TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS

1.PENDAHULUAN


Untukmemenuhi kebutuhan nutrisi serta hara bagi tanaman dalam bisnis tani berbasispertanian organik bisa dilakukan dengan membuat kompos secara sederhana. Sesuai konsep pertanianorganik yaitu menekankan penggunaan bahan-bahan berdasarkan alam sebagai akibatnya semua bahanyang digunakan pada usahatani (bertani) wajib meng-gunakan bahan-bahan alamiseperti daun, dedak dan kotoran fauna.
Salahsatu elemen penting yang diperlukan flora merupakan pupuk. Pupuk organik bisadidapatkan berdasarkan sisa tumbuhan serta kotoran fauna. Secara alami bahan-bahantersebut membutuhkan waktu yg lama buat terdekomposisi sebagai akibatnya dapatdimanfaatkan sang flora, oleh karenanya diharapkan proses atau perlakuanagar bahan-bahan tadi lebih cepat terdekomposisi.



2.APA ITU KOMPOS?


Kompos merupakan bahan organik yg telahmembusuk Lantaran proses fermentasi. Bahan organik ini sanggup berasal dari sisatanaman serta kotoran fauna atau adonan menurut keduanya. Kompos sangat kayanutrisi atau hara yang diperlukan sang flora.
            Membuat kompos bisa dilakukan secara sederhana denganmemanfaatkan limbah tempat tinggal tangga, sampah organik serta hijauan daun. Bahan bakumembuat kompos relatif mudah diperoleh dari lingkungan sekitar tempat tinggal bahkansisa limbah dapur yang berupa residu sortiran sayur dan butir yang tidakdikonsumsi jua adalah bahan standar kompos yang baik.



3.TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS


            Ada beberapa Teknik pembuatan komposyang generik dilakukan, yaitu :
a.Windrow Technic

b.Aerated Static Pile Technic

c.In Vessel Technic

KetigaTeknik ini sudah banyak dioperasionalkan  secara luas.  Dari ke 3 Teknikini, mana yang dapat membentuk kompos yang terbaik tidaklah krusial, karenamasing-masing Teknik mempunyai kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

a.Windrow Technic

Windrow Technic(teknik pengeringan dengan aliran udara) adalah proses pembuatan komposyang  paling sederhana dan paling murah. Bahan baku kompos ditumpukmemanjang, tinggi tumpukan 0,6 sampai 1 meter, lebar 2-lima meter.  Sementaraitu panjangnya dapat mencapai 40-50 meter.
Teknikini memanfaatkan sirkulasi udara secara alami. Optimalisasi lebar, tinggi danpanjangnya tumpukan sangat pada-pengaruhi sang keadaan bahan baku,kelembaban, ruang pori, serta sirkulasi udara buat mencapai bagian tengahtumpukan bahan standar.
Idealnyaadalah dalam tumpukan bahan standar ini harus dapat melepaskan panas, untukmengimbangi pengeluaran panas yang disebabkan  sebagai hasil prosesdekomposisi bahan organik sang mikroba.
Windrow Technicini adalah Teknik proses komposting yg baik, yg telah berhasil dilakukandi banyak loka buat memproses pupuk kandang, sampah kebun, lumpur selokan,sampah kota, dll.     Untuk mengaturtemperatur, kelembaban dan oksigen, pada WindrowTechnic ini, maka dilakukan proses pembalikan secara periodik. Inilahsecara prinsip yg membedakannya menurut Teknik pembuatan kompos yang lain. 
            Kelemahan berdasarkan Windrow Technic ini adalah memerlukan areal huma yang cukup luas.

b.Aerated Static Pile Technic

            Teknik pembuatan kompos lainnya yanglebih maju merupakan Aerated Static Pile. Secara prinsip proses kompostingini hampir sama, dengan Windrow Technic,tetapi pada Teknik ini dipasang pipa yg dilubangi buat mengalirkanudara.  Udara ditekan menggunakan blower.lantaran ada peredaran udara, maka tumpukan bahan baku yg sedang diproses dapatlebih tinggi menurut 1 meter. Proses itu sendiri diatur menggunakan pengaliran oksigen.jika temperatur terlalu tinggi, aliran oksigen dihentikan, ad interim apabilatemperatur turun aliran oksigen ditambah. 
            Lantaran nir terdapat proses pembalikan,maka bahan baku kompos wajib dibuat sedemikian rupa homogen sejak awal.  Dalampencampuran wajib terdapat rongga udara yg relatif.  Bahan-bahan baku yangterlalu besar serta panjang harus dipotong-pangkas mencapai ukuran 4 – 10 cm.



c.in Vessel Technic

Teknikyang ke tiga merupakan In Vessel Composting Technic. Dalam Teknik ini dapatmempergunakan kontainer/wadah berupa apa saja, dapat silo atau paritmemanjang.  Lantaran Teknik ini dibatasi sang struktur kontainer, Teknik inibaik dipakai buat mengurangi pengaruh bau yang tidak sedap seperti bausampah kota.
Teknikin vessel juga mempergunakanpengaturan udara sama seperti Teknik Aerated Static Pile. Teknik inimemiliki pintu pemasukan bahan kompos serta pintu pengeluaran kompos jadi yangberbeda.




4.MEMBUAT KOMPOS


            Sampah Rumah Tangga terdiri darisampah organik dan anorganik. Sampah organik dibagi 2 yaitu :
1.sampah Organik Hijau(sisa sayur mayur menurut dapur). Contohnya: tangkai/daun singkong, pepaya,kangkung, bayam, kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulitbuah-buahan, nanas, pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, sisasayur / lauk pauk, dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kemarau/basah) .
2.sampah Organik Hewanyang dimakan misalnya ikan, udang, ayam, daging, telur dansejenisnya.   
Sampahanorganik yaitu berupa bahan-bahan misalnya kertas, karton, besek, kaleng,beragam jenis plastik, styrofoam, dll.
Pengelolaan sampah tempat tinggal tangga menjadikompos dapat dilakukan olehsiapa saja, pada mana saja dan dengan aneka macam cara.
Berikut akan dipaparkan carasederhana menciptakan kompos memakai bahan-bahan yg gampang didapat darilingkungan kurang lebih serta gampang dipraktikkan pada skala tempat tinggal tangga.

1)Kompos Sederhana

            Ini merupakan cara yg palingsederhana pada membuat kompos namunhanya bisa dilakukan bila mempunyai huma kosong.
  • Gali tanah sedalam 50 - 150 cm. Lubang dibuat minimal 10 meter berdasarkan sumur buat mencegah tercemarnya sumur.
  • Isi lubang dengan sampah organik yg sudah ditiriskan.
  • Tutup atau taburi tanah dengan sampah secara berkala buat mengurangi bau.
  • Jika telah penuh, tutup lubang menggunakan tanah.
  • Setelah tiga bulan, lubang bisa digali. Hasil galian dapat dipakai sebagai kompos sedangkan lubangnya bisa dipakai buat membuat kompos kembali.

2)Kompos alternatif ke2
  1. Wadah drum, ember plastik atau gentong
  2. Wadah diberi lubang didasarnya buat pertukaran udara
  3. Bahan sampah yang dipotong dua-4 cm
  4. Mikroorganisme pengurai menjadi aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-bahan ini mampu diganti dengan kompos menurut tumbuh-tumbuhan.
  5. Air
  6. Alat pengaduk.
  1. Bahan sampah dimasukkan ke dalam wadah selapis, kemudian ditambah-kan komposatau mikroorganisme pengurai
  2. Lakukan terus menerus selapis demi selapis hingga wadah penuh
  3. Disiram dengan air secara merata
  4. Pada hari ke lima -7, media dapat diaduk-campurkan dan kocok. Pengadukan diulang setiap 5 hari serta dihentikan sampai sampah sebagai hitam serta musnah.

            Demikian sedikit berita tentang membuat kompos secarasederhana semoga bisa diambil keuntungannya danpintu selalu terbuka lebar buat komentar, saran juga kritik yang membangun.

TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS

1.PENDAHULUAN


Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan harabagi flora pada bisnis tani berbasis pertanian organik bisa dilakukan denganmembuatkompos secara sederhana. Sesuai konsep pertanian organikyaitu menekankan penggunaan bahan-bahan menurut alam sebagai akibatnya semua bahan yangdigunakan dalam usahatani (bertani) wajib meng-pakai bahan-bahan alamiseperti daun, dedak serta kotoran hewan.
Salah satu elemen krusial yang dibutuhkantanaman merupakan pupuk. Pupuk organik bisa dihasilkan berdasarkan sisa tanaman dan kotoranhewan. Secara alami bahan-bahan tersebut membutuhkan saat yg usang untukterdekomposisi sehingga bisa dimanfaatkan sang flora, oleh lantaran itudiperlukan proses atau perlakuan supaya bahan-bahan tersebut lebih cepatterdekomposisi.



2.APA ITU KOMPOS?


Komposadalah bahan organik yg sudah membusuk Karena proses fermentasi. Bahanorganik ini bisa dari berdasarkan sisa tumbuhan dan kotoran fauna atau campuran darikeduanya. Kompos sangat kaya nutrisi atau hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
            Membuat komposdapat dilakukan secara sederhana menggunakan memanfaatkan limbah tempat tinggal tangga,sampah organik dan hijauan daun. Bahan baku membuat kompos nisbi mudahdiperoleh menurut lingkungan kurang lebih tempat tinggal bahkan residu limbah dapur yang berupasisa sortiran sayur dan buah yg nir dikonsumsi jua merupakan bahan bakukompos yang baik.



3.TEKNIK PEMBUATAN KOMPOS


            Adabeberapa Teknik pembuatan kompos yang generik dilakukan, yaitu :
a.Windrow Technic

b.Aerated Static Pile Technic

c.In Vessel Technic

Ketiga Teknik ini sudah banyakdioperasionalkan  secara luas.  Dari ke 3 Teknik ini, mana yangdapat membuat kompos yang terbaik tidaklah krusial, lantaran masing-masingTeknik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

a.Windrow Technic

Windrow Technic(teknik pengeringan menggunakan peredaran udara) adalah proses pembuatan komposyang  paling sederhana serta paling murah. Bahan baku kompos ditumpukmemanjang, tinggi tumpukan 0,6 hingga 1 meter, lebar 2-5 meter.  Sementaraitu panjangnya bisa mencapai 40-50 meter.
Teknik ini memanfaatkan sirkulasiudara secara alami. Optimalisasi lebar, tinggi serta panjangnyatumpukan sangat di-pengaruhi oleh keadaan bahan baku, kelembaban, ruangpori, dan aliran udara buat mencapai bagian tengah tumpukan bahan baku.
Idealnya adalah dalam tumpukan bahanbaku ini wajib bisa melepaskan panas, buat mengimbangi pengeluaran panas yangditimbulkan  menjadi output proses dekomposisi bahan organik oleh mikroba.
Windrow Technicini merupakan Teknik proses komposting yang baik, yang telah berhasil dilakukandi poly tempat buat memproses pupuk sangkar, sampah kebun, lumpur selokan,sampah kota, dll.          Untukmengatur temperatur, kelembaban dan oksigen, dalam Windrow Technic ini, maka dilakukan proses pembalikan secaraperiodik. Inilah secara prinsip yang membedakannya menurut Teknik pembuatan komposyang lain. 
            Kelemahandari Windrow Technic ini adalahmemerlukan areal huma yg relatif luas.

b.Aerated Static Pile Technic

            Teknikpembuatan kompos lainnya yg lebih maju adalah Aerated Static Pile.secara prinsip proses komposting ini hampir sama, dengan Windrow Technic, tetapi dalam Teknik ini dipasang pipa yangdilubangi untuk mengalirkan udara.  Udara ditekan memakai blower. Lantaran terdapat peredaran udara, makatumpukan bahan standar yg sedang diproses dapat lebih tinggi dari 1 meter.proses itu sendiri diatur dengan pengaliran oksigen. Jika temperatur terlalutinggi, genre oksigen tidak boleh, sementara bila temperatur turun aliranoksigen ditambah. 
            Karenatidak terdapat proses pembalikan, maka bahan baku kompos wajib dibentuk sedemikianrupa sejenis sejak awal.  Dalam pencampuran harus terdapat rongga udarayang cukup.  Bahan-bahan standar yang terlalu besar dan panjang harusdipotong-pangkas mencapai ukuran 4 – 10 cm.



c.in Vessel Technic

Teknik yang ke 3 merupakan InVessel Composting Technic. Dalam Teknik ini bisa mempergunakankontainer/wadah berupa apa saja, bisa silo atau parit memanjang.  KarenaTeknik ini dibatasi oleh struktur kontainer, Teknik ini baik dipakai untukmengurangi dampak bau yg nir sedap seperti bau sampah kota.
Teknik in vessel pula mempergunakan pengaturan udara sama misalnya Teknik AeratedStatic Pile. Teknik ini mempunyai pintu pemasukan bahan kompos serta pintupengeluaran kompos jadi yang tidak selaras.




4.MEMBUATKOMPOS


            SampahRumah Tangga terdiri dari sampah organik dan anorganik. Sampah organik dibagidua yaitu :
1.sampah Organik Hijau (sisa sayurmayur dari dapur). Contohnya: tangkai/daun singkong, pepaya, kangkung, bayam,kulit terong, wortel, labuh siam, ubi, singkong, kulit butir-buahan, nanas,pisang, nangka, daun pisang, semangka, ampas kelapa, residu sayur / lauk pauk,dan sampah dari kebum (rumput, daun-daun kering/basah) .
2.sampah Organik Hewan yang dimakanseperti ikan, udang, ayam, daging, telur dan sejenisnya.   
Sampah anorganik yaitu berupabahan-bahan seperti kertas, karton, besek, kaleng, beragam jenisplastik, styrofoam, dll.
Pengelolaansampah rumah tangga menjadikompos dapat dilakukan olehsiapa saja, di mana saja dan menggunakan berbagai cara.
Berikut akan dipaparkan carasederhana membuat kompos menggunakan bahan-bahan yg mudah didapatdari lingkungan sekitar dan gampang dipraktikkan dalam skala rumah tangga.

1)Kompos Sederhana

            Inimerupakan cara yg paling sederhana pada menciptakan kompos tetapi hanya sanggup dilakukan apabila mempunyai huma kosong.
  • Gali tanah sedalam 50 - 150 cm. Lubang dibentuk minimal 10 meter menurut sumur untuk mencegah tercemarnya sumur.
  • Isi lubang menggunakan sampah organik yg sudah ditiriskan.
  • Tutup atau taburi tanah menggunakan sampah secara bersiklus buat mengurangi bau.
  • Jika sudah penuh, tutup lubang dengan tanah.
  • Setelah 3 bulan, lubang dapat digali. Hasil galian dapat dipakai menjadi kompos sedangkan lubangnya bisa digunakan untuk membuat kompos kembali.

2)Kompos alternatif ke 2
  1. Wadah drum, ember plastik atau gentong
  2. Wadah diberi lubang didasarnya buat pertukaran udara
  3. Bahan sampah yg dipotong dua-4 centimeter
  4. Mikroorganisme pengurai menjadi aktivator. Contohnya EM-4, Starbio, Temban. Bahan-bahan ini bisa diganti menggunakan kompos dari tumbuh-tanaman .
  5. Air
  6. Alat pengaduk.
  1. Bahan sampah dimasukkan ke pada wadah selapis, kemudian ditambah-kan kompos atau mikroorganisme pengurai
  2. Lakukan terus menerus selapis demi selapis sampai wadah penuh
  3. Disiram menggunakan air secara merata
  4. Pada hari ke 5 -7, media bisa diaduk-campurkan dan kocok. Pengadukan diulang setiap 5 hari serta dilarang sampai sampah sebagai hitam serta musnah.
            Demikian sedikit fakta mengenai membuatkompos secara sederhana semoga bisa diambil keuntungannya serta pintuselalu terbuka lebar buat komentar, saran juga kritik yang membangun.



PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BOKASHI

1.PembuatanPupuk Organik Bokashi:
Bokashi merupakan bahan organik yang dilakukandalam saat relatif singkat dengan bahan standar yang sama menggunakan pembuatan komposyakni dengan menggunakan motivator EM4. EM4merupakan kultur campuran mikroorganisme yang bisa mempercepat prosesdekomposisi organik menjadi pupuk organik yg paling berguna untukmeningkatkan kesuburann tanah serta flora.

