkan lubangnya bisa digunakan untuk membuat kompos kembali.

2)Kompos alternatif ke 2
  1. Wadah drum, ember plastik atau gentong
  2. Wadah diberi lubang didasarnya buat pertukaran udara
  3. Bahan sampah yg dipotong dua-4 centimeter
  4. Mikroorganisme pengurai menjadi aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-bahan ini bisa diganti menggunakan kompos dari tumbuh-tanaman .
  5. Air
  6. Alat pengaduk.
  1. Bahan sampah dimasukkan ke pada wadah selapis, kemudian ditambah-kan kompos atau mikroorganisme pengurai
  2. Lakukan terus menerus selapis demi selapis sampai wadah penuh
  3. Disiram menggunakan air secara merata
  4. Pada hari ke 5 -7, media bisa diaduk-campurkan dan kocok. Pengadukan diulang setiap 5 hari serta dilarang sampai sampah sebagai hitam serta musnah.
            Demikian sedikit fakta mengenai membuatkompos secara sederhana semoga bisa diambil keuntungannya serta pintuselalu terbuka lebar buat komentar, saran juga kritik yang membangun.



FAKTOR ERODIBILITAS TANAH

FaktorErodibilitas Tanah

            Erodibilitastanah  adalah gampang tidaknya tanahtererosi.  Tanah menggunakan erodibilitastinggi akan lebih gampang tererosi berdasarkan pada tanah-tanah dengan erodibilitasrendah jika keduanya masih ada dalam daerah yg sama (Hudson, l975), serta Arsyad(2000) menambahkan bahwa kepekaan erosi tanah adalah   hubungan sifat-sifat ekamatra serta kimia tanah.
            Menurut  Asdak (1995), faktor erodibilitas (K) memperlihatkan resistensi partikel tanah terhadappengelupasan dan transportasi partikel-partikel tanah tersebut oleh adanyaenergi kinetik air hujan.  Meskipun besarnyaresistensi tadi diatas akan namun jua tergantung dalam topografi,kemiringan lereng dan gangguan sang insan. Besarnya erodibilitas atau resistensi tanah pula ditentukan olehkarakteristik tanah seperti struktur, stabilitas agregat, kapasitas infiltrasidan kandungan bahan organik serta kimia tanah. Karakteristik tanah tadi bersifat dinamis, oleh karena itu ciri tanah dapat berubah seiring denganperubahan ketika serta tataguna lahan atau sistim pertanaman, menggunakan demikianangka erodibilitas tanah yg signifikan berlangsung saat terjadi hujankarena dalam saat tersebut partikel-partikel tanah tanah mengalami perubahanorientasi dan karakteristik bahan kimia serta fisika tanah.
 Asdak (l995) menyatakan bahwa dalam menentukanerodibilitas ada empat sifat tanah yang penting, yaitu:
  Tekstur Tanah


Biasanya berkaitan menggunakan ukuran danporsi partikel-partikel tanah dan akan membentuk tipe tanah eksklusif.  Tiga unsur utama tanah merupakan pasir (sand), debu (silt), dan liat (clay).   Dilapangan, tanah terbentuk oleh kombinasiketiga unsur tadi diatas, misalnya tanah menggunakan unsur lebih banyak didominasi liat, ikatanantar partikel-partikel tanah tergolong kuat serta menggunakan demikian tidak mudahtererosi.  Hal yang sama jua berlakuuntuk tanah yang lebih banyak didominasi pasir, tanah dengan tekstur kasar kemungkinan untukterjadinya erosi dalam jenis tanah ini merupakan rendah lantaran laju infiltrasiditempat ini akbar dan menggunakan demikian menurunkan laju air larian.  Sebaliknya dalam tanah dengan unsur utama debudan pasir serta sedikit unsur organik menaruh kemungkinan yg lebih besaruntuk terjadinya erosi.

FAKTOR ERODIBILITAS TANAH


Nilai erodibilitas tanah dihitung dengan menggunakan persamaan 6, data yangdiperlukan merupakan; (1) indeks tekstur yaitu; persen debu, persen pasir sangat halus serta % liat,  (2) persen bahan organik, (3) indeks strukturtanah dan  (4) indeks permeabilitastanah.memperlihatkan bahwaindeks erodibilitas sangat bervariasi. Indeks erodibilitas tertinggi dijumpaipada blok E yaitu pada kemiringan lereng>15 persendenganjenisCover crop Centrsemapubescent Benth serta Puerariaphaseoloides Benthdan yg terendahpada sampel Ayaitu dalam kemiringanlereng0 – 8 persendenganjenis Cover crop Centrosemapubescent Benth, diikuti blok B, C, serta D.rendahnya indeks erodiblitas pada blok A serta B diduga karena pengaruhdari dalam Cover crop, dimana  Covercrop bisa menghipnotis sifat-sifat ekamatra dan kimia tanah.dengan adanya Cover crop menyebabkan stabilitas agregat sebagai lebihmantap.hal ini dimungkinkan lantaran akarCover crop menggunakan selaput koloidalnyaakan mengikat butir-buah tanah sebagai akibatnya sukar untuk dihancurkan (Sarief,1985).kemudian (Arsyad (2000) menambahkanbahwa adanya akar-akar tanaman mengakibatkan agregat tanah sebagai stabilsecaramekanik dan kimia, serta akar-akar serabut mengikat partikel-partikel tanah.sehingga stabilitas agregat sebagai lebih mantap.

