BAHAN PENGHANTAR LISTRIK DAN HAMBATAN JENIS RHO

Besar Hambatan suatu penghantar dipengaruhi sang panjang serta nilai hambatan jenis menurut bahan penghantar listrik tadi.
Pada suatu instalasi listrik, memerlukan aneka macam bagian di dalamnya, baik itu bagian primer juga bagian-bagian sebagai pelengkap instalasi listrik tersebut.
Namun secara generik, pada setiap Instalasi listrik Terdapat 3 bagian utama.
Tiga bagian primer pada instalasi listrik, yaitu:

1. Sumber listrik
Sumber listrik atau diklaim jua pembangkit listrik adalah suatu indera yg dapat membentuk tenaga listrik.
Beberapa model asal listrik, diantaranya:
Genset, Listrik energi matahari (Solar cell), Batre, dan lainnya.
dua. Penghantar Listrik
Penghantar listrik merupakan suatu bahan yg mempunyai sifat dapat menghantarkan listrik dengan baik, penghantar listrik ini berfungsi buat menghantarkan listrik berdasarkan asal listrik menuju beban listrik.
Penghantar listrik yg biasa digunakan, diantaranya:
Kabel listrik berbahan tembaga dan aluminium.
tiga. Beban listrik
Beban listrik adalah segala sesuatu alat yg bekerja dengan memakai energi listrik sebagai sumber energi.
Seperti : Lampu, Kipas angin, Electromotor, serta lainnya.
Dalam ilmu kelistrikan sendiri, kita mengenal istilah Hukum Ohm, yang berbunyi:
“Besaran Arus Listrik yg mengalir melalui sebuah penghantar listrik akan berbanding lurus dengan nilai Tegangan serta berbanding terbalik dengan Resistan / hambatan (Ohm)".
Penghantar Listrik memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap instalasi listrik, sang karenanya dibutuhkan suatu bahan yg mempunyai nilai tahanan/hambatan (Resistan) yang sekecil mungkin buat dipakai sebagai penghantar listrik.
Karena semakin mini Tahanan atau kendala berdasarkan penghantar tersebut, akan semakin mini kerugian-kerugian listrik yg terjadi pada suatu instalasi listrik.
Besar kecilnya nilai Tahanan atau hambatan yg dihasilkan suatu penghantar listrik, ditentukan oleh panjang penghantar dan Tahanan atau hambatan jenis menurut bahan penghantar listrik itu sendiri.
Untuk mengetahui seberapa besar tahanan atau kendala yg dihasilkan menurut penghantar listrik pada suatu instalasi listrik, maka digunakan rumus sebagai berikut,
Rumus mengetahui nilai tahanan penghantar:

Keterangan:
R = Nilai Resistan / kendala dalam satuan Ohm (Ω)
ρ = Nilai hambatan jenis bahan penghantar pada satuan Ohm meter (Ω mm²/m)
l = Panjang penghantar dalam satuan meter (m)
A = Luas penampang penghantar pada satuan meter kuadrat (mm²)
Dari rumus diatas, dapat kita simpulkan bahwa:
Kesimpulan:
  • Semakin panjang jarak suatu penghantar listrik yang terpasang akan semakin besar nilai tahanan atau kendala penghantar tersebut.
  • Semakin besar nilai tahanan atau hambatan jenis ( ρ ) berdasarkan bahan penghantar, semakin besar nilai kendala penghantar tadi.
  • Semakin besar luas penampang suatu penghantar, akan semakin kecil nilai tahanan penghantar tadi.

Oleh karena itu, untuk membentuk nilai hambatan yg sekecil mungkin, diharapkan penghantar dengan luas penampang yang besar. Atau menggunakan memilih bahan buat suatu penghantar listrik yg memiliki hambatan jenis ( ρ ) yang kecil.
Penghantar listrik yang umumnya digunakan pada suatu instalasi listrik memakai penghantar yg berbahan Tembaga, ini karena bahan Tembaga mempunyai nilai hambatan jenis ( ρ ) yg cukup kecil dan baik buat menghantarkan listrik.
Berikut beberapa jenis bahan penghantar yang seringkali digunakan sebagai penghantar listrik bersama nilai kendala jenisnya ( ρ ):

Tahanan jenis (RHO) beberapa bahan penghantar listrik

  • Aluminium mempunyai nilai hambatan jenis ( ρ ) sebanyak : 0,0000000265 Ohm / meter.
  • Tembaga memiliki nilai hambatan jenis ( ρ ) sebanyak : 0,0000000172 Ohm / meter.
  • Perak memiliki nilai hambatan jenis ( ρ ) sebanyak : 0,0000000159 Ohm / meter.
  • Besi memiliki nilai hambatan jenis ( ρ ) sebesar : 0,0000000971 Ohm / meter.

Tahanan Jenis (Rho) merupakan:
Besar tahanan pada satuan Ohm, yang dihasilkan suatu bahan penghantar listrik yg mempunyai ukuran panjang 1 meter dan diameter 1mm2 .
Hambatan jenis mempunyai satuan (Ω mm²/m).
Selain itu Hambatan jenis suatu bahan penghantar juga bisa ditentukan oleh akbar suhu ketika pengukuran.
Demikianlah artikel mengenai Hambatan jenis penghantar listrik, semoga bisa menambah pengetahuan yg berguna untuk kita semua.
CARA FLEXI
Dikutip dari banyak sekali asal

BAHAN PENGHANTAR LISTRIK DAN HAMBATAN JENIS RHO

Besar Hambatan suatu penghantar ditentukan sang panjang serta nilai kendala jenis menurut bahan penghantar listrik tersebut.
Pada suatu instalasi listrik, memerlukan banyak sekali bagian di dalamnya, baik itu bagian primer maupun bagian-bagian sebagai pelengkap instalasi listrik tersebut.
Namun secara umum, pada setiap Instalasi listrik Terdapat tiga bagian primer.
Tiga bagian utama pada instalasi listrik, yaitu:

1. Sumber listrik
Sumber listrik atau diklaim jua pembangkit listrik adalah suatu indera yang dapat menghasilkan tenaga listrik.
Beberapa contoh sumber listrik, antara lain:
Genset, Listrik energi matahari (Solar cell), Batre, serta lainnya.
2. Penghantar Listrik
Penghantar listrik merupakan suatu bahan yg mempunyai sifat dapat menghantarkan listrik dengan baik, penghantar listrik ini berfungsi buat menghantarkan listrik menurut asal listrik menuju beban listrik.
Penghantar listrik yang biasa dipakai, diantaranya:
Kabel listrik berbahan tembaga serta aluminium.
3. Beban listrik
Beban listrik adalah segala sesuatu alat yang bekerja dengan memakai energi listrik menjadi asal tenaga.
Seperti : Lampu, Kipas angin, Electromotor, serta lainnya.
Dalam ilmu kelistrikan sendiri, kita mengenal kata Hukum Ohm, yg berbunyi:
“Besaran Arus Listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar listrik akan berbanding lurus dengan nilai Tegangan serta berbanding terbalik dengan Resistan / hambatan (Ohm)".
Penghantar Listrik memiliki peranan yg sangat krusial pada setiap instalasi listrik, oleh karenanya diharapkan suatu bahan yg memiliki nilai tahanan/kendala (Resistan) yang sekecil mungkin buat dipakai sebagai penghantar listrik.
Karena semakin kecil Tahanan atau hambatan dari penghantar tadi, akan semakin mini kerugian-kerugian listrik yg terjadi dalam suatu instalasi listrik.
Besar kecilnya nilai Tahanan atau hambatan yang dihasilkan suatu penghantar listrik, dipengaruhi oleh panjang penghantar serta Tahanan atau hambatan jenis dari bahan penghantar listrik itu sendiri.
Untuk mengetahui seberapa akbar tahanan atau kendala yg didapatkan berdasarkan penghantar listrik pada suatu instalasi listrik, maka dipakai rumus sebagai berikut,
Rumus mengetahui nilai tahanan penghantar:

Keterangan:
R = Nilai Resistan / hambatan dalam satuan Ohm (Ω)
ρ = Nilai hambatan jenis bahan penghantar pada satuan Ohm meter (Ω mm²/m)
l = Panjang penghantar pada satuan meter (m)
A = Luas penampang penghantar pada satuan meter kuadrat (mm²)
Dari rumus diatas, bisa kita simpulkan bahwa:
Kesimpulan:
  • Semakin panjang jarak suatu penghantar listrik yg terpasang akan semakin akbar nilai tahanan atau hambatan penghantar tersebut.
  • Semakin besar nilai tahanan atau hambatan jenis ( ρ ) dari bahan penghantar, semakin besar nilai hambatan penghantar tersebut.
  • Semakin besar luas penampang suatu penghantar, akan semakin kecil nilai tahanan penghantar tadi.