2.Bahan:
-Pupuk sangkar 300kg
-Dedak 150 kg
-Abu sekam 150 kg
-Serbuk Gergaji 150 kg
-Gula pasir 10 sdk mkn
-EM4 200 mililiter ( 20 sdk mkn)
-Air secukupnya.

3.Cara Pembuatan
-Larutan EM4 + gula pasir + air dicampur merata
-Lapisan I Abu sekam 150 kg,kemudian pupuk kandang300 kg + bubuk gergaji150 kg, dedak 150 kg. Diaduk homogen dengan Larutan EM4yang sudah tercampur air.
-Percampuran dilakukan perlahan-lahan dan meratahingga kandungan iar mencapai 30-40% atau hingga bisa dikepal menggunakan tangandan tidak berhamburan
-Adonan digundukkan diatas ubin/semen yangkering menggunakan ketinggian 20-50 centimeter, kemudian ditutup menggunakan plastik hitam selama3-4 hari
-Pertahankan suhu gundukan kurang lebih 40-50®C, bilasuhu melebihi 50®C maka gundukan dibuka serta dibalik-kembali hinga suhu turunkembali, kemududian ditutu pulang, pengecekan suhu usahakan dilakukan setiap5 jam sekali
-Setelah 4-7 hari gundukan pupuk organik siapdigunakan menjadi pupuk organik yg diberikan pada tanaman
-Untuk padi sawah dibutuhkan pupuk organiksebanyak 2 ton/ha
-Sebaiknya pemberian pupuk organik diberikan 1minggu sebelum tanam.

Bokashi bisa dipakai misalnya pupuk kandangatau pupuk kompos. Dosis umum yg digunakan yaitu tiga-4 genggam bokashi untuksatu meter persegi lahan. Penggunaannya bermacam bokashi secara umum sama.namun alangkah baiknya apabila penggunaannya diubahsuaikan dengan unsur hara dalambokashi tadi.


PEMANFAATAN TRICHODERMA

Trichoderma sp.merupakan sejenis cendawan/ jamur/fungi yg termasukkelas ascomycetes.Trichoderma sp. memiliki aktivitas antifungal.di alam, trichoderma poly ditemukan di tanah hutanmaupun tanah pertanian atau pada substrat berkayu.
            Pada sebuahpenelitian ditemukan bahwa trichoderma merupakan keliru satu jamuryang dapat menjadi agen biokontrolkarena bersifat antagonis bagi jamurlainnya, terutama yg bersifat patogen.aktivitasantagonis yang dimaksud dapat meliputipersaingan, parasitisme, predasi, atau pembentukkan toksin misalnya antibiotik. Untuk keperluan bioteknologi, agen biokontrol ini dapatdiisolasi dari trichoderma serta dipakai buat menangani masalahkerusakan tanaman dampak patogen.
            Trichoderma memproduksimetabolit yg bersifat volatil dan nonvolatil. Metabolit non volatil lebih efektif dibandingkan menggunakan yang volatil.metabolit yang didapatkan trichoderma bisa berdifusi melalui membran dialisisyang lalu bisa merusak pertumbuhan beberapa patogen. Salah satu contohmetabolit tersebut merupakan monooksigenase yang muncul ketika adanya kontak antarjenis trichoderma, serta semakin optimal dalam pH 4. Ketiadaan metabolit ini tidakakan mengganti morfologi dari Trichoderma tetapi hanya akan menurunkan kemampuanpenghambatan patogen.
            Potensi jamur trichoderma sebagaiagensia pengendali hayati sudah tidak terbantahkan. Beberapa penyakit tanamansudah dapat dikendalikan menggunakan pelaksanaan fungi trichoderma. Diantaranya adalahbusuk pangkal btg dalam flora vanili yg disebabkan oleh jamur fusarium,Jamur Akar Putih (JAP) yang menyerang tumbuhan lada dan karet serta beberapapenyakit terbawa tanah (soil borne) lainnya.
            Jamur trichoderma sebagai jamurantagonis yang bersifat preventif terhadap serangan penyakit flora telahmenjadikan jamur tersebut semakin luas dipakai oleh petani pada usahapengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Kemampuan dan mekanisme trichodermadalam menghambat pertumbuhan patogen secara rinci bervariasi dalam setiapspesiesnya. Perbedaan kemampuan ini disebabkan oleh faktor ekologi yg membuatproduksi bahan metabolit yg bervariasipula.






1.FUNGSI EKOLOGIS

            Trichodermaharzianum merupakan keliru satu contoh yang palingbanyak dipelajari karena memiliki aktivitas antifungal yang tinggi. Trichodermaharzianum dapat memproduksi enzim litik serta antibiotik antifungal. Selain itu Trichodermaharzianum pula dapat berkompetisi dengan patogen serta bisa membantupertumbuhan flora. Tricoderma harzianum mempunyai kisaran penghambatanyang luas karena bisa merusak berbagai jenis fungi.
            Trichodermaharzianum memproduksi metabolit misalnya asam sitrat, etanol, serta berbagai enzimseperti urease, selulase,glukanase, serta kitinase.hasil metabolit ini dipengaruhi kandungan nutrisi yg terdapat dalam media. Trichodermaharzianum bisa memproduksi beberapa pigmen yang bervariasi pada media tertentu sepertipigmen ungu yang didapatkan pada media yangmengandung amoniumoksalat, serta pigmen jingga yang dihasilkanpada media yg mengandung gelatin atau glukosa, serta pigmen merah dalam medium cairyang mengandung glisin dan urea.
            Saat berada padakondisi yg kaya akan kitin, Trichodermaharzianum memproduksi protein kitinolitikdan enzim kitinase.Enzim ini bermanfaat untuk meningkatkanefisiensi kegiatan biokontrolterhadap patogen yang mengandung kitin.
            Sebagai agensiahayati, Trichoderma berpotensi menjaga sistem ketahanan tanaman misalnyadari serangan patogen misalnya cendawan patogen. Pada pertanaman sengon yangrentan yang terserang penyakit busuk akar (Ganodermasp.), pertanaman kubis yang rentan penyakit akar gada, penggunaan trichoderma menjadi agen antagonismerupakan keliru satu alternatif pengendalian yang direkomendasikan.

2.PERBANYAKAN TRICHODERMA

            Disampingkarakternya menjadi berlawanan diketahui pula bahwa trichoderma juga berfungsi menjadi dekomposer dalam pembuatan pupukorganik. Aplikasi jamur trichodermapada pembibitan tanaman guna mengantisipasi agresi OPT sedini mungkinmembuktikan bahwa taraf kesadaran petani akan arti krusial perlindunganpreventif perlahan telah tumbuh.
            Penggunaan fungi trichoderma secara luas dalam usahapengendalian OPT perlu disebarluaskan lebih lanjut agar petani dapatmemproduksi fungi trichoderma secaramandiri. Diharapkan sehabis mengetahui langkah-langkah perbanyakan massal jamurtrichoderma, petani dapatmempraktikkan dan mengaplikasikannya.
            Berikut dijelaskanlangkah-langkah perbanyakan massal fungi trichodermayang menggunakan gampang dilakukan oleh petani. Alat dan bahan yg diharapkan untukperbanyakan massal fungi trichodermaadalah:
Alat:
1)Dandang (lebih baik bila adapanci/dandang presto)
2)Kompor gas/kompor minyak
3)Bak plastik
4)Plastik meteran (plastikterpal)
5)Centong/spatula kayu
Bahan:
1)Sekam
2)Bekatul (dedak)
3)Air
4)Alkohol 96 %
5)Isolat (bibit) jamur trichoderma.
Langkah-langkahperbanyakan jamur trichoderma:
1)Campurkan media (sekam danbekatul) menggunakan perbandingan 1 : 3 pada bak plastik
2)Berikan air kedalam mediatersebut kemudian aduk rata sampai rata
3)Tambahkan air hingga kelembabanmedia mencapai 70 % (dapat di cek dengan meremas media tadi, tidak ada airyang menetes tetapi media menggumpal)
4)Masukkan media kedalam kantongplastik
5)Siapkan dandang untukmensterilkan media
6)Isi dandang menggunakan air sebanyak1/3 volume dandang
7)Masukkan media kedalam dandang
8)Sterilkan media denganmenggunakan dandang selama 1 (satu) jam sesudah air mendidih. Sterilisasidiulang dua (dua) kali, sesudah media dingin sterilkan kembali media selama 1jam. Sterilisasi bertingkat ini bertujuan buat membunuh mikroorganisme yangmasih dapat bertahan dalam proses sterilisasi pertama
9)Tiriskan media pada dalam ruanganyang lantainya telah beralas plastik. Sebelum digunakan semprot alas plastikmenggunakan Alkohol 96persen
10)Ratakan permukaan media dengan ketebalan 1-lima cm
11)Semprot media dengan suspensi fungi trichoderma (isolat fungi trichodermayang telah dilarutkan kedalam air, 1 (satu) isolat dilarutkan menggunakan 500 mlair)
12)Tutup dengan plastik lalu inkubasikan selama 7 (tujuh) hari. Ruanganinkubasi diusahakan minim cahaya, menggunakan suhu ruangan berkisar 25-27 derajatcelcius
13)Amati pertumbuhan jamur trichoderma,fungi telah dapat dipanen selesainya semua permukaan media sudah ditumbuhi jamurtrichoderma, (koloni fungi berwarnahijau).
Kunci keberhasilan perbanyakan massal fungi trichoderma adalah:
1)Aseptisitas proses produksi;artinya petani selaku pembuat harus mengetahui titik-titik kritis dimana prosesproduksi wajib dilakukan secara aseptis (bersih). Penyiapan dan prosessterilisasi media merupakan titik kritis pertama yang wajib diperhatikan;
2)Kualitas isolat jamur trichoderma; isolat fungi trichoderma yg diperbanyak secaramassal harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya jumlah serta viabilitasspora tinggi, umur biakan tidak lebih berdasarkan 3 (tiga) bulan serta isolat dalamkeadaan segar (baru dipindahkan ke media yg baru);

