BUDIDAYA KACANG HIJAU

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Tanamankacang hijau merupakan flora kacang-kacangan yang memilki nilai ekonomistinggi serta memiliki nilai gizi yg tinggi jua. Kebutuhan akan kacang hijuatidak akan pernah hais karena setiap prang bisa mengkonsumsi kacang hiajuadalam bentuk apapun baik banyak sekali macam olahan kuliner.
Ketergantunganterhadap Kacang Hijau sangat memprihatinkan, lantaran seharusnya kita mampumencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas rendah serta semakin meningkatnyakebutuhan kedelai. PT. Natural Nusantara berusaha membantu dalampeningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian lingkungansehingga kita mampu bersaing di era pasar bebas.
1.2Tujuan
Adapuntjuan adalah sebagai berikut :
1.unutkpedoman teknis bagi petani dalam melaksanakan budidaya kacang hijau.
2.untukmeningkatakan produktifitas kacanghijau ditinhgkat petani dan dapt meningkatkanpendapatnnya.


II.BUDIDAYAKACANG HIJAU
2.1PengolahanTanah
Kacang hijau adalah tumbuhan yangtumbuh didaerah tropis, ketinggian tanah yang cocok buat flora ini yaitu 500m dpl. Suhu yang dibutuhkan buat budidayakacang hijau ini suhu yg panas. Pada ekspresi dominan hujan, pertumbuhanvegetative sangat cepat sebagai akibatnya gampang rebah. Tanah yg cocok untuk budidayakacang hijau merupakan yang mempunyai pH 5,8. Apabila pH kurang menurut lima, tanahsebaiknya di beri kapur terlebih dahulu, menggunakan waktu dua-4 minggu sebelumpenanaman.
Kacang hijau menyukai tanah gembur dengan saluran pembuangan air yg baik.tanah sawah bekas padi bisa digunakan buat huma penanaman kacang hijau, dansisa-residu tumbuhan padi misalnya jerami bisa langsung dibenamkan.
Pengolahan kering dilakukan dengan cara mencangkul atau dibajak agar dapatdiratakan. Dan setiap lima-6 m dibentuk saluran pengairan. Pada huma kemarau, kacanghijau ditananam dalam akhir demam isu hujan. Dan flora ini mampu ditanam secaratumpang sari menggunakan flora jagung atau umbi kayu.
2.2Penanaman
Pembuatan lubang tanam dilakukandengan cara menggunakan alat tugal bermata tiga. Fungsi berdasarkan tugal bermata tigayaitu lubang pertama untuk menanam bibit kacang hijau, serta lubang yang kedua danketiga untuk lubang pupuk. Lubang tumbuhan memiliki kedalaman 4 centimeter serta lubangpupuk sedalam 7-10 cm. Jeda antara lubang tanam serta lubang pupuk 7-10 cm.
Untuk lahan yg belum pernah ditanami kacang sebelumnya, maka wajib dilakukaninokulasi bakteri. Caranya, yaitu benih kacang dibasahi dengan air secukupnyadan dicampur secara merata menggunakan legin 10 gram dan sedikit dibasahi. Selama1-4 jam diangin-anginkan. Benih yang telah dionokulasi segera ditanam.
Tanah yang telah biasa ditanamikacang hijau telah poly mengandung bakteri Rhizobium. Hal ini akan lebihpraktis, lantaran untuk mengejar saat dan bakteri rhizobium mudah sudah ada didalam tanah.
Setelah tanah sudah dilubangi, kemudian masukan benih pada lubang pertama,setiap lubang diisi dengan 2 butir benih dan diikutii menggunakan memasukan pupukpada lubang du serta 3 serta metupnya dengan tanah.
Sedangkan jeda yg umum digunakan yaitu panjang 20-20 cm serta lebar 10-20 cm.bila ditanam dalam animo penghujan umumnya jaraknya 40 x 15 cm. Sedang jikaditanam pada isu terkini kemarau 25 x 25 centimeter atau 30 x 20 cm.
2.3 Pemeliharaan Tanaman

1.pengairan

Pengairan dalam kacang hijau diharapkan terutama pada huma sawah irigasi,terutama pada saat tumbuhan mengalami masa pertumbuhan vegetative. Jika ditanampada sawah tadah tidak perlu diberi air. Sebab tanah masih lembap jika ditanampada saat masih hujan. Kacang hijau pada masa generative sedikit memerlukanair.
2.penyulamandanPenyiangan
Penyulaman dapat dilakukan sehabis flora berumur 17 hari sehabis penanamandilakukan. Penyulaman dilakukan menggunakan cara menyediakan tumbuhan cadangan yangditanam di luar area tumbuhan. Penyulaman dilakukan apabila 5% lubang tanaman tidakditumbuhi flora paripurna.
 Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Pertama waktu tanaman sudahberumur 2 minggu dan kedua pada ketika berumur satu bulan. Penyiangan dilakukanuntuk membersihkan tanaman pengganggu atau gulma.
3.pemuupukan

Pemupukan dilakukan dua kali, pertama diberikan dalam ketika tanam, dan yg keduadiberikan menjelang tanaman berbunga atau pada ketika tumbuhan umur satu bulan.dosis pupuk yang diberikan adalah urea 50-100 kg/ha TSP 100 kg/ha dan KCL 50-75kg/ha. Cara pemupukan, pertama pupuk dimasukan ke lubang lalu ditutupdengan tanah jeda lubang pupuk 5-6 centimeter. Kemudian lubang kedua yang jaraknya 10cm kemudian tutp dengan tanah. Pupuk jangan hingga kontak pribadi denganbenih, karena perkecambahan akan terhambat.

