BUDIDAYA KACANG TANAH

I.PENDAHULUAN


1.1LatarBelakang

Kacang tanah(arachis hypogea) termasuk famili leguminose. Sebagai bahan kuliner, kacangtanh sangat banyak digemari menjadi makan ringan. Komposisi nilai gizi yangterdapat dalam biji kacang tanah antara alin ; protein 25 %, lemak 43 %.karbohidrat 21 %, serta air lima %. Setiap 100 gr biji kacang tanah dapatmenghasilkan 540 kalori. Oleh karena itu kacang tanah memiliki nilai ekonomisyang sangat krusial.
Budidaya kacangtanah sangat krusial, karen semua yang dilakukan yg dimulai berdasarkan seleksibenih sampai pasca penen sangat berpengaruh dalam kwalitas dan kwantitias kacangtanah serta produktifitas kacang tanah. Dengan demikian sangat pearludiperhatikan dan dilakuakn dengan sebaiknya.

1.2Tujuan

Adapun tujuan merupakan sebagai berikut :
1.untukmengetahui budiadaya tumbuhan kacang tanah yg sinkron menggunakan rekomendasi danteknologi yang baru.
2.dapatmeningkatkan produktifitas flora kacang tanah.




II.BUDIDAYAKACANG TANAH

2.1SyaratTumbuh

Untuk dapattumbuh dan berkembang dengan baik tanaman kacang tanah membutuhkan curah hujan800-1300 mm/tahun, jika hujan terlalu tinggi akan mengakibatkan bunga sulitterserbuki oleh serangga dan juga akan bisa mempertinggi kelembaban disekitartanaman kacang tanah. Suhu udara yg dibutuhkan buat pertumbuhan kacang tanah28-32 C, jika udara > 10 C maka pertumbuhan flora akan terhambat,bahkan tanaman sebagai kerdil. Kelebaban udara yang dibutuhkan 65-75 %.sedangkan penyinaran matahari sangat diperlukan buat menaikkan produksikacang tanah, terutama buat kesuburan daun serta perkembangan besarnya biji danpolong kacang.
Kacang tanahmemerlukan jenis tanah yg sesuai buat pertumbuhannnya. Tanah yang sesuaiuntuk pertumbuhannya merupakan tanah yg gembur serta bertektur ringan serta subur,pH 6,0-6,5. Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, namun masih dapattumbuh dibawah ketinggian 1.500 m dpl. Drainase dan aerasi baik, huma tidakterlalu becek serta kemarau bagi pertumbuhan kacang tanah.
2.2KebutuhanBenih

Ciri-karakteristik benih kacangtanah yg baik merupakan :
a.berasaldari tanaman yg baru dan varietas unggul
b.kulitbenih mengkilap, nir keriput serta cacat
c.dayatumbuh yg tinggi (> 90 %) dan sehat
d.murniatau nir tercampur denagan varietas lain
e.kadarair 9-12 %

Ciri-cirivarietas unggul kacang tanah adalh menjadi berikut :
a.dayahasil tinggi
b.umurpendek atau cepat berbuah 85-90 hari
c.hasilnyastabil
d.tahanterhadap hama dan panyakit
e.toleranterhadap kekeringan atau tanah becek
Kebutuhanbenih buat budidaya tumbuhan kacang tanah merupakan 100 kg polong/ha apabiladitanam 2 biji perlubang tanam, tetapi jika ditamnam 1 biji perlubang tanambenih maka kebutuhan benih hanya relatif 70 kg polong/ha.
2.3PersiapanLahan

Pada tanah yangberstektur liat pengolahan tanah dilakukan secara sempurna sehingga tanahmenjadi gembur serta gynofor mudah kemasuk kedalam tanah. Pengolahan tanahdilakukan dua kali, yaitu termin pertama adalh memecahkan bongkahan besarsedangkan tahap kedua memperkecil bongkahan tadi supaya tanah sebagai gembur.sedangkan dalam tanah yg teksturnya berpasir pengolahan tanah relatif dilkukansatu kali yaitu menggunakan menggunakn bajak rotary kemudian mampu dibuat langsungdengan bedengan.
Bedengan sangat perludibuat agar flora tidak tergenang air dalam waktu musin hujan. Kemudian dengansaluran drainase yang baik serta genre air yg lancar bisa mencucuigaram-garam yang terdapat didalam tanah. Tinggi bedengan 20-30 cm lebar 100-120 cmuntuk mempermudah penyiangan.

2.4Penanaman

Penanaman kacang tanahdilakukan sebanyak 1 atau biji ke lubang tanam denagn kedalam 3 cm. Jarak tanamadalah 40x20 cm, 30x20 cm, 20x20 cm dan 40x10 centimeter. Waktu tanam yg baik untuklahan kering dalam awal isu terkini hujan dan dilahan sawah dapat dilakukan pada bulanApril-juni atau Julli-September.
2.5Pemeliharaan

a.penyulaman
Setelah dilakukanpenanaman yaitu satu minggu semudian perlu dilakukan penyulaman karena tidaksemua benih yang ditanam dapat utmbuh dengan baik. Hal ini lantaran terdapat benihtidak dapat tumbuh lantaran dimakan semut serta lantaran terlalu pada penanamannyasehingga kecambah nir mencapai bagian atas tanah.
b.penyiangandan Pembubunan
Penyiangan dilkukan 2kali umur tiga serta 7 minggu setelah tanam, dilkukan menggunakan hati-hati supaya tidakmerusak bunga dan polong. Penyiangan ini bertujuan buat menghindari persaingancahaya dan unsur hara antara tanaman kacang tanah dengan rumput. Pembubunandilakukan bersamaan menggunakan waktu penyiangan, buat menutup bagian perakaran danjuga untuk mempermudah bakal buah masuk kedalam tanah, apabila bakal buah initidak dapat masuk kedalam tanah maka polong nir akan terbentuk karena bakalbuah tadi akan menjadi layu.


c.pengairan
Tanaman kacang tanahtidak menghendaki air yg mengenang, fase kritis buat kacang tanh merupakan faseperkecambahan, fase pertumbuhan dan fase pengisian polong. Waktu pengairan yangbaik merupakan pagi serta sore hari dengan menyiram sampai tanah telah cukup basah,penyirman ini dilakukan dalam waktu nir ada hujan.
d.pemupukan
Pemupukan pada kacangtanah adalah sangat penting. Lantaran kacang tanh adalah salah jenis tanamanyang rakus terhadap unsur hara, namun demikian anjuran pemupukan terhadapkacang tanah diadaptasi dengan taraf kesuburan tanah. Adapun dosisnya adalahpupuk Urea 50kg/ha, Sp36 100kg/ha, KCl 75 kg/ha, pupuk sangkar 10 ton/ha.
Pemukan dilakuakndengan larikan diantara barisan tanaman ataupun dengan tugal diantara tanamankacang tanah. Bisa pula dilkukan dengan membuat larikan diseliling tanamankacang tanah.
2.6PengendalianHama serta Penyakit

1.ulatGrayak
Gejala serangannyaadalah ulat memakan epidermis daun serta tulang secara berkelompok.pengendaliannnya merupakan membersihkan gulma, menanam serentak, pergilirantanaman dan penyemprotan dengan pestisida.



2.ulatPenggulung Daun
3.gejalaserangannya adalh daun menggulung menguning akhirnya mengering. Pengendaliannyamembersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran flora dan penyemprotandengan pestisida.
4.penyakitLayu
Penyebabnya bakterixanthomonas solanacearum. Gejalanya daun terkulai seperti disiram air panas,akhirnya meninggal. Jika dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu danbila dipijit keluar lendir kekuningan akhirnya akar tumbuhan membusuk.pengendaliannya dengan melakukan pergiliran tumbuhan, pakai varietas yangtahan dan melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida.
5.penyakitBercak daun
Penyebabnya adalahjamur cercospora personata. Gejala yg muncul daun bercak-bercak ukuran 1-5mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Bercak yg ditimbulkanpada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah daun hitan. Ditengah bercak daunkadang-kadang masih ada bintik hitam dari conidiospora. Cendawan ini muncul padatanaman umur 40-50 hari. Cendawan ini bisa dikendalikan menggunakan melakukanpergiliran tanaman , menanam vaietas unggul, mencabut tanman yg terserang danmelakukan penyemprotan denagn fungisida.
2.7Panendan Pasca Panen

Penentuan saatpanenyang tapat wajib disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk kacang tanah.pedoman biasanya yang digunakn sebagai kriteria panentuan ketika panen padakomoditi kacang tanah adalah abagian besar daun mnguning dan gugur (rontok).tanaman berumur 85-110 hari tergantung varietasnya, sebagian besar polongnya(80 %) telah tua, kulit polong relatif keras serta berwarna coklat kehitam-hitaman,kulit biji tipis serta mengkilap serta rongga polong telah berisi penuh denganbiji.
Panen dilakukan denganmencabut batang tanaman secara hati-hati supaya polongnya nir tertinggal dalamtanah. Jika penanaman kacang tanah dalam tanah yang terliat, sebaiknya lahankacang tanah akan diapnen disiram terlebih dahulu satu sebelum panen untukmempermudah proses pencabutan.
Setelah dipanenbrangkasan kacang tanah dipotong > 10 cm kemudian dibersihkan. Pemipilandilakukan menggunakan tangan, pengeringan dilkukan dengan penjemuran dibawah sinarmatahari sampai kadar airnya 9-12 %. Penyimpanan kacang tanah dilakuakn dengankebutuhan, apabila kacang tanh disimpan buat dijadikan benih dalam musim tanamyang akan datang maka kacang tanah akan disimpan dalam wadah yang bersih dankering dan rapat udara. Kadar air yang disimpan benih 9-12 %. Diharapkandengan penyimpanan misalnya daya tumbuh tanamn akan permanen stabil. Lamapenyimpanan buat kebutuhan benih adalah aporisma 6 bulan.  



II.BUDIDAYAKACANG TANAH
2.1SyaratTumbuh

Untuk dapattumbuh dan berkembang dengan baik tanaman kacang tanah membutuhkan curah hujan800-1300 mm/tahun, jika hujan terlalu tinggi akan mengakibatkan bunga sulitterserbuki oleh serangga dan juga akan bisa mempertinggi kelembaban disekitartanaman kacang tanah. Suhu udara yg dibutuhkan buat pertumbuhan kacang tanah28-32 C, jika udara > 10 C maka pertumbuhan flora akan terhambat,bahkan tanaman sebagai kerdil. Kelebaban udara yang dibutuhkan 65-75 %.sedangkan penyinaran matahari sangat diperlukan buat menaikkan produksikacang tanah, terutama buat kesuburan daun serta perkembangan besarnya biji danpolong kacang.
Kacang tanahmemerlukan jenis tanah yg sesuai buat pertumbuhannnya. Tanah yang sesuaiuntuk pertumbuhannya merupakan tanah yg gembur serta bertektur ringan serta subur,pH 6,0-6,5. Ketinggian penanaman optimum 50-500 m dpl, namun masih dapattumbuh dibawah ketinggian 1.500 m dpl. Drainase dan aerasi baik, huma tidakterlalu becek serta kemarau bagi pertumbuhan kacang tanah.
2.2KebutuhanBenih

Ciri-karakteristik benih kacangtanah yg baik merupakan :
a.berasaldari tanaman yg baru dan varietas unggul
b.kulitbenih mengkilap, nir keriput serta cacat
c.dayatumbuh yg tinggi (> 90 %) dan sehat
d.murniatau nir tercampur denagan varietas lain
e.kadarair 9-12 %

Ciri-cirivarietas unggul kacang tanah adalh menjadi berikut :
a.dayahasil tinggi
b.umurpendek atau cepat berbuah 85-90 hari
c.hasilnyastabil
d.tahanterhadap hama dan panyakit
e.toleranterhadap kekeringan atau tanah becek
Kebutuhanbenih buat budidaya tumbuhan kacang tanah merupakan 100 kg polong/ha apabiladitanam 2 biji perlubang tanam, tetapi jika ditamnam 1 biji perlubang tanambenih maka kebutuhan benih hanya relatif 70 kg polong/ha.
2.3PersiapanLahan

Pada tanah yangberstektur liat pengolahan tanah dilakukan secara sempurna sehingga tanahmenjadi gembur serta gynofor mudah kemasuk kedalam tanah. Pengolahan tanahdilakukan dua kali, yaitu termin pertama adalh memecahkan bongkahan besarsedangkan tahap kedua memperkecil bongkahan tadi supaya tanah sebagai gembur.sedangkan dalam tanah yg teksturnya berpasir pengolahan tanah relatif dilkukansatu kali yaitu menggunakan menggunakn bajak rotary kemudian mampu dibuat langsungdengan bedengan.
Bedengan sangat perludibuat agar flora tidak tergenang air dalam waktu musin hujan. Kemudian dengansaluran drainase yang baik serta genre air yg lancar bisa mencucuigaram-garam yang terdapat didalam tanah. Tinggi bedengan 20-30 cm lebar 100-120 cmuntuk mempermudah penyiangan.

