PENGERTIAN TENTANG MANAJEMEN FILE MENURUT AHLI

Pengertian Tentang Manajemen File
Manajemen File: Menggunakan Windows Explorer (Windows) buat Mengelola File serta Folder. Manajemen file dalam sistem operasi keluaran Microsoft Windows bisa dilakukan menggunakan memanfaatkan fungsi dan fasilitas yang ada dalam acara aplikasi file manager Windows Explorer. Aplikasi ini berfungsi buat mengelola arsip dan folder, seperti menyalin file menjadi 2 atau lebih salinan, menghapus atau memindahkan arsip atau folder ke loka lain, misalnya ke pada flasdisk atau folder lainnya. 

Penggunaan pilihan menu serta operasi-operasi file pada Windows Explorer ini relatif gampang dipakai serta sederhana. Umumnya, Windows Explorer dieksekusi lewat: Start Menu Program Accessories Windows Explorer. Atau cara cepatnya dengan klik kanan pada Start Menu, kemudian pilih Explorer.

1. Metode-metode pembelajaran dalam matapelajaran TIK 
Dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (TIK), terdapat beberapa motode yang generik dipakai, diantaranya merupakan :

a. Metode Tanya jawab
Metode tanya jawab merupakan suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan anak didik memahami materi tersebut. Metoda Tanya Jawab akan sebagai efektif bila materi yg menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai pelaksanaan tinggi. Pertanyaaan yg diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan poly kemungkinan jawaban), serta disajikan menggunakan cara yg menarik.

b. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran menggunakan penyajian materi melalui pemecahan perkara, atau analisis sistem produk teknologi yg pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan anak didik apabila diskusi itu melibatkan seluruh anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan perkara.

Jika metoda ini dikelola menggunakan baik, antusiasme anak didik untuk terlibat dalam lembaga ini sangat tinggi. Tata caranya merupakan sebagai berikut: sine qua non pimpinan diskusi, topik yang menjadi bahan diskusi wajib jelas serta menarik, peserta diskusi dapat mendapat dan memberi, serta suasana diskusi tanpa tekanan.

c. Metode Pemberian Tugas
Metode anugerah tugas merupakan cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan anak didik untuk melakukan suatu pekerjaan. Pemberian tugas bisa secara individual atau grup. Pemberian tugas untuk setiap anak didik atau grup dapat sama serta bisa juga tidak sama.

Agar hadiah tugas dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran, maka: 1) tugas wajib bisa dikerjakan oleh anak didik atau kelompok murid, dua) output menurut aktivitas ini dapat ditindaklanjuti menggunakan presentasi oleh murid dari satu gerombolan serta ditanggapi sang siswa berdasarkan kelompok yg lain atau oleh pengajar yang bersangkutan, serta 3) di akhir kegiatan ada kesimpulan yg didapat.

d. Metode Eksperimen
Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana anak didik melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan menerangkan sendiri suatu yg dipelajarinya. Dalam metode ini anak didik diberi kesempatan buat mengalami sendiri atau melakukan sendiri menggunakan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, menandakan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yg dipelajarinya. Di pada TIK, percobaan poly dilakukan pada pendekatan pembelajaran analisis sistem terhadap produk teknik atau bahan.

Percobaan dapat dilakukan melalui kegiatan individual atau gerombolan . Hal ini tergantung berdasarkan tujuan dan makna percobaan atau jumlah alat yg tersedia. Percobaan ini dapat dilakukan menggunakan demonstrasi, apabila indera yg tersedia hanya satu atau dua perangkat saja.

e. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran menggunakan memperagakan atau mempertunjukkan pada murid suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi bisa dilakukan menggunakan memperlihatkan benda baik yang sebenarnya, model, juga tiruannya serta disertai menggunakan penerangan ekspresi.

Demonstrasi akan menjadi aktif bila dilakukan menggunakan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan sang murid. Metoda ini dapat dilakukan buat aktivitas yg alatnya terbatas tetapi akan dilakukan monoton dan berulang-ulang sang siswa.

f. Metode Tutorial/Bimbingan
Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yg dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru pada murid baik secara perorangan atau gerombolan mini anak didik. Disamping metoda yang lain, dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar, metoda ini banyak sekali dipakai, khususnya pada ketika murid telah terlibat dalam kerja grup.

Peran pengajar sebagi fasilitator, moderator, motivator dan pembimbing sangat diharapkan sang murid buat mendampingi mereka membahas dan merampungkan tugas-tugasnya

PENGERTIAN TENTANG MANAJEMEN FILE MENURUT AHLI

Pengertian Tentang Manajemen File
Manajemen File: Menggunakan Windows Explorer (Windows) buat Mengelola File serta Folder. Manajemen file pada sistem operasi keluaran Microsoft Windows bisa dilakukan menggunakan memanfaatkan fungsi dan fasilitas yg terdapat dalam program aplikasi arsip manager Windows Explorer. Aplikasi ini berfungsi buat mengelola file dan folder, seperti menyalin file sebagai 2 atau lebih salinan, menghapus atau memindahkan arsip atau folder ke tempat lain, misalnya ke pada flasdisk atau folder lainnya. 

Penggunaan menu serta operasi-operasi arsip dalam Windows Explorer ini relatif gampang dipakai serta sederhana. Umumnya, Windows Explorer dieksekusi lewat: Start Menu Program Accessories Windows Explorer. Atau cara cepatnya dengan klik kanan pada Start Menu, lalu pilih Explorer.

1. Metode-metode pembelajaran pada matapelajaran TIK 
Dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (TIK), terdapat beberapa motode yg umum dipakai, diantaranya merupakan :

a. Metode Tanya jawab
Metode tanya jawab merupakan suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yg mengarahkan siswa memahami materi tadi. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi yg menjadi topik bahasan menarik, menantang serta mempunyai nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yg diajukan bervariasi, mencakup pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) serta pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan poly kemungkinan jawaban), serta tersaji menggunakan cara yang menarik.

b. Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran menggunakan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan anak didik jika diskusi itu melibatkan seluruh anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan perkara.

Jika metoda ini dikelola menggunakan baik, antusiasme anak didik buat terlibat pada lembaga ini sangat tinggi. Tata caranya adalah menjadi berikut: sine qua non pimpinan diskusi, topik yang menjadi bahan diskusi wajib jelas serta menarik, peserta diskusi bisa mendapat dan memberi, dan suasana diskusi tanpa tekanan.

c. Metode Pemberian Tugas
Metode hadiah tugas merupakan cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa buat melakukan suatu pekerjaan. Pemberian tugas dapat secara individual atau grup. Pemberian tugas buat setiap murid atau grup bisa sama serta dapat pula berbeda.

Agar pemberian tugas dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran, maka: 1) tugas harus mampu dikerjakan sang siswa atau kelompok anak didik, 2) output berdasarkan kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan presentasi sang anak didik dari satu gerombolan dan ditanggapi sang siswa menurut grup yang lain atau sang pengajar yg bersangkutan, serta tiga) di akhir aktivitas ada konklusi yg didapat.

d. Metode Eksperimen
Metode eksperimen merupakan suatu cara pengelolaan pembelajaran pada mana murid melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan mengambarkan sendiri suatu yg dipelajarinya. Dalam metode ini murid diberi kesempatan buat mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, pertanda dan menarik kesimpulan sendiri mengenai obyek yg dipelajarinya. Di dalam TIK, percobaan poly dilakukan dalam pendekatan pembelajaran analisis sistem terhadap produk teknik atau bahan.

Percobaan dapat dilakukan melalui aktivitas individual atau grup. Hal ini tergantung dari tujuan serta makna percobaan atau jumlah indera yang tersedia. Percobaan ini bisa dilakukan dengan demonstrasi, jika indera yang tersedia hanya satu atau 2 perangkat saja.

e. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan cara pengelolaan pembelajaran menggunakan memperagakan atau mempertunjukkan pada anak didik suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yg sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menerangkan benda baik yang sebenarnya, contoh, juga tiruannya serta disertai dengan penjelasan lisan.

Demonstrasi akan sebagai aktif apabila dilakukan dengan baik sang guru dan selanjutnya dilakukan sang siswa. Metoda ini bisa dilakukan buat kegiatan yg alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus serta berulang-ulang sang anak didik.

f. Metode Tutorial/Bimbingan
Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh pengajar kepada anak didik baik secara perorangan atau grup kecil anak didik. Disamping metoda yg lain, dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar, metoda ini poly sekali digunakan, khususnya dalam waktu murid telah terlibat pada kerja gerombolan .

Peran pengajar sebagi fasilitator, moderator, motivator dan pembimbing sangat diharapkan oleh murid buat mendampingi mereka membahas dan menuntaskan tugas-tugasnya

PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR SISTEM BERKAS

Pengertian Dan Konsep Dasar Sistem Berkas
Komputer dapat menyimpan liputan ke beberapa media penyimpanan yang tidak sama, misalnya magnetic disks, magnetic tapes dan optical disks. Agar personal komputer bisa digunakan menggunakan nyaman, system operasi menyediakan system penyimpanan dengan sistematika yang seragam. Sistem operasi mengabstraksikan property fisik dari media penyimpanannya dan mendefinisikan unit penyimpanan logis yaitu berkas. Berkas dipetakan ke media fisik sang system operasi. Media penyimpanan ini umumnya bersifat non-volatile, sebagai akibatnya kandungan di dalamnya nir akan hilang apabila terjadi gagal listrik maupun system reboot.

Berkas adalah formasi keterangan berkait yg diberi nama dan direkam dalam penyimpanan sekunder. Dari sudut pandang pengguna, berkas adalah bagian terkecil menurut penyimpanan logis, adalah data tidak dapat ditulis ke penyimpanan sekunder kecuali jika berada di pada berkas. Biasanya berkas merepresentasikan acara dan data. Data menurut berkas bisa bersifat numeric, alfabetik, alfanumerik atau pun biner. Format berkas pula bias bebas, misalnya berkas teks atau dapat pula diformat niscaya. Secara generik, berkas adalah urutan bit, byte, baris atau catatan yg didefinisikan oleh pembuat berkas dan pengguna.

