RANGKAIAN DOL DIRECT ON LINE STARTER MOTOR 3 PH WIRING DIAGRAM DAN PENJELASAN LENGKAP

Wiring Diagram Rangkaian DOL (Direct On Line) buat Starting Motor listrik AC tiga Phase, beserta penjelasannya.
Lonjakan Arus dalam ketika Elektro motor dioperasikan atau biasa dianggap arus Starting sanggup mencapai 4-7 kali menurut Arus normal elektronika motor tersebut.
Arus Starting motor listrik = 4 s/d 7 x In
Mengingat besarnya lonjakan arus listrik ketika sebuah Elektro motor dioperasikan (Starting Motor), maka dipakai banyak sekali sistem buat meminimalkan Lonjakan Arus starting tadi.
Berbagai Sistem Rangkaian Motor Starter
Namun buat Elektro motor yg memiliki daya mini dalam umumnya nir membutuhkan sistem starting yg berfungsi buat mengurangi lonjakan arus starting.
Oleh lantaran itulah, salah satu sistem rangkaian starting buat elektro motor dengan daya yg kecil, relatif menggunakan menggunakan rangkaian Direct On line (DOL).
Baca juga; Rangkaian STAR-DELTA
Sistem kerja rangkaian Direct On Line (DOL) yaitu: Elektro motor langsung mendapatkan supplai tegangan sebanyak 100 % dari akbar tegangan sumber (380 Volt).
Baca juga: Belajar Merakit Panel Motor Listrik 3Phase
Sistem starter Elektro Motor menggunakan memakai rangkaian Direct On Line atau DOL merupakan Sistem starting elektronik motor yang paling sederhana, dan biasa digunakan buat elektronik motor yg mempunyai daya lebih kecil berdasarkan 5,lima Kw (< lima,lima KW).
Elektro motor < lima,5KW = DOL (Direct On Line).
Untuk mengenal lebih kentara mengenai bagaimana prinsip kerja rangkaian motor starter menggunakan sistem DOL (Direct On Line), berikut wiring diagram rangkaian DOL (Direct On line), rangkaian diagram Line dan diagram Control, beserta penjelasannya.
Baca jua: Wiring Diagram Auto-Trafo, lengkap

Wiring Diagram Rangkaian DOL (Direct On Line).


Prinsip Kerja Rangkaian DOL (Direct On Line):
  • Pada ketika Push Button"On" ditekan , maka tegangan asal berdasarkan MCB akan mengalir menuju Coil Magnetic Contactor K1 dan mengakibatkan Magnetic Contactor bekerja menghubungkan terminal utama (LINE) serta mengalirkan sumber tegangan melewati TOR (Thermal OverLoad Relay) dan menuju ke Elektro Motor.
  • Karena prinsip kerja Push Button (Tombol) ON dalam waktu dilepas akan pulang terputus, maka dibubuhi rangkaian "Pengunci".
  • "Pengunci" berfungsi buat mengalirkan asal tegangan menurut MCB melewati rangkaian Push Button"OFF", menuju pribadi ke terminal bantu NO (Normally Open) pada Magnetic contactor dan selanjutnya terminal tersebut dihubungkan menuju Coil.
  • Jadi, saat Push Button"On" ditekan, tegangan dari Push Button"On" akan mengalir ke coil, dan magnetic contactor pun bekerja, saat magnetic contactor bekerja, terminal bantu NO pada Magnetic contactor tersebut akan terhubung dan juga mengalirkan sumber tegangan dari Push Button"Off" menuju coil.
  • Karena sumber tegangan berdasarkan pengunci telah dialirkan menuju coil, dalam saat Push button"ON" dilepas, magnetic contactor tetap bekerja karena masih mendapatkan sumber tegangan dari Push Button"Off".
  • Kemudian dalam saat Push Button"Off ditekan, Sumber tegangan yang melewati terminal bantu"NO" (Pengunci) akan terputus, dan Magnetic contactor pun akan berhenti beroperasi serta menetapkan rangkaian primer.

Kesimpulan:
  • Push Button"On" ditekan-Magnetic Contactor bekerja-Tegangan mengalir ke Elektromotor-Elektromotor beroperasi-Pilot Lamp Hijau menyala (RUN).
  • Push Button"On" dilepas-Magnetic contactor tetap bekerja karena mendapat tegangan dari "Pengunci"-Elektro motor tetap beroperasi.
  • Push Button"Off" ditekan-sumber tegangan ke pengunci terputus-Magnetic contactor berhenti-rangkaian terputus-Elektro motor berhenti beroperasi (STOP).