2.4Penanaman

Penanaman kacang tanahdilakukan sebanyak 1 atau biji ke lubang tanam denagn kedalam 3 cm. Jarak tanamadalah 40x20 cm, 30x20 cm, 20x20 cm dan 40x10 centimeter. Waktu tanam yg baik untuklahan kering dalam awal isu terkini hujan dan dilahan sawah dapat dilakukan pada bulanApril-juni atau Julli-September.
2.5Pemeliharaan

a.penyulaman
Setelah dilakukanpenanaman yaitu satu minggu semudian perlu dilakukan penyulaman karena tidaksemua benih yang ditanam dapat utmbuh dengan baik. Hal ini lantaran terdapat benihtidak dapat tumbuh lantaran dimakan semut serta lantaran terlalu pada penanamannyasehingga kecambah nir mencapai bagian atas tanah.
b.penyiangandan Pembubunan
Penyiangan dilkukan 2kali umur tiga serta 7 minggu setelah tanam, dilkukan menggunakan hati-hati supaya tidakmerusak bunga dan polong. Penyiangan ini bertujuan buat menghindari persaingancahaya dan unsur hara antara tanaman kacang tanah dengan rumput. Pembubunandilakukan bersamaan menggunakan waktu penyiangan, buat menutup bagian perakaran danjuga untuk mempermudah bakal buah masuk kedalam tanah, apabila bakal buah initidak dapat masuk kedalam tanah maka polong nir akan terbentuk karena bakalbuah tadi akan menjadi layu.


c.pengairan
Tanaman kacang tanahtidak menghendaki air yg mengenang, fase kritis buat kacang tanh merupakan faseperkecambahan, fase pertumbuhan dan fase pengisian polong. Waktu pengairan yangbaik merupakan pagi serta sore hari dengan menyiram sampai tanah telah cukup basah,penyirman ini dilakukan dalam waktu nir ada hujan.
d.pemupukan
Pemupukan pada kacangtanah adalah sangat penting. Lantaran kacang tanh adalah salah jenis tanamanyang rakus terhadap unsur hara, namun demikian anjuran pemupukan terhadapkacang tanah diadaptasi dengan taraf kesuburan tanah. Adapun dosisnya adalahpupuk Urea 50kg/ha, Sp36 100kg/ha, KCl 75 kg/ha, pupuk sangkar 10 ton/ha.
Pemukan dilakuakndengan larikan diantara barisan tanaman ataupun dengan tugal diantara tanamankacang tanah. Bisa pula dilkukan dengan membuat larikan diseliling tanamankacang tanah.
2.6PengendalianHama serta Penyakit

1.ulatGrayak
Gejala serangannyaadalah ulat memakan epidermis daun serta tulang secara berkelompok.pengendaliannnya merupakan membersihkan gulma, menanam serentak, pergilirantanaman dan penyemprotan dengan pestisida.



2.ulatPenggulung Daun
3.gejalaserangannya adalh daun menggulung menguning akhirnya mengering. Pengendaliannyamembersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran flora dan penyemprotandengan pestisida.
4.penyakitLayu
Penyebabnya bakterixanthomonas solanacearum. Gejalanya daun terkulai seperti disiram air panas,akhirnya meninggal. Jika dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu danbila dipijit keluar lendir kekuningan akhirnya akar tumbuhan membusuk.pengendaliannya dengan melakukan pergiliran tumbuhan, pakai varietas yangtahan dan melakukan penyemprotan menggunakan bakterisida.
5.penyakitBercak daun
Penyebabnya adalahjamur cercospora personata. Gejala yg muncul daun bercak-bercak ukuran 1-5mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Bercak yg ditimbulkanpada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah daun hitan. Ditengah bercak daunkadang-kadang masih ada bintik hitam dari conidiospora. Cendawan ini muncul padatanaman umur 40-50 hari. Cendawan ini bisa dikendalikan menggunakan melakukanpergiliran tanaman , menanam vaietas unggul, mencabut tanman yg terserang danmelakukan penyemprotan denagn fungisida.
2.7Panendan Pasca Panen

Penentuan saatpanenyang tapat wajib disesuaikan dengan tujuan penggunaan produk kacang tanah.pedoman biasanya yang digunakn sebagai kriteria panentuan ketika panen padakomoditi kacang tanah adalah abagian besar daun mnguning dan gugur (rontok).tanaman berumur 85-110 hari tergantung varietasnya, sebagian besar polongnya(80 %) telah tua, kulit polong relatif keras serta berwarna coklat kehitam-hitaman,kulit biji tipis serta mengkilap serta rongga polong telah berisi penuh denganbiji.
Panen dilakukan denganmencabut batang tanaman secara hati-hati supaya polongnya nir tertinggal dalamtanah. Jika penanaman kacang tanah dalam tanah yang terliat, sebaiknya lahankacang tanah akan diapnen disiram terlebih dahulu satu sebelum panen untukmempermudah proses pencabutan.
Setelah dipanenbrangkasan kacang tanah dipotong > 10 cm kemudian dibersihkan. Pemipilandilakukan menggunakan tangan, pengeringan dilkukan dengan penjemuran dibawah sinarmatahari sampai kadar airnya 9-12 %. Penyimpanan kacang tanah dilakuakn dengankebutuhan, apabila kacang tanh disimpan buat dijadikan benih dalam musim tanamyang akan datang maka kacang tanah akan disimpan dalam wadah yang bersih dankering dan rapat udara. Kadar air yang disimpan benih 9-12 %. Diharapkandengan penyimpanan misalnya daya tumbuh tanamn akan permanen stabil. Lamapenyimpanan buat kebutuhan benih adalah aporisma 6 bulan.  







BUDIDAYA KACANG TANAH

1.   SEJARAH SINGKAT

Kacang tanah yang terdapat di Indonesia semula berasal berdasarkan benuaAmerika. Pemasukan keIndonesia pertama- tama diperkirakan dibawa olehpedagang-pedagang Spanyol, sewaktu melakukan pelayarannya menurut Mexico ke Malukusetelah tabun 1597. Pada tahun 1863 HOLLE memasukkan Kacang Tanah berdasarkan Inggrisdan dalam tahun 1864 SCHEFFER memasukkan pula Kacang Tanah dari Mesir. 

2.  JENIS TANAMAN

Jenis tanaman yang ada pada Indonesia terdapat 2 ( dua ) tipe yaitu : Tipetegak.  Jenis Kacang ini tumbuh lurusatau sedikit miring keatas, buahnya terdapat dalam ruas-ruas dekat rumpun,umumnyapendek ( cepat berbuah ) dan kemasakan  buahnyaserempak. 

Tipe menjalar.
Jenis ini tumbuh kearah samping, btg primer berukuran panjang,butir  terdapat dalam ruas-ruas yangberdekatan dengan tanah serta umumnya  berumurpanjang. 

3.  MANFAAT TANAMAN

Tanaman Kacang tanah mampu dimanfaatkan buat kuliner ternak, sedang
bijinya dimanfaatkan menjadi sumber protein nabati , minyak danlain-lain.


 4.  SENTRA PENANAMAN

Sentra penanaman/produksi Kacang tanah pada Indonesia meliputiPropinsi  Jawa Timur, Jawa Tengah, D.L.yogyakarta, Jawa Barat serta Sulawesi   Selatan.
 5.  SYARAT TUMBUH
a.   Iklim
Di Indonesia, flora Kacang Tanah cocok ditanam didataran rendahyang berketinggian dibawah 500 m diatas permukaan bahari. Lklim yg dibutuhkantanaman Kacang Tanah adalah bersuhu tinggi antara 25°C - 32°C, sedikit lembab (rH 65 % - 75 % ), curah hujan 800 mm -1300 mm per tahun, tempat terbuka. 
b.   Media Tanam / Tanah
Tanaman Kacang Tanah membutuhkan tanah yang berstruktur ringan,seperti tanah regosol, andosol, latosol dan alluvial. Kacang tanah dapatdibudidayakan pada lahan sawah berpengairan, sawah tadah hujan, lahan keringtadah hujan. Hal yang paling penting  diperhatikandalam pemilihan lahan merupakan : 
-  Tanah relatif subur, gemburserta bertekstur ringan.
-  Tanah berdrainase danberaerasi baik.
-  PH antara 6,0 -6,5.

6   PEDOMAN BUDIDAYA

a.   Benih Benih asal daritanaman sehat, bebas hama dan penyakit, kualitas bijinya baik dan mempunyaikemurnian tinggi sehingga bisa berkecambah cepat serta merata. Dipanen tepatpada waktunya ( sudah cukup tua ) , polong tidak pecah, pengolahan basil danpengupasan benih dilakukan menggunakan baik. Mempunyai output tinggi dan berumur genjah. 

b.   Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan menggunakan indera cangkul, luku atau traktorsedalam 20- 30 cm. 
 Tujuan pengolahan tanahadalah untuk memperbaiki struktur dan aerasi  tanah supaya pertumbuhan akar dan pengisapan zathara oleh tanaman  dapat berlangsungdengan baik. 

c.   Penanaman
Waktu tanam
Waktu tanam yang paling baik dilahan tegalan ( kemarau ) adalah padaawal ekspresi dominan hujan ( Oktober - Nopember ). Di lahan sawah penanaman dapatdilakukan pada bulan April -Juni ( Palawija I ) atau bulan Juli -September)Palawija II ). 
 Cara tanam 
Penanaman dilakukan dengan memakai tugal sedalam tiga cm dengan 2butir benih perlubang serta jeda tanam 40 cm x 10 centimeter. Kemudian lubang tanamditutup tanah secara tipis. 

d.   Pemeliharaan Tanaman
Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan pupuk Urea, SP36 serta KCIdengan takaran 60-90 kg Urea, 60-90 kg SP36 dan 50 kg KCI. Per hektar. Pemupukandilakukan menggunakan memasukkan pupuk kedalam lubang tugal disisi kiri kanan lubangtanam atau disebar merata kedalam larikan. 

