MENGIDENTIFIKASI TUJUAN TEKS PROSEDUR DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS 7 SMP/MTS

Teks prosedur merupakan jenis teks yg berisi prosedur atau cara atau tahapan yg bisa dilakukan sang pembaca. Teks mekanisme terdapat untuk membantu pembaca dalam melaksanakan, menciptakan, atau melakukan suatu hal.
Ada tiga teks mekanisme yg dibahasa dalam goresan pena ini, yaitu teks mekanisme yg berjudul: Cara Memainkan Angklung; Cara Membuat Obat Radisional Insomnia; dan Cara Melakukan Gerakan Tari Tor-Tor.
Jadi, masing-masing teks mekanisme mempunyai tujuan sendiri. Berikut ini adalah pembahasan mengenai tujuan sebuah teks mekanisme di atas.
Kita lihat tujuan teks prosedur pada atas bisa dipandang berdasarkan judulnya. Bandingkan ketiga judul tadi. Pasti diawali dengan kata 'cara'. Jadi terdapat kemiripannya, semuanya merupakan cara untuk. Tinggal diubahsuaikan dengan judul teksnya.
Judul teks mekanisme yang pertama adalah Cara Memainkan Angklung berarti teks tadi mempunyai tujuan untuk memandu orang lain buat memainkan indera musik angklung menggunakan urutan yg tepat.
Judul teks mekanisme yg kedua merupakan Cara Membuat Obat Tradisional Insomnia berarti teks mekanisme tadi bertujuan buat membantu pembaca supaya sanggup menciptakan obat sulit tidur secara tradisional  menggunakan langkah-langkah yg sempurna.
Judul teks mekanisme yg ketiga adalah Cara Melakukan Gerakan Tari Tor-tor. Teks mekanisme tersebut memiliki tujuan agar pembaca bisa mengikuti gerakan tari Tor Tor.
Selain mempunyai judul yg mirip, yaitu sama-sama cara, teks prosedur tadi jua memiliki kemiripan lain yaitu berisi point-point yg wajib dilakukan. Ada yang menggunakan simbol bulat, ada pula yg memakai angka buat menunjukkan tahapan pembuatannya.
Berdasarkan persamaan teks mekanisme tadi, ada persamaan lain yg ada dalam teks mekanisme di atas, yaitu masing-masing tahapan serta langkah-langkah yang harus dilakukan nir sanggup diubah urutannya. Jika urutannya diubah maka prosedur yang dilakukan nir akan sukses. Misalnya pada teks mekanisme yg berjudul Cara Membuat Obat Radisional Insomnia langkah nomro 2 serta angka 1 nir bisa ditukar tempatnya. Bayangkan saja apabila sebuah akar kelapa ditumbuk dulu, baru dipoton, masing-masing 4 cm, maka hal tersebut tidak mungkin dilakukan.
Karena sama-sama mempunyai tujuan, maka akan terdapat hasil yang didapat dari ketiga teks prosedur pada atas.
Demikian penjelasan mengenai tujuan sebuah teks prosedur. Semoga bermanfaat.

PENGERTIAN DATA MINING APA ITU DATA MINING

Pengertian Data Mining, Apa Itu Data Mining?
Secara sederhana data mining adalah penambangan atau inovasi liputan baru menggunakan mencari pola atau aturan tertentu berdasarkan sejumlah data yg sangat besar (Davies, 2004). Data mining juga diklaim sebagai serangkaian proses buat menggali nilai tambah berupa pengetahuan yg selama ini nir diketahui secara manual menurut suatu deretan data (Pramudiono, 2007). Data mining, tak jarang jua dianggap menjadi knowledge discovery in database (KDD). KDD adalah aktivitas yg mencakup pengumpulan, pemakaian data, historis buat menemukan keteraturan, pola atau hubungan pada set data berukuran akbar (Santoso, 2007). 

Data mining merupakan aktivitas menemukan pola yg menarik menurut data dalam jumlah akbar, data dapat disimpan pada database, data warehouse, atau penyimpanan keterangan lainnya. Data mining berkaitan dengan bidang ilmu – ilmu lain, misalnya database system, data warehousing, statistik, machine learning, information retrieval, dan komputasi tingkat tinggi. Selain itu, data mining didukung oleh ilmu lain misalnya neural network, sosialisasi pola, spatial data analysis, image database, signal processing (Han, 2006). Data mining didefinisikan menjadi proses menemukan pola-pola pada data. Proses ini otomatis atau seringnya semiotomatis. Pola yg ditemukan wajib penuh arti serta pola tadi memberikan keuntungan, biasanya keuntungan secara ekonomi. Data yg diharapkan dalam jumlah besar (Witten, 2005).

Karakteristik data mining menjadi berikut
Data mining herbi inovasi sesuatu yg tersembunyi dan pola data eksklusif yang nir diketahui sebelumnya. 
Data mining biasa memakai data yg sangat besar . Biasanya data yang besar dipakai buat menciptakan output lebih dipercaya. 

Data mining bermanfaat buat menciptakan keputusan yg kritis, terutama pada taktik (Davies, 2004).
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut bisa ditarik konklusi bahwa data mining merupakan suatu teknik menggali informasi berharga yg terpendam atau tersembunyi pada suatu koleksi data (database) yang sangat akbar sebagai akibatnya ditemukan suatu pola yg menarik yg sebelumnya tidak diketahui. Kata mining sendiri berarti usaha buat mendapatkan sedikit barang berharga dari sejumlah besar material dasar. Lantaran itu data mining sebenarnya memiliki akar yg panjang menurut bidang ilmu misalnya kecerdasan buatan (artificial intelligent), machine learning, statistik serta database. Beberapa metode yang sering diklaim-sebut pada literatur data mining diantaranya clustering, lassification, association rules mining, neural network, genetic algorithm serta lain-lain (Pramudiono, 2007).

Pengenalan Pola, Data Mining, dan Machine Learning
Pengenalan pola merupakan suatu disiplin ilmu yg menyelidiki cara-cara mengklasifikasikan obyek ke beberapa kelas atau kategori dan mengenali kecenderungan data. Tergantung dalam aplikasinya, obyek-obyek ini sanggup berupa pasien, mahasiswa, pemohon kredit, image atau signal atau pengukuran lain yang perlu diklasifikasikan atau dicari fungsi regresinya (Santoso, 2007).data mining, acapkali juga diklaim knowledge discovery in database (KDD), merupakan kegiatan yg meliputi pengumpulan, pemakaian data historis buat menemukan keteraturan, pola atau interaksi dalam set data berukuran besar . Keluaran dari data mining ini sanggup digunakan buat memperbaiki pengambilan keputusan di masa depan. Sehingga kata pattern recognition sporadis dipakai karena termasuk bagian dari data mining (Santoso, 2007).

Machine Learning merupakan suatu area dalam artificial intelligence atau kecerdasan protesis yang herbi pengembangan teknik-teknik yg sanggup diprogramkan serta belajar menurut data masa kemudian. Pengenalan pola, data mining dan machine learning acapkali digunakan buat menyebut sesuatu yg sama. Bidang ini bersinggungan menggunakan ilmu probabilitas serta statistik kadang jua optimasi. Machine learning menjadi alat analisis dalam data mining. Bagaimana bidang-bidang ini berafiliasi sanggup ditinjau pada gambar (Santoso, 2007).

Tahap-Tahap Data mining
Sebagai suatu rangkaian proses, data mining bisa dibagi menjadi beberapa termin yang diilustrasikan di Gambar  Tahap-tahap tadi bersifat interaktif, pemakai terlibat langsung atau menggunakan perantaraan knowledge base

Tahap-termin data mining ada 6 yaitu :

1. Pembersihan data (data cleaning)
Pembersihan data adalah proses menghilangkan noise serta data yg nir konsisten atau data nir relevan. Pada biasanya data yang diperoleh, baik menurut database suatu perusahaan juga hasil eksperimen, memiliki isian-isian yang nir sempurna seperti data yang hilang, data yang tidak valid atau pula hanya sekedar keliru ketik. Selain itu, ada jua atribut-atribut data yang tidak relevan menggunakan hipotesa data mining yg dimiliki. Data-data yg tidak relevan itu juga lebih baik dibuang. Pembersihan data juga akan mempengaruhi performasi berdasarkan teknik data mining karena data yg ditangani akan berkurang jumlah serta kompleksitasnya.

2. Integrasi data (data integration)
Integrasi data adalah penggabungan data menurut banyak sekali database ke dalam satu database baru. Tidak jarang data yang dibutuhkan buat data mining tidak hanya berasal berdasarkan satu database tetapi juga berasal dari beberapa database atau arsip teks. Integrasi data dilakukan dalam atribut-aribut yang mengidentifikasikan entitas-entitas yg unik seperti atribut nama, jenis produk, nomor pelanggan serta lainnya. Integrasi data perlu dilakukan secara cermat karena kesalahan dalam integrasi data sanggup membentuk output yang menyimpang dan bahkan menyesatkan pengambilan aksi nantinya. Sebagai contoh apabila integrasi data dari jenis produk ternyata menggabungkan produk dari kategori yang berbeda maka akan dihasilkan korelasi antar produk yang sebenarnya tidak ada. 

