BUDAYA MELAYU DALAM NOVEL PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA 1

Budaya Melayudalam Novel ‘Padang Bulan’ Karya Andrea Hirata (1)

“Setiap karyadilahirkan nir pada kekosongan budaya” itu merupakan kredo yg seringkali diucapkan oleh parakritikus sastra yg hendak menganalisis sebuah karya. Memang setiap karyasastra baik berupa puisi, prosa (cerpen dan novel), juga drama, diciptakanoleh seorang pengarang yang memiliki latar belakang budaya. Yang dimaksud denganbudaya bukan berarti wajib bertalian menggunakan keadaan tradisi yang tradisional.latar belakang budaya berdasarkan seorang sastrawan atau penulis karya sastra bisajadi yang nir berkaitan menggunakan budaya tradisi.

Seorang penulisakan menuangkan ide kreatifnya sinkron dengan apa yang diketahui. Jika penulistersebut adalah orang Jawa maka latar budaya yg pula timbul dalamkarya-karyanya adalah budaya Jawa. Begitu jua apabila penulisnya berasal dariMadura, maka karya-karya niscaya tidak jauh dari budaya Madura. Pun begitu denganAndrea Hirata
. Dia adalah orang anak melayu. Semua novel karyanya selalubertalian menggunakan budaya melayu. Mulai dari tetralogi Laskar Pelangi hingganovelnya yang berjudul Sebelas Patriot. Semuanya berlatar pulau Belitong (Andrea Hirata anti menulis Belitung).

Salah satu novelAndrea Hirata yg bertenaga dalam menggambarkan budaya melayu merupakan novelnya yangberjudul Padang Bulan. Novel pertama berdasarkan dwilogi Padang Bulan danCinta dalam Gelas ini menggambarkan kebudayaan-kebudayaan yang ada dimasyarakat Melayu Belitung.

Sebelum membahastentang kebudayaan Melayu yang terekam pada Novel Padang Bulan karyaAndrea Hirata, ada baiknya dijabarkan tentang definisi kebudayaan yangmenjadi dasar pemikiran pada tulisan ini agar tidak terjadi silang pendapatkarena beda persepsi mengenai budaya dan kebudayaan.

Kebudayaanberasal dari kata budaya secara harfiah kata tersebut asal dari budhi(bahasa Sanskerta). Apabila diterjemahkan secara bebas, budaya adalah kebiasaan.namun, Kuntjaraningrat mengartikan budaya sebagai output cipta, rasa, dankarsa manusia. Maksudnya adalah kebudayaan merupakan sesuatu yg diciptakan tidakmuncul sendiri. Siapa yang membangun ya manusia itu sendiri. Dalam prosespenciptaan itu, jua dilandasi sang rasa (perasaan) jadi ada unsur kebatinan,sekaligus terdapat karsa yaitu tindakan (aksi konkret) terhadap kebudayaan.kebudayaan yang hanya ada pada pikiran tidak dapat disebut dengan kebudayaan.
Maka, daripenjelasan di atas yg dimaksud kebudayaan pada goresan pena ini diartikan secarasederhana sebagai kebiasaan. Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap sukuMelayu tulisan ini hanya merekam apa yang ditulis Andre Hirata dalam NovelKaryanya Padang Bulan.


Berikut inibudaya-budaya orang Melayu:

Memanggil NamaAyah menurut Nama Anaknya


“Apa Yahnong tidak bekerja?” (Novel Padang Bulan halaman dua)

Data pada atasmerupakan kutipan dari novel Padang Bulan Karya Andrea Hirata. Bagiantersebut adalah perkataan menurut tokoh Syalimah, mak Enong yg jua istriZamzami. Zamzami-lah yg dipanggil Yahnong oleh Syalimah.
Yahnong, singkatan buat ayah bagi anak tertua mereka. (Novel Padang Bulan halaman dua).

