PENGERTIAN DAN FUNGSI VISUAL BASIC

Pengertian Dan Fungsi Visual Basic 
Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Bahasa pemrograman merupakan perintah-perintah yg dimengerti oleh personal komputer buat melakukan tugas-tugas tertentu. Bahasa pemrograman Visual Basic, yg dikembangkan oleh Microsoft sejak tahun 1991, merupakan pengembangan menurut pendahulunya yaitu bahasa pemrograman BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) yang dikembangkan pada era 1950-an. Visual Basic adalah keliru satu Development Tool yaitu indera bantu buat menciptakan banyak sekali macam program personal komputer , khususnya yg menggunakan sistem operasi Windows. Visual Basic adalah galat satu bahasa pemrograman personal komputer yang mendukung object (Object Oriented Programming = OOP).

Visual Basic adalah galat suatu developement tools buat membentuk pelaksanaan dalam lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visual Basic menggunakan pendekatan Visual buat merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan buat kodingnya memakai dialek bahasa Basic yg cenderung mudah dipelajari. Visual Basic sudah sebagai tools yang populer bagi para pemula maupun para developer.

Dalam lingkungan Window's User-interface sangat memegang peranan krusial, lantaran dalam pemakaian pelaksanaan yg kita buat, pemakai senantiasa berinteraksi dengan User-interface tanpa menyadari bahwa dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi program yg mendukung tampilan dan proses yg dilakukan.

Pada pemrograman Visual, pengembangan pelaksanaan dimulai menggunakan pembentukkan user interface, lalu mengatur properti dari objek-objek yang dipakai pada user interface, serta baru dilakukan penulisan kode acara untuk menangani kejadian-peristiwa (event). Tahap pengembangan aplikasi demikian dikenal menggunakan kata pengembangan aplikasi menggunakan pendekatan Bottom Up.

Microsoft Visual Basic berada pada urutan pertama pada bahasa tingkat tinggi yg mendukung paradigma event-driven dan Rapid Application Development (RAD). Lebih spesifiknya, keberadaan Visual Basic’s banyak diterima serta dapat dicermati dalam perkembangan pembuatan pelaksanaan misalnya akses database, Protipe Graphical User Interface (GUI), pengembangan komponen, skrip internet, design pelaksanaan desktop dank lien/server, dan bahkan pengembangan game. Dikarenakan VB berada pada ranah komersial dan mudah dipelajari, VB menjadi begitu popular dikalangan bisikan hati perguruan tinggi seluruh global. 

Bahasa Basic dalam dasarnya merupakan bahasa yg gampang dimengerti sehingga pemrograman pada pada bahasa Basic dapat dengan gampang dilakukan meskipun sang orang yg baru belajar membuat program. Hal ini lebih gampang lagi sehabis hadirnya Microsoft Visual Basic, yg dibangun dari inspirasi buat membuat bahasa yg sederhana serta gampang dalam pembuatan scriptnya (simple scripting language) buat graphic user interface yang dikembangkan pada sistem operasi Microsoft Windows. Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yg sangat gampang dipelajari, menggunakan teknik pemrograman visual yang memungkinkan penggunanya buat berkreasi lebih baik pada menghasilkan suatu program aplikasi. Ini terlihat dari dasar pembuatan pada visual basic adalah FORM, dimana pengguna dapat mengatur tampilan form lalu dijalankan dalam script yang sangat gampang. Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan kemampuan Visual Basic buat bisa berinteraksi menggunakan pelaksanaan lain pada dalam sistem operasi Windows menggunakan komponen ActiveX Control. Dengan komponen ini memungkinkan penguna buat memanggil dan memakai seluruh contoh data yang terdapat pada dalam system operasi windows. Hal ini juga ditunjang dengan teknik pemrograman di dalam Visual Basic yang mengadopsi dua macam jenis pemrograman yaitu Pemrograman Visual dan Object Oriented Programming (OOP).

Visual Basic 6.0 sebetulnya perkembangan menurut versi sebelumnya menggunakan beberapa penambahan komponen yg sedang tren saat ini, misalnya kemampuan pemrograman internet dengan DHTML (Dynamic HyperText Mark Language), serta beberapa penambahan fitur database serta multimedia yang semakin baik. Sampai waktu buku ini ditulis sanggup dikatakan bahwa Visual Basic 6.0 masih adalah pilih pertama pada dalam menciptakan acara pelaksanaan yg ada di pasar aplikasi nasional. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dalam melakukan proses development menurut aplikasi yg dibuat.

Antar Muka Visual Basic 6.0
Interface antar muka Visual Basic 6.0, berisi pilihan menu, toolbar, toolbox, form, project explorer serta property misalnya terlihat pada gambar  berikut:

Gambar Antarmuka Visual Basic 6

Pembuatan acara aplikasi memakai Visual Basic dilakukan dengan membuat tampilan pelaksanaan pada form, kemudian diberi script acara pada pada komponen-komponen yg dibutuhkan. Form disusun sang komponen-komponen yg berada pada [Toolbox], serta setiap komponen yang digunakan wajib diatur propertinya lewat ventilasi [Property]. Menu pada dasarnya merupakan operasional baku pada dalam sistem operasi windows, seperti membuat form baru, menciptakan project baru, membuka project dan menyimpan project. Di samping itu terdapat fasilitas-fasilitas pemakaian visual basic pada menu. Untuk detail Visual Basic menyediakan bantuan yg sangat lengkap dan lebih jelasnya dalam MSDN. Toolbox berisi komponen-komponen yang bisa dipakai oleh suatu project aktif, artinya isi komponen dalam toolbox sangat tergantung dalam jenis project yg dibangun. Komponen standar pada toolbox bisa dipandang pada gambar  berikut adalah.

Gambar Komponen standarVisual Basic 6

Konsep Dasar Pemrograman Dalam Visual Basic 6.0
Konsep dasar pemrograman Visual Basic 6.0, merupakan pembuatan form dengan mengikuti aturan pemrograman berbasis obyek (OOP), anda perlu memahami kata object, property, method dan event sebagai berikut :
  • Object : komponen di dalam sebuah program
  • Property: Setiap komponen di pada pemrograman Visual Basic bisa diatur propertinya sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan. Property yg tidak boleh dilupakan pada setiap komponen merupakan “Name”, yang berarti nama variable (komponen) yang akan digunakan dalam scripting. Properti “Name” ini hanya mampu diatur melalui ventilasi Property, sedangkan nilai peroperti yang lain bias diatur melalui script seperti Command1.caption=”Play”
Text1.text=”Visual Basic”
Label1.visible=False
Timer1.enable=True
  • Metode: Bahwa jalannya program bisa diatur sesuai aplikasi menggunakan memakai metode pemrograman yang diatur sebagai aksi berdasarkan setiap komponen. Metode inilah tempat buat mengekpresikan akal pemrograman dari pembuatan suatu prgram pelaksanaan.
  • Event: Setiap komponen bisa beraksi melalui event, seperti event click dalam command button yang tertulis dalam layar script Command1_Click, atau eventMouse Down dalam picture yang tertulis menggunakan Picture1_MouseDown. Pengaturan event dalam setiap komponen yang akan menjalankan semua metode yang dibuat.
Sebagai ilustrasi anda dapat menganggap sebuah kendaraan beroda empat sebagai obyek yg mempunyai property, method dan event. Perhatikan gambar berikut

Gambar Ilustrasi konsep pemrograman Visual Basic

Implementasinya dalam sebuah aplikasi misalnya anda menciptakan form, maka form tersebut memiliki property, method, dan event. Sebagaimana pemrograman visual lain misalnya Delphi daan Java, VB jua bersifat event driven progamming. Artinya anda bisa menyisipkan kode acara pada event yang dimiliki suatu obyek.

Membuat Project Baru
Untuk memulai pembuatan acara pelaksanaan di pada Visual Basic, yg dilakukan merupakan menciptakan project baru. Project merupakan sekumpulan form, modul, fungsi, data serta laporan yang digunakan pada suatu pelaksanaan. Membuat projrct baru bisa dilakukan dengan menentukan menu [File] >> [New Project]
atau menggunakan menekan ikon [new project] pada Toolbar yang terletak di pojok kiri atas. Setelah itu akan muncul konfirmasi buat jenis project menurut acara pelaksanaan yan akan dibentuk misalnya terlihat dalam gambar berikut.

Gambar Jendela NewProject

Visual Basic 6.0 menyediakan 13 jenis project yg mampu dibentuk seperti terlihat dalam gambar pada atas. Ada beberapa project yg biasa digunakan sang banyak pengguna Visual Basic, antara lain: 
  1. Standard EXE: Project standar dalam Visual Basic menggunakan komponen-komponen baku. Jenis project ini sangat sederhana, namun mempunyai keunggulan bahwa seluruh komponennya bisa diakui sang seluruh unit personal komputer serta seluruh user meskipun bukan administrator. Pada kitab ini akan dipakai project Standard EXE ini, sebagai konsep pemrograman visualnya. 
  2. ActiveX EXE: Project ini merupakan project ActiveX berisi komponen-komponen kemampuan intuk berinteraksi menggunakan semua aplikasi di sistem operasi windows. 
  3. ActiveX DLL: Project ini membentuk sebuah aplikasi library yg selanjutnya bisa dipakai sang seluruh aplikasi pada sistem operasi windows. 
  4. ActiveX Control: Project ini membentuk komponen-komponen baru buat aplikasi Visual Basic yang lain 
  5. VB Application Wizard: Project ini memandu pengguna buat menciptakan aplikasi secara mudah tanpa wajib pusing-pusing menggunakan perintah-perintah pemrograman. 
  6. Addin: Project misalnya Standard EXE tetapi menggunakan banyak sekali macam komponen tambahan yg memungkinkan kebebasan kreasi dari pengguna. 
  7. Data project: Project ini melengkapi komponennya dengan komponen-komponen database. Sehingga sanggup dikatakan project ini memang disediakan untuk keperluan pembuatan pelaksanaan database. 
  8. DHTML Application: Project ini digunakan buat menciptakan aplikasi internet pada sisi client (client side) dengan fungsi-fungsi DHTML. 
  9. IIS Application: Project ini membentuk apliaksi internet pada sisi server (server side) menggunakan komponen-komponen CGI (Common Gateway Interface). 
EVENT DAN PROPERTY
Pemrograman Visual Basic merupakan suatu pemrograman visual, dimana pembuatan program dilakukan memakai media visual atau seringkali dianggap menggunakan user-interface. Yang merupakan bahwa pembuatan acara dari tampilan yg dihasilkan acara, dengan kode-kode program (Script) diletakkan masing-masing komponen.

Gambar User interface

Untuk mengatur letaknya tinggal menggunakan “drag & drop” menggunakan mouse. Program ini belum terselesaikan karena masih perlu pengaturan property dan penambahan event dalam masing-masing komponen buat dapat memberikan tampilan yg bisa diterima oleh user serta dapat menjalankan proses.

a. Mengatur Property
Property dalam tampilan antar muka Visual Basic terletak di sebelah kanan, misalnya gambar  berikut:

Gambar  pengaturan property

Masing-masing komponen mempunyai property yg berbeda dan jumlahnya banyak, tetapi terdapat beberapa property yang tak jarang dipakai dalam setiap komponen, diantaranya [Caption]. Property yang tak jarang digunakan untuk Form diantaranya:
• Name: menyatakan nama obyek form yg sangat berguna untuk memanggil dan menyimpan form.
• Caption: digunakan buat memberikan title pada form.
• StartUpPosition: dipakai buat meletakkan form waktu form tadi dipanggil atau aktif. Ada empat pilihan yaitu: Manual, CenterOwner, CenterScreen, Windows Default,

b. Event Dengan Kode Program
Pemrograman visual bersifat event-driver, yang artinya acara bekerja menurut event yang terjadi waktu suatu object diberikan aksi misalkan tombol ditekan, option dipilih, atau setelah mengetikkan sesuatu dalam text kemudian di tekan [Enter]. Untuk membuat event ini tinggal click dalam komponen dari tampilan user interface yg telah dibuat.

Gambar Event dank ode program

Perhatikan gambar  ketika form pada-click maka akan ada event Load, ini ditimbulkan event default buat form adalah load. Dan secara otomatis di bagian kode acara telah disediakan fungsi untuk event load dalam form yang tertulis:

Private Sub Form_Load()

End Sub

Di dalam fungsi ini dituliskan kode acara. Kode acara ini dijalankan ketika form dipanggil. Event ini sanggup diganti pada bagian [Event], perhatikan bahwa event dalam setiap komponen termasuk form jumlahnya poly, tinggal dipilih sinkron kebutuhan aplikasi.

Komponen yang primer dipakai pada visual basic buat dihubungakan dengan mikrokontroler merupakan :
a. Mscomm, Komponen tersebut menyediakan fasilitas komunikasi antar acara pelaksanaan yg sudah dibuat dengan port serial. Untuk mengirim dan menerima data melalui port serial. Properti yang digunakan PortOpen, yg digunakan buat membuka ataupun menutup port serial yg dihubungkan menggunakan MSComm. Input, digunakan buat mengambil data string yg terdapat dalam buffer penerima. Output, digunakan buat menulis data string dalam buffer kirim. ComEvReceive, telah diterima karakter sebanyak nilai properti Rthereshold. Even ini akan dibangkitkan terus-menerus hingga data diambil berdasarkan buffer penerima menggunakan perintah input. Even ini akan dibangkitkan jika nilai pada properti Rthereshold nir diisi ‘0’

b. Timer, Timer berfungsi sebagai trigger atau pembangkit pada pengiriman data. Tiap waktu timer akan mengecek dan menyesuaikan data yang dikirim sama dengan data yang diterima. Timer akan mendektesi monoton Interval ‘1’ dtk interaksi port serial menggunakan mikrokontroler menggunakan cara personal komputer mengirimkan data nilai () MSComm.output

c. Crystal report, berfungsi menjadi penghubung aplikasi antara visual basic menggunakan aplikasi crystal report. Dalam pelaksanaan di visual basic komponen ini tersedia bila crystal report sudah diinstal.

PENGERTIAN DAN FUNGSI VISUAL BASIC

Pengertian Dan Fungsi Visual Basic 
Visual Basic merupakan galat satu bahasa pemrograman komputer. Bahasa pemrograman adalah perintah-perintah yang dimengerti oleh personal komputer buat melakukan tugas-tugas eksklusif. Bahasa pemrograman Visual Basic, yang dikembangkan sang Microsoft sejak tahun 1991, merupakan pengembangan berdasarkan pendahulunya yaitu bahasa pemrograman BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) yg dikembangkan pada era 1950-an. Visual Basic merupakan keliru satu Development Tool yaitu alat bantu untuk membuat berbagai macam program komputer, khususnya yang memakai sistem operasi Windows. Visual Basic merupakan keliru satu bahasa pemrograman komputer yg mendukung object (Object Oriented Programming = OOP).

Visual Basic merupakan salah suatu developement tools buat membentuk aplikasi dalam lingkungan Windows. Dalam pengembangan aplikasi, Visual Basic menggunakan pendekatan Visual buat merancang user interface dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya memakai dialek bahasa Basic yang cenderung gampang dipelajari. Visual Basic sudah sebagai tools yang populer bagi para pemula maupun para developer.

Dalam lingkungan Window's User-interface sangat memegang peranan krusial, lantaran pada pemakaian aplikasi yg kita buat, pemakai senantiasa berinteraksi dengan User-interface tanpa menyadari bahwa dibelakangnya berjalan instruksi-instruksi program yg mendukung tampilan dan proses yg dilakukan.

Pada pemrograman Visual, pengembangan aplikasi dimulai menggunakan pembentukkan user interface, lalu mengatur properti menurut objek-objek yang dipakai dalam user interface, serta baru dilakukan penulisan kode acara buat menangani kejadian-kejadian (event). Tahap pengembangan pelaksanaan demikian dikenal dengan istilah pengembangan pelaksanaan dengan pendekatan Bottom Up.

Microsoft Visual Basic berada dalam urutan pertama dalam bahasa taraf tinggi yang mendukung paradigma event-driven serta Rapid Application Development (RAD). Lebih spesifiknya, eksistensi Visual Basic’s banyak diterima dan bisa dipandang dalam perkembangan pembuatan aplikasi misalnya akses database, Protipe Graphical User Interface (GUI), pengembangan komponen, skrip internet, design pelaksanaan desktop dank lien/server, serta bahkan pengembangan game. Dikarenakan VB berada dalam ranah komersial serta gampang dipelajari, VB sebagai begitu popular dikalangan intuisi perguruan tinggi semua global. 

Bahasa Basic pada dasarnya adalah bahasa yg mudah dimengerti sebagai akibatnya pemrograman di dalam bahasa Basic bisa dengan mudah dilakukan meskipun sang orang yang baru belajar membuat program. Hal ini lebih mudah lagi sehabis hadirnya Microsoft Visual Basic, yang dibangun dari pandangan baru buat menciptakan bahasa yang sederhana dan mudah dalam pembuatan scriptnya (simple scripting language) buat graphic user interface yang dikembangkan pada sistem operasi Microsoft Windows. Visual Basic adalah bahasa pemrograman yang sangat gampang dipelajari, dengan teknik pemrograman visual yang memungkinkan penggunanya buat berkreasi lebih baik dalam membuat suatu program aplikasi. Ini terlihat dari dasar pembuatan pada visual basic adalah FORM, dimana pengguna dapat mengatur tampilan form kemudian dijalankan pada script yang sangat mudah. Ledakan pemakaian Visual Basic ditandai dengan kemampuan Visual Basic buat dapat berinteraksi dengan aplikasi lain pada pada sistem operasi Windows dengan komponen ActiveX Control. Dengan komponen ini memungkinkan penguna buat memanggil serta memakai semua model data yg ada di pada system operasi windows. Hal ini jua ditunjang dengan teknik pemrograman pada dalam Visual Basic yg mengadopsi 2 macam jenis pemrograman yaitu Pemrograman Visual serta Object Oriented Programming (OOP).

Visual Basic 6.0 sebetulnya perkembangan menurut versi sebelumnya menggunakan beberapa penambahan komponen yg sedang tren saat ini, misalnya kemampuan pemrograman internet menggunakan DHTML (Dynamic HyperText Mark Language), dan beberapa penambahan fitur database dan multimedia yg semakin baik. Sampai ketika kitab ini ditulis mampu dikatakan bahwa Visual Basic 6.0 masih merupakan pilih pertama di dalam membuat program aplikasi yg ada pada pasar aplikasi nasional. Hal ini ditimbulkan sang kemudahan dalam melakukan proses development menurut aplikasi yang dibentuk.

Antar Muka Visual Basic 6.0
Interface antar muka Visual Basic 6.0, berisi menu, toolbar, toolbox, form, project explorer serta property misalnya terlihat dalam gambar  berikut:

Gambar Antarmuka Visual Basic 6

Pembuatan acara pelaksanaan menggunakan Visual Basic dilakukan menggunakan membuat tampilan pelaksanaan pada form, kemudian diberi script program di dalam komponen-komponen yg diperlukan. Form disusun sang komponen-komponen yang berada pada [Toolbox], serta setiap komponen yang dipakai harus diatur propertinya lewat ventilasi [Property]. Menu pada dasarnya merupakan operasional standar pada pada sistem operasi windows, misalnya membuat form baru, membuat project baru, membuka project dan menyimpan project. Di samping itu terdapat fasilitas-fasilitas pemakaian visual basic dalam menu. Untuk detail Visual Basic menyediakan bantuan yg sangat lengkap dan detail dalam MSDN. Toolbox berisi komponen-komponen yang mampu digunakan oleh suatu project aktif, ialah isi komponen pada toolbox sangat tergantung dalam jenis project yg dibangun. Komponen baku pada toolbox bisa dipandang dalam gambar  berikut adalah.

Gambar Komponen standarVisual Basic 6

Konsep Dasar Pemrograman Dalam Visual Basic 6.0
Konsep dasar pemrograman Visual Basic 6.0, adalah pembuatan form menggunakan mengikuti anggaran pemrograman berbasis obyek (OOP), anda perlu memahami kata object, property, method dan event menjadi berikut :
  • Object : komponen di dalam sebuah program
  • Property: Setiap komponen di dalam pemrograman Visual Basic dapat diatur propertinya sinkron dengan kebutuhan pelaksanaan. Property yg nir boleh dilupakan dalam setiap komponen merupakan “Name”, yang berarti nama variable (komponen) yang akan digunakan pada scripting. Properti “Name” ini hanya sanggup diatur melalui jendela Property, sedangkan nilai peroperti yang lain bias diatur melalui script misalnya Command1.caption=”Play”
Text1.text=”Visual Basic”
Label1.visible=False
Timer1.enable=True
  • Metode: Bahwa jalannya program bisa diatur sesuai aplikasi menggunakan memakai metode pemrograman yg diatur sebagai aksi berdasarkan setiap komponen. Metode inilah tempat buat mengekpresikan nalar pemrograman dari pembuatan suatu prgram aplikasi.
  • Event: Setiap komponen dapat beraksi melalui event, seperti event click pada command button yg tertulis pada layar script Command1_Click, atau eventMouse Down dalam picture yang tertulis menggunakan Picture1_MouseDown. Pengaturan event pada setiap komponen yang akan menjalankan seluruh metode yang dibuat.
Sebagai ilustrasi anda dapat menduga sebuah mobil sebagai obyek yang mempunyai property, method dan event. Perhatikan gambar berikut

Gambar Ilustrasi konsep pemrograman Visual Basic

Implementasinya pada sebuah aplikasi contohnya anda menciptakan form, maka form tersebut memiliki property, method, serta event. Sebagaimana pemrograman visual lain seperti Delphi daan Java, VB pula bersifat event driven progamming. Artinya anda bisa menyisipkan kode acara dalam event yang dimiliki suatu obyek.

Membuat Project Baru
Untuk memulai pembuatan program aplikasi di dalam Visual Basic, yg dilakukan merupakan menciptakan project baru. Project merupakan sekumpulan form, modul, fungsi, data dan laporan yang digunakan dalam suatu pelaksanaan. Membuat projrct baru dapat dilakukan menggunakan menentukan pilihan menu [File] >> [New Project]
atau menggunakan menekan ikon [new project] dalam Toolbar yg terletak pada pojok kiri atas. Setelah itu akan ada konfirmasi untuk jenis project menurut acara aplikasi yan akan dibentuk misalnya terlihat pada gambar berikut.

Gambar Jendela NewProject

Visual Basic 6.0 menyediakan 13 jenis project yg bisa dibentuk seperti terlihat pada gambar pada atas. Ada beberapa project yang biasa dipakai sang banyak pengguna Visual Basic, antara lain: 
  1. Standard EXE: Project standar pada Visual Basic dengan komponen-komponen baku. Jenis project ini sangat sederhana, namun mempunyai keunggulan bahwa seluruh komponennya dapat diakui sang semua unit personal komputer dan semua user meskipun bukan administrator. Pada kitab ini akan digunakan project Standard EXE ini, menjadi konsep pemrograman visualnya. 
  2. ActiveX EXE: Project ini merupakan project ActiveX berisi komponen-komponen kemampuan intuk berinteraksi menggunakan seluruh aplikasi di sistem operasi windows. 
  3. ActiveX DLL: Project ini membentuk sebuah aplikasi library yang selanjutnya dapat digunakan oleh semua pelaksanaan pada sistem operasi windows. 
  4. ActiveX Control: Project ini menghasilkan komponen-komponen baru buat aplikasi Visual Basic yang lain 
  5. VB Application Wizard: Project ini memandu pengguna untuk menciptakan aplikasi secara mudah tanpa wajib pusing-pusing dengan perintah-perintah pemrograman. 
  6. Addin: Project seperti Standard EXE tetapi menggunakan banyak sekali macam komponen tambahan yg memungkinkan kebebasan kreasi berdasarkan pengguna. 
  7. Data project: Project ini melengkapi komponennya dengan komponen-komponen database. Sehingga mampu dikatakan project ini memang disediakan buat keperluan pembuatan pelaksanaan database. 
  8. DHTML Application: Project ini digunakan untuk membuat aplikasi internet dalam sisi client (client side) dengan fungsi-fungsi DHTML. 
  9. IIS Application: Project ini membentuk apliaksi internet dalam sisi server (server side) menggunakan komponen-komponen CGI (Common Gateway Interface). 
EVENT DAN PROPERTY
Pemrograman Visual Basic merupakan suatu pemrograman visual, dimana pembuatan acara dilakukan memakai media visual atau sering disebut dengan user-interface. Yang adalah bahwa pembuatan program dari tampilan yg didapatkan program, dengan kode-kode acara (Script) diletakkan masing-masing komponen.

Gambar User interface

Untuk mengatur letaknya tinggal memakai “drag & drop” menggunakan mouse. Program ini belum terselesaikan lantaran masih perlu pengaturan property serta penambahan event pada masing-masing komponen buat bisa memberikan tampilan yang dapat diterima oleh user dan bisa menjalankan proses.

a. Mengatur Property
Property dalam tampilan antar muka Visual Basic terletak di sebelah kanan, misalnya gambar  berikut:

Gambar  pengaturan property

Masing-masing komponen mempunyai property yg tidak sinkron serta jumlahnya poly, namun terdapat beberapa property yang acapkali digunakan pada setiap komponen, diantaranya [Caption]. Property yg tak jarang dipakai buat Form antara lain:
• Name: menyatakan nama obyek form yg sangat berguna buat memanggil dan menyimpan form.
• Caption: digunakan untuk memberikan title pada form.
• StartUpPosition: dipakai buat meletakkan form waktu form tadi dipanggil atau aktif. Ada empat pilihan yaitu: Manual, CenterOwner, CenterScreen, Windows Default,

b. Event Dengan Kode Program
Pemrograman visual bersifat event-driver, yang merupakan acara bekerja berdasarkan event yg terjadi ketika suatu object diberikan aksi misalkan tombol ditekan, option dipilih, atau selesainya mengetikkan sesuatu dalam text lalu pada tekan [Enter]. Untuk membuat event ini tinggal click dalam komponen berdasarkan tampilan user interface yang sudah dibuat.

Gambar Event dank ode program

Perhatikan gambar  waktu form pada-click maka akan timbul event Load, ini disebabkan event default buat form adalah load. Dan secara otomatis di bagian kode acara telah disediakan fungsi untuk event load pada form yg tertulis:

Private Sub Form_Load()

End Sub

Di pada fungsi ini dituliskan kode program. Kode acara ini dijalankan waktu form dipanggil. Event ini bisa diganti pada bagian [Event], perhatikan bahwa event dalam setiap komponen termasuk form jumlahnya poly, tinggal dipilih sesuai kebutuhan aplikasi.

Komponen yang primer digunakan pada visual basic buat dihubungakan dengan mikrokontroler merupakan :
a. Mscomm, Komponen tersebut menyediakan fasilitas komunikasi antar program pelaksanaan yg telah dibentuk dengan port serial. Untuk mengirim serta menerima data melalui port serial. Properti yg digunakan PortOpen, yg digunakan buat membuka ataupun menutup port serial yang dihubungkan dengan MSComm. Input, digunakan buat mengambil data string yg ada dalam buffer penerima. Output, dipakai buat menulis data string pada buffer kirim. ComEvReceive, sudah diterima karakter sebanyak nilai properti Rthereshold. Even ini akan dibangkitkan monoton hingga data diambil menurut buffer penerima menggunakan perintah input. Even ini akan dibangkitkan jika nilai pada properti Rthereshold nir diisi ‘0’

b. Timer, Timer berfungsi menjadi trigger atau pembangkit dalam pengiriman data. Tiap ketika timer akan mengecek dan menyesuaikan data yg dikirim sama dengan data yg diterima. Timer akan mendektesi terus-menerus Interval ‘1’ dtk interaksi port serial dengan mikrokontroler menggunakan cara personal komputer mengirimkan data nilai () MSComm.output

c. Crystal report, berfungsi sebagai penghubung pelaksanaan antara visual basic menggunakan aplikasi crystal report. Dalam aplikasi di visual basic komponen ini tersedia jika crystal report telah diinstal.

PENGERTIAN CODEVISIONAVR

Pengertian CodeVisionAVR 
CodeVisionAVR dalam dasarnya merupakan aplikasi pemrograman microcontroller famili AVR berbasis bahasa C. Ada 3 komponen krusial yg sudah diintegrasikan dalam aplikasi ini: Compiler C, IDE dan Program generator. 

Berdasarkan spesifikasi yg dikeluarkan oleh perusahaan pengembangnya, Compiler C yang dipakai hampir mengimplementasikan seluruh komponen standar yg ada pada bahasa C baku ANSI (seperti struktur acara, jenis tipe data, jenis operator, dan library fungsi standar-berikut penamaannya). Tetapi walaupun demikian, dibandingkan bahasa C buat pelaksanaan personal komputer , compiler C buat microcontroller ini memiliki sedikit perbedaan yg disesuaikan menggunakan arsitektur AVR tempat acara C tadi ditanamkan (embedded). 

Khusus buat library fungsi, disamping library standar (seperti fungsi-fungsi matematik, manipulasi String, pengaksesan memori dan sebagainya), CodeVisionAVR juga menyediakan fungsi-fungsi tambahan yg sangat berguna pada pemrograman antarmuka AVR dengan perangkat luar yg generik dipakai dalam aplikasi kontrol. Beberapa fungsi library yg penting diantaranya adalah fungsi-fungsi untuk pengaksesan LCD, komunikasi I2C, IC RTC (Real time Clock), sensor suhu LM75, SPI (Serial Peripheral Interface) serta lain sebagainya. 

Untuk memudahkan pengembangan program pelaksanaan, CodeVisionAVR juga dilengkapi IDE yg sangat user friendly (lihat gambar 1.1). Selain pilihan menu-pilihan menu pilihan yg umum dijumpai dalam setiap perangkat lunak berbasis Windows, CodeVisionAVR ini telah mengintegrasikan software downloader (in system programmer) yang bisa dipakai buat mentransfer kode mesin hasil kompilasi kedalam sistem memori microcontroller AVR yang sedang deprogram.

CodeVisionAVR 1.dua.4.9 merupakan suatu kompiler berbasis bahasa C, yang terintegrasi buat memprogram serta sekaligus compiler aplikasi AVR (Alf and Vegard’s Risc processor) terhadap mikrokontroler menggunakan sistem berbasis window. CodeVisionAVR ini dapat mengimplematasikan hampir semua interuksi bahasa C yg sinkron menggunakan arsitektur AVR, bahkan masih ada beberapa keunggulan tambahan buat memenuhi keunggulan spesifikasi dari CodeVisionAVR yaitu output kompilasi studio debugger menurut ATMEL. 

Integrated Development Environtment (IDE) telah diadaptasikan pada chip AVR yaitu In-System Programmer aplikasi, memungkinkan programmer buat mentransfer acara ke chip mikrokontroler secara otomatis selesainya proses assembly/kompilasi berhasil. In-System Programmer aplikasi didesign buat bekerja serta bisa berjalan dengan perangkat lunak lain seperti AVR Dragon, AVRISP, Atmel STK500, dan lain sebagainya.

Disamping library baku C, CodeVisionAVR C compiler memiliki librari lain untuk:
  • Modul LCD Alpanumerik
  • Delays
  • Protokol semikonduktor Maxim/Dallas
  • Dan lainnya
CodeVisionAVR pula mempunyai CodeWizardAVR sebagaki generator program otomatis, yg memungkinkan kita buat menulis, segala bentuk pengaturan Chip pada ketika singkat, serta seluruh kode yang diperlukan buat mengimplementasikan fungsi-fungsi seperti:

Pengaturan akses External Memory
Untuk chip-chip AVR yg memungkinkan koneksi memori eksternal SRAM, dapat jua mengatur ukuran memori dan wait state (tahap tunggu) menurut memori waktu memori tersebut diakses.

Identifikasi chip reset source
Adalah suatu layanan dimana kita dapat menciptakan kode secara otomatis yang dapat mengidentifikasi syarat yg mengakibatkan chip pada reset.

Inisialisasi port input/output
Pengaturan port-port yg kan dijadikan gerbang masukan serta keluaran dapat secara otomatis digenerate codenya. Yang kita lakukan hanya memilih port-port yang akan dipakai sebagai input atau output.

Inisialisasi Interupsi external
Pengaturan interupsi eksternal yang nantinya akan digunakan buat menginterupsi program primer 

Inisialisasi timers/counters
Pengaturan timers yg berfungsi buat mengatur frekwensi yg nantinya dipakai dalam interupsi.

Inisialisasi timer watchdog
Pengaturan timers yang berfungsi buat mengatur frekwensi yang nantinya dipakai dalam interupsi, sebagai akibatnya interupsi akan dilayani oleh suatu fungsi wdt_timeout_isr .

Inisialisasi UART(USART) serta komunuikasi serial 
Pengaturan komunikasi serial menjadi penerima atau pengirim data.

Inisialisasi komparasi analog
Pengaturan yang berkaitan menggunakan masukan data yang digunakan pada pelaksanaan yg membutuhkan komparasi pada ADC nya.

Inisialisasi ADC
Pengaturan ADC(Analog-Digital Converter) yang berfungsi buat merubah format analog sebagai format digital untuk diolah lebih lanjut.

Inisialisasi antarmuka SPI
Pengaturan chip yang berkaitan menggunakan Clock rate, Clock Phase, dan lainnya.

Inisialisasi antarmuka Two Wire BUS
Pengaturan Chip yang berhubungan dengan pola jalur komunikasi antara register yang terdapat dalam chip AVR. 

Inisialisasi antarmuka CAN
Pengaturan chip yg lebih kompleks, yg dapat mengatur interupsi, transmisi data, timers, serta lainnya.

Inisialisasi sensor temperatur, thermometer, serta lainnya
Pengaturan yang berhubungan dengan sensor temperatur one wire bus, mempunyai fungsi-fungsi yg terdapat pada librari CodeVisionAVR.

Inisialisasi one wire bus
Pengaturan yang berhubungan dengan sensor temperatur yg mempunyai fungsi-fungsi yg terdapat dalam librari CodeVisionAVR. Seperti Maxim/Dallas Semiconductor.

Inisialisasi modul LCD
Pengaturan port-port yg kan dipakai menjadi penghubung dengan LCD alphanumerik.

Contoh cara kerja sebelum melakukan pemograman pada AVR, dimana model disini merupakan contoh pengaturan acara agar mikrokontroler dapat berkomunikasi menggunakan komputer:
a. Memilih project baru serta melakukan penyetingan komponen yang digunakan dalam board.
b. Pengaturan IC/Chip, dalam chip yang kita wajib dilakukan merupakan IC apa yg kita gunakan, dalam hal ini ATMEGA8535l menggunakan Clock 16 MHz. Clock ini wajib pada atur dengan berukuran 16 MHz, karena dalam komponen oksilator yg dipakai sebesar 16 MHz. 
c. Pengaturan ADC, dalam ADC ini terdapat beberapa pilihan yg wajib dipilih. Antara lain ADC Enable di check list(v), Use 8 bit di check list(v), high speed di check list (v) dan Volt Ref dipilih ‘AVCC PIN’. AVCC PIN bermanfaat sebagai referensi tegangan dalam ADC buat nilainya sebanyak lima volt.
d. Pengaturan USART, usart ini yg nantinya menghubungkan rangkaian mikrokontroler menggunakan PC (personal komputer ). Langkah-langkah yang dilakukan dengan adanya pilihan Receiver pada check list(v) dan Transmitter pada check list(v). Pengaturan receiver berfungsi apakah serial itu sebagai penerima data, sedangkan transmitter berfungsi serial mampu dipakai sebagai pengiriman data.

Untuk lebih jelas tampilan pengaturan yg disediakan oleh AVR dapat ditinjau dalam gambar dibawah ini :

Gambar Form Pegaturan CodeVisionAVR

Selain bentuk konfigurasi hadware yang nantinya secara otomatis akan membangun sebuah instruksi layaknya perintah acara ke IC/Chip, adapula perintah program yang kita ketik sendiri. 

Selain itu, CodeVisionAVR pula menyediakan sebuah tool yang dinamakan menggunakan Code Generator atau CodeWizardAVR (lihat gambar dua.1). Secara simpel, tool ini sangat bermanfaat membentuk sebuah kerangka program (template), dan juga memberi kemudahan bagi programmer pada peng-inisialisasian register-register yg masih ada dalam microcontroller AVR yang sedang diprogram. Dinamakan Code Generator, karena aplikasi CodeVision ini akan membangkitkan kode-kode acara secara otomatis selesainya fase inisialisasi pada ventilasi CodeWizardAVR terselesaikan dilakukan. Secara teknis, penggunaan tool ini dalam dasarnya hampir sama menggunakan application wizard pada bahasa-bahasa pemrograman Visual buat personal komputer (misalnya Visual C, Borland Delphi, dan sebagainya).

Disamping versi yang komersil, Perusahaan Pavel Haiduc jua mengeluarkan CodeVisionAVR versi Demo yg dapat didownload dari internet secara perdeo (lihat alamat URL: //www.hpinfotech.ro) Dalam versi ini, memori flash yang dapat diprogram dibatasi maksimal 2K, selain itu nir semua fungsi library yang tersedia bisa dipanggil secara bebas.

