CARA MEMBUAT PESTISIDA DARI BAWANG PUTIH AMPUH BASMI HAMA ULAT

Guna menghemat porto yang dibutuhkan buat membeli produk-produk sejenis fungisida serta insektisida buatan pabrik, sebenarnya kita jua mampu menciptakan sendiri pestisida alami dimana fungsi serta khasiatnya tidak kalah dengan pestisida yang dijual di toko-toko. Untuk membuat pestisida alami ini, adapun perlatan serta bahan yg diharapkan diantaranya:
Alat dan bahan yang diharapkan adalah
  • 3 butir bawang putih 
  • mortar dan alu, untuk menumbuk bawang
  • sendok 
  • 1 sendok sabun cair 
  • 1 liter air botol mineral siklus ulang 

Bagaimana cara mengolahnya? 
dengan menggunakan mortar dan alu, tumbuklah bawang putih sampai sebagai lumat lembut lalu campurkan menggunakan 1 liter air. Masukkan cairan ke pada botol kemudian simpan pada suhu kamar selama 24 jam sebelum bisa digunakan. Pestisida bawang putih harus digunakan nir lebih menurut tiga hari selesainya proses penyimpanan.
Cara Menggunakan Pestisida Bawang Putih 
Untuk menggunakan pestisida alami berdasarkan bawang putih, kita bisa memakai indera semprot biasa. Saring pestisida bawang putih serta masukkan ke dalam semprotan dan campurkan pula sabun cair ke dalam sprayer.
Pestisida organik siap digunakan, lakukan penyemprotan secara merata pada daun yg terlihat terkena hama contohnya ulat pemakan daun, semprot sampai daun basah sang pestisida. Pestisida bawang putih pula sanggup disiramkan ke tanah untuk mencegah hama tiba berdasarkan tanah.
Mengapa menggunakan sabun cair dalam pestisida bawang putih? 
Fungsinya merupakan buat menaikkan kerja pestisida saat disemprotkan dalam flora yg memiliki daun berlilin misalnya daun talas serta brokoli. Daun lilin akan sangat sulit menyerap pestisida karena air tidak akan menempel serta bahkan cenderung jatuh ke tanah sehabis disemprot. Hal ini pula terjadi waktu kita menyemprot pestisida pada hama yang kulitnya ditutupi dengan lilin.

Sumber: Youtube

CARA MENYINGKIRKAN RACUN TOKSIN DENGAN MAKANAN SEHAT

Mengurangi racun dalam Tubuh - Sebelum membahas lebih lanjut mengenai toksin atau racun berdasarkan pada tubuh, usahakan anda mengerti dulu pengertian berdasarkan toksin itu sendiri. Toksin adalah zat beracun yang diproduksi di pada sel atau organisme hayati, kecuali zat protesis manusia yang diciptakan melalui proses artifisial.
Untuk zat beracun yg nir diproduksi di pada organisme hidup, sperti bahan kimia sebagai model pengawet dalam kuliner yg terkonsumsi biasa disebut dengan "toksikan" serta "toksik". Toksin mempunyai tingkat Mengganggu yg sangat majemuk, mulai menurut mini serta akut (contohnya sengat lebah) sampai mematikan (contohnya toksin botulinum). Toksik juga sanggup menyebabkan beberapa masalah kesehatan misalnya timbulnya penyakit berbahaya misalnya sel kanker.
Nah jadi sangat penting untuk menyingkirkan toksin juga toksik menurut pada tubuh anda serta proses alami ataupun protesis yang biasa dipakai buat mengeluarkan zat berbahaya menurut pada tubuh disebut dengan detoksifikasi. Beberapa zat kimia berbahaydari pada tubuh misalnya nikotin, residu obat, bahan kimia pada makanan dan lainnya bisa menciptakan perkara kesehatan dalam tubuh anda.
Nah kali ini aku akan sedikit share tentang bagaimana cara menyingkirkan racun atau zat kimia berbahaya lain (detoksifikasi) menurut tubuh anda melalui makanan, beberapa jenis kuliner ini diketahui bisa mengurangi pengaruh yg disebabkan sang zat zat kimia dalam tubuh anda:

Bahan kuliner sebagai detoksifikasi Alami
Mengurangi racun tubuh dengan Bit
Bit adalah sejenis pohon umbi-umbian yg diperkaya sumber vitamin vitamin C, B3, B6, serta beta-karoten. Bit juga mengandung mineral penting misalnya kalsium, seng, besi dan magnesium. Semua kandungan nurisi pada bit sangat berguna buat proses detoksifikasi. Bit pula bermanfaat buat kesehatan hati dan kandung empedu, organ tubuh yg membantu pada menghilangkan racun menurut tubuh Anda. Bit juga mempunyai jumlah tinggi serat.
Mengurangi dampak racun tubuh dengan lemon
Lemon diperkaya dengan antioksidan, antibakteri dan mengandung jumlah tinggi Vitamin C. Lemon pula dapat membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh anda atau detoksifikasi menggunakan melepaskan enzim yg membantu buat mengganti racun menjadi bentuk yang larut pada air dan mudah dikelurakan menurut tubuh melalui keringat serta air seni.
Jika Anda minum segelas air lemon setiap pagi, hal ini membantu buat membangun basa yg mengimbangi keasaman menurut poly makanan lain yg kita makan. Untuk yg baru mencoba meminum segelas lemon dipagi hari buat pertama kali sebelum makan mungkin akan sedikit membuat perut anda perih.
Mengurangi dampak racun tubuh dengan kunyit
Kunyit poly digunakan buat obat obatan herbal, karena jenis umbian ini memang mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan dan galat satunya merupakan buat membantu mengeluarkan racun dan zat kimia berbahaya dari dalam tubuh anda. Kunyit ini mengandung curcumin, suatu zat yg menaruh warna kuning, maka nir mengherankan apabila kunyit memiliki rona kuning atau agak orange dalam daging buahnya. Curcumin dipakai pada pengobatan Ayurvedic karena kemampuannya buat membantu pada mengobati gangguan pencernaan dan hati. Zat ini pula dikenal buat membantu pada mengurangi peradangan pada seluruh tubuh.
Mengurangi impak racun tubuh menggunakan bawang Putih
Bawang putih memiliki aroma yang sangat bertenaga yg dikenal mempunyai sifat antibakteri serta antioksidan yang sangat baik, selain hal itu bawang putih jua memiliki kandungan detoksifikasi alami. Bawang putih mempunyai antibiotik, antiseptik, serta kemampuan antivirus yg membantu tubuh Anda melawan penyakit dan permanen sehat.
Dengan kandungan antiseptik, antioksidan, antibakteri dan antivirus yg sangat baik maka bawang putih merupakan jenis makanan yang cukup baik buat membantu mengurangi racun berdasarkan dalam tubuh anda serta mengeluarkannya. Mematikan mikroba berbahaya dari tubuh Anda membantu mengurangi racun. Bawang putih jua mengandung senyawa sulfur yg bertindak sebagai penawar racun.
Mengurangi imbas racun tubuh dengan apel
Apel kaya akan kandungan vitamin, mineral, serat, fitokimia, serta flavenoids. Apel mengandung pektin, serat larut yang bisa membantu buat detoksifikasi makanan tambahan dan logam berdasarkan tubuh Anda. Apel juga memiliki phlorizin, sebuah flavenoid yg membantu buat merangsang produksi empedu, sehingga membantu hati Anda pada menghilangkan racun.
Namun anda wajib jeli pada memilih butir apel buat anda konsumsi karena kebanyakan apel yang dijual dipasaran bukan apel organik. Pastikan apel Anda organik, sebagai akibatnya Anda nir berpotensi menelan residu pestisida. Apel juga dianggap dapat mengatasi bau mulut.
Mengurangi pengaruh racun tubuh menggunakan brokoli
Brokoli merupakan jenis sayuran yang kaya akan nutrisi bagi kesehatan anda. Serta membantu mengurangi zat kimia atau racun berbahaya menurut pada tubuh. Brokoli merupakan makanan pembangkit tenaga listrik yang mengandung banyak fitokimia krusial. Ketika Anda memasak, memotong, mengunyah, serta mencerna brokoli, brokoli akan melepaskan sulphorophanes dianggap D-glutarate dan indole-3-carbinol. Kedua zat ini dikenal buat impak detoksifikasi. Coba masukkan brokoli buat salad atau sandwich. Dan pastikan buat mengonsumsinya pada keadaan segar atau jika anda memang harus memasaknya maka jangan hingga layu supaya nutrisi pada brokoli tidak terlarut.
Mengurangi pengaruh racun tubuh menggunakan kecambah tauge
Nah kecambah tauge merupakan juga jenis makanan yg membantu mengurangi racun ataui zat kimia berbahaya dari dalam tubuh anda. Kecambah tauge mengandung lebih kurang 20 kali lebih poly sulfurophane menurut brokoli biasa. Ini berarti 20 kali lebih digdaya dalam detoksifikasi dibanding brokoli. Jadi jangan lupakan kecmbah tauge pada pilihan menu kuliner sehat anda.

BUDIDAYA BAWANG MERAH

I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bawang merahmerupakan salah satu komoditas sayuran unggulan Jawa Timur yg  sangatfluktuatif  harga juga produksinya.  Hal ini terjadi karena pasokanproduksi yang nir seimbang antara panenan dalam musimnya serta panenan di luarmusim, salah satu diantaranya disebabkan tingginya intensitas serangan hama danpenyakit terutama apabila penanaman dilakukan pada luar animo.  Selain itubawang merah adalah komoditas yang nir dapat disimpan usang, hanya bertahan3-4 bulan padahal konsumen membutuhkannya setiap waktu.
Masalahutama usahatani bawang merah di luar musim adalah tingginya resiko kegagalanpanen karena lingkungan yg kurang menguntungkan , terutama serangan hama danpenyakit.  Hama dan penyakit penting dalam bawang merah diantaranya : ulatbawang (Spodoptera exigua) dan Thrips , sedangkan penyakitnya meliputiantraknose, fusarium dan trotol.
Keberadaanhama serta penyakit tadi menyebabkan petani memakai pestisida secaraberlebihan karena petani beranggapan bahwa keberhasilan usahatani ditentukanoleh keberhasilan pengendalian hama serta penyakit, yaitu menggunakan meningkatkantakaran, frekuensi dan komposisi jenis adonan pestisida yg digunakan. Akibatnya biaya usatani bawang merah semakin tinggi dan laba yangdiperoleh tidak seimbang dan  nir memperhatikan konsep pertanian ramahlingkungan. Dampak lain penggunaan pestisida yang berlebihan yaitu ledakan darihama sekunder.
Untukmengantisipasi masalah di atas galat satu bisnis yaitu mencari dan menggali varietas-varietasbawang merah yang memiliki sifat-sifat unggul terutama dalam hal produksiserta ketahanan terhadap hama dan penyakit primer sebagai akibatnya varietas bawang merahtersebut bisa berproduksi walaupun agresi hama dan penyakit cukup berat.bilamana varietas unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit diperoleh makavarietas tadi dapat ditanam dalam luar trend sehingga transedental produksibawang merah dapat terjamin.
1.2Tujuan

Adapun tujuan adalah sebagi berikut :
1.untuk sebagai petunjuk bagi pelaku utama dalammelaksanakan budidaya bawang merah
2.untuk mempertinggi pendapatan petani serta keluarganya.

II.BUDIDAYABAWANG MERAH
2.1 SyaratTumbuh

Bawang merahakan tumbuh menggunakan baik jika ditanam pada tanah sawah atau tegalan dengantekstur sedang hingga liat. Selain itu tempat pertumbuhan bawang merah yangbaik sanggup pula pada tanam dalam jenis tanah Alluvial yang mempunyai pH lima.6 - 6.lima,dengan ketinggian 0-400 mdpl, serta kelembaban 50-70 %, dan suhu 25-32 drajatC.
2.2 Pemulihat Bibit
Adapun persyaratanbibit bawang merah yg baik antara lain : Umur simpan bibit sudah memenuhi ,yaitu sekitar 3-4 bulan, walaupun untuk umur simpan yg lebih muda bibit tetaptumbuh tetapi dalam pertumbuhan berikutnya akan lebih rendah hasilnyadibandingkan bibit yang sudah siap tanam (sudah relatif umur simpannya) Umurpanen waktu calon umbi bibit ditanam pada lapang  , buat varietas Baujimaupun Super Philip usahakan 65 – 70 har Ukuran bibit sedang , sekitar lima-6gram .  Penggunaan bibit yang berukuran terlalu akbar akan meningkatkanbiaya lantaran kebutuhan bibit semakin banyak.kebutuhan bibit setiap hektarberkisar 800 – 1000 kg , tergantung dari besarnya bibit. Dan biaya untukpembelian bibit kurang lebih separo berdasarkan seluruh porto produksi.
Umbi bibit berwarna merah cerah,menggunakan kulit mengkilat, Umbi bibit bernas , sehat, padat , nir keropos dantidak lunak.  Jika ada umbi bibit yang tidak memiliki sifat demikiansebaiknya tidak dipakai sebagai bibit. Umbi bibit tidak terserang hama danpenyakit. Sebelum ditanam, umbi bibit dibersihkan dulu berdasarkan kulit-kulit yangkering dan jika pertunasan belum kelihatan diujung umbi, maka usahakan ujungumbi dipotong 1/tiga supaya mempercepat  munculnya tunas
2.3Persiapan lahan
Bawangmerah  membutuhkan kondisi tanah yang lebih gembur dibanding tanamansayuran lainnya .  Oleh karenanya pengolahan tanah dalam bawang merahdilakukan sampai beberapa kali hingga tanah benar-benar sebagai gembur. Bila tanah yang digunakan adalah tanah bekas ditanami jagung juga tebu, makasisa tanaman tadi harus dibersihkan sampai akar-akarnya supaya tidakmengganggu pertumbuhan bawang merah. Dapat jua menggunakan herbisida sebelumtanah di olah untuk mematikan rumput serta gulma lainnya ,seperti Goal maupunRoundup yg diberikan dua minggu sebelum tanah diolah. Tanah diolah dengancara dibajak lebih dari 4 kali hingga tanah menjadi gembur serta tanahdikeringkan lebih berdasarkan seminggu .kemudian tanah dihaluskan lagi, sehabis halusdapat dibuat bedengan menggunakan berukuran .untuk musim kemarau : tinggi bedengan 25cm, kedalaman parit 30-40 cm , lebar parit 50 centimeter. Untuk musimhujan      : tinggi bedengan 40 cm, kedalamanparit  50 cm , lebar parit 50 cm.
Padabudidaya bawang merah sangat diperlukan pembentukan bedengan, dimana adanyabedengan berfungsi supaya tanaman bawang merah tidak selalu tergenang air , danair yg disiramkan segera habis terserap.  Setelah bedengan terbentuk,maka ditaburi pupuk kotoran ternak (pupuk kandang ) yg sudah benar-benarmatang, ditandai menggunakan kotoran ternak sudah misalnya tanah yang gembur. Dosis buat kotoran ayam sebanyak 5 ton/ha, sedangkan buat kotoran sapi maupunkambing lebih kurang 10-15 ton/ha.  Namun takaran ini bisa menjadi lebih banyakmaupun lebih sedikit tergantung menurut kesuburan tanah.              
Pupukkandang yang diberikan bersamaan menggunakan pembuatan bedengan merupakan perlakuanpemberian pupuk dasar   .  Selain itu diberikan pula pupuk SP 36dengan takaran 200 kg/ha swebagai pupuk dasar , yg ditaburkan merata padaseluruh bagian atas bedengan.  Pupuk sangkar juga SP 36 diberikan seminggusebelum tanam. Setelah tanah dipupuk maka tanah diairi agar pupuk dapat meresapke pada tanah.
2.4Penanaman
Musim tanamoptimal buat bawang merah yaitu pada akhir musim hujan  bulan Maret –April dan demam isu kering Mei – Juni, tetapi di wilayah sentra produksi dapatdijumpai penanaman bawang merah tanpa mengenal isu terkini,  Untuk penanaman diluar ekspresi dominan (off season) perlu memperhatikan pengendalian hama dan penyakitlebih cermat.
Penanamandilakukan sehabis tanah serta bibit sudah dipersiapkan, dimana sebelum dilakukanpenanaman tanah harus diari agar ketika penanaman syarat tanah gembur Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa bibit sebelum ditanam lebihbaik dibersihkan dan diseleksi terlebih dulu supaya pertumbuhan tanaman menjadibaik.  Jika nir diseleksi ditakutkan tercampurnya bibit yang jelekkarena terjangkit penyakit misalnya Fusarium , maka akan menyebabkan pertanamanhancur karena Fusarium tadi. Pembersihan bibit dilakukan sehari sebelumditanam dan ujung bibit sudah dipotong , serta esoknya bisa dilakukanpenanaman.
Untukmempercepat proses penanaman, maka sebaiknya bedengan  yang akan ditanamisudah digariti sinkron dengan jarak tanam yg dipakai , sehingga penanamanlebih mudah dilaksanakan.  Jarak tanam yang dianjurkan yaitu 20 cm x 15cm, namun bila umbi bibit akbar maka bisa menggunakan jarak tanam 20 x 20cm.  Penanaman dilakukan menggunakan cara menanam dua/tiga bagian umbi ke dalamtanah, sedangkan 1/3 bagiannya ada di atas tanah.
2.5Pengairan
Bawang merahmembutuhkan air dalam kondisi yang relatif sejak pertumbuhan awal hinggamenjelang panen.  Air yg diberikan pada flora walaupun dengan carapenggenangan/leb, tetapi harus segera meresap ke dalam tanah.  Bila tidakdemikian maka tumbuhan akan sebagai busuk dan sebagai asal penyakit. Oleh karenanya pembuatan bedengan sangat dibutuhkan dalam budidaya bawang merah.  Hal ini berhubunga sifat tanaman bawang merah yg membentuk umbi didalam tanah sehingga air yg terlalu banyak akan membuat umbi sebagai busuk .
Pada musimkemarau , pengairan dapat diberikan setiap hari semenjak tumbuhan ditanam hinggatanaman membangun umbi serta dikurangi setelah umbi terbentuk.  Namunwalaupun demam isu kemarau , jika kondisi tanah setelah diairi serta selang dua haritanah masih basah, maka tanaman nir perlu diairi.  Oleh karena itudituntut kepekaan petani pada mengamati kebutuhan air bagi tanamannya.
Untuk musimhujan pengairan yg diperlukan lebih sedikit yaitu selang dua harisekali.  Seperti di atas maka yg penting melihat syarat kelembabantanah, jika tanah masih lembab usahakan nir perlu diairi.  Yang pentingdiamati yaitu sesudah turun hujan, sebaiknya flora bawang merah disiramidengan air bersih yang tujuannya buat menghilangkan inokulum berdasarkan penyakityang kemungkinan melekat di daun.
Carapengairan bisa dilakukan dengan penggenangan/leb maupun denan caradisiram/disirat.  Kedua cara tadi sebenarnya memiliki kelebihan dankekurangan.  Untuk cara leb usahakan dilakukan pada kondisi tanah yg porous,sebagai akibatnya air yg tergenang cepat habis (tuntas), walaupun cara ini membutuhkanwaktu yg lebih pendek dibandingkan cara disiram.  Sedangkan cara sirammembutuhkan energi lebih banyak dan saat lebih lama .  Namun di daerahtertentu ke 2 cara tersebut jua dilakukan bersamaan .
2.2Pemupukan
Pemupukanpada bawang merah sangat dibutuhkan buat mendukung pertumbuhan flora danproduksi umbi yang lebih baik.  Tetapi pemupukan nir perlu diberikansecara berlebihan lantaran pupuk malahan akan terbuang dengan percuma. Sepertimisalnya sehabis tanaman menciptakan umbi, maka sebaiknya pemupukandihentikan.  Terkadang ada petani yg permanen memberikan pupuk walaupuntanaman sudah berumur diatas 4- hari, dan ini hanya membuang pupuk dengansia-sia. 
Dosis pupuksebenarnya bukan merupakan patokan yang harus ditepati, lantaran memupuk suatutanaman akan tidak selaras pada setiap kondisi kesuburan tanah yangberbeda.   Namun takaran pupuk yg dapat dianjurkan pada jenis tanahaluvial, misalnya wilayah Banyuanyar, Probolinggo maupun Sidokare-Rejoso, Nganjukseperti berikut. Pupuk dasar menggunakan 10 t/ha pupuk kandang serta SP 36 200kg/ha yg diberikan 7 hari sebelum tanam.  Sedangkan pemupukan berikutnyamenggunakan pupuk urea 200 kg/ha, ZA 450 kg/ha dan KCl 200 kg/ha yg diberikanseparo-separo dalam saat flora berumur 15 hari serta 30 hari sehabis tanam. Carapemupukan menggunakan meletakkan pada larikan di sekitar flora, kemudian ditutupdengan tanah.
Pemberianpupuk pelengkap yang poly tersebar pada pasar sebenarnya kurang bermanfaat bagipeningkatan pertumbuhan serta produksi bawang merah.  Namun pupuk pelengkaptersebut hanya menjadi tambahan nutrisi pelengkap karena pada umumnyamengandung unsur mikro.  Untuk flora bawang merah, unsur mikro kurangdiperlukan karena tumbuhan bawang merah berumur pendek yaitu lebih kurang 60-70hari.  Sedangkan unsur mikro proses pelarutannya dan penyerapannya kedalam tanaman usang sehingga lebih sinkron bagi tanaman sayuran yang berumurpanjang misalnya cabai atau tomat.
2.6 Pengendalian gulma

Gulma merupakantumbuhan pengganggu yg menyebabkan tumbuhan utama terganggupertumbuhannya.  Untuk flora bawang merah yg umbinya terbentuk didalam tanah maka kehadiran guilma sangat mengganggu karena pencucian gulmaharus hati-hati serta ditakutkan tentang serta mengganggu umbinya. Pembersihangulma dilakukan dengan cara menyiang menggunakan intensif sesuai dengan kondisigulma yang ada menggunakan cara mencabut gulma hingga terangkat akar-akarnya sertamenggunakan herbisida pra tumbuh menggunakan takaran sinkron anjuran.
Cara membersihkandan mencabut gulma harus hati-hati agar tidak mengganggu tumbuhan bawang merahapalagi bila telah berumbi.  Pembersihan umumnya menggunakan indera sepertisosrok bambu mini sehingga gulma dapat terangkat sampai ke akarnya.  Bilatanaman telah menciptakan umbi yang agak besar maka usahakan pengendalian gulmadihentikan.
2.7Pengendalian Hama serta Penyakit
ΓΌHama Ulat Bawang

Ulat Spodopteraexigua dijumpai hampir pada setiap umur flora bawang merah. Ulatberukuran panjang sampai + 25 mm, berwarna hijau atau coklat dengangaris tengah berwarna kuning. Serangga dewasa meletakkan telur pada daun bawangmerah serta gulma yg tumbuh disekitarnya. Siklus hayati hama ini sempurna yaitutelur, larva, pupa dan imago yang berupa ngengat (Duriat, dkk., 1994). Padasaat awal pertumbuhan bawang merah, umumnya dijumpai grup telur serta larvastadia awal (instar 1 atau 2). Populasi ini akan terus semakin tinggi mulai tanamanberumur dua minggu hingga flora  pada panen. Fye serta Mc Ada (1972) dalamSmits (1987), lamanya siklus hayati ulat sangat tergantung dalam temperatur.temperatur yg makin tinggi akan memperpendek lamanya stadia telur, larva,pupa dan ngengat. Periode ngengat berkisar antara 10 – 20 hari. Setiap individubetina dapat bertelur antara 500 – 600 buah. Setelah 2 – 6 hari telur menetas,larva menciptakan lubang pada permukaan daun kemudian masuk ke bagian pada daun. Larva mempunyai lima – 6 stadia menggunakan kisaran umur 8,20 – 18,70 hari. Fasepupa  berkisar 5,10 – 7,70 hari. Pada bulan Agustus – Oktober, kemampuanngengat buat bertelur lebih tinggi (Sutarya , 1996).
Ulatmenyerang tanaman menggunakan cara memakan daun bagian pada, daun bawang merahtinggal epidermisnya saja, sebagai akibatnya pada daun terlihat bercak-bercak putihtransparan. Serangan hama ini kerusakan dapat  menyebabkan kehilanganhasil 56,94 – 57 % (Dibyantoro, 1993; Sastrosiswoyo, 1994), bahkan dalam daerahKab. Probolinggo pada ketika tanam bulan Agustus bisa mengakibatkan kerusakan 100% sehingga menyebabkan puso ( Rosmahani dkk., 2001)
Hama initermasuk hama yg menyerang poly spesies tanaman inang.  Menurut Smits(1987), hama ini memiliki lebih dari 200 spesies tanaman inang yg termasukdalam  lebih berdasarkan 40 famili yang tidak selaras, tetapi tumbuhan inang yg utamaadalah keluarga bawang-bawangan, cabe merah dan jagung (Duriat dkk., 1994).
Kondisi Pengendalian Saat Ini
Pola tanamyang umum dikerjakan sang petani bawang terutama dilahan irigasi, merupakan padi –bawang merah – bawang merah – bawang merah atau padi – bawang merah – cabaimerah – bawang merah.  Padi ditanam dalam isu terkini penghujan. Waktu yangdipilih untuk merotasi tanah dengan tanaman padi nir serentak. Sejak akhirmusim penghujan sampai dengan pertengahan trend penghujan berikutnya petanimenanam bawang merah dalam lahannya atau kadang-kadang pada sela dengan tanamanjagung. Pola tanam demikian adalah pola tanam yang tidak memutus siklushidup hama S. Exigua. Keadaan ini menyebabkan tersedianya semua stadiapertumbuhan bawang merah dan tersedianya inokulum hama ulat S. Exigua.pada areal yg luas di lapangan.
Penggunaaninsektisida buat mengendalikan hama ulat S. Exigua masih menjadiandalan primer para petani, sebagai akibatnya insektisida menjadi agunan utama untukkeberhasilan usahatani. Menurut Stallen dkk.(1990) pada sentra produksi bawangmerah, petani umumya mengendalikan ulat dengan menggunakan insektisida yangberedar di pasaran dengan frekuensi dan takaran yang relatif tinggi. Volume larutaninsektisida yg digunakan dalam setiap pelaksanaan berkisar 560 – 1.588 liter perha. Petani melakukan penyemprotan secara terpola tiga – 4 hari sekali, sehinggadalam satu isu terkini tanam melakukan penyemprotan 15 – 20 kali (Dibyantoro, 1995),bahkan pada animo tanam bulan Agustus interval penyemprotan semakin tinggi menjadi 1– 2 hari sekali, sehingga dalam satu ekspresi dominan tanam dapat mencapai 50 kaliaplikasi insektisisda (Rosmahani dkk., 1998). Apabila udara panas terus menerus,maka pengendalian ulat menggunakan  cara mekanis ( merogoh dan membuangkelompok telur maupun ulat) dan menggunakan cara aplikasi insektisida (interval 1 –2hari sekali) tetap nir bisa mengendalikan populasi ulat  S. Exiguayang meningkat cepat pada waktu satu minggu dapat menyebabkan tumbuhan bawangmerah puso (Rosmahani  dkk., 2001)
Alternatif Pengendalian Secara Fisik
Sampai saatini telah poly output penelitian yang menyajikan komponen –komponenpengendalian yg bisa dirakit pada satu pengendalian secara PHT. Diantaranyaadalah penerapan budidaya flora sehat, pergiliran tumbuhan, penanamanserentak, pengendalian secara mekanis, penggunaan seks feromon, penggunaan alatsemprot yang tepat, pengendalian secara biologi. Namun apabila lingkungan sudahkurang sinkron bagi pertanaman bawang merah, terutama dalam waktu tanam bulanAgustus, yang dalam saat tadi temperatur udara sangat panas ( diatas 29 ° C), tidakada curah hujan, asal infeksi hama telah tersedia di sekitar pertanamankarena sudah terdapat pertanaman semenjak awal isu terkini kemarau, populasi hama dapatmeningkat menggunakan sangat cepat pada waktu 1-dua hari diperlukan alternatifkomponen pengendalian yg lain.  Komponen pengendalian yg harusdisertakan merupakan pengendalian fisik menggunakan jalan memberikan kerodong kasa(Gambar 1.) dalam semua flora menggunakan tinggi kerodong 175 cm, yg dipasangsejak sebelum bibit bawang merah ditanam hingga saat panen. Pada keadaan inipetani masih bisa masuk kedalam lerodong kasa buat melakukan aktivitaspemeliharaan tanamannya a.L.: tanam, aplikasi herbisida, penyiangan,penyiraman, monitoring serangan hama, pengendalian  hama ulat secaramekanis dan panen.
ΓΌPenyakitLayu Fusarium (Fusarium oxysporum)
Gejala agresi, tumbuhan kuruskekuningan dan busuk bagian pangkal, Tanaman gampang tercabut lantaran pertumbuhanakar terganggu dan membusuk. Tanaman yg terserang segera dicabut dandimusnahkan. Pencegahan di daerah endemis Fusarium, perlu proteksi bibitdengan menaburkan fungisisda dosis 100 gr/100 kg bibit yg diberikan 2 tautiga hari sebelum tanam. Di wilayah endemis sebelum tanam, tanah yang sudahdiolah diberi fungisida misalnya Fapam sebesar 2 cc/l, buat mematikan patogendan Fusarium
ΓΌPenyakitBecak Ungu /Trotol (Alternaria porri)
Gejala awal serangan dalam daunmenimbulkan bercak ukuran kecil, berwarna putih menggunakan sentra berwarna ungu, Ujungdaun mengering bahkan daun dapat patah, Jika flora terkena hujan atau embun,segera disiram air higienis buat mengurangi penularan spora penyakit yangmenempel dalam daun, Pengendalian dengan menggunakan fungisida selektif dengandosis sesuai anjuran, bila intensitas serangan mencapai lima % flora terserangperlu, Yang perlu diperhatikan dalam pengendalian hama serta penyakit menggunakanpestisida yaitu :Memilih pestisida yang tepat , sinkron target hama atau targetpenyakit, Jangan menggunakan pestisida lebih dari 1 macam dalam satu waktupenyemprotan, Gunakan beberapa macam pestisida secara bergantian , supaya hamadan penyakit nir kebal terhadap satu macam pestisida, Jangan menggunakandosis yang berlebihan lantaran tidak efektif dan akan menambah porto produksi, Waktupenyemprotan agar diperhatikan , usahakan sebelum mentari terbit atau sorehari. Cara penyemprotan sempurna mengenai sasaran serta searah menggunakan angin 
2.8Panen dan Pasca Panen
Umur panentergantung varietas, namun bisa memakai dasar:                buat konsumsi  : 50-60 hari sehabis tanam (di dataran rendah) 70-75 harisetelah tanam (di dataran tinggi _kerebahan daun 70-80 %, untuk umbi bibit:  65-70 hari setelah tanam (di dataran rendah) , 80-90 hari sesudah tanam(di dataran tinggi kerebahan daun 90 %. Waktu panen udara cerah serta tidaj basah,Keseluruhan daun tampak menguning, Sebagian umbi nampak tersembul keluar.  berarti telah mencapai kering askip. Penyimpananbawang merah bisa dilakukan di atas tanur , menggunakan para-para bambu dandi bawahnya diberi pengasapan. Penyimpanan pada ruang berventilasi sangat baikkarena mempunyai sirkulasi udara yang baik serta dapat mencegah serangan hama danpenyakit seperti tempat tinggal sere serta gudang berpembangkit vorteks (membarui aliranudara jenuh dalam gudang, dengan menghembus ke atas keluar gudang dandigantikan udara luar yang lebih bersih sang adanya vorteks).. Sortasidilakukan buat memisahkan umbi yang sehat , utuh dan menarik dengan umbi yangtelah rusak.  Sortasi dapat mempertinggi nilai jual dan mencegah penularanpenyakit. Grading dilakukan untuk menentukan tingkat mutu produk, sehinggaharga dapat ditentukan sesuai mutunya.  Grading dilakukan pada beberapakelas yaitu kelas I diameter > 2,lima centimeter, kelas II =1,lima-2,lima cm , kelas III <1,lima cm
III.KESIMPULAN
Adapunkesimpulan dalah sebagai berikut :
1.tanamanbawang merah adalah flora umbi-umbian teknis budidayanya sangat simpel serta mudah dipahami sang pelaku utman.
2.tanamanbawang merah merupakan tanaman yg bisa rentan dengan penyakit sebagai akibatnya harusslalu memperhatikan kelembaban lingkungan.


MENGENAL BIOURINE

1.     PENDAHULUAN

Kebutuhan akan bahan pangan terus jugameningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Dengan kemajuan teknologibeberapa produksi pertanian masih bisa ditingkatkan melalui upayaintensifikasi pertanian. Upaya intensifikasi ini juga akhir-akhir mengalami hambatanseperti semakin kecilnya subsidi pemerintah terhadap sarana produksi pertanian( pupuk, pestisida, serta lain-lain).
Dengan adanya krisis ekonomi global yang ikut dirasakan oleh negara kita sampai sekarang, dampak ini juga dirasakan oleh parapetani. Dimana daya beli warga tani menjadi berkurang, serta ditambah lagi harga pupuk serta saranaproduksi lain yg meningkat. Masalah ini menyebabkan petani nir banyakmenerapkan budidaya yang baik buat menaikkan produksinya.
Masalah lain dari pupuk protesis (anorganik) yg digunakan selama ini adalahmenyebabkan rusaknya struktur tanah dampak pemakaian yg terus menerussehingga perkembangan akar tanaman menjadi tidak paripurna. Hal ini juga akanmemberi pengaruh terhadap produksi tumbuhan yg diusahakan pada tanah yang biasadiberikan pupuk buatan. Begitu pula menurut impak sarana produksi terhadap lingkungan telah banyak dirasakan olehmasyarakat petani, penggunaan pupuk buatan yang terus menerus menyebabkanketergantungan serta lahan mereka sebagai lebih sukar buat diolah.
Sistem budidaya secara organik sekarang telahmenampakan output yang relatif signifikan pada tingkat peneliti tetapi ditingkatpetani masih terbatas yg menerapkannya. Begitu juga penerapan budidaya secarahidroponik. Hidroponik adalah teknik budidaya flora tampa memakai mediatanah sebagai media tumbuhnya. Sistem hidroponikpun memiliki kelemahan dalampembiayaan awal dan operasinya. Sehingga hidroponikpun kurang berkembang dimasyarakat tani. Sistem hidroponik sangatmahal, terutama buat anugerah nutrisi tanamanannya (70 % porto produksidigunakan untuk hal ini).
Di lain pihak produksi yang rendahdisebabkan beberapa hal, yaitu poly petani yang belum menerapkan carabudidaya yang baik, seperti penggunaan pupuk yang kurang berimbang, perawatanyang kurang intensif dan keliru perhitungan saat tanam.
Tetapi sekarang menggunakan telah berkembangnyateknologi fermentasi masalah nutrisi pada sistem budidaya hidroponik serta budidaya huma darat sudah memberikanharapan baru. Apalagi bahan baku yg digunakan buat membuat nutrisi jugamerupakan limbah dari peternakan, yang selama ini jua sebagai bahan buangan.
Pupuk organik merupakan pupuk menggunakan bahan dasar yang diambil menurut alamdengan jumlah serta jenis unsur hara yang terkandung secara alami. Dapatdikatakan bahwa pupuk organik adalah galat satu bahan yg sangat pentingdalam upaya memperbaiki kesuburan tanah secara aman, dalam arti produkpertanian yang dihasilkan terbebas menurut bahan-bahan kimia yang berbahaya bagikesehatan manusia sehingga kondusif dikonsumsi.
Pupuk organik sendiri terdiri atas tiga macam, yakni: 1) Pupuk Organik; 2)Pupuk Hayati; serta 3) Pupuk Hijau. Pupuk organik adalah nama kolektif untuksemua jenis bahan organik yang dari dari tumbuhan serta fauna yg dapatdirombak menjadi hara bagi tumbuhan. Pupuk organik lebih ditujukan kepadakandungan C-organik  (bahan organik) tinggi. Nilai C-organik itulahyang menjadi pembeda antara pupuk organik (C-organik tinggi) menggunakan pupukanorganik (C-organik rendah).
Pupuk hayati merupakan inokulan berbahan aktif organisme hayati yangberfungsi buat menambat unsur hara tertentu, atau memfasilitasi tersedianyaunsur hara di tanah bagi flora. Organisme dalam pupuk biologi yangmemfasilitasi tersedianya hara antara lain cendawan mikoriza arbuskuler danmikroba pelarut fosfat.






2.    MENGENAL BIOURINE

Banyak penelitian yang sudah dilakukanterhadap urine sapi, antara lain adalah Anty (1987) melaporkan bahwa urine sapi mengandung zatperangsang tumbuh yang bisa digunakan sebagai pengatur tumbuh diantaranyaadalah IAA. Lebih lanjut dijelaskan bahwa urine sapi pula memberikan pengaruhpositif terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung, serta tumbuhan serealia lainnya.

Tabel 1. Jenis dan kandungan zat hara pada beberapakotoran ternak padat serta cair
No
Ternak
Jenis kotoran
Nitrogen
%
Fosfor
%
Kalium
%
Air
%
1
Kuda
Padat
0,55
0,30
0,40
75
Cair
1,40
0,02
1,60
90
2
Kerbau
Padat
0,60
0,30
0,34
85
Cair
1,00
0,15
1,50
92
3
Sapi
Padat
0,40
0,20
0,10
85
Cair
1,00
0,50
1,50
92
4
kambing
Padat
0,60
0,30
0,17
60
Cair
1,50
0,13
1,80
85
5
Domba
Padat
0,75
0,50
0,45
60
Cair
1,35
0,05
2,10
85
6
Babi
Padat
0,95
0,35
0,40
80
Cair
0,40
0,10
0,45
87
7
Ayam
Padat-cair
1,00
0,80
0,40
55
                Pupukcair (Biourine), merupakan pupuk cair yang dihasilkan dari urine (kencing) yangberasal dari ternak ruminansia (sapi,kerbau, kambing/domba) yang terlebihdahulu difermentasi sebelum digunakan.
Biourine dapat menaikkan mutu tanaman organik dan menurunkan pencemaranlingkungan. Kelebihan pupuk cair/ Biourine ini karena jumlah kandungan N,P,Kdan H20 lebih akbar menurut pupuk padat, mengandung zat perangsang yg dapatdigunakan sebagai pengatur tumbuh serta memiliki bau khas urine yg dapatmencegah datangnya hama tumbuhan.
                Urinesapi sebelum difermentasi warnanya coklat ke kuning-kuningan, baunya masihberbau urine, tetapi setelah difermentasi warnanya berubah menjadi coklatkehitam-hitaman dan sudah tidak berbau urine.

Tabel dua. Beberapaperubahan sifat kimia urine sapi dalam sebelum serta setelah fermentasi

pH
N
P
K
Ca
Na
Fe
Mn
Zn
Cu
Warna
Bau
Pra-fermentasi
7,2
1,1
0,5
0,9
1,1
0,2
3726
300
101
18
Kuning
Menyengat
Pasca-fermentasi
8,7
2,7
2,4
3,8
5,8
7,2
7692
507
624
510
Hitam
Kurang
                ManfaatBiourine: 1) Meningkatkan kesuburan tanah; 2) Memperbaiki struktur dankaresteristik tanah, 3) Meningkatkan kapasitas serap air tanah; 4) meningkatkanaktifitas mikroba tanah; 5) Menyediakan hormon dan vitamin bagi ternak; 6)Menekan pertumbuhan/ serangan penyakit tanaman; 7) Meningkatkan retensi/ketersediaan hara dalam tanah dan 8) Ramah lingkungan.



3.     PEMBUATAN BIOURINE
                Pupukcair biourine yang dibuat ini mempunyai keunggulan tersendiri yaitu harganyamurah, pembuatannya mudah, bahan mudah didapat, dan tidak membutuhkan waktuyang lama. Pupuk cair ini dibuat dengan memfermentasikan urine hewan ternakyang ditambahkan beberapa bahan pendukung lainnya.
Fermentasi adalah aktivitasmikroorganisme baik aerob maupun anaerob yang sanggup mengubah ataumentranspormasikan senyawa kimia ke subtrat organik. Fermentasi bisa terjadi karena ada kegiatan mikroorganisme penyebabfermentasi dalam subtrat organik yg sesuai, proses ini dapat menyebabkanperubahan sifat bahan tadi. Prinsip menurut fermentasi anaerob ini adalahbahan limbah organik dihancurkan oleh mikroba dalam kisaran temperatur dankondisi tertentu yaitu fermentasi anaerob.
Berikut akan dijelaskan teknik pembuatan pupuk biourine:


     Alatdan Bahan
     Alat:
1. Drum plastik
2. Pisau
3. Penggiling Bumbu
4. Baskom/ember
5. Timbangan
6. Saringan air urine
     Bahan:
1. Urine Ternak 200 liter
2.   Empon-Empon (jahe, kunyit,lengkuas, serai, temulawak, kencur, bawang putih) 5% menurut air kencing ternak.
3. EM4 400 cc
4. Tetes/molasses 400cc
5. Midec 400cc
6. Enzim isi rumen (azotobakteri) 4 liter
7. Air sisa cuci beras 20 liter.
8. Daun lamtoro 2,5 kg
9. Daun paitan dua,5 kg
10. Calium Permanganat (KMnO4)
11. Aquades secukupnya.
12. Titanium dioksida (TiO2).

     Carapembuatan:
1.    Timbang semua bahan sesuaidengan kebutuhannya masing-masing.
2.   Urine ternak dimasukkan kedalamdrum plastik
3.   Empon-empon dibersihkan dandigiling hingga halus sambil dicampur dengan air cucian beras.
4.   daun lamtoro dan daun paitanditumbuk hingga halus (buang tangkai serta seratnya).
5.   Buat larutan Titanium Dioksida(TiO2) dan Kalium Permanganate (KMnO4) yg dicampur menggunakan air aquadessecukupnya. Tuangkan larutan kedalam teng/dirigen sebagai tempat yang dialirkanuntuk menghilangkan bau selama fermentasi.
6.   masukkan empon-empon, daun lamtorodan daun paitan yang telah digiling halus kedalam tong berisi air urine.
7.   tambahkan enzim isi rumen,tetes/molasses, EM4 serta Midec kedalam drum plastik berisi air urine.
8.   Setelah semua bahan bercampur,selanjutnya diaduk sampai rata, lalu drum plastik ditutup rapat
9.   Fermentasikan selama 14 hari.larutan substrat biourine wajib diaduk setiap hari agar hasilnya larutan lebihhomogen.
10.hari ke lima belas, pupuk biourine siap untukdigunakan menggunakan perbandingan 1:10.


4.   KANDUNGAN PUPUK BIOURINE
Pupuk biourine mengandung beberapa jenis mikroorganisme, yaitu:

A.   Bakteri Fotosintetik
Bakteri fotosintetik merupakan mikroorganisme yg berdikari. Bakteri inimembentuk senyawa-senyawa yang bermanfaat berdasarkan sekresi akar tumbuh-tumbuhan,bahan organik serta/atau gas-gas berbahaya seperti hidrogen sulfida, dengandibantu sinar matahari dan panas sebagai asal tenaga. Zat-zat bermanfaattersebut mencakup asam amino, asam nukleat, zat-zat bioaktif, dan gula, yangsemuanya bisa mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Hasil-output metabolisme yg didapatkan oleh bakteri ini bisa diserap langsungoleh tumbuhan dan juga berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganisme lainsehingga jumlahnya terus bisa bertambah.



B.    Bakteri Asam Laktat
Bakteri asam laktat membentuk asam laktat dari gula, serta karbohidratlain yang didapatkan oleh bakteri fotosintetik dan ragi. Bakteri asam laktatdapat menghancurkan bahan-bahan organik misalnya lignin serta selulosa, sertamemfermentasikannya tanpa menimbul-kan senyawa-senyawa beracun yang ditimbulkandari pembusukan bahan organik.

C.    Ragi
Ragi bisa membuat senyawa-senyawa yang berguna bagi pertumbuhantanaman dari asam amino serta gula pada pada tanah yg dimuntahkan sang bakterifotosintetik atau bahan organik melalui proses fermentasi. Ragi jugamenghasilkan senyawa bioaktif seperti hormon serta enzim.

D.   Actinomycetes
Actinomycetes merupakansuatu kelompok mikroorganisme yg strukturnya merupakan bentuk antara daribakteri serta jamur. Kelompok ini menghasilkan zat-zat anti mikroba dari asamamino yang dikeluarkan sang bakteri fotosintetik dan bahan organik. Zat-zatyang didapatkan oleh mikroorganisme ini bisa menekan pertumbuhan jamur danbakteri yang merugikan tumbuhan, namun bisa hidup berdampingan dengan bakterifotosintetik. Dengan demikian ke 2 spesies ini sama-sama dapat meningkatkankualitas lingkungan tanah dengan meningkatkan kegiatan anti mikroba tanah.

E.    Jamur Fermentasi
Jamur fermentasi seperti Aspergillus dan Penicillium menguraikanbahan organik secara cepat buat menghasilkan alkohol, ester, dan zat-zat antimikroba. Pertumbuhan jamur ini berfungsi dalam menghilangkan bau dan mencegahserbuan serangga dan ulat-ulat yg merugikan dengan cara menghilangkanpenyediaan makanannya.


MENGENAL BIOURINE

1.     PENDAHULUAN

Kebutuhan akan bahan pangan terus jugameningkat seiring menggunakan pertambahan penduduk. Dengan kemajuan teknologibeberapa produksi pertanian masih bisa ditingkatkan melalui upayaintensifikasi pertanian. Upaya intensifikasi ini jua akhir-akhir mengalami hambatanseperti semakin kecilnya subsidi pemerintah terhadap wahana produksi pertanian( pupuk, pestisida, serta lain-lain).
Dengan adanya krisis ekonomi global yang ikut dirasakan oleh negara kita sampai sekarang, pengaruh ini jua dirasakan oleh parapetani. Dimana daya beli rakyat tani menjadi berkurang, dan ditambah lagi harga pupuk serta saranaproduksi lain yg semakin tinggi. Masalah ini menyebabkan petani tidak banyakmenerapkan budidaya yg baik buat menaikkan produksinya.
Masalah lain berdasarkan pupuk buatan (anorganik) yg digunakan selama ini adalahmenyebabkan rusaknya struktur tanah akibat pemakaian yg terus menerussehingga perkembangan akar tanaman menjadi nir sempurna. Hal ini jua akanmemberi pengaruh terhadap produksi flora yang diusahakan pada tanah yg biasadiberikan pupuk protesis. Begitu juga menurut imbas sarana produksi terhadap lingkungan telah banyak dirasakan olehmasyarakat petani, penggunaan pupuk buatan yg terus menerus menyebabkanketergantungan dan lahan mereka sebagai lebih sukar buat diolah.
Sistem budidaya secara organik sekarang telahmenampakan hasil yg relatif signifikan pada taraf peneliti tetapi ditingkatpetani masih terbatas yang menerapkannya. Begitu jua penerapan budidaya secarahidroponik. Hidroponik merupakan teknik budidaya flora tampa memakai mediatanah sebagai media tumbuhnya. Sistem hidroponikpun memiliki kelemahan dalampembiayaan awal serta operasinya. Sehingga hidroponikpun kurang berkembang dimasyarakat tani. Sistem hidroponik sangatmahal, terutama untuk anugerah nutrisi tanamanannya (70 % porto produksidigunakan untuk hal ini).
Di lain pihak produksi yang rendahdisebabkan beberapa hal, yaitu poly petani yg belum menerapkan carabudidaya yang baik, seperti penggunaan pupuk yg kurang berimbang, perawatanyang kurang intensif serta galat perhitungan saat tanam.
Tetapi sekarang dengan telah berkembangnyateknologi fermentasi kasus nutrisi dalam sistem budidaya hidroponik dan budidaya huma darat sudah memberikanharapan baru. Apalagi bahan baku yang digunakan buat membuat nutrisi jugamerupakan limbah dari peternakan, yang selama ini pula menjadi bahan buangan.
Pupuk organik merupakan pupuk menggunakan bahan dasar yg diambil berdasarkan alamdengan jumlah dan jenis unsur hara yg terkandung secara alami. Dapatdikatakan bahwa pupuk organik adalah galat satu bahan yg sangat pentingdalam upaya memperbaiki kesuburan tanah secara kondusif, dalam arti produkpertanian yang dihasilkan terbebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya bagikesehatan manusia sebagai akibatnya kondusif dikonsumsi.
Pupuk organik sendiri terdiri atas tiga macam, yakni: 1) Pupuk Organik; 2)Pupuk Hayati; dan tiga) Pupuk Hijau. Pupuk organik adalah nama kolektif untuksemua jenis bahan organik yang dari dari tanaman serta fauna yang dapatdirombak sebagai hara bagi tumbuhan. Pupuk organik lebih ditujukan kepadakandungan C-organik  (bahan organik) tinggi. Nilai C-organik itulah yangmenjadi pembeda antara pupuk organik (C-organik tinggi) menggunakan pupuk anorganik(C-organik rendah).
Pupuk hayati merupakan inokulan berbahan aktif organisme hayati yangberfungsi untuk menambat unsur hara eksklusif, atau memfasilitasi tersedianyaunsur hara pada tanah bagi flora. Organisme pada pupuk biologi yangmemfasilitasi tersedianya hara antara lain cendawan mikoriza arbuskuler danmikroba pelarut fosfat.






2.    MENGENAL BIOURINE

Banyak penelitian yang sudah dilakukanterhadap urine sapi, antara lain merupakan Anty (1987) melaporkan bahwa urine sapi mengandung zatperangsang tumbuh yg dapat dipakai menjadi pengatur tumbuh diantaranyaadalah IAA. Lebih lanjut dijelaskan bahwa urine sapi pula menaruh pengaruhpositif terhadap pertumbuhan vegetatif tumbuhan jagung, dan flora serealia lainnya.

Tabel 1. Jenis dan kandunganzat hara dalam beberapa kotoran ternak padat serta cair
No
Ternak
Jenis kotoran
Nitrogen
%
Fosfor
%
Kalium
%
Air
%
1
Kuda
Padat
0,55
0,30
0,40
75
Cair
1,40
0,02
1,60
90
2
Kerbau
Padat
0,60
0,30
0,34
85
Cair
1,00
0,15
1,50
92
3
Sapi
Padat
0,40
0,20
0,10
85
Cair
1,00
0,50
1,50
92
4
kambing
Padat
0,60
0,30
0,17
60
Cair
1,50
0,13
1,80
85
5
Domba
Padat
0,75
0,50
0,45
60
Cair
1,35
0,05
2,10
85
6
Babi
Padat
0,95
0,35
0,40
80
Cair
0,40
0,10
0,45
87
7
Ayam
Padat-cair
1,00
0,80
0,40
55
               Pupuk cair (Biourine), merupakan pupuk cair yang dihasilkan dari urine(kencing) yang berasal dari ternak ruminansia (sapi,kerbau, kambing/domba) yangterlebih dahulu difermentasi sebelum digunakan.
Biourine dapat menaikkan mutu tanaman organik dan menurunkan pencemaranlingkungan. Kelebihan pupuk cair/ Biourine ini karena jumlah kandungan N,P,Kdan H20 lebih akbar menurut pupuk padat, mengandung zat perangsang yang dapatdigunakan sebagai pengatur tumbuh serta mempunyai bau khas urine yang dapatmencegah datangnya hama flora.
               Urine sapi sebelum difermentasi warnanya coklat ke kuning-kuningan, baunyamasih berbau urine, tetapi setelah difermentasi warnanya berubah menjadi coklatkehitam-hitaman dan sudah tidak berbau urine.

Tabel dua. Beberapaperubahan sifat kimia urine sapi dalam sebelum serta selesainya fermentasi

pH
N
P
K
Ca
Na
Fe
Mn
Zn
Cu
Warna
Bau
Pra-fermentasi
7,2
1,1
0,5
0,9
1,1
0,2
3726
300
101
18
Kuning
Menyengat
Pasca-fermentasi
8,7
2,7
2,4
3,8
5,8
7,2
7692
507
624
510
Hitam
Kurang
               Manfaat Biourine: 1) Meningkatkan kesuburan tanah; 2) Memperbaiki struktur dankaresteristik tanah, 3) Meningkatkan kapasitas serap air tanah; 4) meningkatkanaktifitas mikroba tanah; 5) Menyediakan hormon dan vitamin bagi ternak; 6)Menekan pertumbuhan/ serangan penyakit tanaman; 7) Meningkatkan retensi/ketersediaan hara dalam tanah dan 8) Ramah lingkungan.



3.     PEMBUATAN BIOURINE
               Pupuk cair biourine yang dibuat ini mempunyai keunggulan tersendiri yaituharganya murah, pembuatannya mudah, bahan mudah didapat, dan tidak membutuhkanwaktu yang lama. Pupuk cair ini dibuat dengan memfermentasikan urine hewanternak yang ditambahkan beberapa bahan pendukung lainnya.
Fermentasi adalah aktivitasmikroorganisme baik aerob maupun anaerob yang sanggup membarui ataumentranspormasikan senyawa kimia ke subtrat organik. Fermentasi dapat terjadi karena ada kegiatan mikroorganisme penyebabfermentasi pada subtrat organik yang sesuai, proses ini dapat menyebabkanperubahan sifat bahan tersebut. Prinsip berdasarkan fermentasi anaerob ini adalahbahan limbah organik dihancurkan oleh mikroba pada kisaran temperatur dankondisi tertentu yaitu fermentasi anaerob.
Berikut akan dijelaskan teknik pembuatan pupuk biourine:


     Alatdan Bahan
     Alat:
1. Drum plastik
2. Pisau
3. Penggiling Bumbu
4. Baskom/ember
5. Timbangan
6. Saringan air urine
    Bahan:
1. Urine Ternak 200 liter
2.   Empon-Empon (jahe, kunyit, lengkuas,serai, temulawak, kencur, bawang putih) 5% menurut air kencing ternak.
3. EM4 400 cc
4. Tetes/molasses 400cc
5. Midec 400cc
6. Enzim isi rumen (azotobakteri) 4 liter
7. Air sisa cuci beras 20 liter.
8. Daun lamtoro 2,lima kg
9. Daun paitan 2,lima kg
10. Calium Permanganat (KMnO4)
11. Aquades secukupnya.
12. Titanium dioksida (TiO2).

     Carapembuatan:
1.    Timbang semua bahan sinkron dengankebutuhannya masing-masing.
2.   Urine ternak dimasukkan kedalam drumplastik
3.   Empon-empon dibersihkan serta digilingsampai halus sembari dicampur dengan air cucian beras.
4.   daun lamtoro serta daun paitan ditumbuksampai halus (buang tangkai dan seratnya).
5.   Buat larutan Titanium Dioksida (TiO2)serta Kalium Permanganate (KMnO4) yg dicampur menggunakan air aquades secukupnya.tuangkan larutan kedalam teng/dirigen sebagai loka yg dialirkan untukmenghilangkan bau selama fermentasi.
6.   masukkan empon-empon, daun lamtoro dan daunpaitan yg telah digiling halus kedalam tong berisi air urine.
7.   masukkan enzim isi rumen,tetes/molasses, EM4 dan Midec kedalam drum plastik berisi air urine.
8.   Setelah seluruh bahan bercampur, selanjutnyadiaduk sampai rata, lalu drum plastik ditutup rapat
9.   Fermentasikan selama 14 hari. Larutansubstrat biourine harus diaduk setiap hari supaya hasilnya larutan lebih homogen.
10.hari ke lima belas, pupuk biourine siap untukdigunakan dengan perbandingan 1:10.


4.   KANDUNGAN PUPUK BIOURINE
Pupuk biourine mengandung beberapa jenis mikroorganisme, yaitu:

A.   Bakteri Fotosintetik
Bakteri fotosintetik merupakan mikroorganisme yg mandiri. Bakteri inimembentuk senyawa-senyawa yg bermanfaat menurut sekresi akar tumbuh-tanaman ,bahan organik dan/atau gas-gas berbahaya misalnya hidrogen sulfida, dengandibantu sinar mentari serta panas sebagai sumber energi. Zat-zat bermanfaattersebut mencakup asam amino, asam nukleat, zat-zat bioaktif, dan gula, yangsemuanya dapat mempercepat pertumbuhan serta perkembangan tanaman .
Hasil-hasil metabolisme yang dihasilkan oleh bakteri ini bisa diseraplangsung sang tumbuhan dan jua berfungsi sebagai substrat bagi mikroorganismelain sehingga jumlahnya terus dapat bertambah.




B.    Bakteri Asam Laktat
Bakteri asam laktat menghasilkan asam laktat dari gula, dan karbohidratlain yang dihasilkan oleh bakteri fotosintetik serta ragi. Bakteri asam laktatdapat menghancurkan bahan-bahan organik misalnya lignin dan selulosa, sertamemfermentasikannya tanpa menimbul-kan senyawa-senyawa beracun yang ditimbulkandari pembusukan bahan organik.

C.    Ragi
Ragi dapat membentuk senyawa-senyawa yang berguna bagi pertumbuhantanaman dari asam amino serta gula pada dalam tanah yg dimuntahkan sang bakterifotosintetik atau bahan organik melalui proses fermentasi. Ragi jugamenghasilkan senyawa bioaktif misalnya hormon dan enzim.

D.   Actinomycetes
Actinomycetes merupakansuatu grup mikroorganisme yg strukturnya adalah bentuk antara daribakteri dan fungi. Kelompok ini membuat zat-zat anti mikroba menurut asamamino yg dikeluarkan sang bakteri fotosintetik serta bahan organik. Zat-zatyang dihasilkan sang mikroorganisme ini dapat menekan pertumbuhan jamur danbakteri yg merugikan tumbuhan, namun bisa hayati berdampingan dengan bakterifotosintetik. Dengan demikian kedua spesies ini sama-sama dapat meningkatkankualitas lingkungan tanah menggunakan mempertinggi aktivitas anti mikroba tanah.

E.    Jamur Fermentasi
Jamur fermentasi misalnya Aspergillus dan Penicillium menguraikanbahan organik secara cepat buat membuat alkohol, ester, serta zat-zat antimikroba. Pertumbuhan fungi ini berfungsi dalam menghilangkan bau dan mencegahserbuan serangga dan ulat-ulat yang merugikan menggunakan cara menghilangkanpenyediaan makanannya.