PENELITIAN ILMIAH TERHADAP GEJALA ALAM BIOTIK
Penelitian Ilmiah Terhadap Gejala Alam Biotik
A. Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) merupakan sesuatu yang diketahui eksklusif menurut pengalaman, dari pancaindra, serta diolah sang nalar budi secara spontan. Pada intinya, pengetahuan bersifat impulsif, subjektif serta intuitif. Pengetahuan berkaitan erat menggunakan kebenaran, yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang dimiliki manusia menggunakan realitas yang terdapat dalam objek.
Pengetahuan dapat dibedakan sebagai pengetahuan non-ilmiah serta pengetahuan pra-ilmiah. Pengetahuan non-ilmiah adalah hasil serapan indra terhadap pengalaman hayati sehari-hari yg tidak perlu serta nir mungkin diuji kebenarannya. Pengetahuan non-ilmiah tidak dapat dikembangkan sebagai pengetahuan ilmiah. Misalnya pengetahuan orang eksklusif mengenai jin atau makhluk halus di tempat eksklusif, keampuhan pusaka, dan lain-lain. Pengetahuan prailmiah adalah output serapan indra serta pemikiran rasional yang terbuka terhadap pengujian lebih lanjut menggunakan metode-metode ilmiah. Misalnya pengetahuan orang tentang manfaat rebusan daun jambu biji buat mengurangi gejala diare.
Ilmu (sains) asal dari Bahasa Latin scientia yg berarti knowledge. Ilmu dipahami menjadi proses penyelidikan yg berdisiplin. Ilmu bertujuan buat meramalkan dan tahu tanda-tanda-gejala alam.
Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis, konsisten dan koheren. Agar pengetahuan menjadi ilmu, maka pengetahuan tadi harus dipilah (menjadi suatu bidang eksklusif berdasarkan kenyataan) dan disusun secara metodis, sistematis dan konsisten. Tujuannya agar pengalaman tadi sanggup diungkapkan balik secara lebih kentara, rinci serta setepat-tepatnya.
Metodis, berarti dalam proses menemukan serta mengolah pengetahuan memakai metode tertentu, nir serampangan. Sistematis, berarti dalam usaha menemukan kebenaran serta menjabarkan pengetahuan yang diperoleh, menggunakan langkah-langkah eksklusif yang teratur serta terarah sebagai akibatnya sebagai suatu holistik yg terpadu. Koheren, berarti setiap bagian menurut jabaran ilmu pengetahuan itu adalah rangkaian yang saling terkait serta berkesesuaian (konsisten).
Sedangkan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan diklaim penelitian (research). Usaha-bisnis itu dilakukan menggunakan memakai metode ilmiah.
Ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah bisa dibedakan atas :
- Ilmu Pengetahuan Fisis-Kuantitatif, acapkali dianggap pengetahuan realitas. Pengetahuan ini diperoleh melalui proses observasi serta analisis atas data dan fenomena empiris. Termasuk pada gerombolan ilmu ini merupakan geologi, hayati, antropologi, sosiologi, dan lain-lain.
- Ilmu Pengetahuan Formal-Kualitatif, acapkali disebut pengetahuan matematis. Ilmu ini diperoleh dengan cara analisis refleksi menggunakan mencari interaksi antara konsep-konsep. Termasuk pada grup ilmu ini merupakan akal formal, matematika, ekamatra, kimia, serta lain-lain.
- Ilmu Pengetahuan Metafisis-Substansial, tak jarang disebut pengetahuan filsafat. Pengetahuan filsafat diperoleh menggunakan cara analisis refleksi (pemahaman, penafsiran, spekulasi, penilaian kritis, logis rasional) menggunakan mencari hakikat prinsip yg melandasi keberadaan seluruh fenomena.
B. Pengertian Metode Ilmiah
Metode Ilmiah merupakan suatu cara sistematis yg dipakai sang para ilmuwan buat memecahkan masalah yang dihadapi. Metode ini memakai langkah-langkah yang sistematis, teratur dan terkontrol. Pelaksanaan metode ilmiah ini meliputi enam termin, yaitu :
- Merumuskan masalah. Masalah adalah sesuatu yg wajib diselesaikan.
- Mengumpulkan liputan, yaitu segala keterangan yang menunjuk serta dekat dalam pemecahan perkara. Sering diklaim juga menelaah teori atau kajian pustaka.
- Menyusun hipotesis. Hipotesis merupakan jawaban sementara yang disusun dari data atau informasi yang diperoleh selama observasi atau jajak pustaka.
- Menguji hipotesis menggunakan melakukan percobaan atau penelitian.
- Mengolah data (hasil) percobaan dengan memakai metode statistik buat membentuk kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini merupakan data yang objektif, nir dipengaruhi subyektifitas ilmuwan peneliti dan universal (dilakukan dimana saja dan sang siapa saja akan memberikan hasil yang sama).
- Menguji konklusi. Untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui output percobaan perlu dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji senantiasa mendukung hipotesis maka hipotesis itu mampu sebagai kaidah (hukum) serta bahkan sebagai teori.
Metode ilmiah didasari oleh perilaku ilmiah. Sikap ilmiah semestinya dimiliki sang setiap penelitian dan ilmuwan. Adapun perilaku ilmiah yg dimaksud merupakan :
- Rasa ingin tahu
- Jujur (mendapat kenyataan output penelitian serta tidak mengada-terdapat)
- Objektif (sinkron keterangan yang ada, serta nir ditentukan oleh perasaan pribadi)
- Tekun (nir putus harapan)
- Teliti (nir ceroboh dan nir melakukan kesalahan)
- Terbuka (mau mendapat pendapat yg sahih dari orang lain)
C. Penelitian Ilmiah
Salah satu hal yg krusial pada dunia ilmu adalah penelitian (research). Research dari berdasarkan kata re yg berarti kembali serta search yg berarti mencari, sehingga research atau penelitian dapat didefinisikan menjadi suatu usaha buat menyebarkan dan menelaah kebenaran suatu pengetahuan.
Suatu penelitian wajib memenuhi beberapa karakteristik buat dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada empat ciri penelitian ilmiah, yitu :
- Sistematik. Berarti suatu penelitian wajib disusun dan dilaksanakan secara berurutan sinkron pola serta kaidah yg benar, menurut yang mudah serta sederhana hingga yang kompleks.
- Logis. Suatu penelitian dikatakan sahih jika bisa diterima logika dan menurut fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung berdasarkan mekanisme atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai mampu prosedur induktif yaitu cara berpikir buat menarik konklusi umum menurut aneka macam masalah individual (spesifik) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir buat menarik konklusi yg bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
- Empirik. Artinya suatu penelitian umumnya berdasarkan dalam pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu informasi menurut kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai output penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu :
a. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (terdapat penggolongan atau perbandingan satu sama lain)
b. Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sinkron dengan waktu
c. Hal-hal empirik nir sanggup secara kebetulan, melainkan terdapat penyebabnya (terdapat hubungan sebab akibat)
Replikatif. Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan wajib diuji pulang oleh peneliti lain serta harus menaruh hasil yg sama jika dilakukan dengan metode, kriteria, serta kondisi yg sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.
Comments
Post a Comment