Oleh karenanya, untuk membuat nilai hambatan yg sekecil mungkin, diharapkan penghantar menggunakan luas penampang yg besar. Atau dengan menentukan bahan buat suatu penghantar listrik yang mempunyai hambatan jenis ( ρ ) yg kecil.
Penghantar listrik yang umumnya dipakai pada suatu instalasi listrik menggunakan penghantar yang berbahan Tembaga, ini karena bahan Tembaga memiliki nilai hambatan jenis ( ρ ) yang cukup kecil serta baik untuk menghantarkan listrik.
Berikut beberapa jenis bahan penghantar yg tak jarang dipakai menjadi penghantar listrik beserta nilai hambatan jenisnya ( ρ ):

Tahanan jenis (RHO) beberapa bahan penghantar listrik

  • Aluminium memiliki nilai kendala jenis ( ρ ) sebesar : 0,0000000265 Ohm / meter.
  • Tembaga memiliki nilai kendala jenis ( ρ ) sebesar : 0,0000000172 Ohm / meter.
  • Perak memiliki nilai hambatan jenis ( ρ ) sebanyak : 0,0000000159 Ohm / meter.
  • Besi memiliki nilai kendala jenis ( ρ ) sebanyak : 0,0000000971 Ohm / meter.

Tahanan Jenis (Rho) adalah:
Besar tahanan dalam satuan Ohm, yang dihasilkan suatu bahan penghantar listrik yang memiliki ukuran panjang 1 meter serta diameter 1mm2 .
Hambatan jenis memiliki satuan (Ω mm²/m).
Selain itu Hambatan jenis suatu bahan penghantar juga bisa ditentukan sang akbar suhu waktu pengukuran.
Demikianlah artikel tentang Hambatan jenis penghantar listrik, semoga dapat menambah pengetahuan yang berguna buat kita semua.
CARA FLEXI
Dikutip berdasarkan banyak sekali asal

PENJELASAN MENGENAI TAHANAN ISOLASI KABEL DAN CARA MENGUKURNYA

Bagaimana cara mengukur tahanan isolasi kabel listrik?
Nilai resistan isolasi dalam suatu penghantar listrik adalah parameter dasar yang krusial dan memberitahuakn taraf performa penghantar tersebut.
Untuk menghantarkan suatu tegangan listrik dari sumber listrik ( pembangkit listrik ) menuju jaringan listrik berikutnya atau menuju ke beban atau pemakaian alat-alat listrik, diperlukan suatu penghantar.
Mengingat listrik pula memiliki potensi resiko terjadinya hubungan singkat (Short Circuit) jika suatu penghantar yg berbeda potensial bersentuhan menggunakan penghantar lainnya.
Dan juga buat menghindari resiko aliran listrik mengaliri benda-benda lainnya, maka dibutuhkan bahan isolator buat melindungi suatu penghantar berdasarkan aneka macam gangguan yang mungkin terjadi.
Penghantar Listrik
Penghantar (Konduktor) adalah suatu bahan atau zat , baik itu padat, gas, cair, yang dapat dengan baik buat dilalui atau menghantarkan tegangan atau arus listrik.
Bahan penghantar listrik yg baik adalah yang memiliki hambatan jenis (Rho) sekecil mungkin.
Isolator Listrik
Isolator merupakan Suatu bahan atau zat, baik itu padat, cair atau gas yg nir dapat atau sulit untuk melakukan perpindahan muatan listrik.
Fungsi isolator (isolasi) pada penghantar / kabel listrik:
Setiap kabel penghantar dilengkapi menggunakan bahan isolator yang bertujuan buat mencegah terjadinya perpindahan genre muatan listrik yang tidak diinginkan.
Sehingga bisa mengakibatkan gangguan dalam suatu instalasi listrik atau bahkan dapat menimbulkan resiko- resiko bahaya yg lebih fatal lainnya.
Fungsi Isolasi :
  • Mencegah perpindahan aliran listrik berdasarkan 2 jenis penghantar yg tidak sama potensial, yg dapat menyebabkan terjadinya hubungan singkat.
  • Mencegah perpindahan genre listrik dari suatu penghantar menuju ke bumi sehingga menyebabkan kerugian / kebocoran arus listrik
  • Mencegah perpindahan listrik menurut suatu penghantar menuju benda lainnya. Seperti resiko kabel listrik tersentuh manusia, tanah atau benda lain di sekitarnya.

Jika penghantar listrik tersentuh manusia akan mengakibatkan sengatan listrik yg membahayakan keselamatan insan.
Jika penghantar listrik tersentuh benda lain dapat menyebabkan kebocoran listrik, percikan api serta kebakaran.
Mengapa terdapat jaringan listrik yang tidak memakai isolasi?
Udara termasuk bahan isolasi yang paling baik
Selain bahan isolasi yang biasa menyelubungi suatu kabel penghantar, kita juga memiliki suatu bahan isolasi yg baik buat mencegah terjadinya kebocoran listrik, yaitu Udara.
Sehingga, dalam suatu jaringan listrik yg terpasang diudara meski menggunakan kabel atau penghantar listrik tanpa selubung (Tanpa diisolasi), masih tetap terisolasi oleh udara serta tidak sampai membahayakan kita serta benda lainnya.
Kabel penghantar listrik dalam suatu instalasi listrik, dilengkapi menggunakan selubung isolasi yang bertujuan untuk mencegah banyak sekali gangguan serta bahaya lainnya.

Bagaimana mengetahui bahwa Isolasi kabel listrik pada keadaan baik?

Untuk mengetahui bahwa isolasi kabel listrik pada keadaan baik, serta berfungsi untuk mencegah kebocoran listrik, maka setiap isolasi listrik wajib mempunyai nilai tahanan minimum 1000 ohm dikali tegangan listrik kabel tadi.
Nilai resistan minimum suatu isolasi
Isolasi yang baik ditentukan berdasarkan nilai resistansinya. Semakin besar nilai resistan isolasi semakin baik jua fungsi isolasi tersebut.
Oleh karenanya, perlu dilakukan inspeksi serta pengukuran setiap isolasi suatu penghantar listrik, apakah masih memiliki nilai resistansi yg baik atau nir.
Nilai resistansi isolasi pada suatu kabel atau penghantar listrik mempunyai nilai minimum yaitu :
1000 ohm x tegangan listrik yang dialiri penghantar tadi.
Contoh :
Jika suatu penghantar listrik berisolasi, mengalirkan tegangan listrik sebanyak 380 volt, maka nilai minimum resistan isolasinya merupakan : 1000 ohm x 380 volt = 380.000 ohm (380 kilo ohm)
Pentingnya Pengujian isolasi (Insulation Test)
Kenapa perlu dilakukan pengujian nilai tahanan atau resistan isolasi (Insulation test) pada suatu kabel penghantar listrik?
Pengukuran tahanan isolasi kabel perlu dilakukan, lantaran :
  • Nilai resistan isolasi suatu kabel penghantar listrik adalah parameter performa kelistrikan yg paling dasar
  • Kabel yang mempunyai isolasi dengan nilai resistan dibawah nilai minimum, akan mengakibatkan aneka macam gangguan listrik, misalnya kebocoran arus listrik, interaksi singkat (Short Circuit), kebakaran serta bahkan kecelakan lain yang lebih fatal
  • Oleh karena itulah perlu dilakukan pengujian /pengukuran nilai resistan isolasi, dan dilakukan secara terpola.

