MENGENAL PRINSIP KERJA MAGNETIC CONTACTOR PUSH BUTTON DAN NO/NC

Penjelasan tentang Prinsip Kerja Magnetic Contactor (Kontaktor), serta Terminal kontak (Contact Point), Tipe NO (Normally Open) dan NC (Normally Close), serta contoh penggunaannya
Mengenal Prinsip Kerja Magnetic Contactor serta terminal NO/NC
Magnetic Contactor adalah salah satu dari sekian poly Komponen-komponen yang dipakai pada Panel Listrik.
Baca pula: Mengenal aneka macam Komponen Panel Listrik
Magnetic Contactor memiliki fungsi yg seperti misalnya saklar yang biasa kita pakai di rumah buat menyalakan serta memadamkan lampu, Saat lampu menyala, berarti Saklar tersebut pada keadaan terhubung dan mengalirkan Listrik menuju Lampu, sebaliknya saat saklar tidak terhubung maka lampu akan padam, lantaran genre listrik tidak mengalir.
Magnetic contactor jua memiliki fungsi buat menghubungkan atau menetapkan genre listrik menurut asal listrik menuju alat-alat listrik lainnya, namun prinsip kerjanya berbeda dengan Saklar yg kita gunakan di rumah, bila Saklar memerlukan bantuan tangan kita supaya dapat bekerja tetapkan ataupun menghubungkan suatu rangkaian listrik, sedangkan Magnetic Contactor membutuhkan Tegangan Listrik buat bisa bekerja menetapkan atau menghubungkan suatu rangkaian.

Mengenal Prinsip kerja Magnetic Contactor dan NO/NC

Prinsip kerja Magnetic Contactor:
Didalam sebuah Magnetic Contactor terdapat Coil (gulungan) yang bisa sebagai Magnet waktu Coil tadi dialiri tegangan, lalu Magnet dari Coil tadi akan menarik Kutub saklar (Contact Point) yg ada pada Magnetic Contactor tadi, serta akan menggerakkan Kutub yang sebelumnya dalam keadaan tidak terhubung (terputus) menjadi terhubung, serta kebalikannya kutub yg sebelumnya terhubung sebagai terputus.
Baca pula: Belajar Merakit Panel Motor Listrik tiga Phase [Panduan Lengkap]
Jadi disini dapat kita ambil konklusi dasar, bahwa Magnetic Contactor merupakan sebuah Alat Listrik yg memerlukan Tegangan Listrik agar bisa bekerja Memutuskan atau menghubungkan Kutub-kutub didalamnya.
Kutub NO dan NC pada Magnetic Contactor
Fungsi Magnetic contactor adalah buat menghubungkan atau memutuskan suatu rangkaian Listrik, serta Kutub Saklar (Contact Point) pada sebuah Magnetic Contactor terdapat 2 jenis, yaitu:
  • Kutub NO (Normally Open)
  • Kutub NC (Normally Close)

Terminal NO (Normally Open)
NO (Normally Open) merupakan Saat Magnetic Contactor belum diberi tegangan Listrik (keadaan Normal), maka Kutub ini pada keadaan tidak terhubung (Terbuka), lalu saat Coil dalam magnetic contactor diberi tegangan maka Kutub ini akan terhubung (tertutup).
Terminal NC (Normally Close)
NC (Normally Close) merupakan Saat Magnetic Contactor belum diberi tegangan Listrik (keadaan Normal), maka Kutub ini dalam keadaan terhubung (Tertutup), lalu saat Coil dalam magnetic contactor diberi tegangan maka Kutub ini akan terputus (terbuka) atau nir terhubung.
Kutub atau Terminal NO dan NC tak hanya terdapat dalam Magnetic Contactor, Kutub atau Terminal NO serta NC dapat pula kita temukan dalam TIMER, RELAY, Thermal Overload Relay, Push Button, Controller, Sensor Electric, serta banyak sekali Komponen-komponen listrik lainnya.
Mengenal Fungsi dan Prinsip Kerja Magnetic Contactor dan NO-NC
Percobaan sederhana:
Persiapkan beberapa bahan ini dia:
  • 1 buah Magnetic Contactor
  • 1 buah MCB
  • Kabel secukupnya
  • 1 butir Pilot Lamp
  • 1 buah Push button On
  • 1 buah Push Button Off

Percobaan pertama, Coba anda buat rangkaian (Seperti gambar diatas).
Pasang kabel dalam terminal yg bertuliskan NO (Normally Open) pada Magnetic Contactor, hasilnya saat Magnetic contactor pada keadaan Normal (Belum diberi tegangan listrik) maka lampu nir menyala lantaran terminal yang digunakan berjenis NO (Normally Open) yg artinya Teminal masih terputus bila Magnetic contactor belum bekerja (Belum dialiri listrik).
Kemudian, Coba Alirkan listrik menuju Coil dalam Magnetic contactor dengan menekan Push Button On, maka Magnetic Contactor akan bekerja, dan mengganti terminal NO menjadi Terhubung, dan mengalirkan listrik menuju Pilot Lamp, sebagai akibatnya lampu pun menyala.
Percobaan Kedua, Coba anda buat rangkaian (Seperti gambar diatas).
Pasang kabel dalam terminal yg bertuliskan NC (Normally Close) dalam Magnetic Contactor, hasilnya ketika Magnetic contactor pada keadaan Normal (Belum diberi tegangan listrik) maka lampu langsung menyala lantaran terminal yg dipakai berjenis NC (Normally Close) yg adalah Teminal sudah pada keadaan terhubung meski Magnetic contactor belum bekerja (Belum dialiri listrik).
Kemudian, Coba Alirkan listrik menuju Coil pada Magnetic contactor menggunakan menekan Push Button On, maka Magnetic Contactor akan bekerja, dan membarui terminal NC yg sebelumnya terhubung sebagai Terputus, dan aliran listrik ke lampu sebagai terputus, sehingga lampu sebagai padam.
Catatan:
Jika anda ingin saat Magnetic Contactor belum bekerja, lampu padam, lalu waktu Magnetic contactor diberi tegangan maka lampu menyala, maka pakai terminal NO, Sebaliknya apabila anda menginginkan sebuah lampu menyala meski Magnetic contactor belum bekerja, serta lampu akan padam saat Magnetic Contactor bekerja (Diberi tegangan), maka gunakan terminal NC.
Contoh prinsip kerja NO, contohnya misalnya Tombol Starter dalam sepeda motor, saat tombol Starter ditekan maka Starter akan menyala, lalu saat Tombol dilepas maka starter berhenti menyala.
Contoh prinsip kerja NC, contohnya lampu Emergency pada rumah, waktu listrik menyala maka lampu padam, kemudian waktu listrik padam, Lampu emergency tersebut akan menyala.
Push Button adalah keliru satu komponen Panel listrik yang memiliki fungsi misalnya saklar, namun bedanya Push button mempunyai pegas pada dalamnya, dan akan balik ke posisi semula waktu tidak ditekan.
Berbicara mengenai Push Button (Tombol), balik lagi kita menemukan Prinsip Kerja NO dan NC pada Push button tadi.
Push Button On, merupakan Tombol jenis NO (Normally Open), saat Push button dalam keadaan Normal (tidak ditekan), maka posisi terminal didalamnya pada keadaan nir terhubung (Terbuka), sebaliknya saat Push Button On pada tekan maka Terminal didalamnya akan terhubung (Tertutup).
Push Button Off, merupakan Tombol jenis NC (Normally Close), saat Push button pada keadaan Normal (nir ditekan), maka posisi terminal didalamnya pada keadaan terhubung (Tertutup), sebaliknya saat Push Button Off di tekan maka Terminal didalamnya akan terputus (Terbuka).
Dari penjelasan diatas, ada pertanyaan mengenai Rangkaian yang kita buat sebelumnya, bila Push Button On ditekan maka Aliran listrik akan mengalir menuju Coil serta Magnetic contactor akan bekerja, selanjutnya ketika Push Button dilepas, maka aliran listrik menuju coil akan terputus dan mengakibatkan Magnetic Contactor balik dalam keadaan normal (Tidak bekerja), lalu pertanyaannya adalah:
Bagaimana caranya agar Magnetic contactor permanen bekerja, meski Push Button On dilepas?, atau Bagaimana Caranya agar Coil Pada Magnetic contactor permanen menerima Aliran Listrik?

"Pengunci" dalam Magnetic Contactor
Oleh karena itu, pada setiap Rangkaian Panel Listrik hal ini biasa disebut menggunakan kata Pengunci, yg berfungsi buat mengalirkan Aliran Listrik menuju Coil dalam Magnetic contactor, dan Magnetic contactor tetap bekerja meski Push Button On sudah dilepas.
Pengunci merupakan kabel bertegangan listrik yg dipasang di terminal NO dalam Magnetic contactor, Tegangan Listrik pengunci dialirkan berdasarkan Terminal Push Button Off.
Prinsip kerja Pengunci dalam Magnetic Contactor
Saat Push Button On ditekan, maka Tegangan Listrik akan mengalir menuju Coil pada Magnetic contactor, serta mengakibatkan Magnetic contactor bekerja.
Saat Magnetic Contactor bekerja, maka semua Terminal NO yang terdapat pada magnetic contactor tersebut akan terhubung.
Karena pada terminal NO juga sudah dipasang kabel yg bertegangan, maka disaat bersamaan, Listrik jua akan mengalir menuju Coil Magnetic Contactor melalui Terminal NO ini.
Kemudian, meski Push Button On telah dilepas, Magnetic Contactor tetap bekerja lantaran Coil tetap menerima Tegangan listrik dari Pengunci yg berasal dari Terminal NO.
Lalu bagaimana cara menetapkan Listrik yg mengalir ke Coil supaya Magnetic contactor berhenti bekerja?
Disinilah fungsi Push Button Off yang bersifat NC (Normally Close), karena pada keadaan belum ditekan, Push Button Off akan mengalirkan Listrik menuju Coil Magnetic contactor, buat menghentikan genre listrik tersebut, kita bisa menekan Push Button Off sehingga rangkaian terputus, dan Magnetic Contactor berhenti bekerja karena Coil tidak mendapatkan Tegangan Listrik lagi.
Dari prinsip dasar Magnetic Contactor, Pengunci, Terminal NO (Normally Open), NC (Normally Close) ini, kita bisa mengembangkannya sebagai berbagai sistem rangkaian Panel Listrik yang lebih bervariasi serta sinkron menggunakan kebutuhan yg diinginkan.
Berbagai Rangkaian Panel lainnya, yg memakai Magnetic contactor, Push Button, NO, NC, Pengunci bisa anda lihat pada:

Semoga berguna!
CARA FLEXI

MENGENAL PRINSIP KERJA MAGNETIC CONTACTOR PUSH BUTTON DAN NO/NC

Penjelasan mengenai Prinsip Kerja Magnetic Contactor (Kontaktor), serta Terminal kontak (Contact Point), Tipe NO (Normally Open) serta NC (Normally Close), serta contoh penggunaannya
Mengenal Prinsip Kerja Magnetic Contactor serta terminal NO/NC
Magnetic Contactor merupakan galat satu dari sekian poly Komponen-komponen yg dipakai pada Panel Listrik.
Baca pula: Mengenal berbagai Komponen Panel Listrik
Magnetic Contactor memiliki fungsi yang seperti misalnya saklar yg biasa kita gunakan pada tempat tinggal buat menyalakan serta memadamkan lampu, Saat lampu menyala, berarti Saklar tadi pada keadaan terhubung serta mengalirkan Listrik menuju Lampu, sebaliknya saat saklar nir terhubung maka lampu akan padam, karena genre listrik nir mengalir.
Magnetic contactor juga memiliki fungsi buat menghubungkan atau memutuskan aliran listrik menurut asal listrik menuju alat-alat listrik lainnya, tetapi prinsip kerjanya tidak selaras dengan Saklar yang kita gunakan di rumah, bila Saklar memerlukan bantuan tangan kita supaya dapat bekerja tetapkan ataupun menghubungkan suatu rangkaian listrik, sedangkan Magnetic Contactor membutuhkan Tegangan Listrik buat bisa bekerja memutuskan atau menghubungkan suatu rangkaian.