Informasi pada berkas ditentukan oleh pembuatnya. Ada poly beragam jenis keterangan yg dapat disimpan pada berkas. Hal ini ditimbulkan sang struktur tertentu yang dimiliki sang berkas, sinkron dengan jenisnya masing-masing. Contohnya :
  • Text arsip; yaitu urutan karakter yg disusun ke dalam baris-baris
  • Source arsip; yaitu urutan subroutine serta fungsi yg nantinya akan dideklarasikan
  • Object arsip; adalah urutan byte yang diatur ke pada blok-blok yg dikenali sang linker berdasarkan system
  • Executable file; merupakan rangkaian code section yg bisa dibawa loader ke dalam memori serta dieksekusi
Atribut Pada Berkas
Berkas diberi nama buat kenyamanan bagi pengguna dan buat acuan bagi data yang terkandung pada dalamnya. Nama berkas umumnya berupa string atau karakter. Beberapa system membedakan penggunaan huruf akbar dan mini pada penamaan sebuah berkas, sementara system yg lain menganggap kedua hal pada atas sama. Ketika berkas diberi nama, maka berkas tadi akan sebagai madiri terhadap proses, pengguna bahkan system yang membuatnya. Atribut berkas terdiri menurut :
  • Nama; merupakan satu-satunya informasi yang tetap pada bentuk yg bias dibaca oleh insan (human-readable form)
  • Type, dibutuhkan untuk system yang mendukung beberapa type berbeda
  • Lokasi; adalah pointer ke device dan ke lokasi berkas pada device tersebut
  • Ukuran (size); yaitu berukuran berkas pada ketika itu, baik dalam byte, huruf atau pun blok
  • Proteksi; adalah kabar mengenai kontrol akses, contohnya siapa saja yang boleh membaca, menulis serta mengeksekusi berkas
  • Waktu, lepas serta identifikasi pengguna; keterangan ini umumnya disimpan untuk :
1. Pembuatan berkas
2. Modifikasi terakhir yang dilakukan pada berkas, dan
3. Penggunaan terakhir berkas

Data tersebut dapat berguna buat perlindungan, keamanan dan monitoring penggunaan menurut berkas. Informasi tentang semua berkas disimpan dalam struktur direktori yg terdapat pada penyimpanan sekunder. Direktori, misalnya berkas, wajib bersifat non-volatile, sebagai akibatnya keduanya wajib disimpan pada sebuah device serta baru dibawa bagian per-bagian ke memori pada waktu diharapkan.

Operasi Pada Berkas
Sebuah berkas merupakan jenis data tak berbentuk. Untuk mendefinisikan berkas secara sempurna, perlu melihat operasi yang dapat dilakukan pada berkas tadi. Sistem operasi menyediakan system calls buat menciptakan, membaca, menulis, mencari, menghapus serta sebagainya. Berikut bisa kita lihat apa yang wajib dilakukan system operasi pada keenam operasi dasar pada berkas.

· Membuat sebuah berkas
Ada 2 cara dalam menciptakan berkas. Pertama, tempat baru pada pada system berkas wajib pada alokasikan buat berkas yg akan dibuat. Kedua, sebuah direktori harus mempersiapkan tempat buat berkas baru, lalu direktori tadi akan mencatat nama berkas dan lokasinya pada sistem berkas.

· Menulis dalam sebuah berkas
Untuk menulis dalam berkas, kita memakai system call beserta nama berkas yang akan ditulisi dan kabar apa yang akan ditulis pada berkas. Ketika diberi nama berkas, system mencari ke direktori untuk menerima lokasi berkas. Sistem pula harus menyimpan penunjuk tulis dalam berkas dimana penulisan berikut akan ditempatkan. Penunjuk tulis wajib diperbaharui setiap terjadi penulisan dalam berkas.

· Membaca sebuah berkas
Untuk dapat membaca sebuah berkas, dapat memakai system call beserta nama berkas pada blok memori mana berkas berikutnya diletakkan. Direktori mencari berkas yang akan dibaca serta system menyimpan penunjuk baca pada berkas dimana pembacaan berikutnya akan terjadi. Ketika pembacaan dimulai, penunjuk harus diperbaharui. Sehingga secara umum, suatu berkas ketika sedang dibaca atau ditulis, kebanyakan system hanya memiliki satu penunjuk, baca dan tulis memakai penunjuk yg sama, hal ini berhemat tempat serta mengurangi kompleksitas system.

· Menempatkan pulang sebuah berkas
DIrektori yg bertugas buat mencari berkas yang bersesuaian serta mengembalikan lokasi berkas pada waktu itu. Menempatkan berkas nir perlu melibatkan proses I/O. Operasi ini seringkali diklaim pencarian berkas.

· Menghapus sebuah berkas
Untuk menghapus berkas, perlu dicari berkas tadi di dalam direktori. Setelah ditemukan dapat dibebaskan tempat yg digunakan berkas tersebut (sehingga bisa digunakan oleh berkas lain) dan menghapus tempatnya di direktori.

· Memendekkan berkas
Ada suatu keadaan dimana pengguna menginginkan atribut berdasarkan berkas permanen sama tetapi ingin menghapus isi dari berkas tersebut. Fungsi ini mengizinkan semua atribut tetap sama namun panjang berkas menjadi nol, hal ini lebih baik daripada memaksa pengguna buat menghapus berkas dan membuatnya lagi.

Beberapa kabar yang terkait dengan pembukaan berkas, yaitu :

· Penunjuk berkas
Pada system yg nir mengikutkan batas berkas menjadi bagian berdasarkan system call baca serta tulis, system tersebut harus mengikuti posisi dimana terakhir proses baca serta tulis menjadi penunjuk. Penunjuk ini unik buat setiap operasi dalam berkas, maka menurut itu harus disimpan terpisah berdasarkan atribut berkas yg ada dalam disk.

· Penghitung berkas yang terbuka
Setelah berkas ditutup, system wajib mengosongkan kembali table berkas yang dibuka yg digunakan sang berkas tersebut atau tempat di table akan habis. KArena mungkin ada beberapa proses yang membuka berkas secara bersamaan dan system harus menunggu sampai berkas tadi ditutup sebelum mengosongkan tempatnya pada table. Penghitung ini mencatat banyaknya berkas yang sudah dibuka dan ditutup dan menjadi nol waktu yang terakhir membaca berkas menutup berkas tadi barulah system bisa mengosongkan tempatnya di table.

· Lokasi berkas pada disk
Kebanyakan operasi dalam berkas memerlukan system buat membarui data yang ada dalam berkas. Informasi tentang lokasi berka spada disk disimpan di memori supaya menghindari banyak pembacaan dalam disk buat setiap operasi.

Jenis Berkas

Jenis berkas

akhiran

fungsi

Executable
.exe, .com, .bat, .bin
Program yg siap dijalankan
Objek
.obj, .O
Bahas mesin, kode terkompilasi
Source Code
.C, .cc, .pas, .java, .asm
Kode asal dari berbagai bahasa
Batch
.bat, .sh
Perintah pada shell
Text
.txt, .doc
Data text, document
Pengolah kata
.wpd, .tex, .doc
Format jenis pengolah data
Library
.lib, .A, .dll
Library buat rutin program
Print, gambar
.ps, .dvi, .gif
Format ASCII atau biner buat dicetak
Archive
.arc, .zip, .tar
Beberapa berkas yg dikumpulkan

 

Berkas Dan Akses
Sistem penyimpanan, pengelolaan dan penyimpanan data dalam alat penyimpan eksternal. Pada berkas dan akses penyimpanan data dilakukan secara fisik.

File
Kumpulan berdasarkan record-record yang saling berhubungan.

Klasifikasi Data
1. Kelompok Data Tetap
Kelompok data yg tidak mengalami perubahan, paling tidak pada kurun saat yg usang.

Contoh : Data pribadi mahasiswa.

2. Kelompok Data Tak Tetap
Kelompok data yang secara rutin mengalami perubahan.

Contoh : Data rencana studi mahasiswa.

3. Kelompok Data Yang Bertambah Menurut Waktu
Kelompok data ini biasanya merupakan data akumulasi menurut gerombolan data tetap dan data tidak permanen.

Contoh : Data transkrip.
KLasifikasi File
1. Master File (Berkas Induk)
2. Transaction File (Berkas Transaksi)
3. Report File (Berkas Laporan)
4. Work File (Berkas Kerja)
5. Program File (Berkas Program)
6. Text File (Berkas Teks)
7. Dump File (Berkas Tampung)
8. Library File (Berkas Pustaka)
9. History File (Berkas Sejarah)

1. MASTER FILE;
Adalah file yg berisi data yg relatif tetap.
Ada 2 jenis Master File :
1. Reference Master File;
File yg berisi record yg tak berubah / sporadis berubah.

2. Dynamic Master File;
File yang berisi record yang terus menerus berubah dalam kurun saat eksklusif atau berdasarkan suatu insiden transaksi.

2. TRANSACTION FILE
Adalah arsip yang berisi record-recod yang akan memperbaharui / meng-update record-record yg ada pada master file.

Meng-update bisa berupa : Penambahan record, penghapusan serta pemugaran record.

3. REPORT FILE
Adalah file yang berisi data yang dibentuk untuk laporan / keperluan user.
File tersebut dapat dicetak dalam kertas printer atau hanya ditampilkan pada layar.

4. WORK FILE
Merupakan arsip sementara pada sistem.

Suatu work arsip merupakan indera buat melewatkan data yang dibentuk oleh sebuah program ke acara lain. Biasanya arsip ini dibuat pada waktu proses sortir.

5. PROGRAM FILE
Adalah file yang berisi instruksi-instruksi untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain / dalam memori primer.

6. TEXT FILE
Adalah file yg berisi input data alphanumeric dan grafik yg digunakan oleh sebuah text editor program. Text file hanya dapat diproses menggunakan text editor.

7. DUMP FILE
Adalah file yg dipakai buat tujuan pengamanan (security), mencatat mengenai aktivitas peng-update-an, sekumpulan transaksi yang sudah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan.

8. LIBRARY FILE
Adalah file yg dipakai buat penyimpanan program pelaksanaan, program utilitas atau acara lainnya.

9. HISTORY FILE
File ini adalah tempat akumulasi dari hasil pemrosesan master file dan transaction file. File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga file ini terus berkembang, sinkron menggunakan aktivitas yang terjadi.

PENGERTIAN DAN KONSEP DASAR SISTEM BERKAS

Pengertian Dan Konsep Dasar Sistem Berkas
Komputer dapat menyimpan warta ke beberapa media penyimpanan yg tidak selaras, seperti magnetic disks, magnetic tapes dan optical disks. Agar personal komputer bisa dipakai dengan nyaman, system operasi menyediakan system penyimpanan menggunakan sistematika yg seragam. Sistem operasi mengabstraksikan property fisik menurut media penyimpanannya dan mendefinisikan unit penyimpanan logis yaitu berkas. Berkas dipetakan ke media fisik oleh system operasi. Media penyimpanan ini umumnya bersifat non-volatile, sehingga kandungan pada dalamnya nir akan hilang jika terjadi gagal listrik juga system reboot.

Berkas merupakan formasi warta berkait yg diberi nama serta direkam pada penyimpanan sekunder. Dari sudut pandang pengguna, berkas adalah bagian terkecil menurut penyimpanan logis, ialah data tidak dapat ditulis ke penyimpanan sekunder kecuali jika berada pada pada berkas. Biasanya berkas merepresentasikan program dan data. Data menurut berkas dapat bersifat numeric, alfabetik, alfanumerik atau pun biner. Format berkas juga bias bebas, contohnya berkas teks atau dapat juga diformat niscaya. Secara generik, berkas adalah urutan bit, byte, baris atau catatan yang didefinisikan oleh produsen berkas dan pengguna.

Informasi dalam berkas ditentukan oleh pembuatnya. Ada banyak beragam jenis fakta yang dapat disimpan dalam berkas. Hal ini ditimbulkan oleh struktur tertentu yang dimiliki oleh berkas, sinkron dengan jenisnya masing-masing. Contohnya :
  • Text file; yaitu urutan karakter yang disusun ke dalam baris-baris
  • Source file; yaitu urutan subroutine dan fungsi yang nantinya akan dideklarasikan
  • Object file; adalah urutan byte yang diatur ke pada blok-blok yg dikenali sang linker dari system
  • Executable arsip; adalah rangkaian code section yg dapat dibawa loader ke dalam memori dan dieksekusi
Atribut Pada Berkas
Berkas diberi nama buat kenyamanan bagi pengguna serta untuk acuan bagi data yg terkandung pada dalamnya. Nama berkas umumnya berupa string atau karakter. Beberapa system membedakan penggunaan alfabet akbar dan kecil pada penamaan sebuah berkas, sementara system yang lain menduga ke 2 hal pada atas sama. Ketika berkas diberi nama, maka berkas tadi akan sebagai madiri terhadap proses, pengguna bahkan system yg membuatnya. Atribut berkas terdiri menurut :
  • Nama; merupakan satu-satunya warta yang permanen pada bentuk yang bias dibaca oleh manusia (human-readable form)
  • Type, diharapkan buat system yg mendukung beberapa type berbeda
  • Lokasi; merupakan pointer ke device dan ke lokasi berkas dalam device tersebut
  • Ukuran (size); yaitu ukuran berkas dalam waktu itu, baik pada byte, huruf atau pun blok
  • Proteksi; adalah informasi tentang kontrol akses, contohnya siapa saja yang boleh membaca, menulis serta mengeksekusi berkas
  • Waktu, lepas dan identifikasi pengguna; fakta ini biasanya disimpan buat :
1. Pembuatan berkas
2. Modifikasi terakhir yang dilakukan pada berkas, dan
3. Penggunaan terakhir berkas

Data tadi dapat bermanfaat untuk proteksi, keamanan serta monitoring penggunaan menurut berkas. Informasi tentang semua berkas disimpan pada struktur direktori yang terdapat dalam penyimpanan sekunder. Direktori, seperti berkas, harus bersifat non-volatile, sebagai akibatnya keduanya harus disimpan pada sebuah device serta baru dibawa bagian per-bagian ke memori dalam ketika diharapkan.

Operasi Pada Berkas
Sebuah berkas merupakan jenis data abstrak. Untuk mendefinisikan berkas secara sempurna, perlu melihat operasi yang dapat dilakukan pada berkas tadi. Sistem operasi menyediakan system calls buat membuat, membaca, menulis, mencari, menghapus dan sebagainya. Berikut dapat kita lihat apa yg harus dilakukan system operasi dalam keenam operasi dasar pada berkas.

· Membuat sebuah berkas
Ada dua cara pada menciptakan berkas. Pertama, tempat baru di pada system berkas wajib pada alokasikan buat berkas yang akan dibuat. Kedua, sebuah direktori wajib mempersiapkan loka buat berkas baru, lalu direktori tadi akan mencatat nama berkas serta lokasinya dalam sistem berkas.

· Menulis pada sebuah berkas
Untuk menulis pada berkas, kita memakai system call beserta nama berkas yang akan ditulisi serta berita apa yg akan ditulis dalam berkas. Ketika diberi nama berkas, system mencari ke direktori buat menerima lokasi berkas. Sistem jua wajib menyimpan penunjuk tulis dalam berkas dimana penulisan berikut akan ditempatkan. Penunjuk tulis harus diperbaharui setiap terjadi penulisan dalam berkas.

· Membaca sebuah berkas
Untuk dapat membaca sebuah berkas, bisa menggunakan system call bersama nama berkas pada blok memori mana berkas berikutnya diletakkan. Direktori mencari berkas yang akan dibaca dan system menyimpan penunjuk baca dalam berkas dimana pembacaan berikutnya akan terjadi. Ketika pembacaan dimulai, penunjuk harus diperbaharui. Sehingga secara generik, suatu berkas saat sedang dibaca atau ditulis, kebanyakan system hanya mempunyai satu penunjuk, baca dan tulis memakai penunjuk yang sama, hal ini berhemat loka dan mengurangi kompleksitas system.

· Menempatkan kembali sebuah berkas
DIrektori yg bertugas buat mencari berkas yang bersesuaian dan mengembalikan lokasi berkas pada saat itu. Menempatkan berkas tidak perlu melibatkan proses I/O. Operasi ini tak jarang dianggap pencarian berkas.

· Menghapus sebuah berkas
Untuk menghapus berkas, perlu dicari berkas tersebut di dalam direktori. Setelah ditemukan bisa dibebaskan tempat yang digunakan berkas tadi (sehingga dapat dipakai sang berkas lain) dan menghapus tempatnya pada direktori.

· Memendekkan berkas
Ada suatu keadaan dimana pengguna menginginkan atribut berdasarkan berkas permanen sama tetapi ingin menghapus isi menurut berkas tersebut. Fungsi ini mengizinkan semua atribut permanen sama tetapi panjang berkas sebagai nol, hal ini lebih baik daripada memaksa pengguna buat menghapus berkas serta membuatnya lagi.

Beberapa fakta yang terkait dengan pembukaan berkas, yaitu :

· Penunjuk berkas
Pada system yg tidak mengikutkan batas berkas sebagai bagian berdasarkan system call baca serta tulis, system tadi harus mengikuti posisi dimana terakhir proses baca dan tulis menjadi penunjuk. Penunjuk ini unik untuk setiap operasi dalam berkas, maka dari itu wajib disimpan terpisah berdasarkan atribut berkas yg terdapat pada disk.

· Penghitung berkas yang terbuka
Setelah berkas ditutup, system wajib mengosongkan balik table berkas yg dibuka yg digunakan sang berkas tadi atau loka di table akan habis. KArena mungkin ada beberapa proses yang membuka berkas secara bersamaan dan system harus menunggu hingga berkas tadi ditutup sebelum mengosongkan tempatnya di table. Penghitung ini mencatat banyaknya berkas yg telah dibuka dan ditutup serta menjadi nol waktu yang terakhir membaca berkas menutup berkas tadi barulah system dapat mengosongkan tempatnya di table.

· Lokasi berkas pada disk
Kebanyakan operasi pada berkas memerlukan system untuk mengganti data yg terdapat dalam berkas. Informasi tentang lokasi berka spada disk disimpan pada memori agar menghindari banyak pembacaan dalam disk buat setiap operasi.

Jenis Berkas

Jenis berkas

akhiran

fungsi

Executable
.exe, .com, .bat, .bin
Program yg siap dijalankan
Objek
.obj, .O
Bahas mesin, kode terkompilasi
Source Code
.C, .cc, .pas, .java, .asm
Kode asal menurut berbagai bahasa
Batch
.bat, .sh
Perintah pada shell
Text
.txt, .doc
Data text, document
Pengolah kata
.wpd, .tex, .doc
Format jenis pengolah data
Library
.lib, .A, .dll
Library buat rutin program
Print, gambar
.ps, .dvi, .gif
Format ASCII atau biner buat dicetak
Archive
.arc, .zip, .tar
Beberapa berkas yang dikumpulkan

 

Berkas Dan Akses
Sistem penyimpanan, pengelolaan dan penyimpanan data dalam indera penyimpan eksternal. Pada berkas serta akses penyimpanan data dilakukan secara fisik.

File
Kumpulan berdasarkan record-record yg saling berafiliasi.

Klasifikasi Data
1. Kelompok Data Tetap
Kelompok data yg tidak mengalami perubahan, paling tidak dalam kurun saat yang usang.

Contoh : Data eksklusif mahasiswa.

2. Kelompok Data Tak Tetap
Kelompok data yg secara rutin mengalami perubahan.

Contoh : Data planning studi mahasiswa.

3. Kelompok Data Yang Bertambah Menurut Waktu
Kelompok data ini umumnya merupakan data akumulasi berdasarkan kelompok data permanen dan data tak permanen.

Contoh : Data transkrip.
KLasifikasi File
1. Master File (Berkas Induk)
2. Transaction File (Berkas Transaksi)
3. Report File (Berkas Laporan)
4. Work File (Berkas Kerja)
5. Program File (Berkas Program)
6. Text File (Berkas Teks)
7. Dump File (Berkas Tampung)
8. Library File (Berkas Pustaka)
9. History File (Berkas Sejarah)

1. MASTER FILE;
Adalah arsip yg berisi data yang relatif permanen.
Ada dua jenis Master File :
1. Reference Master File;
File yang berisi record yang tidak berubah / sporadis berubah.

2. Dynamic Master File;
File yg berisi record yang terus menerus berubah pada kurun waktu tertentu atau dari suatu peristiwa transaksi.

2. TRANSACTION FILE
Adalah arsip yg berisi record-recod yg akan memperbaharui / meng-update record-record yang terdapat pada master arsip.

Meng-update bisa berupa : Penambahan record, penghapusan serta perbaikan record.

3. REPORT FILE
Adalah file yg berisi data yg dibuat buat laporan / keperluan user.
File tersebut bisa dicetak pada kertas printer atau hanya ditampilkan di layar.

4. WORK FILE
Merupakan arsip sementara pada sistem.

Suatu work file merupakan indera buat melewatkan data yg dibentuk sang sebuah program ke acara lain. Biasanya file ini dibuat dalam waktu proses sortir.

5. PROGRAM FILE
Adalah arsip yg berisi instruksi-instruksi buat memproses data yang akan disimpan dalam arsip lain / pada memori utama.

6. TEXT FILE
Adalah arsip yang berisi input data alphanumeric serta grafik yang dipakai sang sebuah text editor program. Text arsip hanya dapat diproses dengan text editor.

7. DUMP FILE
Adalah file yang digunakan untuk tujuan pengamanan (security), mencatat tentang kegiatan peng-update-an, sekumpulan transaksi yang sudah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan.

8. LIBRARY FILE
Adalah file yg dipakai untuk penyimpanan program pelaksanaan, program utilitas atau program lainnya.

9. HISTORY FILE
File ini adalah loka akumulasi dari hasil pemrosesan master arsip dan transaction arsip. File ini berisikan data yang selalu bertambah, sehingga file ini terus berkembang, sesuai dengan aktivitas yang terjadi.

DASARDASAR KONSEP SISTEM INFORMASI

Dasar-dasar konsep sistem informasi
a. Defenisi & Pengertian
  • Sistem merupakan suatu jaringan kerja berdasarkan mekanisme-prosedur yang saling berafiliasi, berkumpul bersama-sama buat suatu kegiatan buat menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
  • Informasi merupakan hasil pengolahan data yang memiliki manfaat atau belum mempunyai arti guna.
  • Data merupakan berita-fakta, asumsi, atau pendapat yang tidak atau belum mempunyai arti guna.
  • Prosedure adalah urutan berdasarkan prosedur-mekanisme yang bekerja melibatkan beberapa orang pada daam satu atau lebih departemen buat menuntaskan suatu permasaalahan.
  • Sistem Informasi merupakan jaringan kerja menurut prosedur-mekanisme yang saling berhbungan / bekerja sama buat melakukan suatu aktivitas guna menyelesaikan suatu perkara yg memeilki manfaat atau nilai guna bagi orang yg membutuhkannya.
b. Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, yaitu :
  • Sistem tak berbentuk (abstract system) dan sistem fisik. Sistem abstrak merupakan system yg tidak bisa dicermati secara fisik atau system yang berisi gagasan atau konsep. Contohnya system teologi yg berisi gagasan mengenai hubungan insan dan Tuhan. Sistem fisik adaalh system yang secara fisik bisa dilihat. Contohnya system konputer, system sekolah serta lain-lain.
  • Sistem alamiah (natural system) serta sistem protesis insan (human made system). System alamiah merupakan system yg terjadi lantaran alam. Misalnya system rapikan matahari, system sirkulasi darah pada tubuh insan. System buatan merupakan system yg dibentuk sang insan. Misalnya system komputer dan system mobil.
  • Sistem eksklusif (deterministic system) serta sistem tidak tentu (probabilistik system). System eksklusif adalah system yg operasinya dapat diprediksi secara tepat. Misalnya system komputer. Sedangkan system tak tebtu merupakan system yg nir bisa diramal menggunakan niscaya. Misalnya system persediaan serta system arisan.
  • Sistem tertutup (close system) dan sistem terbuka (open system). System tertutup merupakan system yang tidak bertukar materi, warta atau energi dengan lingkungan atau sistenm yg tidak terpengaruh oleh lingkungan. Misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi. Sedangakan system terbuka adalah system yg terpengaruh oleh lingkungannya. Misalnya system perusahaan dagang yang terpengaruh oleh permintaan pasar.
c. Karakteristik sistem
Sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat eksklusif , yaitu:
· Komponen (componens)
Terdiri menurut sejumlah yang saling berinteraksi, serta bekerja sama membentuk satu kesatuan.

· Batas Sistem (boundary)
Merupakan wilayah yang membatasi suatu sistem dengan sistem lainnya dengan lingkungan luarnya.

· Lingukungan luar sistem (environments)
Adalah apapun diluar batas menurut sistem yg menghipnotis operasi sistem.

· Penghubung (interface)
Merupakan media penghubung antara sub sistem, yg memungkinkan sumber-asal daya mengalir dari suatu subsistem ke sub sistem lainnya.

· Masukan (input)
Adalah tenaga yg dimasukkan ke dalam sistem, yg dapat berupa masukan perawatan dan masukan frekuwensi.

· Keluaran (output)
Adalah output berdasarkan energi yg diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang bermanfaat serta sisa pembuangan.

· Pengolahan (proses)
Suatu sistem yg merupakan suatu bagian pengolah yg merubah masukan sebagai keluaran.

· Sasaran (objectivitas) atau tujuan (goals)

d. Dasar – dasar liputan 
Informasi ibarat darah yang mengalir di pada tubuh suatu organisasi :

· Siklus Informasi
Data adalah bentuk yg masih mentah yg belum dapat bercerta poly, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu contoh untuk didapatkan kabar.

Informasi yg ada diperlukan sebagai dasar pertimbangan para pengelola organisasi dalam merogoh keputusan manajerial strategis.
  1. Data (ditangkap) / pengumpulan data
  2. Input
  3. Pengolahan data (proses)
  4. Output / Informasi
  5. Penerima / Distribusi
  6. Keputusan
  7. Hasil Tindakan
· Kualitas Informasi
Kualitas keterangan tergantung pada 3 hal, yaitu:
  1. Akuratà bebas berdasarkan kesalahan
  2. Tepat waktuà inormasi tidak boleh terlambat
  3. Relevanàmemiliki manfaat buat pemakainya

Selain tiga hal diatas kualitas informasi pula ditentukan oleh:
  • Informasi tadi bisa dipercaya
  • Ekonomis
  • Efisien
· Nilai Informasi
Nilai menurut liputan (value of infromation) dipengaruhi dari dua hal, yaitu :
  • manfaat
  • Biaya
Informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan menggunakan porto mendapatkannya, selain itu pula dapat diukur dengan evektifitasnya. Pengukuran nilai fakta umumnya dihubungkan menggunakan analisis cost, efectivitas atau cost benefit.

Konsep sistem Informasi
a. Komponen Sistem Informasi
Sistem kabar terdiri berdasarkan blok-blok atau komponen-komponen , yaitu:
  • Blok Hardware, mencakup piranti-piranti fisik seperti personal komputer dan printer.
  • Blok Software (acara), sekumpulan instruksi yang memungkinkan hardware buat dapat memproses data.
  • Blok Brainware, seluruh orang yg bertanggung jawab pada pengembangan system liputan, pemprosesan dan penggunaan keluaran system fakta.
  • Blok Basis Data (database), gugusan table, interaksi dan lain-lain yang berkaitan menggunakan penyimpanan data.
  • Blok Jaringan personal komputer & komunikasi Data, system penghubung yang memungkinkan asal dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.
  • Prosedur, sekumpulan aturan yg dipakai untuk mewujudkan pemprosesan serta pembangkitan keluaran yang dikehendaki


b. Tingkatan sistem Informasi
Beberapa jenis sistem kabar berbasis TI yang dikembangkan berdasarkan lini manajerial. Masing-masing dari SI tersebut mempunyai fungsi dan manfaat bagi tiap strata manajerial. Adapun tingkatan SI tersebut adalah:
  • Sistem Pemrosesan Transaksi, merupakan output perkembangan menurut pembentukan tempat kerja elektronik, dimana sebagian berdasarkan pekerjaan rutin diotomatisasi termasuk buat pemprosesan transaksi. Pada system ini data yang dimasukkan merupakan data-data transaksi yg terjadi.
  • Sistem Informasi Manajemen (SIM), SIM adalah sebuah kelengkapan pengelolaan menurut proses-proses yg yang menyediakan berita buat manajer guna mendukung operasi-operasi serta pembuatan keputusan pada sebuah organisasi.
  • Sistem penunjang keputusan (SPK), merupakan peningkatan berdasarkan SIM dengan penyediaan mekanisme-mekanisme khusus dan pemodelan yang unik yang akan membantu manajer pada memperoleh alternatif-alternatif keputusan.
  • Sistem Informasi e-busines, dibangun untuk menjawab tantangan pengintegrasian data serta warta menurut proses usaha berbasis internet.
c. Perkembangan sistem Informasi
Pada mulanya SI dipakai buat meningkatkan kualitas manajerial, sehingga tak jarang dianggap SIM yg lalu dikembangkan terus seiring dengan perkembangan TI, adapaun tahapan perkembangan tadi adalah

1. Sistem Informasi Tradisional
SI dioperasikan dan dikelola secara semi manual. SI ini beroperasi secara lambat, sehingga sering pimpinan mengambil keputusan hanya menurut data asumsi atau perkiraan. Disamping itu keakuratan liputan yg didapatkan pula masih diragukan. Kondisi ini akan menjadikan tidak baik terhadap perkembangan perusaaan. 

2. Sistem Informasi Berbasis Komputer.
Adalah SI yang menggunakan teknologi komputer. Keuntungan utama menurut teknologi ini adalah waktu buat membentuk kabar lebih singkat sebagai akibatnya menghasilkan fakta menggunakan tingkat keakuratan yg lebih tinggi.

3. Sistem Informasi Berbasis Jaringan Perkantoran.
Melalui Sistem Informasi Berbasis Jaringan Perkantoran ini transaksi dapat dilakukan pada aneka macam tempat yg tidak sinkron menggunakan sentra pengolahan datanya. Perusahaan dimungkinkan untuk membuka sejumlah loka transaksi sehingga bisa mempertinggi profit pada jumlah yg sangat besar .

4. Sistem Informasi Lintas Platform
System ini adalah gabungan antara teknologi keterangan serta teknologi komunikasi data. Dqalam perkembangan selanjutnya lahirlah sebuah teknolgi internet yg dapat menghubungkan personal komputer pada semua dunia. 

Terdapat empat test buat mengungkapkan sebuah pesan yang khusus dalam keterangan, yaitu:
1. Kepada siapa berita ditujukan?
2. Untuk keputusan apa warta ditujukan?
3. Sejauh mana keterangan dapat dipakai buat mendeteksi serta memecahkan masalah?

d. Analisa system
Untuk mencapai tujuan dari sistem diperlukan 3 perangkat atau indera bantu, yaitu:
  • Hardware
  • Software
  • Brainware
Brainware atau perangkat manusia dapt berupa manaejer, analais sistem, programmer serta sebagainya.

e. Sistem Analis
  • Pengertian
  • sistem analis merupakan seseorang yg mempunyai kemampuan buat menganalisa sistem.
  • Sistem analais adalah seseorang yg memiliki pengetahuan mengenai aplikasi komputer yg digunakan buat memecahkan kasus usaha serta perkara-kasus yg lainnya.
  • Sistem analis merupakan seorang yg mempunyai kemampuan untuk menentukan alternatif pemecahan kasus yang paling sempurna.
  • Sistem analis merupakan seseorang yg memiliki kemampuan buat merencanakan serta menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permasaalahan yg terjadi.
Tugas Analis Sistem
Tugas-tugas generik yg dilakukan oleh seseorang analis sistem adalah:
  • mengumpulkan serta menganalisa segala dokumen-dokumen, arsip-file, formulir-formulir, yang digunakan dalam sistem yg telah berjalan.
  • Menyusun laporan dari sistem yg sudah berjalan serta mengevaluasi kekurangan-kekurangan apa saja yang ada pada sistem tersebut pada pemakai sistem.
  • Merancang perbaikan-pemugaran dalam sistem tadi serta menyusun sistem batu.
  • Menganalisa serta menyusun perkiraan biaya yang diperlukan buat sistem baru.
  • Mengawasi segala kegiatan yang ada terutama berkaitan dengan penerapan sistem yang baru.
f. Manfaat Sistem Informasi
Sistem warta mempunyai berbagai manfaat, diantaranya :
  • Organisasi memakai sistem warta untuk memasak transaksi-transaksi, mengurangi biaya serta membuat penda
  • patan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
  • perusahaan memakai sistem kabar buat mempertahankan persediaan dalam taraf paling rendah supaya konsisten menggunakan jenis barang yang tersedia.
Sistem Informasi Berbasis Komputer (SIBK)
Sistem liputan berbasiskan personal komputer (SIBK) atau Computere Base Information System (CBIS) merupakan sistem Informasi yg menggunakan serta memanfaatkan kemampuan personal komputer dalam melaksanakan tugas guna pencapaian tujuan sebuah SI.

a. Konsep Dasar SIBK
Tugas–tugas yg dilakukan komputer dianggap aplikasi. Istilah sistem seringkali dipakai. Pada awalnya, satu-satunya pelaksanaan koputer merupakan pengolahan data. Komputer dikenal sebagai peralatan yg bisa membuat berita untuk pengambilan keputusan manajemen.

Usaha awal buat menerapkan personal komputer pada areal bisnis terfocus pada data. Pendekatan dilakukan dalam masalah warta serta pendukung keputusan. Dan sekarang ini pemfokusan diarahkan pada komunikasi serta konsultasi

Evolusi SIBK
  • fokus dalam data
  • fokus baru dalam kabar 
  • fokus kini pada komunikasi
  • fokus dalam komunikasi
b. Model SIBK

c. Pemakai SIBK
Pemakai SIBK terdiri atas tiga, yaitu:
  • para manajer
  • non manajer
  • orang-orang dan organisasi lingkungan perusahaan
d. Sub sistem SIBK
Macam2 Sistem Informasi Berbasiskan Komputer
1. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
2. Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
4. Otomatisasi Kantor (OA)
5. Sistem Pakar (SP)

1. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
yaitu: Suatu sistem fakta yg melakukan proses pengumpulan data dan pengolahan /pemprosesan data-data transaksi keuangan perusahaan yang bersifat historis.

Ciri-2 / Karakhteristik SIA :
• Melaksanakan tugas yg diperlukan
• Menggunakan mekanisme yang standart
• Menangani data yg rinci
• Berfocus dalam histori
• Menyadiakan warta pemecah masalah

Tugas pengolahan data :
• Pengumpulan data
• Manipulasi data (pengklasifikasian,penyortiran,penghitungan,pengikhtisaran)
• Penyimpanan data
• Penyiapan dokumen

Laporan / warta yang didapatkan SIA :
• Jurnal L/R
• Jurnal Umum
• Neraca Saldo.
• Dll

2. Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
Sistem penunjang keputusan merupakan :
Suatu sistem warta yang membantu pihak manajemen dalam melakukan penyelesaian masalah yg bersifat semi terstruktur.

Ciri-dua /Karakteristik SPK :
• Menyelesaikan Maslah semi terstruktur
• Analisa canggih
• Sistemnya friendly dengan user

3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Penerapan system berita dalam suatu organisasi. Pembahasan lebih detailnya dalam mata kuliah Sistem Infoirmasi Manajemen. 

4. Otomatisasi Kantor 
Otomatisasi tempat kerja yaitu :
Pengoptimalan kemampuan personal komputer dalam melaksanakan pekerjaan dalam suatu kantor.

Ciri-dua otomatisasi tempat kerja :
  • Segala hal yg berbau kertas dirubah ke pada bentuk file
  • Efisien
Ruang lingkup Otomatisasi Kantor :
• e-mail * Audio conference
• Voice mail * Faximili
• Video converence * d l l
• Video text
• Pencitraan

DASARDASAR KONSEP SISTEM INFORMASI

Dasar-dasar konsep sistem informasi
a. Defenisi & Pengertian
  • Sistem adalah suatu jaringan kerja menurut prosedur-mekanisme yang saling berhubungan, berkumpul beserta-sama buat suatu aktivitas buat merampungkan suatu sasaran eksklusif.
  • Informasi adalah output pengolahan data yang mempunyai manfaat atau belum memiliki arti guna.
  • Data merupakan informasi-fakta, asumsi, atau pendapat yg nir atau belum memiliki arti guna.
  • Prosedure adalah urutan berdasarkan prosedur-prosedur yang bekerja melibatkan beberapa orang pada daam satu atau lebih departemen buat merampungkan suatu permasaalahan.
  • Sistem Informasi adalah jaringan kerja dari mekanisme-prosedur yg saling berhbungan / bekerja sama buat melakukan suatu kegiatan guna menyelesaikan suatu masalah yang memeilki manfaat atau nilai guna bagi orang yang membutuhkannya.
b. Klasifikasi Sistem
Sistem bisa diklasifikasikan sebagai beberapa bagian, yaitu :
  • Sistem abstrak (abstract system) serta sistem fisik. Sistem tak berbentuk merupakan system yg nir sanggup dilihat secara fisik atau system yg berisi gagasan atau konsep. Contohnya system teologi yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dan Tuhan. Sistem fisik adaalh system yg secara fisik dapat ditinjau. Contohnya system konputer, system sekolah dan lain-lain.
  • Sistem alamiah (natural system) serta sistem buatan insan (human made system). System alamiah merupakan system yg terjadi lantaran alam. Misalnya system rapikan matahari, system sirkulasi darah pada tubuh insan. System protesis adalah system yg dibuat oleh insan. Misalnya system komputer dan system kendaraan beroda empat.
  • Sistem eksklusif (deterministic system) dan sistem tidak tentu (probabilistik system). System eksklusif merupakan system yg operasinya dapat diprediksi secara sempurna. Misalnya system personal komputer . Sedangkan system tidak tebtu merupakan system yang tidak bisa diramal menggunakan pasti. Misalnya system persediaan dan system arisan.
  • Sistem tertutup (close system) serta sistem terbuka (open system). System tertutup merupakan system yg tidak bertukar materi, berita atau energi dengan lingkungan atau sistenm yg nir terpengaruh sang lingkungan. Misalnya reaksi kimia dalam tabung yg terisolasi. Sedangakan system terbuka merupakan system yang terpengaruh oleh lingkungannya. Misalnya system perusahaan dagang yang terpengaruh sang permintaan pasar.
c. Karakteristik sistem
Sistem mempunyai ciri atau sifat-sifat tertentu , yaitu:
· Komponen (componens)
Terdiri berdasarkan sejumlah yg saling berinteraksi, serta bekerja sama membentuk satu kesatuan.

· Batas Sistem (boundary)
Merupakan daerah yg membatasi suatu sistem dengan sistem lainnya dengan lingkungan luarnya.

· Lingukungan luar sistem (environments)
Adalah apapun diluar batas berdasarkan sistem yang menghipnotis operasi sistem.

· Penghubung (interface)
Merupakan media penghubung antara sub sistem, yg memungkinkan asal-sumber daya mengalir menurut suatu subsistem ke sub sistem lainnya.

· Masukan (input)
Adalah tenaga yg dimasukkan ke dalam sistem, yg bisa berupa masukan perawatan serta masukan frekuwensi.

· Keluaran (output)
Adalah output dari tenaga yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yg berguna dan residu pembuangan.

· Pengolahan (proses)
Suatu sistem yang merupakan suatu bagian pengolah yg merubah masukan sebagai keluaran.

· Sasaran (objectivitas) atau tujuan (goals)

d. Dasar – dasar berita 
Informasi ibarat darah yang mengalir pada dalam tubuh suatu organisasi :

· Siklus Informasi
Data adalah bentuk yg masih mentah yang belum bisa bercerta poly, sebagai akibatnya perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu contoh buat didapatkan liputan.

Informasi yg ada diharapkan sebagai dasar pertimbangan para pengelola organisasi pada merogoh keputusan manajerial strategis.
  1. Data (ditangkap) / pengumpulan data
  2. Input
  3. Pengolahan data (proses)
  4. Output / Informasi
  5. Penerima / Distribusi
  6. Keputusan
  7. Hasil Tindakan
· Kualitas Informasi
Kualitas liputan tergantung kepada tiga hal, yaitu:
  1. Akuratà bebas menurut kesalahan
  2. Tepat waktuà inormasi tidak boleh terlambat
  3. Relevanàmemiliki manfaat buat pemakainya

Selain 3 hal diatas kualitas kabar juga dipengaruhi sang:
  • Informasi tadi dapat dipercaya
  • Ekonomis
  • Efisien
· Nilai Informasi
Nilai dari warta (value of infromation) ditentukan dari 2 hal, yaitu :
  • manfaat
  • Biaya
Informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan menggunakan porto mendapatkannya, selain itu juga bisa diukur menggunakan evektifitasnya. Pengukuran nilai liputan umumnya dihubungkan dengan analisis cost, efectivitas atau cost benefit.