2.4 Pengendalian Hama serta Penyakit
1.lalat kacang
: ciri-cirinya tubuh kecil berukuran 1,lima mm, rona hitammengkilap, siang hari bersembunyi pada pada rumput, serta kepongpongnya atau pupaberwarna coklat.
Dampak pada tumbuhan, terdapat bercak-bercak dalam daun pertama, polong yangdiserang gugur, daun mulai layu dan kekuning-kuningan, flora akan tewas saatberumur 3-4 minggu. Pengendaliannya, tanam serempak, tanam gilir, benih masukankedalam lubang menggunakan insektisida butiran misalnya furadan 3G, serta penyemprotandengan insektisida misalnya Thiodin 35 EC mulai umur 3 hari.
2.ulat Jengkal
: ciri-cirinya, tubuhnya berwarna hijau, ukurannya dua-3cm, dan jalannyamenyungkal. Dampak dalam flora, menyerang flora yang sudahtua, serta menyerang daun hingga tulang daun. Pengendaliannya, musnahkan telurdan larvanya, tanam gilir, tanam serempak, serta penyemprotan pestisida, sepertiDekametrin, azodrin 15 WSG, atau Dursbori 20 EC.
3.penggerek Polong : ciri-cirinya, larva berwarna merah kebiruan padawaktu kecil, dan sehabis besar berwarna hijau, dan bentuk larva gemuk licin.
Dampak dalam tumbuhan, menciptakan lubang pada polong, memakan biji, gejala bercakhitam, adanya lubang bulat pada polong, dan biji dalam polong habis dimakan. Pengendaliannya,tanam serempak, tanam gilir, pengaturan saat yang tepat, menghentikan penanamanselama dua tahun jika hama poly, serta penyemprotan dengan pestisida, sepertiazodrin 15 WSC atau Sihalotrin.
4.ulat penggulung daun
: ciri-cirinya, ulat berwarna hijau jelas, dankupu-kupu mini berwarna coklat belia. Dampak pada tanaman , daun menggulung kedalam/keriting karenasel-sel bagian atasnya mengerut serta menurunkan output,karena proses fotosintesis terganggu. Pengendaliannya,  membuang daun yangmenggulung, mematikan ulatnya, dan menyemprot pada saat berumur 3 minggudenga  Fungisida Benlate 50 WP sebesar 1 gram/liter air, dan setiap 10hari dalam umur 30-50 disemprot menggunakan ½ gram per liter air.
5.bercak daun

, pengendaliannya memotong daun dan lakukanpenyemprotan dengan Benlate 50 WP sebanyak 0,5 gr/liter pada usia 30 serta 40hari.
6.karat daun

, pengendaliannya menaman varietas tahan penyakit, danlakukan penyemprotan menggunakan fungisida setiap 10 hari mulai 25 hari hingga 45hari menggunakan Bayleton 2 gr/dua cc/liter air.
7.kudis,
pengendaliannya penanamn varietas tahan penyakit,flora dicabut serta dibakar, dan penyemprotan pestisida secara teratur menggunakan Bavistin, Topsin M 70 WP dalam umur 20 hari, 30 hari, dan 50 hari.
8.embun tepung,
 penngendaliannya dengan menanam varietas yangtahan penyakit, dan menyemprotkan fungisida seperti Benlate 50 WP 1 gr/literair ketika flora usia 3 minggu.
9.mozaik kacang hijau,
penanggulangannya menggunakan menanam varietas tahanpenyakit, tanam gilir, mencabut serta membakar tumbuhan yang terserang, danmemberantas vector dengan insektisida.
2.6 Panen dan Pascapanen

Umur kacang hijau umunya 58-85 hari, pemungutan panen bisa dilakukan ketikasebagian besar polong sudah kemarau dan mudah pecah, panen dilakukan dengandipetik dan dilakukan dalam pagi hari.
Polong yg sudah dipetik kemudian dijemur sesudah kuning masukan kedalamkarung dan dipukul-pukul supaya biji terlepas dari polong, serta setelahn itulakukan penapian buat memisahkan biji-biji yang rusak.
Biji yg telah higienis lalu dijemur lagi hingga 2-3 hari. Biji kemudiansimpan pada kaleng. Berilah abu dapur atau insektisida supaya nir diseranghama serbuk.
III.KESIMPULAN
Adapunkesimpuln adalah menjadi berikut :
1.tanamankacangn hijau adalah termasuk jenis flora leguminose dan snagat gampang tumbuhpada jeis tanah apa saja.