Mengenal Prinsip kerja Magnetic Contactor serta NO/NC

Prinsip kerja Magnetic Contactor:
Didalam sebuah Magnetic Contactor masih ada Coil (gulungan) yg dapat menjadi Magnet saat Coil tadi dialiri tegangan, lalu Magnet berdasarkan Coil tadi akan menarik Kutub saklar (Contact Point) yg ada pada Magnetic Contactor tadi, dan akan menggerakkan Kutub yang sebelumnya pada keadaan nir terhubung (terputus) sebagai terhubung, serta kebalikannya kutub yang sebelumnya terhubung sebagai terputus.
Baca pula: Belajar Merakit Panel Motor Listrik tiga Phase [Panduan Lengkap]
Jadi disini bisa kita ambil konklusi dasar, bahwa Magnetic Contactor adalah sebuah Alat Listrik yang memerlukan Tegangan Listrik agar bisa bekerja Memutuskan atau menghubungkan Kutub-kutub didalamnya.
Kutub NO dan NC dalam Magnetic Contactor
Fungsi Magnetic contactor adalah buat menghubungkan atau menetapkan suatu rangkaian Listrik, serta Kutub Saklar (Contact Point) pada sebuah Magnetic Contactor terdapat dua jenis, yaitu:
  • Kutub NO (Normally Open)
  • Kutub NC (Normally Close)

Terminal NO (Normally Open)
NO (Normally Open) merupakan Saat Magnetic Contactor belum diberi tegangan Listrik (keadaan Normal), maka Kutub ini pada keadaan tidak terhubung (Terbuka), lalu waktu Coil dalam magnetic contactor diberi tegangan maka Kutub ini akan terhubung (tertutup).
Terminal NC (Normally Close)
NC (Normally Close) merupakan Saat Magnetic Contactor belum diberi tegangan Listrik (keadaan Normal), maka Kutub ini pada keadaan terhubung (Tertutup), lalu ketika Coil dalam magnetic contactor diberi tegangan maka Kutub ini akan terputus (terbuka) atau tidak terhubung.
Kutub atau Terminal NO dan NC tidak hanya ada dalam Magnetic Contactor, Kutub atau Terminal NO dan NC bisa pula kita temukan dalam TIMER, RELAY, Thermal Overload Relay, Push Button, Controller, Sensor Electric, dan aneka macam Komponen-komponen listrik lainnya.
Mengenal Fungsi serta Prinsip Kerja Magnetic Contactor serta NO-NC
Percobaan sederhana:
Persiapkan beberapa bahan berikut ini:
  • 1 buah Magnetic Contactor
  • 1 buah MCB
  • Kabel secukupnya
  • 1 butir Pilot Lamp
  • 1 butir Push button On
  • 1 butir Push Button Off

Percobaan pertama, Coba anda buat rangkaian (Seperti gambar diatas).
Pasang kabel pada terminal yg bertuliskan NO (Normally Open) pada Magnetic Contactor, hasilnya saat Magnetic contactor pada keadaan Normal (Belum diberi tegangan listrik) maka lampu nir menyala lantaran terminal yg dipakai berjenis NO (Normally Open) yang ialah Teminal masih terputus jika Magnetic contactor belum bekerja (Belum dialiri listrik).
Kemudian, Coba Alirkan listrik menuju Coil pada Magnetic contactor menggunakan menekan Push Button On, maka Magnetic Contactor akan bekerja, serta membarui terminal NO sebagai Terhubung, serta mengalirkan listrik menuju Pilot Lamp, sehingga lampu pun menyala.
Percobaan Kedua, Coba anda buat rangkaian (Seperti gambar diatas).
Pasang kabel pada terminal yg bertuliskan NC (Normally Close) pada Magnetic Contactor, hasilnya waktu Magnetic contactor pada keadaan Normal (Belum diberi tegangan listrik) maka lampu pribadi menyala karena terminal yang digunakan berjenis NC (Normally Close) yang adalah Teminal sudah pada keadaan terhubung meski Magnetic contactor belum bekerja (Belum dialiri listrik).
Kemudian, Coba Alirkan listrik menuju Coil pada Magnetic contactor menggunakan menekan Push Button On, maka Magnetic Contactor akan bekerja, serta mengganti terminal NC yang sebelumnya terhubung sebagai Terputus, serta aliran listrik ke lampu menjadi terputus, sebagai akibatnya lampu menjadi padam.
Catatan:
Jika anda ingin waktu Magnetic Contactor belum bekerja, lampu padam, lalu waktu Magnetic contactor diberi tegangan maka lampu menyala, maka gunakan terminal NO, Sebaliknya apabila anda menginginkan sebuah lampu menyala meski Magnetic contactor belum bekerja, dan lampu akan padam ketika Magnetic Contactor bekerja (Diberi tegangan), maka gunakan terminal NC.
Contoh prinsip kerja NO, misalnya misalnya Tombol Starter pada sepeda motor, waktu tombol Starter ditekan maka Starter akan menyala, kemudian saat Tombol dilepas maka starter berhenti menyala.
Contoh prinsip kerja NC, misalnya lampu Emergency pada tempat tinggal , ketika listrik menyala maka lampu padam, kemudian saat listrik padam, Lampu emergency tadi akan menyala.
Push Button merupakan keliru satu komponen Panel listrik yg mempunyai fungsi seperti saklar, namun bedanya Push button mempunyai pegas pada dalamnya, serta akan kembali ke posisi semula waktu nir ditekan.
Berbicara tentang Push Button (Tombol), pulang lagi kita menemukan Prinsip Kerja NO serta NC dalam Push button tadi.
Push Button On, merupakan Tombol jenis NO (Normally Open), waktu Push button pada keadaan Normal (tidak ditekan), maka posisi terminal didalamnya dalam keadaan nir terhubung (Terbuka), kebalikannya saat Push Button On pada tekan maka Terminal didalamnya akan terhubung (Tertutup).
Push Button Off, adalah Tombol jenis NC (Normally Close), waktu Push button dalam keadaan Normal (nir ditekan), maka posisi terminal didalamnya dalam keadaan terhubung (Tertutup), kebalikannya saat Push Button Off pada tekan maka Terminal didalamnya akan terputus (Terbuka).
Dari penerangan diatas, timbul pertanyaan mengenai Rangkaian yg kita buat sebelumnya, bila Push Button On ditekan maka Aliran listrik akan mengalir menuju Coil serta Magnetic contactor akan bekerja, selanjutnya saat Push Button dilepas, maka genre listrik menuju coil akan terputus dan mengakibatkan Magnetic Contactor pulang dalam keadaan normal (Tidak bekerja), kemudian pertanyaannya adalah:
Bagaimana caranya agar Magnetic contactor permanen bekerja, meski Push Button On dilepas?, atau Bagaimana Caranya supaya Coil Pada Magnetic contactor permanen menerima Aliran Listrik?

"Pengunci" pada Magnetic Contactor
Oleh karenanya, pada setiap Rangkaian Panel Listrik hal ini biasa disebut menggunakan kata Pengunci, yg berfungsi buat mengalirkan Aliran Listrik menuju Coil pada Magnetic contactor, dan Magnetic contactor tetap bekerja meski Push Button On sudah dilepas.
Pengunci adalah kabel bertegangan listrik yang dipasang di terminal NO pada Magnetic contactor, Tegangan Listrik pengunci dialirkan berdasarkan Terminal Push Button Off.
Prinsip kerja Pengunci dalam Magnetic Contactor
Saat Push Button On ditekan, maka Tegangan Listrik akan mengalir menuju Coil pada Magnetic contactor, serta menyebabkan Magnetic contactor bekerja.
Saat Magnetic Contactor bekerja, maka semua Terminal NO yang terdapat pada magnetic contactor tadi akan terhubung.
Karena pada terminal NO pula sudah dipasang kabel yang bertegangan, maka disaat bersamaan, Listrik juga akan mengalir menuju Coil Magnetic Contactor melalui Terminal NO ini.
Kemudian, meski Push Button On sudah dilepas, Magnetic Contactor permanen bekerja karena Coil permanen mendapatkan Tegangan listrik berdasarkan Pengunci yang berasal dari Terminal NO.
Lalu bagaimana cara tetapkan Listrik yg mengalir ke Coil agar Magnetic contactor berhenti bekerja?
Disinilah fungsi Push Button Off yang bersifat NC (Normally Close), karena pada keadaan belum ditekan, Push Button Off akan mengalirkan Listrik menuju Coil Magnetic contactor, untuk menghentikan genre listrik tadi, kita bisa menekan Push Button Off sebagai akibatnya rangkaian terputus, serta Magnetic Contactor berhenti bekerja karena Coil tidak menerima Tegangan Listrik lagi.
Dari prinsip dasar Magnetic Contactor, Pengunci, Terminal NO (Normally Open), NC (Normally Close) ini, kita dapat mengembangkannya sebagai aneka macam sistem rangkaian Panel Listrik yg lebih bervariasi dan sinkron dengan kebutuhan yang diinginkan.
Berbagai Rangkaian Panel lainnya, yang memakai Magnetic contactor, Push Button, NO, NC, Pengunci bisa anda lihat pada:

Semoga berguna!
CARA FLEXI

BELAJAR MERAKIT PANEL MOTOR LISTRIK 3 PHASE PANDUAN LENGKAP PART2

Bagaimana Cara Merakit Panel buat Motor Listrik 3 Phase?
Artikel ini merupakan kelanjutan menurut artikel sebelumnya, yang berjudul “Belajar Merakit Panel Motor Listrik 3 Phase, [Panduan Lengkap] Part-1”, bila anda belum membaca Artikel Part-1, usahakan baca terlebih dahulu, sebelum melanjutkan pembahasan di Artikel Part-dua ini.
Setelah aneka macam penjelasan tentang Cara merakit Panel Motor Listrik pada Part-1, selanjutnya kita akan mencoba model bagaimana cara membuat Panel Motor Listrik 3 Phase, menjadi berikut:

Belajar Merakit Panel Motor Listrik 3 Phase


Contoh: Kita akan coba merakit Panel sederhana buat sebuah Elektro Motor lima,5 KW, 3Phase, 380Volt, menggunakan sistem Starting Rangkaian DOL. Pemasangan kabel motor menggunakan Cable Tray (jaringan udara).
Komponen Panel yg diharapkan:
  • Box Panel ukuran Lebar 30cm x Tinggi 40cm x Tebal 20cm
  • Kabel NYY 4 x 1,5mm², buat Kabel menurut Panel ke Motor (Panjang sesuai kebutuhan)
  • Kabel NYAF 1,5mm² (Warna Merah, Kuning, Hitam), buat Kabel Power pada dalam Panel yang dipakai buat Jalur Phase R-S-T berdasarkan MCCB ke Magnetic Contactor, serta ke Thermal Overload Relay (Panjang sinkron kebutuhan)
  • Kabel NYAF 0,75mm², buat wiring di dalam panel (panjang sesuai kebutuhan)
  • MCCB 15A 3Pole
  • MCB 4A 1Pole
  • Magnetic Contactor LC1-D18 (Atau yang ekuivalen)
  • Thermal Overload Relay 7-9A
  • Pilot Lamp (Warna Merah serta Hijau)
  • Push Button (On dan Off)
  • Ampere Meter 100/5
  • CT 100/5
  • Skun Kabel 1,5mm² (Sesuai kebutuhan)
  • Heat Shrink (Warna Merah, Kuning, Hitam) Sesuai kebutuhan
  • Pembungkus Kabel (Sesuai kebutuhan)
  • Pengikat Kabel (Cable Ties) (Sesuai Kebutuhan)