3)Inkubasi; Ruangan inkubasiharus mendukung pertumbuhan jamur trichoderma.intensitas cahaya, suhu serta kelembaban ruangan wajib diatur sedemikian rupaagar pertumbuhan jamur berjalan optimal.
            Dengan berkembangnyapenggunaan jamur trichoderma sebagaiAgensia Pengendali Hayati oleh para petani dibutuhkan pemakaian fungisida kimiayang dipakai buat mengendalikan penyakit tanaman bisa ditekan dan dapatmenurun tiap tahunnya.
3.PEMANFAATAN TRICHODERMA

            Untukmemanfaatkannya, trichoderma dapatdiaplikasikan secara tunggal maupun digunakan sebagai starter pembuatan kompos. Kompos yg menggunakan starter trichoderma dikenal dengan namatrichokompos. Berikut akan dijelaskan teknik pembuatan trichokompos.

a.Bahan dasar KotoranTernak
      Bahan :
1)Kotoran ternak lima karung
2)Arang sekam 1karung  
3)Trichoderma padat 500 gram atau cair 500ml
4)Air secukupnya



Cara menciptakan:

1)Campurkan kotoran ternak,arangsekam dan Trichoderma
2)Aduk sampai rata serta lembabkandengan air secukupnya
3)Tutup menggunakan plastikhitam/karung
4)inkubasi 7-10 hari
5)Trichokompos siapdiaplikasikan.
CaraAplikasi Trichokompos:
1)Dapat digunakan menjadi pupuk dasar dengan takaran 200-300gr/lubang tanam buat flora sayuran buah
2)Dapat dipakai menjadi pupuk dasar serta susulan menggunakan takaran 3-4kg/m²

b.Bahan dasarRumput/Gulma/Dedaunan

     Bahan:

1)Rumput/gulma/daun-daunan 1m3
2)Kotoran ternak 1 karung
3)Trichoderma padat ½ kg  atau cair500 ml
4)Air secukupnya
Cara menciptakan:

1)Tumpuk bahan 1 setinggi 10 cm,siram menggunakan konsentrat/larutan Trichodermakemudian hamparkan kotoran ternak pada atasnya selanjutnya siram dengan trichoderma lagi, demikian seterusnyadisusun tumpuk hingga habis
2)Lembabkan menggunakan air secukupnya
3)Tutup menggunakan plastikhitam/karung
4)Inkubasi 10-20 hari
5)Trichokompos siapdiaplikasikan.
Caraaplikasi Trichokompos:
1)Dapat digunakan menjadi pupuk dasar menggunakan dosis 200-300gram/lubang tanam
2)Dapat dipakai sebagai pupukdasar dan susulan menggunakan takaran tiga-4 kg/m².


c.Bahan dasar Jerami Padi

            Bahan:
1)Jerami padi 6-9 ton (sebaiknyadicincang)
2)Kotoran ternak 10 karung
3)Trichoderma padat 5 kg  atau cair 5liter
4)Air secukupnya

            Cara menciptakan:
1)Kumpulkan jerami yang akandijadikan trichokompos, sebaiknya dicincang-cincang supaya lebih mudahterdekomposisi
2)Hamparkan jerami denganketinggian 20-30 centimeter siram dengan konsentrat/larutan Trichoderma lalu hamparkan kotoran ternak di atasnyaselanjutnya siram dengan trichodermalagi, demikian seterusnya disusun tumpuk hingga habis
3)Lembabkan menggunakan air secukupnya
4)Tutup menggunakan plastikhitam/karung
5)Inkubasi selama 10-20 hari
6)Trichokompos bahan jerami yangtelah matang siap digunakan dipadukan menjadi pupuk dasar bagi tanaman padi
7)Penggunaan dalam huma sawahsebaiknya diberikan ketika pengolahan tanah.





FUNGSI EKOLOGIS

1.PENDAHULUAN

            Trichodermasp. adalah sejenis cendawan/ fungi/fungiyang termasuk kelas ascomycetes. Trichoderma sp. memilikiaktivitas antifungal.di alam, trichoderma banyak ditemukan pada tanah hutanmaupun tanah pertanian atau pada substrat berkayu.
            Pada sebuahpenelitian ditemukan bahwa trichoderma merupakan galat satu jamuryang bisa sebagai agen biokontrolkarena bersifat antagonis bagi jamurlainnya, terutama yg bersifat patogen.aktivitasantagonis yg dimaksud dapat meliputipersaingan, parasitisme, predasi, atau pembentukkan toksin seperti antibiotik. Untuk keperluan bioteknologi, agen biokontrol ini dapatdiisolasi dari trichoderma serta digunakan untuk menangani masalahkerusakan flora akibat patogen.
            Trichodermamemproduksi metabolit yg bersifat volatil serta non volatil. Metabolit nonvolatil lebih efektif dibandingkan dengan yang volatil. Metabolit yangdihasilkan trichoderma dapat berdifusi melalui membrandialisis yg kemudian dapat menghambat pertumbuhan beberapapatogen. Salah satu contoh metabolit tadi merupakan monooksigenase yang munculsaat adanya hubungan antar jenis trichoderma, serta semakin optimal pada pH4. Ketiadaan metabolit ini nir akan mengganti morfologi dari Trichodermanamun hanya akan menurunkan kemampuan penghambatan patogen.
            Potensi fungi trichoderma menjadi agensia pengendalihayati sudah tidak terbantahkan. Beberapa penyakit tumbuhan sudah dapatdikendalikan menggunakan pelaksanaan jamur trichoderma.diantaranya adalah busuk pangkal btg dalam tanaman vanili yang disebabkanoleh fungi fusarium, Jamur Akar Putih(JAP) yang menyerang flora lada serta karet serta beberapa penyakit terbawa tanah(soil borne) lainnya.
            Jamur trichoderma menjadi fungi antagonis yangbersifat preventif terhadap agresi penyakit tumbuhan sudah mengakibatkan jamurtersebut semakin luas digunakan oleh petani pada bisnis pengendalian organismepengganggu flora (OPT). Kemampuan serta prosedur trichoderma dalammenghambat pertumbuhan patogen secara rinci bervariasi pada setiap spesiesnya.perbedaan kemampuan ini disebabkan oleh faktor ekologi yang membuat produksi bahan metabolit yg bervariasi jua.