Komponen yang diharapkan buat rangkaian DOL (Direct On Line), antara lain:
  • MCCB (No-Fuse Breaker)
MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) atau biasa dianggap dengan No-Fuse Breaker, berfungsi menjadi pengaman primer dalam rangkaian.
MCCB akan bekerja dengan tetapkan asal listrik ke rangkaian dalam saat terjadi Over Current (Arus Lebih) juga ketika terjadi Short Circuit (Hubungan Singkat).
Selain itu, MCCB pula berfungsi sebagai pemutus/penghubung rangkaian secara manual menggunakan menurunkan atau mempertinggi tuas yg terdapat dalam MCCB tadi.
Ukuran MCCB yang dipakai buat rangkaian DOL (Direct On Line) diubahsuaikan menggunakan besar daya Elektro motor.
Cara menentukan berapa Ampere MCCB (Breaker) yang dipakai dalam Rangkaian DOL, adalah:
125% x In (125 % kali arus nominal elektronika motor yg dipakai).
MCCB = 125% x In
Contoh:
Jika Elektro motor yg dipakai mempunyai daya sebesar lima,5kw (P = 5500 Watt), tegangan kerja 380 Volt, Cosphi 0,80.
Maka arus nominal (In) elektromotor tadi, adalah:
P = V x I x Cosphi x akar3
5500 watt = 380Volt x I x 0,80 x 1,73
I = 5500 watt / 525,92
In = 10,45 Amp.
MCCB (Breaker) yg dibutuhkan buat Rangkaian DOL, buat Starting Elektro motor 5,5kw merupakan: 125% x In
125/100 x 10,45 = 13 Ampere.
Karena MCCB 13 Amp nir tersedia dipasaran , maka bisa memakai MCCB 15A.
  • Magnetic Contactor
Magnetic Contactor adalah komponen yang berfungsi buat memutuskan atau menghubungkan rangkaian dengan prinsip kerja Induksi magnetik.
Magnetic Contactor mempunyai Gulungan (Coil) yg berfungsi buat mengubah arus listrik menjadi medan magnet, saat Coil diberi tegangan, maka akan membuat magnet yang akan menarik Elemen logam yang berfungsi buat menghubungkan/tetapkan Terminal penghubung (Contact-Point).
Terminal "Coil" dalam Magnetic Contactor umumnya diberi simbol A1 dan A2.
Terminal primer dalam Magnetic Contactor yang dipakai dalam rangkaian terdiri dari tiga terminal buat penghubung phase R,S,T dari sumber tegangan menuju Elektro motor.
Terminal primer ini bersifat NO (Normally Open), saat magnetic contactor nir diberi tegangan posisi terminal dalam keadaan terbuka atau nir terhubung, Terminal primer akan terhubung ketika coil magnetic contactor diberi tegangan.
(Besar tegangan sinkron dengan spesifikasi magnetic contactor yang dipakai).
Selain terminal primer, dalam magnetic contactor juga masih ada terminal (Contact point) tambahan yg bersifat NO (Normally Open), juga NC (Normally Close).
NO = Normally Open
NC = Normally Close
NO = Normally Open, Magnetic contactor pada posisi normal atau tidak mendapat supplai tegangan, terminal ini pada syarat terbuka (nir terhubung), terminal ini akan terhubung (tertutup) saat coil magnetic contactor diberi tegangan.
NC = Normally Close, Magnetic contactor dalam posisi normal atau tidak mendapat supplai tegangan, terminal ini dalam kondisi tertutup (terhubung), terminal ini akan terputus (terbuka) ketika coil magnetic contactor diberi tegangan.
  • TOR (Thermal Overload Relay)
TOR atau Thermal Overload Relay, merupakan komponen yg berfungsi menjadi pengaman elektronik motor waktu terjadi Overload (Kelebihan beban).
Thermal Overload relay bekerja dari arus listrik yg melewati bagian Bimetal yg ada pada pada Thermal Overload relay, apabila besaran arus listrik yang melewati bimetal melebihi settingan yg telah diatur, maka suhu bimetal semakin tinggi sebagai akibatnya bimetal melengkung.
Melengkungnya bimetal akan menyentuh tuas yang terdapat, serta menyebabkan terminal pada Thermal Overload relay tadi bekerja, terminal NO akan terhubung dan sebaliknya terminal NC akan terputus.
  • MCB
MCB atau Miniature Circuit Breaker dalam rangkaian DOL (Direct On line) motor starter, berfungsi menjadi pengaman rangkaian control.
Jika terjadi hubung singkat dalam rangkaian control, maka MCB akan memutuskan sumber listrik ke rangkaian control.
Jadi, MCB disini hanya buat mengamankan rangkaian, serta komponen-komponen yang ada, misalnya Magnetic Contactor, Pilot Lamp, serta kabel rangkaian.
(Bukan buat mengamankan arus lebih dalam Elektro motor).
Ukuran MCB yang biasa digunakan dalam rangkaian DOL motor starter, biasanya tidak terlalu besar.
Ukuran MCB yang biasa digunakan adalah MCB tiga Ampere.
  • Push Button (On & Off)
Push button biasa dianggap jua dengan istilah Tombol.
Push Button On (Start) bersifat NO (Normally Open)
Saat tombol On (Start) ditekan, maka rangkaian atau contact point yang semula terputus akan terhubung, kemudian jika tombol dilepas rangkaian atau contact point yg ada akan terputus pulang.
Push Button Off (Stop) bersifat NC (Normally Close)
Saat tombol Off (Stop) ditekan, maka rangkaian atau contact point yg semula terhubung akan terputus, kemudian bila tombol dilepas rangkaian atau contact point yang terdapat akan terhubung balik .
Ingat:
Prinsip kerja Push button hanya bekerja sesaat saat ditekan, saat tekanan dilepas (Tidak ditekan) maka push button akan balik pada posisi semula.
  • Pilot Lamp (Hijau & Merah)
Pilot lamp dalam rangkaian DOL (Direct On Line) motor Starter berfungsi sebagai lampu tanda (Isyarat).
Jika lampu Hijau menyala menandakan bahwa electro motor dalam keadaan beroperasi (RUN).
Jika lampu merah menyala mengindikasikan bahwa electro motor berhenti beroperasi (TRIP) yg disebabkan oleh beban lebih (Over load).
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

