GAMBAR KALIGRAFI INDAH

Berikut ini merupakan Gambar Kaligrafi Islam bergaya Tsuluts yang sangat indah karya kaligrafer Turki Hasan Jalabi (Hasan Celebi).
 من أروع ما كتبه الخطاط التركيا الأستاذ حسن جلبي وهو الذي نسب إليه لقب شيخ الخطاطين المعاصرين
Hassan Jalabi is a well – known Turkish artist and calligrapher. One "of the most celebrated masters of classical Ottoman calligraphy style"

Baca Juga : Wallpaper Indah Kaligrafi Islam


Berikut ini penampakannya :






Kaligrafi Tsulus berbunyi : 

بسم الله الرحمن الرحيم , يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ  (لقمان : 17


Hai anakku, dirikanlah shalat serta suruhlah (insan) mengerjakan yg baik serta cegahlah (mereka) berdasarkan perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yg menimpa engkau . Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).


O my son, establish prayer, enjoin what is right, forbid what is wrong, and be patient over what befalls you. Indeed, [all] that is of the matters [requiring] determination


Download arsip ini  639 kb  : اضغط هنا للتحميل 

ANEKA GAMBAR UCAPAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

Aneka Gambar Kaligrafi Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Idul Fitri merupakan bahasa Arab yg berarti Hari Raya Fitri. Dalam bahasa Indonesia sering dianggap Lebaran. Ada beberapa ucapan yang tak jarang di sampaikan waktu Idul Fitri, diantaranya : 
  • Ucapan  عيد سعيد (iidun sa'iidun, hari raya yang senang  )
  • Ucapan عيد مبارك ( iidun mubaarokun, eid mubarok, hari raya yang diberkahi), 
  • Biasanya ditambahi do'a :  كل عام وأنتم بخير (kullu 'aamin wa antum bikhair, semoga setiap tahun kalian dalam keadaan baik) 
  • Atau doa عساكم من عواده (asaakum min 'uwwadihi, semoga kalian termasuk orang orang yg mengalaminya lagi).  
Ucapan ucapan ini sangat masyhur pada dunia Islam. Oleh karena itu, tangan tangan para kaligrafer banyak yang menuliskannya dengan latif, sebagaimana karya karya dibawah ini.

Adapun kalimat kalimat yang biasa kita dengar yaitu minal 'aidin wal faizin tampaknya spesial Indonesia. Masyarakat Islam di beberapa negara tampaknya tidak pernah mendengar itu. Sebagai salah satu indikatornya merupakan para kaligrafer dunia (sepanjang pencarian aku ) sedikit sekali yang menulis kaligrafi minal 'aidin wal faizin. Kalaupun ada, mungkin merupakan karya kaligrafer Indonesia atau Malaysia atau Brunei. 

Berikut ini merupakan beberapa gambar kaligrafi ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri :



Gambar diatas adalah kaligrafi Ucapan Selamat Hari raya yg cukup komplit : 
  • Diawali dengan : 'iidukum mubarok'  (عيدكم مبارك ) dengan tulisan diwani. 
  • Kemudian ditengah adalah bordiran dengan goresan pena taqabbalallahu minnaa wa minkum sholihal a'mal (تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال )dan goresan pena kullu 'aamin wa antum bi khair (كل عام وأنتم بخير ) yg ditulis menggunakan khat tsuluts dan naskhi.
  • Kemudian diakhiri : minal 'aaidin wal faizin (من العائدين والفائزين )
  • Perlu dicatat disini, bahwa tulisan paling atas dan goresan pena paling bawah adalah tambahan yg dilakukan oleh seseorang. Lantaran karya ini sebenarnya adalah karya bordir tulisan Syeikh Mukhtar Alam Mufidurrahman. 



