PENGERTIAN ANALISIS ISI MENURUT PARA AHLI

Pengertian Analisis Isi Menurut Para Ahli
Analisis Isi kuantitatif memfokuskan risetnya pada isi komunikasi yang tersurat (tampak atau manifest). Lantaran itu tidak dipakai untuk mengetahui isi komunikasi yang tersirat (latent). Misalnya, mengapa surat informasi A memberitakan permasalahan Ambon lebih poly berdasarkan surat liputan lainnya, mengapa RCTI memberitakan info kenaikan BBM menggunakan program tidak selaras menggunakan TRANSTV, dan lainnya. Lantaran itu dibutuhkan suatu analisis isi yg lebih mendalam dan detail buat tahu produk isi media dan mampu menghubungkannnya menggunakan konteks sosial/realitas yg terjadi sewaktu pesan dibentuk. Karena seluruh pesan (teks, symbol gambar dan sebagainya adalah produk social serta budaya rakyat. Inilah yang pada sebut analisis isi kualitatif.

Althieide (1996:dua) mengatakan bahwa analisis isi kuantitatif disebut sebagai Ethnographic Contect Analysis (ECA), yaitu gugusan analisis isi objektif dengan observasi partisipan. Artinya, istilahnya ECA adalah periset beriteraksi menggunakan material – material dokumentasi atau lebih bahkan melakukan wawancara mendalam sebagai akibatnya pernyataan – peryataan yang spesifik bisa diletakkan dalam konteks yg sempurna ntuk dianalisis. Lantaran itu beberapa yang harus diperhatikan sang periset, yaitu :

1. Isi (content) atau situasi sosial seputar dokumen (pesan/teks) yng diriset. Misalnya, periset wajib mempertimbangkan faktor ideologi institusi media, latar belakang wartawan & bisnis, lantaran faktor – factor ini menentukan isi warta berdasarkan media tersebut.

2. Proses atau bagaimana suatu produk media/isi pesannya dikreasi secara actual serta diorganisasikan secara beserta. Misalnya bagaimana warta diproses, bagaimana format pemberitaan TV yg dianalisis tadi diadaptasi menggunakan eksistensi berdasarkan tim pemberitaan, bagaimana empiris objektif diedit ke dalam empiris media massa, serta lainnya.

3. Emergence, yakni pembentukan secara gradual/sedikit demi sedikit menurut makna sebuah pesan melalui pemahaman serta interpretasi. Di sini periset memakai dokumen atau teks buat membantu tahu proses serta makna menurut aktivitas – kegiatan sosial. Dalam proses ini periset akan mengetahui apa serta bagaimana si penghasil pesan dipengaruhi sang lingkungan sosialnya atau bagaimana si penghasil pesan mendentifikasikan sebuah situasi.
(Ida, 2001:148)

Sifat Analisis Isi
Analisis isi kuantitatif ini bersifat sistematis, analisis tapi tidak kaku misalnya pada analisis isi kuantitatif. Kategorisasi digunakan hanya menjadi guide, diperbolehkan konsep-konsep atau kategorisasi yg lain timbul selama proses riset.saat ini telah banyak metode analisis yang berpijak menurut pendekatan analisis isi kualitatif. Antara lain : analisis framing, analisis wancana, analisis tekstual, semiotik, analisis retorika, serta ideological criticism. Periset pada melakukan analisis bersikap kritis terhadap realitas yg ada dalam teks yg dianalisis.

Pendekatan kritis tersebut dipengaruhi sang pandangan Maxris yg melihat media bukanlah kesatuan yang netral, tetapi media dilihat menjadi indera kelompok dominant buat memanipulasi serta mengukuhkan kekuasaan menggunakan memarjinalkan grup yang tidak dominan. Pada dasarnya analisis isi kualitatif (kritis) memandang bahwa segala macam produksi pesan merupakan teks, seperti kabar, iklan, sinetron, lagu, serta symbol-simbol lain yang nir bias tanggal berdasarkan kepentingan – kepentingan oleh pembantu sang produsen pesan. Berita, contohnya bukanlah empiris sebenarnya. Berita adalah relalitas yang sudah diseleksi dan disusun dari pertimbangan-pertimbangan redaksi istilahnya diklaim “second-hand reality”. Artinya, terdapat factor-faktor subjektivitas awak media pada proses produksi warta. Karena itu fakta tau peristiwa adalah output kontruksi awak media.

Isi media, contohnya menurut Brian McNair (19994:39-58) bisa lebih ditentukan oleh : 
1. Kekuatan – kekuatan ekonomi dan politik (the political-economy approach).
2. Pengelolaan media menjadi pihak yg aktif pada proses produksi kabar (organizational approach).
3. Gabungan banyak sekali factor, baik internal media atau pun eksternal media (culturalist approach).

Sedangkan Pamela J. Shoemaker serta Stephen D Reese dalam buku Mediating the Massage : Theories of Infulences on Mass Media Contect (1996) memandang bahwa telah terjadi perseteruan dalam memaknai realitas dalam isi media. Pertarungan itu disebabkan sang aneka macam faktor, yaitu :
· Latar belakang awak media (wartawan, editor, kamerawan, serta lainnya)
· Rutinitas media (media routine), yaitu mekanisme dan proses penentuan keterangan. Misalnya, kabar output investigasi eksklusif akan tidak sinkron menggunakan yg pada beli menurut tempat kerja kabar.
· Struktur organisasi, bahwa media adalah formasi aneka macam jobdescriptions. Misalnya, bagian marketing bisa memengaruhi agar diproduksi isi media yang dapat dijual ke pasar.
· Kekuatan ekstramedia, yaitu lingkungan di luar media (social, budaya, politik, hokum, kebutuhan khalayak, kepercayaan , dan lainnya).
· Ideologi (misalnya ideology Negara).

Media Performance
Media performance diciptakan oleh McQuail pada tahun 1992. Media performance pernah dipakai dewan pers dalam riset tentang pemberitaan 28 surat berita di jawa pada tahun 2004. Alat ukur yang terdapat pada media performance di antaranya sebagai berikut: 

1. Faktual (Factualness)
Maint-point (apakah ada pencampuran antara keterangan dan opini), nilai warta (kedalaman kabar), kemudahan buat dipahami (readability), dapat tidaknya dikonfirmasi dengan asal liputan (checkability).

2. Keakuratan (Acuracy)
Verifikasi terhadap keterangan, relevansi sumber liputan, dan akurasi penyajian.

3. Kelengkapan isi keterangan (Completeness)
Mencangkup 5W+1H (what, who, where, why, when, how).

4. Relevansi (Relevance)
Proximity psikografis, proximity geografis, timeless, significance, prominence, dan magnitude (menggunakan kata lain, yg dimaksud relevan adalah berkaitan menggunakan nilai informasi).

5. Keseimbangan (Balance)
Ada atau tidak terdapat “source bias” (penampilan satu sisi pada penampilan, contohnya : tidak seimbang sumber beritanya), ada serta tidak “Slant” (kesamaan/kabar miring), dan ketidakseimbangan.

6. Neurality
Sensasional, junxtaposition (membandingkan dua hal yg tidak sebanding), serta lingkages (membandingkan 2 hal yg tidak relevan).

PENGERTIAN ANALISIS ISI MENURUT PARA AHLI

Pengertian Analisis Isi Menurut Para Ahli
Analisis Isi kuantitatif memfokuskan risetnya pada isi komunikasi yg tersurat (tampak atau manifest). Karena itu nir digunakan buat mengetahui isi komunikasi yang tersirat (latent). Misalnya, mengapa surat informasi A memberitakan konflik Ambon lebih poly berdasarkan surat berita lainnya, mengapa RCTI memberitakan isu kenaikan BBM dengan program berbeda dengan TRANSTV, serta lainnya. Karena itu diharapkan suatu analisis isi yang lebih mendalam dan lebih jelasnya untuk memahami produk isi media serta mampu menghubungkannnya menggunakan konteks sosial/realitas yg terjadi sewaktu pesan dibuat. Lantaran seluruh pesan (teks, symbol gambar serta sebagainya adalah produk social dan budaya warga . Inilah yg di sebut analisis isi kualitatif.

Althieide (1996:2) berkata bahwa analisis isi kuantitatif diklaim menjadi Ethnographic Contect Analysis (ECA), yaitu gugusan analisis isi objektif menggunakan observasi partisipan. Artinya, istilahnya ECA adalah periset beriteraksi dengan material – material dokumentasi atau lebih bahkan melakukan wawancara mendalam sehingga pernyataan – peryataan yang khusus bisa diletakkan dalam konteks yang tepat ntuk dianalisis. Karena itu beberapa yang wajib diperhatikan sang periset, yaitu :

1. Isi (content) atau situasi sosial seputar dokumen (pesan/teks) yng diriset. Misalnya, periset wajib mempertimbangkan faktor ideologi institusi media, latar belakang wartawan & bisnis, karena faktor – factor ini menentukan isi berita berdasarkan media tersebut.

2. Proses atau bagaimana suatu produk media/isi pesannya dikreasi secara actual serta diorganisasikan secara bersama. Misalnya bagaimana liputan diproses, bagaimana format pemberitaan TV yg dianalisis tersebut disesuaikan menggunakan eksistensi berdasarkan tim pemberitaan, bagaimana empiris objektif diedit ke dalam empiris media massa, dan lainnya.

3. Emergence, yakni pembentukan secara gradual/bertahap menurut makna sebuah pesan melalui pemahaman serta interpretasi. Di sini periset memakai dokumen atau teks buat membantu memahami proses serta makna menurut kegiatan – kegiatan sosial. Dalam proses ini periset akan mengetahui apa dan bagaimana si produsen pesan dipengaruhi oleh lingkungan sosialnya atau bagaimana si penghasil pesan mendentifikasikan sebuah situasi.
(Ida, 2001:148)

Sifat Analisis Isi
Analisis isi kuantitatif ini bersifat sistematis, analisis akan tetapi tidak kaku misalnya dalam analisis isi kuantitatif. Kategorisasi dipakai hanya menjadi guide, diperbolehkan konsep-konsep atau kategorisasi yg lain timbul selama proses riset.saat ini sudah poly metode analisis yang berpijak dari pendekatan analisis isi kualitatif. Antara lain : analisis framing, analisis wancana, analisis tekstual, semiotik, analisis retorika, dan ideological criticism. Periset pada melakukan analisis bersikap kritis terhadap empiris yang terdapat pada teks yg dianalisis.

Pendekatan kritis tadi dipengaruhi sang pandangan Maxris yang melihat media bukanlah kesatuan yg netral, namun media dicermati sebagai indera grup dominant buat memanipulasi serta mengukuhkan kekuasaan menggunakan memarjinalkan kelompok yg nir lebih banyak didominasi. Pada dasarnya analisis isi kualitatif (kritis) memandang bahwa segala macam produksi pesan merupakan teks, seperti berita, iklan, sinetron, lagu, dan symbol-simbol lain yang tidak bias tanggal menurut kepentingan – kepentingan oleh pembantu oleh penghasil pesan. Berita, contohnya bukanlah empiris sebenarnya. Berita adalah relalitas yang sudah diseleksi serta disusun menurut pertimbangan-pertimbangan redaksi istilahnya disebut “second-hand reality”. Artinya, terdapat factor-faktor subjektivitas awak media pada proses produksi kabar. Karena itu keterangan tau peristiwa merupakan output kontruksi awak media.

Isi media, misalnya berdasarkan Brian McNair (19994:39-58) bisa lebih dipengaruhi sang : 
1. Kekuatan – kekuatan ekonomi dan politik (the political-economy approach).
2. Pengelolaan media menjadi pihak yg aktif dalam proses produksi liputan (organizational approach).
3. Gabungan banyak sekali factor, baik internal media atau pun eksternal media (culturalist approach).

Sedangkan Pamela J. Shoemaker dan Stephen D Reese pada kitab Mediating the Massage : Theories of Infulences on Mass Media Contect (1996) memandang bahwa telah terjadi konflik pada memaknai realitas pada isi media. Pertarungan itu disebabkan oleh banyak sekali faktor, yaitu :
· Latar belakang awak media (wartawan, editor, kamerawan, serta lainnya)
· Rutinitas media (media routine), yaitu mekanisme serta proses penentuan berita. Misalnya, kabar hasil investigasi pribadi akan tidak selaras menggunakan yg di beli dari kantor keterangan.
· Struktur organisasi, bahwa media adalah deretan banyak sekali jobdescriptions. Misalnya, bagian marketing dapat memengaruhi agar diproduksi isi media yang dapat dijual ke pasar.
· Kekuatan ekstramedia, yaitu lingkungan pada luar media (social, budaya, politik, hokum, kebutuhan khalayak, agama, serta lainnya).
· Ideologi (contohnya ideology Negara).

