BUDIDAYA BAWANG PUTIH

I.PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Bawang putih(Allium sativum L) selain merupakan jenis sayuran yg penting, pula, merupakan galat satu asal pertumbuhan baru ekonomi dalam pembangunanpertanian. Bawangputih ini dianggap menjadi komoditas potensial terutama untuksubsitusi impor dan dalamhubungannya menggunakan penghematan devisa. Perkembanganterakhir (2006), impor bawang putih
indonesia berjumlah 295 ribu ton menggunakan nilai tidak kurang dari US$ 103 jutaatau sebesar Rp 927milyar, buat memenuhi kebutuhan konsumsi pada negeri.
Masalah yg dihadapi pada budidaya bawang putih hingga saat ini adalahvarietas bawang. Putih yangberkembang pada indonesia umumnya memiliki potensi hasil yg jauh lebih rendahdibandingkandengan potensi hasil bawang putih di daerah subtropis.
1.2Tujuan

Adapun tujuan merupakan sebagiberikut :
1.untuk sebagai petunjukteknis bagi pelaku utama serta keluarganya dlam melaksanakan budidaya tanamanbawang putih.
2.memingkatkan produksitanaman bawang putih sebagai optimal dan bisa memperbaiki pendapatan pelakuutama.





II.BUDIDAYA BAWANG PUTIH

2.1 Pengolahantanah
Untukmendapatkan output yang baik, pengolahan tanah yang akan ditanami bawang putihsangat penting supaya bawang yang ditanam tumbuh dengan fertile. Pengolahan tanahyang wajib dilakukan, mencakup penggemburan tanah, pembuatan bedengan,pengapuran tanah, terutaman buat tanah yg bersifat asam, dan anugerah pupukdasar.penggemburantanah. Tanaman bawang putih akan dapat tumbuh dengan baik apabila tanahnyagembur. Penggemburan bisa dilakukan dengan cangkul, bajak, atau traktor.setelah itu siap dibuat bedengan-bedengan.pembuatan bedengan. Hal pertama yg wajib dilakuakn buat pembuatanbedengan artinya menggunakan menggali tanah buat parit atau saluran air. Ukuran dankedalaman saluran sekitar 40 cm. Tanah galian menurut parit, disimpan di kirikanan parit, serta dipakai untuk menciptakan bedengan. Panjang bedengan biasanyasekitar 300 m dengan lebar 80 cm dan tinggi 15-30 centimeter.
Pengapurandilakukan bagi tanah yg sifat keasamannya relatif tinggi. Untuk memastikanapakah tanah perlu ditambah kapur atau tidak, perlu dilakukan pengukuran keasamantanah dengan indera pHmeter. Kapur yangdipakai adalah kapur karbonat, kapur yang dari berdasarkan batu kapur yang langsungdigiling tanpa melalui proses pembakaran. Waktu yang baik untuk pengapurantanah dilakukan 2-4 minggu sebelum dilakukan penanaman. Dan pemberian kapursebaiknya dilakukan dalam saat tidak terjadi hujan.sebelum dilkaukan penanaman perlu dilkakukan pemupukan terlebih dahulu,pemupukan dasar ini dilakukan sebelum dilakukan penanaman kurang lebih seminggusebelum ditanami

2.dua Pemilihanbibit
Pemilihanbibit yang berkualitas sangat krusial, lantaran output berdasarkan bibit yg berkualitasakan memberikan output yg maksimal . Untuk menerima bibit yang berkualitasbiasanya para petani bawang putih menentukan dua cara.
Pertaman, menggunakan cara membeli bibit, menggunakan cara ini pemilihan bibit cukupefektif menurut segi saat tidak wajib menanam bibit sendiri yg membutuhkanwaktu. Apabila membeli bibit yang perlu diperhatikan merupakan  ukuran umbinya,pilihlah ukuran umbi yg kecil atau yang sedang, selain harganya relativelebih murah penanganannya pun lebih mudah. Dan satu hal yang perlu diperhatikandalam membeli bibit yaitu pilih yang telah bersertifikat karena kualitasnyaterjamin.kedua, menggunakan bibit sendiri, pada pilihan ke 2 ini yg perludiperhatikan merupakan pilih bibit yg asal menurut pertumbuhan nir stigma,sehat, normal, dan bebas penyakit.
Kebutuhanbibit buat budidaya bawang putih tergantung luas area, berukuran bibit, serta jaraktanam. Jika jeda tanam yang dibuat antara 10-15cm, maka bibit yg diperlukan±600.000 butir suing setiap hectare. Apabila setiap suing beratnya 3 gram, bibityang diperlukan lebih kurang 1.350-1.400 kg bawang putih setiap hectare.
Teknik menanam

Waktu tanambawang putih usahakan dilakukan dalam saat menjelang isu terkini kemarau datang,walaupun bawang putih memerlukan air yg banyak dalam kelangsungan hidupnya,namun syarat tanah yang terlalu becek kurang baik bagi perkembangan bawang putih.maka diusahakan penanaman bawang putih usahakan pada bulan April sampaiJuni, dimana bulan-nulan tersebut telah memasuki musim kering.
Caramenanam bawang putih, umbibawang putih yang akan ditanam terlebih dahulu dipipil atau dipecah, untukmempermudahnya umbi dijemur selama beberapa jam. Sebelum ditanami bedengandibasahi terlebih dahulu, kemudian bibit yg berupa suing ditanam dilubangyang sudah dipersiapkan. Lubang tanam jangan terlalu pada agar suing tidakterbenam semuanya, kedalaman suing yang ditanam sekitar tiga-4 cm, supaya nir mudahbusuk serta tidak mudah rebah.posisi suing wajib tegak lurus dan ujung suingmenghadap ke atas, jika terbalik tumbuhan akan tumbuh tidak sempurna. Setelahselesai penanaman kemudia bagian atas tanah ditutupi dengan jerami untuk menjagakondisi bagian atas tanah.

2.3Pemeliharaantanaman
Padapostingan sebelumnya  menggunakan judulBudidayaBawang Putih Dengan Tahap Cara Menanamnyakita membahas  langkah-langkah  penanaman berdasarkan mulai ketika tanam,bibit, pengolahan tanah, serta teknik penanaman. Nah pada catatan kali ini kitaakan membahas pemeliharaan tanaman
Untuk membentuk bawang putih seperti yang diharapkan, tentu perlunyapemeliharaan dalam flora tersebut. Pemeliharaan yg wajib dilakukan padatanaman bawang putih diantaranya : penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah,pemupukan, dan pengendalian hama penyakit.
• Penyiraman
Walaupun tanaman bawang putih nir menyukai tanah yg becek tetapi tanaman ini sangat membutuhkanbanyak air, terutama dalam waktu pembentukan umbi. Biasanya buat memulaimelakukan budidaya bawang putih yaitu dalam saat ekspresi dominan kering. Dengan demikianpengairan sangat perlu untuk dilakukan.
Agar tanah yg berada pada sekitar tumbuhan nir mengalami kebecekan makapenyiraman mampu menggunakan embrat atau menggunakan menggenangi saluran air atauparit.frekuensipenyiraman perlu diperhatikan agar tumbuhan tidak kekurangan air dan tidakjuga sampai becek. Pada awal penanaman tanah diusahakan tetap basah selama dua-3hari. Jika tumbuhan sudah tumbuh dengan baik, anugerah air dapat dikurangi,dengan tempo seminggu sekali. Setelah umbi sudah terbentuk, pengairan dapatdilakukan sepuluh hari sekali. Namun demikian, yg wajib diperhatikan dalampengairan ialah penyesuaian dengan kebutuhan dan memperhatikan syarat.
•    Penyiangan serta penggemburan tanah
Penyianganialah mencabut atau membuang gulma. Penyiangan dilakukan buat menghindaritumbuhan pengganggu atau gulma. Seperti rumput yg tumbuh disekitar tanamanapabila tidak dibersihkan maka dia akan menggambil kuliner bawang putih yangsebelumnya kita berikan dalam tumbuhan tadi. Untuk itu gulma yg tumbuhdisekitar flora wajib segera dibuang.selain pembuangan gulma, yang perlu dilakukan berikutnya yaitu penggemburantanah. Biasanya tanah yg terlalu seringkali tertimpa air, baik air hujan maupunair siraman akan cepat memadat, dan hal itu akan menghambat sirkulasi udara.pemadatan tanah tentunya akan berdampak dalam terganggunya umbi bawang putih.pembersihan gulma mampu dilakukan sekaligus penggemburan tanah, cuma yangharus diperhatikan jangan sampai akar menurut tanaman terganggu, penyiangan cukupdilakuakn 2 kali semasa tumbuh bawang.


2.5Pemupukan

Untukmenjaga output bawang yg optimal maka perlu dilakukan pemupukan. Lantaran kalaumengandalkan unsure hara yg terdapat pada pada tanah belum tentu mencukupi bagipertumbuhan bawang putih.unsure hara yang dibubuhi ialah nitrogen (N),kalium (K), dan fosfat (P). Anugerah pupuk dilakukan dua termin. Tahap pertamadiberikan sebelum penanaman, dan tahap kedua diberikan  setelah penanaman.jenispupuk yg diberikan sanggup berupa alami, seperti kompos, pupuk sangkar, ataupuppuk protesis, pemberian pun sanggup dikombinasikan antara alami serta protesis. Namununtuk pemberian puppuk alami biasanya dilakukan dalam termin pertama.
2.6Panendanpascapanen
Ciri serta Umur Panen, Bawang putihyang akan dipanen harus mencapai relatif umur. Tergantung padavarietasdandaerah, umur panen yang biasadijadikan pedoman adalah antara 90-120 hari. Ciri bawang putih yangsiap panen merupakan sekitar 50 prosen daun telah menguning/kering dan tangkaibatang keras.
CaraPanenBawang putihdidaratan rendah umumnya telah siap dipanen dalam umur80–100haritergantung keadaan kesuburan tanaman dilapangan.
Pengumpulan, Setelah dipanen dilakukan pengumpulandengan cara mengikatbatang semu bawang putih menjadiikatan-ikatan mini dandiletakkan di atas anyaman daun kelapa sembari dikeringkan buat menjagadarikerusakan danmutunyatetapbaik.


III.KESIMPULAN

Adapunkesimpuln adalah sebagai berikut :
1.tanamanbawang putih adalah flora umbi-umbian yg bernilai ekonomis .

2.pemasaranbawang tidak sulit lantaran disetiap pasar tradisional tersedia banyak bawang putih.

