TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS

1.PENDAHULUAN


Untukmemenuhi kebutuhan nutrisi serta hara bagi tanaman dalam bisnis tani berbasispertanian organik bisa dilakukan dengan membuat kompos secara sederhana. Sesuai konsep pertanianorganik yaitu menekankan penggunaan bahan-bahan berdasarkan alam sebagai akibatnya semua bahanyang digunakan pada usahatani (bertani) wajib meng-gunakan bahan-bahan alamiseperti daun, dedak dan kotoran fauna.
Salahsatu elemen penting yang diperlukan flora merupakan pupuk. Pupuk organik bisadidapatkan berdasarkan sisa tumbuhan serta kotoran fauna. Secara alami bahan-bahantersebut membutuhkan waktu yg lama buat terdekomposisi sebagai akibatnya dapatdimanfaatkan sang flora, oleh karenanya diharapkan proses atau perlakuanagar bahan-bahan tadi lebih cepat terdekomposisi.



2.APA ITU KOMPOS?


Kompos merupakan bahan organik yg telahmembusuk Lantaran proses fermentasi. Bahan organik ini sanggup berasal dari sisatanaman serta kotoran fauna atau adonan menurut keduanya. Kompos sangat kayanutrisi atau hara yang diperlukan sang flora.
            Membuat kompos bisa dilakukan secara sederhana denganmemanfaatkan limbah tempat tinggal tangga, sampah organik serta hijauan daun. Bahan bakumembuat kompos relatif mudah diperoleh dari lingkungan sekitar tempat tinggal bahkansisa limbah dapur yang berupa residu sortiran sayur dan butir yang tidakdikonsumsi jua adalah bahan standar kompos yang baik.



3.TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS


            Ada beberapa Teknik pembuatan komposyang generik dilakukan, yaitu :
a.Windrow Technic

b.Aerated Static Pile Technic

c.In Vessel Technic

KetigaTeknik ini sudah banyak dioperasionalkan  secara luas.  Dari ke 3 Teknikini, mana yang dapat membentuk kompos yang terbaik tidaklah krusial, karenamasing-masing Teknik mempunyai kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

a.Windrow Technic

Windrow Technic(teknik pengeringan dengan aliran udara) adalah proses pembuatan komposyang  paling sederhana dan paling murah. Bahan baku kompos ditumpukmemanjang, tinggi tumpukan 0,6 sampai 1 meter, lebar 2-lima meter.  Sementaraitu panjangnya dapat mencapai 40-50 meter.
Teknikini memanfaatkan sirkulasi udara secara alami. Optimalisasi lebar, tinggi danpanjangnya tumpukan sangat pada-pengaruhi sang keadaan bahan baku,kelembaban, ruang pori, serta sirkulasi udara buat mencapai bagian tengahtumpukan bahan standar.
Idealnyaadalah dalam tumpukan bahan standar ini harus dapat melepaskan panas, untukmengimbangi pengeluaran panas yang disebabkan  sebagai hasil prosesdekomposisi bahan organik sang mikroba.
Windrow Technicini adalah Teknik proses komposting yg baik, yg telah berhasil dilakukandi banyak loka buat memproses pupuk kandang, sampah kebun, lumpur selokan,sampah kota, dll.     Untuk mengaturtemperatur, kelembaban dan oksigen, pada WindrowTechnic ini, maka dilakukan proses pembalikan secara periodik. Inilahsecara prinsip yg membedakannya menurut Teknik pembuatan kompos yang lain. 
            Kelemahan berdasarkan Windrow Technic ini adalah memerlukan areal huma yang cukup luas.

b.Aerated Static Pile Technic

            Teknik pembuatan kompos lainnya yanglebih maju merupakan Aerated Static Pile. Secara prinsip proses kompostingini hampir sama, dengan Windrow Technic,tetapi pada Teknik ini dipasang pipa yg dilubangi buat mengalirkanudara.  Udara ditekan menggunakan blower.lantaran ada peredaran udara, maka tumpukan bahan baku yg sedang diproses dapatlebih tinggi menurut 1 meter. Proses itu sendiri diatur menggunakan pengaliran oksigen.jika temperatur terlalu tinggi, aliran oksigen dihentikan, ad interim apabilatemperatur turun aliran oksigen ditambah. 
            Lantaran nir terdapat proses pembalikan,maka bahan baku kompos wajib dibuat sedemikian rupa homogen sejak awal.  Dalampencampuran wajib terdapat rongga udara yg relatif.  Bahan-bahan baku yangterlalu besar serta panjang harus dipotong-pangkas mencapai ukuran 4 – 10 cm.



c.in Vessel Technic

Teknikyang ke tiga merupakan In Vessel Composting Technic. Dalam Teknik ini dapatmempergunakan kontainer/wadah berupa apa saja, dapat silo atau paritmemanjang.  Lantaran Teknik ini dibatasi sang struktur kontainer, Teknik inibaik dipakai buat mengurangi pengaruh bau yang tidak sedap seperti bausampah kota.
Teknikin vessel juga mempergunakanpengaturan udara sama seperti Teknik Aerated Static Pile. Teknik inimemiliki pintu pemasukan bahan kompos serta pintu pengeluaran kompos jadi yangberbeda.




4.MEMBUAT KOMPOS


            Sampah Rumah Tangga terdiri darisampah organik dan anorganik. Sampah organik dibagi 2 yaitu :
1.sampah Organik Hijau(sisa sayur mayur menurut dapur). Contohnya: tangkai/daun singkong, pepaya,kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulitbuah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisasayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kemarau/basah) .
2.sampah Organik Hewanyang dimakan misalnya ikan, udang, ayam, daging, telur dansejenisnya.   
Sampahanorganik yaitu berupa bahan-bahan misalnya kertas, karton, besek, kaleng,beragam jenis plastik, styrofoam, dll.
Pengelolaan sampah tempat tinggal tangga menjadikompos dapat dilakukan olehsiapa saja, pada mana saja dan dengan aneka macam cara.
Berikut akan dipaparkan carasederhana menciptakan kompos memakai bahan-bahan yg gampang didapat darilingkungan kurang lebih serta gampang dipraktikkan pada skala tempat tinggal tangga.