2.FUNGSI EKOLOGIS

            Trichodermaharzianum merupakan galat satu contoh yang palingbanyak dipelajari karena memiliki aktivitas antifungal yang tinggi. Trichodermaharzianum bisa menghasilkan enzim litik serta antibiotik antifungal. Selain itu Trichodermaharzianum jua bisa berkompetisi dengan patogen serta dapat membantupertumbuhan tanaman . Tricoderma harzianum memiliki kisaran penghambatanyang luas karena dapat menghambat aneka macam jenis jamur.
            Trichodermaharzianum menghasilkan metabolit seperti asam sitrat, etanol, serta aneka macam enzimseperti urease, selulase,glukanase, serta kitinase.hasil metabolit ini ditentukan kandungan nutrisi yang terdapat dalam media. Trichodermaharzianum bisa menghasilkan beberapa pigmen yg bervariasi dalam media tertentu sepertipigmen ungu yang didapatkan pada media yangmengandung amoniumoksalat, serta pigmen jingga yg dihasilkanpada media yg mengandung gelatin atau glukosa, serta pigmen merah dalam medium cairyang mengandung glisin serta urea.
            Saat berada padakondisi yang kaya akan kitin, Trichodermaharzianum memproduksi protein kitinolitikdan enzim kitinase.Enzim ini bermanfaat buat meningkatkanefisiensi aktivitas biokontrolterhadap patogen yg mengandung kitin.
            Sebagai agensiahayati, Trichoderma berpotensi menjaga sistem ketahanan tanaman misalnyadari agresi patogen seperti cendawan patogen. Pada pertanaman sengon yangrentan yg terserang penyakit busuk akar (Ganodermasp.), pertanaman kubis yg rentan penyakit akar gada, penggunaan trichoderma sebagai agen antagonismerupakan galat satu alternatif pengendalian yang direkomendasikan.





3.PERBANYAKAN TRICHODERMA

            Disampingkarakternya menjadi antagonis diketahui jua bahwa trichoderma juga berfungsi menjadi dekomposer dalam pembuatan pupukorganik. Aplikasi fungi trichodermapada pembibitan flora guna mengantisipasi agresi OPT sedini mungkinmembuktikan bahwa taraf pencerahan petani akan arti krusial perlindunganpreventif perlahan telah tumbuh.
            Penggunaan fungi trichoderma secara luas dalam usahapengendalian OPT perlu disebarluaskan lebih lanjut agar petani dapatmemproduksi fungi trichoderma secaramandiri. Diharapkan sehabis mengetahui langkah-langkah perbanyakan massal jamurtrichoderma, petani dapatmempraktikkan serta mengaplikasikannya.
            Berikut dijelaskanlangkah-langkah perbanyakan massal jamur trichodermayang dengan mudah dilakukan oleh petani. Alat serta bahan yang dibutuhkan untukperbanyakan massal jamur trichodermaadalah:
Alat:
1)Dandang (lebih baik jika terdapat panci/dandangpresto)
2)Kompor gas/kompor minyak
3)Bak plastik
4)Plastik meteran (plastikterpal)
5)Centong/spatula kayu
Bahan:
1)Sekam
2)Bekatul (dedak)
3)Air
4)Alkohol 96 %
5)Isolat (bibit) fungi trichoderma.
Langkah-langkahperbanyakan fungi trichoderma:
1)Campurkan media (sekam danbekatul) menggunakan perbandingan 1 : tiga pada bak plastik
2)Berikan air kedalam mediatersebut kemudian aduk hingga rata
3)Tambahkan air sampai kelembabanmedia mencapai 70 % (bisa pada cek menggunakan meremas media tadi, tidak ada airyang menetes namun media menggumpal)
4)Masukkan media kedalam kantongplastik
5)Siapkan dandang untukmensterilkan media
6)Isi dandang dengan air sebanyak1/3 volume dandang
7)Masukkan media kedalam dandang
8)Sterilkan media menggunakan menggunakandandang selama 1 (satu) jam selesainya air mendidih. Sterilisasi diulang dua (2)kali, sehabis media dingin sterilkan pulang media selama 1 jam. Sterilisasibertingkat ini bertujuan buat membunuh mikroorganisme yg masih dapatbertahan pada proses sterilisasi pertama
9)Tiriskan media di pada ruanganyang lantainya sudah beralas plastik. Sebelum digunakan semprot alas plastikmenggunakan Alkohol 96%
10)Ratakan permukaan media menggunakan ketebalan 1-lima cm
11)Semprot media menggunakan suspensi jamur trichoderma (isolat fungi trichodermayang sudah dilarutkan kedalam air, 1 (satu) isolat dilarutkan dengan 500 mlair)
12)Tutup dengan plastik lalu inkubasikan selama 7 (tujuh) hari. Ruanganinkubasi diusahakan minim cahaya, menggunakan suhu ruangan berkisar 25-27 derajatcelcius
13)Amati pertumbuhan fungi trichoderma,fungi sudah bisa dipanen sesudah seluruh bagian atas media sudah ditumbuhi jamurtrichoderma, (koloni jamur berwarnahijau).

            Kunci keberhasilanperbanyakan massal fungi trichodermaadalah:
1)Aseptisitas proses produksi;artinya petani selaku pembuat harus mengetahui titik-titik kritis dimana prosesproduksi harus dilakukan secara aseptis (higienis). Penyiapan serta prosessterilisasi media merupakan titik kritis pertama yang harus diperhatikan;
2)Kualitas isolat jamur trichoderma; isolat jamur trichoderma yang diperbanyak secaramassal harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya jumlah serta viabilitasspora tinggi, umur biakan tidak lebih dari 3 (tiga) bulan serta isolat dalamkeadaan segar (baru dipindahkan ke media yang baru);
3)Inkubasi; Ruangan inkubasiharus mendukung pertumbuhan fungi trichoderma.intensitas cahaya, suhu serta kelembaban ruangan harus diatur sedemikian rupaagar pertumbuhan jamur berjalan optimal.
            Denganberkembangnya penggunaan fungi trichodermasebagai Agensia Pengendali Hayati oleh para petani diharapkan pemakaianfungisida kimia yang digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman dapatditekan serta dapat menurun tiap tahunnya.





4.PEMANFAATAN TRICHODERMA

            Untukmemanfaatkannya, trichoderma dapatdiaplikasikan secara tunggal juga digunakan sebagai starter pembuatan kompos. Kompos yang menggunakan starter trichoderma dikenal menggunakan namatrichokompos. Berikut akan dijelaskan teknik pembuatan trichokompos.

4.1.Bahan dasar Kotoran Ternak
      Bahan :
1)Kotoran ternak lima karung
2)Arang sekam 1karung  
3)Trichoderma padat 500 gram atau cair 500ml
4)Air secukupnya

Cara menciptakan:

1)Campurkan kotoran ternak,arangsekam serta Trichoderma
2)Aduk hingga rata serta lembabkandengan air secukupnya
3)Tutup menggunakan plastik hitam/karung
4)inkubasi 7-10 hari
5)Trichokompos siapdiaplikasikan.
CaraAplikasi Trichokompos:
1)Dapat dipakai sebagai pupuk dasar dengan takaran 200-300gr/lubang tanam untuk tanaman sayuran buah
2)Dapat digunakan sebagai pupuk dasar serta susulan dengan takaran 3-4kg/m²

4.2.Bahan dasar Rumput/Gulma/Dedaunan

     Bahan:

1)Rumput/gulma/daun-daunan 1m3
2)Kotoran ternak 1 karung
3)Trichoderma padat ½ kg  atau cair500 ml
4)Air secukupnya
Cara menciptakan:

1)Tumpuk bahan 1 dengan tinggi 10 centimeter,siram menggunakan konsentrat/larutan Trichodermakemudian hamparkan kotoran ternak di atasnya selanjutnya siram dengan trichoderma lagi, demikian seterusnya disusuntumpuk sampai habis
2)Lembabkan dengan air secukupnya
3)Tutup dengan plastikhitam/karung
4)Inkubasi 10-20 hari
5)Trichokompos siapdiaplikasikan.



Caraaplikasi Trichokompos:
1)Dapat dipakai sebagai pupuk dasar dengan dosis 200-300gram/lubang tanam
2)Dapat digunakan sebagai pupukdasar serta susulan dengan takaran 3-4 kg/m².


