BUDIDAYA KACANG TANAH

I.PENDAHULUAN


1.1LatarBelakang

Kacang tanah(arachis hypogea) termasuk famili leguminose. Sebagai bahan kuliner, kacangtanh sangat banyak digemari menjadi makan ringan. Komposisi nilai gizi yangterdapat dalam biji kacang tanah antara alin ; protein 25 %, lemak 43 %.karbohidrat 21 %, serta air lima %. Setiap 100 gr biji kacang tanah dapatmenghasilkan 540 kalori. Oleh karena itu kacang tanah memiliki nilai ekonomisyang sangat krusial.
Budidaya kacangtanah sangat krusial, karen semua yang dilakukan yg dimulai berdasarkan seleksibenih sampai pasca penen sangat berpengaruh dalam kwalitas dan kwantitias kacangtanah serta produktifitas kacang tanah. Dengan demikian sangat pearludiperhatikan dan dilakuakn dengan sebaiknya.

1.2Tujuan

Adapun tujuan merupakan sebagai berikut :
1.untukmengetahui budiadaya tumbuhan kacang tanah yg sinkron menggunakan rekomendasi danteknologi yang baru.
2.dapatmeningkatkan produktifitas flora kacang tanah.




II.BUDIDAYAKACANG TANAH

2.1SyaratTumbuh

Untuk dapattumbuh dan berkembang dengan baik tanaman kacang tanah membutuhkan curah hujan800-1300 mm/tahun, jika hujan terlalu tinggi akan mengakibatkan bunga sulitterserbuki oleh serangga dan juga akan bisa mempertinggi kelembaban disekitartanaman kacang tanah. Suhu udara yg dibutuhkan buat pertumbuhan kacang tanah28-32 C, jika udara > 10 C maka pertumbuhan flora akan terhambat,bahkan tanaman sebagai kerdil. Kelebaban udara yang dibutuhkan 65-75 %.sedangkan penyinaran matahari sangat diperlukan buat menaikkan produksikacang tanah, terutama buat kesuburan daun serta perkembangan besarnya biji danpolong kacang.
Kacang tanahmemerlukan jenis tanah yg sesuai buat pertumbuhannnya. Tanah yang sesuaiuntuk pertumbuhannya merupakan tanah yg gembur serta bertektur ringan serta subur,pH 6,0-6,5. Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, namun masih dapattumbuh dibawah ketinggian 1.500 m dpl. Drainase dan aerasi baik, huma tidakterlalu becek serta kemarau bagi pertumbuhan kacang tanah.
2.2KebutuhanBenih

Ciri-karakteristik benih kacangtanah yg baik merupakan :
a.berasaldari tanaman yg baru dan varietas unggul
b.kulitbenih mengkilap, nir keriput serta cacat
c.dayatumbuh yg tinggi (> 90 %) dan sehat
d.murniatau nir tercampur denagan varietas lain
e.kadarair 9-12 %

Ciri-cirivarietas unggul kacang tanah adalh menjadi berikut :
a.dayahasil tinggi
b.umurpendek atau cepat berbuah 85-90 hari
c.hasilnyastabil
d.tahanterhadap hama dan panyakit
e.toleranterhadap kekeringan atau tanah becek
Kebutuhanbenih buat budidaya tumbuhan kacang tanah merupakan 100 kg polong/ha apabiladitanam 2 biji perlubang tanam, tetapi jika ditamnam 1 biji perlubang tanambenih maka kebutuhan benih hanya relatif 70 kg polong/ha.
2.3PersiapanLahan

Pada tanah yangberstektur liat pengolahan tanah dilakukan secara sempurna sehingga tanahmenjadi gembur serta gynofor mudah kemasuk kedalam tanah. Pengolahan tanahdilakukan dua kali, yaitu termin pertama adalh memecahkan bongkahan besarsedangkan tahap kedua memperkecil bongkahan tadi supaya tanah sebagai gembur.sedangkan dalam tanah yg teksturnya berpasir pengolahan tanah relatif dilkukansatu kali yaitu menggunakan menggunakn bajak rotary kemudian mampu dibuat langsungdengan bedengan.
Bedengan sangat perludibuat agar flora tidak tergenang air dalam waktu musin hujan. Kemudian dengansaluran drainase yang baik serta genre air yg lancar bisa mencucuigaram-garam yang terdapat didalam tanah. Tinggi bedengan 20-30 cm lebar 100-120 cmuntuk mempermudah penyiangan.

2.4Penanaman

Penanaman kacang tanahdilakukan sebanyak 1 atau biji ke lubang tanam denagn kedalam 3 cm. Jarak tanamadalah 40x20 cm, 30x20 cm, 20x20 cm dan 40x10 centimeter. Waktu tanam yg baik untuklahan kering dalam awal isu terkini hujan dan dilahan sawah dapat dilakukan pada bulanApril-juni atau Julli-September.
2.5Pemeliharaan

a.penyulaman
Setelah dilakukanpenanaman yaitu satu minggu semudian perlu dilakukan penyulaman karena tidaksemua benih yang ditanam dapat utmbuh dengan baik. Hal ini lantaran terdapat benihtidak dapat tumbuh lantaran dimakan semut serta lantaran terlalu pada penanamannyasehingga kecambah nir mencapai bagian atas tanah.
b.penyiangandan Pembubunan
Penyiangan dilkukan 2kali umur tiga serta 7 minggu setelah tanam, dilkukan menggunakan hati-hati supaya tidakmerusak bunga dan polong. Penyiangan ini bertujuan buat menghindari persaingancahaya dan unsur hara antara tanaman kacang tanah dengan rumput. Pembubunandilakukan bersamaan menggunakan waktu penyiangan, buat menutup bagian perakaran danjuga untuk mempermudah bakal buah masuk kedalam tanah, apabila bakal buah initidak dapat masuk kedalam tanah maka polong nir akan terbentuk karena bakalbuah tadi akan menjadi layu.


c.pengairan
Tanaman kacang tanahtidak menghendaki air yg mengenang, fase kritis buat kacang tanh merupakan faseperkecambahan, fase pertumbuhan dan fase pengisian polong. Waktu pengairan yangbaik merupakan pagi serta sore hari dengan menyiram sampai tanah telah cukup basah,penyirman ini dilakukan dalam waktu nir ada hujan.
d.pemupukan
Pemupukan pada kacangtanah adalah sangat penting. Lantaran kacang tanh adalah salah jenis tanamanyang rakus terhadap unsur hara, namun demikian anjuran pemupukan terhadapkacang tanah diadaptasi dengan taraf kesuburan tanah. Adapun dosisnya adalahpupuk Urea 50kg/ha, Sp36 100kg/ha, KCl 75 kg/ha, pupuk sangkar 10 ton/ha.
Pemukan dilakuakndengan larikan diantara barisan tanaman ataupun dengan tugal diantara tanamankacang tanah. Bisa pula dilkukan dengan membuat larikan diseliling tanamankacang tanah.
2.6PengendalianHama serta Penyakit

1.ulatGrayak
Gejala serangannyaadalah ulat memakan epidermis daun serta tulang secara berkelompok.pengendaliannnya merupakan membersihkan gulma, menanam serentak, pergilirantanaman dan penyemprotan dengan pestisida.



2.ulatPenggulung Daun
3.gejalaserangannya adalh daun menggulung menguning akhirnya mengering. Pengendaliannyamembersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran flora dan penyemprotandengan pestisida.
4.penyakitLayu
Penyebabnya bakterixanthomonas solanacearum. Gejalanya daun terkulai seperti disiram air panas,akhirnya meninggal. Jika dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu danbila dipijit keluar lendir kekuningan akhirnya akar tumbuhan membusuk.pengendaliannya dengan melakukan pergiliran tumbuhan, pakai varietas yangtahan dan melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida.
5.penyakitBercak daun
Penyebabnya adalahjamur cercospora personata. Gejala yg muncul daun bercak-bercak ukuran 1-5mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Bercak yg ditimbulkanpada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah daun hitan. Ditengah bercak daunkadang-kadang masih ada bintik hitam dari conidiospora. Cendawan ini muncul padatanaman umur 40-50 hari. Cendawan ini bisa dikendalikan menggunakan melakukanpergiliran tanaman , menanam vaietas unggul, mencabut tanman yg terserang danmelakukan penyemprotan denagn fungisida.
2.7Panendan Pasca Panen

Penentuan saatpanenyang tapat wajib disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk kacang tanah.pedoman biasanya yang digunakn sebagai kriteria panentuan ketika panen padakomoditi kacang tanah adalah abagian besar daun mnguning dan gugur (rontok).tanaman berumur 85-110 hari tergantung varietasnya, sebagian besar polongnya(80 %) telah tua, kulit polong relatif keras serta berwarna coklat kehitam-hitaman,kulit biji tipis serta mengkilap serta rongga polong telah berisi penuh denganbiji.
Panen dilakukan denganmencabut batang tanaman secara hati-hati supaya polongnya nir tertinggal dalamtanah. Jika penanaman kacang tanah dalam tanah yang terliat, sebaiknya lahankacang tanah akan diapnen disiram terlebih dahulu satu sebelum panen untukmempermudah proses pencabutan.
Setelah dipanenbrangkasan kacang tanah dipotong > 10 cm kemudian dibersihkan. Pemipilandilakukan menggunakan tangan, pengeringan dilkukan dengan penjemuran dibawah sinarmatahari sampai kadar airnya 9-12 %. Penyimpanan kacang tanah dilakuakn dengankebutuhan, apabila kacang tanh disimpan buat dijadikan benih dalam musim tanamyang akan datang maka kacang tanah akan disimpan dalam wadah yang bersih dankering dan rapat udara. Kadar air yang disimpan benih 9-12 %. Diharapkandengan penyimpanan misalnya daya tumbuh tanamn akan permanen stabil. Lamapenyimpanan buat kebutuhan benih adalah aporisma 6 bulan.  



