BUDIDAYA KACANG PANJANG
I.PENDAHULUAN
1.1LatarBelakang
Tanamankacang panjang adalah flora sayuran yang bernilai hemat. Tnaman kacangpanjang dapat ditanam dalam semua ekspresi dominan serta nir memrlukan perlakuan khususdalam budidayanya, nir memerlukan pemeliharan yng khusus dan porto yangdiperlukan buat melaksnakan budidaya tidak poly.
Tanamankacang panjang bisa ditanaman dengan memanfaatkan huma pekarangan dan tidakmemrlukan huma yg luas. Tnaman kacang panjang pemasarannya sangat mudahkarena setiapmorang senang mengkonsumsi kacang panjang shari-hari dan hargasangat nisbi. Panen bisa dilkukan berkali-kali sampai tumbuhan tua serta meninggal.
1.2Tujuan
Adapuntujuan merupakan sebagi berikut :
1.untuksebagi petunjuk bagi pelaku utama yg akan melaksanakan budidaya kacangpanjang.
2.untukmenigkatkan produksi kacang panjang seoptimal mungkin waluapun ditanam dilahanpekaranga.
II.BUDIDAYAKACANG PANJANG
2.1SyaratTumbuh
Tanaman tumbuh baik dalam tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur,banyak mengandung bahan organik serta drainasenya baik, pH kurang lebih 5,5-6,lima. Suhuantara 20-300C, iklimnya kemarau, curah hujan 600-1.500 mm/tahun danketinggian optimum kurang berdasarkan 800 m dpl.
2.2Pembibitan
- Benih yang baik dan bermutu adalah daya kecambah tinggi di atas85%, nir rusak/stigma, nir mengandung wabah hama serta penyakit. Keperluanbenih buat 1 hektar antara 15-20 kg. Benih pribadi tanam dalam lubang tanamyang telah disiapkan.
2.3PengolahanTanah
- Bersihkan huma dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak sampai tanahmenjadi gembur.
- Buatlah bedengan menggunakan ukuran lebar 60-80 centimeter, jarak antara bedengan 30 centimeter,tinggi 30 cm, panjang tergantung huma. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 centimeter serta jeda antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah menurut lima,lima dengan dolomitsebanyak 1-dua ton/ha serta campurkan secara merata menggunakan tanah dalam kedalaman 30cm:
2.4Penanaman
- Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 centimeter, 30 x 40cm. Dan jeda tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm serta 30 x 60 centimeter.
- Waktu tanam yg baik adalah awal animo kering/awal musim penghujan, tetapidapat saja sepanjang ekspresi dominan asal air tanahnya memadai.
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebesar 2 biji, tutup menggunakan tanahtipis/menggunakan abu dapur.
2.5Pemeliharaan
Tanaman tumbuh baik dalam tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur,banyak mengandung bahan organik serta drainasenya baik, pH kurang lebih 5,5-6,lima. Suhuantara 20-300C, iklimnya kemarau, curah hujan 600-1.500 mm/tahun danketinggian optimum kurang berdasarkan 800 m dpl.
2.2Pembibitan
- Benih yang baik dan bermutu adalah daya kecambah tinggi di atas85%, nir rusak/stigma, nir mengandung wabah hama serta penyakit. Keperluanbenih buat 1 hektar antara 15-20 kg. Benih pribadi tanam dalam lubang tanamyang telah disiapkan.
2.3PengolahanTanah
- Bersihkan huma dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak sampai tanahmenjadi gembur.
- Buatlah bedengan menggunakan ukuran lebar 60-80 centimeter, jarak antara bedengan 30 centimeter,tinggi 30 cm, panjang tergantung huma. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 centimeter serta jeda antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah menurut lima,lima dengan dolomitsebanyak 1-dua ton/ha serta campurkan secara merata menggunakan tanah dalam kedalaman 30cm:
2.4Penanaman
- Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 centimeter, 30 x 40cm. Dan jeda tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm serta 30 x 60 centimeter.
- Waktu tanam yg baik adalah awal animo kering/awal musim penghujan, tetapidapat saja sepanjang ekspresi dominan asal air tanahnya memadai.
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebesar 2 biji, tutup menggunakan tanahtipis/menggunakan abu dapur.
2.5Pemeliharaan
üPenyulaman
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5hari sehabis tanam. Benih yg tidak tumbuh segera disulam
üPENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada waktu tanamanberumur dua-tiga minggu selesainya tanam, tergantung pertumbuhan rumput pada kebun.
üPerempelan
Kacang panjang yg terlalu rimbunperlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalurimbun dapat Mengganggu pertumbuhan bunga.
üPemupukan
Dosis pupuk makro sebagai berikut:
Dosis pupuk makro sebagai berikut:
Waktu
Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg)
SP-36 (kg)
KCl (kg)
Dasar
50
75
25
Umur 45 hari
50
25
75
TOTAL
100
100
100
Catatan :Atau sinkron rekomendasi setempat.
Pupukdiberikan di dalam lubang pupuk yg terletak di kiri-kanan lubang tanam.jumlah pupuk yang diberikan buat satu flora tergantung dari jeda tanam).pada saat tumbuhan berbunga nir dilakukan penyemprotan, lantaran dapatmengganggu penyerbukan .
