CARA MEMBUAT PESTISIDA DARI BAWANG PUTIH AMPUH BASMI HAMA ULAT

Guna menghemat porto yang dibutuhkan buat membeli produk-produk sejenis fungisida serta insektisida buatan pabrik, sebenarnya kita jua mampu menciptakan sendiri pestisida alami dimana fungsi serta khasiatnya tidak kalah dengan pestisida yang dijual di toko-toko. Untuk membuat pestisida alami ini, adapun perlatan serta bahan yg diharapkan diantaranya:
Alat dan bahan yang diharapkan adalah
  • 3 butir bawang putih 
  • mortar dan alu, untuk menumbuk bawang
  • sendok 
  • 1 sendok sabun cair 
  • 1 liter air botol mineral siklus ulang 

Bagaimana cara mengolahnya? 
dengan menggunakan mortar dan alu, tumbuklah bawang putih sampai sebagai lumat lembut lalu campurkan menggunakan 1 liter air. Masukkan cairan ke pada botol kemudian simpan pada suhu kamar selama 24 jam sebelum bisa digunakan. Pestisida bawang putih harus digunakan nir lebih menurut tiga hari selesainya proses penyimpanan.
Cara Menggunakan Pestisida Bawang Putih 
Untuk menggunakan pestisida alami berdasarkan bawang putih, kita bisa memakai indera semprot biasa. Saring pestisida bawang putih serta masukkan ke dalam semprotan dan campurkan pula sabun cair ke dalam sprayer.
Pestisida organik siap digunakan, lakukan penyemprotan secara merata pada daun yg terlihat terkena hama contohnya ulat pemakan daun, semprot sampai daun basah sang pestisida. Pestisida bawang putih pula sanggup disiramkan ke tanah untuk mencegah hama tiba berdasarkan tanah.
Mengapa menggunakan sabun cair dalam pestisida bawang putih? 
Fungsinya merupakan buat menaikkan kerja pestisida saat disemprotkan dalam flora yg memiliki daun berlilin misalnya daun talas serta brokoli. Daun lilin akan sangat sulit menyerap pestisida karena air tidak akan menempel serta bahkan cenderung jatuh ke tanah sehabis disemprot. Hal ini pula terjadi waktu kita menyemprot pestisida pada hama yang kulitnya ditutupi dengan lilin.

Sumber: Youtube

CARA MENYINGKIRKAN RACUN TOKSIN DENGAN MAKANAN SEHAT

Mengurangi racun dalam Tubuh - Sebelum membahas lebih lanjut mengenai toksin atau racun berdasarkan pada tubuh, usahakan anda mengerti dulu pengertian berdasarkan toksin itu sendiri. Toksin adalah zat beracun yang diproduksi di pada sel atau organisme hayati, kecuali zat protesis manusia yang diciptakan melalui proses artifisial.
Untuk zat beracun yg nir diproduksi di pada organisme hidup, sperti bahan kimia sebagai model pengawet dalam kuliner yg terkonsumsi biasa disebut dengan "toksikan" serta "toksik". Toksin mempunyai tingkat Mengganggu yg sangat majemuk, mulai menurut mini serta akut (contohnya sengat lebah) sampai mematikan (contohnya toksin botulinum). Toksik juga sanggup menyebabkan beberapa masalah kesehatan misalnya timbulnya penyakit berbahaya misalnya sel kanker.
Nah jadi sangat penting untuk menyingkirkan toksin juga toksik menurut pada tubuh anda serta proses alami ataupun protesis yang biasa dipakai buat mengeluarkan zat berbahaya menurut pada tubuh disebut dengan detoksifikasi. Beberapa zat kimia berbahaydari pada tubuh misalnya nikotin, residu obat, bahan kimia pada makanan dan lainnya bisa menciptakan perkara kesehatan dalam tubuh anda.
Nah kali ini aku akan sedikit share tentang bagaimana cara menyingkirkan racun atau zat kimia berbahaya lain (detoksifikasi) menurut tubuh anda melalui makanan, beberapa jenis kuliner ini diketahui bisa mengurangi pengaruh yg disebabkan sang zat zat kimia dalam tubuh anda:

Bahan kuliner sebagai detoksifikasi Alami
Mengurangi racun tubuh dengan Bit
Bit adalah sejenis pohon umbi-umbian yg diperkaya sumber vitamin vitamin C, B3, B6, serta beta-karoten. Bit juga mengandung mineral penting misalnya kalsium, seng, besi dan magnesium. Semua kandungan nurisi pada bit sangat berguna buat proses detoksifikasi. Bit pula bermanfaat buat kesehatan hati dan kandung empedu, organ tubuh yg membantu pada menghilangkan racun menurut tubuh Anda. Bit juga mempunyai jumlah tinggi serat.
Mengurangi dampak racun tubuh dengan lemon
Lemon diperkaya dengan antioksidan, antibakteri dan mengandung jumlah tinggi Vitamin C. Lemon pula dapat membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh anda atau detoksifikasi menggunakan melepaskan enzim yg membantu buat mengganti racun menjadi bentuk yang larut pada air dan mudah dikelurakan menurut tubuh melalui keringat serta air seni.
Jika Anda minum segelas air lemon setiap pagi, hal ini membantu buat membangun basa yg mengimbangi keasaman menurut poly makanan lain yg kita makan. Untuk yg baru mencoba meminum segelas lemon dipagi hari buat pertama kali sebelum makan mungkin akan sedikit membuat perut anda perih.
Mengurangi dampak racun tubuh dengan kunyit
Kunyit poly digunakan buat obat obatan herbal, karena jenis umbian ini memang mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan dan galat satunya merupakan buat membantu mengeluarkan racun dan zat kimia berbahaya dari dalam tubuh anda. Kunyit ini mengandung curcumin, suatu zat yg menaruh warna kuning, maka nir mengherankan apabila kunyit memiliki rona kuning atau agak orange dalam daging buahnya. Curcumin dipakai pada pengobatan Ayurvedic karena kemampuannya buat membantu pada mengobati gangguan pencernaan dan hati. Zat ini pula dikenal buat membantu pada mengurangi peradangan pada seluruh tubuh.
Mengurangi impak racun tubuh menggunakan bawang Putih
Bawang putih memiliki aroma yang sangat bertenaga yg dikenal mempunyai sifat antibakteri serta antioksidan yang sangat baik, selain hal itu bawang putih jua memiliki kandungan detoksifikasi alami. Bawang putih mempunyai antibiotik, antiseptik, serta kemampuan antivirus yg membantu tubuh Anda melawan penyakit dan permanen sehat.
Dengan kandungan antiseptik, antioksidan, antibakteri dan antivirus yg sangat baik maka bawang putih merupakan jenis makanan yang cukup baik buat membantu mengurangi racun berdasarkan dalam tubuh anda serta mengeluarkannya. Mematikan mikroba berbahaya dari tubuh Anda membantu mengurangi racun. Bawang putih jua mengandung senyawa sulfur yg bertindak sebagai penawar racun.
Mengurangi imbas racun tubuh dengan apel
Apel kaya akan kandungan vitamin, mineral, serat, fitokimia, serta flavenoids. Apel mengandung pektin, serat larut yang bisa membantu buat detoksifikasi makanan tambahan dan logam berdasarkan tubuh Anda. Apel juga memiliki phlorizin, sebuah flavenoid yg membantu buat merangsang produksi empedu, sehingga membantu hati Anda pada menghilangkan racun.
Namun anda wajib jeli pada memilih butir apel buat anda konsumsi karena kebanyakan apel yang dijual dipasaran bukan apel organik. Pastikan apel Anda organik, sebagai akibatnya Anda nir berpotensi menelan residu pestisida. Apel juga dianggap dapat mengatasi bau mulut.
Mengurangi pengaruh racun tubuh menggunakan brokoli
Brokoli merupakan jenis sayuran yang kaya akan nutrisi bagi kesehatan anda. Serta membantu mengurangi zat kimia atau racun berbahaya menurut pada tubuh. Brokoli merupakan makanan pembangkit tenaga listrik yang mengandung banyak fitokimia krusial. Ketika Anda memasak, memotong, mengunyah, serta mencerna brokoli, brokoli akan melepaskan sulphorophanes dianggap D-glutarate dan indole-3-carbinol. Kedua zat ini dikenal buat impak detoksifikasi. Coba masukkan brokoli buat salad atau sandwich. Dan pastikan buat mengonsumsinya pada keadaan segar atau jika anda memang harus memasaknya maka jangan hingga layu supaya nutrisi pada brokoli tidak terlarut.
Mengurangi pengaruh racun tubuh menggunakan kecambah tauge
Nah kecambah tauge merupakan juga jenis makanan yg membantu mengurangi racun ataui zat kimia berbahaya dari dalam tubuh anda. Kecambah tauge mengandung lebih kurang 20 kali lebih poly sulfurophane menurut brokoli biasa. Ini berarti 20 kali lebih digdaya dalam detoksifikasi dibanding brokoli. Jadi jangan lupakan kecmbah tauge pada pilihan menu kuliner sehat anda.

SEJARAH DI BALIK DAUN SIRSAK

1.PENDAHULUAN

            Sirsak, nangka Belanda,atau durian Belanda (Annonamuricata L.) adalahtumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, AmerikaTengah dan Amerika Selatan. Di berbagai wilayah Indonesiadikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangkawalanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura),srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durioulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau),dan jambu landa (di Lampung, "Nangko Belando" (Palembang). Penyebutan"Belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (menurut bahasaBelanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan olehpemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara,yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan dari berdasarkan Eropa.
            Tanaman ini ditanamsecara komersial untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini bisa tumbuh disembarang loka, paling baik ditanam di wilayah yg cukup berair. Nama sirsaksendiei asal menurut bahasa Belanda Zuurzakyang berarti kantung yg asam. Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. DiIndonesia sirsak dapat tumbuh menggunakan baik pada ketinggian 1000 m menurut permukaanlaut.
            Buah sirsak bukan buahsejati, yang ukurannya cukup besar sampai 20-30cm menggunakan berat mencapai 2,lima kg.yang dinamakan "buah" sebenarnya merupakan formasi buah-butir (buahagregat) dengan bijitunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Daging buahsirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam. Buah ini seringkali digunakanuntuk bahan baku juz minuman serta es krim. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat,terutama fruktosa.kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1dan vitaminB2 yang relatif poly. Bijinya beracun, serta bisa dipakai menjadi pestisida alami,sebagaimana biji srikaya.
            Buah sirsak memangmenawarkan aneka macam kandungan positif bagi kesehatan manusia, mulai daribuahnya, daunnya, bahkan pohonnya. Telah poly diketahui bahwa butir sirsakbanyak mengandung vitamin C, kandungan serat serta nutrisi krusial lainnya banyakterkandung pada butir yg poly ditemui di negara Tropis ini. Indonesiamerupakan keliru satu negara yang memiliki pohon sirsak yg banyak. Tapiternyata pemanfaatannya hanya sebatas pada buahnya saja, ini karena kurangnyapengetahuan tetang manfaat daun sirsak.
            Daun sirsakternyata mengandung poly manfaat buat bahan pengobatan herbal, dan untukmenjaga kondisi tubuh. Dibalik manfaatnya tersebut ternyata tidak lepas darikandungannya yg poly mengandung acetogenins, annocatacin, annocatalin,annohexocin,annonacin,annomuricin,anomurine,anonol,caclourine,gentisic acid,gigantetronin,linoleic acid,muricapentocin.   Kandungan senyawa ini adalah senyawayang banyak sekali manfaatnya bagi tubuh, sanggup sebagai obat penyakit atau untukmeningkatkan kekebalan tubuh.