II.BUDIDAYAKACANG TANAH
2.1SyaratTumbuh

Untuk dapattumbuh dan berkembang dengan baik tanaman kacang tanah membutuhkan curah hujan800-1300 mm/tahun, jika hujan terlalu tinggi akan mengakibatkan bunga sulitterserbuki oleh serangga dan juga akan bisa mempertinggi kelembaban disekitartanaman kacang tanah. Suhu udara yg dibutuhkan buat pertumbuhan kacang tanah28-32 C, jika udara > 10 C maka pertumbuhan flora akan terhambat,bahkan tanaman sebagai kerdil. Kelebaban udara yang dibutuhkan 65-75 %.sedangkan penyinaran matahari sangat diperlukan buat menaikkan produksikacang tanah, terutama buat kesuburan daun serta perkembangan besarnya biji danpolong kacang.
Kacang tanahmemerlukan jenis tanah yg sesuai buat pertumbuhannnya. Tanah yang sesuaiuntuk pertumbuhannya merupakan tanah yg gembur serta bertektur ringan serta subur,pH 6,0-6,5. Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, namun masih dapattumbuh dibawah ketinggian 1.500 m dpl. Drainase dan aerasi baik, huma tidakterlalu becek serta kemarau bagi pertumbuhan kacang tanah.
2.2KebutuhanBenih

Ciri-karakteristik benih kacangtanah yg baik merupakan :
a.berasaldari tanaman yg baru dan varietas unggul
b.kulitbenih mengkilap, nir keriput serta cacat
c.dayatumbuh yg tinggi (> 90 %) dan sehat
d.murniatau nir tercampur denagan varietas lain
e.kadarair 9-12 %

Ciri-cirivarietas unggul kacang tanah adalh menjadi berikut :
a.dayahasil tinggi
b.umurpendek atau cepat berbuah 85-90 hari
c.hasilnyastabil
d.tahanterhadap hama dan panyakit
e.toleranterhadap kekeringan atau tanah becek
Kebutuhanbenih buat budidaya tumbuhan kacang tanah merupakan 100 kg polong/ha apabiladitanam 2 biji perlubang tanam, tetapi jika ditamnam 1 biji perlubang tanambenih maka kebutuhan benih hanya relatif 70 kg polong/ha.
2.3PersiapanLahan

Pada tanah yangberstektur liat pengolahan tanah dilakukan secara sempurna sehingga tanahmenjadi gembur serta gynofor mudah kemasuk kedalam tanah. Pengolahan tanahdilakukan dua kali, yaitu termin pertama adalh memecahkan bongkahan besarsedangkan tahap kedua memperkecil bongkahan tadi supaya tanah sebagai gembur.sedangkan dalam tanah yg teksturnya berpasir pengolahan tanah relatif dilkukansatu kali yaitu menggunakan menggunakn bajak rotary kemudian mampu dibuat langsungdengan bedengan.
Bedengan sangat perludibuat agar flora tidak tergenang air dalam waktu musin hujan. Kemudian dengansaluran drainase yang baik serta genre air yg lancar bisa mencucuigaram-garam yang terdapat didalam tanah. Tinggi bedengan 20-30 cm lebar 100-120 cmuntuk mempermudah penyiangan.

2.4Penanaman

Penanaman kacang tanahdilakukan sebanyak 1 atau biji ke lubang tanam denagn kedalam 3 cm. Jarak tanamadalah 40x20 cm, 30x20 cm, 20x20 cm dan 40x10 centimeter. Waktu tanam yg baik untuklahan kering dalam awal isu terkini hujan dan dilahan sawah dapat dilakukan pada bulanApril-juni atau Julli-September.
2.5Pemeliharaan

a.penyulaman
Setelah dilakukanpenanaman yaitu satu minggu semudian perlu dilakukan penyulaman karena tidaksemua benih yang ditanam dapat utmbuh dengan baik. Hal ini lantaran terdapat benihtidak dapat tumbuh lantaran dimakan semut serta lantaran terlalu pada penanamannyasehingga kecambah nir mencapai bagian atas tanah.
b.penyiangandan Pembubunan
Penyiangan dilkukan 2kali umur tiga serta 7 minggu setelah tanam, dilkukan menggunakan hati-hati supaya tidakmerusak bunga dan polong. Penyiangan ini bertujuan buat menghindari persaingancahaya dan unsur hara antara tanaman kacang tanah dengan rumput. Pembubunandilakukan bersamaan menggunakan waktu penyiangan, buat menutup bagian perakaran danjuga untuk mempermudah bakal buah masuk kedalam tanah, apabila bakal buah initidak dapat masuk kedalam tanah maka polong nir akan terbentuk karena bakalbuah tadi akan menjadi layu.


c.pengairan
Tanaman kacang tanahtidak menghendaki air yg mengenang, fase kritis buat kacang tanh merupakan faseperkecambahan, fase pertumbuhan dan fase pengisian polong. Waktu pengairan yangbaik merupakan pagi serta sore hari dengan menyiram sampai tanah telah cukup basah,penyirman ini dilakukan dalam waktu nir ada hujan.
d.pemupukan
Pemupukan pada kacangtanah adalah sangat penting. Lantaran kacang tanh adalah salah jenis tanamanyang rakus terhadap unsur hara, namun demikian anjuran pemupukan terhadapkacang tanah diadaptasi dengan taraf kesuburan tanah. Adapun dosisnya adalahpupuk Urea 50kg/ha, Sp36 100kg/ha, KCl 75 kg/ha, pupuk sangkar 10 ton/ha.
Pemukan dilakuakndengan larikan diantara barisan tanaman ataupun dengan tugal diantara tanamankacang tanah. Bisa pula dilkukan dengan membuat larikan diseliling tanamankacang tanah.
2.6PengendalianHama serta Penyakit

1.ulatGrayak
Gejala serangannyaadalah ulat memakan epidermis daun serta tulang secara berkelompok.pengendaliannnya merupakan membersihkan gulma, menanam serentak, pergilirantanaman dan penyemprotan dengan pestisida.



2.ulatPenggulung Daun
3.gejalaserangannya adalh daun menggulung menguning akhirnya mengering. Pengendaliannyamembersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran flora dan penyemprotandengan pestisida.
4.penyakitLayu
Penyebabnya bakterixanthomonas solanacearum. Gejalanya daun terkulai seperti disiram air panas,akhirnya meninggal. Jika dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu danbila dipijit keluar lendir kekuningan akhirnya akar tumbuhan membusuk.pengendaliannya dengan melakukan pergiliran tumbuhan, pakai varietas yangtahan dan melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida.
5.penyakitBercak daun
Penyebabnya adalahjamur cercospora personata. Gejala yg muncul daun bercak-bercak ukuran 1-5mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Bercak yg ditimbulkanpada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah daun hitan. Ditengah bercak daunkadang-kadang masih ada bintik hitam dari conidiospora. Cendawan ini muncul padatanaman umur 40-50 hari. Cendawan ini bisa dikendalikan menggunakan melakukanpergiliran tanaman , menanam vaietas unggul, mencabut tanman yg terserang danmelakukan penyemprotan denagn fungisida.
2.7Panendan Pasca Panen

Penentuan saatpanenyang tapat wajib disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk kacang tanah.pedoman biasanya yang digunakn sebagai kriteria panentuan ketika panen padakomoditi kacang tanah adalah abagian besar daun mnguning dan gugur (rontok).tanaman berumur 85-110 hari tergantung varietasnya, sebagian besar polongnya(80 %) telah tua, kulit polong relatif keras serta berwarna coklat kehitam-hitaman,kulit biji tipis serta mengkilap serta rongga polong telah berisi penuh denganbiji.
Panen dilakukan denganmencabut batang tanaman secara hati-hati supaya polongnya nir tertinggal dalamtanah. Jika penanaman kacang tanah dalam tanah yang terliat, sebaiknya lahankacang tanah akan diapnen disiram terlebih dahulu satu sebelum panen untukmempermudah proses pencabutan.
Setelah dipanenbrangkasan kacang tanah dipotong > 10 cm kemudian dibersihkan. Pemipilandilakukan menggunakan tangan, pengeringan dilkukan dengan penjemuran dibawah sinarmatahari sampai kadar airnya 9-12 %. Penyimpanan kacang tanah dilakuakn dengankebutuhan, apabila kacang tanh disimpan buat dijadikan benih dalam musim tanamyang akan datang maka kacang tanah akan disimpan dalam wadah yang bersih dankering dan rapat udara. Kadar air yang disimpan benih 9-12 %. Diharapkandengan penyimpanan misalnya daya tumbuh tanamn akan permanen stabil. Lamapenyimpanan buat kebutuhan benih adalah aporisma 6 bulan.  