Penyulaman
Penyulaman dilakukan bila terdapat benih yg nir tumbuh.penyulaman dilakukan dengan membuat lubang tanam baru pada bekas lubang tanamterdahulu. Tujuan dari penyulaman ini merupakan buat mempertahankanpopulasi. 

Penyiangan serta Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali. Penyiangan pertama dilakukan dalam saattanaman berumur 21 hari sesudah tanam dan penyiangan kedua dilakukan pada umur40 bari setelah tanam. Pada penyiangan ke 2 ini pula dilakukan pembumbunanyaitu tanah digemburkan lalu ditimbun didekat pangkal btg tumbuhan.pembumbunan bertujuan memudahkan bakal butir menembus bagian atas tanah sehinggapertumbuhannya optimal. 

Pengairan
Tanaman kacang tanah tidak menghendaki air yang menggenang. Fasekritis buat tumbuhan Kacang Tanah merupakan rase perkecambahan, rase pertumbUhandan rase pengisian polong. Waktu pengairan yg baik merupakan pagi atau sore haridengan cara dileb hingga tanah cukup basah.





e.   Hama dan Penyakit KacangTanah 

1)  Penyakit Layu. 
Penyakit Layu ditimbulkan sang bakteri Xanthomonas Solanacearum.pada siang hari ketika sinar matahari terik flora sekonyong-konyong terkulaiseperti disimm air panas, tanaman langsung mangkat . Cara pengendalian denganpergiliran tumbuhan.

2)   Penyakit BercakDaun 
Penyakit Bercak daun ditimbulkan oleh cendawan Cercospora personata.bercak yg disebabkan pada daun sebelah atas coklat sedangkan sebelah bawahdaun hitam. Ditengah bercak daun kadang-kadang terdapat bintik hitam dariConidiospora. Cendawan ini muncul pada tumbuhan umur 40 -50 hari hingga 70 hari.cendawan ini dapat dikendalikan menggunakan Anthmcol atau Daconil.

3)  Penyakit Selerotium. 
Penyakit ini disebabkan sang Selerotium rolfsii, Mengganggu tanamanpada waktu cuaca lembab. Cendawan menyerang dalam pangkal batang, bagian daritanaman yg lunak, mengakibatkan bercak-bercak hitam. Tanaman yang terserangakan layu serta mangkat .  Pengendalian :dengan memperbaiki pengairan, supaya air pengairan bisa mengalir.

4)  Penyakit Karat. 
Penyakit ini ditimbulkan sang Uromyces arachidae, menyerang tanamanyang masih muda menyebabkan daun berbintik-bintik coklat daun menjadimongering. Pengendaliannya dengan menanam varitas yang tahan.

5) Hama Empoasca. 
Hama yang penting bagi tanaman kacang tanah merupakan hama Empoasca.hama ini tidak terlalu merugikan bagi tanaman kacang tanah. Carapengendaliannya dengan penyemprotan Azodrin, Karphos atau lnsektisida yangtersedia.


7.   P A N E N

Penentuan saat panen yang sempurna harus diadaptasi dengan tujuanpenggunaan produk Kacang Tanah. Pedoman umum yang digunakan menjadi kriteriapenentuan saat panen Kacang Tanah merupakan sbb : : 
-  Sebagian akbar daunmenguning serta gugur ( rontok ).
-  Tanaman berumur 85 -110hari tergantung,Varietasnya. -Sebagian akbar polongnya ( 80 % ) sudah tua." 
-  Kulit polong relatif kerasdan berwarna cokelat kehitam-hitaman.
-  Kulit biji tipis danmengkilap.
-  Rongga polong telah berisipenuh dengan biji.

Panen dilakukan dengan mencabut batang tumbuhan secara hati-hatiagar polongnya nir tertinggal pada tanah. 

8.  PASCA PANEN


Kegiatan utama pasca panen Kacang Tanah merupakan menjadi berikut: 
a.   Setelah dipanenbrangkasan Kacang Tanah dipotong sekitar 10 centimeter kemudian dibersihkan.
b.   Pemipilan 
Pipil polong Kacang Tanah menurut batangnya dengan tangan.
c.   Pengeringan Tebarkanpolong Kacang Tanah di atas anyaman bambu atau tabir sembari
dijemur dibawah terik matahari hingga kering (Kadar air 9% - 12%).

d.   Penyimpanan.
1)  Penyimpanan pada bentukpolong kering
Masukkan polong kemarau kedalam karung goni atau kaleng tertutuprapat, kemudian simpan digudang penyimpanan yang tempatnya kemarau.
2)  Penyimpanan pada bentukbiji kemarau
Kupas polong kacang tanah kering menggunakan tangan atau indera pengupaskacang tanah. Jemur biji kacang tanah sampai berkadar air 9% lalu tambahkan kedalam wadah tertutup buat disimpan atau dijual.



BUDIDAYA KACANG HIJAU

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Tanamankacang hijau merupakan flora kacang-kacangan yang memilki nilai ekonomistinggi serta memiliki nilai gizi yg tinggi jua. Kebutuhan akan kacang hijuatidak akan pernah hais karena setiap prang bisa mengkonsumsi kacang hiajuadalam bentuk apapun baik banyak sekali macam olahan kuliner.
Ketergantunganterhadap Kacang Hijau sangat memprihatinkan, lantaran seharusnya kita mampumencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas rendah serta semakin meningkatnyakebutuhan kedelai. PT. Natural Nusantara berusaha membantu dalampeningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian lingkungansehingga kita mampu bersaing di era pasar bebas.
1.2Tujuan
Adapuntjuan adalah sebagai berikut :
1.unutkpedoman teknis bagi petani dalam melaksanakan budidaya kacang hijau.
2.untukmeningkatakan produktifitas kacanghijau ditinhgkat petani dan dapt meningkatkanpendapatnnya.


II.BUDIDAYAKACANG HIJAU
2.1PengolahanTanah
Kacang hijau adalah tumbuhan yangtumbuh didaerah tropis, ketinggian tanah yang cocok buat flora ini yaitu 500m dpl. Suhu yang dibutuhkan buat budidayakacang hijau ini suhu yg panas. Pada ekspresi dominan hujan, pertumbuhanvegetative sangat cepat sebagai akibatnya gampang rebah. Tanah yg cocok untuk budidayakacang hijau merupakan yang mempunyai pH 5,8. Apabila pH kurang menurut lima, tanahsebaiknya di beri kapur terlebih dahulu, menggunakan waktu dua-4 minggu sebelumpenanaman.
Kacang hijau menyukai tanah gembur dengan saluran pembuangan air yg baik.tanah sawah bekas padi bisa digunakan buat huma penanaman kacang hijau, dansisa-residu tumbuhan padi misalnya jerami bisa langsung dibenamkan.
Pengolahan kering dilakukan dengan cara mencangkul atau dibajak agar dapatdiratakan. Dan setiap lima-6 m dibentuk saluran pengairan. Pada huma kemarau, kacanghijau ditananam dalam akhir demam isu hujan. Dan flora ini mampu ditanam secaratumpang sari menggunakan flora jagung atau umbi kayu.
2.2Penanaman
Pembuatan lubang tanam dilakukandengan cara menggunakan alat tugal bermata tiga. Fungsi berdasarkan tugal bermata tigayaitu lubang pertama untuk menanam bibit kacang hijau, serta lubang yang kedua danketiga untuk lubang pupuk. Lubang tumbuhan memiliki kedalaman 4 centimeter serta lubangpupuk sedalam 7-10 cm. Jeda antara lubang tanam serta lubang pupuk 7-10 cm.
Untuk lahan yg belum pernah ditanami kacang sebelumnya, maka wajib dilakukaninokulasi bakteri. Caranya, yaitu benih kacang dibasahi dengan air secukupnyadan dicampur secara merata menggunakan legin 10 gram dan sedikit dibasahi. Selama1-4 jam diangin-anginkan. Benih yang telah dionokulasi segera ditanam.
Tanah yang telah biasa ditanamikacang hijau telah poly mengandung bakteri Rhizobium. Hal ini akan lebihpraktis, lantaran untuk mengejar saat dan bakteri rhizobium mudah sudah ada didalam tanah.
Setelah tanah sudah dilubangi, kemudian masukan benih pada lubang pertama,setiap lubang diisi dengan 2 butir benih dan diikutii menggunakan memasukan pupukpada lubang du serta 3 serta metupnya dengan tanah.
Sedangkan jeda yg umum digunakan yaitu panjang 20-20 cm serta lebar 10-20 cm.bila ditanam dalam animo penghujan umumnya jaraknya 40 x 15 cm. Sedang jikaditanam pada isu terkini kemarau 25 x 25 centimeter atau 30 x 20 cm.
2.3 Pemeliharaan Tanaman

1.pengairan

Pengairan dalam kacang hijau diharapkan terutama pada huma sawah irigasi,terutama pada saat tumbuhan mengalami masa pertumbuhan vegetative. Jika ditanampada sawah tadah tidak perlu diberi air. Sebab tanah masih lembap jika ditanampada saat masih hujan. Kacang hijau pada masa generative sedikit memerlukanair.
2.penyulamandanPenyiangan
Penyulaman dapat dilakukan sehabis flora berumur 17 hari sehabis penanamandilakukan. Penyulaman dilakukan menggunakan cara menyediakan tumbuhan cadangan yangditanam di luar area tumbuhan. Penyulaman dilakukan apabila 5% lubang tanaman tidakditumbuhi flora paripurna.
 Penyiangan biasanya dilakukan dua kali. Pertama waktu tanaman sudahberumur 2 minggu dan kedua pada ketika berumur satu bulan. Penyiangan dilakukanuntuk membersihkan tanaman pengganggu atau gulma.
3.pemuupukan

Pemupukan dilakukan dua kali, pertama diberikan dalam ketika tanam, dan yg keduadiberikan menjelang tanaman berbunga atau pada ketika tumbuhan umur satu bulan.dosis pupuk yang diberikan adalah urea 50-100 kg/ha TSP 100 kg/ha dan KCL 50-75kg/ha. Cara pemupukan, pertama pupuk dimasukan ke lubang lalu ditutupdengan tanah jeda lubang pupuk 5-6 centimeter. Kemudian lubang kedua yang jaraknya 10cm kemudian tutp dengan tanah. Pupuk jangan hingga kontak pribadi denganbenih, karena perkecambahan akan terhambat.