2.tekinisbudidaya tanman kacang hijau snagat mudah tidak ada yg butuh perahatianekstra pada masing-masing termin budidayanya.

BUDIDAYA KACANG KAPRI

I.PENDAHULUAN

1.1Latar  Belakang

Kapri atau kacang kapri (Pisum sativum L.) sativum, masuk suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan sejenis tumbuhansayur yg gampang dijumpai pada pasar dan pasar swalayan. Kapritermasuk dalam golongan sayur buah, adalah buahnya yg dimakan sebagai sayur serta tidakdigolongkan sebagai butir-buahan. Buah ini, yang bertipe polong (legume), dipanen saat masih belia serta bijinya belum berkembangpenuh, sebagai akibatnya berbentuk pipih dan masih lunak. Dikonsumsi sbg adonan sayur (sop,sambal goreng hati, dll) Kacang polong/ercis (PisumsativumL).,masuk suku polong-polongan atau Fabaceae adalah tanaman pembuat sayuran berupa biji berwarnahijau. Ercis didatangkan oleh penjajah Belanda keIndonesia karena sayuran ini populer di Eropa sebagaibagian berdasarkan salad atausup. Nama "ercis" adalah pinjaman daribahasa Belanda (erwtjes, "ercis kecil
1.2Tujuan

Adapuntujuna adalah menjadi berikit :
1.untukmenjadi panduan petunjuk teknis bagi pelaku utama dalam melksanakan budidayatanaman kacang kapri.
2.untukmemiotivasi agat dapat menaikkan produksi kacang kapri karena harganyasangat mahal.



II.BUDIDAYAKACANG KAPRI

2.1 Syarat tumbuh tumbuhan kapri (peas)
Suhu homogen-homogen optimum buat pertumbuhan vegetatif tanaman kapri adalah13-18°C; dalam suhu pada atas 29°C, pertumbuhan flora praktis terhenti. Tanamanini sangat tanggap terhadap suhu, khususnya selama perkembangan vegetatif, danwalaupun adalah sayuran iklim dingin, flora ini peka terhadap bunga es.bunga dan polong lebih rentan terhadap kerusakan dampak bunga es ketimbang daundan btg; tanaman muda lebih toleran terhadap suhu rendah. Suhu yang agaktinggi pula memperpendek ketika buat berbunga, namun suhu pada atas 30°C dapatmenyebabkan aborsi bunga atau bakal buah. Fluktuasi suhu harian sedang biasanyameningkatkan pertumbuhan tanaman .
2.2media tanam kapri (peas)
Kapri masih satu jenis dengan
ercis serta termasuk keliru satu sayuran yang paling awal dikonsumsi manusia.tanaman init tumbuh merambat seperti semak sehingga dibutuhkan tiang (lanjar)penopang dalam budidayanya. Biasanya tiang penopang ini di buat berdasarkan bambu yangdi belah tipis dan ditancapkan pada media tanamnya (sekitar tumbuhan). Bijiditanam dengan cara pada masukan ke pada lubang yang telah disiapkan. DiIndonesia khususnya di pulau Jawa cara melubangi media tanam dilakukan dengancara pada tugal (melubangi dengan kayu panjang /tugal). Karena media tanamnya wajib gembur maka mudah buat membuat lubang dengan tugal .
Untuk memperoleh hasil panen yang baik maka media tanam harus berupa bedengandengan tinggi media tanam sekitar 20 - 30cm, di maksudkan izin tanamantidak terendam genangan air hujan dari curah hujan yang hiperbola, karenatanaman sanggup jadi layu serta membusuk. Dan buat yg output yg terbaik, makamedia tanam wajib di tutupi mulsa plastik hitam perak, agar pertumbuhan gulmabisa pada kendalikan serta pemupukan tumbuhan bisa lebih optimal.
Media tanam dicampur pupuk kandang diubahsuaikan menggunakan luas lahan yangdipergunakan. Lahan pada cangkul buat lalu digemburkan serta pada berikan merata pupukkandang yg telah disiapkan. Setelah merata baru kemudian di bentukbedengan-bedengan.
Pemupukan flora diberikan umumnya dengan pupuk N P K mutiara menggunakan caramelubangi sekitar tanaman serta membenamkan pupuk tadi. Hal ini untukmemaksimalkan fungsi pupuk bagi tumbuhan serta pemberian pupuk lebih efektive jugatidak boros.
2.3Pembibitan
Benih bermutu baik bila utuh, tidak cacat, belumkadaluarsa, tidak mengandung campuran dengan biji atau benda lain, dayakecambah tinggi (> 80%), serta bebas menurut penyakit bawaan berbahaya. Pembenihandilakukan dengan mengeluarkan benih berdasarkan polong lalu dikeringkan selama 3hari bila surya bersinar penuh atau hingga polong cukup kering, sehinggatingkat kadar air benih dibutuhkan hanya kurang lebih 10-15%. Benih dipilih untukmendapatkan benih yg baik dan ditempatkan pada wadah tertutup rapat.selanjutnua benih disimpan di tempat yang kemarau dan tidak terkena sinarmatahari. Bibit yang dipakai nir perlu disemai, namun eksklusif ditanampada huma yg sudah disiapkan
2.4PengolahanTanah
Tanah yang dibutuhkan merupakan tanah yang gembur, denganpengolahan atau penyiangan rumput atau tumbuhan liar terlebih dahulu gunasirkulasi udara pada tanah. Setelah huma bersih, tanah dicangkul atau dibajakdengan kedalaman 30 cm, selanjutnya diratakan. Setelah digembur serta diratakantanah dibentuk sebagai bedengan dengan lebar sekitar 50 centimeter serta bedengan dibuatmemanjang ke arah timur-barat guna menerima sinar mentari yang optimal. Jarakantar bedengan yg dipisahkan sang parit saluran air dibentuk lebih kurang 25-30 cmdengan tinggi bedengan lebih kurang 25 cm.
2,5Penanaman
Jarak tanam antar lubang adalahsekitar 15-20 cm, sedangkan jeda antar barisan 50 centimeter. Kemudian benih kapriditanam ke pada lubang dan ditutup balik menggunakan tanah. Benih kapri kelihatantumbuh 5 hari kemudian
2.6Pemeliharaan
Pengendalian gulma dilakukan denganpenyiangan dua kali selama masa pertumbuhan dalam ketika tanaman berumur kurang lebih 3minggu dan 6 minggu menggunakan bantuan kored atau dengan dicabut. Pemberian pupukkandang dilakukan dua-tiga minggu sebelum tanam menggunakan takaran 10-15 ton per hektaratau 1-1,5 kg/m2. Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan dalam pagiatau sore hari. Penggemburan tanah dilakukan buat menggemburkan tanah yangmemadat pada sekitar tumbuhan dampak siraman hujan dan penyinaran matahari.pemangkasan pucuk-pucuk kapri dilakukan sebesar 2 kali yaitu setelah tanamanberumur tiga serta 5 minggu. Tanaman kapri memiliki sulur dan tumbuh merambat, olehkarena itu perlu ditambahkan tongkat penopang  atau lanjaran untukmerambatkan flora. Pemasangan lanjaran ini sebaiknya dilakukan dalam saattanaman berumur tiga minggu atau jika tingginya telah sekitar 15 cm. Lanjaran yangdigunakan dapat berupa bambu menggunakan panjang kurang lebih 150 centimeter serta ditancapkan disamping tanaman . Perkiraan dosis serta saat aplikasi pemupukan bisa dilihatpada table berikut ini:
Umur/kg/ha/demam isu tanam
Urea
SP36
KCl
Sebelum Tanam
124
250
180
3 minggu selesainya tanam
124
Pemupukan tambahan berupa pupuk daundiberikan dengan cara penyemprotan pada bagian atas bawah daun serta dilakukan padapagi atau sore hari pada umur 20-30 hari setelah tanam.
2.7Panen
Panen kapri polong belia dilakukanketika umur flora mencapai 60 hari, sedangkan biji kapri menggunakan polong penuhdan warnanya masih hijau berumur kurang lebih 70 hari.