RANGKAIAN DOL DIRECT ON LINE STARTER MOTOR 3 PH WIRING DIAGRAM DAN PENJELASAN LENGKAP

Wiring Diagram Rangkaian DOL (Direct On Line) buat Starting Motor listrik AC tiga Phase, bersama penjelasannya.
Lonjakan Arus dalam waktu Elektro motor dioperasikan atau biasa dianggap arus Starting mampu mencapai 4-7 kali dari Arus normal elektro motor tadi.
Arus Starting motor listrik = 4 s/d 7 x In
Mengingat besarnya lonjakan arus listrik waktu sebuah Elektro motor dioperasikan (Starting Motor), maka dipakai berbagai sistem buat meminimalkan Lonjakan Arus starting tadi.
Berbagai Sistem Rangkaian Motor Starter
Namun buat Elektro motor yg mempunyai daya mini dalam umumnya tidak membutuhkan sistem starting yang berfungsi buat mengurangi lonjakan arus starting.
Oleh lantaran itulah, salah satu sistem rangkaian starting buat elektro motor dengan daya yang mini , relatif menggunakan menggunakan rangkaian Direct On line (DOL).
Baca juga; Rangkaian STAR-DELTA
Sistem kerja rangkaian Direct On Line (DOL) yaitu: Elektro motor langsung menerima supplai tegangan sebanyak 100 % menurut besar tegangan asal (380 Volt).
Baca jua: Belajar Merakit Panel Motor Listrik 3Phase
Sistem starter Elektro Motor menggunakan memakai rangkaian Direct On Line atau DOL adalah Sistem starting elektronik motor yg paling sederhana, serta biasa digunakan untuk elektronik motor yg mempunyai daya lebih mini menurut 5,lima Kw (< lima,lima KW).
Elektro motor < 5,5KW = DOL (Direct On Line).
Untuk mengenal lebih kentara tentang bagaimana prinsip kerja rangkaian motor starter dengan sistem DOL (Direct On Line), berikut wiring diagram rangkaian DOL (Direct On line), rangkaian diagram Line serta diagram Control, beserta penjelasannya.
Baca jua: Wiring Diagram Auto-Trafo, lengkap

Wiring Diagram Rangkaian DOL (Direct On Line).


