BUDIDAYA KARET

Karet (termasuk karet alam) adalah kebutuhan yang vital bagikehidupan manusia sehari-hari, hal ini terkait menggunakan gerak insan danbarang yg memerlukan komponen yang terbuat dari karet misalnya bankendaraan,  conveyor belt, sabuktransmisi,  dock fender, sepatu  serta sandal karet. Kebutuhan karet alam maupunkaret sintetik terus semakin tinggi sejalan dengan meningkatnya baku hidupmanusia.  Kebutuhan  karet sintetik nisbi lebih mudah dipenuhikarena asal bahan  baku relatiftersedia walaupun harganya mahal, akan namun karet alam dikonsumsi sebagaibahan standar industri tetapi diproduksi menjadi komoditi perkebunan.           Pertumbuhanekonomi dunia yg pesat dalam sepuluh tahun terakhir, terutama China danbeberapa negara tempat Asia-Pasifik dan Amerika Latin seperti India, KoreaSelatan dan  Brazil, memberi dampakpertumbuhan permintaan karet alam yg cukup tinggi, walaupun pertumbuhanpermintaan karet di negara-negara industri maju seperti Amerika Serikat, EropaBarat dan Jepang relatif stagnan.   Menurutperkiraan International Rubber Study Group (IRSG), diperkirakan akan terjadikekurangan pasokan karet alam dalam periode 2 dasa warsa ke depan.
            Hal ini menjadikekuatiran pihak konsumen, terutama pabrik-pabrik ban misalnya Bridgestone,Goodyear serta Michellin.  Sehingga padatahun 2004, IRSG membangun  Task ForceRubber Eco Project (REP) buat melakukan studi tentang permintaan dan penawarankaret hingga dengan tahun 2035.   tiga Hasilstudi REP meyatakan bahwa  permintaankaret alam serta sintetik dunia pada tahun 2035 merupakan sebesar 31.tiga juta tonuntuk industri ban dan non ban, serta 15 juta ton diantaranya merupakan karetalam.  Produksi karet alam dalam tahun 2005diperkirakan 8.lima juta ton. Dari studi ini diproyeksikan pertumbuhan produksiIndonesia akan mencapai tiga% per tahun, sedangkan Thailand hanya 1% serta Malaysia-2%. 
            Pertumbuhanproduksi buat Indonesia bisa dicapai melalui peremajaan atau penaman barukaret yg cukup akbar, menggunakan asumsi produksi pada tahun 2020 sebesar 3.5juta ton serta tahun 2035 sebesar lima.1 juta ton. Sejak pertengahan tahun 2002harga karet mendekati harga US$ 1.00/kg,dan sampai kini ini sudah mencapaiUS$ 1.90kg buat harga SIR 20 diSICOM Singapura.  Diperkirakan harga  akan mencapai US$ dua.00 pada tahun 2007 danpada jangka panjang  sampai 2020 akantetap stabil, dikarenakan permintaan yang terus semakin tinggi terutama dari China,India, Brazil dan negara-negara yang mempunyai pertumbuhan ekonomi yang tinggidi Asia-Pasifik.

TEKNOLOGI BUDIDAYA KARET

            Untuk membentuk kebun karet dibutuhkan manajemen danteknologi budidaya tanaman karet yg meliputi, kegiatan sebagai berikut: 
•  Syarat tumbuh tanamankaret
•  Klon-klon karetrekomendasi
•  Bahan tanam/bibit
•  Persiapan tanam danpenanaman
•  Pemeliharaan flora:pengendalian gulma, pemupukan serta pengendalian penyakit
•  Penyadapan/panen

1. Syarat Tumbuh Tanaman Karet

Pada dasarnya tumbuhan karet memerlukan persyaratan terhadap kondisiiklim buat menunjang pertumbuhan serta keadaan tanah sebagai mediatumbuhnya. 

a. Iklim 

Daerah yang cocok buat tanaman karet merupakan pada zone antara 150LS  serta 150 LU.  Diluar itu pertumbuhan flora karet agakterhambat sehingga memulai produksinya pula terlambat.  

b.  Curah hujan 

Tanaman karet memerlukan curah hujan optimal antara 2.500 mm sampai4.000 mm/tahun,menggunakan hari hujan berkisar antara 100 sd. 150 HH/tahun.   Tetapi demikian, apabila seringkali hujan dalam pagihari, produksi  akan berkurang.
 
c.tinggi loka 

  Pada dasarnya flora karettumbuh optimal dalam dataran  rendahdengan ketinggian 200 m berdasarkan bagian atas laut. Ketinggian > 600  m daripermukaan laut tidak cocok buat tumbuh flora karet. Suhu optimal diperlukanberkisar antara 250C hingga 350C.

  d.angin 
Kecepatan angin yg terlalu kencang dalam biasanya kurang baik  buat penanaman karet

e.. Tanah 

            Lahan kering buat pertumbuhan flora karet dalam umumnyalebih  mempersyaratkan sifat fisiktanah  dibandingkan menggunakan sifatkimianya.  Hal ini disebabkan perlakuankimia tanah supaya sinkron dengan kondisi   tumbuh tanaman karet dapat dilaksanakan denganlebih gampang dibandingkan menggunakan pemugaran sifat fisiknya. Berbagai jenis tanahdapat sinkron dengan syarat tumbuh flora karet baik tanah vulkanis belia dantua, bahkan pada tanah gambut < 2 m. Tanah vulkanis mempunyai sifat fisika yg relatif baik terutama struktur,tekstur, sulum, kedalaman air tanah, aerasi serta drainasenya, tetapi sifatkimianya secara generik kurang baik  karenakandungan haranya rendah. 
            Tanah alluvialbiasanya relatif subur, namun sifat fisikanya terutama drainase serta aerasenyakurang baik. Reaksi tanah berkisar antara pH 3, 0 - pH 8,0 tetapi tidak sesuaipada pH  < tiga,0 dan > pH 8,0.  Sifat-sifat tanah yang cocok buat tanaman karetpada  umumnya antara lain
 -          Sulum tanah sampai 100 cm, tidak terdapatbatu-batuan dan lapisan cadas
 -         Aerasedan drainase relatif
 -         Teksturtanah remah, poreus dan dapat menahan air
 -         Strukturterdiri menurut 35% liat dan 30% pasir
 -         Tanahbergambut tidak lebih menurut 20 centimeter
 -         Kandunganhara NPK cukup serta nir kekurangan unsur hara  mikro
 -          Reaksitanah dengan pH 4,lima - pH 6,lima
 -         Kemiringantanah < 16% dan
 -         Permukaanair tanah < 100 cm.