III . KESIMPULAN

Adapunkesimpilan merupakan sebagi berikut :
1.tanamankacang kapri merupakan tnaman sayuran yg memiliki nilai irit tinggi karenaharganya mahal dan nir disemua pasar tradiaional ada penjualnya.

2.tanamankacang kapri sanagt gampang melakukan budidaaya dan nir ada tahapan bididayayang memerlukan perlakuan spesifik. 

MEMBUDIDAYAKAN PINANG SIRIH

A. Lingkungan Tumbuh     
            Pelaksanaan budidaya pinang sirihselain nir sulit juga tidak memerlukan perlakuan spesifik pada pemeliharaanatau perawatannya. Yang krusial bila kita berkeinginan buat mengusahakan tanamanini secara komersial adalah memiliki lahan cukup luas serta ini tidaklah berbedadengan persyaratan buat mengkomersialkan komoditi perkebunan lain.
Tanaman pinang sirih bisa tumbuh pada segala jenis tanah dalam ketinggian antara0—1.400 meter di atas bagian atas laut. Tetapi ketinggian idealnya berkisarantara 0 – 750 meter di atas permukaan laut. Meskipun pinang sirih dapat tumbuhpada berbagai jenis tanah, tetapi supaya pertumbuhannya baik memerlukan tanahyang banyak mengandung unsur hara dan tidak berbatu atau berkapur.            
            Pinang sirih membutuhkan sinarmatahari yang relatif serta nir terdapat genangan air yang terus-menerus pada sekitarnya.sedangkan suhu lingkungan yg diperlukan merupakan berkisar antara 20 – 32°C,   dengan curah hujan relatif tinggi yaitu antara2.000 – 3.000 milimeter per tahun.           