3. Seleksi Data (Data Selection)
Data yg ada dalam database tak jarang kali tidak semuanya digunakan, sang karenanya hanya data yg sinkron buat dianalisis yg akan diambil dari database. Sebagai contoh, sebuah perkara yg meneliti faktor kecenderungan orang membeli dalam kasus market basket analysis, nir perlu merogoh nama pelanggan, cukup dengan id pelanggan saja.

4. Transformasi data (Data Transformation)
Data diubah atau digabung ke pada format yg sesuai buat diproses dalam data mining. Beberapa metode data mining membutuhkan format data yg khusus sebelum sanggup diaplikasikan. Sebagai contoh beberapa metode baku seperti analisis asosiasi serta clustering hanya mampu mendapat input data kategorikal. Karenanya data berupa angka numerik yang berlanjut perlu dibagi-bagi sebagai beberapa interval. Proses ini seringkali dianggap transformasi data. 

5. Proses mining, 
Merupakan suatu proses primer saat metode diterapkan untuk menemukan pengetahuan berharga serta tersembunyi berdasarkan data. 

6. Evaluasi pola (pattern evaluation), 
Untuk mengidentifikasi pola-pola menarik kedalam knowledge based yg ditemukan. Dalam termin ini output berdasarkan teknik data mining berupa pola-pola yang spesial maupun contoh prediksi dinilai untuk menilai apakah hipotesa yang terdapat memang tercapai. Jika ternyata hasil yg diperoleh nir sinkron hipotesa ada beberapa cara lain yang bisa diambil seperti menjadikannya umpan pulang buat memperbaiki proses data mining, mencoba metode data mining lain yang lebih sesuai, atau menerima output ini menjadi suatu hasil yg di luar dugaan yang mungkin berguna.

7. Presentasi pengetahuan (knowledge presentation), 
Merupakan visualisasi serta penyajian pengetahuan mengenai metode yg digunakan buat memperoleh pengetahuan yg diperoleh pengguna. Tahap terakhir dari proses data mining merupakan bagaimana memformulasikan keputusan atau aksi dari hasil analisis yg didapat. Ada kalanya hal ini harus melibatkan orang-orang yang tidak memahami data mining. Karenanya presentasi output data mining pada bentuk pengetahuan yang bisa dipahami seluruh orang adalah satu tahapan yg diharapkan pada proses data mining. Dalam presentasi ini, visualisasi juga sanggup membantu mengkomunikasikan output data mining (Han, 2006)

Metode Data mining
Dengan definisi data mining yang luas, terdapat poly jenis metode analisis yang bisa digolongkan dalam data mining. 

Association rules
Association rules (aturan asosiasi) atau affinity analysis (analisis afinitas) berkenaan menggunakan studi tentang “apa beserta apa”. Sebagai model bisa berupa berupa studi transaksi di pasar swalayan, contohnya seorang yg membeli susu bayi juga membeli sabun mandi. Pada perkara ini berarti susu bayi bersama dengan sabun mandi. Lantaran awalnya berasal berdasarkan studi tentang database transaksi pelanggan untuk menentukan norma suatu produk dibeli beserta produk apa, maka aturan asosiasi pula seringkali dinamakan market basket analysis. Aturan asosiasi ingin menaruh fakta tersebut dalam bentuk interaksi “if-then” atau “jika-maka”. Aturan ini dihitung dari data yang sifatnya probabilistik (Santoso, 2007). Analisis asosiasi dikenal pula sebagai salah satu metode data mining yg menjadi dasar berdasarkan banyak sekali metode data mining lainnya. Khususnya salah satu termin menurut analisis asosiasi yang diklaim analisis pola frekuensi tinggi (frequent pattern mining) menarik perhatian banyak peneliti buat membentuk prosedur pemecahan yg efisien. Penting tidaknya suatu aturan assosiatif bisa diketahui dengan 2 parameter, support (nilai penunjang) yaitu prosentase kombinasi item tersebut. Pada database serta confidence (nilai kepastian) yaitu kuatnya hubungan antar item pada aturan assosiatif. Analisis asosiasi didefinisikan suatu proses buat menemukan seluruh aturan assosiatif yg memenuhi kondisi minimum buat support (minimum support) dan syarat minimum buat confidence (minimum confidence) (Pramudiono, 2007).

Ada beberapa prosedur pemecahan yang sudah dikembangkan tentang aturan asosiasi, namun terdapat satu prosedur pemecahan klasik yang sering dipakai yaitu algoritma apriori. Ide dasar berdasarkan prosedur pemecahan ini merupakan dengan mengembangkan frequent itemset. Dengan menggunakan satu item serta secara rekursif membuatkan frequent itemset dengan 2 item, 3 item dan seterusnya sampai frequent itemset menggunakan semua ukuran. Untuk menyebarkan frequent set menggunakan 2 item, bisa menggunakan frequent set item. Alasannya merupakan apabila set satu item nir melebihi support minimum, maka sembarang ukuran itemset yg lebih besar nir akan melebihi support minimum tersebut. Secara umum, berbagi set menggunakan fc-item memakai frequent set menggunakan k – 1 item yg dikembangkan dalam langkah sebelumnya. Setiap langkah memerlukan sekali inspeksi ke semua isi database. 

Dalam asosiasi masih ada istilah antecedent serta consequent, antecedent buat mewakili bagian “apabila” dan consequent buat mewakili bagian “maka”. Dalam analisis ini, antecedent serta consequent adalah sekelompok item yg nir punya hubungan secara bersama (Santoso, 2007). Dari jumlah akbar aturan yg mungkin dikembangkan, perlu memiliki anggaran-aturan yang cukup bertenaga tingkat ketergantungan antar item pada antecedent dan consequent. Untuk mengukur kekuatan anggaran asosiasi ini, digunakan berukuran support dan confidence. Support adalah rasio antara jumlah transaksi yang memuat antecedent dan consequent menggunakan jumlah transaksi. Confidence adalah rasio antara jumlah transaksi yg meliputi seluruh item pada antecedent dan consequent menggunakan jumlah transaksi yg mencakup semua item pada antecedent.

Langkah pertama prosedur pemecahan apriori adalah, support berdasarkan setiap item dihitung dengan men-scan database. Setelah support menurut setiap item didapat, item yg mempunyai support lebih besar menurut minimum support dipilih menjadi pola frekuensi tinggi menggunakan panjang 1 atau seringkali disingkat 1-itemset. Singkatan k-itemset berarti satu set yg terdiri dari k item. Iterasi ke 2 membuat 2-itemset yang tiap set-nya memiliki 2 item. Pertama dibentuk kandidat dua-itemset menurut kombinasi semua 1-itemset. Lalu buat tiap 

kandidat dua-itemset ini dihitung support-nya dengan men-scan database. Support artinya jumlah transaksi dalam database yang mengandung ke 2 item pada kandidat dua-itemset. Setelah support dari semua kandidat 2-itemset didapatkan, kandidat 2-itemset yg memenuhi kondisi minimum support dapat ditetapkan sebagai dua-itemset yang pula merupakan pola frekuensi tinggi dengan panjang 2.(Pramudiono, 2007)

Untuk selanjutnya perulangan iterasi ke-k bisa dibagi lagi sebagai beberapa bagian :

1. Pembentukan kandidat itemset
Kandidat k-itemset dibuat berdasarkan kombinasi (k-1)-itemset yg didapat menurut iterasi sebelumnya. Satu ciri menurut prosedur pemecahan apriori adalah adanya pemangkasan kandidat k-itemset yg subset-nya yg berisi k-1 item nir termasuk pada pola frekuensi tinggi menggunakan panjang k-1.

2. Penghitungan support dari tiap kandidat k-itemset
Support dari tiap kandidat k-itemset didapat menggunakan men-scan database untuk menghitung jumlah transaksi yg memuat seluruh item di dalam kandidat k-itemset tersebut. Ini adalah jua ciri menurut prosedur pemecahan apriori yaitu dibutuhkan penghitungan dengan scan seluruh database sebesar k-itemset terpanjang.

3. Tetapkan pola frekuensi tinggi
Pola frekuensi tinggi yg memuat k item atau k-itemset ditetapkan berdasarkan kandidat k-itemset yang support-nya lebih akbar berdasarkan minimum support. Kemudian dihitung confidence masing-masing kombinasi item. Iterasi berhenti ketika semua item telah dihitung hingga nir terdapat kombinasi item lagi. (Pramudiono, 2007)

Secara ringkas algoritma apriori sebagai berikut :
Create L1 = set of supported itemsets of cardinality one 
Set k to 2
while (Lk−1 _= ∅)  
Create Ck from Lk−1
Prune all the itemsets in Ck that are not
supported, to create Lk
Increase k by 1
}
The set of all supported itemsets is L1 ∪ L2 ∪ · · · ∪ Lk 

Selain prosedur pemecahan apriori, terdapat pula prosedur pemecahan lain seperti FP-Grwoth. 
Perbedaan prosedur pemecahan apriori menggunakan FP-Growth dalam banyaknya scan database. Algoritma apriori melakukan scan database setiap kali perulangan sedangkan prosedur pemecahan FP-Growth hanya melakukan sekali pada awal (Bramer, 2007).

Decision Tree
Dalam decision tree tidak memakai vector jeda buat mengklasifikasikan obyek. Seringkali data observasi memiliki atribut-atribut yg bernilai nominal. Seperti yg diilustrasikan dalam gambar 2.6, misalkan obyeknya adalah sekumpulan buah-buahan yg mampu dibedakan menurut atribut bentuk, warna, berukuran dan rasa. Bentuk, warna, ukuran dan rasa adalah besaran nominal, yaitu bersifat kategoris dan tiap nilai tidak sanggup dijumlahkan atau dikurangkan. Dalam atribut rona ada beberapa nilai yang mungkin yaitu hijau, kuning, merah. Dalam atribut ukuran ada nilai akbar, sedang serta mini . Dengan nilai-nilai atribut ini, lalu dibentuk decision tree buat memilih suatu obyek termasuk jenis buah apa apabila nilai tiap-tiap atribut diberikan (Santoso, 2007).

Ada beberapa macam algoritma decision tree diantaranya CART dan C4.5. Beberapa gosip primer pada decision tree yg sebagai perhatian yaitu seberapa lebih jelasnya pada menyebarkan decision tree, bagaimana mengatasi atribut yang bernilai continues, menentukan ukuran yg cocok buat penentuan atribut, menangani data training yg memiliki data yang atributnya tidak memiliki nilai, memperbaiki efisiensi perhitungan (Santoso, 2007).decision tree sesuai dipakai buat perkara-perkara yang keluarannya bernilai diskrit. Walaupun poly variasi model decision tree menggunakan tingkat kemampuan serta syarat yg tidak sinkron, dalam umumnya beberapa ciri yang cocok buat diterapkannya decision tree merupakan sebagai berikut :
1. Data dinyatakan dengan pasangan atribut dan nilainya
2. Label/keluaran data umumnya bernilai diskrit
3. Data memiliki missing value (nilai dari suatu atribut tidak diketahui)

Dengan cara ini akan gampang mengelompokkan obyek ke dalam beberapa grup. Untuk membuat decision tree perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Atribut mana yang akan dipilih untuk pemisahan obyek
2. Urutan atribut mana yg akan dipilih terlebih dahulu
3. Struktur tree
4. Kriteria pemberhentian
5. Pruning 
(Santoso, 2007)

Clustering
Clustering termasuk metode yang sudah relatif dikenal dan poly dipakai dalam data mining. Sampai kini para ilmuwan pada bidang data miningmasih melakukan banyak sekali bisnis untuk melakukan pemugaran contoh clustering karena metode yg dikembangkan sekarang masih bersifat heuristic. Usaha-usaha buat menghitung jumlah cluster yang optimal dan pengklasteran yang paling baik masih terus dilakukan. Dengan demikian memakai metode yang sekarang, nir sanggup menjamin hasil pengklasteran telah adalah output yang optimal. Namun, hasil yang dicapai umumnya telah cukup indah berdasarkan segi mudah.

Tujuan primer dari metode clustering merupakan pengelompokan sejumlah data/obyek ke alam cluster (class) sehingga dalam setiap cluster akan berisi data yg semirip mungkin misalnya diilustrasikan pada gambar 2.7. Dalam clustering metode ini berusaha buat menempatkan obyek yang seperti (jaraknya dekat) dalam satu klaster serta membuat jeda antar klaster sejauh mungkin. Ini berarti obyek dalam satu cluster sangat seperti satu sama lain dan berbeda menggunakan obyek dalam cluster-cluster yg lain. Dalam metode ini tidak diketahui sebelumnya berapa jumlah cluster serta bagaimana pengelompokannya (Santoso, 2007).

Software Aplikasi
Software aplikasi terdiri atas program yang berdiri sendiri yg bisa mengatasi kebutuhan bisnis eksklusif. Aplikasi memfasilitasi operasi bisnis atau pengambilan keputusan manajemen juga teknik sebagai tambahan dalam pelaksanaan pemrosesan data konvensional. Sofware pelaksanaan dipakai buat mengatur fungsi bisnis secara real time (Pressman, 2005).

Desain Model Aplikasi
Desain model berdasarkan aplikasi terdiri menurut physical model dan logical model. Physical contoh dapat digambarkan dengan bagan alir sistem. Logical model dalam sistem liputan lebih menjelaskan pada pengguna bagaimana nantinya fungsi-fungsi pada sistem fakta secara nalar akan bekerja. Logical model bisa digambarkan menggunakan DFD (Data Flow Diagram) serta kamus data (Data Dictionary). Adapun penerangan dari alat bantu pada desain contoh adalah menjadi berikut :

1. Diagram Konteks (Context Diagram)
Diagram konteks adalah sebuah diagram sederhana yg mendeskripsikan hubungan antara proses dan entitas luarnya. Adapun simbol-simbol dalam diagram konteks seperti dijelaskan dalam tabel 2.2.


DFD (Data Flow Diagram)
DFD merupakan suatu contoh akal yg menggambarkan dari data dan tujuan data yg keluar berdasarkan sistem, serta mendeskripsikan penyimpanan data serta proses yg mentranformasikan data. DFD memperlihatkan interaksi antara data pada sistem dan proses dalam sistem. Beberapa simbol yang dipakai pada DFD diterangkan dalam tabel


Perancangan Perangkat Lunak
Proses perancangan sistem membagi persyaratan pada sistem perangkat keras atau perangkat lunak. Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara holistik. Perancangan software melibatkan identifikasi dan pelukisan abstraksi sistem aplikasi yg fundamental serta interaksi-hubungannya (Sommerville, 2003). Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan serta sebagai bagian menurut konfigurasi perangkat lunak (Pressman, 1997). Tahap desain mencakup perancangan data, perancangan fungsional, serta perancangan antarmuka. 

1. Perancangan data
Perancangan data mentransformasikan contoh data yg didapatkan sang proses analisis menjadi struktur data yang dibutuhkan dalam saat pembuatan acara (coding). Selain itu jua akan dilakukan desain terhadap struktur database yg akan dipakai. 

2. Perancangan fungsional
Perancangan fungsional mendeskripsikan kebutuhan fungsi-fungsi primer software.

3. Perancangan antarmuka 
Perancangan antarmuka mendefinisikan bagaimana pengguna (user) dan perangkat lunak berkomunikasi pada menjalankan fungsionalitas aplikasi.

Implementasi serta Pengujian Unit
Pada termin ini, perancangan perangkat lunak direalisasikan menjadi serangkaian acara atau unit program. Kemudian pengujian unit melibatkan pembuktian bahwa setiap unit acara sudah memenuhi spesifikasinya (Sommerville, 2003).program usahakan dirilis sesudah dikembangkan, diuji buat memperbaiki kesalahan yg ditemukan dalam pengujian buat menjamin kualitasnya (Padmini, 2005). Terdapat 2 metode pengujian yaitu : 
1) Metode white box yaitu pengujian yg serius dalam akal internal software (source code program).
2) Metode black box yaitu mengarahkan pengujian buat menemukan kesalahan-mesalahan dan memastikan bahwa input yg dibatasi akan memberikan output aktual yg sesuai dengan hasil yg diharapkan. Pada tahap pengujian, penulis melakukan metode black box yaitu menguji fungsionalitas menurut perangkat lunak saja tanpa harus mengetahui struktur internal acara (source code).

PENGERTIAN DATA MINING APA ITU DATA MINING

Pengertian Data Mining, Apa Itu Data Mining?
Secara sederhana data mining merupakan penambangan atau penemuan fakta baru dengan mencari pola atau anggaran eksklusif dari sejumlah data yang sangat akbar (Davies, 2004). Data mining jua disebut menjadi serangkaian proses buat menggali nilai tambah berupa pengetahuan yang selama ini nir diketahui secara manual berdasarkan suatu perpaduan data (Pramudiono, 2007). Data mining, sering juga diklaim sebagai knowledge discovery in database (KDD). KDD adalah aktivitas yang mencakup pengumpulan, pemakaian data, historis buat menemukan keteraturan, pola atau interaksi dalam set data berukuran akbar (Santoso, 2007). 

Data mining adalah aktivitas menemukan pola yang menarik menurut data pada jumlah akbar, data bisa disimpan pada database, data warehouse, atau penyimpanan berita lainnya. Data mining berkaitan dengan bidang ilmu – ilmu lain, seperti database system, data warehousing, statistik, machine learning, information retrieval, dan komputasi taraf tinggi. Selain itu, data mining didukung oleh ilmu lain seperti neural network, pengenalan pola, spatial data analysis, image database, signal processing (Han, 2006). Data mining didefinisikan menjadi proses menemukan pola-pola pada data. Proses ini otomatis atau seringnya semiotomatis. Pola yg ditemukan harus penuh arti dan pola tersebut memberikan keuntungan, umumnya keuntungan secara ekonomi. Data yg diperlukan dalam jumlah besar (Witten, 2005).

Karakteristik data mining sebagai berikut
Data mining herbi penemuan sesuatu yg tersembunyi serta pola data eksklusif yg nir diketahui sebelumnya. 
Data mining biasa menggunakan data yang sangat akbar. Biasanya data yang akbar digunakan buat membuat hasil lebih dianggap. 

Data mining bermanfaat buat membuat keputusan yang kritis, terutama dalam strategi (Davies, 2004).
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat ditarik konklusi bahwa data mining adalah suatu teknik menggali liputan berharga yang terpendam atau tersembunyi dalam suatu koleksi data (database) yg sangat akbar sehingga ditemukan suatu pola yg menarik yg sebelumnya nir diketahui. Kata mining sendiri berarti usaha buat mendapatkan sedikit barang berharga berdasarkan sejumlah besar material dasar. Lantaran itu data mining sebenarnya mempunyai akar yg panjang dari bidang ilmu seperti kecerdasan protesis (artificial intelligent), machine learning, statistik dan database. Beberapa metode yang seringkali diklaim-sebut pada literatur data mining diantaranya clustering, lassification, association rules mining, neural network, genetic algorithm dan lain-lain (Pramudiono, 2007).

Pengenalan Pola, Data Mining, serta Machine Learning
Pengenalan pola adalah suatu disiplin ilmu yang menyelidiki cara-cara mengklasifikasikan obyek ke beberapa kelas atau kategori serta mengenali kesamaan data. Tergantung dalam aplikasinya, obyek-obyek ini mampu berupa pasien, mahasiswa, pemohon kredit, image atau signal atau pengukuran lain yg perlu diklasifikasikan atau dicari fungsi regresinya (Santoso, 2007).data mining, acapkali juga dianggap knowledge discovery in database (KDD), merupakan kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data historis buat menemukan keteraturan, pola atau interaksi pada set data ukuran akbar. Keluaran dari data mining ini sanggup digunakan buat memperbaiki pengambilan keputusan di masa depan. Sehingga istilah pattern recognition sporadis digunakan lantaran termasuk bagian berdasarkan data mining (Santoso, 2007).

Machine Learning adalah suatu area pada artificial intelligence atau kecerdasan protesis yg berhubungan dengan pengembangan teknik-teknik yg mampu diprogramkan serta belajar menurut data masa lalu. Pengenalan pola, data mining dan machine learning sering digunakan buat menyebut sesuatu yang sama. Bidang ini bersinggungan dengan ilmu probabilitas serta statistik kadang pula meningkatkan secara optimal. Machine learning sebagai alat analisis dalam data mining. Bagaimana bidang-bidang ini bekerjasama mampu dicermati pada gambar (Santoso, 2007).

Tahap-Tahap Data mining
Sebagai suatu rangkaian proses, data mining bisa dibagi sebagai beberapa tahap yg diilustrasikan pada Gambar  Tahap-tahap tersebut bersifat interaktif, pemakai terlibat eksklusif atau dengan perantaraan knowledge base

Tahap-termin data mining ada 6 yaitu :

1. Pembersihan data (data cleaning)
Pembersihan data adalah proses menghilangkan noise dan data yang tidak konsisten atau data tidak relevan. Pada umumnya data yg diperoleh, baik berdasarkan database suatu perusahaan juga hasil eksperimen, memiliki isian-isian yang tidak paripurna seperti data yang hilang, data yang tidak valid atau juga hanya sekedar keliru ketik. Selain itu, terdapat jua atribut-atribut data yang nir relevan menggunakan hipotesa data mining yg dimiliki. Data-data yang tidak relevan itu pula lebih baik dibuang. Pembersihan data jua akan mempengaruhi performasi berdasarkan teknik data mining lantaran data yg ditangani akan berkurang jumlah dan kompleksitasnya.

2. Integrasi data (data integration)
Integrasi data merupakan penggabungan data berdasarkan aneka macam database ke dalam satu database baru. Tidak jarang data yang dibutuhkan buat data mining tidak hanya asal dari satu database namun pula berasal dari beberapa database atau file teks. Integrasi data dilakukan pada atribut-aribut yg mengidentifikasikan entitas-entitas yg unik seperti atribut nama, jenis produk, nomor pelanggan serta lainnya. Integrasi data perlu dilakukan secara cermat karena kesalahan pada integrasi data bisa menghasilkan hasil yg menyimpang dan bahkan menyesatkan pengambilan aksi nantinya. Sebagai contoh apabila integrasi data menurut jenis produk ternyata menggabungkan produk menurut kategori yg berbeda maka akan dihasilkan korelasi antar produk yang sebenarnya nir terdapat. 

3. Seleksi Data (Data Selection)
Data yg ada pada database acapkali kali tidak semuanya digunakan, oleh karenanya hanya data yg sesuai untuk dianalisis yg akan diambil menurut database. Sebagai contoh, sebuah masalah yang meneliti faktor kesamaan orang membeli dalam kasus market basket analysis, tidak perlu merogoh nama pelanggan, relatif menggunakan id pelanggan saja.

4. Transformasi data (Data Transformation)
Data diubah atau digabung ke pada format yg sinkron buat diproses pada data mining. Beberapa metode data mining membutuhkan format data yang spesifik sebelum mampu diaplikasikan. Sebagai contoh beberapa metode standar seperti analisis asosiasi dan clustering hanya mampu mendapat input data kategorikal. Karenanya data berupa nomor numerik yg berlanjut perlu dibagi-bagi sebagai beberapa interval. Proses ini acapkali disebut transformasi data. 

5. Proses mining, 
Merupakan suatu proses primer ketika metode diterapkan untuk menemukan pengetahuan berharga serta tersembunyi menurut data. 

6. Evaluasi pola (pattern evaluation), 
Untuk mengidentifikasi pola-pola menarik kedalam knowledge based yang ditemukan. Dalam termin ini hasil dari teknik data mining berupa pola-pola yang khas juga model prediksi dinilai buat menilai apakah hipotesa yg ada memang tercapai. Jika ternyata output yg diperoleh tidak sinkron hipotesa terdapat beberapa cara lain yg dapat diambil seperti menjadikannya umpan kembali buat memperbaiki proses data mining, mencoba metode data mining lain yg lebih sesuai, atau mendapat output ini menjadi suatu hasil yang pada luar dugaan yang mungkin berguna.

7. Presentasi pengetahuan (knowledge presentation), 
Merupakan visualisasi dan penyajian pengetahuan tentang metode yang dipakai buat memperoleh pengetahuan yang diperoleh pengguna. Tahap terakhir dari proses data mining adalah bagaimana memformulasikan keputusan atau aksi menurut output analisis yg didapat. Ada kalanya hal ini wajib melibatkan orang-orang yg tidak tahu data mining. Karenanya presentasi output data mining pada bentuk pengetahuan yang bisa dipahami seluruh orang merupakan satu tahapan yg diharapkan pada proses data mining. Dalam presentasi ini, visualisasi pula mampu membantu mengkomunikasikan output data mining (Han, 2006)

Metode Data mining
Dengan definisi data mining yang luas, terdapat poly jenis metode analisis yg bisa digolongkan dalam data mining. 

Association rules
Association rules (aturan asosiasi) atau affinity analysis (analisis afinitas) berkenaan menggunakan studi tentang “apa bersama apa”. Sebagai model dapat berupa berupa studi transaksi pada pasar swalayan, misalnya seorang yang membeli susu bayi pula membeli sabun mandi. Pada masalah ini berarti susu bayi bersama menggunakan sabun mandi. Lantaran awalnya berasal menurut studi mengenai database transaksi pelanggan buat memilih kebiasaan suatu produk dibeli bersama produk apa, maka aturan asosiasi juga tak jarang dinamakan market basket analysis. Aturan asosiasi ingin memberikan warta tersebut pada bentuk hubungan “if-then” atau “jika-maka”. Aturan ini dihitung berdasarkan data yang sifatnya probabilistik (Santoso, 2007). Analisis asosiasi dikenal jua menjadi salah satu metode data mining yang menjadi dasar menurut berbagai metode data mining lainnya. Khususnya galat satu tahap berdasarkan analisis asosiasi yg disebut analisis pola frekuensi tinggi (frequent pattern mining) menarik perhatian banyak peneliti buat membuat algoritma yang efisien. Penting tidaknya suatu aturan assosiatif dapat diketahui dengan 2 parameter, support (nilai penunjang) yaitu prosentase kombinasi item tersebut. Pada database serta confidence (nilai kepastian) yaitu kuatnya interaksi antar item dalam aturan assosiatif. Analisis asosiasi didefinisikan suatu proses buat menemukan semua aturan assosiatif yang memenuhi kondisi minimum buat support (minimum support) dan kondisi minimum buat confidence (minimum confidence) (Pramudiono, 2007).

Ada beberapa prosedur pemecahan yang telah dikembangkan tentang anggaran asosiasi, tetapi ada satu prosedur pemecahan klasik yg sering dipakai yaitu prosedur pemecahan apriori. Ide dasar berdasarkan algoritma ini merupakan menggunakan menyebarkan frequent itemset. Dengan memakai satu item serta secara rekursif membuatkan frequent itemset dengan dua item, tiga item serta seterusnya sampai frequent itemset dengan seluruh ukuran. Untuk menyebarkan frequent set menggunakan dua item, bisa memakai frequent set item. Alasannya adalah apabila set satu item nir melebihi support minimum, maka sembarang berukuran itemset yang lebih besar tidak akan melebihi support minimum tersebut. Secara generik, mengembangkan set dengan fc-item menggunakan frequent set menggunakan k – 1 item yg dikembangkan dalam langkah sebelumnya. Setiap langkah memerlukan sekali inspeksi ke seluruh isi database. 

Dalam asosiasi masih ada kata antecedent dan consequent, antecedent buat mewakili bagian “apabila” serta consequent buat mewakili bagian “maka”. Dalam analisis ini, antecedent dan consequent adalah sekelompok item yang nir punya interaksi secara bersama (Santoso, 2007). Dari jumlah akbar anggaran yg mungkin dikembangkan, perlu memiliki aturan-anggaran yg relatif kuat taraf ketergantungan antar item pada antecedent dan consequent. Untuk mengukur kekuatan aturan asosiasi ini, digunakan ukuran support dan confidence. Support adalah rasio antara jumlah transaksi yg memuat antecedent dan consequent menggunakan jumlah transaksi. Confidence adalah rasio antara jumlah transaksi yang mencakup seluruh item dalam antecedent dan consequent dengan jumlah transaksi yg meliputi seluruh item pada antecedent.

Langkah pertama prosedur pemecahan apriori adalah, support berdasarkan setiap item dihitung menggunakan men-scan database. Setelah support berdasarkan setiap item didapat, item yang mempunyai support lebih akbar dari minimum support dipilih sebagai pola frekuensi tinggi menggunakan panjang 1 atau acapkali disingkat 1-itemset. Singkatan k-itemset berarti satu set yang terdiri dari k item. Iterasi ke 2 menghasilkan 2-itemset yang tiap set-nya mempunyai dua item. Pertama dibentuk kandidat 2-itemset menurut kombinasi seluruh 1-itemset. Lalu buat tiap 

kandidat dua-itemset ini dihitung support-nya menggunakan men-scan database. Support artinya jumlah transaksi dalam database yg mengandung ke 2 item dalam kandidat dua-itemset. Setelah support dari semua kandidat 2-itemset didapatkan, kandidat 2-itemset yang memenuhi syarat minimum support dapat ditetapkan sebagai dua-itemset yang jua adalah pola frekuensi tinggi menggunakan panjang dua.(Pramudiono, 2007)

Untuk selanjutnya iterasi iterasi ke-k dapat dibagi lagi menjadi beberapa bagian :

1. Pembentukan kandidat itemset
Kandidat k-itemset dibuat berdasarkan kombinasi (k-1)-itemset yang didapat berdasarkan perulangan sebelumnya. Satu karakteristik menurut prosedur pemecahan apriori merupakan adanya pemangkasan kandidat k-itemset yg subset-nya yang berisi k-1 item nir termasuk pada pola frekuensi tinggi dengan panjang k-1.

2. Penghitungan support menurut tiap kandidat k-itemset
Support berdasarkan tiap kandidat k-itemset didapat dengan men-scan database buat menghitung jumlah transaksi yang memuat seluruh item pada dalam kandidat k-itemset tersebut. Ini adalah jua ciri menurut algoritma apriori yaitu diperlukan penghitungan dengan scan seluruh database sebesar k-itemset terpanjang.

3. Tetapkan pola frekuensi tinggi
Pola frekuensi tinggi yg memuat k item atau k-itemset ditetapkan dari kandidat k-itemset yg support-nya lebih akbar dari minimum support. Kemudian dihitung confidence masing-masing kombinasi item. Iterasi berhenti ketika seluruh item sudah dihitung sampai nir terdapat kombinasi item lagi. (Pramudiono, 2007)

Secara ringkas algoritma apriori sebagai berikut :
Create L1 = set of supported itemsets of cardinality one 
Set k to 2
while (Lk−1 _= ∅)  
Create Ck from Lk−1
Prune all the itemsets in Ck that are not
supported, to create Lk
Increase k by 1
}
The set of all supported itemsets is L1 ∪ L2 ∪ · · · ∪ Lk 

Selain algoritma apriori, terdapat jua prosedur pemecahan lain seperti FP-Grwoth. 
Perbedaan algoritma apriori dengan FP-Growth pada banyaknya scan database. Algoritma apriori melakukan scan database setiap kali iterasi sedangkan algoritma FP-Growth hanya melakukan sekali pada awal (Bramer, 2007).

Decision Tree
Dalam decision tree nir menggunakan vector jarak buat mengklasifikasikan obyek. Seringkali data observasi mempunyai atribut-atribut yang bernilai nominal. Seperti yg diilustrasikan pada gambar 2.6, misalkan obyeknya adalah sekumpulan butir-buahan yang mampu dibedakan berdasarkan atribut bentuk, warna, ukuran serta rasa. Bentuk, warna, ukuran dan rasa adalah besaran nominal, yaitu bersifat kategoris serta tiap nilai tidak sanggup dijumlahkan atau dikurangkan. Dalam atribut warna ada beberapa nilai yg mungkin yaitu hijau, kuning, merah. Dalam atribut ukuran terdapat nilai akbar, sedang serta mini . Dengan nilai-nilai atribut ini, kemudian dibuat decision tree buat memilih suatu obyek termasuk jenis butir apa jika nilai tiap-tiap atribut diberikan (Santoso, 2007).

Ada beberapa macam prosedur pemecahan decision tree diantaranya CART serta C4.5. Beberapa gosip utama dalam decision tree yang sebagai perhatian yaitu seberapa detail pada menyebarkan decision tree, bagaimana mengatasi atribut yang bernilai continues, menentukan ukuran yg cocok buat penentuan atribut, menangani data pelatihan yg memiliki data yg atributnya tidak memiliki nilai, memperbaiki efisiensi perhitungan (Santoso, 2007).decision tree sinkron digunakan buat perkara-masalah yg keluarannya bernilai diskrit. Walaupun poly variasi contoh decision tree menggunakan taraf kemampuan dan syarat yang tidak selaras, pada umumnya beberapa karakteristik yang cocok buat diterapkannya decision tree adalah sebagai berikut :
1. Data dinyatakan menggunakan pasangan atribut dan nilainya
2. Label/keluaran data umumnya bernilai diskrit
3. Data memiliki missing value (nilai berdasarkan suatu atribut tidak diketahui)

Dengan cara ini akan gampang mengelompokkan obyek ke dalam beberapa gerombolan . Untuk menciptakan decision tree perlu memperhatikan hal-hal berikut adalah :
1. Atribut mana yg akan dipilih buat pemisahan obyek
2. Urutan atribut mana yang akan dipilih terlebih dahulu
3. Struktur tree
4. Kriteria pemberhentian
5. Pruning 
(Santoso, 2007)

Clustering
Clustering termasuk metode yang telah relatif dikenal dan banyak dipakai pada data mining. Sampai sekarang para ilmuwan pada bidang data miningmasih melakukan banyak sekali bisnis buat melakukan perbaikan contoh clustering lantaran metode yg dikembangkan sekarang masih bersifat heuristic. Usaha-bisnis buat menghitung jumlah cluster yg optimal dan pengklasteran yang paling baik masih terus dilakukan. Dengan demikian menggunakan metode yg kini , tidak bisa mengklaim hasil pengklasteran sudah merupakan output yang optimal. Tetapi, output yang dicapai biasanya sudah relatif rupawan dari segi praktis.

Tujuan utama berdasarkan metode clustering merupakan pengelompokan sejumlah data/obyek ke alam cluster (group) sebagai akibatnya pada setiap cluster akan berisi data yg semirip mungkin seperti diilustrasikan dalam gambar dua.7. Dalam clustering metode ini berusaha buat menempatkan obyek yang mirip (jaraknya dekat) dalam satu klaster serta membuat jeda antar klaster sejauh mungkin. Ini berarti obyek dalam satu cluster sangat mirip satu sama lain dan tidak sama menggunakan obyek pada cluster-cluster yg lain. Dalam metode ini tidak diketahui sebelumnya berapa jumlah cluster dan bagaimana pengelompokannya (Santoso, 2007).

Software Aplikasi
Software pelaksanaan terdiri atas acara yang berdiri sendiri yg mampu mengatasi kebutuhan bisnis tertentu. Aplikasi memfasilitasi operasi bisnis atau pengambilan keputusan manajemen juga teknik menjadi tambahan pada aplikasi pemrosesan data konvensional. Sofware aplikasi digunakan buat mengatur fungsi usaha secara real time (Pressman, 2005).

Desain Model Aplikasi
Desain contoh berdasarkan pelaksanaan terdiri menurut physical contoh serta logical model. Physical contoh bisa digambarkan dengan bagan alir sistem. Logical contoh pada sistem liputan lebih menjelaskan kepada pengguna bagaimana nantinya fungsi-fungsi pada sistem warta secara logika akan bekerja. Logical contoh dapat digambarkan menggunakan DFD (Data Flow Diagram) serta kamus data (Data Dictionary). Adapun penjelasan berdasarkan indera bantu pada desain contoh adalah sebagai berikut :

1. Diagram Konteks (Context Diagram)
Diagram konteks merupakan sebuah diagram sederhana yg mendeskripsikan interaksi antara proses serta entitas luarnya. Adapun simbol-simbol pada diagram konteks seperti dijelaskan dalam tabel dua.2.


DFD (Data Flow Diagram)
DFD adalah suatu contoh akal yg mendeskripsikan dari data dan tujuan data yg keluar berdasarkan sistem, serta menggambarkan penyimpanan data dan proses yg mentranformasikan data. DFD memberitahuakn interaksi antara data dalam sistem dan proses dalam sistem. Beberapa simbol yg dipakai dalam DFD diterangkan pada tabel


Perancangan Perangkat Lunak
Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam sistem perangkat keras atau perangkat lunak. Kegiatan ini memilih arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan aplikasi melibatkan identifikasi serta deskripsi abstraksi sistem aplikasi yang fundamental dan hubungan-hubungannya (Sommerville, 2003). Sebagaimana persyaratan, desain didokumentasikan serta menjadi bagian berdasarkan konfigurasi aplikasi (Pressman, 1997). Tahap desain mencakup perancangan data, perancangan fungsional, serta perancangan antarmuka. 

1. Perancangan data
Perancangan data mentransformasikan contoh data yg didapatkan sang proses analisis sebagai struktur data yang diperlukan pada ketika pembuatan program (coding). Selain itu juga akan dilakukan desain terhadap struktur database yg akan dipakai. 

2. Perancangan fungsional
Perancangan fungsional menggambarkan kebutuhan fungsi-fungsi primer perangkat lunak.

3. Perancangan antarmuka 
Perancangan antarmuka mendefinisikan bagaimana pengguna (user) serta aplikasi berkomunikasi dalam menjalankan fungsionalitas aplikasi.

Implementasi serta Pengujian Unit
Pada tahap ini, perancangan software direalisasikan menjadi serangkaian program atau unit program. Kemudian pengujian unit melibatkan pembuktian bahwa setiap unit acara sudah memenuhi spesifikasinya (Sommerville, 2003).program sebaiknya dirilis sesudah dikembangkan, diuji buat memperbaiki kesalahan yang ditemukan dalam pengujian buat mengklaim kualitasnya (Padmini, 2005). Terdapat 2 metode pengujian yaitu : 
1) Metode white box yaitu pengujian yang serius dalam nalar internal aplikasi (source code program).
2) Metode black box yaitu mengarahkan pengujian buat menemukan kesalahan-mesalahan dan memastikan bahwa input yg dibatasi akan memberikan output aktual yang sinkron dengan hasil yg diperlukan. Pada tahap pengujian, penulis melakukan metode black box yaitu menguji fungsionalitas berdasarkan software saja tanpa harus mengetahui struktur internal program (source code).

PENGERTIAN PENELITIAN KUALITATIF MENURUT PARA AHLI

Pengertian Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli
Metode penelitian kualitatif acapkali diklaim sebagai metode penelitian naturalistik lantaran penelitiannya dilakukan pada syarat yang alamiah (natural setting) diklaim juga menjadi metode etnographi, lantaran dalam awalnya metode ini banyak dipakai buat penelitian bidang antropologi budaya, diklaim jua menjadi metode kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.

Penelitian kualtatif adalah penelitian yg nir memakai contoh-contoh matematik, statistik atau personal komputer . Proses penelitian dimulai dengan menyusun perkiraan dasar serta anggaran berpikir yg akan digunakan pada penelitian. Penelitian kualitatif adalah penelitiian yg pada kegiatannya peneliti tidak memakai nomor pada mengumpulkan data dan pada menaruh penafsiran terhadap hasilnya.

Bogdan serta taylor mendefinisikan “metodologi kualitatif” sebagai prosedur penelitian yg menghasilkan data naratif berupa istilah-kata tertulis atau mulut dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Sedangkan kirk serta miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif merupakan tradisi tertentu dalam ilmu pengtahuan sosial yang secara mendasar bergantung pada pengamatan dalam insan pada kawasannya sendiri dan herbi orang-orang tadi pada bahasannya serta pada peristilahannya.

Metodologi penelitian adalah sesuatu yg berusaha membahas konsep teoristik banyak sekali metode, kelebihan dan kelemahan-kelemahannya yang pada karya ilmiah dilanjutkan menggunakan pemilihan metode yanng akan dipakai. Dalam hal ini metode lebih bersifat teknis aplikasi lapangan sedangkan metodologi lebih pada uraian filosofis dan teoritisnya. Oleh karena itu penetapan sebuah metodologi penelitian mengandung implikasi melekat di pada diri filsafat yang dianutnya. Sebab filsafat ilmu yg melandasi aneka macam metodologi penelitian yang terdapat. Maka menurut itu menggunakan mengetahui metodologi penelitian yang dipakai, filsafat ilmu serta kajian teoritisnya, kelemahan dan kelebihannya diperlukan akan mampu memberikan kesesuaian metodologi dengan fokus masalah penelitian.

Objek penelitian kualitatif merupakan semua bidang/aspek kehidupan manusia, yakni manusia dan segala sesuatu yang ditentukan insan. Objek itu diungkapkan kondisinya sebagaimana adanya atau dalam keadaan sewajarnya (natural setting), mungkin berkenaan dengan aspek/bidang kehidupannya yang dianggap ekonomi kebudayaan, hukum, administrasi, kepercayaan dan sebagainya. Data kualitatif tentang objeknya dinyatakan dalam kalimat, yg pengolahannya dilakukan melalui proses berpikir (akal) yang bersifat kritik, analitik/sintetik dan tuntas.

Penelitian kualitatif menuntut keteraturan, ketertiban dan kecermatan pada berpikir, tentang interaksi datta yang satu menggunakan data yg lain dan konteksnya pada perkara yg akan diungkapkan. Beberapa alasan tentang maksud dilakukannya penelitian kualitatif:
  1. Untuk menanggulangi banyaknya informasi yang hilanng misalnya yang dialami oleh penelitian kuantitatif, sehingga intisari konsep yg ada pada data dapat diungkap.
  2. Untuk menanggulangi kecenderungan menggali data realitas menggunakan tujuan menandakan kebenaran hipotesis dari berpikir deduktif seperti dalam penelitian kuantitatif.
  3. Untuk menanggulangi kesamaan restriksi variabel yg sebelumnya, seperti dalam penelitian kuantitatif, padahal konflik serta variabel pada kasus sosial sangat kompleks.
  4. Untuk menanggulangi adanya indeks-indeks kasar seperti pada penelitian kuantitatif yang memakai pengukuran enumirasi (perhitungan) realitas, padahal inti sebenarnya berada dalam konsep-konsep yg muncul berdasarkan data.
Perbedaan Penelititan Kualitatif Dan Kuantitatif
Perbedaan penelitian kuantitatif serta penelitian kualitatif menurut suharsini arikunto
Penelitian kuantitatif
Penelitian kualitatif
1.kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subjek sumber data telah mantap dan rinci semenjak awal.


2.langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang saat persiapan disusun.
3.dapat menggunakan sampel dan output penelitiannya diberlakukan buat populasi.






4.hipotesis: (jika memang perlu)
a.mengajukan hipotesis yang akan diuji pada penelitian
b.hipotesis memilih output yg diramalkan........A priori


5.desain: pada desain kentara langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.


6.pengumpulan data: kegiatan pada pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
7.analisis data: dilakukan setelah seluruh data terkumpul
1.kejelasan unsur: subjek sampel, sumber data tidak mantap serta rinci, masih fleksibel, muncul serta berkembangnya sambil jalan (emergent).
2.langkah penelitian: baru diketahui menggunakan mantap serta jelas sesudah penelitian terselesaikan.
3.tidak dapat memakai pendekatan populasi serta sampel. Dengan kata lain, pada penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi dan sampel. Istilah yg digunakan adalah setting. Hasil penelitian hanya berlaku bagi setting yg bersangkutan.
4.hipotesis:
a.tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung ......tentotif
b.hasil penelitian terbuka
5.desain: desain penelitiannya adalah fleksibel menggunakan langkah dan output yg nir dapat dippastikan sebelumnya.

6.pengumpulan data: kegiatan pengumpulan data selalu wajib dilakukan sendiri sang peneliti
7.analisis data: dilakukan bersamaan menggunakan pengumpulan data.

Perbedaan penelitian kuantitatif serta kualitatif berdasarkan hamid potilima
Penelitian kualitatif
Penelitian kuantitatif
1.satuan-satuan individual tidak dipilah-pilah pada variabel-variabel

2.tidak terdapat konsep sampel


3.data dalam bentuk narasi atau angka
4.analisis data dijadikan bukti untuk mendukung kebenaran berdasarkan hipotesa yang dibuat

5.instrumen penelitian adalah diri sendiri
1.satuan individu digolongkan ke dalam variabel-variabel menggunakan karakteristik tertentu sinkron kepentingan panalitian.
2.karena besarnya populasi maka dalam penelitian kuantitatif digunakan sampel
3.data dalam bentuk angka

4.analisis data dijadikan pembuktian yg dapat digunakan buat menerima atau menolak hiipotesa yang dibuat
5.instrumen penelitian adalah kuisioner

Perbedaan istilah pada pengujian keabsahan data antara metode kualitatif serta kuantitatif 
Aspek
Metode kualitatif
Metode kuantitatif
1.nilai kebenaran
2.penerapan

3.konsistensi
4.netralisasi
Validitas internal
Validitas eksternal/ generalisasi
Reliabilitas
Objektivitas
Kreadibilitas (credibility)
Transferability/ keteralihan

Auditability dependability
Confirmability (bisa di konfirmasi)

Karakteristik Umum Penelitian Kualitatif 
Dari hasil penelaahan pustaka yg dilakukan Moleong atas output menurut mensintesakan pendapatnya Bogdan dan Biklen (1982:27-30) dengan Lincoln serta Guba (1985:39-44) terdapat sebelas ciri penelitian kualitatif, yaitu:
  1. Penelitian kualitatif mennggunakan latar alamiah atau pada konteks berdasarkan suatu keutuhan (enity)
  2. Penelitian kualitatif instrumennya adalah manusia, baik peneliti sendiri atau dengan donasi orang lain
  3. Penelitian kualitatif memakai metode kualitatif
  4. penelitian kualitatif memakai analisis data secara induktif
  5. Penelitian kualitatif lebih menghendaki arah bimbingan penyusunan teori subtantif yang berasal dari data
  6. Penelitian kualitatif mengumpulkan data deskriptif (istilah-istilah, gambar) bukan angka-angka
  7. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil
  8. Penelitian kualitatif menghendaki adanya batas pada penelitiannya atas dasar penekanan yg timbul sebagai perkara dalam penelitian
  9. Penelitian kualitatif meredefinisikan validitas, realibilitas dan objektivitas pada versi lain dibandingkan menggunakan yang lazim dipakai pada penelitian klasik
  10. Penelitian kualitatif menyusun desain yg secara terus menerus diadaptasi dengan kenyataan lapangan (bersifat sementara)
  11. Penelitian kualitatif menghendaki supaya pengertian dan hasil interpretasi yang diperoleh dirundingkan dan disepakati sang insan yang dijadikan asal data.
Ciri-karakteristik penelitian kualitatif:
  1. Lingkungan alamiah menjadi asal data langsung
  2. Manusia merupakan alat (instrumen) primer pengumpulan data
  3. Analisis data dilakukan secara induktif
  4. Penelitian bersifat deskriptif analitik (data berupa istilah-istilah, gambar, perilaku) nir dituangkan pada bentuk bilangan/ nomor statistik
  5. Tekana penalitian berada pada proses, penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan segi proses daripada output.
  6. Pembatasan penelitian berdasarkan fokus
  7. Perencanaan bersifat lentur dan terbuka
  8. Hasil penelitian merupakan konvensi bersama
  9. Pembentukan teori berasal berdasarkan dasar
  10. Pendekatan penelitian memakai metode kualitatif
  11. Teknik sampling cenderung bersifat purposive
  12. Penelitian bersifat menyeluruh (keseluruhan)
  13. Makna sebagai perhatian utama penelitian
Karakteristik penelitian kualitatif:
1) Latar alamiah
  • Penelitian kualitatif melakukan penelitian dalam latar alamiah atau dalam konteks berdasarkan suatu keutuhan
  • Peneliti memasuki serta melibatkan sebagian waktunya di sekolah, keluarga, tetangga serta lokasi lainnya buat meneliti maslaah pendidikan atau sosiologi
2) Manusia sebagai alat (instrumen)
Peneliti/ dengan bantuan orang lain adalah indera pengumpul data utama.

3) Metode kualitatif
  • Menyesuaikan metode kualitatif lebih gampang bila berhadapan menggunakan fenomena ganda
  • Menyajikan secara pribadi hakikat interaksi antara peneliti serta responden
  • Metode ini lebih peka serta lebih bisa menyesuaikan diri dengan poly penyamaan pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi
4) Analisis data secara induktif
  • Proses induktif lebih bisa menemukan fenomena-fenomena ganda sebagian yg terdapat dalam data
  • Lebih dapatmenguraikan latar secara penuh serta bisa menciptakan keputusan-keputusan tentang bisa-tidaknya pengalihan kepada suatu latar lainnya
  • Analisis induktif lebih bisa menemukan efek bersama yg mempertajam interaksi-hubungan
  • Dapat memperhitunngkan nilai-nilai secara eksplisit sehingga bagian berdasarkan struktur analitik
5) Teori menurut dasar 
6) Deskriptif
7) Lebih mementingkan proses daripada hasil
8) Adanya batas yg dipengaruhi sang fokus
9) Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data
10) Desain yang bersifat sementara

Langkah-Langkah Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif mempunyai susunan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Memilih masalah
2. Studi pendahuluan
3. Merumuskan masalah
4. Merumuskan hipotesis
5. Menentukan pendekatan
6. Menentukan variabel dan asal data
7. Menentukan serta menyusun instrumen
8. Mengumpulkan data
9. Analisis data
10. Menarik kesimpulan
11. Menulis laporan

Teknik Pengumpulan Data
Berbagai cara pengumpulan data buat penellitian kualitatif terus berkembang, namun demikian dalam dasarnya ada empat cara yang fundamental buat mengumpulkan informasi yaitu:

1. Observasi
Observasi yaitu tindakan yang adalah penafsiran dari teori (karl popper). Tetapi pada penelitian, dalam waktu memasuki ruang kelas dengan maksud mengobservasi, sebaiknya meninggalkan teori-teori buat menjustifikasi sebuah teori atau menyanggah. Observasi adalah tindakan atau proses pengambilan berita melalui media pengamatan.

Observasi yaitu teknik pengumpulan yg mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan menggunakan ruang, loka, pelaku, kegiatan, waktu, insiden, tujuan dan perasaan.

Observasi yg paling efektif adlaah melengkapinya menggunakan format atau blangko pengamatan menjadi instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang insiden atau tingkah laris yg digambarkan akan terjadi.

Metode observasi dibedakan menjadi:
a. Observasi biasa
Menurut prof. Parsudi suparlan, pada observasi biasa si peneliti tidak boleh terlibat pada interaksi emosi pelaku yg menjadi target penelitian

b. Observasi terkendali
Menurut prof. Parsudi suparlan, para pelaku yg akan diamati serta dikondisi-kondisi yg ada dalam loka kegiatan. Pelaku diamati dan dikendalikan si peneliti

c. Observasi terlibat
Menurut prof. Parsudi suparlan, observasi terlibat merupakan teknik pengumpulan data yg mengharuskan peneliti melibatkan diri dalam kehidupan menurut rakyat yang pada teliti buat dapat melihat dan tahu gejala yang ada, sinkron maknanya dengan yang diberikan dipahami sang para warga yg ditelitinya. Kegiatan observasi terlibat bukan hanya mengamati tanda-tanda yg terdapat pada masyarakat yang diteliti, namun jua melakukan wawancara, mendengarkan, memahamidan pada batas-batas tertentu mengikuuti kegiatan yg dilakukan oleh warga yang diteliti.

Keterlibatan peneliti dapat dibedakan menjadi empatkelompok yaitu:
  • Keterlibatan pasif: peneliti nir terlibat pada aktivitas yang dilakukan oleh pelaku yang diamati serta tidak terjadi interaksi sosial menggunakan pelaku yang diamati
  • Keterlibatan setengah-1/2: peneliti merogoh sesuatu kedudukan yg berada dalam 2 hubungan struktural yang tidak sinkron, yaitu antara struktur yg menjadi wadah bagi aktivitas yang diamati serta struktur dimana pelaku sebagai pendukung
  • Keterlibatan aktif: peneliti ikut mengerjakan apa yang dilakukan para pelaku yang diamati dalam kehidupan sehari-hari
  • Keterlibatan penuh/ lengkap: apabila kegiatan peneliti sudah menjadi bagian dari kehidupan pelaku yg diamati.
Hal-hal yg wajib diperhatikan dalam melakukan observasi:
  • Memperhatikan fokus penelitian, aktivitas apa yg wajib diamati apakah yang generik atau yang spesifik.
  • Menentukan kriteria yang diobservasi, dengan terlebih dahulu mendiskusikan berukuran-berukuran apa yg akan digunakan.
Fase-fase pada observasi:
  • Pertemuan perencanaan
  • Observasi kelas
  • Diskusi balikan
Ada aneka macam keterbatasan observasi, yaitu menjadi berikut:
  • Banyak peristiwa yang tidak dapat dicapai dengan observasi eksklusif, misalnya kehidupan eksklusif seseorang yang sangat rahasia
  • Bila mengetahui bahwa dirinya diteliti, para observer mungkin menggunakan maksud-maksud eksklusif dengan sengaja berusaha menimbulkan kesan yang menyenangkan atau kebalikannya dalam observer.
  • Timbul insiden yg nir selalu bisa diramalkan sehingga observer dapat hadir buat mengobservasi peristiwa itu. Apabila penelitian dilakukan terhadap typical behavior, menunggu timbulnya behavior yang diperlukan itu secara spontan kerapkali memakan ketika yang panjang serta sangat membosankan.
  • Tugas observasi menjadi terganggu pada waktu-ketika terdapat peristiwa yang nir terduga-duga, contohnya keadaan cuaca.
  • Terbatasi sang lamanya kelangsungan suatu kejadian
Kelebihan observasi:
a) Merupakan metode yang bisa pribadi dipakai buat meneliti bermacam-macam tanda-tanda. Banyak aspek tingkah laku insan yg hanya bisa diteliti melalui observasi pribadi.
b) Untuk subjek yang diteliti, observasi ini lebih sedikit tuntutannya, orang-orang yang selalu sibukpun mungkin nir berkeberatan buat diamat-amati, walau beliau mungkin keberatan menjawab kuesioner.
c) Memungkinkkan pencatatan yang serempak menggunakan terjadinya sesuatu gejala.
d) Tidak tergantung pada self-report
e) Dengan metode observasi, peneliti dapat memperoleh pandangan yang keseluruhan/ menyeluruh terhadap responden yg diteliti
f) Peneliti bisa memakai variasi pendekatan termasuk pendekatan inductive discovery (yaitu pengamatan yang mendasarkan pada insiden spesifik mendalam dan realistik dan merefleksikan keadaan responden)
g) Peneliti dapat melihat hal-hal yang tidak dapat diungkap dengan teknik lain termasuk konduite biasa
h) Peneliti dapat mengetahui dan melaporkan apa adanya tentang konduite responden yang biasa maupun diluar konteks permasalahan yg hendak diteliti.

Hambatan-hambatan dalam pengamatan dari berdasarkan 2sumber, yaitu:
a. Hambatan menurut pada, termasuk diantaranya:
  • Kurangnya persiapan apa yang dilakukan sebelum berinteraksi dengan responden
  • Perasaan terasing dari peneliti terhadap responden
  • Kurang bisanya peneliti menyesuaikan diri menggunakan aktivitas, kebiasaan,serta tata cara hidup responden
  • Tidak bisa memanfaatkan peran informan pada lapangan.

b. Hambatan yg dari dari luar, antara lain:
  • Peneliti larut menggunakan responden dan kehilangan arah mengenai liputan apa yg perlu diambil berdasarkan interaksi dengan responden
  • Peneliti nir bisa mengidentifikasi tanda-tanda yg diinginkan karena adanya aturan yg harus ditaati pada lapangan
  • Minimnya perlengkapan yang dimiliki peneliti dalam melakukan observasi pada lapangan

2. Wawancara
Wawancara yaitu rendezvous yang pribadi direncanakan antara pewawancara dan yg diwawancarai buat memberikan/ menerima keterangan tertentu. Menurut Moleong (1988:148) wawancra adalah aktivitas dialog dengan maksud tertentu yg dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pewawancara dan yg diwawancarai.

Wawancara merupakan pertanyaan yang dilakukan secara lisan kepada orang-orang yang dianggap bisa memberikan liputan atau penerangan hal-hal yg dilihat perlu. Ada 3 teknik wawancara yaitu:
  • Wawancara baku serta terjadwal
  • Wawancara standar dan tidak terjadwal
  • Wawancara tidak baku

Beberapa hal yang harus diperhatikan agar wawancara berlangsung efektik:
¨ Bersikaplah sebagai pewawancara yg simpatik, yg berperhatian serta pendengar baik, tidak berperan terlalu aktif, untuk memberitahuakn bahwa anda menghargai pendapat anak
¨ Bersikaplah netral pada relevansinya menggunakan pelajaran
¨ Bersikaplah damai, nir terburu-buru atau ragu-ragu serta anak akan menerangkan sikap yang sama.
¨ Secara khusus perhatikan bahasa yang anda pakai buat wawancara

Ada beberapa bentuk wawancara:
  • Wawancara terstruktur yaitu jika pewawancara sudah mempersiapkan bahan wawancara terrlebih dahulu
  • Wawancara nir terstruktur yaitu jika prakarsa pemilihan topik bahasan diambil oleh orang yang di wawancarai
  • Wawancara semi terstruktur yaitu bentuk wawancara yang telah dipersiapkan, akan namun menaruh keleluasaan pada responden buat menerangkan relatif panjang mungkin tidak langsung ke penekanan bahasan/ pertanyaan, atau mungkin mengajukan topik bahasan sendiri selam wawancara berlangsung.

3. Dokumen
Menurut Goetz dan Le compte (1984), dokumen yg menyangkut para partisipan penelitian akan menyedeikan kerangka bagi data yang fundamental, yg termasuk didalamnya:
a. Koleksi dan analisis buku teks
b. Kurikulum dan pedoman pelaksanaannya
c. Arsip penerimaan siswa baru
d. Catatan rapat
e. Catatan mengenai siswa
f. Rencana pelajran dan catatan guru
g. Hasil karya siswa
h. Kumpulan dokumen pemerintah
i. Koleksi arsip pengajar berupa buku harian, catatan insiden krusial (logs) dan kenang-kenangan menurut anak didik angkatan lama

Macam-macam dokumen menurut Elliot (1991:78):
  • Silabi serta rencana pembelajaran
  • Laporan diskusi-diskusi tentang kurikulum
  • Berbagai macam ujian dan tes
  • Laporan rapat
  • Laporan tugas siswa
  • Bagian-bagian berdasarkan kitab teks yang digunakan pada pembelajaran
  • Contoh essay yang ditulis siswa
4. Triangulasi
Merupakan teknik pengumpulan data dan asal data yang telah ada, tujuan dari triangulasi bukan untuk mencari kebenaran mengenai beberapa kenyataan, namun lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan.

Validitas Dan Reliabilitas
Validitas indera ukur diselidiki menggunakan (1) akal (2) statistik validitas terdapat macam-macam yaitu validitas isi, validitas prediktif dan validitas construct (konstruk)

1. Validitas isi
Dengan validitas isi dimaksud bahwa isi/bahan yg diuji atau dites relevan dengan kemampuan, pengetahuan, pelaksanaan, pengalaman dan latar belakang orang yg diuji.

Validitas diperoleh menggunakan menagadakan sampling yang baik, yakni menentukan item-item yang representatif berdasarkan keseluruhan bahan yang berkenaan dengan hal yg tentang bahan pelajaran mungkin tidka sukar dicapai. Kesulitan dengan validitas isi merupakan pilihanitem dilakukan secara subjektif yakni dari logika si peneliti.

2. Validitas prediktif
Dengan validitas prediktif di maksudkan adanaya kesesuaian antara ramalan (prediksi) mengenai kelakuan seseorang dengan kelakuannya yang konkret.

3. Validitas konstruk
Digunakan jika kita sangsikan apakah gejala yg dites hanya mengandung satu dimensi, bila ternyata tanda-tanda itu mengandung lebih berdasarkan satu dimensi, maka validitas itu bisa diragukan. Keuntungan validitas konstruk kita mengetahui komponen-komponen sikap/sifat yg diukur menggunakan tes itu.

Validitas adalah derajad ketepatan antara data yg terjadi dalam objek penelitian menggunakan data yang bisa dilaporkan sang peneliti. Jadi data yg valid merupakan data yg tidak tidak sinkron antara data yang dilaporkan sang peneliti menggunakan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian.

Validitas dibedakan menjadi:
  • Validitas internal: berkenaan dengan derajat akurasi desain penelitian menggunakan hasil yang dicapai.
  • Validitas eksternal: berkenaan menggunakan derajat akurasi apakah output penelitian bisa digeneralisasikan atau diterapkan pada objek penelitian.
Reliabilitas
Berkenaan menggunakan derajat konsistensi serta stabilitas data atau temuan. Suatu data dikatakan reliabel bila dua atau lebih peneliti pada objek yang sama atau peneliti sama dalam saat yanng tidak selaras akan membentuk data yang sama atau sekelompok data bila dipecah sebagai 2 menjadi data yang nir tidak sinkron. Suatu data yg reliabel akan cenderung valid, walaupun belum tentu valid.

Suatu alat pengukur dikatakan reliable apabila alat itu pada mengukru suatu gejala dalam waktu yang berlainan senantiasa memperlihatkan hasil yg sama. Jadi alat yanng reliable secara konsisten memberi output ukuran yg sama. Reliabilitas adalah syarat absolut buat menentukan efek variabel yg satu terhadap variabel yangsatu lagi. Reliabilitas jua merupakan syarat bagi validitas satu tes, tes yang nir reliable dengan sendirinya tidak valid.

Pengujian validitas serta reliabilitas
Dalam uji keabsahan data mencakup::
1) Uji kredibilitas
Uji kredibilitas data atau agama terhadap data output penelitian dapat dilakukan menggunakan;
  • Perpanjangan pengamatan
  • Meningkatkan ketekunan
  • Triagulasi (pengecekan data dari aneka macam sumber menggunakan berbagai cara serta banyak sekali ketika)
  • Analisis perkara negatif
  • Menggunakan bahan referensi
  • Mengadakan member check (proses pengecekan data yang diperoleh peneliti pada pemberi data). 
Tujuan dari member check merupakan agar berita yang diperoleh dan dipakai dalam penulisan laporan sinkron dengan apa yanng dimaksud asal data atau informan.

2) Pengujian transferability
Transferability adalah validitas eksternal

3) Pengujian depenability
Dilakukan denga melakukan audit terhadap holistik proses penelitian.

4) Pengujian konfirmability
  • Uji konfirmability seperti dengan uji depenobility, sebagai akibatnya pengujian dapat dilakukan secara bersamaan.
  • Uji konfirmability berarti menguji output penelitian dikaitkan dengan proses yg dilakukan.