BUDIDAYA KACANG TANAH

1.   SEJARAH SINGKAT

Kacang tanah yang terdapat di Indonesia semula berasal berdasarkan benuaAmerika. Pemasukan keIndonesia pertama- tama diperkirakan dibawa olehpedagang-pedagang Spanyol, sewaktu melakukan pelayarannya menurut Mexico ke Malukusetelah tabun 1597. Pada tahun 1863 HOLLE memasukkan Kacang Tanah berdasarkan Inggrisdan dalam tahun 1864 SCHEFFER memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir. 

2.  JENIS TANAMAN

Jenis tanaman yang ada pada Indonesia terdapat 2 ( dua ) tipe yaitu : Tipetegak.  Jenis Kacang ini tumbuh lurusatau sedikit miring keatas, buahnya terdapat dalam ruas-ruas dekat rumpun,umumnyapendek ( cepat berbuah ) dan kemasakan  buahnyaserempak. 

Tipe menjalar.
Jenis ini tumbuh kearah samping, btg primer berukuran panjang,butir  terdapat dalam ruas-ruas yangberdekatan dengan tanah serta umumnya  berumurpanjang. 

3.  MANFAAT TANAMAN

Tanaman Kacang tanah mampu dimanfaatkan buat kuliner ternak, sedang
bijinya dimanfaatkan menjadi sumber protein nabati , minyak danlain-lain.


 4.  SENTRA PENANAMAN

Sentra penanaman/produksi Kacang tanah pada Indonesia meliputiPropinsi  Jawa Timur, Jawa Tengah, D.L.yogyakarta, Jawa Barat serta Sulawesi   Selatan.
 5.  SYARAT TUMBUH
a.   Iklim
Di Indonesia, flora Kacang Tanah cocok ditanam didataran rendahyang berketinggian dibawah 500 m diatas permukaan bahari. Lklim yg dibutuhkantanaman Kacang Tanah adalah bersuhu tinggi antara 25°C - 32°C, sedikit lembab (rH 65 % - 75 % ), curah hujan 800 mm -1300 mm per tahun, tempat terbuka. 
b.   Media Tanam / Tanah
Tanaman Kacang Tanah membutuhkan tanah yang berstruktur ringan,seperti tanah regosol, andosol, latosol dan alluvial. Kacang tanah dapatdibudidayakan pada lahan sawah berpengairan, sawah tadah hujan, lahan keringtadah hujan. Hal yang paling penting  diperhatikandalam pemilihan lahan merupakan : 
-  Tanah relatif subur, gemburserta bertekstur ringan.
-  Tanah berdrainase danberaerasi baik.
-  PH antara 6,0 -6,5.

6   PEDOMAN BUDIDAYA

a.   Benih Benih asal daritanaman sehat, bebas hama dan penyakit, kualitas bijinya baik dan mempunyaikemurnian tinggi sehingga bisa berkecambah cepat serta merata. Dipanen tepatpada waktunya ( sudah cukup tua ) , polong tidak pecah, pengolahan basil danpengupasan benih dilakukan menggunakan baik. Mempunyai output tinggi dan berumur genjah. 

b.   Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan menggunakan indera cangkul, luku atau traktorsedalam 20- 30 cm. 
 Tujuan pengolahan tanahadalah untuk memperbaiki struktur dan aerasi  tanah supaya pertumbuhan akar dan pengisapan zathara oleh tanaman  dapat berlangsungdengan baik. 

c.   Penanaman
Waktu tanam
Waktu tanam yang paling baik dilahan tegalan ( kemarau ) adalah padaawal ekspresi dominan hujan ( Oktober - Nopember ). Di lahan sawah penanaman dapatdilakukan pada bulan April -Juni ( Palawija I ) atau bulan Juli -September)Palawija II ). 
 Cara tanam 
Penanaman dilakukan dengan memakai tugal sedalam tiga cm dengan 2butir benih perlubang serta jeda tanam 40 cm x 10 centimeter. Kemudian lubang tanamditutup tanah secara tipis. 

d.   Pemeliharaan Tanaman
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk Urea, SP36 serta KCIdengan takaran 60-90 kg Urea, 60-90 kg SP36 dan 50 kg KCI. Per hektar. Pemupukandilakukan menggunakan memasukkan pupuk kedalam lubang tugal disisi kiri kanan lubangtanam atau disebar merata kedalam larikan. 

Penyulaman
Penyulaman dilakukan bila terdapat benih yg nir tumbuh.penyulaman dilakukan dengan membuat lubang tanam baru pada bekas lubang tanamterdahulu. Tujuan dari penyulaman ini merupakan buat mempertahankanpopulasi. 

Penyiangan serta Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali. Penyiangan pertama dilakukan dalam saattanaman berumur 21 hari sesudah tanam dan penyiangan kedua dilakukan pada umur40 bari setelah tanam. Pada penyiangan ke 2 ini pula dilakukan pembumbunanyaitu tanah digemburkan lalu ditimbun didekat pangkal btg tumbuhan.pembumbunan bertujuan memudahkan bakal butir menembus bagian atas tanah sehinggapertumbuhannya optimal. 

Pengairan
Tanaman kacang tanah tidak menghendaki air yang menggenang. Fasekritis buat tumbuhan Kacang Tanah merupakan rase perkecambahan, rase pertumbUhandan rase pengisian polong. Waktu pengairan yg baik merupakan pagi atau sore haridengan cara dileb hingga tanah cukup basah.





e.   Hama dan Penyakit KacangTanah 

1)  Penyakit Layu. 
Penyakit Layu ditimbulkan sang bakteri Xanthomonas Solanacearum.pada siang hari ketika sinar matahari terik flora sekonyong-konyong terkulaiseperti disimm air panas, tanaman langsung mangkat . Cara pengendalian denganpergiliran tumbuhan.

2)   Penyakit BercakDaun 
Penyakit Bercak daun ditimbulkan oleh cendawan Cercospora personata.bercak yg disebabkan pada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah bawahdaun hitam. Ditengah bercak daun kadang-kadang terdapat bintik hitam dariConidiospora. Cendawan ini muncul pada tumbuhan umur 40 -50 hari hingga 70 hari.cendawan ini dapat dikendalikan menggunakan Anthmcol atau Daconil.

3)  Penyakit Selerotium. 
Penyakit ini disebabkan sang Selerotium rolfsii, Mengganggu tanamanpada waktu cuaca lembab. Cendawan menyerang dalam pangkal batang, bagian daritanaman yg lunak, mengakibatkan bercak-bercak hitam. Tanaman yang terserangakan layu serta mangkat .  Pengendalian :dengan memperbaiki pengairan, supaya air pengairan bisa mengalir.

4)  Penyakit Karat. 
Penyakit ini ditimbulkan sang Uromyces arachidae, menyerang tanamanyang masih muda menyebabkan daun berbintik-bintik coklat daun menjadimongering. Pengendaliannya dengan menanam varitas yang tahan.

5) Hama Empoasca. 
Hama yang penting bagi tanaman kacang tanah merupakan hama Empoasca.hama ini tidak terlalu merugikan bagi tanaman kacang tanah. Carapengendaliannya dengan penyemprotan Azodrin, Karphos atau lnsektisida yangtersedia.


7.   P A N E N

Penentuan saat panen yang sempurna harus diadaptasi dengan tujuanpenggunaan produk Kacang Tanah. Pedoman umum yang digunakan menjadi kriteriapenentuan saat panen Kacang Tanah merupakan sbb : : 
-  Sebagian akbar daunmenguning serta gugur ( rontok ).
-  Tanaman berumur 85 -110hari tergantung,Varietasnya. -Sebagian akbar polongnya ( 80 % ) sudah tua." 
-  Kulit polong relatif kerasdan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
-  Kulit biji tipis danmengkilap.
-  Rongga polong telah berisipenuh dengan biji.

Panen dilakukan dengan mencabut batang tumbuhan secara hati-hatiagar polongnya nir tertinggal pada tanah. 

8.  PASCA PANEN


Kegiatan utama pasca panen Kacang Tanah merupakan menjadi berikut: 
a.   Setelah dipanenbrangkasan Kacang Tanah dipotong sekitar 10 centimeter kemudian dibersihkan.
b.   Pemipilan 
Pipil polong Kacang Tanah menurut batangnya dengan tangan.
c.   Pengeringan Tebarkanpolong Kacang Tanah di atas anyaman bambu atau tabir sembari
dijemur dibawah terik matahari hingga kering (Kadar air 9% - 12%).

d.   Penyimpanan.
1)  Penyimpanan pada bentukpolong kering
Masukkan polong kemarau kedalam karung goni atau kaleng tertutuprapat, kemudian simpan digudang penyimpanan yang tempatnya kemarau.
2)  Penyimpanan pada bentukbiji kemarau
Kupas polong kacang tanah kering menggunakan tangan atau indera pengupaskacang tanah. Jemur biji kacang tanah sampai berkadar air 9% lalu tambahkan kedalam wadah tertutup buat disimpan atau dijual.