B. Cara Perbanyakan          
            Perbanyakan pinang sirihdilakukan menggunakan biji serta butir yang sahih-sahih sudah tua. Biji yang akan dijadikanbenih harus diambil berdasarkan pohon induk yg berumur kira-kira 15 tahun ataulebih. Akan lebih baik lagi kalau produksi butir serta pohon induk tersebut setiaptahunnya mampu membentuk kurang lebih 350 buah atau lebih per pohon.            
            Cara perbanyakan untuk skalabesar, hendaknya proses pembibitan pinang sirih dilakukan pada bedengan khususdengan berukuran tergantung keperluan. Tanah bedengan buat tempat persemaian initerlebih dahulu digemburkan serta dicampur pupuk kandang yang sudah masak sertapasir menggunakan perbandingan sama, yaitu 1:1:1. Sebelum ditanam dalam bedenganpersemaian, butir pinang sirih yg hendak dibibitkan direndam dalam air bersihselama 3 hari 3 malam. Tujuan perendaman adalah buat mempermudahterjadinya perkecambahan. Buah tersebut tidak perlu dikupas atau dibuangkulitnya lebih dahulu sebelum ditanamkan.       
            Setelah perendaman butir calonbibit terselesaikan, lalu lansung disemaikan dengan cara membenamkannya padabedengan yang telah disiapkan. Jarak tanam di persemaian ini relatif ukuran 15x 30 cm. Setelah biji ditanam wajib ditutup menggunakan tanah gembur setebal 10 cm.untuk mencegah terkena guyuran air hujan yang terlalu deras atau terik matahariyang terlalu panas, bedengannya diberi naungan dan setiap tiga hari sekaliperlu dilakukan penyiraman secukupnya.
            Kalau proses pembibitandilakukan menggunakan cara yg benar, maka dalam satu bulan biji akan mulaiberkecambah serta dalam umur 3 bulan tunasnya akan timbul di permukaan tanah.setelah berumur enam bulan, bibit pun siap ditanamkan di lapangan. Pembibitanpinang sirih bisa dilakukan juga pada kantong plastik atau polybag denganperbandingan komposisi media tanam yang sama misalnya buat media tanam dalambedengan, masing-masing 1 bagian tanah, pupuk sangkar serta pasir.
           
C. Penanaman dan Pemeliharaan  
            Pinang sirih hasilpembibitan sebaiknya ditanam dalam awal isu terkini hujan agar tidak terlalu repotdalam penyiraman. Jika penan kondusif tidak dilakukan pada awal musim hujan, makabibit-bibit yang baru ditanam tersebut wajib disiram secukupnya agar nir matikekeringan.
            Jarak tanam dilapangan atau kebun bisa bervariasi, contohnya 250 x 250 cm atau 250x 500 centimeter menggunakan ukuran lubang tanam cukup 50 x 50 x 50cm. Setelah bibitditanamkan, lalu di sekelilingnya ditimbun dengan tanah yang sudah dicampurpupuk kandang atau kompos secukupnya (1—dua blek) dan NPK sebanyak 50—75 gramuntuk setiap lubang tanam. Sebaiknya lubang tanam dibentuk sekitar 4 – 8  minggu sebelum penanaman bibit. Lubang tanamtersebut juga perlu dibiarkan menganga monoton buat menerima sinarmatahari penuh sekitar 2 – 4  minggu.
            Akan namun sebagaiancer-ancer, dalam tahun pertama usahakan dilakukan 3 kali penyiangan untukmencegah tumbuhnya rumput atau gulma lain yg tumbuh di sekitar tumbuhan pinangsirih tadi. Kemudian dalam tahun ke 2 serta seterusnya, penyiangan relatif dilakukandua kali saja setiap tahunnya atau bergantung dalam keperluan.       
            Waktu pemupukan sebaiknyadilakukan pada awal serta akhir animo hujan, yakni selesainya penyiangan. Jenis dandosis pupuk yg digunakan bisa diadaptasi dengan kebutuhan atau tepatnyaberg antung dalam taraf kesuburan tanah. Cara hadiah pupuk tadi, baikpupuk sangkar atau kompos maupun pupuk buatan, yaitu menggunakan membenamkannya disekeliling flora tepat pada bawah tajuk daun. Hingga sekarang belum dilaporkanadanya hama maupun penyakit yang membahayakan tanaman pinang sirih.
           
D. Pemanenan          

Yang selama ini dianggapsebagai output utama serta flora pinang sirih adalah buahnya yg telah tua.biasanya, dengan cara pemeliharaan yg seadanya pinang sirih mulai berbungadan Sekaligus membuat buah sehabis tanaman berumur sekitar 4 – 6 tahun.puncak produksi buahnya dicapai dalam umur antara 10 – 15 tahun bahkan sampai 20 tahun. Kalau sudahlebih dan umur 20 tahun, umumnya produksi butir akan mengalami penurunan. Buahyang dipanen atau dipetik yaitu yg sudah masak. Ciri-ciri buah pinang sirih yangmasak adalah telah berubah serta hijau sebagai jingga atau merah. Pemanenan butir dapat dilakukan menggunakan cara memetik butir satu persatu apabila taraf kemasakannya belum merata atau dapat juga dipotong padapangkal tangkai buah bila taraf kemasakannya sudah merata atau seragam.khusus bagi pinang sirih yang pohonnya sudah tua dan tinggi, maka pemanenanbuah harus dipanjat misalnya memetik buah kelapa. Tanaman pinang sirih yangsudah dewasa, buat setiap tahunnya bisa dipanen antara 4 – 6 kali dan menurut setiap tandan umumnya terdiriatas 20 – 60 butir.