             Rendahnya indeks erodibilitas pada blok A danB  diduga pula ditentukan olehkemiringan lereng 0 – 8 persen, dimana tanah berbentuk datar.  Pada tanah berbentuk datar kemungkinan  tanah buat tererosi pula kecil.  Tingginya indeks erodibilitas dalam blok Eyaitu pada kemiringan lereng  >15 %  dengan jenis  Cover crop  Centrsema pubescent Benth serta Pueraria phaseoloides Benth didugakarena letaknya yg lebih curam, sebagai akibatnya walaupun ditanami dengan campuran Cover crop  Centrsemapubescent Benth serta Puerariaphaseoloides Benth tetapi erosi yg terjadi nir dapat dicegah.  Hal ini sebagaimana dinyatakan Arsyad (2000),bahwa kecuraman lereng adalah faktor yang tidak dapat dirobah.  Makin miringnya lereng maka jumlahbutir-buah tanah yang terpercik ke bawah oleh tumbukan buah hujan semakinbanyak

BUDIDAYA KACANG TANAH

I.PENDAHULUAN


1.1LatarBelakang

Kacang tanah(arachis hypogea) termasuk famili leguminose. Sebagai bahan kuliner, kacangtanh sangat banyak digemari menjadi makan ringan. Komposisi nilai gizi yangterdapat dalam biji kacang tanah antara alin ; protein 25 %, lemak 43 %.karbohidrat 21 %, serta air lima %. Setiap 100 gr biji kacang tanah dapatmenghasilkan 540 kalori. Oleh karena itu kacang tanah memiliki nilai ekonomisyang sangat krusial.
Budidaya kacangtanah sangat krusial, karen semua yang dilakukan yg dimulai berdasarkan seleksibenih sampai pasca penen sangat berpengaruh dalam kwalitas dan kwantitias kacangtanah serta produktifitas kacang tanah. Dengan demikian sangat pearludiperhatikan dan dilakuakn dengan sebaiknya.

1.2Tujuan

Adapun tujuan merupakan sebagai berikut :
1.untukmengetahui budiadaya tumbuhan kacang tanah yg sinkron menggunakan rekomendasi danteknologi yang baru.
2.dapatmeningkatkan produktifitas flora kacang tanah.




II.BUDIDAYAKACANG TANAH

2.1SyaratTumbuh

Untuk dapattumbuh dan berkembang dengan baik tanaman kacang tanah membutuhkan curah hujan800-1300 mm/tahun, jika hujan terlalu tinggi akan mengakibatkan bunga sulitterserbuki oleh serangga dan juga akan bisa mempertinggi kelembaban disekitartanaman kacang tanah. Suhu udara yg dibutuhkan buat pertumbuhan kacang tanah28-32 C, jika udara > 10 C maka pertumbuhan flora akan terhambat,bahkan tanaman sebagai kerdil. Kelebaban udara yang dibutuhkan 65-75 %.sedangkan penyinaran matahari sangat diperlukan buat menaikkan produksikacang tanah, terutama buat kesuburan daun serta perkembangan besarnya biji danpolong kacang.
Kacang tanahmemerlukan jenis tanah yg sesuai buat pertumbuhannnya. Tanah yang sesuaiuntuk pertumbuhannya merupakan tanah yg gembur serta bertektur ringan serta subur,pH 6,0-6,5. Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, namun masih dapattumbuh dibawah ketinggian 1.500 m dpl. Drainase dan aerasi baik, huma tidakterlalu becek serta kemarau bagi pertumbuhan kacang tanah.
2.2KebutuhanBenih

Ciri-karakteristik benih kacangtanah yg baik merupakan :
a.berasaldari tanaman yg baru dan varietas unggul
b.kulitbenih mengkilap, nir keriput serta cacat
c.dayatumbuh yg tinggi (> 90 %) dan sehat
d.murniatau nir tercampur denagan varietas lain
e.kadarair 9-12 %

Ciri-cirivarietas unggul kacang tanah adalh menjadi berikut :
a.dayahasil tinggi
b.umurpendek atau cepat berbuah 85-90 hari
c.hasilnyastabil
d.tahanterhadap hama dan panyakit
e.toleranterhadap kekeringan atau tanah becek
Kebutuhanbenih buat budidaya tumbuhan kacang tanah merupakan 100 kg polong/ha apabiladitanam 2 biji perlubang tanam, tetapi jika ditamnam 1 biji perlubang tanambenih maka kebutuhan benih hanya relatif 70 kg polong/ha.
2.3PersiapanLahan

Pada tanah yangberstektur liat pengolahan tanah dilakukan secara sempurna sehingga tanahmenjadi gembur serta gynofor mudah kemasuk kedalam tanah. Pengolahan tanahdilakukan dua kali, yaitu termin pertama adalh memecahkan bongkahan besarsedangkan tahap kedua memperkecil bongkahan tadi supaya tanah sebagai gembur.sedangkan dalam tanah yg teksturnya berpasir pengolahan tanah relatif dilkukansatu kali yaitu menggunakan menggunakn bajak rotary kemudian mampu dibuat langsungdengan bedengan.
Bedengan sangat perludibuat agar flora tidak tergenang air dalam waktu musin hujan. Kemudian dengansaluran drainase yang baik serta genre air yg lancar bisa mencucuigaram-garam yang terdapat didalam tanah. Tinggi bedengan 20-30 cm lebar 100-120 cmuntuk mempermudah penyiangan.