BUDIDAYA KACANG HIJAU

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Tanamankacang hijau merupakan flora kacang-kacangan yang memilki nilai ekonomistinggi serta memiliki nilai gizi yg tinggi jua. Kebutuhan akan kacang hijuatidak akan pernah hais karena setiap prang bisa mengkonsumsi kacang hiajuadalam bentuk apapun baik banyak sekali macam olahan kuliner.
Ketergantunganterhadap Kacang Hijau sangat memprihatinkan, lantaran seharusnya kita mampumencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas rendah serta semakin meningkatnyakebutuhan kedelai. PT. Natural Nusantara berusaha membantu dalampeningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian lingkungansehingga kita mampu bersaing di era pasar bebas.
1.2Tujuan
Adapuntjuan adalah sebagai berikut :
1.unutkpedoman teknis bagi petani dalam melaksanakan budidaya kacang hijau.
2.untukmeningkatakan produktifitas kacanghijau ditinhgkat petani dan dapt meningkatkanpendapatnnya.


II.BUDIDAYAKACANG HIJAU
2.1PengolahanTanah
Kacang hijau adalah tumbuhan yangtumbuh didaerah tropis, ketinggian tanah yang cocok buat flora ini yaitu 500m dpl. Suhu yang dibutuhkan buat budidayakacang hijau ini suhu yg panas. Pada ekspresi dominan hujan, pertumbuhanvegetative sangat cepat sebagai akibatnya gampang rebah. Tanah yg cocok untuk budidayakacang hijau merupakan yang mempunyai pH 5,8. Apabila pH kurang menurut lima, tanahsebaiknya di beri kapur terlebih dahulu, menggunakan waktu dua-4 minggu sebelumpenanaman.
Kacang hijau menyukai tanah gembur dengan saluran pembuangan air yg baik.tanah sawah bekas padi bisa digunakan buat huma penanaman kacang hijau, dansisa-residu tumbuhan padi misalnya jerami bisa langsung dibenamkan.
Pengolahan kering dilakukan dengan cara mencangkul atau dibajak agar dapatdiratakan. Dan setiap lima-6 m dibentuk saluran pengairan. Pada huma kemarau, kacanghijau ditananam dalam akhir demam isu hujan. Dan flora ini mampu ditanam secaratumpang sari menggunakan flora jagung atau umbi kayu.
2.2Penanaman
Pembuatan lubang tanam dilakukandengan cara menggunakan alat tugal bermata tiga. Fungsi berdasarkan tugal bermata tigayaitu lubang pertama untuk menanam bibit kacang hijau, serta lubang yang kedua danketiga untuk lubang pupuk. Lubang tumbuhan memiliki kedalaman 4 centimeter serta lubangpupuk sedalam 7-10 cm. Jeda antara lubang tanam serta lubang pupuk 7-10 cm.
Untuk lahan yg belum pernah ditanami kacang sebelumnya, maka wajib dilakukaninokulasi bakteri. Caranya, yaitu benih kacang dibasahi dengan air secukupnyadan dicampur secara merata menggunakan legin 10 gram dan sedikit dibasahi. Selama1-4 jam diangin-anginkan. Benih yang telah dionokulasi segera ditanam.
Tanah yang telah biasa ditanamikacang hijau telah poly mengandung bakteri Rhizobium. Hal ini akan lebihpraktis, lantaran untuk mengejar saat dan bakteri rhizobium mudah sudah ada didalam tanah.
Setelah tanah sudah dilubangi, kemudian masukan benih pada lubang pertama,setiap lubang diisi dengan 2 butir benih dan diikutii menggunakan memasukan pupukpada lubang du serta 3 serta metupnya dengan tanah.
Sedangkan jeda yg umum digunakan yaitu panjang 20-20 cm serta lebar 10-20 cm.bila ditanam dalam animo penghujan umumnya jaraknya 40 x 15 cm. Sedang jikaditanam pada isu terkini kemarau 25 x 25 centimeter atau 30 x 20 cm.
2.3 Pemeliharaan Tanaman

1.pengairan

Pengairan dalam kacang hijau diharapkan terutama pada huma sawah irigasi,terutama pada saat tumbuhan mengalami masa pertumbuhan vegetative. Jika ditanampada sawah tadah tidak perlu diberi air. Sebab tanah masih lembap jika ditanampada saat masih hujan. Kacang hijau pada masa generative sedikit memerlukanair.
2.penyulamandanPenyiangan
Penyulaman dapat dilakukan sehabis flora berumur 17 hari sehabis penanamandilakukan. Penyulaman dilakukan menggunakan cara menyediakan tumbuhan cadangan yangditanam di luar area tumbuhan. Penyulaman dilakukan apabila 5% lubang tanaman tidakditumbuhi flora paripurna.
 Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Pertama waktu tanaman sudahberumur 2 minggu dan kedua pada ketika berumur satu bulan. Penyiangan dilakukanuntuk membersihkan tanaman pengganggu atau gulma.
3.pemuupukan

Pemupukan dilakukan dua kali, pertama diberikan dalam ketika tanam, dan yg keduadiberikan menjelang tanaman berbunga atau pada ketika tumbuhan umur satu bulan.dosis pupuk yang diberikan adalah urea 50-100 kg/ha TSP 100 kg/ha dan KCL 50-75kg/ha. Cara pemupukan, pertama pupuk dimasukan ke lubang lalu ditutupdengan tanah jeda lubang pupuk 5-6 centimeter. Kemudian lubang kedua yang jaraknya 10cm kemudian tutp dengan tanah. Pupuk jangan hingga kontak pribadi denganbenih, karena perkecambahan akan terhambat.

2.4 Pengendalian Hama serta Penyakit
1.lalat kacang
: ciri-cirinya tubuh kecil berukuran 1,lima mm, rona hitammengkilap, siang hari bersembunyi pada pada rumput, serta kepongpongnya atau pupaberwarna coklat.
Dampak pada tumbuhan, terdapat bercak-bercak dalam daun pertama, polong yangdiserang gugur, daun mulai layu dan kekuning-kuningan, flora akan tewas saatberumur 3-4 minggu. Pengendaliannya, tanam serempak, tanam gilir, benih masukankedalam lubang menggunakan insektisida butiran misalnya furadan 3G, serta penyemprotandengan insektisida misalnya Thiodin 35 EC mulai umur 3 hari.
2.ulat Jengkal
: ciri-cirinya, tubuhnya berwarna hijau, ukurannya dua-3cm, dan jalannyamenyungkal. Dampak dalam flora, menyerang flora yang sudahtua, serta menyerang daun hingga tulang daun. Pengendaliannya, musnahkan telurdan larvanya, tanam gilir, tanam serempak, serta penyemprotan pestisida, sepertiDekametrin, azodrin 15 WSG, atau Dursbori 20 EC.
3.penggerek Polong : ciri-cirinya, larva berwarna merah kebiruan padawaktu kecil, dan sehabis besar berwarna hijau, dan bentuk larva gemuk licin.
Dampak dalam tumbuhan, menciptakan lubang pada polong, memakan biji, gejala bercakhitam, adanya lubang bulat pada polong, dan biji dalam polong habis dimakan. Pengendaliannya,tanam serempak, tanam gilir, pengaturan saat yang tepat, menghentikan penanamanselama dua tahun jika hama poly, serta penyemprotan dengan pestisida, sepertiazodrin 15 WSC atau Sihalotrin.
4.ulat penggulung daun
: ciri-cirinya, ulat berwarna hijau jelas, dankupu-kupu mini berwarna coklat belia. Dampak pada tanaman , daun menggulung kedalam/keriting karenasel-sel bagian atasnya mengerut serta menurunkan output,karena proses fotosintesis terganggu. Pengendaliannya,  membuang daun yangmenggulung, mematikan ulatnya, dan menyemprot pada saat berumur 3 minggudenga  Fungisida Benlate 50 WP sebesar 1 gram/liter air, dan setiap 10hari dalam umur 30-50 disemprot menggunakan ½ gram per liter air.
5.bercak daun

, pengendaliannya memotong daun dan lakukanpenyemprotan dengan Benlate 50 WP sebanyak 0,5 gr/liter pada usia 30 serta 40hari.
6.karat daun

, pengendaliannya menaman varietas tahan penyakit, danlakukan penyemprotan menggunakan fungisida setiap 10 hari mulai 25 hari hingga 45hari menggunakan Bayleton 2 gr/dua cc/liter air.
7.kudis,
pengendaliannya penanamn varietas tahan penyakit,flora dicabut serta dibakar, dan penyemprotan pestisida secara teratur menggunakan Bavistin, Topsin M 70 WP dalam umur 20 hari, 30 hari, dan 50 hari.
8.embun tepung,
 penngendaliannya dengan menanam varietas yangtahan penyakit, dan menyemprotkan fungisida seperti Benlate 50 WP 1 gr/literair ketika flora usia 3 minggu.
9.mozaik kacang hijau,
penanggulangannya menggunakan menanam varietas tahanpenyakit, tanam gilir, mencabut serta membakar tumbuhan yang terserang, danmemberantas vector dengan insektisida.
2.6 Panen dan Pascapanen

Umur kacang hijau umunya 58-85 hari, pemungutan panen bisa dilakukan ketikasebagian besar polong sudah kemarau dan mudah pecah, panen dilakukan dengandipetik dan dilakukan dalam pagi hari.
Polong yg sudah dipetik kemudian dijemur sesudah kuning masukan kedalamkarung dan dipukul-pukul supaya biji terlepas dari polong, serta setelahn itulakukan penapian buat memisahkan biji-biji yang rusak.
Biji yg telah higienis lalu dijemur lagi hingga 2-3 hari. Biji kemudiansimpan pada kaleng. Berilah abu dapur atau insektisida supaya nir diseranghama serbuk.
III.KESIMPULAN
Adapunkesimpuln adalah menjadi berikut :
1.tanamankacangn hijau adalah termasuk jenis flora leguminose dan snagat gampang tumbuhpada jeis tanah apa saja.