Disebutkan pulaoleh Hirata dalam novel tersebut bahwa telah sebagai norma orang Melayuuntuk memanggil seorang bapak dengan nama anak tertuanya. Hal ini jua berlakudi masyarakat Jawa di Jawa Timur serta orang Madura. Bedanya apabila pada Melayumenggunakan kata ‘yah’ dalam warga Jawa dipakai istilah ‘Pak’e’sedangkan orang Madura memakai istilah ‘Pak’. Ada juga orang Madurayang memakai istilah ‘Man’ untuk memanggil seorang yang diikuti  menggunakan nama anaknya. Misalnya terdapat orang yangmemiliki anak bernama Munir, maka orang itu jua dipanggil Man Munir (biasanyadiucapkan: Man Moner). Struktur dan proses pembentukan yang sama persisdengan budaya orang Melayu.

Memercayai HalMistis

Sama denganmasyarakat Nusantara kebanyakan, orang Melayu pada Novel Padang Bulan KaryaAndrea Hirata ini jua digambarkan memercayai hal-hal mistis yang berkaitandengan leluhur, benda pusaka, tulah, dan sekaligus cara menangkal tulahtersebut. Dalam novel ini penggambaran mengenai agama orang Melayuterhadap hal-hal mistis bisa dibaca dalam laman 17.

.... Terdapat sebuah ruangan  yg jika dimasuki harus membuka sandal danmengucapkan salam demi menghormati tombak karatan, peninggalan hulubalang....uang mini yang diselipkan ke dalam kotak .... Menyebabkan pendermanya awetmuda dan enteng jodoh. (NovelPadang Bulan halaman 17).

Data di atasmenunjukkan bahwa orang Melayu mempunyai agama sekaligus menghormatibenda-benda pusaka. Menghormati leluhur juga meskipun nir tahu dari muasalleluhur tersebut. Bentuk penghormatan tersebut ditunjukkan menggunakan membukasandal dan mengucapkan salam. Selain memercayai pusaka mistis, jugamemunyai kepercayaan mengenai lancar jodoh dan awet muda dengan berderma.

...... Anak yang tak sengaja memilih tombak itu harus mengisaptelunjuknya, agar tidak kualat. (Novel Padang Bulan halaman 17).

Berdasarkan datatersebut, ajaran moral buat menghormati menggunakan tidak memilih diajarkan sejakanak-anak. Mereka ditakuti menggunakan tulah atau kualat. Kualatadalah keadaan mendapat keburukan lantaran orang tersebut pernah melakukankeburukan terhadap orang lain. Akan namun terdapat syarat buat memperbaikikesalahan (mengisap telunjuk).

Lanjutkan BacaKebiasaan Orang Melayu: ORANG MELAYU GEMAR BENAR MENERTAWAKAN ORANG LAIN


BUDAYA MELAYU DALAM NOVEL PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA 3

Budaya Melayudalam Novel ‘Padang Bulan’ Karya Andrea Hirata (tiga)

AdanyaInfiltrasi Budaya Asing ke dalam Budaya Melayu

Seiring denganarus globalisasi yang bertenaga, kebudayaan Melayu pula disusupi dengan kebiasaanbarat (baca: asing). Salah satu bentu penyusupan tersebut adalah diadakannyaulang tahun. Padahal juga disebutkan dalam novel Padang Bulan bahwaorang Melayu hanya merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad (ajaran Islam: MaulidNabi). Tetapi akhir-akhir ini pula mulai ditemukan norma yang nir berakardari norma orang Melayu maupun kebiasaan orang Islam (menjadi agamamayoritas orang Melayu).

..... Mungkin lantaran terlalu banyak menonton televisi atau mendengar lagubarat, orang Melayu  pun mulai merayakanulang tahun. .... (Novel PadangBulan halaman 56).

Sama dengankebanyakan infiltrasi kebudayaan
asing terhadap warga Indonesia. Melaluinovel tersebut Andrea Hirata mengungkapkan bahwa efek kebudayaan asing masukke Indonesia (dan suku bangsa dan kebudayaan lain) lantaran adanya liputan yangcepat serta tanpa batas baik melalui siaran televisi maupun dari lagu-lagu yangdidengar.



Lisplang yangBerenda

Dalam Novel PadangBulan Karya Andrea Hirata kebudayaan yang digambarkan tidak hanyakebudayaan tidak benda (konduite dan agama) tetapi jua kebudayaan yangberupa benda. Benda yg dimaksud merupakan bentuk arsitektur rumah yang spesial .meskipun nir dijelaskan secara merenik (mendetail) tentang bentuk rumahorang Melayu namun ada sebagian mini yg diklaim dalam novel tersebut yaitubentuk lisplang. Lisplang merupakan sirap (papan kayu memanjang) yang diletakkandi bagian bawah genting/atap buat menutupi kayu usuk/galur.