Bagaimana cara mengukur tahanan isolasi kabel listrik?
Metode atau cara pegukuran isolasi (Insulation Test)
Pengujian nilai resistan atau tahanan isolasi merupakan hal yg wajib dilakukan untuk mengetahui taraf degradasi berdasarkan kemampuan resistansi suatu sistem isolasi.
Metode atau cara yang umumnya dilakukan buat melakukan pengujian isolasi ini, adalah menggunakan memberikan tegangan yg memiliki nilai yg lebih tinggi dari tegangan yg biasa mengaliri penghantar tersebut.
Sebelum melakukan pengukuran, Pastikan Kondisi Kabel yg akan diukur:
  • Pastikan asal listrik telah terputus (Off)
  • Lepaskan Kabel dari terminal atau sambungan.
  • Pisahkan Kabel satu persatu.
  • Pastikan Kabel yang akan diukur tidak bersentuhan dengan material lainnya.

Faktor penyebab menurunnya nilai resistan isolasi
Nilai resistan atau tahanan isolasi suatu penghantar listrik akan mengalami penurunan menurut ketika ke waktu, tergantung dari kondisi lingkungan, kelembaban, humidity, debu, suhu, air, gangguan tekanan, dan faktor lainnya.
Oleh karenanya perlu dilakukan pengujian secara terjadwal. Kegagalan nilai resistan isolasi diindikasikan oleh kebocoran arus listrik yang terjadi.
Kebocoran arus listrik
Setiap isolasi memiliki tingkat kebocoran arus listrik, tergantung berdasarkan nilai resistansi isolasinya, semakin besar nilai resistan atau tahanan isolasi, akan semakin mini nilai kebocoran arus yg terjadi.
Tegangan listrik yang tinggi membuat arus yg melalui isolasi tadi.
Jumlah arus bocor pada kabel listrik, tergantung menurut:
  • Besar tegangan yg diberikan
  • Kapasitansi sistem
  • Total nilai resistansi
  • Suhu material

Tiga jenis kebocoran arus , diantaranya:
  1. Kebocoran absorsi polarisasi (IA)
  2. Kebocoran Konduktif (IL)
  3. Kebocoran Pengisian Kapasitif (IC)


Kebocoran absorsi polarisasi (IA)
  • Molekul material terpolarisai pada meterial dielektrik
  • Kapasitif rendah, arus tinggi buat beberapa dtk lalu turun ke nol
  • Kapasitif tinggi, arus tinggi buat saat yg lama kemudian turun ke nilai eksklusif (tidak nol) pada ketika yang usang, bahkan mungkin tidak turun.

Kebocoran konduktif (IL)
  • Arus normal yang mengalir melalui isolasi
  • Bertambah seiring menggunakan turunnya kemampuan isolasi dan inilah yang paling krusial

Kebocoran pengisian kapasitif (IC)
Konduktor-konduktor yang terisolasi dan saling berdekatan berlaku seperti kapasitor.
Arus yang diserap
  • Arus yg diserap tergantung menurut material isolator yg digunakan, beberapa material isolator memiliki molekul yg akan bereaksi terhadap gambaran medan tegangan.
  • Jika dibandingkan menggunakan arus pengisian/kapasitif, arus diserap ini lebih lambat.
  • Pengaruh arus pengisian serta arus diserap dalam pengukuran dengan insulation tester analog :
"Arus pengisian akan maksimum (resistansi isolasi = mini ) diawal pengujian dan berlahan-lahan turun (resistansi isolasi = akbar) sampai dalam ketika tertentu digantikan oleh arus diserap".
Kebocoran arus
  • Kebocoran arus memberitahuakn kebocoran arus yg terjadi dalam isolator dan kebocoran ini bersifat konstan.
  • Arus ini terjadi bila arus pengisian dan diserap sudah terjadi.
  • Jika isolator didominasi sang komponen ini, pembacaan dalam indera uji insulation tester akan cepat stabil dan pengujian sanggup terselesaikan dalam waktu singkat.

Kebocoran permukaan
  • Kebocoran arus bagian atas ini umumnya terjadi dalam pengukuran resistansi tinggi, dan kebocoran arus bagian atas ini adalah error bagi hasil pengukuran.


Tegangan yang umum dipakai buat pengujian nilai resistan Isolasi (Insulation Test)

DAR dan PI
1. Insulation Resistance Test (IR) adalah hal dasar buat menentukan kualitas isolasi.
2. Saat perlengkapan berada dalam lingkungan yang memiliki kontaminasi atau taraf moisture yg tinggi direkomendasikan buat melakukan pengujian Dielectric Adsorption Ratio (DAR) serta Polarization Index (PI).
3. DAR dan PI adalah aplikasi pengujian IR pada rentang waktu yang lebih lama
Insulation Tester
Pengujian nilai resistan isolasi (Insulation test) ini, dapat dilakukan dengan memakai alat ukur spesifik isolasi atau Insulation Tester, atau biasa juga diklaim dengan Megger (Mega Ohm Meter).
Prinsip kerja indera ukur ini merupakan menggunakan menaruh nilai tegangan yg lebih akbar berdasarkan nilai tegangan operasional / yg dipakai (yg mengaliri) penghantar tersebut. Dan dikonversikan kedalam hasil nilai resistan (Ohm).

Semakin akbar tegangan yg diberikan pada suatu penghantar, semakin besar tegangan tembus atau kebocoran arus yg terjadi dalam Isolasi.
Namun perlu diperhatikan, Saat suatu kabel penghantar berisolasi dilalui sang tegangan ukur yg mempunyai nilai tegangan yang melebihi kemampuan hantar kabel, bisa menyebabkan kerusakan pada kualitas isolasi kabel tersebut, maka tegangan ini diberikan hanya sesaat dan dibatasi menggunakan nilai arus bocor sekecil mungkin (Maksimal 2mA).
Berbagai type serta merek berdasarkan Alat ukur isolasi (Insulation Tester atau Mega ohm Meter) yg dapat kita pakai, Salah satu berdasarkan aneka macam indera Insulation Tester yang memiliki proteksi relatif baik adalah :
Fluke 1555/1550 Insulation Resistance Tester – Alat Ukur Resistansi Isolasi.

Demikianlah Artikel tentang pentingnya pengukuran Isolasi (Insulation Test) dalam setiap penghantar listrik, semoga dapat menaruh tambahan pengetahuan serta informasi yg bermanfaat buat kita seluruh !
CARA FLEXI
dikutip dari Fluke Insulation tester (PT. Siwali Swantika)
dan berbagai asal lainnya

PENJELASAN MENGENAI TAHANAN ISOLASI KABEL DAN CARA MENGUKURNYA

Bagaimana cara mengukur tahanan isolasi kabel listrik?
Nilai resistan isolasi pada suatu penghantar listrik merupakan parameter dasar yg krusial serta menerangkan taraf performa penghantar tersebut.
Untuk menghantarkan suatu tegangan listrik berdasarkan asal listrik ( pembangkit listrik ) menuju jaringan listrik berikutnya atau menuju ke beban atau pemakaian alat-alat listrik, dibutuhkan suatu penghantar.
Mengingat listrik juga mempunyai potensi resiko terjadinya hubungan singkat (Short Circuit) apabila suatu penghantar yg tidak sama potensial bersentuhan dengan penghantar lainnya.
Dan juga buat menghindari resiko aliran listrik mengaliri benda-benda lainnya, maka dibutuhkan bahan isolator buat melindungi suatu penghantar dari banyak sekali gangguan yg mungkin terjadi.
Penghantar Listrik
Penghantar (Konduktor) adalah suatu bahan atau zat , baik itu padat, gas, cair, yg bisa dengan baik buat dilewati atau menghantarkan tegangan atau arus listrik.
Bahan penghantar listrik yang baik adalah yg memiliki hambatan jenis (Rho) sekecil mungkin.
Isolator Listrik
Isolator merupakan Suatu bahan atau zat, baik itu padat, cair atau gas yang nir bisa atau sulit buat melakukan perpindahan muatan listrik.
Fungsi isolator (isolasi) dalam penghantar / kabel listrik:
Setiap kabel penghantar dilengkapi dengan bahan isolator yang bertujuan buat mencegah terjadinya perpindahan aliran muatan listrik yg nir diinginkan.
Sehingga bisa menimbulkan gangguan dalam suatu instalasi listrik atau bahkan bisa menyebabkan resiko- resiko bahaya yang lebih fatal lainnya.
Fungsi Isolasi :
  • Mencegah perpindahan aliran listrik menurut dua jenis penghantar yang tidak sama potensial, yg bisa mengakibatkan terjadinya hubungan singkat.
  • Mencegah perpindahan aliran listrik menurut suatu penghantar menuju ke bumi sehingga menyebabkan kerugian / kebocoran arus listrik
  • Mencegah perpindahan listrik dari suatu penghantar menuju benda lainnya. Misalnya resiko kabel listrik tersentuh insan, tanah atau benda lain pada sekitarnya.