2.4 Pengendalian Hama serta Penyakit
1.lalat kacang
: ciri-cirinya tubuh kecil berukuran 1,lima mm, rona hitammengkilap, siang hari bersembunyi pada pada rumput, serta kepongpongnya atau pupaberwarna coklat.
Dampak pada tumbuhan, terdapat bercak-bercak dalam daun pertama, polong yangdiserang gugur, daun mulai layu dan kekuning-kuningan, flora akan tewas saatberumur 3-4 minggu. Pengendaliannya, tanam serempak, tanam gilir, benih masukankedalam lubang menggunakan insektisida butiran misalnya furadan 3G, serta penyemprotandengan insektisida misalnya Thiodin 35 EC mulai umur 3 hari.
2.ulat Jengkal
: ciri-cirinya, tubuhnya berwarna hijau, ukurannya dua-3cm, dan jalannyamenyungkal. Dampak dalam flora, menyerang flora yang sudahtua, serta menyerang daun hingga tulang daun. Pengendaliannya, musnahkan telurdan larvanya, tanam gilir, tanam serempak, serta penyemprotan pestisida, sepertiDekametrin, azodrin 15 WSG, atau Dursbori 20 EC.
3.penggerek Polong : ciri-cirinya, larva berwarna merah kebiruan padawaktu kecil, dan sehabis besar berwarna hijau, dan bentuk larva gemuk licin.
Dampak dalam tumbuhan, menciptakan lubang pada polong, memakan biji, gejala bercakhitam, adanya lubang bulat pada polong, dan biji dalam polong habis dimakan. Pengendaliannya,tanam serempak, tanam gilir, pengaturan saat yang tepat, menghentikan penanamanselama dua tahun jika hama poly, serta penyemprotan dengan pestisida, sepertiazodrin 15 WSC atau Sihalotrin.
4.ulat penggulung daun
: ciri-cirinya, ulat berwarna hijau jelas, dankupu-kupu mini berwarna coklat belia. Dampak pada tanaman , daun menggulung kedalam/keriting karenasel-sel bagian atasnya mengerut serta menurunkan output,karena proses fotosintesis terganggu. Pengendaliannya,  membuang daun yangmenggulung, mematikan ulatnya, dan menyemprot pada saat berumur 3 minggudenga  Fungisida Benlate 50 WP sebesar 1 gram/liter air, dan setiap 10hari dalam umur 30-50 disemprot menggunakan ½ gram per liter air.
5.bercak daun

, pengendaliannya memotong daun dan lakukanpenyemprotan dengan Benlate 50 WP sebanyak 0,5 gr/liter pada usia 30 serta 40hari.
6.karat daun

, pengendaliannya menaman varietas tahan penyakit, danlakukan penyemprotan menggunakan fungisida setiap 10 hari mulai 25 hari hingga 45hari menggunakan Bayleton 2 gr/dua cc/liter air.
7.kudis,
pengendaliannya penanamn varietas tahan penyakit,flora dicabut serta dibakar, dan penyemprotan pestisida secara teratur menggunakan Bavistin, Topsin M 70 WP dalam umur 20 hari, 30 hari, dan 50 hari.
8.embun tepung,
 penngendaliannya dengan menanam varietas yangtahan penyakit, dan menyemprotkan fungisida seperti Benlate 50 WP 1 gr/literair ketika flora usia 3 minggu.
9.mozaik kacang hijau,
penanggulangannya menggunakan menanam varietas tahanpenyakit, tanam gilir, mencabut serta membakar tumbuhan yang terserang, danmemberantas vector dengan insektisida.
2.6 Panen dan Pascapanen

Umur kacang hijau umunya 58-85 hari, pemungutan panen bisa dilakukan ketikasebagian besar polong sudah kemarau dan mudah pecah, panen dilakukan dengandipetik dan dilakukan dalam pagi hari.
Polong yg sudah dipetik kemudian dijemur sesudah kuning masukan kedalamkarung dan dipukul-pukul supaya biji terlepas dari polong, serta setelahn itulakukan penapian buat memisahkan biji-biji yang rusak.
Biji yg telah higienis lalu dijemur lagi hingga 2-3 hari. Biji kemudiansimpan pada kaleng. Berilah abu dapur atau insektisida supaya nir diseranghama serbuk.
III.KESIMPULAN
Adapunkesimpuln adalah menjadi berikut :
1.tanamankacangn hijau adalah termasuk jenis flora leguminose dan snagat gampang tumbuhpada jeis tanah apa saja.

2.tekinisbudidaya tanman kacang hijau snagat mudah tidak ada yg butuh perahatianekstra pada masing-masing termin budidayanya.

BUDIDAYA KACANG PANJANG

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Tanamankacang panjang adalah flora sayuran yang bernilai hemat. Tnaman kacangpanjang dapat ditanam dalam semua ekspresi dominan serta nir memrlukan perlakuan khususdalam budidayanya, nir memerlukan pemeliharan yng khusus dan porto yangdiperlukan buat melaksnakan budidaya tidak poly.
Tanamankacang panjang bisa ditanaman dengan memanfaatkan huma pekarangan dan tidakmemrlukan huma yg luas. Tnaman kacang panjang pemasarannya sangat mudahkarena setiapmorang senang mengkonsumsi kacang panjang shari-hari dan hargasangat nisbi. Panen bisa dilkukan berkali-kali sampai tumbuhan tua serta meninggal.
1.2Tujuan

Adapuntujuan merupakan sebagi berikut :
1.untuksebagi petunjuk bagi pelaku utama yg akan melaksanakan budidaya kacangpanjang.
2.untukmenigkatkan produksi kacang panjang seoptimal mungkin waluapun ditanam dilahanpekaranga.



II.BUDIDAYAKACANG PANJANG

2.1SyaratTumbuh
Tanaman tumbuh baik dalam tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur,banyak mengandung bahan organik serta drainasenya baik, pH kurang lebih 5,5-6,lima. Suhuantara 20-300C, iklimnya kemarau, curah hujan 600-1.500 mm/tahun danketinggian optimum kurang berdasarkan 800 m dpl.
2.2Pembibitan
- Benih yang baik dan bermutu adalah   daya kecambah tinggi di atas85%, nir rusak/stigma, nir mengandung wabah hama serta penyakit. Keperluanbenih buat 1 hektar antara 15-20 kg. Benih pribadi tanam dalam lubang tanamyang telah disiapkan.
2.3PengolahanTanah
- Bersihkan huma dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak sampai tanahmenjadi gembur.
- Buatlah bedengan menggunakan ukuran lebar 60-80 centimeter, jarak antara bedengan 30 centimeter,tinggi 30 cm, panjang tergantung huma. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 centimeter serta jeda antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah menurut lima,lima dengan dolomitsebanyak 1-dua ton/ha serta campurkan secara merata menggunakan tanah dalam kedalaman 30cm:
2.4Penanaman
- Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 centimeter, 30 x 40cm. Dan jeda tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm serta 30 x 60 centimeter.
- Waktu tanam yg baik adalah awal animo kering/awal musim penghujan, tetapidapat saja sepanjang ekspresi dominan asal air tanahnya memadai.
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebesar 2 biji, tutup menggunakan tanahtipis/menggunakan abu dapur.
2.5Pemeliharaan
üPenyulaman
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5hari sehabis tanam. Benih yg tidak tumbuh segera disulam
üPENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada waktu tanamanberumur dua-tiga minggu selesainya tanam, tergantung pertumbuhan rumput pada kebun.
üPerempelan
Kacang panjang yg terlalu rimbunperlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalurimbun dapat Mengganggu pertumbuhan bunga.
üPemupukan
Dosis pupuk makro sebagai berikut:
Waktu
Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg)
SP-36 (kg)
KCl (kg)
Dasar
50
75
25
Umur 45 hari
50
25
75
TOTAL
100
100
100
Catatan :Atau sinkron rekomendasi setempat.
Pupukdiberikan di dalam lubang pupuk yg terletak di kiri-kanan lubang tanam.jumlah pupuk yang diberikan buat satu flora tergantung dari jeda tanam).pada saat tumbuhan berbunga nir dilakukan penyemprotan, lantaran dapatmengganggu penyerbukan .
üPengairan
Pada fase awal pertumbuhan benihhingga flora muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnyatergantung ekspresi dominan.
üPengendalianHama dan Penyakit
a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: masih ada bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanamanyang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal btg terjadiperakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanamanyang bukan menurut keluarga kacang-kacangan.
b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat lantaran hama mengisap cairan sel tanaman danpenurunan hasil panen. Kutu bergerombol pada pucuk tumbuhan serta berperan sebagaivektor virus. Pengendalian: menggunakan rotasi tumbuhan dengan tanaman bukan familikacang-kacangan.
c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang menggunakan berukuran tidak niscaya, agresi berat pada musimkemarau, jua menyerang polong. Pengendalian: menggunakan kultur teknis, rotasitanaman, penanaman serempak,
d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur hingga 90%. Pengendalian: denganmembersihkan dan memusnahkan residu-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benihkacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong.pengendalian: dengan rotasi tumbuhan serta menjaga kebersihan kebun menurut sisa-sisatanaman. F. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yg baru berkecamabah, semacam kankerberwarna coklat dalam bagian btg dan keping biji. Pengendalian: menggunakan rotasitanaman, perlakuan benih sebelum ditanam. Penyakit mozaik ( virus CowpeaAphid Borne Virus/CAMV).
Gejala: dalam daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidakberaturan. Penyakit ditularkan sang vektor kutu daun. Pengendalian: gunakanbenih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan flora yangterserang dicabut dan dibakar.
h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tumbuhan terhambat, ruas-ruas (buku-kitab ) batang sangatpendek, tunas ketiak memendek dan menciptakan "sapu". Penyakitditularkan kutu daun. Pengendalian: sama menggunakan pengendalian penyakit mosaik.
i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: flora mendadak layu dan serangan berat menyeabkan flora meninggal.pengendalian: menggunakan rotasi flora, perbaikan drainase dan mencabut tanamanyang meninggal.
2.7PanendanPascaPanen
- Ciri-ciri polong siap dipanen merupakan ukuran polong sudah maksimal , mudahdipatahkan dan biji-bijinya pada pada polong tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik dalam pagi/sore hari. Umur flora siap panen3,lima-4 bulan
- Cara panen dalam tumbuhan kacang panjang tipe merambat menggunakan memotong tangkaibuah dengan pisau tajam.



III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan merupakan sebagi berikut :
1.tanamankacang panjang adalah tumbuhan yg mudah dilakkukan budidaya serta bernilaiekonomis.

2.tnamankacang panjang dapat ditanam dalam huma pekarangan dan tidak memrlukan lahanyang luas

BUDIDAYA JAHE

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Jahe termasuk pada suku temu-temuan(Zingiberaceae), sefamili menggunakan temu-temuan lainnya seperti temu komedi (Cucumaxanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica),kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) serta lain-lain.
Jahe juga lazim dipakai sebagaiherba obat dan bahan bumbu kuliner. Jahe mengandung komponen senyawa yangbertanggungjawab atas sensasi panas serta juga aroma khas waktu rimpangnyadimemarkan. Jahe tidak hanya berfungsi menjadi bumbu dan bahan obat, di beberapawilayah tertentu, jahe bahkan dipakai sebagai pestisida organik yg ampuhmengusir hama. Jahe memang memiliki beragam khasiat, menjadi tumbuhan obat, jaheberfungsi buat karminatif (peluruh kentut), anti-muntah, pereda masuk angin,melebarkan pembuluh darah, anti-rematik dan masih banyak lagi lainnya.mencermati beragam manfaat jahe ini, sangat masuk akal bila komoditi yang satu inidijadikan galat satu flora primer petani.
1.2Tujuan

Adapuntujuan merupakan sebagi berikut :
1.untukmenjadi prtunjuk teknis bagi pelak utama dan keluarganya dalam melakukanbudidaya jahe.
2.uttukdapat merubah produksi jahe sebagai lebih optimal kwalitas serta kwantitasnya dandpat merubah pendapatan pelaku uatama dan keluarganya.
II.BUDIDAYA  JAHE

2.1 Syarat Tumbuh

Tanaman jahe membutuhkan curah hujanrelatif tinggi, yaitu antara dua.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulanatau lebih tanaman jahe memerlukan intensitas cahaya surya 70 - 100%. Dengankata lain penanaman jahe usahakan dilakukan pada loka terbuka sehinggamendapat sinar mentari sepanjang hari. Suhu udara optimum budidaya tanamanjahe antara 20-35 oC.
Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanahsubur, gembur serta poly mengandung humus. Tekstur tanah yang baik adalahlempung berpasir, liat berpasir serta tanah laterik. Tanaman jahe bisa tumbuhpada keasaman tanah (pH) sekitar 4,tiga-7,4. Namun keasaman tanah (pH) optimumuntuk jahe gajah merupakan 6,8-7,0. Jahe tumbuh baik di daerah tropis dansubtropis dengan ketinggian 0 - dua.000 m dpl. Di Indonesia pada biasanya ditanampada ketinggian 200 - 600 m dpl.