BUDIDAYA BAWANG MERAH

I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bawang merahmerupakan salah satu komoditas sayuran unggulan Jawa Timur yg  sangatfluktuatif  harga juga produksinya.  Hal ini terjadi karena pasokanproduksi yang nir seimbang antara panenan dalam musimnya serta panenan di luarmusim, salah satu diantaranya disebabkan tingginya intensitas serangan hama danpenyakit terutama apabila penanaman dilakukan pada luar animo.  Selain itubawang merah adalah komoditas yang nir dapat disimpan usang, hanya bertahan3-4 bulan padahal konsumen membutuhkannya setiap waktu.
Masalahutama usahatani bawang merah di luar musim adalah tingginya resiko kegagalanpanen karena lingkungan yg kurang menguntungkan , terutama serangan hama danpenyakit.  Hama dan penyakit penting dalam bawang merah diantaranya : ulatbawang (Spodoptera exigua) dan Thrips , sedangkan penyakitnya meliputiantraknose, fusarium dan trotol.
Keberadaanhama serta penyakit tadi menyebabkan petani memakai pestisida secaraberlebihan karena petani beranggapan bahwa keberhasilan usahatani ditentukanoleh keberhasilan pengendalian hama serta penyakit, yaitu menggunakan meningkatkantakaran, frekuensi dan komposisi jenis adonan pestisida yg digunakan. Akibatnya biaya usatani bawang merah semakin tinggi dan laba yangdiperoleh tidak seimbang dan  nir memperhatikan konsep pertanian ramahlingkungan. Dampak lain penggunaan pestisida yang berlebihan yaitu ledakan darihama sekunder.
Untukmengantisipasi masalah di atas galat satu bisnis yaitu mencari dan menggali varietas-varietasbawang merah yang memiliki sifat-sifat unggul terutama dalam hal produksiserta ketahanan terhadap hama dan penyakit primer sebagai akibatnya varietas bawang merahtersebut bisa berproduksi walaupun agresi hama dan penyakit cukup berat.bilamana varietas unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit diperoleh makavarietas tadi dapat ditanam dalam luar trend sehingga transedental produksibawang merah dapat terjamin.
1.2Tujuan

Adapun tujuan adalah sebagi berikut :
1.untuk sebagai petunjuk bagi pelaku utama dalammelaksanakan budidaya bawang merah
2.untuk mempertinggi pendapatan petani serta keluarganya.

II.BUDIDAYABAWANG MERAH
2.1 SyaratTumbuh

Bawang merahakan tumbuh menggunakan baik jika ditanam pada tanah sawah atau tegalan dengantekstur sedang hingga liat. Selain itu tempat pertumbuhan bawang merah yangbaik sanggup pula pada tanam dalam jenis tanah Alluvial yang mempunyai pH lima.6 - 6.lima,dengan ketinggian 0-400 mdpl, serta kelembaban 50-70 %, dan suhu 25-32 drajatC.
2.2 Pemulihat Bibit
Adapun persyaratanbibit bawang merah yg baik antara lain : Umur simpan bibit sudah memenuhi ,yaitu sekitar 3-4 bulan, walaupun untuk umur simpan yg lebih muda bibit tetaptumbuh tetapi dalam pertumbuhan berikutnya akan lebih rendah hasilnyadibandingkan bibit yang sudah siap tanam (sudah relatif umur simpannya) Umurpanen waktu calon umbi bibit ditanam pada lapang  , buat varietas Baujimaupun Super Philip usahakan 65 – 70 har Ukuran bibit sedang , sekitar lima-6gram .  Penggunaan bibit yang berukuran terlalu akbar akan meningkatkanbiaya lantaran kebutuhan bibit semakin banyak.kebutuhan bibit setiap hektarberkisar 800 – 1000 kg , tergantung dari besarnya bibit. Dan biaya untukpembelian bibit kurang lebih separo berdasarkan seluruh porto produksi.
Umbi bibit berwarna merah cerah,menggunakan kulit mengkilat, Umbi bibit bernas , sehat, padat , nir keropos dantidak lunak.  Jika ada umbi bibit yang tidak memiliki sifat demikiansebaiknya tidak dipakai sebagai bibit. Umbi bibit tidak terserang hama danpenyakit. Sebelum ditanam, umbi bibit dibersihkan dulu berdasarkan kulit-kulit yangkering dan jika pertunasan belum kelihatan diujung umbi, maka usahakan ujungumbi dipotong 1/tiga supaya mempercepat  munculnya tunas
2.3Persiapan lahan
Bawangmerah  membutuhkan kondisi tanah yang lebih gembur dibanding tanamansayuran lainnya .  Oleh karenanya pengolahan tanah dalam bawang merahdilakukan sampai beberapa kali hingga tanah benar-benar sebagai gembur. Bila tanah yang digunakan adalah tanah bekas ditanami jagung juga tebu, makasisa tanaman tadi harus dibersihkan sampai akar-akarnya supaya tidakmengganggu pertumbuhan bawang merah. Dapat jua menggunakan herbisida sebelumtanah di olah untuk mematikan rumput serta gulma lainnya ,seperti Goal maupunRoundup yg diberikan dua minggu sebelum tanah diolah. Tanah diolah dengancara dibajak lebih dari 4 kali hingga tanah menjadi gembur serta tanahdikeringkan lebih berdasarkan seminggu .kemudian tanah dihaluskan lagi, sehabis halusdapat dibuat bedengan menggunakan berukuran .untuk musim kemarau : tinggi bedengan 25cm, kedalaman parit 30-40 cm , lebar parit 50 centimeter. Untuk musimhujan      : tinggi bedengan 40 cm, kedalamanparit  50 cm , lebar parit 50 cm.
Padabudidaya bawang merah sangat diperlukan pembentukan bedengan, dimana adanyabedengan berfungsi supaya tanaman bawang merah tidak selalu tergenang air , danair yg disiramkan segera habis terserap.  Setelah bedengan terbentuk,maka ditaburi pupuk kotoran ternak (pupuk kandang ) yg sudah benar-benarmatang, ditandai menggunakan kotoran ternak sudah misalnya tanah yang gembur. Dosis buat kotoran ayam sebanyak 5 ton/ha, sedangkan buat kotoran sapi maupunkambing lebih kurang 10-15 ton/ha.  Namun takaran ini bisa menjadi lebih banyakmaupun lebih sedikit tergantung menurut kesuburan tanah.              
Pupukkandang yang diberikan bersamaan menggunakan pembuatan bedengan merupakan perlakuanpemberian pupuk dasar   .  Selain itu diberikan pula pupuk SP 36dengan takaran 200 kg/ha swebagai pupuk dasar , yg ditaburkan merata padaseluruh bagian atas bedengan.  Pupuk sangkar juga SP 36 diberikan seminggusebelum tanam. Setelah tanah dipupuk maka tanah diairi agar pupuk dapat meresapke pada tanah.
2.4Penanaman
Musim tanamoptimal buat bawang merah yaitu pada akhir musim hujan  bulan Maret –April dan demam isu kering Mei – Juni, tetapi di wilayah sentra produksi dapatdijumpai penanaman bawang merah tanpa mengenal isu terkini,  Untuk penanaman diluar ekspresi dominan (off season) perlu memperhatikan pengendalian hama dan penyakitlebih cermat.
Penanamandilakukan sehabis tanah serta bibit sudah dipersiapkan, dimana sebelum dilakukanpenanaman tanah harus diari agar ketika penanaman syarat tanah gembur Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa bibit sebelum ditanam lebihbaik dibersihkan dan diseleksi terlebih dulu supaya pertumbuhan tanaman menjadibaik.  Jika nir diseleksi ditakutkan tercampurnya bibit yang jelekkarena terjangkit penyakit misalnya Fusarium , maka akan menyebabkan pertanamanhancur karena Fusarium tadi. Pembersihan bibit dilakukan sehari sebelumditanam dan ujung bibit sudah dipotong , serta esoknya bisa dilakukanpenanaman.
Untukmempercepat proses penanaman, maka sebaiknya bedengan  yang akan ditanamisudah digariti sinkron dengan jarak tanam yg dipakai , sehingga penanamanlebih mudah dilaksanakan.  Jarak tanam yang dianjurkan yaitu 20 cm x 15cm, namun bila umbi bibit akbar maka bisa menggunakan jarak tanam 20 x 20cm.  Penanaman dilakukan menggunakan cara menanam dua/tiga bagian umbi ke dalamtanah, sedangkan 1/3 bagiannya ada di atas tanah.
2.5Pengairan
Bawang merahmembutuhkan air dalam kondisi yang relatif sejak pertumbuhan awal hinggamenjelang panen.  Air yg diberikan pada flora walaupun dengan carapenggenangan/leb, tetapi harus segera meresap ke dalam tanah.  Bila tidakdemikian maka tumbuhan akan sebagai busuk dan sebagai asal penyakit. Oleh karenanya pembuatan bedengan sangat dibutuhkan dalam budidaya bawang merah.  Hal ini berhubunga sifat tanaman bawang merah yg membentuk umbi didalam tanah sehingga air yg terlalu banyak akan membuat umbi sebagai busuk .
Pada musimkemarau , pengairan dapat diberikan setiap hari semenjak tumbuhan ditanam hinggatanaman membangun umbi serta dikurangi setelah umbi terbentuk.  Namunwalaupun demam isu kemarau , jika kondisi tanah setelah diairi serta selang dua haritanah masih basah, maka tanaman nir perlu diairi.  Oleh karena itudituntut kepekaan petani pada mengamati kebutuhan air bagi tanamannya.
Untuk musimhujan pengairan yg diperlukan lebih sedikit yaitu selang dua harisekali.  Seperti di atas maka yg penting melihat syarat kelembabantanah, jika tanah masih lembab usahakan nir perlu diairi.  Yang pentingdiamati yaitu sesudah turun hujan, sebaiknya flora bawang merah disiramidengan air bersih yang tujuannya buat menghilangkan inokulum berdasarkan penyakityang kemungkinan melekat di daun.
Carapengairan bisa dilakukan dengan penggenangan/leb maupun denan caradisiram/disirat.  Kedua cara tadi sebenarnya memiliki kelebihan dankekurangan.  Untuk cara leb usahakan dilakukan pada kondisi tanah yg porous,sebagai akibatnya air yg tergenang cepat habis (tuntas), walaupun cara ini membutuhkanwaktu yg lebih pendek dibandingkan cara disiram.  Sedangkan cara sirammembutuhkan energi lebih banyak dan saat lebih lama .  Namun di daerahtertentu ke 2 cara tersebut jua dilakukan bersamaan .
2.2Pemupukan
Pemupukanpada bawang merah sangat dibutuhkan buat mendukung pertumbuhan flora danproduksi umbi yang lebih baik.  Tetapi pemupukan nir perlu diberikansecara berlebihan lantaran pupuk malahan akan terbuang dengan percuma. Sepertimisalnya sehabis tanaman menciptakan umbi, maka sebaiknya pemupukandihentikan.  Terkadang ada petani yg permanen memberikan pupuk walaupuntanaman sudah berumur diatas 4- hari, dan ini hanya membuang pupuk dengansia-sia. 
Dosis pupuksebenarnya bukan merupakan patokan yang harus ditepati, lantaran memupuk suatutanaman akan tidak selaras pada setiap kondisi kesuburan tanah yangberbeda.   Namun takaran pupuk yg dapat dianjurkan pada jenis tanahaluvial, misalnya wilayah Banyuanyar, Probolinggo maupun Sidokare-Rejoso, Nganjukseperti berikut. Pupuk dasar menggunakan 10 t/ha pupuk kandang serta SP 36 200kg/ha yg diberikan 7 hari sebelum tanam.  Sedangkan pemupukan berikutnyamenggunakan pupuk urea 200 kg/ha, ZA 450 kg/ha dan KCl 200 kg/ha yg diberikanseparo-separo dalam saat flora berumur 15 hari serta 30 hari sehabis tanam. Carapemupukan menggunakan meletakkan pada larikan di sekitar flora, kemudian ditutupdengan tanah.
Pemberianpupuk pelengkap yang poly tersebar pada pasar sebenarnya kurang bermanfaat bagipeningkatan pertumbuhan serta produksi bawang merah.  Namun pupuk pelengkaptersebut hanya menjadi tambahan nutrisi pelengkap karena pada umumnyamengandung unsur mikro.  Untuk flora bawang merah, unsur mikro kurangdiperlukan karena tumbuhan bawang merah berumur pendek yaitu lebih kurang 60-70hari.  Sedangkan unsur mikro proses pelarutannya dan penyerapannya kedalam tanaman usang sehingga lebih sinkron bagi tanaman sayuran yang berumurpanjang misalnya cabai atau tomat.
2.6 Pengendalian gulma