Prinsip Kerja Rangkaian DOL (Direct On Line):
  • Pada saat Push Button"On" ditekan , maka tegangan asal menurut MCB akan mengalir menuju Coil Magnetic Contactor K1 serta menyebabkan Magnetic Contactor bekerja menghubungkan terminal utama (LINE) serta mengalirkan asal tegangan melewati TOR (Thermal OverLoad Relay) serta menuju ke Elektro Motor.
  • Karena prinsip kerja Push Button (Tombol) ON dalam waktu dilepas akan balik terputus, maka ditambahkan rangkaian "Pengunci".
  • "Pengunci" berfungsi buat mengalirkan asal tegangan dari MCB melewati rangkaian Push Button"OFF", menuju eksklusif ke terminal bantu NO (Normally Open) dalam Magnetic contactor serta selanjutnya terminal tersebut dihubungkan menuju Coil.
  • Jadi, saat Push Button"On" ditekan, tegangan dari Push Button"On" akan mengalir ke coil, serta magnetic contactor pun bekerja, saat magnetic contactor bekerja, terminal bantu NO pada Magnetic contactor tersebut akan terhubung serta juga mengalirkan sumber tegangan dari Push Button"Off" menuju coil.
  • Karena asal tegangan dari pengunci telah dialirkan menuju coil, dalam saat Push button"ON" dilepas, magnetic contactor tetap bekerja karena masih menerima asal tegangan menurut Push Button"Off".
  • Kemudian pada ketika Push Button"Off ditekan, Sumber tegangan yg melewati terminal bantu"NO" (Pengunci) akan terputus, serta Magnetic contactor pun akan berhenti beroperasi serta tetapkan rangkaian utama.

Kesimpulan:
  • Push Button"On" ditekan-Magnetic Contactor bekerja-Tegangan mengalir ke Elektromotor-Elektromotor beroperasi-Pilot Lamp Hijau menyala (RUN).
  • Push Button"On" dilepas-Magnetic contactor tetap bekerja karena mendapat tegangan dari "Pengunci"-Elektro motor tetap beroperasi.
  • Push Button"Off" ditekan-sumber tegangan ke pengunci terputus-Magnetic contactor berhenti-rangkaian terputus-Elektro motor berhenti beroperasi (STOP).