2. Klon-klon Karet Rekomendasi

             Harga karet alam yang membaik waktu ini harusdijadikan momentum yg bisa mendorong percepatan pembenahan dan peremajaankaret yg kurang produktif dengan memakai klon-klon unggul serta perbaikanteknologi budidaya lainnya. Pemerintah  telah menetapkansasaran pengembangan produksi karet alam Indonesia sebesar  3 - 4 juta ton/tahun pada tahun 2025. Sasaranproduksi tersebut hanya dapat dicapai bila minimal 85% areal kebun  karet (warga ) yang waktu ini kurang produktifberhasil diremajakan dengan memakai klon karet unggul.
            Kegiatan pemuliaankaret pada Indonesia sudah banyak menghasilkan klon-klon karet unggul sebagaipenghasil lateks serta penghasil kayu. Pada Lokakarya Nasional Pemuliaan Tanaman Karet 2005,  telah direkomendasikan klon-klon unggul barugenerasi-4 untuk periode tahun 2006 – 2010, yaitu klon: IRR lima, IRR 32, IRR 39,IRR 42, IRR 104, IRR 112, dan IRR 118. Klon IRR 42 serta IRR 112 akan diajukanpelepasannya sedangkan klon IRR lainnya telah dilepas secara resmi.
            Klon-klon tersebutmenunjukkan produktivitas dan kinerja yang baik pada banyak sekali lokasi, tetapimemiliki variasi karakter agronomi dan sifat-sifat sekunder lainnya.  Oleh karena itu pengguna harus memilih dengancermat klon-klon yg sinkron agroekologi wilayah pengembangan dan jenis-jenisproduk karet yang akan dihasilkan.  Klon-klon usang yang telah dilepas yaitu GT 1,AVROS 2037, PR 255, PR 261, PR 300, PR 303, RRIM 600, RRIM 712, BPM 1, BPM 24,BPM 107, BPM 109, PB 260, RRIC 100 masih memungkinkan buat dikembangkan,tetapi harus dilakukan secara hati-hati baik dalam penempatan lokasi maupunsistem pengelolaannya.klon GT 1 serta RRIM 600 di aneka macam lokasi dilaporkan mengalami gangguan penyakit daun  Colletotrichum dan  Corynespora. Sedangkan klon BPM 1, PR  255, PR 261 mempunyai perkara dengan mutulateks sehingga pemanfaatan lateksnya terbatas hanya cocok buat jenis produkkaret tertentu. Klon PB 260 sangat peka terhadap kekeringan alur sadap dan gangguan angin dan kemarau panjang,karenanya  pengelolaanya harus dilakukansecara sempurna.

3. Bahan Tanam

            Halyang paling krusial pada penanaman karet merupakan bibit/bahan tanam, pada halini bahan tanam yg baik adalah yg asal dari tanaman karet okulasi.  Persiapan bahan tanam dilakuka paling tidak1,5 tahun sebelum penanaman.  Dalam halbahan tanam terdapat 3 komponen yang perlu disiapkan, yaitu: batang bawah (rootstoct), entres/batang atas (budwood), serta okulasi
(grafting) pada penyiapan bahan tanam.  Persiapan batang bawah adalah suatukegiatan buat memperoleh bahan tanam yg mempunyai perakaran kuat dan dayaserap hara yg baik. 
Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan pembangunan pembibitanbatang bawah yg memenuhi syarat teknis yg meliputi persiapan tanahpembibitan, penanganan benih, perkecambahan, penanaman kecambah, serta usahapemeliharaan tumbuhan pada pembibitan.
            Untuk menerima bahan tanam output okulasi yg baikdiperlukan entres yg baik, Pada dasarnya mata okulasi bisa diambil berdasarkan duasumber, yaitu berupa entres cabang berdasarkan kebun produksi atau entres menurut kebunentres.  Dari 2 macam asal mataokulasi ini usahakan dipilih entres berdasarkan kebun entres murni, lantaran entrescabang akan membentuk tumbuhan yang pertumbuhannya tidak seragam dankeberhasilan okulasinya rendah.  Okulasimerupakan keliru satu cara perbanyakan tumbuhan yg dilakukan dengan menempelkanmata entres menurut  satu tumbuhan ke tanamansejenis dengan tujuan menerima sifat yang unggul.  Dari output okulasi akan diperoleh bahan tanamkaret unggul berupa stum mata tidur, stum mini , bibit dalam polibeg, atau stumtinggi.  Untuk flora karet, mata entresini yang adalah bagian atas menurut tanaman dan dicirikan sang klon yangdigunakan sebagai batang atasnya. Penanaman bibit tumbuhan karet harus tepatwaktu buat menghindari tingginya angka kematian di lapang.              Waktutanam yang sinkron merupakan dalam ekspresi dominan hujan. Selain itu perlu disiapkan tenaga kerja buat kegiatan-aktivitas untukpembuatan lubang tanam, pembongkaran, pengangkutan, dan penanaman bibit. Bibityang telah dibongkar usahakan segera ditanam dan  tenggang ketika yg diperbolehkan palinglambat satu malam selesainya pembongkaran. Secara lebih terperinci penyiapan bahantanam karet okulasi dapat dipandang Buku Sapta Bina Usahatani Karet Rakyat (tahun1996, edisi ke-2) atau Booklet Pengelolaan Bahan Tanan Karet  (tahun 2005) yg dikeluarkan sang BalaiPenelitian Sembawa, Pusat Penelitian Karet.

4.  Persiapan  Tanam serta Penanaman

 Dalam pelaksanaan penanamantanaman karet dibutuhkan berbagai langkah yang dilakukan secara sistematismulai dari pembukaan huma sampai dengan penanaman.

a. Pembukaan huma (Land Clearing) 

            Lahan tempat tumbuh tumbuhan karet harus higienis darisisa-sisa tumbuhan hasil tebas tebang, sebagai akibatnya jadwal pembukaan huma harus disesuaikandengan jadwal penanaman.  Kegiatanpembukaan huma ini meliputi :
(a) pembabatan semak belukar, (b) penebangan pohon, (c) perecanaandan pemangkasan, (d) pendongkelan akar kayu, (e) penumpukan serta pembersihan.seiring dengan pembukaan lahan ini dilakukan penataan huma pada blok-blok,penataan jalan-jalan kebun, serta penataan saluran drainase dalamperkebunan. 
Penataan blok-blok. 

 Lahan kebun dipetak-petakmenurut satuan terkecil serta ditata ke dalam blok-blok ukuran 10 -20 ha,setiap beberapa blok disatukan sebagai satu hamparan yang memiliki ketika tanamyang relatif sama.

Penataan Jalan-jalan

Jaringan jalan wajib ditata serta dilaksanakan pada saat pembangunan flora baru (tahun 0) dan dikaitkandengan penataan huma  ke pada blok-bloktanaman.  Pembangunan jalan pada arealdatar serta berbukit dengan panduan dapat menjangkau setiap areal terkecil,menggunakan jarak pikul maksimal sejauh 200 m. Sedapatkan mungkin seluruh jaringan ditumpukkan/ disambungkan, sehinggasecara keseluruhan adalah suatu pola jaringan jalan yg efektif.  Lebar jalan diadaptasi dengan jenis/kelasjalan serta alat angkut yang akan dipakai.

Penataan Saluran Drainase

Setelah pemancangan jeda tanam terselesaikan, maka pembuatan danpenataan saluran drainase (field drain) dilaksanakan.  Luas penampang disesuaikan dengan curah hujan dalam satuan saat eksklusif, danmempertimbangkan faktor peresapan dan penguapan.  Seluruh kelebihan air pada field draindialirkan dalam   10parit-paritpenampungan  buat selanjutnya dialirkanke saluran pembuangan (outlet drain).

b.  Persiapan LahanPenanaman 

 Dalam mempersiapkan lahanpertanaman karet pula diperlukan pelaksanaan aneka macam aktivitas yg secarasistematis dapat menjamin kualitas huma yang sinkron dengan persyaratan.   Beberapa diantara langkah tersebut diantaranya:
Pemberantasan Alang-alang serta Gulma lainnya 

Pada huma yg telah selesai tebas tebang dan huma lain yangmempunyai vegetasi alang-alang, dilakukan pemberantasan alang-alang menggunakan memakai bahan kimia antara lainRound up, Scoup, Dowpon atau Dalapon. Kegiatan ini lalu diikuti denganpemberantasan gulma lainnya, baik secara kimia maupun secara mekanis. 

Pengolahan Tanah

Dengan tujuan efisiensi biaya , pengolahan  lahan buat pertanaman karet dapatdilaksanakan dengan sistem minimum tillage, yakni menggunakan membuat larikan antarabarisan satu meter menggunakan cara mencangkul selebar 20 cm.  Tetapi demikian pengolahan tanah secaramekanis untuk lahan tertentu dapat dipertimbangkan dengan permanen menjaga kelestariandan kesuburan tanah.