E. Penanganan Pascapanen
            Sudah semenjak usang bijipinang sirih Indonesia tampil sebagai keliru satu komoditi ekspor nonmigas.untuk membuat biji pinang sirih yang siap diekspor atau dijual, terlebihdahulu perlu dilakukan pengolahan. Proses pengolahan biji pinang sirih sangat mudahdan relatif menggunakan peralatan yg murah dan sederhana.buah pinang sirih masak serta hasil pemanenan pribadi dikeringkandengan cara menjemurnya pada terik mentari . Tujuan pengeringan selain untukmempermudah pengupasan kulit juga buat menurunkan kadar air yg terdapat didalam biji. Pengeringan adalah faktor yg perlu diperhatikan, karena bijipinang sirih yang nir kemarau mudah ditumbuhi fungi. Setelah buah pinang benar– sahih kemarau, barulah biji diambil atau dikeluarkan dengan cara dipecah. Lamawaktu yg diharapkan buat membuat biji pinang kering dari sejak buahdipetik hingga siap dijual berkisar antara 10 – 20 hari, tergantung dalam keadaancuaca.
 Tetapi apabila pengeringannya memakai alat pengering protesis (artificialdrying), hanya membutuhkan ketika lebih kurang 5 hari saja. Sesudah bijipinang sirih tersebut dimuntahkan, lalu dilakukan sortasi buat memisahkanantara biji yang rusak atau pecah dengan biji yang utuh. Pekerjaan sortasisangat penting, karena selain buat memilih mutu juga berpengaruh terhadapharganya. Biji pinang sirih yg akan diekspor dapat dikemas menggunakan karung gobidengan kondisi higienis, bertenaga, kemarau serta dijahit. Namun bisa jua menggunakanbahan pengemas lain yg sesuai dan nir menghambat biji pinang sirihnya.
            Jika biji pinangsirih yang sudah dikemas akan disimpan dahulu dalam jangka waktu eksklusif, makakondisi gudang atau ruang peyimpanannya perlu diperhatikan. Syarat yg harusdipenuhi buat ruang penyimpanan, diantaranya: higienis, kemarau atau tidaklembab, serta sirkulasi udaranya berjalan lancar.          
F. Sistein Tumpangsari        
            Diversifikasi usahatani dengancara menganekaragamkan komoditi yang diusahakan pada suatu huma atau biasadisebut dengan sistem tumpangsari ternyata bisa memberikan beberapa laba.alasannya, karena selain merupakan galat satu cara buat memanfaatkan lahansemaksimal mungkin pula jenis komoditi yg didapatkan lebih banyak atauberagam. Yang lebih penting lagi dengan menerapkan cara tersebut adalah akan dapatmemberikan nilai tambah ekonomi yg lebih besar .     
            Sistem usahatanitumpangsari yang dikenal jua dengan sistem budidaya polikultura, bisa puladiterapkan terhadap flora pinang sirih. Banyak jenis tanaman yg dapatdibudidayakan bersama – sama  dengantanaman pinang sirih. Tetapi tentu saja tanaman yang ditumpangsarikan tersebutharus dipilih serta jenis yg sekiranya menguntungkan.        
Jenis flora yang dipilih dalam tumpangsari ini usahakan mem iliki nilaiekonomi (cukup) tinggi dan nir membutuhkan saat yg usang serta porto yangbesar pada pembudidayaannya. Tanaman yg berpotensi buat ditumpangsarikanadalah tanaman kelomp ok palawija seperti ubi jalar, jagung, kacang kedele,kacang hijau dan sebagainya.

BUDIDAYA TOMAT

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Tomat merupakan komoditas hortikulturayang krusial, tetapi produksinya baik kuantitas serta kualitas masih rendah. Halini disebabkan antara lain tanah yg keras, miskin unsur hara mikro sertahormon, pemupukan tidak berimbang, agresi hama dan penyakit, pengaruh cuacadan iklim, serta teknis budidaya petani.
Tomat adalah sayuran yang tidak bisalepas dari kehidupan sehari-hari. Kebutuhan rumag tangga serta makanansehari-hari jadi kebutuhannya sangat banyak diharapkan, jadi sangat pentinguntuk ditingkatkan produksi dan menaikkan mutu serta kwantitasnya.         

1.dua Tujuan
Adapun tujuan adalah sebagai berikut :
1.untuk mengetahui cara budidaya tomat yg baik sesuaidengan rekomendasi inovasi terkini.
2.sebagaipetunjuk bagi pelaku utama pada budidaya tomat serta bisa menaikkan hasilproduksinya.