2.dua Pembibitan

ØPersyaratan Bibit Jahe

Bibit berkualitas merupakan bibit yangmemenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), danmutu fisik. Mutu fisik merupakan bibit bebas hama dan penyakit. Rimpang untukdijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2 - tiga bakal mata tunas dengan bobotsekitar 25 - 60 g buat jahe putih besar , 20 - 40 g buat jahe putih kecil danjahe merah. Kebutuhan benih per ha buat jahe putih besar (panen tua)membutuhkan benih dua - 3 ton/ha serta lima ton/ha untuk jahe putih besar panen muda.sedangkan jahe merah dan jahe emprit 1 – 1,5 ton.

ØTeknik Penyemaian Bibit

Untuk mendapatkan pertumbuhan tanamanseragam, bibit jangan pribadi ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan.penyemaian bibit bisa dilakukan menggunakan peti kayu atau ditaruh pada atasbedengan.

ØPenyemaian dalam bedengan

Buat rumah penyemaian sederhana ukuran10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Buatbedengan menurut tumpukan jerami setebal 10 centimeter. Rimpang bakal bibit disusun padabedengan jerami kemudian ditutup jerami, diatasnya diberi rimpang tutup denganjerami, demikian seterusnya, sebagai akibatnya didapatkan 4 susunan lapis rimpang denganbagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan denganpenyiraman setiap hari serta sekali waktu disemprot menggunakan fungisida. Setelah 2minggu, umumnya rimpang telah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidakterbawa bibit berkualitas rendah. Bibit output seleksi itu dipatah-patahkandengan tangan serta setiap potongan mempunyai tiga-5 mata tunas serta beratnya 40-60gram.

ØPenyiapan Bibit

Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskandari ancaman penyakit menggunakan cara bibit tadi dimasukkan ke pada karung dandicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4jam, barulah ditanam.


2.tiga Persiapan Lahan Budidaya Jahe

ØPembentukan Bedengan DanPemupukan Dasar

Untuk memudahkan pemeliharan sekaligusuntuk encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadibedengan-bedengan engan berukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 centimeter, sedangkanpanjangnya disesuaikan menggunakan kondisi lahan. Penanaman jahe dengan sistembedengan juga bertujuan buat memudahkan serangan patogen, karena kelembabantanah sanggup dijaga dengan membuat pari-parit. Pemupukan dasar diberikanbersamaan dengan pembuatan bedengan memakai pupuk kandang yang sudahdifermentasi sebesar 40 ton/ha dan NPK 15-15-15 sebesar 1,lima ton/ha. Akanlebih baik apabila dibubuhi dengan agensia biologi misalnya Trichoderma sp. dan Gliocladiumsp. buat mencegah serangan bakteri maupun cendawanpatogen. Pemberian humat serta fulvatakan berfungsi sebagai pembenah tanah, sebagai akibatnya serapan unsur hara sang tanamanjahe bisa optimal.
Pengapuran dilakukan pada saatpembentukan bedengan. Pada tanah menggunakan pH rendah, sebagian akbar unsur-unsurhara didalamnya, Terutama fosfor (p) serta kalsium (Ca) pada keadaan tidaktersedia atau terikat oleh ion-ion tanah. Kondisi tanah yg masam ini dapatmenjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp danpythium sp. Pengapuran pula berfungsi menambah unsur kalium yang sangatdiperlukan flora buat mengeraskan bagian tumbuhan yang berkayu, merangsangpembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel butir serta merangsangpembentukan biji.

2.4Penentuan Pola Tanaman

Pembudidayaanjahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai relatif rasional,karena bisa memberikan produksi tinggi. Namun pada daerah, pembudidayaan tanamanjahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkankerugian. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tumbuhan lain mempunyaikeuntungan-keuntungan menjadi berikut : Mengurangi kerugian yang disebabkannaik turunnya harga. Menekan porto kerja, misalnya: tenaga kerja pemeliharaantanaman. Meningkatkan produktivitas huma. Memperbaiki sifat fisik danmengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu).
Praktek dilapangan, terdapat jahe yang ditumpangsarikan dengan sayursayuran, seperti ketimun,bawang merah, cabai rawit, buncis serta lain-lain. Ada pula yang ditumpangsarikandengan palawija, misalnya jagung, kacang tanah serta beberapa kacang-kacanganlainnya.

ØPembuatan Lubang Tanam

Untukmenghindari pertumbuhan jahe yang buruk, karena syarat air tanah yg jelek,maka usahakan tanah diolah sebagai bedengan-bedengan. Selanjutnya buatlubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,lima centimeter buat menanam bibit.

ØCara Penanaman

Cara penanaman dilakukan dengan caramelekatkan bibit rimpang secara rebah ke pada lubang tanam atau alur yangsudah disiapkan. Jarak tanam yang dipakai buat penanaman jahe putih besaryang dipanen tua adalah 80 centimeter x 40 cm atau 60 centimeter x 40 centimeter, jahe putih mini danjahe merah 60 centimeter x 40 cm.

2.lima PemeliharaanTanaman Jahe

ØPembubunan

Tanaman jahe memerlukan tanah yangperedaran udara dan air dapat berjalan menggunakan baik, maka tanah harusdigemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan buat menimbun rimpang jahe yangkadang-kadang timbul ke atas bagian atas tanah. Jika flora jahe masih muda,cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun menggunakan jarak sekitar 30cm. Pertama kali dilakukan pembumbunan dalam saat tumbuhan jahe berbentuk rumpunyang terdiri atas tiga-lima anakan, biasanya pembubunan dilakukan dua-3 kali selama umurtanaman jahe. Tetapi tergantung pada syarat tanah serta banyaknya hujan.

ØPemupukan Susulan

Tanaman jahe merupakan tanaman yangberumur panjang dibandingkan dengan flora cabe juga tomat. Pada dasarnyapupuk dasar yg diberikan telah mencukupi buat menopang pertumbuhan tanamantersebut. Akan tetapi pada budidaya jahe secara intensif perlu dilakukan upayauntuk meningkatkan output produksi yg signifikan. Oleh karena itu, pupuksusulan perlu diberikan dalam saat tanaman jahe berumur 2 – 3 bulan, 4 – 6bulan, dan 8 – 10 bulan menggunakan pupuk NPK 15-15-15 menggunakan takaran 20 gr pertanaman ditambah dengan pembenah tanah, misalnya asam humat dan asam fulvatuntuk membantu serapan unsur hara sang akar sebagai akibatnya pertumbuhan tanaman bisaoptimal.

ØPengairan serta Penyiraman

Tanaman Jahe tidakmemerlukan air yang terlalu banyak buat pertumbuhannya, akan namun pada awalpetumbuhannya tumbuhan jahe membutuhkan air yang relatif, sehingga saat memulaibudidaya jahe diusahakan penanaman pada awal trend hujan lebih kurang bulanSeptember.

2.7. Panendan Pasca Panen

Setelah semua proses selesai, petanitinggal menunggu masa panen. Langkah pemanenan tergantung dalam peruntukan jahe.untuk jahe bumbu, sudah bisa dipanen pada usia 4 bulan. Jika budidaya flora jahe ditujukan untukindustri orisinil pabrik, sebaiknya dipanen di usia 10 hingga 12 bulan. Cara memanenharus hati-hati, tanah dibongkar memakai alat seperti garpu atau cangkul.pastikan indera Anda tidak tentang rimpang jahe. Setelah dipanen, jahe disimpandi loka terbuka yg tidak




III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan merupakan menjadi berikut :
1.tanamanjahe adlah tanaman yg memiki komersil tinggi dan pada melakukan bididayanyatidak emerlukan perlakuan spesifik dan porto tidak banyak.

2.prospekpemasaran jahe sangat baik akrena jehe merupakan kebutuhan sehari-hari baikrumah tangga, pembuatan jame dan komestik danlai-lainnya.

BUDIDAYA BUNCIS

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Selainenak dinikmati menjadi lalapan, buncis jua berkhasiat mencegah serta mengobatiDiabetes Mellitus. Mungkin belum banyak orang yg memahami tentang manfaat
buncis, akan tetapi bagi mereka yg gemar memakan buncis, tanpa disadari sayuranberukuran mini ini dapat mencegah timbulnya Diabetes Mellitus.
     Setiap 1 liter darah insan sehat mengandung gulasekitar 800-1000 miligram. Hormon yg paling berperan pada dalam mengaturkadar gula merupakan hormone insulin.
Hormon ini dihasilkan secara alamiah oleh tubuh berdasarkan organ tubuh yang bernamapankreas. Pankreas terletak pada dekat hati. Hormon insulin bertugasmengatur supaya kadar gula pada darah tetap seimbang waktu tubuh dalam keadaantegang, lapar, ataupun kenyang.. Kadar gula akan naik apabila gula yg berasaldari makanan atau miniman yg masuk ke pada tubuh sudah masuk melalui dindingusus. Saaat inilah pankreas akan membuat insulin. Seseorang akan
menderita Diabetes Mellitus bila pankreasnya hanya dapat menghasilkan insulindalam jumlah yg sedikit, atau mungkin pankreasnya nir sanggup menghasilkaninsulin sama sekali.    

1.2Tujuan

Adapuntujuan adalah sebagi berikut :
1.untuksebagai petunjuk bagi pelaku utama pada melakukan bisnis budidaya tanamanbuncis.
2.agarpelaku primer dapat lebih tahu budidaya teknis sebagai akibatnya dapat meningkatkanproduksi seoptimal mungkin.

II.BUDIDAYABUNCIS

2.1Pembibitan
üPersyaratanBenih/Bibit
    Apabila akan mengusahakan suatu bisnis pertanaman, maka hal pertama yg perludilakukan merupakan pemilihan benih. Benih yg digunakan wajib sahih-sahih benihyang baik. Benih yg baik berasal berdasarkan pohon induk yg baik. Benih yang baikharus mempunyai persyaratan eksklusif yakni: memiliki daya tumbuh minimal80-85%, bentuknya utuh, bernas, rona mengkilat, nir bernoda coklat terutamapada mata bijinya, bebas dari hama serta penyakit, seragam, tidak tercampurdengan varietas lain, dan bersih berdasarkan kotoran. Benih yang baik memiliki dayatumbuh yg tinggi, dapat disimpan lama , tahan terhadap serangan hama dan penyakit,tumbuhnya cepat serta merata, dan bisa membuat tumbuhan dewasa yang normaldan berproduksi tinggi.
üPenyiapanBenih
    Memilih benih yang baik agak sulit. Karena itu disarankan untuk membeli benihyang bersertifikat. Benih ini sudah diuji coba oleh balai pengujian benih,sebagai akibatnya dijamin kualitasnya. Benih bersertifikat sudah poly dijualditoko-toko wahana pertanian.
    Benih buncis yg diharapkan dalam jumlah eksklusif, tetapi kadang-kadang benihyang dibeli jumlahnya melebihi yg dibutuhkan. Sehingga, masalahnya sekarangadalah bagaimana menyimpan kelebihan benih itu. Cara menympannya menggunakan memberisuhu 18-20 derajat C menggunakan kelembaban relatif 50-60 %. Kandungan air benihjuga sangat menentukan terhadap keawetan simpan benih. Kandungan yg baikuntuk menyimpan benih lebih kurang 14%. Jika persyaratan diatas terpenuhi maka dayasimpan benih buncis bisa mencapai 3 tahun.