2.tekinisbudidaya tanman kacang hijau snagat mudah tidak ada yg butuh perahatianekstra pada masing-masing termin budidayanya.

BUDIDAYA KACANG KAPRI

I.PENDAHULUAN

1.1Latar  Belakang

Kapri atau kacang kapri (Pisum sativum L.) sativum, masuk suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan sejenis tumbuhansayur yg gampang dijumpai pada pasar dan pasar swalayan. Kapritermasuk dalam golongan sayur buah, adalah buahnya yg dimakan sebagai sayur serta tidakdigolongkan sebagai butir-buahan. Buah ini, yang bertipe polong (legume), dipanen saat masih belia serta bijinya belum berkembangpenuh, sebagai akibatnya berbentuk pipih dan masih lunak. Dikonsumsi sbg adonan sayur (sop,sambal goreng hati, dll) Kacang polong/ercis (PisumsativumL).,masuk suku polong-polongan atau Fabaceae adalah tanaman pembuat sayuran berupa biji berwarnahijau. Ercis didatangkan oleh penjajah Belanda keIndonesia karena sayuran ini populer di Eropa sebagaibagian berdasarkan salad atausup. Nama "ercis" adalah pinjaman daribahasa Belanda (erwtjes, "ercis kecil
1.2Tujuan

Adapuntujuna adalah menjadi berikit :
1.untukmenjadi panduan petunjuk teknis bagi pelaku utama dalam melksanakan budidayatanaman kacang kapri.
2.untukmemiotivasi agat dapat menaikkan produksi kacang kapri karena harganyasangat mahal.



II.BUDIDAYAKACANG KAPRI

2.1 Syarat tumbuh tumbuhan kapri (peas)
Suhu homogen-homogen optimum buat pertumbuhan vegetatif tanaman kapri adalah13-18°C; dalam suhu pada atas 29°C, pertumbuhan flora praktis terhenti. Tanamanini sangat tanggap terhadap suhu, khususnya selama perkembangan vegetatif, danwalaupun adalah sayuran iklim dingin, flora ini peka terhadap bunga es.bunga dan polong lebih rentan terhadap kerusakan dampak bunga es ketimbang daundan btg; tanaman muda lebih toleran terhadap suhu rendah. Suhu yang agaktinggi pula memperpendek ketika buat berbunga, namun suhu pada atas 30°C dapatmenyebabkan aborsi bunga atau bakal buah. Fluktuasi suhu harian sedang biasanyameningkatkan pertumbuhan tanaman .
2.2media tanam kapri (peas)
Kapri masih satu jenis dengan
ercis serta termasuk keliru satu sayuran yang paling awal dikonsumsi manusia.tanaman init tumbuh merambat seperti semak sehingga dibutuhkan tiang (lanjar)penopang dalam budidayanya. Biasanya tiang penopang ini di buat berdasarkan bambu yangdi belah tipis dan ditancapkan pada media tanamnya (sekitar tumbuhan). Bijiditanam dengan cara pada masukan ke pada lubang yang telah disiapkan. DiIndonesia khususnya di pulau Jawa cara melubangi media tanam dilakukan dengancara pada tugal (melubangi dengan kayu panjang /tugal). Karena media tanamnya wajib gembur maka mudah buat membuat lubang dengan tugal .
Untuk memperoleh hasil panen yang baik maka media tanam harus berupa bedengandengan tinggi media tanam sekitar 20 - 30cm, di maksudkan izin tanamantidak terendam genangan air hujan dari curah hujan yang hiperbola, karenatanaman sanggup jadi layu serta membusuk. Dan buat yg output yg terbaik, makamedia tanam wajib di tutupi mulsa plastik hitam perak, agar pertumbuhan gulmabisa pada kendalikan serta pemupukan tumbuhan bisa lebih optimal.
Media tanam dicampur pupuk kandang diubahsuaikan menggunakan luas lahan yangdipergunakan. Lahan pada cangkul buat lalu digemburkan serta pada berikan merata pupukkandang yg telah disiapkan. Setelah merata baru kemudian di bentukbedengan-bedengan.
Pemupukan flora diberikan umumnya dengan pupuk N P K mutiara menggunakan caramelubangi sekitar tanaman serta membenamkan pupuk tadi. Hal ini untukmemaksimalkan fungsi pupuk bagi tumbuhan serta pemberian pupuk lebih efektive jugatidak boros.
2.3Pembibitan
Benih bermutu baik bila utuh, tidak cacat, belumkadaluarsa, tidak mengandung campuran dengan biji atau benda lain, dayakecambah tinggi (> 80%), serta bebas menurut penyakit bawaan berbahaya. Pembenihandilakukan dengan mengeluarkan benih berdasarkan polong lalu dikeringkan selama 3hari bila surya bersinar penuh atau hingga polong cukup kering, sehinggatingkat kadar air benih dibutuhkan hanya kurang lebih 10-15%. Benih dipilih untukmendapatkan benih yg baik dan ditempatkan pada wadah tertutup rapat.selanjutnua benih disimpan di tempat yang kemarau dan tidak terkena sinarmatahari. Bibit yang dipakai nir perlu disemai, namun eksklusif ditanampada huma yg sudah disiapkan
2.4PengolahanTanah
Tanah yang dibutuhkan merupakan tanah yang gembur, denganpengolahan atau penyiangan rumput atau tumbuhan liar terlebih dahulu gunasirkulasi udara pada tanah. Setelah huma bersih, tanah dicangkul atau dibajakdengan kedalaman 30 cm, selanjutnya diratakan. Setelah digembur serta diratakantanah dibentuk sebagai bedengan dengan lebar sekitar 50 centimeter serta bedengan dibuatmemanjang ke arah timur-barat guna menerima sinar mentari yang optimal. Jarakantar bedengan yg dipisahkan sang parit saluran air dibentuk lebih kurang 25-30 cmdengan tinggi bedengan lebih kurang 25 cm.
2,5Penanaman
Jarak tanam antar lubang adalahsekitar 15-20 cm, sedangkan jeda antar barisan 50 centimeter. Kemudian benih kapriditanam ke pada lubang dan ditutup balik menggunakan tanah. Benih kapri kelihatantumbuh 5 hari kemudian
2.6Pemeliharaan
Pengendalian gulma dilakukan denganpenyiangan dua kali selama masa pertumbuhan dalam ketika tanaman berumur kurang lebih 3minggu dan 6 minggu menggunakan bantuan kored atau dengan dicabut. Pemberian pupukkandang dilakukan dua-tiga minggu sebelum tanam menggunakan takaran 10-15 ton per hektaratau 1-1,5 kg/m2. Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan dalam pagiatau sore hari. Penggemburan tanah dilakukan buat menggemburkan tanah yangmemadat pada sekitar tumbuhan dampak siraman hujan dan penyinaran matahari.pemangkasan pucuk-pucuk kapri dilakukan sebesar 2 kali yaitu setelah tanamanberumur tiga serta 5 minggu. Tanaman kapri memiliki sulur dan tumbuh merambat, olehkarena itu perlu ditambahkan tongkat penopang  atau lanjaran untukmerambatkan flora. Pemasangan lanjaran ini sebaiknya dilakukan dalam saattanaman berumur tiga minggu atau jika tingginya telah sekitar 15 cm. Lanjaran yangdigunakan dapat berupa bambu menggunakan panjang kurang lebih 150 centimeter serta ditancapkan disamping tanaman . Perkiraan dosis serta saat aplikasi pemupukan bisa dilihatpada table berikut ini:
Umur/kg/ha/demam isu tanam
Urea
SP36
KCl
Sebelum Tanam
124
250
180
3 minggu selesainya tanam
124
Pemupukan tambahan berupa pupuk daundiberikan dengan cara penyemprotan pada bagian atas bawah daun serta dilakukan padapagi atau sore hari pada umur 20-30 hari setelah tanam.
2.7Panen
Panen kapri polong belia dilakukanketika umur flora mencapai 60 hari, sedangkan biji kapri menggunakan polong penuhdan warnanya masih hijau berumur kurang lebih 70 hari.




III . KESIMPULAN

Adapunkesimpilan merupakan sebagi berikut :
1.tanamankacang kapri merupakan tnaman sayuran yg memiliki nilai irit tinggi karenaharganya mahal dan nir disemua pasar tradiaional ada penjualnya.

2.tanamankacang kapri sanagt gampang melakukan budidaaya dan nir ada tahapan bididayayang memerlukan perlakuan spesifik. 