2.4Penanaman

Penanaman kacang tanahdilakukan sebanyak 1 atau biji ke lubang tanam denagn kedalam 3 cm. Jarak tanamadalah 40x20 cm, 30x20 cm, 20x20 cm dan 40x10 centimeter. Waktu tanam yg baik untuklahan kering dalam awal isu terkini hujan dan dilahan sawah dapat dilakukan pada bulanApril-juni atau Julli-September.
2.5Pemeliharaan

a.penyulaman
Setelah dilakukanpenanaman yaitu satu minggu semudian perlu dilakukan penyulaman karena tidaksemua benih yang ditanam dapat utmbuh dengan baik. Hal ini lantaran terdapat benihtidak dapat tumbuh lantaran dimakan semut serta lantaran terlalu pada penanamannyasehingga kecambah nir mencapai bagian atas tanah.
b.penyiangandan Pembubunan
Penyiangan dilkukan 2kali umur tiga serta 7 minggu setelah tanam, dilkukan menggunakan hati-hati supaya tidakmerusak bunga dan polong. Penyiangan ini bertujuan buat menghindari persaingancahaya dan unsur hara antara tanaman kacang tanah dengan rumput. Pembubunandilakukan bersamaan menggunakan waktu penyiangan, buat menutup bagian perakaran danjuga untuk mempermudah bakal buah masuk kedalam tanah, apabila bakal buah initidak dapat masuk kedalam tanah maka polong nir akan terbentuk karena bakalbuah tadi akan menjadi layu.


c.pengairan
Tanaman kacang tanahtidak menghendaki air yg mengenang, fase kritis buat kacang tanh merupakan faseperkecambahan, fase pertumbuhan dan fase pengisian polong. Waktu pengairan yangbaik merupakan pagi serta sore hari dengan menyiram sampai tanah telah cukup basah,penyirman ini dilakukan dalam waktu nir ada hujan.
d.pemupukan
Pemupukan pada kacangtanah adalah sangat penting. Lantaran kacang tanh adalah salah jenis tanamanyang rakus terhadap unsur hara, namun demikian anjuran pemupukan terhadapkacang tanah diadaptasi dengan taraf kesuburan tanah. Adapun dosisnya adalahpupuk Urea 50kg/ha, Sp36 100kg/ha, KCl 75 kg/ha, pupuk sangkar 10 ton/ha.
Pemukan dilakuakndengan larikan diantara barisan tanaman ataupun dengan tugal diantara tanamankacang tanah. Bisa pula dilkukan dengan membuat larikan diseliling tanamankacang tanah.
2.6PengendalianHama serta Penyakit

1.ulatGrayak
Gejala serangannyaadalah ulat memakan epidermis daun serta tulang secara berkelompok.pengendaliannnya merupakan membersihkan gulma, menanam serentak, pergilirantanaman dan penyemprotan dengan pestisida.



2.ulatPenggulung Daun
3.gejalaserangannya adalh daun menggulung menguning akhirnya mengering. Pengendaliannyamembersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran flora dan penyemprotandengan pestisida.
4.penyakitLayu
Penyebabnya bakterixanthomonas solanacearum. Gejalanya daun terkulai seperti disiram air panas,akhirnya meninggal. Jika dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu danbila dipijit keluar lendir kekuningan akhirnya akar tumbuhan membusuk.pengendaliannya dengan melakukan pergiliran tumbuhan, pakai varietas yangtahan dan melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida.
5.penyakitBercak daun
Penyebabnya adalahjamur cercospora personata. Gejala yg muncul daun bercak-bercak ukuran 1-5mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Bercak yg ditimbulkanpada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah daun hitan. Ditengah bercak daunkadang-kadang masih ada bintik hitam dari conidiospora. Cendawan ini muncul padatanaman umur 40-50 hari. Cendawan ini bisa dikendalikan menggunakan melakukanpergiliran tanaman , menanam vaietas unggul, mencabut tanman yg terserang danmelakukan penyemprotan denagn fungisida.
2.7Panendan Pasca Panen

Penentuan saatpanenyang tapat wajib disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk kacang tanah.pedoman biasanya yang digunakn sebagai kriteria panentuan ketika panen padakomoditi kacang tanah adalah abagian besar daun mnguning dan gugur (rontok).tanaman berumur 85-110 hari tergantung varietasnya, sebagian besar polongnya(80 %) telah tua, kulit polong relatif keras serta berwarna coklat kehitam-hitaman,kulit biji tipis serta mengkilap serta rongga polong telah berisi penuh denganbiji.
Panen dilakukan denganmencabut batang tanaman secara hati-hati supaya polongnya nir tertinggal dalamtanah. Jika penanaman kacang tanah dalam tanah yang terliat, sebaiknya lahankacang tanah akan diapnen disiram terlebih dahulu satu sebelum panen untukmempermudah proses pencabutan.
Setelah dipanenbrangkasan kacang tanah dipotong > 10 cm kemudian dibersihkan. Pemipilandilakukan menggunakan tangan, pengeringan dilkukan dengan penjemuran dibawah sinarmatahari sampai kadar airnya 9-12 %. Penyimpanan kacang tanah dilakuakn dengankebutuhan, apabila kacang tanh disimpan buat dijadikan benih dalam musim tanamyang akan datang maka kacang tanah akan disimpan dalam wadah yang bersih dankering dan rapat udara. Kadar air yang disimpan benih 9-12 %. Diharapkandengan penyimpanan misalnya daya tumbuh tanamn akan permanen stabil. Lamapenyimpanan buat kebutuhan benih adalah aporisma 6 bulan.  