Lisplang berenda-renda jelas gaya Melayu, ..... (Novel Padang Bulan halaman 142).


Simpulan


Melaluipenjelasan yg panjang lebar pada atas. Dapat ditarik konklusi bahwa budayaorang Melayu yang tergambarkan dalam novel Padang Bulan Andrea Hiratapada dasarnya mirip menggunakan kebudayaan-kebudayaan suku bangsa lain yg ada diNusantara. Mulai menurut percaya terhadap hal-hal mistis, tulah, pusaka, dankualat. Kebiasaan berkumpul jua sama dengan orang-orang menurut wilayah lain yaitukebiasaan berkumpul untuk meminum kopi. Selain itu, juga disebutkan tentangmulai masuknya kebudayaan asing terhadap kebudayaan Melayu. Hanya ada satu halyang relatif berbeda dengan kebudayaan selain Melayu yaitu arsitektur lisplangyang berenda-renda.

Saran

Pemaparan danpenyebutan budaya dalam tulisan ini sebatas hasil analisis dari karya sastraAndrea Hirata yang kebetulan orang Melayu dari berdasarkan pulau Belitong. Maka dariitu, ini tentu nir mewakili keseluruhan wujud kebudayaan Melayu.



BUDAYA MELAYU DALAM NOVEL PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA 2

Budaya Melayudalam Novel ‘Padang Bulan’ Karya Andrea Hirata (2)

Orang MelayuSuka Berkomentar


..... Detektif M. Nur dan Moi Kiun niscaya jadi bahan tertawaan. Orang Melayugemar benar menertawakan  orang. (Novel Padang Bulan halaman 43).

dari data di atasdapat diketahui bahwa  orang Melayu(versi Andrea Hirata) suka mengejek orang lain. Kutipan cerita di atasmerupakan cuplikan kisah Detektif M. Nur yang sedang mencari gigi palsu miliksuami Moi Kiun  yg dinyatakanhilang. Detektif M. Nur sedang berusaha keras menemukan gigi palsu tersebuthingga memanfaatkan jasa anjing pelacak.
Pernyataan inijuga diperkuat dengan data berikut:


Paman adalah tipikal orang Melayu. Senang sekali berkomentar ini-itu. .... (Novel Padang Bulan halaman 152).

Orang MelayuSuka Ngopi

Tak jauh berbedadengan orang Indonesia dari suku bangsa lain, orang Melayu pada Novel PadangBulan juga digambarkan sangat gemar cangkruk dan meminum kopi. Tentuhal ini sejalan dengan eksistensi Indonesia menjadi keliru satu negara penghasilkopi terbesar di global. Hal ini tentu juga menyebabkan orang Indonesiagemar minum  kopi.

.... Orang Melayu amat getol berkumpul pada warung kopi sembari menghabiskanwaktu dengan bermin catur.... (Novel Padang Bulan halaman 116)


Berdasarkan datadi atas dapat kita ketahui bahwa orang Melayu memiliki kemampuan bersosialisasiyang tinggi. Orang yang gemar berkumpul. Tempat berkumpulnya pun pada warungkopi. Kopi dan warung kopi sangat Indonesia banget. Bahkan nama Warungkopi yang disingkat warkop sangat terkenal ketika dipakai sebagainama grup komedi yang digawangi oleh Dono, Kasino, serta Indro (Warkop DKI).

Orang MelayuPercaya dalam Pamali

Sebenarnya budayapercaya pada pamali pula berkaitan menggunakan percaya pada hal mistis. Tetapimemercayai pamali di sini dijabarkan pada penjelasan yg tidak sama karena pamalinya pula spesial . Masing-masing daerah mempunyai kepercayaan (pamali) jikamelakukan sesuatu pasti mengakibatkan sesuatu juga yg biasanya keduanya tidakbersangkut paut secara eksklusif.
Pamali yg adadalam novel Padang Bulan terdapat dalam page 148.

..... kepercayaan kuno masyarakat Melayu bahwa memukul anak dengancentong nasi, anak itu ketik dibangkitkan kelk pada akhirat akan sebagai simpanse. (NovelPadang Bulan halamzn 148).

Seperti sudahdijelaskan sebelumnya, pamali acapkali kali berisi karena-akibat yg tidak masukakal. Tetapi itu menjadi kepercayaan yg dipegang teguh serta menjadi jurus jitudalam kontrol sosial. Berdasarkan data di atas, bisa diajukan pertanyaan Apahubungannya centong nasi serta sebagai monyet?

LANJUTKAN BACABUDAYA ORANG MELAYU: Infiltrasi Budaya Asing ke Budaya Melayu



PEMBAGIAN ANGKATAN SASTRA DI INDONESIA MENURUT URUTAN WAKTU

Seni sastra menjadi galat satu cabang seni yg membentuk karya menggunakan seni sastra, di Indonesia secara urutan ketika, sastra terbagi atas beberapa angkata yaitu :

1. Pujangga Lama
Karya sastra di Indonesia yang didapatkan sebelum abad ke 20. Pada masa ini karya sastra pada Indonesia didominasi oleh syair, pantun, gurindam, dan hikayat kisah.

2. Sastra Melayu Lama
Karya sastra pada Indonesia yg didapatkan antara tahun 1870-1942 yg berkembang pada lingkungan warga Sumatera misalnya "Langkat, Tapanuli, Padang dan daerah Sumatera lainnya". Cina serta masyarakat Indonesia Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat serta terjemahan novel barat.

3. Angkatan Balai Pustaka
Karya sastra pada Indonesia sejak tahun 1920 - 1950, yang dipelopori oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek serta drama). Serta Puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam serta hikayat pada khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.balai pustaka didirikan pada masa itu buat mencegah efek buruk dari bacaan porno serta liar yg dihasilkan oleh sasta Melayu Rendah yg waktu itu poly menyoroti kehidupan Pernyai'an (cabul) dan dipercaya mempunyai msisi politis (liar). Balai pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu Bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa serta bahasa Sunda; serta dalam jumlah terbatas pada bahasa Bali, bahasa Batak dan bahsa Madura.

4. Pujangga Baru
Pujangga Baru muncul menjadi reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan sang Balai Pustaka terhadap output karya sastrawan pada masa itu, terutama terhadap karya sastra yg menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaraan kebangsaan. Sastra Pujangga Baru merupakan sastra intelektual, nasionalistik dan elistis menjadi "bapak" sastra terbaru Indonesia.

Pada masa itu, terbit pula majalah "Poedjangga Baroe" yg dipimpin sang Sutan Takdir Alisjahbana, Amir Hamzah, dan Armijn Pane. Karya sastra di Indonesia selesainya zaman Balai Pustaka (tahun 1930-1942), dipelopori sang Sultan Takdir Alisjahbana dkk. Masa ini ada dua gerombolan sastrawan Pujangga baru yaitu : 1. Kelompok "Seni Untuk Seni" yg dimotori sang Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah dan; dua. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yg dimotori sang Sultan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane dan Rustam Effendi.

5. Angkatan '45
Pengalama hayati serta gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastra Angkatan '45. Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yg romantik - idealistik.

6. Angkatan 50-an
Angaktan 50-an ditandai dengan terbitnya majalah sastra kisah asuhan  H.B Jassin. Ciri angkatan ini adalah karya sastra yg didominasi dengn cerita pendek serta formasi puisi. Majalah tadi bertahan hingga tahun 1956 dan diteruskan dengna majalah sastra lainnya.

7. Angkatan 66-70 
Angkatan ini ditandai dengan terbitnya majalah sastra Horison. Semangat avat-grade sangat menonjol dalam angkatan ini. Banyak karya sastra dalam angkatan ini yg sangat majemuk dalam aliran sastra pada angkatan ini yang sangat beragam pada aliran sastra, munculnya karya sastra beraliran surrealistik, arus pencerahan, arketip, absurd dll. Pada masa angkatan ini di Indonesia Penerbit Pustakan Jaya sangat poly membantu dalam menerbitkan karya sastra. Sastrawan pada akhir angkatan yang lalu termasuk pula dalam gerombolan ini seperti Motinggo Busye, Pernawan Tjondronegoro, Djamil Djoko Suherman, Bur Rasuanto, Goenawan Mohammad, Sapardi Djoko Damono dan Styagraha Hoerip Soeprobo serta termasuk H.B. Jassin.

Beberapa sastrawan dalam angkatan ini diantara lain: Umar Kayam, Ikranegara, Leon Agusta, Arifin C. Noer. Akhudiat, Darmanto jatman, Arief Budiman, Guenawan Mohamad, Budi Darma,  Hamsad Rangkuti, Putu Wijaya, Wisran Hadi, Wing Kardjo, Taufik Islamil serta poly lagi yang lainnya. 

8. Dasawarsa 80-an
Karya sastra pada Indonesia pada kurun ketika selesainya tahun 1980, ditandai menggunakan banyaknya roman percintaan, menggunakan sastrawan perempuan yg menonjol dalam masa tersebut yaitu Marga T. Majalah Horison mulai hilang, karya sastra Indonesia dalam masa angkatan ini tersebar luas diberbagai majalah dan penerbitan umum.

Beberapa sastrawan yang bisa mewakili Angkatan dekade 80-an ini diantaranya adalah : Remy Sylado, Yudistira Ardinugraha, Noorca Mahendra, Seno Gumira Ajidarma, Kurniawan Junaidi.

9. Angkatan Reformasi
Seiring pergeseran kekuasaan politik menurut tangan Mantan Presiden Soeharto, ada wacana mengenai sastrawan Angkatan Reformasi. Munculnya angkatan ini ditandai dengan maraknya karya-karya sastra, puisi, cerpen, juga novel, yg bertema sosial-politik, khususnya seputar Reformasi. Di rubrik sastra Harian Republika, misalnya, selama berbulan-bulan dibuka rubrik sajak-sajak peduli bangsa atau sajak-sajak reformasi. Berbagai pentas pembacaan sajak dan penerbitan buku ontologi puisi juga didominasi sajak-sajak bertema sosial-politik.

Sastrawan Angkatan Reformasi merefleksikan keadaan sosial serta politik yang terjadi dalam akhir tahun 1990-an, seiring menggunakan jatunya Orde Baru. Proses reformasi politik yang dimulai dalam tahun 1998 banyak melatar belakangi kelahiran karya-karya sastra: puisi, cerpen, dan novel pada ketika itu. Bahkan, penyair-penyair yg semula jauh dari tema-tema sosial politik, seperti Sutarji Calzoum Bachri, Ahmadun Yosi Herfanda dan Acep Zamzam Noer, jua ikut meramaikan suasana dengan sajak-sajak sosial-politik mereka.

10 Satrawan angkatan 2000-an
Setelah perihal tentang lahirnya Sastrawan Angkatan Reformasi muncul, tetapi nir berhasil dikukuhkan karena mempunyai 'juru bicara', Korrie Layun Rampan pada thaun 2002 melempar perihal tentang lahirnya Sastrawan Angkatan 2000. Sebuah buku tebal mengenai Angakta 20000 yang disusunnya diterbitkan oleh Gramedia, Jakarta, tahun 2002. Seratus lebih penyair, cerpenis, novelis, eseism dan kritikus sestra dimasukan Korrie ke dalam angkatan 2000, termasuk mereka yg telah mulai menulis sejak 1980-an, sperti Afrizal Malna, Ahmadun Yosi Herfanda serta Seno Gumira Ajidarma, dan yang ada dalam akhir 1990-, seperti Ayu Utami, dan Dorothea Rosa Heliany.

Sumber: Di rangkum berdasarkan banyak sekali sumber !!

TERNYATA ANDREA HIRATA ITU NU ALIAS NAHDLIYYIN

Andrea Hirata ituNU alias Nahdliyyin

Tulisan ini tidakberusaha membenturkan antara NU serta Muhammadiyah. Selama ini Andrea Hirataidentik menggunakan Muhammadiyah lantaran SD-nya (yang diceritakan pada Novel LaskarPelangi) adalah SD Muhammadiyah. Bahkan pada beberapa bagian novelnya baiktetralogi Laskar Pelangi maupun pada dwilogi Padang Bulan, Andrea Hirataselalu mengaitkan menggunakan ajaran Muhammmadiyah. Tetapi alasan serta bukti yangkecenderungannya menyatakan bahwa Andre Hirata sebagai Nahdliyyin.
Sekali harusdiingatkan kepada pembaca yg mungkin berafiliasi menggunakan NU dan Muhammadiyah,tulisan ini berusaha buat memaparkan fakta

dari sebuah karya sastra. Ada teoriyang menyebutkan bahwa sastra itu cermin kehidupan, juga citra latar sosialbudaya bahkan ideologi penulisnya. Maka alasan menyampaikan bahwa Andrea Hirataadalah Nahdliyyin diambil menurut karyanya sendiri, yaitu Novel yang berjudul PadangBulan.
Terlebih duluharus dijelaskan, beberapa kalangan NU membagi Nahdliyyin menjadi duayaitu NU Kultural dan NU Struktural, NU Struktural adalah orang yg ikut jadipengurus NU dan badan otonom yg ada di NU, mulai dari IPNU sampai MuslimatNU. Sedangkan NU Kultural merupakan orang yg tidak pernah merasa jadi anggotaorganisasi NU juga badan otonomnya tetapi melaksanakan amaliah NU, nah AndreaHirata bisa digolongkan ke pada NU Kultural.
Berikut iniadalah beberapa bukti yg dikutip penuh dari novel karyanya:

Belakangan, melalui tukang azan pada masjid Al-Hikmah, saya mendapat ilmubahwa orang Melayu kampung hanya merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad, itulahyang disebut Maulid Nabi. - PB page 54.

Nah yg selamaini memperingati Maulid Nabi kan orang NU. Kecenderungannya orangMuhammadiyah tidak mau memperingati Maulid Nabi karena tidak pernahdicontohkan sang Nabi lantaran saking hati-hatinya Muhammadiyah buat menghindarihal-hal yang nir dicontohkan sang Nabi. Bukan berarti Muhammadiyah salahkemudian NU saja yang sahih. Ini hanya pemaparan keterangan dari data.
Kutipan pada atasmerupakan bagian menurut cerita waktu Ikal (tokoh Aku) pada noveltersebut masih SD serta bingung mengetahui apa itu ulang tahun karena wanita yang disukainya berulang-ulang menyebut ulang tahun. Meskipun tidaksecara spesifik dikatakan bahwa Andrea Hirata (tokoh Aku) memperingati UlangTahun Nabi tetapi melalui pernyataan pada kutipan tadi OrangMelayu Kampung termasuk tokoh Aku (penulis) pula memperingati Maulidkarena pula sebagai orang Melayu Kampung.
Bukti yg ke 2:

Namun, tidak pernah kami risauan semua itu, lantaran kami punya museum,.......................

.............. Pada sana ada sebuah ruangan yang apabila dimasuki wajib membukasandal serta mengucapkan Assalamualaikum, demi menghormati tombak-tombak karatan,peninggalan para hulubalang antah berantah. ...................................anak-anak yg tidak sengaja menunjuk tombak itu wajib mengisap telunjuknya, agartidak kualat. -- PBhalaman 17

Data di atasmenunjukkanlatar sosial budaya keagamaan Andrea Hirata. Andrea Hirapa hidup dilingkungan rakyat yg memercayai tulah misalnya dikatakan agartidak kualat. Pada dasarnya konsep kualat sama menggunakan konsepbarokah. Kalau kualat itu menerima keburukan karena melakukan sesuatuterhadap suatu hal (model dalam novel tersebut merupakan menunjuk tombak),sedangkan barokah adalah mendapat suatu kebaikan karean melakukakankebaikan dengan cara mengabdi terhadap aktivitas atau orang baik.
Bahkan AndreaHirata meskipun secara tidak pribadi jua memunyai konsep dalam pikirannyauntuk menghormati orang baik dan pandai (hulubalang) dalam arti lain iniadalah konsep ngalap barokah (mencari barokah). Tradis pada NU, jangankanKiainya, sandalnya kiai saja dihormati, sama menggunakan tombak-tombak para hulubalang itu. Juga dihormati sang Andrea Hirata. Bukankah itu menunjukkan bahwakonsep pengetahuan dan pikiran Andrea Hirata sama menggunakan konsep orang-orang NU?


Berdasarkan keduadata dan analisis pada atas, bukan tanpa alasan buat menyebut bahwa AndreaHirata adalah NU Kultural. J