Pembuatan teras/Petakan dan Benteng/Piket

Pada areal lahan yang mempunyai kemiringan lebih dari 50 diperlukanpembuatan teras/petakan dengan sistem kontur serta kemiringan ke pada sekitar150. Hal ini dimaksudkan buat merusak kemungkinan terjadi erosi oleh airhujan.  Lebar teras berkisar antara 1,25sampai 1,50 cm, tergantung dalam derajat kemiringan huma.  Untuk setiap 6 -  10 pohon (tergantung derajat kemiringan tanah)dibentuk benteng/piket dengan tujuan mencegah erosi dalam permukaan petakan. 

Pengajiran

Pada dasarnya pemancangan air merupakan buat menerai loka lubangtanaman
dengan ketentuan jarak tanaman menjadi berikut : 
            a)         Padaareal huma yang relatif datar / landai (kemiringan antara 00 - 80) jeda                                    tanam adalah 7 m x tiga m (= 476 lubang/hektar) berbentukbarisan lurus mengikuti                           arahTimur - Barat berjarak 7m dan arah Utara - Selatan berjarak tiga m (lihat
            b)         Padaareal huma bergelombang atau berbukit (kemiringan 8% - 15%) jeda tanam 8                        m x 2, lima m (=500  lubang/ha) pada teras-teras yang diaturbersambung setiap 1,25                                 m(penanaman secara kontur),
                        Bahanajir bisa menggunakan rabat bambu tipis menggunakan ukuran 20 cm - 30                            cm.  Pada setiap titik pemancangan ajir  tadi merupakan loka ekskavasi                          lubang buat tanaman .


 Pembuatan Lubang Tanam

Ukuran lubang buat flora dibuat 60 cm x 60 cm bagian atas , dan40 cm x 40 centimeter bagian dasar menggunakan kedalaman 60 cm.  Pada saat melubang, tanahbagian atas (top soil) diletakkan di sebelah kiri dan tanah bagian bawah (subsoil) diletakkan pada sebelah kanan Lubang flora dibiarkan selama 1 bulansebelum bibit karet ditanam. 

Penanaman Kacangan Penutup Tanah (Legume cover crops = LCC) 

            Penanaman kacanganpenutup tanah ini dilakukan sebelum bibit karet mulai ditanam menggunakan tujuanuntuk menghindari kemungkinan erosi, memperbaiki struktur fisik serta kimiatanah, mengurangi pengupan air, serta buat membatasi pertumbuhan gulma.
            Komposisi LCCuntuk setiap hektar huma merupakan 4 kg. Pueraria javanica, 6 kg Colopogonium mucunoides, serta 4 kg Centrosemapubescens, yang dicampur ke pada 5 kg Rock Phosphate (RP) menjadi media.  Selain itu juga dianjurkan buat menyisipkanColopogonium  caerulem yang tahan naungan(shade resistence) ex biji atau ex steck dalam polibag kecil sebesar 1.000bibit/ha. Tanaman kacangan dipelihara menggunakan melakukan penyiangan, danpemupukan menggunakan 200 kg RP per hektar, dengan cara  menyebar rata pada atas flora kacangan.

c.   Seleksi dan PenanamanBibit 

Seleksi bibit 

Sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu dilakukan seleksi bibituntuk memperoleh bahan tanam yg memeliki sifat-sifat umum yg baik antaralain : berproduksi tinggi, responsif terhadap stimulasi output, resitensiterhadap agresi hama dan penyakit daun serta kulit, serta pemulihan  luka kulit yg baik.  Beberapa kondisi yg harus dipenuhi bibitsiap tanam adalah antara lain : 
-         Bibit karet dipolybag yang sudah berpayung dua. 
-         Mata okulasibenar-benar baik serta telah mulai bertunas 
-         Akar tunggangtumbuh baik dan mempunyai akar lateral 
-         Bebas menurut penyakitjamur akar (Jamur Akar Putih).



Kebutuhan bibit

Dengan jarak tanam 7 m x 3 m (untuk tanah landai), dibutuhkan bibittanaman karet buat penanaman sebanyak 476 bibit, serta cadangan buat penyulamansebanyak 47 (10%) sehingga buat setiap hektar kebun dibutuhkan sebanyak 523batang bibit karet. 

Penanaman


Pada umumnya penanaman karet di lapangan dilaksanakan pada musimpenghujanyakni antara bulan September sampai Desember dimana curah hujan sudah cukupbanyak, dan hari hujan sudah lebih menurut 100 hari. Pada waktu penanaman, tanahpenutup lubang digunakan  top soilyang sudah dicampur menggunakan pupuk RP 100 gr per lubang, disamping pemupukan dengan urea 50 gr serta SP - 36 sebesar100 gr sebagai pupuk dasar. 

CARA MUDAH BELAJAR USAHA MANDIRI KUM KETERAMPILAN MENANAM JAMUR TIRAM

Cara flexi--Warga Belajar, Peserta KUM (Kegiatan Usaha Mandiri) serta murid sekalian, Salah satu kegiatan bisnis yang menjanjikan serta mempunyai peluang yg masih cantik merupakan Usaha budidaya Jamur Tiram. Selain prospeknya rupawan juga caranya pun sangat gampang. Jamur tiram bisa tumbuh serta berkembang di media yang sederhana terbuat berdasarkan bubuk gergaji dikemas pada kantong plastik. Bahan-bahan ini gampang kita dapatkan, Untuk KUM di loka kita bisa bekerja sama menggunakan bank sampah dan penggergajian kayu. Pertumbuhan jamur tiram sangat ditentukan sang syarat lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya, kita perlu memeriksa serta mengetahui terlebih dahulu mengenai kondisi yg cocok buat pertumbuhan Jamur tiram, sebelum kita melakukan budidaya fungi tiram.
Secara teoritis, dalam poly literatur cara becocok serta budi daya tanam Jamur tiram, telah kita ketahui bahwa dalam kehidupan alami jamur ini tumbuh pada hutan serta biasanya tumbuh pada bawah pohon berdaun lebar atau di bawah flora berkayu. Pleurotus jamur nir memerlukan poly sinar surya. Hasil penelitian menerangkan bahwa miselium disimpan dalam ruang yg lebih redup, akan lebih banyak jumlah di bandingkan di tempat terperinci sinar surya penuh. Miselium adalah jaringan yang meliputi koleksi hifa fungi. Miselium dapat tumbuh pada dinding sel kayu dengan menembus dinding sel kayu.

Proses penetrasi kayu dinding sel enzim dibantu oleh selulosa, hemiselulosa, dan lignin yg dihasilkan sang fungi melalui ujung benang miselium. Enzim mencerna senyawa secara bersamaan memakai kayu menjadi asal (substansi) makanan.

Temperature Suhu

Serat miselium jamur tiram putih tumbuh dengan baik dalam kisaran suhu antara 23-28 ° C, yg berarti bahwa kisaran suhu normal untuk pertumbuhan. Walaupun demikian, dengan suhu di bawah 23 ° C, miselium jamur tiram putih masih sanggup tumbuh meskipun lambat. Sedangkan memerlukan lebih banyak waktu buat pertumbuhan tubuhnya yang menciptakan misalnya kerang, memerlukan kisaran suhu antara 13-15 ° C selama dua samapai 3 hari.

Ketika nilai suhu rendah nir diperoleh, maka ada dua kemungkinan terjadi, yaitu pertumbuhan fungi tumbuh butir nir akan membangun, yg berarti perawatan nir berhasil, atau bahkan jika terbentuk, ketika yang diharapkan akan lama . Tetapi bagaimanapun termin kedua fungi tiram putih masih bisa tumbuh dalam kisaran suhu 12-37,8 ° C.