BUDIDAYA KACANG PANJANG

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Tanamankacang panjang adalah flora sayuran yang bernilai hemat. Tnaman kacangpanjang dapat ditanam dalam semua ekspresi dominan serta nir memrlukan perlakuan khususdalam budidayanya, nir memerlukan pemeliharan yng khusus dan porto yangdiperlukan buat melaksnakan budidaya tidak poly.
Tanamankacang panjang bisa ditanaman dengan memanfaatkan huma pekarangan dan tidakmemrlukan huma yg luas. Tnaman kacang panjang pemasarannya sangat mudahkarena setiapmorang senang mengkonsumsi kacang panjang shari-hari dan hargasangat nisbi. Panen bisa dilkukan berkali-kali sampai tumbuhan tua serta meninggal.
1.2Tujuan

Adapuntujuan merupakan sebagi berikut :
1.untuksebagi petunjuk bagi pelaku utama yg akan melaksanakan budidaya kacangpanjang.
2.untukmenigkatkan produksi kacang panjang seoptimal mungkin waluapun ditanam dilahanpekaranga.



II.BUDIDAYAKACANG PANJANG

2.1SyaratTumbuh
Tanaman tumbuh baik dalam tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur,banyak mengandung bahan organik serta drainasenya baik, pH kurang lebih 5,5-6,lima. Suhuantara 20-300C, iklimnya kemarau, curah hujan 600-1.500 mm/tahun danketinggian optimum kurang berdasarkan 800 m dpl.
2.2Pembibitan
- Benih yang baik dan bermutu adalah   daya kecambah tinggi di atas85%, nir rusak/stigma, nir mengandung wabah hama serta penyakit. Keperluanbenih buat 1 hektar antara 15-20 kg. Benih pribadi tanam dalam lubang tanamyang telah disiapkan.
2.3PengolahanTanah
- Bersihkan huma dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak sampai tanahmenjadi gembur.
- Buatlah bedengan menggunakan ukuran lebar 60-80 centimeter, jarak antara bedengan 30 centimeter,tinggi 30 cm, panjang tergantung huma. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 centimeter serta jeda antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah menurut lima,lima dengan dolomitsebanyak 1-dua ton/ha serta campurkan secara merata menggunakan tanah dalam kedalaman 30cm:
2.4Penanaman
- Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 centimeter, 30 x 40cm. Dan jeda tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm serta 30 x 60 centimeter.
- Waktu tanam yg baik adalah awal animo kering/awal musim penghujan, tetapidapat saja sepanjang ekspresi dominan asal air tanahnya memadai.
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebesar 2 biji, tutup menggunakan tanahtipis/menggunakan abu dapur.
2.5Pemeliharaan
üPenyulaman
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5hari sehabis tanam. Benih yg tidak tumbuh segera disulam
üPENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada waktu tanamanberumur dua-tiga minggu selesainya tanam, tergantung pertumbuhan rumput pada kebun.
üPerempelan
Kacang panjang yg terlalu rimbunperlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalurimbun dapat Mengganggu pertumbuhan bunga.
üPemupukan
Dosis pupuk makro sebagai berikut:
Waktu
Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg)
SP-36 (kg)
KCl (kg)
Dasar
50
75
25
Umur 45 hari
50
25
75
TOTAL
100
100
100
Catatan :Atau sinkron rekomendasi setempat.
Pupukdiberikan di dalam lubang pupuk yg terletak di kiri-kanan lubang tanam.jumlah pupuk yang diberikan buat satu flora tergantung dari jeda tanam).pada saat tumbuhan berbunga nir dilakukan penyemprotan, lantaran dapatmengganggu penyerbukan .
üPengairan
Pada fase awal pertumbuhan benihhingga flora muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnyatergantung ekspresi dominan.
üPengendalianHama dan Penyakit
a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: masih ada bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanamanyang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal btg terjadiperakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanamanyang bukan menurut keluarga kacang-kacangan.
b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat lantaran hama mengisap cairan sel tanaman danpenurunan hasil panen. Kutu bergerombol pada pucuk tumbuhan serta berperan sebagaivektor virus. Pengendalian: menggunakan rotasi tumbuhan dengan tanaman bukan familikacang-kacangan.
c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang menggunakan berukuran tidak niscaya, agresi berat pada musimkemarau, jua menyerang polong. Pengendalian: menggunakan kultur teknis, rotasitanaman, penanaman serempak,
d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur hingga 90%. Pengendalian: denganmembersihkan dan memusnahkan residu-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benihkacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong.pengendalian: dengan rotasi tumbuhan serta menjaga kebersihan kebun menurut sisa-sisatanaman. F. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yg baru berkecamabah, semacam kankerberwarna coklat dalam bagian btg dan keping biji. Pengendalian: menggunakan rotasitanaman, perlakuan benih sebelum ditanam. Penyakit mozaik ( virus CowpeaAphid Borne Virus/CAMV).
Gejala: dalam daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidakberaturan. Penyakit ditularkan sang vektor kutu daun. Pengendalian: gunakanbenih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan flora yangterserang dicabut dan dibakar.
h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tumbuhan terhambat, ruas-ruas (buku-kitab ) batang sangatpendek, tunas ketiak memendek dan menciptakan "sapu". Penyakitditularkan kutu daun. Pengendalian: sama menggunakan pengendalian penyakit mosaik.
i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: flora mendadak layu dan serangan berat menyeabkan flora meninggal.pengendalian: menggunakan rotasi flora, perbaikan drainase dan mencabut tanamanyang meninggal.
2.7PanendanPascaPanen
- Ciri-ciri polong siap dipanen merupakan ukuran polong sudah maksimal , mudahdipatahkan dan biji-bijinya pada pada polong tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik dalam pagi/sore hari. Umur flora siap panen3,lima-4 bulan
- Cara panen dalam tumbuhan kacang panjang tipe merambat menggunakan memotong tangkaibuah dengan pisau tajam.



III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan merupakan sebagi berikut :
1.tanamankacang panjang adalah tumbuhan yg mudah dilakkukan budidaya serta bernilaiekonomis.

2.tnamankacang panjang dapat ditanam dalam huma pekarangan dan tidak memrlukan lahanyang luas

BUDIDAYA JAHE

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Jahe termasuk pada suku temu-temuan(Zingiberaceae), sefamili menggunakan temu-temuan lainnya seperti temu komedi (Cucumaxanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica),kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) serta lain-lain.
Jahe juga lazim dipakai sebagaiherba obat dan bahan bumbu kuliner. Jahe mengandung komponen senyawa yangbertanggungjawab atas sensasi panas serta juga aroma khas waktu rimpangnyadimemarkan. Jahe tidak hanya berfungsi menjadi bumbu dan bahan obat, di beberapawilayah tertentu, jahe bahkan dipakai sebagai pestisida organik yg ampuhmengusir hama. Jahe memang memiliki beragam khasiat, menjadi tumbuhan obat, jaheberfungsi buat karminatif (peluruh kentut), anti-muntah, pereda masuk angin,melebarkan pembuluh darah, anti-rematik dan masih banyak lagi lainnya.mencermati beragam manfaat jahe ini, sangat masuk akal bila komoditi yang satu inidijadikan galat satu flora primer petani.
1.2Tujuan

Adapuntujuan merupakan sebagi berikut :
1.untukmenjadi prtunjuk teknis bagi pelak utama dan keluarganya dalam melakukanbudidaya jahe.
2.uttukdapat merubah produksi jahe sebagai lebih optimal kwalitas serta kwantitasnya dandpat merubah pendapatan pelaku uatama dan keluarganya.
II.BUDIDAYA  JAHE

2.1 Syarat Tumbuh

Tanaman jahe membutuhkan curah hujanrelatif tinggi, yaitu antara dua.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulanatau lebih tanaman jahe memerlukan intensitas cahaya surya 70 - 100%. Dengankata lain penanaman jahe usahakan dilakukan pada loka terbuka sehinggamendapat sinar mentari sepanjang hari. Suhu udara optimum budidaya tanamanjahe antara 20-35 oC.
Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanahsubur, gembur serta poly mengandung humus. Tekstur tanah yang baik adalahlempung berpasir, liat berpasir serta tanah laterik. Tanaman jahe bisa tumbuhpada keasaman tanah (pH) sekitar 4,tiga-7,4. Namun keasaman tanah (pH) optimumuntuk jahe gajah merupakan 6,8-7,0. Jahe tumbuh baik di daerah tropis dansubtropis dengan ketinggian 0 - dua.000 m dpl. Di Indonesia pada biasanya ditanampada ketinggian 200 - 600 m dpl.

2.dua Pembibitan

ØPersyaratan Bibit Jahe

Bibit berkualitas merupakan bibit yangmemenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), danmutu fisik. Mutu fisik merupakan bibit bebas hama dan penyakit. Rimpang untukdijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2 - tiga bakal mata tunas dengan bobotsekitar 25 - 60 g buat jahe putih besar , 20 - 40 g buat jahe putih kecil danjahe merah. Kebutuhan benih per ha buat jahe putih besar (panen tua)membutuhkan benih dua - 3 ton/ha serta lima ton/ha untuk jahe putih besar panen muda.sedangkan jahe merah dan jahe emprit 1 – 1,5 ton.