Seperti halnya belajar pemrograman personal komputer , supaya menerima pemahaman yg bertenaga pada pemrograman microcontroller AVR, anda sebaiknya mencoba pribadi membuat aplikasi program pada microcontroller tersebut. Untuk tujuan latihan, software CodevisionAVR versi demo dalam dasarnya adalah wahana yang cocok serta sudah relatif memenuhi kebutuhan minimal anda. Gambar 1.4. Berikut menerangkan diagram blok yg mengilustrasikan alur pemrograman microcontroller AVR menggunakan CodevisionAVR yg bisa anda lakukan :

Gambar  Alur pemrograman microcontroller AVR menggunakan menggunakan CodevisionAVR


Seperti terlihat dalam gambar dua.2, CodevisionAVR pada dasarnya sudah mengintegrasikan komponen-komponen penting pada pemrograman microcontroller AVR: Editor,Compiler C, assembler serta ISP (In System Programmer). Khusus menggunakan ISP, ada beberapa jenis perangkat keras programmer dongle (berikut papan pengembangnya) yang telah didukung oleh perangkat lunak CodevisionAVR ini, galat satu diantaranya merupakan Kanda System STK 200/300 produk Perusahaan Kanda yg terhubung pada saluran antarmuka port Paralel Komputer. 

Jika anda berencana membuat dongle yg kompatible menggunakan produk Kanda, rangkaiannya bisa dicermati dalam situs:http:\www.grandtonics.com. Atau jika mau membeli sistem yg siap gunakan (berupa dongle beserta papan pengembangnya), galat satu produk pada negeri menggunakan harga yang relative murah merupakan DT AVR nano/micro System dialamat URL:http//www.innovative_electronic.com., Sistem ini kompatibel menggunakan kanda System STK 200/300. Untuk tujuan-tujuan percobaan, produk innovative_electronic ini telah sangat memadai, selain mudah dihubungkan menggunakan modul-modul perangkat input/output, misalnya modul LCD, keypad, array LED, penggerak motor stepper, dan sebagainya, sistem ini pula telah dilengkapi konverter TTL ke RS232 yang berguna buat komunikasi microcontroller AVR menggunakan komputer. 

Berkaitan dengan software downloader, pada dasarnya anda dapat menggunakan aplikasi lain (pada luar CodeVisionAVR) untuk keperluan transfer kode mesin kedalam sistem memori microcontroller AVR. Salah satunya merupakan ISP_AVR yg dibentuk sang Holger Buss serta Ingo Busker berdasarkan Jerman. Perangkat lunak beserta rangkaian antarmukanya bisa pada-download secara perdeo dalam alamat URL: //www.mikrocontroller.com

MIKROKONTROLER AVR DAN BAHASA C
Tak bisa disangkal, dewasa ini penggunaan bahasa pemrograman aras tinggi (seperti C, Basic, Pascal dan sebagainya) semakin populer serta banyak dipakai buat memprogram sistem microcontroller. Berdasarkan sifatnya yang sangat fleksibel pada hal keleluasaan pemrogram buat mengakses perangkat keras, Bahasa C merupakan bahasa pemrograman yg paling cocok dibandingkan bahasa-bahasa pemrograman aras tinggi lainnya. 

Dikembangkan pertama kali oleh Dennis Ritchie dan Ken Thomson dalam tahun 1972, Bahasa C merupakan galat satu bahasa pemrograman yg paling terkenal buat pengembangan program-acara pelaksanaan yang berjalan pada sistem microprocessor (komputer). Karena kepopulerannya, vendor-vendor perangkat lunak lalu mengembangkan compiler C sehingga menjadi beberapa varian berikut: Turbo C, Borland C, Microsoft C, Power C, Zortech C dan lain sebagainya. Untuk menjaga portabilitas, compiler-compiler C tersebut menerapkan ANSI C (ANSI: American National Standards Institute) menjadi standar bakunya. Perbedaan antara compiler-compiler tadi umumnya hanya terletak dalam pengembangan fungsi-fungsi library dan fasilitas IDE (Integrated Development Environment)–nya saja. 

Relatif dibandingkan menggunakan bahasa aras tinggi lain, bahasa C merupakan bahasa pemrograman yg sangat fleksibel dan nir terlalu terikat dengan banyak sekali aturan yg sifatnya kaku. Satu-satunya hal yg membatasi penggunaan bahasa C dalam sebuah pelaksanaan adalah semata-mata kemampuan imaginasi programmer-nya saja. Sebagai gambaran, pada program C kita dapat saja secara bebas menjumlahkan karakter huruf (misal ‘A’) menggunakan sebuah sapta bulat (misal ‘dua’), dimana hal yang sama nir mungkin dapat dilakukan menggunakan menggunakan bahasa aras tinggi lainnya. Lantaran sifatnya ini, sering bahasa C dikatagorikan sebagai bahasa aras menengah (mid level language).

Dalam kaitannya menggunakan pemrograman microcontroller, Tak pelak lagi bahasa C waktu ini mulai menggeser penggunaan bahasa aras rendah assembler. Penggunaan bahasa C akan sangat efisien terutama buat program microcontroller yang berukuran nisbi akbar. Dibandingkan dengan bahasa assembler, penggunaan bahasa C dalam pemrograman mempunyai beberapa kelebihan berikut: Mempercepat ketika pengembangan, bersifat modular dan terstruktur, sedangkan kelemahannya adalah kode acara output kompilasi akan relative lebih besar (serta sebagai konsekuensinya hal ini terkadang akan mengurangi kecepatan eksekusi). 

Khusus dalam microcontroller AVR, buat mereduksi konsekuensi negative diatas, Perusahaan Atmel merancang sedemikian sehingga arsitektur AVR ini efisien pada mendekode serta mengeksekusi instruksi-instruksi yg umum dibangkitkan oleh compiler C (Dalam kenyataannya, pengembangan arsitektur AVR ini tidak dilakukan sendiri oleh perusahaan Atmel namun terdapat kolaborasi dengan galat satu vendor pemasok compiler C buat microcontroller tersebut, yaituI ARC).

Seperti halnya compiler C buat sistem microprocessor, di pasaran ada beberapa varian compiler C buat memprogram sistem microcontroller AVR yang dapat dijumpai (lihat tabel 2.dua). 

Dengan beberapa kelebihan yg dimilikinya, saat ini CodeVisionAVR produk Perusahaan Pavel Haiduc merupakan compiler C yang relative poly dipakai dibandingkan compiler-compiler C lainnya. 

Bahasa C sudah dikritisi secara meluas, serta banyak orang dengan cepat menemukan masalahnya. Tapi sebagai bahasa yg telah hadir, C permanen tidak tersentuh. CodeVisionAVR adalah galat satu yang memanfaatkan keunggulan C dalam hal pemrograman mikrokontroler. Salah satu ungkapan menyatakan bahwa “jika kamu membuat perangkat lunak yg akan tetap layak suatu hari nanti, jangan belajar bahasa yang popular ketika ini, pelajarilah C”.

C tidak membatasi pandangan orang mengenai sebuah bahasa pemrograman. C nir object oriented, namun kita dapat menerapkan konsep objek oriented padanya. Bukan pula bahasa fungsional, tetapi kita dapat dapat menerapkan pemrograman fungsional menggunakannya. Kebanyakan interpreter LISP serta skema interpreters-interpreters/compiler-kompiler ditulis menggunakan menggunakan C. Kita dapat memproses list menggunakan C, meski tak semudah menggunakan LISP. C jua mempunyai fitur-fitur tambahan seperti rekursi, mekanisme sebagai tipe data kelas pertama, serta poly lagi. 

Banyak orang yang mencicipi C kekurangan akan kemudahan seperti JAVA, atau C++. Padahal C merupakan bahasa yg sederhana. Tapi lantaran kesederhanaan ini dianggap kurang memadai sebagai akibatnya membuat C diubahsuaikan menjadi ta’aruf pertama ke tahap bahasa taraf tinggi yang kompleks yg memungkinkan kita mengontrol dengan baik apa yang kita acara tanpa fitur yang disembunyikan. Compiler tidak akan melakukan apapun hingga kita memerintahkan buat melakukan sesuatu. Bahasa yang terdapat adalah transparan, bahkan bila beberapa fitur menurut JAVA seperti garbage collection diikutsertakan dalam implementasi C yang akan digunakan. Sebagai bahasa pemrograman, C tetap terdapat. Ini adalah inti menurut development dilingkungan system operasi UNIX. Dan jua inti menurut revolusi mikrokomputer, diantara C++, Delphi, JAVA serta lainnya, C masih tetap bertahan,dengan karakteristiknya sendiri.

Pada beberapa tahun yang kemudian, the Electrical and Computer Engineering Technology department di Purdue University telah mempelajai bahasa pemrograman C sebagai bahasa yang dipilih buat mengenalkan mikrokontroler. Mengajarkan Bahasa taraf tinggi dalam ta’aruf mikrokontroler dalam referensi suatu bahasa taraf assembly merupakan sesuatu yg paradoksal pada suatu intitusi yg memiliki acara yang sama. Penggunaan Bahasa taraf tinggi memungkinkan buat focus dalam materi dan konsep dan tidak jemu menggunakan melihat lebih jelasnya listing assembly. Salah satu perbedaannya merupakan bahasa tingkat tinggi memungkinkan buat menuliskan eksklusif nilai pada register, memindahkan data melalui multiple operations dengan assembly.

Just-in-time (JIT) mengajarkan metode yang digunakan buat mengenalkan komponen baru dalam Bahasa pemrograman C seperti yg diharapkan. Pada prakteknya pokok masalah dipresentasikan, selesainya itu disusun prosedur pemecahan serta dievaluasi. Setelah itu dituangkan kedalam gambar sebagai diagram alir proses. Lalu menggunakan mudah diterjemahkan kedalanm bahasa C. Misalnya itulah dasar menurut mikrokontroler.

Lebih menurut 10 tahun, beratus juta mikrokontroler, suatu mikrokomputer yang mengandung perangkat ini dan memori didalam suatu single integrated circuit (IC) beserta CPU, sudah disertakan pada perkembangan produk-produk dari keyboard hingga system control automobile (Ayala, 2000). 

Bahasa taraf tinggi semakin tinggi sebagai metodologi baku buat mikrokontroler terapan berdasar dalam perkembangan dan improvisasi jaman dan pasar serta dukungan perawatan yang sederhana (Myklebust, N.D.). Untuk permanen sejajar menggunakan perubahan jaman, bahasa tingkat tinggi menjadi perlengkapan pada memperkenalkan mikrokontroler sebagai bagian berdasarkan kurikulum dalam the Electrical and Computer Engineering Technology curriculum pada Purdue University, West Lafayette.

KEUNTUNGAN PEMROGRAMAN TINGKAT TINGGI
Telah dipercaya pada era mikrokontroler ketika ini bahwa bahasa assembly adalah satu-satunya pilihan buat menciptakan kode untuk suatu pelaksanaan.ruang yg sangat terbatas pada chip buat data dank ode program tidak terjadi apabila menggunakan bahasa tingkat tinggi (Stewart & Miao, 1999). Sejarah bahasa tingkat tinggi menghasilkan berukuran kode yang lebih besar dibandingkan assembly yang mempengaruhi kecepatan eksekusi. Selama beberapa tahun terakhir, compiler sudah menyatakan kepada pasar menggunakan menjamin bahwa bisa menghasilkan kode seefisien assembly (Stewart & Miao, 1999).pada tahun-tahun berikutnya, compiler melakukan perkembangan yang lebih luas didunia mikrokontroler dengan menaikkan fungsionalitas serta kecepatan.

Terdapat beberapa keunggulan menggunakan Bahasa tingkat tinggi antara lain yaitu bisa memangkas saat pembangunan aplikasi menjadi lebih singkat, kemudahan perawatan serta ringkas, kemudahan reuse kode. Bahasa tingkat tinggi memungkinkan programmer buat mengatasi objek yang kompleks tanpa khawatir mengenai lebih jelasnya komponen prosesor dalam ketika acara berjalan. (Darnell & Margolis, 1991). Menulis program bahasa taraf tinggi membebaskan programmer menurut kekhawatiran tentang lebih jelasnya taraf rendah suatu acara (Reisdorph, 1998).

PEMROGRAMAN C DAN MIKROKONTROLER
Pembangunan Perangkat lunak menggunakan mikrokontroler membutuhkabn suatu pendekatan terstruktur dengna pemrograman. Banyak system terapan wajib berjalan 24 jam sehari, 7 hari pada satu minggu, dan 365 pada satu tahun. Mereka tidak bisa di reboot ketika terjadi sesuatu kwesalahan. Untuk alas an ini, baris kode yang baik dipelajari dan melalui ujicoba menghasilkan taraf keutamaan yg baru pada fenomena mikrokontroler terapan (Lewis, 2002). Fasilitas bahasa C yang terstruktur dan disiplin(utuh) menjadi pendekatan pada design program computer (Deitel & Deitel, 1992). Berdasar dalam MacKenzie, keuntungan mengadopsi pendekatan terstruktur pada pemrograman meliputi antara lain: urutan operasi suatu program begitu sederhana buat ditelusuri melalui fasilitas debugging, urutannya yang terstruktur membuat gampang buat dijadikan sub rutin atau fungsi-fungsi, struktur yg ada sebagai dokumentasi sendiri serta memudahkan buat mengungkapkan memakai diagram alir, dan pemrograman yg terstruktur membentuk peningkatan produktifitas programer (1991).

Mungkin alasan yg paling memaksa buat memakai bahasa taraf tinggi adalah menyimpan ketika programmer. Compiler C didukung oleh pustaka(library) acara C yang mengusung banyak fitur seperti matematika dan penanganan karakter. Menggunakan fungsi standar ini program-program Cmemudahkan programmer buat menulis, menguji coba serta mereka ulang versi yg sama (Ayala, 2000). Meskipun pustaka fungsi baku adalah teknikal bukan bagian menurut bahasa C, mereka didukaung tanpa terkecuali oleh system ANSI milik C (Deitel & Deitel, 1992).

PENGERTIAN CODEVISIONAVR

Pengertian CodeVisionAVR 
CodeVisionAVR dalam dasarnya adalah software pemrograman microcontroller keluarga AVR berbasis bahasa C. Ada 3 komponen krusial yg sudah diintegrasikan dalam aplikasi ini: Compiler C, IDE dan Program generator. 

Berdasarkan spesifikasi yang dimuntahkan sang perusahaan pengembangnya, Compiler C yg dipakai hampir mengimplementasikan seluruh komponen standar yang terdapat dalam bahasa C baku ANSI (seperti struktur acara, jenis tipe data, jenis operator, serta library fungsi baku-berikut penamaannya). Namun andaipun demikian, dibandingkan bahasa C buat pelaksanaan personal komputer , compiler C buat microcontroller ini mempunyai sedikit disparitas yg disesuaikan menggunakan arsitektur AVR loka acara C tersebut ditanamkan (embedded). 

Khusus buat library fungsi, disamping library baku (misalnya fungsi-fungsi matematik, manipulasi String, pengaksesan memori dan sebagainya), CodeVisionAVR jua menyediakan fungsi-fungsi tambahan yg sangat berguna pada pemrograman antarmuka AVR dengan perangkat luar yg generik digunakan pada aplikasi kontrol. Beberapa fungsi library yang krusial antara lain adalah fungsi-fungsi buat pengaksesan LCD, komunikasi I2C, IC RTC (Real time Clock), sensor suhu LM75, SPI (Serial Peripheral Interface) dan lain sebagainya. 

Untuk memudahkan pengembangan acara aplikasi, CodeVisionAVR pula dilengkapi IDE yang sangat user friendly (lihat gambar 1.1). Selain pilihan menu-pilihan menu pilihan yg generik dijumpai dalam setiap perangkat lunak berbasis Windows, CodeVisionAVR ini sudah mengintegrasikan aplikasi downloader (in system programmer) yang bisa digunakan buat mentransfer kode mesin hasil kompilasi kedalam sistem memori microcontroller AVR yang sedang deprogram.

CodeVisionAVR 1.dua.4.9 merupakan suatu kompiler berbasis bahasa C, yg terintegrasi untuk memprogram dan sekaligus compiler aplikasi AVR (Alf and Vegard’s Risc processor) terhadap mikrokontroler menggunakan sistem berbasis window. CodeVisionAVR ini dapat mengimplematasikan hampir seluruh interuksi bahasa C yg sesuai menggunakan arsitektur AVR, bahkan masih ada beberapa keunggulan tambahan buat memenuhi keunggulan spesifikasi dari CodeVisionAVR yaitu hasil kompilasi studio debugger berdasarkan ATMEL. 

Integrated Development Environtment (IDE) telah diadaptasikan pada chip AVR yaitu In-System Programmer software, memungkinkan programmer buat mentransfer acara ke chip mikrokontroler secara otomatis sesudah proses assembly/kompilasi berhasil. In-System Programmer aplikasi didesign buat bekerja serta bisa berjalan dengan aplikasi lain misalnya AVR Dragon, AVRISP, Atmel STK500, serta lain sebagainya.

Disamping library baku C, CodeVisionAVR C compiler mempunyai librari lain buat:
  • Modul LCD Alpanumerik
  • Delays
  • Protokol semikonduktor Maxim/Dallas
  • Dan lainnya
CodeVisionAVR juga mempunyai CodeWizardAVR sebagaki generator program otomatis, yg memungkinkan kita buat menulis, segala bentuk pengaturan Chip dalam saat singkat, serta semua kode yg diperlukan untuk mengimplementasikan fungsi-fungsi misalnya:

Pengaturan akses External Memory
Untuk chip-chip AVR yang memungkinkan koneksi memori eksternal SRAM, dapat pula mengatur ukuran memori serta wait state (tahap tunggu) dari memori waktu memori tersebut diakses.

Identifikasi chip reset source
Adalah suatu layanan dimana kita bisa menciptakan kode secara otomatis yg dapat mengidentifikasi kondisi yang mengakibatkan chip di reset.

Inisialisasi port input/output
Pengaturan port-port yang kan dijadikan gerbang masukan serta keluaran bisa secara otomatis digenerate codenya. Yang kita lakukan hanya memilih port-port yang akan digunakan menjadi input atau hasil.

Inisialisasi Interupsi external
Pengaturan interupsi eksternal yg nantinya akan digunakan buat menginterupsi acara primer 

Inisialisasi timers/counters
Pengaturan timers yang berfungsi buat mengatur frekwensi yang nantinya digunakan pada interupsi.

Inisialisasi timer watchdog
Pengaturan timers yang berfungsi buat mengatur frekwensi yg nantinya dipakai dalam interupsi, sebagai akibatnya interupsi akan dilayani oleh suatu fungsi wdt_timeout_isr .

Inisialisasi UART(USART) serta komunuikasi serial 
Pengaturan komunikasi serial sebagai penerima atau pengirim data.

Inisialisasi komparasi analog
Pengaturan yg berkaitan dengan masukan data yg dipakai pada aplikasi yang membutuhkan komparasi pada ADC nya.

Inisialisasi ADC
Pengaturan ADC(Analog-Digital Converter) yang berfungsi buat merubah format analog menjadi format digital untuk diolah lebih lanjut.

Inisialisasi antarmuka SPI
Pengaturan chip yg berkaitan dengan Clock rate, Clock Phase, serta lainnya.

Inisialisasi antarmuka Two Wire BUS
Pengaturan Chip yang berhubungan dengan pola jalur komunikasi antara register yg terdapat dalam chip AVR. 

Inisialisasi antarmuka CAN
Pengaturan chip yang lebih kompleks, yg bisa mengatur interupsi, transmisi data, timers, dan lainnya.

Inisialisasi sensor temperatur, thermometer, serta lainnya
Pengaturan yang berhubungan dengan sensor temperatur one wire bus, memiliki fungsi-fungsi yg terdapat pada librari CodeVisionAVR.

Inisialisasi one wire bus
Pengaturan yg herbi sensor temperatur yang mempunyai fungsi-fungsi yang terdapat pada librari CodeVisionAVR. Seperti Maxim/Dallas Semiconductor.

Inisialisasi modul LCD
Pengaturan port-port yang kan digunakan sebagai penghubung menggunakan LCD alphanumerik.

Contoh cara kerja sebelum melakukan pemograman pada AVR, dimana model disini merupakan contoh pengaturan acara agar mikrokontroler dapat berkomunikasi dengan komputer:
a. Memilih project baru dan melakukan penyetingan komponen yang digunakan dalam board.
b. Pengaturan IC/Chip, pada chip yg kita wajib dilakukan adalah IC apa yang kita gunakan, dalam hal ini ATMEGA8535l dengan Clock 16 MHz. Clock ini wajib pada atur dengan ukuran 16 MHz, karena pada komponen oksilator yang dipakai sebesar 16 MHz. 
c. Pengaturan ADC, pada ADC ini ada beberapa pilihan yg harus dipilih. Antara lain ADC Enable pada check list(v), Use 8 bit di check list(v), high speed pada check list (v) dan Volt Ref dipilih ‘AVCC PIN’. AVCC PIN bermanfaat sebagai referensi tegangan pada ADC buat nilainya sebanyak lima volt.
d. Pengaturan USART, usart ini yang nantinya menghubungkan rangkaian mikrokontroler menggunakan PC (komputer). Langkah-langkah yg dilakukan menggunakan adanya pilihan Receiver di check list(v) serta Transmitter pada check list(v). Pengaturan receiver berfungsi apakah serial itu menjadi penerima data, sedangkan transmitter berfungsi serial mampu dipakai sebagai pengiriman data.

Untuk lebih jelas tampilan pengaturan yang disediakan oleh AVR dapat ditinjau pada gambar dibawah ini :

Gambar Form Pegaturan CodeVisionAVR

Selain bentuk konfigurasi hadware yang nantinya secara otomatis akan menciptakan sebuah instruksi layaknya perintah acara ke IC/Chip, adapula perintah acara yang kita ketik sendiri. 

Selain itu, CodeVisionAVR pula menyediakan sebuah tool yg dinamakan dengan Code Generator atau CodeWizardAVR (lihat gambar dua.1). Secara simpel, tool ini sangat bermanfaat membentuk sebuah kerangka program (template), dan pula memberi kemudahan bagi programmer dalam peng-inisialisasian register-register yg masih ada pada microcontroller AVR yg sedang diprogram. Dinamakan Code Generator, lantaran aplikasi CodeVision ini akan membangkitkan kode-kode program secara otomatis sesudah fase inisialisasi pada jendela CodeWizardAVR terselesaikan dilakukan. Secara teknis, penggunaan tool ini pada dasarnya hampir sama menggunakan application wizard pada bahasa-bahasa pemrograman Visual buat komputer (seperti Visual C, Borland Delphi, dan sebagainya).

Disamping versi yg komersil, Perusahaan Pavel Haiduc pula mengeluarkan CodeVisionAVR versi Demo yang dapat didownload dari internet secara perdeo (lihat alamat URL: //www.hpinfotech.ro) Dalam versi ini, memori flash yg bisa diprogram dibatasi aporisma 2K, selain itu tidak seluruh fungsi library yg tersedia dapat dipanggil secara bebas.

Seperti halnya belajar pemrograman komputer, agar mendapatkan pemahaman yg bertenaga dalam pemrograman microcontroller AVR, anda sebaiknya mencoba eksklusif menciptakan aplikasi program pada microcontroller tadi. Untuk tujuan latihan, perangkat lunak CodevisionAVR versi demo dalam dasarnya adalah wahana yg cocok serta sudah relatif memenuhi kebutuhan minimal anda. Gambar 1.4. Berikut memperlihatkan diagram blok yg mengilustrasikan alur pemrograman microcontroller AVR menggunakan CodevisionAVR yg dapat anda lakukan :

Gambar  Alur pemrograman microcontroller AVR menggunakan menggunakan CodevisionAVR


Seperti terlihat pada gambar dua.2, CodevisionAVR pada dasarnya telah mengintegrasikan komponen-komponen krusial pada pemrograman microcontroller AVR: Editor,Compiler C, assembler serta ISP (In System Programmer). Khusus menggunakan ISP, ada beberapa jenis perangkat keras programmer dongle (berikut papan pengembangnya) yang telah didukung oleh aplikasi CodevisionAVR ini, salah satu antara lain merupakan Kanda System STK 200/300 produk Perusahaan Kanda yang terhubung dalam saluran antarmuka port Paralel Komputer. 

Jika anda berencana menciptakan dongle yg kompatible menggunakan produk Kanda, rangkaiannya bisa ditinjau pada situs:http:\www.grandtonics.com. Atau apabila mau membeli sistem yg siap pakai (berupa dongle beserta papan pengembangnya), keliru satu produk pada negeri menggunakan harga yang relative murah adalah DT AVR nano/micro System dialamat URL:http//www.innovative_electronic.com., Sistem ini kompatibel dengan kanda System STK 200/300. Untuk tujuan-tujuan percobaan, produk innovative_electronic ini telah sangat memadai, selain gampang dihubungkan dengan modul-modul perangkat input/hasil, misalnya modul LCD, keypad, array LED, penggerak motor stepper, dan sebagainya, sistem ini jua sudah dilengkapi konverter TTL ke RS232 yg berguna untuk komunikasi microcontroller AVR menggunakan komputer. 

Berkaitan menggunakan perangkat lunak downloader, pada dasarnya anda bisa menggunakan perangkat lunak lain (pada luar CodeVisionAVR) buat keperluan transfer kode mesin kedalam sistem memori microcontroller AVR. Salah satunya merupakan ISP_AVR yang dibentuk oleh Holger Buss dan Ingo Busker berdasarkan Jerman. Perangkat lunak bersama rangkaian antarmukanya dapat di-download secara perdeo pada alamat URL: //www.mikrocontroller.com

MIKROKONTROLER AVR DAN BAHASA C
Tak bisa disangkal, dewasa ini penggunaan bahasa pemrograman aras tinggi (seperti C, Basic, Pascal dan sebagainya) semakin populer dan poly dipakai buat memprogram sistem microcontroller. Berdasarkan sifatnya yg sangat fleksibel pada hal keleluasaan pemrogram untuk mengakses perangkat keras, Bahasa C merupakan bahasa pemrograman yang paling cocok dibandingkan bahasa-bahasa pemrograman aras tinggi lainnya. 

Dikembangkan pertama kali sang Dennis Ritchie serta Ken Thomson dalam tahun 1972, Bahasa C adalah galat satu bahasa pemrograman yg paling populer buat pengembangan program-acara aplikasi yg berjalan pada sistem microprocessor (komputer). Lantaran kepopulerannya, vendor-vendor software lalu menyebarkan compiler C sebagai akibatnya menjadi beberapa varian berikut: Turbo C, Borland C, Microsoft C, Power C, Zortech C serta lain sebagainya. Untuk menjaga portabilitas, compiler-compiler C tersebut menerapkan ANSI C (ANSI: American National Standards Institute) sebagai standar bakunya. Perbedaan antara compiler-compiler tersebut umumnya hanya terletak dalam pengembangan fungsi-fungsi library serta fasilitas IDE (Integrated Development Environment)–nya saja. 

Relatif dibandingkan dengan bahasa aras tinggi lain, bahasa C merupakan bahasa pemrograman yg sangat fleksibel serta tidak terlalu terikat menggunakan aneka macam anggaran yang sifatnya kaku. Satu-satunya hal yg membatasi penggunaan bahasa C dalam sebuah pelaksanaan adalah semata-mata kemampuan imaginasi programmer-nya saja. Sebagai ilustrasi, pada program C kita bisa saja secara bebas menjumlahkan karakter huruf (misal ‘A’) dengan sebuah bilangan bundar (misal ‘2’), dimana hal yang sama nir mungkin dapat dilakukan dengan memakai bahasa aras tinggi lainnya. Lantaran sifatnya ini, sering bahasa C dikatagorikan menjadi bahasa aras menengah (mid level language).

Dalam kaitannya menggunakan pemrograman microcontroller, Tak pelak lagi bahasa C ketika ini mulai menggeser penggunaan bahasa aras rendah assembler. Penggunaan bahasa C akan sangat efisien terutama buat program microcontroller yg ukuran relatif akbar. Dibandingkan dengan bahasa assembler, penggunaan bahasa C pada pemrograman memiliki beberapa kelebihan berikut: Mempercepat ketika pengembangan, bersifat modular dan terstruktur, sedangkan kelemahannya merupakan kode acara hasil kompilasi akan relative lebih akbar (dan menjadi konsekuensinya hal ini terkadang akan mengurangi kecepatan eksekusi). 

Khusus pada microcontroller AVR, buat mereduksi konsekuensi negative diatas, Perusahaan Atmel merancang sedemikian sebagai akibatnya arsitektur AVR ini efisien dalam mendekode dan mengeksekusi instruksi-instruksi yang generik dibangkitkan oleh compiler C (Dalam kenyataannya, pengembangan arsitektur AVR ini tidak dilakukan sendiri sang perusahaan Atmel tetapi terdapat kolaborasi dengan keliru satu vendor pemasok compiler C buat microcontroller tersebut, yaituI ARC).

Seperti halnya compiler C buat sistem microprocessor, pada pasaran terdapat beberapa varian compiler C buat memprogram sistem microcontroller AVR yg bisa dijumpai (lihat tabel dua.dua). 

Dengan beberapa kelebihan yang dimilikinya, waktu ini CodeVisionAVR produk Perusahaan Pavel Haiduc adalah compiler C yg relative banyak digunakan dibandingkan compiler-compiler C lainnya. 

Bahasa C sudah dikritisi secara meluas, serta poly orang dengan cepat menemukan masalahnya. Tapi sebagai bahasa yang sudah hadir, C tetap tidak tersentuh. CodeVisionAVR adalah galat satu yg memanfaatkan keunggulan C pada hal pemrograman mikrokontroler. Salah satu ungkapan menyatakan bahwa “jika engkau menciptakan software yang akan tetap layak suatu hari nanti, jangan belajar bahasa yg popular waktu ini, pelajarilah C”.

C tidak membatasi pandangan orang tentang sebuah bahasa pemrograman. C nir object oriented, namun kita bisa menerapkan konsep objek oriented padanya. Bukan juga bahasa fungsional, tetapi kita bisa bisa menerapkan pemrograman fungsional menggunakannya. Kebanyakan interpreter LISP dan skema interpreters-interpreters/compiler-kompiler ditulis dengan menggunakan C. Kita dapat memproses list memakai C, meski tak semudah memakai LISP. C jua memiliki fitur-fitur tambahan seperti rekursi, mekanisme menjadi tipe data kelas pertama, serta poly lagi. 

Banyak orang yg merasakan C kekurangan akan kemudahan seperti JAVA, atau C++. Padahal C adalah bahasa yg sederhana. Tapi karena kesederhanaan ini dipercaya kurang memadai sehingga membuat C diubahsuaikan sebagai perkenalan pertama ke termin bahasa tingkat tinggi yang kompleks yg memungkinkan kita mengontrol dengan baik apa yang kita program tanpa fitur yang disembunyikan. Compiler tidak akan melakukan apapun hingga kita memerintahkan buat melakukan sesuatu. Bahasa yg terdapat adalah transparan, bahkan apabila beberapa fitur berdasarkan JAVA seperti garbage collection diikutsertakan pada implementasi C yang akan dipakai. Sebagai bahasa pemrograman, C tetap terdapat. Ini adalah inti menurut development dilingkungan system operasi UNIX. Dan jua inti berdasarkan revolusi mikrokomputer, diantara C++, Delphi, JAVA dan lainnya, C masih tetap bertahan,menggunakan karakteristiknya sendiri.

Pada beberapa tahun yang lalu, the Electrical and Computer Engineering Technology department di Purdue University sudah mempelajai bahasa pemrograman C sebagai bahasa yang dipilih buat mengenalkan mikrokontroler. Mengajarkan Bahasa tingkat tinggi pada ta’aruf mikrokontroler dalam surat keterangan suatu bahasa tingkat assembly adalah sesuatu yg paradoksal pada suatu intitusi yang memiliki acara yang sama. Penggunaan Bahasa tingkat tinggi memungkinkan buat focus pada materi serta konsep serta nir jemu menggunakan melihat detail listing assembly. Salah satu perbedaannya adalah bahasa tingkat tinggi memungkinkan buat menuliskan eksklusif nilai pada register, memindahkan data melalui multiple operations dengan assembly.

Just-in-time (JIT) mengajarkan metode yg digunakan untuk mengenalkan komponen baru pada Bahasa pemrograman C misalnya yg dibutuhkan. Pada prakteknya pokok perkara dipresentasikan, sesudah itu disusun algoritma serta dievaluasi. Setelah itu dituangkan kedalam gambar sebagai diagram alir proses. Lalu menggunakan mudah diterjemahkan kedalanm bahasa C. Misalnya itulah dasar menurut mikrokontroler.

Lebih menurut 10 tahun, beratus juta mikrokontroler, suatu mikrokomputer yg mengandung perangkat ini dan memori didalam suatu single integrated circuit (IC) bersama CPU, sudah disertakan dalam perkembangan produk-produk dari keyboard hingga system control automobile (Ayala, 2000). 

Bahasa taraf tinggi meningkat menjadi metodologi standar buat mikrokontroler terapan berdasar dalam perkembangan serta improvisasi jaman serta pasar dan dukungan perawatan yang sederhana (Myklebust, N.D.). Untuk permanen sejajar dengan perubahan jaman, bahasa taraf tinggi menjadi perlengkapan pada memperkenalkan mikrokontroler menjadi bagian dari kurikulum pada the Electrical and Computer Engineering Technology curriculum pada Purdue University, West Lafayette.

KEUNTUNGAN PEMROGRAMAN TINGKAT TINGGI
Telah dianggap pada era mikrokontroler ketika ini bahwa bahasa assembly adalah satu-satunya pilihan buat membuat kode buat suatu aplikasi.ruang yang sangat terbatas pada chip untuk data dank ode program tidak terjadi jika menggunakan bahasa taraf tinggi (Stewart & Miao, 1999). Sejarah bahasa tingkat tinggi menghasilkan ukuran kode yang lebih akbar dibandingkan assembly yang mempengaruhi kecepatan eksekusi. Selama beberapa tahun terakhir, compiler telah menyatakan kepada pasar dengan menjamin bahwa dapat menghasilkan kode seefisien assembly (Stewart & Miao, 1999).pada tahun-tahun berikutnya, compiler melakukan perkembangan yang lebih luas didunia mikrokontroler menggunakan meningkatkan fungsionalitas dan kecepatan.

Terdapat beberapa keunggulan memakai Bahasa tingkat tinggi diantaranya yaitu dapat memangkas ketika pembangunan aplikasi sebagai lebih singkat, kemudahan perawatan serta ringkas, kemudahan reuse kode. Bahasa taraf tinggi memungkinkan programmer untuk mengatasi objek yg kompleks tanpa khawatir tentang lebih jelasnya komponen prosesor dalam waktu acara berjalan. (Darnell & Margolis, 1991). Menulis program bahasa tingkat tinggi membebaskan programmer menurut kekhawatiran tentang lebih jelasnya tingkat rendah suatu acara (Reisdorph, 1998).

PEMROGRAMAN C DAN MIKROKONTROLER
Pembangunan Perangkat lunak dengan mikrokontroler membutuhkabn suatu pendekatan terstruktur dengna pemrograman. Banyak system terapan wajib berjalan 24 jam sehari, 7 hari pada satu minggu, serta 365 pada satu tahun. Mereka nir dapat pada reboot saat terjadi sesuatu kwesalahan. Untuk alas an ini, baris kode yang baik dipelajari serta melalui ujicoba menghasilkan taraf keutamaan yang baru dalam kenyataan mikrokontroler terapan (Lewis, 2002). Fasilitas bahasa C yang terstruktur serta disiplin(utuh) sebagai pendekatan dalam design program computer (Deitel & Deitel, 1992). Berdasar dalam MacKenzie, keuntungan mengadopsi pendekatan terstruktur pada pemrograman mencakup diantaranya: urutan operasi suatu program begitu sederhana buat ditelusuri melalui fasilitas debugging, urutannya yang terstruktur membuat gampang buat dijadikan sub rutin atau fungsi-fungsi, struktur yang terdapat sebagai dokumentasi sendiri dan memudahkan untuk menyebutkan memakai diagram alir, dan pemrograman yg terstruktur menghasilkan peningkatan produktifitas programer (1991).

Mungkin alasan yg paling memaksa buat memakai bahasa tingkat tinggi adalah menyimpan ketika programmer. Compiler C didukung sang pustaka(library) program C yg mengusung banyak fitur seperti matematika dan penanganan karakter. Menggunakan fungsi baku ini program-program Cmemudahkan programmer buat menulis, menguji coba serta mereka ulang versi yang sama (Ayala, 2000). Meskipun pustaka fungsi baku merupakan teknikal bukan bagian berdasarkan bahasa C, mereka didukaung tanpa terkecuali oleh system ANSI milik C (Deitel & Deitel, 1992).