Kullu 'aamin wa antum bi khair dalam khat diwani




Eid Mubarok pada khat kufi


'iidun mubarokun wa sa'iidun
عيد مبارك وسعيد
Gambar Kaligrafi Ucapan Lebaran yang sangat indah karya Abdullah Mubairik
'iidun  sa'iidun
عيد سعيد
Gambar Ucapan Lebaran dengan goresan pena diwani yg sangat latif, karya penulis yg nir diketahui.
'iidun mubarokun 
عيد مبارك
Kaligrafi Indah berbentuk gitar gambus. Bagian atas terbaca :
عِيْد سَعِيد
Bagian tengah gitar merupakan rangkaian kaligrafi kufi berbunyi :
كُلُّ عَامٍ وَأنتمْ بِخَيْر
Kaligrafi Kufi berbentuk kotak, adalah pengulangan kalimat ucapan :
عِيْدٌ مُبَارَكdiulang sebesar 4 kali
Ucapan Selamat Hari Raya. Bagian pinggir berwarna biru tertulis : tahniah
Bagian tengah merupakan kaligrafi diwani berbunyi : عيد سعيد
Kemudian bagian bawah berwarna putih merupakan kaligrafi tsuluts berbunyi :
كُلُ عَامٍ وَأنْتُمْ إلَى اللهِ أَقْرَب  (semoga setiap tahun kalian bertambah dekat dengan Allah)



















Ucapan Selamat Hari Raya dengan Khat Diwani sangat indah. Tertulis :
مع أطيب التمنيات بالعيد السعيد (ma'a athyabit-tamanniyyat bil'iid as-sa'iid, dengan penuh asa terbaik, pada hari raya berbahagia) 


PENGERTIAN KHAT DAN KALIGRAFI



Pengertian khat merupakan seni menulis indah. Pengertian kaligrafi jua seni menulis indah. Khat adalah bahasa Arab. Kaligrafi adalah saduran berdasarkan bahasa Yunani. Di Indonesia, seni menulis latif huruf alfabet Arab lebih seringkali dianggap 'seni kaligrafi'. Sedangkan kata 'khat' dipakai buat menyebut jenis jenis  tulisan indah. Santri saya seringkali mengajukan pertanyaan 'kaligrafi ini menggunakan jenis khat apa'..? . Maka jawabnya, khat naskhi, khat tsultsi, khat farisi, serta seterusnya.
Sedangkan postingan postingan pada blog ini lebih poly menggunakan istilah 'kaligrafi' daripada khat. Lantaran google mengenali khat menjadi tanaman terlarang, sebagai akibatnya sebisa mungkin kata kunci itu dihilangkan. Jika tidak, konten blog ini akan bermasalah. Maka aku terpaksa menyebut : kaligrafi naskhi, kaligrafi tsuluts, kaligrafi Farisi serta seterusnya.
Tulisan kali ini bermaksud merangkumkan balik pengertian kaligrafi serta khat, berdasarkan berbagai asal.

Pengertian al-khat


Khat, kitabah, tahrir, raqm, satr, zubur, adalah beberapa istilah dalam bahasa Arab yg memiliki makna sama yaitu tulisan. 
Khat, semula memilih pada satu jenis ilmu kuna yang disebut ilmu raml, yaitu tabrakan tabrakan diatas pasir. Pada masa kemudian, goresan goresana diatas pasir dipakai buat mengambil keputusan atau melihat nasib. Semula ilmu ini digunakan sang Nabiyullah Idris buat menyebutkan wahyu Allah. Rasulullah SAW mengisyaratkan hal ini dalam sabdanya :
كَانَ نَــــبِيٌّ مِنَ اْلأَنْـــــبِياَءِ يَخُـــطُّ فَـــمَنْ وَافَــقَ خَطُّهُ فَــــــذَاكَ 
(dulu ada seorang nabi diantara nabi nabi terdahulu yang menoreh (yakhuttu) diatas pasir. Siapa yg cocok garisnya, maka keputusan itu untuknya)

Torehan diatas pasir ini diklaim khat. Belakangan, cara ini lebih poly dipakai oleh para dukun buat meramal.
Kemudian khat digunakan buat arti menulis. Ibnu Khaldun menyampaikan :
رسم وأشكال حرفية تدل على الكلمات المسموعة الدالة على ما في النفس
(gambar dan bentuk huruf yang menunjukkan atas kata istilah yg didengar, yang merupakan ungkapan atas apa yang tersimpat dihati)

Qalqasyandi dalam kitab Subhul A'sya berkata : 
Khat menerangkan pada lafadz, serta lafadz menunjukkan isi hati. Khat memperlihatkan makna diam. Ia sanggup mengirimkan pesan pada orang yg melihatnya meskipun dia membisu terpaku.
Karena khat juga merupakan ungkapan jiwa, maka dia ditulis mengikuti syarat kejiwaan si penulis. Ditangan orang orang berjiwa seni, tulis menulis menemukan keindahannya. Kemudian dia sebagai sebuah seni tersendiri. Sedangkan tulis menulis buat dokumentasi, komunikasi dan ilmu pengetahuan, dianggap "kitabah". Arti khat menjadi seni menulis latif diisyaratkan oleh Rasulullah pada hadis Ummu Salamah yg diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam Musnad Firdausnya :
الْخَـــطُّ الْحَـــسَـنُ يَـزِيْـدُ الْحَـقَّ وُضُــــوْحاً
(khat yg rupawan akan menambah kebenaran sebagai semakin jelas)


Arti Kitabah


Kitabah merupakan pula menulis. Namun dia mempunyai arti lebih khusus, yaitu penulisan buat tujuan dokumentasi, surat menyurat, dan ilmu pengetahuan . Kitabah lazimnya ditulis diatas kertas dengan indera pena, dimana kertas kertas itu kemudian dihimpun satu sama lain. Lantaran itulah buku disebut "al-buku". Dengan demikian antara khat dan kitabah memiliki disparitas menjadi berikut 
  1. Khat digunakan buat mengungkapkan pesan singkat, padat, jelas melalui bentuk bentuk huruf yang ditulis sedemikian rupa. Sedangkan kitabah digunaan buat menyampaikan pesan terperinci melalui makna tanpa memperhatikan bentuk tulisan. 
  2. Khat memperhatikan detail bentuk huruf, dan kreasinya sedangkan kitabah hanya fokus pada pemilihan kata buat mengungkapkan isi fikiran.
 

Arti Rasam


Adapun rasam, maka beliau merupakan sarana buat membicarakan pesan menggunakan bentuk bentuk yg lebih luasdan majemuk, tidak mesti alfabet alfabet . Bisa jua berupa nomor angka, simbol simbol, serta bentuk bentuk lain. Rasam kita sebut dengan "gambar".
Maka, dari pengertian pengertian diatas, kata "khat" merupakan yg paling pantas buat disinonimkan menggunakan kaligrafi yaitu seni menulis indah.

Arti Kaligrafi


Kaligrafi merupakan seni rupa yg berkaitan dengan menulis. Berasal dari bahasa Yunani : kallos (καλλι) yang artinya keindahan serta grafos  γραφος  yg artinya "menulis"  (wikipedia). Menurut Oxford Dictionaries diambil menurut bahasa Yunani Kalligraphia, dari kata kallos (beauty) serta graphein (to write). Kemudian buat orang yg menulis, mereka menyebutnya "kalligraphos" yg artinya : person who writes beautifully (orang yang menulis bagus)


Secara gampangan, kaligrafi merupakan seni menulis indah menggunakan tangan. Sebenarnya kaligrafi tidak sekedar menulis indah. Kaligrafi adalah sejumlah kemampuan (skill) dalam menulis serta merangkai simbol simbol (huruf alfabet ) pada keserasian dan harmony. Seseorang yg sanggup menulis diatas kitab tulis menggunakan indah serta rapi tidak dianggap kaligrafi.  Namun, bila ia mampu mengirim pesan pesan tertentu dengan menuliskan huruf alfabet   dalam bentuk yg serasi dan kreatif, baru diklaim kaligrafi. Kaligrafi itu menyenangkan bagi yang menulis serta bagi yang menyaksikan.

Kaligrafi adalah seni universal. Setiap peradaban mempunyai bagian pada bidang kaligrafi. Ada kaligrafi latin, kaligrafi china, kaligrafi arab dan lain lain. Hanya saja, kaligrafi Arab memang lebih superior dab dominan, sebagai akibatnya istilah kaligrafi secar mutlaq menunjuk dalam kaligrafi Arab. 

Ada baiknya kita berkenalan menggunakan seni kaligrafi yang ada didunia. Berikut ini beberapa antara lain :

Kaligrafi Latin

Adalah seni menulis latif dalah simbol simbol atau alfabet huruf latin. Pena yang dipakai pada menulis kaligrafi latin merupakan pena yg berpelatuk datar. 
Ada beberapa gaya kaligrafi latin antara lain Kaligrafi Roman, Kaligrafi Gothic, dan Kaligrafi Italic.




Gaya Italic



Gaya Gothic



Gaya Roman



Kaligrafi China

Kaligrafi China diklaim shūfǎ (書法)  .  


Kaligrafi China mempunyai berasal sejarah yg sangat bertenaga, dan memberi pengaruh akbar pada sejarah kaligrafi dalam umumnya. Tehnik pembuatan tinta, dan kertas ditemukan semenjak usang oelh bangsa China serta sudah mensugesti peradaban manusia hingga kini . 

Kaligrafi ini ditulis memakai kuas dengan taraf kesulitan yg tinggi kecuali bagi yang sudah mahir. 

Tintanya memakai jelaga hitam yg masih diproduksi sampai sekarang. Bahkan para kaligrafer Arab poly yg menggunakan tinta China atau tinta bak lantaran hasilnya sangat hitam dan terdapat perbedaan makna mengkilat dan tahan usang. Jangan coba coba menumpahkan tinta China ke baju karena akan sangat sulit menghilangkannya. 

Gaya kaligrafi yg paling seringkali ditemui merupakan gaya cap (zhuanshu), gaya resmi (lishu),  gaya balok (kaishu), gaya kursif; karakter yang ditulis secara cepat dengan goresan-goresan yg kontiniu (caoshu) serta gaya berjalan (xingshu) --(asal : //www.mandarin-one.com/.)







Kaligrafi Arab


Tidak hiperbola bila saya katakan, bahwa kaligrafi Arab merupakan yang paling superior serta secara umum dikuasai pada global seni tulis menulis. Bahkan istilah kaligrafi sendiri, hampir hampir sebagai label kaligrafi Arab. Kaligrafi Arab membutuhkan lebih poly skill pada menguasainya. 

Baca Juga : Hamid Al-Amidi Rais Kaligrafer Islam


Belajar kaligrafi latin nir sesulit kaligrafi Arab. Bukan bermaksud mengecilkan, tetapi saya mampu menguasai kaligrafi latin pada sehari buat gaya italic. Namun buat menguasai kaligrafi Arab, contohnya khat Tsuluts, baru belajar menulis huruf alifnya saja, saya telah mutung. Kaligrafi China saya belum mencobanya, tapi kelihatannya sulit.

Kaligrafi Arab ditulis menggunakan memakai pena yg dipotong miring. Tingkat kemiringan rabat pena akan membentuk gaya goresan pena yg berbeda beda. Berikut ini beberapa jenis kaligrafi Arab : 

AMATI KALIGRAFI SURAH AL FATIHAH INI APAKAH KAMU BISA MENEMUKAN KEJANGGALANNYA


Penulisan Kaligrafi Surah Al Fatihah berdasarkan masa kemasa terus berkembang sebagai akibatnya mencapai bentuknya yang sekarang ini. Ia sangat indah. Terutama yang ditulis menggunakan khat tsuluts. Misalnya kaligrafi Surah Al Fatihah diatas, sangat populer dan seringkali engkau lihat. Tapi coba perhatikan lagi baik baik goresan pena itu. Ada sesuatu yg absurd, apakah kamu mampu menemukannya?

Surah Al-Fatihah, diklaim pula Ummul Qur an (induk al Quran) dan as-sab'ul masani (tujuh ayat yg diulang ulang). Surat ini istimewa. Kandungan maknanya sangat dalam. Makna semisal ini tidak diturunkan dalam buku Taurat dan Injil. Ia menjadi surah yang paling sering dibaca oleh ummat Islam.
Dalam bidang kaligrafi, surah ini juga istimewa. Para kaligrafer berakibat surah ini menjadi utama keahlian mereka berkaligrafi. Menulis surah al fatihah, seolah-olah harus bagi mereka. Terutama ayat pertama dari surah ini, yaitu bismillahirrahmanirrahim.



Ada satu bentuk karya Kaligrafi Surah Al Fatihah dalam khat tsuluts yang sangat Indah, dan dijadikan ikutan secara turun temurun. Bentuk ini pula dijadikan baku kemampuan para kaligrafer. Dikisahkan, Kaligrafer akbar Turki Hamid al Amidi berjuang selama enam bulan buat meniru Kaligrafi Al Fatihah ini.
Bentuk kaligrafi Al Fatihah yang dimaksud adalah karya Mahmud Jalaluddin Ad Dagestani, seorang kaligrafer kuno. Karyanya ini iditiru terus secara turun temurun hingga hari ini. 

Perhatikan karya karyanya berikuti ini : 


Ini merupakan tiga kaligrafi Al Fatihah karya Mahmud Jalaluddin Ad-Dagestani (1140 H - 1245 H). Gambar yang anda lihat nir begitu rupawan resolusinya. Hanya itulah yang berhasil saya dapatkan. Tapi coba kita perhatikan sebentar. Kaligrafi paling kanan, dan yang tengah memiliki bentuk yang hampir sama dalam bentuk basmalahnya, jumlah barisnya, serta mutilasi ayatnya.
Tetapi kaligrafi sebelah kanan, tidak sinkron dengan dua saudaranya ini. Mungkin anda akan menemukan perbedaannya didalam penulisan basmalahnya. Juga pada pembagian jumlah barisnya. Tapi yang paling aneh, yg mungkin luput berdasarkan perhatian anda, adalah penulisan kata (غير )  yang diulang sebesar dua kali. Mari Perhatikan lebih dekat :

Ini adalah sebuah kejanggalan yg dapat diterima menurut sudut pandang seni. Namun berdasarkan sudut syariat Islam, tentu bermasalah. Lantaran seakan akan terdapat penambahan, dan infiltrasi dalam ayat suci Al-Qur'an. Dalam pandangan ilmu bahasa pula bermasalah lantaran merusak makna. Lantaran pengulangan istilah peniadaan (nafi) sebanyak dua kali akan menghasilkan arti "ada" ( itsbat ).
Selanjutnya, datanglah kaligrafer Mustafa Raqim (1171 - 1241). Ia meniru goresan pena Mahmud Jalaluddin itu menggunakan bentuk yg sama persis. Hanya saja Raqim telah menyempurnakan bentuk bentuk hurufnya, sebagai akibatnya karyanya lebih indah berdasarkan pendahulunya itu. Hanya saja, Raqim tetap mengulangi kesalahan yang sama yaitu menulis dua kali istilah غير . Perhatikan dibawah ini :

Tulisan Raqim sangat latif. Raqim selamanya akan menjadi master kaligrafi panutan para kaligrafer yg tiba belakangan. Banyak kaligrafer yg berlatih dengan meniru tulisan Raqim. Diantaranya adalah kaligrafer yang pula bernama Raqim yaitu Ahmad Raqim murid dari Muhammad Hasyim, murid berdasarkan Musthofa Raqim. Ia meniru tulisan Musthafa raqim dengan permanen membiarkan pengulangan istilah غير . Perhatikan gambarnya berikut ini :

Kemudian datanglah Musthafa Izzat, beliau menulis Al Fatihah meniru Musthafa Raqim. Hanya saja kali ini Izzat nir membiarkan pengulangan istilah غير .  Ia membuangnya. 


Setelah Izzat, datanglah Hafidz Wahdati meniru goresan pena Raqim, menggunakan mengulangi istilah غير . Kesalahan itu kembali dipelihara.

Akhirnya pamungkas, datanglah Hamid Al Amidi, beliau meniru goresan pena Raqim menggunakan persis. Hanya saja beliau membuang pengulangan غير . Karya Hamid ini dipercaya yang terbaik. Bahkan Hamid sendiri menganggap kaligrafi Al-Fatihah tulisannya ini merupakan karyanya yg paling indah seumur hidupnya.


Wallahu A'lam. Semoga bermanfaat.

MEMILIH DAN MEMOTONG PENA KALIGRAFI


Gambar : Majalah Mukhtar


Pena kaligrafi atau qolam merupakan bagian paling penting dalam membentuk kaligrafi yg rupawan serta bermutu. CARA FLEXI yg bermutu tinggi sering di hargai sangat mahal. Namun demikian tidak berarti bahan bahan yang dipakai jua harus yg mahal dan antik.

Pena buat kaligrafi, bisa diperoleh di sekeliling anda. Bila anda memiliki budget poly, anda dapat langsung membelinya pada toko kitab . Tetapi jika seperti saya, cukuplah kita gunakan apa saja yang ada. Bambu, handam, bekas kuas, bekas pagar, ranting jambu biji, ranting pohon belimbing dan lain lain yg banyak tersedia disekeliling kita. Masing masing mempunyai kelebihan serta kekurangan, tapi dalam dasarnya mampu dipakai kok. 

Hanya saja, bahan bahan itu mesti diolah serta dipotong menggunakan baik serta benar. Bila anda ingin menghasilkan karya yg indah, atau cuman sekedar ingin melepas penat dengan torehan torehan kaligrafi, dibutuhkan juga pena yang potongannya indah, yg bisa meluncur mulus diatas kertas. 

Pena yg jelek, macet, nir rata, hanya akan menambah tertekan saja. 

Pena Disekeliling Kita


Ada poly benda benda serta tanaman flora yg dapat kita pakai menjadi pena kaligrafi. Berikut ini merupakan beberapa hal yg mampu dan telah lazim digunakan menjadi pena kaligrafi. 

Bambu (Qashabah atau Bush). 
Anda bisa menggunakan bambu utuh atau bambu yang telah dibelah bekas pagar. Bambu yg baik adalah yg sudah tua (kalo yg belia disimpan akan kisut), keras, dan nir terlalu tebal. Bambu yang sangat tebal sulit diraut. Juga tidak boleh terlalu tipis. Supaya terdapat cukup penampang buat berjalan diatas kertas. Sebagaimana yg dikemukakan oleh Ibnu Hayyan : hendaknya bambumu cukup keras, antara tipis serta tebal (tidak terlalu tebal tidak terlalu tipis).

Carilah bambu yg diameternya sebesar mak jari. Bila sudah ketemu, ambillah kira kira sejengkal atau sepanjang 12-16 jari. Sebagaimana yg dikatakan Ibnu Muqlah : pena terbaik merupakan yang panjangnya 12-16 jari, yaitu sepenuh jempol sampai kelingking (maksudnya sejengkal penuh)

Kelebihan bambu merupakan, mudah dijumpai, serta tersedia dalam banyak sekali ukuran sebagai akibatnya bisa buat menulis kaligrafi kecil juga akbar.

Kekurangan menurut bambu merupakan, penampang pelatuknya kurang halus, mengeluarkan serat apabila tak jarang digunakan serta acapkali terjangkit "sesek" jika disimpan agak lama . Bagaimanapun, bambu merupakan pena kaligrafi paling terkenal dan paling banyak dipakai.

Pakis Handam
Pohon pakis handam poly dijumpai didaerah tebing seperti di puncak (sporadis yg tumbuh besar ) atau dipinggir pinggir kali dekat air (nah..yang ini umumnya besar dan tinggi). Pilih batang yg sudah tua, yg cukup besar buat bisa dibentuk menulis (jangan berusaha mencari yg sebesar ibu jari, karena setahu saya handam nir tumbuh sebesar itu).
Kelebihannya adalah : handam secara alami memiliki btg yg keras serta halus. Sangat lancar dan licin ketika dibuat menulis. Sehingga handam merupakan termasuk alat tulis internasional. Mushaf Al-Qurán Istiqlal juga ditulis memakai handam. Handam sanggup bertahan usang disimpan. Saya masih memiliki handam yang saya petik sendiri semenjak 1996. 
Kekurangannya merupakan, sangat sulit ditemukan terutama didaerah daerah kota di pulau Jawa. Seandainya ada, umumnya batangnya mini kecil. Di daerah Bogor, masih banyak flora handam. Di Cianjur malah dibentuk kayu bakat. Kalau diluar Jawa seperti di Sumatra dan Kalimantan mestinya masih berlimpah tanaman handam. 
Membeli mungkin jalan terbaik bagi yg tidak mau repot. Di Internet, umumnya handam dijual Rp. 4000 sebatang..(Ini sangat mahal dari aku .) 


Pohon Handam. Masih gampang dijumpai pada Bogor dan Cianjur 





Ranting ranting bekas
Kayu rambutan, kayu jambu, kayu belimbing, kayu bekas pegangan kuas, kayu bekas stik marching band, kayu flora hias semuanya mampu dipakai. Tergantung keterampilan memotongnya. Saya senang ranting pohon belimbing karena diraut mudah serta permukaannya halus. Kelemahan ranting adalah, seringkali masih ada semacam spons ditengahnya. Karena ranting ranting sebanyak mak jari umumnya masih muda.  
Bekas kuas jangan dibuang dulu karena batangnya masih sanggup kita raut untuk pena kaligrafi. Silahkan mencoba coba sendiri, lantaran mencoba itu mengasyikkan.

Membeli Pena ditoko


Pena Siap Pakai
Saat ini pena kaligrafi siap pakai sudah banyak dijual ditoko toko kitab . Jika anda bermaksud mencari pena kaligrafi yang telah siap gunakan ditoko buku, maka  : pastikan bahwa pena tadi memiliki rabat miring. Potongan ini adalah rabat Yaqut al Musta'shimi. Banyak orang salah pada membeli. Bila penanya nir terpotong miring, maka ia hanya cocok untuk kaligrafi latin. Yang kita inginkan adalah pena buat kaligrafi arab.

Pena Besi Untuk Dipotong Sendiri
Yang aku maksud adalah pena menurut logam, yg kepalanya mempunyai "pecahan" buat aliran tinta, serta memiliki kantong buat menyimpan tinta. Biasanya bermerek HERO atau PARKER. Pena ini bila habis dapat diisi kembali dangan cara menyedot tinta spesifik.   


Pena besi misalnya gambar diatas mampu dipotong menjadi pena kaligrafi serta hasilnya sangat baik dan awet. Bila anda hendak membeli pulpen besi buat dipotong sendiri, maka pastikan :
  1. Pulpen tersebut mempunyai punggung terbuka misalnya gambar. Bila punggungnya tertutup, akan sulit dipotong karena penutupnya harus dikupas terlebih dahulu.
  2. Pastikan pulpen dalam keadaan baik serta tidak bocor. Caranya dengan mencopot bagian bagiannya satu persatu serta memeriksanya (tentu saja dengan seizin pemilik tokonya, dan anda nir sedang belanja borongan). Cacat yg tak jarang ditemukan diantaranya : selangnya hilang, kantong tintanya robek atau bocor serta seterusnya. Seandainya ternyata anda terlanjur membeli pulpen yg tidak berfungsi (kantongnya bocor..) jangan dibuang dulu karena masih bisa dipakai menggunakan cara ditutulkan kedalam bak tinta. 

Cara Memotong Pena


Memotong Bambu serta Handam :

  1. Siapkan pisau yang sangat tajam dan kuat. Jika menggunakan cutter, jangan membukanya terlalu panjang agar cutter tidak patah serta melukai anda 
  2. Siapkan tatakan yang keras. Jangan menggunakan meja atau perabot tempat tinggal apalagi meja kelas. Ada tatakan khusus untuk memotong pena yg diklaim maqat
  3. Siapkan batu asahan halus (usahakan yg terbuat berdasarkan batu kapur yg dijual oleh tukang pisau pikulan) atau amplas (pilih yang halus) buat merapikan dan menghaluskan 
Bagaimana cara memotongnya. Anda bisa meniru kaligrafer Thair Syakir Al Atraqji pada cara memotong pena kaligrafi dari bambu.  Tutorial beliau ini lengkap serta gampang diikuti.

Jenis kaligrafi eksklusif memiliki kemiringan tertentu pula. Demikian jua lebar pelatuk. Untuk lomba resmi misalnya MTQ umumnya disyaratkan lebar pelatuk minimal setengah centi. Perhatikan gambar berikut : 



Memotong pulpen besi : 

  1. Siapkan amplas besi paling halus. Belilah ditoko material. Gosok mata pena dengan kemiringan eksklusif sampai mencapai ukuran yg diinginkan. 
  2. Jangan menggunakan tang atau gunting seng buat memotongnya, lantaran hasilnya nir indah, dan sering bocor. 
  3. Keramik atau kaca buat merapikan dan menghaluskan 
Ikuti cara cara memotongnya dalam artikel kami Cara Memotong Pena Besi.


Memotong Spidol:

  1. Siapkan silet yg tajam (jangan pakai cutter atau pisau, nanti rusak) 
  2. Gunakan penjelasan yang relatif untuk memotongnya 
  3. Raut pelan pelan ujung spidolnya sebagai akibatnya tampak pipih (jaga ketebalannya jangan hingga terlalu tipis
  4. Potong miring ujungnya.

Gunakan silet seperti ini buat memotong spidol


🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

Memilih Dan Memotong Pena Kaligrafi adalah artikel original milik Blog CARA FLEXI, ditulis menggunakan memperhatikan sumber sumber yang tertera dibawah ini. 
Silahkan dimanfaatkan sebagaimana mestinya. 
Seluruh isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Blog CARA FLEXI. Dilarang melakukan perbuatan copas (copy paste), tanpa melampirkan link aktif blog ini.
Terima Kasih

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

All artworks are properties of their respective owners
If you own the copyright to this file/image and you do not wish it be included on our website, please contact us and we will remove it as soon as possible.



KALIGRAFI DIWANI ASAL USUL DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA


Kaligari Diwani adalah kaligrafi yang datang belakangan pada masa kekuasaan Turki Usmani. Disebut diwani lantaran mulanya tulisan ini dipakai buat urusan perkantoran (diwan diwan). Juga disebut Kaligrafi Hamayuni (mencakup diwani, diwani jaly serta tughra) yg secara literal merupakan dokumen yg ditulis tangan pribadi sang Sultan. Tulisan diwani digunakan buat menulis dokumen dokumen diplomtik kesultanan, anugerah biar , serta lain lain. 


Gambar : Hatt-i Humayun tulian Sultan Abdul Majid berisi perintah perbaikan masjid (klik buat memperbesar). Sumber : wikipedia  


Beberapa sejarawan menyebutkan bahwa kaligrafi diwani adalah merupakan turunan (modifikasi) berdasarkan kaligrafi ta'liq (farisi). Dokumen humayun dibawah ini menerangkan adanya gaya Farisi tersebut. 

Gambar : Naskah Humayun milik Sultan Ahmad III

Penggunaan Diwani menjadi goresan pena resmi kerajaan, dimulai sehabis Sultan Muhammad Al-Fatih menaklukkan Konstantinopel dalam tahun 857. Kaligrafer Ibrahim Munif merupakan orang pertama yang menyusun kaidah kaidahnya. Kaligrafi diwani sempat menjadi "misteri kerajaan", yang hanya diketahui sang Sultan serta juru tulisnya. 

Selanjutnya tulisan Diwani disempurnakan oleh Menteri Ahmad Syahlan Basya, dan dia adalah orang yang berjasa mempopulerkannya. Selanjutnya, kaligrafi diwani mulai menciptakan genre tersendiri, melalui tangan Muhammad Izzat At-Turki seorang guru kaligrafi di kantor kesultanan. Melalui tangan beliau inilah, kemudian diwani menemukan gaya dan cara penulisannya yg unik. 

Selanjutnya, kaligrafi diwani berkembang keberbagai wilayah Turki Usmani. Di Mesir, dia dikembangkan oleh Mahmud Syukri Basya Al-Mishri, ketua dewan kerajaan Usmani pada Mesir. Mahmud Syukri mempunyai seseorang siswa yang kelak akan membawa kaligrafi diwani ke zenit keindahannya. Dia merupakan Musthafa Gazlan Bik, yg berhasil membangun cara baru dalam goresan pena diwany, yang tidak selaras dengan cara yang dikembangkan Musthafa Izzat.  

Cara baru yang dikembangkan Gazlan Bik, bahkan hampir hampir menciptakan kaligrafi ini diklaim "kaligrafi Ghazlany". Dengan demikian, ada dua aliran yg tidak sama dalam kaligrafi diwany :  
  1. Aliran Muhammad Izzat, yg kemudian dikenal menggunakan aliran Usmany, dengan karakteristik karakteristik tulisan lebih rapat, ukuran huruf mini kecil seperti goresan pena riqáh, serta sangat patuh pada garis.
  2. Aliran Ghazlan Bik, yg kemudian dikenal menggunakan aliran Mesir, dengan karakteristik karakteristik tulisan lebih renggang serta bebas, serta nir selalu mengikuti garis.
  3. Selanjutnya ada Hasyim Muhammad Al-Baghdadi yang mencoba menggabungkan ke 2 gaya tersebut, yang selanjutnya dikenal menggunakan aliran Irak.
Lebih lanjut tentang disparitas aliran ini akan kami lanjutkan pada artikel yg akan tiba. 

Berikut ini beberapa tokoh kaligrafer yang memiliki poly karya latif kaligrafi diwany :

Diwani Jaly

Dari segi bentuknya, diwani dibagi sebagai dua :
  1. Diwani biasa atau diwani riq'ah yg ditulis tanpa syakal serta tanpa hiasan
  2. Diwani Jaly yang ditulis "penuh" dengan hiasan 
Diwani jaly adalah hasil inovasi tidk sengaja sebagaimana yang telah kami jelaskan pada artikel kami :


Berikut ini beberapa dokumen kaligrafi diwany dan diwani jaly :




Karya karya diatas adalah tulisan Muhammad Izzat (aliran Usmani)






Dua karya ini milik Gazlan Bik yg adalah kaligrafi diwany genre Mesir. Bandingkan perbedaannya menggunakan Muhammad Izzat. 


Karya Muhammad Ahmad Abdul 'Aal  (penerus Gazlan Bik)

Karya Hasyim Muhammad Al-Baghdadi (genre Irak)

Manakah yg paling indah ? Silahkan dinilai masing masing. Namun secara langsung aku lebih menyukai karya gaya goresan pena Muhammad Izzat.


Dua karya Diwani Jaly. Yang atas adalah karya Yusuf Zunun, yg bawah adalah karya Hasyim Muhammad


Terima Kasih, Praktis mudahan bermanfaat. Kaligrafi Diwani @2015