II.BUDIDAYAKACANG TANAH
2.1SyaratTumbuh

Untuk dapattumbuh dan berkembang dengan baik tanaman kacang tanah membutuhkan curah hujan800-1300 mm/tahun, jika hujan terlalu tinggi akan mengakibatkan bunga sulitterserbuki oleh serangga dan juga akan bisa mempertinggi kelembaban disekitartanaman kacang tanah. Suhu udara yg dibutuhkan buat pertumbuhan kacang tanah28-32 C, jika udara > 10 C maka pertumbuhan flora akan terhambat,bahkan tanaman sebagai kerdil. Kelebaban udara yang dibutuhkan 65-75 %.sedangkan penyinaran matahari sangat diperlukan buat menaikkan produksikacang tanah, terutama buat kesuburan daun serta perkembangan besarnya biji danpolong kacang.
Kacang tanahmemerlukan jenis tanah yg sesuai buat pertumbuhannnya. Tanah yang sesuaiuntuk pertumbuhannya merupakan tanah yg gembur serta bertektur ringan serta subur,pH 6,0-6,5. Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, namun masih dapattumbuh dibawah ketinggian 1.500 m dpl. Drainase dan aerasi baik, huma tidakterlalu becek serta kemarau bagi pertumbuhan kacang tanah.
2.2KebutuhanBenih

Ciri-karakteristik benih kacangtanah yg baik merupakan :
a.berasaldari tanaman yg baru dan varietas unggul
b.kulitbenih mengkilap, nir keriput serta cacat
c.dayatumbuh yg tinggi (> 90 %) dan sehat
d.murniatau nir tercampur denagan varietas lain
e.kadarair 9-12 %

Ciri-cirivarietas unggul kacang tanah adalh menjadi berikut :
a.dayahasil tinggi
b.umurpendek atau cepat berbuah 85-90 hari
c.hasilnyastabil
d.tahanterhadap hama dan panyakit
e.toleranterhadap kekeringan atau tanah becek
Kebutuhanbenih buat budidaya tumbuhan kacang tanah merupakan 100 kg polong/ha apabiladitanam 2 biji perlubang tanam, tetapi jika ditamnam 1 biji perlubang tanambenih maka kebutuhan benih hanya relatif 70 kg polong/ha.
2.3PersiapanLahan

Pada tanah yangberstektur liat pengolahan tanah dilakukan secara sempurna sehingga tanahmenjadi gembur serta gynofor mudah kemasuk kedalam tanah. Pengolahan tanahdilakukan dua kali, yaitu termin pertama adalh memecahkan bongkahan besarsedangkan tahap kedua memperkecil bongkahan tadi supaya tanah sebagai gembur.sedangkan dalam tanah yg teksturnya berpasir pengolahan tanah relatif dilkukansatu kali yaitu menggunakan menggunakn bajak rotary kemudian mampu dibuat langsungdengan bedengan.
Bedengan sangat perludibuat agar flora tidak tergenang air dalam waktu musin hujan. Kemudian dengansaluran drainase yang baik serta genre air yg lancar bisa mencucuigaram-garam yang terdapat didalam tanah. Tinggi bedengan 20-30 cm lebar 100-120 cmuntuk mempermudah penyiangan.

2.4Penanaman

Penanaman kacang tanahdilakukan sebanyak 1 atau biji ke lubang tanam denagn kedalam 3 cm. Jarak tanamadalah 40x20 cm, 30x20 cm, 20x20 cm dan 40x10 centimeter. Waktu tanam yg baik untuklahan kering dalam awal isu terkini hujan dan dilahan sawah dapat dilakukan pada bulanApril-juni atau Julli-September.
2.5Pemeliharaan

a.penyulaman
Setelah dilakukanpenanaman yaitu satu minggu semudian perlu dilakukan penyulaman karena tidaksemua benih yang ditanam dapat utmbuh dengan baik. Hal ini lantaran terdapat benihtidak dapat tumbuh lantaran dimakan semut serta lantaran terlalu pada penanamannyasehingga kecambah nir mencapai bagian atas tanah.
b.penyiangandan Pembubunan
Penyiangan dilkukan 2kali umur tiga serta 7 minggu setelah tanam, dilkukan menggunakan hati-hati supaya tidakmerusak bunga dan polong. Penyiangan ini bertujuan buat menghindari persaingancahaya dan unsur hara antara tanaman kacang tanah dengan rumput. Pembubunandilakukan bersamaan menggunakan waktu penyiangan, buat menutup bagian perakaran danjuga untuk mempermudah bakal buah masuk kedalam tanah, apabila bakal buah initidak dapat masuk kedalam tanah maka polong nir akan terbentuk karena bakalbuah tadi akan menjadi layu.


c.pengairan
Tanaman kacang tanahtidak menghendaki air yg mengenang, fase kritis buat kacang tanh merupakan faseperkecambahan, fase pertumbuhan dan fase pengisian polong. Waktu pengairan yangbaik merupakan pagi serta sore hari dengan menyiram sampai tanah telah cukup basah,penyirman ini dilakukan dalam waktu nir ada hujan.
d.pemupukan
Pemupukan pada kacangtanah adalah sangat penting. Lantaran kacang tanh adalah salah jenis tanamanyang rakus terhadap unsur hara, namun demikian anjuran pemupukan terhadapkacang tanah diadaptasi dengan taraf kesuburan tanah. Adapun dosisnya adalahpupuk Urea 50kg/ha, Sp36 100kg/ha, KCl 75 kg/ha, pupuk sangkar 10 ton/ha.
Pemukan dilakuakndengan larikan diantara barisan tanaman ataupun dengan tugal diantara tanamankacang tanah. Bisa pula dilkukan dengan membuat larikan diseliling tanamankacang tanah.
2.6PengendalianHama serta Penyakit

1.ulatGrayak
Gejala serangannyaadalah ulat memakan epidermis daun serta tulang secara berkelompok.pengendaliannnya merupakan membersihkan gulma, menanam serentak, pergilirantanaman dan penyemprotan dengan pestisida.