Pemasangan Komponen-komponen Panel
Pemasangan Komponen-komponen di dalam Panel
Pasang MCCB, Magnetic Contactor, Thermal Overload, MCB, pada pada Panel, dengan cara membuat lubang di dinding bagian dalam panel buat loka baut pengikat, buat pemasangan MCB dan Magnetic Contactor perlu tambahan Rail Mounting, supaya Komponen tersebut bisa menempel.
Susun MCCB, Magnetic Contactor, Thermal Overload Sejajar berurutan ke bawah, sedangkan MCB bisa dipasang bersebelahan dengan Magnetic contactor, dan sesuaikan jarak masing-masing Komponen dengan berukuran Panel.
Pemasangan Komponen-komponen dibagian Pintu panel
Komponen Panel lainnya, seperti Pilot Lamp, Ampere Meter, Push Button, dipasang pada bagian Pintu Panel.
Pasang Pilot Lamp Hijau serta Merah sejajar ke samping pada bagian bawah pintu panel, menjadi Lampu tanda bahwa Elektro Motor sedang Run (Hijau) atau Trip (Merah).
Pasang Push Button On (Hijau) dan Off (Merah) sejajar di bawah Pilot Lamp Run serta Trip.
Push button Hijau adalah jenis NO (Normally Opened) serta berfungsi sebagai tombol buat menyalakan Panel Motor, sedangkan Push Button Merah merupakan jenis NC (Normally Closed) dan berfungsi menjadi tombol buat mematikan Panel Motor.
Pemasangan Kabel Wiring Panel
Setelah seluruh Komponen terpasang di Panel, maka selanjutnya kita sanggup mulai merakit kabel wiring, Lihat: Wiring Diagram Rangkaian Direct On Line (DOL)
Pasang Terlebih dahulu Kabel Netral menggunakan Kabel NYAF 0,75mm², berdasarkan Sumber menuju ke keliru satu Terminal Coil Magnetic Contactor (A1 atau A2), lalu sambungkan ke keliru satu terminal Pilot Lamp Merah serta Hijau.
Pasang kabel Phase buat Wiring menggunakan Kabel NYAF 0,75mm² menurut MCB menuju terminal 95 dan 97 pada Overload.
Ingat: Terminal 95 dan 96 merupakan NC (Normally Closed) yang berfungsi untuk mengalirkan listrik menuju rangkaian panel selanjutnya, serta akan terputus saat terjadi beban Lebih (Overload), dan terminal 97 serta 98 adalah NO (Normally Closed) yang berfungsi waktu terjadi beban lebih (Overload) maka genre Listrik akan mengalir menuju lampu tanda Trip (Merah) sehingga lampu pertanda Trip menyala, apabila keadaan Normal terminal ini tidak terhubung.
Pasang Kabel menurut Terminal 98 pada Overload menuju ke terminal Pilot Lamp merah (Trip)
Pasang Kabel menurut Terminal 96 di Overload menuju ke galat satu terminal di Push Button Off (Merah).
Pasang Kabel menurut Terminal lainnya di Push Button Off (Merah) menuju salah keliru satu teminal pada Push Button On (Hijau), kemudian sambungkan kabel tersebut menuju terminal 14 (NO) dalam Magnetic Contactor.
Ingat: Magnetic Contactor yg dipakai memiliki beberapa Terminal, yaitu:
  • Terminal A1, A2 merupakan terminal untuk Coil Magnetic Contactor
  • Terminal 1, dua adalah NO (Normally Opened) yang berfungsi buat jalur Line 1 (Phase R)
  • Terminal 3, 4 adalah NO (Normally Opened) yang berfungsi buat jalur Line 2 (Phase S)
  • Terminal lima, 6 adalah NO (Normally Opened) yang berfungsi buat jalur Line 3 (Phase T)
  • Terminal 13, 14 adalah NO (Normally Opened) yg berfungsi untuk Pengunci, waktu Terminal A1 dan A2 diberi tegangan, maka terminal 13, 14 akan terhubung dan mengalirkan Tegangan listrik ke Coil (Pengunci) agar Magnetic Contactor permanen terhubung, meski Tombol On sudah dilepas.
  • Terminal 21, 22 adalah NC (Normally Closed), dalam rangkain DOL, terminal ini tidak digunakan.

Prinsip Kerja Magnetic Contactor:
  • Saat nir ada Tegangan yg dialirkan ke Coil, maka Magnetic Contactor pada keadaan tidak bekerja (Normal), Seluruh Terminal yg bersifat NO (Normally Opened) berada pada keadaan tidak terhubung (Terbuka), kebalikannya Seluruh Terminal yang bersifat NC (Normally Closed) berada pada keadaan Terhubung (Tertutup).
  • Saat Terminal A1 serta A2 (Coil) diberi Tegangan Listrik (sesuai spesifikasi Tegangan yg terdapat pada Magnetic Contactor), maka Magnetic Contactor akan bekerja, Seluruh Terminal yg bersifat NO (Normally Opened) akan Terhubung, dan sebaliknya Seluruh Terminal yg bersifat NC (Normally Closed) akan terputus.

Pasang Kabel berdasarkan Terminal 13 di Magnetic Contactor menuju terminal Coil (A1 atau A2, apabila terminal A1 telah dipasang kabel Netral, maka pasang kabel pada terminal A2, begitu pula kebalikannya)

Pasang Kabel menurut Terminal lainnya di Push Button On (Hijau) menuju ke Terminal Coil (Terminalnya Sama dengan kabel yg berdasarkan terminal 13 pada Magnetic contactor, lalu sambungkan jua Kabel ini menuju terminal di Pilot Lamp On (Hijau).
Setelah semua Kabel Wiring terpasang menggunakan sahih, lalu Rapikan dan ikat menggunakan Cable Ties, selanjutnya dapat dibungkus menggunakan Wrapping Band, agar Kabel Lebih Rapi serta terlindung.
Dan, gunakan Skun Kabel setiap pemasangan kabel pada terminal-terminal yang terdapat pada Komponen Panel, supaya terpasang dengan baik serta rapi
Pemasangan Kabel Power (Line) Panel
Setelah seluruh Kabel Wiring dipasang menggunakan benar serta Rapi, selanjutnya kita sanggup mulai memasang Kabel Power (Line) 3 Phase (R-S-T).

Pasang Kabel R-S-T berdasarkan Terminal Output MCCB menuju Terminal 1,3,5 di Magnetic Contactor, (Sebelumnya tambahkan CT disalah satu Kabel Phase, dan pasang kabel berdasarkan CT menuju Ampere Meter).
Baca pula: Mengenal Ampere meter serta CT

Pasang Kabel R-S-T berdasarkan Terminal dua,4,6 pada Magnetic Contactor menuju Terminal 1,3,5 pada Thermal Overload Relay.
Pasang Kabel berdasarkan Terminal 2,4,6 di Thermal Overload Relay menuju ke Elektro Motor.
Pastikan semua Kabel Power dipasang memakai Skun Kabel, serta dilengkapi dengan Heat Shrink sesuai menggunakan Warna Kabel masing-masing.
Setelah semua Kabel dipasang dengan benar, dan baut-baut Terminal telah dikunci menggunakan kencang/kuat, selanjutnya kita bisa mencoba kinerja Panel terlebih dahulu dengan cara memberi tegangan 220 Volt, (Kabel Phase dipasang pada MCB, dan sambungan Kabel Netral dari Sumber ke kabel netral Wiring Panel).
Pengujian:
  • Tekan Tombol On, Magnetic Contactor bekerja (terhubung), serta Lampu On (Hijau) menyala
  • Tekan Tombol Off, Magnetic Contactor terputus, serta lampu On padam.
  • Coba Tekan Trip pada Thermal Overload Relay secara manual, maka Lampu Trip (Merah) menyala, dan Meski Tombol On ditekan Panel nir berfungsi.
  • Pastikan tidak ada Kabel yang bersentuhan antara Phase-Phase yang berbeda, juga antara Phase dengan Netral.

Setelah semua dipastikan telah benar dan Aman, maka selanjutnya kita sanggup menyambungkan Kabel Power Utama (R-S-T) berdasarkan sumber menuju Terminal Input MCCB.
Utamakan Keselamatan, Pastikan Sumber Listrik telah diputus, nir ada lagi tegangan, Pasang Tag-Out, serta Kunci MCCB menurut Sumber sebelum menyambung Kabel Power menurut Sumber menuju Panel, dan Pekerjaan ini harus dilakukan sang Teknisi Listrik yang berkompeten.
Penjelasan mengenai Cara Merakit Panel Motor Listrik ini merupakan yg paling sederhana, selanjutnya kita mampu menilik cara merakit Panel yang lebih rumit, seperti Panel Motor menggunakan Rangkaian Star-Delta, Rangkaian Auto Trafo, serta Rangkaian Panel Lainnya.
Baca pula: Mengenal Prinsip Kerja Magnetic Contactor, Push Button dan NO, NC
Untuk dapat menguasai Cara Merakit Panel, Hal dasar yang sebenarnya harus kita kuasai merupakan Pemahaman mengenai sistem kerja NO (Normally Opened) serta NC (Normally Closed), lantaran menurut prinsip kerja NO dan NC, kita sanggup mengembangkannya menjadi banyak sekali Aplikasi rangkaian panel.
Berbagai penjelasan lainnya, akan kita bahas dalam Artikel selanjutnya dalam "Belajar Merakit Panel Listrik 3 Phase, Part-3".
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

BELAJAR MERAKIT PANEL MOTOR LISTRIK 3 PHASE PANDUAN LENGKAP PART2

Bagaimana Cara Merakit Panel buat Motor Listrik tiga Phase?
Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya, yg berjudul “Belajar Merakit Panel Motor Listrik tiga Phase, [Panduan Lengkap] Part-1”, bila anda belum membaca Artikel Part-1, sebaiknya baca terlebih dahulu, sebelum melanjutkan pembahasan pada Artikel Part-2 ini.
Setelah aneka macam penjelasan tentang Cara merakit Panel Motor Listrik di Part-1, selanjutnya kita akan mencoba model bagaimana cara membuat Panel Motor Listrik 3 Phase, sebagai berikut:

Belajar Merakit Panel Motor Listrik tiga Phase


Contoh: Kita akan coba merakit Panel sederhana untuk sebuah Elektro Motor lima,lima KW, 3Phase, 380Volt, dengan sistem Starting Rangkaian DOL. Pemasangan kabel motor menggunakan Cable Tray (jaringan udara).
Komponen Panel yang diperlukan:
  • Box Panel ukuran Lebar 30cm x Tinggi 40cm x Tebal 20cm
  • Kabel NYY 4 x 1,5mm², buat Kabel menurut Panel ke Motor (Panjang sesuai kebutuhan)
  • Kabel NYAF 1,5mm² (Warna Merah, Kuning, Hitam), buat Kabel Power pada dalam Panel yg digunakan untuk Jalur Phase R-S-T berdasarkan MCCB ke Magnetic Contactor, serta ke Thermal Overload Relay (Panjang sesuai kebutuhan)
  • Kabel NYAF 0,75mm², buat wiring pada pada panel (panjang sesuai kebutuhan)
  • MCCB 15A 3Pole
  • MCB 4A 1Pole
  • Magnetic Contactor LC1-D18 (Atau yang ekuivalen)
  • Thermal Overload Relay 7-9A
  • Pilot Lamp (Warna Merah dan Hijau)
  • Push Button (On dan Off)
  • Ampere Meter 100/5
  • CT 100/5
  • Skun Kabel 1,5mm² (Sesuai kebutuhan)
  • Heat Shrink (Warna Merah, Kuning, Hitam) Sesuai kebutuhan
  • Pembungkus Kabel (Sesuai kebutuhan)
  • Pengikat Kabel (Cable Ties) (Sesuai Kebutuhan)