Media Performance
Media performance diciptakan sang McQuail pada tahun 1992. Media performance pernah dipakai dewan pers pada riset mengenai pemberitaan 28 surat liputan pada jawa dalam tahun 2004. Indera ukur yg terdapat pada media performance di antaranya menjadi berikut: 

1. Faktual (Factualness)
Maint-point (apakah ada pencampuran antara kabar dan opini), nilai kabar (kedalaman warta), kemudahan buat dipahami (readability), bisa tidaknya dikonfirmasi menggunakan sumber fakta (checkability).

2. Keakuratan (Acuracy)
Verifikasi terhadap berita, relevansi sumber fakta, serta akurasi penyajian.

3. Kelengkapan isi kabar (Completeness)
Mencangkup 5W+1H (what, who, where, why, when, how).

4. Relevansi (Relevance)
Proximity psikografis, proximity geografis, timeless, significance, prominence, dan magnitude (dengan istilah lain, yang dimaksud relevan merupakan berkaitan menggunakan nilai keterangan).

5. Keseimbangan (Balance)
Ada atau nir ada “source bias” (penampilan satu sisi pada penampilan, misalnya : tidak seimbang asal beritanya), ada serta tidak “Slant” (kesamaan/fakta miring), dan ketidakseimbangan.

6. Neurality
Sensasional, junxtaposition (membandingkan dua hal yg tidak sebanding), serta lingkages (membandingkan dua hal yg nir relevan).

PENGERTIAN PERSEPSI MENURUT PARA AHLI

Pengertian Persepsi Menurut Para Ahli
Persepsi merupakan pengalaman mengenai suatu objek, insiden, atau interaksi-interaksi yang diperoleh menggunakan menyimpulkan fakta serta menafsirkan pesan. Persepsi artinya memberikan makna pada stimulasi inderawi (sensory stimuli). 

Persepsi merupakan proses internal yg kita lakukan buat memilih, mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan menurut lingkungan eksternal. Persepsi mencakup : Penginderaan (sensasi) melalui indera-indera alat kita (indera perasa, indera peraba, indera pencium, alat pengecap serta indera pendengar), Semua alat itu memiliki andil bagi berlangsungnya komunikasi manusia. Atensi atau perhatian adalah pemprosesan secara sadar sejumlah kecil warta dari sejumlah mini liputan yg tersedia. Informasi yang dihasilkan dari penginderaan, ingatan dan proses kognitif lainnya. Interpretasi adalah proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tidak bisa menggunakan symbol-simbol yg sama, baik secara stimulant (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal menjadi interpretasi berurutan), (Joyce Marcella Laurens, 2004 : 58). Proses terjadinya persepsi dapat dijelaskan menjadi berikut : objek menyebabkan stimulus dan stimulus tentang alat indera (reseptor). Proses ini merupajan proses fisik. Stimulus yg diterima sang alat alat diteruskan oleh saraf sensorik ke otak. Proses ini merupakan proses psikologis. Kemudian terjadilah proses di otak sebagai sentra kesadaran sehingga individu menyadari apa yg dipandang, apa yg didengar atau apa yg diraba. Proses ini merupakan proses terakhir menurut persepsi serta adalah persepsi yg sebenarnya. 

Respon menjadi akibat dari persepsi dapat diambil sang individu menggunakan berbagai macam bentuk. Stimulus mana yang akan mendapatkan respon dari individu tergantung dalam perhatian individu yang bersangkutan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi adalah hasil sebuah proses seleksi, organisasi serta interpretasi (citra) yang terstimuli oleh objek melalui indera-alat manusia. 

Masyarakat
Ahli sosiologi menyampaikan, suatu masyarakat bisa dikatakan bila anggota-anggota suatu kelompok, bisa hayati beserta sedemikian rupa sebagai akibatnya mencicipi bahwa gerombolan tadi bisa memenuhi kepentingan- kepentingan hidup yg primer pada suatu daerah yang eksklusif (Soekanto, 1990 : 162).

Adapun ciri-ciri warga merupakan menjadi berikut : terdiri dari beberapa individu serta gerombolan , memiliki loka tinggal dan memenuhi kebutuhan hidup lainnya, hidup berkelompok dan saling berhubungan, mempunyai mata pencaharian buat kelangsungan hidupnya, dan terdapat sebuah pembagian kerja serta memiliki kepercayaan didalamnya.

Komunikasi Massa
Komunikasi massa diadopsi menurut istilah bahasa Inggris, mass communication, sebagai kependekan berdasarkan mass media communication (komunikasi media massa). Artinya, komunikasi yg menggunakan media massa atau komunikasi yg mass mediated. Istilah mass communications atau communications diartikan sebagai salurannya, yaitu media massa (mass media) menjadi kependekan dari media of communication (Susanto, 1974). Menurut Nurudin (2003:1) komunikasi massa merupakan studi ilmiah tentang media massa bersama pesan yang didapatkan pembaca atau pendengar atau penonton yang akan coba diraihnya serta efeknya terhadap mereka.

Kata massa dalam komunikasi massa bisa diartikan lebih dari sekedar “orang banyak” sebagaimana orang-orang yang sedang mengerumuni penjual obat ditrotoar atau sedang beserta-sama berhenti menanti pintu lintasan kereta api dibuka. Massa disini bukan sekedar orang poly disuatu lokasi yang sama. Massa disini kita artikan sebagai “Meliputi semua orang yg sebagai sasaran alat-alat komunikasi massa atau orang dalam ujung lain menurut saluran” (Berlo, 1960). Massa mengandung pengertian orang poly. Mereka nir harus berada dilokasi tertentu yang sama. Mereka bisa tersebar atau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu yang sama atau hampir bersamaan bisa memperoleh pesan-pesan komunikasi yg sama. 

Pengertian komunikasi massa berdasarkan Mulyana adalah ‘komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat informasi, majalah) atau elektro (radio, televise) yg dikelola oleh suatu forum atau orang yang tersebar dibanyak loka, anonim dan heterogen”. Pesan-pesannya bersifat generik, disampaikan secara serempak dan selintas (khususnya media elektro). (Mulyana, 2001 : 75).

Nurudin dalam bukunya yang berjudul pengantar komunikasi massa menyebutkan fungsi-fungsi komunikasi massa yaitu : kabar, persuasif, transmisi budaya, komunikasi massa mempunyai fungsi supervisi, dan hubungan. 

Dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah komunikasi yang memakai media massa baik cetak atau elektro dan berisi pesan-pesan yang disampaikan secara serempak serta selintas.

Media Massa
Media massa sendiri merupakan “kependekan” dari media komunikasi massa. Media massa lahir buat menjembatani komunikasi antar massa. Massa merupakan masyarakat luas yg tidak sejenis, tetapi saling bergantung satu sama lain. Ketergantungan antar massa sebagai penyebab lahirnya media yg bisa menyalurkan impian, gagasan dan kepentingan masing-masing supaya diketahui dan dipahami sang orang lain (Pareno, 2005 : 7)

Media yang dimaksud pada proses komunikasi massa, yaitu media massa yg memiliki ciri khas, memiliki kemampuan buat memikat perhatian khalayak secara serempak (simultaneous) dan serentak (instantaneous). 

Menurut Hafied Cangara (2006 : 122) pada Pengantar Ilmu Komunikasi, media massa merupakan alat yg dipakai pada penyampaian pesan dari asal kepada khalayak (penerima) menggunakan menggunakan indera-alat komunikasi mekanis misalnya surat informasi, film, radio, serta televisi.

Sebagai indera buat berbagi kabar serta sebagai indera kontrol sosial media mempunyai kegunaannya. (Efendy, 2005 : 149) idealisme yg melekat kepada media dijabarkan pada aplikasi manfaatnya, selain menyiarkan fakta jua mendidik, menghibur dan mempengaruhi.

Dapat disimpulkan bahwa media massa merupakan pesan-pesan dari asal kepada khalayak (menerima) komunikasi mekanis misalnya televisi, radio, surat informasi, majalah, tabloid, buku, film, internet, dan lain-lain.

Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah aktivitas yg fundamental bagi insan sebagai makhluk sosial. Setiap proses komunikasi diawali menggunakan adanya stimulus yang masuk dalam diri individu yang ditangkap melalui panca indera. Stimulus diolah di otak dengan pengetahuan, pengalaman, selera, serta iman yg dimiliki individu. Stimulus tersebut mengalami proses intelektual menjadi kabar. Adapun berita yg sudah dikomunikasikan disebut sebagai pesan.

Schramm berkata bahwa buat berlangsungnya suatu kegiatan komunikasi, minimal diharapkan tiga komponen yaitu source, message, serta destination atau komunikator, pesan, komunikan.

Dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi merupakan proses pemberian atau penyampaian pesan berdasarkan komunikator (program acara reality show “Catatan Si Olga”) pada komunikan (warga yg menonton acara program reality show “Catatan Si Olga”) serta effect yg akan ditimbulkan sesudah menyaksikan tayangan tersebut.

Televisi
Televisi berasal berdasarkan 2 istilah yg berbeda asalnya, yaitu tele (bahasa yunani) yang berarti jauh, dan visi (videre asal dari bahasa latin) yg berarti penglihatan. Dengan demikian televisi yang pada bahasa inggrisnya television diartikan menjadi melihat jauh. Melihat jauh disini diartikan dengan gambar dan bunyi yang diproduksi pada suatu tempat (studio televisi) dapat ditinjau dari loka lain melalui sebuah penerima.

Pengertian televisi menurut Effendy pada kitab kamus komunikasi, (2003 : 361) merupakan media komunikasi jarak jauh dengan penayangan gambar serta indera pendengaran suara, baik melalui dawai juga secara elektromagnetik tanpa kawat. 

Televisi mempunyai 3 fungsi, yakni fungsi penerangan, pendidikan serta hiburan (Effendy 1993, 93).
Dapat disimpulkan bahwa televisi merupakan media yang bisa melihat berdasarkan jauh. Melihat berdasarkan jauh disini diartikan menggunakan gambar serta suara yang diproduksi disuatu tempat (studio televisi) dan dapat dipandang dari tempat lain melalui sebuah penerima (televisi set).

Format Acara Televisi 
Televisi menjadi keliru satu media komunikasi mempunyai berbagai ragam bentuk tayangan dengan format yg berlainan. Kajian tentang format program televisi disertai menggunakan penelitian agar ada dasar yang kuat digunakan peneliti pada dikategorikan tayangan “Catatan Si Olga” pada salah satu format atau program acara televisi.

Menurut Alvin Toffler, berbagai jenis format atau program acara televisi jumlahnya sangat poly dan jenisnya, diantaranya : acara warta (news), acara hiburan (non news), music, pertunjukkan, dan sport.

Program program yang dijadikan pada objek penelitian ini merupakan “Catatan Si Olga”. Melihat menurut format dan isi tayangan menurut pendapat Alvin Toffler, maka format ini bisa dikategorikan menjadi format dalam gameshow khususnya termasuk dalam reality show. Dikatakan sebagai format reality show karena dari berdasarkan isi tayangan, mengisahkan realitas sosial kehidupan warga yaitu mengisahkan tentang kalangan menengah kebawah (penghasilan).

Program Reality Show
Reality show merupakan salah satu gendre dalam program televisi. Dalam Nirmala (2007), dijelaskan bahwa reality show berasal menurut kata televisi realitas, yaitu acara televisi yg menyajikan situasi yang dramatis atau lucu namun tidak memakai naskah, merupakan kejadian yang sebenarnya (walau terkadang direncanakan), serta mengutamakan orang biasa menurut dalam aktor profesional. 

Dengan istilah lain, reality show adalah suatu jenis acara televisi yg menayangkan kehidupan seorang dalam dunia nyata, bukan menampilkan tokoh ‘buatan’ yang diperankan oleh seseorang aktor atau aktris. Hal ini sinkron dengan yg dikemukakan Reiss serta Wiltz (2004) bahwa ciri reality television/reality show merupakan orang biasa (bukan aktor) menjadi karakter utama dalam acara tadi. 

Dapat disimpulkan bahwa reality show ialah program yg menayangkan suatu realita kehidupan sosial tanpa dibentuk-buat serta berdasarkan kisah nyata yg mana pada kehidupan sosial warga memiliki perbedaan berdasarkan status sosialnya.

S-O-R Theory (Teori S-O-R)
Teori S-O-R menjadi singkatan menurut Stimulus – Organism – Response ini semula asal berdasarkan psikologi. Kalau lalu sebagai pula teori komunikasi, tidak mengherankan, lantaran objek material menurut psikologi serta ilmu komunikasi merupakan sama, yaitu insan yg jiwanya meliputi komponen-komponen : perilaku, opini, konduite, kognisi, afeksi dan konasi.

Menurut stimulus response ini, efek yang disebabkan merupakan reaksi spesifik terhadap stimulus spesifik, sehingga seseorang dapat mengharapkan serta memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan.