Kelembapan
Kandungan air sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan miselium fungi. Terlalu sedikit air akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan akan terganggu, bahkan berhenti sama sekali.
Namun, apabila terlalu poly air, miselium akan membusuk serta mati. Kurangi kadar air pada pabrik akan diperoleh baik ketika menyiram. Jamur tumbuh dengan baik di kondisi lembab, tetapi nir ingin genangan air. Oyster miselium jamur tumbuh optimal pada kurangi yang mempunyai kadar air lebih kurang 60%. Adapun merangsang pertumbuhan tunas dan tubuh butir, membutuhkan kelembaban kurang lebih 70-85%.

Cahaya

Miselium jamur tiram putih tumbuh secara optimal dalam gelap. Sebaliknya, tubuh buah fungi tidak bisa tumbuh dalam gelap. Cahaya dibutuhkan buat merangsang pertumbuhan tubuh butir. Jamur btg akan tumbuh lebih kecil dan kap tumbuh tidak normal apabila pertumbuhan ketika primordial nir mendapatkan air.

Namun, sinar surya melalui langsung bisa merusak serta menyebabkan layu, dan ukuran yang relatif mini dari tenda. Pertumbuhan jamur hanya akan memerlukan cahaya buat menyebar. Oleh karenanya, diharapkan pohon peneduh pada dekat gedung loka fungi pemeliharaan.


Udara

Jamur tiram putih adalah tumbuhan saprofit fakultatif aerobic yang membutuhkan oksigen sebangai senyawa buat pertumbuhannya. Sirkulasi udara yg lancer akan mengklaim pasokan oksigen. Terbatasnya pasokan oksigen udara disekitar loka tumbuh jamur dapat mengganggu pertumbuhan tubuh buah.

Jamur tiram juga yang tumbuh pada tempat yang kekurangan oksigen mempunyai tubuh buah mini dan abnormal. Tubuh butir fungi yang tumbuh dalam loka yang kekurangan oksisgen akan gampang layu serta meninggal. Jamur tiram jua memerlukan aliran udara segar buat pertumbuhannya. Oleh karenanya, wajib diberi jendela agar pertukaran udara dapat berjalan secara baik.

Pertumbuhan miselium jamur memerlukan kandungan karbon dioksida yang relatif tinggi, yaitu 15%-20%. Tetapi, jamur tiram yang tumbuh pada tempat yang mengandung karbo dioksida yang terlalu tinggi mempunyai tubuh butir yang abnormal. Biasanya, tudung jamur tiram tumbuuh relative mini dibandingkan tangkainya.

Derajat Keasaman (pH)

Miselium fungi tiram putih tumbuh optimal dalam pH media yg sedikit asam, yaitu antara 5,0-6,lima. Nilai pH medium diharapkan untuk produksi metabolism dari jamur tiram putih, seperti produksi asam organic.
Kondisi asam dapat mengakibatkan pertumbuhan miselium jamur tiram terganggu, tumbuh kontaminasi oleh jamur lain, bahkan mengakibatkan kematian fungi tiram putih. Kondisi pH yang terlalu tinggi (basa), dapat menyebabkan system metabolism menurut jamur tiram putih tidak efektif. Bahkan, menyebabkan kematian. Tubuh buah jamur tiram tumbuh optimal dalam pH lingkungdn yg mendekati normal (pH 6,8-7,0).

Cara Budidaya Jamur Tiram

Dalam teknik budidaya modren jamur Tiram, media tumbuh yg digunakan berupa kayu tiruan (log) yang dibentuk pada bentuk silinder. Komposisi media ini berupa sumber kayu (gergaji kayu, ampas tebu), asal gula (tepung-tepungan), kapur, pupuk P, serta air.



Kebutuhan Nutrisi Jamur Tiram

Pertumbuhan yg optimal dapat dicapai jika lingkungannya sesuai dan tersedia nutrisiyang relatif. Protoplas sel memerlukan nitrogen, fosfor, serta nutrisi lai. Karbon selain diharapkan buat pembentukan protoplasma, pula dibutuhkan menjadi asal energy. Sehingga karbon lebih banyak diperlukan disbanding dengan nitrogen. Nitrogen diharapkan buat pembentukan asam nukleat. Sedangkan protein dan kitin diperlukan buat pembentukan dinding sel fungi.

Kehadiran Mikroorganisme lain

Media tempat tumbuh adalah sumber energy utama bagi jamur tiram. Kehadiran mikroorganisme lain bisa menyebabkan persaingan pada menerima nutrisi, sehingga fungi yg dibutuhkan nir dapat tumbuh menggunakan optimal. Bahkan, sebagian dari competitor tersebut bisa mengeluarkan senyawa yang bersifat toksin terhadap organism disekitarnya. Sterilisasi media adalah cara yg efektif buat membebaskan media tanam dari kehadiran jasad asing di pada media tanam yang tidak diharapkan.

Menyiapkan baglog

Apa itu Baglog?..baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit fungi tiram. Bahan primer baglog merupakan bubuk gergaji, lantaran fungi tiram termasuk jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana galat satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tadi fungi tiram akan tumbuh menyembul keluar.


Pada bisnis budidaya jamur tiram skala besar , petani jamur umumnya menciptakan baglog sendiri. Tetapi bagi petani pemula, atau petani menggunakan modal terbatas umumnya baglog dibeli menurut pihak lain. Sehingga petani mampu penekanan menjalankan bisnis budidaya.

Terdapat dua cara menyusun baglog pada rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.

Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman berdasarkan siraman air. Jika penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, buat melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.

Sterilisasi Baglog
Sterilisasi baglog dilakukan menggunakan cara memasukkan baglog ke dallam autoclave atau pemanas/steamer dengan suhu 121 derajat C selama 15 menit. Untuk membarui penggunaan autoclave atau streamer, dapat memakai drum dengan kapasitas besar atau sanggup menampung sekitar 50 baglog serta dipanasi di atas kompor minyak atau dapat juga memakai panggang. Memang, sterilisasi baglog memakai drum memakan saat lebih usang, yaitu sekitar 8 jam, namun dianggap lebih menghemat biaya .

Setelah proses sterilisasi selesai, baglog kemudian didinginkan, yakni dengan mematikan indera sterilisasi serta membiarkan suhunya turun sedikit demi sedikit. Setelah proses pendinginan, baru kemudian dilakukan penanaman bibit jamur.



Pembibitan

Bibit yang dapat digunakan adalah F3. Bibit ini dapat dibentuk atau diperoleh menurut petani fungi atau laboratorium pertanian (Dinas Pertanian) yg sudah mampu membuat bibit bibit jamur. Untuk menciptakan bibit sendiri, dibutuhkan indera dan bahan yang steril lantaran proses ini sangat rentan terhadap kontaminasi. Sterilisasi pembuatan bibit biasa memakai laminar flow atau transfer box.



Cara dan Proses Penanaman Jamur Tiram
Serbuk gergaji dipilih serta dibersihkan. Lakukan pemilahan dengan teliti, bagian yang akbar serta tajam dibuang karena dapat menghambat plastic substrat media tanam Jamur tiram.



Bahan yang telah ada dicampur sesuai komposisi dosis dalam jolang / baskom plastic. Aduk sampai merata, jangan hingga terdapat gumpalan-gumpalan. Adapun bahan yg dicampurkan untuk menghasilkan 100 log adalah sebagai berikut :
  • Serbuk gergaji atau ampas tebu halus 10,5 kg.
  • Tepung jagung 0,6 kg.
  • Dedak halus 21 kg.
  •  TSP 1 kg.
  • Kapur 3 buah.
Beri air secukupnya, dengan kandungan air 60% dan pHmedia diukur.

Campuran bahan dimasukan ke dalam plastic transparan dengan berukuran 20 x 35 centimeter dan tebal 0,5. Media wajib dipadatkan agar terbentuk log yang baik. Media yg bagus merupakan kepadatannya merata. Jangan lupa, ujung plastic bagian bawah ditusuk jari telunjuk supaya masak. Hal ini dilakukan agar bahan yg dimasukkan serta dipadatkan mampu duduk posisinya (tidak miring). Pengisian dilakukan tidak terlalu penuh, tapi disisakan 15 cm buat memudahkan pada mengikat.

Tiap log ditimbang beratnya, yaitu sebesar 1,2 kg.

Sisa ujung plastic ke pada cincin dilipat keluar, kemudian diikat verbal plastic tersebut menggunakan karet tahan panas.

Tutup verbal log tersebut dengan kapaskemudian tutup lagi menggunakan kertas, lalu diikat lagi menggunakan karet.

Dilakukan pengukusan terhadap log media selama 12 jam.

Lamanya pengukusan dihitung sesudah air pada pada drum mendidih.

Setelah terselesaikan pengukusan, media di angkat dari drum. Lalu, abaikan selama 8 jam atau sampai dingin dalam ruangan yang tertutup. Untuk selanjutnya, dilakukan penanaman bibit.

Setelah media dingin, baru dilakukan penanaman bibit, caranya:
  • Penanaman bibit dilakuan pada ruangan tertutup.
  • Semprot isi ruangan dengan alcohol 95%.
  • Gunakan sarung sarung tangan serta semprot dengan alcohol 95%.
    Untuk memudahkan penanaman bibit, media yang akan diinokulasi disimpan pada depan dekat tangan kiri.
  • Bibit yang akan ditanamkan disimpan pada depan dekat tangan kanan.
    Antara media yg akan ditanami serta bibit, disimpan lampu spirtus.
    Buka karet, kertas epilog, serta kapas epilog media.
    Masukkan tiga sendok makan bibit buat satu log media.
  • Setiap gerakan sendok yg digunakan, dipanaskan menggunakan api dari lampu spirtus.
    Media yang telah ditanami bibit tadi ditutup pulang menggunakan kapas.
    Penanaman bibit dikerjakan dengan cepat, tetapi harus teliti.
    Media yg telah ditanami bibit disimpan pada atas rak.
    Biarkan sampai semua media diisi miselium jamur.
  • Miselium tumbuh memenuhi log media. Setelah seluruh log media ditumbuhi miselium, tutup kapas dan cincin pada bagian atas log tersebut dibuka.
    Kelembapan lingkungan dipertahankan menggunakan menyemprot memakai sprayer.
    Tubuh butir yg telah cukup mekar bisa dipanen.

Perawatan Budidaya Jamur Tiram

Jika kita akan menyimpan log pada pada bangunan, masa tanam fungi tiram tidak nir diatur oleh kondisi iklim dan bisa dilakukan setiap ketika. Log yg telah ditanami bibit wajib disimpan pada loka yg menunjang pertumbuhan miselium serta tubuh buah.

Bangunan buat menyimpan log dapat dibentuk tetap buat budidaya fungi tiram skala akbar atau di dalam bangunan semi permanen.

Tempat pemeliharaan fungi dibuat menggunakan ukuran 10 x 12 m² yg pada dalamnya terdapat 8 butir petak pemeliharaan ukuran 5,7 x dua,15 m². Jarak antara petak 40-60 centimeter. Di pada setiap petakan dibuat rak-rak yg tersusun ke atas buat menyimpan 1.300-1.400 log. Rangka bangunan dapat dibuat dari besi, kayu atau bambu.
Log disimpan di atas rak dengan posisi tegak atau miring. Jarak penyimpanan diatur sedemikian rupa sehingga tubuh buah yang tumbuh berdasarkan log nir tumpang tindih menggunakan tubuh butir yg lain.


Cara Pengendalian Hama Penyakit Pada Budidaya Jamur Tiram

Selain pemeliharaan baglog, dalam budidaya fungi tiram jua perlu dilakukan perawatan buat mencegah atau mengendalikan hama dan penyakit yang mungkin mampu menyerang fungi tiram. Hama dan penyakit yg menyerang jamur tiram tentu dipengaruhi oleh keadaan lingkungan maupun fungi itu sendiri. Sehingga antara tempat budidaya yg satu dan yg lain, agresi hama penyakit kemungkinan dapat berbeda-beda.

Hama Penyakit Jamur Tiram

Ulat

Hama utama dari Jamur tiram yg kita tanam adalah Ulat. Ulat merupakan hama yang paling banyak serta acapkali ditemui dalam budidaya jamur tiram. Ada tiga faktor penyebab kemunculan hama ini yaitu faktor kelembaban, kotoran menurut sisa pangkal/bonggol atau tangkai jamur dan fungi yg tidak terpanen, serta lingkungan yg tidak higienis.


Hama ulat timbul ketika kelembaban udara hiperbola. Oleh karena itu, hama ulat sering dijumpai saat animo hujan. Pencegahan sebagai solusi terbaik untuk mengatasi hama ini merupakan dengan mengatur sirkulasi udara. Caranya menggunakan membuka lubang peredaran serta untuk sementara proses penyiraman keumbung dihentikan.

Pangkal jamur yang tertinggal pada baglog waktu pemanenan dapat menimbulkan hewan mini misalnya kepik. Kepik inilah yg menjadi penyebab munculnya hama ulat. Sementara fungi yg nir terpanen kemungkinan terjadi lantaran jamur tidak timbul keluar sebagai akibatnya luput saat pemanenan serta menjadi busuk. Hal ini menyebabkan munculnya ulat. Sebaiknya, ketika melakukan pemanenan, pada baglog telah dipastikan kebersihannya sebagai akibatnya tidak terdapat pangkal atau batang serta fungi yg nir terpanen.

Ulat sanggup saja timbul lantaran rumah kumbung ataupun lebih kurang kumbung nir berseih. Misalnya adanya sangkar ternak atau tumbuhan di kurang lebih tempat tinggal kumbung.
Untuk mencegah serta mengatasi serangan hama ulat, lakukan pembersihan tempat tinggal kumbung dan kurang lebih tempat tinggal kumbung dengan melakukan penyemprotan formalin.

Bagaimana Cara serta saat Panen Jamur Tiram ?

Ciri serta Umur Panen : Jamur tiram Pleurotus adalah jamur yang cita rasanya lezat dan mempunyai aroma yg baik bila dipanen pada waktu umur muuda. Panen dilakukan selesainya tubuh butir mencapai ukuran maksimal saat 2-tiga hari setelah tumbuh bakal tubuh buah.

Cara Panen : Pengambilan fungi harus dilakukan menurut pangkal btg lantaran btg yg tersisa dapat mengalami kebusukan. Potong jamur menggunakan pisau yang higienis serta tajam, kemudian simpan di wadah plastic dengan tumpukan dengan tinggi 15 cm.

Periode Panen : Panen dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali, tergantung menurut jarak pembukaan log-log. Dari satu log akan dihasilkan sekitar 0,8-1 kg fungi.



Cara serta Strategi Pemasaran Jamur Tiram
Selain memasarkan fungi pada keadaan segar yg pada jajakan di rumah-rumah, pada pasar tradisional maupun pasar swalayan, kita bisa mulai memperluas jangkauan pasar dengan membentuk usaha restoran atau rumah makan serba jamur. Strategi ini dilakukan untuk memperluas pemasaran bisnis jamur dan mengenalkan nikmatnya aneka macam olahan fungi kepada seluruh lapisan rakyat. Strategi pemasaran ini cukup efektif buat menerima konsumen, sebagai akibatnya akan banyak restoran serta rumah makan serba fungi mulai kebanjiran konsumen menurut aneka macam kalangan rakyat.


Berikut ini terdapat tiga tips pemasaran fungi yang dapat dipakai buat menaikkan konsumen:
  1. Ciptakan kepuasan pelanggan dengan memperlihatkan beragam inovasi produk kuliner serba fungi. Ciptakanlah menu-menu nikmat yg semuanya diolah dari jamur, misalnya menu makanan sehat sate jamur, nugget fungi, burger jamur, keripik jamur, bakso fungi, yoghurt jamur, serta beberapa pilihan menu kreatif lainnya yg sanggup memuaskan para konsumen.
  2. Tawarkan pelayanan spesifik yg mampu menarik minat konsumen. Selain memperlihatkan banyak sekali olahan jamur, dapat juga dengan membuka paket wisata agribisnis fungi sebagai daya tarik tersendiri bagi para konsumen.
  3. Berikan layanan spesifik delivery order bagi konsumen dalam kota. Untuk membangun loyalitas konsumen, maka diperlukan taktik jemput bola sebelum akhirnya menerima kepercayaan penuh berdasarkan para konsumen. Salah satunya menggunakan memperlihatkan layanan spesifik delivery order bagi konsumen pada kota. Strategi ini terbilang relatif efektif buat menaikkan loyalitas para konsumen, sehingga penjualan produk jamur pun ikut meningkat setiap harinya. 
Demikianlah cara mudah belajar bisnis Mandiri buat KUM keterampilan Usaha Menamam Jamur Tiram, Semoga bermanfaat buat membantu masyarakat belajar dan siswa sekalian yg ingin mempunyai bisnis sendiri menggunakan  gampang. Haru diperhatikan :"kunci sukses merupakan kerja keras serta semangat yang pantang menyerah buat mengejar sesuatu".  Selamat berusaha semoga sukses bisnisnya. Terimakasih.
Referensi :
Elang Ilik Martwijaya. 2014. Bisnis Jamur Tiram pada Rumah Sendiri, PT.penerbit IPB Press. Bogor.
Sri Sumrasih, 2014, Untung Besar Usaha Bibit Jamur Tiram. Jakarta.
Muad Asegab. 2013. Bisnis Pembibitan Jamur Tiram, Jamur Merang dan Jamur Kuping. Agromedia. Jakarta.
Tatang Nugraha. 2014. Kiat Sukses Budidaya Jamur Tiram. Penerbit Yatma Widya. Bandung.

Gambar:
Koleksi Pribadi, Lokasi PKBM Melati Banjarmasin Kalimantan Selatan.

BUDAYA SONOR MASYARAKAT DESA RAMBAI KECAMATAN PANGKALAN LAMPAM KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR


A.Pendahuluan
Indonesiaadalah negara kepulauan yg mempunyai gugusan terpanjang serta terbesar di duniayang posisinya tereletak antara 2 benua, yaitu benua Asia serta Australia.dengan kondisi goegrafis tadi, bangsa Indonesia memiliki keunikantersendiri, yaitu adanya banyak sekali macam suku bangsa, etnis, istiadat, kepercayaan , danbahasa. Kesemuanya itu merupakan cerminan keheterogenan sebuah bangsa.

Dalammasyarakat yg heterogen memiliki karakteristik spesial berdasarkan pola-pola budaya yang terdapat.budaya atau kebudayaan berasal menurut bahasa sansekerta yaitu, “Budhayah”diartikan budi dan logika pikiran, sedangkan dalam aliran normatikkebudayaan dipercaya sebagai suatu bentuk dari pola prilaku insan. Sementaraitu, Koentjaraningrat mendefinisikan kebudayaan sebagai suatu yg berkaitandengan gagasan, perasaan, serta hasil karya yang dicapai insan dengan melaluiproses belajar.

Konsepkebudayaan mencakup seluruh aktivitas manusia, mulai dari berfikir, berkaryadan output karya manusia itu sendiri. Maka buat mempermudah pada tahu danmenganalisis sebuah budaya dalam warga , Koentjaraningrat membagi-bagikebudayaan menjadi beberapa unsur yaitu: Bahasa, pengetahuan, organisasi,sosial, peralatan dan teknologi, mata pencaharian, sistem riligi dan kesenian.selain itu, buat kepentingan ilmiah serta memudahkan identifikasi, para sarjanamembagi ke 7 unsur kebudayaan universal tadi ke alamunsur-unsur kebudayaan yg lebih kecil. Ralph Linton contohnya, beliau membagi kulturaluniversal tersebut ke dalam sub-sub eksklusif yg dianggap cultural activity ataukegiatan budaya. Salah satu unsur tadi ialah sistem mata pencaharian. Padasistem ekonomi serta mata pencaharian hidup, aktivitas budayanya mencakuppertanian, peternakan,sistem produksi, perbankan, serta sebagainya.

Sumatra Selatan dikenal sebagai salahsatuwilayah yang penduduknya menerapkan sistem pertanian sonor. Pada sistem ini padiditanam sekali pada satu tahun menggunakan cara membabat semak-semak, kemudianmembakar serasah, serta menanaminya dengan sistem tebar (menyebar) tanpa dipupuksama sekali.

Kanbupaten Ogan Komering Ilir (OKI)tanahnya didominasi oleh jenis tanah gambut, sang sebab itu semenjak puluhantahun masyaraakat OKI terutama di Kecamatan Mesuji, Pangkalan Lampam, TulungSelapan, Sungai menang serta Pedamaran Timur menerapkan sistem pertanian sonor diekosistem rawa gambut.

Demikian pula menggunakan Masyarakat desa Rambaimengenal sistem pertanian sonor menggunakan kata padi sonor atau besonor. Sebagai galat satu bentuk cultural activity (aktivitas budaya)sistem pecaharian hidup dan ekonomimasyarakat, sistem pertaniaan sonor telah mentradisi dan sulit dirubah. Namunsemenjak dikeluarkannya maklumat pemerintah wilayah propinsi Sumatera Selatantentang sanksi pidana terhadap pembakaran hutan atau alang-alang/ semak-semak,maka budaya sonor pada desa Rambai mengalami penurunan. Oleh karena itu peneliti tertarikmembahas sistem pertanian sonor dalam bentuk makalah.

B.PengertianKebudayaan
Katakebudayaan berasal dari istilah budhi dan dhaya pada bahasa sansekerta yangberarti nalar, sebagai akibatnya kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akalmanusia. Ada pendapat yg mengungkapkan bahwa kebudayaan yang berasal dari katabudi dan daya. Budi merupakan nalar yg adalah unsure rohani pada kebudayaan,sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar menjadi unsure jasmani, sehinggakebudayaan diartikan sebagai output dari nalar serta ikhtiar manusia.

Konsepkebudayaan meliputi seluruh kegiatan manusia, mulai menurut berfikir, berkaryadan hasil karya insan itu sendiri. Maka buat mempermudah pada memahami danmenganalisis sebuah budaya dalam rakyat, Koentjaraningrat membagi-bagikebudayaan menjadi beberapa unsur yaitu: Bahasa, pengetahuan, organisasi,sosial, peralatan serta teknologi, mata pencaharian, sistem riligi serta kesenian.

Untukkepentingan ilmiah serta memudahkan identifikasi, para sarjana membagi ketujuhunsur kebudayaan universal tadi ke alamunsur-unsur kebudayaan yang lebih kecil. Ralph Linton contohnya, ia membagicultural universal tadi ke dalam sub-sub eksklusif yg dianggap cultural activity ataukegiatan budaya.

  • Sistembahasa, kegiatan budayanya mencakup bahasa verbal dan goresan pena. Pada sistemperalatan hayati serta teknologi—baik modern maupun tradisional, tercakup alat-alat rumahtangga, perumahan, senjata, teknologi komunikasi, serta banyak lagi.
  • Sistemekonomi dan mata pencaharian hidup, kegiatan budayanya mencakup pertanian, peternakan,sistem produksi, perbankan, serta sebagainya.
  • Sistemkemasyarakatan, aktivitas budayanya meliputi tata kekerabatan, organisasikemasyarakatan, organisasi politik, tata hukum, perkawinan, serta lainnya.
Sistem kesenian,bagian-bagian mini semacam seni tari, seni musik, seni suara, seni pahat, serta seni lukis, termasuk ke dalamkegiatan budayanya. Adapun dalam sistem keagamaan, kegiatan budayanya mencakupritual ibadah, buku suci, dan lainnya.

C.Desa Rambai
Desa Rambai adalah desa yg secaraadministrasi terletak pada daerah Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten OganKomering Ilir, Sumatera Selatan. Secara geografis desa Rambaiberbatasan dengan:
1.Sebelah utara berabatasandengan desa Perigi Tanjung Kemang
2.Sebelah selatan berbatasandengan Kabupaten Banyuasin
3.Sebelah baratberbatasan menggunakan desa Perigi Talang Nangka
4.Sebelah timur berbatasandengandan desa Air Rumbai
Letakdesa Rambai berada 68 Km menurut Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan yaituPalembang dan80 Km berdasarkan Ibu kotaKabupaten Ogan Komering Ilir yaitu Kayu Agung dan 12 Km dari Ibu kotaKecamatan Pangkalan Lampam. Transportasi ke desa ini bisa dilakukan denganjalur darat seperti mengendarai mobil atau sepeda motor. Menurut data yangdiperoleh, kepadatan penduduk desa Rambai mencapai 2029 jiwa, yang terdiri dari539 kepala famili dengan kepadatan penduduk 650 per kilometer. Luas wilayahdesa ini 5236 hektar, yang secara generik merupakan desa yg banyak dikelilingikebun karet serta rawa-rawa ( tanah lebak).

Jenistanah pada umumnya merupakan jenis aluvial (tanah lebak) serta polosik (tanahtalang ). Jenis aluvial terdapat di daerah genre sungai, menggunakan warnah tanahkelabu ataupun coklat, keadaan liat, berpasir, serta menjadai lembab apabila kemarau.tanah ini dianggap jua sebagai tanah lebak menggunakan susunan humus yg kaya untukpertanian, persawahan, perkebunan kelapa serta dan palawija dan budidaya ikan airtawar. Tanah aluvial jika tergenang air warnahnya menjadi kehitam-hitaman.sementara itu, jenis palosik terdapat pada daratan yang tidak tergenang air dengantingkat kesuburan lebih rendah menurut tanah lebak. Selain buat perkebunan,wilayah dengan jenis tanah ini seringkali digunakan buat permukiman penduduk.

DesaRambai salah satu daerah pedesaan yg terletak di kabupaten Ogan KomeringIlir yang secara umumnya merupakan wilayah beriklim tropis, dengan perkisaranmusim kemarau antara bulan Mei hingga bulan Oktober. Musim penghujan terjadipada masa pada antara bulan November sampai bulan April. Penyimpangan musimterjadi berselang tahun setahun sekali berupa trend kering lebih panjang darimusim hujan. Menurut catatan, pada tahun 2000 terjadi 891 kali hujan pada daerahini, menggunakan rata-homogen curah hujan sejumlah 6.966 mm.
Dengankondisi topografis misalnya di atas, sejak masa lampau di tempat ini telahberkembang aneka tanaman terutama yg biasa masih ada di iklim tropis baikyang tumbuh secara alami juga diusahakan termasuk tumbuhan obat. Sedangkantumbuhan perkebunan merupakan karet, kelapa, jambu biji, duku, durian, cempedak,nangka ,jeruk, nanas, pisang serta sebagainya.

D.Sistem Pertanian Sonor
Menurutasal-usul istilah sonor memiliki arti “nalak”atau membiarkan atau nir diurus(Wawancara: Maddusi, 29 November 2009,Masyarakat Desa Rambai). SedangkanmenurutKepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan serta Kehutanan (BP3K) CelikahKecamatan Kota Kayuagung, Kab. Ogan Komering Ilir (OKI), Zainal Abidin , Sonor merupakan sistem penanaman padi tradisional di areal rawaatau gambut, yg hanya dilakukan dalam ketika animo kemarau panjang (palingsedikit antara 5 - 6 bulan kering. Dengan demikian padi sonor yang bibitlokalnya (ambai) akan menyemai serta tumbuh menggunakan sendirinya. Selanjut iamenjelaskan sistem pertanian sonor dievaluasi mudah serta murah oleh masyarakatkarena tidak memerlukan perawatan, pemupukan dan pengobatan. Setelah benihditebarkan pada residu abu sisa pembakaran, kemudian ditinggalkan selama 6 bulankemudian tiba pulang buat memanennya.

PenanamanPadi sistem sonor banyak dilakukan sang penduduk asli pada Kalimantan Tengah(jua pada Sumatera Selatan).padi ditanamsekali pada satu tahun menggunakan cara membabat semak-semak, lalu membakarserasah, dan menanaminya dengan sistem tugal tanpa dipupuk sama sekali. Padiyang dipakai merupakan verietas lokal seperti Bayar, Lemo dan Pandak danlainnya.sistem sonor menghasilkanantara 1,lima - dua,0 ton/ha gabah. Sesudah panen, huma diberakan buat ditanamilagi sesudah dua - tiga tahun. Kelemahan sistem sonor merupakan pembakaran serasah dilahan sebagai akibatnya dapat menyulut kebakaran gambut yg lebih luas dan mempercepatpendangkalan gambut.untuk itu, perludimodifikasi dengan cara menjadi berikut:

1)Lahan dibuka dengan caraditebas, lalu dibiarkan dalam beberapa hari
supaya kemarau;
2)Serasah dikumpulkan padatempat spesifik yg dilingkupi parit berair
lalu dibakar;
3)Abu ditaburkan ke lahanpertanaman hingga merata;
4)Tanah ditugal dengan jaraktanam25 centimeter x 25 centimeter, kemudian benih ditanam.
Lubang ditutup menggunakan menggunakanabu dapur atau residu pembakaran
semak-semak;
5)Pemeliharaan hanyadilakukan buat menjaga agresi Babi.biasanya
6)petani memakai Anjinguntuk menjaga tanamannya;
7)Sesudah panen,lahan dibiarkan bera selama dua - 3 tahun.

E. Maklumat PemerintahDaerah Propinsi Sumatera Selatan
Dekeluarkannyamaklumat pemerintah tentanag hukuman pidana terhadap pembakaran hutan ataualang-alang/ semak-semak. Maklumat tersebut mengacu pada peraruranpenundang-perundangan; kitab undang-undang hukum pidana, UU No.18 tahun 2004 tentang perkebunan, UU No.23tahun1997 pengelolaan lingkungan hidup serta UU No.41 tahun 1999 tentangkehutanan. Menurut isi berdasarkan maklumat tadi pembakaran hutan adalah tidakkejahatan karena mengakibatkan dampak:

  • Kerusakanlingkungan hayati antara lain flora dan fauna
  • Gangguankesehatan yg diakibatkan asap
  • Gangguanterhadap kegitan internasional antara lain pendidikan transportasi danperekonomian.
  • Citrabangsa Indonesia di mata internasional dipercaya menjadi bangsa “Bangsa PembakarHutan”
Denganadanya maklumat tadi secara tidak pribadi menjadi faktor primer mundurnyaatau hilangnya budaya sonor pada rakyat desa Rambai dalam khususnya(Maklumat Pemda Sumsel Tahun 2005).

