MATA PELAJARAN DALAM STRUKTUR KURIKULUM 2018 KURTILAS/K13 SMP REVISI 2018 JUMLAH JAM PERTEMUAN PELAJARAN

Struktur Kurikulum merupakan alokasi waktu yang ada dan sebagai muatan pada Kurikulum 2013. Perbedaan antara kurikulum KTSP 2006 dengan Kurikulum 2013 (K13) yaitu adanya perbedaan jumlah jam dalam masing-masing mata pelajaran (Mapel).
Perbedaan itu seperti pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang dalam KTSP 2006 sebanyak 4 Jam Pelajaran (Pertemuan) dalam seminggu, sementara pada kurikulum 2013 (K13) jumlah jam mata pelajaran Bahasa Indonesia berubah sebagai 6 Jam Pertemuan dalam seminggu.
Ada juga perubahan mata pelajaran. Pada Kurikulum KTSP 2006 ada mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi serta Komunikasi) menggunakan jumlah jam mata pelajaran sebesar dua JP (Jam Pertemuan). Pada kurikulum 2013 (K13) nir terdapat lagi mata pelajaran TIK lantaran dikombinasikan menggunakan pelajaran lain.
Namun, terdapat juga pelajaran yg dibubuhi dalam Kurikulum 2013, yaitu pelajaran Prakarya. Dengan jumlah jam sebesar 2 JP (Jam Pertemuan).
Berikut daftar lengkap Struktur Kurikulum 2013 (K13) buat Tingkat SMP:
No
Mata Pelajaran
Alokasi Waktu dalam Seminggu

KELOMPOK A

1
Pendidikan Agama Islam serta Budi Pekerti
3 JP
2
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3 JP
3
Bahasa Indonesia
6 JP
4
Matematika
5 JP
5
Ilmu Pengetahuan Alam
5 JP
6
Ilmu Pengetahuan Sosial
4 JP
7
Bahasa Inggris
4 JP

KELOMPOK B

1
Seni Budaya
3 JP
2
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, serta Kesehatan (PJOK)
3 JP
3
Prakarya
2 JP
Jadi, jumlah total jam pelajaran dalam seminggu dalam Kurikulum 2013 (K13) merupakan 38 JP. Jumlah ini adalah jumlah minimal. Jam Pelajaran masih bisa ditambah menggunakan muatan lokal sesuai menggunakan kearifan serta kebutuhan sekolah.
Jumlah total jam pelajaran tersebut masih mampu bertambah jika materi muatan lokal dipisah sebagai mata pelajaran sendiri.
Muatan lokal harus ada, tetapi tidak harus menjadi mata pelajaran. Muatan lokal bisa dikombinasikan dan dimasukkan ke pada pelajaran kelompok B.
Misalnya, pelajaran mengenai alat musik wilayah, dapat dimasukkan materinya ke dalam pelajaran seni budaya.
Misalnya muatan lokal membatik sebagai batik khas wilayah atau daerah loka sekolah, bisa dimasukkan ke pada pelajaran Prakarya.
Muatan lokal pula bisa dimasukkan ke dalam pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, serta Kesehatan bila muatan lokal yg ingin dibelajarkan kepada siswa berupa Pencak Silat dan Sepak Takraw.
Jadi muatan lokal bersifat fleksibel pada Kurikulum 2013. Adapun gerombolan muatan lokal yg dapat berdiri sendiri menjadi mata pelajaran merupakan muatan lokal bahasa, baik bahasa wilayah maupun bahasa asing.
Muatan lokal pula bisa berupa 'pelajaran khusus' yg sesuai menggunakan lembaga pendidikan. Misalnya pada sekolah dalam naungan LP Maarif NU, memungkinkan dimasukkan mata pelajaran Asawaja/Ke-NU-an.
Di sekolah-sekolah Muhammadiyah, dimasukkan pelajaran Ke-Muhammadiyah-an. Begitu pula dalam yayasan-yayasan yang lain, mampu dimasukkan Ke-PGRI-an, contohnya.
Bandingkan dengan stuktur kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006 berikut ini!
NO
MATA PELAJARAN
ALOKASI WAKTU DALAM SEMINGGU
1
Pendidikan Agama Islam
2 JP
2
Pendidikan Kewarganegaraan
2 Jp
3
Bahasan Indonesia
4 Jp
4
Matematika
4 Jp
5
Bahasa Inggris
4 Jp
6
Ilmu Pengetahuan Alam
4 Jp
7
Ilmu Pengetahuan Sosial
4 Jp
8
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
2 Jp
9
Seni Budaya
2 Jp
10
Teknologi Informasi serta Komunikasi (TIK)
2 Jp