Komponen yg diharapkan buat rangkaian DOL (Direct On Line), antara lain:
  • MCCB (No-Fuse Breaker)
MCCB (Moulded Case Circuit Breaker) atau biasa diklaim dengan No-Fuse Breaker, berfungsi menjadi pengaman utama pada rangkaian.
MCCB akan bekerja menggunakan tetapkan asal listrik ke rangkaian dalam waktu terjadi Over Current (Arus Lebih) juga waktu terjadi Short Circuit (Hubungan Singkat).
Selain itu, MCCB pula berfungsi menjadi pemutus/penghubung rangkaian secara manual menggunakan menurunkan atau menaikkan tuas yg ada dalam MCCB tersebut.
Ukuran MCCB yg digunakan buat rangkaian DOL (Direct On Line) diadaptasi dengan besar daya Elektro motor.
Cara memilih berapa Ampere MCCB (Breaker) yg dipakai dalam Rangkaian DOL, merupakan:
125% x In (125 % kali arus nominal elektro motor yang dipakai).
MCCB = 125% x In
Contoh:
Jika Elektro motor yang dipakai mempunyai daya sebanyak lima,5kw (P = 5500 Watt), tegangan kerja 380 Volt, Cosphi 0,80.
Maka arus nominal (In) elektromotor tersebut, merupakan:
P = V x I x Cosphi x akar3
5500 watt = 380Volt x I x 0,80 x 1,73
I = 5500 watt / 525,92
In = 10,45 Amp.
MCCB (Breaker) yg diharapkan buat Rangkaian DOL, buat Starting Elektro motor 5,5kw merupakan: 125% x In
125/100 x 10,45 = 13 Ampere.
Karena MCCB 13 Amp tidak tersedia dipasaran , maka dapat memakai MCCB 15A.
  • Magnetic Contactor
Magnetic Contactor adalah komponen yang berfungsi buat tetapkan atau menghubungkan rangkaian dengan prinsip kerja Induksi magnetik.
Magnetic Contactor mempunyai Gulungan (Coil) yang berfungsi buat membarui arus listrik menjadi medan magnet, waktu Coil diberi tegangan, maka akan menghasilkan magnet yg akan menarik Elemen logam yang berfungsi untuk menghubungkan/memutuskan Terminal penghubung (Contact-Point).
Terminal "Coil" dalam Magnetic Contactor umumnya diberi simbol A1 serta A2.
Terminal primer dalam Magnetic Contactor yang digunakan pada rangkaian terdiri menurut 3 terminal buat penghubung phase R,S,T berdasarkan sumber tegangan menuju Elektro motor.
Terminal primer ini bersifat NO (Normally Open), ketika magnetic contactor nir diberi tegangan posisi terminal pada keadaan terbuka atau tidak terhubung, Terminal primer akan terhubung ketika coil magnetic contactor diberi tegangan.
(Besar tegangan sesuai menggunakan spesifikasi magnetic contactor yg digunakan).
Selain terminal utama, pada magnetic contactor pula masih ada terminal (Contact point) tambahan yang bersifat NO (Normally Open), maupun NC (Normally Close).
NO = Normally Open
NC = Normally Close
NO = Normally Open, Magnetic contactor dalam posisi normal atau nir mendapat supplai tegangan, terminal ini pada kondisi terbuka (tidak terhubung), terminal ini akan terhubung (tertutup) saat coil magnetic contactor diberi tegangan.
NC = Normally Close, Magnetic contactor dalam posisi normal atau nir menerima supplai tegangan, terminal ini pada kondisi tertutup (terhubung), terminal ini akan terputus (terbuka) waktu coil magnetic contactor diberi tegangan.
  • TOR (Thermal Overload Relay)
TOR atau Thermal Overload Relay, adalah komponen yg berfungsi sebagai pengaman elektronik motor saat terjadi Overload (Kelebihan beban).
Thermal Overload relay bekerja dari arus listrik yg melewati bagian Bimetal yang ada di pada Thermal Overload relay, bila besaran arus listrik yg melewati bimetal melebihi settingan yg sudah diatur, maka suhu bimetal meningkat sebagai akibatnya bimetal melengkung.
Melengkungnya bimetal akan menyentuh tuas yang ada, serta menyebabkan terminal pada Thermal Overload relay tersebut bekerja, terminal NO akan terhubung serta sebaliknya terminal NC akan terputus.
  • MCB
MCB atau Miniature Circuit Breaker pada rangkaian DOL (Direct On line) motor starter, berfungsi sebagai pengaman rangkaian control.
Jika terjadi hubung singkat pada rangkaian control, maka MCB akan menetapkan sumber listrik ke rangkaian control.
Jadi, MCB disini hanya untuk mengamankan rangkaian, serta komponen-komponen yang ada, seperti Magnetic Contactor, Pilot Lamp, serta kabel rangkaian.
(Bukan buat mengamankan arus lebih pada Elektro motor).
Ukuran MCB yang biasa digunakan dalam rangkaian DOL motor starter, umumnya tidak terlalu akbar.
Ukuran MCB yang biasa dipakai merupakan MCB 3 Ampere.
  • Push Button (On & Off)
Push button biasa dianggap juga menggunakan istilah Tombol.
Push Button On (Start) bersifat NO (Normally Open)
Saat tombol On (Start) ditekan, maka rangkaian atau contact point yg semula terputus akan terhubung, lalu jika tombol dilepas rangkaian atau contact point yg ada akan terputus balik .
Push Button Off (Stop) bersifat NC (Normally Close)
Saat tombol Off (Stop) ditekan, maka rangkaian atau contact point yg semula terhubung akan terputus, lalu bila tombol dilepas rangkaian atau contact point yang ada akan terhubung kembali.
Ingat:
Prinsip kerja Push button hanya bekerja sesaat saat ditekan, ketika tekanan dilepas (Tidak ditekan) maka push button akan kembali dalam posisi semula.
  • Pilot Lamp (Hijau & Merah)
Pilot lamp dalam rangkaian DOL (Direct On Line) motor Starter berfungsi menjadi lampu tanda (Isyarat).
Jika lampu Hijau menyala mengindikasikan bahwa electro motor dalam keadaan beroperasi (RUN).
Jika lampu merah menyala menandakan bahwa electro motor berhenti beroperasi (TRIP) yang disebabkan oleh beban lebih (Over load).
Semoga berguna!
CARA FLEXI