Jadi unsur-unsur pada contoh ini adalah :
a. Pesan (Stimulus, S)
b. Komunikasi (Organism, O)
c. Efek (Response, R)

Individual Differences Theory (Teori Perbedaan Individual)
Nama teori yang diketengahkan oleh Melvin D. Defleur (Uchjana 2003 : 275) ini lengkapnya adalah “Individual Differences Theory of Mass Communication Effect”. Jadi teori ini menelaah disparitas-perbedaan di antara individu-individu sebagai target media massa waktu mereka diterpa sehingga menimbulkan impak-efek eksklusif. 

Menurut teori ini individu-individu sebagai anggota khalayak sasaran media massa secara selektif, menaruh perhatian pada pesan-pesan, terutama bila berkaitan dengan kepentingannya, konsisten menggunakan perilaku-sikapnya, sinkron menggunakan kepercayaannya yang didukung sang nilai-nilainya. Tanggapannya terhadap pesan-pesan tadi diubah oleh tatanan psikologisnya. Jadi, efek media massa pada khalayak massa itu tidak seragam, melainkan beragam ditimbulkan secara individual tidak sinkron satu sama lain dalam struktur kejiwaannya.

Oleh karena terdapat disparitas individual dalam setiap langsung anggota khalayak, maka secara alamiah bisa diduga akan ada efek yang bervariasi sesuai dengan disparitas individual itu.

Metode Penelitian
Metode pada artikel ini adalah naratif kualitatif
Hasil Penelitian 
Seperti yang sudah dikemukakan sebelumnya, bahwa yg menjadi penekanan penelitian ini adalah Persepsi Msyarakat mengenai Program Acara Reality Show “Catatan Si Olga” di Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda menggunakan beberapa indikator menurut penelitian yg telah dikemukakan sang penulis pada bab sebelumnya. Maka berikut dibawah ini bisa dipandang mengenai penyajian data yg telah diperoleh pada lapangan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan sang penulis, Persepsi Masyarakat mencakup :

Persepsi
Dalam mempersepsikan sesuatu, perlu diperhatikan hal-hal yang melibatkan persepsi yakni sensai (penginderan), attention (perhatian). Ekspektasi, motivasi serta memori.

Berdasarkan output penelitian yg dilakukan dalam rakyat Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda bisa disimpulkan bahwa acara “Catatan Si Olga” mempunyai nilai yang bermanfaat bagi penonton/audiens yg melihatnya, karena acara tersebut real adalah hal tadi konkret terjadi disekeliling kita. Dari persepsi rakyat bahwa tayangan ini bisa membuat orang lain tersentuh hatinya menggunakan melihat keadaan rakyat yang nir sanggup yang serba kekurangan buat bertahan hidup. 

Sensasi
Berdasarkan penelitian, sensasi disini ditunjukkan pada audiens yg pernah menonton acara reality show “Catatan Si Olga”, sebagai akibatnya audiens dapat mengetahui alur cerita yang terdapat pada program tadi sesuai menggunakan apa yang mereka ketahui. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menampakan bahwa audiens dapat menggambarkan acara reality show “Catatan Si Olga” sinkron dengan apa yang mereka lihat pada tayangan tersebut.

Attention 
Berdasarkan penelitian, perhatian disini merupakan proses pemusatan atau konsentrasi dalam audiens terhadap suatu objek yang mereka lihat dalam hal ini merupakan tayangan program acara reality show “Catatan Si Olga”. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa Olga menjadi pembawa program dalam tayangan tersebut menggunakan pembawaannya yang bisa membuat orang lain terharu melihatnya, membuat acara ini menarik buat ditayangkan.

Ekspektasi
Berdasarkan penelitian, ekspektasi pada acara acara reality show ”Catatan Si Olga” bertujuan untuk memberikan makna kehidupan yg bermanfaat bagi audiens supaya penonton sanggup merasakan kesusahan hidup orang lain. Dari output penelitian yg sudah dilakukan memperlihatkan bahwa program reality show “Catatan Si Olga” ini selain memberikan makna yg positif dengan memberikan sejumlah warta tentang kehidupan rakyat yang nir bisa, jua berfungsi sebagai wadah buat beramal melalui sedekah yang diberikan kepada warga yg menonton acara tersebut seperti dana, sembako, pakaian serta lain-lain melalui media telekomunikasi menggunakan asa bisa meringankan beban mereka. 

Motivasi
Berdasarkan penelitian, motivasi pada program program reality show “Catatan Si Olga” bertujuan buat memotivasi para penonton agar pada memenuhi kebutuhan hidupnya perlu mempunyai sikap pekerja keras sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi dan nir bergantung pada orang lain seperti meminta-minta (pengemis) diberbagai tempat. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan menerangkan bahwa acara ini menaruh pesan-pesan moral dimana dalam tayangan tadi mengajarkan kita buat melihat bagaimana kehidupan orang lain yang permanen sanggup bertahan hayati pada keterbatasan mereka. Acara ini memberikan imbas yang positif bagi siapapun yg melihat sebagai akibatnya acara ini menarik buat ditayangkan.

Memori
Berdasarkan penelitian, memori pada acara program reality show “Catatan Si Olga” bertujuan agar audiens bisa mengingat-jangan lupa pulang apa saja yg disajikan dari program itu sehingga mereka bisa mempersepsikan bagaimana isi tayangan tadi. Dari hasil penelitian yg telah dilakukan pertanda bahwa dalam mempersepsikan sesuatu atau menanggapi sesuatu, kita harus melihat program ini bukan hanya sekali perlu namun perlu adanya perulangan sebagai akibatnya kita bisa tahu alur cerita program tersebut.

Model S-O-R
Stimulus
Dalam reality show “Catatan Si Olga” pada Antv, setelah menerima stimulus atau pesan yg berupa warta atau pesan tersebut maka dengan perhatian, pengertian dan penerimaan dari berlangsungnya proses komunikasi, komunikan menaruh efek yg terakhir menurut keterangan yang disampaikan. Kemampuan komunikan pada memahami liputan dalam reality show “Catatan Si Olga” akan bisa membawa perubahan kepada diri komunikan. Berdasarkan penelitian yg telah dilakukan pertanda bahwa isi atau pesan dalam program tadi dapat menaruh rangsangan bagi penonton sebagai akibatnya bisa mempersepsikan isi program secara keselurahan.

Organism
Komunikan pada reality show “Catatan Si Olga” di Antv ini yakni penonton atau audiens yang menonton acara tersebut (rakyat Kelurahan Gunung Lingai yang dijumpai dan pernah menonton acara tersebut). Berdasarkan penelitian yg telah dilakukan membuktikan bahwa setiap komunikan pada memberikan persepsinya masing-masing tidak sama tergantung menurut pemaknaan mereka melihat isi program tadi.

Respons
Respons penonton atau audiens yg menonton acara reality show “Catatan Si Olga” akan mengakibatkan reaksi tergantung menurut stimulus yg mereka terima. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pertanda bahwa isi acara tadi bisa menaruh impak positif bagi auidens yg menonton acara tadi serta memiliki rasa ingin membantu dan peduli terhadap sesama. 

Penelitian ini bertujuan buat mengetahui persepsi warga mengenai Program Acara Reality Show “Catatan Si Olga” di Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda. Jumlah sampel yg dipakai pada penelitian ini berjumlah 6 orang yg sesuai dengan kriteria-kriteria penelitian pada daerah Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda. 

Jumlah pertanyaan yang dipakai dalam wawancara penelitian ini berjumlah 11 pertanyaan. Pada penelitian ini perkara yg akan dibahas merupakan persepsi warga tentang Program Acara Reality Show “Catatan Si Olga” di Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda.

Dari hasil penelitian yang sudah tersaji sebelumnya, dapat diketahui bahwa pada hubungannya dengan media dan persepsi, pengamatan, tanggapan dan evaluasi terhadap apa yg didengar, dicermati serta dirasakan oleh panca indra, lalu menaruh makna mengenai apa yg sudah sebagai kesimpulan berdasarkan pesan yang diterima. Penilaian atau tanggapan itu, bisa bersifat baik atau jelek sesuai menggunakan pesan yang diterima. Hal tersebut sesuai menggunakan pernyataan yang dinyatakan Jalaluddin Rakhmat pada kitab psikologi komunikasi (2009) persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan keterangan serta menafsirkan pesan (Rakhmat, 2009).

Berdasarkan teori perbedaan individual (individual differences theory), memberitahuakn bahwa dalam dasarnya setiap individu dalam mendapat stimuli atau informasi, mereka mempunyai penilaian yang bhineka dalam menanggapi rangsangan tadi. Hal ini ditimbulkan lantaran setiap individu memiliki karakter yang tidak sinkron satu menggunakan yang lain. Pada program acara reality show “Catatan Si Olga” ini, rakyat Gunung Lingai yg menjadi sampel dalam penelitian ini mengungkapkan tanggapannya yang masing-masing mempunyai evaluasi yg nir sama dalam stimuli yg sama yakni informasi serta hiburan yang diberikan oleh program tersebut. Banyak masyarakat yang menduga bahwa program tadi baik buat ditayangkan dan dikonsumsi sang penonton tetapi terdapat juga yg menganggap bahwa acara itu biasa saja karena sudah menjadi hal yg biasa serta sering dijumpai oleh masyarakat dilingkungan sekitar tempat mereka tinggal.

Menurut teori Gestalt, jika kita mempersepsikan sesuatu, kita mempersepsinya sebagai suatu holistik, kita tidak hanya melihat bagian-bagiannya lalu menghimpunnya. Begitu jua persepsi masyarakat tentang acara program reality show “Catatan Si Olga”, rakyat Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda tidak sanggup hanya mempersepsikan sebagian menurut yg mereka ketahui saja, nir hanya isi acara tetapi persepsi yang bersifat holistik, barulah didapat persepsi yg sesungguhnya mengenai program program reality show “Catatan Si Olga pada Antv. Dari hasil penelitian serta pengamatan yang peneliti lakukan pada 6 responden yang telah menonton program acara reality show “Catatan Si Olga” pada Antv secara holistik menunjukkan bahwa persepsi pada masyarakat Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda Cukup Baik terhadap acara tadi sebagai media informasi dan hiburan. 

Analisis Kritis
Segi Acara
Berdasarkan output penelitian secara holistik, bisa diperoleh gambaran yakni dicermati menurut segi acara acara, acara reality show “Catatan Si Olga” di Antv memiliki konsep yang memadukan antara reality dan lawak. Berdasarkan data yang diperoleh dari media internet (www.ratting_catatansiolga.htm), menerangkan bahwa acara program reality show “Catatan Si Olga” merupakan program program menggunakan rating ke-2 urutan tertinggi di antara program program yang dimiliki Antv. Hal ini berarti program program tadi dapat dikatakan menarik sinkron ratting yg disandang sang program tersebut. Acara reality show ”Catatan Si Olga” yang diproduserin oleh Suwandi bersama tim kreatif yakni tim PIDI Project menaruh imbas yang berguna, baik menurut segi rakyat yg dibantu Olga dalam program tersebut serta rakyat yang menonton tayangan itu. Banyak program reality show yg pernah hadir sebelum reality show “Catatan Si Olga ini” yang mengemas sebuah pesan yg sama, namun formasi antara lawak dan reality show baru tayangan ini yg mempunyai variasi penayangan yang tidak sama berdasarkan reality show yg lainnya.

Segi Persepsi Masyarakat
Setelah penulis melakukan penelitian dalam masyarakat di daerah Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda, bisa disimpulkan bahwa tanggapan mereka selesainya mereka menonton program tersebut sudah relatif baik. Acara reality show “Catatan Si Olga” sebagai salah satu kebutuhan masyarakat yakni dalam hal liputan serta hiburan pada penonton. Selain itu, acara ini memberikan stimuli atau pesan yg diterima oleh penonton kemudian diproses sehingga menghasilkan interpretasi yg berbeda-beda. Seseorang memiliki rasa ingin tahu, dari proses tadi seorang dapat mempersepsikan stimuli yang beliau tangkap, oleh karenanya pada hal ini rakyat mengerti, menata dan menduga serta tahu stimuli yg diterima berdasarkan acara tersebut. Dalam pemilihan program, seorang sanggup menilai serta menyeleksi program-acara yang baik serta menaruh pesan yang berguna bagi penikmat acara televisi. Acara tadi bisa diterima sang masyarakat menjadi kebutuhan akan fakta serta hiburan mereka lantaran mengandung nilai humanisme yg baik bagi kelangsungan hidup mereka dan berdasarkan program tadi bisa memberikan citra hayati orang lain yang mengalami kesusahan serta umumnya hal tadi terjadi disekeliling kita. Acara tadi sangat memotivasi dan poly pesan-pesan moral yang berisikan nilai-nilai kemanusiaan yang mana setiap kehidupan warga perlu adanya saling bantu serta saling membuatkan terhadap mereka yang kesusahan. Sebagian yg telah menonton acara tadi mencicipi bahwa hati dapat tersentuh bila melihat program itu bukan saja orang yg nir bisa yg dibantu dalam acara tersebut namun rakyat yang mempunyai penyakit yg membutuhkan porto yang relatif banyak, sedangkan adapun yg menyampaikan bahwa sehabis melihat acara itu, nir ada perubahan yang begitu berarti atau bisa dikatakan hal tadi biasa-biasa saja dan hal tersebut tergantung siapa saja yg melihat, menilai serta memaknai isi tayangan tersebut.