Pemasangan Komponen-komponen Panel
Pemasangan Komponen-komponen pada pada Panel
Pasang MCCB, Magnetic Contactor, Thermal Overload, MCB, di dalam Panel, menggunakan cara menciptakan lubang di dinding bagian pada panel buat tempat baut pengikat, untuk pemasangan MCB serta Magnetic Contactor perlu tambahan Rail Mounting, agar Komponen tersebut bisa melekat.
Susun MCCB, Magnetic Contactor, Thermal Overload Sejajar berurutan ke bawah, sedangkan MCB bisa dipasang bersebelahan menggunakan Magnetic contactor, dan sesuaikan jarak masing-masing Komponen menggunakan berukuran Panel.
Pemasangan Komponen-komponen dibagian Pintu panel
Komponen Panel lainnya, seperti Pilot Lamp, Ampere Meter, Push Button, dipasang di bagian Pintu Panel.
Pasang Pilot Lamp Hijau serta Merah sejajar ke samping di bagian bawah pintu panel, sebagai Lampu tanda bahwa Elektro Motor sedang Run (Hijau) atau Trip (Merah).
Pasang Push Button On (Hijau) serta Off (Merah) sejajar pada bawah Pilot Lamp Run dan Trip.
Push button Hijau merupakan jenis NO (Normally Opened) dan berfungsi sebagai tombol untuk menyalakan Panel Motor, sedangkan Push Button Merah merupakan jenis NC (Normally Closed) dan berfungsi sebagai tombol buat mematikan Panel Motor.
Pemasangan Kabel Wiring Panel
Setelah seluruh Komponen terpasang di Panel, maka selanjutnya kita sanggup mulai merakit kabel wiring, Lihat: Wiring Diagram Rangkaian Direct On Line (DOL)
Pasang Terlebih dahulu Kabel Netral menggunakan Kabel NYAF 0,75mm², menurut Sumber menuju ke keliru satu Terminal Coil Magnetic Contactor (A1 atau A2), kemudian sambungkan ke keliru satu terminal Pilot Lamp Merah dan Hijau.
Pasang kabel Phase untuk Wiring memakai Kabel NYAF 0,75mm² menurut MCB menuju terminal 95 serta 97 dalam Overload.
Ingat: Terminal 95 serta 96 adalah NC (Normally Closed) yg berfungsi buat mengalirkan listrik menuju rangkaian panel selanjutnya, dan akan terputus ketika terjadi beban Lebih (Overload), dan terminal 97 serta 98 adalah NO (Normally Closed) yang berfungsi waktu terjadi beban lebih (Overload) maka genre Listrik akan mengalir menuju lampu indikasi Trip (Merah) sehingga lampu indikasi Trip menyala, jika keadaan Normal terminal ini tidak terhubung.
Pasang Kabel berdasarkan Terminal 98 pada Overload menuju ke terminal Pilot Lamp merah (Trip)
Pasang Kabel berdasarkan Terminal 96 di Overload menuju ke salah satu terminal pada Push Button Off (Merah).
Pasang Kabel dari Terminal lainnya di Push Button Off (Merah) menuju salah salah satu teminal pada Push Button On (Hijau), lalu sambungkan kabel tadi menuju terminal 14 (NO) pada Magnetic Contactor.
Ingat: Magnetic Contactor yang dipakai mempunyai beberapa Terminal, yaitu:
  • Terminal A1, A2 merupakan terminal buat Coil Magnetic Contactor
  • Terminal 1, dua adalah NO (Normally Opened) yg berfungsi buat jalur Line 1 (Phase R)
  • Terminal 3, 4 merupakan NO (Normally Opened) yg berfungsi buat jalur Line dua (Phase S)
  • Terminal 5, 6 merupakan NO (Normally Opened) yg berfungsi buat jalur Line 3 (Phase T)
  • Terminal 13, 14 adalah NO (Normally Opened) yang berfungsi buat Pengunci, ketika Terminal A1 serta A2 diberi tegangan, maka terminal 13, 14 akan terhubung serta mengalirkan Tegangan listrik ke Coil (Pengunci) supaya Magnetic Contactor permanen terhubung, meski Tombol On telah dilepas.
  • Terminal 21, 22 merupakan NC (Normally Closed), pada rangkain DOL, terminal ini nir dipakai.

Prinsip Kerja Magnetic Contactor:
  • Saat nir terdapat Tegangan yang dialirkan ke Coil, maka Magnetic Contactor pada keadaan tidak bekerja (Normal), Seluruh Terminal yang bersifat NO (Normally Opened) berada dalam keadaan tidak terhubung (Terbuka), sebaliknya Seluruh Terminal yang bersifat NC (Normally Closed) berada pada keadaan Terhubung (Tertutup).
  • Saat Terminal A1 dan A2 (Coil) diberi Tegangan Listrik (sinkron spesifikasi Tegangan yg ada dalam Magnetic Contactor), maka Magnetic Contactor akan bekerja, Seluruh Terminal yang bersifat NO (Normally Opened) akan Terhubung, dan sebaliknya Seluruh Terminal yg bersifat NC (Normally Closed) akan terputus.

Pasang Kabel dari Terminal 13 pada Magnetic Contactor menuju terminal Coil (A1 atau A2, bila terminal A1 telah dipasang kabel Netral, maka pasang kabel pada terminal A2, begitu juga sebaliknya)

Pasang Kabel menurut Terminal lainnya di Push Button On (Hijau) menuju ke Terminal Coil (Terminalnya Sama menggunakan kabel yg berdasarkan terminal 13 pada Magnetic contactor, kemudian sambungkan pula Kabel ini menuju terminal pada Pilot Lamp On (Hijau).
Setelah semua Kabel Wiring terpasang dengan benar, kemudian Rapikan serta ikat dengan Cable Ties, selanjutnya bisa dibungkus dengan Wrapping Band, agar Kabel Lebih Rapi dan terlindung.
Dan, pakai Skun Kabel setiap pemasangan kabel di terminal-terminal yang terdapat dalam Komponen Panel, supaya terpasang dengan baik serta rapi
Pemasangan Kabel Power (Line) Panel
Setelah seluruh Kabel Wiring dipasang dengan sahih dan Rapi, selanjutnya kita bisa mulai memasang Kabel Power (Line) tiga Phase (R-S-T).

Pasang Kabel R-S-T menurut Terminal Output MCCB menuju Terminal 1,tiga,5 di Magnetic Contactor, (Sebelumnya tambahkan CT disalah satu Kabel Phase, dan pasang kabel menurut CT menuju Ampere Meter).
Baca jua: Mengenal Ampere meter serta CT

Pasang Kabel R-S-T berdasarkan Terminal 2,4,6 di Magnetic Contactor menuju Terminal 1,tiga,lima di Thermal Overload Relay.
Pasang Kabel menurut Terminal dua,4,6 pada Thermal Overload Relay menuju ke Elektro Motor.
Pastikan seluruh Kabel Power dipasang memakai Skun Kabel, serta dilengkapi menggunakan Heat Shrink sinkron menggunakan Warna Kabel masing-masing.
Setelah semua Kabel dipasang menggunakan sahih, dan baut-baut Terminal sudah dikunci menggunakan kencang/bertenaga, selanjutnya kita dapat mencoba kinerja Panel terlebih dahulu dengan cara memberi tegangan 220 Volt, (Kabel Phase dipasang dalam MCB, serta sambungan Kabel Netral dari Sumber ke kabel netral Wiring Panel).
Pengujian:
  • Tekan Tombol On, Magnetic Contactor bekerja (terhubung), serta Lampu On (Hijau) menyala
  • Tekan Tombol Off, Magnetic Contactor terputus, serta lampu On padam.
  • Coba Tekan Trip dalam Thermal Overload Relay secara manual, maka Lampu Trip (Merah) menyala, serta Meski Tombol On ditekan Panel nir berfungsi.
  • Pastikan nir ada Kabel yang bersentuhan antara Phase-Phase yg tidak sama, juga antara Phase menggunakan Netral.

Setelah semua dipastikan sudah sahih dan Aman, maka selanjutnya kita bisa menyambungkan Kabel Power Utama (R-S-T) dari sumber menuju Terminal Input MCCB.
Utamakan Keselamatan, Pastikan Sumber Listrik telah diputus, tidak terdapat lagi tegangan, Pasang Tag-Out, dan Kunci MCCB menurut Sumber sebelum menyambung Kabel Power dari Sumber menuju Panel, serta Pekerjaan ini wajib dilakukan oleh Teknisi Listrik yg berkompeten.
Penjelasan mengenai Cara Merakit Panel Motor Listrik ini merupakan yg paling sederhana, selanjutnya kita sanggup menilik cara merakit Panel yg lebih rumit, misalnya Panel Motor menggunakan Rangkaian Star-Delta, Rangkaian Auto Trafo, dan Rangkaian Panel Lainnya.
Baca jua: Mengenal Prinsip Kerja Magnetic Contactor, Push Button dan NO, NC
Untuk dapat menguasai Cara Merakit Panel, Hal dasar yang sebenarnya wajib kita kuasai adalah Pemahaman mengenai sistem kerja NO (Normally Opened) dan NC (Normally Closed), lantaran berdasarkan prinsip kerja NO serta NC, kita sanggup mengembangkannya sebagai aneka macam Aplikasi rangkaian panel.
Berbagai penjelasan lainnya, akan kita bahas pada Artikel selanjutnya pada "Belajar Merakit Panel Listrik 3 Phase, Part-3".
Semoga berguna!
CARA FLEXI

RANGKAIAN DOL DIRECT ON LINE STARTER MOTOR 3 PH WIRING DIAGRAM DAN PENJELASAN LENGKAP

Wiring Diagram Rangkaian DOL (Direct On Line) buat Starting Motor listrik AC tiga Phase, beserta penjelasannya.
Lonjakan Arus dalam ketika Elektro motor dioperasikan atau biasa dianggap arus Starting sanggup mencapai 4-7 kali menurut Arus normal elektronika motor tersebut.
Arus Starting motor listrik = 4 s/d 7 x In
Mengingat besarnya lonjakan arus listrik ketika sebuah Elektro motor dioperasikan (Starting Motor), maka dipakai banyak sekali sistem buat meminimalkan Lonjakan Arus starting tadi.
Berbagai Sistem Rangkaian Motor Starter
Namun buat Elektro motor yg memiliki daya mini dalam umumnya nir membutuhkan sistem starting yg berfungsi buat mengurangi lonjakan arus starting.
Oleh lantaran itulah, salah satu sistem rangkaian starting buat elektro motor dengan daya yg kecil, relatif menggunakan menggunakan rangkaian Direct On line (DOL).
Baca juga; Rangkaian STAR-DELTA
Sistem kerja rangkaian Direct On Line (DOL) yaitu: Elektro motor langsung mendapatkan supplai tegangan sebanyak 100 % dari akbar tegangan sumber (380 Volt).
Baca juga: Belajar Merakit Panel Motor Listrik 3Phase
Sistem starter Elektro Motor menggunakan memakai rangkaian Direct On Line atau DOL merupakan Sistem starting elektronik motor yang paling sederhana, dan biasa digunakan buat elektronik motor yg mempunyai daya lebih kecil berdasarkan 5,lima Kw (< lima,lima KW).
Elektro motor < lima,5KW = DOL (Direct On Line).
Untuk mengenal lebih kentara mengenai bagaimana prinsip kerja rangkaian motor starter menggunakan sistem DOL (Direct On Line), berikut wiring diagram rangkaian DOL (Direct On line), rangkaian diagram Line dan diagram Control, beserta penjelasannya.
Baca jua: Wiring Diagram Auto-Trafo, lengkap

Wiring Diagram Rangkaian DOL (Direct On Line).