Konsep sistem Informasi
a. Komponen Sistem Informasi
Sistem berita terdiri berdasarkan blok-blok atau komponen-komponen , yaitu:
  • Blok Hardware, mencakup piranti-piranti fisik seperti komputer dan printer.
  • Blok Software (acara), sekumpulan instruksi yang memungkinkan hardware buat bisa memproses data.
  • Blok Brainware, semua orang yg bertanggung jawab pada pengembangan system berita, pemprosesan serta penggunaan keluaran system keterangan.
  • Blok Basis Data (database), kumpulan table, hubungan dan lain-lain yang berkaitan menggunakan penyimpanan data.
  • Blok Jaringan personal komputer & komunikasi Data, system penghubung yg memungkinkan sumber digunakan secara bersama atau diakses sang sejumlah pemakai.
  • Prosedur, sekumpulan aturan yang dipakai buat mewujudkan pemprosesan dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki


b. Tingkatan sistem Informasi
Beberapa jenis sistem fakta berbasis TI yg dikembangkan dari lini manajerial. Masing-masing berdasarkan SI tadi mempunyai fungsi serta manfaat bagi tiap strata manajerial. Adapun strata SI tadi merupakan:
  • Sistem Pemrosesan Transaksi, merupakan output perkembangan dari pembentukan kantor elektro, dimana sebagian dari pekerjaan rutin diotomatisasi termasuk buat pemprosesan transaksi. Pada system ini data yang dimasukkan merupakan data-data transaksi yg terjadi.
  • Sistem Informasi Manajemen (SIM), SIM merupakan sebuah kelengkapan pengelolaan menurut proses-proses yang yg menyediakan warta buat manajer guna mendukung operasi-operasi dan pembuatan keputusan pada sebuah organisasi.
  • Sistem penunjang keputusan (SPK), adalah peningkatan menurut SIM menggunakan penyediaan prosedur-prosedur khusus dan pemodelan yang unik yang akan membantu manajer pada memperoleh alternatif-cara lain keputusan.
  • Sistem Informasi e-busines, dibangun buat menjawab tantangan pengintegrasian data serta warta menurut proses usaha berbasis internet.
c. Perkembangan sistem Informasi
Pada mulanya SI dipakai untuk menaikkan kualitas manajerial, sebagai akibatnya seringkali dianggap SIM yg kemudian dikembangkan terus seiring dengan perkembangan TI, adapaun tahapan perkembangan tersebut adalah

1. Sistem Informasi Tradisional
SI dioperasikan dan dikelola secara semi manual. SI ini beroperasi secara lambat, sehingga sering pimpinan merogoh keputusan hanya menurut data perkiraan atau perkiraan. Disamping itu keakuratan kabar yang dihasilkan juga masih diragukan. Kondisi ini akan menjadikan tidak baik terhadap perkembangan perusaaan. 

2. Sistem Informasi Berbasis Komputer.
Adalah SI yang menggunakan teknologi personal komputer . Keuntungan primer berdasarkan teknologi ini merupakan ketika buat membentuk keterangan lebih singkat sebagai akibatnya membentuk berita menggunakan tingkat keakuratan yang lebih tinggi.

3. Sistem Informasi Berbasis Jaringan Perkantoran.
Melalui Sistem Informasi Berbasis Jaringan Perkantoran ini transaksi dapat dilakukan pada berbagai loka yang tidak sinkron menggunakan sentra pengolahan datanya. Perusahaan dimungkinkan buat membuka sejumlah tempat transaksi sehingga bisa menaikkan profit pada jumlah yg sangat akbar.

4. Sistem Informasi Lintas Platform
System ini merupakan adonan antara teknologi warta serta teknologi komunikasi data. Dqalam perkembangan selanjutnya lahirlah sebuah teknolgi internet yg bisa menghubungkan personal komputer pada semua dunia. 

Terdapat empat test buat menyebutkan sebuah pesan yang spesifik pada keterangan, yaitu:
1. Kepada siapa berita ditujukan?
2. Untuk keputusan apa informasi ditujukan?
3. Sejauh mana warta dapat digunakan untuk mendeteksi serta memecahkan kasus?

d. Analisa system
Untuk mencapai tujuan menurut sistem diperlukan tiga perangkat atau alat bantu, yaitu:
  • Hardware
  • Software
  • Brainware
Brainware atau perangkat manusia dapt berupa manaejer, analais sistem, programmer dan sebagainya.

e. Sistem Analis
  • Pengertian
  • sistem analis adalah seorang yg mempunyai kemampuan buat menganalisa sistem.
  • Sistem analais merupakan seorang yang memiliki pengetahuan tentang aplikasi komputer yang dipakai buat memecahkan perkara bisnis serta perkara-perkara yang lainnya.
  • Sistem analis merupakan seorang yang memiliki kemampuan untuk memilih cara lain pemecahan perkara yang paling sempurna.
  • Sistem analis adalah seseorang yg memiliki kemampuan buat merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permasaalahan yg terjadi.
Tugas Analis Sistem
Tugas-tugas umum yg dilakukan sang seseorang analis sistem adalah:
  • mengumpulkan serta menganalisa segala dokumen-dokumen, file-arsip, formulir-formulir, yg dipakai dalam sistem yg sudah berjalan.
  • Menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan serta mengevaluasi kekurangan-kekurangan apa saja yg terdapat dalam sistem tadi kepada pemakai sistem.
  • Merancang pemugaran-perbaikan dalam sistem tadi serta menyusun sistem batu.
  • Menganalisa dan menyusun asumsi porto yang diharapkan buat sistem baru.
  • Mengawasi segala aktivitas yang terdapat terutama berkaitan menggunakan penerapan sistem yg baru.
f. Manfaat Sistem Informasi
Sistem fakta mempunyai banyak sekali manfaat, diantaranya :
  • Organisasi menggunakan sistem warta buat mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya serta menghasilkan penda
  • patan sebagai keliru satu produk atau pelayanan mereka.
  • perusahaan memakai sistem berita buat mempertahankan persediaan pada taraf paling rendah supaya konsisten dengan jenis barang yang tersedia.
Sistem Informasi Berbasis Komputer (SIBK)
Sistem keterangan berbasiskan komputer (SIBK) atau Computere Base Information System (CBIS) merupakan sistem Informasi yg menggunakan dan memanfaatkan kemampuan personal komputer pada melaksanakan tugas guna pencapaian tujuan sebuah SI.

a. Konsep Dasar SIBK
Tugas–tugas yang dilakukan komputer dianggap pelaksanaan. Istilah sistem sering digunakan. Pada awalnya, satu-satunya pelaksanaan koputer merupakan pengolahan data. Komputer dikenal sebagai peralatan yg bisa membuat keterangan buat pengambilan keputusan manajemen.

Usaha awal buat menerapkan personal komputer dalam areal bisnis terfocus dalam data. Pendekatan dilakukan pada kasus kabar serta pendukung keputusan. Dan sekarang ini pemfokusan diarahkan dalam komunikasi serta konsultasi

Evolusi SIBK
  • fokus pada data
  • fokus baru pada liputan 
  • fokus kini dalam komunikasi
  • fokus pada komunikasi
b. Model SIBK

c. Pemakai SIBK
Pemakai SIBK terdiri atas 3, yaitu:
  • para manajer
  • non manajer
  • orang-orang serta organisasi lingkungan perusahaan
d. Sub sistem SIBK
Macam2 Sistem Informasi Berbasiskan Komputer
1. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
2. Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
4. Otomatisasi Kantor (OA)
5. Sistem Pakar (SP)

1. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
yaitu: Suatu sistem liputan yg melakukan proses pengumpulan data dan pengolahan /pemprosesan data-data transaksi keuangan perusahaan yg bersifat historis.

Ciri-2 / Karakhteristik SIA :
• Melaksanakan tugas yang diperlukan
• Menggunakan mekanisme yang standart
• Menangani data yg rinci
• Berfocus pada histori
• Menyadiakan informasi pemecah masalah

Tugas pengolahan data :
• Pengumpulan data
• Manipulasi data (pengklasifikasian,penyortiran,penghitungan,pengikhtisaran)
• Penyimpanan data
• Penyiapan dokumen

Laporan / liputan yg didapatkan SIA :
• Jurnal L/R
• Jurnal Umum
• Neraca Saldo.
• Dll

2. Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
Sistem penunjang keputusan merupakan :
Suatu sistem liputan yg membantu pihak manajemen pada melakukan penyelesaian masalah yg bersifat semi terstruktur.

Ciri-dua /Karakteristik SPK :
• Menyelesaikan Maslah semi terstruktur
• Analisa canggih
• Sistemnya friendly menggunakan user

3. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Penerapan system berita dalam suatu organisasi. Pembahasan lebih detailnya pada mata kuliah Sistem Infoirmasi Manajemen. 

4. Otomatisasi Kantor 
Otomatisasi kantor yaitu :
Pengoptimalan kemampuan komputer pada melaksanakan pekerjaan pada suatu kantor.

Ciri-dua otomatisasi kantor :
  • Segala hal yang berbau kertas dirubah ke dalam bentuk file
  • Efisien
Ruang lingkup Otomatisasi Kantor :
• e-mail * Audio conference
• Voice mail * Faximili
• Video converence * d l l
• Video text
• Pencitraan

PENGERTIAN DATA MINING APA ITU DATA MINING

Pengertian Data Mining, Apa Itu Data Mining?
Secara sederhana data mining merupakan penambangan atau penemuan fakta baru dengan mencari pola atau anggaran eksklusif dari sejumlah data yang sangat akbar (Davies, 2004). Data mining jua disebut menjadi serangkaian proses buat menggali nilai tambah berupa pengetahuan yang selama ini nir diketahui secara manual berdasarkan suatu perpaduan data (Pramudiono, 2007). Data mining, sering juga diklaim sebagai knowledge discovery in database (KDD). KDD adalah aktivitas yang mencakup pengumpulan, pemakaian data, historis buat menemukan keteraturan, pola atau interaksi dalam set data berukuran akbar (Santoso, 2007). 

Data mining adalah aktivitas menemukan pola yang menarik menurut data pada jumlah akbar, data bisa disimpan pada database, data warehouse, atau penyimpanan berita lainnya. Data mining berkaitan dengan bidang ilmu – ilmu lain, seperti database system, data warehousing, statistik, machine learning, information retrieval, dan komputasi taraf tinggi. Selain itu, data mining didukung oleh ilmu lain seperti neural network, pengenalan pola, spatial data analysis, image database, signal processing (Han, 2006). Data mining didefinisikan menjadi proses menemukan pola-pola pada data. Proses ini otomatis atau seringnya semiotomatis. Pola yg ditemukan harus penuh arti dan pola tersebut memberikan keuntungan, umumnya keuntungan secara ekonomi. Data yg diperlukan dalam jumlah besar (Witten, 2005).

Karakteristik data mining sebagai berikut
Data mining herbi penemuan sesuatu yg tersembunyi serta pola data eksklusif yg nir diketahui sebelumnya. 
Data mining biasa menggunakan data yang sangat akbar. Biasanya data yang akbar digunakan buat membuat hasil lebih dianggap. 

Data mining bermanfaat buat membuat keputusan yang kritis, terutama dalam strategi (Davies, 2004).
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat ditarik konklusi bahwa data mining adalah suatu teknik menggali liputan berharga yang terpendam atau tersembunyi dalam suatu koleksi data (database) yg sangat akbar sehingga ditemukan suatu pola yg menarik yg sebelumnya nir diketahui. Kata mining sendiri berarti usaha buat mendapatkan sedikit barang berharga berdasarkan sejumlah besar material dasar. Lantaran itu data mining sebenarnya mempunyai akar yg panjang dari bidang ilmu seperti kecerdasan protesis (artificial intelligent), machine learning, statistik dan database. Beberapa metode yang seringkali diklaim-sebut pada literatur data mining diantaranya clustering, lassification, association rules mining, neural network, genetic algorithm dan lain-lain (Pramudiono, 2007).

Pengenalan Pola, Data Mining, serta Machine Learning
Pengenalan pola adalah suatu disiplin ilmu yang menyelidiki cara-cara mengklasifikasikan obyek ke beberapa kelas atau kategori serta mengenali kesamaan data. Tergantung dalam aplikasinya, obyek-obyek ini mampu berupa pasien, mahasiswa, pemohon kredit, image atau signal atau pengukuran lain yg perlu diklasifikasikan atau dicari fungsi regresinya (Santoso, 2007).data mining, acapkali juga dianggap knowledge discovery in database (KDD), merupakan kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data historis buat menemukan keteraturan, pola atau interaksi pada set data ukuran akbar. Keluaran dari data mining ini sanggup digunakan buat memperbaiki pengambilan keputusan di masa depan. Sehingga istilah pattern recognition sporadis digunakan lantaran termasuk bagian berdasarkan data mining (Santoso, 2007).

Machine Learning adalah suatu area pada artificial intelligence atau kecerdasan protesis yg berhubungan dengan pengembangan teknik-teknik yg mampu diprogramkan serta belajar menurut data masa lalu. Pengenalan pola, data mining dan machine learning sering digunakan buat menyebut sesuatu yang sama. Bidang ini bersinggungan dengan ilmu probabilitas serta statistik kadang pula meningkatkan secara optimal. Machine learning sebagai alat analisis dalam data mining. Bagaimana bidang-bidang ini bekerjasama mampu dicermati pada gambar (Santoso, 2007).

Tahap-Tahap Data mining
Sebagai suatu rangkaian proses, data mining bisa dibagi sebagai beberapa tahap yg diilustrasikan pada Gambar  Tahap-tahap tersebut bersifat interaktif, pemakai terlibat eksklusif atau dengan perantaraan knowledge base

Tahap-termin data mining ada 6 yaitu :

1. Pembersihan data (data cleaning)
Pembersihan data adalah proses menghilangkan noise dan data yang tidak konsisten atau data tidak relevan. Pada umumnya data yg diperoleh, baik berdasarkan database suatu perusahaan juga hasil eksperimen, memiliki isian-isian yang tidak paripurna seperti data yang hilang, data yang tidak valid atau juga hanya sekedar keliru ketik. Selain itu, terdapat jua atribut-atribut data yang nir relevan menggunakan hipotesa data mining yg dimiliki. Data-data yang tidak relevan itu pula lebih baik dibuang. Pembersihan data jua akan mempengaruhi performasi berdasarkan teknik data mining lantaran data yg ditangani akan berkurang jumlah dan kompleksitasnya.

2. Integrasi data (data integration)
Integrasi data merupakan penggabungan data berdasarkan aneka macam database ke dalam satu database baru. Tidak jarang data yang dibutuhkan buat data mining tidak hanya asal dari satu database namun pula berasal dari beberapa database atau file teks. Integrasi data dilakukan pada atribut-aribut yg mengidentifikasikan entitas-entitas yg unik seperti atribut nama, jenis produk, nomor pelanggan serta lainnya. Integrasi data perlu dilakukan secara cermat karena kesalahan pada integrasi data bisa menghasilkan hasil yg menyimpang dan bahkan menyesatkan pengambilan aksi nantinya. Sebagai contoh apabila integrasi data menurut jenis produk ternyata menggabungkan produk menurut kategori yg berbeda maka akan dihasilkan korelasi antar produk yang sebenarnya nir terdapat. 

3. Seleksi Data (Data Selection)
Data yg ada pada database acapkali kali tidak semuanya digunakan, oleh karenanya hanya data yg sesuai untuk dianalisis yg akan diambil menurut database. Sebagai contoh, sebuah masalah yang meneliti faktor kesamaan orang membeli dalam kasus market basket analysis, tidak perlu merogoh nama pelanggan, relatif menggunakan id pelanggan saja.

4. Transformasi data (Data Transformation)
Data diubah atau digabung ke pada format yg sinkron buat diproses pada data mining. Beberapa metode data mining membutuhkan format data yang spesifik sebelum mampu diaplikasikan. Sebagai contoh beberapa metode standar seperti analisis asosiasi dan clustering hanya mampu mendapat input data kategorikal. Karenanya data berupa nomor numerik yg berlanjut perlu dibagi-bagi sebagai beberapa interval. Proses ini acapkali disebut transformasi data. 

5. Proses mining, 
Merupakan suatu proses primer ketika metode diterapkan untuk menemukan pengetahuan berharga serta tersembunyi menurut data. 

6. Evaluasi pola (pattern evaluation), 
Untuk mengidentifikasi pola-pola menarik kedalam knowledge based yang ditemukan. Dalam termin ini hasil dari teknik data mining berupa pola-pola yang khas juga model prediksi dinilai buat menilai apakah hipotesa yg ada memang tercapai. Jika ternyata output yg diperoleh tidak sinkron hipotesa terdapat beberapa cara lain yg dapat diambil seperti menjadikannya umpan kembali buat memperbaiki proses data mining, mencoba metode data mining lain yg lebih sesuai, atau mendapat output ini menjadi suatu hasil yang pada luar dugaan yang mungkin berguna.

7. Presentasi pengetahuan (knowledge presentation), 
Merupakan visualisasi dan penyajian pengetahuan tentang metode yang dipakai buat memperoleh pengetahuan yang diperoleh pengguna. Tahap terakhir dari proses data mining adalah bagaimana memformulasikan keputusan atau aksi menurut output analisis yg didapat. Ada kalanya hal ini wajib melibatkan orang-orang yg tidak tahu data mining. Karenanya presentasi output data mining pada bentuk pengetahuan yang bisa dipahami seluruh orang merupakan satu tahapan yg diharapkan pada proses data mining. Dalam presentasi ini, visualisasi pula mampu membantu mengkomunikasikan output data mining (Han, 2006)

Metode Data mining
Dengan definisi data mining yang luas, terdapat poly jenis metode analisis yg bisa digolongkan dalam data mining. 

Association rules
Association rules (aturan asosiasi) atau affinity analysis (analisis afinitas) berkenaan menggunakan studi tentang “apa bersama apa”. Sebagai model dapat berupa berupa studi transaksi pada pasar swalayan, misalnya seorang yang membeli susu bayi pula membeli sabun mandi. Pada masalah ini berarti susu bayi bersama menggunakan sabun mandi. Lantaran awalnya berasal menurut studi mengenai database transaksi pelanggan buat memilih kebiasaan suatu produk dibeli bersama produk apa, maka aturan asosiasi juga tak jarang dinamakan market basket analysis. Aturan asosiasi ingin memberikan warta tersebut pada bentuk hubungan “if-then” atau “jika-maka”. Aturan ini dihitung berdasarkan data yang sifatnya probabilistik (Santoso, 2007). Analisis asosiasi dikenal jua menjadi salah satu metode data mining yang menjadi dasar menurut berbagai metode data mining lainnya. Khususnya galat satu tahap berdasarkan analisis asosiasi yg disebut analisis pola frekuensi tinggi (frequent pattern mining) menarik perhatian banyak peneliti buat membuat algoritma yang efisien. Penting tidaknya suatu aturan assosiatif dapat diketahui dengan 2 parameter, support (nilai penunjang) yaitu prosentase kombinasi item tersebut. Pada database serta confidence (nilai kepastian) yaitu kuatnya interaksi antar item dalam aturan assosiatif. Analisis asosiasi didefinisikan suatu proses buat menemukan semua aturan assosiatif yang memenuhi kondisi minimum buat support (minimum support) dan kondisi minimum buat confidence (minimum confidence) (Pramudiono, 2007).

Ada beberapa prosedur pemecahan yang telah dikembangkan tentang anggaran asosiasi, tetapi ada satu prosedur pemecahan klasik yg sering dipakai yaitu prosedur pemecahan apriori. Ide dasar berdasarkan algoritma ini merupakan menggunakan menyebarkan frequent itemset. Dengan memakai satu item serta secara rekursif membuatkan frequent itemset dengan dua item, tiga item serta seterusnya sampai frequent itemset dengan seluruh ukuran. Untuk menyebarkan frequent set menggunakan dua item, bisa memakai frequent set item. Alasannya adalah apabila set satu item nir melebihi support minimum, maka sembarang berukuran itemset yang lebih besar tidak akan melebihi support minimum tersebut. Secara generik, mengembangkan set dengan fc-item menggunakan frequent set menggunakan k – 1 item yg dikembangkan dalam langkah sebelumnya. Setiap langkah memerlukan sekali inspeksi ke seluruh isi database. 

Dalam asosiasi masih ada kata antecedent dan consequent, antecedent buat mewakili bagian “apabila” serta consequent buat mewakili bagian “maka”. Dalam analisis ini, antecedent dan consequent adalah sekelompok item yang nir punya interaksi secara bersama (Santoso, 2007). Dari jumlah akbar anggaran yg mungkin dikembangkan, perlu memiliki aturan-anggaran yg relatif kuat taraf ketergantungan antar item pada antecedent dan consequent. Untuk mengukur kekuatan aturan asosiasi ini, digunakan ukuran support dan confidence. Support adalah rasio antara jumlah transaksi yg memuat antecedent dan consequent menggunakan jumlah transaksi. Confidence adalah rasio antara jumlah transaksi yang mencakup seluruh item dalam antecedent dan consequent dengan jumlah transaksi yg meliputi seluruh item pada antecedent.