4.tiga.Bahan dasar Jerami Padi

            Bahan:
1)Jerami padi 6-9 ton (sebaiknyadicincang)
2)Kotoran ternak 10 karung
3)Trichoderma padat lima kg  atau cair 5liter
4)Air secukupnya
            Cara menciptakan:
1)Kumpulkan jerami yg akandijadikan trichokompos, sebaiknya dicincang-cincang supaya lebih mudahterdekomposisi
2)Hamparkan jerami denganketinggian 20-30 cm siram dengan konsentrat/larutan Trichoderma kemudian hamparkan kotoran ternak di atasnyaselanjutnya siram dengan trichodermalagi, demikian seterusnya disusun tumpuk sampai habis
3)Lembabkan dengan air secukupnya
4)Tutup menggunakan plastikhitam/karung
5)Inkubasi selama 10-20 hari
6)Trichokompos bahan jerami yangtelah matang siap dipakai dipadukan menjadi pupuk dasar bagi flora padi
7)Penggunaan dalam huma sawahsebaiknya diberikan saat pengolahan tanah.





PENGOLAHAN LAHAN DAN PENANAMAN

A. Pengolahan          
Ada duajenis penanaman karet yaitu newplanting clan replanting. Newplanting adalahusaha penanaman karet di areal yg belum pernah dipajcaj buat budi dayakaret. Sementara itu, replanting adalah usaha penanaman ulang di arealkaret lantaran flora lama sudah tidak produktif lagi, biasa jua dianggap denganperemajaan.  
Khusus buat newplanting, langkah awal yg wajib dilakukan adalahmemastikan Iahan cukup sesuai buat budi daya karet. Memastikan Iahan tersebutsesuai atau nir adalah hal krusial lantaran setiap tumbuhan memerlukan syarat-syaratkhusus untuk Pertumbuhannya Terlebih lagi, karet adalah flora tahunan,sehlngga apabila diketahui Produktivitasnya rendah dibutuhkan waktu bertahun-tahununtuk Peremajaannya. Langkah seperti ini tentunya adalah pemborosan yangsebenarnya nir perlu.           
Kegiatan pengoIaha lahan, baik buat newplanting maupun repIanting Sebenaryasama saja. Langkah pertama pengoIahan huma adalah membabat pepohonan yangtumbuh. Tentunya, pada newplanting jenis pohon yang tumbuh di areal relatifbanyak menggunakan ketinggian serta diameter btg beragam. Sementara itu, pada replantingpohon yg tumbuh hanya karet menggunakan ketinggian dan diameter yang sama. Untukareal yg tidak terlalu luas, pembabatan mampu dilakukan secara manualmenggunakan kapak serta gergaji yg memadai. Sementara itu, areal akan dijadikankebun karet sangat luas, sebaiknya memanfaatkan mesin pembabat pohon dantraktor karena lebih ekonomis dibandingkan dengan peralatan manual yg  membutuhkan poly energi manusia.           
Pohon-pohon yang sudah dibabat, baik pohon karet maupun jenis lainnya, bisadisimpan di suatu loka buat dijadikan kayu bakar pada kegiatan pengasapan lateks.meskipun demikian tidak menutup kemungkinan pohon-pohon tadi dimanfaatkanuntuk keperluan lain, misalnya buat bahan pembuatan rumah atau mebel.           
Setelah pepohonan dibabat, termin berikutnya membongkar tanah dengan cangkulatau traktor. Dalam pembongkaran tanah ini sekaligus dilakukan pembersihansisa-residu akar, rizoma, alang-alang, dan bebatuan lantaran akan menggangguperakaran tanaman karet. Khusus alang-alang sanggup dibasmi memakai herbisida,seperti Roundup dengan takaran sanggup dipandang pada kemasannya. Biasanya setiap satuhektar lahan memerlukan 20.000 liter larutan herbisida. Setelah disemprotherbisida, huma dibiarkan selama beberapa saat sampai alang-alang tidaktumbuh lagi.      
Jika lahan buat budi daya karet nir berkontur homogen, namun memiliki kemiringanlebih menurut 10o, sebaiknya dibuat teras dengan lebar minimumtiga meter. Teras ini dibuat buat mencegah terjadinya erosi. Kebun karetmemerlukan sarana berupa jalan, baik buat pemeliharaan tumbuhan maupun kegiatanproduksi. Jalan tadi pada antaranya jalan primer, jalan antarblok, jalankontrol, serta jalan pengangkutan lateks.     
Pembuatan jalan di huma berkontur miring memerlukan perencanaan dan pemikiranyang matang. Jika tanahnya berbukit-bukit, jalan yang dibuat tidak bolehmenanjak tajam karena bisa menimbulkan kecelakaan fatal. Jalan wajib landaimeskipun buat memenuhi tujuan ini wajib dibentuk berliku-liku.
B. Penanaman           
Selaindapat ditanam secara monokultur, karet pula dapat ditumpangsarikan dengan berbagaitanaman lain. Tanaman yg dapat ditumpangsarikan menggunakan karet diantaranya tanamansemusim, misalnya pisang dan jahe atau palawija (kedelai, kacang hijau, atau kacangtanah). Bahkan, tanaman tahunan, seperti cengkeh, kakao, dan kopi pun bisaditumpangsarikan menggunakan karet.    
a. Penentuan Jarak Tanam

Jarak tanam pada budi dayatanaman apa pun wajib mendapatkan perhatian memadai supaya produktivitasnya optimal.jarak tanam sangat ditentukan sosok tanaman . Semakin tinggi dan lebar tajuk tumbuhan,wajib semakin jauh jarak antar tanamannya, menggunakan asa tajuk tumbuhan dan perakarannyatidak saling bertaut.   
Idealnya, semakin jauh jeda antar tumbuhan akan semakin baik hasilnya. Meskipun demikian, prinsip ini bertentangandengan efisiensi penggunaan huma. Karenanya, untuk setiap jenis tumbuhan harusditentukan jarak tanam optimal, yaitu jarak tanam yg tidak menghambat pertumbuhandan penggunaan huma permanen efisien. Untuk flora karet, jarak tanam optimaltersebut adalah tiga x 7 meter bila ditanam secara monokultur. Sementa itu, jikaditanam secara tumpangsari, jarak tanam bisa lebih jauh lagi, tergantung           tanaman yg ditumpangsarikan.     
1. Sistem Tumpangsari         
Hal pertama yang wajib diperhatikan pada penanaman karet dengan sistem tumpangsariadalah jeda tanam jangan terlalu rapat agar tidak terjadi persaingan dalammemperebutkan usur hara. Jika hingga terjadi persaingan, baik tanaman utamamaupun tumbuhan yang ditumpangsarikan, pertumbuhannya akan terhambat.            
Dalam penanaman dengan sistem tumpangsari umumnya para petani karet menggunakanjarak tanam pagar. Artinya, tumbuhan tumpangsari berfungsi menjadi pagar ataumengapit flora utama. Dalam cara ini jeda tanam dalam barisan dibuatrapat serta larak tanam antar barisan renggang. Cara seperti ini memungkinkantanaman menerima sinar matahari secara optimal. Berikut ini beberapa contohskema penanaman karet yang ditumpangsarikan menggunakan banyak sekali tumbuhan tahunanmenggunakan jeda tanam pagar.







2. Sistem monokultur          
araktanam berbentuk segitiga atau tidakteratur. Jaraktanam segitiga hanya bisaditerapkan Ii lahan berkontur datar atau mendekati datar. Sementara itu, jaraktanam nir teratur mampu diterapkan di huma   clengankontur berbukit-bukit.
b. Pembuatan Lubang Tanam
etelah dipengaruhi danditandai engan sebatang ajir, lubang :anam segera dibuat. Ukuran ubang tanamdalam budi daya aret harus diadaptasi menggunakan enis atau stadium bibit yang kanditanam. Apabila yang ditanam relatif 60 x 60 x 60 centimeter. Apabila yar dipakai merupakan bibitstum tingg berumur 2—3 tahun, lubang tara berukuran 80 x 80 x 80 cm.   
Sementara itu, apabila panjang aka tunggang Iebih serta 80 centimeter, di bagian tengahdasar lubang tana perlu digali sedalam 20—30 cm.
BentuK lubang tanam             sebenarnya nir harus kubus tetapibisajuga berbentuk      silinder ataukerucut yang             semakin menyempitke pada. Bentuk lubang tanam yg akan dipakai tergantung pada peralatan yangtersedia.
teIah digali menggunakan ukuraniesuai dengan stadium bibit ng akan ditanam, tanah galian gian atas atau topsoil yg bur dipisahkan dan tanah       gianbawah atau subsoil yg urang fertile. Lubang tanam 2mudian dibiarkanterkena anas mentari selama dua ninggu supaya bibit hama serta enyakit yang terdapat didalamnya nati.        
c. Pembongkaran Bibit        
ika bibit karet yang akan itanam berupa stum kecil atau turn tinggi dan(ahan ersemaian, bibit tadi wajib ibongkar dahufu. Caranya, ibuat pantsedalam 50 centimeter di si kin barisan bibit. Setelah itu, ibit dipegang pada bagianatas kulasi dan dicabut menggunakan hatia ti. Apabila masih ada Iebih serta satu kartunggang, akar tunggang ng Iebih mini dipotong, ?Hingga menyisakan satu akarnggang yang besar .         
cia kalanya bibit yg             bongkardan areal pembibitan rus ditanarn di perkebunan rng jaraknya relatif jauh,hingga wajib mengalami ngangkutan. Agar mata tunas au batang okulasi tidakrusak larna pengangkutan, bibit wajib disusun selapis demi selapis. Lapisanpaling bawah merupakan batang pisang, pada atasnya bibit, di atasnya btg pisanglagi, demikian seterusnya. Lapisan-lapisan tadi wajib rapat, sehingga tidakterjadi guncangan waktu pengangkutan.           
Jika bibit karet yaei akan       
ditanam berupa stum mini atau stum tinggi dan huma   
persemaian, bibit tadi harus dibongkar dahulu.       
d. Pelaksahaan Penanaman
Setelah bibit serta lubang tanam siap maka penanaman bisa segeradilaksanakan. Jika bibit yg ditanam merupakan bibit yang diambil serta lahan,akar tunggang wajib masuk lurus ke dalam tanah. Akar tunggang             yang arahnya miring bisamengakibatkan pertumbuhan Lanaman terhambat.      
Jika yang akan ditanam berupa bibit okulasi pada kantong Diastik atau dalamtapih, media      
ii sekitar bibit harus padat serta :idak pecah. Cara penanamani ya adalah plastikpembungkus
nya dibuka, lalu bibitdimasukkan ke dalam lubang tanam serta diurug menggunakan tanah yg terdapat disekitarnya.            
e. Penanaman Tanaman      
Penutup Tanah         
Penamaman flora epilog tanah pada huma karet dilakukan untuk mencegaherosi serta           
mempercepat matang sadap. Ada 3 kelompok tumbuhan yang bisa digunakan, yaitutanaman merayap, semaks            
emak, serta pohon.      
Tanaman merayap yg baik digunakan adalah jenis kacangk acangan. Kelompoksemaks emak yang sanggup digunakan diantaranya Crotalaria usaramoensis,Crotalaria uncea, dan Tephrosia candida. pepohonan yang seringdimanfaatkan merupakan petal dna (Leucaena glauca).
Dan ketiga gerombolan tumbuhan tersebut, yg paling acapkali digunakan adalahkacangk acangan karena sosok             tanamannyarendah serta mini , sebagai akibatnya perakarannya tidak terlalu mengganggu perakarantanaman primer. Tanaman kacang-kacangan jua mempunyai bintil akar yg bisamenambab kesuburan tumbuhan.           
Penanaman tanaman penutup tanah mililiter sanggup dilakukan menggunakan cara membuatkan benihsecara merata pada antara larikan tanama karet sebagai tumbuhan primer. Bisa jugaditugalkan dengan jarak 40—50 centimeter di antara lanka
A. Perawatafl Tanaman        
Sebelum Berproduksi           
I
kalangan petani karet, liaman yg belum bsa Isadap atau beum berprodukSiring dianggap dengan komposisi yaitu tumbuhan berumur 1—4 ahun. Perawatan tanamankaret sebelum berproduksi hampir sama dengan perawatan naman perkebunan padaumumnya, yakni mencakup penyulaman, penyiangan, pemupukan, seleksi danpenjarangan, dan pemeliharaan tumbuhan penutup tanah.            
a. Penyviaman          
Tidak seluruh bibit karet yg ditanam di huma bisa hayati. Persentasekematian bibit yang mampu ditolerir pada budi daya karet merupakan sebesar 5%.           Karenanya, dibutuhkan penyulaman untukmengganti bibit yang mangkat tersebut.kegiatan penyulaman          diakukan ketika flora berumur 1—2 tahun lantaran waktu itusudah ada kepastian tumbuhan yg hidup serta yg mati. Lantaran        
penyulaman dilakukan ketika tanaman berumur 1—dua tahun, bibit yg digunakanberupa bibit stum tinggi berumur 1— dua tahun agar flora mampu seragam. Sebelumpenyulaman dilakukan perlu diketahui penyebab kematian bibit. Jika kematiandisebabkan oeh bakteri atau jamur, tanah bekas flora wajib diberi fungisida.pelaksanaan penyulaman dilakukan dalam pagi han pukul 06.00—09.00 atau sore hanpukul 15— 17.00, ketika cuaca tidak terlalu panas buat mengurangi risikokematian.
b. Penyiangan           
Penyiangandalam budi daya karet bertujuan membebaskan tumbuhan karet serta gangguan gulmayang tumbuh di lahan. Karenanya, kegiatan penyiangai sebenarnya sanggup dilakukan
setiap ketika, yaitu ketika ncrti mhiihan ciulma telah mula menggangguperemangan tanaman karet. Meskipun demikian, umumnya penyiangan dilakukan tigakali dalam setahun buat menghemat energi dan porto.          
emupukan tumbuhan dalam budi day karet ada!Ab buat memarn          
pertumbuhan flora belia dai mempercepat matang sadap sebagai akibatnya panen lateksdapa
dilakukan secepatnya          
Ada 2 cara penyiangan, yaltu secara manual dan secara kimiawi. Secaramanual adalah menggunakan alat-alat penyiangan, seperti cangkul atau parang.sementara itu, secara kimiawi dengan menyemprotkan herbisida atau bahan kimiapemberantas gulma. Banyak merek herbisid yg telah beredar pada pasaran.dianjurkan memilih merek yang sesuai dengan jenis gulma yan
c. Pemupukan           
Pemupukantanaman dalam daya karet merupakan buat me—aj pertumbuhan tumbuhan muciamempercepat matang sadap. Sebagai akibatnya panen lateks dapat dilakukan secepatnya.kegia pemupukan dilakukan dengar I cara, yaitu manual circle dan chemicalstrip weeding.   
Pada cara pertama atau manua circle, lubang dibuat melingkan tanamandengan jeda
disesuaikan menggunakan umur tumbuhan. Hal mi disebabkan perakaran flora semakinbertambah luas seiring dengan pertambahan umurnya. Untuk anaman berumur 3—5bulan, ubang melingkari tumbuhan Jengan jeda 20—30 cm, 6—10 )ulan dengan jarak20—45 centimeter, 11—20 bulan dengan jeda 40—6 m, 21—48 bulan menggunakan jeda 10—60 centimeter,serta lebih serta 48 )ulan dengan jarak 50—120 centimeter. Wbang dibentuk dengan kedalaman—10 cm, lalu pupuk itaburkan ke dalamnya dan itutup dengan tanah.
a cara ke 2 atau chemicalr weeding, pupuk diletakkan a jeda 1—1,lima meter dan risan tumbuhan.caranya ma, yaitu tanah digali aIam 5—10 centimeter, kemudian uk dimasukkan ke dalamnyain ditutup menggunakan tanah.       