Prinsip Kerja Rangkaian DOL (Direct On Line):
  • Pada ketika Push Button"On" ditekan , maka tegangan asal berdasarkan MCB akan mengalir menuju Coil Magnetic Contactor K1 dan mengakibatkan Magnetic Contactor bekerja menghubungkan terminal utama (LINE) serta mengalirkan sumber tegangan melewati TOR (Thermal OverLoad Relay) dan menuju ke Elektro Motor.
  • Karena prinsip kerja Push Button (Tombol) ON dalam waktu dilepas akan pulang terputus, maka dibubuhi rangkaian "Pengunci".
  • "Pengunci" berfungsi buat mengalirkan asal tegangan menurut MCB melewati rangkaian Push Button"OFF", menuju pribadi ke terminal bantu NO (Normally Open) pada Magnetic contactor dan selanjutnya terminal tersebut dihubungkan menuju Coil.
  • Jadi, saat Push Button"On" ditekan, tegangan dari Push Button"On" akan mengalir ke coil, dan magnetic contactor pun bekerja, saat magnetic contactor bekerja, terminal bantu NO pada Magnetic contactor tersebut akan terhubung dan juga mengalirkan sumber tegangan dari Push Button"Off" menuju coil.
  • Karena sumber tegangan berdasarkan pengunci telah dialirkan menuju coil, dalam saat Push button"ON" dilepas, magnetic contactor tetap bekerja karena masih mendapatkan sumber tegangan dari Push Button"Off".
  • Kemudian dalam saat Push Button"Off ditekan, Sumber tegangan yang melewati terminal bantu"NO" (Pengunci) akan terputus, dan Magnetic contactor pun akan berhenti beroperasi serta menetapkan rangkaian primer.

Kesimpulan:
  • Push Button"On" ditekan-Magnetic Contactor bekerja-Tegangan mengalir ke Elektromotor-Elektromotor beroperasi-Pilot Lamp Hijau menyala (RUN).
  • Push Button"On" dilepas-Magnetic contactor tetap bekerja karena mendapat tegangan dari "Pengunci"-Elektro motor tetap beroperasi.
  • Push Button"Off" ditekan-sumber tegangan ke pengunci terputus-Magnetic contactor berhenti-rangkaian terputus-Elektro motor berhenti beroperasi (STOP).

Komponen yang diharapkan buat rangkaian DOL (Direct On Line), antara lain:
  • MCCB (No-Fuse Breaker)
MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) atau biasa dianggap dengan No-Fuse Breaker, berfungsi menjadi pengaman primer dalam rangkaian.
MCCB akan bekerja dengan tetapkan asal listrik ke rangkaian dalam saat terjadi Over Current (Arus Lebih) juga ketika terjadi Short Circuit (Hubungan Singkat).
Selain itu, MCCB pula berfungsi sebagai pemutus/penghubung rangkaian secara manual menggunakan menurunkan atau mempertinggi tuas yg terdapat dalam MCCB tadi.
Ukuran MCCB yang dipakai buat rangkaian DOL (Direct On Line) diubahsuaikan menggunakan besar daya Elektro motor.
Cara menentukan berapa Ampere MCCB (Breaker) yang dipakai dalam Rangkaian DOL, adalah:
125% x In (125 % kali arus nominal elektronika motor yg dipakai).
MCCB = 125% x In
Contoh:
Jika Elektro motor yg dipakai mempunyai daya sebesar lima,5kw (P = 5500 Watt), tegangan kerja 380 Volt, Cosphi 0,80.
Maka arus nominal (In) elektromotor tadi, adalah:
P = V x I x Cosphi x akar3
5500 watt = 380Volt x I x 0,80 x 1,73
I = 5500 watt / 525,92
In = 10,45 Amp.
MCCB (Breaker) yg dibutuhkan buat Rangkaian DOL, buat Starting Elektro motor 5,5kw merupakan: 125% x In
125/100 x 10,45 = 13 Ampere.
Karena MCCB 13 Amp nir tersedia dipasaran , maka bisa memakai MCCB 15A.
  • Magnetic Contactor
Magnetic Contactor adalah komponen yang berfungsi buat memutuskan atau menghubungkan rangkaian dengan prinsip kerja Induksi magnetik.
Magnetic Contactor mempunyai Gulungan (Coil) yg berfungsi buat mengubah arus listrik menjadi medan magnet, saat Coil diberi tegangan, maka akan membuat magnet yang akan menarik Elemen logam yang berfungsi buat menghubungkan/tetapkan Terminal penghubung (Contact-Point).
Terminal "Coil" dalam Magnetic Contactor umumnya diberi simbol A1 dan A2.
Terminal primer dalam Magnetic Contactor yang dipakai dalam rangkaian terdiri dari tiga terminal buat penghubung phase R,S,T dari sumber tegangan menuju Elektro motor.
Terminal primer ini bersifat NO (Normally Open), saat magnetic contactor nir diberi tegangan posisi terminal dalam keadaan terbuka atau nir terhubung, Terminal primer akan terhubung ketika coil magnetic contactor diberi tegangan.
(Besar tegangan sinkron dengan spesifikasi magnetic contactor yang dipakai).
Selain terminal primer, dalam magnetic contactor juga masih ada terminal (Contact point) tambahan yg bersifat NO (Normally Open), juga NC (Normally Close).
NO = Normally Open
NC = Normally Close
NO = Normally Open, Magnetic contactor pada posisi normal atau tidak mendapat supplai tegangan, terminal ini pada syarat terbuka (nir terhubung), terminal ini akan terhubung (tertutup) saat coil magnetic contactor diberi tegangan.
NC = Normally Close, Magnetic contactor dalam posisi normal atau tidak mendapat supplai tegangan, terminal ini dalam kondisi tertutup (terhubung), terminal ini akan terputus (terbuka) ketika coil magnetic contactor diberi tegangan.
  • TOR (Thermal Overload Relay)
TOR atau Thermal Overload Relay, merupakan komponen yg berfungsi menjadi pengaman elektronik motor waktu terjadi Overload (Kelebihan beban).
Thermal Overload relay bekerja dari arus listrik yg melewati bagian Bimetal yg ada pada pada Thermal Overload relay, apabila besaran arus listrik yang melewati bimetal melebihi settingan yg telah diatur, maka suhu bimetal semakin tinggi sebagai akibatnya bimetal melengkung.
Melengkungnya bimetal akan menyentuh tuas yang terdapat, serta menyebabkan terminal pada Thermal Overload relay tadi bekerja, terminal NO akan terhubung dan sebaliknya terminal NC akan terputus.
  • MCB
MCB atau Miniature Circuit Breaker dalam rangkaian DOL (Direct On line) motor starter, berfungsi menjadi pengaman rangkaian control.
Jika terjadi hubung singkat dalam rangkaian control, maka MCB akan memutuskan sumber listrik ke rangkaian control.
Jadi, MCB disini hanya buat mengamankan rangkaian, serta komponen-komponen yang ada, misalnya Magnetic Contactor, Pilot Lamp, serta kabel rangkaian.
(Bukan buat mengamankan arus lebih dalam Elektro motor).
Ukuran MCB yang biasa digunakan dalam rangkaian DOL motor starter, biasanya tidak terlalu besar.
Ukuran MCB yang biasa digunakan adalah MCB tiga Ampere.
  • Push Button (On & Off)
Push button biasa dianggap jua dengan istilah Tombol.
Push Button On (Start) bersifat NO (Normally Open)
Saat tombol On (Start) ditekan, maka rangkaian atau contact point yang semula terputus akan terhubung, kemudian jika tombol dilepas rangkaian atau contact point yg ada akan terputus pulang.
Push Button Off (Stop) bersifat NC (Normally Close)
Saat tombol Off (Stop) ditekan, maka rangkaian atau contact point yg semula terhubung akan terputus, kemudian bila tombol dilepas rangkaian atau contact point yang terdapat akan terhubung balik .
Ingat:
Prinsip kerja Push button hanya bekerja sesaat saat ditekan, saat tekanan dilepas (Tidak ditekan) maka push button akan balik pada posisi semula.
  • Pilot Lamp (Hijau & Merah)
Pilot lamp dalam rangkaian DOL (Direct On Line) motor Starter berfungsi sebagai lampu tanda (Isyarat).
Jika lampu Hijau menyala menandakan bahwa electro motor dalam keadaan beroperasi (RUN).
Jika lampu merah menyala mengindikasikan bahwa electro motor berhenti beroperasi (TRIP) yg disebabkan oleh beban lebih (Over load).
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

RANGKAIAN DOL DIRECT ON LINE STARTER MOTOR 3 PH WIRING DIAGRAM DAN PENJELASAN LENGKAP

Wiring Diagram Rangkaian DOL (Direct On Line) buat Starting Motor listrik AC tiga Phase, bersama penjelasannya.
Lonjakan Arus dalam waktu Elektro motor dioperasikan atau biasa dianggap arus Starting mampu mencapai 4-7 kali dari Arus normal elektro motor tadi.
Arus Starting motor listrik = 4 s/d 7 x In
Mengingat besarnya lonjakan arus listrik waktu sebuah Elektro motor dioperasikan (Starting Motor), maka dipakai berbagai sistem buat meminimalkan Lonjakan Arus starting tadi.
Berbagai Sistem Rangkaian Motor Starter
Namun buat Elektro motor yg mempunyai daya mini dalam umumnya tidak membutuhkan sistem starting yang berfungsi buat mengurangi lonjakan arus starting.
Oleh lantaran itulah, salah satu sistem rangkaian starting buat elektro motor dengan daya yang mini , relatif menggunakan menggunakan rangkaian Direct On line (DOL).
Baca juga; Rangkaian STAR-DELTA
Sistem kerja rangkaian Direct On Line (DOL) yaitu: Elektro motor langsung menerima supplai tegangan sebanyak 100 % menurut besar tegangan asal (380 Volt).
Baca jua: Belajar Merakit Panel Motor Listrik 3Phase
Sistem starter Elektro Motor menggunakan memakai rangkaian Direct On Line atau DOL adalah Sistem starting elektronik motor yg paling sederhana, serta biasa digunakan untuk elektronik motor yg mempunyai daya lebih mini menurut 5,lima Kw (< lima,lima KW).
Elektro motor < 5,5KW = DOL (Direct On Line).
Untuk mengenal lebih kentara tentang bagaimana prinsip kerja rangkaian motor starter dengan sistem DOL (Direct On Line), berikut wiring diagram rangkaian DOL (Direct On line), rangkaian diagram Line serta diagram Control, beserta penjelasannya.
Baca jua: Wiring Diagram Auto-Trafo, lengkap

Wiring Diagram Rangkaian DOL (Direct On Line).


Prinsip Kerja Rangkaian DOL (Direct On Line):
  • Pada saat Push Button"On" ditekan , maka tegangan asal menurut MCB akan mengalir menuju Coil Magnetic Contactor K1 serta menyebabkan Magnetic Contactor bekerja menghubungkan terminal utama (LINE) serta mengalirkan asal tegangan melewati TOR (Thermal OverLoad Relay) serta menuju ke Elektro Motor.
  • Karena prinsip kerja Push Button (Tombol) ON dalam waktu dilepas akan balik terputus, maka ditambahkan rangkaian "Pengunci".
  • "Pengunci" berfungsi buat mengalirkan asal tegangan dari MCB melewati rangkaian Push Button"OFF", menuju eksklusif ke terminal bantu NO (Normally Open) dalam Magnetic contactor serta selanjutnya terminal tersebut dihubungkan menuju Coil.
  • Jadi, saat Push Button"On" ditekan, tegangan dari Push Button"On" akan mengalir ke coil, serta magnetic contactor pun bekerja, saat magnetic contactor bekerja, terminal bantu NO pada Magnetic contactor tersebut akan terhubung serta juga mengalirkan sumber tegangan dari Push Button"Off" menuju coil.
  • Karena asal tegangan dari pengunci telah dialirkan menuju coil, dalam saat Push button"ON" dilepas, magnetic contactor tetap bekerja karena masih menerima asal tegangan menurut Push Button"Off".
  • Kemudian pada ketika Push Button"Off ditekan, Sumber tegangan yg melewati terminal bantu"NO" (Pengunci) akan terputus, serta Magnetic contactor pun akan berhenti beroperasi serta tetapkan rangkaian utama.

Kesimpulan:
  • Push Button"On" ditekan-Magnetic Contactor bekerja-Tegangan mengalir ke Elektromotor-Elektromotor beroperasi-Pilot Lamp Hijau menyala (RUN).
  • Push Button"On" dilepas-Magnetic contactor tetap bekerja karena mendapat tegangan dari "Pengunci"-Elektro motor tetap beroperasi.
  • Push Button"Off" ditekan-sumber tegangan ke pengunci terputus-Magnetic contactor berhenti-rangkaian terputus-Elektro motor berhenti beroperasi (STOP).

