BUDIDAYA JERUK


1. JENIS TANAMAN

Klasifikasi nabati flora jeruk merupakan sebagai berikut:
Divisi               : Spermatophyta
Sub divisi        :Angiospermae
Kelas               : Dicotyledonae
Ordo                : Rutales
Keluarga          : Rutaceae
Genus              : Citrus
Spesies            : Citrussp.

Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan pada Indonesia adalah jerukKeprok (Citrus reticulata/nobilis L.), jeruk Siem (C. Microcarpa L. DanC.sinensis. L) yang terdiri atas Siem Pontianak, Siem Garut, Siem Lumajang,jeruk manis (C. Auranticum L. Dan C.sinensis L.), jeruk sitrun/lemon (C.medica), jeruk besar (C.maxima Herr.) yg terdiri atas jeruk Nambangan-Madiumdan Bali. Jeruk buat bumbu masakan yang terdiri atas jeruk nipis (C.aurantifolia), jeruk Purut (C. Hystrix) serta jeruk sambal (C. Hystix ABC). Jerukvarietas introduksi yang poly ditanam merupakan varitas Lemon serta Grapefruit.sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem, jeruk baby, keprok medan, bali,nipis serta purut.

2. MANFAAT TANAMAN

1)    Manfaattanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan, dimana             kandungan vitamin C yg tinggi.
2)    DiBeberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk, gula tetes,alkohol
       danpektin menurut butir jeruk yg terbuang. Minyak kulit jeruk dipakai buat membuat        minyak wangi, sabun wangi, esens minumandan untuk campuran kue.
 3)   Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obattradisional penurun
       panas,pereda nyeri saluran napas permukaan dan penyembuh radang mata.

3. SENTRA PENANAMAN

Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat),Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu (Jawa Timur), Tejakula (Bali), Selayar(Sulawesi Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat) serta Medan (Sumatera Utara).karena adanya agresi virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration), beberapasentra penanaman mengalami penurunan produksi yg diperparah lagi sang sistemmonopoli tata niaga jeruk yang saat ini nir berlaku lagi.


4. SYARAT TUMBUH

4.1. Iklim
1)    Kecepatanangin yang lebih menurut 40-48% akan merontokkan bunga serta buah. Untuk          wilayah yang intensitas serta kecepatananginnya tinggi tanaman resistor angin lebih baik        ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
2)    Tergantungpada spesiesnya, jeruk memerlukan lima-6, 6-7 atau 9 bulan basah (musim            hujan). Bulan basah ini diperlukanuntuk perkembangan bunga serta buah supaya tanahnya           tetap lembab. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukanair yg cukup terutama di         bulanJuli-Agustus.
3)    Temperaturoptimal antara 25-30 derajat C tetapi ada yang masih dapat tumbuh normal
       pada38 derajat C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.
4)    Semuajenis jeruk nir menyukai tempat yg terlindung berdasarkan sinar mentari .
5)    Kelembabanoptimum buat pertumbuhan tumbuhan ini lebih kurang 70-80%.

4.2. Media Tanam
1)       Tanah yg baik merupakan lempung sampailempung berpasir menggunakan fraksi liat 7-27%,          debu25-50% dan pasir < 50%, cukup humus, rapikan air serta udara baik.
2)       Jenis tanah Andosol serta Latosol sangatcocok buat budidaya jeruk.
3)       Derajat keasaman tanah (pH tanah) yangcocok buat budidaya jeruk adalah 5,5–6,5         denganpH optimum 6.
4)       Air tanah yg optimal berada padakedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah.
          Pada animo kering 150 cm serta padamusim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air
          yg mengandung garam lebih kurang 10%.
5)       Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik didaerah yang memiliki kemiringan kurang lebih       300.

4.3. Ketinggian Tempat
Tinggi tempat dimana jeruk dapatdibudidayakan bervariasi dari dataran rendah hingga tinggi tergantung padaspesies:
1)    JenisKeprok Madura, Keprok Tejakula: 1–900 m dpl.
2)    JenisKeprok Batu 55, Keprok Garut: 700-1.200 m dpl.
3)    JenisManis Punten, Waturejo, WNO, VLO: 300–800 m dpl.
4)    JenisSiem: 1–700 m dpl.
5)    JenisBesar Nambangan-Madiun, Bali, Gulung: 1–700 m dpl.
6)    JenisJepun Kasturi, Kumkuat: 1-1.000 m dpl.
7)    JenisPurut: 1–400 m dpl.