1)Kompos Sederhana

            Ini merupakan cara yg palingsederhana pada membuat kompos namunhanya bisa dilakukan bila mempunyai huma kosong.
  • Gali tanah sedalam 50 - 150 cm. Lubang dibuat minimal 10 meter berdasarkan sumur buat mencegah tercemarnya sumur.
  • Isi lubang dengan sampah organik yg sudah ditiriskan.
  • Tutup atau taburi tanah dengan sampah secara berkala buat mengurangi bau.
  • Jika telah penuh, tutup lubang menggunakan tanah.
  • Setelah tiga bulan, lubang bisa digali. Hasil galian dapat dipakai sebagai kompos sedangkan lubangnya bisa dipakai buat membuat kompos kembali.

2)Kompos alternatif ke2
  1. Wadah drum, ember plastik atau gentong
  2. Wadah diberi lubang didasarnya buat pertukaran udara
  3. Bahan sampah yang dipotong dua-4 cm
  4. Mikroorganisme pengurai menjadi aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-bahan ini mampu diganti dengan kompos menurut tumbuh-tumbuhan.
  5. Air
  6. Alat pengaduk.
  1. Bahan sampah dimasukkan ke dalam wadah selapis, kemudian ditambah-kan komposatau mikroorganisme pengurai
  2. Lakukan terus menerus selapis demi selapis hingga wadah penuh
  3. Disiram dengan air secara merata
  4. Pada hari ke lima -7, media dapat diaduk-campurkan dan kocok. Pengadukan diulang setiap 5 hari serta dihentikan sampai sampah sebagai hitam serta musnah.

            Demikian sedikit berita tentang membuat kompos secarasederhana semoga bisa diambil keuntungannya danpintu selalu terbuka lebar buat komentar, saran juga kritik yang membangun.

TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS

1.PENDAHULUAN


Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan harabagi flora pada bisnis tani berbasis pertanian organik bisa dilakukan denganmembuatkompos secara sederhana. Sesuai konsep pertanian organikyaitu menekankan penggunaan bahan-bahan menurut alam sebagai akibatnya semua bahan yangdigunakan dalam usahatani (bertani) wajib meng-pakai bahan-bahan alamiseperti daun, dedak serta kotoran hewan.
Salah satu elemen krusial yang dibutuhkantanaman merupakan pupuk. Pupuk organik bisa dihasilkan berdasarkan sisa tanaman dan kotoranhewan. Secara alami bahan-bahan tersebut membutuhkan saat yg usang untukterdekomposisi sehingga bisa dimanfaatkan sang flora, oleh lantaran itudiperlukan proses atau perlakuan supaya bahan-bahan tersebut lebih cepatterdekomposisi.



2.APA ITU KOMPOS?


Komposadalah bahan organik yg sudah membusuk Karena proses fermentasi. Bahanorganik ini bisa dari berdasarkan sisa tumbuhan dan kotoran fauna atau campuran darikeduanya. Kompos sangat kaya nutrisi atau hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
            Membuat komposdapat dilakukan secara sederhana menggunakan memanfaatkan limbah tempat tinggal tangga,sampah organik dan hijauan daun. Bahan baku membuat kompos nisbi mudahdiperoleh menurut lingkungan kurang lebih tempat tinggal bahkan residu limbah dapur yang berupasisa sortiran sayur dan buah yg nir dikonsumsi jua merupakan bahan bakukompos yang baik.



3.TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS


            Adabeberapa Teknik pembuatan kompos yang generik dilakukan, yaitu :
a.Windrow Technic

b.Aerated Static Pile Technic

c.In Vessel Technic

Ketiga Teknik ini sudah banyakdioperasionalkan  secara luas.  Dari ke 3 Teknik ini, mana yangdapat membuat kompos yang terbaik tidaklah krusial, lantaran masing-masingTeknik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

a.Windrow Technic

Windrow Technic(teknik pengeringan menggunakan peredaran udara) adalah proses pembuatan komposyang  paling sederhana serta paling murah. Bahan baku kompos ditumpukmemanjang, tinggi tumpukan 0,6 hingga 1 meter, lebar 2-5 meter.  Sementaraitu panjangnya bisa mencapai 40-50 meter.
Teknik ini memanfaatkan sirkulasiudara secara alami. Optimalisasi lebar, tinggi serta panjangnyatumpukan sangat di-pengaruhi oleh keadaan bahan baku, kelembaban, ruangpori, dan aliran udara buat mencapai bagian tengah tumpukan bahan baku.
Idealnya adalah dalam tumpukan bahanbaku ini wajib bisa melepaskan panas, buat mengimbangi pengeluaran panas yangditimbulkan  menjadi output proses dekomposisi bahan organik oleh mikroba.
Windrow Technicini merupakan Teknik proses komposting yang baik, yang telah berhasil dilakukandi poly tempat buat memproses pupuk sangkar, sampah kebun, lumpur selokan,sampah kota, dll.          Untukmengatur temperatur, kelembaban dan oksigen, dalam Windrow Technic ini, maka dilakukan proses pembalikan secaraperiodik. Inilah secara prinsip yang membedakannya menurut Teknik pembuatan komposyang lain. 
            Kelemahandari Windrow Technic ini adalahmemerlukan areal huma yg relatif luas.

b.Aerated Static Pile Technic

            Teknikpembuatan kompos lainnya yg lebih maju adalah Aerated Static Pile.secara prinsip proses komposting ini hampir sama, dengan Windrow Technic, tetapi dalam Teknik ini dipasang pipa yangdilubangi untuk mengalirkan udara.  Udara ditekan memakai blower. Lantaran terdapat peredaran udara, makatumpukan bahan standar yg sedang diproses dapat lebih tinggi dari 1 meter.proses itu sendiri diatur dengan pengaliran oksigen. Jika temperatur terlalutinggi, genre oksigen tidak boleh, sementara bila temperatur turun aliranoksigen ditambah. 
            Karenatidak terdapat proses pembalikan, maka bahan baku kompos wajib dibentuk sedemikianrupa sejenis sejak awal.  Dalam pencampuran harus terdapat rongga udarayang cukup.  Bahan-bahan standar yang terlalu besar dan panjang harusdipotong-pangkas mencapai ukuran 4 – 10 cm.



c.in Vessel Technic

Teknik yang ke 3 merupakan InVessel Composting Technic. Dalam Teknik ini bisa mempergunakankontainer/wadah berupa apa saja, bisa silo atau parit memanjang.  KarenaTeknik ini dibatasi oleh struktur kontainer, Teknik ini baik dipakai untukmengurangi dampak bau yg nir sedap seperti bau sampah kota.
Teknik in vessel pula mempergunakan pengaturan udara sama misalnya Teknik AeratedStatic Pile. Teknik ini mempunyai pintu pemasukan bahan kompos serta pintupengeluaran kompos jadi yang tidak selaras.