Komponen yg diharapkan buat rangkaian DOL (Direct On Line), antara lain:
  • MCCB (No-Fuse Breaker)
MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) atau biasa diklaim dengan No-Fuse Breaker, berfungsi menjadi pengaman utama pada rangkaian.
MCCB akan bekerja menggunakan tetapkan asal listrik ke rangkaian dalam waktu terjadi Over Current (Arus Lebih) juga waktu terjadi Short Circuit (Hubungan Singkat).
Selain itu, MCCB pula berfungsi menjadi pemutus/penghubung rangkaian secara manual menggunakan menurunkan atau menaikkan tuas yg ada dalam MCCB tersebut.
Ukuran MCCB yg digunakan buat rangkaian DOL (Direct On Line) diadaptasi dengan besar daya Elektro motor.
Cara memilih berapa Ampere MCCB (Breaker) yg dipakai dalam Rangkaian DOL, merupakan:
125% x In (125 % kali arus nominal elektro motor yang dipakai).
MCCB = 125% x In
Contoh:
Jika Elektro motor yang dipakai mempunyai daya sebanyak lima,5kw (P = 5500 Watt), tegangan kerja 380 Volt, Cosphi 0,80.
Maka arus nominal (In) elektromotor tersebut, merupakan:
P = V x I x Cosphi x akar3
5500 watt = 380Volt x I x 0,80 x 1,73
I = 5500 watt / 525,92
In = 10,45 Amp.
MCCB (Breaker) yg diharapkan buat Rangkaian DOL, buat Starting Elektro motor 5,5kw merupakan: 125% x In
125/100 x 10,45 = 13 Ampere.
Karena MCCB 13 Amp tidak tersedia dipasaran , maka dapat memakai MCCB 15A.
  • Magnetic Contactor
Magnetic Contactor adalah komponen yang berfungsi buat tetapkan atau menghubungkan rangkaian dengan prinsip kerja Induksi magnetik.
Magnetic Contactor mempunyai Gulungan (Coil) yang berfungsi buat membarui arus listrik menjadi medan magnet, waktu Coil diberi tegangan, maka akan menghasilkan magnet yg akan menarik Elemen logam yang berfungsi untuk menghubungkan/memutuskan Terminal penghubung (Contact-Point).
Terminal "Coil" dalam Magnetic Contactor umumnya diberi simbol A1 serta A2.
Terminal primer dalam Magnetic Contactor yang digunakan pada rangkaian terdiri menurut 3 terminal buat penghubung phase R,S,T berdasarkan sumber tegangan menuju Elektro motor.
Terminal primer ini bersifat NO (Normally Open), ketika magnetic contactor nir diberi tegangan posisi terminal pada keadaan terbuka atau tidak terhubung, Terminal primer akan terhubung ketika coil magnetic contactor diberi tegangan.
(Besar tegangan sesuai menggunakan spesifikasi magnetic contactor yg digunakan).
Selain terminal utama, pada magnetic contactor pula masih ada terminal (Contact point) tambahan yang bersifat NO (Normally Open), maupun NC (Normally Close).
NO = Normally Open
NC = Normally Close
NO = Normally Open, Magnetic contactor dalam posisi normal atau nir mendapat supplai tegangan, terminal ini pada kondisi terbuka (tidak terhubung), terminal ini akan terhubung (tertutup) saat coil magnetic contactor diberi tegangan.
NC = Normally Close, Magnetic contactor dalam posisi normal atau nir menerima supplai tegangan, terminal ini pada kondisi tertutup (terhubung), terminal ini akan terputus (terbuka) waktu coil magnetic contactor diberi tegangan.
  • TOR (Thermal Overload Relay)
TOR atau Thermal Overload Relay, adalah komponen yg berfungsi sebagai pengaman elektronik motor saat terjadi Overload (Kelebihan beban).
Thermal Overload relay bekerja dari arus listrik yg melewati bagian Bimetal yang ada di pada Thermal Overload relay, bila besaran arus listrik yg melewati bimetal melebihi settingan yg sudah diatur, maka suhu bimetal meningkat sebagai akibatnya bimetal melengkung.
Melengkungnya bimetal akan menyentuh tuas yang ada, serta menyebabkan terminal pada Thermal Overload relay tersebut bekerja, terminal NO akan terhubung serta sebaliknya terminal NC akan terputus.
  • MCB
MCB atau Miniature Circuit Breaker pada rangkaian DOL (Direct On line) motor starter, berfungsi sebagai pengaman rangkaian control.
Jika terjadi hubung singkat pada rangkaian control, maka MCB akan menetapkan sumber listrik ke rangkaian control.
Jadi, MCB disini hanya untuk mengamankan rangkaian, serta komponen-komponen yang ada, seperti Magnetic Contactor, Pilot Lamp, serta kabel rangkaian.
(Bukan buat mengamankan arus lebih pada Elektro motor).
Ukuran MCB yang biasa digunakan dalam rangkaian DOL motor starter, umumnya tidak terlalu akbar.
Ukuran MCB yang biasa dipakai merupakan MCB 3 Ampere.
  • Push Button (On & Off)
Push button biasa dianggap juga menggunakan istilah Tombol.
Push Button On (Start) bersifat NO (Normally Open)
Saat tombol On (Start) ditekan, maka rangkaian atau contact point yg semula terputus akan terhubung, lalu jika tombol dilepas rangkaian atau contact point yg ada akan terputus balik .
Push Button Off (Stop) bersifat NC (Normally Close)
Saat tombol Off (Stop) ditekan, maka rangkaian atau contact point yg semula terhubung akan terputus, lalu bila tombol dilepas rangkaian atau contact point yang ada akan terhubung kembali.
Ingat:
Prinsip kerja Push button hanya bekerja sesaat saat ditekan, ketika tekanan dilepas (Tidak ditekan) maka push button akan kembali dalam posisi semula.
  • Pilot Lamp (Hijau & Merah)
Pilot lamp dalam rangkaian DOL (Direct On Line) motor Starter berfungsi menjadi lampu tanda (Isyarat).
Jika lampu Hijau menyala mengindikasikan bahwa electro motor dalam keadaan beroperasi (RUN).
Jika lampu merah menyala menandakan bahwa electro motor berhenti beroperasi (TRIP) yang disebabkan oleh beban lebih (Over load).
Semoga berguna!
CARA FLEXI

WIRING DIAGRAM MOTOR LISTRIK 3PHASE DENGAN 2 ARAH PUTARAN

Contoh Rangkaian Panel buat Motor Listrik 3 Phase, dengan 2 Pilihan Arah putaran (Forward-Reverse)
Rangkaian Panel Motor Listrik tiga Phase dengan 2 arah putaran
Penggunaan Panel buat Motor Listrik yg dapat dipakai untuk 2 arah putaran (Forward-Reverse), Khususnya di global Industri, Beberapa Aplikasi atau penggunaan Motor Listrik, membutuhkan dua Arah Putaran yang dapat dioperasikan secara bergantian sinkron kebutuhannya.
Baca jua: Panduan Belajar Merakit Panel Motor Listrik 3 Phase
Beberapa model Mesin/alat-alat yang memakai Motor Listrik menggunakan 2 Arah Putaran, antara lain:
  • Hoisting Crane
  • Transfer Carriage
  • Mesin Bor
  • Mesin Bubut
  • dan lainnya

Seperti yg kita ketahui bahwa Motor Listrik merupakan suatu alat yang memakai tenaga listrik dan mengubahnya sebagai energi putar (gerak).
Putaran yang bisa dihasilkan suatu Motor Listrik terdapat 2 arah, yaitu:
  • CW (Clockwise) atau searah putaran jarum jam, atau putaran kearah kanan
  • CCW (Counter Clockwise) atau antagonis arah putaran jarum jam, atau putaran kearah kiri

Bagaimana cara membuat rangkaian Panel Motor Listrik 3 Phase, menggunakan dua arah putaran?
Untuk lebih memahaminya, ada baiknya dipandang terlebih dahulu dalam artikel sebelumnya mengenai cara membarui arah Putaran motor listrik 3 Phase.
Baca jua: Cara Memutar Balik Motor Listrik 3Phase serta 1Phase
Selanjutnya, setelah kita memahami mengenai cara mengganti arah  putaran Motor Listrik, maka selanjutnya tentu akan lebih mudah bagi kita buat menciptakan rangkaian Motor Listrik 3 Phase menggunakan 2 Arah putaran, yang dapat disesuaikan menggunakan aplikasi serta kebutuhan pada dilapangan.
Berikut ini Contoh Rangkaian Sederhana, dilengkapi dengan Line Diagram dan Control Diagram, buat Motor Listrik tiga Phase dengan 2 pilihan Arah Putaran, khususnya buat Motor Listrik menggunakan rangkaian start DOL.
Baca jua: Wiring diagram Direct On Line (DOL) serta penjelasannya

Wiring Diagram (Rangkaian Motor Listrik dengan 2 Arah putaran)


WIRING LINE-DIAGRAM

WIRING CONTROL-DIAGRAM

Penjelasannya:
Saat Push Button On 1 ditekan, maka listrik akan mengalir menuju terminal NC (Normally Close) yang terdapat dalam Magnetic Contactor 2, ini bertujuan supaya memberikan pengaman supaya nir terjadi syarat Magnetic Contactor menyala kedua-duanya, serta menyebabkan Short Circuit.
Baca jua: Mengenal Prinsip kerja Magnetic Contactor, Push Button dan NO serta NC
Selanjutnya Listrik akan mengalir ke terminal Coil dalam Magnetic Contactor no.1, serta Magnetic Contactor tadi akan menyala, selanjutnya terminal NO juga akan mengalirkan Listrik menuju Coil dan berfungsi menjadi pengunci, sebagai akibatnya waktu Push Button On dilepas, Magnetic Contactor permanen menyala.
Magnetic Contactor akan berhenti beroperasi, saat Tombol OFF ditekan, serta memutuskan semua aliran listrik menuju Magnetic Contactor, atau apabila terjadi Gangguan (Overload), maka Terminal NC pada Overload akan terputus dan mengakibatkan Magnetic Contactor berhenti beroperasi, kebalikannya terminal NO dalam Thermal Overload akan terhubung dan mengakibatkan Lampu Trip menyala, sebagai Indikator bahwa terjadi masalah dalam Motor.
Fungsi Interlock (Pengaman):
Jika Magnetic Contactor No.1 sedang menyala (Beroperasi), maka Magnetic Contactor No.2 nir bisa dinyalakan, begitu pula kebalikannya, bila Magnetic Contactor No.dua pada keadaan menyala (beroperasi), maka Magnetic Contactor No.1 tidak dapat dinyalakan.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

WIRING DIAGRAM MOTOR LISTRIK 3PHASE DENGAN 2 ARAH PUTARAN

Contoh Rangkaian Panel buat Motor Listrik 3 Phase, dengan dua Pilihan Arah putaran (Forward-Reverse)
Rangkaian Panel Motor Listrik 3 Phase dengan dua arah putaran
Penggunaan Panel buat Motor Listrik yang bisa dipakai untuk dua arah putaran (Forward-Reverse), Khususnya di global Industri, Beberapa Aplikasi atau penggunaan Motor Listrik, membutuhkan dua Arah Putaran yang dapat dioperasikan secara bergantian sesuai kebutuhannya.
Baca jua: Panduan Belajar Merakit Panel Motor Listrik tiga Phase
Beberapa model Mesin/peralatan yang menggunakan Motor Listrik menggunakan dua Arah Putaran, diantaranya:
  • Hoisting Crane
  • Transfer Carriage
  • Mesin Bor
  • Mesin Bubut
  • dan lainnya

Seperti yg kita ketahui bahwa Motor Listrik adalah suatu indera yg memakai energi listrik dan mengubahnya sebagai energi putar (gerak).
Putaran yg dapat dihasilkan suatu Motor Listrik ada 2 arah, yaitu:
  • CW (Clockwise) atau searah putaran jarum jam, atau putaran kearah kanan
  • CCW (Counter Clockwise) atau antagonis arah putaran jarum jam, atau putaran kearah kiri