WIRING DIAGRAM RANGKAIAN STARDELTA UNTUK STARTING MOTOR 3PH

Rangkaian STAR-DELTA sistem Starter Motor 3 Ph, Wiring diagram serta penjelasannya.
Terdapat banyak sekali sistem rangkaian motor starter yang digunakan buat mengoperasikan Elektro motor menggunakan tujuan untuk mengurangi lonjakan arus starting yang sangat tinggi.
Rangkaian STAR-DELTA atau (Bintang-Segitiga) adalah Salah satu sistem starter elektronika motor tiga ph yg bertujuan untuk meminimalkan lonjakan arus yg terjadi waktu elektronika motor dioperasikan (Starting).
Berbagai Wiring diagram rangkaian Starting Motor tiga fase
Baca juga: Rangkaian DOL (Direct On Line)
Sistem Rangkaian/Hubungan Gulungan (Winding) pada elektronik motor:
  • Star (Bintang)
  • Delta (Segitiga)

Sistem Starter Motor 3ph dengan rangkaian STAR-DELTA memakai ke 2 jenis rangkaian dalam Gulungan Elektro motor secara bergantian.
Elektro motor 5,5KW s/d 22KW = STAR-DELTA

STAR-DELTA
Pada waktu pertama kali dioperasikan, sistem rangkaian STAR-DELTA akan menghubungkan asal tegangan ke Elektro motor menggunakan sistem rangkaian Gulungan STAR (Bintang), sehingga lonjakan Arus saat starting sanggup diminimalkan atau dikurangi, karena tegangan yang mengalir ke Elektro motor harus melewati dua Gulungan “Rangkaian Star (Bintang)”, atau satu gulungan hanya menerima tegangan sebesar 380V / √tiga = 220 Volt.
Baca pula: Belajar Merakit Panel Motor Listrik tiga Phase
Hubungan STAR dalam Elektro Motor

Setelah Elektro motor berputar Normal (Perpindahan diatur menggunakan TIMER), kemudian sistem Rangkaian STAR-DELTA akan bekerja dan mengganti rangkaian/hubungan Gulungan sebagai DELTA (Bintang), dan Elektro motor beroperasi dengan Normal. Setiap satu gulungan mendapat tegangan 380V.
Hubungan DELTA pada Elektro Motor

Perbedaan Hubungan Star dengan Hubungan Delta pada Gulungan Elektro motor:
Star : Arus starting kecil, Torsi (Tenaga) kurang.
Delta : Arus Starting tinggi, Torsi (Tenaga) bertenaga.
Untuk lebih jelasnya bagaimana rangkaian STAR-DELTA tersebut, berikut Wiring Diagram Motor Starting STAR-DELTA beserta penjelasan cara kerjanya.
Baca pula: Wiring diagram Auto trafo 4 step, lengkap

Wiring Diagram STAR-DELTA


Prinsip Kerja Rangkaian STAR-DELTA:
  • Push Button"On" ditekan,Tegangan berdasarkan MCB mengalir menuju Coil Magnetic Contactor K1, Magnetic Contactor K1 terhubung, Terminal NO pada K1 pula terhubung dan mengalirkan tegangan berdasarkan Push Button"Off" menuju Coil K1 (Sebagai pengunci), Saat Push Button"On" dilepas, Magnetic Contactor K1 tetap terhubung lantaran mendapat tegangan dari "Pengunci".
  • Disaat yang bersamaan, TIMER juga mendapatkan tegangan dari terminal Coil K1.
  • Tegangan dari terminal NC dalam TIMER mengalirkan tegangan menuju Coil Magnetic Contactor K3, sehingga Magnetic Contactor K3 juga terhubung.
  • Magnetic Contactor K1 terhubung mengalirkan tegangan Phase R-S-T menuju terminal gulungan Elektro Motor, Sedangkan Magnetic Contactor K3 terhubung buat menghubungkan terminal menjadi interaksi Star (bintang).
  • Proses ini menyebabkan Elektro motor beroperasi menggunakan hubungan Bintang (Star) buat start pertama kali.
  • Setelah beberapa ketika, sinkron menggunakan settingan TIMER yang terdapat, Maka TIMER pun bekerja sebagai akibatnya Terminal NC terputus, dan Terminal NO pada TIMER terhubung.
  • Saat Terminal NC dalam TIMER terputus, maka Magnetic Contactor K3 pula terputus.
  • Kemudian, Terminal NO pada TIMER terhubung mengalirkan tegangan menuju Coil Magnetic Contactor K2, sehingga Magnetic Contactor K2 terhubung., sedangkan Magnetic Contactor K1 tetap terhubung.
  • Magnetic Contactor K1 tetap terhubung mengalirkan tegangan Phase R-S-T menuju terminal gulungan Elektro motor.
  • Magnetic Contactor K2 terhubung mengalirkan tegangan Phase R-S-T menuju terminal gulungan Electro motor.
  • Proses ini mengakibatkan elektro motor yang semula beroperasi dengan interaksi Star (Bintang) berubah sebagai beroperasi dengan interaksi Delta (Segitiga).
  • Jika Push Button"Off" ditekan,asal tegangan ke semua Coil Magnetic Contactor terputus, dan Elektro motor berhenti beroperasi.