Jika penghantar listrik tersentuh insan akan menyebabkan sengatan listrik yang membahayakan keselamatan manusia.
Jika penghantar listrik tersentuh benda lain bisa menyebabkan kebocoran listrik, percikan api serta kebakaran.
Mengapa masih ada jaringan listrik yg nir menggunakan isolasi?
Udara termasuk bahan isolasi yang paling baik
Selain bahan isolasi yang biasa menyelubungi suatu kabel penghantar, kita jua mempunyai suatu bahan isolasi yg baik buat mencegah terjadinya kebocoran listrik, yaitu Udara.
Sehingga, pada suatu jaringan listrik yg terpasang diudara meski memakai kabel atau penghantar listrik tanpa selubung (Tanpa diisolasi), masih permanen terisolasi oleh udara serta tidak sampai membahayakan kita dan benda lainnya.
Kabel penghantar listrik pada suatu instalasi listrik, dilengkapi menggunakan selubung isolasi yg bertujuan buat mencegah aneka macam gangguan dan bahaya lainnya.

Bagaimana mengetahui bahwa Isolasi kabel listrik pada keadaan baik?

Untuk mengetahui bahwa isolasi kabel listrik pada keadaan baik, serta berfungsi buat mencegah kebocoran listrik, maka setiap isolasi listrik wajib memiliki nilai tahanan minimum 1000 ohm dikali tegangan listrik kabel tadi.
Nilai resistan minimum suatu isolasi
Isolasi yg baik dipengaruhi dari nilai resistansinya. Semakin besar nilai resistan isolasi semakin baik juga fungsi isolasi tadi.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan serta pengukuran setiap isolasi suatu penghantar listrik, apakah masih mempunyai nilai resistansi yg baik atau nir.
Nilai resistansi isolasi dalam suatu kabel atau penghantar listrik memiliki nilai minimum yaitu :
1000 ohm x tegangan listrik yg dialiri penghantar tersebut.
Contoh :
Jika suatu penghantar listrik berisolasi, mengalirkan tegangan listrik sebesar 380 volt, maka nilai minimum resistan isolasinya adalah : 1000 ohm x 380 volt = 380.000 ohm (380 kilo ohm)
Pentingnya Pengujian isolasi (Insulation Test)
Kenapa perlu dilakukan pengujian nilai tahanan atau resistan isolasi (Insulation test) dalam suatu kabel penghantar listrik?
Pengukuran tahanan isolasi kabel perlu dilakukan, lantaran :
  • Nilai resistan isolasi suatu kabel penghantar listrik adalah parameter performa kelistrikan yg paling dasar
  • Kabel yg mempunyai isolasi menggunakan nilai resistan dibawah nilai minimum, akan menyebabkan banyak sekali gangguan listrik, misalnya kebocoran arus listrik, hubungan singkat (Short Circuit), kebakaran serta bahkan kecelakan lain yg lebih fatal
  • Oleh karena itulah perlu dilakukan pengujian /pengukuran nilai resistan isolasi, dan dilakukan secara terpola.

Bagaimana cara mengukur tahanan isolasi kabel listrik?
Metode atau cara pegukuran isolasi (Insulation Test)
Pengujian nilai resistan atau tahanan isolasi merupakan hal yang harus dilakukan buat mengetahui tingkat degradasi dari kemampuan resistansi suatu sistem isolasi.
Metode atau cara yg umumnya dilakukan buat melakukan pengujian isolasi ini, merupakan dengan menaruh tegangan yang mempunyai nilai yang lebih tinggi berdasarkan tegangan yg biasa mengaliri penghantar tadi.
Sebelum melakukan pengukuran, Pastikan Kondisi Kabel yang akan diukur:
  • Pastikan asal listrik telah terputus (Off)
  • Lepaskan Kabel berdasarkan terminal atau sambungan.
  • Pisahkan Kabel satu persatu.
  • Pastikan Kabel yang akan diukur nir bersentuhan menggunakan material lainnya.

Faktor penyebab menurunnya nilai resistan isolasi
Nilai resistan atau tahanan isolasi suatu penghantar listrik akan mengalami penurunan menurut waktu ke waktu, tergantung dari kondisi lingkungan, kelembaban, humidity, debu, suhu, air, gangguan tekanan, dan faktor lainnya.
Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian secara terencana. Kegagalan nilai resistan isolasi diindikasikan oleh kebocoran arus listrik yang terjadi.
Kebocoran arus listrik
Setiap isolasi memiliki taraf kebocoran arus listrik, tergantung menurut nilai resistansi isolasinya, semakin besar nilai resistan atau tahanan isolasi, akan semakin mini nilai kebocoran arus yang terjadi.
Tegangan listrik yg tinggi membuat arus yg melalui isolasi tersebut.
Jumlah arus bocor pada kabel listrik, tergantung dari:
  • Besar tegangan yang diberikan
  • Kapasitansi sistem
  • Total nilai resistansi
  • Suhu material

Tiga jenis kebocoran arus , antara lain:
  1. Kebocoran absorsi polarisasi (IA)
  2. Kebocoran Konduktif (IL)
  3. Kebocoran Pengisian Kapasitif (IC)


Kebocoran absorsi polarisasi (IA)
  • Molekul material terpolarisai pada meterial dielektrik
  • Kapasitif rendah, arus tinggi buat beberapa dtk kemudian turun ke nol
  • Kapasitif tinggi, arus tinggi buat ketika yang usang lalu turun ke nilai tertentu (nir nol) pada waktu yang lama , bahkan mungkin nir turun.

Kebocoran konduktif (IL)
  • Arus normal yang mengalir melalui isolasi
  • Bertambah seiring dengan turunnya kemampuan isolasi serta inilah yang paling penting

Kebocoran pengisian kapasitif (IC)
Konduktor-konduktor yg terisolasi dan saling berdekatan berlaku seperti kapasitor.
Arus yg diserap
  • Arus yang diserap tergantung menurut material isolator yg dipakai, beberapa material isolator memiliki molekul yg akan bereaksi terhadap gambaran medan tegangan.
  • Jika dibandingkan dengan arus pengisian/kapasitif, arus diserap ini lebih lambat.
  • Pengaruh arus pengisian dan arus diserap pada pengukuran dengan insulation tester analog :
"Arus pengisian akan maksimum (resistansi isolasi = mini ) diawal pengujian dan berlahan-huma turun (resistansi isolasi = besar ) sampai dalam waktu tertentu digantikan oleh arus diserap".
Kebocoran arus
  • Kebocoran arus menampakan kebocoran arus yg terjadi dalam isolator dan kebocoran ini bersifat konstan.
  • Arus ini terjadi apabila arus pengisian dan diserap sudah terjadi.
  • Jika isolator didominasi sang komponen ini, pembacaan pada alat uji insulation tester akan cepat stabil serta pengujian sanggup selesai dalam ketika singkat.