mupukan tumbuhan karet Bbaiknya nir dilakukan pada entengahan trend hujan karenapupuk mudah tercuci air hujan. Idealnya, pemupukan dilakukan pada pergantianmusim hujan ke demam isu kemarau. Sementara itu, jenis pupuk yang diberikan antara lain urea, DS, serta KCI yg mudah diperoleh pada pasaran. Dosis pupuk yangdigunakan       tergantung pada jenistanahnya (Tabel 8).
d. Seleksi dan Penjarangan
aInyadalam suatu areal kebunan karetterdiri serta r3man yang seluruhnya am keadaansehat serta balk, iutama menjelang enyadapan. Karenanya, maman yg sakit harusiebang dan dibongkar hingga ar-akarnya supaya penyakit          rsebut tidak menyebar ke bnaman yang sehat.        
Dengan perkiraan yg hidup 95%, maka serta 476 bibit yg ditanam dalam satu hektarakan masih ada 452 pohon menjelang penyadapan. Apabila dan 452            pohon tersebut 5% pada antaranya sakit,akan tersisa 425 tanaman sehat. Dan 425 tanaman sehat akan bisa disadap 400pohon.     
e. Pemeliharaan Tanaman PenutupTanah
Disebabkan manfaatnya buat mencegah erosi dan     meningkatkan kecepatan matang sadap, tumbuhan penutup tanah wajib dipeliharadengan pemupukan dan pemangkasan. Pupuk yang digunakan sebaiknya kompos yangtelah matang dengan dosis 4—S ton/hektar. Cara pembeniannya adalah denganditaburkan pada sela-sela tanaman . Apabila pertumbuhan flora penutup tanah terlalupesat perlu dikendalikan menggunakan cara pemangkasan. Alat yg digunakan untukpemangkasan cukup berupa parang atau sabit.        
B. Pemeliharaan Masa         
Produksi
Setelah menginjak umur lima tahun atau mulai disadap, flora karet seringdisebut dengan komposisi II. Pada kenyataannya, selalu saja ada beberapatanaman karet yang terpaksa belum sanggup disadap meskipun telah berumur limatahun. Dan 425 tanaman sehat menjelangsadap, yg bisa disadap hanya sekitar400      batang.
Pemeliharaan tanaman selama masa produksi dimaksudkan supaya syarat tanamandalam keadaan baik; produksinya tetap, bahkan meningkat sesuai denganumurtanaman; dan  
masa produktifnya makin panjang. Tan pa perawatan yang balk, kondisi tanamanmungkin akan semakin memburuk, produktivitasnya menurun, serta masa produktifnyasingkat.    
Pemeliharaan tanaman pada masa produksi mi hanya meliputi penyiangan danpemupukan.
a. Penyiangan           
Penyianganlahan karet dalam masa produksi bertujuan sama menggunakan penyiangan pada masasebelum produksi, yaitu mengendalikan pertumbuhan gulma agar nir mengganggutanaman primer. Penyiangan sanggup dilakukan secara manual, kimiawi, atau gabungandan keduanya.      
Cara manual atau mekanis merupakan pemberantasan gulma menggunakan alat-alat,seperti cangkul, parang, atau sabit. Jika gulmanya berupa rumputr umputan,penyiangan sanggup menggunakan cangkul, sehingga perakarannya ikut tercabut. Jikagulma berupa semak atau perdu,            penyiangannyaharus dengan cara didongkel dengan bantuan cangkul dan parang.            
Pemberantasan gulma secara manual hanya memungkinkan jika areal perkebunankaret tidak terlalu luas.     
Jika areal karet sangat luas, pemberantasan gulma yang paling efektif adalahsecara kimiawi menggunakan herbisida atau bahan kimia pemberantas a gulma, baikkontak maupun   
sistemik. Herbisida kontak memberantas gulma menggunakan cara hubungan pribadi dengangulmanya, rnisalnya Gramaxone - aracoI. Sementara itu, da sistemik Derantasgulma menggunakan zat aktifnya meresap ke ri gulma, misalnya on, Dowpon, Gramavine,i Pat itapon.       
ggunaan herbisida wajib axsana. Artinya, wajib uai menggunakan dosis serta ekuensiyang tertera pada     
masannya. Penggunaan erbisida harus diusahakan ‘sampai terjadi overdosis.‘erdosis berarti pemborosan, samping bisa membunuh naman penutup tanah yangukan termasuk gutma.       
ci epilog tanah yg anam beberapa waktu sehabis I penanaman bibit karet memangharus dipertahankan walaupun karetnya sudah disadap. Tanaman penutup tanah,terutama dan jenis  
Leguminoceae atau kacangk acangan diharapkan sanggup menambah kesuburan tanah karenakemampuannya menyerap nitrogen dan udara ke pada tanah yg baik. Hanya,pertumbuhannya perlu dikendalikan menggunakan cara memotong bagian tanaman yangterlalu panjang.
b. Pemupukan          
Dalambudi daya karet, pemupukan dilakukan sejak tanam hingga tanaman tidakberproduksi lagi. Tanpa pemupukan produksi karettidak akan aporisma. Jika padamasa komposisi I atau sebelum disadap semua flora karet harus dipupuk, padamasa komposisi II atau sesudah sadap aktivitas pemupukan harus dilakukan secaraselektif. Artinya, hanya tumbuhan yg produksi Iateksnya indah saja yangdipupuk. Langkah mi buat menghindari pemborosan.  
Cara pemupukan tumbuhan karet dalam masa produksi sama menggunakan masa sebelumproduksi, yaitu pupuk dimasukkan ke dalam lubang yang digali melingkar denganjarak 1—1,lima meter dan pohon. Bisa jua pupuk dimasukkan ke dalam alur berbentukgaris pada antara flora menggunakan jarak 1,5 meter dan pohon. Sebelum pemupukandilakukan, wajib dipastikan tanah telah bebas serta gulma.     
Jika frekuensi pemupukantanaman karet sebelum masa produksi dilakukan sekalidalam setahun, pemupukan tanaman karet pada masa produksi dilakukan dua kalidalam setahun, yaitu dalam pergantian musim. Dosis pemupukan tergantung padajenis tanah loka karet dibudidayakan (Tabel 10).            
dan Cl) yang tersaji dala— bentuk tablet 10 gram, pupL.ij sangat membantupetani kar mendapatkan banyak sekali UflSL hara yang diperlukan tanama
Pemupukan menggunakanpupuk tunggal misalnya yang telah dijelaskan memberi kesan tidak simpel karenaharus             mencampurkan paHngtidaktiga enis pupuk. Sekarang mi pada asaran telah tersebar pupuk ilajemuklengkap pada bentuk :ablet yg simpel.     
Dontoh pupuk yang dimaksud dalah Gramafix®Karet, yaitu )upuk majemuk Iengkaptablet tang diformulasi dan diproduksi pesifik bagi tanaman karet. )engankandungan lengkap            
neliputi hara makro primer ( N, , K), makro sekunder (Mg, S, rn CD d, r,l,..,dan Cl) yang tersaji dala— bentuk tablet 10 gram, pupL.ij sangat membantupetani kar mendapatkan banyak sekali UflSL hara yang diperlukan tanama
Cara aplikasinya sebagaiberikut.     
1. Buat Iingkaran atau piringan pada kurang lebih pangkal btg.  
2. Tentukan dan tugal titik-titik lubang untuk menempatkan pupuk Gramafix®Karetsearah keempat penjuru mata angin (4 atau 8 titik).
3. Masukkan Gramafix®Karet, 1/2 dosis anju ran! Tahun (dibagi secaramerata di setiap titik) di kedalaman 10—15 cm dan muka tanah.
4. Lakukan pemupukan setiap enam bulan sekali atau 2 kali dalam setahundengan ketika pemupukan dalam awa
Contoh aplikasinya sebagai  
ukan terhadap tanaman (TM 4) menggunakan dosis 160 ktar!Tahun atau 200 gr! On/6bulan seperti yg ra di kemasannya dapat uat empat titik tugal atau wig.selanjutnya setiap         wig dilsi ataudibenami uriafix®Karet sebesar 5 r (per butir 10 gram). Setelah pukdibenamkan, lubang      
litup kembali. Dianjurkan pada a pemupukan ml di kurang lebih naman bersih danrumput
igganggu. Engan pupuk majemuk lengkap ramafix®Karet, kebutuhan upuk hanya 35persendan total jmlah/takaran pupuk tunggal yang iasa dipakai, misalnya urea, SP, atauKCI. Satu hektar naman karet (TM) hanya rnembutuhkan pupuk Gramafix®Karet100—300 kg! Hektar!Tahun. Karenanya, pupuk mi relatif efektif dan efisien dalammeningkatkan pendapatan petani.    
C. Peremajaafl           
Setelah bertahun-tahUn disadap lateksnya tanaman karet akan memasuki fasemenua yg ditandai dengan menurunnya produksi lateks. Bila permanen dipeliharadan disadap Iateksnya output yg diperoleh nir akan menguntungkan secara          ekonomis sebagai akibatnya diperlukanperemajaan.            
Kegiatan peremajaafl tanaman karet dimulai dengan pembongkaran pohon-pohon tua.langkah berikutnya sama menggunakan penanaman bibit misalnya yg telah terurai padabab tentang penanaman.