PENGERTIAN WIRASWASTA PARA AHLI

Pengertian Wiraswasta Para Ahli
Para ahli mempunyai pandangan yang tidak selaras pada mendefinisikan arti yg tidak sama mengenai wiraswasta, yaitu :

- Sifat yg dimiliki wirauswastawan yang melakoni wiraswasta
Menurut Sumahawijaya (1980), wiraswasta memuat sifat keberanian, keutamaan, keteladanan, dan semangat yg bersumber dari kekuatan sendiri, sedangkan Suhadi (1985) mengemukakan bahwa wiraswasta memuat sejumlah ciri seperti percaya pada kemampuan diri sendiri, berpandangan luas jauh ke depan, memiliki keuletan mental, lincah dalam berusaha. Sejalan menggunakan hal ini, Suryo (1986) mengatakan bahwa secara definitif wiraswastawan merupakan orang yang memiliki sifat mandiri, berpandangan jauh, kreatif, inovatif, tangguh dan berani menanggung resiko dalam pengelolaan bisnis serta kegiatan yg mendatangkan keberhasilan.

- Skill atau kemampuan yang dimiliki wiraswastawan yg melakoni wiraswasta
Menurut Suhadi (1985) mengemukakan bahwa wiraswasta mempunyai kemampuan menghadapi problem menggunakan baik, berupaya berbagi sayap, berani merogoh resiko, berguru pada pengalaman. Ahli lain yaitu Sharma (1975) menyebutkan bahwa wiraswastawan mempunyai kemampuan merogoh inisiatif pada syarat yg nir pasti menggunakan banyaknya perkara-perkara yg baru.

- Kegiatan atau kegiatan dalam berwiraswasta
Kao (1989) mendefinisikan wiraswasta menjadi usaha untuk menciptakan nilai menggunakan mengenali peluang bisnis, pengelolaan atas pengambilan resiko peluang, ketrampilan melakukan mobilisasi insan, finansial, serta sumber-sumber material yang dibutuhkan agar rencana bisa terlaksana dengan baik. Hal lain dikemukakan oleh Van der Straaten (dalam Joesoef, 1976) mendefinisikan wiraswasta sebagai aktivitas memburu laba bisnis terkandung pada aktivitas menerobos aneka macam persaingan, pasaran baru, proses produksi baru buat mengadakan, meyediakan, serta penjualan barang dan jasa.

Dari pengetian-pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa wiraswasta merupakan kegiatan mengenali peluang usaha, membangun nilai, pengelolaan asal-asal material yg dibutuhkan agar tujuan dapat tercapai, dengan segala sifat serta kemampuan yang biasanya dimiliki sang seseorang wiraswastawan, misalnya keberanian merogoh resiko, inisiatif, percaya diri, ulet , berdikari, dan berpandangan luas. 

Aspek-aspek Wiraswasta
Berdasarkan pengertian tentang wirausaha, maka dapat diklasifikasikan beberapa aspek wiraswasta, yaitu :
  • Keberanian mengambil resiko (Kao, 1989) 
  • Berpandangan luas (Suhadi, 1985) 
  • Keuletan (Suhadi, 1985) 
  • Inisiatif (Sharma, 1975) 
  • Kemandirian (suryo, 1986) 
Aspek-aspek tersebut disusun dengan pertimbangan bahwa masing-masing aspek tersebut memiliki daya beda satu sama lain pada mengklasifikasikan ciri wiraswasta. Definisi menurut Kao (1989), Suhadi (1985), Sharma (1975), dan Suryo (1986) mendeskripsikan aspek yg berbeda berdasarkan ciri wiraswasta. Hal ini akan menciptakan item-item buat mengetahui karakteristik individu (baik wiraswastawan juga non wiraswastawan) terhadap wiraswasta itu sendiri.

A. Instrumen Pengukuran
Alat ukur yg dipakai sang peneliti buat mengukur variable pertahanan ego subjek adalah Skala Pertahanan Ego yg dibentuk sang peneliti sendiri menggunakan mendasarkan pada teori Psikoanalitik yang dikemukakan sang Sigmund Freud. Sigmund Freud berkata bahwa seseorang dalam mempertahankan egonya memakai berbagai cara, termasuk sublimasi, suppression, reaksi proyeksi, dan proyeksi.

Skala ini mempunyai empat apek, dimana tiap aspek terdiri dari 3 item. Oleh karenanya, jumlah item adalah sebanyak 12 item.

Validitas yang digunakan adalah validitas isi atau judgement professional sang tiga orang panel. Maksudnya merupakan terdapat 3 orang panel yg mengukur baik tidaknya tiap item. Selain itu, validitas lain yang dipakai adalah validitas factorial yg menggunakan analisis factor menggunakan tehnik varimax. Hasil pengujian validitas, berdasarkan validitas isi yg menggunakan konvensi panel menerima hasil korelasi yang rendah yaitu sebesar .281 (< .lima). Dengan pengujian validitas factorial yakni analisis factor bisa diketahui bahwa item-item yg disusun sudah memenuhi atau sinkron menggunakan aspek yang dibentuk, dimana terdapat 3 item untuk 1 aspek. 

Dari anilisis factorial dihasilkan keterangan tentang sumbangan efektif tiap item pada mengukur aspek kewirausahaan, antara lain menyumbang koefisien validitas tertinggi buat tiap aspeknya yaitu 0.815 (item 7 buat factor 1), 0.846 (item tiga buat factor 2), 0.835 (item 5 buat factor 3), serta 0,790 (item 11 buat factor 4). Secara holistik, koefisien validitas tertinggi adalah 0.846. Berikut ini merupakan pengelompokkan item dari aspeknya :
  • Factor 1 : a7, a8, a9
  • Factor dua : a1, a2, a3
  • Factor 3 :a4, a5, a6
  • Factor 4 : a10, a11, a12
Maka bisa disimpulkan bahwa, skala yang disusun peneliti item memiliki validitas isi yang rendah, namun validitas factorial sudah terpenuhi karena menghasilkan 4 aspek yang masing-masing terdiri dari 3 aspek yg sinkron menggunakan blue print yang telah dibuat. 

Tehnik pengujian reliabilitas yang digunakan merupakan tehnik konsistensi internal (koefisien alpha). Analisis item dipakai untuk melihat daya diskriminasi tiap-tiap item yg dilakukan dengan menggunakan tehnik korelasi item total. Kriteria buat menggugurkan item merupakan <0 .tiga.="" span="" style="color: red;">Oleh karena itu,0>

dari Berdasarkan nilai korelasi item total mengakibatkan didapatkan 11 menurut 12 item gugur (item yg nir gugur adalah item dua). Karena hampir seluruh item gugur menggunakan hubungan item total, maka peneliti melakukan analisis item ulang buat tiap factor. Dari output analisis item tiap factor dihasilkan 0 item yang gugur. Koefisien reliabilitas alpha berkecimpung berdasarkan 0.661 -0.755. Adapun korelasi item total berkiprah dari 0.462 (item 12) s/d 0.653 (item tiga). Koefisien reliabilitas alpha sebesar 0.481 (maksudnya?). Dari besarnya koefisien ini bisa diketahui bahwa Skala Pertahanan Ego cukup baik dipandang menurut validitas dan reliabilitasnya mempunyai nilai reliabilitas yang relatif baik.

PENGERTIAN PERSEPSI MENURUT PARA AHLI

Pengertian Persepsi Menurut Para Ahli
Persepsi adalah pengalaman tentang suatu objek, peristiwa, atau interaksi-hubungan yg diperoleh menggunakan menyimpulkan kabar dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah menaruh makna dalam stimulasi inderawi (sensory stimuli). 

Persepsi adalah proses internal yg kita lakukan untuk menentukan, mengevaluasi serta mengorganisasikan rangsangan menurut lingkungan eksternal. Persepsi meliputi : Penginderaan (sensasi) melalui indera-alat indera kita (indera perasa, alat peraba, indera pencium, indera pengecap serta alat pendengar), Semua indera itu memiliki andil bagi berlangsungnya komunikasi manusia. Atensi atau perhatian merupakan pemprosesan secara sadar sejumlah mini keterangan dari sejumlah mini informasi yg tersedia. Informasi yg didapatkan berdasarkan penginderaan, ingatan dan proses kognitif lainnya. Interpretasi merupakan proses komunikasi melalui verbal atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yg tak dapat menggunakan symbol-simbol yang sama, baik secara stimulant (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan), (Joyce Marcella Laurens, 2004 : 58). Proses terjadinya persepsi dapat dijelaskan sebagai berikut : objek menimbulkan stimulus serta stimulus tentang indera alat (reseptor). Proses ini merupajan proses fisik. Stimulus yg diterima oleh alat indera diteruskan oleh saraf sensorik ke otak. Proses ini merupakan proses psikologis. Kemudian terjadilah proses di otak sebagai sentra kesadaran sebagai akibatnya individu menyadari apa yang dilihat, apa yang didengar atau apa yang diraba. Proses ini merupakan proses terakhir menurut persepsi dan merupakan persepsi yang sebenarnya. 

Respon sebagai dampak dari persepsi dapat diambil sang individu dengan banyak sekali macam bentuk. Stimulus mana yang akan mendapatkan respon dari individu tergantung pada perhatian individu yang bersangkutan. Dapat ditarik konklusi bahwa persepsi merupakan hasil sebuah proses seleksi, organisasi serta interpretasi (gambaran) yang terstimuli sang objek melalui alat-alat insan. 

Masyarakat
Ahli sosiologi berkata, suatu warga bisa dikatakan bila anggota-anggota suatu kelompok, bisa hayati beserta sedemikian rupa sebagai akibatnya mencicipi bahwa grup tadi bisa memenuhi kepentingan- kepentingan hidup yg utama pada suatu wilayah yang tertentu (Soekanto, 1990 : 162).

Adapun karakteristik-karakteristik warga adalah sebagai berikut : terdiri berdasarkan beberapa individu serta gerombolan , memiliki loka tinggal serta memenuhi kebutuhan hayati lainnya, hidup berkelompok serta saling bekerjasama, memiliki mata pencaharian buat kelangsungan hidupnya, serta masih ada sebuah pembagian kerja dan memiliki agama didalamnya.

Komunikasi Massa
Komunikasi massa diadopsi menurut kata bahasa Inggris, mass communication, menjadi kependekan berdasarkan mass media communication (komunikasi media massa). Artinya, komunikasi yg memakai media massa atau komunikasi yang mass mediated. Istilah mass communications atau communications diartikan sebagai salurannya, yaitu media massa (mass media) menjadi kependekan menurut media of communication (Susanto, 1974). Menurut Nurudin (2003:1) komunikasi massa merupakan studi ilmiah mengenai media massa beserta pesan yg dihasilkan pembaca atau pendengar atau penonton yang akan coba diraihnya dan efeknya terhadap mereka.

Kata massa pada komunikasi massa dapat diartikan lebih menurut sekedar “orang poly” sebagaimana orang-orang yang sedang mengerumuni penjual obat ditrotoar atau sedang beserta-sama berhenti menanti pintu lintasan kereta api dibuka. Massa disini bukan sekedar orang banyak disuatu lokasi yg sama. Massa disini kita artikan menjadi “Meliputi semua orang yang sebagai target alat-alat komunikasi massa atau orang dalam ujung lain berdasarkan saluran” (Berlo, 1960). Massa mengandung pengertian orang poly. Mereka tidak harus berada dilokasi eksklusif yg sama. Mereka dapat tersebar atau terpencar pada banyak sekali lokasi, yg dalam saat yang sama atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang sama. 

Pengertian komunikasi massa berdasarkan Mulyana merupakan ‘komunikasi yg memakai media massa, baik cetak (surat berita, majalah) atau elektronik (radio, televise) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang beredar dibanyak loka, anonim serta heterogen”. Pesan-pesannya bersifat umum, disampaikan secara serempak dan selintas (khususnya media elektro). (Mulyana, 2001 : 75).

Nurudin pada bukunya yg berjudul pengantar komunikasi massa menjelaskan fungsi-fungsi komunikasi massa yaitu : kabar, persuasif, transmisi budaya, komunikasi massa mempunyai fungsi supervisi, dan hubungan. 

Dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah komunikasi yang memakai media massa baik cetak atau elektronika serta berisi pesan-pesan yg disampaikan secara serempak serta selintas.