F.Kesimpulan
Sonoradalah sistem penanaman padi tradisional di areal rawa atau gambut, yang hanyadilakukan dalam waktu trend kemarau panjang (paling sedikit antara lima - 6 bulankemarau. Dengan demikian padi sonor yang bibit lokalnya (ambai) akan menyemaidan tumbuh menggunakan sendirinya.
Adanyamaklumat pemerintah tentang sanksi terhadap pembakaran hutan dansemak-semak/alang-alang merufakan faktor utama penyebab mundurnya sistempertanian sonor.



PENGARUH NAUNGAN PARANET TERHADAP SIFAT TOLERANSI TANAMAN TALAS

A.pendahuluan
Petanidi indonesia  telah biasa menanam talasdisawah ataupun di pekarangan. Kendala budidaya talas di pekarangan antara lainkanopi kedap, sehingga intensitas cahaya yang diterima tananaman rendah. Unsurradiasi mentari yang krusial bagi flora artinya intensitas cahaya, kualitascahaya, serta lamanya penyiaran. Bila internsitas cahaya yg diterima rendahmaka jumlah cahaya pada terima  rendah,maka jumlah cahaya yang diterima oleh setiap luasan bagian atas daun pada jangkawaktu eksklusif rendah (Gardner et al., 1991).kondisi kekurangan cahaya mengakibatkan terganggunya metabolisme, sehinggamenyebabkan menurunnya laju fotosintesis dan buatan karbohidrat (Chowdury et al., 1994 : Sopandie et a;., 2003).
Padakondisi kekurangan cahaya, flora berupaya buat mempertahankan agarfotosintesis tetap berlangsung dalam kondisi intensitas cahaya rendah. Keadaanini bisa dicapai bila respirasi juga efisien (Sopandie et al., 1994 ; 2003). Mohr serta Schopfer (1995) menyatakan kemampuantanaman buat menyesuaikan diri terhadap lingkungan ditentukan sang sifat genetiftanaman. Secara genetif flora yg toleran terhadap naungan mempunyaikemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan.
Taizdan Zeiher (1991) menyatakan distribusi spektrum cahaya matahari yg diterimaoleh daun dipermukaan tajuk (1900 umol m-2s-1) lebih besardibanding dengan daun di bawah naungan (17.7 umol m-2s-1). Pada kondisiternaungi cahaya yang dapat dimanfaatkan untuk proses fotosintesis sangatsedikit. Cruz (1997) menyatakan naungan dapat mengurangi enzim fotosintetikyang berfungsi sebagai katalisator dalam fiksasi CO2 serta menurunkan titikkompensasi cahaya.
Pengaruhintensitas cahaya rendah terhadap hasil dalam aneka macam komoditi sudah banyakdilaporkan. Naungan 50% dalam padi genotipe peka menyebabkan jumlah gabah/malaikecil serta persentase gabah hampa yg tinggi, sebagai akibatnya produksi biji rendah(Sopandie et al., 2003). Intensitas cahaya rendah dalam saat pembungaan padidapat menurunkan karbohidrat yang terbentuk, sebagai akibatnya mengakibatkan meningkatnyagabah hampa (Chaturvedi et al., 1994). Intensitas cahaya rendah menurunkanhasil kedelai (Asadi et al., 1997), jagung (Andre et al., 1993), padi gogo(Supriyono et al., 2000), ubi jalar (Nurhayati et al., 1985), dan talas(Caiger, 1986 ; Wirawati et al., 2002). Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh berita tentang prosedur adaptasi tumbuhan talas terhadapintensitas cahaya rendah.
HASILDAN PEMBAHASAN
Hasilanalisis menerangkan bahwa naungan paranet berpengaruh nyata terhadap penurunanbobot kemarau umbi (Tabel 1). Berdasarkan penurunan bobot kemarau umbi (Tabel 1),hasil uji toleransi terhadap 20 klon talas yang diteliti masih ada klon-klontoleran dan peka dalam naungan paranet 25%, 50%, dan 75%. Hasil nisbi (persenterhadap kontrol) bobot kemarau umbi dalam naungan 25% berkisar antara36.7-102.1%, yg keragamannya lebih tinggi dibandingkan menggunakan output relatifpada naungan 50% (28.1-87.9%) serta naungan 75% (24.5-91.7%). Sahardi (2000)menyatakan bahwa penyaringan genotipe toleran padi gogo dari penurunanhasil nisbi yang mempunyai keragaman tinggi yaitu naungan karet 3 tahun yangsetara menggunakan naungan 50%.
Padapenelitian ini keragaman tertinggi penurunan output relatif bobot kering umbiialah naungan 25%, tetapi bila memperhatikan jumlah klon talas toleran padanaungan 25% diperoleh 16 klon yg lebih poly dibandingkan naungan 50% (9klon toleran) serta 7 klon toleran dalam naungan 75%. Atas dasar klon toleran yangdiperoleh, naungan 25% masih terlalu kasar buat menyaring klon talas tolerandan naungan 75% terlalu halus. Dengan pertimbangan perolehan klon toleran padake tiga taraf naungan tersebut, maka pada penelitian ini dipilih naungan 50persenuntuk menyaring talas toleran. Elfarisna (2000) menyatakan bahwa untukverifikasi hasil kedelai toleran naungan dipakai naungan buatan 50%.
Pada naungan50%, penurunan bobot kering umbi klon toleran dan peka apabila dibandingkan dengannaungan 0% disajikan pada Gambar 2. Gambar 2 memberitahuakn bahwa penurunan bobotkering umbi pada naungan paranet 50% lebih tinggi klon peka dibandingkan denganklon toleran. Naungan 50% dipilih lantaran bisa menyeleksi lebih baikdibandingkan naungan 25% serta 75%.

Peningkatan luasdaun dalam dasarnya merupakan kemampuan tumbuhan dalam mengatasi cekaman naungan.peningkatan luas daun adalah upaya tumbuhan dalam mengefisiensikanpenangkapan energi cahaya untuk fotosintesis secara normal dalam kondisiintensitas cahaya rendah. Taiz serta Zeiger (1991) menyatakan daun tanamantoleran naungan memiliki struktur sel-sel palisade mini serta ukurannya tidakjauh tidak selaras menggunakan sel-sel bunga karang, sehingga daun lebih tipis. Strukturtersebut lebih berongga serta akan menambah efisien dalam menangkap energiradiasi cahaya buat proses fotosintesis.

Peningkatankandungan klorofil a serta b mengakibatkan kemampuan dalam menangkap tenaga radiasicahaya klon toleran lebih efisien dibandingkan menggunakan klon peka, sehinggafotosintesis klon toleran lebih tinggi dibandingkan dengan klon peka. Klorofila serta b berperan pada proses fotosintesis flora. Klorofil b berfungsisebagai antena fotosintetik yg mengumpulkan cahaya. Peningkatan kandunganklorofil b yang dalam syarat ternaungi berkaitan dengan peningkatan proteinklorofil sehingga akan meningkatkan efisiensi fungsi antena fotosintetik padaLight Harvesting Complex II (LHC II). Penyesuaian tanaman terhadap radiasi yangrendah pula dicirikan menggunakan membesarnya antena buat fotosistem II.membesarnya antena buat fotosistem II akan menaikkan efisiensi pemanenancahaya (Hidema et al., 1992).

Klorofilb berfungsi menjadi antena yg mengumpulkan cahaya buat lalu ditransferke sentra reaksi. Pusat reaksi tersusun dari klorofil a. Energi cahaya akandiubah menjadi energi kimia pada pusat reaksi yang lalu dapat digunakan untukproses reduksi dalam fotosintesis (Taiz dan Zeiger, 1991). Peningkatan kadarklorofil a serta b adalah bukti kemampuan tanaman talas buat tumbuh pada bawahkondisi cahaya rendah (Johnston serta Onwueme, 1996), dan menurut Sahardi (2000)bukti ini merupakan keliru satu bentuk prosedur toleransi terhadap naungan.