2.2Pengolahan Media Tanam
    Selanjutnya buat memudahkan pekerjaan pemeliharaan dibentuk bedengan-bedengandengan berukuran panjang 5 meter, lebar 1 meter serta tinggi 20 cm. Jarak antarbedengan 40-50 cm, selain menjadi jalan juga buat saluran pembuangan air(drainase). Untuk areal yg nir begitu luas, mislnya tanah pekarangan, tidakdibuat bedengan tetapi menggunakan guludan tanah selebar 20 cm, panjang 5meter, tinggi 10-15 cm dan jeda antar guludan 70 cm.umumnya tanah pada Indonesiabersifat asam (pH <7). Untuk menaikkan pH tadi dibutuhkan pengapuran,memakai batu kapur kalsit, gips, kadolomite, atau batu kapur talk. Dosisuntuk menaikan pH sebanyak 0,1 sebanyak 480 kg/ha. Pemberian kapur sebaiknyadilakukan 2-3 minggu sebelum penanaman, dengan cara sebagai berikut: Tanah digemburkan menggunakan mencakulnya, Kapur disebar merata.tanah dicangkulkembali supaya kapur dapat bercampur dengan tanah secara merata
    Untuk menaikkan kesuburan tanah bisa dilakukan menggunakan pemberian pupukkandang atau kompos sebesar 15-20 kg/10 m2 atau kira-kira 3 kaleng penuh bekasminyak tanah. Pemberian pupuk kandang dimaksudkan buat memperbaiki strukturtanah agar lebih gembur, airasi dan drainase lebih baik. Cara menempatkan pupukkandang juga pupuk organik artinya menggunakan menaburkan disepanjang larikan.
   Saatpemberian pupuk dasar, dapat pula dilakukan hadiah pestisida organik untuknematoda. Nematoda Meloidogyne sp. Acapkali menyerang buncis.
2.3Penanaman
    Air yang diperlukan buncis hanya secukupnya, sebagai akibatnya ketika menanam yg palingbaik yaitu waktu peralihan. Hal ini sangat cocok buat fase pertumbuhan buncis,serta fase pengisian dan pemasakkan polong. Pada fase ini pada khawatirkan akanterjadi serangan penyakit bercak apabila curah hujannya terlalu tinggi. Untukmengatasi curah hujan yang terlalu tinggi dapat dibentuk saluran-salurandrainase, ini bila penanamannya dilakukan dalam isu terkini hujan. Sebaliknya, padamusim kemarau perlu dilakukan penyiraman sesering mungkin terutama dalam saatawal perkecambahan.
üPenentuanPola Tanam
    Tanaman buncis ditanam menggunakan pola pagar atau barisan lantaran penanamannyadilakukan pada bedengan atau guludan. Pada pola ini, jeda antar tanaman lebihsempit daripada jeda antar barisan tanamannya. Dengan pola tanam barisan akanmempermudah pekerjaan selanjutnya, misalnya pemeliharaan, pengairan, pemupukan,pembumbunan serta panen.
    Jarak tumbuhan yang digunakan merupakan 20 x 50 cm, baik buat tanah datar atautanah miring. Dan bila kesuburan tanahnya tinggi, maka sebaiknya menggunakanjarak tanam yg lebih sempit lagi, yaitu 20 x 40 centimeter. Hal ini dimaksudkan untukmenghindari tumbuhnya gulma, lantaran gulma akan lebih cepat tumbuh dalam tanahyang fertile. Penentuan jeda tanam ini harus sahih-benar diperhatikan karenaberhubungan menggunakan tersedianya air, hara dan cahaya matahari.
üPembuatan Lubang Tanam
    Setelah menentukan jeda tanam, lalu membuat lubang tanam menggunakan caraditugal. Agar lubang tanam itu lurus, sebelumnya dapat diberi pertanda denganajir, bambu, penggaris atau tali. Tempat yg diberi indikasi tadi jugaditugal. Kedalaman tugal 4-6 centimeter buat tanah-tanah yang remah serta gembur,sedangkan buat tanah liat bisa dipakai berukuran 2-4 centimeter. Hal ini disebabkanpada tanah liat kandungan airnya cukup banyak, sehingga dikhawatirkan benihakan busuk sebelum bisa berkecambah.


üCara Penanaman
    Tanaman buncis tidak memerlukan persemaian karena termasuk tanaman yang sukardipindahkan, sebagai akibatnya benih buncis dapat eksklusif ditanam di huma/kebun. Tiaplubang tanam dapat diisi 2-tiga butir benih. Setelah itu lubang tanam ditutupdengan tanah.
2.4Pemeliharaan Tanaman
üPenyulaman
    Berikutnya Biji buncis bisa tumbuh selesainya 5 hari semenjak tanam, benih yangtidak tumbuh wajib segera diganti (disulam) dengan benih yang baru. Penyulamansebaiknya dilakukan dibawah umur 10 hari sehabis tanam, supaya pertumbuhanbibit-bibit tidak tidak sinkron jauh dan memudahkan pemeliharaan.
üPengguludan
    Peninggian guludan atau bedengan dilakukan dalam saat tumbuhan berumur lebih 20dan 40 hari. Lebih baik dilakukan pada ketika musim hujan. Tujuan berdasarkan peninggianguludan merupakan buat memperbanyak akar, menguatkan tumbuhnya flora dan memeliharastruktur tanah.
üPemangkasan
    Untuk memperbanyak ranting-ranting supaya diperoleh butir yg poly, tanamanbuncis perlu dipangkas. Pemangkasan sebatas pembentukan sulurnya. Pelaksanaanpemangkasan dilakukan bila flora telah berumur dua dan lima minggu. Pemang-kasanjuga dimaksudkan buat mengurangi kelembapan di pada tanaman sebagai akibatnya dapatmenghambat perkembangan hama penyakit. Pucuk-pucuk tanaman hasil pangkasandapat digunakan sebagai sayuran.

üPemupukan
    Tindakan pemupukan dalam tumbuhan buncis perlu dilakukan dengan alasan haratanaman yg disediakan sang tumbuhan dalam jumlah yg terbatas. Sewaktu-waktuzat hara akan berkurang karena tercuci kadalm lapisan tanah, terbawa erosibersama larutan tanah, hilang melalui proses evaporasi (penguapan), dan diserapoleh tumbuhan. Apabila keadaan tersebut dibiarkan terus menerus tanpa adanyaperbaikan, maka makin lama persediaan hara dalam tanah makin berkurang sehinggatanaman tumbuhnya merana. Untuk mencukupi kebutuhan hara tersebut, perlutambahan dari luar melalui pemupukan. Diharapkan dengan pemupukan akanmengembalikan dan menaikkan kandungan hara pada tanah, sebagai akibatnya tanamanakan tumbuh fertile dan produksinya akan melimpah.
    Pemupukan ini bisa dilakukan dalam umur 14-21 hari setelah tanam, caranya cukupditunggal sekitar 10 cm dari flora. Setelah itu ditutup balik dengantunggal atau diinjak menggunakan kaki.
üPengairan
    Air yang diberikan alam sangat bervariasi serta seringkali nir sesuai dengankebutuhan tumbuhan. Untuk itu, diharapkan pengaturan pengairan. Biasanyapengairan dilakukan apabila penanamannya dilakukan dalam animo kering, yaitu padaumur 1-15 hari. Pelaksanaannya dilakukan 2 kali sehari, setiap pagi serta sore.bila penanamannya dilakukan pada isu terkini hujan, yang perlu diperhatikan adalahmasalah pembuangan airnya. Kelebihan air bisa disalurkan melalui parit-parityang telah dibentuk di antara bedengan atau guludan.



2.5Pengendalian hama dan Penyakit

üKumbang daun

Penyebab:kumbangHenose-pilachna signatipennis atau Epilachna signatipennis, seringkali disebutkumbang daun epilachna yg termasuk keluarga Curculionadae. Bentuk tubuhnyaoval, rona merah atau coklat kekuningan, panjang antara 6-8 mm. Pengendalian:(1)jika sudah terlihat adanya telur, larva, maupun kumbangnya, maka bisa langsungdibunuh dengan tangan; (dua) dengan pestisida organik (menggunakan campuran (3)rotasi tumbuhan dengan flora yang bukan inang.