Pupukdiberikan di dalam lubang pupuk yg terletak di kiri-kanan lubang tanam.jumlah pupuk yang diberikan buat satu flora tergantung dari jeda tanam).pada saat tumbuhan berbunga nir dilakukan penyemprotan, lantaran dapatmengganggu penyerbukan .
üPengairan
Pada fase awal pertumbuhan benihhingga flora muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnyatergantung ekspresi dominan.
üPengendalianHama dan Penyakit
a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: masih ada bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanamanyang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal btg terjadiperakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanamanyang bukan menurut keluarga kacang-kacangan.
b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat lantaran hama mengisap cairan sel tanaman danpenurunan hasil panen. Kutu bergerombol pada pucuk tumbuhan serta berperan sebagaivektor virus. Pengendalian: menggunakan rotasi tumbuhan dengan tanaman bukan familikacang-kacangan.
c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang menggunakan berukuran tidak niscaya, agresi berat pada musimkemarau, jua menyerang polong. Pengendalian: menggunakan kultur teknis, rotasitanaman, penanaman serempak,
d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur hingga 90%. Pengendalian: denganmembersihkan dan memusnahkan residu-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benihkacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong.pengendalian: dengan rotasi tumbuhan serta menjaga kebersihan kebun menurut sisa-sisatanaman. F. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yg baru berkecamabah, semacam kankerberwarna coklat dalam bagian btg dan keping biji. Pengendalian: menggunakan rotasitanaman, perlakuan benih sebelum ditanam. Penyakit mozaik ( virus CowpeaAphid Borne Virus/CAMV).
Gejala: dalam daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidakberaturan. Penyakit ditularkan sang vektor kutu daun. Pengendalian: gunakanbenih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan flora yangterserang dicabut dan dibakar.
h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tumbuhan terhambat, ruas-ruas (buku-kitab ) batang sangatpendek, tunas ketiak memendek dan menciptakan "sapu". Penyakitditularkan kutu daun. Pengendalian: sama menggunakan pengendalian penyakit mosaik.
i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: flora mendadak layu dan serangan berat menyeabkan flora meninggal.pengendalian: menggunakan rotasi flora, perbaikan drainase dan mencabut tanamanyang meninggal.
2.7PanendanPascaPanen
- Ciri-ciri polong siap dipanen merupakan ukuran polong sudah maksimal , mudahdipatahkan dan biji-bijinya pada pada polong tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik dalam pagi/sore hari. Umur flora siap panen3,lima-4 bulan
- Cara panen dalam tumbuhan kacang panjang tipe merambat menggunakan memotong tangkaibuah dengan pisau tajam.
Gejala: masih ada bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanamanyang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal btg terjadiperakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanamanyang bukan menurut keluarga kacang-kacangan.
b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat lantaran hama mengisap cairan sel tanaman danpenurunan hasil panen. Kutu bergerombol pada pucuk tumbuhan serta berperan sebagaivektor virus. Pengendalian: menggunakan rotasi tumbuhan dengan tanaman bukan familikacang-kacangan.
c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang menggunakan berukuran tidak niscaya, agresi berat pada musimkemarau, jua menyerang polong. Pengendalian: menggunakan kultur teknis, rotasitanaman, penanaman serempak,
d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur hingga 90%. Pengendalian: denganmembersihkan dan memusnahkan residu-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benihkacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong.pengendalian: dengan rotasi tumbuhan serta menjaga kebersihan kebun menurut sisa-sisatanaman. F. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yg baru berkecamabah, semacam kankerberwarna coklat dalam bagian btg dan keping biji. Pengendalian: menggunakan rotasitanaman, perlakuan benih sebelum ditanam. Penyakit mozaik ( virus CowpeaAphid Borne Virus/CAMV).
Gejala: dalam daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidakberaturan. Penyakit ditularkan sang vektor kutu daun. Pengendalian: gunakanbenih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan flora yangterserang dicabut dan dibakar.
h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tumbuhan terhambat, ruas-ruas (buku-kitab ) batang sangatpendek, tunas ketiak memendek dan menciptakan "sapu". Penyakitditularkan kutu daun. Pengendalian: sama menggunakan pengendalian penyakit mosaik.
i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: flora mendadak layu dan serangan berat menyeabkan flora meninggal.pengendalian: menggunakan rotasi flora, perbaikan drainase dan mencabut tanamanyang meninggal.
2.7PanendanPascaPanen
- Ciri-ciri polong siap dipanen merupakan ukuran polong sudah maksimal , mudahdipatahkan dan biji-bijinya pada pada polong tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik dalam pagi/sore hari. Umur flora siap panen3,lima-4 bulan
- Cara panen dalam tumbuhan kacang panjang tipe merambat menggunakan memotong tangkaibuah dengan pisau tajam.
III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan merupakan sebagi berikut :
1.tanamankacang panjang adalah tumbuhan yg mudah dilakkukan budidaya serta bernilaiekonomis.
2.tnamankacang panjang dapat ditanam dalam huma pekarangan dan tidak memrlukan lahanyang luas
Comments
Post a Comment