2.ulatPenggulung Daun
3.gejalaserangannya adalh daun menggulung menguning akhirnya mengering. Pengendaliannyamembersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran flora dan penyemprotandengan pestisida.
4.penyakitLayu
Penyebabnya bakterixanthomonas solanacearum. Gejalanya daun terkulai seperti disiram air panas,akhirnya meninggal. Jika dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu danbila dipijit keluar lendir kekuningan akhirnya akar tumbuhan membusuk.pengendaliannya dengan melakukan pergiliran tumbuhan, pakai varietas yangtahan dan melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida.
5.penyakitBercak daun
Penyebabnya adalahjamur cercospora personata. Gejala yg muncul daun bercak-bercak ukuran 1-5mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Bercak yg ditimbulkanpada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah daun hitan. Ditengah bercak daunkadang-kadang masih ada bintik hitam dari conidiospora. Cendawan ini muncul padatanaman umur 40-50 hari. Cendawan ini bisa dikendalikan menggunakan melakukanpergiliran tanaman , menanam vaietas unggul, mencabut tanman yg terserang danmelakukan penyemprotan denagn fungisida.
2.7Panendan Pasca Panen

Penentuan saatpanenyang tapat wajib disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk kacang tanah.pedoman biasanya yang digunakn sebagai kriteria panentuan ketika panen padakomoditi kacang tanah adalah abagian besar daun mnguning dan gugur (rontok).tanaman berumur 85-110 hari tergantung varietasnya, sebagian besar polongnya(80 %) telah tua, kulit polong relatif keras serta berwarna coklat kehitam-hitaman,kulit biji tipis serta mengkilap serta rongga polong telah berisi penuh denganbiji.
Panen dilakukan denganmencabut batang tanaman secara hati-hati supaya polongnya nir tertinggal dalamtanah. Jika penanaman kacang tanah dalam tanah yang terliat, sebaiknya lahankacang tanah akan diapnen disiram terlebih dahulu satu sebelum panen untukmempermudah proses pencabutan.
Setelah dipanenbrangkasan kacang tanah dipotong > 10 cm kemudian dibersihkan. Pemipilandilakukan menggunakan tangan, pengeringan dilkukan dengan penjemuran dibawah sinarmatahari sampai kadar airnya 9-12 %. Penyimpanan kacang tanah dilakuakn dengankebutuhan, apabila kacang tanh disimpan buat dijadikan benih dalam musim tanamyang akan datang maka kacang tanah akan disimpan dalam wadah yang bersih dankering dan rapat udara. Kadar air yang disimpan benih 9-12 %. Diharapkandengan penyimpanan misalnya daya tumbuh tanamn akan permanen stabil. Lamapenyimpanan buat kebutuhan benih adalah aporisma 6 bulan.  







BUDIDAYA BUAH NAGA

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen,butir naga sekarang marak dikebunkan. Penanaman buah naga beredar pada Jawa Timur,Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga ke Kalimantan. Kebun-kebun butir naga jugabanyak ditemui. Memang, budidaya butir naga tergolong mudah serta minim perawatan.selain pada lahan luas, butir naga pula mampu diusahakan pada huma sempit seperti dikebun juga halaman rumah menggunakan memakai pot. Itulah sebabnya parapembudidaya buah naga sanggup
Penanaman buah naga sekarang diarahkanke sistem budidaya organik. Dengan membudidayakan butir naga secara organik,bisa dihasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik. Keuntungan berdasarkan teknikbudidaya buah naga secara organik adalah butir yg dihasilkan sehat tanpaadanya sisa bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia serta lingkungansekitar. Dengan demikian pencemaran lingkungan baik air, udara, juga tanaholeh paparan pestisida bisa dikurangi. Disamping itu, penggunaan bahan organikjuga dapat mengembalikan kesuburan tanah, sebagai akibatnya tanah mampu dipakai untukproses budidaya pertanian berkelanjutan.
1.2Tujuan

Adapun konklusi merupakan sebagaiberikut :
1.untukmenjadi petunjuk teknis bagi pelaku utama serta keluarga dalam melakukan budidayaBuah Naga.
2.untukmerubah produksi Buah Naga menjadi optmal dan merubah pendapatan pelaku utamdan keluarganya sebagai lebih baik.

II.BUDIDAYABUAH NAGA

2.1 Syarat Tumbuh

Buah naga sepesies Hylocereus undatus, yaitubuah naga dengan daging putih akan tumbuh baik pada ketinggian kurang dari 300mdpl, sedangkan butir naga spesies Hylocereus costaricensis, yaitu buahnaga menggunakan daging super merah (super red) tumbuh baik pada ketinggian0-100mdpl. Sementara itu butir daga spesies Selenicereus megalanthus,yaitu buah naga dengan kulit kuning, daging putih tanpa sisik, akan tumbuh baikpada wilayah dingin dengan ketinggian lebih berdasarkan 800 mdpl..
Tanaman butir naga lebih menyukai syarat keringdibandingkan dengan kondisi basah dengan curah hujan rendah yaitu 720 mm/tahun.buah naga masih dapat tumbuh pada curah hujan tinggi yaitu antara 1.000-1.300mm/tahun, akan namun rentang terjangkit penyakit busuk akar serta busuk batang.hal ini disebabkan flora buah naga nir tahan genangan air.
2.2Persiapan Lahan