üPenggerek daun
Penyebab:ulat Etiellazinckenella yg termasuk pada keluarga Pyralidae. Penyebarannya mencakup daerahtropis serta subtropis. Gejala: polong yang masih muda mengalami kerusakan,bijinya poly yang keropos. Kerusakkan ini tidak sampai mematikan tanamanbuncis.Pengendalian: penyemprotandengan pestisida organik (yg dicampur menggunakan bw.putih, cabai rawit, daun/nijinimba, daun tomat, merica, sambiloto) . Waktu penyemprotan dilakukan segerasetelah diketahui adanya agresi dan dapat diulangi beberapa kali menurutkeperluan. 
üLalat kacang
 Penyebab:lalat Agromyza phaseoli yang termasukdalam famili Agromyzidae. Lalat betina dan jantan mempunyai berukuran yangberbeda. Lalat betina memiliki panjang tubuh sekitar 2,dua mm, sedang yangjantan hanya 1,9 mm. Gejala: daun berlubang-lubang menggunakan arah eksklusif, yaitudari tepi daun menuju tangkai atau tulang daun. Gejala lebih lanjut berupapangkal batang yang membengkok atau pecah. Kemudian tanaman sebagai layu,berubah kuning, serta akhirnya mangkat pada umur yg masih muda. Jika tidakmengalami kematian, maka tumbuhnya kerdil, sehingga produksinya sedikit.
Pengendalian:hendaknya dilakukansedini mungkin, yaitu dalam waktu pengolahan tanah. Setelah biji-biji buncisditanam sebaiknya lahan eksklusif diberi epilog berdasarkan jerami daun pisang.penanaman dilakukan secara serentak. Jika flora sudah terserang secara berat,maka segeralah dicabut dan dibakar atau dipendam dalam tanah. Namun, apabilaserangan masih kecil, disarankan agar memakai pestisida organik (dengancampuran bw.putih, cabai rawit, daun/niji nimba, daun tomat, merica, sambiloto).penyemprotan dilakukan sebesar 2-3 kali hingga umur 20 hari, tergantung beratringan agresi 
üPenyakit antraknosa
Penyebab:cendawan Colletotrichum lindemuthianum, termasuk dalam familiMelanconiaccae.. Gejala: (1) terdapat bercak-bercak kecilberwarna coklat karat dalam polong buncis muda;(dua) bercak hitam atau coklat tuadi bagian batang tumbuhan tua.
Pengendalian:(1) memakai benihyang sahih-sahih bebas berdasarkan penyakit;(dua)  pergiliran tumbuhan, maksudnyauntuk memotong siklus hidup cendawan tadi. Pergiliran tadi bisa dengantanaman lobak, wortel atau Kolonel bunga;(3) penyemprotan pestisida organik.
üPenyakit embun tepung
Penyebab: cendawan Erysiphe polygoni, yg termasuk pada familiErysiphaceae.
Gejala: daun, batang,bunga serta buah berwarna putih keabuan (misalnya beludru). Apabila serangan padabunga ringan, maka polong masih bisa terbentuk. Namun apabila gagal serangannyaberat akan dapat menggagalkan proses pembuahan, bunga menjadi kemarau danakhirnya mangkat . Jika polong yg diserang maka polong nir gugur, namun akanmeninggalkan bekas berwarna cokelat surat sehingga kualitasnya menurun.
Pengendalian: (1)bagian-bagian yg telah terjangkit sebaiknya dipotong atau dibakar;(dua) dapatjuga disemprot menggunakan pstisida organik. Atau dapat pula dilakukan penghembusasndengan tepung belerang.
üPenyakit layu
Penyebab: bakteriPseudomonas sollanacearum. Bakteri ini termasuk pada famili p
tanaman akan terlihatlayu, menguning dan kerdil. Jika batang tumbuhan yg terserang dipotongmelintang, maka akan terlihat rona cokelat dan jikalau dipijit keluar lendirberwarna putih. Kadang-kadang rona cokelat ini mampu sampai ke daun. Akar yangsakit pula berwarna cokelat.Pengendalian: (1) penyiramantanaman dengan air yg bebas menurut penyakit;(dua) dengan rotasi flora selama 2tahun;(tiga) penyemprotan menggunakan fungsida Agrept 20 WP dengan konsentrasi 0,lima-1gram/liter air.
2.6Panen serta Pasca Panen
üCiri dan Umur Panen
Pemanenan dapatdilakukan saat flora berumur 60 hari dan polong menampakan ciri-ciri sebagaiberikut:a) Warna polong agak belia dan suram.B) Permukaan kulitnya relatif kasar.C)Biji dalam polong belum menonjol.D) Bila polong dipatahkan akan menimbulkanbunyi letup.
üCara Panen
    Dalam menentukan waktu panen wajib setepat mungkin sebab bila hingga terlambatmemetiknya beberapa hari saja maka polong bincis bisa terjangkit penyakitbercak Cercospora. Penyakit tersebut sebenarnya hanya menyerang daun dan bagiantanaman lainnya, tetapi karena ketika pemetikan yang terlambat maka penyakittersebut berkembang sampai ke polong-polongnya.cara panen yg dilakukanbiasanya dengan cara dipetik menggunakan tangan. Penggunaan indera misalnya pisau ataubenda tajam yg lain sebaiknya dihindari lantaran bisa mengakibatkan luka padapolongnya. Kalau hal ini terjadi maka cendawan atau bakteri dapat masuk kedalamjaringan, sehingga kualitas polong menurun.
üPeriode Panen
    Pelaksanaan panennya dapat dilakukan secara bertahap, yaitu setiap dua-3 harisekali. Hal ini dimaksudkan supaya diperoleh polonh yang seragam pada tingkatkemasakkannya. Pemetikan tidak boleh dalam saat flora berumur lebih berdasarkan 80hari, atau kira0kira sejumlah 7 kali panen.
üSortasi
    Sortasi mencakup kegiatan-kegiatan membuang atau memisahkan hasil berdasarkankualitas serta mengadakan klarifikasinya. Polong buncis yang stigma akibatserangan hama serta penyakit, polong yang tua maupun polong yg patah akibatpanen yg kurang baik, semuanya kita pisahkan. Polong-polong yang demikianhanya akan mengurangi nilai pasar serta nilai beli dari komoditi tersebut.
    Proses sortasi ini umumnya dilakukan ditempat-loka pengumpulan yangdiletakkan tidak jauh berdasarkan huma pertanian. Tempat dilakukannya sortasi iniharus cukup terlindung, agar hasil yang baru dipanen tidak lekas menjadilayu.




III.KESIMPULAN
Adapukesimpilan merupakan sebagi berikut :
1.tanamanbuncis adalah tanaman yg mudah dilakukan dalam perawatannya sebagai akibatnya tidakmemerlukan porto yang poly buat melakukan budidayanya.

2.tanamanbuncis nir memerlukan perlakuan khusus baik segi kondisi tumbuh dan kegiatanteknis.

BUDIDAYA BUAH NAGA

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen,butir naga sekarang marak dikebunkan. Penanaman buah naga beredar pada Jawa Timur,Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga ke Kalimantan. Kebun-kebun butir naga jugabanyak ditemui. Memang, budidaya butir naga tergolong mudah serta minim perawatan.selain pada lahan luas, butir naga pula mampu diusahakan pada huma sempit seperti dikebun juga halaman rumah menggunakan memakai pot. Itulah sebabnya parapembudidaya buah naga sanggup
Penanaman buah naga sekarang diarahkanke sistem budidaya organik. Dengan membudidayakan butir naga secara organik,bisa dihasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik. Keuntungan berdasarkan teknikbudidaya buah naga secara organik adalah butir yg dihasilkan sehat tanpaadanya sisa bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia serta lingkungansekitar. Dengan demikian pencemaran lingkungan baik air, udara, juga tanaholeh paparan pestisida bisa dikurangi. Disamping itu, penggunaan bahan organikjuga dapat mengembalikan kesuburan tanah, sebagai akibatnya tanah mampu dipakai untukproses budidaya pertanian berkelanjutan.
1.2Tujuan

Adapun konklusi merupakan sebagaiberikut :
1.untukmenjadi petunjuk teknis bagi pelaku utama serta keluarga dalam melakukan budidayaBuah Naga.
2.untukmerubah produksi Buah Naga menjadi optmal dan merubah pendapatan pelaku utamdan keluarganya sebagai lebih baik.

II.BUDIDAYABUAH NAGA

2.1 Syarat Tumbuh

Buah naga sepesies Hylocereus undatus, yaitubuah naga dengan daging putih akan tumbuh baik pada ketinggian kurang dari 300mdpl, sedangkan butir naga spesies Hylocereus costaricensis, yaitu buahnaga menggunakan daging super merah (super red) tumbuh baik pada ketinggian0-100mdpl. Sementara itu butir daga spesies Selenicereus megalanthus,yaitu buah naga dengan kulit kuning, daging putih tanpa sisik, akan tumbuh baikpada wilayah dingin dengan ketinggian lebih berdasarkan 800 mdpl..
Tanaman butir naga lebih menyukai syarat keringdibandingkan dengan kondisi basah dengan curah hujan rendah yaitu 720 mm/tahun.buah naga masih dapat tumbuh pada curah hujan tinggi yaitu antara 1.000-1.300mm/tahun, akan namun rentang terjangkit penyakit busuk akar serta busuk batang.hal ini disebabkan flora buah naga nir tahan genangan air.
2.2Persiapan Lahan

Pemilihan lokasi budidaya butir naga perludiperhatikan, hal ini bertujuan buat memenuhi kondisi tumbuh yg optimal bagipertumbuhan butir naga. Pemilihan lokasi yg sempurna akan menjadi faktor pertamayang menentukan keberhasilan budidaya buah naga. Setelah memilih lokasibudidaya maka langkah selanjutnya merupakan melakukan pengukuran pH tanah untukmenentukan jumlah hadiah kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (dibawah 6,5). Pengukuran sanggup dilakukan menggunakan kertas lakmus, PH meter, ataucairan PH tester. Pengambilan titik sampel mampu dilakukan menggunakan cara zigzag.
Buah naga merupakan tanaman merambat sehingga dibuthkan tiang panjatan untukmenopang pertumbuhan btg dan cabangnya. Bentuk atau contoh tiang panjatandalam budidaya butir naga ada macam, yaitu bentuk tunggal serta bentuk kelompokatau pagar. Tiang panjatan wajib kuat dan bisa bertahan selama beberapa tahunkarena umur tanaman buah naga yg panjang.
ØTiang panjatan bentuktunggal
Tiang panjatan bentuk tunggal mampu memakai betonatau tiang panjatan hayati dari batang tanaman . Tiang panjatan ini digunakanuntuk menopang empat tanaman yg berproduksi menggunakan produktifitas homogen-rata 3kg per-tumbuhan. Para pembudidaya butir naga umumnya memakai tiang panjatanyang terbuat berdasarkan beton atau pipa PVC. Bentuk tiang panjatan sanggup persegi,bulat, segitiga atau bentuk yg lain sesuai dengan kesukaan pembudidaya. Untuktiang panjatan yg berbentuk persegi dibuat menggunakan ukuran 10 centimeter x 10 cm,bentuk bulat dibuat menggunakan diameter 10 centimeter, dan bentuk segitiga dibuat denganpanjang sisi 15 cm. Tinggi tiang panjatan antara 1,5-2 meter. Jika jarak tanambuah naga 2,5 m x dua m dan setiap tiang panjatan ditanami 4 tumbuhan maka untuklahan selua 1 ha dibutuhkan kurang lebih 2.000 tiang panjatan dan 8.000 bibit buahnaga.
Tiang panjatan ditancapkan ke pada tanah dengankedalaman kurang lebih 50 cm agar tiang berdiri kokoh dan kuat menyangga tanaman .pada ujung tiang bagian atas diberi besi melingkar dengan diameter 30-60 cmberbentuk seperti stir mobil. Besi melingkar ini berfungsi sebagai tempatmenopang cabang serta anak cabang tanaman butir naga.
ØTiang panjatan bentukkelompok (double rowing)
Berbeda menggunakan tiang panjatan tunggal, model tiangpanjatan double rowing mirip dengan tiang buat menjemur sandang. Artinya, bisamerambatkan lebih berdasarkan satu tumbuhan butir naga. Tiang panjatan gerombolan lebihhemat dalam porto pembuatannya serta lebih efisien karena sanggup merambatkan banyaktanaman buah naga. Namun, kelemahan bentuk tiang panjatan misalnya ini adalahperawatan yang sulit lantaran cabang tanaman sanggup saling terkait satu sama laindan kurang tahan terhadap beban tumbuhan yang terlalu berat.
Dua butir tiang dihubungkan dengan dawai tebal sebagaipenyangga batang tumbuhan buah naga menggunakan jarak antar tiang 4 meter. Tiangterbuat dari semen cor berukuran minimal 15 centimeter x 15 cm dan tinggi dua-2,5 meter,termasuk bagian yang terpendam di dalam tanah 50 centimeter. Tiang usahakan diberipenguat menurut besi supaya nir miring waktu menopang beratnya sulur flora buahnaga. Pada ujung tiang dipasang palang berdasarkan besi, melintang sepanjang 50-60 cmyang menyatu dengan tiang beton.