4.MEMBUATKOMPOS


            SampahRumah Tangga terdiri dari sampah organik dan anorganik. Sampah organik dibagidua yaitu :
1.sampah Organik Hijau (sisa sayurmayur dari dapur). Contohnya: tangkai/daun singkong, pepaya, kangkung, bayam,kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit butir-buahan, nanas,pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, residu sayur / lauk pauk,dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
2.sampah Organik Hewan yang dimakanseperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.   
Sampah anorganik yaitu berupabahan-bahan seperti kertas, karton, besek, kaleng, beragam jenisplastik, styrofoam, dll.
Pengelolaansampah rumah tangga menjadikompos dapat dilakukan olehsiapa saja, di mana saja dan menggunakan berbagai cara.
Berikut akan dipaparkan carasederhana membuat kompos menggunakan bahan-bahan yg mudah didapatdari lingkungan sekitar dan gampang dipraktikkan dalam skala rumah tangga.

1)Kompos Sederhana

            Inimerupakan cara yg paling sederhana pada menciptakan kompos tetapi hanya sanggup dilakukan apabila mempunyai huma kosong.
  • Gali tanah sedalam 50 - 150 cm. Lubang dibentuk minimal 10 meter menurut sumur untuk mencegah tercemarnya sumur.
  • Isi lubang menggunakan sampah organik yg sudah ditiriskan.
  • Tutup atau taburi tanah menggunakan sampah secara bersiklus buat mengurangi bau.
  • Jika sudah penuh, tutup lubang dengan tanah.
  • Setelah 3 bulan, lubang dapat digali. Hasil galian dapat dipakai menjadi kompos sedangkan lubangnya bisa digunakan untuk membuat kompos kembali.

2)Kompos alternatif ke 2
  1. Wadah drum, ember plastik atau gentong
  2. Wadah diberi lubang didasarnya buat pertukaran udara
  3. Bahan sampah yg dipotong dua-4 centimeter
  4. Mikroorganisme pengurai menjadi aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-bahan ini bisa diganti menggunakan kompos dari tumbuh-tanaman .
  5. Air
  6. Alat pengaduk.
  1. Bahan sampah dimasukkan ke pada wadah selapis, kemudian ditambah-kan kompos atau mikroorganisme pengurai
  2. Lakukan terus menerus selapis demi selapis sampai wadah penuh
  3. Disiram menggunakan air secara merata
  4. Pada hari ke 5 -7, media bisa diaduk-campurkan dan kocok. Pengadukan diulang setiap 5 hari serta dilarang sampai sampah sebagai hitam serta musnah.
            Demikian sedikit fakta mengenai membuatkompos secara sederhana semoga bisa diambil keuntungannya serta pintuselalu terbuka lebar buat komentar, saran juga kritik yang membangun.



PEMANFAATAN TRICHODERMA

Trichoderma sp.merupakan sejenis cendawan/ jamur/fungi yg termasukkelas ascomycetes.Trichoderma sp. memiliki aktivitas antifungal.di alam, trichoderma poly ditemukan di tanah hutanmaupun tanah pertanian atau pada substrat berkayu.
            Pada sebuahpenelitian ditemukan bahwa trichoderma merupakan keliru satu jamuryang dapat menjadi agen biokontrolkarena bersifat antagonis bagi jamurlainnya, terutama yg bersifat patogen.aktivitasantagonis yang dimaksud dapat meliputipersaingan, parasitisme, predasi, atau pembentukkan toksin misalnya antibiotik. Untuk keperluan bioteknologi, agen biokontrol ini dapatdiisolasi dari trichoderma serta dipakai buat menangani masalahkerusakan tanaman dampak patogen.
            Trichoderma memproduksimetabolit yg bersifat volatil dan nonvolatil. Metabolit non volatil lebih efektif dibandingkan menggunakan yang volatil.metabolit yang didapatkan trichoderma bisa berdifusi melalui membran dialisisyang lalu bisa merusak pertumbuhan beberapa patogen. Salah satu contohmetabolit tersebut merupakan monooksigenase yang muncul ketika adanya kontak antarjenis trichoderma, serta semakin optimal dalam pH 4. Ketiadaan metabolit ini tidakakan mengganti morfologi dari Trichoderma tetapi hanya akan menurunkan kemampuanpenghambatan patogen.
            Potensi jamur trichoderma sebagaiagensia pengendali hayati sudah tidak terbantahkan. Beberapa penyakit tanamansudah dapat dikendalikan menggunakan pelaksanaan fungi trichoderma. Diantaranya adalahbusuk pangkal btg dalam flora vanili yg disebabkan oleh jamur fusarium,Jamur Akar Putih (JAP) yang menyerang tumbuhan lada dan karet serta beberapapenyakit terbawa tanah (soil borne) lainnya.
            Jamur trichoderma sebagai jamurantagonis yang bersifat preventif terhadap serangan penyakit flora telahmenjadikan jamur tersebut semakin luas dipakai oleh petani pada usahapengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Kemampuan dan mekanisme trichodermadalam menghambat pertumbuhan patogen secara rinci bervariasi dalam setiapspesiesnya. Perbedaan kemampuan ini disebabkan oleh faktor ekologi yg membuatproduksi bahan metabolit yg bervariasipula.