 Total
 30 Jp

Mungkin Anda Membutuhkan: APLIKASI SEDERHANA PEMBANTU PENYUSUNAN JADWAL 
Pembagian Jam Per Mapel

Untuk pelajaran Bahasa Indonesia yang terdiri menurut 6 JP dalam seminggu, harapannya pada satu kali pertemuan adalah 3 jp. Jadi, ada 2 kali pertemuan dalam seminggu. Masing-masing pertemuan 2 JP.
Untuk pelajaran Matematika yang tediri menurut 5 JP, pembagiannya adalah 3 JP serta dua JP sehingga menjadi 2 rendezvous.
Hal yang sama jua pada pelajaran IPA. Apabila memungkinkan pembagiannya merupakan 3 JP dan dua JP. Untuk pelajaran yg mempunyai 4 JP pada seminggu, dibuat menjadi 2 kali tatap muka. Sementara semua pelajaran yg terdiri dari 3 JP dibutuhkan dilaksanakan menjadi 1 pertemuan saja pada seminggu.
Baca Juga: Bisakah JP dalam K13 ditambah atau dikurangi? Berikut Penjelasannya!
Namun, apabila tidak memungkinkan lantaran pembagian jam mengajar jua harus diadaptasi dengan kondisi SDM pada Sekolah masing-masing. Maka memerlukan kebijakan menurut Kurikulum dan Kebijaksanaan berdasarkan guru mapel buat menyesuaikan.
Misalnya Pelajaran IPA yang tediri berdasarkan lima JP, apabila tidak sanggup dilakukan 2JP dan 3 JP sanggup saja dilaksanakan dengan struktur 1 Jp dan 4 Jp pada masing-masing rendezvous.
Tidak harus memaksakan pola yg diharapkan. Meskipun akan berdampak dalam proses pembelajaran, namun menjadi seorang guru, bagaimanapun pola pembagian jamnya, intinya pembelajaran pada kelas wajib tetap berjalan kondusif.
Selain perkara pembagian jam mengajar, penentuan pengajar pengampu mata pelajaran juga harus memperhatikan ijazah dari guru yang bersangkutan. Untuk menjadi pengajar tidak wajib lulusan FKIP, ada beberapa lulusan selain fkip yg dianggap linear menjadi pengajar mata pelajaran pada Sekolah Menengah pertama. Daftar linearitas terdapat dalam artikel: Kelinearitasan Mata Pelajarn Sekolah Menengah pertama Daftar Lulusan yang Dianggap Linear sebagai Guru pada SMP
Semoga tulisan tentang struktur kurikulum 2013 (K13) Berserta jumlah pelajaran serta jumlah jam pelajarannya ini dapat dimanfaatkan sekaligus sebagai rangkuman menurut isi peraturan yang tekait. Dengan demikian pengajar menjadi guru mapel juga bidang Urusan Kurikulum pada sekolah dapat gampang mengetahui jumlah jam pelajarannya.
Jika terdapat ketentuan pembagian jam pelajaran dalam Kurikulum 2013 yg masih belum dipahami, jua berkaitan dengan perangkap pembelajaran, penilaian dan sebagainya pada K13, sanggup dibaca pada Permendikbud no 21, 22, 23, dan 24.
Silahkan baca dan cek peraturan mengenai kurikulum ya.
Lebih aman minta arahan dinas setempat :)