Bagaimana cara menciptakan rangkaian Panel Motor Listrik 3 Phase, menggunakan dua arah putaran?
Untuk lebih memahaminya, terdapat baiknya ditinjau terlebih dahulu dalam artikel sebelumnya mengenai cara mengubah arah Putaran motor listrik tiga Phase.
Baca jua: Cara Memutar Balik Motor Listrik 3Phase serta 1Phase
Selanjutnya, sesudah kita memahami tentang cara membarui arah  putaran Motor Listrik, maka selanjutnya tentu akan lebih mudah bagi kita buat menciptakan rangkaian Motor Listrik tiga Phase dengan dua Arah putaran, yang dapat diadaptasi dengan pelaksanaan serta kebutuhan pada dilapangan.
Berikut ini Contoh Rangkaian Sederhana, dilengkapi menggunakan Line Diagram serta Control Diagram, buat Motor Listrik 3 Phase menggunakan dua pilihan Arah Putaran, khususnya buat Motor Listrik menggunakan rangkaian start DOL.
Baca jua: Wiring diagram Direct On Line (DOL) serta penjelasannya

Wiring Diagram (Rangkaian Motor Listrik dengan 2 Arah putaran)


WIRING LINE-DIAGRAM

WIRING CONTROL-DIAGRAM

Penjelasannya:
Saat Push Button On 1 ditekan, maka listrik akan mengalir menuju terminal NC (Normally Close) yg terdapat pada Magnetic Contactor 2, ini bertujuan agar memberikan pengaman supaya nir terjadi kondisi Magnetic Contactor menyala ke 2-duanya, serta menyebabkan Short Circuit.
Baca jua: Mengenal Prinsip kerja Magnetic Contactor, Push Button dan NO serta NC
Selanjutnya Listrik akan mengalir ke terminal Coil dalam Magnetic Contactor no.1, serta Magnetic Contactor tersebut akan menyala, selanjutnya terminal NO juga akan mengalirkan Listrik menuju Coil serta berfungsi sebagai pengunci, sehingga waktu Push Button On dilepas, Magnetic Contactor permanen menyala.
Magnetic Contactor akan berhenti beroperasi, waktu Tombol OFF ditekan, dan memutuskan semua aliran listrik menuju Magnetic Contactor, atau apabila terjadi Gangguan (Overload), maka Terminal NC dalam Overload akan terputus dan menyebabkan Magnetic Contactor berhenti beroperasi, sebaliknya terminal NO dalam Thermal Overload akan terhubung dan menyebabkan Lampu Trip menyala, menjadi Indikator bahwa terjadi perkara dalam Motor.
Fungsi Interlock (Pengaman):
Jika Magnetic Contactor No.1 sedang menyala (Beroperasi), maka Magnetic Contactor No.dua nir dapat dinyalakan, begitu jua kebalikannya, jika Magnetic Contactor No.2 dalam keadaan menyala (beroperasi), maka Magnetic Contactor No.1 nir bisa dinyalakan.
Semoga berguna!
CARA FLEXI

BELAJAR MERAKIT PANEL MOTOR LISTRIK 3 PHASE PANDUAN LENGKAP PART1

Bagaimana cara merakit sebuah Panel untuk Motor Listrik tiga fasa?
Untuk dapat mengoperasikan sebuah Elektro motor (Motor Listrik) 3 fasa tentunya dibutuhkan sebuah Panel yang berfungsi menjadi pusat kendali motor agar dapat dioperasikan dengan gampang, aman dan dilengkapi menggunakan Proteksi yang baik.
Panel Kontrol Motor Listrik tiga Fasa umumnya ditempatkan pada satu buah panel primer dan bisa digunakan buat pengoperasian beberapa Motor Listrik, panel buat beberapa Motor Listrik ini biasa disebut menggunakan MCC (Motor Control Centre).
Lalu, Bagaimana cara merakit sebuah Panel Motor Listrik tiga fasa?

"Panduan Lengkap" Cara Merakit Panel Motor Listrik 3 Phase


Bagi anda yg ingin belajar cara merakit Panel motor Listrik tiga Phase, supaya lebih mudah dimengerti maka kita akan bagi menjadi beberapa Tahapan/langkah untuk sanggup merakit sebuah Panel Motor Listrik 3 fasa.
1. Motor Listrik berapa KW?
Langkah pertama yang harus kita ketahui terlebih dahulu sebelum merakit sebuah Panel Motor Listrik 3 fasa merupakan Berapa Daya Motor Listrik tiga Fasa yang akan dikendalikan oleh Panel tadi.
Hal ini sangat krusial, buat dapat menentukan Komponen-komponen yg akan kita persiapkan untuk membuat Panel Motor Listrik tersebut.
Selain itu, Besar Daya (KW) sebuah Elektro Motor memilih rangkaian apa yang akan kita buat untuk Sistem Starting Motor tersebut.
Baca pula: Beberapa Sistem Starting Motor Listrik 3 phase dan penjelasannya

Sistem Starting Motor
Beberapa sistem starting Motor Listrik 3 phase diadaptasi menggunakan besar Daya Motor, diantaranya:
1. Elektro Motor dengan daya lebih kecil dari lima,5kw memakai sistem Starting Rangkain "Direct On Line" (DOL) .
Baca pula: Wiring Diagram Rangkaian DOL

2. Elektro Motor menggunakan daya lima,5Kw sampai 22Kw memakai sistem Starting "Star Delta".
Baca pula: Wiring Diagram Rangkaian Star Delta

3. Elektro Motor menggunakan Daya 22Kw hingga 150Kw memakai Sistem Starting "Auto Transformer".
Baca pula: Wiring Diagram Rangkaian Auto Trafo

Sebagai Contoh: apabila kita ingin membuat Panel buat Elektro Motor lima,5Kw, maka Panel yang akan kita buat memakai Rangkaian Direct On Line (DOL), serta Rangkaian ini adalah Rangkaian yang paling sederhana.
2. Mempersiapkan Komponen Panel
Setelah kita mengetahui bahwa Elektro Motor yg akan kita buatkan Panel adalah Elektro Motor lima,5KW, dan Rangkaian yg dibutuhkan adalah Rangkain DOL, maka selanjutnya kita wajib memilih Bahan-bahan (Komponen) yg dibutuhkan Untuk pembuatan Panel rangkaian DOL, antara lain:
Baca pula: Mengenal Komponen-komponen Panel Listrik tiga phase

Komponen Panel yg diperlukan:
  • Box Panel
  • Kabel Power dari Panel ke Motor
  • Kabel Power untuk Rangkaian pada dalam Panel
  • Kabel buat Rangkaian kontrol pada dalam Panel (Wiring)
  • MCCB
  • MCB
  • Magnetic Contactor
  • Timer (Untuk Rangkaian DOL nir menggunakan Timer)
  • Thermal OverLoad Relay (TOR)
  • Pilot Lamp
  • Push Button
  • Ampere Meter
  • CT
  • Skun kabel
  • Heat Shrink
  • Pembungkus Kabel (Wrapping Band)

3. Menentukan Jenis dan Ukuran Komponen Panel
Setelah kita mengetahui Komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan untuk pembuatan sebuah Panel Kontrol Motor listrik 3 phase, selanjutnya adalah menentukan jenis dan ukurannya.
Hal yg paling krusial kita ketahui sebelum memilih berukuran berbagai Komponen adalah menghitung In (Arus Nominal) berdasarkan sebuah Elektro Motor yg akan dibuatkan Panel.
Menghitung In (Arus Nominal) Elektro Motor tiga phase
In = P : (V x Cosphi x √tiga)
  • In: Arus Nominal (Ampere)
  • P: Power atau Daya (Watt)
  • Cosphi: Faktor daya ( 0,80 atau sesuaikan dengan Spesifikasi yang tertera pada Elektro Motor tersebut).
Sebagai contoh: Jika Spesifikasi Elektro Motor yg dipakai merupakan lima,5Kw (5500Watt), 380Volt, Cosphi 0,8 , maka Arus Nominalnya, adalah:
  • In = P : (V x Cosphi x √tiga)
  • In = 5500Watt : (380Volt x 0,8 x 1,73)
  • In = 5500Watt : 525,92
  • In = 10,45 Ampere.

Setelah kita mengetahui Elektro Motor lima,5Kw, memiliki Arus Nominal (In) sebesar 10,45 Ampere, maka selanjutnya kita akan menentukan Ukuran Komponen-komponen Panel yang akan kita persiapkan.
Box Panel
Jika kita akan merakit Panel Motor pada sebuah MCC yang telah tersedia, maka kita nir perlu lagi menyediakan Box Panel, tetapi bila kita akan merakit Panel baru serta hanya buat satu panel Motor, maka kita dapat menyesuaikan Ukuran Box Panel ini dengan seberapa poly Komponen yang akan kita rakit, untuk panel motor lima,5Kw sistem DOL, maka berukuran panelnya nir terlalu akbar, relatif menggunakan Box Panel berukuran Lebar 30cm x Tinggi 40cm x Tebal 20cm, dan apabila kita akan memasang panel ini diluar Ruangan, maka pilihlah Panel tipe Outdoor menggunakan IP65.
Baca pula: Mengenal Kode IP sebagai proteksi Listrik

Kabel Power menurut Panel Ke Elektro Motor
Untuk mengalirkan Listrik dari Panel ke Motor Listrik, maka kita membutuhkan Kabel, Kabel jenis apa dan ukuran berapa yang kita butuhkan?
Baca pula: Arti Kode Huruf dalam Kabel Listrik
Jenis Kabel diubahsuaikan menggunakan pemasangan kabel tadi, bila kabel ditanam pada pada tanah dapat memakai Kabel NYRGbY atau NYFGbY, atau apabila dipasang diatas (di dalam Kabel Tray) bisa memakai Kabel NYY.
Baca pula: Bagaimana menentukan Jenis Kabel
Selanjutnya, adalah menentukan Ukuran Kabel yg akan dipakai, cara menghitungnya adalah:
In x 125% (Safety Factor), lalu hasilnya disesuaikan dengan Kemampuan Hantar Arus (KHA) yang dapat dipandang pada Tabel KHA.
Baca pula: Cara Menentukan Ukuran Kabel
Sebagai contoh: jika sebuah Elektro Motor lima,5Kw memiliki Arus Nominal 10,45Ampere, maka:
10,45Ampere x 125% = 13,06Ampere.
Lihat: TABEL KHA (Lengkap)
Kemudian kita lihat dalam Tabel KHA, berukuran Kabel listrik untuk Arus sebanyak 13,06A, jika nilai 13,06A tidak ada dalam tabel, maka kita bisa menggunakan berukuran yang paling mendekati, yaitu 18A, dengan ukuran kabel 1,5mm².
Sebagai contoh: Kabel Power yang diperlukan buat Elektro Motor lima,5Kw, adalah:
  • Kabel NYY 4 x 1,5mm² (Jaringan Udara)
  • Kabel NYRGbY 4 x 1,5mm² (Dalam Tanah).