Gulma merupakantumbuhan pengganggu yg menyebabkan tumbuhan utama terganggupertumbuhannya.  Untuk flora bawang merah yg umbinya terbentuk didalam tanah maka kehadiran guilma sangat mengganggu karena pencucian gulmaharus hati-hati serta ditakutkan tentang serta mengganggu umbinya. Pembersihangulma dilakukan dengan cara menyiang menggunakan intensif sesuai dengan kondisigulma yang ada menggunakan cara mencabut gulma hingga terangkat akar-akarnya sertamenggunakan herbisida pra tumbuh menggunakan takaran sinkron anjuran.
Cara membersihkandan mencabut gulma harus hati-hati agar tidak mengganggu tumbuhan bawang merahapalagi bila telah berumbi.  Pembersihan umumnya menggunakan indera sepertisosrok bambu mini sehingga gulma dapat terangkat sampai ke akarnya.  Bilatanaman telah menciptakan umbi yang agak besar maka usahakan pengendalian gulmadihentikan.
2.7Pengendalian Hama serta Penyakit
üHama Ulat Bawang

Ulat Spodopteraexigua dijumpai hampir pada setiap umur flora bawang merah. Ulatberukuran panjang sampai + 25 mm, berwarna hijau atau coklat dengangaris tengah berwarna kuning. Serangga dewasa meletakkan telur pada daun bawangmerah serta gulma yg tumbuh disekitarnya. Siklus hayati hama ini sempurna yaitutelur, larva, pupa dan imago yang berupa ngengat (Duriat, dkk., 1994). Padasaat awal pertumbuhan bawang merah, umumnya dijumpai grup telur serta larvastadia awal (instar 1 atau 2). Populasi ini akan terus semakin tinggi mulai tanamanberumur dua minggu hingga flora  pada panen. Fye serta Mc Ada (1972) dalamSmits (1987), lamanya siklus hayati ulat sangat tergantung dalam temperatur.temperatur yg makin tinggi akan memperpendek lamanya stadia telur, larva,pupa dan ngengat. Periode ngengat berkisar antara 10 – 20 hari. Setiap individubetina dapat bertelur antara 500 – 600 buah. Setelah 2 – 6 hari telur menetas,larva menciptakan lubang pada permukaan daun kemudian masuk ke bagian pada daun. Larva mempunyai lima – 6 stadia menggunakan kisaran umur 8,20 – 18,70 hari. Fasepupa  berkisar 5,10 – 7,70 hari. Pada bulan Agustus – Oktober, kemampuanngengat buat bertelur lebih tinggi (Sutarya , 1996).
Ulatmenyerang tanaman menggunakan cara memakan daun bagian pada, daun bawang merahtinggal epidermisnya saja, sebagai akibatnya pada daun terlihat bercak-bercak putihtransparan. Serangan hama ini kerusakan dapat  menyebabkan kehilanganhasil 56,94 – 57 % (Dibyantoro, 1993; Sastrosiswoyo, 1994), bahkan dalam daerahKab. Probolinggo pada ketika tanam bulan Agustus bisa mengakibatkan kerusakan 100% sehingga menyebabkan puso ( Rosmahani dkk., 2001)
Hama initermasuk hama yg menyerang poly spesies tanaman inang.  Menurut Smits(1987), hama ini memiliki lebih dari 200 spesies tanaman inang yg termasukdalam  lebih berdasarkan 40 famili yang tidak selaras, tetapi tumbuhan inang yg utamaadalah keluarga bawang-bawangan, cabe merah dan jagung (Duriat dkk., 1994).
Kondisi Pengendalian Saat Ini
Pola tanamyang umum dikerjakan sang petani bawang terutama dilahan irigasi, merupakan padi –bawang merah – bawang merah – bawang merah atau padi – bawang merah – cabaimerah – bawang merah.  Padi ditanam dalam isu terkini penghujan. Waktu yangdipilih untuk merotasi tanah dengan tanaman padi nir serentak. Sejak akhirmusim penghujan sampai dengan pertengahan trend penghujan berikutnya petanimenanam bawang merah dalam lahannya atau kadang-kadang pada sela dengan tanamanjagung. Pola tanam demikian adalah pola tanam yang tidak memutus siklushidup hama S. Exigua. Keadaan ini menyebabkan tersedianya semua stadiapertumbuhan bawang merah dan tersedianya inokulum hama ulat S. Exigua.pada areal yg luas di lapangan.
Penggunaaninsektisida buat mengendalikan hama ulat S. Exigua masih menjadiandalan primer para petani, sebagai akibatnya insektisida menjadi agunan utama untukkeberhasilan usahatani. Menurut Stallen dkk.(1990) pada sentra produksi bawangmerah, petani umumya mengendalikan ulat dengan menggunakan insektisida yangberedar di pasaran dengan frekuensi dan takaran yang relatif tinggi. Volume larutaninsektisida yg digunakan dalam setiap pelaksanaan berkisar 560 – 1.588 liter perha. Petani melakukan penyemprotan secara terpola tiga – 4 hari sekali, sehinggadalam satu isu terkini tanam melakukan penyemprotan 15 – 20 kali (Dibyantoro, 1995),bahkan pada animo tanam bulan Agustus interval penyemprotan semakin tinggi menjadi 1– 2 hari sekali, sehingga dalam satu ekspresi dominan tanam dapat mencapai 50 kaliaplikasi insektisisda (Rosmahani dkk., 1998). Apabila udara panas terus menerus,maka pengendalian ulat menggunakan  cara mekanis ( merogoh dan membuangkelompok telur maupun ulat) dan menggunakan cara aplikasi insektisida (interval 1 –2hari sekali) tetap nir bisa mengendalikan populasi ulat  S. Exiguayang meningkat cepat pada waktu satu minggu dapat menyebabkan tumbuhan bawangmerah puso (Rosmahani  dkk., 2001)
Alternatif Pengendalian Secara Fisik
Sampai saatini telah poly output penelitian yang menyajikan komponen –komponenpengendalian yg bisa dirakit pada satu pengendalian secara PHT. Diantaranyaadalah penerapan budidaya flora sehat, pergiliran tumbuhan, penanamanserentak, pengendalian secara mekanis, penggunaan seks feromon, penggunaan alatsemprot yang tepat, pengendalian secara biologi. Namun apabila lingkungan sudahkurang sinkron bagi pertanaman bawang merah, terutama dalam waktu tanam bulanAgustus, yang dalam saat tadi temperatur udara sangat panas ( diatas 29 ° C), tidakada curah hujan, asal infeksi hama telah tersedia di sekitar pertanamankarena sudah terdapat pertanaman semenjak awal isu terkini kemarau, populasi hama dapatmeningkat menggunakan sangat cepat pada waktu 1-dua hari diperlukan alternatifkomponen pengendalian yg lain.  Komponen pengendalian yg harusdisertakan merupakan pengendalian fisik menggunakan jalan memberikan kerodong kasa(Gambar 1.) dalam semua flora menggunakan tinggi kerodong 175 cm, yg dipasangsejak sebelum bibit bawang merah ditanam hingga saat panen. Pada keadaan inipetani masih bisa masuk kedalam lerodong kasa buat melakukan aktivitaspemeliharaan tanamannya a.L.: tanam, aplikasi herbisida, penyiangan,penyiraman, monitoring serangan hama, pengendalian  hama ulat secaramekanis dan panen.
üPenyakitLayu Fusarium (Fusarium oxysporum)
Gejala agresi, tumbuhan kuruskekuningan dan busuk bagian pangkal, Tanaman gampang tercabut lantaran pertumbuhanakar terganggu dan membusuk. Tanaman yg terserang segera dicabut dandimusnahkan. Pencegahan di daerah endemis Fusarium, perlu proteksi bibitdengan menaburkan fungisisda dosis 100 gr/100 kg bibit yg diberikan 2 tautiga hari sebelum tanam. Di wilayah endemis sebelum tanam, tanah yang sudahdiolah diberi fungisida misalnya Fapam sebesar 2 cc/l, buat mematikan patogendan Fusarium
üPenyakitBecak Ungu /Trotol (Alternaria porri)
Gejala awal serangan dalam daunmenimbulkan bercak ukuran kecil, berwarna putih menggunakan sentra berwarna ungu, Ujungdaun mengering bahkan daun dapat patah, Jika flora terkena hujan atau embun,segera disiram air higienis buat mengurangi penularan spora penyakit yangmenempel dalam daun, Pengendalian dengan menggunakan fungisida selektif dengandosis sesuai anjuran, bila intensitas serangan mencapai lima % flora terserangperlu, Yang perlu diperhatikan dalam pengendalian hama serta penyakit menggunakanpestisida yaitu :Memilih pestisida yang tepat , sinkron target hama atau targetpenyakit, Jangan menggunakan pestisida lebih dari 1 macam dalam satu waktupenyemprotan, Gunakan beberapa macam pestisida secara bergantian , supaya hamadan penyakit nir kebal terhadap satu macam pestisida, Jangan menggunakandosis yang berlebihan lantaran tidak efektif dan akan menambah porto produksi, Waktupenyemprotan agar diperhatikan , usahakan sebelum mentari terbit atau sorehari. Cara penyemprotan sempurna mengenai sasaran serta searah menggunakan angin 
2.8Panen dan Pasca Panen
Umur panentergantung varietas, namun bisa memakai dasar:                buat konsumsi  : 50-60 hari sehabis tanam (di dataran rendah) 70-75 harisetelah tanam (di dataran tinggi _kerebahan daun 70-80 %, untuk umbi bibit:  65-70 hari setelah tanam (di dataran rendah) , 80-90 hari sesudah tanam(di dataran tinggi kerebahan daun 90 %. Waktu panen udara cerah serta tidaj basah,Keseluruhan daun tampak menguning, Sebagian umbi nampak tersembul keluar.  berarti telah mencapai kering askip. Penyimpananbawang merah bisa dilakukan di atas tanur , menggunakan para-para bambu dandi bawahnya diberi pengasapan. Penyimpanan pada ruang berventilasi sangat baikkarena mempunyai sirkulasi udara yang baik serta dapat mencegah serangan hama danpenyakit seperti tempat tinggal sere serta gudang berpembangkit vorteks (membarui aliranudara jenuh dalam gudang, dengan menghembus ke atas keluar gudang dandigantikan udara luar yang lebih bersih sang adanya vorteks).. Sortasidilakukan buat memisahkan umbi yang sehat , utuh dan menarik dengan umbi yangtelah rusak.  Sortasi dapat mempertinggi nilai jual dan mencegah penularanpenyakit. Grading dilakukan untuk menentukan tingkat mutu produk, sehinggaharga dapat ditentukan sesuai mutunya.  Grading dilakukan pada beberapakelas yaitu kelas I diameter > 2,lima centimeter, kelas II =1,lima-2,lima cm , kelas III <1,lima cm
III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan dalah sebagai berikut :
1.tanamanbawang merah adalah flora umbi-umbian teknis budidayanya sangat simpel serta mudah dipahami sang pelaku utman.
2.tanamanbawang merah merupakan tanaman yg bisa rentan dengan penyakit sebagai akibatnya harusslalu memperhatikan kelembaban lingkungan.