Kebocoran permukaan
  • Kebocoran arus bagian atas ini umumnya terjadi pada pengukuran resistansi tinggi, dan kebocoran arus bagian atas ini adalah error bagi hasil pengukuran.


Tegangan yg generik digunakan untuk pengujian nilai resistan Isolasi (Insulation Test)

DAR serta PI
1. Insulation Resistance Test (IR) adalah hal dasar buat menentukan kualitas isolasi.
2. Saat perlengkapan berada pada lingkungan yg mempunyai kontaminasi atau tingkat moisture yg tinggi direkomendasikan buat melakukan pengujian Dielectric Adsorption Ratio (DAR) serta Polarization Index (PI).
3. DAR serta PI merupakan aplikasi pengujian IR dalam rentang waktu yang lebih lama
Insulation Tester
Pengujian nilai resistan isolasi (Insulation test) ini, bisa dilakukan dengan memakai alat ukur spesifik isolasi atau Insulation Tester, atau biasa jua disebut menggunakan Megger (Mega Ohm Meter).
Prinsip kerja alat ukur ini merupakan menggunakan memberikan nilai tegangan yg lebih akbar dari nilai tegangan operasional / yg digunakan (yang mengaliri) penghantar tersebut. Dan dikonversikan kedalam output nilai resistan (Ohm).

Semakin akbar tegangan yg diberikan pada suatu penghantar, semakin akbar tegangan tembus atau kebocoran arus yg terjadi dalam Isolasi.
Namun perlu diperhatikan, Saat suatu kabel penghantar berisolasi dilewati oleh tegangan ukur yang memiliki nilai tegangan yg melebihi kemampuan hantar kabel, dapat menyebabkan kerusakan pada kualitas isolasi kabel tadi, maka tegangan ini diberikan hanya sesaat serta dibatasi menggunakan nilai arus bocor sekecil mungkin (Maksimal 2mA).
Berbagai type dan merek menurut Alat ukur isolasi (Insulation Tester atau Mega ohm Meter) yang bisa kita pakai, Salah satu dari berbagai alat Insulation Tester yg memiliki proteksi relatif baik merupakan :
Fluke 1555/1550 Insulation Resistance Tester – Alat Ukur Resistansi Isolasi.

Demikianlah Artikel tentang pentingnya pengukuran Isolasi (Insulation Test) dalam setiap penghantar listrik, semoga dapat menaruh tambahan pengetahuan serta keterangan yg bermanfaat buat kita seluruh !
CARA FLEXI
dikutip dari Fluke Insulation tester (PT. Siwali Swantika)
dan aneka macam asal lainnya

KENAPA KABEL LISTRIK UMUMNYA TERBUAT DARI TEMBAGA

Kenapa Kabel listrik terbuat menurut TEMBAGA?, Mungkin sebagian dari kita pernah bertanya, mengapa kabel yg biasanya digunakan buat instalasi listrik terbuat menurut Tembaga?
Meskipun sebenarnya terdapat banyak sekali bahan lainnya yg pula dipakai buat bahan penghasil Kabel listrik, seperti contohnya yang paling umum dipakai yaitu Kabel dengan bahan Tembaga serta Aluminium.
Kabel adalah segala sesuatu yang digunakan buat menghantarkan Listrik dari suatu loka ke loka lain, serta tentunya bahan yg digunakan untuk pembuatan kabel tersebut merupakan bahan yg bisa menghantarkan Listrik (Konduktor Listrik).
Konduktor adalah Setiap bahan yg dapat menggunakan gampang digunakan buat menghantarkan listrik.
Terdapat berbagai jenis bahan Konduktor, dan dalam umumnya terbuat menurut bahan jenis logam, misalnya:
  • Besi
  • Tembaga
  • Kuningan
  • Aluminium
  • Nikel
  • Stainless steel
  • Emas
  • Perak
  • Seng
  • Platina
  • Dan berbagai bahan jenis Logam lainnya.

Meski terdapat berbagai pilihan bahan Konduktor (yang bisa menghantarkan Listrik), tetapi yang paling generik dipakai dalam instalasi kelistrikan merupakan Kabel berbahan Tembaga.

Kenapa Kabel Listrik pada umumnya menggunakan bahan Tembaga?

Jawabannya adalah
1. Karena Bahan Tembaga termasuk jenis Konduktor yg cukup baik dalam menghantarkan arus Listrik, menggunakan Nilai hambatan jenis (rho) yg lebih kecil,dan tentunya semakin kecil tahanan jenis (Rho), akan semakin sedikit kerugian listrik yang akan terjadi.
Mengenal Tahanan Jenis berbagai bahan konduktor
Hal ini adalah alasan pertama mengapa Tembaga baik dipakai menjadi Kabel penghantar listrik, kemudian, pertanyaannya, apakah tembaga memiliki Tahanan jenis (rho) yang paling mini dibanding Bahan Konduktor lainnya? Jawabannya: Tidak.
Meskipun masih masih ada bahan Konduktor lainnya yang mempunyai nilai Hambatan jenis (rho) yg lebih kecil dibanding Tembaga, namun mengapa Tembaga yg umum dipakai menjadi bahan penghantar listrik?
2. Alasan ke 2 adalah dari segi hemat.
sebagai model bahan Perak yg mempunyai tahanan jenis lebih mini dibanding tembaga, sebagai akibatnya seharusnya Perak akan lebih baik digunakan buat menghantarkan listrik menggunakan kerugian tegangan yang tentunya kebih sedikit, tetapi mengapa kabel berbahan Perak jarang digunakan?
Jawabannya adalah Harga bahan Perak lebih mahal dibanding Tembaga, sebagai akibatnya Tembaga dievaluasi lebih hemat dipakai sebagai Bahan Kabel penghantar Listrik.
3. Alasan ketiga, merupakan lantaran bahan Tembaga termasuk bahan yang gampang melebur, mudah menyerap panas, dan pula gampang melepaskan Panas tadi, sebagai akibatnya waktu dialiri arus listrik apabila terjadi gangguan kabel bisa putus, atau terjadi peningkatan suhu yang cukup cepat.
Peningkatan suhu bahan tembaga yang cukup cepat ini, akan digunakan menjadi pemicu berfungsi banyak sekali alat pengaman listrik yg bekerja berdasarkan Thermo (Panas), misalnya MCB, Sekring, dan lain sebagainya.
4. Alasan keempat, Tembaga memiliki kelenturan yg relatif baik, sebagai akibatnya mudah dipakai waktu pemasangan jaringan atau instalasi listrik.
5. Alasan kelima, Tembaga memiliki Massa jenis yang cukup mini , sebagai akibatnya memiliki bobot cukup ringan.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

KENAPA KABEL LISTRIK UMUMNYA TERBUAT DARI TEMBAGA

Kenapa Kabel listrik terbuat menurut TEMBAGA?, Mungkin sebagian menurut kita pernah bertanya, mengapa kabel yg biasanya digunakan buat instalasi listrik terbuat menurut Tembaga?
Meskipun sebenarnya terdapat aneka macam bahan lainnya yg juga digunakan buat bahan penghasil Kabel listrik, misalnya misalnya yg paling umum digunakan yaitu Kabel menggunakan bahan Tembaga dan Aluminium.
Kabel merupakan segala sesuatu yang digunakan buat menghantarkan Listrik dari suatu tempat ke loka lain, serta tentunya bahan yg dipakai buat pembuatan kabel tersebut merupakan bahan yang dapat menghantarkan Listrik (Konduktor Listrik).
Konduktor merupakan Setiap bahan yg dapat menggunakan gampang dipakai buat menghantarkan listrik.
Terdapat berbagai jenis bahan Konduktor, serta dalam umumnya terbuat dari bahan jenis logam, misalnya:
  • Besi
  • Tembaga
  • Kuningan
  • Aluminium
  • Nikel
  • Stainless steel
  • Emas
  • Perak
  • Seng
  • Platina
  • Dan aneka macam bahan jenis Logam lainnya.

Meski terdapat aneka macam pilihan bahan Konduktor (yg dapat menghantarkan Listrik), namun yang paling umum dipakai dalam instalasi kelistrikan merupakan Kabel berbahan Tembaga.