Pemilihan lokasi budidaya butir naga perludiperhatikan, hal ini bertujuan buat memenuhi kondisi tumbuh yg optimal bagipertumbuhan butir naga. Pemilihan lokasi yg sempurna akan menjadi faktor pertamayang menentukan keberhasilan budidaya buah naga. Setelah memilih lokasibudidaya maka langkah selanjutnya merupakan melakukan pengukuran pH tanah untukmenentukan jumlah hadiah kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (dibawah 6,5). Pengukuran sanggup dilakukan menggunakan kertas lakmus, PH meter, ataucairan PH tester. Pengambilan titik sampel mampu dilakukan menggunakan cara zigzag.
Buah naga merupakan tanaman merambat sehingga dibuthkan tiang panjatan untukmenopang pertumbuhan btg dan cabangnya. Bentuk atau contoh tiang panjatandalam budidaya butir naga ada macam, yaitu bentuk tunggal serta bentuk kelompokatau pagar. Tiang panjatan wajib kuat dan bisa bertahan selama beberapa tahunkarena umur tanaman buah naga yg panjang.
ØTiang panjatan bentuktunggal
Tiang panjatan bentuk tunggal mampu memakai betonatau tiang panjatan hayati dari batang tanaman . Tiang panjatan ini digunakanuntuk menopang empat tanaman yg berproduksi menggunakan produktifitas homogen-rata 3kg per-tumbuhan. Para pembudidaya butir naga umumnya memakai tiang panjatanyang terbuat berdasarkan beton atau pipa PVC. Bentuk tiang panjatan sanggup persegi,bulat, segitiga atau bentuk yg lain sesuai dengan kesukaan pembudidaya. Untuktiang panjatan yg berbentuk persegi dibuat menggunakan ukuran 10 centimeter x 10 cm,bentuk bulat dibuat menggunakan diameter 10 centimeter, dan bentuk segitiga dibuat denganpanjang sisi 15 cm. Tinggi tiang panjatan antara 1,5-2 meter. Jika jarak tanambuah naga 2,5 m x dua m dan setiap tiang panjatan ditanami 4 tumbuhan maka untuklahan selua 1 ha dibutuhkan kurang lebih 2.000 tiang panjatan dan 8.000 bibit buahnaga.
Tiang panjatan ditancapkan ke pada tanah dengankedalaman kurang lebih 50 cm agar tiang berdiri kokoh dan kuat menyangga tanaman .pada ujung tiang bagian atas diberi besi melingkar dengan diameter 30-60 cmberbentuk seperti stir mobil. Besi melingkar ini berfungsi sebagai tempatmenopang cabang serta anak cabang tanaman butir naga.
ØTiang panjatan bentukkelompok (double rowing)
Berbeda menggunakan tiang panjatan tunggal, model tiangpanjatan double rowing mirip dengan tiang buat menjemur sandang. Artinya, bisamerambatkan lebih berdasarkan satu tumbuhan butir naga. Tiang panjatan gerombolan lebihhemat dalam porto pembuatannya serta lebih efisien karena sanggup merambatkan banyaktanaman buah naga. Namun, kelemahan bentuk tiang panjatan misalnya ini adalahperawatan yang sulit lantaran cabang tanaman sanggup saling terkait satu sama laindan kurang tahan terhadap beban tumbuhan yang terlalu berat.
Dua butir tiang dihubungkan dengan dawai tebal sebagaipenyangga batang tumbuhan buah naga menggunakan jarak antar tiang 4 meter. Tiangterbuat dari semen cor berukuran minimal 15 centimeter x 15 cm dan tinggi dua-2,5 meter,termasuk bagian yang terpendam di dalam tanah 50 centimeter. Tiang usahakan diberipenguat menurut besi supaya nir miring waktu menopang beratnya sulur flora buahnaga. Pada ujung tiang dipasang palang berdasarkan besi, melintang sepanjang 50-60 cmyang menyatu dengan tiang beton.

ØPengolahan Lahan DanPemupukan Dasar
Pada sistem panjatan tunggal, pengolahan tanah hanyadilakukan disekitar tiang panjatan saja. Buat lubang tanam dengan berukuran 40 cmx 40 centimeter dengan kedalaman 30 centimeter di sekitar tiang panjatan. Masukkan media tanamke pada lubang tanam yg terdiri menurut campuran tanah, pupuk sangkar, danpasir/sekam bakar menggunakan perbandingan 1:1:1 Pada sistem panjatan gerombolan (double rowing) pengolahan tanah dilakukan pada semua alur penanaman diantaradua tiang betong yang telah dipersiapkan. Alur dibuat sepanjang 4 m denganlebar galian 40-60 centimeter. Arah alur sinkron menggunakan arah kawat pengikat btg,yaitu diantara 2 tiang betong. Kemudian media tanam ditebar merata ke dalamalur yang telah dibuat. Komposisi media tanama yang dipakai pada satu aluradalah 20 kg tanah top soil, 20 kg pupuk sangkar, dan 20 kg sekam bakar. Adukbahan tersebut sampai merata lalu dimasukkan ke dalam lubang alur. Setelahsemua media dimasukkan ke pada alur kemudian dilakukan penyiraman dalam mediahingga basah.
2.4Pembibitan

Sebelummelakukan penyetekan harus dipiliha btg atau cabang tumbuhan yg baik,sehat, tua, dan telah pernah berbuah paling tidak tiga-4 kali. Keberhasilan stekditentukan sang calon btg yang digunakan. Batang yang pernah berbuahpertumbuhannya akan cepat, kokoh, serta mudah membangun tunas. Sedangkan batangatau cabang yg masih muda mengandung banyak air sehingga lebih rentanterserang penyakit. Pilihlah btg atau cabang yg tua, sehat, berwarna hijaugelap dengan ukuran panjang ideal minimal 30 centimeter. Batang atau cabang yangmemenuhi kriteria tersebut akan lebih cepat tumbuh dan mengeluarkan tunas baru.
Stek ditanampada polibag yg sudah diisi media dengan komposisi 1 tanah, 1 pupuk sangkar,serta 1 sekam bakar. Polybag diletakkan pada atas bedengan yg sudah disiapkandengan jarak 20 cm x 20 cm. Bedengan dibentuk dengan lebar 100 centimeter. Langkahselanjutnya tempat persemaian ditutup dengan plastik sungkup transparan denganditopang menggunakan bambu yang dipasang melengkung. Selama pembibitan kondisimedia harus dijaga agar nir kekeringan. Tunas baru
2.5Penanaman

Setelahtanah serta tiang panjatan dibuat, bibit yang telah siap harus segera ditanam dilahan. Penanaman harus dilakukan menggunakan hati-hati. Penanaman yang tidak benarakan menyebabkan bibit stress serta pertumbuhannya terhambat. Perhatikan padasaat penanaman media dalam polybag jangan hingga pecah karena akan membuatbibit kesuliatan beradaptasi dampak mengalami kerusakan akar. Selain itu,kedalaman penanaman idealnya 20% dari panjang bibit. Penanaman yg terlaludalam akan menciptakan bibit mudah terserang penyakit busuk batang.
Teknispenanaman sistem tiang panjat tunggal tidak sinkron dengan penanaman dalam sistemtiang panjat berkelompok. Pada penanaman sistem tiang panjatan tunggaldilakukan dengan jarak tanam 10 cm dari tiang panjatan. Keempat stek ditanammengelilingi tiang panjatan. Ikat keempat bibit tadi pada tiang panjatanmenggunakan tali yang lunak supaya bibit nir mudah jatuh. Lakukan pengikatandengan hati-hati, jangan terlalu bertenaga sehingga menyebabkan batang tanamanterluka. Batang tumbuhan yg terluka akan gampang terserang penyakit, terutamabusuk batang. Lakukan penyiraman setelah penanaman terselesaikan.
2.6 Pemeliharaan Tanaman BuahNaga

ØPengairan
Pada dasarnya flora butir naga nir membutuhkanirigasi spesifik. Umunya pengairan dilakukan menggunakan sistem tadah hujan. Olehkarena akarnya yang sangat lebat, sehingga buah naga tahan terhadap kekeringan.tetapi butir naga tetap memerlukan air yg relatif selama pertumbuhannya.kekurangan air selama fase vegetatif bisa menciptakan tanaman layu serta sulitbertunas.
ØPenyulaman tanaman
Penyulaman adalah aktivitas mengganti tumbuhan yangmati ditimbulkan lantaran agresi hama, penyakit, atau sebab lain. Tujuan berdasarkan penyulamanyaitu agar tanaman sanggup berproduksi optimal serta efisiensi huma tetap tinggi.penyulaman dilakukan dalam umur 7 hari sehabis tanam hingga flora berumur 2bulan.
ØPengikatan batang ataucabang
Pengikatan dilakukan setiap 20-25 cm ke tiangpanjatan. Tali pengikat bisa memakai tali rafia atau tali lunak lainnyadengan membangun angaka 8. Pengikatan jangan terlalu kencang supaya btg ataucabang nir terjepit yang dapat mengakibatkan luka atau bahkan patah. Selainitu tujuan pengikatan juga buat mempermudah akar udara menempel pada tiangpanjatan sehingga memperkokoh posisi tanaman .
ØPemupukan susulan
Oleh karena itu, perlu diberi pupuk susulan atau pupuktambahan. Pada budidaya butir naga menggunakan sistem organik pemberian pupuktambahan dilakukan memakai pupuk kandang atau bahan organik lain yg sudahdifermentasi. Dosis anugerah pupuk organik sebesar 2-5 gram/tanaman dalam fasevegetatif serta 5-10 gr/tumbuhan dalam fase generatif. Frekuensi pemberian pupukdilakukan dua bulan sekali. Pupuk diberikan menggunakan cara menggali lubangdisekitar tanaman , jangan terlalu dekat menggunakan batang lantaran bisa melukai akartanaman, lalu ditaburkan serta segera ditutup dengan tanah. Setelah semuapupuk ditutup dengan tanah, lakukan penyiraman agar pupuk mudah bereaksi danterserap oleh akar tanaman .
ØPemangkasan
Pemangkasan tumbuhan bertujuan buat memperoleh bentukyang baik sehingga menunjang pertumbuhan yg baik. Selain itu, pemangkasanjuga bertujuan buat membuang bagian flora yg nir produktif misalnya cabangyang kerdil atau kurus. Batang atau cabang yang tidak produktif akan menghambatpembentukan tunas baru dan butir lantaran berkompetisi dengan batang produktifdalam memperoleh hara.
ØSeleksibunga serta buah
Tanaman yang sudah mulai berbungan ditandai denganmunculnya bunga dalam cabang produktif. Biasanya akan muncul lebih berdasarkan satubunga. Oleh karena itu, seleksi bunga dilakukan saat bunga masih mini ,sehingga nutrisi nir digunakan buat perkembangan bunga yang dibuang. Pilih2-3 bunga yang paling besar , sehat, berwarna cerah, serta segar dalam setiapcabang produktif dengan jarak antar bunga kurang lebih 30 centimeter.
2.6Pengendalian Hama serta Penyakit

ØTungau (Tetranycus sp.)
Tungau ukuran sangat mini dengan bentuk menyerupailaba-laba dan bersifat polyfag, yaitu menyerang hampir segala jenis tumbuhan.serangga dewasa berukuran sekitar 1 mm serta aktif pada siang hari. Siklushidup tungau berkisar antara 14-15 hari. Tungau menyerang tumbuhan buah nagadengan cara menghisap cairan batang serta cabang. Akibatnya dipermukaan kulitbatang atau cabang flora yg terserang timbul bintik-bintik kuning ataucokelat. Serangan yang berat akan mengakibatkan flora butir naga tumbuh nir normal.
Pengendalian tungau sanggup dilakukan menggunakan penyemprotanpestisida nabati tiga-4 hari sekali, misalnya nimba, tagetes, eceng gondok, ataurumput bahari. Untuk memulihkan flora yg terserang tungau diberikan nutrisitanaman organik, baik melalui akar, dengan cara dikocor, maupun melalui tubuhtanaman, dengan cara disemprot.
ØKutu Kebul (Bemisia tabaci)
Salah satu hama primer dalam budidayabuah naga adalah kutu kebul. Imago serangga dewasa berukuran 1-1,5 mm, berwarnaputih, dan sayapnya ditutupi lapisan lilin yg bertepung. Serangga dewasabiasanya berkelompok pada permukaan bagian bawah cabang. Jika flora disentuhbiasanya serangga akan beterbangan seperti kabut atau kebul putih. Gejalaserangan kutu kebul dalam tumbuhan butir naga ditandai menggunakan adanya bercaknekrotik akibat rusaknya sel-sel serta jaringan flora pada btg atau cabangyang terserang. Ekskresi kutu kebul berupa madu yang adalah media tempattumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan prosesfotosintesis berlangsung tidak normal. Selain kerusakan eksklusif dalam flora,kutu kebul merupakan serangga yang sangat berbahaya karena berperan sebagaivektor penular virus tumbuhan. Kerugian akibat agresi kutu kebul dapatmencapai 20-100%. Hingga waktu ini, tercatat sebesar 60 jenis virus yangberpotensi ditularkan oleh kutu kebul.
Pengendalian hama kutu kebul dapatdilakukan secara kultur teknis, yaitu menggunakan menerapkan metode strip-plantingyaitu penerapan tumbuhan perangkap. Tanaman perangkap sanggup ditanam mengelilingiareal budidaya buah naga sehingga membentuk pagar yg kedap. Beberapa tanamanyang efektif digunakan menjadi perangkap kutu kebul antara lain, jagung, bungamatahai, kacang panjang, dan buncis. Selain penerapan strip planting,pengendalian gulma juga wajib dilakukan secara rutin. Gulma sangat berpotensisebagai inang kutu kebul.
ØBusuk Pangkal Batang
Penyakit busung pangkal btg biasanya menyerang padasaat awal penanaman. Gejala serangan ditandai dengan adanya pembusukan padapangkal btg sebagai akibatnya mengakibatkan batang berair serta berwarna kecokelatan.pada wilayah terjangkit masih ada bulu-bulu putih halus yang adalah miseliumcendawan. Penyakit ini disebabkan oleh agresi cendawan Sclerotium rolfsiiSacc. Serta lebih sering menyerang tanaman dalam waktu cuaca lembab.
Upaya pengendalian bisa dilakukan dengan pengaturandrainase serta kelembaban dalam ketika musim hujan. Penyemprotan flora menggunakanpestisida botani, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah.bahan-bahan tadi direbus dan disemprotkan pada tanaman . Upaya lain yangbisa dilakukan adalah menggunakan pemanfaatan agensia hayati, misalnya Trichoderma sp. Serta Gliocldium sp.
ØBusuk Bakteri
Serangan penyakit ini desebabkan sang infeksi bakteriPseudomonas sp. Gejala flora yg terjangkit penyakit busuk bakteri ditandaidengan adanya pembusukan pada pangkal batang, masih ada lendir putih kekuninganpada wilayah serangan, dan tanaman tanpak kusan serta layu.
Pengendalian terhadap agresi bakteri ini dilakukandengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, pemugaran drainase buat mencegahadanya genangan air, pencabutan flora terjangkit dan tanah disekitar titiktanam dibuang jauh menurut areal budidaya. Usahakan pembuangan tanah tersebutjangan hingga tercecer. Lubang bekas titik tanam ditaburi dengan kapur agar pHtanah lokal semakin tinggi. Penyemprotan tumbuhan memakai pestisida botani,seperti daun serai, bawang putih, kunyit, dan bawang merah. Bahan-bahantersebut direbus serta disemprotkan pada tanaman . Upaya lain yg mampu dilakukanadalah menggunakan pemanfaatan agensia biologi, misalnya Trichoderma sp. Serta Gliocldium sp.
2.7Panen

Ciri-Ciribuah naga siap panen :

Umur butir semenjak telah mencapai 50-55 hari setelahmuncul bunga; Warna kulit butir mengkilat dengan sisik berubah menurut hijaumenjadi kemerahan; Mahkota buah telah mengecil;Kedua pangkal buah keriput dankering; Bentuk buah bundar paripurna serta akbar dengan bobot diperkirakan 400-600g.

III.KESIMPULAN
Adapun kesimpilan adlah sebagi berikut ;
1.tanaman butir naga merupakan tanamnobat0obatan yg sangat baik dikonsusi tubuh, ketersediaanya masih terbatas danharganyanmasih tinggi.

2.budidaya flora buah naga tidak rumitdan dapt memberikan pendapatan yg lebih serta dapat menaikkan pendapatanpelaku utama.