1.FUNGSI EKOLOGIS

            Trichodermaharzianum merupakan keliru satu contoh yang palingbanyak dipelajari karena memiliki aktivitas antifungal yang tinggi. Trichodermaharzianum dapat memproduksi enzim litik serta antibiotik antifungal. Selain itu Trichodermaharzianum pula dapat berkompetisi dengan patogen serta bisa membantupertumbuhan flora. Tricoderma harzianum mempunyai kisaran penghambatanyang luas karena bisa merusak berbagai jenis fungi.
            Trichodermaharzianum memproduksi metabolit misalnya asam sitrat, etanol, serta berbagai enzimseperti urease, selulase,glukanase, serta kitinase.hasil metabolit ini dipengaruhi kandungan nutrisi yg terdapat dalam media. Trichodermaharzianum bisa memproduksi beberapa pigmen yang bervariasi pada media tertentu sepertipigmen ungu yang didapatkan pada media yangmengandung amoniumoksalat, serta pigmen jingga yang dihasilkanpada media yg mengandung gelatin atau glukosa, serta pigmen merah dalam medium cairyang mengandung glisin dan urea.
            Saat berada padakondisi yg kaya akan kitin, Trichodermaharzianum memproduksi protein kitinolitikdan enzim kitinase.Enzim ini bermanfaat untuk meningkatkanefisiensi kegiatan biokontrolterhadap patogen yang mengandung kitin.
            Sebagai agensiahayati, Trichoderma berpotensi menjaga sistem ketahanan tanaman misalnyadari serangan patogen misalnya cendawan patogen. Pada pertanaman sengon yangrentan yang terserang penyakit busuk akar (Ganodermasp.), pertanaman kubis yang rentan penyakit akar gada, penggunaan trichoderma menjadi agen antagonismerupakan keliru satu alternatif pengendalian yang direkomendasikan.

2.PERBANYAKAN TRICHODERMA

            Disampingkarakternya menjadi berlawanan diketahui pula bahwa trichoderma juga berfungsi menjadi dekomposer dalam pembuatan pupukorganik. Aplikasi jamur trichodermapada pembibitan tanaman guna mengantisipasi agresi OPT sedini mungkinmembuktikan bahwa taraf kesadaran petani akan arti krusial perlindunganpreventif perlahan telah tumbuh.
            Penggunaan fungi trichoderma secara luas dalam usahapengendalian OPT perlu disebarluaskan lebih lanjut agar petani dapatmemproduksi fungi trichoderma secaramandiri. Diharapkan sehabis mengetahui langkah-langkah perbanyakan massal jamurtrichoderma, petani dapatmempraktikkan dan mengaplikasikannya.
            Berikut dijelaskanlangkah-langkah perbanyakan massal fungi trichodermayang menggunakan gampang dilakukan oleh petani. Alat dan bahan yg diharapkan untukperbanyakan massal fungi trichodermaadalah:
Alat:
1)Dandang (lebih baik bila adapanci/dandang presto)
2)Kompor gas/kompor minyak
3)Bak plastik
4)Plastik meteran (plastikterpal)
5)Centong/spatula kayu
Bahan:
1)Sekam
2)Bekatul (dedak)
3)Air
4)Alkohol 96 %
5)Isolat (bibit) jamur trichoderma.
Langkah-langkahperbanyakan jamur trichoderma:
1)Campurkan media (sekam danbekatul) menggunakan perbandingan 1 : 3 pada bak plastik
2)Berikan air kedalam mediatersebut kemudian aduk rata sampai rata
3)Tambahkan air hingga kelembabanmedia mencapai 70 % (dapat di cek dengan meremas media tadi, tidak ada airyang menetes tetapi media menggumpal)
4)Masukkan media kedalam kantongplastik
5)Siapkan dandang untukmensterilkan media
6)Isi dandang menggunakan air sebanyak1/3 volume dandang
7)Masukkan media kedalam dandang
8)Sterilkan media denganmenggunakan dandang selama 1 (satu) jam sesudah air mendidih. Sterilisasidiulang dua (dua) kali, sesudah media dingin sterilkan kembali media selama 1jam. Sterilisasi bertingkat ini bertujuan buat membunuh mikroorganisme yangmasih dapat bertahan dalam proses sterilisasi pertama
9)Tiriskan media pada dalam ruanganyang lantainya telah beralas plastik. Sebelum digunakan semprot alas plastikmenggunakan Alkohol 96persen
10)Ratakan permukaan media dengan ketebalan 1-lima cm
11)Semprot media dengan suspensi fungi trichoderma (isolat fungi trichodermayang telah dilarutkan kedalam air, 1 (satu) isolat dilarutkan menggunakan 500 mlair)
12)Tutup dengan plastik lalu inkubasikan selama 7 (tujuh) hari. Ruanganinkubasi diusahakan minim cahaya, menggunakan suhu ruangan berkisar 25-27 derajatcelcius
13)Amati pertumbuhan jamur trichoderma,fungi telah dapat dipanen selesainya semua permukaan media sudah ditumbuhi jamurtrichoderma, (koloni fungi berwarnahijau).
Kunci keberhasilan perbanyakan massal fungi trichoderma adalah:
1)Aseptisitas proses produksi;artinya petani selaku pembuat harus mengetahui titik-titik kritis dimana prosesproduksi wajib dilakukan secara aseptis (bersih). Penyiapan dan prosessterilisasi media merupakan titik kritis pertama yang wajib diperhatikan;
2)Kualitas isolat jamur trichoderma; isolat fungi trichoderma yg diperbanyak secaramassal harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya jumlah serta viabilitasspora tinggi, umur biakan tidak lebih berdasarkan 3 (tiga) bulan serta isolat dalamkeadaan segar (baru dipindahkan ke media yg baru);

3)Inkubasi; Ruangan inkubasiharus mendukung pertumbuhan jamur trichoderma.intensitas cahaya, suhu serta kelembaban ruangan wajib diatur sedemikian rupaagar pertumbuhan jamur berjalan optimal.
            Dengan berkembangnyapenggunaan jamur trichoderma sebagaiAgensia Pengendali Hayati oleh para petani dibutuhkan pemakaian fungisida kimiayang dipakai buat mengendalikan penyakit tanaman bisa ditekan dan dapatmenurun tiap tahunnya.
3.PEMANFAATAN TRICHODERMA

            Untukmemanfaatkannya, trichoderma dapatdiaplikasikan secara tunggal maupun digunakan sebagai starter pembuatan kompos. Kompos yg menggunakan starter trichoderma dikenal dengan namatrichokompos. Berikut akan dijelaskan teknik pembuatan trichokompos.

a.Bahan dasar KotoranTernak
      Bahan :
1)Kotoran ternak lima karung
2)Arang sekam 1karung  
3)Trichoderma padat 500 gram atau cair 500ml
4)Air secukupnya



Cara menciptakan:

1)Campurkan kotoran ternak,arangsekam dan Trichoderma
2)Aduk sampai rata serta lembabkandengan air secukupnya
3)Tutup menggunakan plastikhitam/karung
4)inkubasi 7-10 hari
5)Trichokompos siapdiaplikasikan.
CaraAplikasi Trichokompos:
1)Dapat digunakan menjadi pupuk dasar dengan takaran 200-300gr/lubang tanam buat flora sayuran buah
2)Dapat dipakai menjadi pupuk dasar serta susulan menggunakan takaran 3-4kg/m²

b.Bahan dasarRumput/Gulma/Dedaunan

     Bahan:

1)Rumput/gulma/daun-daunan 1m3
2)Kotoran ternak 1 karung
3)Trichoderma padat ½ kg  atau cair500 ml
4)Air secukupnya
Cara menciptakan:

1)Tumpuk bahan 1 setinggi 10 cm,siram menggunakan konsentrat/larutan Trichodermakemudian hamparkan kotoran ternak pada atasnya selanjutnya siram dengan trichoderma lagi, demikian seterusnyadisusun tumpuk hingga habis
2)Lembabkan menggunakan air secukupnya
3)Tutup menggunakan plastikhitam/karung
4)Inkubasi 10-20 hari
5)Trichokompos siapdiaplikasikan.
Caraaplikasi Trichokompos:
1)Dapat digunakan menjadi pupuk dasar menggunakan dosis 200-300gram/lubang tanam
2)Dapat dipakai sebagai pupukdasar dan susulan menggunakan takaran tiga-4 kg/m².


c.Bahan dasar Jerami Padi

            Bahan:
1)Jerami padi 6-9 ton (sebaiknyadicincang)
2)Kotoran ternak 10 karung
3)Trichoderma padat 5 kg  atau cair 5liter
4)Air secukupnya

            Cara menciptakan:
1)Kumpulkan jerami yang akandijadikan trichokompos, sebaiknya dicincang-cincang supaya lebih mudahterdekomposisi
2)Hamparkan jerami denganketinggian 20-30 centimeter siram dengan konsentrat/larutan Trichoderma lalu hamparkan kotoran ternak di atasnyaselanjutnya siram dengan trichodermalagi, demikian seterusnya disusun tumpuk hingga habis
3)Lembabkan menggunakan air secukupnya
4)Tutup menggunakan plastikhitam/karung
5)Inkubasi selama 10-20 hari
6)Trichokompos bahan jerami yangtelah matang siap digunakan dipadukan menjadi pupuk dasar bagi tanaman padi
7)Penggunaan dalam huma sawahsebaiknya diberikan ketika pengolahan tanah.





FUNGSI EKOLOGIS

1.PENDAHULUAN

            Trichodermasp. adalah sejenis cendawan/ fungi/fungiyang termasuk kelas ascomycetes. Trichoderma sp. memilikiaktivitas antifungal.di alam, trichoderma banyak ditemukan pada tanah hutanmaupun tanah pertanian atau pada substrat berkayu.
            Pada sebuahpenelitian ditemukan bahwa trichoderma merupakan galat satu jamuryang bisa sebagai agen biokontrolkarena bersifat antagonis bagi jamurlainnya, terutama yg bersifat patogen.aktivitasantagonis yg dimaksud dapat meliputipersaingan, parasitisme, predasi, atau pembentukkan toksin seperti antibiotik. Untuk keperluan bioteknologi, agen biokontrol ini dapatdiisolasi dari trichoderma serta digunakan untuk menangani masalahkerusakan flora akibat patogen.
            Trichodermamemproduksi metabolit yg bersifat volatil serta non volatil. Metabolit nonvolatil lebih efektif dibandingkan dengan yang volatil. Metabolit yangdihasilkan trichoderma dapat berdifusi melalui membrandialisis yg kemudian dapat menghambat pertumbuhan beberapapatogen. Salah satu contoh metabolit tadi merupakan monooksigenase yang munculsaat adanya hubungan antar jenis trichoderma, serta semakin optimal pada pH4. Ketiadaan metabolit ini nir akan mengganti morfologi dari Trichodermanamun hanya akan menurunkan kemampuan penghambatan patogen.
            Potensi fungi trichoderma menjadi agensia pengendalihayati sudah tidak terbantahkan. Beberapa penyakit tumbuhan sudah dapatdikendalikan menggunakan pelaksanaan jamur trichoderma.diantaranya adalah busuk pangkal btg dalam tanaman vanili yang disebabkanoleh fungi fusarium, Jamur Akar Putih(JAP) yang menyerang flora lada serta karet serta beberapa penyakit terbawa tanah(soil borne) lainnya.
            Jamur trichoderma menjadi fungi antagonis yangbersifat preventif terhadap agresi penyakit tumbuhan sudah mengakibatkan jamurtersebut semakin luas digunakan oleh petani pada bisnis pengendalian organismepengganggu flora (OPT). Kemampuan serta prosedur trichoderma dalammenghambat pertumbuhan patogen secara rinci bervariasi pada setiap spesiesnya.perbedaan kemampuan ini disebabkan oleh faktor ekologi yang membuat produksi bahan metabolit yg bervariasi jua.





2.FUNGSI EKOLOGIS

            Trichodermaharzianum merupakan galat satu contoh yang palingbanyak dipelajari karena memiliki aktivitas antifungal yang tinggi. Trichodermaharzianum bisa menghasilkan enzim litik serta antibiotik antifungal. Selain itu Trichodermaharzianum jua bisa berkompetisi dengan patogen serta dapat membantupertumbuhan tanaman . Tricoderma harzianum memiliki kisaran penghambatanyang luas karena dapat menghambat aneka macam jenis jamur.
            Trichodermaharzianum menghasilkan metabolit seperti asam sitrat, etanol, serta aneka macam enzimseperti urease, selulase,glukanase, serta kitinase.hasil metabolit ini ditentukan kandungan nutrisi yang terdapat dalam media. Trichodermaharzianum bisa menghasilkan beberapa pigmen yg bervariasi dalam media tertentu sepertipigmen ungu yang didapatkan pada media yangmengandung amoniumoksalat, serta pigmen jingga yg dihasilkanpada media yg mengandung gelatin atau glukosa, serta pigmen merah dalam medium cairyang mengandung glisin serta urea.
            Saat berada padakondisi yang kaya akan kitin, Trichodermaharzianum memproduksi protein kitinolitikdan enzim kitinase.Enzim ini bermanfaat buat meningkatkanefisiensi aktivitas biokontrolterhadap patogen yg mengandung kitin.
            Sebagai agensiahayati, Trichoderma berpotensi menjaga sistem ketahanan tanaman misalnyadari agresi patogen seperti cendawan patogen. Pada pertanaman sengon yangrentan yg terserang penyakit busuk akar (Ganodermasp.), pertanaman kubis yg rentan penyakit akar gada, penggunaan trichoderma sebagai agen antagonismerupakan galat satu alternatif pengendalian yang direkomendasikan.