Kenapa Kabel Listrik pada umumnya menggunakan bahan Tembaga?

Jawabannya adalah
1. Karena Bahan Tembaga termasuk jenis Konduktor yang cukup baik dalam menghantarkan arus Listrik, menggunakan Nilai hambatan jenis (rho) yg lebih mini ,serta tentunya semakin mini tahanan jenis (Rho), akan semakin sedikit kerugian listrik yang akan terjadi.
Mengenal Tahanan Jenis berbagai bahan konduktor
Hal ini merupakan alasan pertama mengapa Tembaga baik digunakan menjadi Kabel penghantar listrik, kemudian, pertanyaannya, apakah tembaga memiliki Tahanan jenis (rho) yang paling mini dibanding Bahan Konduktor lainnya? Jawabannya: Tidak.
Meskipun masih terdapat bahan Konduktor lainnya yang mempunyai nilai Hambatan jenis (rho) yg lebih kecil dibanding Tembaga, namun mengapa Tembaga yang generik digunakan menjadi bahan penghantar listrik?
2. Alasan ke 2 adalah berdasarkan segi ekonomis.
sebagai model bahan Perak yang memiliki tahanan jenis lebih mini dibanding tembaga, sehingga seharusnya Perak akan lebih baik dipakai buat menghantarkan listrik dengan kerugian tegangan yang tentunya kebih sedikit, tetapi mengapa kabel berbahan Perak jarang digunakan?
Jawabannya adalah Harga bahan Perak lebih mahal dibanding Tembaga, sebagai akibatnya Tembaga dievaluasi lebih hemat digunakan menjadi Bahan Kabel penghantar Listrik.
3. Alasan ketiga, merupakan lantaran bahan Tembaga termasuk bahan yg mudah melebur, mudah menyerap panas, serta pula gampang melepaskan Panas tadi, sehingga saat dialiri arus listrik jika terjadi gangguan kabel bisa putus, atau terjadi peningkatan suhu yg relatif cepat.
Peningkatan suhu bahan tembaga yang relatif cepat ini, akan dipakai sebagai pemicu berfungsi banyak sekali indera pengaman listrik yg bekerja berdasarkan Thermo (Panas), seperti MCB, Sekring, serta lain sebagainya.
4. Alasan keempat, Tembaga memiliki kelenturan yang relatif baik, sebagai akibatnya mudah dipakai saat pemasangan jaringan atau instalasi listrik.
5. Alasan kelima, Tembaga memiliki Massa jenis yang relatif mini , sehingga memiliki bobot relatif ringan.
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI

MEMILIH STOP KONTAK YANG BAGUS DAN AMAN

Panduan buat menentukan Stop hubungan yg mengagumkan serta kondusif buat instalasi listrik.
Bagi anda yg saat ini mempunyai rencana buat memasang instalasi listrik, tentunya perlu mempersiapkan banyak sekali bahan material instalasi listrik.
Ada beberapa material yang perlu anda persiapkan buat memasang suatu instalasi listrik.
Diantaranya adalah:
  • Kabel listrik
  • Stop kontak
  • Fitting atau gantungan lampu
  • Saklar
  • Bola lampu (Memilih lampu penerangan)
  • MCB
  • ELCB (Anti kontak)
  • Dan lainnya
Cara menghitung kebutuhan bahan buat instalasi listrik
Beberapa bahan instalasi listrik diatas dapat mulai anda persiapkan sebelum memasang instalasi listrik pada rumah.
Namun, anda wajib menentukan bahan material instalasi listrik yg mempunyai kualitas rupawan sehingga instalasi listrik anda menjadi aman berdasarkan aneka macam bahaya listrik.
Bagaimana cara memilih material instalasi listrik yang rupawan?
Ada beberapa hal yg harus anda perhatikan saat memilih material instalasi listrik yang mengagumkan, baik itu Kabel listrik, stop kontak, fitting, saklar, bola lampu, MCB maupun ELCB.
Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba berbagi mengenai bagaimana cara memilih stop hubungan yang bagus dan aman.

Memilih Stop hubungan yg Bagus dan Aman digunakan



Apa itu stop kontak?
Stop hubungan adalah keliru satu material instalasi listrik yg berfungsi menjadi tempat asal listrik buat mencolokkan steker yang asal berdasarkan berbagai peralatan listrik, Stop hubungan biasa juga diklaim menggunakan kotak hubungan atau Lubang Colokan listrik.
Stop hubungan umumnya mempunyai 2 lubang yg dipakai buat menyambungkan (Mencolokkan) Steker banyak sekali alat-alat listrik, misalnya Televisi, kulkas, mesin cuci, kipas angin, charger dan lainnya.
Kenapa kita harus memilih stop hubungan yang bagus?
Karena fungsi stop hubungan merupakan tempat menyambungkan asal listrik menuju alat-alat listrik memakai steker, serta steker tersebut terkadang dicolokkan serta dilepas.
Maka, bila stop kontak yg digunakan mempunyai kualitas yg kurang cantik akan cepat longgar atau rusak.
Apa akibatnya bila stop hubungan yang dipakai longgar?
Penting kita ketahui, bahwa setiap sambungan listrik harus pada kondisi yg bertenaga serta tersambung menggunakan baik.
Sambungan yang kurang baik, longgar atau tidak tahan terhadap getaran akan menyebabkan kegagalan sambungan listrik.
Jika sambungan listrik mengalami kegagalan dapat menyebabkan terputusnya sumber listrik ke alat-alat listrik dan mengakibatkan peralatan listrik tadi tidak menyala.
Yang lebih bahaya, bila sambungan listrik tadi longgar, kadang tersambung dan terputus akan menghasilkan panas yang berlebih serta bahkan mengeluarkan percikan-percikan api menurut listrik.
Akibatnya dapat menyebabkan stop hubungan atau steker gosong dan terbakar.
Maka, sangat perlu bagi kita buat menentukan stop hubungan yg memiliki kualitas bagus, kuat, serta Aman.
Cara memilih stop kontak yang mengagumkan.
1. Harga
Setiap orang niscaya menginginkan bisa membeli suatu barang yang berkualitas tetapi menggunakan harga yang murah.
Namun hal ini umumnya berbanding lurus, harga murah kualitas kurang bagus, harga mahal tetapi berkualitas bagus.
Oleh karenanya, hindari membeli stop kontak karena melihat harganya murah, tetapi kita sanggup membeli Stop kontak dengan harga yg menengah menggunakan tetap mempunyai kualitas rupawan.
2. Merek
Tentunya stop hubungan yg mempunyai kualitas bagus dimiliki sang pembuat dengan merek ternama, dan ini bisa menjadi acuan anda pada menentukan stop hubungan yg bagus.
Pilihlah stop hubungan dengan merek yang telah populer di pasaran serta telah generik dipakai.
tiga. Bahan plat penjepit
Ini adalah hal terpenting, sebagai acuan kita bahwa Stop kontak yang mempunyai kualitas baik merupakan yang memakai bahan plat penjepit dari kuningan.
Pilihlah stop hubungan dengan plat penjepit di pada stop kontak berbahan kuningan.
Biasanya masih ada fakta pada stop kontak yg menyatakan plat berbahan kuningan, namun bila anda ragu, anda bisa membuka epilog stop hubungan tadi dan melihat bahan plat penjepit di dalamnya.
Kenapa plat penjepit berbahan kuningan mengagumkan?
Untuk dapat menghantarkan listrik dengan maksimal , maka penghantar wajib berbahan yg mudah menghantar listrik, bahan penghantar yang baik umumnya berbahan tembaga serta kuningan.
Dan umumnya terdapat stop hubungan yag dijual dipasaran menggunakan plat penjepit berbahan besi atau seng.
Stop kontak menggunakan plat penjepit berbahan besi atau seng ini kurang rupawan karena kurang baik menghantar listrik sebagai akibatnya gampang panas, melengkung dan berkarat.
4. Bodi penutup
Bodi stop hubungan berfungsi buat mencegah listrik mengalir ke tempat lain yang nir kita inginkan.
Sehingga bodi stop hubungan niscaya berbahan isolasi yg nir dapat menghantar listrik.
Semua stop hubungan memiliki bodi penutup berbahan isolasi, misalnya berbahan plastik, pvc, keramik, kaca serta lainnya.
Namun buat menentukan stop kontak dengan bahan epilog yang mengagumkan, anda bisa melihat kelenturan, serta ketebalannya.
Pilihlah bahan bodi penutup stop hubungan yg lentur serta tebal. Agar lebih tahan terhadap panas, nir gampang terbakar serta tidak gampang pecah.
5. Penjepit arde
Pastikan stop kontak yang anda beli dilengkapi plat hambatan yang jua berfungsi sebagai penghubung steker ke kabel arde.
Plat arde berbahan kuningan yang kokoh dan jika di tekan serta dilepas akan pulang ke posisi semula.
6. Kekuatan plat penjepit
Untuk mengetahui kualitas plat penjepit pada pada stop kontak, anda dapat mengetahuinya dengan mencoba memasukkan steker kedalam lubang stop kontak.
Stop kontak yg rupawan, steker akan lebih sulit masuk bila dicolokkan atau pada bubut.
Ini menandakan penjepit memiliki cengkraman yang bertenaga menunda steker.
Lakukan beberapa kali, dan jika cengkramannya masih permanen bertenaga, ini mengindikasikan kualitas stop kontak cantik.
7. Penutup lubang
Stop hubungan mempunyai beberapa jenis yg bisa diubahsuaikan menggunakan kebutuhan anda.
Namun buat stop hubungan yang aman, merupakan stop kontak yang memiliki penutup pada lubang colokan.
Hal ini berfungsi buat mengamankan stop hubungan menurut kejahilan anak-anak, Saat stop hubungan tidak dipakai, maka secara otomatis kedua lubang stop hubungan akan tertutup.
Stop kontak jenis ini banyak tersedia di pasaran dan harganya jua nir terlalu mahal.
Demikianlah beberapa hal yang perlu anda perhatikan sebelum membeli stop hubungan, Bagaimana menentukan stop kontak yang rupawan, kondusif dan berkualitas tetapi dengan harga yang nir terlalu mahal.
Semoga berguna!
CARA FLEXI