BUDIDAYA BUAH NAGA

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen,butir naga sekarang marak dikebunkan. Penanaman buah naga beredar pada Jawa Timur,Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga ke Kalimantan. Kebun-kebun butir naga jugabanyak ditemui. Memang, budidaya butir naga tergolong mudah serta minim perawatan.selain pada lahan luas, butir naga pula mampu diusahakan pada huma sempit seperti dikebun juga halaman rumah menggunakan memakai pot. Itulah sebabnya parapembudidaya buah naga sanggup
Penanaman buah naga sekarang diarahkanke sistem budidaya organik. Dengan membudidayakan butir naga secara organik,bisa dihasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik. Keuntungan berdasarkan teknikbudidaya buah naga secara organik adalah butir yg dihasilkan sehat tanpaadanya sisa bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia serta lingkungansekitar. Dengan demikian pencemaran lingkungan baik air, udara, juga tanaholeh paparan pestisida bisa dikurangi. Disamping itu, penggunaan bahan organikjuga dapat mengembalikan kesuburan tanah, sebagai akibatnya tanah mampu dipakai untukproses budidaya pertanian berkelanjutan.
1.2Tujuan

Adapun konklusi merupakan sebagaiberikut :
1.untukmenjadi petunjuk teknis bagi pelaku utama serta keluarga dalam melakukan budidayaBuah Naga.
2.untukmerubah produksi Buah Naga menjadi optmal dan merubah pendapatan pelaku utamdan keluarganya sebagai lebih baik.

II.BUDIDAYABUAH NAGA

2.1 Syarat Tumbuh

Buah naga sepesies Hylocereus undatus, yaitubuah naga dengan daging putih akan tumbuh baik pada ketinggian kurang dari 300mdpl, sedangkan butir naga spesies Hylocereus costaricensis, yaitu buahnaga menggunakan daging super merah (super red) tumbuh baik pada ketinggian0-100mdpl. Sementara itu butir daga spesies Selenicereus megalanthus,yaitu buah naga dengan kulit kuning, daging putih tanpa sisik, akan tumbuh baikpada wilayah dingin dengan ketinggian lebih berdasarkan 800 mdpl..
Tanaman butir naga lebih menyukai syarat keringdibandingkan dengan kondisi basah dengan curah hujan rendah yaitu 720 mm/tahun.buah naga masih dapat tumbuh pada curah hujan tinggi yaitu antara 1.000-1.300mm/tahun, akan namun rentang terjangkit penyakit busuk akar serta busuk batang.hal ini disebabkan flora buah naga nir tahan genangan air.
2.2Persiapan Lahan

Pemilihan lokasi budidaya butir naga perludiperhatikan, hal ini bertujuan buat memenuhi kondisi tumbuh yg optimal bagipertumbuhan butir naga. Pemilihan lokasi yg sempurna akan menjadi faktor pertamayang menentukan keberhasilan budidaya buah naga. Setelah memilih lokasibudidaya maka langkah selanjutnya merupakan melakukan pengukuran pH tanah untukmenentukan jumlah hadiah kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (dibawah 6,5). Pengukuran sanggup dilakukan menggunakan kertas lakmus, PH meter, ataucairan PH tester. Pengambilan titik sampel mampu dilakukan menggunakan cara zigzag.
Buah naga merupakan tanaman merambat sehingga dibuthkan tiang panjatan untukmenopang pertumbuhan btg dan cabangnya. Bentuk atau contoh tiang panjatandalam budidaya butir naga ada macam, yaitu bentuk tunggal serta bentuk kelompokatau pagar. Tiang panjatan wajib kuat dan bisa bertahan selama beberapa tahunkarena umur tanaman buah naga yg panjang.
ØTiang panjatan bentuktunggal
Tiang panjatan bentuk tunggal mampu memakai betonatau tiang panjatan hayati dari batang tanaman . Tiang panjatan ini digunakanuntuk menopang empat tanaman yg berproduksi menggunakan produktifitas homogen-rata 3kg per-tumbuhan. Para pembudidaya butir naga umumnya memakai tiang panjatanyang terbuat berdasarkan beton atau pipa PVC. Bentuk tiang panjatan sanggup persegi,bulat, segitiga atau bentuk yg lain sesuai dengan kesukaan pembudidaya. Untuktiang panjatan yg berbentuk persegi dibuat menggunakan ukuran 10 centimeter x 10 cm,bentuk bulat dibuat menggunakan diameter 10 centimeter, dan bentuk segitiga dibuat denganpanjang sisi 15 cm. Tinggi tiang panjatan antara 1,5-2 meter. Jika jarak tanambuah naga 2,5 m x dua m dan setiap tiang panjatan ditanami 4 tumbuhan maka untuklahan selua 1 ha dibutuhkan kurang lebih 2.000 tiang panjatan dan 8.000 bibit buahnaga.
Tiang panjatan ditancapkan ke pada tanah dengankedalaman kurang lebih 50 cm agar tiang berdiri kokoh dan kuat menyangga tanaman .pada ujung tiang bagian atas diberi besi melingkar dengan diameter 30-60 cmberbentuk seperti stir mobil. Besi melingkar ini berfungsi sebagai tempatmenopang cabang serta anak cabang tanaman butir naga.
ØTiang panjatan bentukkelompok (double rowing)
Berbeda menggunakan tiang panjatan tunggal, model tiangpanjatan double rowing mirip dengan tiang buat menjemur sandang. Artinya, bisamerambatkan lebih berdasarkan satu tumbuhan butir naga. Tiang panjatan gerombolan lebihhemat dalam porto pembuatannya serta lebih efisien karena sanggup merambatkan banyaktanaman buah naga. Namun, kelemahan bentuk tiang panjatan misalnya ini adalahperawatan yang sulit lantaran cabang tanaman sanggup saling terkait satu sama laindan kurang tahan terhadap beban tumbuhan yang terlalu berat.
Dua butir tiang dihubungkan dengan dawai tebal sebagaipenyangga batang tumbuhan buah naga menggunakan jarak antar tiang 4 meter. Tiangterbuat dari semen cor berukuran minimal 15 centimeter x 15 cm dan tinggi dua-2,5 meter,termasuk bagian yang terpendam di dalam tanah 50 centimeter. Tiang usahakan diberipenguat menurut besi supaya nir miring waktu menopang beratnya sulur flora buahnaga. Pada ujung tiang dipasang palang berdasarkan besi, melintang sepanjang 50-60 cmyang menyatu dengan tiang beton.

ØPengolahan Lahan DanPemupukan Dasar
Pada sistem panjatan tunggal, pengolahan tanah hanyadilakukan disekitar tiang panjatan saja. Buat lubang tanam dengan berukuran 40 cmx 40 centimeter dengan kedalaman 30 centimeter di sekitar tiang panjatan. Masukkan media tanamke pada lubang tanam yg terdiri menurut campuran tanah, pupuk sangkar, danpasir/sekam bakar menggunakan perbandingan 1:1:1 Pada sistem panjatan gerombolan (double rowing) pengolahan tanah dilakukan pada semua alur penanaman diantaradua tiang betong yang telah dipersiapkan. Alur dibuat sepanjang 4 m denganlebar galian 40-60 centimeter. Arah alur sinkron menggunakan arah kawat pengikat btg,yaitu diantara 2 tiang betong. Kemudian media tanam ditebar merata ke dalamalur yang telah dibuat. Komposisi media tanama yang dipakai pada satu aluradalah 20 kg tanah top soil, 20 kg pupuk sangkar, dan 20 kg sekam bakar. Adukbahan tersebut sampai merata lalu dimasukkan ke dalam lubang alur. Setelahsemua media dimasukkan ke pada alur kemudian dilakukan penyiraman dalam mediahingga basah.
2.4Pembibitan

Sebelummelakukan penyetekan harus dipiliha btg atau cabang tumbuhan yg baik,sehat, tua, dan telah pernah berbuah paling tidak tiga-4 kali. Keberhasilan stekditentukan sang calon btg yang digunakan. Batang yang pernah berbuahpertumbuhannya akan cepat, kokoh, serta mudah membangun tunas. Sedangkan batangatau cabang yg masih muda mengandung banyak air sehingga lebih rentanterserang penyakit. Pilihlah btg atau cabang yg tua, sehat, berwarna hijaugelap dengan ukuran panjang ideal minimal 30 centimeter. Batang atau cabang yangmemenuhi kriteria tersebut akan lebih cepat tumbuh dan mengeluarkan tunas baru.
Stek ditanampada polibag yg sudah diisi media dengan komposisi 1 tanah, 1 pupuk sangkar,serta 1 sekam bakar. Polybag diletakkan pada atas bedengan yg sudah disiapkandengan jarak 20 cm x 20 cm. Bedengan dibentuk dengan lebar 100 centimeter. Langkahselanjutnya tempat persemaian ditutup dengan plastik sungkup transparan denganditopang menggunakan bambu yang dipasang melengkung. Selama pembibitan kondisimedia harus dijaga agar nir kekeringan. Tunas baru
2.5Penanaman

Setelahtanah serta tiang panjatan dibuat, bibit yang telah siap harus segera ditanam dilahan. Penanaman harus dilakukan menggunakan hati-hati. Penanaman yang tidak benarakan menyebabkan bibit stress serta pertumbuhannya terhambat. Perhatikan padasaat penanaman media dalam polybag jangan hingga pecah karena akan membuatbibit kesuliatan beradaptasi dampak mengalami kerusakan akar. Selain itu,kedalaman penanaman idealnya 20% dari panjang bibit. Penanaman yg terlaludalam akan menciptakan bibit mudah terserang penyakit busuk batang.
Teknispenanaman sistem tiang panjat tunggal tidak sinkron dengan penanaman dalam sistemtiang panjat berkelompok. Pada penanaman sistem tiang panjatan tunggaldilakukan dengan jarak tanam 10 cm dari tiang panjatan. Keempat stek ditanammengelilingi tiang panjatan. Ikat keempat bibit tadi pada tiang panjatanmenggunakan tali yang lunak supaya bibit nir mudah jatuh. Lakukan pengikatandengan hati-hati, jangan terlalu bertenaga sehingga menyebabkan batang tanamanterluka. Batang tumbuhan yg terluka akan gampang terserang penyakit, terutamabusuk batang. Lakukan penyiraman setelah penanaman terselesaikan.
2.6 Pemeliharaan Tanaman BuahNaga

ØPengairan
Pada dasarnya flora butir naga nir membutuhkanirigasi spesifik. Umunya pengairan dilakukan menggunakan sistem tadah hujan. Olehkarena akarnya yang sangat lebat, sehingga buah naga tahan terhadap kekeringan.tetapi butir naga tetap memerlukan air yg relatif selama pertumbuhannya.kekurangan air selama fase vegetatif bisa menciptakan tanaman layu serta sulitbertunas.
ØPenyulaman tanaman
Penyulaman adalah aktivitas mengganti tumbuhan yangmati ditimbulkan lantaran agresi hama, penyakit, atau sebab lain. Tujuan berdasarkan penyulamanyaitu agar tanaman sanggup berproduksi optimal serta efisiensi huma tetap tinggi.penyulaman dilakukan dalam umur 7 hari sehabis tanam hingga flora berumur 2bulan.
ØPengikatan batang ataucabang
Pengikatan dilakukan setiap 20-25 cm ke tiangpanjatan. Tali pengikat bisa memakai tali rafia atau tali lunak lainnyadengan membangun angaka 8. Pengikatan jangan terlalu kencang supaya btg ataucabang nir terjepit yang dapat mengakibatkan luka atau bahkan patah. Selainitu tujuan pengikatan juga buat mempermudah akar udara menempel pada tiangpanjatan sehingga memperkokoh posisi tanaman .
ØPemupukan susulan
Oleh karena itu, perlu diberi pupuk susulan atau pupuktambahan. Pada budidaya butir naga menggunakan sistem organik pemberian pupuktambahan dilakukan memakai pupuk kandang atau bahan organik lain yg sudahdifermentasi. Dosis anugerah pupuk organik sebesar 2-5 gram/tanaman dalam fasevegetatif serta 5-10 gr/tumbuhan dalam fase generatif. Frekuensi pemberian pupukdilakukan dua bulan sekali. Pupuk diberikan menggunakan cara menggali lubangdisekitar tanaman , jangan terlalu dekat menggunakan batang lantaran bisa melukai akartanaman, lalu ditaburkan serta segera ditutup dengan tanah. Setelah semuapupuk ditutup dengan tanah, lakukan penyiraman agar pupuk mudah bereaksi danterserap oleh akar tanaman .
ØPemangkasan
Pemangkasan tumbuhan bertujuan buat memperoleh bentukyang baik sehingga menunjang pertumbuhan yg baik. Selain itu, pemangkasanjuga bertujuan buat membuang bagian flora yg nir produktif misalnya cabangyang kerdil atau kurus. Batang atau cabang yang tidak produktif akan menghambatpembentukan tunas baru dan butir lantaran berkompetisi dengan batang produktifdalam memperoleh hara.
ØSeleksibunga serta buah
Tanaman yang sudah mulai berbungan ditandai denganmunculnya bunga dalam cabang produktif. Biasanya akan muncul lebih berdasarkan satubunga. Oleh karena itu, seleksi bunga dilakukan saat bunga masih mini ,sehingga nutrisi nir digunakan buat perkembangan bunga yang dibuang. Pilih2-3 bunga yang paling besar , sehat, berwarna cerah, serta segar dalam setiapcabang produktif dengan jarak antar bunga kurang lebih 30 centimeter.
2.6Pengendalian Hama serta Penyakit

ØTungau (Tetranycus sp.)
Tungau ukuran sangat mini dengan bentuk menyerupailaba-laba dan bersifat polyfag, yaitu menyerang hampir segala jenis tumbuhan.serangga dewasa berukuran sekitar 1 mm serta aktif pada siang hari. Siklushidup tungau berkisar antara 14-15 hari. Tungau menyerang tumbuhan buah nagadengan cara menghisap cairan batang serta cabang. Akibatnya dipermukaan kulitbatang atau cabang flora yg terserang timbul bintik-bintik kuning ataucokelat. Serangan yang berat akan mengakibatkan flora butir naga tumbuh nir normal.
Pengendalian tungau sanggup dilakukan menggunakan penyemprotanpestisida nabati tiga-4 hari sekali, misalnya nimba, tagetes, eceng gondok, ataurumput bahari. Untuk memulihkan flora yg terserang tungau diberikan nutrisitanaman organik, baik melalui akar, dengan cara dikocor, maupun melalui tubuhtanaman, dengan cara disemprot.
ØKutu Kebul (Bemisia tabaci)
Salah satu hama primer dalam budidayabuah naga adalah kutu kebul. Imago serangga dewasa berukuran 1-1,5 mm, berwarnaputih, dan sayapnya ditutupi lapisan lilin yg bertepung. Serangga dewasabiasanya berkelompok pada permukaan bagian bawah cabang. Jika flora disentuhbiasanya serangga akan beterbangan seperti kabut atau kebul putih. Gejalaserangan kutu kebul dalam tumbuhan butir naga ditandai menggunakan adanya bercaknekrotik akibat rusaknya sel-sel serta jaringan flora pada btg atau cabangyang terserang. Ekskresi kutu kebul berupa madu yang adalah media tempattumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan prosesfotosintesis berlangsung tidak normal. Selain kerusakan eksklusif dalam flora,kutu kebul merupakan serangga yang sangat berbahaya karena berperan sebagaivektor penular virus tumbuhan. Kerugian akibat agresi kutu kebul dapatmencapai 20-100%. Hingga waktu ini, tercatat sebesar 60 jenis virus yangberpotensi ditularkan oleh kutu kebul.
Pengendalian hama kutu kebul dapatdilakukan secara kultur teknis, yaitu menggunakan menerapkan metode strip-plantingyaitu penerapan tumbuhan perangkap. Tanaman perangkap sanggup ditanam mengelilingiareal budidaya buah naga sehingga membentuk pagar yg kedap. Beberapa tanamanyang efektif digunakan menjadi perangkap kutu kebul antara lain, jagung, bungamatahai, kacang panjang, dan buncis. Selain penerapan strip planting,pengendalian gulma juga wajib dilakukan secara rutin. Gulma sangat berpotensisebagai inang kutu kebul.
ØBusuk Pangkal Batang
Penyakit busung pangkal btg biasanya menyerang padasaat awal penanaman. Gejala serangan ditandai dengan adanya pembusukan padapangkal btg sebagai akibatnya mengakibatkan batang berair serta berwarna kecokelatan.pada wilayah terjangkit masih ada bulu-bulu putih halus yang adalah miseliumcendawan. Penyakit ini disebabkan oleh agresi cendawan Sclerotium rolfsiiSacc. Serta lebih sering menyerang tanaman dalam waktu cuaca lembab.
Upaya pengendalian bisa dilakukan dengan pengaturandrainase serta kelembaban dalam ketika musim hujan. Penyemprotan flora menggunakanpestisida botani, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah.bahan-bahan tadi direbus dan disemprotkan pada tanaman . Upaya lain yangbisa dilakukan adalah menggunakan pemanfaatan agensia hayati, misalnya Trichoderma sp. Serta Gliocldium sp.
ØBusuk Bakteri
Serangan penyakit ini desebabkan sang infeksi bakteriPseudomonas sp. Gejala flora yg terjangkit penyakit busuk bakteri ditandaidengan adanya pembusukan pada pangkal batang, masih ada lendir putih kekuninganpada wilayah serangan, dan tanaman tanpak kusan serta layu.
Pengendalian terhadap agresi bakteri ini dilakukandengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, pemugaran drainase buat mencegahadanya genangan air, pencabutan flora terjangkit dan tanah disekitar titiktanam dibuang jauh menurut areal budidaya. Usahakan pembuangan tanah tersebutjangan hingga tercecer. Lubang bekas titik tanam ditaburi dengan kapur agar pHtanah lokal semakin tinggi. Penyemprotan tumbuhan memakai pestisida botani,seperti daun serai, bawang putih, kunyit, dan bawang merah. Bahan-bahantersebut direbus serta disemprotkan pada tanaman . Upaya lain yg mampu dilakukanadalah menggunakan pemanfaatan agensia biologi, misalnya Trichoderma sp. Serta Gliocldium sp.
2.7Panen

Ciri-Ciribuah naga siap panen :

Umur butir semenjak telah mencapai 50-55 hari setelahmuncul bunga; Warna kulit butir mengkilat dengan sisik berubah menurut hijaumenjadi kemerahan; Mahkota buah telah mengecil;Kedua pangkal buah keriput dankering; Bentuk buah bundar paripurna serta akbar dengan bobot diperkirakan 400-600g.

III.KESIMPULAN
Adapun kesimpilan adlah sebagi berikut ;
1.tanaman butir naga merupakan tanamnobat0obatan yg sangat baik dikonsusi tubuh, ketersediaanya masih terbatas danharganyanmasih tinggi.

2.budidaya flora buah naga tidak rumitdan dapt memberikan pendapatan yg lebih serta dapat menaikkan pendapatanpelaku utama.

RESEP IKAN LELE MASAK KUAH SANTAN BUMBU KUNING PEDAS

Ikan lele adalah keliru satu ikan hasil budidaya yang sangat cocok dimasak menggunakan kuah santan bumbu kuning yang pedas. Rasa dagingnya yang manis serta teksturnya yg lembut menghasilkan cita rasa yang menarik hati kesukaan apabila dimasak menggunakan bumbu kuning yg pedas.

Masakan khas Indonesia (tradisional) seperti ini tentu sangat cocok dihidangkan sebagai pilihan menu makan siang juga makan malam. Tapi, apabila Counties memang sudah terbiasa makan pedas, masakan ini relatif digdaya membangkitkan kesukaan makan pada pagi hari.


Ingin mencoba sensasi kelezatannya? Coba buat sendiri di tempat tinggal ya. Simak baik-baik bahan serta bumbu apa saja yang diperlukan. Setelah itu, lanjut membaca tips dan cara mengolahnya.


Bahan ikan lele masak kuah santan bumbu kuning pedas:
1. Lima ekor ikan lele (setara sekitar 500 gr), bersihkan.
2. 0,5 liter santan kental yang dibentuk dari 0,5 buah kelapa.
3. Minyak sayur secukupnya buat menumis dan menggoreng.

Bumbu marinasi buat menggoreng ikan lele:
1. 1 sdt air jeruk nipis.
2. 1 sendok teh garam.
3. 0,125 sdt lada putih bubuk.

Bumbu:
1. Dua siung bawang putih, iris tipis.
2. 4 siung bawang merah, iris tipis.
3. 2 lembar daun salam.
4. Lengkuas seukuran 2 sentimeter, dimemarkan.
5. Jahe seukuran dua sentimeter, dimemarkan.
6. Garam, gula merah yang sudah disisir, serta lada putih bubuk secukupnya.
7. Dua buah cabe merah keriting, iris tipis.
8. 5 buah cabai rawit, iris tipis.

Bumbu kuning (dihaluskan):
1. 3 siung bawang putih.
2. Lima siung bawang merah.
3. 4 butir kemiri yg sudah disangrai.
4. Kunyit seukuran dua sentimeter yang sudah dibakar.

Pelengkap:
1. 10 buah cabai rawit merah utuh.
2. 2 sdm bawang merah goreng buat taburan.


Tips:
1. Pastikan ikan lele yg digunakan masih dalam syarat segar.
2. Jumlah dan jenis cabai yang dipakai boleh diadaptasi selera.
3. Selain menggunakan santan segar, Counties juga sanggup menggunakan santan instan.

Cara membuat ikan lele masak kuah santan bumbu kuning pedas:
1. Balur ikan lele yang telah dibersihkan menggunakan bumbu marinasi, pisahkan selama 10 mnt.
2. Panaskan minyak sayur buat menggoreng.
3. Masukkan ikan lele yang telah dimarinasi ke pada minyak sayur panas, goreng sambil dibolak-balik hingga matang dan bagian luarnya kemarau, angkat, tiriskan, sisihkan.
4. Panaskan 3 sdm minyak sayur buat menumis.
5. Tumis irisan bawang putih dan bawang merah hingga harum.
6. Tambahkan bumbu kuning yang telah dihaluskan, tumis hingga harum.
7. Tambahkan daun salam, lengkuas, jahe, dan irisan cabe, tumis hingga layu, harum, dan bumbu kuning matang.
8. Tuangkan santan, masak sembari diaduk perlahan sampai mendidih.
9. Tambahkan garam, gula merah, lada putih bubuk, dan tambahkan ikan lele yg tersebut telah digoreng serta cabai rawit utuh, masak sambil diaduk perlahan sampai meresap, kuah santan mengental, dan meletup-letup, angkat.
10. Pindah ke wadah saji, taburkan bawang merah goreng, ikan lele masak kuah santan bumbu kuning pedas telah siap dinikmati. Simak jua resep ikan asap sambal bawang: pedasnya nampol atau resep mangut ikan juwi oven spesial.