5. PEDOMAN BUDIDAYA
1) Persyaratan Bibit

Bibit jeruk yang biasa ditanamberasal menurut perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Bibit yangbaik adalah yg bebas penyakit, mirip menggunakan induknya (true to type), fertile,berdiameter batang 2-tiga centimeter, bagian atas btg halus, akar serabut poly, akartunggang ukuran sedang dan mempunyai sertifikasi penangkaran bibit.

2) Penyiapan Bibit

Bibit yg biasa digunakan untukbudidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif serta vegetatif.

3) Teknik Penyemaian Bibit

a) Cara generatif
Biji diambil menurut butir dengan caramemeras butir yg telah dipotong. Biji dikeringanginkan
di loka yang tidak disinari selama2-tiga hari sampai lendirnya hilang. Areal persemaian  memiliki tanah yg fertile. Tanah diolahsedalam 30-4- cm serta dibuat petakan persemaian
berukuran 1,15-1,20 m membujur dariutara ke selatan. Jarak petakan 0,lima-1 m. Sebelum ditanami, tambahkan pupukkandang 1 kg/m2. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam
1-1,5 x 2 centimeter serta pribadi disiram.setelah tanam, persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15x 35 cm sehabis tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibagadalah campuran pupuk sangkar serta sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir(1:1:1).

b) Cara Vegetatif
Metode yang lazim dilakukan adalahpenyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk ke 2 cara ini perludipersiapkan btg bawah (onderstam/rootstock) yg dipilih berdasarkan jenis jerukdengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahankekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda.varietas btg bawah yg biasa dipakai sang penangkar adalah Japanesecitroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange serta Carizzo citrange.

c) Fase pembibitan
Semprotkan/siramkan larutanMiG-6PLUS (10 ml MiG-6PLUS: maks dua
liter air) berikan secukupnya padamedia bibit tanaman yang masih ada pada polybag, kemudian ulang setiap 10 - 14hari sekali.




4. Pengolahan Media Tanam

Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng.apabila ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Lahan yang akanditamani dibersihkan menurut tanaman lain atau residu-residu tanaman . Jarak tanambervariasi buat setiap jenis jeruk dapat dipandang dalam data ini dia:
1)    Keprokdan Siem : jarak tanam 5 x 5 m
2)    Manis: jeda tanam 7 x 7 m
3)    Sitrun(Citroen) : jeda tanam 6 x 7 m
4)    Nipis: jeda tanam 4 x 4 m
5)    Grapefruit : jarak tanam 8 x 8 m
6)    Besar: jeda tanam (10-12) x (10-12) m

Lubang tanam hanya dibentuk dalam tanah yang belum diolah serta dibentuk 2minggu sebelum tanah. Tanah bagian dalam dipisahkan menggunakan tanah berdasarkan lapisanatas tanah (25 centimeter). Tanah asal dari lapisan atas dicampur menggunakan 20 kg pupukkandang. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Bedengan(guludan) ukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat bila jeruk ditanam di tanah sawah.

5. Teknik Penanaman

Bibit jeruk dapat ditanam pada ekspresi dominan hujan atau musim kering jikatersedia air buat menyirami, namun usahakan ditanam diawal musim hujan.sebelum ditanam, perlu dilakukan:
1) Pengurangan daun dan cabang yangberlebihan.
2) Pengurangan akar.
3) Pengaturan posisi akar agarjangan ada yang terlipat.

Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami,daun kelapa atau daun-daun yg bebas penyakit pada sekitarnya. Letakkan mulsasedemikian rupa supaya nir menyentuh btg buat menghindari kebusukan btg.sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanamansela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman seladiganti oleh rumput/tanaman legum epilog tanah yg sekaligus berfungsisebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

6. Pemeliharaan Tanaman

1) Penyulaman
Dilakukan pada tumbuhan yang tidaktumbuh.

2) Penyiangan
Gulma dibersihkan sinkron denganfrekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan jua dilakukan penyiangan.


3) Pembubunan
Jika ditanam di tanah berlereng,perlu diperhatikan apakah terdapat tanah di lebih kurang perakaran yg tererosi.penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.

4) Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untukmembentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang
sakit, kering serta tidakproduktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunaspada jeda seragam yg kelak akan membangun tajuk pohon. Pada pertumbuhanselanjutnya, setiap cabang mempunyai 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas lukapangkasan ditutup menggunakan fungisida atau lilin buat mencegah penyakit.sebaiknya celupkan dulu gunting potong ke dalam Klorox/alkohol. Ranting yangsakit dibakar atau dikubur pada tanah.