Langkah pertama prosedur pemecahan apriori adalah, support berdasarkan setiap item dihitung menggunakan men-scan database. Setelah support berdasarkan setiap item didapat, item yang mempunyai support lebih akbar dari minimum support dipilih sebagai pola frekuensi tinggi menggunakan panjang 1 atau acapkali disingkat 1-itemset. Singkatan k-itemset berarti satu set yang terdiri dari k item. Iterasi ke 2 menghasilkan 2-itemset yang tiap set-nya mempunyai dua item. Pertama dibentuk kandidat 2-itemset menurut kombinasi seluruh 1-itemset. Lalu buat tiap 

kandidat dua-itemset ini dihitung support-nya menggunakan men-scan database. Support artinya jumlah transaksi dalam database yg mengandung ke 2 item dalam kandidat dua-itemset. Setelah support dari semua kandidat 2-itemset didapatkan, kandidat 2-itemset yang memenuhi syarat minimum support dapat ditetapkan sebagai dua-itemset yang jua adalah pola frekuensi tinggi menggunakan panjang dua.(Pramudiono, 2007)

Untuk selanjutnya iterasi iterasi ke-k dapat dibagi lagi menjadi beberapa bagian :

1. Pembentukan kandidat itemset
Kandidat k-itemset dibuat berdasarkan kombinasi (k-1)-itemset yang didapat berdasarkan perulangan sebelumnya. Satu karakteristik menurut prosedur pemecahan apriori merupakan adanya pemangkasan kandidat k-itemset yg subset-nya yang berisi k-1 item nir termasuk pada pola frekuensi tinggi dengan panjang k-1.

2. Penghitungan support menurut tiap kandidat k-itemset
Support berdasarkan tiap kandidat k-itemset didapat dengan men-scan database buat menghitung jumlah transaksi yang memuat seluruh item pada dalam kandidat k-itemset tersebut. Ini adalah jua ciri menurut algoritma apriori yaitu diperlukan penghitungan dengan scan seluruh database sebesar k-itemset terpanjang.

3. Tetapkan pola frekuensi tinggi
Pola frekuensi tinggi yg memuat k item atau k-itemset ditetapkan dari kandidat k-itemset yg support-nya lebih akbar dari minimum support. Kemudian dihitung confidence masing-masing kombinasi item. Iterasi berhenti ketika seluruh item sudah dihitung sampai nir terdapat kombinasi item lagi. (Pramudiono, 2007)

Secara ringkas algoritma apriori sebagai berikut :
Create L1 = set of supported itemsets of cardinality one 
Set k to 2
while (Lk−1 _= ∅)  
Create Ck from Lk−1
Prune all the itemsets in Ck that are not
supported, to create Lk
Increase k by 1
}
The set of all supported itemsets is L1 ∪ L2 ∪ · · · ∪ Lk 

Selain algoritma apriori, terdapat jua prosedur pemecahan lain seperti FP-Grwoth. 
Perbedaan algoritma apriori dengan FP-Growth pada banyaknya scan database. Algoritma apriori melakukan scan database setiap kali iterasi sedangkan algoritma FP-Growth hanya melakukan sekali pada awal (Bramer, 2007).

Decision Tree
Dalam decision tree nir menggunakan vector jarak buat mengklasifikasikan obyek. Seringkali data observasi mempunyai atribut-atribut yang bernilai nominal. Seperti yg diilustrasikan pada gambar 2.6, misalkan obyeknya adalah sekumpulan butir-buahan yang mampu dibedakan berdasarkan atribut bentuk, warna, ukuran serta rasa. Bentuk, warna, ukuran dan rasa adalah besaran nominal, yaitu bersifat kategoris serta tiap nilai tidak sanggup dijumlahkan atau dikurangkan. Dalam atribut warna ada beberapa nilai yg mungkin yaitu hijau, kuning, merah. Dalam atribut ukuran terdapat nilai akbar, sedang serta mini . Dengan nilai-nilai atribut ini, kemudian dibuat decision tree buat memilih suatu obyek termasuk jenis butir apa jika nilai tiap-tiap atribut diberikan (Santoso, 2007).

Ada beberapa macam prosedur pemecahan decision tree diantaranya CART serta C4.5. Beberapa gosip utama dalam decision tree yang sebagai perhatian yaitu seberapa detail pada menyebarkan decision tree, bagaimana mengatasi atribut yang bernilai continues, menentukan ukuran yg cocok buat penentuan atribut, menangani data pelatihan yg memiliki data yg atributnya tidak memiliki nilai, memperbaiki efisiensi perhitungan (Santoso, 2007).decision tree sinkron digunakan buat perkara-masalah yg keluarannya bernilai diskrit. Walaupun poly variasi contoh decision tree menggunakan taraf kemampuan dan syarat yang tidak selaras, pada umumnya beberapa karakteristik yang cocok buat diterapkannya decision tree adalah sebagai berikut :
1. Data dinyatakan menggunakan pasangan atribut dan nilainya
2. Label/keluaran data umumnya bernilai diskrit
3. Data memiliki missing value (nilai berdasarkan suatu atribut tidak diketahui)

Dengan cara ini akan gampang mengelompokkan obyek ke dalam beberapa gerombolan . Untuk menciptakan decision tree perlu memperhatikan hal-hal berikut adalah :
1. Atribut mana yg akan dipilih buat pemisahan obyek
2. Urutan atribut mana yang akan dipilih terlebih dahulu
3. Struktur tree
4. Kriteria pemberhentian
5. Pruning 
(Santoso, 2007)

Clustering
Clustering termasuk metode yang telah relatif dikenal dan banyak dipakai pada data mining. Sampai sekarang para ilmuwan pada bidang data miningmasih melakukan banyak sekali bisnis buat melakukan perbaikan contoh clustering lantaran metode yg dikembangkan sekarang masih bersifat heuristic. Usaha-bisnis buat menghitung jumlah cluster yg optimal dan pengklasteran yang paling baik masih terus dilakukan. Dengan demikian menggunakan metode yg kini , tidak bisa mengklaim hasil pengklasteran sudah merupakan output yang optimal. Tetapi, output yang dicapai biasanya sudah relatif rupawan dari segi praktis.

Tujuan utama berdasarkan metode clustering merupakan pengelompokan sejumlah data/obyek ke alam cluster (group) sebagai akibatnya pada setiap cluster akan berisi data yg semirip mungkin seperti diilustrasikan dalam gambar dua.7. Dalam clustering metode ini berusaha buat menempatkan obyek yang mirip (jaraknya dekat) dalam satu klaster serta membuat jeda antar klaster sejauh mungkin. Ini berarti obyek dalam satu cluster sangat mirip satu sama lain dan tidak sama menggunakan obyek pada cluster-cluster yg lain. Dalam metode ini tidak diketahui sebelumnya berapa jumlah cluster dan bagaimana pengelompokannya (Santoso, 2007).

Software Aplikasi
Software pelaksanaan terdiri atas acara yang berdiri sendiri yg mampu mengatasi kebutuhan bisnis tertentu. Aplikasi memfasilitasi operasi bisnis atau pengambilan keputusan manajemen juga teknik menjadi tambahan pada aplikasi pemrosesan data konvensional. Sofware aplikasi digunakan buat mengatur fungsi usaha secara real time (Pressman, 2005).

Desain Model Aplikasi
Desain contoh berdasarkan pelaksanaan terdiri menurut physical contoh serta logical model. Physical contoh bisa digambarkan dengan bagan alir sistem. Logical contoh pada sistem liputan lebih menjelaskan kepada pengguna bagaimana nantinya fungsi-fungsi pada sistem warta secara logika akan bekerja. Logical contoh dapat digambarkan menggunakan DFD (Data Flow Diagram) serta kamus data (Data Dictionary). Adapun penjelasan berdasarkan indera bantu pada desain contoh adalah sebagai berikut :

1. Diagram Konteks (Context Diagram)
Diagram konteks merupakan sebuah diagram sederhana yg mendeskripsikan interaksi antara proses serta entitas luarnya. Adapun simbol-simbol pada diagram konteks seperti dijelaskan dalam tabel dua.2.


DFD (Data Flow Diagram)
DFD adalah suatu contoh akal yg mendeskripsikan dari data dan tujuan data yg keluar berdasarkan sistem, serta menggambarkan penyimpanan data dan proses yg mentranformasikan data. DFD memberitahuakn interaksi antara data dalam sistem dan proses dalam sistem. Beberapa simbol yg dipakai dalam DFD diterangkan pada tabel


Perancangan Perangkat Lunak
Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam sistem perangkat keras atau perangkat lunak. Kegiatan ini memilih arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan aplikasi melibatkan identifikasi serta deskripsi abstraksi sistem aplikasi yang fundamental dan hubungan-hubungannya (Sommerville, 2003). Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan serta menjadi bagian berdasarkan konfigurasi aplikasi (Pressman, 1997). Tahap desain mencakup perancangan data, perancangan fungsional, serta perancangan antarmuka. 

1. Perancangan data
Perancangan data mentransformasikan contoh data yg didapatkan sang proses analisis sebagai struktur data yang diperlukan pada ketika pembuatan program (coding). Selain itu juga akan dilakukan desain terhadap struktur database yg akan dipakai. 

2. Perancangan fungsional
Perancangan fungsional menggambarkan kebutuhan fungsi-fungsi primer perangkat lunak.

3. Perancangan antarmuka 
Perancangan antarmuka mendefinisikan bagaimana pengguna (user) serta aplikasi berkomunikasi dalam menjalankan fungsionalitas aplikasi.

Implementasi serta Pengujian Unit
Pada tahap ini, perancangan software direalisasikan menjadi serangkaian program atau unit program. Kemudian pengujian unit melibatkan pembuktian bahwa setiap unit acara sudah memenuhi spesifikasinya (Sommerville, 2003).program sebaiknya dirilis sesudah dikembangkan, diuji buat memperbaiki kesalahan yang ditemukan dalam pengujian buat mengklaim kualitasnya (Padmini, 2005). Terdapat 2 metode pengujian yaitu : 
1) Metode white box yaitu pengujian yang serius dalam nalar internal aplikasi (source code program).
2) Metode black box yaitu mengarahkan pengujian buat menemukan kesalahan-mesalahan dan memastikan bahwa input yg dibatasi akan memberikan output aktual yang sinkron dengan hasil yg diperlukan. Pada tahap pengujian, penulis melakukan metode black box yaitu menguji fungsionalitas berdasarkan software saja tanpa harus mengetahui struktur internal program (source code).