Resep ikan lele masak kuah santan bumbu kuning pedas ini cukup buat 5 porsi.

RESEP IKAN BAWAL GORENG BUMBU BAWANG KETUMBAR SPESIAL

Ikan bawal memang menawarkan sensasi cita rasa tersendiri. Rasa gurihnya tidak bisa dibandingkan dengan aneka ikan bahari juga ikan budidaya air payau juga air tawar. Pokoknya, spesial banget.
Tak heran apabila ikan ini banyak pula penyukanya. Meski, dimasak dengan teknik dan bumbu yg simple. Seperti yang resepnya bakal dibahas pada kesempatan ini.

Ya, resep ikan bawal goreng bumbu bawang ketumbar khas. Simak baik-baik buat menerima hasil yg memuaskan.
Bahan buat mengolah ikan bawal goreng bumbu bawang ketumbar spesial :
1. 500 gram ikan bawal, dibersihkan, kemudian dikerat.
2. 25 ml air putih.
3. Minyak sayur secukupnya untuk menggoreng.
Bumbu bawang ketumbar buat memasak ikan bawal goreng khas:
1. Lima siung bawang putih.
2. Garam dan lada putih secukupnya.
3. 1 sdt ketumbar yg sudah disangrai.
Tips:
1. Sebelum dimasak, balur ikan bawal menggunakan air jeruk nipis atau lemon untuk mengurangi bau amis.
2. Sebagai pelengkap, Anda mampu menghidangkan ikan bawal goreng ini bersama aneka sambal sinkron selera. (ini referensinya: resep sambal kemangi spesial atau resep sambal bawang super pedas).
Cara memasak ikan bawal goreng bumbu bawang ketumbar khas:
1. Haluskan seluruh bumbu yg sudah disiapkan.
2. Larutkan dengan air putih.
3. Gunakan buat membumbui ikan bawal yang sudah dikerat, diamkan selam 15 mnt.
4. Panaskan minyak sayur buat menggoreng.
5. Masukkan ikan bawal yg telah dibumbui ke dalam minyak sayur panas, goreng hingga matang, angkat, tiriskan.
6. Pindah ke wadah saji, ikan bawal goreng bumbu bawang ketumbar spesial sudah siap dinikmati.
Resep ikan bawal goreng bumbu bawang ketumbar spesial ini setara buat 4 porsi.

BUDIDAYA JAHE

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Jahe termasuk pada suku temu-temuan(Zingiberaceae), sefamili menggunakan temu-temuan lainnya seperti temu komedi (Cucumaxanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica),kencur (Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) serta lain-lain.
Jahe juga lazim dipakai sebagaiherba obat dan bahan bumbu kuliner. Jahe mengandung komponen senyawa yangbertanggungjawab atas sensasi panas serta juga aroma khas waktu rimpangnyadimemarkan. Jahe tidak hanya berfungsi menjadi bumbu dan bahan obat, di beberapawilayah tertentu, jahe bahkan dipakai sebagai pestisida organik yg ampuhmengusir hama. Jahe memang memiliki beragam khasiat, menjadi tumbuhan obat, jaheberfungsi buat karminatif (peluruh kentut), anti-muntah, pereda masuk angin,melebarkan pembuluh darah, anti-rematik dan masih banyak lagi lainnya.mencermati beragam manfaat jahe ini, sangat masuk akal bila komoditi yang satu inidijadikan galat satu flora primer petani.
1.2Tujuan

Adapuntujuan merupakan sebagi berikut :
1.untukmenjadi prtunjuk teknis bagi pelak utama dan keluarganya dalam melakukanbudidaya jahe.
2.uttukdapat merubah produksi jahe sebagai lebih optimal kwalitas serta kwantitasnya dandpat merubah pendapatan pelaku uatama dan keluarganya.
II.BUDIDAYA  JAHE

2.1 Syarat Tumbuh

Tanaman jahe membutuhkan curah hujanrelatif tinggi, yaitu antara dua.500-4.000 mm/tahun. Pada umur 2,5 sampai 7 bulanatau lebih tanaman jahe memerlukan intensitas cahaya surya 70 - 100%. Dengankata lain penanaman jahe usahakan dilakukan pada loka terbuka sehinggamendapat sinar mentari sepanjang hari. Suhu udara optimum budidaya tanamanjahe antara 20-35 oC.
Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanahsubur, gembur serta poly mengandung humus. Tekstur tanah yang baik adalahlempung berpasir, liat berpasir serta tanah laterik. Tanaman jahe bisa tumbuhpada keasaman tanah (pH) sekitar 4,tiga-7,4. Namun keasaman tanah (pH) optimumuntuk jahe gajah merupakan 6,8-7,0. Jahe tumbuh baik di daerah tropis dansubtropis dengan ketinggian 0 - dua.000 m dpl. Di Indonesia pada biasanya ditanampada ketinggian 200 - 600 m dpl.

2.dua Pembibitan

ØPersyaratan Bibit Jahe

Bibit berkualitas merupakan bibit yangmemenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh tinggi), danmutu fisik. Mutu fisik merupakan bibit bebas hama dan penyakit. Rimpang untukdijadikan benih, sebaiknya mempunyai 2 - tiga bakal mata tunas dengan bobotsekitar 25 - 60 g buat jahe putih besar , 20 - 40 g buat jahe putih kecil danjahe merah. Kebutuhan benih per ha buat jahe putih besar (panen tua)membutuhkan benih dua - 3 ton/ha serta lima ton/ha untuk jahe putih besar panen muda.sedangkan jahe merah dan jahe emprit 1 – 1,5 ton.

ØTeknik Penyemaian Bibit

Untuk mendapatkan pertumbuhan tanamanseragam, bibit jangan pribadi ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan.penyemaian bibit bisa dilakukan menggunakan peti kayu atau ditaruh pada atasbedengan.

ØPenyemaian dalam bedengan

Buat rumah penyemaian sederhana ukuran10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Buatbedengan menurut tumpukan jerami setebal 10 centimeter. Rimpang bakal bibit disusun padabedengan jerami kemudian ditutup jerami, diatasnya diberi rimpang tutup denganjerami, demikian seterusnya, sebagai akibatnya didapatkan 4 susunan lapis rimpang denganbagian atas berupa jerami. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan denganpenyiraman setiap hari serta sekali waktu disemprot menggunakan fungisida. Setelah 2minggu, umumnya rimpang telah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidakterbawa bibit berkualitas rendah. Bibit output seleksi itu dipatah-patahkandengan tangan serta setiap potongan mempunyai tiga-5 mata tunas serta beratnya 40-60gram.

ØPenyiapan Bibit

Sebelum ditanam, bibit harus dibebaskandari ancaman penyakit menggunakan cara bibit tadi dimasukkan ke pada karung dandicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Kemudian bibit dijemur 2-4jam, barulah ditanam.


2.tiga Persiapan Lahan Budidaya Jahe

ØPembentukan Bedengan DanPemupukan Dasar

Untuk memudahkan pemeliharan sekaligusuntuk encegah terjadinya genangan air, sebaiknya tanah diolah menjadibedengan-bedengan engan berukuran tinggi 20-30 cm, lebar 80-100 centimeter, sedangkanpanjangnya disesuaikan menggunakan kondisi lahan. Penanaman jahe dengan sistembedengan juga bertujuan buat memudahkan serangan patogen, karena kelembabantanah sanggup dijaga dengan membuat pari-parit. Pemupukan dasar diberikanbersamaan dengan pembuatan bedengan memakai pupuk kandang yang sudahdifermentasi sebesar 40 ton/ha dan NPK 15-15-15 sebesar 1,lima ton/ha. Akanlebih baik apabila dibubuhi dengan agensia biologi misalnya Trichoderma sp. dan Gliocladiumsp. buat mencegah serangan bakteri maupun cendawanpatogen. Pemberian humat serta fulvatakan berfungsi sebagai pembenah tanah, sebagai akibatnya serapan unsur hara sang tanamanjahe bisa optimal.
Pengapuran dilakukan pada saatpembentukan bedengan. Pada tanah menggunakan pH rendah, sebagian akbar unsur-unsurhara didalamnya, Terutama fosfor (p) serta kalsium (Ca) pada keadaan tidaktersedia atau terikat oleh ion-ion tanah. Kondisi tanah yg masam ini dapatmenjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp danpythium sp. Pengapuran pula berfungsi menambah unsur kalium yang sangatdiperlukan flora buat mengeraskan bagian tumbuhan yang berkayu, merangsangpembentukan bulu-bulu akar, mempertebal dinding sel butir serta merangsangpembentukan biji.

2.4Penentuan Pola Tanaman

Pembudidayaanjahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai relatif rasional,karena bisa memberikan produksi tinggi. Namun pada daerah, pembudidayaan tanamanjahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkankerugian. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tumbuhan lain mempunyaikeuntungan-keuntungan menjadi berikut : Mengurangi kerugian yang disebabkannaik turunnya harga. Menekan porto kerja, misalnya: tenaga kerja pemeliharaantanaman. Meningkatkan produktivitas huma. Memperbaiki sifat fisik danmengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu).
Praktek dilapangan, terdapat jahe yang ditumpangsarikan dengan sayursayuran, seperti ketimun,bawang merah, cabai rawit, buncis serta lain-lain. Ada pula yang ditumpangsarikandengan palawija, misalnya jagung, kacang tanah serta beberapa kacang-kacanganlainnya.

ØPembuatan Lubang Tanam

Untukmenghindari pertumbuhan jahe yang buruk, karena syarat air tanah yg jelek,maka usahakan tanah diolah sebagai bedengan-bedengan. Selanjutnya buatlubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7,lima centimeter buat menanam bibit.

ØCara Penanaman

Cara penanaman dilakukan dengan caramelekatkan bibit rimpang secara rebah ke pada lubang tanam atau alur yangsudah disiapkan. Jarak tanam yang dipakai buat penanaman jahe putih besaryang dipanen tua adalah 80 centimeter x 40 cm atau 60 centimeter x 40 centimeter, jahe putih mini danjahe merah 60 centimeter x 40 cm.

2.lima PemeliharaanTanaman Jahe

ØPembubunan

Tanaman jahe memerlukan tanah yangperedaran udara dan air dapat berjalan menggunakan baik, maka tanah harusdigemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan buat menimbun rimpang jahe yangkadang-kadang timbul ke atas bagian atas tanah. Jika flora jahe masih muda,cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun menggunakan jarak sekitar 30cm. Pertama kali dilakukan pembumbunan dalam saat tumbuhan jahe berbentuk rumpunyang terdiri atas tiga-lima anakan, biasanya pembubunan dilakukan dua-3 kali selama umurtanaman jahe. Tetapi tergantung pada syarat tanah serta banyaknya hujan.

ØPemupukan Susulan

Tanaman jahe merupakan tanaman yangberumur panjang dibandingkan dengan flora cabe juga tomat. Pada dasarnyapupuk dasar yg diberikan telah mencukupi buat menopang pertumbuhan tanamantersebut. Akan tetapi pada budidaya jahe secara intensif perlu dilakukan upayauntuk meningkatkan output produksi yg signifikan. Oleh karena itu, pupuksusulan perlu diberikan dalam saat tanaman jahe berumur 2 – 3 bulan, 4 – 6bulan, dan 8 – 10 bulan menggunakan pupuk NPK 15-15-15 menggunakan takaran 20 gr pertanaman ditambah dengan pembenah tanah, misalnya asam humat dan asam fulvatuntuk membantu serapan unsur hara sang akar sebagai akibatnya pertumbuhan tanaman bisaoptimal.

ØPengairan serta Penyiraman

Tanaman Jahe tidakmemerlukan air yang terlalu banyak buat pertumbuhannya, akan namun pada awalpetumbuhannya tumbuhan jahe membutuhkan air yang relatif, sehingga saat memulaibudidaya jahe diusahakan penanaman pada awal trend hujan lebih kurang bulanSeptember.

2.7. Panendan Pasca Panen

Setelah semua proses selesai, petanitinggal menunggu masa panen. Langkah pemanenan tergantung dalam peruntukan jahe.untuk jahe bumbu, sudah bisa dipanen pada usia 4 bulan. Jika budidaya flora jahe ditujukan untukindustri orisinil pabrik, sebaiknya dipanen di usia 10 hingga 12 bulan. Cara memanenharus hati-hati, tanah dibongkar memakai alat seperti garpu atau cangkul.pastikan indera Anda tidak tentang rimpang jahe. Setelah dipanen, jahe disimpandi loka terbuka yg tidak




III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan merupakan menjadi berikut :
1.tanamanjahe adlah tanaman yg memiki komersil tinggi dan pada melakukan bididayanyatidak emerlukan perlakuan spesifik dan porto tidak banyak.

2.prospekpemasaran jahe sangat baik akrena jehe merupakan kebutuhan sehari-hari baikrumah tangga, pembuatan jame dan komestik danlai-lainnya.

RESEP IKAN & JAMUR KUKUS BUMBU TAUCO

Ikan dan jamur kukus bumbu tauco ini adalah salah satu resep peranakan yg sudah relatif populer di Indonesia. Bagaimana nir terkenal, rasa menurut olahan ikan dan jamur ini begitu lezat .
Jadi, tidak ayal bila mendapat loka pada hati rakyat Indonesia. Kalau Anda tertarik buat sanggup membuatnya sendiri pada tempat tinggal , pelajari resep ikan & fungi kukus bumbu tauco.

Bahan untuk memasak ikan & fungi kukus bumbu tauco:
1. 500 gram ikan.
2. 100 gram jamur kancing, pangkas dengan bentuk dan berukuran sinkron kesukaan.
3. 100 mililiter air putih.
4. Tiga utas daun bawang, pangkas dengan ukuran sinkron selera.
Bumbu yg harus disiapkan untuk memasak ikan & fungi kukus bumbu tauco:
1. 4 sdm tauco.
2. 2 siung bawang putih, dimemarkan, kemudian dicincang hingga lembut.
3. Jahe seukuran tiga sentimeter, potong bentuk korek barah.
4. Garam, gula pasir, dan lada putih serbuk secukupnya.
5. 1 sdt kecap ikan.
Tips:
1. Jenis ikan yang dipakai dapat diubahsuaikan selera. Boleh ikan bahari atau ikan hasil budidaya.
2. Sebelum dimasak, balur ikan dengan air jeruk nipis terlebih dahulu untuk mengurangi bau amis.
Cara memasak ikan & jamur kukus bumbu tauco:
1. Masukkan tauco ke pada nampan tahan panas.
2. Tambahkan garam, gula pasir, lada putih serbuk, kecap ikan, jahe, dan bawang putih, mixer hingga tercampur rata.
3. Masukkan ikan serta fungi, aduk hingga tercampur rata.
4. Tambahkan daun bawang.
5. Masukkan ke dalam panci pengukus ang sebelumnya telah dipanaskan, kukus hingga matang atau sekitar selama 40 menit, angkat.
6. Pindah ke wadah saji, ikan & fungi kukus bumbu tauco siap dinikmati.
Resep ikan & fungi kukus bumbu tauco ini relatif buat 4 porsi.

RESEP IKAN BAKAR RICA RICA SAMBAL KHAS MANADO

Siapa yg tidak kenal sambal spesial Menado yang satu ini. Ya, namanya sambal rica rica. Selain ayam, bebek, daging sapi, sambal ini jua kerap dijadikan sebagai bumbu utama buat memasak ikan bakar.
Nah, pada kesempatan ini CARA FLEXI akan menunjukkan resep ikan bakar rica rica (sambal khas Manado). Makanan khas Indonesia yang berasal dari Manado ini benar-sahih menarik hati kesukaan. Begini penjelasan selengkapnya.

Bahan untuk memasak ikan bakar rica rica (sambal spesial Manado):
1. 0,lima kilogram ikan, bersihkan belah tidak hingga putus. Kuasai dulu tips menghilangkan bau amis dalam ikan.
2. 200 ml air putih.
3. 4 sendok makan minyak sayur buat menumis.
Bumbu buat mengolah ikan bakar rica-rica (sambal spesial Manado):
1. Garam, gula pasir, dan lada putih bubuk secukupnya.
2. 1 butir tomat merah, potong bentuk dadu mini .
3. 1 sdm air asam jawa yg dibentuk berdasarkan 1 sendok teh asam jawa dan 1 sdm air putih.
4. 1 sdt gula merah yang sudah disisir.
5. 4 lembar daun jeruk, singkirkan tulang daunnya.
6. 2 btg serai, gunakan bagian putihnya, lalu dimemarkan.
Bumbu yang wajib ditumbuk kasar untuk memasak ikan bakar rica rica (sambal spesial Manado):
1. Dua siung bawang putih.
2. 8 siung bawang merah.
3. 6 butir cabai merah keriting.
4. 8 buah cabai merah besar .
5. Jahe seukuran 2 sentimeter.
Tips:
1. Jenis ikan yg digunakan boleh apa saja. Ikan baronang, tongkol, atau ikan output budidaya.
2. Jumlah cabe yang digunakan dapat disesuaikan selera.
3. Tidak disarankan memakai cabai hijau pada masakan ini.
4. Sebelum dimasak, balur ikan dengan air jeruk nipis buat mengurangi bau amis.
Cara memasak ikan bakar rica rica (sambal spesial Manado):
1. Panaskan minyak sayur buat menumis.
2. Tumis bumbu yang sudah ditumbuk kasar bersama tomat merah, serai, serta daun jeruk hingga harum serta matang.
3. Masukkan ikan, aduk rata perlahan hingga tercampur homogen.
4. Tuangkan air putih dan masukkan garam, gula pasir, dan lada putih serbuk, masak hingga meresap, angkat.
5. Bakar ikan sembari dioles residu bumbu hingga berubah warna, angkat.
6. Pindah ke wadah saji, ikan bakar rica rica (sambal khas Manado) siap dinikmati.
Sebagai pelengkapnya, Anda sanggup menikmati makanan khas Manado ini beserta kerupuk. Jika ingin membuat sendiri, ini referensinya:
1. Terkuak! Resep kerupuk atom (bundar ) ikan tenggiri renyah legit enak.
2. Stop beli kerupuk bawang, resep dan cara membuatnya terdapat pada sini.

Resep ikan bakar rica rica (sambal spesial Manado) ini setara buat 4 porsi.

SEJARAH DI BALIK DAUN SIRSAK

1.PENDAHULUAN

            Sirsak, nangka Belanda,atau durian Belanda (Annonamuricata L.) adalahtumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, AmerikaTengah dan Amerika Selatan. Di berbagai wilayah Indonesiadikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangkawalanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura),srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durioulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau),dan jambu landa (di Lampung, "Nangko Belando" (Palembang). Penyebutan"Belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (menurut bahasaBelanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan olehpemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara,yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan dari berdasarkan Eropa.
            Tanaman ini ditanamsecara komersial untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini bisa tumbuh disembarang loka, paling baik ditanam di wilayah yg cukup berair. Nama sirsaksendiei asal menurut bahasa Belanda Zuurzakyang berarti kantung yg asam. Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. DiIndonesia sirsak dapat tumbuh menggunakan baik pada ketinggian 1000 m menurut permukaanlaut.
            Buah sirsak bukan buahsejati, yang ukurannya cukup besar sampai 20-30cm menggunakan berat mencapai 2,lima kg.yang dinamakan "buah" sebenarnya merupakan formasi buah-butir (buahagregat) dengan bijitunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Daging buahsirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam. Buah ini seringkali digunakanuntuk bahan baku juz minuman serta es krim. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat,terutama fruktosa.kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1dan vitaminB2 yang relatif poly. Bijinya beracun, serta bisa dipakai menjadi pestisida alami,sebagaimana biji srikaya.
            Buah sirsak memangmenawarkan aneka macam kandungan positif bagi kesehatan manusia, mulai daribuahnya, daunnya, bahkan pohonnya. Telah poly diketahui bahwa butir sirsakbanyak mengandung vitamin C, kandungan serat serta nutrisi krusial lainnya banyakterkandung pada butir yg poly ditemui di negara Tropis ini. Indonesiamerupakan keliru satu negara yang memiliki pohon sirsak yg banyak. Tapiternyata pemanfaatannya hanya sebatas pada buahnya saja, ini karena kurangnyapengetahuan tetang manfaat daun sirsak.
            Daun sirsakternyata mengandung poly manfaat buat bahan pengobatan herbal, dan untukmenjaga kondisi tubuh. Dibalik manfaatnya tersebut ternyata tidak lepas darikandungannya yg poly mengandung acetogenins, annocatacin, annocatalin,annohexocin,annonacin,annomuricin,anomurine,anonol,caclourine,gentisic acid,gigantetronin,linoleic acid,muricapentocin.   Kandungan senyawa ini adalah senyawayang banyak sekali manfaatnya bagi tubuh, sanggup sebagai obat penyakit atau untukmeningkatkan kekebalan tubuh.





2.SEJARAHDI BALIK DAUN SIRSAK

            Bangsa Belanda yangpertama kali membawa benih atau bibit sirsak ke Indonesia,meskipun flora ini asliny bukan dari dari Eropa tapi dari Karibia, AmerikaTengah dan Amerika Selatan. Annona muricata L. Nama latin menurut flora ini termasuk jenistanaman yg mempunyai akar kuat, mampu menghasilkan buah yg menyehatkan.keistimewaan yang dimiliki flora ini terletak pada daunnya yg luar biasa.      Seperti telah diketahui daun sirsak sangatluar biasa yakni mampu Mengganggu pertumbuhan bakteri, membantu menghambatmutasi gen, membantu menghambat per-kembangan virus, membantu menghambatper-kembangan parasit, membantu merusak per-tumbuhan tumor, membantumerileksasi otot, menjadi anti kejang, membantu meredakan nyeri, sanggup menekanperadangan, menurunkan kadar gula darah, menurunkan demam, menurunkan tekanandarah tinggi, menguatkan saraf, membantu menyehatkan jantung, membantumeningkatkan produksi asi pada itu hamil, membantu melebarkan pembuluh darah,membunuh cacing parasait, mengurangi stres, menguatkan pencernaan danmeningkatkan nafsu makan.
            Manfaat daun sirsakternyata 10.000 kali lebih kuat kandungan serta kemampuannya menurut kemoterapidalam mengobati kanker. Ini berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan,dalam masyarakat antik daun sirsak telah diketahui keuntungannya serta banyakdiguinakan buat mengobati penyakit. Sekitar tahun 1965, banyak sekali studipara ilmuwan mengambarkan ekstrak daun sirsak mempunyai khasiat yang lebih baikdari kemoterapi, bahkan ekstrak tersebut bisa memperlambat pertumbuhan kanker.
            Pada tahun 1976, National Cancer Institute di Amerika Serikat sudah melakukanpenelitian ilmiah serta hasilnya menyatakan batang serta daun sirsak efektifmenyerang dan menghancurkan sel-sel kanker. Ini lantaran kandungannya yg sangattinggi senyawa proaktif bagi tubuh, ini jarang ditemukan pada butir lainnya.
            Negeri Ginseng Korea jua tak kalahdalam perkara penelitian, sehabis melakukan penelitian mereka menemukan bahwaada satu senyawa kimia yg berperan selektif membunuh sel kanker usus besarserta 10.000 kali lebih berpotensi menjadi obat kemoterapiyang ditemukan dalam sirsak. Namun dibalik khasiatnya itu ternyata senyawa iniselektif memilih sel sasaran kanker sebagai akibatnya nir menghambat sel-sel yg sehat.
            Manfaat daun sirsaktelah diteliti juga baru-baru ini dalam sebuah studi, bahwa daun pohon sirsaksangat efektif buat kanker prostat, pankreas dan paru-paru.hasil penelitian ini ternyata sudah disimpan selama bertahun-tahun sejak zamandulu, tapi poly orang yang tidak mengetahuinya, entah karena faktor apa.bahkan dari 20 tes laboratorium mengenai manfaat daun sirsak yangdilakukan dari tahun 1970menunjukkan hasil yg luar biasa, daun sirsak memiliki khasiat yg sangatbaik, misalnya:
1)Menyerang sel-sel kanker secaraefektif karena tidak membahayakan sel yang sehat, serta nir mengakibatkan rasamual ekstrim, kehilangan berat badan dan rambut rontok;
2)Daun sirsak mempunyai targetyang efektif dan mampu membunuh sel-sel ganas bagi 12 jenis kanker, termasuk kankerusus besar, payudara,prostat, paru-paru dankankerpankreas;
3)Mampu menaikkan tenaga didalam tubuh --menambah stamina serta vitalitas--
4)Membantu menaikkan sistemkekebalan tubuh serta menghindari infeksi yang mematikan;
5)Mampu mencegah radikal bebas,serta masih banyak lagi khasiat lainnya.





3.DAUNSIRSAK SEBAGAI PESTISIDA NABATI

            Pertanian merupakan kegiatanpemanfaatan sumberdaya biologi yang dilakukan insan untuk menghasilakn bahan pangan,bahan standar industri, atau sumber tenaga serta buat mengelola lingkunganhidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumberdaya biologi yg termasuk pada pertanianbiasa dipahami orang menjadi budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasaInggris: crop cultivation), sertapembesaran hewan ternak (raising),meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorgaisme dan bioenzimdalam pengolahan bentuk lanjutan, misalnya pembuatan keju serta tempe, atausekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan, atau pendayagunaan hutan.
            Dalam budidaya tanaman , tentu adagangguan hama, atau makluk lain yg mengkategorikan menjadi organisme pengganggutanaman. Pencegahan serta pengendalian mudah sering memakai pestisidasintetis. Celakanya, penggunaan pestisida ini umumnya tanpa terdapat kontrol danbatasan sang si pengguna. Tentu saja penggunaan pestisida yg nir berwawasanlingkungan ini mengakibatkan impak negatif bagi lingkungan ekologis dankelangsungan hidup manusia.
            Alasan lain adalahbahwa Penggunaan pestisida sintetis yg hiperbola dan nir tepat dapatmenyebabkan efek negatif yg cukup berfokus, yaitu timbulnya resurgensi hama, outbreak (peledakan populasi) hamasekunder, serta pencemaran lingkungan hayati. Jika masih dibutuhkan pengendalianorganisme pengganggu flora (OPT) menggunakan menggunakan pestisida, maka dapatdipilih pestisida yang asal menurut bahan-bahan botani atau dikenal dengan namapestisida nabati.
            Secara ekonomisbila dibandingkan dengan pestisida kimia, biaya penggunaan pestisida nabatirelatif lebih murah. Selain itu pestisida botani relatif lebih mudah dibentuk dandidapat sang petani dengan kemampuan dan pengetahuan terbatas. Dari sisi lain,pestisida botani mempunyai keistimewaan yaitu bersifat mudah terurai di alamsehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif lebih kondusif bagi insan danternak peliharaan lantaran residunya gampang terurai. Kekurangan pestisida nabatiumumnya tidak eksklusif mematikan OPT target secara cepat.
            Daun sirsakmengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsakefektif mengendalikan hama thrips.jika ditambahkan daun tembakau dan sirsak akan efektif mengendalikan hamabelalang dan ulat. Sedangkan jika dibubuhi jeringau serta bawang putih akanefektif mengendalikan hama wereng coklat.
            Rimpang jeringau(bahasa Jawa: dlingo) mengandung bahan aktif arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metil eugenol yangjika dikombinasi menggunakan bahan aktif daun sirsak akan efektif mengendalikan hamawereng. Sedangkan tembakau mengandung bahan aktif nikotin yg apabila dikombinasidengan bahan aktif yang terkandung pada daun sirsak akan efektf mengendalikanhama ulat dan belalang.
            Dalam upayapengembangan pestisida botani tadi, beberapa hal yg perlu diperhatikanadalah: 1) Mudah didapat, bahan standar cukup tersedia, berkualitas, kuantitas dankontinuitas terjamin; dua) Mudah dibentuk ekstrak, sederhana dan pada saat yangtidak lama ; tiga) Kandungan senyawa pestisida harus efektif pada kisaran tiga-lima %bobot kemarau bahan; 4) Selektif; lima) Bahan yang dipakai mampu pada bentuksegar/kering; 6) Efek residunya singkat, namun cukup usang efikasinya; 7)Sedapat mungkin pelarutnya air (bukan senyawa sintetis); 8) Budidayanya gampang,tahan terhadap kondisi suhu optimal; 9) Tidak menjadi gulma atau inang hamapenyakit; 10) bersifat multiguna.



4.MEMBUAT PESTISIDA NABATIDAUN SIRSAK

           Pestisida botani adalah salah satu cara yg bisa dilakukan untukmengendali-kan hama tanpa bahan kimia. Penggunaan pestisida nabati jugadigunakan buat meminimalisir penggunaan bahan kimia yang bisa merusaklingkungan. Bahan-bahan alam yang paling menjanjikan prospeknya untukdimanftaatkan menjadi pestisida nabati ada pada tanaman -tumbuhan famili Meliaceae (misalnya mimba), Annonaceae (contohnya sirsak), Rutaceae, Asteraceae, Labiateae danCanellaceae.

4.1.pembuatan pestisida nabatidaun sirsak menjadi pengendali hama thrips

1)Tumbuk 100 lembar daun sirsak;
2)Rendam dalam lima liter air dantambahkan 15 gr deterjen;
3)Diamkan sehari semalam;
4)Saring larutan tersebut dengankain;
5)Encerkan setiap liter larutandalam 10 liter air;
6)Larutan semprot siap dipakai.
4.2.Cara pembuatan pestisidanabati daun sirsak + jeringau + bawang putih buat mengendalikan hama werengcoklat

1)Tumbuk halus segenggam daunsirsak, segenggam jeringau dan 20 siung bawang putih;
2)Rendam bahan-bahan tersebutdengan 20 liter air yang sudah dibubuhi 20 gr deterjen selama dua hari;
3)Saring larutan tadi dengankain;
4)Larutan tadi siapdigunakan.

4.tiga.Cara pembuatan pestisidanabati daun sirsak + daun tembakau buat mengendalikan hama belalang dan ulat

1)Ambil 50 lbr daun sirsak dansegenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus;
2)Rendam bahan–bahan tersebutdalam 20 liter air yg telah diberi 20 gram deterjen selama semalam;
3)Saring larutan tadi dengankain;
4)Larutan siap digunakan dandisemprot-kan ke flora.
            Dari beberapa hasilpenelitian dan ujicoba, larutan ekstrak daun sirsak sangat efektif digunakandengan perbandingan 1 : tiga waktu digunakan.

4.4.Hama yg dapat dibasmi pestisida botani daun sirsak

1)Macam-macam aphis
2)Wereng coklat (Nilaparvata)
3)Wereng hijau (Nephotettixvirescenns)
4)Wereng punggungputih (Sogatella furcifera)
5)Kutu sisik hijau (Coccusviridis)
6)Macam-macam ulat
7)Ulat tritip (Plutellaxylostella)
8)Lalat buah (Ceratitiscapitata)
9)Kumbang labu merah(Aulachopora foveicollis)
10)Kepik hijau
11)Hama kapas (Dysdercuskoeniglii).



4.5.Keuntungan Pestisida Nabati Daun Sirsak

            Dilihatdari konsep PHT pestisida botani mempunyai banyak laba atau keunggulantetapi pula masih poly  kelemahannyayang secara rinci diuraikan berikut ini. Menurut Stoll (1995),dibandingkan dengan pestisida sintetik pestisida nabati memiliki sifat yanglebih menguntungkan yaitu:
a)Mengurangi resikohama menyebarkan sifat resistensi,
b)Tidak mempunyai impak yang merugikan bagi musuh alami hama,
c)Mengurangi resikoterjadinya letusan hama ke 2,
d)Mengurangi bahayabagi kesehatan manusia dan ternak,
e)Tidak merusaklingkungan dan persediaan air tanah serta air bagian atas,
f)Mengurangiketergantungan petani terhadap agrokimia, dan
g)Biaya dapat lebihmurah; Bahan nabati mempunyai sifat yang menguntungkan lantaran daya racunrendah,
h)Tidak mendorongresistensi, gampang ter-degradasi, kisaran organisme target sempit,
i)Lebih akrablingkungan serta lebih sinkron dengan kebutuhan keberlangsungan usaha tani skalakecil.

            Pestisidanabati tidak mencemari lingkungan, lebih bersifat spesifik, residu lebih pendek dan kemungkinan berkembangnyaresistensi lebih kecil.

4.6.kelemahan Pestisida Nabati Daun Sirsak
            Pestisidanabati digunakan buat menghindari adanya bahan kimia yang akan terkontaminasipada flora. Akan tetapi, dalammenggunakan pestisida botani, terdapat beberapa kelemahan yang dapat mengurangipeminat masyarakat tani dalampemakaiannya.            Kelemahanpestisida nabati yang perlu kita ketahuiantara lain:
a)Karena bahan nabatikurang stabil gampang terdegradasi sang impak fisik, kimia juga biotikdari lingkungannya, maka penggunaannya memerlukan frekuensi penggunaan yanglebih banyak dibanding-kan pestisida kimiawi sintetik sehinggamengurangi aspek kepraktisannya
b)Kebanyakansenyawaorganik nabati tidak polar sehingga sukar larut di air karena itu diperlukanbahan pengemulsi
c)Bahan botani alamijuga terkandung dalam kadar rendah, sehingga buat mencapai efektivitas yangmemadai diharapkan jumlah bahan flora yg banyak
d)Bahan nabatihanya sinkron jika dipakai dalam tingkat bisnis tani subsisten bukan padausaha pengadaaan produk pertanian massal
e)Apabila bahanbioaktif terdapat pada bunga, biji, butir atau bagian flora yang muncul secaramusiman, mengakibatkan kepastian ketersediaannya yg akan sebagai kendalapengembangannya lebih lanjut
f)Kesulitan memilih dosis, kandungan kadar bahan aktif pada bahan nabatiyang dibutuhkan buat aplikasi pengendali-an di lapangan, sebagai akibatnya hasilnyasulit diperhitungkan sebelumnya.