5) Pemupukan
Pemberian jenis pupuk dan takaran(gram/tumbuhan) selesainya penanaman merupakan menjadi
berikut:
a) 1 bulan: Urea=100; ZA=200;TSP=25; ZK=100; Dolomit=20; P.sangkar=20 kg/tan.
b) dua bulan: Urea=200; ZA=400;TSP=50; ZK=200; Dolomit=40; P.kandang=40 kg/tan.
c) 3 bulan: Urea=300; ZA=600;TSP=75; ZK=300; Dolomit=60; P.sangkar=60 kg/tan.
d) 4 bulan: Urea=400; ZA=800;TSP=100; ZK=400; Dolomit=80; P.kandang=80 kg/tan.
e) lima bulan: Urea=500; ZA=1000;TSP=125; ZK=500; Dolomit=100; P.kandang=100 kg/tan.
f) 6 bulan: Urea=600; ZA=1200;TSP=150; ZK=600; Dolomit=120; P.kandang=120 kg/tan.
g) 7 bulan: Urea=700; ZA=1400;TSP=175; ZK=700; Dolomit=140;P.sangkar=140 kg/tan.;
h) 8 bulan: Urea=800; ZA=1600;TSP=200; ZK=800; Dolomit=160;P.kandang=160 kg/tan.
i) >8 bulan: Urea >1000;ZA=2000; TSP=200; ZK=800; Dolomit=200;P.sangkar=200 kg/tan.

6) Fase Sebelum Produksi
Larutkan pupuk hayati MiG-6PLUS(campur dengan air secukupnya) lalu siramkan di kurang lebih perakaran padamasing-masing pohon (disarankan untuk lubang dengan jeda 50cm menurut batangkedalaman 30cm, masukan larutan yg sudah dibuat tadi) ulangi setiap 4 bulansekali. Tahap ini kebutuhan pupuk biologi MiG-6PLUS sebesar tiga liter per ha/aplikasi

7) Fase Sebelum Produksi

larutkan pupuk biologi MiG-6PLUS(campur dengan air secukupnya) kemudian siramkan pada sekitar perakaran padamasing-masing pohon (disarankan buat lubang menggunakan jeda 50cm menurut batangkedalaman 30cm, masukan larutan yang sudah dibuat tadi) ulangi setiap 3 bulansekali. Tahap ini kebutuhan pupuk hayati MiG-6PLUS sebanyak 3 liter per ha/pelaksanaan 

BUDIDAYA JERUK

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Manfaattanaman jeruk menjadi makanan buah segar atau kuliner olahan,dimana kandungan vitamin C yg tinggi. Di Beberapa negara telah diproduksiminyak dari kulit serta biji jeruk, gula tetes, alkohol dan pektin berdasarkan buahjeruk yg terbuang. Minyak kulit jeruk digunakan utk menciptakan minyak wangi, sabunwangi, esens minuman dan utk campuran kue. Beberapa jenis jeruk misalnya jeruknipis dimanfaatkan menjadi obat tradisional penurun panas, pereda nyeri salurannapas permukaan dan penyembuh radang mata.
Prospek agribisnis jeruk pada Indonesia cukup baguskarena potensi huma produksi yang luas. Melalui acara peningkatan kualitassumberdaya petani serta didukung menggunakan hasil penemuan teknologi pemupukan,pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya diharapkanmampu menaikkan Kuantitas serta Kualitas produksi jeruk.
1.2Tujuan

Adapuntujuan adalah sebagi berikut :
1.untukmenjadi petunjuk teknisbagi pelaku primer serta keluarganya dalam melakukanbudidaya flora jeruk.
2.untukmeningkatkan produksi jeruk sebagai optimal mungkin serta membuahkan sebagaitanaman komersil serta budidaya secara intensif