APA SAJA ALAT KERJA SEORANG TEKNISI LISTRIK ELECTRICIAN

Daftar berbagai Alat kerja yang biasa dipakai oleh seseorang Teknisi listrik atau tukang Listrik (Electrician), serta fungsi Alat kerja listrik tadi.
Apa saja Alat kerja yg biasa digunakan seseorang Teknisi listrik atau tukang listrik (Electrician)?, dan apa saja fungsi berdasarkan berbagai Alat kerja listrik, tersebut?
Setiap teknisi tentunya membutuhkan peralatan atau alat yg dipakai buat melakukan aneka macam pekerjaan serta pemugaran.
Begitu juga halnya menggunakan Teknisi listrik atau tukang listrik (Electrician), takkan mampu lepas menurut aneka macam alat kerja listrik yg wajib dibawa saat akan melakukan pekerjaan, baik itu waktu akan memasang suatu instalasi listrik, melakukan perbaikan listrik, atau ketika sekedar buat melakukan pemeriksaan dan perawatan banyak sekali alat-alat dan perlengkapan instalasi listrik.
Sebagai contoh, seorang teknisi atau tukang listrik takkan bisa melakukan berbagai pekerjaan yang herbi listrik apabila tidak membawa Testpen.
Testpen termasuk keliru satu menurut sekian poly alat kerja listrik yang wajib dibawa serta digunakan setiap teknisi atau tukang listrik waktu melakukan aneka macam pekerjaan listrik.
Selain Testpen, masih poly lagi berbagai alat kerja yang umumnya dibawa serta dipakai seorang teknisi listrik.