3.PERBANYAKAN TRICHODERMA

            Disampingkarakternya menjadi antagonis diketahui jua bahwa trichoderma juga berfungsi menjadi dekomposer dalam pembuatan pupukorganik. Aplikasi fungi trichodermapada pembibitan flora guna mengantisipasi agresi OPT sedini mungkinmembuktikan bahwa taraf pencerahan petani akan arti krusial perlindunganpreventif perlahan telah tumbuh.
            Penggunaan fungi trichoderma secara luas dalam usahapengendalian OPT perlu disebarluaskan lebih lanjut agar petani dapatmemproduksi fungi trichoderma secaramandiri. Diharapkan sehabis mengetahui langkah-langkah perbanyakan massal jamurtrichoderma, petani dapatmempraktikkan serta mengaplikasikannya.
            Berikut dijelaskanlangkah-langkah perbanyakan massal jamur trichodermayang dengan mudah dilakukan oleh petani. Alat serta bahan yang dibutuhkan untukperbanyakan massal jamur trichodermaadalah:
Alat:
1)Dandang (lebih baik jika terdapat panci/dandangpresto)
2)Kompor gas/kompor minyak
3)Bak plastik
4)Plastik meteran (plastikterpal)
5)Centong/spatula kayu
Bahan:
1)Sekam
2)Bekatul (dedak)
3)Air
4)Alkohol 96 %
5)Isolat (bibit) fungi trichoderma.
Langkah-langkahperbanyakan fungi trichoderma:
1)Campurkan media (sekam danbekatul) menggunakan perbandingan 1 : tiga pada bak plastik
2)Berikan air kedalam mediatersebut kemudian aduk hingga rata
3)Tambahkan air sampai kelembabanmedia mencapai 70 % (bisa pada cek menggunakan meremas media tadi, tidak ada airyang menetes namun media menggumpal)
4)Masukkan media kedalam kantongplastik
5)Siapkan dandang untukmensterilkan media
6)Isi dandang dengan air sebanyak1/3 volume dandang
7)Masukkan media kedalam dandang
8)Sterilkan media menggunakan menggunakandandang selama 1 (satu) jam selesainya air mendidih. Sterilisasi diulang dua (2)kali, sehabis media dingin sterilkan pulang media selama 1 jam. Sterilisasibertingkat ini bertujuan buat membunuh mikroorganisme yg masih dapatbertahan pada proses sterilisasi pertama
9)Tiriskan media di pada ruanganyang lantainya sudah beralas plastik. Sebelum digunakan semprot alas plastikmenggunakan Alkohol 96%
10)Ratakan permukaan media menggunakan ketebalan 1-lima cm
11)Semprot media menggunakan suspensi jamur trichoderma (isolat fungi trichodermayang sudah dilarutkan kedalam air, 1 (satu) isolat dilarutkan dengan 500 mlair)
12)Tutup dengan plastik lalu inkubasikan selama 7 (tujuh) hari. Ruanganinkubasi diusahakan minim cahaya, menggunakan suhu ruangan berkisar 25-27 derajatcelcius
13)Amati pertumbuhan fungi trichoderma,fungi sudah bisa dipanen sesudah seluruh bagian atas media sudah ditumbuhi jamurtrichoderma, (koloni jamur berwarnahijau).

            Kunci keberhasilanperbanyakan massal fungi trichodermaadalah:
1)Aseptisitas proses produksi;artinya petani selaku pembuat harus mengetahui titik-titik kritis dimana prosesproduksi harus dilakukan secara aseptis (higienis). Penyiapan serta prosessterilisasi media merupakan titik kritis pertama yang harus diperhatikan;
2)Kualitas isolat jamur trichoderma; isolat jamur trichoderma yang diperbanyak secaramassal harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya jumlah serta viabilitasspora tinggi, umur biakan tidak lebih dari 3 (tiga) bulan serta isolat dalamkeadaan segar (baru dipindahkan ke media yang baru);
3)Inkubasi; Ruangan inkubasiharus mendukung pertumbuhan fungi trichoderma.intensitas cahaya, suhu serta kelembaban ruangan harus diatur sedemikian rupaagar pertumbuhan jamur berjalan optimal.
            Denganberkembangnya penggunaan fungi trichodermasebagai Agensia Pengendali Hayati oleh para petani diharapkan pemakaianfungisida kimia yang digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman dapatditekan serta dapat menurun tiap tahunnya.





4.PEMANFAATAN TRICHODERMA

            Untukmemanfaatkannya, trichoderma dapatdiaplikasikan secara tunggal juga digunakan sebagai starter pembuatan kompos. Kompos yang menggunakan starter trichoderma dikenal menggunakan namatrichokompos. Berikut akan dijelaskan teknik pembuatan trichokompos.

4.1.Bahan dasar Kotoran Ternak
      Bahan :
1)Kotoran ternak lima karung
2)Arang sekam 1karung  
3)Trichoderma padat 500 gram atau cair 500ml
4)Air secukupnya

Cara menciptakan:

1)Campurkan kotoran ternak,arangsekam serta Trichoderma
2)Aduk hingga rata serta lembabkandengan air secukupnya
3)Tutup menggunakan plastik hitam/karung
4)inkubasi 7-10 hari
5)Trichokompos siapdiaplikasikan.
CaraAplikasi Trichokompos:
1)Dapat dipakai sebagai pupuk dasar dengan takaran 200-300gr/lubang tanam untuk tanaman sayuran buah
2)Dapat digunakan sebagai pupuk dasar serta susulan dengan takaran 3-4kg/m²

4.2.Bahan dasar Rumput/Gulma/Dedaunan

     Bahan:

1)Rumput/gulma/daun-daunan 1m3
2)Kotoran ternak 1 karung
3)Trichoderma padat ½ kg  atau cair500 ml
4)Air secukupnya
Cara menciptakan:

1)Tumpuk bahan 1 dengan tinggi 10 centimeter,siram menggunakan konsentrat/larutan Trichodermakemudian hamparkan kotoran ternak di atasnya selanjutnya siram dengan trichoderma lagi, demikian seterusnya disusuntumpuk sampai habis
2)Lembabkan dengan air secukupnya
3)Tutup dengan plastikhitam/karung
4)Inkubasi 10-20 hari
5)Trichokompos siapdiaplikasikan.