II.BUDIDAYA JERUK

2.1Syarat Tumbuh

Kecepatan angin yang lebih berdasarkan 40-48persenakan merontokkan bunga serta buah. Utk daerah yang intensitas dan kecepatananginnya tinggi tanaman pelawan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurusdgn arah angin. Tergantung dalam spesiesnya, jeruk memerlukan5-6, 6-7 atau 9 bulan basah (animo hujan). Bulan basah ini diperlukan utkperkembangan bunga dan butir supaya tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanamanini sangat memerlukan air yang relatif terutama pada bulan Juli-Agustus. Temperaturoptimal antara 25-30°C namun ada yg masih bisa tumbuh normal pada 38°C. JerukKeprok memerlukan temperatur 20°C. Semua jenis jeruk tidak menyukai loka ygterlindung berdasarkan sinar mentari .  Kelembabanoptimum utk pertumbuhan flora ini kurang lebih 70-80%.
Tanah yang baik utk budidayajeruk adalah lempung sampai lempung berpasir dgn fraksi liat 7- 27%, debu 25-50%dan pasir < 50%, relatif humus, tata air serta udara baik. Jenis tanah Andosoldan Latosol sangat cocok utk budidaya jeruk. Derajat keasaman tanah (pH tanah)yang cocok utk budidaya jeruk adalah 5,lima–6,lima dgn pH optimum 6. Air tanah ygoptimal berada dalam kedalaman 150–200 centimeter di bawah bagian atas tanah. Pada musimkemarau 150 centimeter dan pada demam isu hujan 50 centimeter. Tanaman jeruk menyukai air ygmengandung garam lebih kurang 10%. Tanaman jeruk dapat tumbuh dgn baik pada daerah ygmemiliki kemiringan lebih kurang 30°.


2.dua TeknikPenanaman

Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musimkemarau jika tersedia air utk menyirami, namun sebaiknya ditanam diawal musimhujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan:
  • Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan.
  • Pengurangan akar.
  • Pengaturan posisi akar supaya jangan ada yg terlipat.
  • Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yg bebas penyakit pada sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa supaya nir menyentuh btg utk menghindari kebusukan batang. Sebelum tumbuhan berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tumbuhan legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi flora jeruk.
2.3Pemeliharaan

  1. Penyulaman : Dilakukan dalam tumbuhan yang nir tumbuh.
  2. Penyiangan : Gulma dibersihkan sesuai dgn frekuensi pertumbuhannya, dalam saat pemupukan jua dilakukan penyiangan.
  3. Pembubunan : Jika ditanam pada tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan bila pangkal akar telah mulai terlihat.
  4. Pemangkasan : Pemangkasan bertujuan utk membangun tajuk pohon dan menghilangkan cabang yg sakit, kering serta tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas dalam jeda seragam yang kelak akan menciptakan tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dgn fungisida atau lilin utk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting potong ke dalam Klorox/alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur pada tanah.
  5. Pemupukan : Pemberian jenis pupuk dan takaran (gr/tanaman ) sesudah penanaman adalah sebagai berikut:
    1. 1 bulan: Urea=100; ZA=200; TSP=25; ZK=100; Dolomit=20; P.kandang=20 kg/tan.
    2. 2 bulan: Urea=200; ZA=400; TSP=50; ZK=200; Dolomit=40; P.kandang=40 kg/tan.
    3. 3 bulan: Urea=300; ZA=600; TSP=75; ZK=300; Dolomit=60; P.kandang=60 kg/tan.
    4. 4 bulan: Urea=400; ZA=800; TSP=100; ZK=400; Dolomit=80; P.kandang=80 kg/tan.
    5. 5 bulan: Urea=500; ZA=1000; TSP=125; ZK=500; Dolomit=100; P.sangkar=100 kg/tan.
    6. 6 bulan: Urea=600; ZA=1200; TSP=150; ZK=600; Dolomit=120; P.kandang=120 kg/tan.
    7. 7 bulan: Urea=700; ZA=1400; TSP=175; ZK=700; Dolomit=140; P.kandang=140 kg/tan.;
    8. 8 bulan: Urea=800; ZA=1600; TSP=200; ZK=800; Dolomit=160; P.sangkar=160 kg/tan.
    9. >8 bulan: Urea >1000; ZA=2000; TSP=200; ZK=800; Dolomit=200; P.sangkar=200 kg/tan.
  6. Pengairan dan Penyiraman : Penyiraman jangan menggenangi batang akar. Tanaman diairi sedikitnya satu kali pada seminggu dalam trend kemarau. Apabila air kurang tersedia, tanah pada kurang lebih flora digemburkan dan ditutup mulsa.
  7. Penjarangan Buah jeruk : Pada tahun pada mana pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan agar pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot butir dan kualitas buah terjaga. Buah yg dibuang meliputi butir yg sakit, yg tidak terkena sinar surya (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah pada pada satu tangkai. Hilangkan buah di ujung grup butir pada satu tangkai utama terdapat serta sisakan hanya 2-tiga butir.
2.4Pengendalian Hama serta Penyakit

  1. Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian yang diserang merupakan tangkai,kuncup daun, tunas, daun muda.  Gejala:tunas keriting, flora meninggal. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktifdimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) danendosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Penyemprotan dilakukanmenjelang serta waktu bertunas, Selain itu buang bagian yang terjangkit.
  1. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian yang diserang merupakan tunas mudadan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa.pengendalian: menggunakan insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide40 EC), Dimethoate (Perfecthion, Rogor 40 EC, Cygon), Diazinon (Basudin 60 EC),Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Malathion (Gisonthion 50 EC).
  1. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian yang diserang merupakan daun muda.gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun belia mengkerut,menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan insektisida dgn bahan aktifMethidathion (Supracide 40 EC, Basudin 60 EC), Malathion (Gisonthion 50 EC, 50WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Kemudian daun dipetik dan dibenamkandalam tanah.
  1. Ulat penggerek bunga serta puru butir (Prays sp.)
Bagian yg diserang adalah kuncupbunga jeruk anggun atau jeruk bes. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah0,tiga-0,5 cm, bunga gampang rontok, butir belia gugur sebelum tua. Pengendalian:gunakan insektisida dgn bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) serta Methidathion(Supracide 40 EC). Kemudian buang bagian yang diserang.
5.cvpd
Penyebab: Bacterium like organism dgn vektor kutuloncat Diaphorina citri.bagian yang diserang: silinder sentra (phloem) batang.gejala: daun sempit, mini , lancip, butir mini , asam, biji rusak serta pangkalbuah oranye. Pengendalian: gunakan tanaman sehat serta bebas CVPD. Selain itupenempatan lokasi kebun minimal 5 km menurut kebun jeruk ygterserang CVPD. Gunakan insektisida utk vektor dan perhatikan sanitasi kebun ygbaik.
6.tristeza
Penyebab: virus Citrus tristeza dgn vektor Toxoptera.bagian yang diserang jeruk manis, nipis, akbar serta btg bawah jeruk Japanesecitroen. Gejala: lekuk btg , daun kaku pemucatan, vena daun, pertumbuhanterhambat. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun, memusnahkan tanaman ygterserang, lalu kendalikan vektor dgn insektisida Supracide atau
7.jamur upas
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian yg diserangadalah batang. Gejala: retakan melintang dalam batang dan munculnya gom, batangkering serta sulit dikelupas.pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dandisaput fungisida carbolineum. Kemudian potong cabang yang terinfeksi.
8.kanker
Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri.bagian yang diserang adalah daun, tangkai, buah. Gejala: bercak kecil berwarnahijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi, luka mengembang serta tampak sepertigabus pecah dgn diameter tiga-5 mm. Pengendalian: Fungisida Cu misalnya BuburBordeaux, Copper oxychlorida. Selain itu utk mencegah serangan ulat peliangdaun merupakan dgn mencelupkan mata tempel ke dalam 1.000 ppm Streptomycin selama1 jam.
2.5. Panendan Pasca Panen

Buah jerukdipanen pada saat masak optimal, biasanya berumur antara 28–36 minggu, tergantungjenis/varietasnya. Buah dipetik dgn memakai gunting potong. Sampai 500buah per tahun. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5,1 ton/ha masih pada bawahproduksi di negara subtropis yg dapat mencapai 40 ton/ha.
Pengumpulan, Di kebun, butir dikumpulkan di loka ygteduh serta bersih. Pisahkan butir yg mutunya rendah, memar dan buang buah ygrusak. Sortasi dilakukan dari diameter dan berat buah yg biasanyaterdiri atas 4 kelas. Kelas A adalah buah dgn diameter dan berat terbesarsedangkan kelas D mempunyai diameter dan berat terkecil. Penyortiran danPenggolongan Setelah buah dipetik serta dikumpulkan, selanjutnya buahdisortasi/dipisahkan menurut butir yang busuk. Kemudian butir jeruk digolongkan sesuaidgn berukuran serta jenisnya. Penyimpanan
Untuk menyimpanbuah jeruk, gunakan loka yg sehat serta bersih dgn temperatur ruangan 8-10 derajat C.pengemasan Sebelum pengiriman, butir dikemas di pada keranjang bambu/kayu tebalyg nir terlalu berat utk kebutuhan lokal serta kardus utk ekspor. Pengepakanjangan terlalu padat supaya buah tidak rusak. Buah disusun sedemikian rupasehingga pada antara butir jeruk terdapat ruang udara bebas tetapi butir tidak dapatbergerak. Wadah utk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.


III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan merupakan saebagai berikut :
1.tanamanjeruk adalah flora komersil tinggi karena semua lapisan warga menyukaibuah jeruk serta banyak mengandung vitamin yang sangat baik buat tubuh.
2.budidayatanaman jeruk sangat menguntungkan lantaran harganya tinggi dan semua masyarakatmenyukai jadi tidak sulit dlam pemasaran.