II.BUDIDAYATOMAT

2.1FASEPRATANAM
1.syaratTumbuh
            Tomat dapat ditanam pada dataranrendah/dataran tinggi
Tanahnya gembur, porus dan fertile, tanah liat yg sedikit mengandung pasir danpH antara 5 - 6Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapatmenghambatpersarian. Kelembaban nisbi yg tinggi kurang lebih 25% akan merangsangpertumbuhan flora yg masih belia karena asimilasi CO2 sebagai lebih baikmelalui stomata yang membuka lebih poly, namun pula akan merangsangmikroorganisme pengganggu flora dan ini berbahaya bagi tanaman
2.pola Tanam
  • Tanaman yang dianjurkan merupakan jagung, padi, sorghum, kubis serta kacang-kacangan.
  • Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau flora sela buat menaruh keadaan yg kurang disukai sang organisme jasad pengganggu.
3. Penyiapan Lahan

  • Pilih lahan gembur serta subur yg sebelumnya nir ditanami tomat, cabe, terong, tembakau dan kentang .
  • Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama 2 minggu
  • Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar dan diaduk homogen pada umur dua-3 minggu sebelum tanam
  • Buatlah bedengan selebar 120-160 cm buat barisan ganda serta 40-50 cm buat barisan tunggal
  • Buatlah parit selebar 20-30 cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 centimeter buat pembuangan air.
  • Berikan pupuk dasar 4 kg Urea /ZA + 7,5 kg TSP + 4 kg KCl per 1000 m2 diatas bedengan, aduk dan ratakan dengan tanah
  • Atau apabila gunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg / 1000 m2 dicampur rata dengan tanah pada atas bedengan.
  • Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet yang sudah dicampur pupuk kandang (+ 1 minggu) merata pada atas bedengan dalam sore hari
  • Jika gunakan Mulsa plastik, tutup bedengan dalam siang hari
  • Biarkan selama lima-7 hari sebelum tanam
  • Buat lubang tanam menggunakan jarak 60 x 80 centimeter atau 60 x 50 cm pada atas bedengan, diameter 7-8 cm sedalam 15 cm
4.pemilihan Bibit

  • Pilih varietas tahan serta jenis Hybryda ( F1 Hybryd ).
  • Bibit berdaun lima-6 helai daun (25-30 HSS=hari sesudah semai) pindahkan ke lapangan.
  • Untuk mengurangi stress awal pertumbuhan perlu disiram dulu dalam sore sehari sebelum tanam atau pagi harinya (agar lembab)
2.2 FASE PERSEMAIAN (0-30 HSS)
  • Siapkan media tanam yg merupakan adonan tanah serta pupuk kandang 25 - 30 kg + Natural GLIO (1:1).
  • Masukkan pada polibag plastik atau contongan daun pisang atau kelapa
  • Sebarlah benih secara merata atau tambahkan satu per satu dalam polibag.
  • Setelah benih berumur 8-10 hari , pilih bibit yang baik, tegar serta sehat dipindahkan dalam bumbunan daun pisang atau dikepeli yg berisi adonan media tanam.
  • Penyiraman dilakukan setiap hari (lihat syarat tanah)

2.tiga FASE TANAM ( 0-15 HST=Hari Setelah Tanam )
  • Bedengan sehari sebelumnya diairi ( dilep ) dahulu
  • Bibit siap tanam umur 3 - 4 minggu, berdaun lima-6
  • Penanaman sore hari
  • Buka polibag plastik
  • Benamkan bibit secara dangkal dalam batas pangkal batang serta ditimbun menggunakan tanah pada sekitarnya
  • Selesai penanaman eksklusif disiram dengan POC NASA dengan dosis dua-tiga tutup per + 15 liter air
  • Sulam tanaman yg mati hingga berumur dua minggu, caranya tanaman yang telah mangkat , rusak, layu atau pertumbuhannya tidak normal dicabut, lalu dibuat lubang tanam baru, dibersihkan dan diberi Natural GLIO lalu bibit ditanam
  • Pengairan dilakukan tiap hari hingga tomat tumbuh normal (Jawa : lilir), hati-hati jangan sampai hiperbola karena flora mampu tumbuh memanjang, tidak sanggup menyerap unsur-unsur hara serta gampang terserang penyakit
  • Amati hama misalnya ulat tanah dan ulat grayak. Apabila terdapat serangan semprot dengan Natural VITURA
  • Amati penyakit misalnya penyakit layu Fusarium atau bakteri dan busuk daun , kendalikan dengan menyemprot Natural GLIO dicampur gula pasir perbandingan 1:1. Untuk penyakit Virus, kendalikan vektornya misalnya Thrips, kutu kebul (Bemissia tabaci), banci ( Aphis sp.), Kutu persik (Myzus sp.) dan tungau (Tetranichus sp.) menggunakan menyemprot Natural BVR atau Pestona secara bergantian
  • Pasang ajir sedini mungkin agar akar tidak rusak tertusuk ajir menggunakan jeda 10-20 cm dari batang tomat