Caraaplikasi Trichokompos:
1)Dapat dipakai sebagai pupuk dasar dengan dosis 200-300gram/lubang tanam
2)Dapat digunakan sebagai pupukdasar serta susulan dengan takaran 3-4 kg/m².


4.tiga.Bahan dasar Jerami Padi

            Bahan:
1)Jerami padi 6-9 ton (sebaiknyadicincang)
2)Kotoran ternak 10 karung
3)Trichoderma padat lima kg  atau cair 5liter
4)Air secukupnya
            Cara menciptakan:
1)Kumpulkan jerami yg akandijadikan trichokompos, sebaiknya dicincang-cincang supaya lebih mudahterdekomposisi
2)Hamparkan jerami denganketinggian 20-30 cm siram dengan konsentrat/larutan Trichoderma kemudian hamparkan kotoran ternak di atasnyaselanjutnya siram dengan trichodermalagi, demikian seterusnya disusun tumpuk sampai habis
3)Lembabkan dengan air secukupnya
4)Tutup menggunakan plastikhitam/karung
5)Inkubasi selama 10-20 hari
6)Trichokompos bahan jerami yangtelah matang siap dipakai dipadukan menjadi pupuk dasar bagi flora padi
7)Penggunaan dalam huma sawahsebaiknya diberikan saat pengolahan tanah.





BUDIDAYA BAWANG PUTIH

I.PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Bawang putih(Allium sativum L) selain merupakan jenis sayuran yg penting, pula, merupakan galat satu asal pertumbuhan baru ekonomi dalam pembangunanpertanian. Bawangputih ini dianggap menjadi komoditas potensial terutama untuksubsitusi impor dan dalamhubungannya menggunakan penghematan devisa. Perkembanganterakhir (2006), impor bawang putih
indonesia berjumlah 295 ribu ton menggunakan nilai tidak kurang dari US$ 103 jutaatau sebesar Rp 927milyar, buat memenuhi kebutuhan konsumsi pada negeri.
Masalah yg dihadapi pada budidaya bawang putih hingga saat ini adalahvarietas bawang. Putih yangberkembang pada indonesia umumnya memiliki potensi hasil yg jauh lebih rendahdibandingkandengan potensi hasil bawang putih di daerah subtropis.
1.2Tujuan

Adapun tujuan merupakan sebagiberikut :
1.untuk sebagai petunjukteknis bagi pelaku utama serta keluarganya dlam melaksanakan budidaya tanamanbawang putih.
2.memingkatkan produksitanaman bawang putih sebagai optimal dan bisa memperbaiki pendapatan pelakuutama.





II.BUDIDAYA BAWANG PUTIH

2.1 Pengolahantanah
Untukmendapatkan output yang baik, pengolahan tanah yang akan ditanami bawang putihsangat penting supaya bawang yang ditanam tumbuh dengan fertile. Pengolahan tanahyang wajib dilakukan, mencakup penggemburan tanah, pembuatan bedengan,pengapuran tanah, terutaman buat tanah yg bersifat asam, dan anugerah pupukdasar.penggemburantanah. Tanaman bawang putih akan dapat tumbuh dengan baik apabila tanahnyagembur. Penggemburan bisa dilakukan dengan cangkul, bajak, atau traktor.setelah itu siap dibuat bedengan-bedengan.pembuatan bedengan. Hal pertama yg wajib dilakuakn buat pembuatanbedengan artinya menggunakan menggali tanah buat parit atau saluran air. Ukuran dankedalaman saluran sekitar 40 cm. Tanah galian menurut parit, disimpan di kirikanan parit, serta dipakai untuk menciptakan bedengan. Panjang bedengan biasanyasekitar 300 m dengan lebar 80 cm dan tinggi 15-30 centimeter.
Pengapurandilakukan bagi tanah yg sifat keasamannya relatif tinggi. Untuk memastikanapakah tanah perlu ditambah kapur atau tidak, perlu dilakukan pengukuran keasamantanah dengan indera pHmeter. Kapur yangdipakai adalah kapur karbonat, kapur yang dari berdasarkan batu kapur yang langsungdigiling tanpa melalui proses pembakaran. Waktu yang baik untuk pengapurantanah dilakukan 2-4 minggu sebelum dilakukan penanaman. Dan pemberian kapursebaiknya dilakukan dalam saat tidak terjadi hujan.sebelum dilkaukan penanaman perlu dilkakukan pemupukan terlebih dahulu,pemupukan dasar ini dilakukan sebelum dilakukan penanaman kurang lebih seminggusebelum ditanami

2.dua Pemilihanbibit
Pemilihanbibit yang berkualitas sangat krusial, lantaran output berdasarkan bibit yg berkualitasakan memberikan output yg maksimal . Untuk menerima bibit yang berkualitasbiasanya para petani bawang putih menentukan dua cara.
Pertaman, menggunakan cara membeli bibit, menggunakan cara ini pemilihan bibit cukupefektif menurut segi saat tidak wajib menanam bibit sendiri yg membutuhkanwaktu. Apabila membeli bibit yang perlu diperhatikan merupakan  ukuran umbinya,pilihlah ukuran umbi yg kecil atau yang sedang, selain harganya relativelebih murah penanganannya pun lebih mudah. Dan satu hal yang perlu diperhatikandalam membeli bibit yaitu pilih yang telah bersertifikat karena kualitasnyaterjamin.kedua, menggunakan bibit sendiri, pada pilihan ke 2 ini yg perludiperhatikan merupakan pilih bibit yg asal menurut pertumbuhan nir stigma,sehat, normal, dan bebas penyakit.
Kebutuhanbibit buat budidaya bawang putih tergantung luas area, berukuran bibit, serta jaraktanam. Jika jeda tanam yang dibuat antara 10-15cm, maka bibit yg diperlukan±600.000 butir suing setiap hectare. Apabila setiap suing beratnya 3 gram, bibityang diperlukan lebih kurang 1.350-1.400 kg bawang putih setiap hectare.
Teknik menanam

Waktu tanambawang putih usahakan dilakukan dalam saat menjelang isu terkini kemarau datang,walaupun bawang putih memerlukan air yg banyak dalam kelangsungan hidupnya,namun syarat tanah yang terlalu becek kurang baik bagi perkembangan bawang putih.maka diusahakan penanaman bawang putih usahakan pada bulan April sampaiJuni, dimana bulan-nulan tersebut telah memasuki musim kering.
Caramenanam bawang putih, umbibawang putih yang akan ditanam terlebih dahulu dipipil atau dipecah, untukmempermudahnya umbi dijemur selama beberapa jam. Sebelum ditanami bedengandibasahi terlebih dahulu, kemudian bibit yg berupa suing ditanam dilubangyang sudah dipersiapkan. Lubang tanam jangan terlalu pada agar suing tidakterbenam semuanya, kedalaman suing yang ditanam sekitar tiga-4 cm, supaya nir mudahbusuk serta tidak mudah rebah.posisi suing wajib tegak lurus dan ujung suingmenghadap ke atas, jika terbalik tumbuhan akan tumbuh tidak sempurna. Setelahselesai penanaman kemudia bagian atas tanah ditutupi dengan jerami untuk menjagakondisi bagian atas tanah.

2.3Pemeliharaantanaman
Padapostingan sebelumnya  menggunakan judulBudidayaBawang Putih Dengan Tahap Cara Menanamnyakita membahas  langkah-langkah  penanaman berdasarkan mulai ketika tanam,bibit, pengolahan tanah, serta teknik penanaman. Nah pada catatan kali ini kitaakan membahas pemeliharaan tanaman
Untuk membentuk bawang putih seperti yang diharapkan, tentu perlunyapemeliharaan dalam flora tersebut. Pemeliharaan yg wajib dilakukan padatanaman bawang putih diantaranya : penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah,pemupukan, dan pengendalian hama penyakit.
• Penyiraman
Walaupun tanaman bawang putih nir menyukai tanah yg becek tetapi tanaman ini sangat membutuhkanbanyak air, terutama dalam waktu pembentukan umbi. Biasanya buat memulaimelakukan budidaya bawang putih yaitu dalam saat ekspresi dominan kering. Dengan demikianpengairan sangat perlu untuk dilakukan.
Agar tanah yg berada pada sekitar tumbuhan nir mengalami kebecekan makapenyiraman mampu menggunakan embrat atau menggunakan menggenangi saluran air atauparit.frekuensipenyiraman perlu diperhatikan agar tumbuhan tidak kekurangan air dan tidakjuga sampai becek. Pada awal penanaman tanah diusahakan tetap basah selama dua-3hari. Jika tumbuhan sudah tumbuh dengan baik, anugerah air dapat dikurangi,dengan tempo seminggu sekali. Setelah umbi sudah terbentuk, pengairan dapatdilakukan sepuluh hari sekali. Namun demikian, yg wajib diperhatikan dalampengairan ialah penyesuaian dengan kebutuhan dan memperhatikan syarat.
•    Penyiangan serta penggemburan tanah
Penyianganialah mencabut atau membuang gulma. Penyiangan dilakukan buat menghindaritumbuhan pengganggu atau gulma. Seperti rumput yg tumbuh disekitar tanamanapabila tidak dibersihkan maka dia akan menggambil kuliner bawang putih yangsebelumnya kita berikan dalam tumbuhan tadi. Untuk itu gulma yg tumbuhdisekitar flora wajib segera dibuang.selain pembuangan gulma, yang perlu dilakukan berikutnya yaitu penggemburantanah. Biasanya tanah yg terlalu seringkali tertimpa air, baik air hujan maupunair siraman akan cepat memadat, dan hal itu akan menghambat sirkulasi udara.pemadatan tanah tentunya akan berdampak dalam terganggunya umbi bawang putih.pembersihan gulma mampu dilakukan sekaligus penggemburan tanah, cuma yangharus diperhatikan jangan sampai akar menurut tanaman terganggu, penyiangan cukupdilakuakn 2 kali semasa tumbuh bawang.


2.5Pemupukan

Untukmenjaga output bawang yg optimal maka perlu dilakukan pemupukan. Lantaran kalaumengandalkan unsure hara yg terdapat pada pada tanah belum tentu mencukupi bagipertumbuhan bawang putih.unsure hara yang dibubuhi ialah nitrogen (N),kalium (K), dan fosfat (P). Anugerah pupuk dilakukan dua termin. Tahap pertamadiberikan sebelum penanaman, dan tahap kedua diberikan  setelah penanaman.jenispupuk yg diberikan sanggup berupa alami, seperti kompos, pupuk sangkar, ataupuppuk protesis, pemberian pun sanggup dikombinasikan antara alami serta protesis. Namununtuk pemberian puppuk alami biasanya dilakukan dalam termin pertama.
2.6Panendanpascapanen
Ciri serta Umur Panen, Bawang putihyang akan dipanen harus mencapai relatif umur. Tergantung padavarietasdandaerah, umur panen yang biasadijadikan pedoman adalah antara 90-120 hari. Ciri bawang putih yangsiap panen merupakan sekitar 50 prosen daun telah menguning/kering dan tangkaibatang keras.
CaraPanenBawang putihdidaratan rendah umumnya telah siap dipanen dalam umur80–100haritergantung keadaan kesuburan tanaman dilapangan.
Pengumpulan, Setelah dipanen dilakukan pengumpulandengan cara mengikatbatang semu bawang putih menjadiikatan-ikatan mini dandiletakkan di atas anyaman daun kelapa sembari dikeringkan buat menjagadarikerusakan danmutunyatetapbaik.


III.KESIMPULAN

Adapunkesimpuln adalah sebagai berikut :
1.tanamanbawang putih adalah flora umbi-umbian yg bernilai ekonomis .

2.pemasaranbawang tidak sulit lantaran disetiap pasar tradisional tersedia banyak bawang putih.