Berbagai Alat kerja Teknisi Listrik

Berikut beberapa alat kerja listrik yg umumnya dipakai serta dibawa seseorang tukang listrik ketika bekerja, antara lain:
1. Testpen
Tespen (testpen)
Tespen adalah suatu indera kerja yg harus dibawa dimanapun teknisi listrik bekerja.
Testpen berfungsi menjadi indera kerja buat mendeteksi atau mengusut apakah suatu peralatan listrik dialiri tegangan atau nir.
Cara memakai Testpen
Bentuknya kecil, ringan, mudah dibawa serta ditaruh dalam saku, dan dapat juga digunakan buat membuka sekrup-sekrup ukuran mini .
Untuk menjaga keselamatan waktu bekerja, Setiap teknisi listrik wajib memastikan terlebih dahulu setiap peralatan yang akan diperiksa atau diperbaikinya, apakah masih bertegangan atau tidak dengan menggunakan Testpen, sebelum memulai pekerjaan.
dua. Tang
Tang (Pliers)
Tang adalah suatu indera kerja homogen tuas, yang terbuat berdasarkan bahan logam menggunakan dilapisi karet (Isolasi) dibagian pegangan (gagang).
Sebenarnya Tang jua banyak digunakan buat pekerjaan montir, mekanik, teknisi mesin, tukang kayu, serta pekerjaan lainnya.
Namun spesifik untuk Teknisi Listrik, Tang yang dipakai wajib yang di desain spesifik buat kerja listrik, mempunyai bahan isolasi/karet dalam pegangan (gagang) menggunakan kemampuan bahan isolatornya mencapai 1000Volt (tegangan tembus isolator), sebagai akibatnya kondusif buat dipakai pada pekerjaan yg berhubungan dengan Tegangan Listrik.
Tang yg biasa digunakan menjadi Alat kerja Teknisi Listrik (Electrician), terdapat berbagai macam, sinkron menggunakan bentuk dan manfaatnya.
  • Tang kombinasi
Tang Kombinasi (Combination Pliers)
Tang kombinasi berfungsi menjadi indera bantu buat memegang, mencengkeram, memuntir, memotong berbagai benda kerja.
Contoh penggunaan Tang kombinasi:
Tang kombinasi bisa dipakai buat memegang kabel, memotong kabel, memuntir kabel, menyambung kabel, membuka baut/sekrup kecil yg sulit dibuka dengan obeng, serta aneka macam fungsi lainnya.
  • Tang potong
Tang potong (Side Cutting Pliers)
Tang pangkas berfungsi sebagai indera kerja buat memotong kabel listrik, wire.
  • Tang Lancip
Tang lancip (Long-Nose Pliers)
Tang Lancip berfungsi menjadi Alat kerja listrik buat memegang benda kerja yg ukuran kecil, memuntir kabel, membuat bulatan pada ujung kabel, serta dapat pula digunakan buat memotong kabel.
  • Tang Skun
Tang skun (Crimping Pliers)
Tang Skun berfungsi sebagai alat kerja listrik buat menjepit skun kabel (Cable Scone) dalam ujung kabel listrik supaya terpasang dengan baik.
Selain itu Tang Skun (Crimping Pliers) jua dapat dipakai untuk mengupas, dan memotong kabel yang berdiameter mini .
tiga. Obeng
Obeng (Screw-Drivers)
Obeng merupakan suatu alat kerja yg berbentuk bundar memanjang, berbahan logam menggunakan dilapisi bahan karet/isolator dibagian pegangan (Gagang).
Sama halnya menggunakan Tang, Obeng tak hanya digunakan buat indera kerja teknisi listrik, Obeng juga dipakai oleh Teknisi mesin, Montir, Bengkel, Mekanik, tukang kayu, dan pekerjaan lainnya.
Namun Obeng yg dipakai buat Teknisi Listrik (Electrician) wajib mempunyai desain khusus, terbungkus menggunakan bahan karet atau Isolator pada hampir semua bagian menurut obeng tadi kecuali pada bagian ujung (mata Obeng), menggunakan ketahanan tegangan tembus isolasi sebesar 1000Volt. Sehingga aman untuk dipakai buat banyak sekali pekerjaan yang herbi tegangan Listrik.
Tedapat aneka macam macam jenis, bentuk dan berukuran Obeng yg dipakai oleh Teknisi Listrik, tetapi secara umum Obeng tadi bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
  • Obeng Plus (+)
Obeng Plus (Philips Screw-drivers)
Obeng Plus biasa jua dianggap dengan Obeng Kembang atau pada bahasa inggris dianggap menggunakan Philips Screw-Drivers.
Obeng Plus berfungsi sebagai alat kerja listrik buat membuka, memasang, mengendurkan, mengencangkan baut atau sekrup yg mempunyai bagian atas (Kepala) berbentuk silang (Plus).
  • Obeng Minus (-)
Obeng Minus (Slotted Screw-drivers)
Obeng Minus biasa pula diklaim menggunakan Obeng Pipih atau dalam bahasa inggris dianggap dengan Slotted Screw-Drivers.
Obeng Minus berfungsi sebagai indera kerja listrik buat membuka, memasang, mengendurkan, mengencangkan baut atau sekrup yang mempunyai permukaan (Kepala) berbentuk Pipih (Minus).
4. Solder
Solder (Patri)
Solder merupakan suatu alat kerja listrik yang berfungsi buat mencairkan Timah Solder, buat keperluan sambungan kabel berukuran kecil, maupun pemasangan berbagai komponen listrik pada Papan rangkaian (PCB).
Solder adalah alat listrik yg membarui energi listrik untuk membuat Panas.
Sambungan kabel (wire) menggunakan cara pada solder termasuk cara penyambungan yg baik serta aman, lantaran sambungan terhubung menggunakan bertenaga (Tidak gampang longgar).
lima. Kunci Inggris
Kunci inggris (Adjustable Wrench)
Kunci Inggris adalah suatu indera kerja yang banyak digunakan oleh aneka macam teknisi, baik buat teknisi listrik, teknisi mesin, montir, mekanik, dan lainnya.
Namun, spesifik untuk Kunci inggris yang dipakai sebagai indera kerja Tukang listrik (Electrician), harus dirancang khusus menggunakan dilengkapi pengaman dibagian pegangan atau gagang dari bahan karet atau bahan Isolator yg nir tembus tegangan listrik, sebagai akibatnya aman dipakai.
Kunci inggris adalah suatu indera kerja yang berfungsi buat membuka, mengendurkan, mengencangkan baut, dengan berukuran yg dapat diubahsuaikan (Adjustable).
6. Cutter
Cutter (Pemotong) merupakan suatu indera kerja homogen pisau yang bisa dipakai buat memotong, bagian pegangan (Gagang) berbahan plastik (Isolator).
Khusus buat alat kerja teknisi listrik, Cutter digunakan buat mengupas, membelah bagian isolasi kabel listrik yg mempunyai ukuran lebih besar , yg nir bisa dikupas dengan menggunakan Tang.
7. Isolasi
Selasiban, Isolasi, Insulation Tape (Isolasi).
Isolasi adalah suatu indera atau bahan kerja yang pastinya dibawa sang seorang tukang listrik atau teknisi listrik.
Isolasi (Selasiban) berfungsi buat membalut/membungkus bagian sambungan-sambungan kabel supaya tegangan listriknya dapat ter-isolasi dan nir membahayakan.
8. Tas pinggang
Tas pinggang (Bag Pouch)
Tas pinggang jua merupakan suatu alat kerja yang poly digunakan atau dibawa oleh seseorang teknisi listrik.
Tas pinggang (Bag Pouch) berfungsi sebagai wadah atau tempat buat menyimpan aneka macam alat-alat dan indera kerja sebagai akibatnya gampang buat dibawa kemana-mana saat bekerja.
9. Multitester
Multitester, Multimeter, atau AVO meter
Multi tester merupakan salah satu alat kerja seorang tukang listrik yg sangat penting.
Cara menggunakan Multitester Analog
Multi tester bermanfaat untuk melakukan banyak sekali pengukuran yg menyangkut menggunakan kelistrikan, seperti buat mengukur besar tegangan listrik (Volt)), buat mengukur arus listrik DC, mengukur nilai hambatan (Tahanan), serta lain sebagainya.
Tips memilih Multitester yang anda butuhkan
Multi tester yang biasa digunakan oleh seseorang teknisi listrik terdapat dua macam, yaitu:
  • Multi tester Analog
  • Multi tester Digital

10. Tang Ampere
Tang ampere (Clamp Meter)
Tang Ampere (Clamp-meter) adalah suatu alat kerja listrik yang berfungsi buat mengukur besaran Arus listrik AC.
Cara mengukur Arus listrik dengan memakai Tang ampere sangat praktis dan gampang, hanya dengan menjepit (Melingkarkan) bagian Tang ampere yg menyerupai tang (Penjepit), maka akbar arus yg mengalir pada suatu kabel dapat diketahui, tanpa harus membuka atau tetapkan kabel tadi.
Jika Multitester bisa dipakai buat mengukur Arus (Ampere) listrik searah (DC), maka Tang Ampere (Clamp Meter) dapat digunakan buat mengukur besar Arus listrik AC (Arus bolak-kembali).
11. ELCB Tester
ELCB Tester merupakan suatu alat kerja listrik yg berfungsi untuk mengetahui kondisi atau kehandalan dari suatu alat pengaman anti kontak (ELCB) yg sudah terpasang pada suatu instalasi listrik. Cara memakai ELCB Tester
ELCB tester dapat mengetahui apakah ELCB (Anti Kontak Listrik) yg terpasang masih pada syarat cantik serta bisa memberikan proteksi pada ketika terjadi kebocoran listrik (Kesetrum).
12. Insulation Tester
Insulation tester atau disebut juga menggunakan Megger (Mega-Ohm Meter)
Insulation Tester (Megger) merupakan suatu indera kerja listrik yang berfungsi buat mengukur kondisi isolasi menurut suatu kabel penghantar listrik. Cara memakai Insulation tester
13. Temperature Infrared
Temperature Infrared, Temperature Non-Contact.
Temperature Infrared adalah suatu indera kerja atau indera ukur suhu dengan prinsip kerja Infra-merah. Prinsip kerja Infrared Temperature
Alat ukur Temperature Infrared ini bisa mengukur suhu suatu benda tanpa wajib bersentuhan eksklusif dengan benda yg diukurnya.
Alat ini digunakan buat mengetahui syarat berbagai peralatan listrik, seperti kondisi Suhu Kabel, Suhu Transformer, Suhu sambungan-sambungan kabel, Suhu terminal-terminal kabel, suhu Capasitor, suhu motor listrik serta aneka macam peralatan listrik lainnya.
Seperti kita ketahui, jika berbagai peralatan listrik mempunyai suhu panas yg relatif tinggi, akan menyebabkan berbagai kerusakan serta bahkan bisa menyebabkan api atau kebakaran.
Oleh karena itu wajib dilakukan pemeriksaan secara terpola terhadap kondisi Suhu/Panas aneka macam alat-alat listrik dan instalasi dengan menggunakan IR-Temperature.
14. Vibration Test
Vibration Test (Vibration Pen)
Vibration Test adalah suatu indera kerja listrik yg berfungsi untuk mengukur besar getaran berbagai alat-alat listrik, motor listrik, genset, dan sebagainya.
Pengukuran Getaran (Vibrasi) sangan krusial buat dilakukan agar mengetahui kondisi berbagai mesin, alat-alat listrik yg sedang beroperasi, dan selanjutnya buat dapat direncanakan perawatan serta pemugaran pada mesin-mesin tadi.
15. Grounding Tester
Grounding Tester atau Earth Tester
Grounding Tester adalah suatu alat kerja listrik yg berfungsi buat melakukan pengukuran terhadap kondisi Grounding atau pentanahan yang telah terpasang.
Cara menggunakan Earth Tester mengukur tahanan Grounding
Grounding ((Pentanahan) diukur untuk mengetahui berapa nilai tahanan groundingnya, Nilai tahanan grounding sebaiknya dibawah 2 ohm. ().
Semoga bermanfaat!
CARA FLEXI