2.4  FASE VEGETATIF ( 15-30 HST)
  • Jika tanpa mulsa, penyiangan dan pembubunan dalam umur 28 HST bersamaan penggemburan serta anugerah pupuk susulan diikuti pengguludan tanaman
  • Setelah tumbuhan hidup lebih kurang 1 minggu sejak tanam, diberi pupuk Urea serta KCl menggunakan perbandingan 1:1 buat setiap flora (1-dua gram), berikan pada sekeliling flora pada jeda ± 3 centimeter dari btg tanaman tomat lalu ditutup tanah dan siram dengan air
  • Pemupukan ke 2 dilakukan umur 2-tiga minggu setelah tanam berupa campuran Urea serta KCl (± lima gram), berikan di sekeliling batang tumbuhan sejauh ± lima cm dan sedalam ± 1 centimeter lalu ditutup tanah dan siram dengan air.
  • Bila umur 4 minggu tanaman masih kelihatan belum subur bisa dipupuk Urea dan KCl lagi (7 gr). Jarak pemupukan menurut btg dibuat makin jauh ( ± 7 centimeter).
  • Jika pakai Mulsa tidak perlu penyiangan dan pembubunan serta pupuk susulan diberikan menggunakan cara dikocorkan
  • Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari
  • Amati hama dan penyakit seperti ulat, kutu-kutuan, penyakit layu dan virus, apabila terjadi serangan kendalikan misalnya dalam fase tanam
  • Tanaman yg sudah mencapai ketinggian 10-15 centimeter wajib segera diikat dalam ajir serta setiap bertambah tinggi + 20 centimeter wajib diikat lagi agar batang tomat berdiri tegak.
  • Pengikatan jangan terlalu erat dengan contoh nomor 8, sebagai akibatnya tidak terjadi tabrakan antara btg dengan ajir yang dapat menyebabkan luka.

2.5FASEGENERATIF(30-80HST)
1.pengelolaan Tanaman
  • Jika tanpa mulsa penyiangan dan pembubunan kedua dilakukan umur 45-50 hari
  • Untuk merangsang pembungaan pada umur 32 HST lakukan perempelan tunas-tunas nir produktif setiap lima-7 hari sekali, sehingga tinggal 1-tiga cabang utama / tanaman
  • Perempelan usahakan pagi hari agar luka bekas rempelan cepat kering menggunakan cara; ujung tunas dipegang dengan tangan higienis kemudian digerakkan ke kanan-kiri sampai tunas putus. Tunas yg terlanjur menjadi cabang besar wajib dipotong dengan pisau atau gunting, sedangkan flora yg tingginya terbatas perempelan harus hati-hati agar tunas terakhir nir ikut dirempel sebagai akibatnya tumbuhan tidak terlalu pendek
  • Ketinggian tumbuhan dapat dibatasi menggunakan memotong ujung flora bila jumlah dompolan buah mencapai 5-7 buah
2. Pengamatan Hama serta Penyakit

  • Ulat buah (Helicoperva armigera dan Heliothis sp.). Gejala butir berlubang serta kotoran menumpuk pada butir yg terjangkit. Lakukan pengumpulan dan pemusnahan butir tomat terjangkit, semprot dengan PESTONA
  • Lalat buah (Brachtocera atau Dacus sp.).gejala butir busuk lantaran terserang jamur serta jika buah dibelah akan kelihatan larva berwarna putih. Bersifat agravator, yaitu menjadi vektornya penyakit jamur, bakteri serta Drosophilla sp. Kumpulkan dan bakar butir terjangkit, gunakan perangkap lalat butir jantan (bisa dicampur insektisida)
  • Busuk daun (Phytopthora infestans), bercak daun dan butir (Alternaria solani) dan busuk butir antraknose (Colletotrichum coccodes). Jika terdapat agresi semprot dengan Natural GLIO
  • Jika pengendalian hama penyakit dengan memakai pestisida alami (PESTONA, GLIO, VITURA) belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata serta tidak mudah hilang oleh air hujan masukkan Perekat Perata AERO 810, dosis + lima mililiter (1/dua tutup)/tangki.
  • Busuk ujung buah. Ujung buah tampak lingkaran hitam serta busuk. Ini tanda-tanda kekurangan Ca ( Calsium). Berikan Dolomit.

2.6 FASE PANEN & PASCA PANEN (80 - 130 HST)
  • Panen dalam umur 90-100 HST dengan karakteristik; kulit butir berubah menurut rona hijau sebagai kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, btg menguning, pada pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai butir terputus. Pemuntiran butir dilakukan satu-persatu dan dipilih butir yang siap petik. Masukkan keranjang serta letakkan pada tempat yang teduh
  • Interval pemetikan dua-3 hari sekali.
  • Supaya tahan usang, nir cepat busuk serta nir mudah memar, buah tomat yang akan dikonsumsi segar dipanen 1/2 matang
  • Wadah yg baik buat pengangkutan adalah peti-peti kayu menggunakan papan bercelah serta jangan dibanting
  • Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan serta musnahkan
  • Buah tomat yg telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan pada packing kemudian diangkut siap buat konsumsi.


III.KESIMPULAN
Adapun kesimpulan adalah menjadi berikut :
1.budidayatomat yg perlu diperhatikan adalah pemeliharaan lantaran sangat berpengaruh padaproduktifitas baik kwalitas maupun kwantitas tomat.
2.budidayatomat gampang dilakuakn hanya memerlukan perempelan yg rutin dilakukan unutkmengatur tinggi flora serta memilih cabang-cabang produktif.