Kabel Power di pada Panel
Untuk merakit Panel, tentunya kita membutuhkan Kabel Power yg akan digunakan buat penghubung menurut MCCB ke Magnetic Contactor, ke Overload Relay, serta sebagainya.
Kabel yang biasa dipakai untuk Power pada dalam Panel merupakan Jenis Kabel NYAF.
Ukuran Kabel diubahsuaikan dengan In (Arus Nominal) motor yg digunakan, bila Elektro Motor yang digunakan adalah lima,5KW menggunakan In 10,45, maka cara menentukannya sama dengan memilih Ukuran Kabel Power ke Motor Listrik.
Jadi, Kabel yang digunakan adalah Kabel NYAF 1,5mm, serta Panjang Kabel diubahsuaikan dengan Kebutuhan Rangkaian panel tadi.
Namun, untuk memilih Kabel Power buat Magnetic Contactor pada Rangkaian Star Delta, bisa memakai berukuran 1/dua dari Kabel Power berdasarkan MCCB.
Kabel buat rangkaian Kontrol (Wiring)
Kabel buat rangkaian kontrol(Wiring), menggunakan Kabel NYAF dengan berukuran yang lebih mini , dapat memakai Kabel NYAF 0,75mm, karena Arus yg dialiri dalam Kabel kontrol ini hanya buat menyalakan Magnetic Contactor, Pilot Lamp, Relay, Timer, bukan buat Power Motor.
Panjang Kabel diubahsuaikan menggunakan Kebutuhan, Panjang kabel buat rangkaian DOL lebih sedikit, dibanding Kabel kontrol buat rangkaian Star Delta juga Auto Trafo.
MCCB
MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) adalah suatu Komponen Panel yang berfungsi sebagai pemutus/penghubung rangkaian berdasarkan Sumber (Power) menuju Komponen-komponen panel berikutnya, serta pula berfungsi sebagai pengaman saat terjadi Arus lebih serta Hubung singkat (Short Circuit).
Baca pula: Beda MCB, MCCB dan ACB
Untuk menentukan Ukuran MCCB dalam sebuah Panel Motor Listrik 3 phase, caranya adalah:
Ukuran MCCB = In x 125persen
Sebagai contoh: apabila Elektro Motor yang digunakan merupakan lima,5Kw, maka Arus Nominalnya adalah: 10,45Ampere, dan untuk memilih berukuran MCCB buat Panel adalah:
  • Ukuran MCCB = In x 125persen
  • Ukuran MCCB = 10,45A x 125persen
  • Ukuran MCCB = 13,06A
Karena ukuran MCCB 13,06A nir ada dipasaran, maka kita dapat memakai MCCB dengan ukuran yang mendekati atau lebih akbar sedikit, yaitu MCCB 15A
MCB
MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah alat pengaman arus lebih, serta dalam panel digunakan untuk pengaman rangkaian kontrol panel (Bukan buat power Motor), jadi berukuran MCB yang diharapkan nir perlu terlalu besar , untuk kebutuhan kontrol Panel umumnya dapat menggunakan MCB 4Ampere.
Magnetic Contactor
Magnetic Contactor merupakan salah satu komponen Panel listrik yg berfungsi seperti seperti saklar, yaitu buat menghubungkan atau menetapkan Aliran Listrik, menggunakan prinsip kerja Magnetik.
Baca pula: Mengenal Prinsip Kerja Magnetic Contactor, Push Button dan NO, NC
Magnetic Contactor yang dipakai buat merakit sebuah Panel Motor Listrik 3 phase mempunyai banyak sekali jenis serta ukuran.
Untuk jalur listrik primer (power), biasa juga dianggap "Line", bisa menggunakan Magnetic Contactor yg mempunyai 3 Terminal "Line" jenis NO (Normally Opened), serta tambahan terminal (Aksesories) buat kontrol 2 terminal NO serta 2 Terminal NC (Normally Clossed).
Selain itu pastikan jua berapa Tegangan buat Coil yg ada dalam Magnetic Contactor, karena Coil dalam Magnetic Contactor terdapat beberapa jenis Tegangan, terdapat Coil 220V, 380V, 24Vdc, 42Vac, serta sebagainya, sesuaikan Tegangan Coil Magnetic Contactor dengan Tegangan Kontrol yg anda gunakan dalam Panel tersebut, serta Biasanya panel menggunakan Tegangan 220V buat rangkaian Kontrol.
Menentukan ukuran Magnetic Contactor buat Rangkaian DOL:
Selanjutnya memilih ukuran Magnetic Contactor yg sesuai menggunakan Daya Electro motor yang digunakan, buat rangkaian DOL hanya membutuhkan 1 buah Magnetic Contactor, serta rumus memilih Ukuran Magnetic Contactornya sama menggunakan cara memilih ukuran MCCB, yaitu:
Magnetic Contactor (Rangkaian DOL) = In x 125%
Sebagai contoh: apabila Panel yg akan kita buat buat Motor lima,5Kw (Rangkaian DOL), maka ukuran Magnetic Contactornya, merupakan:
  • Magnetic Contactor = In x 125persen
  • Magnetic Contactor = 10,45A x 125%
  • Magnetic Contactor = 13,06A
Karena ukuran Magnetic Contactor 13,06A nir ada dipasaran, maka kita dapat menggunakan MAgnetic Contactor menggunakan berukuran yang mendekati atau lebih besar sedikit, contohnya dapat menggunakan Magnetic Contactor LC1-D18 (Atau ekuivalennya).
Ingat: Semakin besar ukuran Magnetic contactor dibanding In (Arus Nominal) motor akan semakin bagus, namun tentunya kurang Ekonomis.
Menentukan ukuran Magnetic contactor buat Rangkaian Star Delta:
Berbeda menggunakan Rangkaian DOL yg hanya memakai 1 Buah Magnetic contactor, dalam Rangkaian Star Delta kita menggunakan 3 butir Magnetic contactor yg manfaatnya, merupakan:
  • 2 butir Magnetic Contactor untuk Line (Power eksklusif ke Motor)
  • 1 buah Magnetic Contactor untuk Star (Hanya buat menghubungkan Kabel ke terminal Motor secara Bintang/Star, serta nir buat dialiri Tegangan Listrik berdasarkan Sumber).

Menentukan ukuran Magnetic Contactor buat Line (Rangkaian Star Delta):
Magnetic Contactor (Line) = In : √3

Menentukan ukuran Magnetic Contactor buat Star (Rangkaian Star Delta):
Magnetic Contactor (Star) = In : 3

Sebagai Contoh: Kita akan merakit Panel buat Motor Listrik 22Kw (22000Watt), maka rangkaian sistem starting yang akan dibentuk adalah Rangkaian Star Delta, magnetic contactor yang diperlukan adalah:
  • In = P : (V x Cosphi x √tiga)
  • In = 22000 : (380V x 0,80 x 1,73)
  • In = 22000 : 525,92
  • In = 41,83Ampere

Ukuran Magnetic Contactor buat Line = In : √3
  • Ukuran Magnetic Contactor buat Line = 41,83A : 1,73
  • Ukuran Magnetic Contactor buat Line = 24,17 Ampere
Karena berukuran Magnetic Contactor 24,17 Ampere tidak terdapat dipasaran, maka kita dapat memakai Magnetic Contactor dengan ukuran yang mendekati atau lebih akbar sedikit, misalnya memakai Magnetic Contactor Mitsubishi SN-25 (Atau Ekuivalennya).
Ukuran Magnetic Contactor buat Star = In : 3
  • Ukuran Magnetic Contactor buat Line = 41,83A : 3
  • Ukuran Magnetic Contactor buat Line = 13,94 Ampere
Karena berukuran Magnetic Contactor 13,94 Ampere nir ada dipasaran, maka kita bisa memakai Magnetic Contactor dengan ukuran yg mendekati atau lebih besar sedikit, contohnya menggunakan Magnetic Contactor LC1-D18 (Atau Ekuivalennya).
Ingat: Semakin akbar berukuran Magnetic contactor dibanding In (Arus Nominal) motor, akan semakin rupawan, tetapi tentunya kurang Ekonomis.
TIMER
Untuk merakit panel motor dengan sistem starting memakai Rangkaian Direct On Line (DOL), nir memerlukan Timer.
Timer dipakai buat sistem starting Motor menggunakan Rangkaian Star Delta serta Sistem Auto Transformer.
Untuk Rangkaian Panel Motor menggunakan sistem Star Delta, membutuhkan satu butir Timer, dengan pengaturan ketika antara 4-lima dtk atau tergantung aplikasi pemasangan Motor dilapangan.
Untuk Rangkaian Panel Motor dengan sistem Auto Trafo, membutuhkan beberapa Timer, sesuai menggunakan kebutuhan, serta berapa Step perpindahan Auto Trafo.
  • Untuk rangkaian Auto Trafo 3 Step, menggunakan 2 buah Timer
  • Untuk rangkaian Auto Trafo 4 Step, memakai 3 butir Timer
dan pengaturan masing-masing Timer, disesuaikan menggunakan kebutuhan Aplikasi di lapangan
Thermal Overload Relay (TOR)
Thermal Overload Relay merupakan keliru satu Komponen pada pembuatan Panel Motor listrik 3 phase, serta berfungsi sebagai Proteksi (Pengaman) waktu terjadi Arus Lebih, buat melindungi Motor dari kerusakan karena mengalami beban Lebih.
Menentukan Ukuran Thermal Overload Relay Panel Motor Listrik Rangkaian DOL
Untuk menentukan Ukuran Thermal Overload Relay yg akan kita pakai buat merakit sebuah Panel Motor Listrik, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu berapa usahakan Settingan Overload buat pengaman Arus Lebih pada Motor listrik (Rangkaian DOL)
Settingan Thermal Overload relay = In x 80persen
Kenapa settingan nya lebih kecil menurut Arus Nominal?
Arus Nominal Motor adalah batasan besar Arus tertinggi waktu Elektro Motor dioperasikan, serta tidak disarankan buat penggunaan secara terus menerus.
Jika Sebuah Elektro Motor dioperasikan terus menerus dalam beban yang maksimal , menggunakan nilai arus sama menggunakan atau mendekati In (Arus Nominal) Motor tersebut, akan menyebabkan suhu Motor menjadi meningkat dan dapat mengakibatkan kerusakan isolasi Gulungan, serta akhirnya Motor rusak (Gulungan Short).
Oleh Karena itu, sebaiknya settingan Overload lebih mini (80%) berdasarkan besar In (Arus Nominal) Motor Listrik, buat menjaga agar Motor nir dioperasikan melebihi Arus Nominal, dan menjaga Suhu motor tetap.
Setelah kita mengetahui settingan Thermal Overload buat pengaman Elektro motor, maka selanjutnya kita mampu memilih ukuran Thermal Overload yg akan kita gunakan.
Sebagai Contoh, Untuk Panel Motor lima,5KW, arus nominalnya 10,45A, serta settingan Overload yg disarankan, adalah:
  • 10,45A x 80% = 8,36 Ampere.
Selanjutnya kita dapat menentukan Ukuran Overload yg mempunyai Nilai tengah 8,36 Ampere., misalnya anda bisa menentukan Thermal Overload Relay 7-9A.
Menentukan Ukuran Thermal Overload Relay Panel Motor Listrik Rangkaian Star Delta
Sebelum Menentukan ukuran Thermal Overload buat Motor Listrik Rangkaian Star Delta, kita terlebih dahulu memilih settingan Overload relay buat Rangkaian Star Delta, yaitu:
Settingan Thermal Overload Relay = 1/2 x In x 80persen
Sebagai contoh: Settingan Thermal Overload Relay untuk Proteksi Motor Listrik 22Kw, menggunakan rangkaian Star Delta, merupakan:
In motor 22Kw = 41,83A
Settingan Overload = 1/2 x 41,83A x 80% = 16,73A
Selanjutnya kita dapat menentukan Ukuran Overload yg mempunyai Nilai tengah 16,73 Ampere., misalnya anda bisa menentukan Thermal Overload Relay 12-18A.
Selain itu, buat menentukan ukuran Thermal Overload Relay buat Proteksi Motor Rangkaian Star Delta, bisa pula menggunakan rumus misalnya menentukan ukuran Thermal Overload Relay rangkaian DOL, dengan syarat posisi pemasangan Thermal Overload diletakkan dalam Kabel Power (Line) sesudah MCCB (Sebelum Magnetic contactor Line).
Sampai disini dulu pembahasan mengenai "Belajar Merakit Panel Motor Listrik tiga phase" Part-1, lantaran pembahasannya relatif panjang serta luas, oleh karenanya kita akan bagi sebagai beberapa Artikel (Bagian), serta lanjutannya akan kita uraikan pada Artikel selanjutnya "Belajar Merakit Panel Motor Listrik 3 phase" Part-2".
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI