PESTISIDA NABATI DARI DAUN MIMBA

1.PestisidaNabati Dari Daun Mimba:
Pestisida botani diartikan menjadi pestisida yangdiekplorasi berdasarkan tunbuhan. Oleh lantaran kandunngan bioktifnya, flora tersebutdapat dipakai untuk pengendalian organisme pengganggu flora (OPT). Nimba (Azadirachta indica, Meliaceae )adalah flora asli dari India, tetapi sekarang dikembangkan pada AsiaTenggara, Afrika, Fuji serta Amerika Tengah. Pohon nimba bisa tumbuh dilahankritis     ( kering nir subur ) serta menghasilkanzat bioaktif lebih banyak daripada ditanah fertile.  Adapun keuntungan memakai pestisidanabati merupakan :
-Bahan bakunya gampang didapat
-Pembuatan ekstraknya mudah, sederhana dan dalamwaktu yang tidak lama
-Selektif
-Bahan bisa dipakai baik pada keadaan segarataupun kering
-Efek residunya singkat
-Budidayanya gampang serta bersifat multiguna.

2. Bahan :
-Daun Nimba dua kg
-Lengkuas 1 kg
-Serai 1 kg
-Detergen/sabun colek 1 sdk mkn
-Air 1-2 liter

Alat         :

-Blender/ penumbuk
-Bascom
-Gayung
-Dirigen
-Saringan

3.Cara membuatnya:
1.  Daun Nimba, lengkuas, serai ditumbuk halus (diblender ) sampai halus. Lalu direndam kedalam dua liter air selama 24 jam.
2.  Kemudian disaring buat mendapatkanekstraknya.
3.  Dimasukkan kedalam dirigen ( wadah ) untukdisimpan buat siap diaplikasikan
4.  Sabun colek/detergen dicampur pada ketika maudiaplikasi.

4.Cara Aplikasi :
200cc – 500 cc larutan ( ekstrak ) + 10 liter air di masukkan kedalam tangkisemprot.

Kegunaan Pestisida nabati daun nimba diantaranya :
-Untuk mengendalikan hama kutu daun dalam tanamansayuran.
-Keriting pada flora cabe
-Dan buat mengendalikan hama lain pada tanamanhortikultura padaumumnya.

Manfaat lain


Selain sebagai bahan pestisida nabati nimba jugaberguna menjadi bahan sabun mandi, pasta gigi, obat-obatan, sayur-sayuran,kuliner ternak serta tumbuhan hias.

SEJARAH DI BALIK DAUN SIRSAK

1.PENDAHULUAN

            Sirsak, nangka Belanda,atau durian Belanda (Annonamuricata L.) adalahtumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, AmerikaTengah dan Amerika Selatan. Di berbagai wilayah Indonesiadikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangkawalanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura),srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durioulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau),dan jambu landa (di Lampung, "Nangko Belando" (Palembang). Penyebutan"Belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (menurut bahasaBelanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan olehpemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara,yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan dari berdasarkan Eropa.
            Tanaman ini ditanamsecara komersial untuk diambil daging buahnya. Tumbuhan ini bisa tumbuh disembarang loka, paling baik ditanam di wilayah yg cukup berair. Nama sirsaksendiei asal menurut bahasa Belanda Zuurzakyang berarti kantung yg asam. Pohon sirsak bisa mencapai tinggi 9 meter. DiIndonesia sirsak dapat tumbuh menggunakan baik pada ketinggian 1000 m menurut permukaanlaut.
            Buah sirsak bukan buahsejati, yang ukurannya cukup besar sampai 20-30cm menggunakan berat mencapai 2,lima kg.yang dinamakan "buah" sebenarnya merupakan formasi buah-butir (buahagregat) dengan bijitunggal yang saling berhimpitan dan kehilangan batas antar buah. Daging buahsirsak berwarna putih dan memiliki biji berwarna hitam. Buah ini seringkali digunakanuntuk bahan baku juz minuman serta es krim. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat,terutama fruktosa.kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1dan vitaminB2 yang relatif poly. Bijinya beracun, serta bisa dipakai menjadi pestisida alami,sebagaimana biji srikaya.
            Buah sirsak memangmenawarkan aneka macam kandungan positif bagi kesehatan manusia, mulai daribuahnya, daunnya, bahkan pohonnya. Telah poly diketahui bahwa butir sirsakbanyak mengandung vitamin C, kandungan serat serta nutrisi krusial lainnya banyakterkandung pada butir yg poly ditemui di negara Tropis ini. Indonesiamerupakan keliru satu negara yang memiliki pohon sirsak yg banyak. Tapiternyata pemanfaatannya hanya sebatas pada buahnya saja, ini karena kurangnyapengetahuan tetang manfaat daun sirsak.
            Daun sirsakternyata mengandung poly manfaat buat bahan pengobatan herbal, dan untukmenjaga kondisi tubuh. Dibalik manfaatnya tersebut ternyata tidak lepas darikandungannya yg poly mengandung acetogenins, annocatacin, annocatalin,annohexocin,annonacin,annomuricin,anomurine,anonol,caclourine,gentisic acid,gigantetronin,linoleic acid,muricapentocin.   Kandungan senyawa ini adalah senyawayang banyak sekali manfaatnya bagi tubuh, sanggup sebagai obat penyakit atau untukmeningkatkan kekebalan tubuh.





2.SEJARAHDI BALIK DAUN SIRSAK

            Bangsa Belanda yangpertama kali membawa benih atau bibit sirsak ke Indonesia,meskipun flora ini asliny bukan dari dari Eropa tapi dari Karibia, AmerikaTengah dan Amerika Selatan. Annona muricata L. Nama latin menurut flora ini termasuk jenistanaman yg mempunyai akar kuat, mampu menghasilkan buah yg menyehatkan.keistimewaan yang dimiliki flora ini terletak pada daunnya yg luar biasa.      Seperti telah diketahui daun sirsak sangatluar biasa yakni mampu Mengganggu pertumbuhan bakteri, membantu menghambatmutasi gen, membantu menghambat per-kembangan virus, membantu menghambatper-kembangan parasit, membantu merusak per-tumbuhan tumor, membantumerileksasi otot, menjadi anti kejang, membantu meredakan nyeri, sanggup menekanperadangan, menurunkan kadar gula darah, menurunkan demam, menurunkan tekanandarah tinggi, menguatkan saraf, membantu menyehatkan jantung, membantumeningkatkan produksi asi pada itu hamil, membantu melebarkan pembuluh darah,membunuh cacing parasait, mengurangi stres, menguatkan pencernaan danmeningkatkan nafsu makan.
            Manfaat daun sirsakternyata 10.000 kali lebih kuat kandungan serta kemampuannya menurut kemoterapidalam mengobati kanker. Ini berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan,dalam masyarakat antik daun sirsak telah diketahui keuntungannya serta banyakdiguinakan buat mengobati penyakit. Sekitar tahun 1965, banyak sekali studipara ilmuwan mengambarkan ekstrak daun sirsak mempunyai khasiat yang lebih baikdari kemoterapi, bahkan ekstrak tersebut bisa memperlambat pertumbuhan kanker.
            Pada tahun 1976, National Cancer Institute di Amerika Serikat sudah melakukanpenelitian ilmiah serta hasilnya menyatakan batang serta daun sirsak efektifmenyerang dan menghancurkan sel-sel kanker. Ini lantaran kandungannya yg sangattinggi senyawa proaktif bagi tubuh, ini jarang ditemukan pada butir lainnya.
            Negeri Ginseng Korea jua tak kalahdalam perkara penelitian, sehabis melakukan penelitian mereka menemukan bahwaada satu senyawa kimia yg berperan selektif membunuh sel kanker usus besarserta 10.000 kali lebih berpotensi menjadi obat kemoterapiyang ditemukan dalam sirsak. Namun dibalik khasiatnya itu ternyata senyawa iniselektif memilih sel sasaran kanker sebagai akibatnya nir menghambat sel-sel yg sehat.
            Manfaat daun sirsaktelah diteliti juga baru-baru ini dalam sebuah studi, bahwa daun pohon sirsaksangat efektif buat kanker prostat, pankreas dan paru-paru.hasil penelitian ini ternyata sudah disimpan selama bertahun-tahun sejak zamandulu, tapi poly orang yang tidak mengetahuinya, entah karena faktor apa.bahkan dari 20 tes laboratorium mengenai manfaat daun sirsak yangdilakukan dari tahun 1970menunjukkan hasil yg luar biasa, daun sirsak memiliki khasiat yg sangatbaik, misalnya:
1)Menyerang sel-sel kanker secaraefektif karena tidak membahayakan sel yang sehat, serta nir mengakibatkan rasamual ekstrim, kehilangan berat badan dan rambut rontok;
2)Daun sirsak mempunyai targetyang efektif dan mampu membunuh sel-sel ganas bagi 12 jenis kanker, termasuk kankerusus besar, payudara,prostat, paru-paru dankankerpankreas;
3)Mampu menaikkan tenaga didalam tubuh --menambah stamina serta vitalitas--
4)Membantu menaikkan sistemkekebalan tubuh serta menghindari infeksi yang mematikan;
5)Mampu mencegah radikal bebas,serta masih banyak lagi khasiat lainnya.





3.DAUNSIRSAK SEBAGAI PESTISIDA NABATI

            Pertanian merupakan kegiatanpemanfaatan sumberdaya biologi yang dilakukan insan untuk menghasilakn bahan pangan,bahan standar industri, atau sumber tenaga serta buat mengelola lingkunganhidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumberdaya biologi yg termasuk pada pertanianbiasa dipahami orang menjadi budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasaInggris: crop cultivation), sertapembesaran hewan ternak (raising),meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorgaisme dan bioenzimdalam pengolahan bentuk lanjutan, misalnya pembuatan keju serta tempe, atausekadar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan, atau pendayagunaan hutan.
            Dalam budidaya tanaman , tentu adagangguan hama, atau makluk lain yg mengkategorikan menjadi organisme pengganggutanaman. Pencegahan serta pengendalian mudah sering memakai pestisidasintetis. Celakanya, penggunaan pestisida ini umumnya tanpa terdapat kontrol danbatasan sang si pengguna. Tentu saja penggunaan pestisida yg nir berwawasanlingkungan ini mengakibatkan impak negatif bagi lingkungan ekologis dankelangsungan hidup manusia.
            Alasan lain adalahbahwa Penggunaan pestisida sintetis yg hiperbola dan nir tepat dapatmenyebabkan efek negatif yg cukup berfokus, yaitu timbulnya resurgensi hama, outbreak (peledakan populasi) hamasekunder, serta pencemaran lingkungan hayati. Jika masih dibutuhkan pengendalianorganisme pengganggu flora (OPT) menggunakan menggunakan pestisida, maka dapatdipilih pestisida yang asal menurut bahan-bahan botani atau dikenal dengan namapestisida nabati.
            Secara ekonomisbila dibandingkan dengan pestisida kimia, biaya penggunaan pestisida nabatirelatif lebih murah. Selain itu pestisida botani relatif lebih mudah dibentuk dandidapat sang petani dengan kemampuan dan pengetahuan terbatas. Dari sisi lain,pestisida botani mempunyai keistimewaan yaitu bersifat mudah terurai di alamsehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif lebih kondusif bagi insan danternak peliharaan lantaran residunya gampang terurai. Kekurangan pestisida nabatiumumnya tidak eksklusif mematikan OPT target secara cepat.
            Daun sirsakmengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsakefektif mengendalikan hama thrips.jika ditambahkan daun tembakau dan sirsak akan efektif mengendalikan hamabelalang dan ulat. Sedangkan jika dibubuhi jeringau serta bawang putih akanefektif mengendalikan hama wereng coklat.
            Rimpang jeringau(bahasa Jawa: dlingo) mengandung bahan aktif arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metil eugenol yangjika dikombinasi menggunakan bahan aktif daun sirsak akan efektif mengendalikan hamawereng. Sedangkan tembakau mengandung bahan aktif nikotin yg apabila dikombinasidengan bahan aktif yang terkandung pada daun sirsak akan efektf mengendalikanhama ulat dan belalang.
            Dalam upayapengembangan pestisida botani tadi, beberapa hal yg perlu diperhatikanadalah: 1) Mudah didapat, bahan standar cukup tersedia, berkualitas, kuantitas dankontinuitas terjamin; dua) Mudah dibentuk ekstrak, sederhana dan pada saat yangtidak lama ; tiga) Kandungan senyawa pestisida harus efektif pada kisaran tiga-lima %bobot kemarau bahan; 4) Selektif; lima) Bahan yang dipakai mampu pada bentuksegar/kering; 6) Efek residunya singkat, namun cukup usang efikasinya; 7)Sedapat mungkin pelarutnya air (bukan senyawa sintetis); 8) Budidayanya gampang,tahan terhadap kondisi suhu optimal; 9) Tidak menjadi gulma atau inang hamapenyakit; 10) bersifat multiguna.



4.MEMBUAT PESTISIDA NABATIDAUN SIRSAK

           Pestisida botani adalah salah satu cara yg bisa dilakukan untukmengendali-kan hama tanpa bahan kimia. Penggunaan pestisida nabati jugadigunakan buat meminimalisir penggunaan bahan kimia yang bisa merusaklingkungan. Bahan-bahan alam yang paling menjanjikan prospeknya untukdimanftaatkan menjadi pestisida nabati ada pada tanaman -tumbuhan famili Meliaceae (misalnya mimba), Annonaceae (contohnya sirsak), Rutaceae, Asteraceae, Labiateae danCanellaceae.

4.1.pembuatan pestisida nabatidaun sirsak menjadi pengendali hama thrips

1)Tumbuk 100 lembar daun sirsak;
2)Rendam dalam lima liter air dantambahkan 15 gr deterjen;
3)Diamkan sehari semalam;
4)Saring larutan tersebut dengankain;
5)Encerkan setiap liter larutandalam 10 liter air;
6)Larutan semprot siap dipakai.
4.2.Cara pembuatan pestisidanabati daun sirsak + jeringau + bawang putih buat mengendalikan hama werengcoklat

1)Tumbuk halus segenggam daunsirsak, segenggam jeringau dan 20 siung bawang putih;
2)Rendam bahan-bahan tersebutdengan 20 liter air yang sudah dibubuhi 20 gr deterjen selama dua hari;
3)Saring larutan tadi dengankain;
4)Larutan tadi siapdigunakan.

4.tiga.Cara pembuatan pestisidanabati daun sirsak + daun tembakau buat mengendalikan hama belalang dan ulat

1)Ambil 50 lbr daun sirsak dansegenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus;
2)Rendam bahan–bahan tersebutdalam 20 liter air yg telah diberi 20 gram deterjen selama semalam;
3)Saring larutan tadi dengankain;
4)Larutan siap digunakan dandisemprot-kan ke flora.
            Dari beberapa hasilpenelitian dan ujicoba, larutan ekstrak daun sirsak sangat efektif digunakandengan perbandingan 1 : tiga waktu digunakan.

4.4.Hama yg dapat dibasmi pestisida botani daun sirsak

1)Macam-macam aphis
2)Wereng coklat (Nilaparvata)
3)Wereng hijau (Nephotettixvirescenns)
4)Wereng punggungputih (Sogatella furcifera)
5)Kutu sisik hijau (Coccusviridis)
6)Macam-macam ulat
7)Ulat tritip (Plutellaxylostella)
8)Lalat buah (Ceratitiscapitata)
9)Kumbang labu merah(Aulachopora foveicollis)
10)Kepik hijau
11)Hama kapas (Dysdercuskoeniglii).



4.5.Keuntungan Pestisida Nabati Daun Sirsak

            Dilihatdari konsep PHT pestisida botani mempunyai banyak laba atau keunggulantetapi pula masih poly  kelemahannyayang secara rinci diuraikan berikut ini. Menurut Stoll (1995),dibandingkan dengan pestisida sintetik pestisida nabati memiliki sifat yanglebih menguntungkan yaitu:
a)Mengurangi resikohama menyebarkan sifat resistensi,
b)Tidak mempunyai impak yang merugikan bagi musuh alami hama,
c)Mengurangi resikoterjadinya letusan hama ke 2,
d)Mengurangi bahayabagi kesehatan manusia dan ternak,
e)Tidak merusaklingkungan dan persediaan air tanah serta air bagian atas,
f)Mengurangiketergantungan petani terhadap agrokimia, dan
g)Biaya dapat lebihmurah; Bahan nabati mempunyai sifat yang menguntungkan lantaran daya racunrendah,
h)Tidak mendorongresistensi, gampang ter-degradasi, kisaran organisme target sempit,
i)Lebih akrablingkungan serta lebih sinkron dengan kebutuhan keberlangsungan usaha tani skalakecil.

            Pestisidanabati tidak mencemari lingkungan, lebih bersifat spesifik, residu lebih pendek dan kemungkinan berkembangnyaresistensi lebih kecil.

4.6.kelemahan Pestisida Nabati Daun Sirsak
            Pestisidanabati digunakan buat menghindari adanya bahan kimia yang akan terkontaminasipada flora. Akan tetapi, dalammenggunakan pestisida botani, terdapat beberapa kelemahan yang dapat mengurangipeminat masyarakat tani dalampemakaiannya.            Kelemahanpestisida nabati yang perlu kita ketahuiantara lain:
a)Karena bahan nabatikurang stabil gampang terdegradasi sang impak fisik, kimia juga biotikdari lingkungannya, maka penggunaannya memerlukan frekuensi penggunaan yanglebih banyak dibanding-kan pestisida kimiawi sintetik sehinggamengurangi aspek kepraktisannya
b)Kebanyakansenyawaorganik nabati tidak polar sehingga sukar larut di air karena itu diperlukanbahan pengemulsi
c)Bahan botani alamijuga terkandung dalam kadar rendah, sehingga buat mencapai efektivitas yangmemadai diharapkan jumlah bahan flora yg banyak
d)Bahan nabatihanya sinkron jika dipakai dalam tingkat bisnis tani subsisten bukan padausaha pengadaaan produk pertanian massal
e)Apabila bahanbioaktif terdapat pada bunga, biji, butir atau bagian flora yang muncul secaramusiman, mengakibatkan kepastian ketersediaannya yg akan sebagai kendalapengembangannya lebih lanjut
f)Kesulitan memilih dosis, kandungan kadar bahan aktif pada bahan nabatiyang dibutuhkan buat aplikasi pengendali-an di lapangan, sebagai akibatnya hasilnyasulit diperhitungkan sebelumnya.


PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI DALAM BIDANG KEHUTANAN

Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Bidang Kehutanan
Penggunaan pestisida pada lingkungan kehutanan khususnya buat mengendalikan hama yang menyerang tumbuhan di persemaian serta tanaman belia ketika ini masih menyebabkan dilema. Penggunaan pestisida khususnya pestisida sintetis/kimia memang memberikan laba secara ekonomis, tetapi menaruh laba secara hemat, namun menaruh kerugian diantaranya :
  • Residu yang tertinggal tidak hanya pada tumbuhan, tapi juga air, tanah dan udara
  • Penggunaan terus- menerus akan mengakibatkan efek resistensi serta ressistensi berbagai jenis hama
Penggunaan pestisida kimia di Indonesia telah memusnahkan 55% jenis hama dan 72 % agen pengendali biologi. Oleh karenanya diperlukan pengganti pestisida yg ramah lingkungan. Salah satu alternatif pilihannya merupakan penggunaan pestisida biologi tanaman . Pestisida botani adalah salah satu pestisida yang bahan dasarnya dari menurut tanaman . Tumbuhan sendiri sebenarnya kaya akan bahan aktif yg berfungsi menjadi alat pertahanan alami terhadap pengganggunya. Bahan pestisida yang dari menurut flora dijamin kondusif bagi lingkungan karena cepat terurai di tanah (biodegradable) dan tidak membahayakan hewan, manusia atau serangga non target. 

Sampai waktu ini terlah terinvnetarisasi sebanyak 2.400 jenis flora yg termasuk kedalam 235 keluarga berpotensi menjadi bahan pestisida nabati. Dari sejumlah tadi tumbuh dan tersebar liar baik didalam maupun diluar kawasan hutan. Sampai waktu ini pemanfaatannya belum optimal. Beberapa jenis tanaman produsen pestisida yang sudah diteliti serta terbukti efektif dalam pengendalian hama terdiri menurut beberapa jenis diantaranya :

Piertrum (Chrysanthenum cierarianefolium) 
Merupakan flora semakdengan tinggi 20 cm – 70 centimeter. Bagian tumbuhan yang bisa digunakan sebagai pestisida adalah bunganya dengan bahan aktif berupa piretin dengan kandungan antara 0,73 % - 2,91 %. Tepung bunganya pada konsentrasi 0,5 % (dicampur dengan biji-bijian) dapat buat mengendalikan hama gudang dalam saat 24 jam.

Babandotan (Ageratum conyzoides) 
Babandotan merupakan flora yg berbentuk herba yg banyak tumbuh dikawasan hutan hingga ketinggian dua.100 m dpl. Daun babandotan mengandung senyawa saponin, flavanoid dan palifenol. Untuk pembuatan insektisida, daun dihaluskan serta dicampur dengan pelarut. Cara lain sanggup dengan cara mengekstrak dengan mencampur methanol dalam konsentrasi 1 %. Insektisida ini sangat efektif buat mengendalikan larva atau pupa yg poly menyerang persemaian flora hutan, seperti hama kupu kuning dalam persemaian sengon atau hama penggerek pucuk dalam flora mahoni.

Saga (Abrus precatorius) 
Merupakan tumbuhan perdu memanjat yang poly tumbuh pada loka menggunakan ketinggian 1 m – 1000 m dpl. Batang kecil dengan tinggi pohon mencapai dua – 5 m. Biji saga mengandung bahan aktif insektisida berupa tanin serta toksabulmin. Dengan menumbuk biji menjadi tepung gandum konsentrasi lima % dapat digunakan buat mengendalikan hama gudang selama tiga bulan.

Sirsak (Annona muricata) dan Srikaya (A.squamosa) 
Buah yg mentah, biji, daun serta akar sirsak mengandung 42%-45% lemak. Anonian dan resin yang bisa bekerja menjadi racun perut dan racun hubungan serangga. Ekstrak daun sirsak dapat dimanfaatkan buat menanggulangi hama belalang dan hama lainnya. Selain itu daun dan bijinya bisa berperan menjadi penolak serangga (repellent) dan penghambat makan (antifeedant) bagi serangga.

Mimba (Azadirachta indica) 
Merupakan salah satu flora hutan yang termasuk golongan tanaman serba guna (multipurposes tree species) serta tumbuh pada ketinggian 1 m – 1100 m dpl. Pohon ini bisa mencapai ketinggian 10m – 15 m . Bahan aktif yang terkandung pada tanaman ini diantaranya Azadirachtin (C35H44O16) meliantriol, selanin serta nimbin. Bahan aktiv ini masih ada disemua bagian flora serta paling tinggi dibagian biji sebanyak 35 % - 45 %. Pembuatan insektisida bisa dilakukan secara sederhana yaitu dengan menghaluskan daun dan biji mimba lalu mencampur dengan 10- 20 liter air serta di abaikan selama 24 jam. Formula ini bisa digunakan buat menyemprot hama dan fungi yang menyerang tanaman persemaian seluas 2000 m2. Apabila tidak terdapat hujan lebat perlakuan ini dapat bertahan selama 2 minggu. Insektisida ini tidak dapat membunuh serangga secara cepat, akan tetapi berpengaruh terhadap daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses pergantian kulit, hambatan proses pembentukan serangga dewasa yang Mengganggu perkawinan.

Mindi ( Melia Azedarch) 
Merupakan keliru satu flora hutan yang termasuk golongan tanaman serba guna serta terdapat poly dalam ketinggian 1-100 m dpl. Mindi adalah pohon, bercabang dan tinggi mencapai 20 meter. Bahan aktif yang masih ada pada kandungan bagian flora mindi sama dengan yang terdapat dalam mimba. Pembuatan insektisida dapat dilakukan dengan merendam 150 gram pucuk segar dalam 1 liter air selama 24 jam. Saringan air rendaman disemprotkan ke loka pembibitan yg terjangkit hama. Bijinya yang dilarutkan menggunakan air ditambah sedikit deterjen juga dapat digunakan buat mengendalikan hama yang menyerang persemaian atau tamana muda di lapangan.

Mahoni (Swietenia spp) 
Selain kayunya buah mahoni juga mengandung senyawa yg seperti dengan BHC (Butane Hexane Chlor) sebesar 0,005 ppm. Senyawa BHC atau nama barunya HCH (Hexa Chlorosiclo Hexana) adalah insektisida organoklorida yg bersifat racun perut dan racun pernapasan. Pembuatan insektisida dari butir mahoni menggunakan jalan merendam 150 gram biji mahoni dalam 1 liter air selama 24 jam. Insektisida nabati ini bisa dipakai untuk mengendalikan hama kupu kuning dan ulat kantong yang poly menyerang persemaian serta tumbuhan belia sengon.

PENGGUNAAN PESTISIDA NABATI DALAM BIDANG KEHUTANAN

Penggunaan Pestisida Nabati Dalam Bidang Kehutanan
Penggunaan pestisida pada lingkungan kehutanan khususnya untuk mengendalikan hama yg menyerang tanaman di persemaian serta flora belia waktu ini masih menyebabkan persoalan. Penggunaan pestisida khususnya pestisida sintetis/kimia memang memberikan laba secara irit, tetapi menaruh keuntungan secara irit, namun memberikan kerugian diantaranya :
  • Residu yg tertinggal nir hanya dalam tumbuhan, tapi pula air, tanah dan udara
  • Penggunaan terus- menerus akan mengakibatkan dampak resistensi dan ressistensi berbagai jenis hama
Penggunaan pestisida kimia di Indonesia telah memusnahkan 55% jenis hama serta 72 % agen pengendali biologi. Oleh karena itu diperlukan pengganti pestisida yg ramah lingkungan. Salah satu alternatif pilihannya merupakan penggunaan pestisida hayati tanaman . Pestisida botani merupakan salah satu pestisida yang bahan dasarnya asal berdasarkan tanaman . Tumbuhan sendiri sebenarnya kaya akan bahan aktif yg berfungsi menjadi alat pertahanan alami terhadap pengganggunya. Bahan pestisida yg berasal berdasarkan flora dijamin aman bagi lingkungan karena cepat terurai pada tanah (biodegradable) serta nir membahayakan hewan, insan atau serangga non sasaran. 

Sampai waktu ini terlah terinvnetarisasi sebanyak dua.400 jenis tanaman yg termasuk kedalam 235 keluarga berpotensi sebagai bahan pestisida botani. Dari sejumlah tersebut tumbuh dan beredar liar baik didalam juga diluar tempat hutan. Sampai ketika ini pemanfaatannya belum optimal. Beberapa jenis tumbuhan pembuat pestisida yang sudah diteliti serta terbukti efektif dalam pengendalian hama terdiri menurut beberapa jenis diantaranya :

Piertrum (Chrysanthenum cierarianefolium) 
Merupakan flora semakdengan tinggi 20 centimeter – 70 centimeter. Bagian tanaman yg bisa dipakai sebagai pestisida adalah bunganya menggunakan bahan aktif berupa piretin dengan kandungan antara 0,73 % - 2,91 %. Tepung bunganya pada konsentrasi 0,5 % (dicampur menggunakan biji-bijian) bisa untuk mengendalikan hama gudang pada ketika 24 jam.

Babandotan (Ageratum conyzoides) 
Babandotan merupakan flora yg berbentuk herba yang banyak tumbuh dikawasan hutan sampai ketinggian dua.100 m dpl. Daun babandotan mengandung senyawa saponin, flavanoid dan palifenol. Untuk pembuatan insektisida, daun dihaluskan serta dicampur menggunakan pelarut. Cara lain sanggup menggunakan cara mengekstrak menggunakan mencampur methanol pada konsentrasi 1 %. Insektisida ini sangat efektif untuk mengendalikan larva atau pupa yang banyak menyerang persemaian flora hutan, seperti hama kupu kuning dalam persemaian sengon atau hama penggerek pucuk dalam tumbuhan mahoni.

Saga (Abrus precatorius) 
Merupakan tumbuhan perdu memanjat yang poly tumbuh pada tempat dengan ketinggian 1 m – 1000 m dpl. Batang mini menggunakan tinggi pohon mencapai dua – 5 m. Biji saga mengandung bahan aktif insektisida berupa tanin dan toksabulmin. Dengan menumbuk biji menjadi tepung terigu konsentrasi 5 % dapat dipakai buat mengendalikan hama gudang selama 3 bulan.

Sirsak (Annona muricata) serta Srikaya (A.squamosa) 
Buah yg mentah, biji, daun serta akar sirsak mengandung 42%-45% lemak. Anonian serta resin yg dapat bekerja menjadi racun perut dan racun kontak serangga. Ekstrak daun sirsak bisa dimanfaatkan buat menanggulangi hama belalang serta hama lainnya. Selain itu daun serta bijinya bisa berperan menjadi penolak serangga (repellent) dan penghambat makan (antifeedant) bagi serangga.

Mimba (Azadirachta indica) 
Merupakan keliru satu flora hutan yang termasuk golongan flora serba guna (multipurposes tree species) dan tumbuh pada ketinggian 1 m – 1100 m dpl. Pohon ini bisa mencapai ketinggian 10m – 15 m . Bahan aktif yang terkandung dalam tumbuhan ini antara lain Azadirachtin (C35H44O16) meliantriol, selanin serta nimbin. Bahan aktiv ini terdapat disemua bagian tumbuhan dan paling tinggi dibagian biji sebesar 35 % - 45 %. Pembuatan insektisida dapat dilakukan secara sederhana yaitu menggunakan menghaluskan daun dan biji mimba lalu mencampur menggunakan 10- 20 liter air dan di biarkan selama 24 jam. Formula ini dapat digunakan untuk menyemprot hama dan fungi yang menyerang tumbuhan persemaian seluas 2000 m2. Jika tidak ada hujan lebat perlakuan ini bisa bertahan selama dua minggu. Insektisida ini nir bisa membunuh serangga secara cepat, tapi berpengaruh terhadap daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses pergantian kulit, kendala proses pembentukan serangga dewasa yang merusak perkawinan.

Mindi ( Melia Azedarch) 
Merupakan keliru satu tanaman hutan yang termasuk golongan tumbuhan serba guna dan masih ada banyak dalam ketinggian 1-100 m dpl. Mindi merupakan pohon, bercabang serta tinggi mencapai 20 meter. Bahan aktif yang terdapat pada kandungan bagian tumbuhan mindi sama menggunakan yg terdapat pada mimba. Pembuatan insektisida dapat dilakukan menggunakan merendam 150 gram pucuk segar dalam 1 liter air selama 24 jam. Saringan air rendaman disemprotkan ke loka pembibitan yang terserang hama. Bijinya yang dilarutkan menggunakan air ditambah sedikit deterjen pula bisa dipakai untuk mengendalikan hama yg menyerang persemaian atau tamana muda pada lapangan.

Mahoni (Swietenia spp) 
Selain kayunya butir mahoni pula mengandung senyawa yang mirip dengan BHC (Butane Hexane Chlor) sebesar 0,005 ppm. Senyawa BHC atau nama barunya HCH (Hexa Chlorosiclo Hexana) adalah insektisida organoklorida yang bersifat racun perut serta racun pernapasan. Pembuatan insektisida dari butir mahoni menggunakan jalan merendam 150 gr biji mahoni pada 1 liter air selama 24 jam. Insektisida botani ini dapat dipakai buat mengendalikan hama kupu kuning serta ulat kantong yang poly menyerang persemaian serta tanaman belia sengon.

PESTISIDA HERBAL

PESTISIDA HERBAL - Untuk Menangani Permasalahan Pada tanaman tanaman pertanian memang sangat menjengkelkan. Karena hama hama pada tumbuhan pertanian mengakibatkan petani wajib merugi. Kerugian petani apabila terus pada abaikan banyak para petani yg enggan untuk terus memasak tanah nya sendiri.

kadang para petani pada menanggulangi Hama pada tumbuhan pertanian menggunakan obat pestisida yang di buat pabrikan. Dan penggunaan pestisida pabrikan tidak jauh berdasarkan bahan baku kimia. 

Dimana bila penggunaan tadi tak pada hentikan maka akan menghambat kesuburan tanah dan bila di konsumsi insan akan meracuni sistem dalam tubuh insan. Penggunaan Pestisida Herbal adalah untuk mengembalikan kesuburan tanah serta mengurangi hama dalam tanaman pertanian.

PESTISIDA HERBAL


Bahan/cara membuat Pestisida nabati

Daun brotowali serta kecubung wulung
- Bisa kita pakai untuk mengatasi lalat butir,ulat grayak atau hama penggerek btg.
Larutan jahe dan cengkeh
- Untuk mengatasi hama Plutellaxylostella pada kubis.
Mimba
- Membasmi ulat tanah Agrotissp, belalang, aphids,danulatgrayak. Bisa
- Mengatasi antraknosa pada tanaman cabai merah pakai daun mimba +daunsirih.
Umbi bawang putih dan bawangmerah.
- Mengendalikan agresi ngengat dan kupu-kupu, Alternariaporii,danlayufusarium.
Daunmindi
- Mengatasiulat grayak Spodopteraspdanulat daun Plutellaxylostella.
Dauncocorbebek.
- Mengatasi larva ulat daun Plutellaxylostella.
Akar dan daun seraiwangi
- Mengatasiaphidsdantungau.
Daunbabadotan
- Membasmi ulat pada flora sayur
Daun cengkih
- Sebagai fungisida jamur flora sayur.

PESTISIDA BOTANI

Pengertian
Pestisida botani:
Setiapbahan kimia berdasarkan tumbuhan yang bisa menyebabkan satu atau lebih efek biologiterhadap OPT serta memenuhi syarat buat dipakai pada pengendalian OPT

Kategori insektisidabotani
Insektisidabotani pada arti sempit (bahan kimia beracun):
- Racunsyaraf: piretrin berdasarkan bungapiretrum, nikotin berdasarkan tembakau,pipersida berdasarkan     Piperaceae
- Racun respirasi: rotenon menurut akar tubadan skuamosindari biji srikaya
- Penghambat fungsi hormon serangga (IGR):azadirahtin menurut biji mimba


Kategori insektisidabotani (lanjutan)
•Zat penghambat makan: salanin dari mimba, limonin berdasarkan kulitjeruk
•Zat pengusir: senyawa terpenoid menurut Asteraceae
•Zat pemikat: metil eugenol menurut selasih
•Zat pemandul: β-asaron berdasarkan jeringau

Kilas balik sejarah
•Zaman Yunani serta Romawiklasik:
ampas zaitun (Oleaeuropea), bawang putih (Allium sativum), mentimun liar (Citrulluscolocynthis) buat mengendalikan ulat serta belalang

Kilas balik sejarah (lanjutan)
1690:ekstrak tembakau buat mengendalikan kepik jala (Tingidae) pada pohon pir diPerancis

Tembakau(Nicotianatabacum)
•Nikotin (racun syaraf)
•Efektif terhadap banyak sekali jenis serangga
•Beracun bagi manusia

Kilas kembali sejarah (lanjutan)
•1800: tepung bunga piretrum sebagai insektisida di wilayah Kaukasus-Iran
Piretrum (Tanacetumcinerariaefolium)
•Piretrin serta sinerin  (racun syaraf)
•Efektif terhadap banyak sekali jenis serangga
•Cukup kondusif terhadap fauna menyusui
•Beracun terhadap ikan

Kilas kembali sejarah (lanjutan)
•  1848: akar tuba buat mengendalikan hama paladi Malaysia
Tuba (Derriselliptica)
•Rotenon, deguelin, tefrosin (racunrespirasi sel)
•Efektif terhadap banyak sekali jenis serangga
•Beracun terhadap ikan
Sediaan insektisida menurut bunga piretrum, daun tembakau, dan akar tubasering digunakan pada pengendalian hama sebelum tahun 1950-an

Pemicu kebangkitan minatterhadap insektisida nabati
•Dampak negatif berdasarkan insektisida sintetik
•Meluasnya penerapan konsep PHT
•Berkembangnya pertanian organik
•Upaya pelestarian lingkungan
•Perjanjian perdagangan internasional (Sanitary & Phytosanitary Measures) yg membatasi kadarresidu pestisidapada produk ekspor/impor

Sumber penting insektisida nabati

•Acanthaceae  
•Annonaceae   
•Arecaceae
•Asteraceae(Compositae)
•Clusiaceae(Guttiferae)
•Euphorbiaceae
•Fabaceae (Leguminosae)
•Lamiaceae(Labiatae)
•Meliaceae
•Piperaceae
•Simaroubaceae
•Solanaceae

Acanthaceae

Andrographis paniculata

•Andrografolida
•Antifeedant

Acoraceae/Arecaceae
Acorus calamus (jeringau)

•β-asaron (pemandul)
•Eugenol(pemikat)


Annonaceae

Srikaya (Annona squamosa)

      Bahan aktif: squamosin, dll.(gol asetogenin)

Buah nona sabrang (Annona glabra)

      Bahan aktif: asimisin, dll.(gol asetogenin)

Asteraceae
Piretrum(Tanacetum cinerariifolium)

•Piretrin serta sinerin  (racun syaraf)
•Efektif terhadap banyak sekali jenis serangga
•Cukup kondusif terhadap fauna menyusui
•Beracun terhadap ikan

Ageratum houstonianum

 Bahan aktif: prekosen (antihormon juvenil)

Echinacea angustifolia

 Bahan aktif: ekhinasein (isobutilamida)

Clusiaceae

Mammea americana

  Bahanaktif: mamein (kumarin)

Nyamplung (Calophyllum inophyllum)

  Bahan aktif: diduga kumarin


Calophyllum soulattri
  Bahanaktif: terpenoid serta kumarin (?)

Calophyllum inophyllum
  Bahanaktif: diduga kumarin
Euphorbiaceae

Jarak (Ricinus communis)

 Bahan aktif:risinin (alkaloid)
Fabaceae/Leguminosae

Tuba (Derris elliptica)

•Rotenon,deguelin, tefrosin (racun respirasi sel)
•Efektifterhadap banyak sekali jenis serangga Beracun terhadap ikan Spesieslain dengan kandungan misalnya tuba:  kacang babi (Tephrosia vogelli)

Lamiaceae

Ocimum basilicum serta Ocimum sanctum
Bahan aktif: juvosimena (efek misalnya hormon juvenil),metil eugenol (attractant)

Meliaceae

Azadirachta indica (mimba)
Bahan aktif: azadirahtin serta limonoid lain

Melia azedarach (mindi)

Bahan aktif: azadirahtin serta limonoid lain

Aglaia odorata (culan)

Bahan aktif: rokaglamida (gol benzofuran)

Swietenia macrophylla (mahoni)

Bahan aktif: swietenin (gol limonoid)

Dysoxylum acutangulum (Meliaceae)

Bahan aktif: Diduga limonoid
Piperaceae

Piper nigrum (lada)

Bahan aktif: piperin, pipersida, dll. (golalkaloid/amida)

Piper retrofractum (cabai jawa)

Bahan aktif: piperin, retrofraktamida, dll.

Simaroubaceae

Quassia amara
Bahan aktif: quasin (gol quasinoid)

Eurycoma longifolia
Bahan aktif: quasin (gol quasinoid)
Solanaceae

Tembakau(Nicotiana tabacum)

•Nikotin (racunsyaraf)
•Efektifterhadap banyak sekali jenis serangga
•Beracun bagimanusia

§Ulatkubis Crocidolomia pavonana gagal ganti kulit dampak ekstrak mimba

§UlatC. Pavonana tanpa perlakuan

§pupaCrocidolomia pavonana cacat akibat ekstrak mimba serta pupa normal

§Imago Crocidolomia pavonana gagalkeluar menurut kulit pupa dan imago cacat akibat ekstrak mimba.

§Ulat Crocidolomia pavonana mati/gagalganti kulit dampak ekstrak Dysoxylum acutangulum  dan ulat tanpa perlakuan

§Imago Crocidolomia pavonana gagalkeluar menurut kulit pupa (kiri) serta imago stigma (kanan) akibat ekstrak Dysoxylumacutangulum


Syarat-kondisi insektisida nabati yg baik
•Efektif pdkonsentrasi relatif rendah(≤ 0,5%  utk ekstrak dg pelarut organik; ≤lima-10% utk
ekstrak air)& nir fitotoksik
•Aman terhadap  musuh alami hama& organismebukan target lainnya
•Tumbuhansumber insektisida nabati mudah ditemukan/dibudidayakan.
•Untuk produksikomersial, bahan aktif mudah diekstraksi & produkinsektisida nabati mudah   distandarisasi.

Kelebihaninsektisida nabati vs sintetik
•Praktis terurai di lingkungan
•Umumnya cukup kondusif terhadap makhlukbukan target termasuk musuh alami hama
•Bisa dipadukan dg komponen lainPHT
•Tidak cepat mengakibatkan resistensi
•Komponen ekstrak mampu bersifatsinergis
•Beberapa jenis dapat disiapkansendiri sang petani

Keterbatasan insektisida nabati
•Persistensi singkat Ú perlu pelaksanaan berulang
•Spektrum kegiatan terbatas
•Ekstrak dg pelarut air tidaktahan lama
•Untuk produksi komersial:
              -pasokanbahan standar terbatas
              -biayaproduksi relatif mahal
         -standarisasi tidak selalu gampang karenakandunganbahan aktif dlm tumbuhanberagam
Penyiapan insektisida botani utk PHTpertanianorganik

•Serbuk tanaman + air, tanpapemanasan
• Serbuk tanaman + air, dgn pemanasan/perebusan
• Serbuk tumbuhan + lerak + air (tanpa atau
dgnpemanasan/perebusan)

Catatan:
Air dlm tongdi luar ruangan Ú asal airpanas

Penyiapan insektisida botani utk PHTpertanian organik (lanjutan)
Modifikasiekstrak sederhana utk menaikkan keefektifan:

• Serbuk tanaman + diterjen* + air (tanpaatau dgn pemanasan/perebusan)
• Serbuk tumbuhan + biosurfaktan + air
• Serbuk tanaman + sedikit alkohol/metanol*
   + biosurfaktan + air
* Perlu dicekSNI ttg pertanian organik

Peggunaan insektisida botani dlm PHT:
•Mengacu dalam asas-asas PHT (PPNo 6/1995dan empat pilar PHT)
•Ekstrak kasar lebih baik drpdsenyawa murniÚ sinergisme & menekan resistensi
•Insektisida botani dlm bentukcampuran Ú menekan resistensi, sinergisme,mengatasiketerbatasan bahan standar.
•Penggunaan insektisida botanisecaraberselang-seling Ú menekan resistensi,mengatasiketerbatasan bahan standar.

SLPHT edisi kedua
SLPHT edisipertama: Sekolah Lapangan PHT
SLPHT edisikedua: Stasiun Lapangan PHT
   - Bukan stasiunlapangan fisik yg tetap, lebih bersifat sbg stasiun bergerak
   - Uji cobakomponen PHT pada huma petani danbersamapetani
   -Teknik PHT yang diuji: dikembangkan petani,forum pendamping atau gabungan
   - Pestisidasintetik sanggup dimasukkan (kecualiPHT utkpertanian organik)

SLPHT edisi ke 2 (lanjutan)
SLPHT edisi kedua: StasiunLapangan PHT
- Lembagaterkait pada daerah yg perlu bekerjasama (Balai Proteksi Tanaman,DinasPertanian, LSM, perguruan tinggi, dll.)
- Secara terpola dilakukan temu lapang(mengundangpetani dan praktisi lain   dariberbagai daerah, penyuluh,peneliti, danpejabatterkait).

Contoh: ARS (ActionResearch Station) PHT kentang serta kubis di Pangalengan Bandung (kerja samaDep Proteksi Tanaman IPB & IPPHTI Pangalengan)

SLPHT edisi ke 2 (lanjutan)
Esensi pendidikan (sekolah):Memperbaiki pemahaman(kognitif) serta menciptakan perilaku (afektif) dan tindakan (psikomotor) anakdidik yang sesuai menggunakan norma-kebiasaan yang berlaku


SLPHT edisi ke 2 (lanjutan)
Pemasyarakatanteknologi melalui contoh SLPHT edisi ke 2 diharapkan bisa memperbaikipengetahuan (kognitif), perilaku (afektif), serta tindakan (psikomotor)petani pada penerapan PHT dan dampaknya mampu langgeng, termasuk melalui pewarisan pengetahuan danpengalaman dari generasi ke generasi.



Penutup
•Insektisida nabati mempunyai peluangyg akbar utk dpt  diterapkan dlm PHT pd pertanian organiktetapi akan menerima persaingan yg keras berdasarkan insektisida sintetik generasibaru yang lebih aman & insektisidaalami lain dlm penerapannya utk PHT pd pertanian konvensional.

•Perlu dikembangkan sistempemasyarakatan yang memerhatikan segi pengetahuan (kognitif), perilaku (afektif),dan tindakan (psikomotor) petani — misal melalui stasiun lapangan PHT (SLPHTedisi kedua) — dalam meningkatkan peranan insektisida nabati dalam PHT.Pengertian
Pestisida botani:
Setiapbahan kimia berdasarkan tumbuhan yang bisa menyebabkan satu atau lebih efek biologiterhadap OPT serta memenuhi syarat buat dipakai pada pengendalian OPT

Kategori insektisidabotani
Insektisidabotani pada arti sempit (bahan kimia beracun):
- Racunsyaraf: piretrin berdasarkan bungapiretrum, nikotin berdasarkan tembakau,pipersida berdasarkan     Piperaceae
- Racun respirasi: rotenon menurut akar tubadan skuamosindari biji srikaya
- Penghambat fungsi hormon serangga (IGR):azadirahtin menurut biji mimba


Kategori insektisidabotani (lanjutan)
•Zat penghambat makan: salanin dari mimba, limonin berdasarkan kulitjeruk
•Zat pengusir: senyawa terpenoid menurut Asteraceae
•Zat pemikat: metil eugenol menurut selasih
•Zat pemandul: β-asaron berdasarkan jeringau

Kilas balik sejarah
•Zaman Yunani serta Romawiklasik:
ampas zaitun (Oleaeuropea), bawang putih (Allium sativum), mentimun liar (Citrulluscolocynthis) buat mengendalikan ulat serta belalang

Kilas balik sejarah (lanjutan)
1690:ekstrak tembakau buat mengendalikan kepik jala (Tingidae) pada pohon pir diPerancis

Tembakau(Nicotianatabacum)
•Nikotin (racun syaraf)
•Efektif terhadap banyak sekali jenis serangga
•Beracun bagi manusia

Kilas kembali sejarah (lanjutan)
•1800: tepung bunga piretrum sebagai insektisida di wilayah Kaukasus-Iran
Piretrum (Tanacetumcinerariaefolium)
•Piretrin serta sinerin  (racun syaraf)
•Efektif terhadap banyak sekali jenis serangga
•Cukup kondusif terhadap fauna menyusui
•Beracun terhadap ikan

Kilas kembali sejarah (lanjutan)
•  1848: akar tuba buat mengendalikan hama paladi Malaysia
Tuba (Derriselliptica)
•Rotenon, deguelin, tefrosin (racunrespirasi sel)
•Efektif terhadap banyak sekali jenis serangga
•Beracun terhadap ikan
Sediaan insektisida menurut bunga piretrum, daun tembakau, dan akar tubasering digunakan pada pengendalian hama sebelum tahun 1950-an

Pemicu kebangkitan minatterhadap insektisida nabati
•Dampak negatif berdasarkan insektisida sintetik
•Meluasnya penerapan konsep PHT
•Berkembangnya pertanian organik
•Upaya pelestarian lingkungan
•Perjanjian perdagangan internasional (Sanitary & Phytosanitary Measures) yg membatasi kadarresidu pestisidapada produk ekspor/impor

Sumber penting insektisida nabati

•Acanthaceae  
•Annonaceae   
•Arecaceae
•Asteraceae(Compositae)
•Clusiaceae(Guttiferae)
•Euphorbiaceae
•Fabaceae (Leguminosae)
•Lamiaceae(Labiatae)
•Meliaceae
•Piperaceae
•Simaroubaceae
•Solanaceae

Acanthaceae

Andrographis paniculata

•Andrografolida
•Antifeedant

Acoraceae/Arecaceae
Acorus calamus (jeringau)

•β-asaron (pemandul)
•Eugenol(pemikat)


Annonaceae

Srikaya (Annona squamosa)

      Bahan aktif: squamosin, dll.(gol asetogenin)

Buah nona sabrang (Annona glabra)

      Bahan aktif: asimisin, dll.(gol asetogenin)

Asteraceae
Piretrum(Tanacetum cinerariifolium)

•Piretrin serta sinerin  (racun syaraf)
•Efektif terhadap banyak sekali jenis serangga
•Cukup kondusif terhadap fauna menyusui
•Beracun terhadap ikan

Ageratum houstonianum

 Bahan aktif: prekosen (antihormon juvenil)

Echinacea angustifolia

 Bahan aktif: ekhinasein (isobutilamida)

Clusiaceae

Mammea americana

  Bahanaktif: mamein (kumarin)

Nyamplung (Calophyllum inophyllum)

  Bahan aktif: diduga kumarin


Calophyllum soulattri
  Bahanaktif: terpenoid serta kumarin (?)

Calophyllum inophyllum
  Bahanaktif: diduga kumarin
Euphorbiaceae

Jarak (Ricinus communis)

 Bahan aktif:risinin (alkaloid)
Fabaceae/Leguminosae

Tuba (Derris elliptica)

•Rotenon,deguelin, tefrosin (racun respirasi sel)
•Efektifterhadap banyak sekali jenis serangga Beracun terhadap ikan Spesieslain dengan kandungan misalnya tuba:  kacang babi (Tephrosia vogelli)

Lamiaceae

Ocimum basilicum serta Ocimum sanctum
Bahan aktif: juvosimena (efek misalnya hormon juvenil),metil eugenol (attractant)

Meliaceae

Azadirachta indica (mimba)
Bahan aktif: azadirahtin serta limonoid lain

Melia azedarach (mindi)

Bahan aktif: azadirahtin serta limonoid lain

Aglaia odorata (culan)

Bahan aktif: rokaglamida (gol benzofuran)

Swietenia macrophylla (mahoni)

Bahan aktif: swietenin (gol limonoid)

Dysoxylum acutangulum (Meliaceae)

Bahan aktif: Diduga limonoid
Piperaceae

Piper nigrum (lada)

Bahan aktif: piperin, pipersida, dll. (golalkaloid/amida)

Piper retrofractum (cabai jawa)

Bahan aktif: piperin, retrofraktamida, dll.

Simaroubaceae

Quassia amara
Bahan aktif: quasin (gol quasinoid)

Eurycoma longifolia
Bahan aktif: quasin (gol quasinoid)
Solanaceae

Tembakau(Nicotiana tabacum)

•Nikotin (racunsyaraf)
•Efektifterhadap banyak sekali jenis serangga
•Beracun bagimanusia

§Ulatkubis Crocidolomia pavonana gagal ganti kulit dampak ekstrak mimba

§UlatC. Pavonana tanpa perlakuan

§pupaCrocidolomia pavonana cacat akibat ekstrak mimba serta pupa normal

§Imago Crocidolomia pavonana gagalkeluar menurut kulit pupa dan imago cacat akibat ekstrak mimba.

§Ulat Crocidolomia pavonana mati/gagalganti kulit dampak ekstrak Dysoxylum acutangulum  dan ulat tanpa perlakuan

§Imago Crocidolomia pavonana gagalkeluar menurut kulit pupa (kiri) serta imago stigma (kanan) akibat ekstrak Dysoxylumacutangulum


Syarat-kondisi insektisida nabati yg baik
•Efektif pdkonsentrasi relatif rendah(≤ 0,5%  utk ekstrak dg pelarut organik; ≤lima-10% utk
ekstrak air)& nir fitotoksik
•Aman terhadap  musuh alami hama& organismebukan target lainnya
•Tumbuhansumber insektisida nabati mudah ditemukan/dibudidayakan.
•Untuk produksikomersial, bahan aktif mudah diekstraksi & produkinsektisida nabati mudah   distandarisasi.

Kelebihaninsektisida nabati vs sintetik
•Praktis terurai di lingkungan
•Umumnya cukup kondusif terhadap makhlukbukan target termasuk musuh alami hama
•Bisa dipadukan dg komponen lainPHT
•Tidak cepat mengakibatkan resistensi
•Komponen ekstrak mampu bersifatsinergis
•Beberapa jenis dapat disiapkansendiri sang petani

Keterbatasan insektisida nabati
•Persistensi singkat Ú perlu pelaksanaan berulang
•Spektrum kegiatan terbatas
•Ekstrak dg pelarut air tidaktahan lama
•Untuk produksi komersial:
              -pasokanbahan standar terbatas
              -biayaproduksi relatif mahal
         -standarisasi tidak selalu gampang karenakandunganbahan aktif dlm tumbuhanberagam
Penyiapan insektisida botani utk PHTpertanianorganik

•Serbuk tanaman + air, tanpapemanasan
• Serbuk tanaman + air, dgn pemanasan/perebusan
• Serbuk tumbuhan + lerak + air (tanpa atau
dgnpemanasan/perebusan)

Catatan:
Air dlm tongdi luar ruangan Ú asal airpanas

Penyiapan insektisida botani utk PHTpertanian organik (lanjutan)
Modifikasiekstrak sederhana utk menaikkan keefektifan:

• Serbuk tanaman + diterjen* + air (tanpaatau dgn pemanasan/perebusan)
• Serbuk tumbuhan + biosurfaktan + air
• Serbuk tanaman + sedikit alkohol/metanol*
   + biosurfaktan + air
* Perlu dicekSNI ttg pertanian organik

Peggunaan insektisida botani dlm PHT:
•Mengacu dalam asas-asas PHT (PPNo 6/1995dan empat pilar PHT)
•Ekstrak kasar lebih baik drpdsenyawa murniÚ sinergisme & menekan resistensi
•Insektisida botani dlm bentukcampuran Ú menekan resistensi, sinergisme,mengatasiketerbatasan bahan standar.
•Penggunaan insektisida botanisecaraberselang-seling Ú menekan resistensi,mengatasiketerbatasan bahan standar.

SLPHT edisi kedua
SLPHT edisipertama: Sekolah Lapangan PHT
SLPHT edisikedua: Stasiun Lapangan PHT
   - Bukan stasiunlapangan fisik yg tetap, lebih bersifat sbg stasiun bergerak
   - Uji cobakomponen PHT pada huma petani danbersamapetani
   -Teknik PHT yang diuji: dikembangkan petani,forum pendamping atau gabungan
   - Pestisidasintetik sanggup dimasukkan (kecualiPHT utkpertanian organik)

SLPHT edisi ke 2 (lanjutan)
SLPHT edisi kedua: StasiunLapangan PHT
- Lembagaterkait pada daerah yg perlu bekerjasama (Balai Proteksi Tanaman,DinasPertanian, LSM, perguruan tinggi, dll.)
- Secara terpola dilakukan temu lapang(mengundangpetani dan praktisi lain   dariberbagai daerah, penyuluh,peneliti, danpejabatterkait).

Contoh: ARS (ActionResearch Station) PHT kentang serta kubis di Pangalengan Bandung (kerja samaDep Proteksi Tanaman IPB & IPPHTI Pangalengan)

SLPHT edisi ke 2 (lanjutan)
Esensi pendidikan (sekolah):Memperbaiki pemahaman(kognitif) serta menciptakan perilaku (afektif) dan tindakan (psikomotor) anakdidik yang sesuai menggunakan norma-kebiasaan yang berlaku


SLPHT edisi ke 2 (lanjutan)
Pemasyarakatanteknologi melalui contoh SLPHT edisi ke 2 diharapkan bisa memperbaikipengetahuan (kognitif), perilaku (afektif), serta tindakan (psikomotor)petani pada penerapan PHT dan dampaknya mampu langgeng, termasuk melalui pewarisan pengetahuan danpengalaman dari generasi ke generasi.



Penutup
•Insektisida nabati mempunyai peluangyg akbar utk dpt  diterapkan dlm PHT pd pertanian organiktetapi akan menerima persaingan yg keras berdasarkan insektisida sintetik generasibaru yang lebih aman & insektisidaalami lain dlm penerapannya utk PHT pd pertanian konvensional.
•Perlu dikembangkan sistempemasyarakatan yang memerhatikan segi pengetahuan (kognitif), perilaku (afektif),dan tindakan (psikomotor) petani — misal melalui stasiun lapangan PHT (SLPHTedisi kedua) — dalam meningkatkan peranan insektisida nabati dalam PHT.