Media Massa
Media massa sendiri adalah “kependekan” berdasarkan media komunikasi massa. Media massa lahir buat menjembatani komunikasi antar massa. Massa merupakan rakyat luas yg heterogen, namun saling bergantung satu sama lain. Ketergantungan antar massa sebagai penyebab lahirnya media yang sanggup menyalurkan asa, gagasan serta kepentingan masing-masing supaya diketahui serta dipahami oleh orang lain (Pareno, 2005 : 7)

Media yg dimaksud pada proses komunikasi massa, yaitu media massa yg mempunyai karakteristik spesial , memiliki kemampuan buat memikat perhatian khalayak secara serempak (simultaneous) dan serentak (instantaneous). 

Menurut Hafied Cangara (2006 : 122) dalam Pengantar Ilmu Komunikasi, media massa merupakan indera yang digunakan pada penyampaian pesan berdasarkan sumber kepada khalayak (penerima) menggunakan memakai alat-alat komunikasi mekanis seperti surat liputan, film, radio, dan televisi.

Sebagai alat buat menyebarkan informasi serta menjadi alat kontrol sosial media mempunyai manfaatnya. (Efendy, 2005 : 149) idealisme yg inheren kepada media dijabarkan dalam pelaksanaan manfaatnya, selain menyiarkan kabar juga mendidik, menghibur dan menghipnotis.

Dapat disimpulkan bahwa media massa merupakan pesan-pesan berdasarkan sumber kepada khalayak (menerima) komunikasi mekanis misalnya televisi, radio, surat kabar, majalah, tabloid, buku, film, internet, serta lain-lain.

Proses Komunikasi
Proses komunikasi adalah aktivitas yang mendasar bagi insan sebagai makhluk sosial. Setiap proses komunikasi diawali dengan adanya stimulus yg masuk dalam diri individu yg ditangkap melalui panca indera. Stimulus diolah pada otak dengan pengetahuan, pengalaman, selera, serta iman yg dimiliki individu. Stimulus tersebut mengalami proses intelektual sebagai keterangan. Adapun keterangan yang telah dikomunikasikan diklaim menjadi pesan.

Schramm mengatakan bahwa buat berlangsungnya suatu aktivitas komunikasi, minimal diperlukan 3 komponen yaitu source, message, serta destination atau komunikator, pesan, komunikan.

Dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi adalah proses anugerah atau penyampaian pesan dari komunikator (acara program reality show “Catatan Si Olga”) pada komunikan (warga yang menonton acara acara reality show “Catatan Si Olga”) serta effect yang akan ditimbulkan sehabis menyaksikan tayangan tersebut.

Televisi
Televisi asal berdasarkan 2 kata yg tidak sama asalnya, yaitu tele (bahasa yunani) yang berarti jauh, serta visi (videre asal menurut bahasa latin) yang berarti penglihatan. Dengan demikian televisi yang dalam bahasa inggrisnya television diartikan menjadi melihat jauh. Melihat jauh disini diartikan menggunakan gambar serta bunyi yg diproduksi di suatu loka (studio televisi) bisa dicermati dari loka lain melalui sebuah penerima.

Pengertian televisi dari Effendy dalam kitab kamus komunikasi, (2003 : 361) adalah media komunikasi jeda jauh menggunakan penayangan gambar dan indera pendengaran bunyi, baik melalui dawai maupun secara elektromagnetik tanpa dawai. 

Televisi mempunyai 3 fungsi, yakni fungsi penerangan, pendidikan serta hiburan (Effendy 1993, 93).
Dapat disimpulkan bahwa televisi adalah media yg bisa melihat berdasarkan jauh. Melihat berdasarkan jauh disini diartikan dengan gambar dan bunyi yang diproduksi disuatu tempat (studio televisi) serta bisa dilihat dari loka lain melalui sebuah penerima (televisi set).

Format Acara Televisi 
Televisi sebagai keliru satu media komunikasi memiliki aneka macam ragam bentuk tayangan dengan format yang berlainan. Kajian mengenai format acara televisi disertai menggunakan penelitian agar ada dasar yg kuat digunakan peneliti dalam mengkategorikan tayangan “Catatan Si Olga” pada keliru satu format atau acara acara televisi.

Menurut Alvin Toffler, banyak sekali jenis format atau acara acara televisi jumlahnya sangat poly serta jenisnya, antara lain : program liputan (news), program hiburan (non news), music, pertunjukkan, dan sport.

Program program yg dijadikan pada objek penelitian ini merupakan “Catatan Si Olga”. Melihat menurut format dan isi tayangan dari pendapat Alvin Toffler, maka format ini bisa dikategorikan sebagai format dalam gameshow khususnya termasuk pada reality show. Dikatakan sebagai format reality show karena berdasarkan menurut isi tayangan, mengisahkan empiris sosial kehidupan warga yaitu mengisahkan tentang kalangan menengah kebawah (penghasilan).

Program Reality Show
Reality show merupakan salah satu gendre pada acara televisi. Dalam Nirmala (2007), dijelaskan bahwa reality show berasal berdasarkan istilah televisi empiris, yaitu acara televisi yg menyajikan situasi yg dramatis atau lucu namun nir menggunakan naskah, adalah kejadian yang sebenarnya (walau terkadang direncanakan), serta mengutamakan orang biasa dari dalam aktor profesional. 

Dengan kata lain, reality show adalah suatu jenis program televisi yang menayangkan kehidupan seorang pada global nyata, bukan menampilkan tokoh ‘protesis’ yg diperankan oleh seorang aktor atau aktris. Hal ini sesuai menggunakan yang dikemukakan Reiss dan Wiltz (2004) bahwa ciri reality television/reality show merupakan orang biasa (bukan aktor) menjadi karakter utama dalam acara tadi. 

Dapat disimpulkan bahwa reality show adalah program yg menayangkan suatu realita kehidupan sosial tanpa dibuat-buat dan berdasarkan kisah konkret yang mana dalam kehidupan sosial rakyat memiliki perbedaan berdasarkan status sosialnya.

S-O-R Theory (Teori S-O-R)
Teori S-O-R menjadi singkatan berdasarkan Stimulus – Organism – Response ini semula dari dari psikologi. Kalau kemudian sebagai juga teori komunikasi, tidak mengherankan, lantaran objek material menurut psikologi serta ilmu komunikasi adalah sama, yaitu insan yg jiwanya mencakup komponen-komponen : perilaku, opini, perilaku, kognisi, afeksi serta konasi.

Menurut stimulus response ini, efek yang disebabkan merupakan reaksi khusus terhadap stimulus khusus, sebagai akibatnya seorang bisa mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan.

Jadi unsur-unsur dalam contoh ini adalah :
a. Pesan (Stimulus, S)
b. Komunikasi (Organism, O)
c. Efek (Response, R)

Individual Differences Theory (Teori Perbedaan Individual)
Nama teori yang diketengahkan oleh Melvin D. Defleur (Uchjana 2003 : 275) ini lengkapnya merupakan “Individual Differences Theory of Mass Communication Effect”. Jadi teori ini mempelajari perbedaan-disparitas di antara individu-individu sebagai sasaran media massa waktu mereka diterpa sebagai akibatnya menimbulkan dampak-pengaruh tertentu. 

Menurut teori ini individu-individu sebagai anggota khalayak sasaran media massa secara selektif, memberikan perhatian pada pesan-pesan, terutama jika berkaitan menggunakan kepentingannya, konsisten dengan perilaku-sikapnya, sinkron dengan kepercayaannya yg didukung oleh nilai-nilainya. Tanggapannya terhadap pesan-pesan tadi diubah oleh tatanan psikologisnya. Jadi, pengaruh media massa pada khalayak massa itu nir seragam, melainkan beragam disebabkan secara individual tidak selaras satu sama lain dalam struktur kejiwaannya.

Oleh karena masih ada perbedaan individual pada setiap eksklusif anggota khalayak, maka secara alamiah bisa diduga akan muncul pengaruh yg bervariasi sesuai menggunakan disparitas individual itu.

Metode Penelitian
Metode dalam artikel ini merupakan naratif kualitatif
Hasil Penelitian 
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, bahwa yg sebagai penekanan penelitian ini adalah Persepsi Msyarakat tentang Program Acara Reality Show “Catatan Si Olga” pada Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda menggunakan beberapa indikator berdasarkan penelitian yang sudah dikemukakan sang penulis pada bab sebelumnya. Maka berikut dibawah ini bisa dipandang tentang penyajian data yang sudah diperoleh di lapangan dari hasil penelitian yg telah dilakukan sang penulis, Persepsi Masyarakat mencakup :

Persepsi
Dalam mempersepsikan sesuatu, perlu diperhatikan hal-hal yg melibatkan persepsi yakni sensai (penginderan), attention (perhatian). Ekspektasi, motivasi serta memori.

Berdasarkan output penelitian yg dilakukan pada rakyat Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda dapat disimpulkan bahwa acara “Catatan Si Olga” mempunyai nilai yang berguna bagi penonton/audiens yang melihatnya, karena program tersebut real artinya hal tadi konkret terjadi disekeliling kita. Dari persepsi masyarakat bahwa tayangan ini bisa membuat orang lain tersentuh hatinya menggunakan melihat keadaan warga yg tidak bisa yg serba kekurangan buat bertahan hidup. 

Sensasi
Berdasarkan penelitian, sensasi disini ditunjukkan kepada audiens yang pernah menonton acara reality show “Catatan Si Olga”, sebagai akibatnya audiens dapat mengetahui alur cerita yang terdapat pada acara tersebut sesuai menggunakan apa yang mereka ketahui. Berdasarkan output penelitian yg sudah dilakukan menunjukkan bahwa audiens bisa mendeskripsikan program reality show “Catatan Si Olga” sinkron dengan apa yg mereka lihat dalam tayangan tadi.

Attention 
Berdasarkan penelitian, perhatian disini merupakan proses pemusatan atau konsentrasi pada audiens terhadap suatu objek yg mereka lihat dalam hal ini merupakan tayangan acara acara reality show “Catatan Si Olga”. Dari output wawancara yang sudah dilakukan menampakan bahwa Olga sebagai pembawa acara dalam tayangan tadi menggunakan pembawaannya yg bisa membuat orang lain terharu melihatnya, membuat acara ini menarik buat ditayangkan.

Ekspektasi
Berdasarkan penelitian, ekspektasi pada acara program reality show ”Catatan Si Olga” bertujuan buat menaruh makna kehidupan yg bermanfaat bagi audiens agar penonton bisa mencicipi kesusahan hidup orang lain. Dari hasil penelitian yg telah dilakukan memperlihatkan bahwa acara reality show “Catatan Si Olga” ini selain memberikan makna yang positif dengan menaruh sejumlah berita mengenai kehidupan masyarakat yg tidak sanggup, juga berfungsi menjadi wadah buat beramal melalui sedekah yg diberikan pada rakyat yang menonton acara tadi misalnya dana, sembako, sandang serta lain-lain melalui media telekomunikasi menggunakan asa dapat meringankan beban mereka. 

Motivasi
Berdasarkan penelitian, motivasi pada program acara reality show “Catatan Si Olga” bertujuan buat memotivasi para penonton agar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya perlu memiliki perilaku pekerja keras sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi serta nir bergantung kepada orang lain misalnya meminta-minta (pengemis) diberbagai loka. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa acara ini menaruh pesan-pesan moral dimana dalam tayangan tadi mengajarkan kita buat melihat bagaimana kehidupan orang lain yang permanen sanggup bertahan hayati dalam keterbatasan mereka. Acara ini menaruh efek yg positif bagi siapapun yang melihat sehingga program ini menarik buat ditayangkan.

Memori
Berdasarkan penelitian, memori dalam acara acara reality show “Catatan Si Olga” bertujuan supaya audiens bisa mengingat-jangan lupa kembali apa saja yang disajikan dari program itu sebagai akibatnya mereka dapat mempersepsikan bagaimana isi tayangan tersebut. Dari output penelitian yang sudah dilakukan menandakan bahwa pada mempersepsikan sesuatu atau menanggapi sesuatu, kita wajib melihat acara ini bukan hanya sekali perlu namun perlu adanya perulangan sebagai akibatnya kita dapat tahu alur cerita acara tadi.

Model S-O-R
Stimulus
Dalam reality show “Catatan Si Olga” di Antv, setelah menerima stimulus atau pesan yg berupa keterangan atau pesan tadi maka menggunakan perhatian, pengertian serta penerimaan menurut berlangsungnya proses komunikasi, komunikan memberikan dampak yang terakhir berdasarkan informasi yang disampaikan. Kemampuan komunikan pada tahu fakta pada reality show “Catatan Si Olga” akan dapat membawa perubahan kepada diri komunikan. Berdasarkan penelitian yg sudah dilakukan mengambarkan bahwa isi atau pesan dalam program tadi dapat memberikan rangsangan bagi penonton sebagai akibatnya bisa mempersepsikan isi program secara keselurahan.

Organism
Komunikan dalam reality show “Catatan Si Olga” di Antv ini yakni penonton atau audiens yg menonton program tersebut (rakyat Kelurahan Gunung Lingai yg dijumpai serta pernah menonton acara tersebut). Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan mengambarkan bahwa setiap komunikan pada menaruh persepsinya masing-masing berbeda tergantung dari pemaknaan mereka melihat isi program tadi.