ØPengolahan Lahan DanPemupukan Dasar
Pada sistem panjatan tunggal, pengolahan tanah hanyadilakukan disekitar tiang panjatan saja. Buat lubang tanam dengan berukuran 40 cmx 40 centimeter dengan kedalaman 30 centimeter di sekitar tiang panjatan. Masukkan media tanamke pada lubang tanam yg terdiri menurut campuran tanah, pupuk sangkar, danpasir/sekam bakar menggunakan perbandingan 1:1:1 Pada sistem panjatan gerombolan (double rowing) pengolahan tanah dilakukan pada semua alur penanaman diantaradua tiang betong yang telah dipersiapkan. Alur dibuat sepanjang 4 m denganlebar galian 40-60 centimeter. Arah alur sinkron menggunakan arah kawat pengikat btg,yaitu diantara 2 tiang betong. Kemudian media tanam ditebar merata ke dalamalur yang telah dibuat. Komposisi media tanama yang dipakai pada satu aluradalah 20 kg tanah top soil, 20 kg pupuk sangkar, dan 20 kg sekam bakar. Adukbahan tersebut sampai merata lalu dimasukkan ke dalam lubang alur. Setelahsemua media dimasukkan ke pada alur kemudian dilakukan penyiraman dalam mediahingga basah.
2.4Pembibitan

Sebelummelakukan penyetekan harus dipiliha btg atau cabang tumbuhan yg baik,sehat, tua, dan telah pernah berbuah paling tidak tiga-4 kali. Keberhasilan stekditentukan sang calon btg yang digunakan. Batang yang pernah berbuahpertumbuhannya akan cepat, kokoh, serta mudah membangun tunas. Sedangkan batangatau cabang yg masih muda mengandung banyak air sehingga lebih rentanterserang penyakit. Pilihlah btg atau cabang yg tua, sehat, berwarna hijaugelap dengan ukuran panjang ideal minimal 30 centimeter. Batang atau cabang yangmemenuhi kriteria tersebut akan lebih cepat tumbuh dan mengeluarkan tunas baru.
Stek ditanampada polibag yg sudah diisi media dengan komposisi 1 tanah, 1 pupuk sangkar,serta 1 sekam bakar. Polybag diletakkan pada atas bedengan yg sudah disiapkandengan jarak 20 cm x 20 cm. Bedengan dibentuk dengan lebar 100 centimeter. Langkahselanjutnya tempat persemaian ditutup dengan plastik sungkup transparan denganditopang menggunakan bambu yang dipasang melengkung. Selama pembibitan kondisimedia harus dijaga agar nir kekeringan. Tunas baru
2.5Penanaman

Setelahtanah serta tiang panjatan dibuat, bibit yang telah siap harus segera ditanam dilahan. Penanaman harus dilakukan menggunakan hati-hati. Penanaman yang tidak benarakan menyebabkan bibit stress serta pertumbuhannya terhambat. Perhatikan padasaat penanaman media dalam polybag jangan hingga pecah karena akan membuatbibit kesuliatan beradaptasi dampak mengalami kerusakan akar. Selain itu,kedalaman penanaman idealnya 20% dari panjang bibit. Penanaman yg terlaludalam akan menciptakan bibit mudah terserang penyakit busuk batang.
Teknispenanaman sistem tiang panjat tunggal tidak sinkron dengan penanaman dalam sistemtiang panjat berkelompok. Pada penanaman sistem tiang panjatan tunggaldilakukan dengan jarak tanam 10 cm dari tiang panjatan. Keempat stek ditanammengelilingi tiang panjatan. Ikat keempat bibit tadi pada tiang panjatanmenggunakan tali yang lunak supaya bibit nir mudah jatuh. Lakukan pengikatandengan hati-hati, jangan terlalu bertenaga sehingga menyebabkan batang tanamanterluka. Batang tumbuhan yg terluka akan gampang terserang penyakit, terutamabusuk batang. Lakukan penyiraman setelah penanaman terselesaikan.
2.6 Pemeliharaan Tanaman BuahNaga

ØPengairan
Pada dasarnya flora butir naga nir membutuhkanirigasi spesifik. Umunya pengairan dilakukan menggunakan sistem tadah hujan. Olehkarena akarnya yang sangat lebat, sehingga buah naga tahan terhadap kekeringan.tetapi butir naga tetap memerlukan air yg relatif selama pertumbuhannya.kekurangan air selama fase vegetatif bisa menciptakan tanaman layu serta sulitbertunas.
ØPenyulaman tanaman
Penyulaman adalah aktivitas mengganti tumbuhan yangmati ditimbulkan lantaran agresi hama, penyakit, atau sebab lain. Tujuan berdasarkan penyulamanyaitu agar tanaman sanggup berproduksi optimal serta efisiensi huma tetap tinggi.penyulaman dilakukan dalam umur 7 hari sehabis tanam hingga flora berumur 2bulan.
ØPengikatan batang ataucabang
Pengikatan dilakukan setiap 20-25 cm ke tiangpanjatan. Tali pengikat bisa memakai tali rafia atau tali lunak lainnyadengan membangun angaka 8. Pengikatan jangan terlalu kencang supaya btg ataucabang nir terjepit yang dapat mengakibatkan luka atau bahkan patah. Selainitu tujuan pengikatan juga buat mempermudah akar udara menempel pada tiangpanjatan sehingga memperkokoh posisi tanaman .
ØPemupukan susulan
Oleh karena itu, perlu diberi pupuk susulan atau pupuktambahan. Pada budidaya butir naga menggunakan sistem organik pemberian pupuktambahan dilakukan memakai pupuk kandang atau bahan organik lain yg sudahdifermentasi. Dosis anugerah pupuk organik sebesar 2-5 gram/tanaman dalam fasevegetatif serta 5-10 gr/tumbuhan dalam fase generatif. Frekuensi pemberian pupukdilakukan dua bulan sekali. Pupuk diberikan menggunakan cara menggali lubangdisekitar tanaman , jangan terlalu dekat menggunakan batang lantaran bisa melukai akartanaman, lalu ditaburkan serta segera ditutup dengan tanah. Setelah semuapupuk ditutup dengan tanah, lakukan penyiraman agar pupuk mudah bereaksi danterserap oleh akar tanaman .
ØPemangkasan
Pemangkasan tumbuhan bertujuan buat memperoleh bentukyang baik sehingga menunjang pertumbuhan yg baik. Selain itu, pemangkasanjuga bertujuan buat membuang bagian flora yg nir produktif misalnya cabangyang kerdil atau kurus. Batang atau cabang yang tidak produktif akan menghambatpembentukan tunas baru dan butir lantaran berkompetisi dengan batang produktifdalam memperoleh hara.
ØSeleksibunga serta buah
Tanaman yang sudah mulai berbungan ditandai denganmunculnya bunga dalam cabang produktif. Biasanya akan muncul lebih berdasarkan satubunga. Oleh karena itu, seleksi bunga dilakukan saat bunga masih mini ,sehingga nutrisi nir digunakan buat perkembangan bunga yang dibuang. Pilih2-3 bunga yang paling besar , sehat, berwarna cerah, serta segar dalam setiapcabang produktif dengan jarak antar bunga kurang lebih 30 centimeter.
2.6Pengendalian Hama serta Penyakit

ØTungau (Tetranycus sp.)
Tungau ukuran sangat mini dengan bentuk menyerupailaba-laba dan bersifat polyfag, yaitu menyerang hampir segala jenis tumbuhan.serangga dewasa berukuran sekitar 1 mm serta aktif pada siang hari. Siklushidup tungau berkisar antara 14-15 hari. Tungau menyerang tumbuhan buah nagadengan cara menghisap cairan batang serta cabang. Akibatnya dipermukaan kulitbatang atau cabang flora yg terserang timbul bintik-bintik kuning ataucokelat. Serangan yang berat akan mengakibatkan flora butir naga tumbuh nir normal.
Pengendalian tungau sanggup dilakukan menggunakan penyemprotanpestisida nabati tiga-4 hari sekali, misalnya nimba, tagetes, eceng gondok, ataurumput bahari. Untuk memulihkan flora yg terserang tungau diberikan nutrisitanaman organik, baik melalui akar, dengan cara dikocor, maupun melalui tubuhtanaman, dengan cara disemprot.
ØKutu Kebul (Bemisia tabaci)
Salah satu hama primer dalam budidayabuah naga adalah kutu kebul. Imago serangga dewasa berukuran 1-1,5 mm, berwarnaputih, dan sayapnya ditutupi lapisan lilin yg bertepung. Serangga dewasabiasanya berkelompok pada permukaan bagian bawah cabang. Jika flora disentuhbiasanya serangga akan beterbangan seperti kabut atau kebul putih. Gejalaserangan kutu kebul dalam tumbuhan butir naga ditandai menggunakan adanya bercaknekrotik akibat rusaknya sel-sel serta jaringan flora pada btg atau cabangyang terserang. Ekskresi kutu kebul berupa madu yang adalah media tempattumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan prosesfotosintesis berlangsung tidak normal. Selain kerusakan eksklusif dalam flora,kutu kebul merupakan serangga yang sangat berbahaya karena berperan sebagaivektor penular virus tumbuhan. Kerugian akibat agresi kutu kebul dapatmencapai 20-100%. Hingga waktu ini, tercatat sebesar 60 jenis virus yangberpotensi ditularkan oleh kutu kebul.
Pengendalian hama kutu kebul dapatdilakukan secara kultur teknis, yaitu menggunakan menerapkan metode strip-plantingyaitu penerapan tumbuhan perangkap. Tanaman perangkap sanggup ditanam mengelilingiareal budidaya buah naga sehingga membentuk pagar yg kedap. Beberapa tanamanyang efektif digunakan menjadi perangkap kutu kebul antara lain, jagung, bungamatahai, kacang panjang, dan buncis. Selain penerapan strip planting,pengendalian gulma juga wajib dilakukan secara rutin. Gulma sangat berpotensisebagai inang kutu kebul.
ØBusuk Pangkal Batang
Penyakit busung pangkal btg biasanya menyerang padasaat awal penanaman. Gejala serangan ditandai dengan adanya pembusukan padapangkal btg sebagai akibatnya mengakibatkan batang berair serta berwarna kecokelatan.pada wilayah terjangkit masih ada bulu-bulu putih halus yang adalah miseliumcendawan. Penyakit ini disebabkan oleh agresi cendawan Sclerotium rolfsiiSacc. Serta lebih sering menyerang tanaman dalam waktu cuaca lembab.
Upaya pengendalian bisa dilakukan dengan pengaturandrainase serta kelembaban dalam ketika musim hujan. Penyemprotan flora menggunakanpestisida botani, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah.bahan-bahan tadi direbus dan disemprotkan pada tanaman . Upaya lain yangbisa dilakukan adalah menggunakan pemanfaatan agensia hayati, misalnya Trichoderma sp. Serta Gliocldium sp.
ØBusuk Bakteri
Serangan penyakit ini desebabkan sang infeksi bakteriPseudomonas sp. Gejala flora yg terjangkit penyakit busuk bakteri ditandaidengan adanya pembusukan pada pangkal batang, masih ada lendir putih kekuninganpada wilayah serangan, dan tanaman tanpak kusan serta layu.
Pengendalian terhadap agresi bakteri ini dilakukandengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, pemugaran drainase buat mencegahadanya genangan air, pencabutan flora terjangkit dan tanah disekitar titiktanam dibuang jauh menurut areal budidaya. Usahakan pembuangan tanah tersebutjangan hingga tercecer. Lubang bekas titik tanam ditaburi dengan kapur agar pHtanah lokal semakin tinggi. Penyemprotan tumbuhan memakai pestisida botani,seperti daun serai, bawang putih, kunyit, dan bawang merah. Bahan-bahantersebut direbus serta disemprotkan pada tanaman . Upaya lain yg mampu dilakukanadalah menggunakan pemanfaatan agensia biologi, misalnya Trichoderma sp. Serta Gliocldium sp.
2.7Panen

Ciri-Ciribuah naga siap panen :

Umur butir semenjak telah mencapai 50-55 hari setelahmuncul bunga; Warna kulit butir mengkilat dengan sisik berubah menurut hijaumenjadi kemerahan; Mahkota buah telah mengecil;Kedua pangkal buah keriput dankering; Bentuk buah bundar paripurna serta akbar dengan bobot diperkirakan 400-600g.

III.KESIMPULAN
Adapun kesimpilan adlah sebagi berikut ;
1.tanaman butir naga merupakan tanamnobat0obatan yg sangat baik dikonsusi tubuh, ketersediaanya masih terbatas danharganyanmasih tinggi.

2.budidaya flora buah naga tidak rumitdan dapt memberikan pendapatan yg lebih serta dapat menaikkan pendapatanpelaku utama.