ØTeknik Penyemaian Bibit

Untuk mendapatkan pertumbuhan tanamanseragam, bibit jangan pribadi ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan.penyemaian bibit bisa dilakukan menggunakan peti kayu atau ditaruh pada atasbedengan.

ØPenyemaian dalam bedengan

Buat rumah penyemaian sederhana ukuran10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Buatbedengan menurut tumpukan jerami setebal 10 centimeter. Rimpang bakal bibit disusun padabedengan jerami kemudian ditutup jerami, diatasnya diberi rimpang tutup denganjerami, demikian seterusnya, sebagai akibatnya didapatkan 4 susunan lapis rimpang denganbagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan denganpenyiraman setiap hari serta sekali waktu disemprot menggunakan fungisida. Setelah 2minggu, umumnya rimpang telah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidakterbawa bibit berkualitas rendah. Bibit output seleksi itu dipatah-patahkandengan tangan serta setiap potongan mempunyai tiga-5 mata tunas serta beratnya 40-60gram.

ØPenyiapan Bibit

Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskandari ancaman penyakit menggunakan cara bibit tadi dimasukkan ke pada karung dandicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4jam, barulah ditanam.


2.tiga Persiapan Lahan Budidaya Jahe

ØPembentukan Bedengan DanPemupukan Dasar

Untuk memudahkan pemeliharan sekaligusuntuk encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadibedengan-bedengan engan berukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 centimeter, sedangkanpanjangnya disesuaikan menggunakan kondisi lahan. Penanaman jahe dengan sistembedengan juga bertujuan buat memudahkan serangan patogen, karena kelembabantanah sanggup dijaga dengan membuat pari-parit. Pemupukan dasar diberikanbersamaan dengan pembuatan bedengan memakai pupuk kandang yang sudahdifermentasi sebesar 40 ton/ha dan NPK 15-15-15 sebesar 1,lima ton/ha. Akanlebih baik apabila dibubuhi dengan agensia biologi misalnya Trichoderma sp. dan Gliocladiumsp. buat mencegah serangan bakteri maupun cendawanpatogen. Pemberian humat serta fulvatakan berfungsi sebagai pembenah tanah, sebagai akibatnya serapan unsur hara sang tanamanjahe bisa optimal.
Pengapuran dilakukan pada saatpembentukan bedengan. Pada tanah menggunakan pH rendah, sebagian akbar unsur-unsurhara didalamnya, Terutama fosfor (p) serta kalsium (Ca) pada keadaan tidaktersedia atau terikat oleh ion-ion tanah. Kondisi tanah yg masam ini dapatmenjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp danpythium sp. Pengapuran pula berfungsi menambah unsur kalium yang sangatdiperlukan flora buat mengeraskan bagian tumbuhan yang berkayu, merangsangpembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel butir serta merangsangpembentukan biji.

2.4Penentuan Pola Tanaman

Pembudidayaanjahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai relatif rasional,karena bisa memberikan produksi tinggi. Namun pada daerah, pembudidayaan tanamanjahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkankerugian. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tumbuhan lain mempunyaikeuntungan-keuntungan menjadi berikut : Mengurangi kerugian yang disebabkannaik turunnya harga. Menekan porto kerja, misalnya: tenaga kerja pemeliharaantanaman. Meningkatkan produktivitas huma. Memperbaiki sifat fisik danmengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu).
Praktek dilapangan, terdapat jahe yang ditumpangsarikan dengan sayursayuran, seperti ketimun,bawang merah, cabai rawit, buncis serta lain-lain. Ada pula yang ditumpangsarikandengan palawija, misalnya jagung, kacang tanah serta beberapa kacang-kacanganlainnya.

ØPembuatan Lubang Tanam

Untukmenghindari pertumbuhan jahe yang buruk, karena syarat air tanah yg jelek,maka usahakan tanah diolah sebagai bedengan-bedengan. Selanjutnya buatlubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,lima centimeter buat menanam bibit.

ØCara Penanaman

Cara penanaman dilakukan dengan caramelekatkan bibit rimpang secara rebah ke pada lubang tanam atau alur yangsudah disiapkan. Jarak tanam yang dipakai buat penanaman jahe putih besaryang dipanen tua adalah 80 centimeter x 40 cm atau 60 centimeter x 40 centimeter, jahe putih mini danjahe merah 60 centimeter x 40 cm.

2.lima PemeliharaanTanaman Jahe

ØPembubunan

Tanaman jahe memerlukan tanah yangperedaran udara dan air dapat berjalan menggunakan baik, maka tanah harusdigemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan buat menimbun rimpang jahe yangkadang-kadang timbul ke atas bagian atas tanah. Jika flora jahe masih muda,cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun menggunakan jarak sekitar 30cm. Pertama kali dilakukan pembumbunan dalam saat tumbuhan jahe berbentuk rumpunyang terdiri atas tiga-lima anakan, biasanya pembubunan dilakukan dua-3 kali selama umurtanaman jahe. Tetapi tergantung pada syarat tanah serta banyaknya hujan.

ØPemupukan Susulan

Tanaman jahe merupakan tanaman yangberumur panjang dibandingkan dengan flora cabe juga tomat. Pada dasarnyapupuk dasar yg diberikan telah mencukupi buat menopang pertumbuhan tanamantersebut. Akan tetapi pada budidaya jahe secara intensif perlu dilakukan upayauntuk meningkatkan output produksi yg signifikan. Oleh karena itu, pupuksusulan perlu diberikan dalam saat tanaman jahe berumur 2 – 3 bulan, 4 – 6bulan, dan 8 – 10 bulan menggunakan pupuk NPK 15-15-15 menggunakan takaran 20 gr pertanaman ditambah dengan pembenah tanah, misalnya asam humat dan asam fulvatuntuk membantu serapan unsur hara sang akar sebagai akibatnya pertumbuhan tanaman bisaoptimal.

ØPengairan serta Penyiraman

Tanaman Jahe tidakmemerlukan air yang terlalu banyak buat pertumbuhannya, akan namun pada awalpetumbuhannya tumbuhan jahe membutuhkan air yang relatif, sehingga saat memulaibudidaya jahe diusahakan penanaman pada awal trend hujan lebih kurang bulanSeptember.

2.7. Panendan Pasca Panen

Setelah semua proses selesai, petanitinggal menunggu masa panen. Langkah pemanenan tergantung dalam peruntukan jahe.untuk jahe bumbu, sudah bisa dipanen pada usia 4 bulan. Jika budidaya flora jahe ditujukan untukindustri orisinil pabrik, sebaiknya dipanen di usia 10 hingga 12 bulan. Cara memanenharus hati-hati, tanah dibongkar memakai alat seperti garpu atau cangkul.pastikan indera Anda tidak tentang rimpang jahe. Setelah dipanen, jahe disimpandi loka terbuka yg tidak




III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan merupakan menjadi berikut :
1.tanamanjahe adlah tanaman yg memiki komersil tinggi dan pada melakukan bididayanyatidak emerlukan perlakuan spesifik dan porto tidak banyak.

2.prospekpemasaran jahe sangat baik akrena jehe merupakan kebutuhan sehari-hari baikrumah tangga, pembuatan jame dan komestik danlai-lainnya.

BUDIDAYA JERUK

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Manfaattanaman jeruk menjadi makanan buah segar atau kuliner olahan,dimana kandungan vitamin C yg tinggi. Di Beberapa negara telah diproduksiminyak dari kulit serta biji jeruk, gula tetes, alkohol dan pektin berdasarkan buahjeruk yg terbuang. Minyak kulit jeruk digunakan utk menciptakan minyak wangi, sabunwangi, esens minuman dan utk campuran kue. Beberapa jenis jeruk misalnya jeruknipis dimanfaatkan menjadi obat tradisional penurun panas, pereda nyeri salurannapas permukaan dan penyembuh radang mata.
Prospek agribisnis jeruk pada Indonesia cukup baguskarena potensi huma produksi yang luas. Melalui acara peningkatan kualitassumberdaya petani serta didukung menggunakan hasil penemuan teknologi pemupukan,pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya diharapkanmampu menaikkan Kuantitas serta Kualitas produksi jeruk.
1.2Tujuan

Adapuntujuan adalah sebagi berikut :
1.untukmenjadi petunjuk teknisbagi pelaku primer serta keluarganya dalam melakukanbudidaya flora jeruk.
2.untukmeningkatkan produksi jeruk sebagai optimal mungkin serta membuahkan sebagaitanaman komersil serta budidaya secara intensif


II.BUDIDAYA JERUK

2.1Syarat Tumbuh

Kecepatan angin yang lebih berdasarkan 40-48persenakan merontokkan bunga serta buah. Utk daerah yang intensitas dan kecepatananginnya tinggi tanaman pelawan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurusdgn arah angin. Tergantung dalam spesiesnya, jeruk memerlukan5-6, 6-7 atau 9 bulan basah (animo hujan). Bulan basah ini diperlukan utkperkembangan bunga dan butir supaya tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanamanini sangat memerlukan air yang relatif terutama pada bulan Juli-Agustus. Temperaturoptimal antara 25-30°C namun ada yg masih bisa tumbuh normal pada 38°C. JerukKeprok memerlukan temperatur 20°C. Semua jenis jeruk tidak menyukai loka ygterlindung berdasarkan sinar mentari .  Kelembabanoptimum utk pertumbuhan flora ini kurang lebih 70-80%.
Tanah yang baik utk budidayajeruk adalah lempung sampai lempung berpasir dgn fraksi liat 7- 27%, debu 25-50%dan pasir < 50%, relatif humus, tata air serta udara baik. Jenis tanah Andosoldan Latosol sangat cocok utk budidaya jeruk. Derajat keasaman tanah (pH tanah)yang cocok utk budidaya jeruk adalah 5,lima–6,lima dgn pH optimum 6. Air tanah ygoptimal berada dalam kedalaman 150–200 centimeter di bawah bagian atas tanah. Pada musimkemarau 150 centimeter dan pada demam isu hujan 50 centimeter. Tanaman jeruk menyukai air ygmengandung garam lebih kurang 10%. Tanaman jeruk dapat tumbuh dgn baik pada daerah ygmemiliki kemiringan lebih kurang 30°.