Respons
Respons penonton atau audiens yg menonton acara reality show “Catatan Si Olga” akan menimbulkan reaksi tergantung dari stimulus yg mereka terima. Berdasarkan penelitian yg telah dilakukan membuktikan bahwa isi acara tersebut bisa memberikan pengaruh positif bagi auidens yg menonton program tadi serta mempunyai rasa ingin membantu serta peduli terhadap sesama. 

Penelitian ini bertujuan buat mengetahui persepsi rakyat tentang Program Acara Reality Show “Catatan Si Olga” pada Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 6 orang yg sinkron dengan kriteria-kriteria penelitian pada daerah Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda. 

Jumlah pertanyaan yg dipakai dalam wawancara penelitian ini berjumlah 11 pertanyaan. Pada penelitian ini kasus yg akan dibahas merupakan persepsi warga tentang Program Acara Reality Show “Catatan Si Olga” di Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda.

Dari hasil penelitian yg sudah tersaji sebelumnya, dapat diketahui bahwa pada hubungannya dengan media dan persepsi, pengamatan, tanggapan dan penilaian terhadap apa yang didengar, dipandang dan dirasakan sang panca indra, lalu memberikan makna tentang apa yg sudah sebagai konklusi menurut pesan yg diterima. Penilaian atau tanggapan itu, mampu bersifat baik atau tidak baik sesuai dengan pesan yg diterima. Hal tadi sesuai menggunakan pernyataan yang dinyatakan Jalaluddin Rakhmat dalam kitab psikologi komunikasi (2009) persepsi merupakan pengalaman tentang objek, insiden atau interaksi-hubungan yg diperoleh menggunakan menyimpulkan keterangan dan menafsirkan pesan (Rakhmat, 2009).

Berdasarkan teori disparitas individual (individual differences theory), menerangkan bahwa pada dasarnya setiap individu dalam mendapat stimuli atau warta, mereka mempunyai penilaian yang berbeda-beda pada menanggapi rangsangan tersebut. Hal ini ditimbulkan karena setiap individu mempunyai karakter yg tidak sinkron satu menggunakan yg lain. Pada program program reality show “Catatan Si Olga” ini, masyarakat Gunung Lingai yang menjadi sampel pada penelitian ini mengungkapkan tanggapannya yg masing-masing mempunyai evaluasi yg tidak sama dalam stimuli yang sama yakni informasi dan hiburan yg diberikan sang program tersebut. Banyak warga yg menduga bahwa acara tersebut baik buat ditayangkan dan dikonsumsi oleh penonton namun terdapat jua yang menduga bahwa program itu biasa saja lantaran sudah sebagai hal yang biasa serta tak jarang dijumpai sang warga dilingkungan sekitar loka mereka tinggal.

Menurut teori Gestalt, apabila kita mempersepsikan sesuatu, kita mempersepsinya menjadi suatu keseluruhan, kita tidak hanya melihat bagian-bagiannya kemudian menghimpunnya. Begitu juga persepsi masyarakat tentang acara acara reality show “Catatan Si Olga”, masyarakat Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda nir sanggup hanya mempersepsikan sebagian berdasarkan yg mereka ketahui saja, tidak hanya isi program namun persepsi yg bersifat holistik, barulah didapat persepsi yg sesungguhnya mengenai acara acara reality show “Catatan Si Olga di Antv. Dari hasil penelitian serta pengamatan yg peneliti lakukan pada 6 responden yg sudah menonton program program reality show “Catatan Si Olga” di Antv secara holistik menerangkan bahwa persepsi pada rakyat Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda Cukup Baik terhadap program tersebut sebagai media fakta serta hiburan. 

Analisis Kritis
Segi Acara
Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, dapat diperoleh citra yakni ditinjau menurut segi program program, acara reality show “Catatan Si Olga” pada Antv mempunyai konsep yg memadukan antara reality dan komedi. Berdasarkan data yang diperoleh menurut media internet (www.ratting_catatansiolga.htm), menampakan bahwa program acara reality show “Catatan Si Olga” adalah program acara menggunakan rating ke-dua urutan tertinggi pada antara program program yang dimiliki Antv. Hal ini berarti acara acara tadi bisa dikatakan menarik sinkron ratting yg disandang oleh acara tadi. Acara reality show ”Catatan Si Olga” yg diproduserin sang Suwandi beserta tim kreatif yakni tim PIDI Project menaruh dampak yang berguna, baik menurut segi rakyat yg dibantu Olga dalam acara tersebut serta warga yang menonton tayangan itu. Banyak acara reality show yang pernah hadir sebelum reality show “Catatan Si Olga ini” yg mengemas sebuah pesan yg sama, namun deretan antara lawak serta reality show baru tayangan ini yang mempunyai variasi penayangan yg tidak sama dari reality show yang lainnya.

Segi Persepsi Masyarakat
Setelah penulis melakukan penelitian pada rakyat pada wilayah Kelurahan Gunung Lingai Kecamatan Sungai Pinang Samarinda, dapat disimpulkan bahwa tanggapan mereka selesainya mereka menonton acara tersebut sudah cukup baik. Acara reality show “Catatan Si Olga” menjadi salah satu kebutuhan warga yakni dalam hal berita serta hiburan pada penonton. Selain itu, acara ini memberikan stimuli atau pesan yang diterima oleh penonton lalu diproses sehingga menghasilkan interpretasi yang bhineka. Seseorang mempunyai rasa ingin tahu, dari proses tadi seorang dapat mempersepsikan stimuli yg beliau tangkap, oleh karenanya dalam hal ini masyarakat mengerti, menata serta menduga dan tahu stimuli yg diterima menurut program tadi. Dalam pemilihan program, seseorang sanggup menilai serta menyeleksi program-acara yang baik serta menaruh pesan yang berguna bagi penikmat program televisi. Acara tadi dapat diterima sang warga menjadi kebutuhan akan liputan serta hiburan mereka lantaran mengandung nilai kemanusiaan yg baik bagi kelangsungan hayati mereka serta menurut acara tadi bisa menaruh gambaran hidup orang lain yg mengalami kesusahan serta umumnya hal tadi terjadi disekeliling kita. Acara tadi sangat memotivasi serta banyak pesan-pesan moral yang berisikan nilai-nilai humanisme yg mana setiap kehidupan masyarakat perlu adanya saling bantu dan saling berbagi terhadap mereka yang kesusahan. Sebagian yg telah menonton acara tersebut merasakan bahwa hati dapat tersentuh bila melihat program itu bukan saja orang yg nir mampu yang dibantu pada program tersebut namun masyarakat yg mempunyai penyakit yang membutuhkan biaya yang relatif banyak, sedangkan adapun yang berkata bahwa selesainya melihat acara itu, nir terdapat perubahan yang begitu berarti atau bisa dikatakan hal tadi biasa-biasa saja serta hal tadi tergantung siapa saja yg melihat, menilai dan memaknai isi tayangan tadi.

PENGERTIAN WIRASWASTA PARA AHLI

Pengertian Wiraswasta Para Ahli
Para ahli memiliki pandangan yang tidak sama dalam mendefinisikan arti yg tidak selaras tentang wiraswasta, yaitu :

- Sifat yg dimiliki wirauswastawan yg melakoni wiraswasta
Menurut Sumahawijaya (1980), wiraswasta memuat sifat keberanian, keutamaan, keteladanan, serta semangat yg bersumber dari kekuatan sendiri, sedangkan Suhadi (1985) mengemukakan bahwa wiraswasta memuat sejumlah ciri misalnya percaya pada kemampuan diri sendiri, berpandangan luas jauh ke depan, memiliki keuletan mental, lincah pada berusaha. Sejalan menggunakan hal ini, Suryo (1986) berkata bahwa secara definitif wiraswastawan adalah orang yang mempunyai sifat mandiri, berpandangan jauh, kreatif, inovatif, andal dan berani menanggung resiko pada pengelolaan usaha dan aktivitas yg mendatangkan keberhasilan.

- Skill atau kemampuan yang dimiliki wiraswastawan yg melakoni wiraswasta
Menurut Suhadi (1985) mengemukakan bahwa wiraswasta mempunyai kemampuan menghadapi dilema dengan baik, berupaya berbagi sayap, berani mengambil resiko, berguru kepada pengalaman. Ahli lain yaitu Sharma (1975) menyebutkan bahwa wiraswastawan memiliki kemampuan mengambil inisiatif pada syarat yg nir niscaya menggunakan banyaknya perkara-perkara yg baru.

- Kegiatan atau kegiatan dalam berwiraswasta
Kao (1989) mendefinisikan wiraswasta menjadi bisnis buat membentuk nilai menggunakan mengenali peluang bisnis, pengelolaan atas pengambilan resiko peluang, ketrampilan melakukan mobilisasi manusia, finansial, dan asal-asal material yg diharapkan agar rencana bisa terlaksana dengan baik. Hal lain dikemukakan sang Van der Straaten (pada Joesoef, 1976) mendefinisikan wiraswasta sebagai kegiatan memburu laba bisnis terkandung pada aktivitas menerobos banyak sekali persaingan, pasaran baru, proses produksi baru untuk mengadakan, meyediakan, dan penjualan barang serta jasa.

Dari pengetian-pengertian tersebut pada atas dapat disimpulkan bahwa wiraswasta adalah aktivitas mengenali peluang usaha, menciptakan nilai, pengelolaan sumber-sumber material yang dibutuhkan supaya tujuan dapat tercapai, menggunakan segala sifat serta kemampuan yang umumnya dimiliki sang seorang wiraswastawan, misalnya keberanian mengambil resiko, inisiatif, percaya diri, ulet , mandiri, serta berpandangan luas. 

Aspek-aspek Wiraswasta
Berdasarkan pengertian mengenai wirausaha, maka bisa diklasifikasikan beberapa aspek wiraswasta, yaitu :
  • Keberanian merogoh resiko (Kao, 1989) 
  • Berpandangan luas (Suhadi, 1985) 
  • Keuletan (Suhadi, 1985) 
  • Inisiatif (Sharma, 1975) 
  • Kemandirian (suryo, 1986) 
Aspek-aspek tersebut disusun menggunakan pertimbangan bahwa masing-masing aspek tadi memiliki daya beda satu sama lain dalam mengklasifikasikan ciri wiraswasta. Definisi dari Kao (1989), Suhadi (1985), Sharma (1975), dan Suryo (1986) mendeskripsikan aspek yang tidak selaras dari ciri wiraswasta. Hal ini akan membuat item-item buat mengetahui ciri individu (baik wiraswastawan juga non wiraswastawan) terhadap wiraswasta itu sendiri.

A. Instrumen Pengukuran
Alat ukur yg digunakan sang peneliti untuk mengukur variable pertahanan ego subjek merupakan Skala Pertahanan Ego yang dibuat sang peneliti sendiri dengan mendasarkan pada teori Psikoanalitik yang dikemukakan oleh Sigmund Freud. Sigmund Freud menyampaikan bahwa seorang dalam mempertahankan egonya memakai aneka macam cara, termasuk sublimasi, suppression, reaksi proyeksi, dan proyeksi.

Skala ini mempunyai empat apek, dimana tiap aspek terdiri berdasarkan 3 item. Oleh karenanya, jumlah item adalah sebanyak 12 item.

Validitas yang digunakan merupakan validitas isi atau judgement professional sang 3 orang panel. Maksudnya adalah terdapat 3 orang panel yang mengukur baik tidaknya tiap item. Selain itu, validitas lain yg dipakai adalah validitas factorial yg memakai analisis factor menggunakan tehnik varimax. Hasil pengujian validitas, berdasarkan validitas isi yg menggunakan konvensi panel mendapatkan hasil hubungan yang rendah yaitu sebanyak .281 (< .5). Dengan pengujian validitas factorial yakni analisis factor bisa diketahui bahwa item-item yg disusun sudah memenuhi atau sinkron menggunakan aspek yang dibentuk, dimana terdapat 3 item untuk 1 aspek. 

Dari anilisis factorial dihasilkan warta mengenai sumbangan efektif tiap item dalam mengukur aspek kewirausahaan, diantaranya menyumbang koefisien validitas tertinggi buat tiap aspeknya yaitu 0.815 (item 7 buat factor 1), 0.846 (item tiga untuk factor 2), 0.835 (item 5 buat factor 3), serta 0,790 (item 11 buat factor 4). Secara keseluruhan, koefisien validitas tertinggi adalah 0.846. Berikut ini adalah pengelompokkan item berdasarkan aspeknya :
  • Factor 1 : a7, a8, a9
  • Factor 2 : a1, a2, a3
  • Factor 3 :a4, a5, a6
  • Factor 4 : a10, a11, a12
Maka dapat disimpulkan bahwa, skala yang disusun peneliti item mempunyai validitas isi yg rendah, namun validitas factorial sudah terpenuhi karena membuat 4 aspek yg masing-masing terdiri berdasarkan 3 aspek yang sinkron menggunakan blue print yg sudah dibentuk. 

Tehnik pengujian reliabilitas yg dipakai adalah tehnik konsistensi internal (koefisien alpha). Analisis item digunakan buat melihat daya diskriminasi tiap-tiap item yg dilakukan dengan menggunakan tehnik korelasi item total. Kriteria buat menggugurkan item adalah <0 .3.="" span="" style="color: red;">Oleh karena itu,0>

dari Berdasarkan nilai korelasi item total menyebabkan dihasilkan 11 dari 12 item gugur (item yang nir gugur merupakan item 2). Lantaran hampir semua item gugur menggunakan korelasi item total, maka peneliti melakukan analisis item ulang buat tiap factor. Dari output analisis item tiap factor didapatkan 0 item yang gugur. Koefisien reliabilitas alpha berkiprah dari 0.661 -0.755. Adapun hubungan item total berkecimpung berdasarkan 0.462 (item 12) s/d 0.653 (item 3). Koefisien reliabilitas alpha sebesar 0.481 (maksudnya?). Dari besarnya koefisien ini dapat diketahui bahwa Skala Pertahanan Ego relatif baik ditinjau dari validitas serta reliabilitasnya mempunyai nilai reliabilitas yg relatif baik.

PENGERTIAN PENELITIAN KUALITATIF MENURUT PARA AHLI

Pengertian Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli
Metode penelitian kualitatif tak jarang disebut sebagai metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan dalam kondisi yang alamiah (natural setting) diklaim pula sebagai metode etnographi, karena dalam awalnya metode ini banyak dipakai buat penelitian bidang antropologi budaya, disebut pula sebagai metode kualitatif, karena data yang terkumpul serta analisisnya lebih bersifat kualitatif.

Penelitian kualtatif adalah penelitian yang nir menggunakan model-model matematik, statistik atau komputer. Proses penelitian dimulai dengan menyusun perkiraan dasar serta aturan berpikir yang akan dipakai pada penelitian. Penelitian kualitatif adalah penelitiian yang dalam kegiatannya peneliti tidak memakai angka pada mengumpulkan data serta pada memberikan penafsiran terhadap hasilnya.

Bogdan serta taylor mendefinisikan “metodologi kualitatif” sebagai mekanisme penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa istilah-istilah tertulis atau verbal dari orang-orang serta konduite yg dapat diamati. Sedangkan kirk serta miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif merupakan tradisi tertentu pada ilmu pengtahuan sosial yg secara mendasar bergantung dalam pengamatan dalam insan pada kawasannya sendiri serta berhubungan dengan orang-orang tadi dalam bahasannya serta dalam peristilahannya.

Metodologi penelitian adalah sesuatu yg berusaha membahas konsep teoristik aneka macam metode, kelebihan serta kelemahan-kelemahannya yang dalam karya ilmiah dilanjutkan menggunakan pemilihan metode yanng akan dipakai. Dalam hal ini metode lebih bersifat teknis pelaksanaan lapangan sedangkan metodologi lebih dalam uraian filosofis dan teoritisnya. Oleh karenanya penetapan sebuah metodologi penelitian mengandung akibat melekat pada dalam diri filsafat yang dianutnya. Sebab filsafat ilmu yg melandasi aneka macam metodologi penelitian yang ada. Maka berdasarkan itu dengan mengetahui metodologi penelitian yang digunakan, filsafat ilmu dan kajian teoritisnya, kelemahan dan kelebihannya diharapkan akan mampu memberikan kesesuaian metodologi menggunakan fokus kasus penelitian.

Objek penelitian kualitatif merupakan seluruh bidang/aspek kehidupan insan, yakni insan serta segala sesuatu yg dipengaruhi insan. Objek itu diungkapkan kondisinya sebagaimana adanya atau dalam keadaan sewajarnya (natural setting), mungkin berkenaan menggunakan aspek/bidang kehidupannya yang disebut ekonomi kebudayaan, hukum, administrasi, agama dan sebagainya. Data kualitatif tentang objeknya dinyatakan pada kalimat, yang pengolahannya dilakukan melalui proses berpikir (logika) yang bersifat kritik, analitik/sintetik serta tuntas.

Penelitian kualitatif menuntut keteraturan, ketertiban dan kecermatan dalam berpikir, tentang interaksi datta yg satu menggunakan data yg lain dan konteksnya pada masalah yang akan diungkapkan. Beberapa alasan mengenai maksud dilakukannya penelitian kualitatif:
  1. Untuk menanggulangi banyaknya fakta yg hilanng misalnya yang dialami oleh penelitian kuantitatif, sehingga intisari konsep yg terdapat pada data dapat diungkap.
  2. Untuk menanggulangi kesamaan menggali data empiris dengan tujuan pertanda kebenaran hipotesis berdasarkan berpikir deduktif misalnya dalam penelitian kuantitatif.
  3. Untuk menanggulangi kecenderungan pembatasan variabel yang sebelumnya, misalnya pada penelitian kuantitatif, padahal perseteruan serta variabel dalam masalah sosial sangat kompleks.
  4. Untuk menanggulangi adanya indeks-indeks kasar seperti pada penelitian kuantitatif yang memakai pengukuran enumirasi (perhitungan) empiris, padahal inti sebenarnya berada pada konsep-konsep yg ada dari data.
Perbedaan Penelititan Kualitatif Dan Kuantitatif
Perbedaan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif menurut suharsini arikunto
Penelitian kuantitatif
Penelitian kualitatif
1.kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subjek sumber data telah mantap dan rinci semenjak awal.


2.langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan disusun.
3.dapat menggunakan sampel serta hasil penelitiannya diberlakukan buat populasi.






4.hipotesis: (jika memang perlu)
a.mengajukan hipotesis yg akan diuji pada penelitian
b.hipotesis memilih output yang diramalkan........A priori


5.desain: dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang dibutuhkan.


6.pengumpulan data: aktivitas pada pengumpulan data memungkinkan buat diwakilkan.
7.analisis data: dilakukan selesainya semua data terkumpul
1.kejelasan unsur: subjek sampel, asal data tidak mantap serta rinci, masih fleksibel, muncul serta berkembangnya sambil jalan (emergent).
2.langkah penelitian: baru diketahui menggunakan mantap dan kentara selesainya penelitian selesai.
3.tidak bisa menggunakan pendekatan populasi dan sampel. Dengan kata lain, pada penelitian kualitatif nir dikenal istilah populasi serta sampel. Istilah yang dipakai merupakan setting. Hasil penelitian hanya berlaku bagi setting yg bersangkutan.
4.hipotesis:
a.tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, namun dapat lahir selama penelitian berlangsung ......tentotif
b.hasil penelitian terbuka
5.desain: desain penelitiannya merupakan fleksibel menggunakan langkah dan hasil yg nir dapat dippastikan sebelumnya.

6.pengumpulan data: aktivitas pengumpulan data selalu wajib dilakukan sendiri oleh peneliti
7.analisis data: dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data.

Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif berdasarkan hamid potilima
Penelitian kualitatif
Penelitian kuantitatif
1.satuan-satuan individual tidak dipilah-pilah pada variabel-variabel

2.tidak ada konsep sampel


3.data dalam bentuk narasi atau angka
4.analisis data dijadikan bukti buat mendukung kebenaran berdasarkan hipotesa yang dibuat

5.instrumen penelitian adalah diri sendiri
1.satuan individu digolongkan ke pada variabel-variabel menggunakan karakteristik eksklusif sinkron kepentingan panalitian.
2.lantaran besarnya populasi maka dalam penelitian kuantitatif digunakan sampel
3.data dalam bentuk angka

4.analisis data dijadikan verifikasi yg dapat digunakan buat mendapat atau menolak hiipotesa yang dibuat
5.instrumen penelitian merupakan kuisioner

Perbedaan istilah dalam pengujian keabsahan data antara metode kualitatif dan kuantitatif 
Aspek
Metode kualitatif
Metode kuantitatif
1.nilai kebenaran
2.penerapan

3.konsistensi
4.netralisasi
Validitas internal
Validitas eksternal/ generalisasi
Reliabilitas
Objektivitas
Kreadibilitas (credibility)
Transferability/ keteralihan

Auditability dependability
Confirmability (bisa di konfirmasi)

Karakteristik Umum Penelitian Kualitatif 
Dari output penelaahan pustaka yang dilakukan Moleong atas hasil dari mensintesakan pendapatnya Bogdan serta Biklen (1982:27-30) dengan Lincoln dan Guba (1985:39-44) terdapat sebelas ciri penelitian kualitatif, yaitu:
  1. Penelitian kualitatif mennggunakan latar alamiah atau dalam konteks dari suatu keutuhan (enity)
  2. Penelitian kualitatif instrumennya adalah manusia, baik peneliti sendiri atau menggunakan donasi orang lain
  3. Penelitian kualitatif memakai metode kualitatif
  4. penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif
  5. Penelitian kualitatif lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori subtantif yang asal menurut data
  6. Penelitian kualitatif mengumpulkan data naratif (kata-istilah, gambar) bukan angka-angka
  7. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil
  8. Penelitian kualitatif menghendaki adanya batas dalam penelitiannya atas dasar fokus yang timbul menjadi perkara dalam penelitian
  9. Penelitian kualitatif meredefinisikan validitas, realibilitas dan objektivitas dalam versi lain dibandingkan dengan yg lazim dipakai dalam penelitian klasik
  10. Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus menerus diubahsuaikan menggunakan fenomena lapangan (bersifat sementara)
  11. Penelitian kualitatif menghendaki supaya pengertian dan hasil interpretasi yg diperoleh dirundingkan dan disepakati oleh manusia yg dijadikan asal data.
Ciri-karakteristik penelitian kualitatif:
  1. Lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung
  2. Manusia adalah alat (instrumen) utama pengumpulan data
  3. Analisis data dilakukan secara induktif
  4. Penelitian bersifat naratif analitik (data berupa istilah-kata, gambar, konduite) tidak dituangkan dalam bentuk bilangan/ nomor statistik
  5. Tekana penalitian berada pada proses, penelitian kualitatif lebih poly mementingkan segi proses daripada output.
  6. Pembatasan penelitian berdasarkan fokus
  7. Perencanaan bersifat lentur serta terbuka
  8. Hasil penelitian adalah kesepakatan bersama
  9. Pembentukan teori dari dari dasar
  10. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif
  11. Teknik sampling cenderung bersifat purposive
  12. Penelitian bersifat menyeluruh (holistik)
  13. Makna sebagai perhatian utama penelitian
Karakteristik penelitian kualitatif:
1) Latar alamiah
  • Penelitian kualitatif melakukan penelitian dalam latar alamiah atau pada konteks dari suatu keutuhan
  • Peneliti memasuki dan melibatkan sebagian waktunya pada sekolah, famili, tetangga serta lokasi lainnya buat meneliti maslaah pendidikan atau sosiologi
2) Manusia menjadi indera (instrumen)
Peneliti/ dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama.

3) Metode kualitatif
  • Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan fenomena ganda
  • Menyajikan secara langsung hakikat interaksi antara peneliti serta responden
  • Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri menggunakan banyak penyamaan dampak beserta serta terhadap pola-pola nilai yg dihadapi
4) Analisis data secara induktif
  • Proses induktif lebih dapat menemukan fenomena-fenomena ganda sebagian yg terdapat pada data
  • Lebih dapatmenguraikan latar secara penuh serta dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat-tidaknya pengalihan kepada suatu latar lainnya
  • Analisis induktif lebih bisa menemukan efek beserta yg mempertajam hubungan-hubungan
  • Dapat memperhitunngkan nilai-nilai secara eksplisit sehingga bagian berdasarkan struktur analitik
5) Teori menurut dasar 
6) Deskriptif
7) Lebih mementingkan proses daripada hasil
8) Adanya batas yg ditentukan sang fokus
9) Adanya kriteria spesifik buat keabsahan data
10) Desain yg bersifat sementara

Langkah-Langkah Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif mempunyai susunan langkah-langkah menjadi berikut:
1. Memilih masalah
2. Studi pendahuluan
3. Merumuskan masalah
4. Merumuskan hipotesis
5. Menentukan pendekatan
6. Menentukan variabel serta asal data
7. Menentukan dan menyusun instrumen
8. Mengumpulkan data
9. Analisis data
10. Menarik kesimpulan
11. Menulis laporan

Teknik Pengumpulan Data
Berbagai cara pengumpulan data buat penellitian kualitatif terus berkembang, namun demikian pada dasarnya terdapat empat cara yang mendasar buat mengumpulkan kabar yaitu:

1. Observasi
Observasi yaitu tindakan yg merupakan penafsiran menurut teori (karl popper). Namun pada penelitian, dalam ketika memasuki ruang kelas menggunakan maksud mengobservasi, sebaiknya meninggalkan teori-teori buat menjustifikasi sebuah teori atau menyanggah. Observasi merupakan tindakan atau proses pengambilan berita melalui media pengamatan.

Observasi yaitu teknik pengumpulan yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yg berkaitan menggunakan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, saat, insiden, tujuan dan perasaan.

Observasi yg paling efektif adlaah melengkapinya menggunakan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Format yg disusun berisi item-item tentang insiden atau tingkah laku yg digambarkan akan terjadi.

Metode observasi dibedakan sebagai:
a. Observasi biasa
Menurut prof. Parsudi suparlan, dalam observasi biasa si peneliti tidak boleh terlibat pada interaksi emosi pelaku yang menjadi target penelitian

b. Observasi terkendali
Menurut prof. Parsudi suparlan, para pelaku yang akan diamati dan dikondisi-syarat yang ada dalam tempat kegiatan. Pelaku diamati serta dikendalikan si peneliti

c. Observasi terlibat
Menurut prof. Parsudi suparlan, observasi terlibat merupakan teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti melibatkan diri dalam kehidupan berdasarkan warga yg pada teliti buat dapat melihat serta tahu gejala yg ada, sesuai maknanya menggunakan yang diberikan dipahami oleh para masyarakat yang ditelitinya. Kegiatan observasi terlibat bukan hanya mengamati tanda-tanda yg ada pada warga yang diteliti, tetapi juga melakukan wawancara, mendengarkan, memahamidan dalam batas-batas tertentu mengikuuti kegiatan yang dilakukan sang rakyat yang diteliti.

Keterlibatan peneliti bisa dibedakan menjadi empatkelompok yaitu:
  • Keterlibatan pasif: peneliti tidak terlibat pada kegiatan yg dilakukan oleh pelaku yang diamati dan nir terjadi interaksi sosial menggunakan pelaku yg diamati
  • Keterlibatan setengah-setengah: peneliti mengambil sesuatu kedudukan yang berada dalam dua hubungan struktural yang berbeda, yaitu antara struktur yg menjadi wadah bagi kegiatan yg diamati serta struktur dimana pelaku menjadi pendukung
  • Keterlibatan aktif: peneliti ikut mengerjakan apa yang dilakukan para pelaku yg diamati dalam kehidupan sehari-hari
  • Keterlibatan penuh/ lengkap: jika aktivitas peneliti sudah sebagai bagian menurut kehidupan pelaku yang diamati.
Hal-hal yg wajib diperhatikan dalam melakukan observasi:
  • Memperhatikan fokus penelitian, kegiatan apa yg wajib diamati apakah yang umum atau yg spesifik.
  • Menentukan kriteria yang diobservasi, menggunakan terlebih dahulu mendiskusikan ukuran-ukuran apa yg akan digunakan.
Fase-fase pada observasi:
  • Pertemuan perencanaan
  • Observasi kelas
  • Diskusi balikan
Ada banyak sekali keterbatasan observasi, yaitu menjadi berikut:
  • Banyak kejadian yang tidak bisa dicapai menggunakan observasi pribadi, misalnya kehidupan pribadi seorang yang sangat rahasia
  • Bila mengetahui bahwa dirinya diteliti, para observer mungkin menggunakan maksud-maksud eksklusif dengan sengaja berusaha menyebabkan kesan yg menyenangkan atau kebalikannya pada observer.
  • Timbul kejadian yang tidak selalu bisa diramalkan sebagai akibatnya observer dapat hadir buat mengobservasi peristiwa itu. Jika penelitian dilakukan terhadap typical behavior, menunggu timbulnya behavior yg dibutuhkan itu secara impulsif kerapkali memakan waktu yang panjang serta sangat membosankan.
  • Tugas observasi sebagai terganggu pada saat-waktu ada peristiwa yang nir terduga-duga, misalnya keadaan cuaca.
  • Terbatasi oleh lamanya kelangsungan suatu kejadian
Kelebihan observasi:
a) Merupakan metode yang dapat langsung digunakan buat meneliti bermacam-macam tanda-tanda. Banyak aspek tingkah laris insan yang hanya bisa diteliti melalui observasi eksklusif.
b) Untuk subjek yang diteliti, observasi ini lebih sedikit tuntutannya, orang-orang yg selalu sibukpun mungkin nir berkeberatan buat diamat-amati, walau dia mungkin keberatan menjawab kuesioner.
c) Memungkinkkan pencatatan yg serempak dengan terjadinya sesuatu gejala.
d) Tidak tergantung kepada self-report
e) Dengan metode observasi, peneliti bisa memperoleh pandangan yg keseluruhan/ menyeluruh terhadap responden yang diteliti
f) Peneliti dapat menggunakan variasi pendekatan termasuk pendekatan inductive discovery (yaitu pengamatan yang mendasarkan kepada insiden khusus mendalam serta realistik serta merefleksikan keadaan responden)
g) Peneliti dapat melihat hal-hal yg nir bisa diungkap menggunakan teknik lain termasuk perilaku biasa
h) Peneliti bisa mengetahui dan melaporkan apa adanya mengenai perilaku responden yang biasa juga diluar konteks pertarungan yang hendak diteliti.

Hambatan-kendala dalam pengamatan asal menurut 2sumber, yaitu:
a. Hambatan berdasarkan dalam, termasuk diantaranya:
  • Kurangnya persiapan apa yang dilakukan sebelum berinteraksi menggunakan responden
  • Perasaan terasing menurut peneliti terhadap responden
  • Kurang bisanya peneliti beradaptasi menggunakan kegiatan, kebiasaan,serta rapikan cara hayati responden
  • Tidak bisa memanfaatkan peran informan pada lapangan.

b. Hambatan yang asal dari luar, antara lain:
  • Peneliti larut menggunakan responden serta kehilangan arah tentang informasi apa yang perlu diambil berdasarkan hubungan dengan responden
  • Peneliti nir dapat mengidentifikasi tanda-tanda yg diinginkan lantaran adanya aturan yg wajib ditaati di lapangan
  • Minimnya perlengkapan yang dimiliki peneliti dalam melakukan observasi di lapangan

2. Wawancara
Wawancara yaitu rendezvous yg pribadi direncanakan antara pewawancara serta yang diwawancarai buat menaruh/ menerima kabar eksklusif. Menurut Moleong (1988:148) wawancra adalah aktivitas dialog menggunakan maksud tertentu yg dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pewawancara dan yang diwawancarai.

Wawancara merupakan pertanyaan yang dilakukan secara mulut kepada orang-orang yang dianggap bisa memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang ditinjau perlu. Ada 3 teknik wawancara yaitu:
  • Wawancara baku serta terjadwal
  • Wawancara baku serta nir terjadwal
  • Wawancara tidak baku

Beberapa hal yg harus diperhatikan supaya wawancara berlangsung efektik:
¨ Bersikaplah sebagai pewawancara yg simpatik, yang berperhatian dan pendengar baik, nir berperan terlalu aktif, buat memberitahuakn bahwa anda menghargai pendapat anak
¨ Bersikaplah netral pada relevansinya dengan pelajaran
¨ Bersikaplah damai, nir terburu-buru atau ragu-ragu serta anak akan memperlihatkan sikap yg sama.
¨ Secara khusus perhatikan bahasa yg anda gunakan buat wawancara

Ada beberapa bentuk wawancara:
  • Wawancara terstruktur yaitu bila pewawancara sudah mempersiapkan bahan wawancara terrlebih dahulu
  • Wawancara nir terstruktur yaitu apabila prakarsa pemilihan topik bahasan diambil oleh orang yang di wawancarai
  • Wawancara semi terstruktur yaitu bentuk wawancara yg sudah dipersiapkan, akan tetapi memberikan keleluasaan kepada responden untuk menerangkan relatif panjang mungkin nir eksklusif ke penekanan bahasan/ pertanyaan, atau mungkin mengajukan topik bahasan sendiri selam wawancara berlangsung.

3. Dokumen
Menurut Goetz dan Le compte (1984), dokumen yang menyangkut para partisipan penelitian akan menyedeikan kerangka bagi data yang fundamental, yang termasuk didalamnya:
a. Koleksi serta analisis kitab teks
b. Kurikulum dan panduan pelaksanaannya
c. Arsip penerimaan murid baru
d. Catatan rapat
e. Catatan mengenai siswa
f. Rencana pelajran serta catatan guru
g. Hasil karya siswa
h. Kumpulan dokumen pemerintah
i. Koleksi file pengajar berupa buku harian, catatan peristiwa penting (logs) serta kenang-kenangan menurut siswa angkatan lama

Macam-macam dokumen dari Elliot (1991:78):
  • Silabi serta rencana pembelajaran
  • Laporan diskusi-diskusi mengenai kurikulum
  • Berbagai macam ujian dan tes
  • Laporan rapat
  • Laporan tugas siswa
  • Bagian-bagian dari buku teks yang dipakai pada pembelajaran
  • Contoh essay yg ditulis siswa
4. Triangulasi
Merupakan teknik pengumpulan data dan asal data yang telah terdapat, tujuan berdasarkan triangulasi bukan buat mencari kebenaran mengenai beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yg sudah ditemukan.

Validitas Dan Reliabilitas
Validitas alat ukur diselidiki menggunakan (1) akal (2) statistik validitas terdapat macam-macam yaitu validitas isi, validitas prediktif dan validitas construct (konstruk)

1. Validitas isi
Dengan validitas isi dimaksud bahwa isi/bahan yg diuji atau dites relevan dengan kemampuan, pengetahuan, pelaksanaan, pengalaman serta latar belakang orang yang diuji.

Validitas diperoleh menggunakan menagadakan sampling yang baik, yakni memilih item-item yang representatif menurut holistik bahan yg berkenaan dengan hal yg mengenai bahan pelajaran mungkin tidka sukar dicapai. Kesulitan menggunakan validitas isi artinya pilihanitem dilakukan secara subjektif yakni berdasarkan akal si peneliti.

2. Validitas prediktif
Dengan validitas prediktif pada maksudkan adanaya kesesuaian antara ramalan (prediksi) mengenai kelakuan seseorang menggunakan kelakuannya yang konkret.

3. Validitas konstruk
Digunakan jika kita sangsikan apakah gejala yang dites hanya mengandung satu dimensi, bila ternyata gejala itu mengandung lebih menurut satu dimensi, maka validitas itu dapat diragukan. Keuntungan validitas konstruk kita mengetahui komponen-komponen sikap/sifat yang diukur dengan tes itu.

Validitas adalah derajad ketepatan antara data yg terjadi dalam objek penelitian menggunakan data yg dapat dilaporkan sang peneliti. Jadi data yg valid merupakan data yg nir berbeda antara data yg dilaporkan sang peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian.

Validitas dibedakan menjadi:
  • Validitas internal: berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian menggunakan output yang dicapai.
  • Validitas eksternal: berkenaan menggunakan derajat akurasi apakah output penelitian dapat digeneralisasikan atau diterapkan pada objek penelitian.
Reliabilitas
Berkenaan dengan derajat konsistensi serta stabilitas data atau temuan. Suatu data dikatakan reliabel apabila 2 atau lebih peneliti pada objek yang sama atau peneliti sama dalam saat yanng tidak sama akan menghasilkan data yg sama atau sekelompok data jika dipecah sebagai 2 sebagai data yg nir tidak sama. Suatu data yg reliabel akan cenderung valid, walaupun belum tentu valid.

Suatu indera pengukur dikatakan reliable jika indera itu dalam mengukru suatu gejala dalam ketika yg berlainan senantiasa memberitahuakn hasil yg sama. Jadi indera yanng reliable secara konsisten memberi output berukuran yang sama. Reliabilitas merupakan syarat mutlak buat menentukan dampak variabel yang satu terhadap variabel yangsatu lagi. Reliabilitas juga adalah kondisi bagi validitas satu tes, tes yg nir reliable menggunakan sendirinya nir valid.

Pengujian validitas serta reliabilitas
Dalam uji keabsahan data mencakup::
1) Uji kredibilitas
Uji dapat dipercaya data atau kepercayaan terhadap data output penelitian dapat dilakukan menggunakan;
  • Perpanjangan pengamatan
  • Meningkatkan ketekunan
  • Triagulasi (pengecekan data menurut berbagai sumber menggunakan berbagai cara dan banyak sekali waktu)
  • Analisis kasus negatif
  • Menggunakan bahan referensi
  • Mengadakan member check (proses pengecekan data yg diperoleh peneliti pada pemberi data). 
Tujuan menurut member check adalah supaya kabar yang diperoleh serta digunakan pada penulisan laporan sesuai dengan apa yanng dimaksud asal data atau informan.

2) Pengujian transferability
Transferability merupakan validitas eksternal

3) Pengujian depenability
Dilakukan denga melakukan audit terhadap holistik proses penelitian.

4) Pengujian konfirmability
  • Uji konfirmability seperti menggunakan uji depenobility, sehingga pengujian bisa dilakukan secara bersamaan.
  • Uji konfirmability berarti menguji hasil penelitian dikaitkan dengan proses yg dilakukan.