Komponen dalam Rangkaian STAR-DELTA:
  • MCCB
MCCB berfungsi sebagai pemutus/penghubung primer dalam rangkaian STAR-DELTA.
Selain itu MCCB pula berfungsi menjadi pengaman saat terjadi Arus lebih atau Hubungan Singkat (Short Circuit) Pada rangkaian atau Electro motor.
Ukuran pengaman MCCB umumnya sebanyak 125% x In.elektro Motor.
  • Magnetic Contactor
Pada rangkaian STAR-DELTA, terdapat tiga buah Magnetic Contactor.
Magnetic Contactor K1, berfungsi menjadi penghubung Line, phase R-S-T menuju Elektro motor.
Magnetic Contactor K2, diklaim menjadi Penghubung rangkaian DELTA, pula berfungsi sebagai penghubung Line, phase R-S-T menuju Elektro motor.
Magnetic Contactor K3, berfungsi hanya sebagai penghubung terminal untuk mendapatkan hubungan STAR dalam gulungan Elektro motor, dan nir mengalirkan Tegangan.
Menentukan Ukuran Magnetic Contactor
Untuk memilih berukuran Magnetic Contactor K1 dan K2 dipakai Rumus:
Magnetic Contactor Delta = In / √3
Untuk memilih ukuran Magnetic Contactor K3 digunakan Rumus:
Magnetic Contactor untuk Star = In / 3
Contoh Perhitungan:
Jika Elektro Motor dengan daya 11Kw (11.000 Watt),380V, Cosphi 0,80, memakai sistem start rangkaian STAR-DELTA, maka kebutuhan Magnetic Contactornya, adalah:
P = V x I x Cosphi x √3
11.000 Watt = 380V x I x 0,80 x 1,73
In = 11.000 Watt / 525,92
In = 20,91 Ampere.
Magnetic Contactor K1 & K2 (DELTA):
In / √3
20,91 A / 1,73
12,08 Ampere.
Magnetic Contactor K3 (STAR):
In / 3
20,91 A / 3
6,97 Ampere
Untuk pemilihan berukuran Magnetic Contactor, kita bisa memakai ukuran yg sesuai dengan perhitungan diatas.
  • TOR (Thermal Overload Relay)
TOR (Thermal Overload Relay) berfungsi untuk mengamankan Elektro motor waktu terjadi kelebihan beban (Over Load), dengan prinsip kerja Bimetal yang akan melengkung saat dilewati Arus yang melebihi settingan menurut ukuran TOR (Thermal Overload Relay) tersebut.
Untuk memilih berukuran TOR (Thermal Overload Relay) dalam rangkaian STAR-DELTA, kita dapat menggunakan berukuran Maksimal sebanyak:
TOR (Thermal Overload Relay) = In / 2
Untuk memberikan perlindungan yg lebih baik dalam Elektro motor, sebaiknya settingan TOR (Thermal Overload Relay) lebih rendah berdasarkan perhitungan diatas sebanyak 10%, buat menghindari bila elektro motor bekerja maksimal terus menerus, tentu akan memperpendek Life Time Elektro motor tersebut.
  • TIMER
Timer pada Rangkaian STAR-DELTA berfungsi sebagai pengatur saat perpindahan Magnetic Contactor K3 dan K2.
Settingan Timer bisa diubahsuaikan menggunakan kondisi kerja serta beban menurut masing-masing Elektro motor yang digunakan.
Pada umumnya Settingan Timer yg digunakan lebih kurang 4-lima Sekon. Namun pada syarat eksklusif settingan mungkin dibutuhkan lebih usang.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI