BUDIDAYA KACANG TANAH

1.   SEJARAH SINGKAT

Kacang tanah yang terdapat di Indonesia semula berasal berdasarkan benuaAmerika. Pemasukan keIndonesia pertama- tama diperkirakan dibawa olehpedagang-pedagang Spanyol, sewaktu melakukan pelayarannya menurut Mexico ke Malukusetelah tabun 1597. Pada tahun 1863 HOLLE memasukkan Kacang Tanah berdasarkan Inggrisdan dalam tahun 1864 SCHEFFER memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir. 

2.  JENIS TANAMAN

Jenis tanaman yang ada pada Indonesia terdapat 2 ( dua ) tipe yaitu : Tipetegak.  Jenis Kacang ini tumbuh lurusatau sedikit miring keatas, buahnya terdapat dalam ruas-ruas dekat rumpun,umumnyapendek ( cepat berbuah ) dan kemasakan  buahnyaserempak. 

Tipe menjalar.
Jenis ini tumbuh kearah samping, btg primer berukuran panjang,butir  terdapat dalam ruas-ruas yangberdekatan dengan tanah serta umumnya  berumurpanjang. 

3.  MANFAAT TANAMAN

Tanaman Kacang tanah mampu dimanfaatkan buat kuliner ternak, sedang
bijinya dimanfaatkan menjadi sumber protein nabati , minyak danlain-lain.


 4.  SENTRA PENANAMAN

Sentra penanaman/produksi Kacang tanah pada Indonesia meliputiPropinsi  Jawa Timur, Jawa Tengah, D.L.yogyakarta, Jawa Barat serta Sulawesi   Selatan.
 5.  SYARAT TUMBUH
a.   Iklim
Di Indonesia, flora Kacang Tanah cocok ditanam didataran rendahyang berketinggian dibawah 500 m diatas permukaan bahari. Lklim yg dibutuhkantanaman Kacang Tanah adalah bersuhu tinggi antara 25°C - 32°C, sedikit lembab (rH 65 % - 75 % ), curah hujan 800 mm -1300 mm per tahun, tempat terbuka. 
b.   Media Tanam / Tanah
Tanaman Kacang Tanah membutuhkan tanah yang berstruktur ringan,seperti tanah regosol, andosol, latosol dan alluvial. Kacang tanah dapatdibudidayakan pada lahan sawah berpengairan, sawah tadah hujan, lahan keringtadah hujan. Hal yang paling penting  diperhatikandalam pemilihan lahan merupakan : 
-  Tanah relatif subur, gemburserta bertekstur ringan.
-  Tanah berdrainase danberaerasi baik.
-  PH antara 6,0 -6,5.

6   PEDOMAN BUDIDAYA

a.   Benih Benih asal daritanaman sehat, bebas hama dan penyakit, kualitas bijinya baik dan mempunyaikemurnian tinggi sehingga bisa berkecambah cepat serta merata. Dipanen tepatpada waktunya ( sudah cukup tua ) , polong tidak pecah, pengolahan basil danpengupasan benih dilakukan menggunakan baik. Mempunyai output tinggi dan berumur genjah. 

b.   Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan menggunakan indera cangkul, luku atau traktorsedalam 20- 30 cm. 
 Tujuan pengolahan tanahadalah untuk memperbaiki struktur dan aerasi  tanah supaya pertumbuhan akar dan pengisapan zathara oleh tanaman  dapat berlangsungdengan baik. 

c.   Penanaman
Waktu tanam
Waktu tanam yang paling baik dilahan tegalan ( kemarau ) adalah padaawal ekspresi dominan hujan ( Oktober - Nopember ). Di lahan sawah penanaman dapatdilakukan pada bulan April -Juni ( Palawija I ) atau bulan Juli -September)Palawija II ). 
 Cara tanam 
Penanaman dilakukan dengan memakai tugal sedalam tiga cm dengan 2butir benih perlubang serta jeda tanam 40 cm x 10 centimeter. Kemudian lubang tanamditutup tanah secara tipis. 

d.   Pemeliharaan Tanaman
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk Urea, SP36 serta KCIdengan takaran 60-90 kg Urea, 60-90 kg SP36 dan 50 kg KCI. Per hektar. Pemupukandilakukan menggunakan memasukkan pupuk kedalam lubang tugal disisi kiri kanan lubangtanam atau disebar merata kedalam larikan. 

Penyulaman
Penyulaman dilakukan bila terdapat benih yg nir tumbuh.penyulaman dilakukan dengan membuat lubang tanam baru pada bekas lubang tanamterdahulu. Tujuan dari penyulaman ini merupakan buat mempertahankanpopulasi. 

Penyiangan serta Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali. Penyiangan pertama dilakukan dalam saattanaman berumur 21 hari sesudah tanam dan penyiangan kedua dilakukan pada umur40 bari setelah tanam. Pada penyiangan ke 2 ini pula dilakukan pembumbunanyaitu tanah digemburkan lalu ditimbun didekat pangkal btg tumbuhan.pembumbunan bertujuan memudahkan bakal butir menembus bagian atas tanah sehinggapertumbuhannya optimal. 

Pengairan
Tanaman kacang tanah tidak menghendaki air yang menggenang. Fasekritis buat tumbuhan Kacang Tanah merupakan rase perkecambahan, rase pertumbUhandan rase pengisian polong. Waktu pengairan yg baik merupakan pagi atau sore haridengan cara dileb hingga tanah cukup basah.





e.   Hama dan Penyakit KacangTanah 

1)  Penyakit Layu. 
Penyakit Layu ditimbulkan sang bakteri Xanthomonas Solanacearum.pada siang hari ketika sinar matahari terik flora sekonyong-konyong terkulaiseperti disimm air panas, tanaman langsung mangkat . Cara pengendalian denganpergiliran tumbuhan.

2)   Penyakit BercakDaun 
Penyakit Bercak daun ditimbulkan oleh cendawan Cercospora personata.bercak yg disebabkan pada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah bawahdaun hitam. Ditengah bercak daun kadang-kadang terdapat bintik hitam dariConidiospora. Cendawan ini muncul pada tumbuhan umur 40 -50 hari hingga 70 hari.cendawan ini dapat dikendalikan menggunakan Anthmcol atau Daconil.

3)  Penyakit Selerotium. 
Penyakit ini disebabkan sang Selerotium rolfsii, Mengganggu tanamanpada waktu cuaca lembab. Cendawan menyerang dalam pangkal batang, bagian daritanaman yg lunak, mengakibatkan bercak-bercak hitam. Tanaman yang terserangakan layu serta mangkat .  Pengendalian :dengan memperbaiki pengairan, supaya air pengairan bisa mengalir.

4)  Penyakit Karat. 
Penyakit ini ditimbulkan sang Uromyces arachidae, menyerang tanamanyang masih muda menyebabkan daun berbintik-bintik coklat daun menjadimongering. Pengendaliannya dengan menanam varitas yang tahan.

5) Hama Empoasca. 
Hama yang penting bagi tanaman kacang tanah merupakan hama Empoasca.hama ini tidak terlalu merugikan bagi tanaman kacang tanah. Carapengendaliannya dengan penyemprotan Azodrin, Karphos atau lnsektisida yangtersedia.


7.   P A N E N

Penentuan saat panen yang sempurna harus diadaptasi dengan tujuanpenggunaan produk Kacang Tanah. Pedoman umum yang digunakan menjadi kriteriapenentuan saat panen Kacang Tanah merupakan sbb : : 
-  Sebagian akbar daunmenguning serta gugur ( rontok ).
-  Tanaman berumur 85 -110hari tergantung,Varietasnya. -Sebagian akbar polongnya ( 80 % ) sudah tua." 
-  Kulit polong relatif kerasdan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
-  Kulit biji tipis danmengkilap.
-  Rongga polong telah berisipenuh dengan biji.

Panen dilakukan dengan mencabut batang tumbuhan secara hati-hatiagar polongnya nir tertinggal pada tanah. 

8.  PASCA PANEN


Kegiatan utama pasca panen Kacang Tanah merupakan menjadi berikut: 
a.   Setelah dipanenbrangkasan Kacang Tanah dipotong sekitar 10 centimeter kemudian dibersihkan.
b.   Pemipilan 
Pipil polong Kacang Tanah menurut batangnya dengan tangan.
c.   Pengeringan Tebarkanpolong Kacang Tanah di atas anyaman bambu atau tabir sembari
dijemur dibawah terik matahari hingga kering (Kadar air 9% - 12%).

d.   Penyimpanan.
1)  Penyimpanan pada bentukpolong kering
Masukkan polong kemarau kedalam karung goni atau kaleng tertutuprapat, kemudian simpan digudang penyimpanan yang tempatnya kemarau.
2)  Penyimpanan pada bentukbiji kemarau
Kupas polong kacang tanah kering menggunakan tangan atau indera pengupaskacang tanah. Jemur biji kacang tanah sampai berkadar air 9% lalu tambahkan kedalam wadah tertutup buat disimpan atau dijual.



BUDIDAYA KACANG TANAH

I.PENDAHULUAN


1.1LatarBelakang

Kacang tanah(arachis hypogea) termasuk famili leguminose. Sebagai bahan kuliner, kacangtanh sangat banyak digemari menjadi makan ringan. Komposisi nilai gizi yangterdapat dalam biji kacang tanah antara alin ; protein 25 %, lemak 43 %.karbohidrat 21 %, serta air lima %. Setiap 100 gr biji kacang tanah dapatmenghasilkan 540 kalori. Oleh karena itu kacang tanah memiliki nilai ekonomisyang sangat krusial.
Budidaya kacangtanah sangat krusial, karen semua yang dilakukan yg dimulai berdasarkan seleksibenih sampai pasca penen sangat berpengaruh dalam kwalitas dan kwantitias kacangtanah serta produktifitas kacang tanah. Dengan demikian sangat pearludiperhatikan dan dilakuakn dengan sebaiknya.

1.2Tujuan

Adapun tujuan merupakan sebagai berikut :
1.untukmengetahui budiadaya tumbuhan kacang tanah yg sinkron menggunakan rekomendasi danteknologi yang baru.
2.dapatmeningkatkan produktifitas flora kacang tanah.




II.BUDIDAYAKACANG TANAH

2.1SyaratTumbuh

Untuk dapattumbuh dan berkembang dengan baik tanaman kacang tanah membutuhkan curah hujan800-1300 mm/tahun, jika hujan terlalu tinggi akan mengakibatkan bunga sulitterserbuki oleh serangga dan juga akan bisa mempertinggi kelembaban disekitartanaman kacang tanah. Suhu udara yg dibutuhkan buat pertumbuhan kacang tanah28-32 C, jika udara > 10 C maka pertumbuhan flora akan terhambat,bahkan tanaman sebagai kerdil. Kelebaban udara yang dibutuhkan 65-75 %.sedangkan penyinaran matahari sangat diperlukan buat menaikkan produksikacang tanah, terutama buat kesuburan daun serta perkembangan besarnya biji danpolong kacang.
Kacang tanahmemerlukan jenis tanah yg sesuai buat pertumbuhannnya. Tanah yang sesuaiuntuk pertumbuhannya merupakan tanah yg gembur serta bertektur ringan serta subur,pH 6,0-6,5. Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, namun masih dapattumbuh dibawah ketinggian 1.500 m dpl. Drainase dan aerasi baik, huma tidakterlalu becek serta kemarau bagi pertumbuhan kacang tanah.
2.2KebutuhanBenih

Ciri-karakteristik benih kacangtanah yg baik merupakan :
a.berasaldari tanaman yg baru dan varietas unggul
b.kulitbenih mengkilap, nir keriput serta cacat
c.dayatumbuh yg tinggi (> 90 %) dan sehat
d.murniatau nir tercampur denagan varietas lain
e.kadarair 9-12 %

Ciri-cirivarietas unggul kacang tanah adalh menjadi berikut :
a.dayahasil tinggi
b.umurpendek atau cepat berbuah 85-90 hari
c.hasilnyastabil
d.tahanterhadap hama dan panyakit
e.toleranterhadap kekeringan atau tanah becek
Kebutuhanbenih buat budidaya tumbuhan kacang tanah merupakan 100 kg polong/ha apabiladitanam 2 biji perlubang tanam, tetapi jika ditamnam 1 biji perlubang tanambenih maka kebutuhan benih hanya relatif 70 kg polong/ha.
2.3PersiapanLahan

Pada tanah yangberstektur liat pengolahan tanah dilakukan secara sempurna sehingga tanahmenjadi gembur serta gynofor mudah kemasuk kedalam tanah. Pengolahan tanahdilakukan dua kali, yaitu termin pertama adalh memecahkan bongkahan besarsedangkan tahap kedua memperkecil bongkahan tadi supaya tanah sebagai gembur.sedangkan dalam tanah yg teksturnya berpasir pengolahan tanah relatif dilkukansatu kali yaitu menggunakan menggunakn bajak rotary kemudian mampu dibuat langsungdengan bedengan.
Bedengan sangat perludibuat agar flora tidak tergenang air dalam waktu musin hujan. Kemudian dengansaluran drainase yang baik serta genre air yg lancar bisa mencucuigaram-garam yang terdapat didalam tanah. Tinggi bedengan 20-30 cm lebar 100-120 cmuntuk mempermudah penyiangan.

2.4Penanaman

Penanaman kacang tanahdilakukan sebanyak 1 atau biji ke lubang tanam denagn kedalam 3 cm. Jarak tanamadalah 40x20 cm, 30x20 cm, 20x20 cm dan 40x10 centimeter. Waktu tanam yg baik untuklahan kering dalam awal isu terkini hujan dan dilahan sawah dapat dilakukan pada bulanApril-juni atau Julli-September.
2.5Pemeliharaan

a.penyulaman
Setelah dilakukanpenanaman yaitu satu minggu semudian perlu dilakukan penyulaman karena tidaksemua benih yang ditanam dapat utmbuh dengan baik. Hal ini lantaran terdapat benihtidak dapat tumbuh lantaran dimakan semut serta lantaran terlalu pada penanamannyasehingga kecambah nir mencapai bagian atas tanah.
b.penyiangandan Pembubunan
Penyiangan dilkukan 2kali umur tiga serta 7 minggu setelah tanam, dilkukan menggunakan hati-hati supaya tidakmerusak bunga dan polong. Penyiangan ini bertujuan buat menghindari persaingancahaya dan unsur hara antara tanaman kacang tanah dengan rumput. Pembubunandilakukan bersamaan menggunakan waktu penyiangan, buat menutup bagian perakaran danjuga untuk mempermudah bakal buah masuk kedalam tanah, apabila bakal buah initidak dapat masuk kedalam tanah maka polong nir akan terbentuk karena bakalbuah tadi akan menjadi layu.


c.pengairan
Tanaman kacang tanahtidak menghendaki air yg mengenang, fase kritis buat kacang tanh merupakan faseperkecambahan, fase pertumbuhan dan fase pengisian polong. Waktu pengairan yangbaik merupakan pagi serta sore hari dengan menyiram sampai tanah telah cukup basah,penyirman ini dilakukan dalam waktu nir ada hujan.
d.pemupukan
Pemupukan pada kacangtanah adalah sangat penting. Lantaran kacang tanh adalah salah jenis tanamanyang rakus terhadap unsur hara, namun demikian anjuran pemupukan terhadapkacang tanah diadaptasi dengan taraf kesuburan tanah. Adapun dosisnya adalahpupuk Urea 50kg/ha, Sp36 100kg/ha, KCl 75 kg/ha, pupuk sangkar 10 ton/ha.
Pemukan dilakuakndengan larikan diantara barisan tanaman ataupun dengan tugal diantara tanamankacang tanah. Bisa pula dilkukan dengan membuat larikan diseliling tanamankacang tanah.
2.6PengendalianHama serta Penyakit

1.ulatGrayak
Gejala serangannyaadalah ulat memakan epidermis daun serta tulang secara berkelompok.pengendaliannnya merupakan membersihkan gulma, menanam serentak, pergilirantanaman dan penyemprotan dengan pestisida.



2.ulatPenggulung Daun
3.gejalaserangannya adalh daun menggulung menguning akhirnya mengering. Pengendaliannyamembersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran flora dan penyemprotandengan pestisida.
4.penyakitLayu
Penyebabnya bakterixanthomonas solanacearum. Gejalanya daun terkulai seperti disiram air panas,akhirnya meninggal. Jika dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu danbila dipijit keluar lendir kekuningan akhirnya akar tumbuhan membusuk.pengendaliannya dengan melakukan pergiliran tumbuhan, pakai varietas yangtahan dan melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida.
5.penyakitBercak daun
Penyebabnya adalahjamur cercospora personata. Gejala yg muncul daun bercak-bercak ukuran 1-5mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Bercak yg ditimbulkanpada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah daun hitan. Ditengah bercak daunkadang-kadang masih ada bintik hitam dari conidiospora. Cendawan ini muncul padatanaman umur 40-50 hari. Cendawan ini bisa dikendalikan menggunakan melakukanpergiliran tanaman , menanam vaietas unggul, mencabut tanman yg terserang danmelakukan penyemprotan denagn fungisida.
2.7Panendan Pasca Panen

Penentuan saatpanenyang tapat wajib disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk kacang tanah.pedoman biasanya yang digunakn sebagai kriteria panentuan ketika panen padakomoditi kacang tanah adalah abagian besar daun mnguning dan gugur (rontok).tanaman berumur 85-110 hari tergantung varietasnya, sebagian besar polongnya(80 %) telah tua, kulit polong relatif keras serta berwarna coklat kehitam-hitaman,kulit biji tipis serta mengkilap serta rongga polong telah berisi penuh denganbiji.
Panen dilakukan denganmencabut batang tanaman secara hati-hati supaya polongnya nir tertinggal dalamtanah. Jika penanaman kacang tanah dalam tanah yang terliat, sebaiknya lahankacang tanah akan diapnen disiram terlebih dahulu satu sebelum panen untukmempermudah proses pencabutan.
Setelah dipanenbrangkasan kacang tanah dipotong > 10 cm kemudian dibersihkan. Pemipilandilakukan menggunakan tangan, pengeringan dilkukan dengan penjemuran dibawah sinarmatahari sampai kadar airnya 9-12 %. Penyimpanan kacang tanah dilakuakn dengankebutuhan, apabila kacang tanh disimpan buat dijadikan benih dalam musim tanamyang akan datang maka kacang tanah akan disimpan dalam wadah yang bersih dankering dan rapat udara. Kadar air yang disimpan benih 9-12 %. Diharapkandengan penyimpanan misalnya daya tumbuh tanamn akan permanen stabil. Lamapenyimpanan buat kebutuhan benih adalah aporisma 6 bulan.  



II.BUDIDAYAKACANG TANAH
2.1SyaratTumbuh

Untuk dapattumbuh dan berkembang dengan baik tanaman kacang tanah membutuhkan curah hujan800-1300 mm/tahun, jika hujan terlalu tinggi akan mengakibatkan bunga sulitterserbuki oleh serangga dan juga akan bisa mempertinggi kelembaban disekitartanaman kacang tanah. Suhu udara yg dibutuhkan buat pertumbuhan kacang tanah28-32 C, jika udara > 10 C maka pertumbuhan flora akan terhambat,bahkan tanaman sebagai kerdil. Kelebaban udara yang dibutuhkan 65-75 %.sedangkan penyinaran matahari sangat diperlukan buat menaikkan produksikacang tanah, terutama buat kesuburan daun serta perkembangan besarnya biji danpolong kacang.
Kacang tanahmemerlukan jenis tanah yg sesuai buat pertumbuhannnya. Tanah yang sesuaiuntuk pertumbuhannya merupakan tanah yg gembur serta bertektur ringan serta subur,pH 6,0-6,5. Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, namun masih dapattumbuh dibawah ketinggian 1.500 m dpl. Drainase dan aerasi baik, huma tidakterlalu becek serta kemarau bagi pertumbuhan kacang tanah.
2.2KebutuhanBenih

Ciri-karakteristik benih kacangtanah yg baik merupakan :
a.berasaldari tanaman yg baru dan varietas unggul
b.kulitbenih mengkilap, nir keriput serta cacat
c.dayatumbuh yg tinggi (> 90 %) dan sehat
d.murniatau nir tercampur denagan varietas lain
e.kadarair 9-12 %

Ciri-cirivarietas unggul kacang tanah adalh menjadi berikut :
a.dayahasil tinggi
b.umurpendek atau cepat berbuah 85-90 hari
c.hasilnyastabil
d.tahanterhadap hama dan panyakit
e.toleranterhadap kekeringan atau tanah becek
Kebutuhanbenih buat budidaya tumbuhan kacang tanah merupakan 100 kg polong/ha apabiladitanam 2 biji perlubang tanam, tetapi jika ditamnam 1 biji perlubang tanambenih maka kebutuhan benih hanya relatif 70 kg polong/ha.
2.3PersiapanLahan

Pada tanah yangberstektur liat pengolahan tanah dilakukan secara sempurna sehingga tanahmenjadi gembur serta gynofor mudah kemasuk kedalam tanah. Pengolahan tanahdilakukan dua kali, yaitu termin pertama adalh memecahkan bongkahan besarsedangkan tahap kedua memperkecil bongkahan tadi supaya tanah sebagai gembur.sedangkan dalam tanah yg teksturnya berpasir pengolahan tanah relatif dilkukansatu kali yaitu menggunakan menggunakn bajak rotary kemudian mampu dibuat langsungdengan bedengan.
Bedengan sangat perludibuat agar flora tidak tergenang air dalam waktu musin hujan. Kemudian dengansaluran drainase yang baik serta genre air yg lancar bisa mencucuigaram-garam yang terdapat didalam tanah. Tinggi bedengan 20-30 cm lebar 100-120 cmuntuk mempermudah penyiangan.

2.4Penanaman

Penanaman kacang tanahdilakukan sebanyak 1 atau biji ke lubang tanam denagn kedalam 3 cm. Jarak tanamadalah 40x20 cm, 30x20 cm, 20x20 cm dan 40x10 centimeter. Waktu tanam yg baik untuklahan kering dalam awal isu terkini hujan dan dilahan sawah dapat dilakukan pada bulanApril-juni atau Julli-September.
2.5Pemeliharaan

a.penyulaman
Setelah dilakukanpenanaman yaitu satu minggu semudian perlu dilakukan penyulaman karena tidaksemua benih yang ditanam dapat utmbuh dengan baik. Hal ini lantaran terdapat benihtidak dapat tumbuh lantaran dimakan semut serta lantaran terlalu pada penanamannyasehingga kecambah nir mencapai bagian atas tanah.
b.penyiangandan Pembubunan
Penyiangan dilkukan 2kali umur tiga serta 7 minggu setelah tanam, dilkukan menggunakan hati-hati supaya tidakmerusak bunga dan polong. Penyiangan ini bertujuan buat menghindari persaingancahaya dan unsur hara antara tanaman kacang tanah dengan rumput. Pembubunandilakukan bersamaan menggunakan waktu penyiangan, buat menutup bagian perakaran danjuga untuk mempermudah bakal buah masuk kedalam tanah, apabila bakal buah initidak dapat masuk kedalam tanah maka polong nir akan terbentuk karena bakalbuah tadi akan menjadi layu.


c.pengairan
Tanaman kacang tanahtidak menghendaki air yg mengenang, fase kritis buat kacang tanh merupakan faseperkecambahan, fase pertumbuhan dan fase pengisian polong. Waktu pengairan yangbaik merupakan pagi serta sore hari dengan menyiram sampai tanah telah cukup basah,penyirman ini dilakukan dalam waktu nir ada hujan.
d.pemupukan
Pemupukan pada kacangtanah adalah sangat penting. Lantaran kacang tanh adalah salah jenis tanamanyang rakus terhadap unsur hara, namun demikian anjuran pemupukan terhadapkacang tanah diadaptasi dengan taraf kesuburan tanah. Adapun dosisnya adalahpupuk Urea 50kg/ha, Sp36 100kg/ha, KCl 75 kg/ha, pupuk sangkar 10 ton/ha.
Pemukan dilakuakndengan larikan diantara barisan tanaman ataupun dengan tugal diantara tanamankacang tanah. Bisa pula dilkukan dengan membuat larikan diseliling tanamankacang tanah.
2.6PengendalianHama serta Penyakit

1.ulatGrayak
Gejala serangannyaadalah ulat memakan epidermis daun serta tulang secara berkelompok.pengendaliannnya merupakan membersihkan gulma, menanam serentak, pergilirantanaman dan penyemprotan dengan pestisida.



2.ulatPenggulung Daun
3.gejalaserangannya adalh daun menggulung menguning akhirnya mengering. Pengendaliannyamembersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran flora dan penyemprotandengan pestisida.
4.penyakitLayu
Penyebabnya bakterixanthomonas solanacearum. Gejalanya daun terkulai seperti disiram air panas,akhirnya meninggal. Jika dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu danbila dipijit keluar lendir kekuningan akhirnya akar tumbuhan membusuk.pengendaliannya dengan melakukan pergiliran tumbuhan, pakai varietas yangtahan dan melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida.
5.penyakitBercak daun
Penyebabnya adalahjamur cercospora personata. Gejala yg muncul daun bercak-bercak ukuran 1-5mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Bercak yg ditimbulkanpada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah daun hitan. Ditengah bercak daunkadang-kadang masih ada bintik hitam dari conidiospora. Cendawan ini muncul padatanaman umur 40-50 hari. Cendawan ini bisa dikendalikan menggunakan melakukanpergiliran tanaman , menanam vaietas unggul, mencabut tanman yg terserang danmelakukan penyemprotan denagn fungisida.
2.7Panendan Pasca Panen

Penentuan saatpanenyang tapat wajib disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk kacang tanah.pedoman biasanya yang digunakn sebagai kriteria panentuan ketika panen padakomoditi kacang tanah adalah abagian besar daun mnguning dan gugur (rontok).tanaman berumur 85-110 hari tergantung varietasnya, sebagian besar polongnya(80 %) telah tua, kulit polong relatif keras serta berwarna coklat kehitam-hitaman,kulit biji tipis serta mengkilap serta rongga polong telah berisi penuh denganbiji.
Panen dilakukan denganmencabut batang tanaman secara hati-hati supaya polongnya nir tertinggal dalamtanah. Jika penanaman kacang tanah dalam tanah yang terliat, sebaiknya lahankacang tanah akan diapnen disiram terlebih dahulu satu sebelum panen untukmempermudah proses pencabutan.
Setelah dipanenbrangkasan kacang tanah dipotong > 10 cm kemudian dibersihkan. Pemipilandilakukan menggunakan tangan, pengeringan dilkukan dengan penjemuran dibawah sinarmatahari sampai kadar airnya 9-12 %. Penyimpanan kacang tanah dilakuakn dengankebutuhan, apabila kacang tanh disimpan buat dijadikan benih dalam musim tanamyang akan datang maka kacang tanah akan disimpan dalam wadah yang bersih dankering dan rapat udara. Kadar air yang disimpan benih 9-12 %. Diharapkandengan penyimpanan misalnya daya tumbuh tanamn akan permanen stabil. Lamapenyimpanan buat kebutuhan benih adalah aporisma 6 bulan.  







BUDIDAYA KACANG HIJAU

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Tanamankacang hijau merupakan flora kacang-kacangan yang memilki nilai ekonomistinggi serta memiliki nilai gizi yg tinggi jua. Kebutuhan akan kacang hijuatidak akan pernah hais karena setiap prang bisa mengkonsumsi kacang hiajuadalam bentuk apapun baik banyak sekali macam olahan kuliner.
Ketergantunganterhadap Kacang Hijau sangat memprihatinkan, lantaran seharusnya kita mampumencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas rendah serta semakin meningkatnyakebutuhan kedelai. PT. Natural Nusantara berusaha membantu dalampeningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian lingkungansehingga kita mampu bersaing di era pasar bebas.
1.2Tujuan
Adapuntjuan adalah sebagai berikut :
1.unutkpedoman teknis bagi petani dalam melaksanakan budidaya kacang hijau.
2.untukmeningkatakan produktifitas kacanghijau ditinhgkat petani dan dapt meningkatkanpendapatnnya.


II.BUDIDAYAKACANG HIJAU
2.1PengolahanTanah
Kacang hijau adalah tumbuhan yangtumbuh didaerah tropis, ketinggian tanah yang cocok buat flora ini yaitu 500m dpl. Suhu yang dibutuhkan buat budidayakacang hijau ini suhu yg panas. Pada ekspresi dominan hujan, pertumbuhanvegetative sangat cepat sebagai akibatnya gampang rebah. Tanah yg cocok untuk budidayakacang hijau merupakan yang mempunyai pH 5,8. Apabila pH kurang menurut lima, tanahsebaiknya di beri kapur terlebih dahulu, menggunakan waktu dua-4 minggu sebelumpenanaman.
Kacang hijau menyukai tanah gembur dengan saluran pembuangan air yg baik.tanah sawah bekas padi bisa digunakan buat huma penanaman kacang hijau, dansisa-residu tumbuhan padi misalnya jerami bisa langsung dibenamkan.
Pengolahan kering dilakukan dengan cara mencangkul atau dibajak agar dapatdiratakan. Dan setiap lima-6 m dibentuk saluran pengairan. Pada huma kemarau, kacanghijau ditananam dalam akhir demam isu hujan. Dan flora ini mampu ditanam secaratumpang sari menggunakan flora jagung atau umbi kayu.
2.2Penanaman
Pembuatan lubang tanam dilakukandengan cara menggunakan alat tugal bermata tiga. Fungsi berdasarkan tugal bermata tigayaitu lubang pertama untuk menanam bibit kacang hijau, serta lubang yang kedua danketiga untuk lubang pupuk. Lubang tumbuhan memiliki kedalaman 4 centimeter serta lubangpupuk sedalam 7-10 cm. Jeda antara lubang tanam serta lubang pupuk 7-10 cm.
Untuk lahan yg belum pernah ditanami kacang sebelumnya, maka wajib dilakukaninokulasi bakteri. Caranya, yaitu benih kacang dibasahi dengan air secukupnyadan dicampur secara merata menggunakan legin 10 gram dan sedikit dibasahi. Selama1-4 jam diangin-anginkan. Benih yang telah dionokulasi segera ditanam.
Tanah yang telah biasa ditanamikacang hijau telah poly mengandung bakteri Rhizobium. Hal ini akan lebihpraktis, lantaran untuk mengejar saat dan bakteri rhizobium mudah sudah ada didalam tanah.
Setelah tanah sudah dilubangi, kemudian masukan benih pada lubang pertama,setiap lubang diisi dengan 2 butir benih dan diikutii menggunakan memasukan pupukpada lubang du serta 3 serta metupnya dengan tanah.
Sedangkan jeda yg umum digunakan yaitu panjang 20-20 cm serta lebar 10-20 cm.bila ditanam dalam animo penghujan umumnya jaraknya 40 x 15 cm. Sedang jikaditanam pada isu terkini kemarau 25 x 25 centimeter atau 30 x 20 cm.
2.3 Pemeliharaan Tanaman

1.pengairan

Pengairan dalam kacang hijau diharapkan terutama pada huma sawah irigasi,terutama pada saat tumbuhan mengalami masa pertumbuhan vegetative. Jika ditanampada sawah tadah tidak perlu diberi air. Sebab tanah masih lembap jika ditanampada saat masih hujan. Kacang hijau pada masa generative sedikit memerlukanair.
2.penyulamandanPenyiangan
Penyulaman dapat dilakukan sehabis flora berumur 17 hari sehabis penanamandilakukan. Penyulaman dilakukan menggunakan cara menyediakan tumbuhan cadangan yangditanam di luar area tumbuhan. Penyulaman dilakukan apabila 5% lubang tanaman tidakditumbuhi flora paripurna.
 Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Pertama waktu tanaman sudahberumur 2 minggu dan kedua pada ketika berumur satu bulan. Penyiangan dilakukanuntuk membersihkan tanaman pengganggu atau gulma.
3.pemuupukan

Pemupukan dilakukan dua kali, pertama diberikan dalam ketika tanam, dan yg keduadiberikan menjelang tanaman berbunga atau pada ketika tumbuhan umur satu bulan.dosis pupuk yang diberikan adalah urea 50-100 kg/ha TSP 100 kg/ha dan KCL 50-75kg/ha. Cara pemupukan, pertama pupuk dimasukan ke lubang lalu ditutupdengan tanah jeda lubang pupuk 5-6 centimeter. Kemudian lubang kedua yang jaraknya 10cm kemudian tutp dengan tanah. Pupuk jangan hingga kontak pribadi denganbenih, karena perkecambahan akan terhambat.

2.4 Pengendalian Hama serta Penyakit
1.lalat kacang
: ciri-cirinya tubuh kecil berukuran 1,lima mm, rona hitammengkilap, siang hari bersembunyi pada pada rumput, serta kepongpongnya atau pupaberwarna coklat.
Dampak pada tumbuhan, terdapat bercak-bercak dalam daun pertama, polong yangdiserang gugur, daun mulai layu dan kekuning-kuningan, flora akan tewas saatberumur 3-4 minggu. Pengendaliannya, tanam serempak, tanam gilir, benih masukankedalam lubang menggunakan insektisida butiran misalnya furadan 3G, serta penyemprotandengan insektisida misalnya Thiodin 35 EC mulai umur 3 hari.
2.ulat Jengkal
: ciri-cirinya, tubuhnya berwarna hijau, ukurannya dua-3cm, dan jalannyamenyungkal. Dampak dalam flora, menyerang flora yang sudahtua, serta menyerang daun hingga tulang daun. Pengendaliannya, musnahkan telurdan larvanya, tanam gilir, tanam serempak, serta penyemprotan pestisida, sepertiDekametrin, azodrin 15 WSG, atau Dursbori 20 EC.
3.penggerek Polong : ciri-cirinya, larva berwarna merah kebiruan padawaktu kecil, dan sehabis besar berwarna hijau, dan bentuk larva gemuk licin.
Dampak dalam tumbuhan, menciptakan lubang pada polong, memakan biji, gejala bercakhitam, adanya lubang bulat pada polong, dan biji dalam polong habis dimakan. Pengendaliannya,tanam serempak, tanam gilir, pengaturan saat yang tepat, menghentikan penanamanselama dua tahun jika hama poly, serta penyemprotan dengan pestisida, sepertiazodrin 15 WSC atau Sihalotrin.
4.ulat penggulung daun
: ciri-cirinya, ulat berwarna hijau jelas, dankupu-kupu mini berwarna coklat belia. Dampak pada tanaman , daun menggulung kedalam/keriting karenasel-sel bagian atasnya mengerut serta menurunkan output,karena proses fotosintesis terganggu. Pengendaliannya,  membuang daun yangmenggulung, mematikan ulatnya, dan menyemprot pada saat berumur 3 minggudenga  Fungisida Benlate 50 WP sebesar 1 gram/liter air, dan setiap 10hari dalam umur 30-50 disemprot menggunakan ½ gram per liter air.
5.bercak daun

, pengendaliannya memotong daun dan lakukanpenyemprotan dengan Benlate 50 WP sebanyak 0,5 gr/liter pada usia 30 serta 40hari.
6.karat daun

, pengendaliannya menaman varietas tahan penyakit, danlakukan penyemprotan menggunakan fungisida setiap 10 hari mulai 25 hari hingga 45hari menggunakan Bayleton 2 gr/dua cc/liter air.
7.kudis,
pengendaliannya penanamn varietas tahan penyakit,flora dicabut serta dibakar, dan penyemprotan pestisida secara teratur menggunakan Bavistin, Topsin M 70 WP dalam umur 20 hari, 30 hari, dan 50 hari.
8.embun tepung,
 penngendaliannya dengan menanam varietas yangtahan penyakit, dan menyemprotkan fungisida seperti Benlate 50 WP 1 gr/literair ketika flora usia 3 minggu.
9.mozaik kacang hijau,
penanggulangannya menggunakan menanam varietas tahanpenyakit, tanam gilir, mencabut serta membakar tumbuhan yang terserang, danmemberantas vector dengan insektisida.
2.6 Panen dan Pascapanen

Umur kacang hijau umunya 58-85 hari, pemungutan panen bisa dilakukan ketikasebagian besar polong sudah kemarau dan mudah pecah, panen dilakukan dengandipetik dan dilakukan dalam pagi hari.
Polong yg sudah dipetik kemudian dijemur sesudah kuning masukan kedalamkarung dan dipukul-pukul supaya biji terlepas dari polong, serta setelahn itulakukan penapian buat memisahkan biji-biji yang rusak.
Biji yg telah higienis lalu dijemur lagi hingga 2-3 hari. Biji kemudiansimpan pada kaleng. Berilah abu dapur atau insektisida supaya nir diseranghama serbuk.
III.KESIMPULAN
Adapunkesimpuln adalah menjadi berikut :
1.tanamankacangn hijau adalah termasuk jenis flora leguminose dan snagat gampang tumbuhpada jeis tanah apa saja.

2.tekinisbudidaya tanman kacang hijau snagat mudah tidak ada yg butuh perahatianekstra pada masing-masing termin budidayanya.

BUDIDAYA KACANG KAPRI

I.PENDAHULUAN

1.1Latar  Belakang

Kapri atau kacang kapri (Pisum sativum L.) sativum, masuk suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan sejenis tumbuhansayur yg gampang dijumpai pada pasar dan pasar swalayan. Kapritermasuk dalam golongan sayur buah, adalah buahnya yg dimakan sebagai sayur serta tidakdigolongkan sebagai butir-buahan. Buah ini, yang bertipe polong (legume), dipanen saat masih belia serta bijinya belum berkembangpenuh, sebagai akibatnya berbentuk pipih dan masih lunak. Dikonsumsi sbg adonan sayur (sop,sambal goreng hati, dll) Kacang polong/ercis (PisumsativumL).,masuk suku polong-polongan atau Fabaceae adalah tanaman pembuat sayuran berupa biji berwarnahijau. Ercis didatangkan oleh penjajah Belanda keIndonesia karena sayuran ini populer di Eropa sebagaibagian berdasarkan salad atausup. Nama "ercis" adalah pinjaman daribahasa Belanda (erwtjes, "ercis kecil
1.2Tujuan

Adapuntujuna adalah menjadi berikit :
1.untukmenjadi panduan petunjuk teknis bagi pelaku utama dalam melksanakan budidayatanaman kacang kapri.
2.untukmemiotivasi agat dapat menaikkan produksi kacang kapri karena harganyasangat mahal.



II.BUDIDAYAKACANG KAPRI

2.1 Syarat tumbuh tumbuhan kapri (peas)
Suhu homogen-homogen optimum buat pertumbuhan vegetatif tanaman kapri adalah13-18°C; dalam suhu pada atas 29°C, pertumbuhan flora praktis terhenti. Tanamanini sangat tanggap terhadap suhu, khususnya selama perkembangan vegetatif, danwalaupun adalah sayuran iklim dingin, flora ini peka terhadap bunga es.bunga dan polong lebih rentan terhadap kerusakan dampak bunga es ketimbang daundan btg; tanaman muda lebih toleran terhadap suhu rendah. Suhu yang agaktinggi pula memperpendek ketika buat berbunga, namun suhu pada atas 30°C dapatmenyebabkan aborsi bunga atau bakal buah. Fluktuasi suhu harian sedang biasanyameningkatkan pertumbuhan tanaman .
2.2media tanam kapri (peas)
Kapri masih satu jenis dengan
ercis serta termasuk keliru satu sayuran yang paling awal dikonsumsi manusia.tanaman init tumbuh merambat seperti semak sehingga dibutuhkan tiang (lanjar)penopang dalam budidayanya. Biasanya tiang penopang ini di buat berdasarkan bambu yangdi belah tipis dan ditancapkan pada media tanamnya (sekitar tumbuhan). Bijiditanam dengan cara pada masukan ke pada lubang yang telah disiapkan. DiIndonesia khususnya di pulau Jawa cara melubangi media tanam dilakukan dengancara pada tugal (melubangi dengan kayu panjang /tugal). Karena media tanamnya wajib gembur maka mudah buat membuat lubang dengan tugal .
Untuk memperoleh hasil panen yang baik maka media tanam harus berupa bedengandengan tinggi media tanam sekitar 20 - 30cm, di maksudkan izin tanamantidak terendam genangan air hujan dari curah hujan yang hiperbola, karenatanaman sanggup jadi layu serta membusuk. Dan buat yg output yg terbaik, makamedia tanam wajib di tutupi mulsa plastik hitam perak, agar pertumbuhan gulmabisa pada kendalikan serta pemupukan tumbuhan bisa lebih optimal.
Media tanam dicampur pupuk kandang diubahsuaikan menggunakan luas lahan yangdipergunakan. Lahan pada cangkul buat lalu digemburkan serta pada berikan merata pupukkandang yg telah disiapkan. Setelah merata baru kemudian di bentukbedengan-bedengan.
Pemupukan flora diberikan umumnya dengan pupuk N P K mutiara menggunakan caramelubangi sekitar tanaman serta membenamkan pupuk tadi. Hal ini untukmemaksimalkan fungsi pupuk bagi tumbuhan serta pemberian pupuk lebih efektive jugatidak boros.
2.3Pembibitan
Benih bermutu baik bila utuh, tidak cacat, belumkadaluarsa, tidak mengandung campuran dengan biji atau benda lain, dayakecambah tinggi (> 80%), serta bebas menurut penyakit bawaan berbahaya. Pembenihandilakukan dengan mengeluarkan benih berdasarkan polong lalu dikeringkan selama 3hari bila surya bersinar penuh atau hingga polong cukup kering, sehinggatingkat kadar air benih dibutuhkan hanya kurang lebih 10-15%. Benih dipilih untukmendapatkan benih yg baik dan ditempatkan pada wadah tertutup rapat.selanjutnua benih disimpan di tempat yang kemarau dan tidak terkena sinarmatahari. Bibit yang dipakai nir perlu disemai, namun eksklusif ditanampada huma yg sudah disiapkan
2.4PengolahanTanah
Tanah yang dibutuhkan merupakan tanah yang gembur, denganpengolahan atau penyiangan rumput atau tumbuhan liar terlebih dahulu gunasirkulasi udara pada tanah. Setelah huma bersih, tanah dicangkul atau dibajakdengan kedalaman 30 cm, selanjutnya diratakan. Setelah digembur serta diratakantanah dibentuk sebagai bedengan dengan lebar sekitar 50 centimeter serta bedengan dibuatmemanjang ke arah timur-barat guna menerima sinar mentari yang optimal. Jarakantar bedengan yg dipisahkan sang parit saluran air dibentuk lebih kurang 25-30 cmdengan tinggi bedengan lebih kurang 25 cm.
2,5Penanaman
Jarak tanam antar lubang adalahsekitar 15-20 cm, sedangkan jeda antar barisan 50 centimeter. Kemudian benih kapriditanam ke pada lubang dan ditutup balik menggunakan tanah. Benih kapri kelihatantumbuh 5 hari kemudian
2.6Pemeliharaan
Pengendalian gulma dilakukan denganpenyiangan dua kali selama masa pertumbuhan dalam ketika tanaman berumur kurang lebih 3minggu dan 6 minggu menggunakan bantuan kored atau dengan dicabut. Pemberian pupukkandang dilakukan dua-tiga minggu sebelum tanam menggunakan takaran 10-15 ton per hektaratau 1-1,5 kg/m2. Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan dalam pagiatau sore hari. Penggemburan tanah dilakukan buat menggemburkan tanah yangmemadat pada sekitar tumbuhan dampak siraman hujan dan penyinaran matahari.pemangkasan pucuk-pucuk kapri dilakukan sebesar 2 kali yaitu setelah tanamanberumur tiga serta 5 minggu. Tanaman kapri memiliki sulur dan tumbuh merambat, olehkarena itu perlu ditambahkan tongkat penopang  atau lanjaran untukmerambatkan flora. Pemasangan lanjaran ini sebaiknya dilakukan dalam saattanaman berumur tiga minggu atau jika tingginya telah sekitar 15 cm. Lanjaran yangdigunakan dapat berupa bambu menggunakan panjang kurang lebih 150 centimeter serta ditancapkan disamping tanaman . Perkiraan dosis serta saat aplikasi pemupukan bisa dilihatpada table berikut ini:
Umur/kg/ha/demam isu tanam
Urea
SP36
KCl
Sebelum Tanam
124
250
180
3 minggu selesainya tanam
124
Pemupukan tambahan berupa pupuk daundiberikan dengan cara penyemprotan pada bagian atas bawah daun serta dilakukan padapagi atau sore hari pada umur 20-30 hari setelah tanam.
2.7Panen
Panen kapri polong belia dilakukanketika umur flora mencapai 60 hari, sedangkan biji kapri menggunakan polong penuhdan warnanya masih hijau berumur kurang lebih 70 hari.




III . KESIMPULAN

Adapunkesimpilan merupakan sebagi berikut :
1.tanamankacang kapri merupakan tnaman sayuran yg memiliki nilai irit tinggi karenaharganya mahal dan nir disemua pasar tradiaional ada penjualnya.

2.tanamankacang kapri sanagt gampang melakukan budidaaya dan nir ada tahapan bididayayang memerlukan perlakuan spesifik. 

BUDIDAYA JERUK


1. JENIS TANAMAN

Klasifikasi nabati flora jeruk merupakan sebagai berikut:
Divisi               : Spermatophyta
Sub divisi        :Angiospermae
Kelas               : Dicotyledonae
Ordo                : Rutales
Keluarga          : Rutaceae
Genus              : Citrus
Spesies            : Citrussp.

Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan pada Indonesia adalah jerukKeprok (Citrus reticulata/nobilis L.), jeruk Siem (C. Microcarpa L. DanC.sinensis. L) yang terdiri atas Siem Pontianak, Siem Garut, Siem Lumajang,jeruk manis (C. Auranticum L. Dan C.sinensis L.), jeruk sitrun/lemon (C.medica), jeruk besar (C.maxima Herr.) yg terdiri atas jeruk Nambangan-Madiumdan Bali. Jeruk buat bumbu masakan yang terdiri atas jeruk nipis (C.aurantifolia), jeruk Purut (C. Hystrix) serta jeruk sambal (C. Hystix ABC). Jerukvarietas introduksi yang poly ditanam merupakan varitas Lemon serta Grapefruit.sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem, jeruk baby, keprok medan, bali,nipis serta purut.

2. MANFAAT TANAMAN

1)    Manfaattanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan, dimana             kandungan vitamin C yg tinggi.
2)    DiBeberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk, gula tetes,alkohol
       danpektin menurut butir jeruk yg terbuang. Minyak kulit jeruk dipakai buat membuat        minyak wangi, sabun wangi, esens minumandan untuk campuran kue.
 3)   Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obattradisional penurun
       panas,pereda nyeri saluran napas permukaan dan penyembuh radang mata.

3. SENTRA PENANAMAN

Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat),Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu (Jawa Timur), Tejakula (Bali), Selayar(Sulawesi Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat) serta Medan (Sumatera Utara).karena adanya agresi virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration), beberapasentra penanaman mengalami penurunan produksi yg diperparah lagi sang sistemmonopoli tata niaga jeruk yang saat ini nir berlaku lagi.


4. SYARAT TUMBUH

4.1. Iklim
1)    Kecepatanangin yang lebih menurut 40-48% akan merontokkan bunga serta buah. Untuk          wilayah yang intensitas serta kecepatananginnya tinggi tanaman resistor angin lebih baik        ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
2)    Tergantungpada spesiesnya, jeruk memerlukan lima-6, 6-7 atau 9 bulan basah (musim            hujan). Bulan basah ini diperlukanuntuk perkembangan bunga serta buah supaya tanahnya           tetap lembab. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukanair yg cukup terutama di         bulanJuli-Agustus.
3)    Temperaturoptimal antara 25-30 derajat C tetapi ada yang masih dapat tumbuh normal
       pada38 derajat C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.
4)    Semuajenis jeruk nir menyukai tempat yg terlindung berdasarkan sinar mentari .
5)    Kelembabanoptimum buat pertumbuhan tumbuhan ini lebih kurang 70-80%.

4.2. Media Tanam
1)       Tanah yg baik merupakan lempung sampailempung berpasir menggunakan fraksi liat 7-27%,          debu25-50% dan pasir < 50%, cukup humus, rapikan air serta udara baik.
2)       Jenis tanah Andosol serta Latosol sangatcocok buat budidaya jeruk.
3)       Derajat keasaman tanah (pH tanah) yangcocok buat budidaya jeruk adalah 5,5–6,5         denganpH optimum 6.
4)       Air tanah yg optimal berada padakedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah.
          Pada animo kering 150 cm serta padamusim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air
          yg mengandung garam lebih kurang 10%.
5)       Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik didaerah yang memiliki kemiringan kurang lebih       300.

4.3. Ketinggian Tempat
Tinggi tempat dimana jeruk dapatdibudidayakan bervariasi dari dataran rendah hingga tinggi tergantung padaspesies:
1)    JenisKeprok Madura, Keprok Tejakula: 1–900 m dpl.
2)    JenisKeprok Batu 55, Keprok Garut: 700-1.200 m dpl.
3)    JenisManis Punten, Waturejo, WNO, VLO: 300–800 m dpl.
4)    JenisSiem: 1–700 m dpl.
5)    JenisBesar Nambangan-Madiun, Bali, Gulung: 1–700 m dpl.
6)    JenisJepun Kasturi, Kumkuat: 1-1.000 m dpl.
7)    JenisPurut: 1–400 m dpl.




5. PEDOMAN BUDIDAYA
1) Persyaratan Bibit

Bibit jeruk yang biasa ditanamberasal menurut perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Bibit yangbaik adalah yg bebas penyakit, mirip menggunakan induknya (true to type), fertile,berdiameter batang 2-tiga centimeter, bagian atas btg halus, akar serabut poly, akartunggang ukuran sedang dan mempunyai sertifikasi penangkaran bibit.

2) Penyiapan Bibit

Bibit yg biasa digunakan untukbudidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif serta vegetatif.

3) Teknik Penyemaian Bibit

a) Cara generatif
Biji diambil menurut butir dengan caramemeras butir yg telah dipotong. Biji dikeringanginkan
di loka yang tidak disinari selama2-tiga hari sampai lendirnya hilang. Areal persemaian  memiliki tanah yg fertile. Tanah diolahsedalam 30-4- cm serta dibuat petakan persemaian
berukuran 1,15-1,20 m membujur dariutara ke selatan. Jarak petakan 0,lima-1 m. Sebelum ditanami, tambahkan pupukkandang 1 kg/m2. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam
1-1,5 x 2 centimeter serta pribadi disiram.setelah tanam, persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15x 35 cm sehabis tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibagadalah campuran pupuk sangkar serta sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir(1:1:1).

b) Cara Vegetatif
Metode yang lazim dilakukan adalahpenyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk ke 2 cara ini perludipersiapkan btg bawah (onderstam/rootstock) yg dipilih berdasarkan jenis jerukdengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahankekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda.varietas btg bawah yg biasa dipakai sang penangkar adalah Japanesecitroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange serta Carizzo citrange.

c) Fase pembibitan
Semprotkan/siramkan larutanMiG-6PLUS (10 ml MiG-6PLUS: maks dua
liter air) berikan secukupnya padamedia bibit tanaman yang masih ada pada polybag, kemudian ulang setiap 10 - 14hari sekali.




4. Pengolahan Media Tanam

Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng.apabila ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Lahan yang akanditamani dibersihkan menurut tanaman lain atau residu-residu tanaman . Jarak tanambervariasi buat setiap jenis jeruk dapat dipandang dalam data ini dia:
1)    Keprokdan Siem : jarak tanam 5 x 5 m
2)    Manis: jeda tanam 7 x 7 m
3)    Sitrun(Citroen) : jeda tanam 6 x 7 m
4)    Nipis: jeda tanam 4 x 4 m
5)    Grapefruit : jarak tanam 8 x 8 m
6)    Besar: jeda tanam (10-12) x (10-12) m

Lubang tanam hanya dibentuk dalam tanah yang belum diolah serta dibentuk 2minggu sebelum tanah. Tanah bagian dalam dipisahkan menggunakan tanah berdasarkan lapisanatas tanah (25 centimeter). Tanah asal dari lapisan atas dicampur menggunakan 20 kg pupukkandang. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Bedengan(guludan) ukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat bila jeruk ditanam di tanah sawah.

5. Teknik Penanaman

Bibit jeruk dapat ditanam pada ekspresi dominan hujan atau musim kering jikatersedia air buat menyirami, namun usahakan ditanam diawal musim hujan.sebelum ditanam, perlu dilakukan:
1) Pengurangan daun dan cabang yangberlebihan.
2) Pengurangan akar.
3) Pengaturan posisi akar agarjangan ada yang terlipat.

Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami,daun kelapa atau daun-daun yg bebas penyakit pada sekitarnya. Letakkan mulsasedemikian rupa supaya nir menyentuh btg buat menghindari kebusukan btg.sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanamansela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman seladiganti oleh rumput/tanaman legum epilog tanah yg sekaligus berfungsisebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

6. Pemeliharaan Tanaman

1) Penyulaman
Dilakukan pada tumbuhan yang tidaktumbuh.

2) Penyiangan
Gulma dibersihkan sinkron denganfrekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan jua dilakukan penyiangan.


3) Pembubunan
Jika ditanam di tanah berlereng,perlu diperhatikan apakah terdapat tanah di lebih kurang perakaran yg tererosi.penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.

4) Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untukmembentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang
sakit, kering serta tidakproduktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunaspada jeda seragam yg kelak akan membangun tajuk pohon. Pada pertumbuhanselanjutnya, setiap cabang mempunyai 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas lukapangkasan ditutup menggunakan fungisida atau lilin buat mencegah penyakit.sebaiknya celupkan dulu gunting potong ke dalam Klorox/alkohol. Ranting yangsakit dibakar atau dikubur pada tanah.

5) Pemupukan
Pemberian jenis pupuk dan takaran(gram/tumbuhan) selesainya penanaman merupakan menjadi
berikut:
a) 1 bulan: Urea=100; ZA=200;TSP=25; ZK=100; Dolomit=20; P.sangkar=20 kg/tan.
b) dua bulan: Urea=200; ZA=400;TSP=50; ZK=200; Dolomit=40; P.kandang=40 kg/tan.
c) 3 bulan: Urea=300; ZA=600;TSP=75; ZK=300; Dolomit=60; P.sangkar=60 kg/tan.
d) 4 bulan: Urea=400; ZA=800;TSP=100; ZK=400; Dolomit=80; P.kandang=80 kg/tan.
e) lima bulan: Urea=500; ZA=1000;TSP=125; ZK=500; Dolomit=100; P.kandang=100 kg/tan.
f) 6 bulan: Urea=600; ZA=1200;TSP=150; ZK=600; Dolomit=120; P.kandang=120 kg/tan.
g) 7 bulan: Urea=700; ZA=1400;TSP=175; ZK=700; Dolomit=140;P.sangkar=140 kg/tan.;
h) 8 bulan: Urea=800; ZA=1600;TSP=200; ZK=800; Dolomit=160;P.kandang=160 kg/tan.
i) >8 bulan: Urea >1000;ZA=2000; TSP=200; ZK=800; Dolomit=200;P.sangkar=200 kg/tan.

6) Fase Sebelum Produksi
Larutkan pupuk hayati MiG-6PLUS(campur dengan air secukupnya) lalu siramkan di kurang lebih perakaran padamasing-masing pohon (disarankan untuk lubang dengan jeda 50cm menurut batangkedalaman 30cm, masukan larutan yg sudah dibuat tadi) ulangi setiap 4 bulansekali. Tahap ini kebutuhan pupuk biologi MiG-6PLUS sebesar tiga liter per ha/aplikasi

7) Fase Sebelum Produksi

larutkan pupuk biologi MiG-6PLUS(campur dengan air secukupnya) kemudian siramkan pada sekitar perakaran padamasing-masing pohon (disarankan buat lubang menggunakan jeda 50cm menurut batangkedalaman 30cm, masukan larutan yang sudah dibuat tadi) ulangi setiap 3 bulansekali. Tahap ini kebutuhan pupuk hayati MiG-6PLUS sebanyak 3 liter per ha/pelaksanaan 

BUDIDAYA BUNCIS

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Selainenak dinikmati menjadi lalapan, buncis jua berkhasiat mencegah serta mengobatiDiabetes Mellitus. Mungkin belum banyak orang yg memahami tentang manfaat
buncis, akan tetapi bagi mereka yg gemar memakan buncis, tanpa disadari sayuranberukuran mini ini dapat mencegah timbulnya Diabetes Mellitus.
     Setiap 1 liter darah insan sehat mengandung gulasekitar 800-1000 miligram. Hormon yg paling berperan pada dalam mengaturkadar gula merupakan hormone insulin.
Hormon ini dihasilkan secara alamiah oleh tubuh berdasarkan organ tubuh yang bernamapankreas. Pankreas terletak pada dekat hati. Hormon insulin bertugasmengatur supaya kadar gula pada darah tetap seimbang waktu tubuh dalam keadaantegang, lapar, ataupun kenyang.. Kadar gula akan naik apabila gula yg berasaldari makanan atau miniman yg masuk ke pada tubuh sudah masuk melalui dindingusus. Saaat inilah pankreas akan membuat insulin. Seseorang akan
menderita Diabetes Mellitus bila pankreasnya hanya dapat menghasilkan insulindalam jumlah yg sedikit, atau mungkin pankreasnya nir sanggup menghasilkaninsulin sama sekali.    

1.2Tujuan

Adapuntujuan adalah sebagi berikut :
1.untuksebagai petunjuk bagi pelaku utama pada melakukan bisnis budidaya tanamanbuncis.
2.agarpelaku primer dapat lebih tahu budidaya teknis sebagai akibatnya dapat meningkatkanproduksi seoptimal mungkin.

II.BUDIDAYABUNCIS

2.1Pembibitan
üPersyaratanBenih/Bibit
    Apabila akan mengusahakan suatu bisnis pertanaman, maka hal pertama yg perludilakukan merupakan pemilihan benih. Benih yg digunakan wajib sahih-sahih benihyang baik. Benih yg baik berasal berdasarkan pohon induk yg baik. Benih yang baikharus mempunyai persyaratan eksklusif yakni: memiliki daya tumbuh minimal80-85%, bentuknya utuh, bernas, rona mengkilat, nir bernoda coklat terutamapada mata bijinya, bebas dari hama serta penyakit, seragam, tidak tercampurdengan varietas lain, dan bersih berdasarkan kotoran. Benih yang baik memiliki dayatumbuh yg tinggi, dapat disimpan lama , tahan terhadap serangan hama dan penyakit,tumbuhnya cepat serta merata, dan bisa membuat tumbuhan dewasa yang normaldan berproduksi tinggi.
üPenyiapanBenih
    Memilih benih yang baik agak sulit. Karena itu disarankan untuk membeli benihyang bersertifikat. Benih ini sudah diuji coba oleh balai pengujian benih,sebagai akibatnya dijamin kualitasnya. Benih bersertifikat sudah poly dijualditoko-toko wahana pertanian.
    Benih buncis yg diharapkan dalam jumlah eksklusif, tetapi kadang-kadang benihyang dibeli jumlahnya melebihi yg dibutuhkan. Sehingga, masalahnya sekarangadalah bagaimana menyimpan kelebihan benih itu. Cara menympannya menggunakan memberisuhu 18-20 derajat C menggunakan kelembaban relatif 50-60 %. Kandungan air benihjuga sangat menentukan terhadap keawetan simpan benih. Kandungan yg baikuntuk menyimpan benih lebih kurang 14%. Jika persyaratan diatas terpenuhi maka dayasimpan benih buncis bisa mencapai 3 tahun.

2.2Pengolahan Media Tanam
    Selanjutnya buat memudahkan pekerjaan pemeliharaan dibentuk bedengan-bedengandengan berukuran panjang 5 meter, lebar 1 meter serta tinggi 20 cm. Jarak antarbedengan 40-50 cm, selain menjadi jalan juga buat saluran pembuangan air(drainase). Untuk areal yg nir begitu luas, mislnya tanah pekarangan, tidakdibuat bedengan tetapi menggunakan guludan tanah selebar 20 cm, panjang 5meter, tinggi 10-15 cm dan jeda antar guludan 70 cm.umumnya tanah pada Indonesiabersifat asam (pH <7). Untuk menaikkan pH tadi dibutuhkan pengapuran,memakai batu kapur kalsit, gips, kadolomite, atau batu kapur talk. Dosisuntuk menaikan pH sebanyak 0,1 sebanyak 480 kg/ha. Pemberian kapur sebaiknyadilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman, dengan cara sebagai berikut: Tanah digemburkan menggunakan mencakulnya, Kapur disebar merata.tanah dicangkulkembali supaya kapur dapat bercampur dengan tanah secara merata
    Untuk menaikkan kesuburan tanah bisa dilakukan menggunakan pemberian pupukkandang atau kompos sebesar 15-20 kg/10 m2 atau kira-kira 3 kaleng penuh bekasminyak tanah. Pemberian pupuk kandang dimaksudkan buat memperbaiki strukturtanah agar lebih gembur, airasi dan drainase lebih baik. Cara menempatkan pupukkandang juga pupuk organik artinya menggunakan menaburkan disepanjang larikan.
   Saatpemberian pupuk dasar, dapat pula dilakukan hadiah pestisida organik untuknematoda. Nematoda Meloidogyne sp. Acapkali menyerang buncis.
2.3Penanaman
    Air yang diperlukan buncis hanya secukupnya, sebagai akibatnya ketika menanam yg palingbaik yaitu waktu peralihan. Hal ini sangat cocok buat fase pertumbuhan buncis,serta fase pengisian dan pemasakkan polong. Pada fase ini pada khawatirkan akanterjadi serangan penyakit bercak apabila curah hujannya terlalu tinggi. Untukmengatasi curah hujan yang terlalu tinggi dapat dibentuk saluran-salurandrainase, ini bila penanamannya dilakukan dalam isu terkini hujan. Sebaliknya, padamusim kemarau perlu dilakukan penyiraman sesering mungkin terutama dalam saatawal perkecambahan.
üPenentuanPola Tanam
    Tanaman buncis ditanam menggunakan pola pagar atau barisan lantaran penanamannyadilakukan pada bedengan atau guludan. Pada pola ini, jeda antar tanaman lebihsempit daripada jeda antar barisan tanamannya. Dengan pola tanam barisan akanmempermudah pekerjaan selanjutnya, misalnya pemeliharaan, pengairan, pemupukan,pembumbunan serta panen.
    Jarak tumbuhan yang digunakan merupakan 20 x 50 cm, baik buat tanah datar atautanah miring. Dan bila kesuburan tanahnya tinggi, maka sebaiknya menggunakanjarak tanam yg lebih sempit lagi, yaitu 20 x 40 centimeter. Hal ini dimaksudkan untukmenghindari tumbuhnya gulma, lantaran gulma akan lebih cepat tumbuh dalam tanahyang fertile. Penentuan jeda tanam ini harus sahih-benar diperhatikan karenaberhubungan menggunakan tersedianya air, hara dan cahaya matahari.
üPembuatan Lubang Tanam
    Setelah menentukan jeda tanam, lalu membuat lubang tanam menggunakan caraditugal. Agar lubang tanam itu lurus, sebelumnya dapat diberi pertanda denganajir, bambu, penggaris atau tali. Tempat yg diberi indikasi tadi jugaditugal. Kedalaman tugal 4-6 centimeter buat tanah-tanah yang remah serta gembur,sedangkan buat tanah liat bisa dipakai berukuran 2-4 centimeter. Hal ini disebabkanpada tanah liat kandungan airnya cukup banyak, sehingga dikhawatirkan benihakan busuk sebelum bisa berkecambah.


üCara Penanaman
    Tanaman buncis tidak memerlukan persemaian karena termasuk tanaman yang sukardipindahkan, sebagai akibatnya benih buncis dapat eksklusif ditanam di huma/kebun. Tiaplubang tanam dapat diisi 2-tiga butir benih. Setelah itu lubang tanam ditutupdengan tanah.
2.4Pemeliharaan Tanaman
üPenyulaman
    Berikutnya Biji buncis bisa tumbuh selesainya 5 hari semenjak tanam, benih yangtidak tumbuh wajib segera diganti (disulam) dengan benih yang baru. Penyulamansebaiknya dilakukan dibawah umur 10 hari sehabis tanam, supaya pertumbuhanbibit-bibit tidak tidak sinkron jauh dan memudahkan pemeliharaan.
üPengguludan
    Peninggian guludan atau bedengan dilakukan dalam saat tumbuhan berumur lebih 20dan 40 hari. Lebih baik dilakukan pada ketika musim hujan. Tujuan berdasarkan peninggianguludan merupakan buat memperbanyak akar, menguatkan tumbuhnya flora dan memeliharastruktur tanah.
üPemangkasan
    Untuk memperbanyak ranting-ranting supaya diperoleh butir yg poly, tanamanbuncis perlu dipangkas. Pemangkasan sebatas pembentukan sulurnya. Pelaksanaanpemangkasan dilakukan bila flora telah berumur dua dan lima minggu. Pemang-kasanjuga dimaksudkan buat mengurangi kelembapan di pada tanaman sebagai akibatnya dapatmenghambat perkembangan hama penyakit. Pucuk-pucuk tanaman hasil pangkasandapat digunakan sebagai sayuran.

üPemupukan
    Tindakan pemupukan dalam tumbuhan buncis perlu dilakukan dengan alasan haratanaman yg disediakan sang tumbuhan dalam jumlah yg terbatas. Sewaktu-waktuzat hara akan berkurang karena tercuci kadalm lapisan tanah, terbawa erosibersama larutan tanah, hilang melalui proses evaporasi (penguapan), dan diserapoleh tumbuhan. Apabila keadaan tersebut dibiarkan terus menerus tanpa adanyaperbaikan, maka makin lama persediaan hara dalam tanah makin berkurang sehinggatanaman tumbuhnya merana. Untuk mencukupi kebutuhan hara tersebut, perlutambahan dari luar melalui pemupukan. Diharapkan dengan pemupukan akanmengembalikan dan menaikkan kandungan hara pada tanah, sebagai akibatnya tanamanakan tumbuh fertile dan produksinya akan melimpah.
    Pemupukan ini bisa dilakukan dalam umur 14-21 hari setelah tanam, caranya cukupditunggal sekitar 10 cm dari flora. Setelah itu ditutup balik dengantunggal atau diinjak menggunakan kaki.
üPengairan
    Air yang diberikan alam sangat bervariasi serta seringkali nir sesuai dengankebutuhan tumbuhan. Untuk itu, diharapkan pengaturan pengairan. Biasanyapengairan dilakukan apabila penanamannya dilakukan dalam animo kering, yaitu padaumur 1-15 hari. Pelaksanaannya dilakukan 2 kali sehari, setiap pagi serta sore.bila penanamannya dilakukan pada isu terkini hujan, yang perlu diperhatikan adalahmasalah pembuangan airnya. Kelebihan air bisa disalurkan melalui parit-parityang telah dibentuk di antara bedengan atau guludan.



2.5Pengendalian hama dan Penyakit

üKumbang daun

Penyebab:kumbangHenose-pilachna signatipennis atau Epilachna signatipennis, seringkali disebutkumbang daun epilachna yg termasuk keluarga Curculionadae. Bentuk tubuhnyaoval, rona merah atau coklat kekuningan, panjang antara 6-8 mm. Pengendalian:(1)jika sudah terlihat adanya telur, larva, maupun kumbangnya, maka bisa langsungdibunuh dengan tangan; (dua) dengan pestisida organik (menggunakan campuran (3)rotasi tumbuhan dengan flora yang bukan inang.

üPenggerek daun
Penyebab:ulat Etiellazinckenella yg termasuk pada keluarga Pyralidae. Penyebarannya mencakup daerahtropis serta subtropis. Gejala: polong yang masih muda mengalami kerusakan,bijinya poly yang keropos. Kerusakkan ini tidak sampai mematikan tanamanbuncis.Pengendalian: penyemprotandengan pestisida organik (yg dicampur menggunakan bw.putih, cabai rawit, daun/nijinimba, daun tomat, merica, sambiloto) . Waktu penyemprotan dilakukan segerasetelah diketahui adanya agresi dan dapat diulangi beberapa kali menurutkeperluan. 
üLalat kacang
 Penyebab:lalat Agromyza phaseoli yang termasukdalam famili Agromyzidae. Lalat betina dan jantan mempunyai berukuran yangberbeda. Lalat betina memiliki panjang tubuh sekitar 2,dua mm, sedang yangjantan hanya 1,9 mm. Gejala: daun berlubang-lubang menggunakan arah eksklusif, yaitudari tepi daun menuju tangkai atau tulang daun. Gejala lebih lanjut berupapangkal batang yang membengkok atau pecah. Kemudian tanaman sebagai layu,berubah kuning, serta akhirnya mangkat pada umur yg masih muda. Jika tidakmengalami kematian, maka tumbuhnya kerdil, sehingga produksinya sedikit.
Pengendalian:hendaknya dilakukansedini mungkin, yaitu dalam waktu pengolahan tanah. Setelah biji-biji buncisditanam sebaiknya lahan eksklusif diberi epilog berdasarkan jerami daun pisang.penanaman dilakukan secara serentak. Jika flora sudah terserang secara berat,maka segeralah dicabut dan dibakar atau dipendam dalam tanah. Namun, apabilaserangan masih kecil, disarankan agar memakai pestisida organik (dengancampuran bw.putih, cabai rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, sambiloto).penyemprotan dilakukan sebesar 2-3 kali hingga umur 20 hari, tergantung beratringan agresi 
üPenyakit antraknosa
Penyebab:cendawan Colletotrichum lindemuthianum, termasuk dalam familiMelanconiaccae.. Gejala: (1) terdapat bercak-bercak kecilberwarna coklat karat dalam polong buncis muda;(dua) bercak hitam atau coklat tuadi bagian batang tumbuhan tua.
Pengendalian:(1) memakai benihyang sahih-sahih bebas berdasarkan penyakit;(dua)  pergiliran tumbuhan, maksudnyauntuk memotong siklus hidup cendawan tadi. Pergiliran tadi bisa dengantanaman lobak, wortel atau Kolonel bunga;(3) penyemprotan pestisida organik.
üPenyakit embun tepung
Penyebab: cendawan Erysiphe polygoni, yg termasuk pada familiErysiphaceae.
Gejala: daun, batang,bunga serta buah berwarna putih keabuan (misalnya beludru). Apabila serangan padabunga ringan, maka polong masih bisa terbentuk. Namun apabila gagal serangannyaberat akan dapat menggagalkan proses pembuahan, bunga menjadi kemarau danakhirnya mangkat . Jika polong yg diserang maka polong nir gugur, namun akanmeninggalkan bekas berwarna cokelat surat sehingga kualitasnya menurun.
Pengendalian: (1)bagian-bagian yg telah terjangkit sebaiknya dipotong atau dibakar;(dua) dapatjuga disemprot menggunakan pstisida organik. Atau dapat pula dilakukan penghembusasndengan tepung belerang.
üPenyakit layu
Penyebab: bakteriPseudomonas sollanacearum. Bakteri ini termasuk pada famili p
tanaman akan terlihatlayu, menguning dan kerdil. Jika batang tumbuhan yg terserang dipotongmelintang, maka akan terlihat rona cokelat dan jikalau dipijit keluar lendirberwarna putih. Kadang-kadang rona cokelat ini mampu sampai ke daun. Akar yangsakit pula berwarna cokelat.Pengendalian: (1) penyiramantanaman dengan air yg bebas menurut penyakit;(dua) dengan rotasi flora selama 2tahun;(tiga) penyemprotan menggunakan fungsida Agrept 20 WP dengan konsentrasi 0,lima-1gram/liter air.
2.6Panen serta Pasca Panen
üCiri dan Umur Panen
Pemanenan dapatdilakukan saat flora berumur 60 hari dan polong menampakan ciri-ciri sebagaiberikut:a) Warna polong agak belia dan suram.B) Permukaan kulitnya relatif kasar.C)Biji dalam polong belum menonjol.D) Bila polong dipatahkan akan menimbulkanbunyi letup.
üCara Panen
    Dalam menentukan waktu panen wajib setepat mungkin sebab bila hingga terlambatmemetiknya beberapa hari saja maka polong bincis bisa terjangkit penyakitbercak Cercospora. Penyakit tersebut sebenarnya hanya menyerang daun dan bagiantanaman lainnya, tetapi karena ketika pemetikan yang terlambat maka penyakittersebut berkembang sampai ke polong-polongnya.cara panen yg dilakukanbiasanya dengan cara dipetik menggunakan tangan. Penggunaan indera misalnya pisau ataubenda tajam yg lain sebaiknya dihindari lantaran bisa mengakibatkan luka padapolongnya. Kalau hal ini terjadi maka cendawan atau bakteri dapat masuk kedalamjaringan, sehingga kualitas polong menurun.
üPeriode Panen
    Pelaksanaan panennya dapat dilakukan secara bertahap, yaitu setiap dua-3 harisekali. Hal ini dimaksudkan supaya diperoleh polonh yang seragam pada tingkatkemasakkannya. Pemetikan tidak boleh dalam saat flora berumur lebih berdasarkan 80hari, atau kira0kira sejumlah 7 kali panen.
üSortasi
    Sortasi mencakup kegiatan-kegiatan membuang atau memisahkan hasil berdasarkankualitas serta mengadakan klarifikasinya. Polong buncis yang stigma akibatserangan hama serta penyakit, polong yang tua maupun polong yg patah akibatpanen yg kurang baik, semuanya kita pisahkan. Polong-polong yang demikianhanya akan mengurangi nilai pasar serta nilai beli dari komoditi tersebut.
    Proses sortasi ini umumnya dilakukan ditempat-loka pengumpulan yangdiletakkan tidak jauh berdasarkan huma pertanian. Tempat dilakukannya sortasi iniharus cukup terlindung, agar hasil yang baru dipanen tidak lekas menjadilayu.




III.KESIMPULAN
Adapukesimpilan merupakan sebagi berikut :
1.tanamanbuncis adalah tanaman yg mudah dilakukan dalam perawatannya sebagai akibatnya tidakmemerlukan porto yang poly buat melakukan budidayanya.

2.tanamanbuncis nir memerlukan perlakuan khusus baik segi kondisi tumbuh dan kegiatanteknis.