KELINEARITASAN MATA PELAJARAN MAPEL SMP DAFTAR MATA PELAJARAN DAN IJAZAH YANG DIANGGAP LINIER

Perubahan global pendidikan itu sangat cepat. Kurikulum yang belum selesai sepenuhnya diterapkan di sekolah, sudah mulai direvisi, bahkan diganti sepenuhnya menggunakan kurikulum yang baru. Hal ini bukan sebuah hal yang negatif, melainkan memang keniscayaan pendidikan. Tidak mungkin kurikulum, beban materi serta pengetahuan yang didesain sepuluh tahun lalu, masih relevan bagi siswa dalam tahun ini, serta dipastikan ketinggalan zaman. Materi sebuah mata pelajaran tahun ini, mungkin sudah nir relevan lagi bila wajib diterapkan waktu seorang anak Sekolah Menengah pertama telah lulus sekolah serta hayati di global kerja. Jadi, mau tidak mau, kurikulum wajib berubah, serta semua elemen pendidikan termasuk pengajar sebagai pengampu pelajaran harus mempersiapkan diri.
Dampak yang sangat terasa terhadap sebuah perubahan kurikulum berkaitan menggunakan guru serta kemampuan guru, adalah dalam hal relevansi ijazah dengan mata pelajaran yg diampu atau diajarnya. Contoh sederhana dalam kurikulum berbasis kompentensi atau yang dikenal menggunakan nama KBK, mata pelajaran pada tingkat SMP terdapat beragam, nir ada IPA akan tetapi dipecah sebagai Biologi dan Fisika, ad interim kini di kurikulum 2013 tidak ada pelajaran Biologi dan Fisika, yg ada adalah pelajaran IPA. Padahal di kampus jurusannya tetap Pendidikan Fisika ada sendiri Pendidikan Biologi Ada sendiri. Begitu jua menggunakan IPS, pada kampus tidak terdapat Prodi Pendidikan IPS yang ada merupakan Pendidikan Sejarah, Prodi Pendidikan Ekonomi, dan sebagainya.
Lalu, apa saja lulusan ijazah yg linier menggunakan mata pelajaran di SMP? Untuk menjawab hal itu, sebenarnya telah terdapat edaran dari Direktorat Jenderal Pengajar serta Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan. Surat edaran ini tidak secara spesifik jurusan apa yang sinkron menggunakan mata pelajaran di Sekolah Menengah pertama, akan tetapi surat edaran linieritas ini berkaitan dengan pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru.
Sebelum melihat lulusan apa saja yg sanggup mengajar di SMP dan Ijazah apa saja menggunakan pelajaran yg linier dengan Sekolah Menengah pertama ada baiknya kita ketahui dulu mata pelajaran yang terdapat di Sekolah Menengah Pertama sinkron menggunakan ketentuan kurikulum dan Dapodik (Data Pokok Pendidikan).
Berikut ini merupakan daftar Mapel Sekolah Menengah pertama buat Kurikulum 2013
Mata Pelajaran (Mapel) SMP K13
Kelompok A

1. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP)
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn/KWN)
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
6. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
7. Bahasa Inggris
Kelompok B

1. Seni Budaya
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga, serta Kesehatan (PJOK)
3. Prakarya
Dari daftar pelajaran pada atas, contohnya untuk Bahasa Indonesia, tidak wajib lulusan Pendidikan Bahasa serta Sastra Indonesia yang terdapat di fakultas FKIP saja yg mampu dianggap linier. Lulusan prodi lain serta fakultas lain juga dianggap linier. Apa saja itu?
Ini daftar lengkapnya:
Yang dianggap linear menggunakan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti adalah:
a. Pendidikan Agama Islam
b. Tarbiyatul Islam
c. Manajeman Pendidikan Islam
Yang dianggap linear menggunakan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah:
a. Pendidikan Kewargaan Negara serta Hukum
b. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
c. Administrasi Negara
d. Ilmu Hukum
Yang dianggap linier dengan Bahasa Indonesia adalah:
a. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (FKIP)
b. Sastra Indonesia (Fakultas Sastra/Fakultas Ilmu Budaya)
Yang dianggap linear menggunakan Matematika adalah:
a. Pendidikan Matematika
b. Pengajaran Matematika
c. Matematika
d. Statistika
Yang dianggap linear menggunakan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah:
a. Pendidikan IPA
b. Pendidikan Fisika
c. Pendidikan Kimia
d. Pendidikan Biologi
e. Fisika
f. Kimia
g. Biologi
Yang dianggap linear menggunakan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah:
a. Pendidikan IPS
b. Pendidikan Geografi
c. Pendidikan Ekonomi
d. Pendidikan Sejarah
e. Pendidikan Sosiologi
f. Pendidikan Antropologi
g. Pendidikan Akuntansi
h. Pendidikan Ekonomi Koperasi
i. Pendidikan
j. Ekonomi
k. Geografi
l. Sejarah
m. Sosiologi
n. Antropologi
o. Akuntansi
p. Ekonomi Akuntasi.
Yang dianggap linear menggunakan Bahasa Inggris adalah:
a. Pendidikan Bahasa Inggris
b. Sastra Inggris.
Yang dianggap linear menggunakan Seni Budaya adalah:
a. Pendidikan Seni
b. Seni Drama
c. Seni Tari
d. Seni Musik
e. Seni Kriya
f. Seni Rupa
g. Seni Pertunjukan
h. Seni Media Rekam
Yang dianggap linear menggunakan Pendidikan Jasmani, Olahraga, serta Kesehatan adalah:
a. Pendidikan Jasmani, Olahraga, serta Kesehatan.
b. Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi
Yang dianggap linear menggunakan Prakarya adalah:
a. Seni Kriya
Demikian daftar ijazah yang dianggap linear dan bisa dimasukkan ke dalam dapodik. Semoga bermanfaat!