2.SEJARAHDI BALIK DAUN SIRSAK

            Bangsa Belanda yangpertama kali membawa benih atau bibit sirsak ke Indonesia,meskipun flora ini asliny bukan dari dari Eropa tapi dari Karibia, AmerikaTengah dan Amerika Selatan. Annona muricata L. Nama latin menurut flora ini termasuk jenistanaman yg mempunyai akar kuat, mampu menghasilkan buah yg menyehatkan.keistimewaan yang dimiliki flora ini terletak pada daunnya yg luar biasa.      Seperti telah diketahui daun sirsak sangatluar biasa yakni mampu Mengganggu pertumbuhan bakteri, membantu menghambatmutasi gen, membantu menghambat per-kembangan virus, membantu menghambatper-kembangan parasit, membantu merusak per-tumbuhan tumor, membantumerileksasi otot, menjadi anti kejang, membantu meredakan nyeri, sanggup menekanperadangan, menurunkan kadar gula darah, menurunkan demam, menurunkan tekanandarah tinggi, menguatkan saraf, membantu menyehatkan jantung, membantumeningkatkan produksi asi pada itu hamil, membantu melebarkan pembuluh darah,membunuh cacing parasait, mengurangi stres, menguatkan pencernaan danmeningkatkan nafsu makan.
            Manfaat daun sirsakternyata 10.000 kali lebih kuat kandungan serta kemampuannya menurut kemoterapidalam mengobati kanker. Ini berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan,dalam masyarakat antik daun sirsak telah diketahui keuntungannya serta banyakdiguinakan buat mengobati penyakit. Sekitar tahun 1965, banyak sekali studipara ilmuwan mengambarkan ekstrak daun sirsak mempunyai khasiat yang lebih baikdari kemoterapi, bahkan ekstrak tersebut bisa memperlambat pertumbuhan kanker.
            Pada tahun 1976, National Cancer Institute di Amerika Serikat sudah melakukanpenelitian ilmiah serta hasilnya menyatakan batang serta daun sirsak efektifmenyerang dan menghancurkan sel-sel kanker. Ini lantaran kandungannya yg sangattinggi senyawa proaktif bagi tubuh, ini jarang ditemukan pada butir lainnya.
            Negeri Ginseng Korea jua tak kalahdalam perkara penelitian, sehabis melakukan penelitian mereka menemukan bahwaada satu senyawa kimia yg berperan selektif membunuh sel kanker usus besarserta 10.000 kali lebih berpotensi menjadi obat kemoterapiyang ditemukan dalam sirsak. Namun dibalik khasiatnya itu ternyata senyawa iniselektif memilih sel sasaran kanker sebagai akibatnya nir menghambat sel-sel yg sehat.
            Manfaat daun sirsaktelah diteliti juga baru-baru ini dalam sebuah studi, bahwa daun pohon sirsaksangat efektif buat kanker prostat, pankreas dan paru-paru.hasil penelitian ini ternyata sudah disimpan selama bertahun-tahun sejak zamandulu, tapi poly orang yang tidak mengetahuinya, entah karena faktor apa.bahkan dari 20 tes laboratorium mengenai manfaat daun sirsak yangdilakukan dari tahun 1970menunjukkan hasil yg luar biasa, daun sirsak memiliki khasiat yg sangatbaik, misalnya:
1)Menyerang sel-sel kanker secaraefektif karena tidak membahayakan sel yang sehat, serta nir mengakibatkan rasamual ekstrim, kehilangan berat badan dan rambut rontok;
2)Daun sirsak mempunyai targetyang efektif dan mampu membunuh sel-sel ganas bagi 12 jenis kanker, termasuk kankerusus besar, payudara,prostat, paru-paru dankankerpankreas;
3)Mampu menaikkan tenaga didalam tubuh --menambah stamina serta vitalitas--
4)Membantu menaikkan sistemkekebalan tubuh serta menghindari infeksi yang mematikan;
5)Mampu mencegah radikal bebas,serta masih banyak lagi khasiat lainnya.





3.DAUNSIRSAK SEBAGAI PESTISIDA NABATI

            Pertanian merupakan kegiatanpemanfaatan sumberdaya biologi yang dilakukan insan untuk menghasilakn bahan pangan,bahan standar industri, atau sumber tenaga serta buat mengelola lingkunganhidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumberdaya biologi yg termasuk pada pertanianbiasa dipahami orang menjadi budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasaInggris: crop cultivation), sertapembesaran hewan ternak (raising),meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorgaisme dan bioenzimdalam pengolahan bentuk lanjutan, misalnya pembuatan keju serta tempe, atausekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan, atau pendayagunaan hutan.
            Dalam budidaya tanaman , tentu adagangguan hama, atau makluk lain yg mengkategorikan menjadi organisme pengganggutanaman. Pencegahan serta pengendalian mudah sering memakai pestisidasintetis. Celakanya, penggunaan pestisida ini umumnya tanpa terdapat kontrol danbatasan sang si pengguna. Tentu saja penggunaan pestisida yg nir berwawasanlingkungan ini mengakibatkan impak negatif bagi lingkungan ekologis dankelangsungan hidup manusia.
            Alasan lain adalahbahwa Penggunaan pestisida sintetis yg hiperbola dan nir tepat dapatmenyebabkan efek negatif yg cukup berfokus, yaitu timbulnya resurgensi hama, outbreak (peledakan populasi) hamasekunder, serta pencemaran lingkungan hayati. Jika masih dibutuhkan pengendalianorganisme pengganggu flora (OPT) menggunakan menggunakan pestisida, maka dapatdipilih pestisida yang asal menurut bahan-bahan botani atau dikenal dengan namapestisida nabati.
            Secara ekonomisbila dibandingkan dengan pestisida kimia, biaya penggunaan pestisida nabatirelatif lebih murah. Selain itu pestisida botani relatif lebih mudah dibentuk dandidapat sang petani dengan kemampuan dan pengetahuan terbatas. Dari sisi lain,pestisida botani mempunyai keistimewaan yaitu bersifat mudah terurai di alamsehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif lebih kondusif bagi insan danternak peliharaan lantaran residunya gampang terurai. Kekurangan pestisida nabatiumumnya tidak eksklusif mematikan OPT target secara cepat.
            Daun sirsakmengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsakefektif mengendalikan hama thrips.jika ditambahkan daun tembakau dan sirsak akan efektif mengendalikan hamabelalang dan ulat. Sedangkan jika dibubuhi jeringau serta bawang putih akanefektif mengendalikan hama wereng coklat.
            Rimpang jeringau(bahasa Jawa: dlingo) mengandung bahan aktif arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metil eugenol yangjika dikombinasi menggunakan bahan aktif daun sirsak akan efektif mengendalikan hamawereng. Sedangkan tembakau mengandung bahan aktif nikotin yg apabila dikombinasidengan bahan aktif yang terkandung pada daun sirsak akan efektf mengendalikanhama ulat dan belalang.
            Dalam upayapengembangan pestisida botani tadi, beberapa hal yg perlu diperhatikanadalah: 1) Mudah didapat, bahan standar cukup tersedia, berkualitas, kuantitas dankontinuitas terjamin; dua) Mudah dibentuk ekstrak, sederhana dan pada saat yangtidak lama ; tiga) Kandungan senyawa pestisida harus efektif pada kisaran tiga-lima %bobot kemarau bahan; 4) Selektif; lima) Bahan yang dipakai mampu pada bentuksegar/kering; 6) Efek residunya singkat, namun cukup usang efikasinya; 7)Sedapat mungkin pelarutnya air (bukan senyawa sintetis); 8) Budidayanya gampang,tahan terhadap kondisi suhu optimal; 9) Tidak menjadi gulma atau inang hamapenyakit; 10) bersifat multiguna.



4.MEMBUAT PESTISIDA NABATIDAUN SIRSAK

           Pestisida botani adalah salah satu cara yg bisa dilakukan untukmengendali-kan hama tanpa bahan kimia. Penggunaan pestisida nabati jugadigunakan buat meminimalisir penggunaan bahan kimia yang bisa merusaklingkungan. Bahan-bahan alam yang paling menjanjikan prospeknya untukdimanftaatkan menjadi pestisida nabati ada pada tanaman -tumbuhan famili Meliaceae (misalnya mimba), Annonaceae (contohnya sirsak), Rutaceae, Asteraceae, Labiateae danCanellaceae.

4.1.pembuatan pestisida nabatidaun sirsak menjadi pengendali hama thrips

1)Tumbuk 100 lembar daun sirsak;
2)Rendam dalam lima liter air dantambahkan 15 gr deterjen;
3)Diamkan sehari semalam;
4)Saring larutan tersebut dengankain;
5)Encerkan setiap liter larutandalam 10 liter air;
6)Larutan semprot siap dipakai.
4.2.Cara pembuatan pestisidanabati daun sirsak + jeringau + bawang putih buat mengendalikan hama werengcoklat

1)Tumbuk halus segenggam daunsirsak, segenggam jeringau dan 20 siung bawang putih;
2)Rendam bahan-bahan tersebutdengan 20 liter air yang sudah dibubuhi 20 gr deterjen selama dua hari;
3)Saring larutan tadi dengankain;
4)Larutan tadi siapdigunakan.

4.tiga.Cara pembuatan pestisidanabati daun sirsak + daun tembakau buat mengendalikan hama belalang dan ulat

1)Ambil 50 lbr daun sirsak dansegenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus;
2)Rendam bahan–bahan tersebutdalam 20 liter air yg telah diberi 20 gram deterjen selama semalam;
3)Saring larutan tadi dengankain;
4)Larutan siap digunakan dandisemprot-kan ke flora.
            Dari beberapa hasilpenelitian dan ujicoba, larutan ekstrak daun sirsak sangat efektif digunakandengan perbandingan 1 : tiga waktu digunakan.

4.4.Hama yg dapat dibasmi pestisida botani daun sirsak

1)Macam-macam aphis
2)Wereng coklat (Nilaparvata)
3)Wereng hijau (Nephotettixvirescenns)
4)Wereng punggungputih (Sogatella furcifera)
5)Kutu sisik hijau (Coccusviridis)
6)Macam-macam ulat
7)Ulat tritip (Plutellaxylostella)
8)Lalat buah (Ceratitiscapitata)
9)Kumbang labu merah(Aulachopora foveicollis)
10)Kepik hijau
11)Hama kapas (Dysdercuskoeniglii).



4.5.Keuntungan Pestisida Nabati Daun Sirsak

            Dilihatdari konsep PHT pestisida botani mempunyai banyak laba atau keunggulantetapi pula masih poly  kelemahannyayang secara rinci diuraikan berikut ini. Menurut Stoll (1995),dibandingkan dengan pestisida sintetik pestisida nabati memiliki sifat yanglebih menguntungkan yaitu:
a)Mengurangi resikohama menyebarkan sifat resistensi,
b)Tidak mempunyai impak yang merugikan bagi musuh alami hama,
c)Mengurangi resikoterjadinya letusan hama ke 2,
d)Mengurangi bahayabagi kesehatan manusia dan ternak,
e)Tidak merusaklingkungan dan persediaan air tanah serta air bagian atas,
f)Mengurangiketergantungan petani terhadap agrokimia, dan
g)Biaya dapat lebihmurah; Bahan nabati mempunyai sifat yang menguntungkan lantaran daya racunrendah,
h)Tidak mendorongresistensi, gampang ter-degradasi, kisaran organisme target sempit,
i)Lebih akrablingkungan serta lebih sinkron dengan kebutuhan keberlangsungan usaha tani skalakecil.

            Pestisidanabati tidak mencemari lingkungan, lebih bersifat spesifik, residu lebih pendek dan kemungkinan berkembangnyaresistensi lebih kecil.

4.6.kelemahan Pestisida Nabati Daun Sirsak
            Pestisidanabati digunakan buat menghindari adanya bahan kimia yang akan terkontaminasipada flora. Akan tetapi, dalammenggunakan pestisida botani, terdapat beberapa kelemahan yang dapat mengurangipeminat masyarakat tani dalampemakaiannya.            Kelemahanpestisida nabati yang perlu kita ketahuiantara lain:
a)Karena bahan nabatikurang stabil gampang terdegradasi sang impak fisik, kimia juga biotikdari lingkungannya, maka penggunaannya memerlukan frekuensi penggunaan yanglebih banyak dibanding-kan pestisida kimiawi sintetik sehinggamengurangi aspek kepraktisannya
b)Kebanyakansenyawaorganik nabati tidak polar sehingga sukar larut di air karena itu diperlukanbahan pengemulsi
c)Bahan botani alamijuga terkandung dalam kadar rendah, sehingga buat mencapai efektivitas yangmemadai diharapkan jumlah bahan flora yg banyak
d)Bahan nabatihanya sinkron jika dipakai dalam tingkat bisnis tani subsisten bukan padausaha pengadaaan produk pertanian massal
e)Apabila bahanbioaktif terdapat pada bunga, biji, butir atau bagian flora yang muncul secaramusiman, mengakibatkan kepastian ketersediaannya yg akan sebagai kendalapengembangannya lebih lanjut
f)Kesulitan memilih dosis, kandungan kadar bahan aktif pada bahan nabatiyang dibutuhkan buat aplikasi pengendali-an di lapangan, sebagai akibatnya hasilnyasulit diperhitungkan sebelumnya.


BUDIDAYA BAWANG MERAH

I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bawang merahmerupakan salah satu komoditas sayuran unggulan Jawa Timur yg  sangatfluktuatif  harga juga produksinya.  Hal ini terjadi karena pasokanproduksi yang nir seimbang antara panenan dalam musimnya serta panenan di luarmusim, salah satu diantaranya disebabkan tingginya intensitas serangan hama danpenyakit terutama apabila penanaman dilakukan pada luar animo.  Selain itubawang merah adalah komoditas yang nir dapat disimpan usang, hanya bertahan3-4 bulan padahal konsumen membutuhkannya setiap waktu.
Masalahutama usahatani bawang merah di luar musim adalah tingginya resiko kegagalanpanen karena lingkungan yg kurang menguntungkan , terutama serangan hama danpenyakit.  Hama dan penyakit penting dalam bawang merah diantaranya : ulatbawang (Spodoptera exigua) dan Thrips , sedangkan penyakitnya meliputiantraknose, fusarium dan trotol.
Keberadaanhama serta penyakit tadi menyebabkan petani memakai pestisida secaraberlebihan karena petani beranggapan bahwa keberhasilan usahatani ditentukanoleh keberhasilan pengendalian hama serta penyakit, yaitu menggunakan meningkatkantakaran, frekuensi dan komposisi jenis adonan pestisida yg digunakan. Akibatnya biaya usatani bawang merah semakin tinggi dan laba yangdiperoleh tidak seimbang dan  nir memperhatikan konsep pertanian ramahlingkungan. Dampak lain penggunaan pestisida yang berlebihan yaitu ledakan darihama sekunder.
Untukmengantisipasi masalah di atas galat satu bisnis yaitu mencari dan menggali varietas-varietasbawang merah yang memiliki sifat-sifat unggul terutama dalam hal produksiserta ketahanan terhadap hama dan penyakit primer sebagai akibatnya varietas bawang merahtersebut bisa berproduksi walaupun agresi hama dan penyakit cukup berat.bilamana varietas unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit diperoleh makavarietas tadi dapat ditanam dalam luar trend sehingga transedental produksibawang merah dapat terjamin.
1.2Tujuan

Adapun tujuan adalah sebagi berikut :
1.untuk sebagai petunjuk bagi pelaku utama dalammelaksanakan budidaya bawang merah
2.untuk mempertinggi pendapatan petani serta keluarganya.

II.BUDIDAYABAWANG MERAH
2.1 SyaratTumbuh

Bawang merahakan tumbuh menggunakan baik jika ditanam pada tanah sawah atau tegalan dengantekstur sedang hingga liat. Selain itu tempat pertumbuhan bawang merah yangbaik sanggup pula pada tanam dalam jenis tanah Alluvial yang mempunyai pH lima.6 - 6.lima,dengan ketinggian 0-400 mdpl, serta kelembaban 50-70 %, dan suhu 25-32 drajatC.
2.2 Pemulihat Bibit
Adapun persyaratanbibit bawang merah yg baik antara lain : Umur simpan bibit sudah memenuhi ,yaitu sekitar 3-4 bulan, walaupun untuk umur simpan yg lebih muda bibit tetaptumbuh tetapi dalam pertumbuhan berikutnya akan lebih rendah hasilnyadibandingkan bibit yang sudah siap tanam (sudah relatif umur simpannya) Umurpanen waktu calon umbi bibit ditanam pada lapang  , buat varietas Baujimaupun Super Philip usahakan 65 – 70 har Ukuran bibit sedang , sekitar lima-6gram .  Penggunaan bibit yang berukuran terlalu akbar akan meningkatkanbiaya lantaran kebutuhan bibit semakin banyak.kebutuhan bibit setiap hektarberkisar 800 – 1000 kg , tergantung dari besarnya bibit. Dan biaya untukpembelian bibit kurang lebih separo berdasarkan seluruh porto produksi.
Umbi bibit berwarna merah cerah,menggunakan kulit mengkilat, Umbi bibit bernas , sehat, padat , nir keropos dantidak lunak.  Jika ada umbi bibit yang tidak memiliki sifat demikiansebaiknya tidak dipakai sebagai bibit. Umbi bibit tidak terserang hama danpenyakit. Sebelum ditanam, umbi bibit dibersihkan dulu berdasarkan kulit-kulit yangkering dan jika pertunasan belum kelihatan diujung umbi, maka usahakan ujungumbi dipotong 1/tiga supaya mempercepat  munculnya tunas
2.3Persiapan lahan
Bawangmerah  membutuhkan kondisi tanah yang lebih gembur dibanding tanamansayuran lainnya .  Oleh karenanya pengolahan tanah dalam bawang merahdilakukan sampai beberapa kali hingga tanah benar-benar sebagai gembur. Bila tanah yang digunakan adalah tanah bekas ditanami jagung juga tebu, makasisa tanaman tadi harus dibersihkan sampai akar-akarnya supaya tidakmengganggu pertumbuhan bawang merah. Dapat jua menggunakan herbisida sebelumtanah di olah untuk mematikan rumput serta gulma lainnya ,seperti Goal maupunRoundup yg diberikan dua minggu sebelum tanah diolah. Tanah diolah dengancara dibajak lebih dari 4 kali hingga tanah menjadi gembur serta tanahdikeringkan lebih berdasarkan seminggu .kemudian tanah dihaluskan lagi, sehabis halusdapat dibuat bedengan menggunakan berukuran .untuk musim kemarau : tinggi bedengan 25cm, kedalaman parit 30-40 cm , lebar parit 50 centimeter. Untuk musimhujan      : tinggi bedengan 40 cm, kedalamanparit  50 cm , lebar parit 50 cm.
Padabudidaya bawang merah sangat diperlukan pembentukan bedengan, dimana adanyabedengan berfungsi supaya tanaman bawang merah tidak selalu tergenang air , danair yg disiramkan segera habis terserap.  Setelah bedengan terbentuk,maka ditaburi pupuk kotoran ternak (pupuk kandang ) yg sudah benar-benarmatang, ditandai menggunakan kotoran ternak sudah misalnya tanah yang gembur. Dosis buat kotoran ayam sebanyak 5 ton/ha, sedangkan buat kotoran sapi maupunkambing lebih kurang 10-15 ton/ha.  Namun takaran ini bisa menjadi lebih banyakmaupun lebih sedikit tergantung menurut kesuburan tanah.              
Pupukkandang yang diberikan bersamaan menggunakan pembuatan bedengan merupakan perlakuanpemberian pupuk dasar   .  Selain itu diberikan pula pupuk SP 36dengan takaran 200 kg/ha swebagai pupuk dasar , yg ditaburkan merata padaseluruh bagian atas bedengan.  Pupuk sangkar juga SP 36 diberikan seminggusebelum tanam. Setelah tanah dipupuk maka tanah diairi agar pupuk dapat meresapke pada tanah.
2.4Penanaman
Musim tanamoptimal buat bawang merah yaitu pada akhir musim hujan  bulan Maret –April dan demam isu kering Mei – Juni, tetapi di wilayah sentra produksi dapatdijumpai penanaman bawang merah tanpa mengenal isu terkini,  Untuk penanaman diluar ekspresi dominan (off season) perlu memperhatikan pengendalian hama dan penyakitlebih cermat.
Penanamandilakukan sehabis tanah serta bibit sudah dipersiapkan, dimana sebelum dilakukanpenanaman tanah harus diari agar ketika penanaman syarat tanah gembur Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa bibit sebelum ditanam lebihbaik dibersihkan dan diseleksi terlebih dulu supaya pertumbuhan tanaman menjadibaik.  Jika nir diseleksi ditakutkan tercampurnya bibit yang jelekkarena terjangkit penyakit misalnya Fusarium , maka akan menyebabkan pertanamanhancur karena Fusarium tadi. Pembersihan bibit dilakukan sehari sebelumditanam dan ujung bibit sudah dipotong , serta esoknya bisa dilakukanpenanaman.
Untukmempercepat proses penanaman, maka sebaiknya bedengan  yang akan ditanamisudah digariti sinkron dengan jarak tanam yg dipakai , sehingga penanamanlebih mudah dilaksanakan.  Jarak tanam yang dianjurkan yaitu 20 cm x 15cm, namun bila umbi bibit akbar maka bisa menggunakan jarak tanam 20 x 20cm.  Penanaman dilakukan menggunakan cara menanam dua/tiga bagian umbi ke dalamtanah, sedangkan 1/3 bagiannya ada di atas tanah.
2.5Pengairan
Bawang merahmembutuhkan air dalam kondisi yang relatif sejak pertumbuhan awal hinggamenjelang panen.  Air yg diberikan pada flora walaupun dengan carapenggenangan/leb, tetapi harus segera meresap ke dalam tanah.  Bila tidakdemikian maka tumbuhan akan sebagai busuk dan sebagai asal penyakit. Oleh karenanya pembuatan bedengan sangat dibutuhkan dalam budidaya bawang merah.  Hal ini berhubunga sifat tanaman bawang merah yg membentuk umbi didalam tanah sehingga air yg terlalu banyak akan membuat umbi sebagai busuk .
Pada musimkemarau , pengairan dapat diberikan setiap hari semenjak tumbuhan ditanam hinggatanaman membangun umbi serta dikurangi setelah umbi terbentuk.  Namunwalaupun demam isu kemarau , jika kondisi tanah setelah diairi serta selang dua haritanah masih basah, maka tanaman nir perlu diairi.  Oleh karena itudituntut kepekaan petani pada mengamati kebutuhan air bagi tanamannya.
Untuk musimhujan pengairan yg diperlukan lebih sedikit yaitu selang dua harisekali.  Seperti di atas maka yg penting melihat syarat kelembabantanah, jika tanah masih lembab usahakan nir perlu diairi.  Yang pentingdiamati yaitu sesudah turun hujan, sebaiknya flora bawang merah disiramidengan air bersih yang tujuannya buat menghilangkan inokulum berdasarkan penyakityang kemungkinan melekat di daun.
Carapengairan bisa dilakukan dengan penggenangan/leb maupun denan caradisiram/disirat.  Kedua cara tadi sebenarnya memiliki kelebihan dankekurangan.  Untuk cara leb usahakan dilakukan pada kondisi tanah yg porous,sebagai akibatnya air yg tergenang cepat habis (tuntas), walaupun cara ini membutuhkanwaktu yg lebih pendek dibandingkan cara disiram.  Sedangkan cara sirammembutuhkan energi lebih banyak dan saat lebih lama .  Namun di daerahtertentu ke 2 cara tersebut jua dilakukan bersamaan .
2.2Pemupukan
Pemupukanpada bawang merah sangat dibutuhkan buat mendukung pertumbuhan flora danproduksi umbi yang lebih baik.  Tetapi pemupukan nir perlu diberikansecara berlebihan lantaran pupuk malahan akan terbuang dengan percuma. Sepertimisalnya sehabis tanaman menciptakan umbi, maka sebaiknya pemupukandihentikan.  Terkadang ada petani yg permanen memberikan pupuk walaupuntanaman sudah berumur diatas 4- hari, dan ini hanya membuang pupuk dengansia-sia. 
Dosis pupuksebenarnya bukan merupakan patokan yang harus ditepati, lantaran memupuk suatutanaman akan tidak selaras pada setiap kondisi kesuburan tanah yangberbeda.   Namun takaran pupuk yg dapat dianjurkan pada jenis tanahaluvial, misalnya wilayah Banyuanyar, Probolinggo maupun Sidokare-Rejoso, Nganjukseperti berikut. Pupuk dasar menggunakan 10 t/ha pupuk kandang serta SP 36 200kg/ha yg diberikan 7 hari sebelum tanam.  Sedangkan pemupukan berikutnyamenggunakan pupuk urea 200 kg/ha, ZA 450 kg/ha dan KCl 200 kg/ha yg diberikanseparo-separo dalam saat flora berumur 15 hari serta 30 hari sehabis tanam. Carapemupukan menggunakan meletakkan pada larikan di sekitar flora, kemudian ditutupdengan tanah.
Pemberianpupuk pelengkap yang poly tersebar pada pasar sebenarnya kurang bermanfaat bagipeningkatan pertumbuhan serta produksi bawang merah.  Namun pupuk pelengkaptersebut hanya menjadi tambahan nutrisi pelengkap karena pada umumnyamengandung unsur mikro.  Untuk flora bawang merah, unsur mikro kurangdiperlukan karena tumbuhan bawang merah berumur pendek yaitu lebih kurang 60-70hari.  Sedangkan unsur mikro proses pelarutannya dan penyerapannya kedalam tanaman usang sehingga lebih sinkron bagi tanaman sayuran yang berumurpanjang misalnya cabai atau tomat.
2.6 Pengendalian gulma

Gulma merupakantumbuhan pengganggu yg menyebabkan tumbuhan utama terganggupertumbuhannya.  Untuk flora bawang merah yg umbinya terbentuk didalam tanah maka kehadiran guilma sangat mengganggu karena pencucian gulmaharus hati-hati serta ditakutkan tentang serta mengganggu umbinya. Pembersihangulma dilakukan dengan cara menyiang menggunakan intensif sesuai dengan kondisigulma yang ada menggunakan cara mencabut gulma hingga terangkat akar-akarnya sertamenggunakan herbisida pra tumbuh menggunakan takaran sinkron anjuran.
Cara membersihkandan mencabut gulma harus hati-hati agar tidak mengganggu tumbuhan bawang merahapalagi bila telah berumbi.  Pembersihan umumnya menggunakan indera sepertisosrok bambu mini sehingga gulma dapat terangkat sampai ke akarnya.  Bilatanaman telah menciptakan umbi yang agak besar maka usahakan pengendalian gulmadihentikan.
2.7Pengendalian Hama serta Penyakit
üHama Ulat Bawang

Ulat Spodopteraexigua dijumpai hampir pada setiap umur flora bawang merah. Ulatberukuran panjang sampai + 25 mm, berwarna hijau atau coklat dengangaris tengah berwarna kuning. Serangga dewasa meletakkan telur pada daun bawangmerah serta gulma yg tumbuh disekitarnya. Siklus hayati hama ini sempurna yaitutelur, larva, pupa dan imago yang berupa ngengat (Duriat, dkk., 1994). Padasaat awal pertumbuhan bawang merah, umumnya dijumpai grup telur serta larvastadia awal (instar 1 atau 2). Populasi ini akan terus semakin tinggi mulai tanamanberumur dua minggu hingga flora  pada panen. Fye serta Mc Ada (1972) dalamSmits (1987), lamanya siklus hayati ulat sangat tergantung dalam temperatur.temperatur yg makin tinggi akan memperpendek lamanya stadia telur, larva,pupa dan ngengat. Periode ngengat berkisar antara 10 – 20 hari. Setiap individubetina dapat bertelur antara 500 – 600 buah. Setelah 2 – 6 hari telur menetas,larva menciptakan lubang pada permukaan daun kemudian masuk ke bagian pada daun. Larva mempunyai lima – 6 stadia menggunakan kisaran umur 8,20 – 18,70 hari. Fasepupa  berkisar 5,10 – 7,70 hari. Pada bulan Agustus – Oktober, kemampuanngengat buat bertelur lebih tinggi (Sutarya , 1996).
Ulatmenyerang tanaman menggunakan cara memakan daun bagian pada, daun bawang merahtinggal epidermisnya saja, sebagai akibatnya pada daun terlihat bercak-bercak putihtransparan. Serangan hama ini kerusakan dapat  menyebabkan kehilanganhasil 56,94 – 57 % (Dibyantoro, 1993; Sastrosiswoyo, 1994), bahkan dalam daerahKab. Probolinggo pada ketika tanam bulan Agustus bisa mengakibatkan kerusakan 100% sehingga menyebabkan puso ( Rosmahani dkk., 2001)
Hama initermasuk hama yg menyerang poly spesies tanaman inang.  Menurut Smits(1987), hama ini memiliki lebih dari 200 spesies tanaman inang yg termasukdalam  lebih berdasarkan 40 famili yang tidak selaras, tetapi tumbuhan inang yg utamaadalah keluarga bawang-bawangan, cabe merah dan jagung (Duriat dkk., 1994).
Kondisi Pengendalian Saat Ini
Pola tanamyang umum dikerjakan sang petani bawang terutama dilahan irigasi, merupakan padi –bawang merah – bawang merah – bawang merah atau padi – bawang merah – cabaimerah – bawang merah.  Padi ditanam dalam isu terkini penghujan. Waktu yangdipilih untuk merotasi tanah dengan tanaman padi nir serentak. Sejak akhirmusim penghujan sampai dengan pertengahan trend penghujan berikutnya petanimenanam bawang merah dalam lahannya atau kadang-kadang pada sela dengan tanamanjagung. Pola tanam demikian adalah pola tanam yang tidak memutus siklushidup hama S. Exigua. Keadaan ini menyebabkan tersedianya semua stadiapertumbuhan bawang merah dan tersedianya inokulum hama ulat S. Exigua.pada areal yg luas di lapangan.
Penggunaaninsektisida buat mengendalikan hama ulat S. Exigua masih menjadiandalan primer para petani, sebagai akibatnya insektisida menjadi agunan utama untukkeberhasilan usahatani. Menurut Stallen dkk.(1990) pada sentra produksi bawangmerah, petani umumya mengendalikan ulat dengan menggunakan insektisida yangberedar di pasaran dengan frekuensi dan takaran yang relatif tinggi. Volume larutaninsektisida yg digunakan dalam setiap pelaksanaan berkisar 560 – 1.588 liter perha. Petani melakukan penyemprotan secara terpola tiga – 4 hari sekali, sehinggadalam satu isu terkini tanam melakukan penyemprotan 15 – 20 kali (Dibyantoro, 1995),bahkan pada animo tanam bulan Agustus interval penyemprotan semakin tinggi menjadi 1– 2 hari sekali, sehingga dalam satu ekspresi dominan tanam dapat mencapai 50 kaliaplikasi insektisisda (Rosmahani dkk., 1998). Apabila udara panas terus menerus,maka pengendalian ulat menggunakan  cara mekanis ( merogoh dan membuangkelompok telur maupun ulat) dan menggunakan cara aplikasi insektisida (interval 1 –2hari sekali) tetap nir bisa mengendalikan populasi ulat  S. Exiguayang meningkat cepat pada waktu satu minggu dapat menyebabkan tumbuhan bawangmerah puso (Rosmahani  dkk., 2001)
Alternatif Pengendalian Secara Fisik
Sampai saatini telah poly output penelitian yang menyajikan komponen –komponenpengendalian yg bisa dirakit pada satu pengendalian secara PHT. Diantaranyaadalah penerapan budidaya flora sehat, pergiliran tumbuhan, penanamanserentak, pengendalian secara mekanis, penggunaan seks feromon, penggunaan alatsemprot yang tepat, pengendalian secara biologi. Namun apabila lingkungan sudahkurang sinkron bagi pertanaman bawang merah, terutama dalam waktu tanam bulanAgustus, yang dalam saat tadi temperatur udara sangat panas ( diatas 29 ° C), tidakada curah hujan, asal infeksi hama telah tersedia di sekitar pertanamankarena sudah terdapat pertanaman semenjak awal isu terkini kemarau, populasi hama dapatmeningkat menggunakan sangat cepat pada waktu 1-dua hari diperlukan alternatifkomponen pengendalian yg lain.  Komponen pengendalian yg harusdisertakan merupakan pengendalian fisik menggunakan jalan memberikan kerodong kasa(Gambar 1.) dalam semua flora menggunakan tinggi kerodong 175 cm, yg dipasangsejak sebelum bibit bawang merah ditanam hingga saat panen. Pada keadaan inipetani masih bisa masuk kedalam lerodong kasa buat melakukan aktivitaspemeliharaan tanamannya a.L.: tanam, aplikasi herbisida, penyiangan,penyiraman, monitoring serangan hama, pengendalian  hama ulat secaramekanis dan panen.
üPenyakitLayu Fusarium (Fusarium oxysporum)
Gejala agresi, tumbuhan kuruskekuningan dan busuk bagian pangkal, Tanaman gampang tercabut lantaran pertumbuhanakar terganggu dan membusuk. Tanaman yg terserang segera dicabut dandimusnahkan. Pencegahan di daerah endemis Fusarium, perlu proteksi bibitdengan menaburkan fungisisda dosis 100 gr/100 kg bibit yg diberikan 2 tautiga hari sebelum tanam. Di wilayah endemis sebelum tanam, tanah yang sudahdiolah diberi fungisida misalnya Fapam sebesar 2 cc/l, buat mematikan patogendan Fusarium
üPenyakitBecak Ungu /Trotol (Alternaria porri)
Gejala awal serangan dalam daunmenimbulkan bercak ukuran kecil, berwarna putih menggunakan sentra berwarna ungu, Ujungdaun mengering bahkan daun dapat patah, Jika flora terkena hujan atau embun,segera disiram air higienis buat mengurangi penularan spora penyakit yangmenempel dalam daun, Pengendalian dengan menggunakan fungisida selektif dengandosis sesuai anjuran, bila intensitas serangan mencapai lima % flora terserangperlu, Yang perlu diperhatikan dalam pengendalian hama serta penyakit menggunakanpestisida yaitu :Memilih pestisida yang tepat , sinkron target hama atau targetpenyakit, Jangan menggunakan pestisida lebih dari 1 macam dalam satu waktupenyemprotan, Gunakan beberapa macam pestisida secara bergantian , supaya hamadan penyakit nir kebal terhadap satu macam pestisida, Jangan menggunakandosis yang berlebihan lantaran tidak efektif dan akan menambah porto produksi, Waktupenyemprotan agar diperhatikan , usahakan sebelum mentari terbit atau sorehari. Cara penyemprotan sempurna mengenai sasaran serta searah menggunakan angin 
2.8Panen dan Pasca Panen
Umur panentergantung varietas, namun bisa memakai dasar:                buat konsumsi  : 50-60 hari sehabis tanam (di dataran rendah) 70-75 harisetelah tanam (di dataran tinggi _kerebahan daun 70-80 %, untuk umbi bibit:  65-70 hari setelah tanam (di dataran rendah) , 80-90 hari sesudah tanam(di dataran tinggi kerebahan daun 90 %. Waktu panen udara cerah serta tidaj basah,Keseluruhan daun tampak menguning, Sebagian umbi nampak tersembul keluar.  berarti telah mencapai kering askip. Penyimpananbawang merah bisa dilakukan di atas tanur , menggunakan para-para bambu dandi bawahnya diberi pengasapan. Penyimpanan pada ruang berventilasi sangat baikkarena mempunyai sirkulasi udara yang baik serta dapat mencegah serangan hama danpenyakit seperti tempat tinggal sere serta gudang berpembangkit vorteks (membarui aliranudara jenuh dalam gudang, dengan menghembus ke atas keluar gudang dandigantikan udara luar yang lebih bersih sang adanya vorteks).. Sortasidilakukan buat memisahkan umbi yang sehat , utuh dan menarik dengan umbi yangtelah rusak.  Sortasi dapat mempertinggi nilai jual dan mencegah penularanpenyakit. Grading dilakukan untuk menentukan tingkat mutu produk, sehinggaharga dapat ditentukan sesuai mutunya.  Grading dilakukan pada beberapakelas yaitu kelas I diameter > 2,lima centimeter, kelas II =1,lima-2,lima cm , kelas III <1,lima cm
III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan dalah sebagai berikut :
1.tanamanbawang merah adalah flora umbi-umbian teknis budidayanya sangat simpel serta mudah dipahami sang pelaku utman.
2.tanamanbawang merah merupakan tanaman yg bisa rentan dengan penyakit sebagai akibatnya harusslalu memperhatikan kelembaban lingkungan.


BUDIDAYA BUAH NAGA

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen,butir naga sekarang marak dikebunkan. Penanaman buah naga beredar pada Jawa Timur,Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga ke Kalimantan. Kebun-kebun butir naga jugabanyak ditemui. Memang, budidaya butir naga tergolong mudah serta minim perawatan.selain pada lahan luas, butir naga pula mampu diusahakan pada huma sempit seperti dikebun juga halaman rumah menggunakan memakai pot. Itulah sebabnya parapembudidaya buah naga sanggup
Penanaman buah naga sekarang diarahkanke sistem budidaya organik. Dengan membudidayakan butir naga secara organik,bisa dihasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik. Keuntungan berdasarkan teknikbudidaya buah naga secara organik adalah butir yg dihasilkan sehat tanpaadanya sisa bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia serta lingkungansekitar. Dengan demikian pencemaran lingkungan baik air, udara, juga tanaholeh paparan pestisida bisa dikurangi. Disamping itu, penggunaan bahan organikjuga dapat mengembalikan kesuburan tanah, sebagai akibatnya tanah mampu dipakai untukproses budidaya pertanian berkelanjutan.
1.2Tujuan

Adapun konklusi merupakan sebagaiberikut :
1.untukmenjadi petunjuk teknis bagi pelaku utama serta keluarga dalam melakukan budidayaBuah Naga.
2.untukmerubah produksi Buah Naga menjadi optmal dan merubah pendapatan pelaku utamdan keluarganya sebagai lebih baik.

II.BUDIDAYABUAH NAGA

2.1 Syarat Tumbuh

Buah naga sepesies Hylocereus undatus, yaitubuah naga dengan daging putih akan tumbuh baik pada ketinggian kurang dari 300mdpl, sedangkan butir naga spesies Hylocereus costaricensis, yaitu buahnaga menggunakan daging super merah (super red) tumbuh baik pada ketinggian0-100mdpl. Sementara itu butir daga spesies Selenicereus megalanthus,yaitu buah naga dengan kulit kuning, daging putih tanpa sisik, akan tumbuh baikpada wilayah dingin dengan ketinggian lebih berdasarkan 800 mdpl..
Tanaman butir naga lebih menyukai syarat keringdibandingkan dengan kondisi basah dengan curah hujan rendah yaitu 720 mm/tahun.buah naga masih dapat tumbuh pada curah hujan tinggi yaitu antara 1.000-1.300mm/tahun, akan namun rentang terjangkit penyakit busuk akar serta busuk batang.hal ini disebabkan flora buah naga nir tahan genangan air.
2.2Persiapan Lahan

Pemilihan lokasi budidaya butir naga perludiperhatikan, hal ini bertujuan buat memenuhi kondisi tumbuh yg optimal bagipertumbuhan butir naga. Pemilihan lokasi yg sempurna akan menjadi faktor pertamayang menentukan keberhasilan budidaya buah naga. Setelah memilih lokasibudidaya maka langkah selanjutnya merupakan melakukan pengukuran pH tanah untukmenentukan jumlah hadiah kapur pertanian pada tanah masam atau pH rendah (dibawah 6,5). Pengukuran sanggup dilakukan menggunakan kertas lakmus, PH meter, ataucairan PH tester. Pengambilan titik sampel mampu dilakukan menggunakan cara zigzag.
Buah naga merupakan tanaman merambat sehingga dibuthkan tiang panjatan untukmenopang pertumbuhan btg dan cabangnya. Bentuk atau contoh tiang panjatandalam budidaya butir naga ada macam, yaitu bentuk tunggal serta bentuk kelompokatau pagar. Tiang panjatan wajib kuat dan bisa bertahan selama beberapa tahunkarena umur tanaman buah naga yg panjang.
ØTiang panjatan bentuktunggal
Tiang panjatan bentuk tunggal mampu memakai betonatau tiang panjatan hayati dari batang tanaman . Tiang panjatan ini digunakanuntuk menopang empat tanaman yg berproduksi menggunakan produktifitas homogen-rata 3kg per-tumbuhan. Para pembudidaya butir naga umumnya memakai tiang panjatanyang terbuat berdasarkan beton atau pipa PVC. Bentuk tiang panjatan sanggup persegi,bulat, segitiga atau bentuk yg lain sesuai dengan kesukaan pembudidaya. Untuktiang panjatan yg berbentuk persegi dibuat menggunakan ukuran 10 centimeter x 10 cm,bentuk bulat dibuat menggunakan diameter 10 centimeter, dan bentuk segitiga dibuat denganpanjang sisi 15 cm. Tinggi tiang panjatan antara 1,5-2 meter. Jika jarak tanambuah naga 2,5 m x dua m dan setiap tiang panjatan ditanami 4 tumbuhan maka untuklahan selua 1 ha dibutuhkan kurang lebih 2.000 tiang panjatan dan 8.000 bibit buahnaga.
Tiang panjatan ditancapkan ke pada tanah dengankedalaman kurang lebih 50 cm agar tiang berdiri kokoh dan kuat menyangga tanaman .pada ujung tiang bagian atas diberi besi melingkar dengan diameter 30-60 cmberbentuk seperti stir mobil. Besi melingkar ini berfungsi sebagai tempatmenopang cabang serta anak cabang tanaman butir naga.
ØTiang panjatan bentukkelompok (double rowing)
Berbeda menggunakan tiang panjatan tunggal, model tiangpanjatan double rowing mirip dengan tiang buat menjemur sandang. Artinya, bisamerambatkan lebih berdasarkan satu tumbuhan butir naga. Tiang panjatan gerombolan lebihhemat dalam porto pembuatannya serta lebih efisien karena sanggup merambatkan banyaktanaman buah naga. Namun, kelemahan bentuk tiang panjatan misalnya ini adalahperawatan yang sulit lantaran cabang tanaman sanggup saling terkait satu sama laindan kurang tahan terhadap beban tumbuhan yang terlalu berat.
Dua butir tiang dihubungkan dengan dawai tebal sebagaipenyangga batang tumbuhan buah naga menggunakan jarak antar tiang 4 meter. Tiangterbuat dari semen cor berukuran minimal 15 centimeter x 15 cm dan tinggi dua-2,5 meter,termasuk bagian yang terpendam di dalam tanah 50 centimeter. Tiang usahakan diberipenguat menurut besi supaya nir miring waktu menopang beratnya sulur flora buahnaga. Pada ujung tiang dipasang palang berdasarkan besi, melintang sepanjang 50-60 cmyang menyatu dengan tiang beton.

ØPengolahan Lahan DanPemupukan Dasar
Pada sistem panjatan tunggal, pengolahan tanah hanyadilakukan disekitar tiang panjatan saja. Buat lubang tanam dengan berukuran 40 cmx 40 centimeter dengan kedalaman 30 centimeter di sekitar tiang panjatan. Masukkan media tanamke pada lubang tanam yg terdiri menurut campuran tanah, pupuk sangkar, danpasir/sekam bakar menggunakan perbandingan 1:1:1 Pada sistem panjatan gerombolan (double rowing) pengolahan tanah dilakukan pada semua alur penanaman diantaradua tiang betong yang telah dipersiapkan. Alur dibuat sepanjang 4 m denganlebar galian 40-60 centimeter. Arah alur sinkron menggunakan arah kawat pengikat btg,yaitu diantara 2 tiang betong. Kemudian media tanam ditebar merata ke dalamalur yang telah dibuat. Komposisi media tanama yang dipakai pada satu aluradalah 20 kg tanah top soil, 20 kg pupuk sangkar, dan 20 kg sekam bakar. Adukbahan tersebut sampai merata lalu dimasukkan ke dalam lubang alur. Setelahsemua media dimasukkan ke pada alur kemudian dilakukan penyiraman dalam mediahingga basah.
2.4Pembibitan

Sebelummelakukan penyetekan harus dipiliha btg atau cabang tumbuhan yg baik,sehat, tua, dan telah pernah berbuah paling tidak tiga-4 kali. Keberhasilan stekditentukan sang calon btg yang digunakan. Batang yang pernah berbuahpertumbuhannya akan cepat, kokoh, serta mudah membangun tunas. Sedangkan batangatau cabang yg masih muda mengandung banyak air sehingga lebih rentanterserang penyakit. Pilihlah btg atau cabang yg tua, sehat, berwarna hijaugelap dengan ukuran panjang ideal minimal 30 centimeter. Batang atau cabang yangmemenuhi kriteria tersebut akan lebih cepat tumbuh dan mengeluarkan tunas baru.
Stek ditanampada polibag yg sudah diisi media dengan komposisi 1 tanah, 1 pupuk sangkar,serta 1 sekam bakar. Polybag diletakkan pada atas bedengan yg sudah disiapkandengan jarak 20 cm x 20 cm. Bedengan dibentuk dengan lebar 100 centimeter. Langkahselanjutnya tempat persemaian ditutup dengan plastik sungkup transparan denganditopang menggunakan bambu yang dipasang melengkung. Selama pembibitan kondisimedia harus dijaga agar nir kekeringan. Tunas baru
2.5Penanaman

Setelahtanah serta tiang panjatan dibuat, bibit yang telah siap harus segera ditanam dilahan. Penanaman harus dilakukan menggunakan hati-hati. Penanaman yang tidak benarakan menyebabkan bibit stress serta pertumbuhannya terhambat. Perhatikan padasaat penanaman media dalam polybag jangan hingga pecah karena akan membuatbibit kesuliatan beradaptasi dampak mengalami kerusakan akar. Selain itu,kedalaman penanaman idealnya 20% dari panjang bibit. Penanaman yg terlaludalam akan menciptakan bibit mudah terserang penyakit busuk batang.
Teknispenanaman sistem tiang panjat tunggal tidak sinkron dengan penanaman dalam sistemtiang panjat berkelompok. Pada penanaman sistem tiang panjatan tunggaldilakukan dengan jarak tanam 10 cm dari tiang panjatan. Keempat stek ditanammengelilingi tiang panjatan. Ikat keempat bibit tadi pada tiang panjatanmenggunakan tali yang lunak supaya bibit nir mudah jatuh. Lakukan pengikatandengan hati-hati, jangan terlalu bertenaga sehingga menyebabkan batang tanamanterluka. Batang tumbuhan yg terluka akan gampang terserang penyakit, terutamabusuk batang. Lakukan penyiraman setelah penanaman terselesaikan.
2.6 Pemeliharaan Tanaman BuahNaga

ØPengairan
Pada dasarnya flora butir naga nir membutuhkanirigasi spesifik. Umunya pengairan dilakukan menggunakan sistem tadah hujan. Olehkarena akarnya yang sangat lebat, sehingga buah naga tahan terhadap kekeringan.tetapi butir naga tetap memerlukan air yg relatif selama pertumbuhannya.kekurangan air selama fase vegetatif bisa menciptakan tanaman layu serta sulitbertunas.
ØPenyulaman tanaman
Penyulaman adalah aktivitas mengganti tumbuhan yangmati ditimbulkan lantaran agresi hama, penyakit, atau sebab lain. Tujuan berdasarkan penyulamanyaitu agar tanaman sanggup berproduksi optimal serta efisiensi huma tetap tinggi.penyulaman dilakukan dalam umur 7 hari sehabis tanam hingga flora berumur 2bulan.
ØPengikatan batang ataucabang
Pengikatan dilakukan setiap 20-25 cm ke tiangpanjatan. Tali pengikat bisa memakai tali rafia atau tali lunak lainnyadengan membangun angaka 8. Pengikatan jangan terlalu kencang supaya btg ataucabang nir terjepit yang dapat mengakibatkan luka atau bahkan patah. Selainitu tujuan pengikatan juga buat mempermudah akar udara menempel pada tiangpanjatan sehingga memperkokoh posisi tanaman .
ØPemupukan susulan
Oleh karena itu, perlu diberi pupuk susulan atau pupuktambahan. Pada budidaya butir naga menggunakan sistem organik pemberian pupuktambahan dilakukan memakai pupuk kandang atau bahan organik lain yg sudahdifermentasi. Dosis anugerah pupuk organik sebesar 2-5 gram/tanaman dalam fasevegetatif serta 5-10 gr/tumbuhan dalam fase generatif. Frekuensi pemberian pupukdilakukan dua bulan sekali. Pupuk diberikan menggunakan cara menggali lubangdisekitar tanaman , jangan terlalu dekat menggunakan batang lantaran bisa melukai akartanaman, lalu ditaburkan serta segera ditutup dengan tanah. Setelah semuapupuk ditutup dengan tanah, lakukan penyiraman agar pupuk mudah bereaksi danterserap oleh akar tanaman .
ØPemangkasan
Pemangkasan tumbuhan bertujuan buat memperoleh bentukyang baik sehingga menunjang pertumbuhan yg baik. Selain itu, pemangkasanjuga bertujuan buat membuang bagian flora yg nir produktif misalnya cabangyang kerdil atau kurus. Batang atau cabang yang tidak produktif akan menghambatpembentukan tunas baru dan butir lantaran berkompetisi dengan batang produktifdalam memperoleh hara.
ØSeleksibunga serta buah
Tanaman yang sudah mulai berbungan ditandai denganmunculnya bunga dalam cabang produktif. Biasanya akan muncul lebih berdasarkan satubunga. Oleh karena itu, seleksi bunga dilakukan saat bunga masih mini ,sehingga nutrisi nir digunakan buat perkembangan bunga yang dibuang. Pilih2-3 bunga yang paling besar , sehat, berwarna cerah, serta segar dalam setiapcabang produktif dengan jarak antar bunga kurang lebih 30 centimeter.
2.6Pengendalian Hama serta Penyakit

ØTungau (Tetranycus sp.)
Tungau ukuran sangat mini dengan bentuk menyerupailaba-laba dan bersifat polyfag, yaitu menyerang hampir segala jenis tumbuhan.serangga dewasa berukuran sekitar 1 mm serta aktif pada siang hari. Siklushidup tungau berkisar antara 14-15 hari. Tungau menyerang tumbuhan buah nagadengan cara menghisap cairan batang serta cabang. Akibatnya dipermukaan kulitbatang atau cabang flora yg terserang timbul bintik-bintik kuning ataucokelat. Serangan yang berat akan mengakibatkan flora butir naga tumbuh nir normal.
Pengendalian tungau sanggup dilakukan menggunakan penyemprotanpestisida nabati tiga-4 hari sekali, misalnya nimba, tagetes, eceng gondok, ataurumput bahari. Untuk memulihkan flora yg terserang tungau diberikan nutrisitanaman organik, baik melalui akar, dengan cara dikocor, maupun melalui tubuhtanaman, dengan cara disemprot.
ØKutu Kebul (Bemisia tabaci)
Salah satu hama primer dalam budidayabuah naga adalah kutu kebul. Imago serangga dewasa berukuran 1-1,5 mm, berwarnaputih, dan sayapnya ditutupi lapisan lilin yg bertepung. Serangga dewasabiasanya berkelompok pada permukaan bagian bawah cabang. Jika flora disentuhbiasanya serangga akan beterbangan seperti kabut atau kebul putih. Gejalaserangan kutu kebul dalam tumbuhan butir naga ditandai menggunakan adanya bercaknekrotik akibat rusaknya sel-sel serta jaringan flora pada btg atau cabangyang terserang. Ekskresi kutu kebul berupa madu yang adalah media tempattumbuhnya embun jelaga yang berwarna hitam. Hal ini menyebabkan prosesfotosintesis berlangsung tidak normal. Selain kerusakan eksklusif dalam flora,kutu kebul merupakan serangga yang sangat berbahaya karena berperan sebagaivektor penular virus tumbuhan. Kerugian akibat agresi kutu kebul dapatmencapai 20-100%. Hingga waktu ini, tercatat sebesar 60 jenis virus yangberpotensi ditularkan oleh kutu kebul.
Pengendalian hama kutu kebul dapatdilakukan secara kultur teknis, yaitu menggunakan menerapkan metode strip-plantingyaitu penerapan tumbuhan perangkap. Tanaman perangkap sanggup ditanam mengelilingiareal budidaya buah naga sehingga membentuk pagar yg kedap. Beberapa tanamanyang efektif digunakan menjadi perangkap kutu kebul antara lain, jagung, bungamatahai, kacang panjang, dan buncis. Selain penerapan strip planting,pengendalian gulma juga wajib dilakukan secara rutin. Gulma sangat berpotensisebagai inang kutu kebul.
ØBusuk Pangkal Batang
Penyakit busung pangkal btg biasanya menyerang padasaat awal penanaman. Gejala serangan ditandai dengan adanya pembusukan padapangkal btg sebagai akibatnya mengakibatkan batang berair serta berwarna kecokelatan.pada wilayah terjangkit masih ada bulu-bulu putih halus yang adalah miseliumcendawan. Penyakit ini disebabkan oleh agresi cendawan Sclerotium rolfsiiSacc. Serta lebih sering menyerang tanaman dalam waktu cuaca lembab.
Upaya pengendalian bisa dilakukan dengan pengaturandrainase serta kelembaban dalam ketika musim hujan. Penyemprotan flora menggunakanpestisida botani, seperti daun serai, bawang putih, kunyit, serta bawang merah.bahan-bahan tadi direbus dan disemprotkan pada tanaman . Upaya lain yangbisa dilakukan adalah menggunakan pemanfaatan agensia hayati, misalnya Trichoderma sp. Serta Gliocldium sp.
ØBusuk Bakteri
Serangan penyakit ini desebabkan sang infeksi bakteriPseudomonas sp. Gejala flora yg terjangkit penyakit busuk bakteri ditandaidengan adanya pembusukan pada pangkal batang, masih ada lendir putih kekuninganpada wilayah serangan, dan tanaman tanpak kusan serta layu.
Pengendalian terhadap agresi bakteri ini dilakukandengan melakukan sanitasi kebun secara rutin, pemugaran drainase buat mencegahadanya genangan air, pencabutan flora terjangkit dan tanah disekitar titiktanam dibuang jauh menurut areal budidaya. Usahakan pembuangan tanah tersebutjangan hingga tercecer. Lubang bekas titik tanam ditaburi dengan kapur agar pHtanah lokal semakin tinggi. Penyemprotan tumbuhan memakai pestisida botani,seperti daun serai, bawang putih, kunyit, dan bawang merah. Bahan-bahantersebut direbus serta disemprotkan pada tanaman . Upaya lain yg mampu dilakukanadalah menggunakan pemanfaatan agensia biologi, misalnya Trichoderma sp. Serta Gliocldium sp.
2.7Panen

Ciri-Ciribuah naga siap panen :

Umur butir semenjak telah mencapai 50-55 hari setelahmuncul bunga; Warna kulit butir mengkilat dengan sisik berubah menurut hijaumenjadi kemerahan; Mahkota buah telah mengecil;Kedua pangkal buah keriput dankering; Bentuk buah bundar paripurna serta akbar dengan bobot diperkirakan 400-600g.

III.KESIMPULAN
Adapun kesimpilan adlah sebagi berikut ;
1.tanaman butir naga merupakan tanamnobat0obatan yg sangat baik dikonsusi tubuh, ketersediaanya masih terbatas danharganyanmasih tinggi.

2.budidaya flora buah naga tidak rumitdan dapt memberikan pendapatan yg lebih serta dapat menaikkan pendapatanpelaku utama.

BUDIDAYA KUBIS

I.PENDAHULUAN

1.1LatarBelakang

Sebagaibahan pangan buat keperluan masakan seperti sup, sayur lodeh, pecel, lotek danlain-lain atau dimakan pribadi (lalapan) bersama menu lain. Manfaat lain dapatdibuat produk kuliner instan seperti mie, makanan ringan serta makanan cepat sajilainnya.
Di bidang kesehatan, bisa dipakai sebagai pencegah dan obat sariawan,penyakit beri-beri, penyakit Xerophthalmia, radang syaraf, lemahnya otot-otot,luka-luka dalam tepi verbal, dermatitis bibir menjadi merah dan radang lidah,kandungan niacin dapat mencegah penyakit palagra serta pembentuk tulang serta gigi.

1.2Tujuan

Adapun tujuan adalahsebagai berikut :
1.untukmengetahui budidaya flora kubis sesuai menggunakan petunjuk teknis serta inovasibaru.
2.sebagaipedoman buat pelaku primer dalam melakukan budidaya tumbuhan kubis.


II.BUDIDAYAKUBIS
2.1Syarattumbuh
Pengaruhangin dirasakan dalam aporasi huma dan evapotranspirasi tumbuhan. Laju anginyang tinggi pada waktu usang (kontinyu) mengakibatkan ekuilibrium kandunganair antara tanah serta udara terganggu, tanah kering dan keras, penguraianbahan-bahan organik terhambat, unsur hara berkurang dan menimbulkan racunakibat tidak terdapat oksidasi gas-gas beracun di pada tanah. Disebutkan jumlahcurah hujan 80% berdasarkan jumlah normal (30 centimeter) menaruh hasil rata-rata 12%dibawah homogen-rata normal. Stadia pembibitan memerlukan intensitas cahaya lemahsehingga memerlukan naungan buat mencegah cahaya mentari pribadi yangmembahayakan pertumbuhan bibit. Sedangkan pada stadia pertumbuhan diperlukanintensitas cahaya yang kuat, sehingga tidak membutuhkan naungan. Tanaman kubisdapat hayati pada suhu udara 10-24 derajat C menggunakan suhu optimum 17 derajat C.untuk waktu singkat, kebanyakan varietas kubis tahan dingin (minus 6-10derajatC), tetapi untuk ketika lama , kubis akan rusak kecuali kubis berdaunkecil ( 9), merupakan racun bagi akar-akar  yaitu pF antara 2,5-4. Dengan demikian lahantanaman kol memerlukan pengairan yg relatif baik (irigasi maupun drainase). KetinggianTempat
Tanaman kubis dapat tumbuh optimal dalam ketinggian 200-2000 m dpl. Untukvarietas dataran tinggi, dapat tumbuh baik dalam ketinggian 1000-2000 m dpl.
2.2Pembibitan
1.persyaratanBenih
Benih yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut: Benih utuh, artinya tidakluka atau nir stigma. Benih harus bebas hama dan penyakit. Benih wajib murni,ialah tidak tercampur menggunakan biji-biji atau benih lain serta higienis darikotoran Benih diambil dari jenis yang unggul atau stek yang sehat. Mempunyaidaya kecambah 80%. Benih yang baik akan tenggelam bila direndam pada air
Penyiapan benih dimaksudkan buat mempercepat perkecambahan benih dan meningkatkandaya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Cara-cara penyiapan adalahsebagai berikut:
1. Sterilisasi benih, dengan merendam benih dalam larutan fungisida dengandosis yg dianjurkan atau dengan merendam benih pada air panas 55 derajat Cselama 15-30 mnt. 2. Penyeleksian benih, dengan merendam biji pada air,dimana benih yg baik akan tenggelam.
3. Rendam benih selama ± 12 jam atau sampai benih terlihat pecah supaya benih cepatberkecambah.kebutuhan benih per hektar tergantung varietas serta jarak tanam, umumnyadibutuhkan 300 gram/ha.
 Benih wajib disemai dan dibumbun sebelumdipindahtanam ke lapangan. Penyemaian bisa dilakukan di bedengan atau langsungdi bumbung (koker). Bumbung bisa dibuat menurut daun pisang, kertas makananberplastik atau polybag kecil.
2.teknikPenyemaianBenih
Hal yang perlu diperhatikan pada penentuan lokasi persemaian diantaranya: (1)tanah nir mengandung hama dan penyakit atau faktor-faktor lain yangmerugikan; (dua) lokasi mendapat penyinaran cahaya surya cukup; serta (3) dekatdengansumberairbersih. Penyemaian dapat dilakukan menggunakan cara menjadi berikut: Penyemaiandibedengan,Sebelum bedengan dibentuk, huma diolah sedalam 30 centimeter lalu dibuat bedenganselebar 110-120 cm memanjang berdasarkan arah utara ke selatan. Tambahkan ayakan pupukkandang halus serta campurkan menggunakan tanah menggunakan perbandingan 1:2 atau 1:1.bedengan dinaungi menggunakan naungan plastik, jerami atau daun-daunan setinggi1,25-1,50 m pada sisi timur dan 0,8-1,0 m di sisi Barat. Penyemaian dapatdilakukan dengan dua cara, yaitu disebar merata pada atas bedengan atau disebardi pada barisan sedalam 0,dua-1,0 centimeter. Cara pertama memerlukan benih yang lebihsedikit daripada cara kedua. Sekitar 2 minggu sesudah semai, bibit dipindahkanke dalam bumbung. Bumbung bisa dibentuk menurut daun pisang atau kertas berplastikdengan berukuran diameter 4-5 cm serta tinggi 5 cm atau berupa polibag 7x10 cm yangmemiliki dua lubang kecil di ke 2 sisi bagian bawahnya. Bumbung diisi mediacampuran ayakan pupuk sangkar matang dan tanah halus dengan perbandingan 1:2atau 1:1. Keuntungannya merupakan ekonomis saat, permukaan petak semaian sempit danjumlah benih persatuan luas poly. Sedangkan kelemahannya adalah penggunaanbenih poly, penyiangan gulma sukar, memerlukan energi kerja terampil terutamasaat pemindahan bibit ke lahan. Penyemaian pada bumbung (koker ataupolybag) Dengancara ini, satu per satu benih dimasukkan ke pada bumbung yang dibuat dengancara misalnya pada atas. Bumbung bisa terbuat menurut daun pisang atau daun kelapadengan berukuran diameter dan tinggi lima cm atau menggunakan polybag kecil yang berukuran7-8 centimeter x 10 cm. Media penyemaian adalah adonan tanah halus dengan pupukkandang (2:1) sebanyak 90%. Sebaiknya media semai disterilkan dahulu denganmengkukus media semai pada suhu udara 55-100 derajat C selama 30-60 menit ataudengan menyiramkan larutan formalin 4%, ditutup lbr plastik (24 jam), laludiangin-anginkan. Cara lain dengan mencampurkan media semai menggunakan zat fumiganBasamid-G (40-60 gram/m2) sedalam 10-15 cm, disiram air hingga basah danditutup dengan lembaran plastik (5 hari), kemudian plastik dibuka, dan lahan diangin-anginkan(10-15 hari).
3.pemeliharaanPembibitan/Penyemaian
Penyiramandilakukan setiap hari dalam pagi dan sore hari tergantung cuaca. Pengaturnaungan persemaian dibuka setiap pagi hingga pukul 10.00 serta sore mulai pukul15.00. Diluar waktu diatas, cahaya mentari terlalu panas dan kurangmenguntungkan bagi bibit. Penyiangan dilakukan terhadap flora lain yangdianggap mengganggu pertumbuhan bibit, dilakukan menggunakan mencabutirumput-rumput/gulma lainnya yg tumbuh disela-sela tanaman pokok. Dilakukanpemupukan larutan urea menggunakan konsentrasi 0,lima gram/liter dan penyemprotan pestisida½ takaran apabila diperlukan. Hama yang menyerang biji yg belum tumbuh serta tanamanmuda adalah semut, siput, bekicot, ulat tritip, ulat pucuk, molusca dancendawan. Sedangkan, penyakit merupakan penyakit layu. Pencegahan danpemberantasan digunakan Insektisida serta fungisida misalnya Furadan 3 G,Antrocol, Dithane, Hostathion dan lain-lain.
4.pemindahanBibit
Pemindahan dilakukan jika bibit telah memiliki perakaran yg kuat. Bibit daribenih/biji siap ditanam sesudah berumur 6 minggu atau sudah berdaun 5-6 helai,sedangkan bibit dari stek bisa dipindahkan setelah berumur 28 hari. Pemindahanbibit dilakukan menggunakan cara menjadi berikut: Sistem cabut, bibit dicabut denganhati-hati agar tidak menghambat akar. Jika disemai dalam polybag, pengambilan bibitdilakukan dengan cara membalikkan polybag menggunakan batang bibit dijepit antaratelunjuk dan jari tengah, kemudian polybag ditepuk-tepuk perlahan sampai bibitkeluar. Bila bibit disemai dalam bumbung daun pisang atau daun kelapa, bibitdapat ditanam bersama bumbungnya. Sistem putaran, caranya tanah disiram danbibit menggunakan diambil bersama tanahnya dua,5-tiga cm dari batang menggunakan kedalaman 5cm.
4. Pengolahan Media Tanam
Lahansebaiknya bukan lahan bekas ditanami tumbuhan keluarga Cruciferae lainnya.dilakukan pengukuran pH serta analisa tanah mengenai kandungan bahan organiknyauntuk mengetahui kecocokan huma ditanami kol/kubis. Tanah digemburkan dandibalik menggunakan dicangkul atau dibajak sedalam 40-50 centimeter, dibersihkan darisisa-residu tanaman serta diberi pupuk dasar. Setelah itu, dibiarkan terkena sinarmatahari selama 1-2 minggu buat memberi kesempatan oksidasi gas-gas beracundan membunuh asal-sumber patogen.
5.pembuatanBedengan
Bedengan dibuat dengan arah Timur-Barat, lebar 80-100 centimeter, tinggi 35 cm danpanjang tergantung keadaan huma. Lebar parit antar bedengan ± 40 cm (paritpembuangan air PPA 60 centimeter) dengan kedalaman 30 centimeter (PPA 60 centimeter).
6.pengapuran
Fungsi untuk meningkatkan pH tanah serta mencegah kekurangan unsur hara makro maupunmikro. Dosis pengapuran bergantung kisaran angka pH-nya, biasanya antara 1-dua tonkapur per hektar. Jenis kapur yag digunakan diantaranya: Captan(calcit)danDolomit.
7. Pemupukan
Bedengansiap tanam diberi pupuk dasar yg poly mengandung unsur Nitrogen dan Kalium,yaitu Za, Urea, TSP serta KCl masing-masing 250 kg, serta Borax atau Borate 10-20kg/ha. Pemberian pupuk kandang dilakukan sebesar 0,5kgpertanaman.
2.3Penanaman
Penentuan pola tanam tumbuhan sangat bergantung kesuburan tanah serta varietastanaman menggunakan jeda tanam 50 x 50 cm. Pola penanaman ada 2 yaitu larikan danteratur misalnya pola bujur sangkar; pola segi tiga sama sisi; pola segi empatdan pola barisan (barisan tunggal dan barisan ganda). Pola segi tiga sama sisidan bujur sangkar tergolong baik karena dihasilkan jumlah tumbuhan lebih poly.pembuatanLubangTanam Lubang tanam dibuat sinkron dengan jarak tanam sedalamcangkul atau dengan ukuran garis tengan 20-25 cm sedalam 10-15 centimeter..caraPenanaman, 1. Waktu tanam yang baik yaitu pada pagi hari antara pukul06.00-10.00 atau sore hari antara pukul 15.00-17.00, lantaran imbas sinarmatahari dan temperatur nir terlalu tinggi.
2. Pilih bibit yang segar dan sehat (nir terjangkit penyakit ataupun hama).
3. Bila bibit disemai dalam bumbung daun pisang atau, ditanam bersama denganbumbungnya, jika disemai dalam polybag plastik maka dimuntahkan terlebih dahuludengan cara membalikkan polybag menggunakan btg bibit dijepit antara telunjuk danjari tengah, kemudian polybag ditepuk-tepuk secara perlahan sampai bibit keluardaripolybag.4. Jika disemai pada bedengan diambil menggunakan solet (sistemputaran), caranya menggambil bibit bersama tanahnya lebih kurang 2,lima-tiga cm daribatang sedalam lima centimeter. Lima. Bibit segera ditanam dalam lubang dengan memberi tanahhalus sedikit-demi sedikit dan tekan tanah perlahan supaya benih berdiri tegak.
6. Siram bibit menggunakan air sampai basah benar.


2.4PemeliharaanTanaman
1.penjarangandanPenyulaman
Penjarangan dilakukan ketika pemindahan bibit ke huma, yaitu waktu bibit berumur6 minggu atau sudah berdaun 5-6 helai (semaian biji) atau berumur 28 hari(semaian stek). Jika bibit disemai pada bumbung maka penjarangan tidakdilakukan. Sedangkan penyulaman hampir nir dilakukan lantaran umurtanamanbulan).
2.penyiangan
Penyiangan dilakukan bersama dengan penggemburan tanah sebelum pemupukan ataubila masih ada tumbuhan lain yg mengganggu pertumbuhan flora. Penyiangandilakukan menggunakan hati-hati serta tidak terlalu dalam karena bisa menghambat sistemperakaran flora, bahkan dalam akhir penanaman usahakan tidakdilakukan.
3.pembubunan
Pembumbunan dilakukan beserta penyiangan menggunakan mengangkat tanah yang ada padasaluran antar bedengan ke arah bedengan berfungsi buat menjaga kedalaman paritdan ketinggian bedeng dan menaikkan kegemburan tanah.
4.perempelan
Perempelan cabang/tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin buat menjagatanaman induk supaya pertumbuhan sinkron harapan, sehingga zat makananterkonsentrasi pada pembentukan bunga seoptimal mungkin.
5.pemupukan
Pemupukan susulan I dilakukan dengan urea 1gram per flora melingkari tanamandengan jeda 3 cm disaat tanaman kelihatan hayati buat mendorong pertumbuhan.pemupukan kedua dilakukan dalam umur 10-14 hari menggunakan takaran 3-5 gram, denganjarak 7-8 centimeter. Pemupukan ketiga dilakukan pada umur tiga-4 minggu menggunakan takaran 5gram pada jeda 7-8 centimeter. Bila pertumbuhan belum optimal bisa dilakukanpemupukan lagi pada umur 8 minggu.
6.pengairandanPenyiraman
Waktu anugerah air sebaiknya dilakukan dalam pagi serta sore hari. Pada musimkemarau, pengairan perlu dilakukan 1-2 hari sekali, terutama dalam fase awalpertumbuhandanpembentukanbunga.
7.waktuPenyemprotanPestisida
Untuk pencegahan, penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atausecara rutin 1-dua minggu sekali dengan takaran ringan. Untuk penanggulangan,penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan takaran sempurna, agar hama dapatsegeraditanggulangi. Jenis serta dosis pestisida yg dipakai dalammenanggulangi hama sangat beragam tergantung menggunakan hama yg dikendalikan dantingkat populasi hama tadi.
Hal-hal yg penting dalam merawat tumbuhan adalah: 1. Menghindari pelukaan padatanaman lantaran luka pada flora merupakan galat satu jalan yang efektif dalampenularan penyakit serta sangat disukai oleh hama.
2. Dalam pemupukan, pupuk tidak boleh mengenai flora serta harus selaludiikutidenganpenyiraman.
2.5PengendalianHamadanPenyakit
1. Ulat Plutella (Plutella xylostellaL.)
Dikenal dengan nama ulat tritip, Diamond-black moth, hileud keremeng, amabodas, ama karancang (Sunda), omo kapes, kupu klawu (Jawa). Ciri: (1) siklushidup 2-tiga minggu tergantung temperatur udara; (dua) ngengat betina panjang 1,25cm berwarna kelabu, memiliki 3 buah titik kuning dalam sayap depan,meletakkan telur dibagian bawah permukaan daun sebesar 50 buah dalam saat 24jam; (tiga) telurnya berbentuk oval, berukuran 0,6-0,3 mm, berwarna hijau kekuningan,berkilau, lembek dan menetas ± tiga hari; (4) larva Plutella berwarna hijau,panjang 8 mm, lebar 1 mm, mengalami 4 instar yang berlangsung selama 12 hari,ngengat kecil berwarna coklat keabu-abuan; (5) ngengat aktif dimalam hari,sedangkan siang hari bersembunyi dibawah dibawah residu-residu tumbuhan, atau hinggapdibawah bagian atas daun bawah. Gejala: (1) umumnya menyerang pada musimkemarau; (2) daun berlubang-lubang terdapat bercak-bercak putih seperti jendelayang menerawang serta tinggal urat-urat daunnya saja; (tiga) umumnya menyerangtanaman muda, tetapi kadang-kadang menghambat tumbuhan yg sedang menciptakan bunga.pengendalian: (1) mekanis: mengumpulkan ulat-ulat dan telurnya, kemudiandihancurkan. (dua) Kultur teknik: pergiliran tanaman (rotasi) menggunakan flora yangbukan keluarga Cruciferae; pola tumpang sari brocolli menggunakan tomat, bawang daun,dan jagung; dengan tumbuhan perangkap (trap crop) misalnya Rape/Brassicacampestris ssp. Oleifera Metg. (tiga) Hayati/hayati: menggunakan musuh alami,yaitu parasitoid (Cotesia plutella Kurdj, Diadegma semiclausum, Diadegmaeucerophaga) ataupun predatornya. (4) Sex pheromone : merupakan "UgratasUngu" menurut Taiwan. Bentuk sex pheromone ini misalnya benang nilon berwarnaungu sepanjang ± 8 cm. Cara penggunaan : Ugratas ungu dimasukkan botol bekasagua, lalu dipasang dilahan perkebunan dalam posisi lebih tinggi daritanaman. Daya tahan ugratas terpasang ±tiga minggu, serta tiap hektar kebunmemerlukan 5-10 butir perangkap.(5) Kimiawi: menyemprotkan insektisida selektifberbahan aktif Baccilus thuringiensis seperti Dipel WP, Bactospeine WP, FlorbacFC atau Thuricide HP pada konsentrasi 0,1-0,2%, Agrimec 18 FC, pada konsentrasi1-2 cc/liter.
2. Ulat croci (Crocidolomia binotalisZeller)
Ulat croci diklaim hileud bocok (sunda). Ciri: (1) daur hidup 22-32 hari,tergantung suhu udara; (2) ulat berwarna hijau, pada punggung terdapat garishijau belia serta perut kuning, panjang ulat 18 mm, berkepompong pada dalam tanahdan telur diletakkan dibawah daun secara berkelompok berbentuk pipih menyerupaigenteng rumah; (3) menyerang tanaman yg sedang menciptakan bunga. Pengendalian:sama menggunakan ulat Prutella, parasitoid yg paling cocok adalah Inareolata sp.
3. Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn)
Ulat tanah diklaim ulat taneuh, hileud orok (Sunda) atau uler lettung(Jawa).
Ciri: (1) siklus hidup 6-8 minggu; (2) kupu-kupu ataupun ulatnya aktif padasenja dan malam hari, pada siang hari bersembunyi di bawah daun (kupu-kupu) danpermukaan tanah (ulat). Gejala: memotong titik tumbuh atau pangkal batangtanaman, sebagai akibatnya tumbuhan muda rebah serta dalam siang hari tampak layu.pengendalian: (1) mekanis: mencabut ulat-ulat tanah dan membunuhnya; (dua) kulturteknis: pembersihan kebun dari rerumputan atau sisa-residu tumbuhan yg dijadikantempat bertelur hama tanah; (tiga) kimiawi: menggunakan umpan beracun serta semprotaninsektisida.campuran menurut 125-250 gram Dipertex 95 SL, 10 kg dedak, 0,lima-1,0 kggula merah dan 10 liter air buat flora seluas 0,25-0,lima hektar. Umpantersebut disebarkan disekeliling tanaman dalam senja serta malam hari. Bisa jugadisemprotkan insektisida Dursban 20 EC 1 cc/liter air. Waktu penyemprotansehabis tanam serta bisa diulang 1-dua kali seminggu.
4. Kutu daun (Aphis brassicae)
Hidup berkelompok dibawah daun atau massa bunga (curd), berwarna hijau diliputisemacam tepung berlilin. Gejala: menyerang flora dengan menghisap cairanselnya, sebagai akibatnya menyebabkan daun menguning dan massa bunga berbintik-bintiktampak kotor. Menyerang hebat dimusim kemarau. Pengendalian: menyemprotkaninsektisida ORTHENE 75 SP atau Hostathion 40 EC 1-2 cc/liter air.
5. Busuk hitam (Xanthomonas campestrisDows.)
Penyebab: bakteri, serta merupakan patogen tular benih (seed borne), dan dapatdengan mudah menular ketanah atau ke flora sehat lainnya. Gejala: (1) tanamansemai rebah (damping off), karena infeksi awal terjadi dalam kotiledon, kemudianmenjalar keseluruh tumbuhan secara sistematik; (dua) bercak coklat kehitam-hitamanpada daun, batang, tangkai, bunga juga massa bunga yg diserang; (tiga) gejalakhas daun kuning kecoklat-coklatan berbentuk alfabet "V", lalumengering. Batang atau massa bunga yg terserang menjadi busuk berwarna hitamatau coklat, sebagai akibatnya kurang layak dipanen. Pengendalian: (1) memberikanperlakuan pada benih seperti sudah dijelaskan pada poin pembibitan sub poinpenyiapan benih; (2) pencucian kebun berdasarkan tumbuhan inang alternatif; (tiga)rotasi tanaman selama ± tiga tahun dengan flora tidak sefamili.
6. Busuk lunak (Erwinia carotovoraHolland.)
Penyebab: bakteri yg menyebabkan busuk lunak dalam flora sewaktu masih dikebun hingga pasca panen dan pada penyimpanan. Gejala: (1) luka pada pangkalbunga yang hampir siap panen; (2) luka akar flora scara mekanis, seranggaatau organisme lain; (3) luka waktu panen; (4) penanganan atau pengepakan yangkurang baik. Pengendalian: (1) Pra panen: membersihkan sisa-sisa tumbuhan padalahan yg akan ditanami; menghindari kerusakan flora sang serangga pengerekatau sewaktu pemeliharaan tumbuhan; menghindari bertanam kubis-kubisan padamusim hujan pada daerah basis penyakit busuk lunak. (2) Pasca panen: menghindariluka mekanis atau gigitan serangga menjelang panen; menyimpan output panen dalamkeadaan kemarau, atau bila dicuci dengan air bersih, wajib dikeringkan terlebihdahulu sebelum disimpan; berhati-hati dalam membawa atau mengangkut hasil panenketempat penyimpanan buat mencegah luka atau memar; menyimpan output ditempatsejuk dan mempunyai peredaran udara baik.
7. Akar bengkak atau akar pekuk(Plasmodiophora brassicae Wor.)
Penyebab: cendawan Plasmodiophora brassicae. Gejala: (1) pada siang hariatau cuaca panas, flora tampak, namun pada malam atau pagi hari daun tampaksegar balik ; (2) pertumbuhan terlambat, flora kerdil dan tidak mampumembentuk bunga bahkan dapat mati; (3) akar bengkak serta terjadi bercak-bercakhitam. Pengendalian: (1) memberi perlakuan dalam benih seperti poin penyiapanbenih; (dua) menyemai benih pada loka yg bebas wabah penyakit; (tiga) melakukansterilisasi media semai ataupun tanah kebun dengan Besamid-G 40-60 gr/m2untuk arel pembibitan atau 60 gram/m2untuk kebun; (4) melakukan pengapuranuntuk menaikkan pH; (5) mencabut tumbuhan yang terserang penyakit; (6)pergiliran atau rotasi flora menggunakan jenis yang nir sefamili
2.6Panen danPasca Panen
1. Ciri serta Umur Panen
Umur masakpetik atau panen tanaman kubis tergantung pada varietasnya, berumur pendek(cepat berbuah) dan berumur panjang (dalam).
a) Premium Flat Dutch: umur panen 100 hari, produksi 4,5 kg/tanaman .
b) Early Flat Dutch: umur panen 83 hari, produksi 2,4-2,7 kg/tumbuhan.
c) O-S Cross: umur panen 80 hari, produksi dua kg/flora.
d) Surehead: umur panen 93 hari, produksi 3-4,lima kg/flora.
e) Globe Master: umur panen 75 hari, produksi 2-dua,5 kg/tanaman .
f) Emerald Cross Hybrid: umur panen 45 hari, produksi 1.2 kg/tanaman .
g) Copenhagen Market: umur panen 72 hari, produksi 1.8-2 kg/tanaman .
h) K-K Cros: umur panen 58 hari, produksi 1,6 kg/tumbuhan.
i) Green Cup: umur panen 73 hari, produksi 1,lima kg/tumbuhan.
j) Ecarliana: umur panen 60 hari, produksi 1 kg/tumbuhan.
Ciri-ciri kemasakan kubis merupakan sebagai berikut:
a) Krop kubis mengeras dengan cara menekan krop kubis.
b) Daun berwarna hijau mengkilap.
c) Daun paling luar sudah layu.
d) Besar krop kubis sudah terlihat aporisma.
2.caraPanen
Pemetikan yg kurang baik akan menimbulkan kerusakan mekanis yg menyebabkankrop kubis terinfeksi patogen sebagai akibatnya mudah pembusukan. Langkah-langkah dalammemetik kubis:
a) Pilih kubis yg sudah tua serta siap dipetik.
b) Petik kubis menggunakan memakai pisau yang tajam serta bersih. Pemotongandilakukan pada bagianpangkal btg kubis.
c) Urutan pemetikan adalah dimulai dengan kubis yang sehat baru kemudiandilakukan pemetika dalam kubis yang sudah terkena infeksi patogen.
3.pascapanen
1.pengumpulan
Setelah dipetik, kubis dikumpulkan pada loka yang teduh dan nir terkenasinar mentari pribadi supaya laju respirasi berkurang sehingga didapatkan kubisyang tinggi kwalitas dan kwantitasnya. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hatidan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar.
2.penyortiran dan Penggolongan
Penyortiran buat memisahkan krop kubis baik serta bermutu berdasarkan yang kurang baikatau rusak, misalnya retak, lecet dan kerusakan lainnya. Penggolongan bertujuanuntuk mengolongkan krop ke pada mutu kelas I, kelas II dan seterusnyaberdasarkan jumlah daun pembungkus krop, keseragaman bentuk, keseragamanukuran, kepadatan krop, kadar kotoran maksimum, kecacatan kubis maksimum danpanjang batang kubis maksimum.
a) Jumlah daun pembungkus: mutu I=4 helai; mutu II=4 helai.
b) Homoginetas bentuk: mutu I=seragam; mutu II=seragam.
c) Homogenitas ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam.
d) Kepadatan krop: mutu I=padat; mutu II=kurang padat.
e) Kadar kotoran maksimum: mutu I=dua,5%; mutu II=dua,5%.
f) Kubis stigma maksimum: mutu I=lima%; mutu II=10%.
g) Panjang batang kubis maksimum: mutu I=dua,lima cm; mutu II=2,5 cm
3.penyimpanan
Penyimpanan kubis harus memperhatikan varietas kubis, suhu, kelembaban dankadar air. Pada suhu 32-35 derajat F dan kelembaban udara 92-95%, kubis dapatdisimpan 4-6 bulan (kubis kadar air tinggi) dan 12 bulan (kubis kadar airrendah) menggunakan kehilangan berat sebanyak 10%.
4.pengemasan serta Pengangkutan
Pengemasan dilakukan menggunakan plastik polyethylene serta pada pengangkutan kemasanperlu dimasukkan ke dalam kotak atau peti kayu (field boxes) menggunakan kapasitas25-30 kg/peti.


III.KESIMPULAN
Adapukesimpulan adalah sebagai berikut :
1.tanamankubis bisa tumbuh pada dataran tinggi dan sangat rentan terhadap hama danpenyakit jadi wajib selalau memperhatikan kelembaban lingkungan.

2.tanamankubis dapat dibudidaya sang siapapun yg penting harus memperhatikanpemeliharaan tumbuhan kubis.