2.dua TeknikPenanaman

Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musimkemarau jika tersedia air utk menyirami, namun sebaiknya ditanam diawal musimhujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan:
  • Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan.
  • Pengurangan akar.
  • Pengaturan posisi akar supaya jangan ada yg terlipat.
  • Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yg bebas penyakit pada sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa supaya nir menyentuh btg utk menghindari kebusukan batang. Sebelum tumbuhan berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tumbuhan legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi flora jeruk.
2.3Pemeliharaan

  1. Penyulaman : Dilakukan dalam tumbuhan yang nir tumbuh.
  2. Penyiangan : Gulma dibersihkan sesuai dgn frekuensi pertumbuhannya, dalam saat pemupukan jua dilakukan penyiangan.
  3. Pembubunan : Jika ditanam pada tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan bila pangkal akar telah mulai terlihat.
  4. Pemangkasan : Pemangkasan bertujuan utk membangun tajuk pohon dan menghilangkan cabang yg sakit, kering serta tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas dalam jeda seragam yang kelak akan menciptakan tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dgn fungisida atau lilin utk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting potong ke dalam Klorox/alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur pada tanah.
  5. Pemupukan : Pemberian jenis pupuk dan takaran (gr/tanaman ) sesudah penanaman adalah sebagai berikut:
    1. 1 bulan: Urea=100; ZA=200; TSP=25; ZK=100; Dolomit=20; P.kandang=20 kg/tan.
    2. 2 bulan: Urea=200; ZA=400; TSP=50; ZK=200; Dolomit=40; P.kandang=40 kg/tan.
    3. 3 bulan: Urea=300; ZA=600; TSP=75; ZK=300; Dolomit=60; P.kandang=60 kg/tan.
    4. 4 bulan: Urea=400; ZA=800; TSP=100; ZK=400; Dolomit=80; P.kandang=80 kg/tan.
    5. 5 bulan: Urea=500; ZA=1000; TSP=125; ZK=500; Dolomit=100; P.sangkar=100 kg/tan.
    6. 6 bulan: Urea=600; ZA=1200; TSP=150; ZK=600; Dolomit=120; P.kandang=120 kg/tan.
    7. 7 bulan: Urea=700; ZA=1400; TSP=175; ZK=700; Dolomit=140; P.kandang=140 kg/tan.;
    8. 8 bulan: Urea=800; ZA=1600; TSP=200; ZK=800; Dolomit=160; P.sangkar=160 kg/tan.
    9. >8 bulan: Urea >1000; ZA=2000; TSP=200; ZK=800; Dolomit=200; P.sangkar=200 kg/tan.
  6. Pengairan dan Penyiraman : Penyiraman jangan menggenangi batang akar. Tanaman diairi sedikitnya satu kali pada seminggu dalam trend kemarau. Apabila air kurang tersedia, tanah pada kurang lebih flora digemburkan dan ditutup mulsa.
  7. Penjarangan Buah jeruk : Pada tahun pada mana pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan agar pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot butir dan kualitas buah terjaga. Buah yg dibuang meliputi butir yg sakit, yg tidak terkena sinar surya (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah pada pada satu tangkai. Hilangkan buah di ujung grup butir pada satu tangkai utama terdapat serta sisakan hanya 2-tiga butir.
2.4Pengendalian Hama serta Penyakit

  1. Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian yang diserang merupakan tangkai,kuncup daun, tunas, daun muda.  Gejala:tunas keriting, flora meninggal. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktifdimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) danendosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Penyemprotan dilakukanmenjelang serta waktu bertunas, Selain itu buang bagian yang terjangkit.
  1. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian yang diserang merupakan tunas mudadan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa.pengendalian: menggunakan insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide40 EC), Dimethoate (Perfecthion, Rogor 40 EC, Cygon), Diazinon (Basudin 60 EC),Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Malathion (Gisonthion 50 EC).
  1. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian yang diserang merupakan daun muda.gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun belia mengkerut,menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan insektisida dgn bahan aktifMethidathion (Supracide 40 EC, Basudin 60 EC), Malathion (Gisonthion 50 EC, 50WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Kemudian daun dipetik dan dibenamkandalam tanah.
  1. Ulat penggerek bunga serta puru butir (Prays sp.)
Bagian yg diserang adalah kuncupbunga jeruk anggun atau jeruk bes. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah0,tiga-0,5 cm, bunga gampang rontok, butir belia gugur sebelum tua. Pengendalian:gunakan insektisida dgn bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) serta Methidathion(Supracide 40 EC). Kemudian buang bagian yang diserang.
5.cvpd
Penyebab: Bacterium like organism dgn vektor kutuloncat Diaphorina citri.bagian yang diserang: silinder sentra (phloem) batang.gejala: daun sempit, mini , lancip, butir mini , asam, biji rusak serta pangkalbuah oranye. Pengendalian: gunakan tanaman sehat serta bebas CVPD. Selain itupenempatan lokasi kebun minimal 5 km menurut kebun jeruk ygterserang CVPD. Gunakan insektisida utk vektor dan perhatikan sanitasi kebun ygbaik.
6.tristeza
Penyebab: virus Citrus tristeza dgn vektor Toxoptera.bagian yang diserang jeruk manis, nipis, akbar serta btg bawah jeruk Japanesecitroen. Gejala: lekuk btg , daun kaku pemucatan, vena daun, pertumbuhanterhambat. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun, memusnahkan tanaman ygterserang, lalu kendalikan vektor dgn insektisida Supracide atau
7.jamur upas
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian yg diserangadalah batang. Gejala: retakan melintang dalam batang dan munculnya gom, batangkering serta sulit dikelupas.pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dandisaput fungisida carbolineum. Kemudian potong cabang yang terinfeksi.
8.kanker
Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri.bagian yang diserang adalah daun, tangkai, buah. Gejala: bercak kecil berwarnahijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi, luka mengembang serta tampak sepertigabus pecah dgn diameter tiga-5 mm. Pengendalian: Fungisida Cu misalnya BuburBordeaux, Copper oxychlorida. Selain itu utk mencegah serangan ulat peliangdaun merupakan dgn mencelupkan mata tempel ke dalam 1.000 ppm Streptomycin selama1 jam.
2.5. Panendan Pasca Panen

Buah jerukdipanen pada saat masak optimal, biasanya berumur antara 28–36 minggu, tergantungjenis/varietasnya. Buah dipetik dgn memakai gunting potong. Sampai 500buah per tahun. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5,1 ton/ha masih pada bawahproduksi di negara subtropis yg dapat mencapai 40 ton/ha.
Pengumpulan, Di kebun, butir dikumpulkan di loka ygteduh serta bersih. Pisahkan butir yg mutunya rendah, memar dan buang buah ygrusak. Sortasi dilakukan dari diameter dan berat buah yg biasanyaterdiri atas 4 kelas. Kelas A adalah buah dgn diameter dan berat terbesarsedangkan kelas D mempunyai diameter dan berat terkecil. Penyortiran danPenggolongan Setelah buah dipetik serta dikumpulkan, selanjutnya buahdisortasi/dipisahkan menurut butir yang busuk. Kemudian butir jeruk digolongkan sesuaidgn berukuran serta jenisnya. Penyimpanan
Untuk menyimpanbuah jeruk, gunakan loka yg sehat serta bersih dgn temperatur ruangan 8-10 derajat C.pengemasan Sebelum pengiriman, butir dikemas di pada keranjang bambu/kayu tebalyg nir terlalu berat utk kebutuhan lokal serta kardus utk ekspor. Pengepakanjangan terlalu padat supaya buah tidak rusak. Buah disusun sedemikian rupasehingga pada antara butir jeruk terdapat ruang udara bebas tetapi butir tidak dapatbergerak. Wadah utk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.


III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan merupakan saebagai berikut :
1.tanamanjeruk adalah flora komersil tinggi karena semua lapisan warga menyukaibuah jeruk serta banyak mengandung vitamin yang sangat baik buat tubuh.
2.budidayatanaman jeruk sangat menguntungkan lantaran harganya tinggi dan semua masyarakatmenyukai jadi tidak sulit dlam pemasaran.